• Like
  • Save
Tugas softskill 2   etika bisnis
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×
 

Tugas softskill 2 etika bisnis

on

  • 401 views

 

Statistics

Views

Total Views
401
Views on SlideShare
401
Embed Views
0

Actions

Likes
0
Downloads
9
Comments
0

0 Embeds 0

No embeds

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Adobe PDF

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

    Tugas softskill 2   etika bisnis Tugas softskill 2 etika bisnis Document Transcript

    • TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN ETIKA BISNIS Dibuat Oleh : YAYU MEGA DINI - 18210611 Program Study Ekonomi Manjemen Jurusan Manajemen UNIVERSITAS GUNADARMA
    • Mata Kuliah : Etika Bisnis Dosen : Debita Octaviani Topik Makalah TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN Kelas : 4-EA21 Dateline Makalah : 16 November 2013 Tanggal Penyerahan Makalah : 16 November 2013 PERNYATAAN Dengan ini saya menyatakan bahwa seluruh pekerjaan dalam penyusunan makalah ini saya buat sendiri tanpa meniru atau mengutip dari tim / pihak lain. Apabila terbukti tidak benar, saya siap menerima konsekuensi untuk mendapat nilai 1/100 untuk mata kuliah ini. Penyusun NPM Nama Lengkap 18210611 Tanda Tangan Yayu Mega Dini Program Sarjana Ekonomi Manajemen UNIVERSITAS GUNADARMA
    • KATA PENGANTAR Assalamualaikum Wr. Wb. Saya panjatkan puji dan syukur kehadirat Allah SWT, yang telah memberikan saya waktu, kesempatan dan juga ilmu dalam menyelesaikan makalah ini, dengan judul : “Tanggung Jawab Sosial Perusahaan” sebagai tugas mata kuliah Etika Bisnis. Saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu saya dalam menyusun makalah ini, khususnya kepada dosen pengajar Etika Bisnis yaitu Ibu Debita Octaviani yang telah memberikan ilmu kepada saya. Dan juga kepada teman-teman yang telah membantu. Saya berusaha menyusun makalah ini dengan segala kemampuan, namun saya menyadari masih banyak kekurangan dalam penulisan makalah ini. Oleh karena itu, kritik dan saran membangun sangat saya butuhkan untuk dapat menyempurnakannya di masa mendatang. Semoga makalah ini dapat memberikan manfaat serta menambah ilmu pengetahuan dan semangat bagi Mahasiswa dan juga para pembaca untuk bersama-sama bisa menjadi manusia yang bertanggung jawab khususnya bagi para pengusaha agar tetap mementingkan tanggung jawab sosial dalam melaksanakan usahanya, demi tercapainya Masyarakat yang Sejahtera di Negara kita tercinta Republik Indonesia. Bekasi, 5 November 2013 Yayu Mega Dini
    • DAFTAR ISI PERNYATAAN KATA PENGANTAR DAFTAR ISI PENDAHULUAN 1. TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN - Syarat Bagi Tanggung Jawab Moral - Status Perusahaan - Lingkup Tanggung Jawab Sosial - Argumen Yang Menentukan Keterlibatan Sosial - Argumen Yang Mendukung Perlunya Keterlibatan Sosial Perusahaan - Implementasi Tanggung Jawab Sosial Perusahaan 2. KEADILAN DALAM BISNIS - Paham Tradisional Mengenai Keadilan - Keadilan Individual Dan Struktural - Teori Keadilan Adam Smith - Teori Keadilan John Rowls REFERENSI
    • PENDAHULUAN 1. TABGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN Tanggung jawab Sosial Perusahaan atau Corporate Social Responsibility adalah suatu konsep bahwa organisasi, khususnya (namun bukan hanya) perusahaan adalah memiliki berbagai bentuk tanggung jawab terhadap seluruh pemangku kepentingannya, yang di antaranya adalah konsumen, karyawan, pemegang saham, komunitas dan lingkungan dalam segala aspek operasional perusahaan yang mencakup aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan. Oleh karena itu, CSR berhubungan erat dengan "pembangunan berkelanjutan", di mana suatu organisasi, terutama perusahaan, dalam melaksanakan aktivitasnya harus mendasarkan keputusannya