Etika bisnis islam
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Like this? Share it with your network

Share

Etika bisnis islam

  • 3,920 views
Uploaded on

BERBISNIS SEBAGAI TUGAS HIDUP DALAM PERSPEKTIF ISLAM (AL QUR’AN DAN HADIST) ...

BERBISNIS SEBAGAI TUGAS HIDUP DALAM PERSPEKTIF ISLAM (AL QUR’AN DAN HADIST)

More in: Business
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Be the first to comment
    Be the first to like this
No Downloads

Views

Total Views
3,920
On Slideshare
3,919
From Embeds
1
Number of Embeds
1

Actions

Shares
Downloads
94
Comments
0
Likes
0

Embeds 1

http://bisnisan.brokerpreneur.org 1

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
    No notes for slide

Transcript

  • 1. BERBISNIS SEBAGAI TUGAS HIDUP DALAM PERSPEKTIF ISLAM (AL QUR’AN DAN HADIST) Makalah ini disusun untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Etika Bisnis Dalam Islam Oleh: YENI CAHYONO, SE NIM: 212112015 Dosen Pengampu Dr. Abdul Mun’im, M.Ag. NIP. 19561171994031001 Program Pascasarjana Program Studi Ekonomi Syari’ah Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Ponorogo 2013
  • 2. PENDAHULUAN 1. Latar Belakang Masalah Jika mendengar kata-kata bisnis, maka yang terlintas dalam pikiran kita adalah uang dan harta kekayaan. Khususnya oleh orang-orang yang berkecimpung dalam dunia usaha, bisnis adalah suatu hal yang harus dilakukan dan selalu berorientasi untuk mendapatkan keuntungan atau laba. Secara umum, bisnis tidak dapat lepas dari kehidupan manusia sejak lahir sampai meninggal dunia, bahkan masih dalam kandungan. Hal ini sesuai yang telah dituliskan oleh Sinuor Yosephus dalam bukunya “Etika Bisnis”, secara hakiki bisnis memang tidak bisa dipisahkan dari masyarakat. Daya jelajahnya teramat dahsyat. Semenjak dari rahim ibu hingga ke liang lahat sekalipun bisnis seolah-olah tidak mau melepaskan manusia dari cengkeramannya.1 Coba kalau kita amati, semenjak ibu mengandung, ibu sudah melakukan pemeriksaan kandungannya ke dokter, memberikan vitamin, mineral dan makanan bergizi. Semua itu tidak lepas dari jejaring bisnis. Bahkan ketika meninggal pun bisnis tetap mencengkeram manusia. Proses pemakaman, pembelian kain kafan dan juga melaksanakan selamatan membutuhkan biaya yang harus dipenuhi. Dalam dunia bisnis, khususnya bisnis kontemporer, kita sering mengenal, bisnis tidak mengenal saudara atau temen, menghalalkan segala cara, yang penting untung dan masih banyak lagi istilah-istilah “kejam” yang berlaku dalam dunia bisnis. Namun bisnis, sebenarnya tidak hanya bertujuan bagaimana memenuhi kebutuhan, namun juga bagaimana menjalin hubungan dengan individu dan masyarakat. 1 L. Sinuor Yosephus, Etika Bisnis(Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia,2010), hal. 45 www.nicdesain.net 1
  • 3. Islam tidak melarang umatnya untuk melakukan bisnis, namun malah menganjurkan. Tetapi umat Islam dalam memenuhi kebutuhannya melalui dunia bisnis, Islam memberikan tuntunan dan rambu-rambu, yatiu mana yang diperbolehkan dan apa saja yang dilarang, sehingga dalam usaha dan kegiatan bisnis, manusia tetap dalam norma-norma agama, yang sudah jelas memiliki tujuan untuk menegakkan keadilan, khususnya dalam bidang bisnis. Islam tidak membatasi gerak umatnya dalam berbisnis, namun mengarahkan langkah dan tindakan dalam berbisnis, sehingga tercapai tujuan berbisnis, yaitu mampu memenuhi kebutuhannya, karena dengan terpenuhi kebutuhan, maka akan lebih mudah dalam melakukan ibadah, selain itu juga dengan berbisnis, umat Islam dapat bersosialisai dengan masyarakat tanpa ada pihak yang dirugikan. 2. Permasalahan Berdasarkan uraian latar belakang di atas, maka dapat diambil beberapa kesimpulan masalah yang timbul, yaitu: 1. Apakah hakikat dan pengertian dari bisnis tersebut? Apa saja bidang-bidang bisnis tersebut? 2. Dalam Islam, apakah yang dimaksud dengan bisnis, dan apa jenis-jenis bisnis tersebut? 3. Dalam uraian di atas, Islam membolehkan dan lebih tepatnya menyarankan umatnya untuk melakukan bisnis, Dalam Al Quran ayat-ayat manakah yang menyatakan hal tersebut? Selain itu hadis-hadis mana juga yang dijadikan landasan pernyataan bahwa bisnis adalah kegiatan yang mulia? www.nicdesain.net 2
