Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×
 

Like this? Share it with your network

Share

Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf

on

  • 6,398 views

 

Statistics

Views

Total Views
6,398
Views on SlideShare
6,358
Embed Views
40

Actions

Likes
1
Downloads
314
Comments
0

3 Embeds 40

http://donimain.blogspot.com 38
http://indonesiaprogresif.blogspot.com 1
http://blog.bungyasir.com 1

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Adobe PDF

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf Document Transcript

  • 1. Abdul Latief SulamTEKNIK PEMBUATANBENANG DANPEMBUATAN KAINJILID 1SMK Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Departemen Pendidikan Nasional
  • 2. Hak Cipta pada Departemen Pendidikan NasionalDilindungi Undang-undangTEKNIK PEMBUATANBENANG DANPEMBUATAN KAINJILID 1Untuk SMKPenulis Utama : Abdul Latief SulamPerancang Kulit : TimUkuran Buku : 17,6 x 25 cm SLM SULAM, Abdul Latief t Teknik Pembuatan Benang dan Pembuatan Kain Jilid 1 untuk SMK /oleh Abdul Latief Sulam ---- Jakarta : Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan, Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah, Departemen Pendidikan Nasional, 2008. xxix. 287 hlm Daftar Pustaka : B1-B2 ISBN : 978-979-060-108-6 978-979-060-109-3Diterbitkan olehDirektorat Pembinaan Sekolah Menengah KejuruanDirektorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan MenengahDepartemen Pendidikan NasionalTahun 2008
  • 3. KATA SAMBUTANPuji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, berkat rahmatdan karunia Nya, Pemerintah, dalam hal ini, DirektoratPembinaan Sekolah Menengah Kejuruan Direktorat JenderalManajemen Pendidikan Dasar dan Menengah DepartemenPendidikan Nasional, telah melaksanakan kegiatan penulisanbuku kejuruan sebagai bentuk dari kegiatan pembelian hak ciptabuku teks pelajaran kejuruan bagi siswa SMK. Karena buku-bukupelajaran kejuruan sangat sulit di dapatkan di pasaran.Buku teks pelajaran ini telah melalui proses penilaian oleh BadanStandar Nasional Pendidikan sebagai buku teks pelajaran untukSMK dan telah dinyatakan memenuhi syarat kelayakan untukdigunakan dalam proses pembelajaran melalui Peraturan MenteriPendidikan Nasional Nomor 45 Tahun 2008 tanggal 15 Agustus2008.Kami menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginyakepada seluruh penulis yang telah berkenan mengalihkan hakcipta karyanya kepada Departemen Pendidikan Nasional untukdigunakan secara luas oleh para pendidik dan peserta didik SMK.Buku teks pelajaran yang telah dialihkan hak ciptanya kepadaDepartemen Pendidikan Nasional ini, dapat diunduh (download),digandakan, dicetak, dialihmediakan, atau difotokopi olehmasyarakat. Namun untuk penggandaan yang bersifat komersialharga penjualannya harus memenuhi ketentuan yang ditetapkanoleh Pemerintah. Dengan ditayangkan soft copy ini diharapkanakan lebih memudahkan bagi masyarakat khsusnya parapendidik dan peserta didik SMK di seluruh Indonesia maupunsekolah Indonesia yang berada di luar negeri untuk mengaksesdan memanfaatkannya sebagai sumber belajar.Kami berharap, semua pihak dapat mendukung kebijakan ini.Kepada para peserta didik kami ucapkan selamat belajar dansemoga dapat memanfaatkan buku ini sebaik-baiknya. Kamimenyadari bahwa buku ini masih perlu ditingkatkan mutunya.Oleh karena itu, saran dan kritik sangat kami harapkan. Jakarta, 17 Agustus 2008 Direktur Pembinaan SMK
  • 4. PENGANTAR PENULIS Dengan terlebih dahulu memanjatkan puji syukur kepadaAllah SWT bahwa penulis telah dapat menyelesaikan penulisanbuku ini tanpa ada halangan yang berarti. Buku merupakan bagian integral dari suatu sistem pendidikanbahkan merupakan salah satu kunci untuk melepaskan diri dariketinggalan pengetahuan dan teknologi yang terus tumbuh danberkembang. Penyediaan buku ini untuk Sekolah Menengah Kejuruandengan tujuan untuk menunjang pelaksanaan proses belajar disekolah, baik digunakan oleh siswa maupun sebagai pedoman bagiguru dalam mengajar, khususnya pada Program KeahlianTeknologi Pembuatan Benang dan Teknologi Pembuatan KainTenun. Kepada semua pihak yang telah membantu dalam penulisanbuku ini kami sampaikan banyak terima kasih dan kepada parapembaca, segala saran yang bersifat konstruktif kamimenyampaikan penghargaan dan terima kasih. Penulis ii
  • 5. DAFTAR ISI HalamanKATA SAMBUTAN .................................................................. iPENGANTAR PENULIS .......................................................... iiDAFTAR ISI ............................................................................ iiiDAFTAR ISTILAH/GLOSARI .................................................. xvSINOPSIS ............................................................................... xviDESKRIPSI KONSEP PENULISAN........................................ xviiPETA KOMPETENSI .............................................................. xviii JILID 1BAB I PENDAHULUAN1.1 Ruang Lingkup Teknologi Tekstile .......................... 11.1.1 Pengertian Tekstil..................................................... 11.1.2 Pengertian Berdasarkan Etimologi ........................... 11.1.3 Pengertian Berdasarkan Substansi Bahan............... 11.1.4 Pengertian Berdasarkan Modifikasi Bahan dan Fungsi....................................................................... 11.1.5 Pengertian Berdasarkan Teknologi Proses .............. 11.2 Prinsip Pembuatan Benang ..................................... 21.3 Prinsip Pembuatan Kain Tenun ............................... 3BAB II BAHAN BAKU2.1. Pengertian Serat ...................................................... 42.2. Sejarah Perkembangan Serat .................................. 42.2.1 Produksi Serat.......................................................... 42.3. Jenis Kapas ............................................................. 62.4. Penerimaan Bal Kapas............................................. 62.5. Penyimpanan Bal Kapas .......................................... 62.6. Pengambilan Bal Kapas ........................................... 62.7. Persyaratan Serat untuk dipintal ............................. 62.7.1 Panjang Serat........................................................... 62.7.1.1 Penentuan Panjang Serat dengan Tangan .............. 72.7.1.2 Penentuan Panjang Serat dengan Alat ................... 72.7.2 Kekuatan Serat......................................................... 82.7.2.1 Kekuatan Serat per Helai ......................................... 82.7.2.2 Kekuatan Serat per Bundel (Berkas)........................ 82.7.3 Kehalusan Serat ....................................................... 92.7.4 Gesekan Permukaan Serat ...................................... 112.7.5 Kekenyalan Serat (Elastisitas).................................. 11BAB III BENANG3.1 Benang menurut Panjang Seratnya ......................... 13 iii
  • 6. 3.2 Benang menurut Konstruksinya ............................... 133.3 Benang menurut Pemakaiannya .............................. 133.4 Persyaratan Benang................................................. 173.4.1 Kekuatan Benang ..................................................... 173.4.2 Mulur Benang ........................................................... 183.4.3 Kerataan Benang ..................................................... 183.5 Penomoran Benang ................................................. 193.5.1 Satuan-satuan yang dipergunakan .......................... 193.5.2 Penomoran Benang secara tidak langsung ............. 193.5.2.1 Penomoran Cara Kapas (Ne1) ................................. 203.5.2.2 Penomoran Cara Worsted (Ne3) ............................. 213.5.2.3 Penomoran Cara Wol Ne2 atau Nc ........................ 213.5.2.4 Penomoran Cara Metrik (Nm) ................................. 223.5.2.5 Penomoran Cara Perancis (Nf) ............................... 223.5.2.6 Penomoran Cara Wol Garu (Ne4) ........................... 233.5.3 Penomoran Benang Secara Langsung .................... 233.5.3.1 Penomoran Cara Denier (D atau Td) ....................... 243.5.3.2 Penomoran Cara Tex (Tex)...................................... 243.5.3.3 Penomoran Cara Jute (Ts) ....................................... 25BAB IV PENCAMPURAN SERAT4.1 Pembukaan Bungkus Bal Kapas .............................. 274.2 Penyimpanan Bal Kapas di Ruang Mixing ............... 284.3 Blending ................................................................... 294.4 Mixing ....................................................................... 31BAB V PROSES PEMBUATAN BENANG5.1 Sistem Pintal dengan Flyer....................................... 335.2 Sistem Pintal Mule.................................................... 345.3 Sistem Pintal Cap ..................................................... 345.4 Sistem Pintal Ring ................................................... 355.5 Sistem Pintal Open End ........................................... 365.6 Pembuatan Benang Kapas....................................... 375.6.1 Cara Memintal dengan regangan biasa (ordinary draft spinning system) .............................................. 375.6.2 Cara memintal dengan regangan tinggi (High draft spinning system)....................................................... 375.6.3 Cara memintal dengan regangan yang sangat tinggi (Super high draft spinning system) ................. 385.6.4 Pembuatan Benang Sisir (Combed Yarn) ................ 395.7 Pembuatan Benang Wol........................................... 425.7.1 Sistem Pembuatan Benang Wol Garu (Woolen Spinning) .................................................................. 425.7.2 Pembuatan Benang Wol Sisir................................... 445.8 Pembuatan Benang Rami ........................................ 48 iv
  • 7. 5.8.1 Bahan Baku .............................................................. 485.8.2 Proses Pengolahan Bahan Baku menjadi Benang... 485.8.3 Sifat Rami dibanding dengan serat Kapas .............. 495.8.4 Kegunaan Serat Rami .............................................. 505.8.5 Pencampuran dengan serat-serat lain ..................... 505.8.6 Skema Proses Pemintalan Rami.............................. 505.9 Pengolahan Benang Sutera ..................................... 535.9.1 Bahan Baku .............................................................. 535.9.2 Pengolahan Kokon ................................................... 535.9.3 Proses Pemilihan Kokon ......................................... 535.9.4 Pembuatan Benang dengan Mesin Reeling ............. 545.9.5 Limbah Sutera .......................................................... 565.10 Pembuatan Benang Sintetik ..................................... 565.10.1 Pengolahan Serat Buatan ........................................ 565.10.2 Pembuatan Benang dari Serat Buatan..................... 575.10.3 Benang Pintal (Spun Yarn) ...................................... 595.11 Pembuatan Benang Campuran ................................ 605.12 Proses di Mesin Blowing .......................................... 625.12.1 Mesin Loftex Charger ............................................... 635.12.1.1 Proses di mesin Loftex Charger ............................... 635.12.2 Mesin Hopper Feeder .............................................. 645.12.2.1 Proses di mesin Hopper Feeder Cleaner ................. 645.12.2.2 Mesin Hopper Feeder Cleaner ................................ 645.12.2.3 Proses di mesin Hopper Feeder Cleaner ................ 645.12.2.4 Gerakan antara permukaan berpaku........................ 655.12.2.5 Proses di mesin Pre Opener ................................... 675.12.2.6 Pemisahan Kotoran di mesin Pre Opener Cleaner .. 685.12.2.7 Gerakan Pemukul..................................................... 685.12.3. Mesin Condensor at Cleaner.................................... 695.12.3.1 Proses di Mesin Condensor at Cleaner.................... 695.12.3.2 Pemisahan Kotoran di Mesin Condensor at Cleaner 695.12.4 Mesin Opener Cleaner ............................................. 705.12.4.1 Proses di mesin opener Cleane ............................... 705.12.4.2 Pemisahan kotoran di mesin opener cleaner .......... 715.12.5 Mesin Condensor at Picker ..................................... 715.12.5.1 Proses di Mesin Condensor at Picker ...................... 715.12.5.2 Pemisahan kotoran di Mesin Condensor at Picker... 715.12.6. Mesin Micro Even Feeder......................................... 725.12.6.1 Proses di Mesin Micro Even Feeder......................... 735.12.7 Mesin Scutcher......................................................... 735.12.7.1 Proses di Mesin Scutcher......................................... 745.12.7.2 Gerakan Pengaturan Penyuapan ............................. 745.12.8.3 Proses Pembukaan dan Pemukulan serat di Mesin Scutcher ................................................................... 785.12.8.4 Pemisahan Kotoran di Mesin Scutcher .................... 805.12.8.5 Tekanan Rol Penggilas…… ..................................... 82 v
  • 8. 5.12.8.6 Tekanan Batang Penggulung Lap............................ 845.12.9 Pengujian Mutu Hasil................................................ 875.12.9.1 Penimbangan Berat Lap........................................... 875.12.9.2 Pengujian Nomor Lap............................................... 875.12.9.3 Pengujian Kerataan Lap ........................................... 875.12.9.4 Pengujian persen limbah .......................................... 885.12.10 Perhitungan Regangan............................................. 885.12.10.1 Susunan Roda Gigi Mesin Scutcher......................... 885.12.10.2 Sistim Hidroulik pada Mesin Blowing ...................... 915.12.10.3 Perhitungan Regangan............................................. 915.12.11 Perhitungan Produksi ............................................... 965.12.11.1 Produksi Teoritis....................................................... 965.12.11.2 Produksi Nyata ......................................................... 965.12.11.3 Efisiensi .................................................................... 975.12.11.4 Pemeliharaan Mesin Blowing .................................. 975.13 Proses di Mesin Carding ......................................... 985.13.1 Bagian Penyuapan ................................................... 1015.13.1.1 Pelat Penyuap .......................................................... 1025.13.1.2 Rol Penyuap (Feeder Roller).................................... 1025.13.1.3 Rol Pengambil (Taker-in/Licher-in)........................... 1035.13.1.4 Pisau Pembersih (mote knife) dan saringan bawah (under grid) .......................................................................... 1045.13.1.5 Tekanan pada Rol Penyuap ..................................... 1065.13.1.6 Mekanisme pemisahan kotoran dari serat pada Taker-in ................................................................... 1075.13.2 Bagian Penguraian ................................................... 1095.13.2.1 Silinder Utama .......................................................... 1095.13.2.2 Pelat Depan dan Pelat Belakang.............................. 1115.13.2.3 Top Flat .................................................................... 1115.13.2.4 Saringan Silinder (Cylinder Screen) ........................ 1125.13.2.5 Gerakan Pengelupasan (Stripping Action) ............... 1135.13.2.6 Gerakan Penguraian (Carding Action) .................... 1135.13.2.7 Pemisahan Serat Pendek dan serat Panjang........... 1145.13.3 Bagian Pembentukan dan Penampungan Sliver...... 1145.13.3.1 Doffer........................................................................ 1155.13.3.2 Sisir Doffer (Doffer Comb) ........................................ 1175.13.3.3 Rol Penggilas ........................................................... 1195.13.3.4 Coiler ........................................................................ 1205.13.4 Pengujian Mutu Hasil................................................ 1235.13.4.1 Pengujian Nomor Sliver Carding .............................. 1235.13.4.2 Pengujian Kerataan Sliver Carding .......................... 1235.13.4.3 Pengujian Persentase waste .................................... 1245.13.5 Setting pada Mesin Carding ..................................... 1245.13.6 Pemeliharaan Mesin Carding .................................. 1265.13.7 Perhitungan Regangan............................................. 1265.13.7.1 Putaran Lap Roll....................................................... 126 vi
  • 9. 5.13.7.2 Putaran Rol Penggilas pada Coiler .......................... 1295.13.7.3 Tetapan Regangan (TR) atau Draft Constant (DC).. 1305.13.7.4 Regangan Mekanik (RM).......................................... 1315.13.7.5 Regangan Nyata (RN) .............................................. 1315.13.8 Perhitungan Produksi ............................................... 1325.13.8.1 Produksi Teoritis....................................................... 1325.13.8.2 Produksi Nyata ......................................................... 1335.13.8.3 Efisiensi .................................................................... 1335.13.9 Pergantian Roda Gigi ............................................... 1345.13.9.1 Roda gigi pengganti regangan ................................ 1345.13.9.2 Roda gigi pengganti produksi ................................... 1345.14 Proses di Mesin Drawing.......................................... 1355.14.1 Bagian Penyuapan ................................................... 1385.14.1.1 Can Penyuapan........................................................ 1385.14.1.2 Pengantar Sliver ....................................................... 1385.14.1.3 Rol Penyuap ............................................................. 1385.14.1.4 Traverse Guide......................................................... 1385.14.2 Bagian Peregangan.................................................. 1395.14.2.1 Pasangan rol-rol penarik .......................................... 1395.14.2.2 Rol Bawah ................................................................ 1395.14.2.3 Rol Atas .................................................................... 1405.14.2.4 Pembebanan pada Rol Atas..................................... 1415.14.2.4.1 Pembebanan Sendiri (Self Weighting) ..................... 1415.14.2.4.2 Pembebanan Mati/Bandul (Dead Weighting) ........... 1425.14.2.4.3 Pembebanan Pelana (Saddle Weighting) ................ 1425.14.2.4.4 Pembebanan dengan Tuas (Lever Weighting)......... 1425.14.2.4.5 Pembebanan dengan Per (Spring Weighting).......... 1425.14.2.5 Peralatan Pembersih ................................................ 1435.14.2.6 Proses Peregangan.................................................. 1445.14.2.7 Penyetelan Jarak Antar Pasangan Rol Peregang ... 1475.14.2.8 Faktor-faktor yang mempengaruhi penyetelan jarak antar Rol Peregang .................................................. 1495.14.3 Bagian Penampungan .............................................. 1515.14.3.1 Pelat Panampung ..................................................... 1515.14.3.2 Terompet ................................................................. 1515.14.3.3 Rol Penggilas ........................................................... 1525.14.3.4 Coiler ....................................................................... 1525.14.3.5 Can Penampung Sliver............................................. 1525.14.3.6 Pemeliharaan Mesin Drawing................................... 1535.14.4 Pengujian Mutu Hasil................................................ 1535.14.4.1 Pengujian Nomor Sliver Drawing.............................. 1535.14.4.2 Pengujian Kerataan Sliver Drawing.......................... 1535.14.5 Perhitungan Regangan............................................. 1545.14.5.1 Putaran Rol Penyuap ............................................... 1545.14.5.2 Putaran Rol-rol Peregang......................................... 1565.14.5.3 Putaran Rol Penggilas.............................................. 157 vii
  • 10. 5.14.5.4 Tetapan Regangan................................................... 1575.14.5.5 Regangan Mekanik................................................... 1575.14.5.6 Regangan Nyata....................................................... 1595.14.6 Perhitungan Produksi .............................................. 1595.14.6.1. Produksi Teoritis....................................................... 1595.14.6.2 Produksi Nyata ........................................................ 1605.14.6.3 Efisiensi ................................................................... 1605.14.7 Penggantian Roda Gigi ............................................ 1605.14.7.1 Roda Gigi Pengganti Regangan............................... 1615.14.7.2 Roda Gigi Pengganti Produksi (RPR) ...................... 1615.15 Persiapan Combing .................................................. 1615.15.1 Proses di Mesin Pre Drawing ................................... 1655.15.1.1 Bagian Penyuapan ................................................... 1665.15.1.2 Bagian Peregangan.................................................. 1665.15.1.3 Bagian Penampungan .............................................. 1665.15.1.4 Prinsip Bekerjanya mesin Pre Drawing .................... 1675.15.1.5 Pemeliharaan Mesin Pre Drawing ........................... 1675.16 Proses di Mesin Lap Former .................................... 1675.16.1 Bagian Penyuap ....................................................... 1685.16.2 Bagian Peregangan.................................................. 1695.16.3 Bagian Penggulungan .............................................. 1695.16.4 Prinsip Bekerjanya Mesin Lap Former (Super Lap) . 1695.16.5 Pemeliharaan Mesin Lap Former (Super Lap) ........ 1695.16.6 Perhitungan Produksi Mesin Lap Former (Super Lap) .......................................................................... 1705.17 Proses di Mesin Combing......................................... 1745.17.1 Bagian Penyuapan ................................................... 1765.17.2 Bagian Penyisiran..................................................... 1785.17.3 Bagian Penampungan Serat Panjang (Web) ........... 1845.17.4 Bagian Perangkapan, Peregangan dan Penampungan Sliver ................................................ 1865.17.5 Penyetelan Jarak dan Pengaturan Waktu ............... 1895.17.6 Pemeliharaan Mesin Combing ................................. 1935.17.7 Menentukan Doffing ................................................. 1935.17.8 Pengendalian Mutu................................................... 1935.17.9 Perhitungan Penyisiran ........................................... 1955.17.10 Perhitungan Penyuapan ........................................... 1955.17.11 Perhitungan Produksi ............................................... 1955.18 Proses di Mesin Flyer ............................................... 1965.18.1 Bagian Penyuapan ................................................... 2015.18.1.1 Can ........................................................................... 2015.18.1.2 Rol Pengantar........................................................... 2015.18.1.3 Terompet Pengantar Sliver....................................... 2025.18.1.4 Penyekat................................................................... 2025.18.2 Bagian Peregangan.................................................. 2025.18.2.1 Rol Peregang............................................................ 203 viii
  • 11. 5.18.2.2 Penampung (Colektor) ............................................. 2035.18.2.3 Pembersih ................................................................ 2035.18.2.4 Cradle ....................................................................... 2035.18.2.5 Penyetelan Jarak antara titik jepit rol........................ 2045.18.2.6 Pemeliharaan Mesin Flyer ....................................... 2045.18.2.6 Pembebanan pada Rol Atas..................................... 2045.18.3 Bagian Penggulungan .............................................. 2055.18.3.1 Flyer.......................................................................... 2065.18.3.2 Bobin ........................................................................ 2065.18.3.3 Penggulungan Roving pada Bobin ........................... 2065.18.3.4 Trick Box................................................................... 2095.18.3.5 Kesalahan bentuk gulungan Roving......................... 2125.18.3.6 Mendoffing................................................................ 2135.18.4 Pengendalian Mutu................................................... 2145.18.5 Perhitungan Peregangan.......................................... 2155.18.6 Perhitungan Antihan (Twist) ..................................... 2225.18.7 Perhitungan Produksi ............................................... 2265.19 Proses Mesin Ring Spinning. ................................... 2285.19.1 Bagian Penyuapan ................................................... 2325.19.1.1 Rak ........................................................................... 2345.19.1.2 Penggantung Bobin .................................................. 2345.19.1.3 Pengantar ................................................................. 2345.19.1.4 Terompet Pengantar................................................. 2345.19.2 Bagian Peregangan.................................................. 2345.19.2.1 Rol Peregang............................................................ 2355.19.2.2 Cradle ....................................................................... 2365.19.2.3 Penghisap (Pneumafil) ............................................. 2365.19.2.4 Penyetelan Jarak antara Rol Peregang.................... 2365.19.2.5 Pembebanan pada Rol Atas..................................... 2385.19.3 Bagian penggulungan............................................... 2395.19.3.1 Ekor Babi (Lappet).................................................... 2405.19.3.2 Traveller.................................................................... 2405.19.3.3 Ring .......................................................................... 2415.19.3.4 Spindel ..................................................................... 2415.19.3.5 Pengontrol Baloning (Antinode Ring) ....................... 2415.19.3.6 Penyekat (Separator) ............................................... 2415.19.3.7 Tin Roll ..................................................................... 2425.19.3.8 Proses Pengantihan (Twisting)................................. 2425.19.3.9 Peroses Penggulungan Benang pada Bobin............ 2445.19.3.10 Bentuk Gulungan Benang pada Bobin ..................... 2505.19.3.11 Proses Doffing .......................................................... 2515.19.4 Pengendalian Mutu................................................... 2515.19.4.1 Nomor Benang ......................................................... 2515.19.4.2 Kekuatan Benang ..................................................... 2515.19.4.3 Twist Per Inch (TPI)… .............................................. 2525.19.4.4 Ketidakrataan Benang .............................................. 252 ix
  • 12. 5.19.4.5 Putus Benang ........................................................... 2525.19.4.6 Grade Benang .......................................................... 2525.19.5 Susunan Roda Gigi Mesin Ring Spinning ................ 2535.19.6 Pemeliharaan Mesin Ring Spinning ......................... 2555.19.7 Perhitungan Regangan............................................. 2555.19.8 Perhitungan Antihan (Twist) ..................................... 2585.19.9 Perhitungan Produksi ............................................... 2615.20 Proses di Mesin Ring Twister ................................... 2655.20.1 Bagian Penyuapan ................................................... 2705.20.1.1 Rak Kelos (Creel) ..................................................... 2715.20.1.2 Pengantar Benang.................................................... 2715.20.1.3 Rol Penarik ............................................................... 2715.20.2 Bagian Penggulungan .............................................. 2725.20.2.1 Ekor Babi (Lappet).................................................... 2725.20.2.2 Pengontrol Baloning (Antinode Ring) ....................... 2705.20.2.3 Penyekat (separator) ................................................ 2735.20.2.4 Spindel ..................................................................... 2735.20.2.5 Ring .......................................................................... 2735.20.2.6 Traveller.................................................................... 2735.20.2.7 Tin Roll ..................................................................... 2735.20.2.8 Proses Pengantihan (Twisting)................................. 2745.20.2.9 Proses Penggulungan Benang pada Bobin.............. 2765.20.2.10 Proses Doffing .......................................................... 2815.20.2.11 Proses Steaming ..................................................... 2825.20.2.12 Pemeliharaan Mesin Ring Twister ........................... 2825.20.2.13 Bentuk Gulungan Benang pada Bobin ..................... 2835.20.3 Pengendalian Mutu................................................... 2845.20.4 Perhitungan Antihan (Twist) ..................................... 2855.20.5. Perhitungan Produksi ............................................... 286 JILID 2BAB VI DESAIN ANYAMAN6.1. Pengertian Desain Anyaman.................................... 2886.2. Cara Menggambar Desain Anyaman ....................... 2886.3. Desain dan Motif Kain. ............................................. 2926.4. Cara Pembuatan Desain Anyaman .......................... 2946.5. Anyaman Dasar........................................................ 2946.5.1. Anyaman Polos (Plain, Platt, Taffeta)....................... 2946.5.2. Anyaman Keper (Twill, Drill) ..................................... 2946.5.3. Anyaman Satin ......................................................... 2956.6. Anyaman Turunan .................................................... 2956.6.1. Turunan Anyaman Polos Langsung ......................... 2956.6.2. Turunan Anyaman Polos Tidak Langsung ............... 2926.6.3. Turunan Anyaman Keper ......................................... 2926.6.4. Turunan Anyaman Satin........................................... 3016.7. Anyaman Campuran................................................. 3026.8. Anyaman untuk tenunan rangkap............................. 303 x
  • 13. 6.9. Anyaman Kain Khusus ............................................. 3046.9.1. Anyaman Dua Muka ................................................. 3046.9.2. Anyaman Leno ......................................................... 304BAB VII PROSES PERSIAPAN PERTENUNAN7.1. Tujuan Proses Persiapan Pertenunan...................... 3067.1.1 Standar Konstruksi Kain Tenun................................ 3067.1.1.1 Pengaruh Konstruksi Kain terhadap Proses Persiapan Pertenunan.............................................. 3067.1.1.2 Urutan Proses Persiapan Pertenuan........................ 3077.1.1.2.1 Macam-macam Proses Persiapan ........................... 3077.1.1.2.2 Macam-macam Proses Pertenunan ......................... 3077.2. Proses Pengelosan .................................................. 3107.2.1 Tujuan Proses Pengelosan. ..................................... 3107.2.2 Bentuk Bobin Kelos .................................................. 3107.2.3 Mekanisme Gerakan Mesin Kelos............................ 3117.2.4 Pemeliharaan Mesin Winding .................................. 3257.2.5 Perhitungan Produksi ............................................... 3267.3. Proses Pemaletan .................................................... 3277.3.1 Tujuan Proses Pemaletan ........................................ 3287.3.2 Bentuk Bobin Palet ................................................... 3287.3.3 Mesin Palet (Print Winder)........................................ 3327.3.3.1 Mesin Palet Otomatis ............................................... 3317.3.3.2 Pemeliharaan Mesin Palet ....................................... 3467.4. Proses Penghanian .................................................. 3467.4.1 Tujuan Proses Penghanian ...................................... 3467.4.2 Cara Penghanian...................................................... 3467.4.3 Pemilihan Gulungan Benang pada Bobin................. 3477.4.4 Cara Penarikan Benang ........................................... 3487.4.4.1 Penarikan Benang Tegak Lurus dengan Poros Bobin ........................................................................ 3487.4.4.2 Penarikan Benang Sejajar (segaris) dengan poros Bobbin ...................................................................... 3497.4.5 Mesin Hani Seksi Silinder (Cylinder Sectional Warping Machine) .................................................... 3497.4.5.1 Bagian-bagian peralatan Mesin Hani Seksi Silinder. 3497.4.5.2 Proses Penghanian .................................................. 3507.4.6 Mesin Hani Seksi Kerucut (Cone Sectional Warping 345Machine)............................................................. 3507.4.6.1 Bagian-bagian Mesin Hani Seksi Kerucut ................ 3517.4.6.2 Proses Penghanian .................................................. 3637.4.6.3 Pemeliharaan Mesin Hani ........................................ 3887.5. Proses Penganjian Benang lusi................................ 3897.5.1 Faktor-faktor Teknis yang mempengaruhi Benang Lusi pada Proses Pertenunan .................................. 3897.5.2 Tujuan Proses Penganjian Benang .......................... 389 xi