tidak semata berdasarkan dampaknya dalam aspek ekonomi, misalnya tingkat keuntungan atau deviden, melainkan juga harus menimbang dampak sosial dan lingkungan yang timbul dari keputusannya itu, baik untuk jangka pendek maupun untuk jangka yang lebih panjang. Dengan pengertian tersebut, CSR dapat dikatakan sebagai kontribusi perusahaan terhadap tujuan pembangunan berkelanjutan dengan cara manajemen dampak (minimisasi dampak negatif dan maksimisasi dampak positif) terhadap seluruh pemangku kepentingannya. - SYARAT BAGI TANGGUNG JAWAB MORAL 1. Tindakan Dilakukan Dengan Sadar Dan Tahu Konsekuensinya Dalam hal ini pelaku tahu tentang baik dan buruk. Jadi bila seseorang itu tidak tahu maka dia akan dianggap tidak bersalah. Maka dengan ini tanggung jawab moral dilakukan oleh pribadi yang rasional 2. Adanya Kebebasan Bila seseorang melakukan suatu tindakan atas dasar dituntut maupun dipaksa ataupun terpaksa. Maka dia tidak wajib bertanggung jawab atas tindakan tersebut. Dalam syarat ini seseorang tersebut biasanya dalam keadaan tertekan 3. Ada Kemauan Dan Kesediaan Dalam Melakukan Kegiatan Tersebut Dalam syarat ini, seseorang tidak mempunyai pilihan tetapi dia bersedia dan mau malakukannya. Di dalam tanggung jawab moral terdapat the principle of alternate possibilities dimana seseorang bertanggung jawab moral atas tindakannya jika ia bisa bertindak dengan cara lain. Dengan kata lain, masih ada alternatif. Sedangkan menurut, Frankfurt, prinsip yang benar adalah bahwa seseorang tidak bertanggung jawab secara moral atas tindakan yang telah dilakukannya dan kalau ia melakukannya hanya karena tidak bisa bertindak dengan cara lain. Kesimpulan dari ketiga syarat tersebut adalah bahwa hanya orang yang berakal budi normal dan punya kemauan bebas yang sepenuhnya berada dalam kendalinya yang bias bertanggung jawab atas tindakannya. - STATUS PERUSAHAAN Perusahaan merupakan badan hukum yang dibentuk dan disahkan atas hukum tertentu. Dan karenanya keberadaannya dijamin dan sah oleh hukum. Status perusahaan menurut de George: 1. Legal Creator: Perusahaan sepenuhnya merupakan ciptaan hukum. 2. legal Recognition: Perusahaan merupakan suatu usaha bebas dan produktif.
    • Dari sini dapat disimpulkan bahwa tanggung jawab perusahaan sebatas tanggung jawab legal untuk memenuhi peraturan yang berlaku. Dengan pernyataan ini maka perusahaan tidak punya tanggung jawab social dan moral. Tetapi menurut Milton Friedman, manusia mempunyai tanggung jawab. Jadi selama proses aktivitas atau tindakan perusahaan adalah untuk mendapatkan keuntungan maka tanggung jawab moral dan sosial perlu dilakukan sebatas keuntungan yang didapat. Kenapa tanggung jawab sosial bisa terjadi adalah karena perusahaan bukan merupakan benda mati dan ada kelompok atau orang-orang yang melakukan pertimbangan dan memutuskan bisnis. Selanjutnya adalah bahwa tanggung jawab sosial tidak bisa diwakilkan oleh orang lain. Lalu yang terakhir adalah tanggung jawab legal tidak bisa dipisahkan dari tanggung jawab moral. - LINGKUP TANGGUNG JAWAB SOSIAL Konsep ini sebenarnya mengacu kepada pribadi yang membentuk kegiatan bisnis ini untuk dapat beroperasi dan memperoleh keuntungan bisnisnya tanpa pihak lain agar perusahaan bersikap tanggap, peduli dan bertanggung jawab. Empat bidang yang dianggap diterima adalah: 1. Keterlibatan Perusahaan Dalam Kegiatan-Kegiatan Sosial Dalam rangka membantu memajukan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat maka orientasi keuntungan atas hak mengelola sumber daya alam dan mendapatkan keuntungan harus dilakukan dengan menunjukan komitmen moral untuk tidak merugikan kepentingan masyarakat luas dan menjalin hubungan sosial yang lebih baik dengan masyarakat. 