  • 4. PEMBAHASAN 1. Hakikat Bisnis Secara hakiki, bisnis adalah urusan manusia dan menjaring semua orang tanpa kecuali. Seperti apa urusan khas manusia ini? Disini ditegaskan bahwa bisnis selalu berhubungan dengan hal yang bernilai dan yang paling berharga dari manusia. Hal yang bernilai dan berharga ini selalu ingin dipertahankan bahkan ditingkatkan kualitasnya, tiada lain adalah hidup. Agar tetap hidup dan hidupnya lebih berharga, manusia selalu berupaya dengan menggerakkan segala upaya yang dimilikinya. Terkadang, mempergunakan taktik dan strategi untuk meningkatkan kualitas hidupnya, minimal mempertahankan hidupnya. Pada tataran ini, bisnis merupakan perbuatan, bukan merupakan obyek. Bisnis merupakan upaya manusia untuk menjauhi penderitaan atau kemelaratan dan mendekatkan diri kepada kenyamanan atau kesejahteraan ekonomis. Itulah yang dimaksud dengan hakikat bisnis. Sehubungan dengan hakikat bisnis sebagai gerakan dari kemelaratan menuju kesejahtaraan, sejumlah persoalan pun tidak dapat dihindari. Apa penyebab gerakan tersebut dan seperti apa hakikat gerakannya? Untuk menjawab persoalan seputar asal usul gerakan, penggerak dan kualitas adalah identik dengan menjelaskan bahwa bisnis memang dimulai dari dalam diri manusia. Jika berbicara tentang manusia sebagai pelaku bisnis, timbul pertanyaan, siapakah manusia itu? Bisnis berlangsung seiring keberadaan manusia dimuka bumi ini selama manusia eksis, dan bisnis akan berakhir seiring dengan kepunahan manusia. www.nicdesain.net 3
  • 5. Ada beberapa filsuf memaknai manusia, Aristoteles (384-322 sM) memaknai manusia dari sudut perbedaannya dengan hewan. Di antaranya, manusia dimakdai sebagai animal rationale atau hewan yang mampu membentuk konsep umum melalui proses abstraksi dan mampu menarik kesimpulan dari proses tersebut dengan mengkuti penalaran inferansi. Ia juga menyebutkan manusia sebagai zoon politicon atau hewan yang mampu mengorganisasi komunitas yang kompleks, seperti kota dan negara. Hal serupa juga dilakukan oleh george William Fredriech Hegel (1770-1831M). Menurut Hegel, manusia adalah hewan yang memiliki kecenderungan untuk selalu melipat gandakan kebutuhannya secara tanpa batas.2 Namun, saya mencermati bahwa manusia adalah makhluk yang hidup dan berkembang, baik jumlah maupun taraf kehidupannya. Setiap gerakan dan keinginannya selalu berubah untuk mencari yang lebih baik, yaitu kesejahteraan dan ekonominya. Ada dua hal yang melekat pada manusia, yaitu lahir dan batin atau jasmani dan rohani. Yang dimaksud lahir adalah jasmani atau organ tubuh yang dalam kehidupan adalah sebagai alat hidup, seperti organ-organ vital dan panca indera. Semua anggota tubuh atau jasmani tersebut bergerak begitu saja tanpa harus ada dorongan keinginan dan tanpa dipikirkan oleh otak manusia. Gerakan tubuh atau jasmani manusia ini selalu diupayakan untuk selalu eksis, agar manusia tetap hidup dengan memenuhi kebutuhan primer yaitu sandang, pangan dan papan. Bagian yang ke dua adalah batin, yang diindikasikan dengan gerakan yang timbul karena dari hasil pemikiran otak, seperti keinginan, hasrat, nafsu, dan berkehendak. Dari definisi ini lah dapat diambil kesimpulan bahwa manusia adalah makhluk hidup yang memiliki keinginan, hasrat, pemikiran, kehendak dan kesadaran yang 2 L. Sinuor Yosephus, Etika Bisnis(Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia,2010), hal. 46 - 47 www.nicdesain.net 4