  • 14. 7.5.3 Kriteria Proses Penganjian yang Baik ...................... 3907.5.4 Bahan Kanji .............................................................. 3917.5.5 Resep Penganjian Benang....................................... 3947.5.6 Cara Penganjian....................................................... 3957.6 Pencucukan (Drawing in, Reaching in) .................... 4187.6.1 Mencucuk dengan Tangan ....................................... 4197.6.2 Mencucuk dengan Mesin.......................................... 4207.6.2.1 Bagian Peralatan Mesin Cucuk ................................ 4217.6.2.2 Alat Perlengkapan Proses Pencucukan ................... 4227.6.2.3 Persiapan Sebelum Proses pencucukan.................. 4277.6.2.4 Proses Pencucukan.................................................. 429BAB VIII PROSES PEMBUATAN KAIN TENUN8.1 Perkembangan Alat Tenun....................................... 4318.1.1 Alat Tenun Tangan ................................................... 4318.1.2 Mesin Tenun............................................................. 4328.1.3 Mesin Tenun Teropong Otomatis ............................. 4338.1.4 Mesin Tenun Tanpa Teropong ................................. 4338.1.5 Mesin Tenun Multifase ............................................. 4338.1.6 Kombinasi Tenun dan Rajut ..................................... 4348.1.7 Peralatan Pembentuk Corak .................................... 4348.2. Pemilihan Mesin Tenun ............................................ 4348.2.1 Berdasarkan Jenis Barang ....................................... 4348.2.2 Berdasarkan Corak Anyaman .................................. 4358.2.3 Berdasarkan Tingkat Efisiensi yang diinginkan ........ 4358.2.4 Berdasarkan Corak Warna Pakan............................ 4378.3. Pembentukan Kain Tenun ........................................ 4378.3.1 Gerakan Pakan Mesin Tenun................................... 4388.3.2 Diagram Engkol ........................................................ 4408.4. Mesin Tenun............................................................. 4428.4.1 Klasifikasi Mesin Tenun............................................ 4428.4.2 Fungsi Bagian-bagian Mesin .................................... 4448.4.3 Rangka Mesin........................................................... 4458.5 Gerakan Kopling dan Pengereman .......................... 4468.5.1 Tipe-tipe Penggerak ................................................. 4468.5.1.1 Penggerak Langsung ............................................... 4468.5.1.2 Penggerak dengan Kopling ...................................... 4478.5.2 Kopling...................................................................... 4478.5.3 Rem .......................................................................... 4488.5.4 Pengontrol Penggerakan.......................................... 4508.5.5 Rancangan Penggerak Kopling Pelat Tunggal Sulzer ....................................................................... 4518.5.6 Gerakan putaran balik .............................................. 4538.6. Penggulungan Lusi................................................... 4548.6.1 Rem Beam Lusi ........................................................ 4548.6.2 Penguluran Lusi dengan Gandar Belakang.............. 455 xii
  • 15. 8.6.2.1 Penguluran Lusi dengan kendali Pengungkit ........... 4568.6.3 Penguluran Dua Beam ............................................. 4588.7 Beam Lusi................................................................. 4598.8 Gandar Belakang...................................................... 4598.8.1 Macam-macam Gandar Belakang............................ 4598.8.2 Penyetelan Gandar Belakang................................... 4618.9 Penyetekan Tegangan Benang Lusi ........................ 4618.10 Penggulung kain....................................................... 4638.10.1 Pengontrol kain dan Benang Lusi............................. 4638.10.1.1 Batang Silangan (Lease Rod) .................................. 4648.10.1.2 Pengontrol Lusi Putus .............................................. 4658.10.1.3 Temple...................................................................... 4668.10.2 Gerakan Penggulung Kain ....................................... 4688.10.2.1 Penggulungan Pasif ................................................. 4688.11 Pembukaan Mulut Lusi dengan Cam ....................... 4718.11.1 Macam-macam cam ................................................. 4718.11.2 Gerakan Pembalik .................................................... 4728.11.3 Positif Cam ............................................................... 4738.11.4 SIstem Cam dan Kontra Cam................................... 4738.12 Pembentukan Mulut Lusi dengan Dobby.................. 4738.12.1 Macam-macam Dobby ............................................. 4748.12.2 Mekanisme Dobby.................................................... 4748.13 Mesin Jacquard ........................................................ 4758.13.1 Mekanisme Mesin Jacquard..................................... 4758.13.2 Klasifikasi Mesin Jacquard ....................................... 4818.14 Mekanisme Pengetekan ........................................... 4928.14.1 Mekanisme Mata Rantai (link) .................................. 4928.14.2 Mekanisme Cam....................................................... 4948.14.3 Mekanisme Roda Gigi .............................................. 4958.14.4 Mekanisme Khusus .................................................. 4968.15 Penyisipan Pakan..................................................... 4968.15.1 Penyisipan Pakan dengan Teropong ....................... 4968.15.1.1 Teropong (Shuttle).................................................... 4988.15.1.2 Mekanisme Penyisipan Pakan dengan Cam............ 4988.15.2 Penyisipan Pakan pada Mesin Tenun Tanpa Teropong .................................................................. 4998.15.2.1 Penyisipan Pakan Sistem Jet ................................... 5008.15.2.2 Penyisipan Benang Pakan dengan Rapier............... 5018.16 Pemeliharaan Mesin Tenun ..................................... 5028.16.1 Pemeliharaan Mesin Tenun Teropong dengan Menggunakan Cam/Exentrik .................................... 5028.16.2 Pemeliharaan Mesin Tenun Teropong dengan Menggunakan Dobby ............................................... 5028.16.3 Pemeliharaan Mesin Tenun Teropong dengan Menggunakan Jacquard ........................................... 503 xiii
  • 16. 8.16.4 Pemeliharaan Mesin Tenun Rapier dengan Menggunakan Cam/Exentrik ................................... 5038.16.5 Pemeliharaan Mesin Tenun Projektil dengan Menggunakan Cam/Exentrik ................................... 5038.16.6 Pemeliharaan Mesin Tenun Jet dengan Menggunakan Cam/Exentrik ................................... 5048.17 Proses Pemeriksaan Kain Tenun.............................. 504PENUTUP ................................................................................ A1DAFTAR PUSTAKA.................................................................. B1DAFTAR GAMBAR ................................................................. C1DAFTAR TABEL ....................................................................... C14 xiv
  • 17. DAFTAR ISTILAH / GLOSARI1. Serat : adalah benda yang perbandingan panjang dan diameternya sangat besar.2. Stapel : adalah serat yang mempunyai panjang terbatas.3. Filament : adalah serat yang panjangnya berlanjut.4. Benang : Susunan serat-serat yang teratur ke arah memanjang dengan diberi antihan.5. Peregangan : adalah proses penarikan / penggeseran kedudukan serat-serat dalam sliver maupun roving6. Antihan : adalah pilinan atau twist yang diberikan pada serat atau benang dengan tujuan untuk memberikan kekuatan.7. Cam/eksektrik/tapet : adalah peralatan yang dapat merubah gerak berputar menjadi gerak lurus.8. Beam : adalah tempat menggulung benang lusi dengan posisi benang lusi sejajar antara satu dengan yang lainnya.9. Shuttle/teropong : adalah alat yang bergerak bolak balik ke arah lebar kain untuk membawa benang pakan.10. Coupling/Cluth : adalah peralatan yang bisa meneruskan atau memutus gerak putar.11. Shedding : adalah pembukaan mulut lusi.12. Taking up : adalah penggulungan kain.13. Beating Up : adalah gerakan pengetekan.14. Letting Off : adalah gerakan penguluran lusi.15. Inserting/Tiking Up : adalah gerakan peluncuran benang pakan / teropong. xv
  • 18. SINOPSIS Pembuatan benang menggunakan bahan baku yang berasaldari serat-serat alam atau serat-serat buatan baik yang berupastapel atau filamen. Pembuatan benang ada bermacam-macam cara, tergantungpada bahan baku yang diolah, namun pada prinsipnya sama, yaitumembuat untaian serat-serat yang kontinyu dengan diameter danantihan tertentu. Pembuatan benang melalui tahapan : pembukaangumpalan serat, penarikan serat-serat, pemberian antihan danpenggulungan. Kain tenun dibentuk dengan cara menganyamkan ataumenyilangkan dua kelompok benang yang saling tegak lurussehingga membentuk kain tenun dengan konstruksi tertentu. Prinsip pembentukan kain tenun melalui gerakan : pembukaanmulut lusi, penyisipan/pakan, pengetekan, penggulungan kain danpenguluran lusi. xvi
  • 19. DESKRIPSI KONSEP PENULISANBuku ini dikerjakan sebagai sumber informasi untuk siswa SMKBidang Keahlian Teknologi Pembuatan Benang dan PembuatanKain Tenun, yang diharapkan memiliki pengetahuan yang lebihdalam dan lebih luas sehingga mampu menggambarkan bahanajar yang sesuai standar kurikulum.Dengan buku ini diharapkan guru bisa atau mampumengembangkan bahan ajar dalam bentuk modul yang siapdipakai oleh guru dan siswa di kelas dan di bengkel-bengkel.Tidak semua teknologi yang ada dituangkan dalam buku inimengingat luasnya ruang lingkup teknologi dan teknologi yangsudah diterapkan di industri Pembuatan Benang danPembuatan Kain Tenun di Indonesia.Penyajian buku ini belum bisa mencapai tingkat kesempurnaanyang memadai mengingat keterbatasan sumber informasi danwaktu penulisan yang sangat terbatas, walaupun demikianpenulis mengharapkan kesempatan untuk bisamenyempurnakan sehingga dapat mencapai kriteria standar. xvii
  • 20. PETA KOMPETENSI Level Kompetensi Sub Kompetensi KualifikasiOperator Yunior Mengidentifikasi Menyiapkan serat tekstil proses identifikasi serat Identifikasi serat berdasarkan bentuk fisiknya Identifikasi serat dengan uji bakar Identifikasi jenis serat dengan uji pelarutan Membuat laporan kerja Melaksanakan aturan kesehatan dan keselamatan kerja Mengidentifikasi Menyiapkan benang tekstil proses identifikasi benang Identifikasi benang berdasarkan bentuk fisiknya Menguji nomor benang Menguji antihan (twist benang) Membuat laporan kerja Melaksanakan aturan kesehatan dan keselamatan kerja xviii
  • 21. Level Kompetensi Sub KompetensiKualifikasi Membaca dan Membaca dan memahami gambar memahami teknik gambar teknik Membuka bal serat Menyiapkan kapas pembukaan bal serat Membuka bal serat Melaksanakan aturan dan keselamatan kerja Membuat laporan Melakukan Menyiapkan pencampuran serat pencampuran kapas serat kapas Mengambil gumpalan serat Melaksanakan aturan dan keselamatan kerja Membuat laporan Melakukan Memeriksa penyuapan serat kesiapan bahan secara manual di baku mesin feeding pada Mengoperasikan unit mesin blowing unit blowing Melakukan penyuapan Mengendalikan proses Melaksanakan aturan dan kesehatan kerja Membuat laporan xix
  • 22. Level Kompetensi Sub KompetensiKualifikasi Melakukan Memeriksa kesiapan penyuapan serat proses dengan alat Mengoperasikan unit otomatis di mesin blowing feeding unit Melakukan blowing penyuapan Mengendalikan proses Melaksanakan aturan dan kesehatan kerja Membuat laporan Mengoperasikan Memeriksa kesiapan mesin scutcher mesin scutcher Mengoperasikan unit blowing Melakukan doffing lap Mengendaliakan proses Melaksanakan keselamatan dan kesehatan kerja Membuat laporan Mengoperasikan Memeriksa kesiapan mesin flat card mesin flat carding Mengoperasikan unit flat carding Melakukan doffing sliver Mengendalikan proses Melaksanakan keselamatan dan kesehatan kerja Membuat laporan xx
  • 23. Level Kompetensi Sub KompetensiKualifikasi Mengoperasikan Memeriksa kesiapan mesin roller card mesin roller carding Mengoperasikan unit roller carding Melakukan doffing sliver Mengendalikan proses Melaksanakan keselamatan dan kesehatan kerja Membuat laporan Mengoperasikan Memeriksa kesiapan mesin drawing mesin drawing Mengoperasikan unit drawing Melakukan doffing sliver Mengendalikan proses Melaksanakan keselamatan dan kesehatan kerja Membuat laporan Mengoperasikan Memeriksa kesiapan mesin lap former mesin lap former Mengoperasikan unit lap former Melakukan doffing Mengendalikan proses Melaksanakan keselamatan dan kesehatan kerja Membuat laporan xxi
  • 24. Level Kompetensi Sub KompetensiKualifikasi Mengoperasikan Memeriksa kesiapan mesin ribbon lap mesin ribbon lap Mengoperasikan unit ribbon lap Melakukan doffing Mengendalikan proses Melaksanakan keselamatan dan kesehatan kerja Membuat laporan Mengoperasikan Memeriksa kesiapan mesin super lap mesin super lap Mengoperasikan unit super lap Melakukan doffing Mengendalikan proses Melaksanakan keselamatan dan kesehatan kerja Membuat laporan Mengoperasikan Memeriksa kesiapan mesin combing mesin combing Mengoperasikan unit combing Melakukan doffing Mengendalikan proses Melaksanakan keselamatan dan kesehatan kerja Membuat laporan xxii
  • 25. Level Kompetensi Sub Kompetensi Kualifikasi Mengoperasikan Memeriksa kesiapan mesin simplex mesin simplex Mengoperasikan unit simplex Melakukan doffing Mengendalikan proses Melaksanakan keselamatan dan kesehatan kerja Membuat laporan Mengoperasikan Memeriksa kesiapan mesin ring mesin ring spinning spinning Mengoperasikan unit ring spinning Melakukan doffing Mengendalikan proses Melaksanakan keselamatan dan kesehatan kerja Membuat laporanOperator Mengelos Benang 1. Menyiapkan proses pengelosan (winding). 2. Mengoperasikan mesin kelos (mesin winding) 3. Mengendalikan proses 4. Melakukan perawatan sederhana 5. Menangani gulungan benang hasil kelosan 6. Melaksanakan aturan kesehatan dan keselamatan kerja 7. Membuat laporan pekerjaan xxiii
  • 26. Level Kompetensi Sub KompetensiKualifikasi Memberi antihan 1. Menyiapkan proses pada benang twisting (proses twisting) 2. Mengoperasikan dengan mesin mesin twisting (mesin throwing throwing) 3. Mengendalikan proses 4. Melakukan perawatan sederhana 5. Menangani gulungan benang hasil twisting 6. Melaksanakan aturan kesehatan dan keselamatan kerja 7. Membuat laporan pekerjaan Menggulung 1. Menyiapkan proses benang dalam pemaletan bentuk paletan 2. Mengoperasikan mesin palet 3. Mengendalikan proses 4. Melakukan perawatan sederhana 5. Menangani gangguan benang hasil paletan 6. Melaksanakan aturan kesehatan dan keselamatan kerja 7. Membuat laporan pekerjaan xxiv
  • 27. Level Kompetensi Sub KompetensiKualifikasi Melaksankan 1. Menyiapkan proses proses warping penghaniang 2. Mengoperasikan (Warping) mesin warping 3. Mengendalikan proses 4. Melakukan perawatan sederhana 5. Memotong ujung benang pada beam 6. Menangani gulungan benang hasil warping 7. Melaksanakan aturan kesehatan dan keselamatan kerja 8. Membuat laporan pekerjaan Proses menganji 1. Menyiapkan proses benang lusi penganjian (Sizing) 2. Mengiperasikan mesin kanji (mesin Sizing) 3. Mengendalikan proses 4. Melakukanperawatan sederhana 5. Menangani beam tenun 6. Melaksanakan aturan kesehatan dan keselamatan kerja 7. Membuat laporan pekerjaan xxv
  • 28. Level Kompetensi Sub KompetensiKualifikasi Mencucuk benang 1. Menyiapkan lusi dari beam lusi peralatan ke Dropper Gun pencucukan (Heald) dan sisir (reaching) 2. Melakukan persiapan pencucukan 3. Melakukan pencucukan benang lusi 4. Menangani hasil pencucukan 5. Melakukan perawatan sederhana 6. Melaksanakan aturan kesehatan dan keselamatan kerja 7. Membuat laporan kerja Memasang beam 1. Menyiapkan beam lusi yang telah lusi yang sudah dicucuk, dropper dicucuk rod, kamran dan 2. Memasang beam sisir pada mesin lusi, kamran, sisir tenun dan dropper 3. Melakukan perawatan sederhana 4. Melaksanakan aturan kesehatan dan keselamatn kerja 5. Membuat laporan kerja xxvi
  • 29. Level Kompetensi Sub KompetensiKualifikasi Merawat mekanis 1. Merawat mesin tenun mesin tenun teropong dengan teropong yang tapet menggunakan 2. Perbaikan kerusakan tappet mekanis mesin tenun (cam/eksentrik) teropong dengan dobby 3. Pengoperasian mesin tenun teropong dengan tapet 4. Melaksanakan aturan kesehatan dan keselamatan kerja 5. Membuat laporan kerja Merawat mekanis 1. Merawat mesin tenun mesin tenun teropong dengan teropong yang Dobby menggunakan 2. Perbaikan kerusakan Dobby mekanis mesin tenun teropong dengan dobby 3. Pengoperasian mesin tenun teropong dengan dobby 4. Melaksanakan aturan dan keselamatan kerja 5. Membuat laporan kerja xxvii
  • 30. Level Kompetensi Sub KompetensiKualifikasi Merawat mekanis 1. Merawat mesin tenun mesin tenun teropong dengan teropong yang Jacquard menggunakan 2. Perbaikan kerusakan Jacquard mekanis mesin tenun teropong dengan Jacquard 3. Pengoperasian mesin tenun teropong dengan Jacquard 4. Melaksanakan aturan dan keselamatan kerja 5. Membuat laporan kerja Merawat mekanis 1. Merawat mesin tenun mesin tenun rapier dengan tapet Rapler yang 2. Perbaikan kerusakan menggunakan mekanis mesin tenun tapet rapier dengan tapet (Cam/Eksentrik) 3. Pengoperasian mesin tenun rapier dengan tapet 4. Melaksanakan aturan dan keselamatan kerja 5. Membuat laporan kerja xxviii
  • 31. Level Kompetensi Sub KompetensiKualifikasi Merawat mekanis 1. Merawat mesin tenun mesin tenun projectile dengan Projectile yang tapet menggunakan 2. Perbaikan kerusakan tapet mekanis mesin tenun (Cam/Eksentrik) projectile dengan tapet 3. Pengoperasian mesin tenun projectile dengan tapet 4. Melaksanakan aturan dan keselamatan kerja 5. Membuat laporan kerja Merawat mekanis 1. Merawat mesin tenun mesin tenun Jet Jet dengan tapet yang 2. Perbaikan kerusakan menggunakan mekanis mesin tenun tapet Jet dengan tapet (Cam/Eksentrik) 3. Pengoperasian mesin tenun Jet dengan tapet 4. Melaksanakan aturan dan keselamatan kerja 5. Membuat laporan kerja xxix
  • 32. 1BAB I 1.1.4 Pengertian Berdasarkan Modifikasi Bahan danPENDAHULUAN Fungsi1.1 Ruang Lingkup Tekno Berdasarkan modifikasi dan logi Tekstil fungsinya, kata “tekstil” berarti semua bahan yang berunsur1.1.1 Pengertian Tekstil serat, filamen, benang atau kain yang memiliki fungsi tertentu.1.1.2 Pengertian Berdasarkan Etimologi Contoh : - benang tenunKata “tekstil” berasal dari - benang jahitbahasa latin (bahasa Yunani - benang hiasKuno), yaitu kata “texere” yang - taliberarti “menenun” yaitu - tambangmembuat kain dengan cara - benang kabelpenyilangan atau penganyaman - kain rajutdua kelompok benang yang - kain tenunsaling tegak lurus sehingga - kain furnituremembentuk anyaman benang- - kain rumah tanggabenang yang disebut “kain - kain berlapistenun”. - kain tiga dimensiSelanjutnya kata “kain tenun “ - kain karpetitu sendiri berubah menjadi - kain jaring (net)“tekstil” atau “bahan tekstil” - kain sulamyang identik dengan pengertian - kain tanpa anyaman“bahan pakaian” karena pada - kain penutup lantaiumumnya kain tenun digunakan berbahan seratuntuk bahan pakaian. - kain industri - kain bumi (geotekstil)1.1.3 Pengertian Berdasarkan - kain kesehatan Substansi Bahan - sarung tangan - pakaianPada tahap perkembangan - produk-produk tekstil (tas,selanjutnya pengertian “tekstil” sepatu, ikat pinggang, topi)diperluas lagi berdasarkan sifatdan bentuk bahan. Berdasarkan 1.1.5 Pengertian Berdasarkanhal tersebut diatas kata “tekstil” Teknologi Prosesdiartikan sebagai “bahanmentah dan produknya yang Berdasarkan teknologimencakup serat, benang dan prosesnya, “tekstil” berartikain”. proses-proses utama yang mencakup :
  • 33. 2- Teknologi Pembuatan Serat- Teknologi Pembuatan - kekuatan tarik Benang - jumlah antihan per satuan- Teknologi Pembuatan Kain panjang Tenun - kehalusan (diameter)- Teknologi Pembuatan Kain benang Rajut Untuk mendapatkan sifat-sifat- Teknologi Pembuatan Kain diatas digunakan antara lain : Tanpa Anyaman - Bermacam-bermacam alat,- Teknologi Pencelupan mulai dari yang sederhana- Teknologi Pencapan sampai dengan yang- Teknologi Produk Pakaian moderen. Jadi - Bermacam-macam metode- Teknologi Industri Produk pengolahan, sehingga Tekstil hasilnya lebih optimal sesuai dengan tujuan penggunaan.Mengingat luasnya cakupan - Bermacam-macam jenisTeknologi Tekstil dan serat, stapel atau campurankedalaman setiap bagian serat stapel sehinggateknologi tekstil, dalam buku ini tujuan-tujuan ekonomishanya akan dibahas tentang dapat dicapai secara“Teknologi Pembuatan Benang” optimal.dan “Teknologi Pembuatan Kain Produk akhir proses pembuatanTenun”. benang dapat berupa : • Benang tunggal, benang1.2 Prinsip Pembuatan gintir atau benang rangkap, Benang sedangkan ditinjau dari penggunaan selanjutnya,Yang dimaksud dengan produk akhir dapat berupa :pembuatan benang adalah • Benang tenun (benang lusipengolahan serat stapel baik dan benang pakan)serat alam, serat buatan atau • Benang rajut (untukserat semi buatan (semi sintetis) membuat kain rajut)menjadi benang yang memiliki • Benang jahitsifat-sifat fisik tertentu. Proses • Benang crepe (untukpengolahan itu meliputi : memberi daya elastis pada- proses pembukaan kain)- proses penarikan, dan • Benang hias (untuk memberi- proses pemberian antihan efek hiasan pada kain atau sifat-sifat fisik tertentu tenun) yang diharapkan membe rikan :
  • 34. 31.3 Prinsip Pembuatan tentang spesifikasi kain yang Kain Tenun mencakup : - kehalusan benang lusi danSeperti dijelaskan pada butir benang pakan1.1.1, kain tenun dibentuk - kerapatan benang lusi dandengan cara menganyamkan benang pakan per satuanatau menyilangkan dua panjangkelompok benang yang saling - lebar kaintegak lurus posisinya sehingga - jenis anyamanmembentuk kain tenun dengan - jenis bahan untuk benangkontruksi tertentu. lusi atau benang pakanDua kelompok benang yangdimaksud adalah kelompok Kontruksi kain inilah yang akanbenang yang membentuk dijadikan dasar penentuan :“panjang kain” atau biasa - spesifikasi benang yangdisebut “benang lusi”, dan akan digunakankelompok benang yang - peralatan / mesin yangmembentuk “lebar kain” atau digunakanbiasa disebut “benang pakan”. - proses-proses yang harusKontruksi kain yang dihasilkan dilaksanakanmerupakan ketentuan-ketentuan - metode-metode kerja yang optimal biaya produksi minimal
  • 35. 4BAB II flax, wol, sutera dan kapas melayani kebutuhan manusiaBAHAN BAKU paling banyak. Pada awal abad ke 20 mulai2.1 Pengertian Serat diperkenalkan serat buatan hingga sekarang bermacam-Serat adalah suatu benda yang macam jenis serat buatanberbanding panjang diproduksi.diameternya sangat besarsekali. 2.2.1 Produksi SeratSerat merupakan bahan bakuyang digunakan dalam Produksi serat alam dari tahunpembuatan benang dan kain. ke tahun boleh dikatakan tetap,Sebagai bahan baku dalam tetapi persentase terhadappembuatan benang dan seluruh produksi serat tekstilpembuatan kain, serat makin lama makin menurunmemegang peranan penting, mengingat kenaikan produksisebab : serat-serat buatan yang makin- Sifat-sifat serat akan tinggi. mempengaruhi sifat-sifat Hal ini disebabkan karena : benang atau kain yang - Tersedianya serat alam dihasilkan. sangat terbatas pada lahan- Sifat-sifat serat akan yang ada dan iklim. mempengaruhi cara - Pada umumnya sifat-sifat pengolahan benang atau serat buatan lebih baik kain baik pengolahan secara daripada serat alam. mekanik maupun - Produksi serat buatan dapat pengolahan secara kimia. diatur baik jumlah, sifat, bentuk dan ukurannya.2.2 Sejarah Perkemba gnan SeratSerat dikenal orang sejak ribuantahun sebelum Masehi sepertipada tahun 2.640 SM negaraCina sudah menghasilkan seratsutera dan tahun 1.540 SMtelah berdiri industri kapas diIndia, serat flax pertamadigunakan di Swiss pada tahun10.000 SM dan serat wol mulaidigunakan orang diMesopotamia pada tahun 3000SM. Selama ribuan tahun serat
  • 36. 5 SERAT Serat Alam Serat Buatan Serat Serat Serat Organik Anorganik Tumbuh- Binatang Mineral tumbuhan Gelas LogamBiji Stapel Filamen Asbes Polimer Alam Polimer buatan Wol Silikat Kapas Sutera Crysotile Alginat Polimer kondensasi Kapok Biri-biri Selulosa Crocidolite Poliamida (Nylon)Batang Pohon Rambut Ester Selulosa Rayon Poliester Flax Alpaca Poliuretan Jute Unta Kupramonium Polimer adisi Rosella Kashmir Viskosa Henep Lama Polihidrokarbon Rami Mohair Polihidrokarbon yang Alginat disubtitusi halogen Urena Kelinci Selulosa Polihidrokarbon yang Kenaf Vikuna disubstitusi hidroksil Sunn Polihidrokarbon yangDaun disubstitusi nitril Albaka Sisal HenequenBuah Sabut Kelapa Gambar 2.1 Klasifikasi Serat Berdasarkan Asal Bahan
  • 37. 62.3 Jenis Kapas 2.6 Pengambilan Bal KapasDilihat dari panjang seratnya.Jenis serat kapas dapat Pengambilan bal-bal kapas daridikelompokkan menjadi : gudang dilakukan dengan :- Serat kapas panjang, - Bal kapas yang lebih dahulu termasuk pada golongan ini disimpan diambil lebih adalah serat dari Mesir. dahulu.- Serat kapas medium, - Jumlah dan mutu termasuk pada golongan ini disesuaikan dengan adalah serat dari Amerika. permintaan.- Serat kapas pendek, termasuk pada golongan ini 2.7 Persyaratan Serat adalah serat dari India. untuk dipintal2.4 Penerimaan Bal Kapas Agar serat dapat dipintal maka serat harus memenuhiBal kapas masuk pada gudang persyaratan : panjang,kapas harus dicatat merek dan kehalusan, gesekan permukaanberatnya pada formulir yang dan kekenyalan serat.telah disediakan untukpencocokan dengan invoice dari 2.7.1 Panjang Seratimportir.Selanjutnya bal-bal kapas Serat yang panjang dengandiangkut dan disusun sesuai sendirinya mempunyaidengan merek masing-masing. permukaan yang lebih luas, sehingga gesekan diantara2.5 Penyimpanan Bal Kapas serat-seratnya juga lebih besar. Oleh karena itu serat-serat tidakPenyimpanan bal kapas dalam mudah tergelincir dangudang harus disusun dengan benangnya menjadi lebih kuat.mengingat : Dengan demikian serat-serat- Hemat dalam pemakaian dengan panjang tertentu ruangan. mempunyai kemampuan untuk- Susunan harus rapi dan dapat dipintal dengan tertentu tidak mudah roboh. pula. Dengan perkataan lain- Mudah dalam pengambilan mempunyai daya pintal yang- Pengelompokkan tertentu pula. Daya pintal ini didasarkan atas merek. yang menentukan sampai- Harus ada standar jumlah nomor benang berapa serat tumpukan. tersebut dapat dipintal. Jadi,- Ada ruang yang cukup lebar penggunaan serat harus untuk gerakan forklif. disesuaikan dengan daya
  • 38. 7pintalnya. Untuk memudahkan halus paling cepat denganpengolahan pada mesin, menggunakan alat Fibrografik.panjang serat paling sedikit10 mm.2.7.1.1 Penentuan Panjang Serat dengan TanganPenentuan dengan cara inibanyak dilakukan untukmenentukan panjang stapelserat kapas dalam perdaganganmengingat cara ini dapat Gambar 2.3dilakukan dengan cepat. Cara Bear Sorterini biasa disebut dengan HandStapling dan panjang serat yang Keterangan :dihasilkan disebut Staple 1. Sisir atasLength. 2. Sisir bawah Gambar 2.4 Pinset Pencabut Serat Gambar 2.2 Hand Stapling2.7.1.2 Penentuan Panjang Serat dengan AlatPenentuan dengan cara ini Gambar 2.5banyak dilakukan untuk Garpu Penekan Seratpengontrolan panjang seratdalam proses atau sesudahproses dan pengontrolan serat-serat lainnya selain kapas. Alatyang digunakan adalah BearSorter, akan tetapi denganmenggunakan alat ini waktupengujiannya lama sedang yang Gambar 2.6
  • 39. 8 Fraksi Serat Kapas di atas Beludru2.7.2 Kekuatan SeratSerat-serat yang mempunyaikekuatan lebih tinggi, akanmenghasilkan benang dengankekuatan yang lebih tinggi.Sebaliknya serat-serat dengankekuatan rendah, akanmenghasilkan benang yangberkekuatan rendah. Dengandemikian, kekuatan seratmempunyai pengaruh langsungterhadap kekuatan benang.Kekuatan serat kapasdiasosiasikan dengan tingginyaderajat kristalinitas dan olehsebab itu serat yang kuat akanlebih kaku daripada serat yangsedang atau kurangkekuatannya. Gambar 2.7 Skema Single Fiber Strength2.7.2.1 Kekuatan Serat per Tester Helai Keterangan :Penentuan dengan cara ini 1. Jepit atasdimaksudkan untuk mengetahui 2. Jepit bawahvariasi kekuatan serat, 3. Skala kekuatanmengetahui hubungan stress 4. Skala mulurdan strain yang selanjutnya 5. Pemberatdapat diketahui sifat lain yang 6. Handel untuk menjalankanada hubungannya dengan dan memberhentikan mesinstress dan strain tersebut.Tetapi penentuan kekuatan 2.7.2.2 Kekuatan Serat perserat per helai memakan waktu Bundel (Berkas)yang lama. Alat yang digunakanSingle Fiber Strength Tester Pengujian ini dimaksudkanyang dilengkapi dengan klem untuk menentukan tenacity ataudan tempat mengencangkan Tensile Strength.klem. Cara ini sangat menguntungkan karena menghemat waktu dan tenaga disamping itu pengujian per berkas ini untuk kapas telah
  • 40. 9berkembang karena disamping yang dilengkapi dengan Klemefisien juga hasil-hasil dan tempat mengencangkanpengujiannya lebih teliti. Alat Klem.yang digunakan Pressley Tester Gambar 2.8 Skema Pressley Cotton Fibre Strength TesterKeterangan :1. Skala Kekuatan Presley2. Gerobak3. Tempat memasukkan klem serat Gambar 2.10 Klem Serat dan Kunci Pas Keterangan : 1. Klem serat 2. Kunci pas 2.7.3 Kehalusan Serat Gambar 2.9 Vise Kehalusan serat dinyatakan(tempat mengencangkan klem) dengan perbandingan antara panjang serat dengan lebarnya. Perbandingan ini harus lebih besar dari seribu. Pada suatu
  • 41. 10penampang yang tertentu, Kehalusan dari serat juga adajumlah serat-serat yang halus batasnya, karena pada seratakan lebih banyak dibandingkan yang berasal dari kapas yangjumlah serat-serat yang lebih muda akan memberikankasar. Dengan demikian ketidakrataan benang. Benangpermukaan gesekan untuk yang kurang baik karena kapasserat-serat yang halus lebih yang muda, akan menimbulkanbesar, sehingga kemungkinan nep. Alat yang digunakan untukterjadinya penggelinciran juga mengukur kehalusan seratberkurang, sehingga benang adalah Micronaire ataumakin kuat. Arealometer. Gambar 2.11 MicronaireKeterangan : 14. Manometer1. Udara masuk2. Pedal Tabel 2.1 :3. Aliran udara Penilaian Serat Kapas terhadap4. Knop pengatur tekanan Kehalusan5. Knop pengatur penunjuk6. Knop penera Microgram Kehalusan7. Kran pemasukkan udara per inch8. Master plug Dibawah 3 Sangat Halus9. Ruangan kompresi serat 3,0 – 3,9 Halus10. Manometer 4,0 – 4,9 Cukup11. Penunjuk 5,0 – 5,9 Kasar12. Plunger kompresi 6,0 ke atas Sangat Kasar13. Penyaring udara
  • 42. 112.7.4 Gesekan Permukaan panjang yang lebih banyak dan Serat relatif lebih panjang sehingga gesekan permukaan seratnyaGesekan permukaan serat juga lebih baik.mempunyai pengaruh yangbesar terhadap kekuatan 2.7.5 Kekenyalan Seratbenang. Makin bertambah baik (Elastisitas)gesekan permukaannya,kemungkinan tergelincirnya Serat yang baik harus memilikiserat yang satu dengan yang kekenyalan sehingga padalain makin berkurang, sehingga waktu serat mengalamibenangnya akan lebih kua tegangan tidak mudah putus.Serat yang halus biasanyamempunyai antihan per satuan
  • 43. 12BAB IIIBENANGBenang adalah susunan serat-serat yang teratur kearahmemanjang dengan garistengah dan jumlah antihantertentu yang diperoleh darisuatu pengolahan yang disebutpemintalan.Serat-serat yang dipergunakanuntuk membuat benang, adayang berasal dari alam dan adayang dari buatan. Serat-serattersebut ada yang mempunyai Gambar 3.1panjang terbatas (disebut Pemintalan Secara Mekanikstapel) dan ada yangmempunyai panjang tidak Keterangan :terbatas (disebut filamen). 1. InjakanBenang-benang yang dibuat 2. Kincirdari serat-serat stapel dipintal 3. Spindlesecara mekanik, sedangkan 4. Gulungan Benangbenang-benang filamen dipintalsecara kimia.Benang-benang tersebut, baikyang dibuat dari serat-seratalam maupun dari serat-seratbuatan, terdiri dari banyak seratstapel atau filamen. Hal inidimaksudkan untukmemperoleh benang yangfleksibel. Untuk benang-benangdengan garis tengah yangsama, dapat dikatakan bahwabenang yang terdiri darisejumlah serat yang halus lebih Gambar 3.2fleksibel daripada benang yang Pemintalan Secara Kimiaterdiri dari serat-serat yangkasar. Keterangan : 1. Spinnerette 2. Cairan koagulasi 3. Gulungan benang