2. Keuntungan Ekonomis Dalam hal ini dijelaskan bahwa keuntungan yang didapat dalam bisnis merupakan sebuah bentuk konsep moral dimana setiap manusia memang harus berusaha untuk mempertahankan hidup serta keuntungan pribadinya. 3. Memenuhi Aturan Hukum Yang Berlaku Dalam Suatu Masyarakat Perusahaan mempunyai kewajiban dan juga kepentingan untuk menjaga ketertiban dan keteraturan sosial. Hal ini diwujudkan dengan mematuhi aturan hukum yang berlaku. Bila perusahaan tidak mematuhi aturan hukum maka ketertiban dan keteraturan masyarakat tidak akan terwujud. 4. Hormat Pada Hak Dan Kepentingan Stakeholder Atau Pihak-Pihak Terkait Berarti perusahaan secara moral dituntut dan menuntut diri untuk bertanggung jawab atas hak dan kepentingan pihak-pihak terkait yang mempunyai kepentingan. Terkait panduan tanggung jawab sosial banyak perusahaan merujuk pada ISO 26000, dan tentang panduan pelaporan keberlanjutan mereka merujuk pada Global Reporting Initiative (GRI). ISO 26000 dipilih meskipun bukan atau belum menjadi standar, karena dikeluarkan oleh organisasi internasional pembuat standar yang mempunyai anggota 163 lembaga standardisasi di seluruh dunia. Jumlah yang pernah dikeluarkan adalah 18.400 standar sampai dengan akhir 2010. Standar ini merupakan permintaan bisnis global. Jadi perusahaan-perusahaan di seluruh dunia biasanya lebih memilih mitra bisnis yang telah memperoleh sertifikasi ISO ini.
    • ISO 26000 Keunikan ISO 26000 adalah fungsinya yang hanya berupa panduan kegiatan tanggung jawab sosial, jadi bukan standardisasi kegiatan seperti ISO-ISO yang lain (misalnya ISO 14001 tentang lingkungan, ISO 31000 tentang manajemen risiko, dll). Panduan ini tidak hanya diperuntukkan bagi perusahaan, tetapi juga untuk seluruh jenis organisasi yang didirikan dengan tujuan memperoleh laba maupun tidak. Oleh sebab itu, dalam ISO 26000 tidak dipergunakan istilah CSR, melainkan SR (social responsibility), karena standardisasi ini dimaksudkan untuk semua jenis organisasi. Menurut ISO 26000 yang telah diluncurkan secara resmi 1 November 2010 oleh lembaga International Organization for Standardization (ISO), terdapat tujuh ruang lingkup SR (tanggung jawab sosial), yakni governance, hak asasi manusia, ketenagakerjaan, lingkungan, praktik bisnis yang jujur, konsumen, pelibatan, dan pengembangan komunitas. - ARGUMEN YANG MENENTUKAN KETERLIBATAN SOSIAL a. Tujuan Utama Bisnis Adalah Mengejar Keuntungan Sebesar-Besarnya Sumber daya harus dipakai sehemat dan seefisian mungkin untuk memperoleh keuntungan sebesar mungkin. b. Tujuan Yang Terbagi-Bagi Dan Harapan Yang Membingungkan Perhatian yang terbagi-bagi dan membingungkan pada akhirnya merugikan perusahaan karena akan menurunkan kinerja keseluruhan dari perusahaan tersebut. Dimana sekali perusahaan terlibat dalam kegiatan sosial, semakin banyak tuntutan dan permintaan akan keterlibatan sosial tersebut yang akan semakin luas dan jauh dari core business perusahaan. Kegiatan sosial sangat kontra produktif terhadap kegiatan bisnis. c. Biaya Keterlibatan Sosial Biasanya biaya yang digunakan dalam keterlibatan sosial adalah merupakan salah satu komponen dari harga barang dan jasa yang ditawarkan oleh pasar bukan merupakan biaya yang memang khusus disediakan untuk kegiatan sosial. Sehingga harga yang ditawarkan atas suatu barang akan lebih tinggi daripada harga para pesaingnya yaitu perusahaan yang tidak melakukan kegiatan sosial. d. Kurangnya Tenaga Terampil Dalam Bidangnya Adanya pendapat bahwa hanya ada professional dalam biang bisnis dan ekonomi. Karena itu, perusahaan tidak memiliki tenaga terampil untuk melakukan kegiatankegiatan sosial tertentu. - ARGUMEN YANG MENDUKUNG PERLUNYA KETERLIBATAN SOSIAL PERUSAHAAN a. Kebutuhan Dan Harapan Masyarakat Yang Semakin Berubah Bahwa saat ini kebutuhan dan harapan masyarakat dan juga konsumen telah semakin berubah. Kebanyakan dari mereka sekarang ini akan lebih memberikan perhatian mereka pada kegiatan sosial yang dilakukan oleh perusahaan produsen atas penghargaannya kepada para karyawan dan masalah lingkungan.