  • 6. mencirikan manusia sebagai makhluk hidup yang berbeda dengan makhluk-makhluk hidup lainnya. Dari sinilah kita dapat memaknai arti hakikat bisnis yang sebenarnya. Salah satu ciri manusia adalah berangkat dari keinginan. Pada tingkat yang lebih kuat keinginan akan berubah menjadi hasrat, selanjutnya yang akan lebih kuat lagi menjadi nafsu yang harus dipenuhi. Selama hidupnya, manusia bergerak diarahkan oleh keinginannya. Selama keinginan belum terpenuhi, manusia selalu mencari jalan dan daya upaya untuk memuaskan keinginannya, dalam bidang ekonomi adalah dari kekurangan atau kemelaratan menuju kemakmuran untuk meningkatkan kualitas hidupnya. Dari sini akan muncul pemikiran-pemikiran untuk memenuhi kebutuhannya seperti adanya konsep bisnis, pasar bebas, kompetisi pasar dan strategi pasar yang harus dibangun. Pada tahap inilah bisnis mulai dan tidak dapat terlepas dari gerak dan kebutuhan manusia. Namun perlu diingat, bahwa kebutuhan untuk meningkatkan kualitas hidup tidak hanya dimiliki oleh satu orang, namun dimiliki oleh semua orang. Muncullah yang namanya pasar bebas dengan ciri kompetitif yang akan terus meninggi. 2. Pengertian Bisnis Bisnis adalah segala macam bentuknya terjadi dalam kehidupan kita setiap hari, sejak bangun pagi hingga tidur kembali. Dalam kamus bahasa Indonesia, bisnis diartikan sebagai usaha dagang usaha komersial di dunia perdagangan, dan bidang usaha. Skinner (1992) mendefinisikan bisnis sebagai pertukaran barang, jasa, atau uang yang saling menguntungkan atau memberi manfaat. Menurut Anoraga dan Soegiastuti (1996), bisnis memiliki makna dasar sebagai “the buying and selling of goods and services”. Adapun dalam pandangan Atraub dan Attner (1994), bisnis tak lain suatu organisasi yang www.nicdesain.net 5
  • 7. menjalankan aktivitas produksi dan penjualan barang-barang dan jasa-jasa yang diinginkan oleh konsumen untuk memperoleh profit (keuntungan). Barang yang dimaksud adalah suatu produk yang secara fisik memiliki wujud (dapat dilihat dengan indra), sedangkan jasa adalah aktivitas-aktivitas yang memberi manfaat kepada konsumen atau pelaku bisnis. (Muhammad, K. W dan Yusanto, 2002:15).3 Dari semua definisi tersebut, dapat disimpulkan bahwa suatu organisasi/pelaku bisnis akan melakukan aktivitas bisnis dalam bentuk: (1) memproduksi dan atau mendistribusikan barang dan/atau jasa, (2) mencari profit, dan (3) mencoba memuaskan konsumen. Memproduksi barang dan jasa yang tidak merusak bagi diri sendiri dan orang banyak, mencari profit dengan cara yang benar dan tidak menyalahi aturan yang telah ditentukan (halal dan haram), memuaskan konsumen dengan pelayanan yang sebaikbaiknya. 3. Jenis-jenis Bisnis 1. Monopsoni Monopsoni, adalah keadaan dimana satu pelaku usaha menguasai penerimaan pasokan atau menjadi pembeli tunggal atas barang dan/atau jasa dalam suatu pasar komoditas. Kondisi Monopsoni sering terjadi didaerah-daerah Perkebunan dan industri hewan potong (ayam), sehingga posisi tawar menawar dalam harga bagi petani adalah kemungkinan terjadi kecil sekali. Perlu diteliti lebih jauh dampak fenomena ini, apakah ada faktor-faktor lain yang menyebabkan Monopsoni sehingga tingkat kesejahteraan petani berpengaruh. 3 Famy Zone, http://fahmyzone.blogspot.com/2013/04/organisasi-bisnis-islam.html, 19 Nopember 2013 www.nicdesain.net 6
  • 8. Contohnya: hanya ada satu perusahaan yang menangani kereta api di Indonesia yaitu, PT.KAI. 2. Monopoli Monopoli (dari bahasa Yunani: monos, satu + polein, menjual) adalah suatu bentuk pasar di mana hanya terdapat satu penjual yang menguasai pasar. Penentu harga pada pasar ini adalah seorang penjual atau sering disebut sebagai “monopolis”. Sebagai penentu harga (price-maker), seorang monopolis dapat menaikan atau mengurangi harga dengan cara menentukan jumlah barang yang akan diproduksi; semakin sedikit barang yang diproduksi, semakin mahal harga barang tersebut, begitu pula sebaliknya. Walaupun demikian, penjual juga memiliki suatu