  • 44. 133.1 Benang Menurut Panjang Benang stapel ialah benang Seratnya yang dibuat dari serat-serat stapel. Serat stapel ada yangMenurut panjang seratnya berasal dari serat alam yangbenang dapat dibagi menjadi : panjangnya terbatas dan ada• Benang Stapel yang berasal dari serat buatanAda beberapa macam benang yang dipotong-potong denganstapel antara lain : panjang tertentu.- Benang stapel pendek- Benang stapel sedang- Benang stapel panjang• Benang FilamenAda beberapa macam benangfilamen antara lain :- Benang monofilamen- Benang multifilamen- Tow Gambar 3.3- Benang stretch Benang Stapel- Benang bulk- Benang logam Benang stapel pendek ialah benang yang dibuat dari serat-3.2 Benang Menurut serat stapel yang pendek. Konstruksinya Contohnya ialah benang kapas, benang rayon dan lain-lain.Menurut kontruksinya benangdapat dibagi menjadi : Benang stapel sedang ialah- Benang tunggal benang yang dibuat dari serat-- Benang rangkap serat stapel yang panjang- Benang gintir seratnya sedang. Contohnya- Benang tali ialah benang wol, benang serat buatan.3.3 Benang Menurut Pemakaiannya Benang stapel panjang ialah benang yang dibuat dari serat-Menurut pemakaiannya benang serat stapel yang panjang.dibagi menjadi : Contohnya ialah benang rosella,- Benang lusi benang serat nenas dan lain-- Benang pakan lain.- Benang rajut- Benang sisir Benang filamen ialah benang- Benang hias yang dibuat dari serat filamen.- Benang jahit Pada umumnya benang filamen- Benang sulam berasal dari serat-serat buatan,
  • 45. 14tetapi ada juga yang berasal Benang multifilamen ialahdari serat alam. Contoh benang benang yang terdiri dari serat-filamen yang berasal dari serat serat filamen. Sebagian besaralam ialah benang sutera. benang filamen dibuat dalamBenang filamen yang berasal bentuk multifilamen.dari serat-serat buatanmisalnya :- Benang rayon yaitu benang filamen yang dibuat dari bahan dasar selulosa.- Benang nylon yaitu benang filamen yang dibuat dari bahan dasar poliamida yang berasal dari petrokimia.- Benang poliakrilik yaitu benang yang dibuat dari Gambar 3.5 bahan dasar poliakrilonitril Benang Multifilamen yang berasal dari petrokimia. Tow ialah kumpulan dari beribu- ribu serat filamen yang berasalSelain dari benang filamen, dari ratusan spinnerette menjadiserat-serat buatan tersebut satu.dapat juga dibuat menjadibenang stapel.Benang monofilamen ialahbenang yang terdiri dari satuhelai filamen saja. Benang initerutama dibuat untuk keperluankhusus, misalnya tali pancing,senar raket, sikat, jala dansebagainya. Gambar 3.6 Filamen Tow Benang stretch ialah benang filamen yang termoplastik dan mempunyai sifat mulur yang besar serta mudah kembali ke panjang semula. Gambar 3.4 Benang bulk ialah benang yang Benang Monofilamen mempunyai sifat-sifat mengembang yang besar.
  • 46. 15Benang logam. Benang filamen tunggal atau lebih yangumumnya dibuat dari serat dirangkap menjadi satu.buatan, namun disamping ituada juga yang dibuat darilogam. Benang ini telahdipergunakan beribu-ribu tahunyang lalu. Benang yang tertuadibuat dari logam mulia danbenangnya disebut lame.Keburukan dari benang ini ialah Gambar 3.9 Benang Rangkap: berat, mudah rusak danwarnanya mudah kusam. Benang gintir ialah benang yang dibuat dengan menggintir dua helai benang atau lebih bersama-sama. Biasanya arah gintiran benang gintir berlawanan dengan arah antihan benang tunggalnya. Benang yang digintir lebih kuat daripada benang tunggalnya. Gambar 3.7 Benang LogamBenang tunggal ialah benangyang terdiri dari satu helaibenang saja. Benang ini terdiridari susunan serat-serat yangdiberi antihan yang sama. Gambar 3.10 Benang Gintir Benang tali ialah benang yang dibuat dengan menggintir dua helai benang gintir atau lebih bersama-sama. Gambar 3.8 Benang TunggalBenang rangkap ialah benangyang terdiri dari dua benang Gambar 3.11 Benang Tali
  • 47. 16Benang lusi ialah benang untuk kerataan yang relatif lebih baiklusi, yang pada kain tenun daripada benang biasa.terletak memanjang kearahpanjang kain. Benang hias ialah benang-Dalam proses pembuatan kain, benang yang mempunyai corak-benang ini banyak mengalami corak atau konstruksi tertentutegangan dan gesekan. Oleh yang dimaksudkan sebagaikarena itu, benang lusi harus hiasan. Benang ini dibuat padadibuat sedemikian rupa, mesin pemintalan dengan suatusehingga mampu untuk peralatan khusus.menahan tegangan dangesekan tersebut. Untukmemperkuat benang lusi, makajumlah antihannya harus lebihbanyak atau benangnyadirangkap dan digintir. Apabilaberupa benang tunggal, makasebelum dipakai harus diperkuatterlebih dahulu melalui prosespenganjian.Benang pakan ialah benanguntuk pakan, yang pada kaintenun terletak melintang kearahlebar kain. Benang inimempunyai kekuatan yangrelatif lebih rendah daripada Gambar 3.12benang lusi. Benang HiasBenang rajut ialah benang untuk Keterangan :bahan kain rajut. Benang ini 1. Benang dasarmempunyai antihan / gintiran 2. Benang pengikatyang relatif lebih rendah 3. Benang hiasdaripada benang lusi ataubenang pakan. Benang jahit ialah benang yang dimaksudkan untuk menjahitBenang sisir ialah benang yang pakaian. Untuk pakaian tekstildalam proses pembuatannya, benang jahit ini terdiri darimelalui mesin sisir (Combing benang-benang yang digintirmachine). Nomor benang ini dan telah diputihkan atauumumnya berukuran sedang dicelup dan disempurnakanatau tinggi (Ne 1 40 keatas) dan secara khusus.mempunyai kekuatan dan
  • 48. 17 diperlukan selama proses pembuatan kain. Hal-hal yang dapat mempengaruhi kekuatan ini ialah : • Sifat-sifat bahan baku antara lain dipengaruhi oleh : - Panjang serat Makin panjang serat yang dipergunakan untuk bahan baku pembuatan benang, makin kuat benang yang dihasilkan. Gambar 3.13 Benang Jahit - Kerataan panjang serat Makin rata serat yangBenang sulam ialah benang- dipergunakan, artinya makinbenang yang dimaksudkan kecil selisih panjang antarauntuk hiasan pada kain dengan masing-masing serat, makincara penyulaman. Benang- kuat dan rata benang yangbenang ini umumnya telah dihasilkan.diberi warna, sifatnya lemas danmempunyai efek-efek yang - Kekuatan seratmenarik. Makin kuat serat yang dipergunakan, makin kuat3.4 Persyaratan Benang benang yang dihasilkan.Benang dipergunakan sebagai - Kehalusan seratbahan baku untuk membuat Makin halus serat yangbermacam-macam jenis kain dipergunakan, makin kuattermasuk bahan pakaian, tali benang yang dihasilkan.dan sebagainya. Supaya Kehalusan serat adapenggunaan pada proses batasnya, sebab pada seratselanjutnya tidak mengalami yang terlalu halus akankesulitan, maka benang harus mudah terbentuk neps yangmempunyai persyaratan- selanjutnya akanpersyaratan tertentu antara lain mempengaruhi kerataanialah : kekuatan, kemuluran dan benang serta kelancarankerataan. prosesnya.3.4.1 Kekuatan Benang • Konstruksi benang antara lain dipengaruhi oleh :Kekuatan benang diperlukan - Jumlah antihanbukan saja untuk kekuatan kain Jumlah antihan padayang dihasilkan, tetapi juga benang menentukan
  • 49. 18 kekuatan benang, baik untuk Sebaliknya benang yang terlalu benang tunggal maupun banyak mulur akan menyulitkan benang gintir. dalam proses selanjutnya. Untuk setiap pembuatan Kalau panjang benang sebelum benang tunggal, selalu ditarik = a (cm) dan panjang diberikan antihan seoptimal benang pada waktu ditarik mungkin, sehingga dapat hingga putus = b (cm), maka menghasilkan benang mulur benang tersebut = dengan kekuatan yang b−a maksimum. x 100 % . a Kalau jumlah antihan kurang Mulur pada benang dipengaruhi atau lebih dari jumlah antara lain oleh : antihan yang telah a. Kemampuan mulur dari ditentukan, maka kekuatan serat yang dipakai. benang akan menurun. b. Konstruksi dari benang.- Nomor benang 3.4.3 Kerataan Benang Jika benang-benang dibuat dari serat-serat yang Kerataan Benang stapel sangat mempunyai panjang, dipengaruhi antara lain oleh : kekuatan dan sifat-sifat serat • Kerataan panjang serat yang sama, maka benang Makin halus dan makin yang mempunyai nomor panjang seratnya, makin lebih rendah, benangnya tinggi pula kerataannya. lebih kasar dan akan mempunyai kekuatan yang lebih besar daripada benang • Halus kasarnya benang Tergantung dari kehalusan yang mempunyai nomor lebih besar. serat yang dipergunakan, makin halus benangnya makin baik kerataannya.3.4.2 Mulur BenangMulur ialah perubahan panjang • Kesalahan dalambenang akibat tarikan atau pengolahanbiasanya dinyatakan dalam Makin tidak rata panjangpersentasi terhadap panjang serat yang dipergunakan,benang. Mulur benang selain makin sulit penyetelannyamenentukan kelancaran dalam pada mesin.pengolahan benang Kesulitan pada penyetelanselanjutnya, juga menentukan ini akan mengakibatkanmutu kain yang akan dihasilkan. benang yang dihasilkanBenang yang mulurnya sedikit tidak rata.akan sering putus padapengolahan selanjutnya.
  • 50. 19• Kerataan antihan Satuan panjang Antihan yang tidak rata akan 1 inch (1”) = 2,54 cm menyebabkan benang yang 12 inches = 1 foot (1’) tidak rata pula. = 30,48 cm 36 inches = 3 feet = 1 yard• Banyaknya nep = 91.44 cm Makin banyak nep pada 120 yards = 1 lea = 109,73 m benang yaitu kelompok- 7 lea’s = 1 hank = 840 yards kelompok kecil serat yang = 768 m kusut yang disebabkan oleh pengaruh pengerjaan Satuan berat mekanik, makin tidak rata 1 grain = 64,799 miligram benang yang dihasilkan. 1 pound (1 lb) = 16 ounces Serat yang lebih muda = 7000 grains = 453,6 gram dengan sendirinya akan 1 ounce (1 oz) = 437,5 grains lebih mudah kusut dibandingkan dengan serat- Ada beberapa cara yang dipakai serat yang dewasa. untuk memberikan nomor pada benang. Beberapa negara dan3.5 Penomoran Benang beberapa cabang industri tekstil yang besar, biasanyaUntuk menyatakan kehalusan mempunyai cara-cara tersendirisuatu benang tidak dapat untuk menetapkan penomorandengan mengukur garis pada benang. Tetapi banyaktengahnya, sebab negara yang menggunakanpengukurannya diameter sangat cara-cara penomoran yangsulit. Biasanya untuk sama. Pada waktu ini, adamenyatakan kehalusan suatu bermacam-macam carabenang dinyatakan dengan penomoran benang yangperbandingan antara panjang dikenal, tetapi pada dasarnyadengan beratnya. Perbandingan dapat dibagi menjadi dua caratersebut dinamakan nomor yaitu :benang. - Penomoran benang secara tidak langsung dan3.5.1 Satuan-satuan yang - Penomoran benang secara dipergunakan langsung.Untuk mempermudah dalam 3.5.2 Penomoran Benangperhitungan, terlebih dahulu Secara Tidak Langsungharus dipelajari satuan-satuanyang biasa dipergunakan dalam Pada cara ini ditentukan bahwapenomoran benang. Adapun makin besar (kasar) benangnyasatuan-satuan tersebut adalah makin kecil nomornya, atausebagai berikut : makin kecil (halus) benangnya
  • 51. 20makin tinggi nomornya.Penomeran cara Tidak Soal 3 : Benang kapasLangsung dinyatakan sebagai panjang 8400 yards,berikut : berat 0,5 lb. Berapa Ne 1 nya ? Panjang ( P) Jawab : Panjang 1 lb benang nomor = Berat ( B) = 2 x 8400 yards = 16.800 yards =3.5.2.1 Penomoran Cara 16.800 hank = 20 Kapas (Ne 1 ) 840 hanks. Maka nomorPenomoran ini merupakan benang tersebutpenomoran benang menurut ialah Ne 1 20.cara Inggris. Cara ini biasanyadigunakan untuk penomoran Soal 4 : Benang panjang 120benang kapas, macam-macam yards, berat 25benang stapel rayon dan grains. Berapa Ne 1benang stapel sutera. Satuan nya ?panjang yang diguanakan ialah Jawab : Panjang 1 lb benanghank, sedang satuan beratnya 7000ialah pound. Ne 1 menunjukkan = x 120 yards 25berapa hanks panjang benanguntuk setiap berat 1 pound. 120 = 280 x hanksPenomeran cara Kapas 840dinyatakan sebagai berikut: 280 = = 40 hanks. Panjang ( P) dalam hank 7Ne 1 = Berat ( B) dalam pound Jadi nomor benang tersebut Ne 1 40.Contoh Soal : Soal 5 : 1 yards lap beratnyaSoal 1 : Apa artinya Ne 1 1? 14 oz. Berapa nomorJawab : Untuk setiap berat lap tersebut ? benang 1 lb, Jawab : Panjang 1 lb lap = panjangnya 1 hank, 16 16 x 1 yard = atau 1 x 840 yards. 14 14 yards =Soal 2 : Apa artinya Ne 1 20 ? 16 hank =Jawab : Untuk setiap berat 14 x 840 benang 1 lb, 0,00136. panjangnya 20 hanks atau 20 x 840 yards.
  • 52. 21 Jadi nomor lap Jawab : Panjang 1 lb benang tersebut Ne 1 = 4 x 1680 yards = 0,00136. 6.720 yards = 12 x 560 yards. Jadi3.5.2.2 Penomoran Cara nomor benang Worsted (Ne 3 ) tersebut Ne 3 12Penomoran dengan cara ini 3.5.2.3 Penomoran Cara Woldipakai untuk benang-benang (Ne 2 atau Nc)wol sisir, mohair, alpaca, untadan cashmere. Satuan panjang Penomoran dengan cara iniyang digunakan ialah 360 yards, digunakan untuk penomoransedang satuan beratnya ialah jute dan rami. Nc untuk : wol.pound. Satuan panjang yang digunakanNe 3 menunjukkan berapa kali ialah 300 yards, sedangkan560 yards panjang benang satuan beratnya ialah pound.setiap berat 1 pound. Ne 2 atau Nc menunjukkanPenomeran cara Worsted berapa kali 300 yards panjangdinyatakan sebagai berikut: benang untuk setiap berat 1 pound. P ( pjg ) dlm 560 yards Penomeran cara Wol dinyaNe 3 = takan sebagai berikut: B ( Brt ) dlm pound P ( pjg ) dlm 300 yardsContoh Soal : Ne 2 = B ( Brt ) dlm poundSoal 1 : Apa artinya Ne 3 1 ? Contoh Soal :Jawab : Untuk setiap berat 1 lb, panjangnya 1 kali 560 yards. Soal 1 : Apa artinya Ne 2 1 ? Jawab : Untuk setiap berat 1Soal 2 : Apa artinya Ne 3 26 ? lb, panjangnya 1 kali 300 yards.Jawab : Untuk setiap berat 1 lb, panjangnya 26 Soal 2 : Apa artinya Nc 25 ? kali 560 yards. Jawab : Untuk setiap berat 1 lb, panjangnya 25Soal 3 : Benang wol sisir kali 300 yards. panjang 1680 yards, beratnya ¼ Soal 3 : Benang rami panjang pound. Berapa Ne 3 3600 yards, berat 1/5 nya ?
  • 53. 22 pound. Berapa Contoh Soal : Ne 2 nya ?Jawab : Panjang 1 lb = 5 x Soal 1 : Apa artinya Nm 1 ? 3600 yards = 18.000 Jawab : Untuk setiap berat 1 yards = 60 x 300 gram panjangnya 1 yards. Jadi nomor m. benang tersebut Ne 2 Soal 2 : Apa artinya Nm 30 ? 60. Jawab : Untuk setiap berat 1 gram panjangnya 30Soal 4 : Benang wol panjang meter. 4200 yards, berat 90,72 gram. Berapa Soal 3 : Benang kapas Nc nya ? panjang 60 meter,Jawab : Berat benang = beratnya 2 gram. 90,72 Berapa Nm nya ? x 1 lb = 1/5 lb. 453,6 Jawab : Panjang 1 gram Panjang 1 lb benang benang = ½ x 60 = = 5 x 4200 yards = 30 meter. Jadi nomor 21.000 yards = 70 x benang tersebut Nm 300 yards. Jadi 30. nomor benang tersebut Nc 70. Soal 4 : nomor suatu benang kapas Nm 10.3.5.2.4 Penomoran Cara Berapa Ne 1 nya ? Metrik (Nm) Jawab : Panjang 1 gram benang = 10 m.Penomoran dengan cara ini Panjang 1 lb =digunakan untuk penomoran 453,6segala macam benang. Satuan x 10 m = 4563 1panjang yang digunakan ialahmeter, sedang satuan beratnya 4536 m = hanks =ialah gram. Nm menunjukkan 768berapa meter panjang benang 5,9 hanksuntuk setiap berat 1 gram. Jadi nomor benangPenomeran cara Metrik tersebut Ne 1 5,9.dinyatakan sebagai berikut: 3.5.2.5 Penomoran Benang Cara Perancis (Nf) P ( panjang ) dlm meter Penomoran dengan cara ini Nm = B ( Berat ) dlm gram digunakan untuk penomoran benang kapas. Satuan panjang
  • 54. 23yang digunakan ialah meter, pound. Ne 4 menunjukkansedang satuan beratnya ialah berapa kali 256 yards panjanggram. Nf menunjukkan berapa benang, untuk setiap berat 1meter panjang benang untuk pound.setiap berat ½ gram. Penomeran cara Wol GaruPenomeran cara Perancis dinyatakan sebagai berikut:dinyatakan sebagai berikut: P (dalam 256 yards ) Ne 4 = P ( panjang ) dalam meter B (dalam pound )Nf = Contoh Soal : B ( Berat ) dalam 12 gram Soal 1 : Apa artinya Ne 4 1 ?Contoh Soal : Jawab : Setiap berat 1Soal 1 : Apa artinya Nf 1 ? pound, panjangnyaJawab : Untuk setiap berat 256 yards. benang ½ gram, panjangnya 1 meter. Soal 2 : Apa artinya Ne 4 30 ?Soal 2 : Apa artinya Nf 20 ? Jawab : Setiap berat 1 poundJawab : Untuk setiap berat ½ panjangnya 30 x 256 gram panjangnya 20 yards = 7680 yards. meter. Soal 3 : Benang wol garuSoal 3 : Benang kapas panjang 2560 yards, panjangnya 40 m, beratnya ¼ pound. beratnya 1 gram. Berapa Ne 4 nya ? Berapa Nf nya ? Jawab : Panjang benangJawab : Panjang benang untuk setiap 1 pound untuk setiap berat ½ = 1/¼ pound x 2560 gram = ½ gram x 40 yards = 10.240 yards meter = 20. Jadi = 40 x 256 yards. nomornya Nf 20. Jadi nomor benang adalah Ne 4 40.3.5.2.6 Penomoran Benang Cara Wol Garu (Ne 4 ) 3.5.3 Penomoran Benang Secara LangsungPenomoran dengan cara inidigunakan untuk penomoran Cara penomoran ini kebalikanbenang wol garu dan dari cara penomoran benangsemacamnya. Satuan panjang secara tidak langsung. Padayang digunakan ialah 256 yards, cara ini makin kecil (halus)sedang satuan beratnya ialah
  • 55. 24benangnya makin rendah Soal 3 : Benang suteranomornya, sedangkan makin panjangnya 2000kasar benangnya makin tinggi meter, beratnya 30nomornya. gram. Berapa D nyaPenomeran cara Langsung ?dinyatakan sebagai berikut Jawab : Berat 9000 meter Berat ( B ) benang Nomor = 9000 Panjang ( P ) = x 30 gram 2000 = 85 gram.3.5.3.1 Penomoran Cara Jadi nomor benang Denier (D atau Td) tersebut D 85. Soal 4 : Nomor benang rayonPenomoran dengan cara ini Td 30. Berapa Nmdigunakan untuk penomoran nya ?benang-benang sutera, benang Jawab : Berat setiap 9000 mfilamen rayon dan benang = 30 gram.filamen buatan lainnya. Satuan Panjang 1 gram =berat yang digunakan ialah 1/30 x 9000 mgram, sedang satuan = 300 meter.panjangnya ialah 9000 meter. D Jadi nomor benangatau Td menunjukkan berapa tersebut Nm 300.gram berat benang untuk setiappanjang 9000 meter. 3.5.3.2 Penomoran Cara TexPenomeran cara Denier (Tex)dinyatakan sebagai berikut: Penomoran dengan cara ini digunakan untuk penomoran B (brt ) dlm gram D= segala macam benang. Satuan P ( pjg ) dlm 9000 meter berat yang digunakan ialah gram, sedangkan satuanContoh Soal : panjangnya ialah 1000 meter. Tex menunjukkan berapa gramSoal 1 : Apa artinya D 1 ? berat benang untuk setiapJawab : Untuk setiap panjang panjang 1000 meter. 9000 m, beratnya 1 Penomeran cara Tex gram. dinyatakan sebagai berikut:Soal 2 : Apa artinya Td 20 ?Jawab : Untuk setiap panjang B (brt ) dlm gram 9000 meter, beratnya Tex = P ( pjg ) dlm 1000 meter 20 gram.
  • 56. 25Contoh Soal : Penomoran dengan cara iniSoal 1 : Apa artinya Tex 1 ? digunakan untuk penomoranJawab : Untuk setiap panjang benang jute. Satuan berat yang 1000 meter, beratnya digunakan ialah pound, sedang 1 gram. satuan panjangnya ialah 14.400 yard.Soal 2 : Apa artinya Tex 30 ? Ts menunjukkan berapa poundJawab : Untuk panjang 1000 berat benang untuk setiap meter, beratnya 30 panjang 14.400 yards. gram. Penomeran cara Jute dinyatakan sebagai berikut:Soal 3 : Benang kapas panjang 2000 meter, beratnya 10 B (dalam pound ) gram. Berapa Tex Ts = P (dalam 14.400 yards ) nya ?Jawab : Berat 1000 m 1000 Contoh Soal : benang = x 10 2000 Soal 1 : Apa artinya Ts 1 ? gr = 5 gram. Jawab : Untuk setiap panjang Jadi nomor benang 14.400 yards tersebut Tex 5. beratnya 1 pound.Soal 4 : nomor suatu benang Soal 2 : Apa artinya Ts 20 ? rayon Tex 60. Jawab : Untuk setiap panjang Berapa Td nya ? 14.400 yards,Jawab : Berat 1000 m beratnya 20 pound. benang = 60 gram. Berat 9000 m Soal 3 : Benang jute panjang 9000 28.800 yards berat 6 benang = x 60 1000 pounds. Berapa Ts gr = 540 gram. nya ? Jadi nomor benang Jawab : Berat benang untuk tersebut Td 540. setiap panjang 14.400 yards =3.5.3.3 Penomoran Cara Jute (Ts) 14.400 Jadi nomor benang x 6 pounds adalah Ts 3. 28.800 = 3 pounds. Benang-benang tunggal seringkali digintir untuk
  • 57. 26memperoleh efek-efek lainnya. Panjang setiap berat 1 gr =Komposisi dari benang-benang 1 gramgintir dapat terjadi sebagai x 30 m = 12 m 2 12 gramberikut :a. Nomor dan bahan samab. Nomor tidak sama, bahan Jadi Ne 1 R = 12 samac. Bahan tidak sama tapi cara Soal 3 : Sehelai benang Td penomorannya sama 20 digintir dengand. Bahan tidak sama dan sehelai benang Td penomorannya tidak sama 30. Berapa Td RContoh Soal : nya?Soal 1 : 2 helai benang Ne 1 Jawab : Td 20 panjang 9000 m, berat 20 gram atau 40 digintir. Berapa Td 30 panjang 9000 m, berat 30 gram Ne 1 benang gintirnya? (Ne 1 R) Panjang 9000 m benang gintir, beratnya 50 gram.Jawab :Ne1 40, panjang 40 hanks, berat 1 lb. Jadi Td R = 50.Ne1 40, panjang 40 hanks, berat 1 lb.Panjang 40 hanks benang gintir,beratnya 2 lbs.Jadi Ne 1 R = 40/2 atau 20.Soal 2 : Sehelai benang Nm 20 digintir dengan sehelai benang Nm 30. Berapa Nm R nya ?Jawab :Nm 20, panjang 20 m, berat 1gram ataupanjang 30 m berat 1 ½ gram.panjang 30 m berat 1 gram.Panjang 30 m benang gintir,beratnya 2½ gr.Panjang setiap berat 1 gr = 1
  • 58. 27BAB IV Landasan kapas dibuat dariPENCAMPURAN SERAT kayu yang tebal dan kuat serta mempunyai kaki empat buah.Dalam proses pencampuranserat, ada dua macam istilahyang sering diartikan samatetapi sebenarnya masing-masing mempunyai pengertianyang berbeda. Perbedaanpengertian istilah tersebutberdasarkan jenis atau macamserat yang akan dicampur. Duaistilah dalam pencampurantersebut adalah :1. Blending Gambar 4.22. Mixing Bal Kapas dengan Jumlah Pelat Besi 64.1 Pembukaan Bungkus Bal KapasSetiap bal kapas yang datangdari gudang, tidak langsungdicampur melainkan diletakkandiatas landasan kapas yangkhusus disediakan di ruanganmixing untuk tempatpembukaan pelat pembalut balkapas. Gambar 4.3 Besi Pelepas Pelat Pembalut Kapas Gambar 4.1 Landasan Bal Kapas Gambar 4.4 Gunting Pemotong Pelat Pembalut Bal Kapas
  • 59. 28 yang kotor dipisahkan padaBesi pelepas atau gunting tempat yang telah ditentukan.pemotong pelat pembalut kapas Pembalut dari masing-masingbal kapas terdiri dari dua potong bal kapas dikumpulkan menjadibesi yang dipergunakan untuk satu dan ditimbang untukmembuka sambungan pelat mengetahui beratnya. Denganbesi pembalut dan kemudian mengurangi jumlah beratpelat-pelat pembalut ini ditarik pembalut dan bungkus ini darikeluar dari bal-bal kapas, jumlah berat yang dicatat olehsehingga bagian atas dari bal- petugas gudang, maka kitabal telah bebas dari pelat dapat mengetahui berat kapaspembalutnya. Sesudah itu yang diolah di ruangan blowing.keatas sebuah landasan kapaslainnya yang telah dirapatkan 4.2 Penyimpanan Bal Kapas diletaknya dengan landasan Ruangan Mixingkapas yang pertama,digulingkan dengan hati-hati bal Bal-bal kapas yang telah dibukakapas tadi sambil menahan itu, tidak segera diolahpembalutnya pada landasan diblowing, tetapi disimpan lebihkapas yang pertama. Kemudian dulu di ruangan mixing selamakotoran-kotoran yang melekat satu malam. Maksud daripada bal kapas itu dibersihkan. penyimpanan ini dapatApabila ini sudah selesai, maka dijelaskan sebagai berikut :dengan sebuah gerobak tarik Kelancaran proses pembukaanyang khusus dibuat untuk dan pembersihan di mesin-mengangkat landasan kapas, mesin blowing sangatmaka kapas tersebut dibawa ke dipengaruhi oleh kondisi atautempat penyimpanan yang telah sifat-sifat seratnya antara lainditentukan. Setelah sampai ialah kepadatan dan kandunganditempatnya lalu ditulis merek air.dari kapas tersebut pada salah Kapas yang baru saja dibukasatu kayu pinggiran dari masih dalam kondisi yang padatlandasan kapas. sekali sehingga sukar untukPemasangan merek ini adalah dibuka dan dibersihkan apabilaperlu sekali untuk memudahkan kapas tersebut langsungpenyusunan bal-bal kapas di disuapkan ke mesin blowing.ruangan blowing. Selanjutnya Disamping itu kandungan airnyapembalut yang telah dilepas tadi mungkin tidak sesuai dengandibawa ke ruangan tempat standar yang ditentukan.limbah dan kapas-kapas yang Untuk mengatasi kesulitan-melekat pada pembalut tersebut kesulitan tersebut diatas, makadilepaskan dan dikumpulkan. setelah bal kapas dibuka,Kapas yang baik dan bersih pembalut dan pembungkusnyadibawa ke ruangan blowing dan kemudian disimpan dan
  • 60. 29dibiarkan mengembang dengan Misalnya kita akan membuatsendirinya selama satu malam. benang campuran antara seratSerat kapas yang kering akan polyester dan serat kapaskehilangan sebagian dari dengan perbandingan 65 %kekuatannya, sehingga kalau Polyester dan 35 % kapas,diolah dalam keadaan demikian, maka sebelum prosesserat-serat yang panjang akan dikerjakan kita sudah dapatmudah putus didalam mesin. meramalkan benang campuranHal ini tidak akan kelihatan yang akan dihasilkandengan mata, tetapi akan diharapkan akan mempunyaiterbukti dari hasil pengujian, sifat-sifat antara lain :bahwa Persentase serat pendek - lebih kuatbertambah tinggi, sehingga - lebih ratakekuatan benang menjadi - tahan kusut dan lain-lainberkurang. Sebaliknya jika Syarat-syarat yang perlupenyimpanan ini terlalu lama, diperhatikan dalam blending iniyang akan mengakibatkan antara lain adalah :kurang baik, karena seringkali - panjang seratterjadi bagian atas dari bal-bal - kehalusan seratkapas itu menjadi terlalu - kekuatan dan mulur seratlembab. - Persentase perbandinganKalau lantai ruangan mixingjuga tidak kering, maka bagian Jadi yang diartikan denganbawah juga akan menjadi terlalu blending dalam pemintalan ialahlembab. Kapas yang terlalu pencampuran dua macam seratlembab dapat menimbulkan atau lebih dengankesukaran-kesukaran dalam memperhatikan persyaratanpengolahannya di mesin-mesin. diatas untuk diolah menjadiOleh karena itu ruangan mixing benang dengan hasil yangharus mempunyai kondisi dapat diramalkan sebelumnyatertentu dan pergantian udara dan kalau dikemudian hari akanharus dapat berlangsung membuat benang semacam itudengan bebas. dapat dengan mudah dilaksanakan. Blending yang4.3 Blending dilakukan di pabrik pemintalan di Indonesia biasanya antara :Blending ialah pencampuran - Serat Polyester denganantara dua jenis serat atau lebih serat kapasyang sifat-sifat dan atau - Serat Polyester denganharganya berbeda, dengan serat rayontujuan untuk mendapatkan hasil - Serat kapas dengan seratbenang dengan mutu dan harga buatan lainnya.yang diinginkan.
  • 61. 30Dalam pelaksanaannya terhadap sifat-sifat fisik danblending dapat dilakukan antara mekanis lainnya perlulain pada mesin-mesin blowing, diperhatikan.carding dan drawing. Dari Dari uraian tersebut diatas,beberapa cara tersebut yang dapat disimpulkan bahwabanyak dipakai ialah blending dengan adanya berbagaiyang dilakukan pada mesin macam perbedaan sifat-sifatdrawing dan dalam beberapa serat, maka sukar sekali untukhal juga dilakukan di mesin menentukan kondisi pengolahanblowing. yang sesuai, misalnya besarnyaBlending yang dilakukan di setting dan pukulan, kekuatanmesin Blowing mempunyai hisapan udara, kelembaban dankelemahan-kelemahan antara sebagainya. Dengan demikianlain disebabkan karena adanya blending pada mesin blowingperbedaan panjang serat, biasanya hanya dilakukanjumlah kotoran, berat jenis, apabila terdapat beberapasifat-sifat fisik dan mekanis persamaan sifat dari serat-seratlainnya antara serat polyester yang dicampurkan, misalnyadan serat kapas. Panjang serat, serat polyester dan serat rayon.jumlah kotoran yang berbeda Blending pada mesin drawingseharusnya memerlukan setting biasanya dilakukan dengan caradan tingkat pembukaan yang mengatur perbandinganberbeda-beda. Serat-serat yang rangkapan dan susunan sliverberat jenisnya lebih kecil yang disuapkan pada mesinkemungkinan besar akan drawing passage pertama.terhisap lebih dahulu Dengan cara tersebut, makadibandingkan dengan serat- Persentase campuran yangserat yang berat jenisnya lebih diinginkan dapat dicapai.besar, sehingga blending yang Perbandingan Persentasediharapkan mungkin tidak dapat campuran yang lazim digunakantercapai. Demikian pula adalah sebagai berikut : Tabel 4.1 : Macam-Macam Perbandingan Persentase Campuran Perbandingan Persentase No. Macam campuran serat campuran 1. Polyester / kapas 65 % / 35 % 2. Polyester / rayon 65 % / 35 % 3. Kapas / rayon 80 % / 20 % 4. Polyacrilic / kapas 55 % / 45 % 5. Polyester / wol 55 % / 45 % 6. Kapas / kapas Tidak tertentu
  • 62. 314.4 Mixing Bale Breaker). Kemudian dari setiap bal kapas diambilTujuan dari mixing di pemintalan segumpal demi segumpalialah untuk mengurangi dengan tangan dan ditaruhketidakrataan hasil benangnya. diatas feed lattice, selanjutnyaMixing biasanya dilakukan terus masuk kedalam mesinterhadap serat-serat yang Hoppe Bale Breaker.sejenis. Biasanya kapas yang Walaupun antar blending dandatang, walaupun spesifikasi mixing pada hakekatnyatelah ditetapkan dalam mengandung pengertian yangpemintalan, namun dalam berbeda, dalam pengertiankenyataannya sukar dipenuhi, sehari-hari sering dicampurmungkin disebabkan jumlah adukkan. Blending sering diberipersediaan sangat terbatas. pengertian apabila percampuranAdakalanya walaupun grade dilakukan terhadap jenis seratdan panjang staple sama dalam yang berbeda, sedangspesifikasinya, namun karena percampuran beberapa macamberasal dari berbagai daerah serat kapas untuk tujuan-tujuanyang kondisinya tidak sama, tertentu dipatal-patal dimaka dimungkinkan adanya Indonesia seringkali digunakanperbedaan sifat antar kapas. istilah mixing.Agar supaya hasil produksi Berikut ini diberikan contohbenang yang berasal dari blending yang pernahkapas-kapas tersebut dapat dilaksanakan dan mungkindijamin kesamaannya, maka dapat dipergunakan sebagaiperlu dilakukan mixing. pedoman.Mixing dapat dilakukan dengan Blending/mixing benang 20 sberbagai macam cara, antara - Kapas M 15/16” = 50 %lain : Kapas SM 15/16” = 50 %- Pencampuran di lantai (floor - Kapas M 15/16” = 70 % mixing). Kapas SM 15/16” = 30 %- Pencampuran dalam - Kapas M 15/16” = 50 % ruangan (bin mixing). Kapas SM 15/16” = 20 %- Pencampuran selama Kapas M 1” = 15 % penyuapan. Kapas SMI 1” = 15 % - Kapas M 15/16” = 80 %Dari berbagai macam cara Kapas SM 15/16” = 20 %tersebut diatas, yang banyakdigunakan ialah pencampuran Percampuran-percampuranselama penyuapan. tersebut diatas didasarkan atasPada cara ini, biasanya pertimbangan-pertimbangandisediakan ± 24 bal kapas yang teknis, dengan tujuan untukdisusun sekeliling feed lattice memperlancar jalannyadari mesin pembuka (Hopper
  • 63. 32produksi dan mengurangi putusbenang di mesin Ring Spinningsehingga produksi dapatmeningkat dan mutu benangyang dihasilkan masihmemenuhi standar. Disampingpertimbangan teknis,pertimbangan ekonomis jugaperlu mendapat perhatian.
  • 64. 33BAB V Alat ini terdiri dari suatu spindel yang dapat diputar melalui rodaPROSES PEMBUATAN pemutar spindel (1). Pada ujungBENANG spindel tersebut diterapkan flyer (2), sehingga bila spindel berPada penjelasan terdahulu, putar, maka flyer juga turut bertelah diuraikan mengenai prinsip putar. Bobin (3) dimana porospembuatan benang yang spindel dimasukkan, dapat berumumnya digunakan sejak putar bebas dan dapat diputarjaman dahulu sampai sekarang tersendiri melalui roda pemutaryaitu terdiri dari proses-proses bobin (4). Waktu proses berlangperegangan serat, pemberian sung, kelompok serat melaluiantihan dan penggulungan yang puncak flyer, keluar melalui lukeseluruhannya disebut proses bang saluran benang (6) secarapemintalan. radial, lalu dibelitkan melalui kaitSelain itu telah dijelaskan pula pengantar benang (5) dari sabahwa proses pemintalan yang yap flyer ke bobin (3) untuksesungguhnya, baru dilakukan digulung. Bobin dan flyer ber pusetelah serat-serat mengalami tar sama arah nya tetapi bobinproses-proses pendahuluan lebih cepat, sehingga terjadimisalnya pembersihan, penggulungan. Sedangkan pupenguraian serat dari taran flyer dipakai untuk memgumpalan-gumpalan dan lain- berikan antihan pada benang.lain.Dahulu, pembersihan danpenguraian serat hanyadilakukan menggunakantangan, akan tetapi sekarangsudah menggunakan mesin-mesin yang macamnyatergantung dari pada jenis seratyang digunakan.Untuk mempelajari macam-macam mesin yang digunakan,perlu diketahui sistem yangdigunakan pada proses pintal. Gambar 5.1Sistem-sistem itu antara lain Sistem Pintal Flyerialah : 1. Roda Pemutar Spindel5.1 Sistem Pintal Flyer 2. Flyer 3. BobinPrinsip cara ini seperti terlihat 4. Roda Pemutar Bobinpada gambar 5.1. 5. Kait Pengantar Benang 6. Lubang Saluran Benang
  • 65. 34Sistem ini digunakan untukmemintal serat-serat panjangseperti flax, henep, wol yangpanjang dan sebagainya.Dalam pembuatan benangkapas, biasanya mesin rovingsebelum mesin pintal benangyang sesungguhnya.5.2 Sistem Pintal MuleSistem pintal mule inimenggunakan prinsip sepertipembuatan benang dengankincir. Kalau pada pembuatanbenang dengan kincir Gambar 5.2peregangan serat-serat dan Sistem Pintal Cappenggulungan benangdilakukan dengan menjauhkan Keterangan :tangan yang memegang 1. Cap atau topigumpalan serat dan 2. Spindelmendekatkan pada spindel 3. Leher Spindelpada waktu penggulungan 4. Roda Pemutar Benangbenang, tetapi pada proses 5. Bobindengan sistem mule, spindelnyayang digerakkan dan Cap atau topi yang berbentukmendekatkan pada waktu seperti bel (1) yang dapatpenggulungan. Sistem ini diletakkan pada ujung spindelbanyak digunakan untuk (2). Karena poros bobinmembuat benang dari wol yang menyelubungi spindel, makakasar sampai yang halus. bobin dapat diputar walaupun spindelnya diam.5.3 Sistem Pintal Cap Pada spindel diterapkan leher 3 yang dilekatkan pada roda 4Untuk mempelajari prinsip ini dimana terdapat bobin 5,dapat diikuti pada gambar 5.2 : sehingga roda 4, leher 3 danAlat ini terdiri dari : bobin dapat berputar bersama- sama. Benang yang berasal dari rol depan melalui pengantar digulungkan pada bobin 5 dengan bergeser pada bobin Cap 1. Karena terjadi gesekan antara benang dan bibir Cap,