    • b. Terbatasnya Sumber Daya Alam Dikarenakan semakin terbatasnya sumber daya alam yang ada, maka perusahaan dituntut untuk tidak hanya mengeksploitasi sumber daya alam yang terbatas itu demi keuntungan ekonomis, tetapi juga turut memelihara sumber daya alam tersebut. Misalnya dengan melakukan recycle, maka penggunaan sumber daya alam yang digunakan sebagai raw material akan lebih dihemat. c. Lingkungan Sosial Yang Lebih Baik Semakin baiknya kondisi lapangan kerja, perhatian atas prasarana sosial, dan perbaikan keadaan sosial dan ekonomi maka jurang kaya miskin akan sedikit diperkecil dengan demikian masyarakat sekitar akan lebih menerima kehadiran perusahaan tersebut. Dengan adanya perhatian dan perbaikan kondisi dalam masyarakat maka secara tidak langsung daya beli juga telah diperbaiki yang pada akhirnya akan mampu menyerap produk perusahaan tersebut. d. Perimbangan Tanggung Jawab Dan Kekuasaan Kekuasaan yang terlalu besar dari bisnis, jika tidak diimbangi dan dikontrol dengan tanggung jawab sosial, akan menyebabkan bisnis menjadi kekuatan yang merusak masyarakat. Karena itu, secara moral kekuasaan harus dibatasi dan dikendalikan, terutama melalui tanggung jawab moral dan sosial atas kehidupan seluruh warga masyarakat. e. Bisnis Mempunyai Sumber-Sumber Daya Yang Berguna Dalam hal ini, perusahaan tidak hanya punya dana, melainkan juga tenaga professional dalam segala bidang yang dapat dimanfaatkan atau dapat disumbangkan bagi kepentingan kemajuan masyarakat. f. Keuntungan Jangka Panjang Tanggung jawab dan keterlibatan sosial dapat menciptakan suatu citra yang positif di mata masyarakat mengenai perusahaan itu. Dalam jangka pendek memang akan merugikan secara finansial tetapi dalam jangka panjang akan sangat menguntungkan bagi perusahaan. Biaya sosial memang tinggi, tetapi biaya tersebut dapat dianggap sebagai investasi jangka panjang. Dengan kegiatan jangka panjang yang sangat menguntungkan akan menciptakan iklim sosial politik yang kondusif bagi kelangsungan bisnis perusahaan. Biaya sosial tidak harus dikenakan pada harga produk seperti yang telah dibahas pada argumen yang menentang tanggung jawab sosial. Tetapi dengan cara menyisihkan sebagian keuntungannya untuk kegiatan-kegiatan sosial ini. Dengan adanya kegiatan sosial ini, pada akhirnya akan terjalin relasi dan ikatan batin tertentu antara perusahaan dan masyarakat. - IMPLEMENTASI TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN Prinsip utama dalam suatu organisasi profesional, termasuk perusahaan, adalah bahwa struktur mengikuti strategi. Artinya, struktur suatu organisasi didasarkan ditentukan oleh strategi dari organisasi atau perusahaan itu. Strategi yang diwujudkan melalui struktur organisasi demi mencapai tujuan dan misi perusahaan perlu dievaluasi secara periodik, salah satu bentuk evaluasi yang mencakup nilai-nilai dan tanggung jawab sosial perusahaan adalah Audit Sosial.
    • Evaluasi periodik (audit social) mempunyai tujuan antara lain untuk menjajaki kembali pelaksanan tanggung jawab sosial perusahaan dalam berbagai aspek yang dianggap perusahaan itu penting dan apakah perusahaan tersebut masih tetap sejalan dengan nilai, tujuan, dan misi yang diembannya. Strategi perusahaan dapat tercapai jika model dan gaya kepemimpinan juga diperhatikan. Model dan gaya kepemimpinan sangat ikut menentukan struktur organisasi dan implementasi serta pencapaian tujuan dan misi yang ingin dicapai perusahaan. 