keterbatasan dalam penetapan harga. Apabila penetapan harga terlalu mahal, maka orang akan menunda pembelian atau berusaha mencari atau membuat barang subtitusi (pengganti) produk tersebut atau lebih buruk lagi mencarinya di pasar gelap. Ada beberapa ciri dan sifat dasar pasar monopoli. Ciri utama pasar ini adalah adanya seorang penjual yang menguasai pasar dengan jumlah pembeli yang sangat banyak. Ciri lainnya adalah tidak terdapatnya barang pengganti yang memiliki persamaan dengan produk monopolis; dan adanya hambatan yang besar untuk dapat masuk ke dalam pasar. Hambatan itu sendiri, secara langsung maupun tidak langsung, diciptakan oleh perusahaan yang mempunyai kemampuan untuk memonopoli pasar. Perusahaan monopolis akan berusaha menyulitkan pendatang baru yang ingin masuk ke pasar www.nicdesain.net 7
  • 9. tersebut dengan beberapa cara; salah satu di antaranya adalah dengan cara menetapkan harga serendah mungkin. Dengan menetapkan harga ke tingkat yang paling rendah, perusahaan monopoli menekan kehadiran perusahaan baru yang memiliki modal kecil. Perusahaan baru tersebut tidak akan mampu bersaing dengan perusahaan monopolis yang memiliki kekuatan pasar, image produk, dan harga murah, sehingga lama kelamaan perusahaan tersebut akan mati dengan sendirinya.4 3. Oligopoli Oligopoli adalah pasar di mana penawaran satu jenis barang dikuasai oleh beberapa perusahaan. Umumnya jumlah perusahaan lebih dari dua tetapi kurang dari sepuluh. Dalam pasar oligopoli, setiap perusahaan memposisikan dirinya sebagai bagian yang terikat dengan permainan pasar, di mana keuntungan yang mereka dapatkan tergantung dari tindak-tanduk pesaing mereka. Sehingga semua usaha promosi, iklan, pengenalan produk baru, perubahan harga, dan sebagainya dilakukan dengan tujuan untuk menjauhkan konsumen dari pesaing mereka. Praktek oligopoli umumnya dilakukan sebagai salah satu upaya untuk menahan perusahaan-perusahaan potensial untuk masuk ke dalam pasar, dan juga perusahaan-perusahaan melakukan oligopoli sebagai salah satu usaha untuk menikmati laba normal di bawah tingkat maksimum dengan menetapkan harga jual terbatas, sehingga menyebabkan kompetisi harga diantara pelaku usaha yang melakukan praktek oligopoli menjadi tidak ada. 4 Wikipedia, http://id.wikipedia.org/wiki/Pasar_monopoli, 21 Nopember 2013 www.nicdesain.net 8
  • 10. Struktur pasar oligopoli umumnya terbentuk pada industri-industri yang memiliki capital intensive yang tinggi, seperti, industri semen, industri mobil, dan industri kertas. 4. Oligopsoni Oligopsoni, adalah keadaan dimana dua atau lebih pelaku usaha menguasai penerimaan pasokan atau menjadi pembeli tunggal atas barang dan/atau jasa dalam suatu pasar komoditas. Ciri-ciri dari pasar oligopsoni adalah 1) terdapat beberapa pembeli 2) Pembeli bukan konsumen tetapi pedagang 3) Barang yang dijual merupakan bahan mentah 4) Harga cenderung stabil. Kebaikan pasar oligopsoni adalah 1) Penjual lebih beruntung karena bisa pindah ke pembeli lain, 2) Pembeli tidak bisa seenaknya menekan penjual. Namun oligopsoni juga memiliki kekurangan-kekurangan sebagai berikut: Bisa berkembang menjadi pasar monopsoni bila antar pembeli kerja sama, dan yang ke-dua kualitas barang kurang terpelihara. 4. Pengertian Bisnis Dari Sudut Pandang Islam Kata bisnis dalam Al-Qur’an biasanya yang digunakan al-tijarah, al-bai’un, tadayantum, dan isytara. Tetapi yang seringkali digunakan yaitu al-tijarah dan dalam bahasa arab tijaraha, berawal dari kata dasar t-j-r, tajara, tajran wa tijarata, yang bermakna berdagang atau berniaga dan at-tijaratun walmutjar yaitu perdagangan.5 5 KH. Ali Ma’ shum, KH. Zainal Abidin Munawwir, Kamus al-Munawwir, (Yogyakarta: Pustaka Progresif, 1984), hal. 139 www.nicdesain.net 9