  • 66. 35maka dengan berputarnya selanjutnya digulung ke bobinbobin, benang dapat tergulung. yang lebih dahulu melaluiBibir Cap berfungsi sebagai traveller (5). Karena bobinpengantar benang. Putaran berputar maka traveller turutbenang mengelilingi bibir Cap, berputar mengelilingi bibir ring.menghasilkan putaran atau Oleh sebab traveller mengalamiantihan pada benang. Sistem in gesekan, maka putaran bobinbanyak digunakan pada lebih cepat dari pada traveller,pembuatan benang dari wol. sehingga terjadilah penggulungan benang pada5.4 Sistem Pintal Ring bobin dan bersamaan dengan itu putaran traveller memberikanSistem ini yang paling banyak antihan pada benang.digunakan untuk pembuatanbenang.Di Indonesia hampir semuapabrik penghasil benangmenggunakan sistem ini.Dipakai terutama untuk serat-serat yang relatif pendek,terutama serat kapas.Prinsipnya dapat diikuti padagambar 5.3.Spindel (1) diputar melalui pita.Bobin (4) yang berlubang dapatdimasukkan ke spindelsedemikian, sehingga kalauspindel berputar bobin turut pula Gambar 5.3berputar. Melingkari bobin Sistem Pintal Ringtersebut terdapat ring (3) yangterletak pada landasan ring (2) Keterangan :yang dapat naik turun. Pada 1. Spindelbibir ring dimasukkan semacam 2. Landasan Ringcincin kecil berbentuk “C” yang 3. Ringdisebut traveller (5) dan 4. Bobinberfungsi sebagai pengantar 5. Travellerbenang selama penggulungan. 6. Pengantar benangAgar benang tidak mengenai 7. Pemisahujung spindel selama dipintal,maka diatas spindel dipasang Dasar-dasar perhitunganpengantar benang (6) yang mengenai jumlah antihan, arahberbentuk seperti ekor babi. antihan dan hal-hal yangBenang dari rol depan melalui berhubungan denganpengantar benang (6)
  • 67. 36pemintalan ini akan diuraikan 6. Saluranpada bab tersendiri. 7. Rol pelepas 8. Rol penggulung5.5 Sistem Pintal Open-end Bahan berupa sliver masukSistem pintal Open-end adalah melalui corong (1), diambil olehcara pembuatan benang dimana rol penyuap (2), dimasukkan kebahan baku setelah mengalami daerah penggarukan.peregangan seolah-olah Oleh rol pengurai (3) serat-seratterputus (terurai kembali) diuraikan.sebelum menjadi benang. Selanjutnya melalui pipa (4)Berbeda dengan sistem yang disalurkan ke rotor (5).diuraikan terdahulu, maka pada Oleh rotor (5), seratsistem ini pemberian antihan dikumpulkan sepanjang suduttidak menggunakan putaran bagian dalam rotor, kemudianspindel tetapi dengan cara lain serat-serat masuk ke saluran (6)yaitu dengan menggunakan dimana susunan serat-seratgaya aerodinamik yang tersebut sudah menjadi benangdihasilkan oleh putaran rotor. yang antihannya ditentukan olehSalah satu prinsip pemintalan rotor tersebut.Open-end dapat dilihat pada Oleh perbedaan putaran rotorgambar 5.4 : dengan kecepatan tarikan rol pelepas (7), maka terjadilah antihan dan penggulungan. Dari rol pelepas (7) benang digulung pada bobin di atas rol penggulung (8). Dengan sistem ini produksinya jauh lebih tinggi dari pada sistem-sistem lain. Bahan baku dalam proses pembuatan benang adalah serat dan melalui proses pembukaan, pembersihan, peregangan dan Gambar 5.4 pemberian antihan terbentuklah Sistem Pintal Open-end benang. Ditinjau dari panjang serat yangKeterangan : digunakan maka cara1. Corong pembuatan benang digolongkan2. Rol penyuap menjadi tiga sistem, yaitu :3. Rol pengurai - Pembuatan Benang Sistem4. Pipa Serat Pendek5. Rotor - Pembuatan Benang Sistem Serat Sedang
  • 68. 37- Pembuatan Benang Sistem - Cara memintal dengan Serat Panjang regangan tinggi. - Cara memintal dengan regangan sangat tinggi.5.6 Pembuatan Benang 5.6.1 Cara memintal dengan Kapas regangan biasa (ordinary draft spinning system)Ditinjau dari segi besarnyaregangan atau urutan proses Biasanya digunakan untukmaka cara pembuatan benang membuat benang yang haluskapas ada beberapa macam, yaitu benang Ne 1 30 sampaiyaitu : dengan Ne 1 150.- Cara memintal dengan Urutan proses dapat regangan biasa. digambarkan sebagai berikut : Bal Kapas Blowing & Picking Carding Drawing III Drawing II Drawing I Slubbing Intermediate Roving Winding Spinning Jack Gambar 5.5 Urutan Proses Ordinary Draft SystemPada urutan proses diatas, benang yang akan dihasilkanterdapat tiga tahap pengerjaan mempunyai kerataan yang baik.di mesin drawing, hal ini Karena kurang efisienbertujuan untuk mendapatkan penggunaan sistem ini sekarangpersentase campuran yang jarang dijumpai lagi.lebih baik.Sedangkan proses yang dimulai 5.6.2 Cara Memintal dengandari mesin Slubbing, Regangan Tinggi (HighIntermediate, Roving dan Jack Draft Spinning System)bertujuan untuk memberikanregangan pada sliver / roving Cara ini banyak dijumpai disecara bertahap, sehingga pabrik pemintalan kapas di
  • 69. 38Indonesia. Urutan proses dapatdigambarkan sebagai berikut : Bal Kapas Blowing & Picking Carding Roving Drawing II Drawing I Spinning Winding Gambar 5.6 Urutan Proses High Draft SystemPerbedaannya adalah terdapat 5.6.3 Cara Memintal dengandua tahap proses di mesin Regangan yangDrawing dan satu tahap proses Sangat Tinggi (Superdi mesin flyer atau yang biasa High Draft Spinningdisebut simplex. Walaupun System)jumlah mesinnya lebih sedikitnamun dapat menghasilkan Cara ini juga banyak dijumpai dibenang yang nomornya sama Indonesia, dengan urutandan tingkat kerataan benang proses sebagai berikut :yang baik, karena konstruksimesin yang sudah lebih baik. Bal Kapas Blowing & Picking Carding Spinning Drawing II Drawing I Winding Gambar 5.7 Urutan Proses Super High Draft System
  • 70. 39Urutan proses system super peralatan dan mempertinggihight draft ini sangat berbeda kecepatan dan penggunaandengan urutan proses yang lain. tenaga kerja sedikit mungkin. Pada saat ini telah dibuatPerkembangan selanjutnya System Hock, yaitu kapas yangmerupakan bagaimana usaha telah selesai diproses di mesinuntuk memperbesar produksi Blowing tidak digulung menjadidengan biaya yang sekecil- lap, melainkan langsung kekecilnya. mesin Carding sampai dilayaniDengan memperbaiki oleh pekerja lagi. Dengankonstruksi, menambah urutan proses sebagai berikut : Bal Kapas Blowing & Picking Carding Roving Drawing II Drawing I Spinning Winding Gambar 5.8 Urutan Proses Hock SystemDisamping cara tersebut diatas Pada proses pembuatandewasa ini telah dikenal juga benang garu, kapas setelahsistem baru yaitu Continous melaui proses di mesin CardingAutomatic Spinning System. terus dikerjakan di mesinPada cara ini mesin Blowing, drawing seperti urutan prosesCarding dan Drawing yang telah diuraikan diatas,dirangkaikan menjadi satu sedangkan pada prosessehingga dengan demikian pembuatan benang sisir, kapasdapat mengurangi penggunaan setelah melalui proses di mesintenaga kerja. Carding harus melalui proses di mesin Drawing.5.6.4 Pembuatan Benang Sisir Pada mesin Combing terjadi (Combed Yarn) proses penyisipan untuk memisahkan serat-serat pendekDipasaran dikenal dua macam yang biasanya berkisar antarabenang kapas yaitu : benang 12 % sampai dengan 18 %garu (Carded Yarn) dan benang (sesuai kebutuhan) untuksisir (Combed Yarn). dibuang sebagai comber noil.. Benang Combing biasanya
  • 71. 40untuk keperluan kain rajut, Urutan proses pembutanbenang jahit atau kain yang benang sisir dapat digambarkanbermutu tinggi. sebagai berikut : Bal Kapas Blowing & Picking Carding Combing Super Lap Pre Carding Drawing Drawing II Roving Winding Spinning Gambar 5.9 Urutan Proses Combed Yarn
  • 72. 41 Bal Kapas Blowing & Picking Carding Drawing I & II WindingDoubling Doubling Twisting Twisting Winding WindingHank Reeling Hank Reeling Bundling Bundling Baling Baling Packing Packing A B C Gambar 5.10 Urutan Proses Pembuatan Benang Tunggal dan Benang Gintir
  • 73. 42Keterangan : mempunyai ciri-ciri yang khususA. Benang gintir dalam bentuk pula, antara lain : untaian yang di bal - Benangnya kasar danB. Benang tunggal dan benang empuk gintir dalam bentuk - Letak untaian serat-serat gulungan cones yang membentuk benangC. Benang tunggal dalam tidak teratur bentuk untaian yang di bal - Mengkeret besar dan elastisitas rendah5.7 Pembuatan Benang Wol - Bahan baku serat wol rendah berasal dari macam-5.7.1 Sistem Pembuatan macam limbah serat, limbah Benang Wol Garu benang atau limbah kain, (Woolen Spinning) yang kemudian digaru dan kadang dicampur denganSistem pemintalan Woolen serat-serat kain (misalnyaberbeda bengan sistem serat sintetis).pemintalan lainnya dan Urutan proses pemintalan benang wol garu : Bahan Baku Serat Wol Penyortiran Pembukaan & Pembersihan (Opening & Cleaning) Pencucian (Washing) Pengeringan (Drying) Karbonisasi (Carbonization) Penggarukan / Penguraian (Tearing into Fiber) Pencampuran & Peminyakan (Mixing & Oiling) Ring Spinning Gambar 5.11 Urutan Proses Pemintalan Benang Wol Garu
  • 74. 43Keterangan : hanya dilakukan pada bahan Sortir benang wol garu. Bertujuan untuk memisah kan setiap jenis bahan Carbonization menurut klasifikasi tertentu Bertujuan untuk : agar mendapatkan kwalitas - Memisahkan hasil tembahan bahan yang sama. noil, limbah benang dan serat-serat lain yang Opening dan Cleaning mungkin tercampur, seperti Bertujuan untuk : serat kapas, serat sintetis.- pembukaan setelah pence - Memisahkan kotoran-kotor lupan an yang menempel pada- pembukaan persiapan sebe serat wol antara lain kulit, lum pencampuran biji, ranting yang berasal dari- pembukaan bahan sebelum senyawa selulosa. pencucian Proses karbonisasi dapat- pembersihan carbon setelah menggunakan larutan asam proses carbonization sulfat (wol carbonization).- pembersihan kotoran-kotor an Tearing into Fiber Bertujuan untuk Washing menguraikan serat-serat Bertujuan untuk menjadi bentuk yang dapat membersihkan kotoran- dipintal yang berasal dari kotoran serta minyak-minyak bahan baku yang berupa yang menempel pada serat limbah benang maupun wol dan dikerjakan pada limbah kain. Agar tidak larutan sabun atau soda terlalu banyak serat yang pada suhu 40 selama 6 putus-putus, biasanya terle jam. bih dahulu diadakan pemi nyakan terhadap bahan Drying baku yang akan disiapkan. Proses yang dilakukan Jenis mesin yang digunakan pada : adalah :- pengeringan yang dilakukan - Rag Machine terhadap bahan yang telah Dalam proses ini bahan mengalami proses pencuci yang berasal dari limbah an dan karbonisasi sehingga kain diuraikan dalam bentuk kadar airnya tinggal 20 %. serat-serat tanpa banyak mengalami kerusakan serat- Pengeringan persiapan yang cukup berarti sehingga karbonisasi. Pengeringan ini memudahkan dalam proses berikutnya.
  • 75. 44- Garnett Machine yang pertama adaalh Mule Proses ini bertujuan agar spinning, sedangkan yang limbah benang atau bahan kedua adalah Ring Spinning. yang berasal dari mesin Rag dapat dibuka dan diuraikan. 5.7.2 Pembuatan Benang Wol- Opening Card Sisir Bagian bahan yang belum sempurna terbuka dan Prinsip dasar pemintalan sistem terurai pada proses mesin ini sama dengan sistem garnett atau bahan sebelum pemintalan kapas dan sutera. pencelupan dapat lebih Bahan baku serat wol terbuka dan terurai dengan mengalami pengaliran untuk dikerjakan pada mesin menghilangkan kotoran-kotoran, Carding. pensejajaran dan pelurusan serta pemintalan serat pendek Mixing dan Oiling sehingga diperoleh benang Bertujuan untuk : yang berkilau dan rata- mendapatkan campuran permukaannya. Umumnya yang homogen dan setiap diperlukan serat yang panjang jenis kwalitas bahan baku serta kehalusan sama. yang akan diolah. Perbedaan utama terhadap- mendapatkan jumlah sistem pemintalan kapas adalah kandungan minyak yang urutan prosesnya. Dalam hal ini merata dalam bahan. serat wol terlebih dahulu- mendapatkan harga pokok mengalami proses pengerjaan bahan baku yang rendah. secara kimiawi dengan jalan pemasakan untuk Carding menghilangkan bekas-bekas Bertujuan untuk : keringat dan kotoran lain.- menguraikan gumpalan- Selain dari pada itu jumlah gumpalan serat menjadi susunan dan jenis urutan mesin serat-serat individu. lebih banyak sistem pemintalan- mencampur setiap jenis worsted, menurut sifat bahan bahan dengan baik. bakunya dapat dibagi dalam- mendapatkan sliver yang dua cara, yaitu : rata. - Cara pemintalan Worsted Inggris (Bradford) Ring Spinning - Cara pemintalan Worsted Wolen Spinning dikenal Perancis (Continental) dengan dua cara, yaitu : Umumnya untuk serat wol- Intermitten Spinning panjang digunakan cara Inggris Machine dan untuk serat wol pendek- Continous Spinning Machine digunakan cara Perancis.
  • 76. 45 Gambar 5.12 Gambar 5.13Pengelompokan Serat Wol Pengelompokan Serat Wol Berdasarkan 3 Kelas Berdasarkan 4 KelasKeterangan : Keterangan :A. untuk 64’s A. untuk 50’sB. untuk 60’s B. untuk 56’sC. untuk pieces C. untuk 46’s D. untuk piecesUrutan proses pemintalanbenang wol sisir : Washing Sortir Bertujuan untuk Pemisahan atau menghilangkan kotoran- pengelompokkan yang kotoran serta lemak-lemak bertujuan untuk yang melekat pada serat mendapatkan kwalitas hasil wol. Pencucian dilakukan benang yang sesuai dengan menggunakan alkoli tujuannya. dan sabun. Pengelompokkan ini didasarkan atas kehalusan, Drying panjang, kekuatan, keriting Serat wol yang telah (crimp), warna serat dsb. mengalami pencucian Dan setiap lembaran yang kemudian dikeringkan agar berasal sari seekor biri-biri satu sama lain saling dikelompokkan menjadi 3 – membuka. 4 kelas (lihat gambar diatas) Oiling
  • 77. 46 Bertujuan agar serat-serat - memperbaiki kerataan pan yang telah mengalami jang serat. pengeringan tidak mudah - Memisahkan serat-serat pen patah/rusak (getas) pada dek dan kotoran yang masih serat proses caring dan juga melekat dengan jalan penyi menghidari listrik statik dan siran. serat-serat lebih lentur dan - Mensejajarkan serta melu mempunyai sifat lenting ruskan serat-serat. yang baik. Persentase peminyakan biasanya Sliver yang dihasilkan dari berkisar antara 2 – 3 % dari proses pada mesin Combing ini berat kering. lebih rata dan biasanya disebut “TOP”. Proses Combing ini Carding dapat dilakukan dengan dua Bertujuan untuk : cara, yaitu :- menguraikan gumpalan Cara Inggris dan Cara Perancis serat-serat wol yang telah Cara Perancis biasanya megalami pencucian dan digunakan untuk proses serat pengeringan menjadi serat- wol merino, sedangkan cara serat individu. Inggris adalah untuk serat wol- memisahkan serat-serat Inggris. pendek dan yang panjang Sebelum proses dilanjutkan, top serta menghilangkan yang dihasilkan dari proses kotoran-kotoran. Combing terlebih dahulu- meluruskan serta mengalami proses pencucian mensejajarkan serat. pada mesin Back Washing.- Membuat sliver atau lap. Tujuan pencucian ini adalah sebagai berikut :Jenis mesin Carding yang - menghilangkan kotoran-kodigunakan adalah Roller Card toran serat minyakberbeda dengan mesin Carding yang melekat agar didayang digunakan untuk proses patkan hasil celupan yangkapas. baik.Hasil akhir mesin Carding yang - menjaga kemungkinan terjaberupa sliver langsung dinya perubahan warna,ditampung dalam can, digulung karena adanya reaksi kimiadalam bentuk ball atau dari sisa kotoran minyak bilagulungan (ball). Hasil terjadi penyimpanan yangperangkapan web dari 8 – 10 lama.buah mesin Carding. - Top sebagai bahan sete ngah jadi yang juga Combing diperjualbelikan maka sedikit Bertujuan untuk : banyaknya harus lebih baik
  • 78. 47 kwalitasnya maupun Tujuan susunan mesin drawing kenampakkannya. serta besar nilai regangan dan jumlah rangkapan tergantung Drawing pada cara yang digunakan serta Bertujuan untuk : sifat serat wol yang diolah.- meluruskan serta lebih Hal ini biasa digunakan pada mensejajarkan letak serat- cara Inggris dan Perancis untuk serat kearah sumbu sliver. bahan serat wol yang halus dan- mengurangi ketidakrataan putih yang terdiri dari 9 sliver dengan jalan susunan. Untuk serat-serat wol perangkapan. medium terdiri dari 7 susunan,Untuk melakukan proses sedangkan untuk serat-seratdrawing tersebut, biasanya wol panjang, mohair dan laindilakukan pada mesin Gil Box. sebagainya terdiri dari 6Sesuai dengan sifat bahan baku susunan mesin drawing. Hasildan hasil benang yang akhir dari mesin drawing inidiinginkan proses drawing ini merupakan Roving.dapat dilakukan dalam Sebelum dilakukan prosesbeberapa cara, yaitu : drawing pertama-tama diadakan- Fench drawing pemilihan top. Pemilihan itu- English drawing (disebut didasarkan pada kwalitas dan juga Brag Ford System) harga top serta kwalitas benang- Anglo-Continental drawing yang akan dihasilkan.- American drawing- New English System atau Ring Spinning Raper System drawing Sama halnya dalam proses pembuatan benang kapas,French drawing digunakan pada proses di mesin Ringuntuk memproses dry top yang Spinning ini bertujuan untukberasal dari serat wol merino melaksanakan pereganganyang halus dan pendek. (drafting), penggintiranEnglish drawing digunakan (twisting) dan penggulunganuntuk memproses oil Top. (winding) terhadap rovingAnglo-Continental drawing untuk mendapatkan benangdapat digunakan untuk yang rata.memproses dry top maupun oil Karena roving dalam sistemtop. worsted spinning ada yangAmerican drawing susunannya berasal dari cara drawingsangat sederhana. Inggris (yang mempunyaiNew English System antihan) dan cara drawingmenggunakan auto leveller Perancis (yang tidaksehingga menghasikan sliver mempunyai antihan), makayang rata dan merupakan suatu mesin Ring spinning punsystem yang terbaru. disesuaikan dengan jenis
  • 79. 48 roving yang diolah. Jenis - Penanaman : Diperlukan mesin Ring spinning terdiri tanah yang lekat dan dari : tercampur pasir, karena bila- Mesin Spinning Flyer (Flyer terlalu lembab, akar-akarnya Spinning Frame) mudah menjadi rusak. Cara- Mesin Spinning Cap (Cap penanaman dengan stekan- Spinning Frame) stekan rhizjoma berbaris- Mesin Ring Spinning (Ring sejarak kira-kira 15 cm satu Spinning Frame) dengan lainnya, sedangkan- Mesin Mule Spinning (Mule jarak antar barisnya kira-kira Spinning Frame) 60 cm. Mesin Spinning Flyer, mesin spinning Cap dan mesin 5.8.2 Proses Pengolahan Ring Spinnng digunakan Bahan Baku menjadi untuk mengolah roving yang Benang berasal dari cara drawing Inggris dan menghasikan Proses pengolahan bahan baku benang yang berkilau. menjadi benang diuraikan Mesin Ring Spinning dan sebagai berikut : mesin Mule Spinning - Pertama dilakukan 2 – 4 kali digunakan untuk mengolah pemotongan per tahun : roving yang berasal dari panjang hasil pemotongan cara drawing Perancis yang pertama dan kedua kira-kira tidak mempunyai antihan 2 meter, ketiga kira-kira 1½ dan menghasilkan benang meter. yang empuk. - Pengambilan serat dari batangnya : pengelupasan5.8 Pembuatan Benang ini dilakukan dengan mesin Rami decorticator. - Penjemuran : pada sinar5.8.1 Bahan Baku matahari.- Jenis tanaman : Boehmeria - Penyikatan : dipakai Nivea termasuk tropis/sub Brushing machine. tropis. - Penyortiran : disortir sesuai Dikenal dua macam rami , dengan kwalitasnya. yaitu : rami kuning dan rami - Grade istimewa : hijau. panjangnya 90 cm, bersih Rami kuning lebih baik dari tanpa cacat, berwarna putih. jenis yang hijau, karena - Grade pertama : panjang 90 menghasilkan serat yang cm, tidak bersih sempurna. lebih lemas. - Grade kedua : panjangnya 75 – 90 cm. - Sisa : lebih pendek dari 60 cm.
  • 80. 49- Degumming : - Picking : Penyortiran serat- menghilangkan getah serat menjadi lempengan- dengan cara pemasakan lempengan (setelah dibuang dengan memakai kaustik kotoran-kotoran yang soda. Biasanya, sebelum mungkin masih melekat dimasak dilakukan padanya). pelunakan terlebih dahulu. - Spreading machine : Disini- Crushing : yaitu dilakukan peregangan dan menumbuhkan agar serat- pelurusan serat dengan seratnya terurai dan terlepas menggunakan semacam satu sama lainnya serta mesin Gill Box. menghilangkan kotoran - Setting frame : Berfungsi yang melekat padanya hampir sama dengan sambil terus menerus spreading machine yaitu disemprot dengan air. untuk lebih mensejajarkan Bahan tadi setelah itu diberi letak serat-serat serta minyak (lemak hewan) untuk menentukan ukuran memudahkan dalam proses slivernya. Pemintalan. - Drawing frame : Fungsinya- Pengeringan : Pengeringan sama dengan setting frame, pada pesemaian di udara hanya disini dilakukan terbuka. perangkapan untuk- Pelemasan : Penghalusan mengurangi ketidakrataan. sambil pencabikan - Roving frame : Disini roving (unravelling) agar serat- mulai diberi antihan serat lebih terbuka. terhadap hasil mesin Kemudian dilakukan sebelumnya serta sedikit peminyakan untuk kedua regangan sebagai persiapan kalinya dan baru diletakkan menjadi benang dengan dalam ruang kondisi nomor tertentu. (conditioning room). - Ring Spinning : Disini terjadi- Filling machine : Disini serat proses peregangan, antihan diletakkan pada permukaan dan penggulungan pada silinder, kemudian bobin, hasilnya berupa pemotongan serat-serat benang. yang terlalu panjang sehingga merupakan 5.8.3 Sifat Rami dibandingkan rumbai-rumbai. dengan Serat Kapas- Dressing machine : Disini dilakukan penyisiran dan Beberapa sifat rami perapihan sehingga didapat dibandingkan dengan serat pemisahan serat-serat kapas ialah : panjang dan pendek. - Kekuatan rami lebih besar dari pada kekuatan kapas.
  • 81. 50- Persentase mulur rami - Dalam pembuatan benang- hampir sama dengan kapas. benang campuran (Blended- Rami lebih baik dari kapas. Yarn) biasa dicampur- Persentase penambahan dengan Tetoron (Poliester) kekuatan rami dalam atau kapas. keadaan basah lebih besar - Nomor benang yang bisa dari kapas. dibuat adalah Ne 1 30’S -- Rami lebih cepat menyerap Ne 1 40’S, bahkan kadang- dari pada kapas.- Serat rami lebih kasar dari kadang untuk bahan yang serat kapas (sekitar 5 – 8 berkwalitas tinggi sampai denier). Ne 1 60’S. - Persentase campuran,5.8.4 Kegunaan Serat Rami biasanya : (a) Poliester 65 % dan ramiRami digunakan untuk bahan- 35 %bahan : topi wanita, kemeja, (b) Kapas 80 % dan rami 20saputangan, serbet, taplak meja %dan lain-lain. Komposisi / persentase campuran dapat diatur sesuai5.8.5 Pencampuran dengan dengan kegunaan barang Serat-serat lain jadinya.5.8.6 Skema Proses Pemintalan RamiSkema proses pemintalan rami ialah sebagai berikut : Bahan rami Pembukaan bal (Ball opening) Penyortiran (Separating) Pelunakan (Softening) Pemasakan (Boiling)
  • 82. 51 Penumbukan (Crushing) Pencucian (Washing) Pemerasan(Centrifugation) Peminyakan(Oil emulsion) Pengeringan (Drying) Pelemasan (Softenning) Pensejajaran (Unravelling)Pengondisian(Conditioning) Large Filling Small Filling1 st dressing 2 nd dressing Picking Serat rami pendek Serat rami sedang
  • 83. 52 Spreading Peminyakan Carding Setting Cutting Opening Drawing 2 x H. B. B. Mixing Roving 2 x Crighter opener CardingRing Spinning Combing Hopper Feeder Inter setting gill Crighton opener Roving Exhaust opener Spinning Carding Combing Drawing 2 x Roving 2 x Spinning Gambar 5.14 Skema Proses Pemintalan Rami
  • 84. 535.9 Pengolahan Benang Proses pengolahan kokon Sutera menjadi benang sutera dilaksanakan sebagai berikut :5.9.1 Bahan baku Proses persiapan. Kokon yang tidak akan menjadiSutera adalah salah satu serat bibit, dikumpulkan untukalam, yang berasal dari hewan, dimatikan kepompongnyayaitu ulat sutera. Serat dibuat agar tidak menjadi kupu-pada saat ulat sutera akan kupu yang akan menerobosberubah menjadi kepompong kokon. Bila kokon diterobos,dan kemudian ngengat. maka filamen akan rusak.Lapisan-lapisan serat-serat - Penjemuran dibawah sinarsutera pada saat proses matahari selama beberapapembuatan kokon. jam.Serat sutera merupakan satu- - Menggunakan aliran uap airsatunya serat alam yang pada ruangan yang berisiberbentuk filamen. kokon. Suhu didalamFilamen adalah serat yang ruangan kokon harus dijagakontinyu. tetap, berada antara 65°C -Pengambilan serat dilakukan 75°C. Pengerjaan dilakukandengan jalan menguraikan selama 15 – 25 menit.kokon dengan alat yang biasa Setelah dimatikandisebut mesin Reeling. kepompongnya, kemudianJenis serat sutera ada dua kokon dikeringkan dalammacam, yaitu : ruangan pengering. - Menggunakan aliran udara Cultivated silk, adalah serat panas. sutera yang dihasilkan dari Cara ini dilakukan dalam ulat sutera yang dipelihara suatu alat atau ruang dengan saksama. Pemeliha pengeringan. Suhu ruang raan dilakukan dari mulai pengering diatur mulai 50° telur ulat menetas sampai berangsur-angsur naik dengan masa pembuatan sampai dengan ± 95ºC. kokon. Pengerjaan dilakukan Wild silk, adalah serat sutera selama 20 – 30 menit. yang dihasilkan dari ulat - Menggunakan obat-obatan. sutera yang tidak dipelihara, yaitu yang memakan daun 5.9.3 Proses Pemilihan Kokon pohon oak. Kokon yang telah dimatikan5.9.2 Pengolahan Kokon kepompongnya sebelum mengalami proses, sebelumnya perlu dipilih yang dilakukan
  • 85. 54pada bagian penyortiran yang melalui pengantar, kemudianmeliputi pekerjaan : digulung pada kincir atau- Pembersihan dan haspel. pengupasan serat-serat Filamen dapat diberi sedikit bagian luar kokon. antihan agar dapat saling- Pemisahan kokon yang berpegangan satu sama besar dan kecil lainnya.- Pemisahan kokon cacat dan kotor. Setiap pekerja dapat memegang mesin Reeling5.9.4 Pembuatan Benang sampai 20 mata pintal. dengan Mesin Reeling Biasanya setiap mata pintal terdiri dari 5 – 8 buah kokon.Sebelum kokon dapat diuraikanmenjadi benang pada mesin Pada mesin Reeling otomatisreeling, terlebih dahulu harus yang dilengkapi dengan alatdimasak dengan air panas yang pencari dan penyuap filamenbersuhu ± 95ºC selama 1 – 2 secara mekanis, seorangmenit. Pemasakan ini dilakukan pekerja dapat memegang 400 –agar ujung-ujung serat-serat 600 mata pintal, denganfilamen sutera mudah dicari dan kemampuan produksi 3 – 4 kalidiuraikan pada saat reeling. mesin Reeling konvensional.Penguraian dan pencarian Serat yang dihasilkan digulungujung filamen dilakukan dengan dalam bentuk streng, kemudianperalatan sikat yang berputar- dibundel dengan ukuran beratputar pada mesin Reeling. ± 6 pound, yang disebutAir yang digunakan harus “books”. Selanjutnya books-memenuhi syarat-syarat : books ini dipak dalam bentuk- Harus bersih, jernih dan bal, yang dapat langsung bebas dari macam-macam dikapalkan. kotoran. Benang sutera tersebut setelah- Sedapat mungkin netral atau sampai di pabrik Pertenunan sedikit alkalis dengan pH atau Perajutan, sebelum 6,8 – 8,5. digunakan biasanya dilakukan- Kesadahan diantara pengerjaan-pengerjaan 8º – 10º, kesadahan persiapan, sebagai berikut : Jerman. - Penggulungan kembali pada- Sisa penguapan 0,15 – spool 0,2 gr/1. - Penggintiran dengan mesin gintirPada mesin reeling - Untuk memantapkan antihankonvensional sejumlah ujung terlebih dahulu dimasukkanfilamen dari beberapa buah kedalam kamar uap selamakokon, disatukan dan ditarik ± 30 menit
  • 86. 55- Penghilangan serisin Cara Perancis atau caraPemintalan dengan mesin Chambron dimana duaReeling dapat dilakukan dalam kelompok filamen kokondua cara, yaitu : dililitkan satu sama yang Cara Itali atau cara tavelle, lain. Kemudian lilitan dimana sekelompok filamen tersebut dipisahkan kembali kokon dipersatukan dan untuk digulung pada dua dililitkan satu sama lain kincir yang terpisah. (untuk mendapatkan benang yang rata dan daya lekat Untuk jelasnya dibawah ini yang tinggi antar filamen- digambarkan salah satu contoh filamennya). Cara ini banyak mesin Reeling Sutera. digunakan di Indonesia. Gambar 5.15 Skema Reeling SuteraKeterangan : 3. Kokon yang siap untuk1. Pemanas disuapkan2. Filamen kokon 4. Kokon yang serat-seratnya belum terurai
  • 87. 565. Larutan kimiawai sebagai teknik fermentasi pada pelunak mana ± 20% dari serisinnya6. Pengantar porselin masih terkandung dalam7. Persilangan filmen bahan sutera tersebut.8. Mata pengantar traverse Bahan sutera yang telah9. Kincir atau haspel mengalami pemasakan10. Tangan kincir angin dapat selanjutnya dikerjakan ditekuk dengan mesin-mesin yang11. Drum sama seperti, pada proses12. Ujung batang peluncur pengerjaan wol dan serat- serat staple lainnya.5.9.5 Limbah Sutera Serat-serat mengalami pengerjaan pembukaan,Limbah sutera terdiri dari : penguraian dan peregangan Limbah yang terjadi pada serta penyisiran. Kemudian saat pengerjaan pada mesin disuapkan pada mesin reeling. Roving dan mesin Ring Bagian dalam kokon yang Spinning serta Twisting. tidak berguna. Hasil benangnya disebut Limbah kokon cacat yang Spun Silk. filamennya terputus. Limbah yang terjadi pada 5.10 Pembuatan Benang saat pengerjaan Sintetik penggintiran pada mesin gintir. Serat buatan mula-mula dibuat dengan jalan percobaan (diLimbah sutera tersebut diatas Eropa pada tahun 1857).kemudian dipak dan dikirimkan Produksi secara komersilke Pabrik Pemintalan dalam dimulai pada tahun 1910 (dibentuk bal. Sebelum dikerjakan, Amerika). Jenis serat buatanlimbah ini terlebih dahulu diantaranya : rayon, asetat,dibersihkan dan dimasak poliester, acrilat dan lain-lain.(degumming) yang dapatdilakukan dengan dua 5.10.1 Pengolahan Seratcara/proses, seperti : Buatan Proses Inggris, yaitu dengan memasak atau merebusnya Proses pemintalan serat buatan dalam larutan sabun. atau serat sintetis dikenal dalam Larutan ini melarutkan tiga cara, yaitu : serisin dan menghasilkan Pemintalan basah (wet filamen halus. spinning). Proses kontinental, yaitu dengan menggunakan
  • 88. 57 Pemintalan kering atau yang terdapat pada benang. larutan (dry or solvent Setiap serat yang keluar dari spinning). lubang spinneret setelah Pemintalan leleh (melt dipadatkan segera disatukan spinning). dengan memberi antihanKetiga cara tersebut diatas pada dalam membentuk sehelaidasarnya adalah sama, karena benang filamen yangprosesnya berdasarkan atas kontinyu.tiga tingkat, yaitu : Filamen tow adalah serat Penghancuran dan pela yang dihasilkan dari rutan atau pelelehan bahan pemintalan filamen spinneret baku untuk membuat yang mempunyai lubang larutan. maksimum 3000 buah. Hasil Penyemprotan larutan yang produksi dari 100 buah dihasilkan melalui spinneret spinneret atau lebih, untuk membentuk serat. dikumpulkan menjadi satu Pemadatan serat dengan yang merupakan seutas tali jalan pembekuan, penguap yang besar, disebut filamen an atau pendinginan. tow. Filamen tow yang dihasilkanSpinneret adalah bagian tersebut kemudian dibuatperalatan yang sangat penting. keriting dan dijadikan stapelBentuk mulut pipa yang dengan jalan pemotonganberlubang-lubang kecil sekali dalam ukuran panjangdan lebih kecil dari diameter tertentu. Panjang stapelrambut manusia. Spinneret biasanya disesuaikantersebut dibuat dari pelatina dengan panjang serat kapasatau logam sejenis yang tahan atau wol. Selanjutnya stapelterhadap larutan asam dan ini di pak menjadi bentuk baltahan retak oleh larutan pada dan kemudian dibawa kesaat mengalir. pabrik pemintalan untukBentuk serat yang dihasilkan dijadikan benang (spunada tiga macam, yaitu : yarn). Sistem pemintalannyaFilamen, filamen tow dan stapel sama dengan sistem Serat filamen adalah serat pemintalan kapas yang dihasilkan dari (conventional spinning spinneret yang mempunyai system). lubang ± 350 buah atau kurang, sesuai dengan 5.10.2 Pembuatan Benang diameter benang yang dari Serat Buatan dihasilkan. Jumlah lubang spinneret Benang dalam arti yang umum menunjukkan jumlah filamen adalah untaian serat yang tidak terputus-putus.
  • 89. 58Saling berkaitan dengan antihan Benang ruwah/bulk. Untukdan diameter tertentu. mendapatkan benangBenang diklasifikasikan menjadi dengan pegangan yang: empuk (soft), maka dibuat Benang filamen (continuous benang yang tidak padat, filamen yarn), yaitu benang yang disebut benang bulk. yang berasal dari serat Benang bulk ini dapat filamen. dihasilkan dengan Benang pintal (spun yarn), memberikan sedikit atau yaitu benang yang terbuat tanpa antihan sama sekali dari serat stapel baik serat terhadap benang filamen. alam maupun buatan. Agar kelihatan sifat-sifat Benang filamen. Semua ruwahnya, maka serat benang filamen kecuali filamen tersebut dibuat sutera, dihasilkan dengan keriting atau berbentuk cara pemintalan kimiawi seperti per dengan proses (chemical spinning). thermoplastis. Hasilnya, Pemintalan kimiawi meliputi adalah benang yang proses mulai dari mengembang dan tidak penyemprotan serat dari padat, karena masing- lubang-lubang spinneret masing serat menempati sampai pada penggulungan volume yang besar. Benang benang dalam bentuk cone ruwah ini sangat cocok atau cheese. Dari untuk kain rajut, seperti penggulungan ini dapat jumper, kain Hi-Sofi dan digunakan dalam proses sebagainya. selanjutnya, seperti Benang stretch (stretch pertenunan atau perajutan. yarn). Pembuatan benang Benang filamen ada yang stretch ini pada hakekatnya diberi antihan dan ada yang sama saja prinsipnya tidak. Untuk dapat lebih dengan benang ruwah. menyempurnakan sifat- Hanya saja struktur masing- sifatnya, (sesuai dengan masing filamen dibuat kegunaannya) dilakukan sedemikian rupa sehingga suatu proses sehingga letak dapat berfungsi seperti per, setiap individu filamen tidak misalnya dengan dibuat lagi dalam keadaan teratur, keriting atau dibentuk seperti melainkan tidak beraturan helix. Dengan demikian, dan hasilnya disebut apabila ditarik akan mudah texturized filament yarns. mulur dan apabila tarikan Texturized yarns dikenal dua dilepaskan akan kembali ke macam : panjang semula. Ada beberapa cara yang dapat dipakai untuk pembuatan