2. KEADILAN DALAM BISNIS Dalam kaitan dengan keterlibatan sosial, tanggung jawab sosial perusahaan berkaitan langsung dengan penciptaan atau perbaikan kondisi sosial ekonomi yang semakin sejahtera dan merata. Tidak hanya dalam pengertian bahwa terwujudnya keadilan akan menciptakan stabilitas sosial yang akan menunjang kegiatan bisnis, melainkan juga dalam pengertian bahwa sejauh prinsip keadilan dijalankan akan lahir wajah bisnis yang lebih baik dan etis. Tidak mengherankan bahwa hingga sekarang keadilan selalu menjadi salah satu topic penting dalam etika bisnis. - PAHAM TRADISIONAL MENGENAI KEADILAN Teori keadilan Aristoteles Atas pengaruh Aristoteles secara tradisional keadilan dibagi menjadi tiga : 1. Keadilan Lega Yaitu perlakuan yang sama terhadap semua orang sesuai dengan hukum yang berlaku. Itu berarti semua orang harus dilindungi dan tunduk pada hukum yang ada secara tanpa pandang bulu. Keadilan legal menyangkut hubungan antara individu atau kelompok masyarakat dengan negara. Intinya adalah semua orang atau kelompok masyarakat diperlakukan secara sama oleh negara dihadapan dan berdasarkan hukum yang berlaku. Semua pihak dijamin untuk mendapatkan perlakuan yang sama sesuai dengan hukum yang berlaku. 2. Keadilan Komutatif Keadilan ini mengatur hubungan yang adil antara orang yang satu dan yan lain atau antara warganegara yang satu dengan warga negara lainnya. Keadilan komutatif menyangkut hubungan horizontal antara warga yang satu dengan warga yang lain. Dalam bisnis, keadilan komutatif juga disebut atau berlaku sebagai keadilan tukar. Dengan kata lain, keadilan komutatif menyangkut pertukaran yang adil antara pihakpihak yang terlibat. Prinsip keadilan komutatif menuntut agar semua orang menepati apa yang telah dijanjikannya, mengembalikan pinjaman, memberi ganti rugi yang seimbang, memberi imbalan atau gaji yang pantas, dan menjual barang dengan mutu dan harga yang seimbang. 3. Keadilan Distributif Prinsip dasar keadilan distributif yang dikenal sebagai keadilan ekonomi adalah distribusi ekonomi yang merata atau yang dianggap adil bagi semua warga negara. Keadilan distributif punya relevansi dalam dunia bisnis, khususnya dalam perusahaan. Berdasarkan prinsip keadilan ala Aristoteles, setiap karyawan harus digaji sesuai dengan prestasi, tugas, dan tanggung jawab yang diberikan kepadanya. Pandangan-
    • pandangan Aristoteles tentang keadilan bisa kita dapatkan dalam karyanya nichomachean ethics, politics, dan rethoric. Lebih khususnya, dalam buku nicomachean ethics, buku itu sepenuhnya ditujukan bagi keadilan yang berdasarkan filsafat umum Aristoteles, mesti dianggap sebagai inti dari filsafat hukumnya, “karena hukum hanya bisa ditetapkan dalam kaitannya dengan keadilan”. Yang sangat penting dari pandanganya ialah pendapat bahwa keadilan mesti dipahami dalam pengertian kesamaan. - KEADILAN INDIVIDUAL DAN STRUKTURAL a. Keadilan dan upaya menegakkan keadilan menyangkut aspek lebih luas berupa penciptaan sistem yg mendukung terwujudnya keadilan tersebut. b. Prinsip keadilan legal berupa perlakuan yg sama thd setiap orang bukan lagi soal orang per orang, melainkan menyangkut sistem dan struktur sosial politik secara keseluruhan. c. Untuk bisa menegakkan keadilan legal, dibutuhkan sistem sosial politik yang memang mewadahi dan memberi tempat bagi tegaknya keadilan legal tersebut, termasuk dalam bidang bisnis. d. Dalam bisnis, pimpinan perusahaan manapun yang melakukan diskriminasi tanpa dasar yang bisa dipertanggungjawabkan secara legal dan moral harus ditindak demi menegakkan sebuah sistem organisasi perusahaan yang memang menganggap serius prinsip perlakuan yang sama, fair atau adil ini. e. Dalam bidang bisnis dan ekonomi, mensyaratkan suatu pemerintahan yang juga adil. Pemerintah yang tunduk dan taat pada aturan keadilan