  • 11. Dalam al-Qur’an kata tijarah ditemukan sebanyak delapan kali dan tijaratuhum sebanyak satu kali. Bentuk tijarah terdapat dalam surat al- Baqarah (2): 282, an-Nisa (4): 29, at-Taubah (9): 24, an-Nur (24): 37, Fatir (35): 29, as-Shaff (61): 10, pada surat alJum’ah (62): 11 (disebut dua kali). Adapun Tijaratuhum pada surat al-Baqarah (2): 16.6 Dalam penggunaannya kata tijarah pada ayat-ayat di atas terdapat dua macam pemahaman. Pertama, dipahami dengan perdagangan yaitu pada surat Al-Baqarah ; 282. Kedua, dipahami dengan perniagaan dalam pengertian umum. Dari penjelasan di atas, terlihat bahwa kata bisnis dalam Al-Qur’an dari tijarah pada hakikatnya tidak semata-mata bersifat material dan hanya bertujuan mencari keuntungan material semata, tetapi bersifat material sekaligus immaterial, bahkan lebih meliputi dan mengutamakan hal yang bersifat immaterial dan kualitas. Aktivitas bisnis tidak hanya dilakukan semata manusia tetapi juga dilakukan antara manusia dengan Allah swt, bahwa bisnis harus dilakukan dengan ketelitian dan kecermatan dalam proses administrasi dan perjanjian-perjanjian dan bisnis tidak boleh dilakukan dengan cara penipuan, dan kebohongan hanya demi memperoleh keuntungan. 5. Dasar hukum yang tercantum dalam Al-Qur’an a. Al Baqarah : 282 ُ َۡ ُ ۡ ََۡ ُُ ۡ َ ُ َ َ ٓ ُ َ َ َ ‫َ َٰٓ َ ُّ َ ذ‬ ۡ‫يأيُا ٱَّلِيي ءاوٌِا ْ إذا تَدايَنته ةديۡي إَل أَجل وصّم فَٱكتتِهُ وۡلكتب ةذيٌله‬ ّ‫َ َٰٓ َ ُّ َ ى‬ ِ ٍ ِ ِ ٖ َ ٌ َ َ َۡ ََ ۡ َۡ ُ َ ‫ذ‬ ۡ َۡ ۡ ُ ۡ ََۡ ُ‫ۡ ُ َ َ َ َ ذَ ُ ذ‬ ُۢ ‫َكت ِب ة ِٱمعدل وَل يأب َكت ِب أن يَلتب كىا عنىٍ ٱلل فنيكتب وۡلُىنِل ٱَّلِي‬ ِ ِ ‫َ َ ذ‬ ‫َ ۡ ۡ َ ُّ َ ۡ ذ ذ َ َ ذ ُ َ َ َ ۡ َ ۡ ۡ ُ َ ۡ ى‬ ًُ‫عنَيٍِ ٱۡلق وۡلَتق ٱلل ربٍۥ وَل يتخس وٌٍِ شيا فَنن َكن ٱَّلِي عنَيٍِ ٱۡلق شفِي‬ َ ُّ َ ۡ ۡ َ ‫ا‬ ِ ٔ ِ 6 Akhmad Nur Zaroni, Bisnis dalam Perspektif Islam, Mazahib Vol. IV, No. 2, Desember 2007, hal. 177 www.nicdesain.net 10
  • 12. ۡ‫أَو ضعيفا أَو َل يَصتطيع أَن يُىل َِ فَنۡيىنل وۡلٍۥ ةٱمۡعدل وٱشتَشُدوا ْ شُيدي‬ َ َ ُ ۡ ۡ َ ۡ َ ُ ُّ ِ َ ۡ ِ ۡ ُ َ ُ ‫ذ‬ ُ ِ َ ۡ َ ۡ ً ِ َ ۡ ‫ِ ي وِي‬ ِ ِ ِ ِ ِ َ ٓ َ َ ُّ َ َ ۡ َ ۡ َ ‫ذ‬ َََ ۡ َ ٞ ُ ََ َۡ ُ َ َ ُ َ ۡ ‫ّ َ ُ ۡ َ ذ‬ ِ ‫رِجام ِلهۖۡ فن ِن مه يلًِا رجنۡي فرجل وٱمرأتان مِىي ترضِن وِي ٱلشُداء أن‬ ِ ِ َۡ َ ۡ َُ َ ۡ َّ ََُ َُ َ ۡ ‫ذ‬ ْ ٓ ُ َ ۡ َ َ َ ْ ُ ُ َ َ ُ ٓ َ َ ُّ َ َ‫تَضل إحدىُٰىا فتذكِر إحدىُٰىا ٱۡلُخرى و‬ ٰ َ ۡ ‫َل يأب ٱلشُداء إِذا وا دعِا وَل تسىِا‬ ٔ ِ ِ ِ ََ َ َ ‫َ ذ ََۡ ُ ذ‬ َ ۡ ُ َ َ َ ً َ َۡ ً َ ُ ُُ ۡ َ َ َ َٰٓ ُ َ ۡ َ َٰٓ َ ۡ ‫أن تلتتِه صغريا أو كتِريا إَِل أجنٍِِۦ ذٰم ِله أكصط عٌِد ٱللِ وأكِم ل ِنشهٰدة ِ وأدَن‬ ِ ‫َذ ۡ ٓ ذ‬ ‫ُ َ َ َ َ َى‬ ٌ‫أَل تَرتَاةُِا ْ إَلٓ أَن تَلِن ت ِجٰرةً حاِضة تُديرونُا ةَيٌله فَنَيس عنَيله جٌاح‬ َ ُ ۡ ُ ۡ َ َ ۡ ۡ ُ َۡ ََ ُ ِ ِ ِ ََ َ ُُ ۡ َ ‫َذ‬ ٞ َ ََ ٞ َ ‫ۡ ُ ْٓ َ ََ َ ُۡ ۡ ََ َ ذ‬ ُ‫َۡ َُ ْ َ ذ‬ ‫أَل تلتتَِاۗ وأشُدوا إِذا تتايعته وَل يُضٓار َكت ِب وَل شُيد ِإَون تفعنِا فنًٍِۥ‬ ِ ِ ٞ َ ٍ ۡ َ ّ ُ ُ ‫ُ ُ ُ ُۢ ُ ۡ َ ذ ُ ْ ذ َ َ ُ َ ّ ُ ُ ُ ذ ُ َ ذ‬ ٢٨٢ ‫فصِق ةِلهۗ وٱتلِا ٱللۖۡ ويعنِىله ٱللۗ وٱلل ةِلل َشء عنِيه‬ ِ Yang artinya: Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu bermu'amalah tidak secara tunai untuk waktu yang ditentukan, hendaklah kamu menuliskannya. Dan hendaklah seorang penulis di antara kamu menuliskannya dengan benar. Dan janganlah penulis enggan menuliskannya sebagaimana Allah mengajarkannya, meka hendaklah ia menulis, dan hendaklah orang yang berhutang itu mengimlakkan (apa yang akan ditulis itu), dan hendaklah ia bertakwa kepada Allah Tuhannya, dan janganlah ia mengurangi sedikitpun daripada hutangnya. jika yang berhutang itu orang yang lemah akalnya atau lemah (keadaannya) atau Dia sendiri tidak mampu mengimlakkan, Maka hendaklah walinya mengimlakkan dengan jujur. dan persaksikanlah dengan dua orang saksi dari orang-orang lelaki (di antaramu). Jika tak ada dua orang lelaki, Maka (boleh) seorang lelaki dan dua orang perempuan dari saksi-saksi yang kamu ridhai, supaya jika seorang lupa Maka yang seorang mengingatkannya. janganlah saksi-saksi itu enggan (memberi keterangan) apabila mereka dipanggil; dan janganlah kamu jemu menulis hutang itu, baik kecil maupun besar sampai batas waktu membayarnya. yang demikian itu, lebih adil di sisi Allah dan lebih menguatkan persaksian dan lebih dekat kepada tidak (menimbulkan) keraguanmu. (Tulislah mu'amalahmu itu), kecuali jika mu'amalah itu perdagangan tunai yang kamu jalankan di antara kamu, Maka tidak ada dosa bagi kamu, (jika) kamu tidak menulisnya. dan persaksikanlah apabila kamu berjual beli; dan janganlah penulis dan www.nicdesain.net 11