  • 90. 59benang stretch. Salah satu - Proses dari tow menjadi topdiantaranya ialah apa yang (two to top system)kita kenal dengan twist- Pada proses ini pengerjaan towuntwist methode, yaitu menjadi benang stapeldengan menggunakan dilakukan denganmesin false-twister. Prinsip menggunakan mesin turbocara ini ialah benang filamen Stapler atau mesin Pasificdiberi antihan yang tinggi, Conventer. Pada mesin inikemudian dimantapkan serat-serat filamen dari towantihannya dengan dipotong-potong menurutpemanasan. Karena sifat panjang yang diinginkan,thermoplastis dari serat dengan menggunakan pisausintetis, maka setelah yang sangat tajam. Selanjutnyapemanasan masing-masing ditampung, dikumpulkanserat akan tetap mempunyai menjadi bentuk sliver yang telahstruktur seperti helix, sedikit mengalami pereganganmeskipun antihannya telah yang disebut top. Untukdibuka. Akibatnya benang membuat benang, top iniakan mengembang dan selanjutnya di proses padamempunyai kemampuan mesin drawing, roving danmulur yang besar. spinning.Benang strecth ini lazim - Proses dari tow langsungdigunakan untuk kaos kaki menjadi benang (tow toatau kain-kain rajut lain yang yarn system).kemampuan mulur adalah Dalam proses ini pengerjaanyang diutamakan. Biasanya benang filamen dari towdipakai serat nylon langsung menjadi benang stapelpoliakrilat dan sebagainya. dapat dilakukan dengan menggunakan mesin Purlock. Pada mesin ini serat-serat filamen dari tow dilewatkan pada suatu sistem peregangan sehingga serat-serat filamen Gambar 5.16 putus menjadi serat stapel dan Filamen Keriting kemudian dipintal menjadi benang. 5.10.3 Benang Pintal (Spun Yarn) Gambar 5.17 Benang pintal dapat dihasilkan Filamen Helix dengan menggunakan sistem pemintalan konventional atau sistem pemintalan langsung.
  • 91. 60 dari berat bahan baku. Hal ini Sistem konventional, dimaksudkan agar benang yang umumnya dikenal sebagai dihasilkan akan mempunyai berikut : sifat-sifat yang lebih baik, antara lain ialah benang akanBlowing – Carding – Combing – mempunyai kekuatan yang tinggi tanpa mengurangi sifat– Drawing – Roving – Spinning– daya serap air yang baik. Proses pembuatan benang– Winding campuran pada prinsipnya adalah sama dengan proses Sistem pemintalan langsung pembuatan benang kapas. Sistem ini dilaksanakan Sebagai contoh, diambill dengan langsung campuran antara serat poliester memotong-motong serat dengan serat kapas. Dalam filamen sebelum dipintal pelaksanaannya, blending dapat menjadi benang. dilakukan antara lain pada mesin-mesin Blowing, Carding5.11 Pembuatan Benang dan Drawing. Campuran Dari beberapa cara tersebut yang banyak digunakan ialahDalam pembuatan benang yang pencampuran yang dilakukanmenggunakan bahan baku serat pada mesin Drawing, tetapistapel, dapat dibuat benang dalam beberapa hal,dengan satu macam jenis serat pencampuran dapat dilakukanataupun campuran dari juga pada mesin-mesin Blowing.beberapa macam jenis serat. Pencampuran yang dilakukanPencampuran serat-serat yang pada mesin Blowing mempunyaitidak sejenis (blending) dapat kelemahan-kelemahan antaraterdiri dari 2 jenis serat atau lain karena adanya perbedaanlebih. Pada umumnya, panjang serat, jumlah kotoran,pencampuran yang banyak serat jenis, sifat-sifat fisik dandilakukan adalah pencampuran mekanik antara serat poliesterdari 2 jenis serat misalnya dan serat kapas. Untuk panjangkapas dengan poliester, serat dan kotoran yangpoliester dengan rayon dan berbeda, diperlukan penyetelansebagainya. Perbandingan dan tingkat pembukaan yangcampuran serat, tergantung dari berbeda-beda.sifat benang yang diinginkan, Serat-serat yang berat jenisnyamisalnya pada pencampuran lebih kecil, kemungkinan besarpoliester dengan kapas, pada proses akan terhisap lebihmempunyai perbandingan 65% dahulu dibandingkan denganberbanding 35% diperhitungkan serat-serat yang berat jenisnya lebih besar, sehingga blending
  • 92. 61yang diharapkan kemungkinan susunan sliver yang disuapkantidak dapat tercapai. Demikian pada mesin Drawing. Denganpula terhadap sifat-sifat fisik dan cara tersebut, maka persentasemekanik lainnya harus campuran yang diinginkandiperhatikan pula. dapat dicapai.Pencampuran pada mesin Perbandingan persentaseDrawing biasanya dilakukan campuran yang lazim digunakandengan cara mengatur adalah sebagai berikut :perbandingan rangkapan dan Tabel 5.1 Macam-macam Perbandingan Persentase Campuran Perbandingan (%) No. Macam campuran serat persentase campuran 1. Poliester/kapas 65/35 2. Poliester/rayon 65/35 3. Kapas/rayon 80/20 4. Poliakrilak/kapas 55/45 5. Poliester/wol 55/45 6. Kapas/kapas Tidak tertentuAgar diperoleh hasil yang baik, perlu pula diperhatikan faktorpenyetelan mesin dan kondisi ruangan (RH).
  • 93. 625.12 Proses di Mesin Blowing Gambar 5.18 Unit Mesin-mesin Blowing
  • 94. 63Serat yang sudah didiamkan Membuat lap yang rataselama ± 24 jam diangkut ke sebagai hasil akhirruang Blowing dan disusun pengerjaan serat pada unitdisekeliling mesin Loftex mesin-mesin Blowing.Changer. Agar tujuan tersebut dapatKemudian dari masing-masing tercapai, perlu diadakanbal diambil segumpal demi penyetelan-penyetelan yangsegumpal dengan tangan dan teliti pada mesin-mesin Blowing,disuapkan diatas lattice sesuai mutu serat yangpenyuap. diproses.Pengambilan kapas diatursedemikian rupa sehingga Dibawah ini mesin-mesindapat habis dalam waktu yang Blowing model baru, antara lainbersamaan. Adapun maksud :dan tujuan pembukaan iniadalah : 5.12.1 Mesin Loftex Charger- Membantu pembukaan kapas- Menghindari kemungkinan adanya potongan-potongan besi, mur atau baut terbawa serat masuk ke mesin.- Melakukan pencampuran serat dari beberapa bal yang tersedia.Gumpalan serat terus masukkedalam mesin-mesin Blowingdan keluar berupa lap sebagaihasil akhir mesin scutcher. Gambar 5.19Tujuan proses di mesin Blowing Skema Mesin Loftex Chargeradalah : Membuka gumpalan-gumpa Keterangan : lan serat hingga menjadi 1. lembaran kapas gumpalan yang lebih kecil 2. lattice (terurai). 3. pawl penyuap (feed pawl) & Membersihkan kotoran-koto Rachet ran yang terdapat pada se 4. eksentrik / modulator / rat sewaktu serat mengalami regulator proses pembukaan. Mencampur serat yang 5.12.1.1 Proses di Mesin berasal dari beberapa serat Loftex Charger yang disuapkan. Mesin ini merupakan peralatan penyuap lembaran-lembaran
  • 95. 64serat kapas (1), yang akan 5.12.2.1 Proses di Mesinditeruskan ke mesin Hopper. Hopper FeederPada peralatan ini terdapat tigasekatan, sehingga dapat Gumpalan serat yang berasaldigunakan untuk menempatkan dari mesin Loftex Charger jatuhempat lembaran serat kapas pada lattice (3) dan diteruskanbersama-sama. Biasanya ke depan. Mesin ini samasekatan ini diisi dengan dengan Loftex Charger yanglembaran-lembaran serat kapas merupakan peralatanyang berasal dari empat bal penyuapan ke mesin berikutnya.serat.Lattice (2) pada mesin ini 5.12.2.2 Mesin Hopper Feederdigerakkan oleh peralatan Cleanerpenggerak yang sederhanadengan kecepatan yang dapatdiubah-ubah, sehingga dapatmemeriksa dengan teliti jumlahkapas yang terdapat padamesin Hopper. Dengandemikian diperoleh penyuapanyang rata.5.12.2 Mesin Hopper Feeder Gambar 5.21 Skema Mesin Hopper Feeder Cleaner Keterangan : 1. Sisir kapas 2. Apron berpaku (spike lattice) 3. Rol pengambil 5.12.2.3 Proses di Mesin Hopper Feeder Gambar 5.20 Cleaner Skema Mesin Hopper Feeder Mesin ini masih sama denganKeterangan : mesin Loftex Charger, yaitu1. Gumpalan kapas merupakan peralatan2. Pelat penahan penyuapan ke mesin berikutnya.3. Apron/lattice Kapas dibawa ke atas oleh apron berpaku (2) dan diratakan
  • 96. 65oleh sisir perata (1). Jarak Dengan demikian tingkatantara sisir perata (1) dengan pembukaan kapas dapat diaturapron berpaku (2) diatur oleh pengaturan jarak tersebut.sedemikian rupa sehingga Makin dekat penyetelanhanya gumpalan kapas yang jaraknya, makin terbukamasih besar, akan jatuh ke kapasnya, tetapi produksi perbawah oleh pukulan sisir satuan waktu makin rendah. Halperata (1). ini disebabkan karena sebagianGumpalan-gumpalan kapas besar kapas akan dipukul danyang jatuh tersebut akan kembali jatuh. Akibatmengalami proses seperti di dikembalikannya sebagian dariatas berulang kali sampai gumpalan kapas tersebut, makagumpalan menjadi kecil, terjadi proses pencampuransehingga dapat lewat melalui yang lebih baik.jarak antara sisir perata (1) Untuk mendapatkan tingkatdengan apron berpaku (2). pembukaan yang baik tanpaKemudian kapas dipukul oleh mengurangi jumlah produksi,rol pengambil (3) dan jatuh pada dapat ditempuh dengan caramesin Pre Opener Cleaner. Rol mempercepat putaran lattice.pengambil (3) berbentuk silinder Mengenai kecepatan lattice inidan dapat digunakan untuk tidak ada pedoman tertentu,mengolah serat kapas atau yang pokok adalah jarak antaraserat buatan. lattice dan Rol peratanya.5.12.2.4 Gerakan antara Permukaan BerpakuGerakan-gerakan ini dijumpaipada mesin-mesin pencabik balkapas (Hopper Bale Breaker),pembuka bal kapas (HopperBale Opener) dan mesinpenyuap (Hopper Feeder).Prinsip bekerjanya mesin-mesintersebut pada hakekatnyasama, hanya berbeda dalam halukuran paku-paku pada latticedan Rol perata.Apabila jarak Rol perataterhadap lattice makin dekat,maka gumpalan-gumpalan Gambar 5.22kapas yang lewat diantaranya Alur Gerakan antara Permukaanmakin kecil. Berpaku
  • 97. 66Pada dasarnya harus dijaga 20supaya settingnya diusahakan menjadi x 11,25 cm = 18 12,5sedekat mungkin, hanya sajaperlu diperhatikan bahwa makin cm. Apabila kecepatan ujung-dekat settingnya kemungkinan ujung paku antara titik Q dan Stimbul bahaya kebakaran makin dibagi dengan jumlah paku rolbesar. Apabila kecepatan perata perata yang lewat di titik Rdan pemukul tidak sebanding (jumlah pukulan paku per menit)peningkatannya, maka akan didapat hasil :gumpalan-gumpalan kapas 9.000 = 9 cm/paku Rol peratabesar yang relatif belum terbuka 1.000dapat lewat diantaranya Ini berarti bahwa untuk setiapmeskipun settingnya sudah kali paku rol perata melewatidekat. Hal ini dapat dijalankan titik R, maka ujung-ujung pakusebagai berikut : pada lattice antara titik Q dan SPada gambar 5.22 diatas bergerak sejauh 9 cm. Jadimisalkan kecepatan permukaan setiap paku pada lattice akanlattice berpaku dari suatu 18pembuka kapas 6.000 cm/menit mengalami = 2 kali pukulan 9dan kecepatan putaran rol oleh paku Rol perata.perata 250 rpm, sedangkan Tempat kedudukan pukulanjumlah paku pada rol perata ada tersebut tidak tepat pada titik R,4, maka setiap menit akan ada dimana setting antar ujung-paku sebanyak 4 x 250 = 1.000 ujung paku pada posisi palingbuah lewat titik R. Kecepatan dekat, sehingga terjadi dua kalipermukaan lattice antara titik P pemukulan. Apabila kecepatandan Q ialah 6.000 cm/menit, lattice ditingkatkan dua kalitetapi antara titik Q dan S tanpa mempercepat kecepatankecepatan ujung-ujung pakunya rol perata, gumpalan-gumpalan± 9.000 cm/menit karena yang besar kapas akanadanya perubahan arah paku diteruskan melewatinya, sebabyang menyebabkan jarak antar perata hanya mempunyaiujung-ujung paku bertambah kesempatan memukul sekalibesar. Kalau semula jarak antar saja.ujung paku antara titik P dan Q Usaha-usaha untuksama dengan 1,25 cm, maka memperbaiki pembukaan tanpaantara titik Q dan S menurut mempengaruhi jumlah produksiperhitungan, jarak tersebut tidak dapat dicapai hanya dengan mempercepat lattice.
  • 98. 67Mesin Pre Opener Cleaner Gambar 5.23 Skema Mesin Pre Opener CleanerKeterangan : Ketiga silinder tersebut1. Penggerak (driver) meneruskan kapas melalui pelat2. Penahan (baffles) pembersih (4) dan batang3. Silinder pemukul berpaku saringan (5). Jarak batang4. Pelat pembersih saringan dapat diatur5. Batang saringan (gridbars) sedemikian rupa sesuai dengan6. Peghisap (breather) kapas yang diolah.7. Saluran pneumatic Udara dikeluarkan dari celah (pneumatic line) sehingga dengan demikian8. Pelat penahan hisapan sebagian besar debu, serat- (air gap dis) serat yang beterbangan, dihisap, sedangkan pecahan-5.12.2.5 Proses di Pre Opener pecahan biji dan kotoran serta Cleaner limbah dapat ditampung di bawah gridbars. KemudianKapas yang berasal dari mesin kapas dikeluarkan melaluiBlending Feeder jatuh pada silinder saluran pneumatis (7)permukaan silinder pemukul dan diteruskan ke mesinyang berpaku (3) pada bagian berikutnya.yang pertama dari susunan tiga Mesin ini dapat juga digunakansilinder. Kemudian kapas untuk mengolah serat buatanditeruskan pada mesin Pre yang biasanya dalam keadaanOpener Cleaner pada ketiga yang sangat padat, tanpasilinder pemukul berpaku (3).
  • 99. 68mengakibatkan kerusakan pada celah batang jaringan (3) danseratnya. bertumpuk di under cassing.5.12.2.6 Pemisahan Kotoran di Mesin Pre Opener CleanerGumpalan serat yang jatuh kerol pemukul (1) akan langsungmendapat pukulan sehinggaterjadi proses pembukaan seratmenjadi lebih terurai karenaberat jenis kotoran (biji, batang, Gambar 5.24daun, pasir/logam) lebih berat Skema Rol Pemukul dandari pada berat jenis serat, Batang Saringanmaka cenderung akan jatuh kebawah membentur dinding- Keterangan :dinding batang saringan (2) 1. Rol Pemukul (Pined beater)untuk masuk melalui celah- 2. Batang Sarigan (Gridbars) 3. Celah Batang Saringan5.12.2.7 Gerakan Pemukul Gambar 5.25 Skema Rol Pemukul Mesin Pre Opener Cleaner
  • 100. 69Keterangan : Keterangan :1. Pelat pemisah 1. Silinder penampung2. Rol pemukul (condensor)3. Batang saringan 2. Rol pemukul / pengambilGumpalan serat yang jatuh ke 5.12.3.1 Proses di Mesinpermukaan rol pemukul (2) A Condensor atlangsung dipukul dan terlempar Cleanerke rol pemukul (2) B karena adapelat pemisah maka gumpalan Gumpalan serat yang jatuh keserat kembali jatuh pada permukaan condensor (1) akanpermukaan antara rol pemukul terhisap oleh fan sehingga(2) A dan rol pemukul (2) B. kotoran dan serat pendek akanDengan gambar diatas maka terhisap oleh fan akan masukada 2 kali proses pembukaan di melalui celah-celah condensordaerah x dan y. untuk ditampung pada air filterAgar gumpalan serat dapat condensor at cleaner.lebih terbuka ada yang Serat-serat panjang yangmenggunakan 5 buah rol menempel pada permukaanpemukul, karena akan terjadi 4 condensor akan tergaruk olehkali proses pembukaan. rol pemukul/pengambil (karena permukaan rol pemukul/5.12.3 Mesin Condensor at pengambil terbuat dari kulit) Cleaner untuk diteruskan ke mesin opener cleaner. 5.12.3.2 Pemisahan Kotoran di Mesin Condensor at Cleaner Gambar 5.26 Gambar 5.27 Skema Mesin Condensor at Skema Pemisah Kotoran Mesin Cleaner Condensor at Cleaner
  • 101. 70Keterangan : bawah gumpalan serat dan1. Batang saringan serat-serat pendek karena (Condensor) hisapan fan juga cenderung2. Saluran fan penghisap berada pada lapisan gumpalan3. Fan penghisap serat di atas permukaan condensor.Proses di mesin Condensor at Karena gerakan rol pengambilCleaner. Gumpalan serat akan akan membantu kotoran-menempel pada permukaan kotoran dan serat pendekCondensor karena hisapan fan. terhisap oleh fan melalui celah-Kotoran-kotoran berupa biji, celah condensor dan saluranbatang daun, pasir atau logam fan untuk ditampung pada aircenderung berada di bagian filter for Condensor at Cleaner.5.12.4 Mesin Opener Cleaner Gambar 5.28 Skema Mesin Opener CleanerKeterangan : 5.12.4.1 Proses di Mesin1. Gumpalan kapas Opener Cleaner2. Penggerak3. Penahan (baffles) Karena putaran pemukul maka4. Pemukul (beater) gumpalan kapas akan masuk ke5. Batang saringan (gridbars) depan secara bertahap.6. Pintu pembersih Kotoran-kotoran akan7. Penghisap (fan) berjatuhan melalui celah-celah8. Saluran pneumatis batang saringan. Kapas yang keluar dari mesin ini, kemudian
  • 102. 71diteruskan ke mesin Keterangan :Picker/Scutcher. 1. Saluran in let 2. Saluran out let5.12.4.2 Pemisahan Kotoran 3. Condensor di Mesin Opener 4. Rol pemukul Cleaner 5.12.5.1 Proses di Mesin Condensor at Picker Gumpalan kapas masuk melalui saluran in let (1) karena hisapan fan jatuh ke permukaan condensor (3). Kotoran-kotoran (batang, biji, daun, pasir, logam) akan masuk ke lubang condensor untuk ditampung pada air filter for Condensor at Picker melalui saluran out let Gambar 5.29 (2). Skema Rol Pemukul dan Sedang gumpalan kapas yang Batang Saringan masih menempel pada permukaan Condensor akanKeterangan : digaruk/diambil oleh rol pemukul1. Rol Pemukul (Pined beater) untuk disuapkan ke mesin2. Batang Saringan (Gridbars) berikutnya.3. Celah Batang Saringan 5.12.5.2 Pemisahan Kotoran5.12.5 Mesin Condensor at di Mesin Condensor Picker at Picker Gambar 5.30 Skema Mesin Condensor at Gambar 5.31 Picker Skema Pemisah Kotoran Mesin Condensor at Picker
  • 103. 72Keterangan : bawah gumpalan serat dan1. Batang saringan serat-serat pendek karena (Condensor) hisapan fan juga cenderung2. Saluran fan penghisap berada pada lapisan gumpalan3. Fan penghisap serat di atas permukaan condensor.Proses di mesin Condensor at Karena gerakan rol pengambilCleaner. Gumpalan serat akan akan membantu kotoran-menempel pada permukaan kotoran dan serat pendekCondensor karena hisapan fan. terhisap oleh fan melalui celah-Kotoran-kotoran berupa biji, celah condensor dan saluranbatang daun, pasir atau logam fan untuk ditampung pada aircenderung berada di bagian filter for Condensor at Cleaner.5.12.6 Mesin Micro Even Feeder Gambar 5.32 Skema Mesin Micro Even FeederKeterangan : 5. Pintu pengontrol isi1. Condensor 6. Apron berpaku2. Rol pemukul 7. Rol pengontrol3. Gumpalan kapas 8. Kick rol4. Rol pemukul
  • 104. 735.12.6.1 Proses di Mesin berpaku (6) dan akan diambil Micro Even Feeder oleh rol pengambil (7) untuk diteruskan ke mesin berikutnya.Gumpalan serat (3) yang Sedangkan volume kapasdiambil rol pemukul (2) dari dikendalikan oleh kick rol (8)Condensor (1) akan jatuh ke dan pintu berayun (5) yang akanpasangan rol pemukul (4) untuk menghentikan mesin bila penuhmendapatkan pukulan (proses dan menjalankan mesin kembalipembukaan) yang selanjutnya secara otomatis.akan dibawa ke atas oleh apron5.12.7 Mesin Scutcher Gambar 5.33 Skema Mesin ScutcherKeterangan : 10. Rol pembersih (stripping1. Silinder penampung rolls) (condensor) 11. Rol penggilas (calender2. Saluran penyuap rolls)3. Pemukul (beater) 12. Gulungan lap4. Pelat penaha (buffle rack) 13. Batang penggulung (lap5. Apron berpaku (spike lattice) arbor)6. Pembersih (stripper)7. Saluran penyuap8. Pemukul (beater)9. Penghisap (fan)
  • 105. 745.12.7.1 Proses di Mesin gulungan lap seperti mesin Scutcher Scutcher model lama.Dibandingkan dengan mesin 5.12.7.2 Gerakan PengaturanScutcher model lama, maka Penyuapanmesin Scutcher model baru inikonstruksinya lebih kuat. Mesin Penyuapan mesin scutcher iniini dapat digunakan untuk biasanya dilakukan oleh mesinmengolah kapas atau serat- penyuap yang ditempatkanserat buatan dengan produksi sebelumnya.yang tinggi.Bahan yang akan diolah ditarikmesin Scutcher oleh silinderpenampung (1). Penghisapnyaterpisah dan motornya dapatdigunakan untuk melayani duaatau lebih silinder penampung,apabila digunakan mesinScutcher yang lebih dari satuuntuk pembukaan danpembersihan. Penyuapannya Gambar 5.34diatur secara otomatis. Pengatur PenyuapanSilinder penampung bertugasmenampung kapas untuk Keterangan :penyuapan dengan 1. Kapasmenggunakan pelat penahan 2. Lattice penyuapyang bekerja pengatur 3. Rol penekanpenyuapan kepada pre opener 4. Pedal penekanbeater. 5. Rol penyuapPre opener beater menyuapkan 6. Daerah pemukulankapas yang sudah benar-benarterbuka pada suatu daerah Bagian-bagian yang mengaturpenyuapan yang dilengkapi penyuapan pada scutcherdengan pelat penahan yang seperti terlihat pada gambarbekerja dengan baik. 5.34 dan biasanya terdiri dariKapas dinaikkan ke atas lattice penyuap (2), rol penekandengan perantaraan apron (3) yang gunanya untukberpaku (5) untuk memperoleh memadatkan kapas, pedalhasil pencampuran yang baik. penyuap (4) yang dapatSerat-serat yang sudah rata bergerak sesuai dengan tebalsekali kemudian disuapkan ke tipisnya kapas yang disuapkandaerah pemukul yang terakhir. dan rol penyuap (5) yangSelanjutnya akan dihasilkan menyuapkan dan menjepit kapas yang disuapkan.
  • 106. 75Prinsip bekerjanya peralatan tebal kapas yang terjepit oleh roltersebut dapat diikuti pada penyuap dan pedal jugauraian dan gambar. tertentu. Bila kapas yang masuk antara Cara Bekerjanya Alat rol penyuap dan pedal Pengatur Penyuapan mempunyai tebal yang berlainan dengan tebal kapasApabila keadaan lap yang pada waktu kedudukan belt adadihasilkan itu normal maka belt ditengah-tengah, maka pedalyang menghubungkan kedua yang dapat bergerak sepertiCone drum kedudukannya timbangan itu akan bergerakharus ada ditengah-tengah dan keatas atau kebawah. Gambar 5.35 Pengatur Penyuapan (Feed Regulator)Gerakan ini diteruskan melalui menekan ujung pedal (a)b, c 1 , c 2 , c 3 , d, o dan f kebawah sehingga ujung pedalsehingga menyebabkan yang lain (b) bergerak keatasterjadinya penggeseran belt dan gerakan ini akan menarikpada cone drum sehingga rol keatas berturut-turut c 1 , c 2 , c 3 ,penyuap akan berputar lebih d dan dengan perantaraanlambat atau lebih cepat. poros (e), batang (f) akanKalau penyuapan kapas terlalu menggeserkan belt ke kiritebal, maka kapas akan sehingga cone drum (g 2 )
  • 107. 76berputar lebih lambat. terjadi sebaliknya apabila kapasPerputaran dari cone drum atas yang disuapkan terlalu tipis.akan diteruskan ke rol penyuap(h) melalui roda-roda gigi S, T 1 , Pergerakan Pedal danT 2 , dan T 3 , sehingga putaran Perpindahan Beltdari rol penyuap juga menjadi Perpisahan kedudukan ataulambat. letak belt terjadi langsung danDengan demikian maka sebanding dengan terbukanyapenyuapan kapas oleh rol atau tertutupnya gerakan pedal.penyuap juga menjadi lebihlambat. Demikian pula akan Gambar 5.36 Pergerakan Pedal dan Perpindahan BeltKeterangan : Sebagai contoh misalkan1. Kapas perbandingan tebal tipisnya2. Lattice penyuap kapas yang masuk diantara rol3. Pedal penyuap dan pedal sama4. Roda gigi dengan t = 1, maka untuk5. Rol penyuap lapisan kapas yang lebih tebal6. Roda gigi dari pada lapisan kapas yang7. Daerah pemukulan dikehendaki, harga t lebih besar8. Cone drum atas (pasif) dari 1 dan untuk lapisan kapas9. Belt yang lebih tipis, harga t harus10. Cone drum bawah (aktif) kurang dari 1 (gambar). Kalau untuk lapisan kapas yang paling tipis harga t = 0,5 dan untuk
  • 108. 77lapisan kapas yang paling tebal Dharga t = 1,5 dan panjang cone Untuk harga t = 1, maka .t= ddrum masing-masing = 25 cm,maka untuk lapisan kapas yang 20 . 1 = 0,8 dan harga ini tetapdikehendaki = 1, kedudukan belt 25pada cone drum kira-kira dan berlaku untuk harga-hargaditengah dan berada pada yang lainnya dari t = 0,5 sampaidiameter cone drum bawah t = 1,5.D = 20 cm dan pada diameter D + d = 20 + 25 = 45 cmcone drum atau d = 25 cm. D D 0,8Untuk setiap kedudukan belt x t = 0,8 atau = d d tpada cone drum agar belt selalu d xDtegang maka (D + d) harus D+d= +dselalu tetap. Dan setiap dperubahan putaran cone drum D =d( + 1) = 45 cm D datas ( ) akan berubah-ubah d 45 45berbanding terbalik dengan d = = D 0,8tebal tipisnya lapisan kapas t, 1 1 d t Dsehingga . t = tetap. Jadi 45 t d = cmkalau harga t kecil maka harga t 0,8 D D = 45 – d besar dan kalau harga t d Dari uraian diatas, maka dapat D dicari hubungan antara tebalbesar maka harga kecil. d kapas dengan putaran cone drum seperti tercantum pada tabel 5.2.
  • 109. 78 Tabel 5.2 Hubungan Antara Tebal Kapas dengan Putaran Cone Drum 45 t Ppm cone drum atas t d= D = 45 – d apabila putaran cone t 0,8 drum bawah = 1000 ppm 0,5 17,3 cm 27,7 cm 1.600 ppm 0,6 16,3 cm 25,7 cm 1.330 ppm 0,7 21,0 cm 24,0 cm 1.142 ppm 0,8 22,5 cm 22,5 cm 1.000 ppm 0,9 23,8 cm 21,2 cm 893 ppm 1,0 25,0 cm *) 20,0 cm 800 ppm 1,1 25,2 cm 18,8 cm 720 ppm 1,2 27,0 cm 18,0 cm 667 ppm 1,3 27,9 cm 17,1 cm 613 ppm 1,4 28,6 cm 16,4 cm 573 ppm 1,5 29,3 cm 15,7 cm 537 ppm*) = Kedudukan belt ada ditengah-tengah cone drum5.12.8.3 Proses Pembukaan dan Pemukulan Serat Jadi harus ada optimasi antara di Mesin Scutcher jumlah pukulan dan kerusakan serat.Untuk mendapatkan hasil Pukulan terhadap serat dapatpembukaan dan pemisahan dihitung berdasarkan pukulankotoran yang terdapat pada untuk panjang gumpalan seratkapas, maka jumlah pukulan yang disuapkan, misalnyaoleh pemukul (beater) terhadap panjang 1 inch.serat sangat menentukan. Dalam penentuan jumlah pukulan beater per inch serat,Makin banyak pukulan batang faktor-faktor yang haruspemukul terhadap serat, makin diketahui adalah :baik pula pembukaan dan - kecepatan putaran daripemisahan serat. pemukulJumlah pukulan terhadap serat, - jumlah lengan pemukuldapat mempengaruhi kerusakan - kecepatan penyuapanserat serta limbah yang terjadi.
  • 110. 79Kecepatan putaran dari penyuap dengan ujung pemukulpemukul dapat dihitung melalui = a.susunan roda gigi Scutcher, bila Serat yang dipukul oleh lengandiketahui RPM motornya. pemukul tidaklah seluruhnya,Jumlah lengan pemukul tetapi hanya bagian (f – a),bergantung dari jenis pemukul karena setelah ujung serat yang(beater) yang digunakan. terjepit oleh rol penyuap lepas,Umumnya mesin Scutcher maka serat akan segeramenggunakan pemukul yang terlemparkan akibat darimempunyai tiga lengan pukulan dari lengan pemukul.pemukul. Bila jumlah pukulan per inch =Kecepatan penyuapan dapat z·ndihitung melalui susunan roda , maka untuk bagian serat 1gigi dimulai dari RPM motor, sepanjang (f – a) inch, akanakan didapat RPM dari rol mendapat pukulan sebanyakpenyuap. Sedangkan kecepatanpenyuapan adalah sama z·n (f – a) .dengan kecepatan permukaan 1dari rol penyuapan. Bila jumlah pukulan per serat dinyatakan dengan P, maka :Misalkan putaran dari pemukul z·nper menit setelah dihitung P = (f – a) ·melalui susunan roda gigi 1adalah = n. P = jumlah pukulan per seratJumlah lengan pemukul yang f = panjang serat dalamdigunakan = z. inchKecepatan penyuapan per a = jarak antara titik jepit rolmenit = 1 inch. penyuap dengan ujungMaka jumlah pukulan per inch pemukul dalam inch z = jumlah lengan pemukul z·n n = putaran pemukul per= 1 menit 1 = kecepatan penyuapanUntuk menentukan jumlah per menit dalam inchpukulan per serat, selain faktor-faktor pada pukulan per inch,harus diketahui pula panjangserat dan jarak antara titik jepitrol penyuap dengan ujungpemukul.Pada gambar 5.37 terlihatbahwa panjang serat = f danjarak antara titik jepit rol
  • 111. 80 Kapas yang diolah di mesin Scutcher mempunyai panjang staple (f) = 1 3 8 inch. Jarak antara titik jepit rol penyuap dengan ujung pemukul (a) = 0,6 inch. Kecepatan penyuapan oleh rol penyuap per menit (1) = 60 inch. Putaran pemukul per menit (n) Gambar 5.37 = 900. Bagian Penyuapan Mesin Jumlah lengan pemukul (z) = 3. Scutcher Maka jumlah pukulan per serat (P) dapat dihitung sebagaiKeterangan : berikut :1. Apron penyuapan z·n2. Gumpalan kapas P = (f – a) ·3. Pedal 14. Rol penyuap 3 · 900 24 = (1,375 – a) ·5. Pemukul (Beater) 606. Batang saringan (Grid Bars) 24 = (1,375 – a) · 457. Silinder penampung (45 x 1,375) 24 (screen) a = 45Contoh : = 1,37 inch5.12.8.4 Pemisahan Kotoran di Mesin Scutcher Gambar 5.38 Terpisahnya Kotoran dari Serat
  • 112. 81Keterangan : K kp = gaya centrifugal yang1. Lattice diderita kapas2. Pedal pengantar kerataan3. Rol penyuap K kt = gaya centrifugal yang4. Batang saringan diderita kotoran5. Pemukul BD = berat jenis6. Silinder penampung BD kp = berat jenis kapasSeperti telah diterangkan BD kt = berat jenis kotorandimuka bahwa kapas yangkeluar dari rol penyuap terus Pada waktu pemukul berputar,mengalami pukulan pemukul maka akan timbul gayasehingga kapas menjadi centrifugal pada pemukulterbuka dan kotoran terlepas besarnya.dari kapas kemudian keluarmelalui celah-celah batang M xV 2saringan dan kapasnya K = rterlemparkan oleh pemukul danoleh adanya hisapan angin dari Gaya centrifugal yang dideritakipas yang ada dibawah silinder kapas :saringan, maka kapas akantertampung menempel padapermukaan silinder saringan. M kp x V 2 K kp =Mekanisme terjadinya rpemisahan kotoran dari kapaskemudian jatuh melalui celah- Gaya centrifugal yang dideritacelah batang saringan dapat kotoran :dijelaskan sebagai berikut :Misalkan : M kt x V 2K = gaya centrifugal K kt =r = jari-jari pemukul rM = massa, massa = volume x berat jenis Oleh karena BD kt > BD kp ,V = kecepatan keliling maka K kt > K kp pemukuln = putaran per menit dari pemukul Agar supaya kotoran dapatZ = jumlah lengan pemukul jatuh melalui celah-celah batangd = diameter pemukul saringan dan kapasnya tidakM kp = massa kapal turut terbawa, maka K kt > K anginM kt = massa kotoran > K kp . Dengan demikian besarnya aliran angin harus diatur lebih
  • 113. 82kecil dari gaya centrifugal a akotoran, tetapi lebih besar dari Q1 = . B atau P 1 = .B b bgaya centrifugal kapas. Apabila berat batang (x) dan5.12.8.5 Tekanan Rol batang penghubung (y) Penggilas diperhitungkan dan beratnya = g dan letak titik beratnya adaTekanan rol penggilas pada pada jarak c dari titik putar Fkapas terjadi oleh adanya dan tegangan pada batangpemberat V, batang (x), batangpenghubung y dan berat dari penghubung sekarang Q 2 =rol-rol penggilas itu sendiri tekanan P 2 , maka dalamseperti terlihat pada gambar. keadaan seimbang, jumlahBesarnya tekanan rol penggilas momen pada titik F juga samapada kapas dapat dihitung dengan nol.sebagai berikut : Apabila berat g . c = Q2 . bbatang (x), berat batangpenghubung (y) dan berat rol-rol g . c = Q2 . bpenggilas diabaikan, berat c c Q2 = . g atau P 2 = .gpemberat = B, jarak antara titik b bputar F dengan pemberat B Tegangan-tegangan yangadalah a, jarak antara titik putar terdapat pada batang-batange dengan titik purar F adalah b penghubung ini sama dengandan tegangan pada batang tekanan yang diberikan pada rolpenghubung Q 1 = tekanan P 1 , penggilas I.maka dalam keadaanseimbang, jumlah momen yang Q1 + Q 2 = P1 + P 2terdapat pada titik putar F = 0. a c Q=P= .B+ .gB . a - Q1 . b = 0 b b a.B c. gB . a = Q1 . b P= b
  • 114. 83 Gambar 5.39 Tekanan Rol Penggilas pada KapasKalau jumlah tegangan pada Jadi tekanan pada calender rol Ibatang-batang penghubung adalah :besarnya Q = Q 1 + Q 2 dantekanan pada rol penggilas a.B c. g 2P=2.besarnya P = P 1 + P 2 , maka : b a cP= .B+ .g atau Kita ingat bahwa rol penggilas b d itu mempunyai berat juga, a.B c. g misalkan :P= b - berat rol penggilas I = W 1 - berat rol penggilas II = W 2Sistem pemberat ini diberikandisebelah kiri kanan mesin, - berat rol penggilas III = W 3sehingga tekanan P terdapatdisebelah kiri kanan rol W1 + W 2 + W 3 = Wpenggilas I.
  • 115. 84Maka jumlah tekanan yang roda-roda gigi, batangdiberikan pada kapas yang pengulung lap dan penahan lap.melalui antara rol penggilas III Besarnya tekanan batangdan rol penggilas IV adalah penggulung pada kapas dapatsebesar. diperhitungkan sebagai berikut :T = 2P+W Apabila berat pemberat = B, a.B c. g berat batang m diabaikan, jarakT = W+2. antara titik putar T ke pemberat b = X, diameter puli S 1 , jumlah5.12.8.6 Tekanan Batang gigi-gigi perantara adalah b, a Penggulung Lap dan S 2 , Coefisien gesekan antara penahan m dan puli S 1 =Tekanan pada kapas disini u, maka jumlah momen padadilakukan oleh pemberat B, titik putar T adalah samabatang 1, penahan m, puli S 1 , dengan nol. Gambar 5.40 Tekanan Batang Penggulung Lap
  • 116. 85B.X=Q.Y = L, maka dengan demikian X jumlah tekanan batangQ = .B penggulung lap pada kapas (F) Y = 2 (P + R) + L. Tekanan pada kapas seberat FKalau G adalah tenaga yang ini dilakukan sepanjang batangtimbul karena adanya penggulung lap, sehinggaperputaran puli S 1 dan penahan tekanan kapas/cm = F/panjangm, K 1 adalah usaha yang timbul batang penggulung lap dalamkarena adanya gaya Q dan K 2 cm.adalah usaha yang disebabkan Contoh :gaya P pada S 2 maka : Bila diketahui berat batangG=u.Q penggulung = 20 kg.G . S1 = K1 . b Berat sebuah penahan lap G . S1 = 15 kg. K1 = atau Berat pemberat B = 15 kg. b Coefisien gesekan u = 0,25. u . Q . S1 Roda gigi a = 120 gigi dan K1 = b b = 40 gigi. K1 . a = K 2 . S 2 diameter brake pulley S1 a = 45 cm dan K 2 = K1 atau diameter S 2 = 9 cm S2 Jarak titik putar T ke pemberat a S1 B = 54 cm K2 = u . . .Q b S2 Jarak titik putar T ke titik gesekan Q = 6 cm a S1Atau P = u . . .B Maka : b S2 a x S1 P=u. . . .B b y S2Kalau berat penahan lap = R,maka tekanan pada salah satu 120 54 45 = 0,25 . . . . 15ujung dari batang penggulung = 40 6 9P + R. Karena tekanan pada = 506,25 kgbatang penggulung terdapatpada kedua belah ujungnya, F = 2(P + R) + Lmaka jumlah tekanannya = 2 . (506,25 + 15) + 20menjadi 2(P + R). Kalau berat = 1062,5 kgbatang penggulung lap itusendiri juga perlu Bila panjang batang penggulungdiperhitungkan dan misalnya = 90 cm, maka tekanan batang
  • 117. 86penggulung per cm kapas tekanan per inch kapas 1062,5 = 10,7 . 2,54 = 27,2 kg.= = 11,8 kg atau Tekanan batang penggulung lap 90 pada rol penggulung lap.tekanan per inch kapas = 11,8 x Semenjak lap itu digulung pada2,54 = 29,97 kg. Gesekan- batang penggulung dan ditahangesekan yang terdapat antara oleh dua penahan lap, makaroda-roda gigi dan sebagainya tekanan besi penggulung Fadalah merupakan tenaga akan terbagi dua, denganpenahan, yang berarti tekanan yang sama besar padamenambah tekanan P. Misalkan tiap-tiap rol penggulung lap.efisiensi kerja dari hubungan Apabila tekanan batangroda-roda gigi dan puli ini penggulung F tetap, maka= 90%, maka besarnya tekanan pada rol penggulung 90 akan berubah-ubah sebandingF = 2 . 506,25 +15) + 20 100 dengan membesarnya gulungan= 961,25 kg. lap.Tekanan per cm kapas Pada gambar 5.41a 961,25 menunjukkan gulungan lap= = 10,7 kg atau masih kecil dan pada gambar 90 5.41b menunjukkan gulungan lapnya yang sudah besar. Gambar 5.41 Tekanan Batang Penggulung Pada Rol Penggulung LapF = tekanan dari batang F 1 ; F 2 = tekanan pada rol penggulung penggulung lap padaf1 ; f 2 = tekanan pada rol waktu gulungan lap penggulung lap pada besar waktu gulungan lap kecil