dan bertindak berdasarkan aturan keadilan itu. f. Yang dibutuhkan adalah apakah sistem sosial politik berfungsi sedemikian rupa hingga memungkinkan distribusi ekonomi bisa berjalan baik untuk mencapai suatu situasi sosial dan ekonomi yang bisa dianggap cukup adil. g. Pemerintah mempunyai peran penting dalam hal menciptakan sistem sosial politik yang kondusif, dan juga tekadnya untuk menegakkan keadilan. Termasuk di dalamnya keterbukaan dan kesediaan untuk dikritik, diprotes, dan digugat bila melakukan pelanggaran keadilan. Tanpa itu ketidakadilan akan merajalela dalam masyarakat. - TEORI KEADILAN ADAM SMITH Adam Smith hanya menerima satu konsep atau teori keadilan,yaitu keadilan komutatif. Alasannya: 1. Menurut Adam Smith, yang disebut keadilansesungguhnya hanya punya satu arti, yaitu keadilan komutatif yangmenyangkut kesetaraan, keseimbangan, keharmonisan hubunganantara satu orang atau pihak dengan orang atau pihak yang lain. 2. Karena keadilan legal sesungguhnya sudahterkandung dalam keadilan komulatif. Yaitu, bahwa demimenegakkan keadilan komutatif negara harus bersikap netral danmemperlakukan semua pihak secara sama tanpa terkecuali. 3. Dengan dasar pengertian di atas, Adam Smith menolakkeadilan distributif sebagai salah satu jenis keadilan. Alasannya antara lain karena apa yang disebut keadilan yaitu selalu menyangkut hak semua orang tidak boleh dirugikan haknya atau
    • secara positif setiap orang harus diperlakukan sesuai dengan haknya. Menurut Adam Smith, keadilan distributif justru tidak berkaitan dengan hak. Ada 3 prinsip pokok keadilan komutatif menurut Adam Smith : 1. Prinsip No Harm Menurut Adam Smith, prinsip paling pokok dari keadilan adalah prinsip no harm, atau prinsip tidak merugikan orang lain, khususnya tidak merugikan hak dan kepentingan orang lain. 2. Prinsip Non-Intervention Prinsip keadilan komutatif yang kedua adalah prinsip tidak ikut campur tangan. Prinsip ini menuntut agar demi jaminan dan penghargaan atas hak dan kepentingan setiap orang, tidak seorang pun diperkenankan untuk ikut campur tangan dalan kehidupan dan kegiatan orang lain. 3. Prinsip Keadilan Tukar Prinsip keadilan tukar atau prinsip pertukaran dagang yang fair, terutama terwujud dan terungkap dalam mekanisme harga dalam pasar. Ini sesungguhnya merupakan penerapan lebih lanjut prinsip no harm secara khusus dalam pertukaran dagang antara satu pihak dengan pihak lain dalam pasar. - TEORI KEADILAN JOHN ROWLS Setiap orang harus punya hak yang sama atas system kebebasan dasar yang sama yang paling luas sesuai dengan sistem kebebasan serupa bagi semua. Ini berarti pada tempat pertama keadilan menuntut agar semua orang diakui, dihargai, dan dijamin haknya atas kebebasan secara sama. Kritik atas Teori Rawls Kritik yang paling pokok adalah bahwa teori Rawls, khususnya Prinsip Perbedaan, malah menimbulkan ketidakadilan baru. 1. Prinsip tersebut membenarkan ketidakadilan, Karen adengan prinsip tersebut pemerintah dibenarkan untuk melanggar dan merampas hak pihak tertentu untuk diberikan kepada oranglain. 2. Yang lebih tidak adil lagi adalah bahwa kekayaan kelompok tertentu yang diambil pemerintah tadi juga diberikan kepada kelompok yang menjadi tidak beruntung atau miskin karena kesalahannya sendiri.
    • REFERENSI http://id.wikipedia.org/wiki/Tanggung_jawab_sosial_perusahaan http://ratnaidea.blogspot.com/2009/09/tanggung-jawab-sosial-perusahaan.html http://www.mmcsrusakti.org/printpdf/860 http://tugaservina.blogspot.com/2010/12/tulisan-bab-4-tanggung-jawab-sosial.html http://m31ly.wordpress.com/2009/11/13/6/ http://m31ly.wordpress.com/2009/11/13/6/ http://diahaja.wordpress.com/2010/12/18/keadilan-dalam-bisnis/ http://www.scribd.com/doc/171031164/Jbptunikompp-Gdl-Tuttysm-19352-8-Pertemua-s