  • 13. saksi saling sulit menyulitkan. jika kamu lakukan (yang demikian), Maka Sesungguhnya hal itu adalah suatu kefasikan pada dirimu. dan bertakwalah kepada Allah; Allah mengajarmu;dan Allah Maha mengetahui segala sesuatu. Bermuamalah ialah seperti berjual-beli, hutang piutang, atau sewa menyewa dan sebagainya. b. An Nisa' : 29 ‫ذ‬ َ ُ َ َ َ ‫َ َ ُّ َ ذ‬ ُ َۡ ُ َۡ ٓ ُ َ‫يأيُا ٱَّلِيي ءاوٌِا ْ َل تَأۡكنُِا ْ أَووٰمَله ةَيٌله ةٱمۡبٰطل إَلٓ أَن تَلِن ت ِجٰرةً ع‬ َ َ َ َ ُ َٰٓ ‫ي‬ ِ ِ ِ ِ ُ َ َ َ‫ّ ُ ۡ ََ َُۡ ٓ ُ َ ُ ۡ ذ ذ‬ ‫تَراض وٌِله وَل تلتنُِا ْ أًَفصله إن ٱلل َكن ةله رحيىى‬ ٢٩ ‫ِ ۡ َ ِ ا‬ ٖ َ ِ Yang artinya : Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang Berlaku dengan suka sama-suka di antara kamu. dan janganlah kamu membunuh dirimu; Sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu. Larangan membunuh diri sendiri mencakup juga larangan membunuh orang lain, sebab membunuh orang lain berarti membunuh diri sendiri, karena umat merupakan suatu kesatuan.7 c. At Taubah : 24 ٌ َََۡ ۡ ُ َُ َ َ ۡ ُ ُ َََۡ ۡ ُ ُ َ ۡ ۡ ۡ ُ َََُٓۡ ۡ ُ ُٓ َ َ َ ٰ ‫كُل إِن َكن ءاةَاؤكه وأبٌاؤكه ِإَوخوًٰله وأزوٰجله وعشريتله وأوو‬ ‫ل‬ ِ ‫ۡ ََُۡ ُ َ َ ََٰ ٞ َۡ َ ۡ َ َ َ َ َ َ َ َٰ ُ َۡ َ ۡ ََ ٓ َ َ ذ َۡ ُ ّ َ ذ‬ ِ‫ٱقَتفتىَِا وت ِجرة َتشِن كصادَا ووسلي ترضِنُا أحب إِۡلله وِي ٱلل‬ ِ َ ُ‫َ ذ‬ ۡ ُ‫َ ذ‬ َ‫ورشِلِۦ وجُاد ِف شبينٍِۦ فَتبصِا ْ حَّت يَأِۡت ٱلل ةأَمره ِۦ وٱلل َل يُدي ٱمۡلِم‬ ‫َ ذ‬ ُ ‫َ ِ َََذ‬ َ َ ِ َُ َ َۡ ِ َۡ ِ ٖ ِ ِ ٰ ِۗ ِ ِ َ ِ َۡ ٢٤ ‫ٱمفٰصلِۡي‬ Yang artinya: Katakanlah: "Jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, isteriisteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu 7 Ismail Nawawi, Ekonomi Islam Pespektif Teori, Sistem dan Aspek Hukum,(Surabaya:ITS Press,2009), hal.110 www.nicdesain.net 12
  • 14. khawatirkan kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari Allah dan RasulNya dan dari berjihad di jalan-Nya, Maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya". Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik. d. An Nur : 37 َ ُ ََ َٰ ‫َٓ ذ‬ ‫ۡ ذ‬ َ ٌَۡ ََ ٞ َ َ ۡ ُۡ ‫َ ٞ ذ‬ َٰ ‫َ ِ ذ‬ ‫رِجال َل تنُيُه ت ِجٰرة وَل بيع عي ذِكر ٱللِ ِإَوكام ٱلصنِة ِ ِإَويتاءِ ٱلزكِة ِ َيافِن‬ ِ ِ ِ َۡ َ ُ ُ ُۡ ُ ‫ۡى َََ ذ‬ ُ َ ٣٧ ‫يَِوا تتلنب فِيٍِ ٱملنِب وٱۡلةۡصٰر‬ Yang artinya : laki-laki yang tidak dilalaikan oleh perniagaan dan tidak (pula) oleh jual beli dari mengingati Allah, dan (dari) mendirikan sembahyang, dan (dari) membayarkan zakat. mereka takut kepada suatu hari yang (di hari itu) hati dan penglihatan menjadi goncang. e. As Shaff : 10 َ َ َ ۡ ّ ُ ُ َ ٰ َ ٰ َ َ ۡ ُ ُّ ُ َ ۡ َ ْ ُ َ َ َ ‫َ َٰٓ َ ُّ َ ذ‬ ١٠ ‫يأيُا ٱَّلِيي ءاوٌِا َل أدمله لَع ت ِجرة ٖ تٌجيله وِي عذاب أۡلم‬ ٖ ِ ٍ ِ Yang artinya : Hai orang-orang yang beriman, sukakah kamu aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkanmu dari azab yang pedih?. 6. Beberapa landasan praktik bisnis yang dilarang. Pada umumnya praktek bisnis yang dilarang oleh al-Qur’an adalah perbuatan yang mengakibatkan kerusakan atau kebinasaan walaupun kelihatannya hanya sedikit, namun hal itu dianggap oleh al-Qur’an sebagai kerusakan yang banyak. Mengurangi hak atas suatu barang yang didapat atau diproses dengan menggunakan media takaran atau timbangan dinilai al-Qur’an seperti telah membuat kerusakan di muka bumi. Memelihara kehidupan seseorang dinilai oleh al-Qur’an sebagai memelihara secara keseluruhan. 7. Jenis-jenis praktek bisnis yang dilarang. www.nicdesain.net 13