  • 118. 87F untuk kedua-duanya adalah 5.12.9.1 Penimbangan Beratsama. Gulungan lap makin Lapbesar berarti bahwa sudutmakin kecil atau sudut makin Pengetesan berat tiap gulungbesar. lap, dilakukan denganPada gambar 5.41a, tekanan F menimbang lap-lap yangjuga terbagi dua sama besar dihasilkan dan bila ternyata menyimpang dari standard, lapyaitu f 1 dan f 2 , dan pada dikembalikan kepada Feeder.gambar 5.30b tekanan F juga Tes ini dilakukan pada setiapterbagi dua sama besar yaitu hasil doffing ditimbang danF1 ; F 2 . dicatat dalam tabel. 1 F Biasanya setiap gulungna lapSin = : f1 diberi toleransi ± 150 gram 2 2 untuk batas atas dan batas F bawah.f1 = 1 2 . sin 2 5.12.9.2 Pengujian Nomor LapDari gambar 5.41 terlihat bahwa Pengetesan ini dilakukan padamakin besar gulungan lap, setiap gulungan untuk dicarisudut makin besar pula. Nomornya dari hasilKalau makin besar, berarti perbandingan panjang 1 pemberat.harga sin makin besar Biasanya panjang gulungan lap 2 untuk setiap kali doffing telahpula sehingga harga f 1 makin ditetapkan panjangnya.kecil. Dengan demikian dapatditarik kesimpulan, bahwa 5.12.9.3 Pengujian Kerataanmakin besar gulungan lap makin Lapkecil tekanan pada rolpenggulung lapnya, begitu juga Pengetesan ini dilakukan untukkeadaan sebaliknya. mengetahui kerataan lap caranya dengan memotong-5.12.9 Pengujian Mutu Hasil motong 1 gulung lap menjadi potongan-potongan 1 yard danGulungan lap hasil mesin menimbangnya. Dari angka-Blowing perlu diuji mutunya angka berat per yard dapatyang terdiri dari uji : Nomor, diketahui rata atau tidaknya lapKerataan dan % Limbah. yang dihasilkan. Tes ini dilakukan 1 lap setiap hari.
  • 119. 885.12.9.4 Pengujian Persen roda gigi ke bagian-bagian Limbah mesin yang lain. Pergerakan-pergerakan yangPengetesan ini untuk ada hubungannya denganmengontrol besarnya limbah perhitungan-perhitungan padayang terjadi pada mesin mesin Scutcher antara lainBlowing. adalah :Tes ini dilakukan pada setiap - Pergerakan rol penyuapada pergantian bahan-bahan. - Pergerakan rol penggulung lap (lap-roll)5.12.10 Perhitungan - Pergerakan rol penggilas Regangan (calender-roll)5.12.10.1 Susunan Roda Gigi Mesin Scutcher tidak semuanya Mesin Scutcher mempunyai satu sumber gerakan yang menggerakkanPada susunan mesin Blowing, ketiga pergerakan diatas.perhitungan-perhitungan yang Ada pula yang mempunyai duadilakukan terutama pada mesin sumber gerakan.Scutcher karena mesin ini Sumber gerakan yang pertamamenghasilkan lap yang menggerakkan rol-rol penggilasmerupakan akhir dari susunan dan rol-rol lap, sedang sumbermesin Blowing. gerakan yang kedua menggerakkan rol penyuap Gerakan-gerakan yang berikut lattice penyuapnya. terdapat pada Mesin Scutcher Pergerakan Rol RenyuapSebagai contoh diambil mesin Gerakan dimulai dari motorScutcher type Sacco Lowell yang mempunyai puli sebagaiseperti terlihat pada gambar sumber gerakan.5.42. Susunan Roda Gigi Puli A dihubungan dengan puli(Gambar 5.42) gerakannya B dengan perantaraan belt.berasal dari motor listrik yang Satu poros dengan puli Bmempunyai kekuatan ± 7 PK terdapat puli C yangdengan putaran antara menggerakkan puli D dengan1200 – 1400 putaran per menit. perantaraan V – blet. PadaGerakan ini diteruskan dengan poros D terdapat cone-drum C Bperantaraan puli-puli dan roda- sebagai pemutar dan cone- drum ini.
  • 120. 89 Gambar 5.42Susunan Roda Gigi Mesin Scutcher dengan Satu Sumber Gerakan
  • 121. 90Keterangan : Secara singkat gerakan rol puli A = Ø 5 inch penyuap terjadi sebagai puli B = Ø 15 inch berikut : puli C = Ø 6 inch puli D = Ø 8 inch Puli A (motor); Puli B; Puli C; puli E = Ø 10 inch Puli D; Cone-drum C B . Cone- puli F = Ø 24 inch drum C A . Roda gigi cacing R C ;Roda gigi R 1 = 78 inch Roda gigi cacing R 1 ; Roda gigiRoda gigi R 2 = 20 inch R 2 ; Roda gigi R 3 ; dan akhirnyaRoda gigi R 3 = 55 inch rol penyuap berputar.Roda gigi R 4 = 14 inchRoda gigi R 5 = 88 inch Pergerakan Rol Penggulung Lap (Lap Roll)Roda gigi R 6 = 33 inchRoda gigi R 7 = 31 inch Puli motor A menggerakkanRoda gigi R 8 = 47 inch puli B. Poros puli B merupakan porosRoda gigi R 9 = 19 inch beater dari mesin Scutcher.Roda gigi R 10 = 20 inch Pada bagian lain dari poros ini terdapat puli E yangRoda gigi R 11 = 91 inch berhubungan dengan puli FRoda gigi R 12 = 16 inch dengan perantaraan belt.Roda gigi R 13 = 14 inch Puli F terdiri dari kopling yang dapat memisahkan gerakanRoda gigi R 14 = 29 inch antara keduanya.Roda gigi R 15 = 9 inch Apabila kopling tidak bekerja maka puli F berputar tanpaRoda gigi R 16 = 68 inch memutarkan porosnya.Roda gigi R 17 = 180 inch Sebaliknya, bila kopling bekerja, maka poros puli ikut berputar.dihubungkan dengan cone-drum Pada poros F terdapat roda gigiC A yang diputarkan dengan R 4 yang berhubungan denganperantaraan cone belt. Cone roda gigi R5. Satu porosbelt ini dapat bergeser. dengan R 5 , terdapat roda gigiSatu poros dengan cone-drumC A terdapat roda gigi R 2 yang R 6 yang berhubungan denganberhubungan dengan roda gigi roda gigi R8 denganR 3 . Pada roda gigi R 3 dipasang perantaraan roda gigi perantarapula rol penyuap. R7 .
  • 122. 91Seporos degan R 8 terdapat rol dengan roda gigi R 14 denganpenggulung lap. perantaraan roda gigi R 13 . Seporos dengan roda gigi R 14Secara singkat, pergerakan rolpenggulung lap terjadi sebagai terdapat roda gigi R 16 yangberikut : berhubungan dengan roda gigi R 17 . Satu poros dengan R 17Puli A (motor); Puli B; Puli E; terdapat screen (silinderPuli F; Roda gigi R 4 ; Roda gigi saringan) yang berhubunganR 5 ; Roda gigi R 6 ; Roda gigi dengan screen yang lainR 7 ; Roda gigi R 8 ; dan akhirnya dengan perantaraan roda gigi. Secara singkat pergerakan rol-lap roll. rol penggilas dapat diikuti sebagai berikut : Pergerakan Rol Penggilas (Calender-Roll) Puli motor A. Puli B; Puli E; Puli F; Roda gigi R 4 ; Roda gigi R 5 ;Puli motor A berhubungandengan puli B. Roda gigi R 10 ; Roda gigi R 11 ;Seporos dengan puli B terdapat Rol penggilas; Roda gigi R 12 ;puli E yang berhubungandengan puli F yang dilengkapi Roda gigi R 13 ; Roda gigi R 14 ;kopling pada porosnya. Roda gigi R 16 ; Roda gigi R 17 ;Pada poros puli F terdapat roda dan akhirnya silinder saringangigi R 4 yang berhubungan (screen).dengan roda gigi R 5 . Satu 5.12.10.2 Sistem Hidrolik padaporos dengan R 5 terdapat roda mesin Blowinggigi R 10 yang berhubungan Sistem hidrolik pada mesindengan roda gigi R 11 . Blowing digunakan pada unit mesin Scutcher, yaitu padaPada poros R 11 terdapat rol pengaturan tekanan terhadappenggilas yang saling lap oleh calender roll maupunberhubungan dengan rol pengaturan tekanan terhadappenggilas lainnya dengan lap arbour untuk mengaturperantaraan roda-roda gigi. kekerasan gulungan lap. KerjaDari rol penggilas, dapat pula kopling pada mesin ini jugadiikuti pergerakan screen diatur dengan menggunakan(silinder saringan). tekanan udara.Salah satu poros rol penggilaspada bagian lain terdapat rodagigi R 12 yang berhubungan
  • 123. 925.12.10.3 Perhitungan Atau berdasarkan nomor bahan Regangan yang keluar dan nomor bahan yang masuk.Regangan dapat dihitung Regangan dengan cara iniberdasarkan gambar susunan disebut Regangan Nyata (RN)roda gigi mesin Scutcher. atau Actual Draft (AD).Dengan membandingkan antarakecepatan keliling rolpengeluaran dan kecepatan Tetapan Regangan (TR)keliling rol pemasukan, didapat atau Draft Constant (DC)suatu angka yang disebutRegangan Mekanik. (RM) atau Susunan roda-roda gigi padaMechanical Draft (MD). mesin Scutcher, umumnya tidakPada mesin Scutcher, yang berubah, baik letak maupundimaksud dengan rol jumlah giginya. Hanya beberapapengeluaran disini adalah rol roda gigi yang dapat diganti-penggulung lap (lap-roll), ganti. Untuk regangan, ada satusedang yang dimaksud dengan roda gigi pengganti, sehinggarol pemasukan ialah rol dapat mengubah besarnyapenyuap (feed-roll). Regangan Regangan Mekanik.dapat pula dihitung berdasarkan Apabila roda gigi penggantiperbandingan berat bahan yang Regangan ini dimisalkan samamasuk per satuan panjang dengan satu, maka akantertentu dengan berat bahan didapatkan suatu angka yangyang keluar per satuan waktu disebut Tetapan Regangan (TR)yang sama. atau Draft Constant (DC).Dalam hal ini satuan berat Menurut susunan roda gigimaupun satuan panjang bahan (gambar 5.31) maka Reganganyang keluar dan bahan yang Mekanik dapat dihitung sebagaimasuk harus sama. berikut : kecepatan permukaan rol penggulung lap RM = kecepatan permukaan rol penyuapKecepatan permukaan rol Dimisalkan bahwa rol penyuappenggulung lap = RPM lap-roll x berputar satu kali, maka x diameter rol penggulung kecepatan permukaan rollap. penyuap = 1 x x diameter rolKecepatan permukaan rol penyuap.penyuap = RPM rol penyuap x Melalui gambar susunan roda x diameter rol penyuap. gigi di atas dapat dihitung putaran rol penggulung lap, bila
  • 124. 93rol penyuap berputar satu putaran yaitu : R3 R C D E R R R 1x x 1 x a x x x 4 x 6 x 7 R2 RC Cb C F R5 R7 R8Maka : R3 R1 C a D E R4 R6 1x x x x x x x x diameter rol R2 RC C b C F R5 R8 penggulung lapRM = 1x x diameter rol penyuapDengan memasukkan harga pada gambar 5.42 didapat : 55 78 1 8 10 14 33 x x x x x x x x9 266,22RM = RPR 3 1 6 24 88 47 = 1x x3 RPRBila dimisalkan besarnya RPR = sehingga angkanya disebut1, maka : Tetapan Regangan (TR). 266,22 Jadi TR = 266,22.RM = = 266,22 Angka 1RM dengan RPR = 1 tersebut,Regangan Mekanik (RM) atau Mechanical Draft (MD) kecepatan permukaan rol penggulung lap RM = kecepatan permukaan rol penyuapKalau rol penggulung lap berputar satu kali, maka rol penyuap akanberputar : 47 88 24 6 1 3 R2 =1· · · · · · · · Putaran 33 14 10 8 1 78 55Dengan demikian maka :
  • 125. 94RM = 1. . diameter rol penggulung lap 47 88 24 6 1 3 R21 diameter rol penyuap 33 14 10 8 1 78 55 1 33 14 10 8 1 78 55 9RM = 1 47 88 24 6 1 3 R 2 3Kalau besarnya Regangan Pengganti Regangan (RPR)Mekanik (RM) akan diubah atau Draft Change Wheelkarena ada perubahan nomor (DCW).benang yang akan dibuat,biasanya roda gigi yang diubah Jadi kalau Roda Gigi R 2 digantiadalah roda gigi R 2 yaitu yang dengan RPR, maka :biasanya disebut Roda Gigi 1 33 14 10 8 1 78 55 9RM = 1 47 88 24 6 1 3 RPR 3 1 33 14 10 8 1 78 55 9 = RPR 47 88 24 6 1 3 3 1 = . 266,22 RPR 266,22 = · Angka 266,22 merupakan Tetapan Regangan (TR) RPR TR DCRM = atau MD = TR 266,22 RPR DCW RM = = = 13,331 RPR 20Persamaan di atas dapat puladitulis sebagai berikut : Kalau RPR = 25, maka besarnya : TR DC TR 266,22RPR = atau DCW = RM = = = 10,50 RM MD RPR 25Kalau RPR = 20, maka Berdasarkan uraian di atas,besarnya : terlihat bahwa RPR sebagai
  • 126. 95penyebut sehingga kalau RPR yang diolah dan besarnyadiperkecil, maka Regangan berkisar antara 2 – 5%.Mekanik menjadi besar dan Dengan adanya limbahsebaliknya bila RPR diperbesar, tersebut, maka berat lap yangmaka Regangan Mekanik akan dihasilkan akan lebih kecil darimenjadi kecil. pada berat lap yang didapat dari perhitungan berdasarkan susunan roda gigi. Misalkan limbah yang terjadi selama proses pembentukan Regangan Nyata (RN) atau lap adalah sebesar 4%, maka : Actual Draft (AD) Regangan Nyata (RN)Seperti telah diketahui bahwa 100tujuan pengerjaan kapas pada = · RM (100 4)mesin Scutcher tidak hanyauntuk membuat lap saja, tetapijuga pembersihan yaitu Regangan Nyata dapat pulapemisahan kotoran-kotoran dari dihitung berdasarkankapas. perbandingan antara beratPada pemisahan kotoran, bahan yang disuapkan denganterdapat pula kapas-kapas yang berat bahan yang dihasilkanterbuang dan merupakan limbah dalam satuan panjang yang(waste). sama.Banyaknya limbah yang terjadi Jadi Regangan Nyata dapatbergantung dari grade kapas dihitung sebagai berikut : Berat bahan masuk per satuan panjang RN = Berat bahan keluar per satuan panjangSatuan berat dan panjang untukbahan masuk maupun bahan Bila limbah yang terjadi selamakeluar harus sama. proses pada mesin-mesinKalau berat kapas yang Blowing adalah sebesar 4%,disuapkan pada mesin Scutcher maka := 97,50 Oz/yard sedangkan (100 4)berat lap yang dihasilkan adalah RM = x RN 10014 Oz/yard, maka : 96 = x 6,96 97,50 Oz / yard 100RN = = 6,96 14 = 6,68
  • 127. 96 Kalau Efisiensi mesin = 85%,5.12.11 Perhitungan maka produksi mesin per jam : Produksi 9 = 0,85 · 12,4 · 3,14 · · 60 36Produksi lap pada mesin ydsScutcher, umumnya dinyatakandalam satuan berat per satuan 9 = 0,85 · 12,4 · 3,14 · · 60 ·waktu. 36 14 oz 95.12.11.1 Produksi Teoritis = 0,85 · 12,4 · 3,14 · · 60 · 36 14Produksi teoritis dapat dihitung lbsberdasarkan susunan roda gigi 16mesin Scutcher. = 434,4 lbsBila mesin Scutcher mempunyai = 434,4 x 0,4536 kgsusunan roda gigi seperti = 197,04 kgterlihat pada gambar 5.31, dimana : 5.12.11.2 Produksi Nyata- RPM Motor = 800- Berat lap = 14 Oz/yard Hasil produksi mesin Scutcher adalah berupa lap.Maka untuk menghitung Biasanya tiap gulungan lapproduksi teoritis mesin Scutcher mempunyai panjang tertentu.dapat dilakukan sebagai Setelah gulungan lap mencapaiberikut : panjang tertentu, kemudian lap tersebut diambil dengan caraRPM rol penggulung lap = tertentu (doffing). A E R4 R6 Umumnya setiap kaliRPM Motor · · · · menyelesaikan satu gulung lap B F R5 R 7 memerlukan waktu ± 5 menit, 5 10 14 33 tergantung dari standar dari lap= 800 · · · · yang digunakan. 15 24 88 47= 12,4 Untuk menghitung produksiProduksi mesin per menit : nyata rata-rata per jam dari= RPM lap rol · · diameter mesin Scutcher, diambil data hasil produksi nyata selama rol penggulung lap periode waktu tertentu, misalnya= 12,4 · 3,14 · 9 inch dalam satu minggu. Kemudian 1 dihitung jumlah jam jalan efektif= 12,4 · 3,14 · 9 · yds 36 dari mesin tersebut. Jumlah jam jalan efektif dapatProduksi mesin per jam : diperoleh dari jumlah jam kerja
  • 128. 97per minggu dikurangi jumlah Menurut pengamatan bahwajam berhenti dari mesin itu. mesin berhenti untuk keperluan-Jumlah jam berhenti didapat keperluan seperti tersebut didari jam yang diperlukan antara atas = 48 jam.lain untuk revisi mesin, Menurut data hasil pencatatanperawatan, gangguan- jumlah dan penimbangan lapgangguan serta waktu yang ternyata dalam satu minggudiperlukan untuk pembentukan tercatat = 18.090 kg.gulungan lap yang baru. Perhitungan produksi nyataMisalkan dalam satu minggu, dapat dilakukan sebagaimenurut jadwal kerja, mesin berikut :berjalan dalam waktu 156 jam.Menurut jadwal waktu,jumlah jam kerja selama seminggu = 156 jamJumlah jam mesin berhenti = 48 jamJumlah jam mesin jalan efektif = 108 jamProduksi nyata yang dicapai = 197,04 kg. Sedangkanselama satu minggu produksi nyata rata-rata per jam= 18.090 kg = 167,5 kg.Produksi nyata rata-rata per jam 18.090 Maka efisiensi mesin Blowing= = 167,5 kg 167,5 108 = x 100% = 85% 197,045.12.11.3 Efisiensi 5.12.11.4 Pemeliharaan mesinPerhitungan efisiensi mesin BlowingBlowing dapat dilakukan dengan Pemeliharaan pada mesinmembandingkan produksi nyata Blowing, meliputi :dan produksi teoritis yang 1. Pembersihan dan peluma-dinyatakan dalam persen. Pada san feed roll setiap 1 bulanperhitungan produksi teoritis, 2. Pembersihan dan peluma-mesin dianggap berjalan terus, san calender roll setiap 6sedangkan dalam kenyataannya bulan.mesin seringkali mendapat 3. Pelumasan bearing conegangguan-gangguan dan drum dan silinder setiap 6sebagainya. Sehingga akan ada bulan.perbedaan antara produksi 4. Pelumasan piano regulatornyata dan produksi teoritis setiap 1 bulan.menurut perhitungan. 5. Pembersihan danBerdasarkan uraian-uraian di pelumasan conveyor setiapatas, produksi teoritis per jam 3 bulan.
  • 129. 986. Pembersihan dan dibersihkan lebih lanjut pada pelumasan bearing setiap 3 mesin Carding. Dengan bulan. demikian tujuan penggunaan7. Pelumasan pada gear end mesin Carding antara lain : setiap 1 tahun - Membuka gumpalan-8. Pembersihan ruang fan dan gumpalan kapas lebih lanjut retrum duct setiap 1 hari. sehingga serat-seratnya9. Setting gride bars dan terurai satu sama dengan silinder setiap 3 bulan. lainnya.10. Setting botom latice dan - Membersihkan kotoran- spike setiap 6 bulan. kotoran yang masih terdapat didalam gumpalan kapas5.13 Proses di Mesin Carding sebersih mungkin. - Memisahkan serat-seratMesin Carding adalah mesin yang sangat pendek dariyang mengubah bentuk lap serat-serat panjang.menjadi sliver. Mesin Carding - Membentuk serat-seratyang biasa digunakan untuk menjadi bentuk slivermengolah kapas disebut dengan arah serat ke sumbuRevolving Flatt Carding. sliver.Lap hasil mesin Blowing masih Untuk mencapai tujuan tersebutberupa gumpalan-gumpalan di atas, maka gumpalan-kapas yang masih mengandung gumpalan kapas yang berupaserat-serat pendek dan kotoran. lap harus dikerjakan pada mesinGumpalan-gumpalan kapas Carding.tersebut masih perlu dibuka dan
  • 130. 99Gambar 5.43Mesin Carding
  • 131. 100Keterangan : terdapat di bawah rol1. Gulungan lap pengambil. Kapas yang terbawa2. Lap rol oleh rol pengambil, kemudian3. Pelat penyuap dibawa ke depan sampai4. Rol penyuap bertemu dengan permukaan5. Rol pengambil (Taker-in / silinder yang bergerak lebih Licker-in) cepat. Karena arah jarum-jarum6. Pelat belakang pada permukaan silinder searah7. Silinder dengan jarum-jarum dari rol8. Flat pengambil yang bergerak lebih9. Sisir flat lambat, maka serat-serat yang10. Pelat depan berada di permukaan rol11. Doffer pengambil akan dipindahkan ke12. Sisir Doffer permukaan silinder dan terus13. Terompet dibawa ke atas. Kecepatan14. Rol penggilas silinder jauh lebih besar15. Sliver daripada kecepatan flat dan16. Terompet kedudukannya saling17. Rol penggilas berhadapan. Hal ini18. Coiler mengakibatkan lapisan kapas19. Can yang terdapat di antara kedua20. Landasan berputar permukaan tersebut akan21. Tutup bawah tergaruk dan terurai. Serat-serat22. Saringan kotoran pendek beserta kotoran-23. Pisau pembersih kotorannya akan menempel pada jarum-jarum flat. Oleh sisir Proses Bekerjanya Mesin flat, lapisan kapas digaruk hingga lepas dari jarum-jarumGulungan lap diletakkan di atas flat. Serat kapas yanglap rol. Melalui pelat penyuap, menempel pada jarum-jarumlap tersebut disuapkan ke rol pada permukaan silinder teruspenyuap. Karena perputaran rol dibawa ke bawah sampai titikpenyuap, maka lapisan kapas singgung dengan permukaanbergerak ke depan. Lapisan doffer. Karena kecepatan dofferkapas yang terjepit oleh rol lebih kecil dari kecepatanpenyuap, dipukul oleh rol silinder, maka lapisan kapaspengambil. akan menumpuk padaKarena pukulan ini, maka permukaan doffer, sehinggagumpalan-gumpalan kapas merupakan lapisan kapas yangmenjadi terbuka dan kotoran- cukup tebal. Lapisan ini olehkotorannya terpisah oleh doffer kemudian dibawa ke arahadanya dua pisau pembersih. sisir doffer yang mempunyaiKotoran-kotoran ini akan melalui gerakan berayun ke atas dan kesela-sela batang saringan yang bawah.
  • 132. 101Sisir doffer mengelupas lapisan Agar putaran gulungan lapserat kapas yang sangat tipis dapat diatur dan tidak miringyang disebut web. Web yang atau slip, maka di kanan kiri lapmenggantung bebas kemudian rol dipasang tiang (lap stand)dengan tangan dimasukkan ke yang memiliki celah-celahterompet. Dari terompet masuk dimana lap roll ditempatkan.ke rol penggilas dan keluar Bagian atas dari tiang inidengan bentuk yang disebut mempunyai lekukan yangsliver. Sliver tersebut dengan dipakai untuk meletakkantangan dimasukkan ke cadangan gulungan lap.terompet, kemudian masuk kerol penggilas, ke coiler danditumpuk di dalam can.Selain coiler yang berputar, canjuga berputar di atas landasancan yang berputar pula,sehingga sliver yang masuk kedalam can dapat tersusun dantertumpuk dengan rapih.5.13.1 Bagian Penyuapan Gambar 5.44 Gulungan LapBagian penyuapan bertujuanuntuk :- Membuka gulungan lap- Menyuapkan lap- Melakukan pembukaan pendahuluan terhadap Gambar 5.45 lapisan kapas Lap Roll- Menipiskan lapisan kapas supaya mudah diuraikan- Memisahkan kotoran dari serat- Memindahkan kapas secara merata ke permukaan silinderBagian penyuapan lapisankapas ini terdiri dari sebuah laprol yang permukaannya beralur,dengan diameter kurang lebih 6inch dan panjangnya selebar Gambar 5.46mesin carding. Lap Stand
  • 133. 102 5.13.1.2 Rol Penyuap (Feed Roller) Rol penyuap dibuat dari besi dengan diameter antara 2¼ - 3 inch, serta mempunyai permukaan yang teratur. Panjang rol penyuap ini sama dengan lebar dari pelat penyuapnya dan dimaksudkan untuk memegang sementara Gambar 5.47 serat yang disuapkannya. Lap Cadangan Bentuk alur pada permukaannya relatif lebih5.13.1.1 Pelat Penyuap dalam dan lebih tajam daripada rol penyuap lapisan kapas,Pelat penyuap ini berfungsi sehingga dapat menjepit /sebagai penghubung antara lap memegang serat denganrol dengan rol penyuap yang kencang. Rol penyuap iniada didepan. terletak diatas ujung depan dariPelat ini mempunyai permukaan pelat penyuap yangatas yang rata serta licin dan melengkung keatas, dengandibuat dari besi tuang yang jarak antaranya yang makinujung depannya melengkung merapat dibagian depannya.sedikit keatas sesuai dengan Dengan adanya pembebananukuran dari rol penyuapnya, yang cukup, maka serat yangserta mempunyai hidung yang melaluinya seakan-akandisesuaikan dengan rol dipegang / dijepit oleh rol danpengambilnya. pelat penyuapnya. SistemBentuk hidung pelat penyuap ini pembebanannya dapatmacam-macam tergantung menggunakan per atau bandul,kepada serat yang akan namun sistem bandul lebihdikerjakannya, namun pada lazim digunakan, sebab tidakumumnya mempunyai bentuk akan berubah-ubah tekanannya,seperti pada gambar 5.48. tidak seperti yang menggunakan per, dimana daya pegas dari per lama kelamaan makin kurang. Fungsi dari pelat dan rol penyuap ini ialah untuk menyuapkan lapisan kapas kedepan dengan kecepatan Gambar 5.48 tetap serta menjepitkannya Pelat Penyuap
  • 134. 103selagi rol pengambil (taker-in) digeser mendekati ataumenjalankan pembukaan. menjauhi silinder, sehinggaKecepatan dari rol penyuap ini jarak antara rol pengambil dandapat diubah-ubah dengan silinder dapat diatur.mengganti roda gigi pengganti, Bagian yang tajam dari gigisesuai dengan regangan (draft) gergaji yang dipakai untukyang dikehendakinya. membuka serat, kurang lebih membuat sudut sebesar 80°5.13.1.3 Rol Pengambil dengan alasnya. Sedang arah (Taker-in / Licker-in) kawat parut pada permukaan silinder mempunyai sudutRol pengambil ini adalah suatu sebesar 75° sehingga dengansilinder yang mempunyai demikian dapat menyapudiameter kurang lebih 9 inch bagian punggung dari gigidengan panjang selebar mesin gergaji tersebut pada jarak yangcardingnya (40 – 45 inch). dekat dan memungkinkan untukPermukaan silinder ini ditutup mengelupas dan membawadengan gigi yang tajam seperti serat yang ada di rol pengambil.halnya gigi gergaji yang Seperti terlihat pada gambarberbentuk segi tiga dan dikenal 5.39 arah putarannyadengan nama Garnet Wire. sedemikian, sehingga gigi-gigiBentuk dan banyaknya gigi gergaji yang tajam mengarahgergaji ini disesuaikan dengan kebawah pada waktu memukuljenis dan sifat-sifat dari serat dan membuka serat yangyang diolahnya. disiapkan oleh rol penyuap yangBentuk dari gigi gergaji yang relatif sangat lambat (kurangtajam pada rol pengambil dapat dari 1 rpm), maka serat yangdilihat pada gambar dibawah ini. disuapkan tersebut mengalami pukulan-pukulan beberapa kali, sehingga sekaligus dapat dibuka. Namun karena jarak antara titik jepit rol penyuap dan gigi gergaji tersebut sering lebih panjang dari panjang seratnya Gambar 5.49 sendiri, maka pencabutan serat Bentuk dari Gigi-gigi pada dalam bentuk gumpalan- Taker-in gumpalan kecil kadang-kadang tidak dapat dihindari. UntukPada umumnya untuk serat menghindari hal ini maka bentukkapas banyaknya gigi per feet hidung dari pelat penyuap perluadalah antara 4000 – 5000 gigi disesuaikan dengan panjangatau kurang lebih 5 gigi/cm². dari seratnya.Poros rol pengambil mempunyai Bagian atas dari rol pengambillandasan (bearing) yang dapat ditutup dengan pelat yang
  • 135. 104melengkung untuk menahan serat yang ada dipermukaan rolkemungkinan terlepasnya serat- pengambil. Gambar 5.50 Rol Pengambil dan Silinder5.13.1.4 Pisau Pembersih sehingga untuk membersihkan (Mote Knife) dan secara cermat diperlukan Saringan Bawah tingkat pembukaan dan (Under Grid) pembersihan yang lebih teliti lagi daripada yang dikerjakan diUntuk membersihkan serat mesin pembuka (blowing).(kapas) dari patahan batang Pisau pembersih ini biasanyadaun yang kering, debu dan dua buah, dengan mata yangkotoran-kotoran lain yang masih tajam menghadap keterbawa dalam kapas, permukaan taker-in.dipasanglah dua buah pisau Panjang pisau-pisau ini samapembersih dibawah taker-in. dengan panjang taker-in yaitu ;Jumlah kotoran-kotoran yang 3"masih terbawa dalam lap 40 – 45” dan lebar 2 , dengandiperkirakan antara seperempat 8dan setengahnya yang ada di jarak antara keduanyakapas mentahnya dan berada sedemikian sehingga kotoranditengah-tengah gumpalan- yang dibersihkan dapat jatuhgumpalan yang kecil dari serat melewati celah diantaranya.kapas yang ada dalam lap,
  • 136. 105Bagian yang tajam ini dapat kebawah. Saringan bawah inidisetel mendekati atau menjauhi biasanya terdiri dari beberapapermukaan taker-in, demikian batang yang dipasang dibawahpula sudut ataupun miringnya taker-in dengan celah-celahpisau-pisau tadi terhadap diantaranya, serta lembaranpermukaan taker-in. Pisau-pisau mental yang berlubang-lubangini letaknya hampir vertikal atau yang diletakkan dibelakangnyamembuat sudut sebesar 30º dan menutupi permukaandengan garis vertikal. bawah dari taker-in. DenganPada waktu kapas disuapkan adanya saringan ini, makaoelh rol penyuap dengan serat-serat panjang yangkecepatan 1 ft/menit dan terbawa oleh taker-in tetapmendapatkan pukulan / cabitan tertahan, namun kotoran-dari gigi-gigi yang tajam dari kotoran serta serat-serat yangtaker-in, dengan kecepatan pendek dapat jatuh kebawah.permukaannya kurang lebih Jarak antara saringan dengan1000 ft/menit, maka pembukaan permukaan taker-in ini dapatyang sempurna diharapkan pula diatur sesuai dengantelah terjadi, sehingga kotoran- tingkat kebersihan darikotoran yang ada dalam kapas kapasnya dan biasanya dekattelah terbuka. Dengan adanya pisau pembersih agak longgarpisau pembersih yang letaknya dan makin rapat kebelakang.dekat dengan permukaan taker- Dibawah taker-in terdapatin, maka kotoran-kotoran sekatan, sehingga limbah yangtersebut akan tertahan dan berasal dari pisau pembersihterlepas dari serat kapasnya. yang biasanya terdiri dariUntuk membantu agar serat- kotoran-kotoran, pecahan-serat kapas yang panjang pecahan batang dan daunjangan turut terpisahkan oleh kapas jatuh kebawahpisau-pisau pembersih dan dibelakang sekatan, sedangjatuh kebawah taker-in, maka limbah yang berasal daridibelakang pisau pembersih dan saringan yang lebih banyakdibawah permukaan taker-in mengandung serat-serat kapasdipasang semacam saringan akan jatuh kebawah didepanuntuk menjaga jangan sampai sekatan.terlalu banyak serat yang jatuh
  • 137. 106 Gambar 5.51 Rol Pengambil, Pisau Pembersih dan Saringan5.13.1.5 Tekanan Pada Rol dipegang / dijepit antara rol Penyuap penyuap dan pelat penyuap. Jepitan ini diperoleh denganAgar serat yang disuapkan ke memberikan tekanan ataurol pengambil tidak mudah beban rol penyuap. Sistemdicabut pada waktu kena pembebasan yang sederhanapukulan / pembukaan dari rol pada rol penyuap ini dapatpengambil, maka serat yang mempergunakan bandul sepertidisuapkan tersebut harus terlihat pada gambar 5.52. Gambar 5.52 Sistem Pembebanan dengan Bandul pada Rol Penyuap
  • 138. 107Seperti terlihat pada gambar pembebanan atau tekanan pada5.52, karena adanya beban dari rol penyuap tersebut sebesarbandul W dan ujung lengan 2 x P.sebelah kanan tertahan oleh Kalau berat rol penyuap sendiripenahan, penekan akan = N maka jumlah tekanan yangmemberikan tekanan pada rol dikenakan kepada serat yangpenyuap di A. Besar tekanan ini dijepitnya menjadi 2 P + N cosdapat diatur dengan mengubah- .ubah letak bandul dan dapat Dalam praktiknya besardihitung sebagai berikut : antara 35º dan 45º dan LKalau misalkan besarnya panjang rol penyuap antara 40 –tekanan akibat bandul W 45 inch, sehingga jepitan yangtersebut pada rol penyuap dikenakan kepada setiap lebar 1sebesar P, jarak gaya tekan P inch dari lapisan serat adalah :terhadap penahan dititik B sama 2 P N cosdengan b sedangkan jarak Jepitan / inch =bandul terhadap titik B sama Ldengan a, berat rol penyuap 5.13.1.6 Mekanismesama dengan N dan sudut Pemisahan Kotoranantara N dan P = , maka dari Serat padakalau kita ambil momen Taker-interhadap titik B, akan didapat : Sebagaimana yang telah aW.a – p b = atau P = W. dikemukakan terdahulu, taker-in b mempunyai putaran yang cukupJadi kalau W = 20 lbs tinggi dan karena adanya a = 10,75 inch saringan dan tutup diantaranya b = 1,25 inch maka terjadilah semacam aliran 10,75 udara pada permukaannya. maka P = x 20 Karena jarak saringan bawah 1,25 yang makin merapat = 172 lbs kebelakang, maka dapat dimengerti kalau tekanan udaraKarena beban tersebut didepan lebih besar daripadadikenakan pada kedua ujung dibelakang (daerah rol penyuap)dari rol penyuap maka besar
  • 139. 108 Gambar 5.53 Bagian dari Rol PengambilTerjadinya pemisahan kotoran R = jarak dari titik pusatdari serat pada taker-in dapat taker-inditerangkan sebagai berikut : G = gaya tarikan bumiKalau pada jarak yang sama (D)dari pusat taker-in, terdapat Karena berat jenis kotoran padakotoran dan kapas, maka gaya umumnya lebih besar dari beratcentrifugal yang bekerja jenis kapas, maka bt > bkpadanya, masing-masing ialah : sehingga Kt > Kp. Agar kotoran dapat jatuh V 2 kebawah dan serat tetap K=M terbawa oleh taker-in, maka R diatur sedemikian agar bt 2 bk 2Kt = R Kp = R g g Kt > T > Kp dimana T = Ti – ToDimana :Kt = gaya centrifugal pada Dengan demikian, kalau kedua kotoran gaya yang bekerja pada kotoranKp = gaya centrifugal pada dan kapas kita jumlahkan, maka kapas resultantenya masing-masingbt = berat kotoran seperti pada gambar 5.54.bk = berat kapasm = massaV = kecepatan permukaan = kecepatan sudut
  • 140. 109 menjadi serat-serat yang terpisah satu sama lainnya. Bagian ini terdiri dari : - silinder utama - pelat depan dan pelat belakang - flat - saringan silinder (silinder screen) Gambar 5.54 5.13.2.1 Silinder UtamaGaya-gaya yang Bekerja pada Kotoran dan Kapas Silinder utama dari mesin Carding merupakan jantung dariKeterangan : semua kegiatan pada mesino = kotoran Carding, sedang semua bagian-a = kapas bagian lainnya dipasangR = Ti – To = aliran udara disekelilingnya dan secaraM = pisau pembersih langsung atau tidak langsungRp = resultante pada kapas disesuaikan dengannya.Rt = resultante gaya pada Silinder ini dibuat dari besi kotoran tuang yang berbentuk sepertiDimana Rt > Rp drum dengan garis tengah kurang lebih 50 inch serta lebarKarena Kt > R > Kp, maka Rt > 40 atau 45 inch. PermukaanRp dan arah Rt lebih cenderung dalam dari silinder ini diperkuatkebawah, sehingga kotoran dengan besi.terlempar kearah bawah. Pada kedua penampang sisi kiriKarena terlemparnya kotoran kanannya dipasang kerangka,kebawah ini serta posisi dari seperti halnya jari-jari pada rodapisau pembersih, maka kotoran dan ditengahnya dipasangakan tertahan dan jatuh poros.kebawah dan karena Rp Diantara jari-jari padanampak searah dengan R, penampang tersebut ditutupmaka akan terus terbawa oleh dengan pelat besi, untukputaran taker-in. menghindari kemungkinan- kemungkinan timbulnya aliran5.13.2 Bagian Penguraian udara yang tidak dikehendaki. Poros tersebut merupakanBagian ini merupakan bagian sumbu putar dari permukaanutama dari mesin Carding, silinder dan diletakkan diatasdimana terjadi penguraian suatu kerangka dengangumpalan-gumpalan serat menggunakan landasan (bearing) pada kedua ujungnya.
