Jenis jenis kurikulum

  • 2,561 views
Uploaded on

 

  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Be the first to comment
    Be the first to like this
No Downloads

Views

Total Views
2,561
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0

Actions

Shares
Downloads
27
Comments
0
Likes
0

Embeds 0

No embeds

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
    No notes for slide

Transcript

  • 1. JENIS-JENIS KURIKULUM MAKALAH Disusun untuk Memenuhi Tugas Terstruktur Mata Kuliah Analisis Pengembangan Kurikulum Pada Jurusan Tadris Matematika Semester V Disusun Oleh Kelompok 3 Astri Arumsari Dewi (1410150126) Iis Aisyah (1410150137) Yeni Farikha (1410150165) Dosen Pengampu: Fatimah, M.Ag FAKULTAS TARBIYAHINSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) SYEKH NURJATI CIREBON TAHUN 2012
  • 2. BAB I PENDAHULUANA. Latar Belakang Kurikulum formal ialah rancangan di mana aktiviti pembelajaran dijalankan supaya matlamat atau objektif pendidikan dan sekolah tercapai. Ia merupakan satu set dokumen untuk dilaksanakan. Ia mengandungi hal sebenar yang berlaku dibilik darjah dan apa yang telah disediakan dan dinilai. Setiap sekolah ada kurikulum terancang iaitu satu set objektif yang berstruktur dengan kandungan dan pengalaman belajar serta hasil yang dijangkakan. Ia merupakan rancangan eksplisit dan operasional yang dihasratkan, lazimnya dikelolakan mengikut mata pelajaran dan gred, di mana peranan guru didefinisikan dengan jelas (Ornstein, A.C. & Hunkins, F, 1983). Kurikulum tersembunyi adalah sesuatu yang tidak terancang dan tidak formal. Ia mungkin disebut sebagai kurikulum ”tak rasmi” atau ”terlindung” atau ”tak formal”. Kurikulum ini dikelolakan di luar konteks pengajaran rasmi. Ia merupakan perlakuan dan sikap yang dibawa kedalam bilik darjah dan sekolah tanpa disedari dan disebut kerana tidak dinyatakan secara eksplisit. Ia terdiri dari peraturan tidak bertulis, konvokesyen, adat resam dan nilai budaya. Ia dibentuk oleh faktor-faktor seperti status sosioekonomi dan latar belakang pengalaman guru dan murid. Jadi apakah peranan anda sebagai guru dalam kurikulum tersembunyi? Anda harus berupaya untuk mengenalpasti aspek-aspek kurikulum tersembunyi, terutamanya kemungkinan ketidakfungsiaan potensi atau pengalaman pembelajaran negatif dan di mana-mana kemungkinanan untuk mengawal dan memperbaiki situasi.
  • 3. B. Rumusan MasalahBerdasarkan uraian tersebut, maka timbul suatu permasalahan:1. Apa saja jenis-jenis kurikulum?2. Apakah ada kelemahan dan kelebihan dari setiap jenis-jenis kurikulum tersebut ?C. Tujuan Makalah ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis kurikulum, sehingga kita menjadi mengerti tentang jenis dari kurikulum tersebut.
  • 4. BAB II PEMBAHASAN JENIS JENIS KURIKULUMPengorganisasian Kurikulum Pengorganisasian kurikulum merupakan perpaduan antara dua kurikulumatau lebih sedemikian hingga menjadi suatu kesatuan yang utuh, dan dalamaplikasi pada kegiatan belajar mengajar diharapkan dapat menggairahkan prosespembelajaran serta pembelajaran menjadi lebih bermakna karena senantiasamengaitkan dengan kegiatan praktis sehari-hari sehingga tujuan pembelajarandapat tercapai. Sejalan dengan hal tersebut masing-masing anak akan membangunsendiri pemahaman terhadap konsep atau pengetahuan yang baru dan anakmenjadi arsitek dan pembangun gagasan baru tersebut. Curriculum shall mean here: all the experiences which students have under theauspices of the school (Hand, 1958 dalam Koestantoniah, 1998). Istilah kurikulumdisini dapat berarti : semua pengalaman-pengalaman yang dimiliki siswa denganbantuan sekolah. Dari definisi tersebut sebenarnya merupakan sesuatu pengertianyang cukup luas menyangkut sebagian besar aspek yang berhubungan dengankegiatan di sekolah pada umumnya. Pengertian kurikulum yang lebih khususdisampaikan oleh Soedjadi dalam Darwin, (2001: 15), kurikulum adalahsekumpulan pokok-pokok materi ajar yang direncanakan untuk memberipengalaman tertentu kepada peserta didik agar mampu mencapai tujuan yangditetapkan.1 Kurikulum yang uniform dapat menjadi alasan bagi guru untuk menjauhiinisiatif perbaikan dan hanya menunggu instruksi dari pihak atasan. Sebaliknyaatasan yang tidak merangsang guru untuk bersifat dinamis dan memberikesempatan serta dorongan untuk mencobakan perbaikan atas pemikiran sendiri1 Trianto, Model Pembelajaran Terpadu, Jakarta : PT Bumi Aksara, 2011, h. 33.