  • 15. a. Riba. Riba dilarang tidak hanya dikalangan kaum muslimin saja tetapi juga dilarang oleh kalangan agama lain terutama agama-agama samawi. Riba adalah suatu proses bisnis yang terjadi dengan adanya keharusan kelebihan dari modal baik kelebihan ini ditetapkan di awal perjanjian maupun ditetapkan ketika si peminjam pada batas waktu yang ditetapkan belum memiliki kemampuan untuk mengembalikan piutangnya sehingga dengan otomatis piutang itu menjadi berlebih dari yang sebelumnya. Riba merupakan sub sistem ekonomi yang berprinsip menguntungkan kelompok tertentu tetapi mengabaikan kepentingan masyarakat luas. b. Mengurangi timbangan atau takaran. Pada dasarnya dalam sistem bisnis yang sederhana, alat timbangan atau takaran memainkan peranan penting sebagai alat bagi keberlangsungan suatu transaksi antara penjual barang dan pembeli yang barang tersebut bersifat material. Dalam perjalanannya, untuk mendukung sistem ini kemudian dikenal ukuran-ukuran tertentu seperti ukuran berat jenis dari ons hingga ton dan takaran literan. Pada kenyataannya, tidak sedikit penjual yang menggunakan alat timbangan atau takaran karena bertujuan mencari keuntungan dengan cepat, mereka melakukan kecurangan dalam timbangan atau takaran. Al-Qur’an secara tegas tidak membenarkan dan membenci perilaku ini dengan menyebutnya sebagai orang-orang yang curang. Karena beratnya perilaku ini, maka alQur’an melukiskan ancaman ini. c. Gharar dan judi. www.nicdesain.net 14
  • 16. Gharar menurut bahasa, bermakna sesuatu yang tidak diketahui pasti benar atau tidaknya. Dari makan itu, gharar dapat berarti sesuatu yang lahirnya menarik akan tetapi dalamnya belum jelas diketahui. Bisnis gharar dengan demikian adalalah jual beli yang tidak memenuhi perjanjian dan tidak dapat dipercaya, dalam keadaan berbahaya, tidak diketahui harganya, barangnya, keselamatannya dan waktu memperolehnya. Dengan demikian antara yang melakukan transaksi tidak mengetahui batas-batas hak yang diperoleh melalui transaksi tersebut. Sedangkan perilaku judi dalam proses maupun pengembangan bisnis dilarang secara tegas oleh al-Qur’an. Judi ditetapkan sebagai hak yang harus dihindari dan dijauhi oleh orang yang beriman bersama dengan larangan khamr dan mengundi nasib karena termasuk perbuatan setan.8 Dari sudut pandang bisnis, baik gharar maupun judi tidak dapat memperlihatkan secara transparan mengenai proses dan keuntungan yang akan diperoleh. Proses dan hasil dari bisnis yang dilakukan tidak bergantung kepada keahlian, kepiawian dan kesadaran melainkan digantungkan pada sesuatu atau pihak luar yang tidak terukur. d. Penipuan (al-Ghabnu dan at-Tadlis). Ghabn adalah membeli sesuatu dengan harga yang lebih tinggi atau lebih rendah dari harga rata-rata. Sedangkan tadlis adalah penipuan baik pada pihak penjual maupun pembeli dengan cara menyembunyikan kecacatan ketika terjadi transaksi. Dalam bisnis modern perilaku ghabn atau tadlis bias terjadi proses mark up yang melampaui kewajaran. e. 8 Penimbunan. Al-Qur’an, Al-Maidah, ayat 90 - 91 www.nicdesain.net 15
  • 17. Penimbunan adalah pengumpulan dan penimbunan barang-barang tertentu yang dilakukan dengan sengaja sampai batas waktu untuk menunggu tingginya harga barang-barang tersebut. Rasulullah SAW melarang menimbun barang dagangan pada saat harga akan naik. Diriwayatkan dari Ma’mar bin Abdullah, RA, ia berkata: “Rasulullah SAW pernah bersabda: Barang siapa menimbun barang dagangannya (harganya naik), maka ia berdosa (Muslim).9 f. Korupsi dan kolusi Korupsi berasal dari kata corrupt yang artinya menyuap, menyogok, membusukkan, merusak dan memperburuk. Dari kata corrupt kemudian dikenal kata corruption yang dapat dipahami sebagai penyuapan. Sedangkan kolusi suatu usaha dalam rangka untuk menarik perhatian. Maka kolusi