  • 141. 110Kerangka dimana poros Ujung-ujung kawat yang tajamtersebut diletakkan terdiri dari pada permukaan silinderdua pasang kerangka panjang tersebut menghadap kearahyang dihubungkan dibagian putaran silindernya dan berputardepan dan belakang dengan dengan kecepatan 2200kerangka penguat. Untuk ft/menit. Kecepatan putaranmencegah terjadinya getaran- silinder pada mesin cardgetaran yang tidak dikehendaki, biasanya berkisar antara 155silinder tersebut dibuat sampai 170 putaran per menit,seimbang (dynamically tergantung kepada serat yangbalanced) serta permukaannya diolahnya. Pada umumnyadibuat konsentrik terhadap titik makin panjang seratnya, makinpusatnya. rendah putarannya.Untuk keperluan memasang Kalau kita perhatikan hubunganflexible-wire clothing, pada antara taker-in dengan silinder,permukaannya dibuat lubang- seperti yang terlihat padalubang kearah melintang dari gambar 5.54, maka arah gigi-putarannya sebanyak empat gigi yang tajam pada taker-insampai enam baris dan lubang juga menghadap kearahtersebut kemudian ditutup rapat putaran taker-in dan keduanyadengan kayu sehingga rata (taker-in dan silinder) bergerakdengan permukaannya. kearah pada titik singgungnya,Dalam hal menggunakan namun karena kecepatanmetalic-wire, lubang tersebut permukaan taker-in kurang lebihtidak perlu dibuat. hanya setengah kecepatanPermukaan dari silinder tersebut permukaan silinder, makakemudian ditutup dengan card ujung-ujung yang tajam dariclothing, sehingga menyerupai bawah atau gigi-gigi padapermukaan parut. Pemasangan permukaan silinder akancard clothing ini harus dilakukan menyapu punggung gigi gergajisecara khusus supaya pada taker-in dititik singgungpermukaannya dapat rata, antara keduanya. Karena jarakterutama pada awal dan akhir antara kedua permukaandari pemasangannya. tersebut sangat dekat (0,007Pada umumnya card clothing inch), maka serat-serat yangyang dipakai mempunyai ujung ada dipermukaan taker-in akanyang tajam seperti kawat parut, terkelupas dan terbawa kesebanyak 400 sampai 650 buah permukaan silinder ialah sepertisetiap inch persegi (90 s/d 130 dipindahkan ke permukaancounts) atau kurang lebih silinder.sebanyak : 3.000.000 buahpada permukaan silindernya Pada kedua sisi silinder tersebutyang mempunyai garis tengah terdapat kerangka dengan50 inch serta lebar 40 inch. enam penyangga untuk
  • 142. 111menempatkan card flat dan Pada permukaan yang datar iniperalatannya. ditutup dengan Card clothing,Penyangga ini dapat disetel naik sehingga permukaannyaatau turun dengan memutar menyerupai parut. Bentukskrupnya, sehingga jarak antara penampang yang seperti hurufpermukaan-permukaan flat dan T tersebut dimaksudkan untuksilinder dapat diatur sesuai memperkuat permukaan flat,dengan keperluannya. Pada sehingga tidak mudahkedua sisi kerangka tersebut melengkung pada waktujuga ditempatkan pelat-pelat penggarukan.yang melengkung dankonsentris dengan silindernya,untuk menahan serat-serat yangmungkin beterbangan padawaktu penguraian ataupenggarukan.5.13.2.2 Pelat Depan dan Pelat Belakang Gambar 5.55Bagian depan silinder antara flat Penampang Melintang dandan doffer ditutup dengan pelat- Memanjang dari Flat Cardingpelat yang melengkung sepertipermukaan silindernya, Pada umumnya jumlah flatdemikian pula bagian belakang untuk sebuah mesin Cardingsilinder antara flat dan taker-in. kurang lebih 110 buah danPenutupan permukaan silinder masing-masing dipasang padapada bagian-bagian tersebut mata rantai, sehinggadimaksudkan agar serat-serat membentuk semacamyang ada di permukaan silinder conveyor. Dari 110 flat tersebuttidak beterbangan kemana- hanya sebanyak 45 buah sajamana, meskipun terjadi aliran yang menghadap kebawahudara selama proses. kearah permukaan silinder dan berjalan kedepan dalam posisi5.13.2.3 Top Flat kerjanya (working position), sedang flat-flat yang lain beradaTop flat pada mesin carding diatasnya dan bergerakdibuat dari batang besi yang kebelakang dalam keadaanmempunyai penampang seperti tidak bekerja. Dalam posisihuruf T. Panjang top flat ini bekerja, ujung dari flat yangselebar mesin cardingnya dan tidak tertutup dengan Cardpermukaan atas yang datar dari clothing, diletakkan danflat tersebut lebarnya kurang menyelusur kedepan diataslebih 1 3/8 inch (± 35 mm). flexible benda yang ada disisi
  • 143. 112silinder. Letak flat-flat padarantainya adalah sedemikian,sehingga pada waktu flattersebut menyelusur kedepandiatas flexible bend dalam posisikerjanya, menutup rapatpermukaan silinder.Selama flat tersebut bergerakkebelakang dalam posisi tidak Gambar 5.56 Saringan Silinderbekerja, flat tersebut dilalukan (Cylinder Screen)melalui piringan-piringan,sedang bergeraknya flat Pemasangan saringan silindertersebut disebabkan karena di bagian depan disetel 0,18perputaran roda gigi sprocket inch dari permukaan silinder.yang terpasang di bagian Bagian tengah tepat dibawahdepan. poros silinder disetel 0,058 inch. Bagian belakang yang dekat5.13.2.4 Saringan Silinder dengan taker-in disetel 0,029 (Cylinder Screen) inch. Perlu diperhatikan bahwaSaringan silinder ini merupakan penyetelan tersebut mula-mulapenutup atau saringan dari renggang pada waktu kapasbagian bawah silinder. mulai masuk di bagian bawahFungsinya adalah sebagai dan makin lama makin rapat.berikut : Dengan cara demikian, kapas- menahan kapas yang ada yang tidak terambil oleh doffer dipermukaan silinder supaya akan terbawa ke bawah oleh tidak jatuh kebawah. putaran silinder. Dan oleh- membiarkan kotoran- perputaran silinder tersebut kotoran, debu dan serat- kapas akan terlempar keluar serat pendek jatuh melalui oleh adanya gaya centrifugal, celah-celah saringan. tetapi kapas tersebut tertahanSaringan tersebut dapat dilihat oleh pelat saringan bagianpada gambar dan terdiri dari : depan. Karena jarak antara- pelat logam sepanjang 13 saringan dengan permukaan inch di bagian belakang. silinder disetel makin- batang-batang saringan kebelakang makin rapat, maka sejumlah 52 buah yang kapas dipaksa merapat ke merentang sepanjang 36 permukaan silinder lagi. Prinsip inch. penyetelan yang demikian- pelat logam sepanjang 11 berlaku pula untuk saringan inch di bagian depan. taker-in hanya bedanya disini makin kedepan makin rapat.
  • 144. 113Saringan silinder tidak banyakmemerlukan pemeliharaan,hanya pada waktu-waktutertentu harus dibersihkan,diperiksa serta diluruskan dandisetel kembali. Limbah yangada dibawah saringan ini Gambar 5.57seharusnya terdiri dari serat- Stripping Actionserat pendek saja yangbercampur dengan kotoran / 5.13.2.6 Gerakan Penguraiandebu. Warnanya harus kecoklat- (Carding Action)coklatan atau abu-abu. Apabilawarnanya keputih-putihan, Carding action adalah suatumenandakan bahwa banyak kegiatan yang digunakan untukserat-serat panjang yang membuka dan menguraikanterbuang. Untuk serat yang masih berupamembetulkannya, penyetelan gumpalan-gumpalan. Cardingperlu dirapatkan. action terjadi apabila arah bagian jarum yang tajam pada5.13.2.5 Gerakan kedua permukaan yang Pengelupasan bergerak berlawanan arah. (Stripping Action) Kecepatan kedua permukaan tersebut adalah sedemikianStripping action adalah suatu rupa sehingga bagian yangkegiatan yang diperlukan untuk tajam dari jarum padamengelupas / memindahkan permukaan yang bergerak lebihserat yang sudah berupa cepat, seakan-akan beradulapisan. Stripping action terjadi dengan bagian yang tajam dariapabila arah bagian jarum yang jarum pada permukaan yangtajam pada kedua permukaan dilaluinya.sama. Kecepatan keduapermukaan adalah sedemikianrupa sehingga bagian yangtajam dari jarum padapermukaan yang bergerakcepat, seakan-akan menyapubagian yang tumpul dari jarumpada permukaan yangdilaluinya. Gambar 5.58 Carding Action 5.13.2.7 Pemisahan Serat Pendek dari Serat Panjang
  • 145. 114 sebagian dari serat ternyataProses ini terjadi pada saat pindah dari permukaan yanglapisan kapas yang berada bergerak lebih cepat (silinder)antara permukaan silinder dan ke permukaan yang bergerakpermukaan top flat (yang aktif) lebih lambat (flat). Makin cepattergaruk dan terurai. Serat bergeraknya flat tersebut, makinpendek yang mempunyai ikatan banyaklah serat yangdengan jarum silinder relatif dipindahkannya.lebih kecil dibanding serat Prinsip pemindahan ini dipakaipanjang akan terlepas ikatannya untuk memindahkan serat-seratdengan jarum-jarum silinder dan yang ada dipermukaan silindermenempel pada jarum-jarum dengan menggunakan silindertop flat. Berpindahnya serat yang lebih kecil yangpendek dari permukaan silinder ditempatkan di depan silinder,ke permukaan top flat juga silinder yang lebih kecil inidibantu oleh adanya gaya disebut Doffer dancentrifugal yang ditimbulkan permukaannya ditutup denganakibat dari putaran silinder itu card clothing yang arah jarum-sendiri. jarum yang tajam berlawananSerat pendek yang menempel dengan yang ada di silinder,pada jarum-jarum top flat sehingga terjadi gerakanselanjutnya dibawa top flat Carding.untuk dikupas dan dibuang. Pada titik singgungnya, silinder dan doffer bergerak dengan5.13.3 Bagian Pembentukan arah yang sama, kebawah dan dan Penampungan karena kecepatan permukaan Sliver doffer relatif lebih lambat dari kecepatan permukaan silinderBagian ini merupakan bagian (kurang lebih seperduayang terakhir dari mesin puluhnya), maka serat-seratCarding dan dimaksudkan untuk yang ada di permukaan silindermembentuk serat-serat yang akan pindah ke permukaantelah diurai dan dibersihkan doffer dan dibawa ke depan.sebelum menjadi sliver dan Lapisan tipis dari serat-seratkemudian ditampung kedalam yang ada di permukaan doffercan. ini disebut web dan jumlahnyaBagian ini terdiri dari : cukup untuk dibuat menjadi- Doffer sliver.- Sisir doffer (doffer comb) Bagaimana terjadinya- Rol penggilas (calender roll) pemindahan yang hampir- Coiler secara keseluruhan dari silinderPada gerakan penguraian ke doffer ini, sampai sekarang(Carding action), selain serat- masih belum di mengerti benar-serat terurai satu sama lainnya, benar walaupun diperkirakan
  • 146. 115adanya beberapa faktor yang sisir doffer (doffer comb) danmembantu sebagai berikut : berbentuk lapisan tipis dari serat- Permukaan doffer yang yang disebut web, sehingga bersinggungan dengan permukaan yang bersinggungan silinder selalu bersih dari dengan silinder selalu bersih serat. dan siap untuk menampung- Card clothing yang dipakai serat-serat dari permukaan pada doffer selalu lebih silinder lagi. Berat web ini telah halus dari yang dipakai pada disesuaikan dengan berat sliver silinder. Karena nomornya yang diinginkan, sehingga untuk biasanya 10 nomor lebih mengubah web menjadi sliver, halus, berarti jumlah jarum web tersebut cukup persatuan luas lebih banyak, dikumpulkan menjadi satu dan demikian pula daya dilakukan melalui suatu sangkutnya. terompet. Serat-serat tersebut- Karena keduanya berbentuk menggabung menjadi satu dan lingkaran, silinder dan doffer kemudian digilas antara bertemu pada suatu titik sepasang rol penggilas untuk singgungnya saja dan lebih merapatkan serat-serat segera berpisah setelah dalam sliver tersebut. Sliver serat berpindah dari silinder tersebut kemudian ditampung ke doffer sehingga dalam suatu can dan cara kesempatan untuk meletakkannya diatur berpindah lagi ke silinder sedemikian, sehingga susunan hampir tidak ada. sliver dalam can tersebut- Adanya gaya centrifugal berbentuk seperti kumparan yang berasal dari putaran (coil). silinder yang cepat, cenderung membantu serat- 5.13.3.1 Doffer serat yang ada di permukaannya dilemparkan Pada prinsipnya bentuk dan ke doffer dan karena konstruksi dari doffer tidak putaran doffer jauh lebih banyak berbeda dengan lambat, perpindahan dari silinder. Perbedaan antara doffer ke silinder tidak keduanya terletak antara lain terjadi. dalam hal-hal sebagai berikut :- Adanya aliran udara antara - Kalau diameter silinder kedua permukaan tersebut biasanya kurang lebih 50 diduga membantu inch, diameter doffer ini pemindahan serat-serat. biasanya hanya sekitar 27 inch.Serat-serat yang ada di - Card clothing yang dipakaipermukaan doffer ini setelah untuk menutup permukaandibawa ke depan dikelupas oleh doffer, biasanya 10 nomor
  • 147. 116 lebih halus daripada yang ditinjau dari gerakannya dipakai untuk menutup adalah gerakan carding dan silinder. Jadi kalau mengenai terjadinya silindernya menggunakan perpindahan serat tersebut card clothing nomor 110 telah diterangkan dimuka. maka doffernya Jadi fungsi dari doffer ini menggunakan card clothing antara lain untuk nomor 120. mengumpulkan serat-serat- Bearing (landasan) pada dari permukaan silinder dan silinder tetap pada memindahkannya menjadi kerangkanya, sedang lapisan serat yang tipis dan bearing atau landasan untuk rata ke permukaannya dan doffer ini prinsipnya dapat kemudian membawanya ke diatur, sehingga jarak antara depan dalam bentuk lapisan permukaan silinder dan tipis secara kontinyu, doffer dapat diatur sesuai sehingga dapat mudah dengan keperluannya. Jarak dikelupas oleh sisir doffer ini biasanya sekitar : 0,007 dan dibentuk menjadi sliver. inch dan sangat penting Karena silinder yang di artinya kalau kita depannya mempunyai fungsi menginginkan hasil yang tiada lain ialah untuk doffing baik. (mengambil atau- Kalau arah dari jarum yang memindahkan), maka tajam pada silinder dititik dinamakan doffer. singgung antara silinder dan Kalau kita perhatikan, doffer menghadap kebawah, bahwa kecepatan pada doffer mengarah permukaan silinder 20 – 30 keatas dan keduanya kali kecepatan permukaan bergerak kearah yang sama doffer, maka dapat kita ialah kebawah. Tetapi harapkan bahwa setiap inch karena kecepatan dari permukaan doffer permukaan silinder jauh sebenarnya menampung lebih besar dari daripada serat-serat dari permukaan kecepatan permukaan doffer silinder sepanjang 20 – 30 (20 – 30 kalinya), maka inch. Kalau kita pernah terjadi carding action. melihat web dari doffer, Gerakan antara silinder dan maka kita dapat doffer ini sering dikelirukan membayangkan, betapa dengan gerakan stripping, tipisnya lapisan serat yang berhubung kenyataannya ada dipermukaan silinder. serat-serat yang ada di Sehingga untuk permukaan silinder mengelupasnya menjadi dipindahkan ke permukaan web yang kontinyu, lapisan doffer. Meskipun demikian yang sangat tipis di
  • 148. 117 permukaan silinder tersebut demikian memungkinkan web perlu dikumpulkan terlebih yang dihasilkan dapat dahulu, sehingga serat- mempunyai kekuatan. Kalau seratnya mempunyai cukup keadaan serat-seratnya lurus geseran satu sama lainnya dan searah, web yang tipis dan mudah untuk tersebut sangat sulit untuk dipindahkan dan dibentuk dilepas dan dibentuk menjadi menjadi sliver. sliver secara kontinyu.Untuk sekedar memberikangambaran mengenai 5.13.3.2 Sisir Doffer (Dofferpenyebaran serat di permukaan Comb)card clothing kiranya adamanfaatnya kalau diketahui Serat-serat yang telah berada dibahwa untuk ukuran sliver 60 permukaan doffer tersebutgrains per yard yang dihasilkan kemudian dibawa berputardan kehalusan card clothing bersama-sama putaran doffer,nomor 120 dan kecepatan mula-mula kebawah danproduksi yang wajar, maka kemudian keatas. Selamasetiap inch persegi dari dibawa kebawah oleh dofferpermukaan doffer akan terdapat tersebut serat-serat tidak diapa-kurang lebih 700 serat. Karena apakan, sehingga perlu dijagauntuk nomor 120 terdapat 600 agar tidak terjadi kerusakanjarum per inch 2 maka rata- pada webnya. Karena adanyaratanya 1,2 serat per jarum aliran udara, dapat(pembuktian ini dapat dicoba menimbulkan perubahan padasendiri oleh pembaca sebagai susunan serat di webnya, makalatihan perhitungan di carding). bagian bawah dan samping dariKalau kita perhatikan betul-betul doffer tersebut juga tertutup.posisi dan kondisi serat-serat Sekeluarnya dari bagian bawahyang ada di web dari doffer, doffer yang tertutup tersebut,maka akan kelihatan bahwa serat-serat yang ada dikeadaan serat-serat tersebut permukaan doffer dibawatidaklah lurus dan posisinya keatas ke bagian depan darijuga tidak searah, tetapi banyak mesin Carding. Di bagian depanmempunyai lekukan serta ini, web pada doffer kemudianletaknya banyak yang dikelupas oleh sisir doffer tanpabersilangan. mengalami kerusakan atauKarena keadaan tersebut, maka perubahan-perubahan. Sisirtujuan dari carding tidak doffer tersebut dibuat dari pelatmencakup pelurusan serat dan baja yang lurus dengan lebarkalau terjadi pelurusan sifatnya kurang lebih 1 inch dan dihanya sementara saja. bagian bawahnya bergigi danDisamping itu keadaan yang biasanya 16 gigi per inchnya. Sisir tersebut dipasang pada
  • 149. 118poros sisir doffer (diameter ± 1,5 kecepatan permukaan dofferinch) dengan perantaraan 4 – 6 ialah :jari penguat, sedemikiansehingga posisinya horisontal 22terhadap poros sisir doffer. 10 x x d = 10 x x 27 7Pemasangan sisir doffer = 900 inchtersebut harus dilakukandengan teliti, agar sisirnya tetap Sedang kalau jarak goyangan 1lurus dan berjarak sama ke inch, maka panjang permukaanpermukaan doffernya (0,010 – yang disapunya selama satu0,20 inch) salah satu ujung dari menit oleh sisir doffer ialah1200poros sisir doffer tersebut inch.digoyangkan oleh eksentrik Hal ini berarti jarak 900 inch(Reciprocated) pada sumbunya, disapu oleh sapuan sepanjangsedemikian sehingga sisirnya 1200 inch atau dengan kata lainbergerak bolak-balik keatas-kebawah kurang lebih pada 900 hanya x 100% = 75% sajajarak 1 - 1¼ inch dengan tepat. 1200Kecepatan goyangan ini yang dimanfaatkan. Kalauberkisar antara 1200 – 1600 doffernya berputar lebih lambat,goyangan per menit. Karena makin kecil pulaarah jarum pada permukaan pemanfaatannya. Dengandoffer dibagian depan tersebut demikian maka perlu adanyakebawah, maka pada waktu penyesuaian antara kecepatansisir bergerak kebawah akan doffer dan sisir doffernya, makinmenyapu punggung dari jarum- besar putaran doffernya, harusjarumnya yang bergerak keatas. makin besar pula kecepatanDengan demikian gerakan sisirnya.antara doffer dan sisir doffer Gerakan sisir doffer ini, padatersebut adalah gerakan prinsipnya berasal dari putaranstripping, sehingga web yang silinder utama yangada di permukaan doffer dihubungkan ke suatu gerakanterkelupas. eksentrik, dimana poros dariGerakan keatas dari sisir doffer sisir tersebut ditempatkan.tersebut tidak menghasilkan Dengan demikian setiap putaranapa-apa, demikian pula dari eksentrik akansebagian dari gerakan mengakibatkan sisir dofferkebawahnya. Hal ini dapat bergerak bolak-balik keatas-dijelaskan sebagai berikut : kebawah satu kali.Kalau putaran doffernya 10 rpm Untuk putaran silinder 165 rpmdan kecepatan goyangnya dari dengan pulley sebesar 18”sisirnya 1200 goyangan per maka kalau goyangan sisirmenit, maka setiap menitnya doffer 1200 goyangan per menit, besar pulley diporos
  • 150. 119eksentrik kira-kira harus 2 inch. menarik dan melakukan lewatKarena ukuran ini terlalu kecil suatu terompet dan kemudiandalam prakteknya maka digilas oleh rol penggilas. Rolhubungan dari silinder ke penggilas ini dibuat dari besieksentrik tidak langsung, tetapi tuang dengan diameter antaramelalui pulley perantara yang 3 – 4 inch dan panjang 6 inch.ditempatkan antara silinder dan Permukaannya dipolis sehinggadoffer. Jadi dari silinder licin, agar serat yang melaluinyadihubungkan ke pulley tidak tersangkut. Letak rolperantara yang diametenya penggilas ini di kerangka bagianantara 6 – 9 inch dahulu, depan dan berada ditengah-kemudian dari pulley yang tengah kerangka, sedikit lebihdiameternya 9 – 14 inch yang rendah dari sisiri doffer. Porosseporos dengan pulley rol penggilas yang bawahperantara tersebut, baru ke dihubungkan ke doffer. Sedangpulley eksentrik yang ujung poros yang lainberdiameter 3 – 4 inch. Dengan dihubungkan ke rol atas dandemikian kecepatan goyangan coiler dengan perantaraan roda-eksentrik akan sebesar roda gigi. Dengan demikian 8 12 maka kecepatan putaran rol165 x x = 1260 ppm. penggilas selalu mengikuti 6 5 kecepatan putaran doffernya dan putaran rol penggilas bawah adalah positif. Berhubung web dari doffer tersebut sangat tipis dan lemah, maka untuk memudahkan penampungannya perlu diubah dahulu menjadi bentuk yang lebih padat dan kuat, yang dinamakan sliver. Untuk ini, maka web tersebut dikumpulkan dahulu dengan melakukan lewat pengantar web yang mengubah lapisan tipis web menjadi bentuk yang penampangnya bulat dan Gambar 5.59 Doffer Comb kemudian memadatkannya melalui suatu terompet dengan5.13.3.3 Rol Penggilas lubang yang berdiameter sekitar ¼ inch.Web yang telah dikelupas dari Agar rol penggilas dapatdoffer tersebut, kemudian menarik dan memadatkan sliverdikumpulkan dan dipadatkan tersebut lebih lanjut, perlumenjadi sliver dengan jalan adanya tekanan antara
  • 151. 120pasangan rol penggilas. juga karena adanya tekananTekanan ini diperoleh selain antara rol atas dan bawahkarena beratnya rol atas sendiri dengan perantaraan penekan.dan biasanya sekitar 20 lbs, Gambar 5.60 Rol Penggilas (Calender Roll)Karena permukaan rol tekanan pada rol penggilaspenggilas tersebut licin, maka harus cukup dan lubangkalau tekanannya tidak sesuai terompetnya harus sesuaidan pada web ada bagian yang dengan ukuran dari slivernya.sedikit lebih tebal darisemestinya, sehingga 5.13.3.4 Coilermengalami sedikit kelambatandalam terompet, maka dapat Sekeluarnya sliver dari rolterjadi slip. Hal ini dapat penggilas, sliver tersebut terusmengakibatkan web yang ada dibawa keatas coiler, sebelumdiantara doffer dan rol penggilas ditampung kecalam can.mengendor dan menumpuk di Adapun fungsi dari coiler ialahdepan doffer dan menjadi untuk menempatkan danlimbah. mengatur sliver kedalam canUntuk menghindari kejadian sedemikian, sehingga letak danyang demikian, maka besarnya bentuk didalam can tersebut
  • 152. 121seperti kumparan-kumparan Terompet ini bentuknya samadengan diameter sedikit lebih saja dengan terompet yang adakecil dari jari-jari can dan di belakang rol penggilas, hanyamasing-masing lingkaran dari ukurannya sedikit lebih kecil dankumparan sliver tersebut berada disesuaikan dengan ukuran daridisekeliling sumbu can. Dengan sliver yang dihasilkan.penempatan sliver yang Suatu rumus yang seringdemikian tersebut sliver digunakan untuk menentukankemudian dapat ditarik keluar ukuran lubang dari terompetdari can tanpa mengalami mesin carding adalah sebagaikeruwetan. berikut : Diameter lubang = multiplier berat sliver ( grain) / yard (inch) Biasanya multiplier untuk carding kapas = 0,022. Sebagai contoh, ukuran lubang untuk sliver yang beratnya 56 Gambar 5.61 grains per yard, maka diameter Letak Sliver didalam Can terompet yang sesuai : 0,022 x 56 = 0,165 inch.Adapun coiler terdiri dari : Dibawah ini diberikan pedoman- Terompet untuk menentukan besarnya- Sepasang rol penarik lubang untuk bermacam-macam- Pengantar sliver (tube ukuran dari sliver yang wheel) dikeluarkan oleh salah satu- Alas can yang berputar (turn pembuat mesin. table)- Can Tabel 5.3 : Diameter Terompet yang sesuai untuk Ukuran Sliver Berat sliver dalam Diameter terompet dalam inch grains per yard Menurut pabrik Menurut rumus 40 0,140 0,139 45 0,150 0,148 50 0,160 0,156 55 0,167 0,163 60 0,175 0,171 65 0,182 0,177 70 0,190 0,184
  • 153. 122Dari terompet, sliver tersebut bentuk lingkaran-lingkaran kecil,ditarik oleh sepasang rol yang berada antara tepi canpenggilas yang konstruksinya sampai titik pusat can danmenyerupai rol penggilas setiap lingkaran sliversebelumnya, hanya ukurannya berikutnya selalu berada diataslebih kecil (diameter = 2 inch). lingkaran yang dibentukKemudian sliver dimasukkan sebelumnya dengan titik pusatkedalam coiler tube dan melalui yang tidak sama. Denganperantaraan roda gigi, maka demikian kalau sliver ditarikcoiler tube akan berputar. keluar untuk disuapkan ke proses berikutnya, tidak akan mengalami kerusakan- kerusakan dan geseran-geseran yang berarti, meskipun sliver tersebut sebenarnya tidak mempunyai twist, kecuali sedikit twist yang diakibatkan karena putaran coiler. Can yang dipakai untuk menampung sliver, didalamnya mempunyai alas yang ditahan dengan per yang gunanya Gambar 5.62 untuk :Penampungan Sliver dalam Can 1. Menekan sliver yang ada didalam can ke permukaanKarena coiler ini letaknya pelat coiler sehinggaserong, maka sliver yang keluar menjadi agak padatdari coiler tube berputar dengan tumpukannya.titik pusat roda gigi coiler. 2. Kalau sliver disuapkan keDisekeliling roda gigi coiler ada proses berikutnya danpelat coiler yang tidak berputar, jumlahnya tinggal sedikit,yang gunanya untuk menekan maka sliver yang adasliver yang ada didalam can. didalam can denganSliver yang keluar dari coiler sendirinya akan terangkattube kemudian ditampung keatas, sehingga dapatkedalam suatu can, yang mengurangi jarak antara titikdiletakkan diatas suatu alas can tarik dan alas sliver. Kalauyang berputar dengan titik putar jarak ini terlalu jauh dapatyang tidak sama dengan titik mengakibatkan terjadinyaputar coiler tubenya. regangan.Karena alas can berputar lebihlambat dari putaran coilertubenya, maka coiler tube akanmeletakkan slivernya dalam
  • 154. 1235.13.4 Pengujian Mutu HasilUntuk menghasilkan benangdengan mutu yang baik, perludilakukan pengawasan terhadapmutu bahan sebelum menjadibenang.Terhadap hasil produksi mesinCarding perlu dilakukanpengawasan-pengawasan yangmeliputi :- pengujian nomor sliver Carding Gambar 5.63- pengujian kerataan sliver Warp Block Carding- pengujian Persentase wastePengujian dilaksanakan padaatmosfir yang standar dengansuhu 70º F dan kelembabanrelatif 65%.5.13.4.1 Pengujian Nomor Sliver CardingPengujian nomor dilakukandengan cara :- menyiapkan alat pengukur panjang sliver yang disebut Gambar 5.64 Wrap Block Neraca Analitik- menyiapkan alat pengukur berat yang disebut Neraca 5.13.4.2 Pengujian Kerataan Analitik Sliver Carding- mengukur sliver sepanjang 6 yard atau 6 meter sebanyak Pengujian kerataan dilakukan 4 kali atau bisa lebih dengan cara :- menimbang sliver yang telah - menyiapkan alat pengukur diukur panjangnya kerataan sliver yang disebut- menghitung nomor sliver Uster evenes tester, lengkap dengan cara penomoran dengan condensator tertentu. pengukur ketidakrataan yang dilengkapi dengan 8 slot
  • 155. 124- recorder, alat untuk - membersihkan semua waste mencatat grafik yang ada di mesin ketidakrataan bahan (sliver - menutup cerobong fan carding) penghisap dan blower- integrator, alat yang - menurunkan lap yang telah mencatat langsung harga disiapkan ke lap roll ketidakrataan u% dan cv% - menjalankan mesin untuk- spectograph dan memproses lap hingga habis recordernya, alat yang - menghentikan mesin setelah mencatat periodisity dari proses berakhir bahan yang diuji (sliver - mengambil semua waste Carding) yang ada di mesin- menyiapkan sliver sebanyak - menimbang sliver yang kurang lebih ditengah can dihasilkan- memasang sliver pada - menimbang seluruh waste Condensator dengan - menghitung Persentase melewatkan ujung sliver waste : pada slot.- melewatkan sliver pada alat Persentase waste = pemegang dan pengantar berat waste bahan x 100% berat sliver berat waste- menjalankan Condensator selama waktu yang ditentukan 5.13.5 Setting Pada Mesin- hasil ketidakrataan dapat Carding dibaca langsung pada Integrator Penyetelan antar jarak permukaan yang berhadapan5.13.4.3 Pengujian perlu diperhatikan betul, agar Persentase Waste penguraian serta pembersihan dapat dilakukan tanpaPengujian Persentase waste menimbulkan kerusakan padapada mesin Carding dilakukan serat yang diolahnya maupundengan cara : terjadinya waste yang- menimbang can yang akan berlebihan. digunakan untuk Pada umumnya, makin panjang menampung sliver Carding seratnya akan makin besar- menyiapkan lap yang perbedaan kecepatan relatifnya, standar pada lap stand makin longgarlah- menghentikan penyuapan penyetelannya. Dan makin- mematikan mesin hingga pendek seratnya atau makin bagian-bagian yang berputar kecil perbedaan kecepatan berhenti relatifnya, makin dekatnya jarak penyetelannya.
  • 156. 125Berikut ini diberikan pedoman penyetelan, sedangkan bilajarak-jarak penyetelan pada bahan (serat) yang diolahmesin Carding serta bagian- mengalami perubahan makabagian yang umumnya harus jarak penyetelan dapatdisetel, (gambar 5.65). Jarak ini disesuaikan dengan perubahanhanya digunakan pada awal bahan (serat) tadi. Gambar 5.65 Daerah Setting Mesin CardingContoh berikut diambil dari Sacco Lowell Service Manual. Tabel 5.4 Setting Mesin Carding Urutan Jarak penyetelan Daerah penyetelan setting per 100 inci 1. Dish Pelate dengan Taker in 9 2. Silinder dengan Taker in 7 3. Silinder dengan Doffer 4 4. Silinder dengan Top Pelate I 9 5. Silinder dengan Top Pelate II 9 6. Silinder dengan Top Pelate III 9 7. Silinder dengan Top Pelate IV 9 8. Silinder dengan Front Sheet (Upper) 27 9. Silinder dengan Front Sheet (Under) 34 10. Silinder dengan Back Sheet (Upper) 12 11. Silinder dengan Back Sheet (Under) 12 12. Doffer dengan Front Sheet (Upper) 34 13. Doffer dengan Front Sheet (Under) 15 14. Doffer dengan Doffer Comb 12
  • 157. 126Untuk keperluan penyetelan, 7. Pembersihan under casingbiasanya digunakan gauge setiap 3 hari.likmen yaitu leaf gauge. 8. Pembersihan feed roll dan rantai setiap 15 hari. 9. Setting doffer setiap 3 bulan. 10. Setting top flat setiap 1 tahun. 11. Setting taker in setiap 6 bulan. 12. Penggerindaan jarum silinder, doffer, dan top flat setiap 6 bulan. Gambar 5.66 Leaf Gauge 13. Balancing cylinder setiap 5 tahun. 5.13.7 Perhitungan Regangan Seperti halnya pada mesin Blowing, maka regangan yang terjadi pada mesin Carding dapat dihitung berdasarkan kecepatan permukaan rol penggilas pada coiler dengan Gambar 5.67 rol lap. Leaf Gauge Khusus Top Flat Regangan yang demikian dikenal dengan sebutan5.13.6 Pemeliharaan mesin Regangan Mekanik (RM). Carding Selain itu dapat pula dihitungPemeliharaan pada mesin dari bahan yang masuk (lap)Carding meliputi : dan bahan keluar (sliver).1. Pembersihan bagian coiller Regangan ini disebut Regangan dan doffer setiap 6 bulan. Nyata (RN).2. Pelumasan bagian coiller dan doffer setiap 6 bulan. 15.13.7.1 Putaran Lap Roll3. Pembersihan callender roll dan tube setiap 1 bulan. Puli motor A berhubungan4. Pelumasan bearing doffer dengan puli B dengan dan silinder setiap 1 tahun. perantaraan belt. Seporos5. Pembersihan jarum doffer, dengan puli B terdapat silinder silinder, top flat setiap 15 dan pada bagian lainnya hari. terdapat puli C. Puli C6. Pembersihan dan dihubungkan dengan puli D pelumasan comb bar setiap melalui belt yang dipasang 6 bulan.
  • 158. 127silang. Seporos dengan puli Dterdapat taker-in.Disebelah puli D terdapat rodagigi R 1 yang berhubungantegak lurus dengan roda gigiR2 .Poros R 2 memanjang ke arahpanjang mesin dan pada bagianlainnya terdapat roda gigi R 3 .Roda gigi R 3 berhubungantegak lurus dengan roda gigiR4 .Roda gigi R 4 mempunyai porosmemanjang ke arah lebar mesindan pada bagian lainnyaterdapat roda gigi R 5 .Roda gigi R 5 berhubungandengan roda gigi R 7 melaluiroda gigi perantara R 6 . Seporosdengan R 7 terdapat roda gigiR 8 yang berhubungan denganroda gigi R 9 . Seporos denganR 9 terdapat doffer, sedangpada bagian lain terdapat rodagigi R 10 .
  • 159. 128 Rpm = 220 Gambar 5.68 Susunan Roda Gigi Mesin Carding
  • 160. 129Keterangan : perantara R 11 . Sedangkan A = puli, Ø 109 mm dengan R 12 terdapat roda gigi B = puli, Ø 460 mm C = puli, Ø 428 mm payung R 13 . R 13 berhubungan D = puli, Ø 280 mm dengan roda gigi payung R 14 .Roda gigi R 1 = 29 gigi Poros R 14 memanjang ke arahRoda gigi R 2 = 15 gigi panjang mesin dan pada bagianRoda gigi R 3 = 8 gigi lain terdapat roda gigi R 15 .Roda gigi R 4 = 85 gigi Roda gigi R 15 berhubunganRoda gigi R 5 = 24 gigi tegak lurus dengan roda gigiRoda gigi R 6 = 30 gigi R 16 . Pada poros R 16 terdapatRoda gigi R 7 = 40 gigi rol lap.Roda gigi R 8 = 15 gigi 5.13.7.2 Putaran RolRoda gigi R 9 = 71 gigi Penggilas pada CoilerRoda gigi R 10 = 11 gigiRoda gigi R 11 = 30 gigi Puli motor A berhubungan dengan puli B.Roda gigi R 12 = 34 gigi Seporos dengan puli B terdapatRoda gigi R 13 = 12 – 24 (RPR) puli C yang berhubunganRoda gigi R 14 = 20 gigi dengan puli D. Seporos denganRoda gigi R 15 = 12 gigi puli D terdapat roda gigi R 1 yang berhubungan tegak lurusRoda gigi R 16 = 58 gigi dengan roda gigi R 2 . SeporosRoda gigi R 17 = 32 gigi dengan R 2 terdapat roda gigiRoda gigi R 18 = 15 gigi R3 yang berhubungan tegakRoda gigi R 19 = 15 gigi lurus dengan roda gigi R 4 . SatuRoda gigi R 20 = 50 gigi poros dengan R 4 terdapat rodaRoda gigi R 21 = 30 gigi gigi R5 yang berhubunganRoda gigi R 22 = 30 gigi dengan roda gigi R 17 melaluiRoda gigi R 23 = 21 gigi roda gigi R 6 dan R 7 . SatuRoda gigi R 24 = 28 gigi poros dengan R 17 terdapat rodaRoda gigi R 25 = 23 gigi gigi R 18 yang berhubungan dengan roda gigi 19 . Satu porosR 10 berhubungan dengan roda dengan R 19 terdapat roda gigigigi R 12 melalui roda gigi
  • 161. 130 R 20 yang berhubungan 5.13.7.3 Tetapan Regangan (TR) atau Draft Constant (DC)dengan roda gigi R 21 . Satuporos dengan R 21 terdapat roda Perhitungan Tetapan Regangangigi payung yang dilakukan dengan menghitung 22 Regangan Mekanik (RM) dariberhubungan dengan roda gigi gambar 5.68 susunan roda gigipayung R 23 . Satu poros dengan mesin Carding denganR 23 pada bagian lain terdapat memisalkan Roda gigi Pengganti Regangan (RPR) = 1.roda gigi payung R 24 yangberhubungan dengan roda gigi Bila rol lap berputar 1 (satu)payung R 25 . Satu poros dengan putaran, maka putaran rolR 25 terdapat rol penggilas pada penggilas pada coiler :coiler.Secara singkat urutan gerakan R16 R R R =1x x 14 x 12 x 9 xdari pusat gerakan ke rol R15 R13 R10 R8penggilas pada coiler dapat R7 R18 R20 R22diikuti sebagai berikut : x x x xPuli motor A; Puli B; Puli C; Puli R17 R19 R21 R23D; Roda gigi R 1 ; Roda gigi R 2 ; R24Roda gigi R 3 ; Roda gigi R 4 ; R25Roda gigi R 5 ; Roda gigi R 6 ;Roda gigi R 7 ; Roda gigi R 8 ; Bila R 13 adalah RPR memasukkan harga dalamRoda gigi R 9 ; Roda gigi R 10 ; Gambar 5.68 didapat putaranRoda gigi R 11 ; Roda gigi R 12 ; Rol penggilas pada Coiler :Roda gigi R 13 ; Roda gigi R 14 ; 58 20 34 71Roda gigi R 15 ; Roda gigi R 16 ; =1x x x x x 12 RPR 11 15Roda gigi R 17 ; Roda gigi R 18 ; 40 15 50 30 28Roda gigi R 19 ; Roda gigi R 20 ; x x x x 32 15 30 21 23Roda gigi R 21 ; Roda gigi R 22 ; putaranRoda gigi R 23 ; Roda gigi R 24 ; Pada gambar 5.68 susunanRoda gigi R 25 ; Rol penggilas roda gigi mesin Carding,pada coiler. diameter rol penggilas pada coiler = 58 mm dan diameter rol- lap = 164 mm. Maka :