merupakan candu bisnis yang mendorong dilakukan rekayasa lainnya misalnya insider trading, pemberian jaminan laba minimal pada investor dan money laundering. g. Monopoli. Monopoli adalah suatu situasi dalam pasar di mana hanya ada satu dan segelintir perusahaan menjual produk atau komoditas tertentu yang tidak punya pengganti yang mirip dan ada hambatan bagi perusahaan atau pengusaha lain untuk masuk dalam bidang insdustri atau bisnis tersebut. Praktik monopoli berlawanan dengan etika bisnis karena akan merugikan banyak pihak dan akan menyebabkan tidak transparannya transaksitransaksi di pasar. 9 M. Suyanto, Muhammad Business Strategy & Ethics (Yogyakarta: Andi Offset,2008), hal. 204 www.nicdesain.net 16
  • 18. PENUTUP 1. Kesimpulan Bisnis adalah kegiatan yang tidak lepas dari kehidupan manusia, baik itu muslim maupun non muslim. Setiap manusia hidup, selalu membutuhkan sarana atau alat untuk memenuhi syarat hidupnya, yaitu jasmani atau fisik dari tubuh manusia. Semua sarana atau alat hidup tersebut dapat berfungsi dengan benar, apabila semua kebutuhan dasar terpenuhi, yaitu sandang, pangan dan papan. Namun, manusia tidak cukup dengan kebutuhan pokok itu saja untuk menjalani kehidupan, Karena sebagai sifat dasar manusia yang tidak pernah cukup dan selalu menginginkan kondisi yang lebih baik, yang disebut dengan hasrat dan jika berkembang akan menjadi nafsu, maka manusia selalu berusaha untuk merubah kondisi kehidupannya, khususnya kondisi ekonomi dari kekuarangan ke kondisi kemakmuran (kecukupan). Untuk mencapai kondisi tersebut, maka manusia akan selalu bergerak untuk menuju kondisi kemamuran yang disebut dengan melakukan bisnis. Pengertian bisnis adalah suatu organisasi yang menjual barang atau jasa kepada konsumen atau bisnis lainnya, untuk mendapatkan laba. Secara historis kata bisnis dari bahasa Inggris business, dari kata dasar busy yang berarti “sibuk” dalam konteks individu, komunitas, ataupun masyarakat. Dalam artian, sibuk mengerjakan aktivitas dan pekerjaan yang mendatangkan keuntungan. Bisnis dalam Islam di perbolehkan, lebih tepatnya di anjurkan. Namun dalam pelaksanaannya harus tetap dalam jalur syari’ah Islam dan memenuhi syarat-syarat tertentu sehingga bisnis di halalkan oleh syari’ah Islam. Bisnis akan menjadi haram, jika dalam www.nicdesain.net 17
  • 19. pelaksanaannya mengandung unsur-unsur riba, tidak jujur, Gharar dan ada sifat perjudian, ada sifat penipuan, menimbun komuditas tertentu dengan tujuan keuntungan berlipat ganda, korupsi dan kolusi, dan yang terakhir adalah tidak melakukan kegiatan monopoli. Kesimpulan terakhir adalah bisnis adalah kegiatan yang tidak semata-mata hanya mencari keuntungan, namun juga bertujuan untuk menjalin hubungan antar manusia. Yang jelas hubungan yang saling menguntungkan dan menjauhi sifat pemusuhan antar pelaku bisnis. Islam mengatur pelaksanaan bisnis, tidak hanya pada hubungan manusia dengan manusia, namun juga mengatur hubungan manusia dengan Allah dalam bentuk etika. www.nicdesain.net 18
  • 20. DAFTAR RUJUKAN L. Sinuor Yosephus, Etika Bisnis, Pendekatan filsafat moral terhadap perilaku pebisnis kontemporer, Yayasan Pustaka Obor Indonesia, Jakarta , 2010. M. Suyanto, Muhammad Business Strategy & Ethics, Penerbit Andi Offset, Yogyakarta,2008 Sudono Sukirno, Pengantar Bisnis, Prenada Media, Jakarta 2004 Ismail Nawawi, Ekonomi Islam Persektif Teori, Sistem dan Aspek Hukum, ITS Press, Surabaya, 2007 Sofyan S. Harahap, Etika Bisnis dalam Perspektif Islam, Salemba Empat, Jakarta, 2011 Budi Untukng, Hukum dan Etika Bisnis, Andi Offset, Jogjakarta, 2012 Ali Ma’ shum, Zainal Abidin Munawwir, Kamus al-Munawwir, Pustaka Progresif ,Yogyakarta, 1984 Wikipedia, http://id.wikipedia.org/wiki/pasar_monopoli, 21 Nopember 2013 Famy Zone, http://fahmyzone.blogspot.com/2013/04/organisasi-bisnis-islam.html, 19 Nopember 2013 www.nicdesain.net 19