  • 162. 131 58 12 34 71 40 15 50 30 28 x x x x x x x x x x 58RM = 12 RPR 11 15 32 15 30 21 23 1 x x 164 5.68, maka harus digunakan 2416,2 Roda gigi Pengganti ReganganRM = (RPR) yang mempunyai jumlah RPR gigi sedikit. Sebaliknya untuk memperkecil regangan,Tetapan Regangan (TR) atau digunakan RPR yangDraft Constant (DC) = 2416,2. mempunyai jumlah gigi banyak.5.13.7.4 Regangan Mekanik 5.13.7.5 Regangan Nyata (RN) (RM) Regangan nyata dapat dihitungDari perhitungan di atas telah dengan membandingkan beratdidapat : bahan yang masuk (lap) dan berat bahan yang keluar (sliver) Tetapan Regangan dalam satuan panjang yangRM = RPR sama. 2416,2 Atau dengan membandingkan = nomor keluar (sliver) dengan RPR nomor masuk (lap).Bila dipasang RPR yang Bila mesin Carding inimempunyai gigi sebanyak 20 menggunakan lap yanggigi, maka : mempunyai panjang 40 yards dan beratnya = 16,45 kg, sedangkan sliver yang 2416,2RM = = 120,81 dihasilkan adalah Ne 1 = 0,149, 20 maka RN dapat dihitung sebagai berikut :Bila dipasang RPR yangmempunyai gigi sebanyak 21 16,45 kg lap = 40 yadsgigi, maka : 453,6 1 lb lap = x 2416,2 ( 16,45 x 1000 )RM = = 115,05 21 40 hank = 0,00131 hank 840Dari perhitungan di atas, maka Jadi nomor lap = 0,00131 (Ne 1 )bila akan memperbesarregangan pada mesin Cardinguntuk jenis seperti pada gambar
  • 163. 132Regangan Nyata (RN) Bila silinder berputar sebanyak Nomor keluar 220 putaran per menit, nomor= sliver yang dibuat adalah Ne 1 Nomor masuk 0,149. 0,149 Maka produksi mesin Carding= = 113,74 0,00131 dapat dihitung sebagai berikut :Dari Regangan Nyata, dapat RPM rol penggilas pada coiler :dihitung Regangan Mekaniknya.Bila mesin Carding mempunyai C R R R5limbar sebesar 5 %, maka : = 220 . . 1 . 3 . . D R2 R4 R17 ( 100 % limbah ) R18 R20 R22 R24RM = x RN . . . 100 R19 R21 R23 R25 ( 100 5 ) 428 29 8 24 = x 113,74 = 220 . . . . . 100 280 15 85 32 = 108,05 15 50 30 28 . . . 15 30 21 235.13.8 Perhitungan Produksi = 133,02 putaranProduksi mesin Carding Bila mesin Carding mempunyaibiasanya dinyatakan dalam efisiensi = 85 %, maka :satuan berat per satuan waktu Produksi teoritis per jamtertentu. = 0,85 . n . . d . 60 cm.Perhitungan produksi di mana n = RPM rol penggilasberdasarkan susunan roda gigi, coileradalah produksi teoritis. = 3,14Sedangkan produksi d = diameter rol penggilasberdasarkan hasil penimbangan coiler (cm).sliver, adalah produksi nyata. Produksi teoritis per jam = 0,85 . 133,02 . 3,14 . 5,8 . 605.13.8.1 Produksi Teoritis cm = 123550 cm = 123,550 m.Produksi teoritis mesin Carding Ne 1 0,149 Nm = 1,693 xdapat dihitung berdasarkan 0,149 = 0,25susunan roda gigi (gambar Nm = 0,25 Berat 1 gram5.68), dapat dihitung kecepatan sliver mempuyai panjangpermukaan dari rol penggilas = 0,25 mpada coiler dan nomor sliveryang dihasilkan.
  • 164. 133Produksi teoritis per jam KJ = 4.410 jam mesin 1235,50 JJB = 720 jam mesin= gram = 4942 gram 0,25 JJE = 3.690 jam mesin= 4,942 kg Jadi produksi nyata rata-rata5.13.8.2 Produksi Nyata 16.051,50 jam per mesin =Produksi nyata mesin Carding 3,690adalah berupa sliver, yang = 4,35 kgdidapat dari penimbangan sliverdalam satuan waktu tertentu. Keterangan :Untuk mendapatkan jumlah KJ : Kecepatan jamproduksi rata-rata per jam dari JJB : Jumlah jam berhentimesin Carding, diambil data- JJE : Jumlah jam efektifdata hasil produksi nyataselama periode waktu tertentu, 5.13.8.3 Efisiensimisalnya satu minggu.Kemudian dihitung jumlah jam Efisiensi mesin Carding dapatefektif dari mesin tersebut. dihitung denganJumlah jam efektif didapat dari membandingkan produksi nyatajumlah jam kerja dalam dan produksi teoritis per satuanseminggu dikurangi jumlah jam waktu yang dinyatakan dalamberhenti dari mesin. Jadi jumlah proses.produksi nyata rata-rata per jam Pada waktu berproduksi, terjadiadalah jumlah produksi nyata waktu-waktu yang tidakper minggu dibagi jumlah jam menghasilkan produksi, di manaefektif per minggu. Misalkan mesin harus berhenti yangdalam satu minggu menurut disebabkan antara lain : waktujadwal kerja, jumlah jam jalan yang diperlukan untukmesin = 4410 jam untuk 30 pembersihan, pelumasan danmesin Carding. perbaikan mesin.Hasil penimbangan lap dalam Berdasarkan uraian di atas,seminggu, menurut laporan jumlah teoritis / jam / mesinadalah = 16.051,50 kg. Untuk = 4,942 kg. Sedangkan jumlahperawatan mesin-mesin produksi nyata / jam / mesinCarding, diperlukan waktu 720 = 4.35 kg.jam mesin. Dengan data-data diatas, dapat dihitung produksi Jadi efisiensi mesin Cardingnyata rata-rata per jam untuk 4,35tiap mesin sebagai berikut : = x 100 % = 88,02 % 4,942
  • 165. 1345.13.9 Pergantian Roda Gigi Tetapan Regangan RPR = RMPada mesin Carding terdapatroda gigi yang dapat diganti- 2416,2 RPR = = 21,96ganti. Hal ini dimaksudkan bila 110akan mengubah nilai reganganmaupun produksi, sesuai Karena tidak ada roda gigi yangdengan ketentuan yang jumlah giginya pecahan, makadiinginkan. angka tersebut dibulatkanUntuk mengubah nilai menjadi 22.regangan, roda gigi yang perludiganti adalah roda gigi 5.13.9.2 Roda Gigi Penggantipengganti regangan (RPR). ProduksiBila produksi yang akan diubahperlu dilakukan penggantian Sama halnya dengan regangan,Roda gigi Pengganti Produksi maka produksi mesin Carding(RPP). dapat diubah pula. Untuk mengubah produksi mesin5.13.9.1 Roda Gigi Penggan Carding, dapat dilakukan ti Regangan dengan mengganti roda gigi pengganti produksi. PadaTelah dijelaskan di atas bahwa : gambar susunan roda gigiRegangan Mekanik (gambar 5.68), R 2 adalah Tetapan Regangan merupakan roda gigi pengganti= RPR produksi (RPR).Tetapan Regangan mesin Seperti pada perhitunganCarding menurut gambar produksi teoritis yang telahsusunan roda gigi (gambar dibahas di muka, maka :5.68) RPM rol penggilas coiler := 2416,2. C R R R5 = 220 . . 1 . 3 . .R 13 adalah roda gigi pengganti D R2 R4 R17regangan. R18 R20 R22 R24Bila pada mesin Carding . . .tersebut diperlukan regangan R19 R21 R23 R25sebesar 110, maka kita dapat 428 29 8 24mengganti roda gigi pengganti = 220 . . . . . 280 RPP 85 32regangan yang sesuai dengan 15 50 30 28nilai regangan yang diinginkan, . . .tanpa mengubah roda-roda gigi 15 30 21 23lainnya. 1995,3 = putaran Tetapan Regangan RPPRM = RPR
  • 166. 135Putaran rol penggilas coiler per dengan menggunakan jarum- 1995,3 jarum atau gigi-gigi yang tajam.jam = . 60 putaran Akibat adanya pukulan-pukulan RPP dan penarikan-penarikan tersebut serta sifat elastis dariDiameter rol penggilas coiler serat, maka ujung-ujung serat= 5,8 cm cenderung untuk membentukPanjang sliver yang dihasilkan tekukan (hook), sehingga serat- 1995,3 serat yang ada dalam sliverselama 1 jam = . 60 . RPP carding, tidaklah lurus dan 21803 sejajar kearah sumbu dari3,14 . 5,8 cm = m slivernya. RPPBila RPP = 1, maka Tetapan Hasil penelitian dengan menggunakan tracer fiber 21803Produksi = = 21803 (m) technique yang dilakukan oleh 1 beberapa peneliti menunjukkanBila digunakan RPP = 15 gigi bahwa :maka produksi teoritis mesin Sebagian besar dari serat- 21803 serat mempunyai tekukanCarding per jam = 15 pada salah satu atau kedua= 1453,53 m. ujungnya. Hampir setengah dari jumlah5.14 Proses di Mesin serat-serat, ujung Drawing belakangnya mempunyai tekukan-tekukan, sedangProses pada mesin Drawing ujung depan yangmerupakan langkah yang mempunyai tekukan hanyasangat penting dalam tahap merupakan seper-enamnyapembuatan benang dan saja.dilakukan setelah proses pada Secara keseluruhannya,mesin Carding, apabila derajat kelurusan serat yangpembuatan benang tersebut merupakan perbandingantidak menggunakan mesin antara panjang serat dalamCombing. keadaan tertekuk (extent)Seperti yang telah dijelaskan dengan panjang serat dalambahwa fungsi mesin Carding keadaan lurus, pada sliverialah untuk menguraikan serat- carding ini hanya 50 %.serat menjadi serat-seratindividu serta sekaligus Dengan demikian, prosesmembersihkan kotoran-kotoran berikutnya setelah carding padayang ada di dalam gumpalan umumnya dimaksudkan untukkapas, dengan cara pemukulan- meluruskan dan mensejajarkanpemukulan dan penarikan, serat terlebih dahulu kearah
  • 167. 136sumbu sliver, sebagai persiapan Meluruskan dansebelum serat-serat tersebut mensejajarkan serat-seratakan diregangkan dan dibuat dalam sliver ke arah sumbumenjadi benang di mesin pintal. dari sliver.Pelurusan dan pensejajaran Memperbaiki kerataan beratserat-serat tersebut dilakukan di per satuan panjang,mesin drawing, dimana campuran atau sifat-sifatbeberapa sliver dilalukan lainnya dengan jalanbersama-sama melalui perangkapan.beberapa pasangan rol penarik, Menyesuaikan berat sliveryang mempunyai jarak tertentu, per satuan panjang dengandengan kecepatan keperluan pada prosespermukaannya makin depan berikutnya.makin cepat. Dengan demikian,apabila sliver disuapkan ke Dari ketiga tujuan tersebut,pasangan-pasangan rol penarik, pelurusan serat dan perataanmaka serat-serat dalam sliver dari hasilnya adalah hal yangtersebut akan mengalami sangat penting dalamperegangan-peregangan peregangan di mesin drawing.sampai ke tingkat tertentu, yang Kerataan dari hasilnya jelasbesarnya tergantung kepada sangat penting, karena hal iniperbandingan kecepatan tidak saja diperlukan untukpasangan-pasangan rol dapat menghasilkan benangtersebut. Dan sebagai akibatnya dengan mutu yang baik, tetapiserat-serat yang mempunyai juga untuk menghindaritekukan-tekukan akan kemungkinan-kemungkinandiluruskan, karena mendapat kesulitan yang dapat timbulgesekan-gesekan dari serat- dalam proses-proses sebelumserat disekelilingnya. dipintal. Pelurusan serat dalamPenyuapan beberapa sliver sliver sebelum dipintal perlubersama-sama ke mesin sekali, karena derajat kelurusandrawing tersebut disebut dari serat-serat dalam sliverperangkapan (doubling) dan akan menentukan sifat-sifatnyadimaksudkan untuk melakukan selama peregangan. Serat-seratpencampuran agar kerataan dalam sliver yang sangat lurusdari sliver yang dihasilkan lebih akan memudahkanbaik. Dengan jalan peregangannya, sedangkanperangkapan, maka serat-serat yang tidak teraturketidakrataan dalam berat per letaknya akan menghasilkansatuan panjang juga dapat sliver yang kurang baik.dikurangi. Dengan demikianmaka tujuan dari mesin drawingdapat diterangkan sebagaiberikut :
  • 168. 137 Prinsip Bekerjanya Mesin mesin carding, maka sliver Drawing tersebut dikerjakan di mesin drawing. Pada garis besarnyaUntuk meluruskan dan mesin drawing terdiri darimensejajarkan serat-serat yang bagian-bagian penyuapan,terdapat pada sliver hasil sliver peregangan dan menampung. Gambar 5.69 Skema Mesin DrawingCan penyuap (1) yang berisi (10) yang melalui kedudukansliver ditempatkan di bagian horizontal, karena adanyabelakang mesin. Jumlah can proses peregangan danumumnya sebanyak 6 atau 8 pembebanan pada rol-rolbuah. tersebut.Dari can penyuap (1) sliver Karena kecepatan rol-rolditarik ke atas, dilewatkan pada peregang berturut-turut daripengantar sliver (2), kemudian belakang ke depan makin tinggi,ke rol penyuap (3) dan tumbler maka sliver akan mengalamistop motion (4). Di sini apabila proses penarikan danada sliver yang putus, maka peregangan. Pada umumnyamesin akan berhenti. peregangan berkisar antara 6Selanjutnya ke 6 atau 8 sliver sampai 8 kali.tersebut bersama-sama Dengan demikian makadisuapkan pada keempat sebagian besar serat-seratpasang rol peregang (6,7,8,9) menjadi lurus dan sejajar kemelalui pengantar sliver (5) arah sumbu sliver.yang dapat bergerak ke kanan Sliver yang keluar dari roldan ke kiri. Rol-rol peregang peregang (9), menjadidiletakkan di atas penyangga rol berbentuk seperti pita dan
  • 169. 138berukuran lebih kurang sama Pengantar sliver yang gunanyadengan sliver yang disuapkan. untuk menjaga agar bagian-Pita-pita tadi kemudian bagian sliver yang tebal ataudilewatkan melalui front stop rusak dapat tertahan.motion (11), sehingga kalau adasliver yang putus, makahasilnya tidak akan menumpuk.Kemudian melalui terompet(12), ke rol penggilas (13), kecoiler (14). Akhirnya sliverditampung di dalam canpenampung (15) yang berputardi atas landasan can. Gambar 5.71 Pengantar Sliver5.14.1 Bagian Penyuapan 5.14.1.3 Rol PenyuapBagian penyuapan mesinDrawing terdiri dari : Pasangan rol penyuap gunanya untuk menarik sliver yang5.14.1.1 Can Penyuap disuapkan.Can penyuap yang berjumlah 6 5.14.1.4 Traverse Guideatau 8 berisi sliver hasil mesincarding untuk setiap delivery. Pengantar sliver yang bergerakJumlah sliver didalam can ke kanan dan ke kiri (traversesupaya diatur sedemikian rupa, guide) untuk menghindarkansehingga tidak akan habis agar jalannya sliver tidakdalam waktu yang bersamaan. setempat, sehingga rol atas terhindar dari keausan. Gambar 5.70 Can Gambar 5.72 Traverse Guide5.14.1.2 Pengantar Sliver Untuk penyuapan mesin drawing passage kedua, diperlukan 6 atau 8 buah can
  • 170. 139penyuap yang berisi sliver hasil Pasangan rol-rol penarik yangmesin drawing passage terdiri dari rol-rol bawah dan rol-pertama dan masing-masing rol atas seperti terlihat padacan penyuap hendaknya gambar 5.63.diusahakan dari delivery yangberbeda. Ia, IIa, IIIa, IVa = rol atas Ib, IIb, IIIb, IVb = rol bawah5.14.2 Bagian Peregangan J 1 = jarak antara titik jepit Ib – IIbDaerah peregangan ini terdiri J 2 = jarak antara titik jepitdari : IIb – IIIb J 3 = jarak antara titik jepit5.14.2.1 Pasangan Rol-rol IIIb – IVb Penarik Gambar 5.73 Pasangan Rol-Rol Penarik5.14.2.2 Rol Bawah dengan rol atas pada saat terjadinya peregangan. SetiapRol bawah dibuat dari baja yang delivery terdapat tempatdikeraskan pada seluruh dudukan untuk menyangga rol-permukaannya dan beralur rol bawah dan selalu mendapathalus pada bagian tempat pelumasan agar rol-rol tersebutjalannya serat-serat. Jarak dari dapat berputar lancar.alur-alur tersebut dibuat Diameter rol bawah dibuat tidaksedemikian rupa, sehingga garis sama dengan diameter rol atas,titik jepit terhadap rol atas tidak dengan maksud agar janganselalu pada tempat yang sama. sampai terjadi keausanFungsi dari alur ialah untuk setempat pada rol atasnya.mengurangi terjadinya slip Diameter rol bawah yang
  • 171. 140terdepan harus diambil sebesar- dengan jalan menggeser-besarnya, sedang rol bawah geserkan rol bawah yangyang kedua dibuat lebih kecil kedua, ketiga dan yang palingdari pada rol bawah terdepan. belakang.Rol bawah yang ketiga danyang paling belakang, 5.14.2.3 Rol Atasdiameternya sama dengandiameter rol bawah yang Rol atas dibuat dari besi tuangterdepan. Rol bawah yang dan dilapisi dengan kain flanelkedua diameternya dibuat lebih dan kulit atau dari karet sintetis.kecil dari pada diameter yang Diameter rol atas sedikit lebihlain dengan maksud agar titik besar dari ada diameter roljepit antara rol bawah yang bawah.terdepan dengan rol bawah Rol atas menurut konstruksinyayang kedua dapat disetel lebih dikenal dua jenis, yaitu roldekat disesuaikan dengan masip (solid, loose bosh roller)panjang serat yang diolah serta dimana pada kedua ujungnyabesarnya regangan dibagian terdapat pelat dari logam lunaktersebut. (bushing) tempat dudukanRol bawah yang terdepan kaitan beban dan rol beronggabiasanya tidak dapat digeser- (shell roller type) yanggeser, tetapi dipasang tetap mempunyai arbour C padapada dudukan legernya, sedang bagian tengahnya serta ronggauntuk keperluan penyetelan titik pada bagian luarnya D (gambarjepit antar rol dapat diatur 5.74). Gambar 5.74 Rol Atas
  • 172. 141Rol atas ini baik jenis masip Hingga terjadi lekukan (crimp)maupun jenis berongga dilapisi mengikuti garis jepit alur.dengan bahan kulit, gabus atau Dengan demikian produksidari sintetis sepanjang alur pada panjang yang dihasilkannya,rol bawah sebagai bantalan akan lebih panjang dari pada roldimana serat-serat melaluinya. biasa dengan diameter yangLapisan kulit memerlukan sama.ketelitian yang sempurna dalampemilihan kwalitas, harus yang 5.14.2.4 Pembebanan padahalus tak berlubang-lubang atau Rol Atascacat serta mempunyai tebalyang rata. Untuk mencegah agar serat-Dewasa ini rol atas dibuat serat tidak tergelincir padasedikit lebih besar atau lebih waktu proses peregangankecil dari pada rol bawah. Hal ini berlangsung serta untukgunanya untuk menghindari memperlancar tekanan rol atasterjadinya keausan setempat pada rol bawah, maka rol-rolsebagai akibat gesekan dengan peregang diberi tekanan.rol bawah. Disamping rol-rolsebagaimana diutarakan diatas 5.14.2.4.1 Pembebananjuga ada rol yang dari logam Sendiri (Self(metalic roller). Weighting)Rol atas maupun rol bawahnyaberalur lebih dalam dari pada rol Pada pembebanan sendiribawah pada jenis rol biasa. digunakan rol-rol yang besarIrisan alurnya berpegangan yang mempunyai berat cukupseperti roda gigi. Agar tidak untuk memberi tekanan padaterlalu berhimpitan, pada kedua serat.ujungnya terdapat roller,sehingga garis titik jepit keduapasangan rol terhadap seratterletak pada sisi kaki alur(gambar 5.75). Gambar 5.76 Pembebanan Sendiri Keterangan : Gambar 5.75 Tekanan = Berat rol atasAlur pada Penampang Rol Atas P = G dan Rol Bawah dari Logam
  • 173. 1425.14.2.4.2 Pembebanan Mati / 5.14.2.4.4 Pembebanan Bandul (Dead dengan Tuas (Lever Weighting) Weighting)Pada cara ini rol atau diberitekanan bandul. Banduldikaitkan pada rol atas dengandudukan melalui sebuah kaitanyang dibuat dari besi tuang. Gambar 5.79 Pembebanan dengan Tuas Gambar 5.77 Pembebanan Mati/BandulKeterangan :Tekanan = Berat bandulP = W5.14.2.4.3 Pembebanan Gambar 5.80 Pelana (Saddle Pembebanan dengan Per Weighting) 5.14.2.4.5 Pembebanan b dengan Per (SpringTekanan P 1 = xW Pressure) a b a Pembebanan dibuat sedemikianTekanan P 2 = xW a b rupa sehingga memudahkan pemasangan dan pelepasannya. Pada waktu mesin berhenti dalam jangka waktu yang agak lama, beban- beban perlu dilepaskan supaya rol-rol tidak cepat aus. Gambar 5.78 Pembebanan Pelana
  • 174. 1435.14.2.5 Peralatan rol penarik dari kotoran-kotoran, Pembersih serat-serat pendek yang beterbangan dan lain-lain agarPeralatan pembersih berfungsi tidak terbawa masuk bersamauntuk menjaga kebersihan rol- sliver. Gambar 5.81 Peralatan Pembersih Rol Bawah Gambar 5.82 Peralatan Pembersih Rol AtasPeralatan pembersihan rol memutarkan gigi Rachet N padabawah pada gambar diatas T, sehingga D turut berputar.terbuat dari sebilah papan tipis Penggaruk G bergerak majuyang terbungkus dengan flanel, mundur, sejalan denganmenekan rol bawah dari bawah. gerakan batang penyetop B,Peralatan pembersih rol atas, yang berfungsi mengumpulkangambar bisa disebut Ermen’s kotoran-kotoran yang melekatclearer. Peralatan pembersih ini pada D. Pusat gerakan T adaterbuat dari flanel D yang juga berasal dari rol belakangterpasang diantara dua buah rol melalui sebuah perantara.T dan S. Gerakan D akan
  • 175. 1445.14.2.6 Proses Peregangan dilakukan dengan menggunakan pasangan-Sebelum mempelajari lebih pasangan rol yang berputarlanjut mengenai pelurusan dan dengan kecepatan permukaanpenyejajaran serat-serat dalam yang berbeda, ialah makinsliver pada mesin drawing kedepan makin cepat. Dengandengan cara peregangan, adanya kecepatan permukaankiranya perlu dibahas terlebih yang berbeda tersebut, makadahulu mengenai prinsip-prinsip setibanya serat-seratyang mendasari peregangan. dipasangkan rol yang berikutnyaDalam semua tahap pembuatan seolah-olah akan seperti ditarikbenang dari pembukaan sampai dan bergerak lebih cepat. Haldengan pemintalan, masalah yang demikian akanperegangan ini selalui dijumpai mengakibatkan bahwa serat-dan menjadi dasar dari teori serat akan dicabut secara terus-pembuatan benang, dimana menerus dan sedikit demigumpalan-gumpalan serat yang sedikit dari kelompoknyamula-mula mempunyai ukuran sehingga bergeser posisinya.dengan berat per satuan Akibatnya berat per satuanpanjang yang besar, secara panjang dari bahan yangberangsur-angsur diubah dihasilkan akan lebih kecil,menjadi benang dengan berat tetapi menjadi lebih panjang.per satuan panjang yang sangat Untuk mempermudah mengikutikecil. uraian diatas, baiklah melihatPeregangan tersebut pada gambar 5.72.mesin drawing biasanya Gambar 5.83 Pasangan-pasangan Rol pada Proses PereganganKeterangan : Bh = berat bahan yangBs = berat bahan yang dihasilkan per satuan disuapkan per satuan panjang panjang
  • 176. 145Ns = nomor bahan yang disuapkan dalam Vb . Bs = Vd . Bh atau sistem Ne 1 Vd Bs Nh = =Nh = nomor bahan yang Vb Bh Ns dihasilkan dalam sistem Ne 1 Jadi kalau besar pereganganRba = rol belakang yang atas atau draft sama dengan enam,Rbb = rol belakang yang maka permukaan rol depan bawah harus enam kali kecepatanRta = rol tengah yang atas permukaan rol belakang danRtb = rol tengah yang bawah berat persatuan panjang bahanRda = rol depan yang atas yang dihasilkan menjadiRdb = rol depan yang bawah seperenam dari berat bahanDb = daerah peregangan yagn disuapkan, untuk satuan belakang panjang yang sama.Dd = daerah peregangan depan Distribusi Regangan Pada Mesin DrawingUntuk menyederhanakanpersoalannya, maka untuk Untuk mendapatkan hasilsementara pasangan rol tengah drawing yang baik dengan nilaiditiadakan dahulu, sehingga ketidakrataan yang rendah,susunannya sebagai berikut maka besar regangan pada(gambar 5.84) : masing-masing daerah peregangan perlu diatur, agar serat-serat yang bergerak dalam daerah peregangan (drafting zone) dapat dikontrol sejauh mungkin. Pengontrolan serat-serat tersebut sebenarnya tergantung pada sifat seratnya Gambar 5.84 sendiri, kecepatan putaran dari Dua Pasang Rol pada Proses rol, pembebanan pada rol dan Peregangan besarnya regangan pada masing-masing daerahKalau misalkan kecepatan regangan.permukaan rol depan dan rol Walaupun demikian,belakang berturut-turut ialah Vd berdasarkan pengalama, Saco-dan Vb, sedangkan selama Lowell memberikan pedomanpereganan tidak terjadi limbah, untuk menentukan besarnyamaka jumlah bahan yang regangan pada masing-masingdihasilkan harus sama dengan daerah peregangan,bahan yang disuapkan. berdasarkan atas penyusutan
  • 177. 146yang sama atas bahan yang dan keluar dari daerahmengalami peregangan. Untuk peregangan.lebih jelasnya dapat diikuti pada Untuk mencari besarnyacontoh berikut : regangan dari masing-masing daerah peregangan adalahContoh 1 : sebagai berikut : Daerah peregangan 1 :Misalkan saja kita mengerjakan 860 860sliver pada mesin drawing yang = = 1,305 860 201 659mempunyai 4 daerahperegangan. Daerah peregangan 2 : 659 659 = = 1,439 659 201 458 Daerah peregangan 3 : 458 458 = = 1,782 458 201 257 Gambar 5.85 Daerah peregangan 4 : Empat Daerah Peregangan 257 257 = = 4,588 257 201 56Berat bahan yang disuapkan860 grain/yard, sedang sliver Bukti = 1,305 x 1,439 x 1,782 xyang diinginkan ialah 56 4,588 = 15,35grain/yard Contoh 2 :Caranya ialah sebagai berikut :Besar draft keseluruhannya 860= = 15,35 56Selanjutnya kurangi berat bahan Gambar 5.86yang masuk dengan yang Tiga Daerah Peregangankeluar, hasilnya akanmerupakan penyusutan Dengan cara yang sama diatas,berat/yard. maka regangan keseluruhandari keseluruhan regangan 6 x 56860 – 56 = 804. = = 5,895Kemudian bagilah angka ini 57dengan banyaknya daerah 804 Penyusutan keseluruhanperegangan = 201 = 6 x 56 – 57 = 336 – 57 = 279 4 Penyusutan setiap daerahAngka ini merupakan selisih 279berat dari bahan ketika masuk = = 93 3
  • 178. 147Maka perhitungan selanjutnya : dari hasil slivernya. Hal ini dapatDaerah peregangan 1 : terlihat pada gambar 5.87, yang 336 336 menunjukkan hubungan antara = = 1,382 jarak rol dengan ketidakrataan336 93 243 dari hasil slivernya.Daerah peregangan 2 : 243 243 = = 1,62243 93 150Daerah peregangan 3 : 150 150 = = 2,633150 93 57Bukti = 1,382 x 1,62 x 2,633 Gambar 5.87= 5,89 Pengaruh Jarak antar Rol dengan Ketidakrataan dariDibandingkan dengan Sliver yang dihasilkanpelaksanaannya, mungkinregangan didaerah peregangan Karena serat kapas mempunyaidepan sedikit lebih besar, variasi panjang yang tidak tetap,namun sebagai pedoman dapat maka kemungkinan untuk dapatdicoba. menentukan jarak antar rol pada masing-masing daerah5.14.2.7 Penyetelan Jarak peregangan sangatlah sulit. antar Pasangan Rol Walaupun demikian Shirley Peregang Institute, telah mengembangkan suatu rumus empiris, yangPenyetelan jarak yang paling dapat dipakai sebagai pedomanpenting pada mesin Drawing penyetelan rol, sehingga untuklainnya. Penyetelan hanya mendapatkan jarak antar roldilakukan terhadap rol bawah yang tepat, masih perlu(bottom-roll). Hal ini dilakukan diadakan sedikit penyesuaian.karena rol bawah adalah Penyetelan yang sangat pentingberputar aktif dan langsung sebenarnya didaerahberhubungan dengan roda-roda peregangan depan (front zone)gigi yang berhubungan dengan dimana regangan yangsumber gerakan. Sedangkan rol dikenakan ialah yang terbesar,atas hanya berputar karena sedang didaerah lainnyagesekan dari rol bawah. regangannya kecil, sehinggaPenyetelan jarak yang terlalu ketelitian jarak antar rol kurangdekat maupun terlalu jauh akan dirasakan.meningkatkan ketidakrataan
  • 179. 148Berikut ini diberikan pedoman Dalam praktik cara untukpenyetelan oleh Shirley Institute mengukur jarak permukaan roluntuk pengolahan serat kapas, (roller gauge) digunakan alatyang didasarkan antar titik jepit pengukur jarak (setting gauge)pasangan rol. yang diletakkan diantara keduaDaerah peregangan depan = permukaan rol pada bagianEffective Length (panjang yang dilalui serat. 3 1 Hubungan antara besarnya nilaiefektif) + s/d inch. jarak permukaan rol (roller 16 4 gauge) dengan jarak titik jepitDaerah peregangan tengah = diperlihatkan seperti rumus 3 7 sebagai berikut :Effective Length + s/d 8 16inch.Daerah peregangan belakang = 5 11Effective Length + s/d ” 8 16Dengan diketahuinya diameterrol, maka kita dapatmenentukan jarak antar roldengan mudah. Gambar 5.88J.C. Boel memberikan pedoman Roller Gaugepenyetelan rol sebagai berikut :Daerah peregangan depan dimana := Effective length + 3 mm e = jarak permukaan rolDaerah peregangan tengah L = jarak titik tengah rol= Effective length + 6 mm d1 . d 2 = diameter masing-Daerah peregangan belakang masing rol= Effective length + 9 mmPenyetelan tersebut Contoh :dimaksudkan untukmendapatkan jarak permukaan Diketahui : Diameter rol depanrol (roller gauge) antara dua 1pasangan rol untuk setiap jarak =1 inch 4titik jepit yang ditentukan. Jarak Diameter rol ke-2 = 1 inchtitik jepit adalah jarak antara Ditanyakan :garis singgung dua pasangan Besarnya jarak permukaanrol dimana serat-serat tepat (gauge) yang diperlukan untukterpegang oleh titik jepitan. setting 1 516 inchBiasanya jarak ini merupakanjarak antara titik tengah rol-rol Jawab :yang bersangkutan. d1 d2 e = L- 2
  • 180. 149 ( 1 514 1 ) jarak antar rol penarik = 1 5 - 16 dilaksanakan sedemikian rupa, 2 3 sehingga tidak terlalu sempit = 16 inch atau terlalu longgar. Jika penyetelan terlalu sempit akan5.14.2.8 Faktor-Faktor yang terjadi banyak serat putus atau Mempengaruhi keriting (cracking fiber) dan jika Penyetelan Jarak terlalu lebar akan terjadi banyak antar Rol Peregang serat yang mengambang diantara dua pasangan rolFaktor-faktor yang (floating fibers) sehinggamempengaruhi penyetelan jarak menimbulkan ketidakrataansusunan rol peregang adalah hasil slivernya.sebagai berikut : Gambar 5.89 menunjukkan kemungkinan kedudukan serat- Panjang Serat yang diolah serat pada saat melalui dua pasangan rol penarik.Sebagaimana diketahui seratyang terdapat pada bal-balkapas yang diolah memilikivariasi panjang yang berbeda.Serat-serat pendek biasanyadipisahkan pada proses Cardingdan Combing, sedangkan serat-serat panjang diteruskan dalamproses selanjutnya.Biasanya serat-serat pada saatsampai mesin drawing Gambar 5.89panjangnya berkurang 5 – 10 Kedudukan Serat antara Duapersen dari pada panjang serat Pasangan Rol Penarikkapas aslinya sebelum diolah.Hal ini disebabkan oleh proses- Va = kecepatan permukaanproses sebelumnya dimana rol Aserat-serat mengalami Vb = kecepatan permukaanpermukulan (misalnya pada rol Bcleaning point) sehiggamenimbulkan banyak serat Keterangan :putus. - Serat a yang dijepit olehPada proses mesin drawing, pasangan rol A akanuntuk menghindari bergerak dengan kecepatankemungkinan terjadinya banyak Vaserat-serat putus atau jatuh - Serat b yang dijepit olehdiantara pasangan rol pasangan rol B akanperegang, maka penyetelan
  • 181. 150 bergerak dengan kecepatan Bila sliver yang melalui Vb pasangan rol, diameternya lebih- Serat c yang mengambang besar, maka rol atas diantara kedua pasangan mempunyai kecenderungan rol A dan rol B kemungkinan untuk bergeser naik atau lebih akan jatuh diantaranya. renggang terhadap rol- Serat d ujung belakang bawahnya. Ini berarti bahwa bergerak lambat, ujung tekanan pembebanan terhadap depannya bergerak lebih serat bertambah besar serta titik cepat, akibatnya depan atau garis jepitnya bertambah putus apabila jepitannya lebar pula. cukup kuat atau rusak kalau Gambar 5.90 menunjukkan tercabut dengan paksa. bahwa makin tebal slivernya, makin panjang daerah Tebal Tipisnya Sliver yang jepitannya, sehingga kalau diolah penyetelan jarak antar rolnya tetap, maka sebenarnya relatif akan lebih pendek. Gambar 5.90 Sliver yang melalui Rol dengan Ukuran yang BerbedaJadi untuk sliver yang lebihberat atau diameternya besar Proses Sebelumnyadiperlukan penyetelan rol yanglebih lebar. Hal ini untuk Meskipun serat-serat padamenghindari serat-serat terjepit sliver Carding sedikit banyakoleh dua buah pasangan rol. sudah mengalami pelurusan,Karena itu penyetelan jarak rol namun belum dapat dikatakanpada bagian penyuapan atau rol lurus sebagaimana serat-seratbelakang dengan rol ke-3 dibuat pada sliver Combing. Karena itulonggar, rol ke-3 dengan ke-2 penyetelan rol pada mesinsedang, rol ke-2 dengan rol Drawing untuk pengolahandepan sempit. Ini diakibatkan sliver Carding lebih sempit dariadanya pengurangan berat pada untuk pengolahan sliverkarena terjadinya proses combing.peregangan.
  • 182. 151 Sifat Serat yang diolahSerat yang kasar dan kaku lebihsulit terkontrolnya pada saatterjadinya penarikan dari padaserat-serat halus. Karena ituuntuk serat yang kasarpenyetelan lebih sempit. Jenis Rol Peregang Gambar 5.91 Pelat Penampung SliverRol logam memerlukanpenyetelan yang lebih lebar dari 5.14.3.2 Terompetpada rol biasa karena titikjepitnya bertambah lebar. Terompet ini dibuat dari besi tuang (cast iron) atau bronce,5.14.3 Bagian Penampungan letaknya diantara rol depan dan rol penggilas. PanjangnyaBagian penampungan dari 1” – 1,5”, diameter atasnya kira-mesin Drawing terdiri dari : kira 1,5 inch dan bawahnya kira-- pelat penampung kira 0,25”. Ukuran diameter- terompet lubang terompet tergantung- rol penggilas pada jenis dan ukuran sliver- coiler yang diolah. Dibawah ini adalah- can penampung sliver rumus yang biasa digunakan untuk menentukan diameter5.14.3.1 Pelat Penampung lubang terompet untuk jenis sliver yang diolah seperti terlihatPelat penampung dibuat dari pada gambar 5.91.pelat besi yang membentukseperti trapesium denganbagian yang kecil menuju keterompet. Permukaan dari pelatini biasanya dipolis licin sekalisehigga berfungsi sebagaipengantar sliver yang keluardari rol depan seperti terlihatpada gambar 5.91. *) pada bagian ini mengecilnya sedikit sekali Gambar 5.92 Penampang Terompet
  • 183. 152Diameter terompet (inch) = k xberat sliver dalam grain/yarddimana k adalah suatu angkatetapan.Untuk drawing passage pertamak = 0,0172Untuk drawing passage keduak = 0,0156Untuk Combed drawingk = 0,0141 Gambar 5.93 Coiler5.14.3.3 Rol Penggilas Ujung atas dari tabung langsungFungsi dari rol penggilas ialah berada diatas titik pusat pelatuntuk menggilas dan menarik bergigi, kira-kira 4 inchsliver yang keluar dari rol depan diatasnya dan 0,5 inch dibawahmelalui terompet menjadi rol penggilas.sebuah sliver danmeneruskannya ke dalam coiler. 5.14.3.5 Can Penampung Sliver5.14.3.4 Coiler Can penampung dibuat dariFungsi dari coiler ialah untuk bahan sintetik seperti kartonmeletakkan sliver kedalam can yang keras dan kuat atau daridengan teratur, sehingga pelat logam dengan diametermemudahkan penarikan berkisar antara 10 sampaikembali dari dalam can pada dengan 40 inch dan tingginya ±proses selanjutnya tanpa 36 inch seperti halnya can padamengalami perpanjangan atau mesin carding, di dalamnyasering putus. Coiler ialah pelat terdapat alas yang ditahan olehbergigi yang cukup besar dan per. Can ini diletakkan diatasbiasanya disebut tube gear, landasan besi bundar bergigiletaknya datar tepat dibawah rol (turn table) yang berputarpenggilas. Permukaan sangat lambat melalui susunanbawahnya licin dan bagian roda-roda gigi. Perluatasnya merupakan tabung diperhatikan disini bahwa titikdengan diameter lubangnya 1,5 pusat coiler tidak terletak padainch membuat sudut tertentu satu garis vertikal dengan titikterlihat pada gambar 5.93. pusat dari landasan can. Dengan demikian maka letaknya sliver dalam can dapat tersusun rapi seperti terlihat pada gambar 5.94.
  • 184. 153 Pengawasan terhadap mutu sliver hasil mesin Drawing meliputi : - pengujian Nomor Sliver Drawing - pengujian kerataan Sliver Drawing 5.14.4.1 Pengujian Nomor Sliver Drawing Gambar 5.94 Letak Sliver Dalam Can Pengujian nomor dilakukan dengan cara :5.14.3.6 Pemeliharaan mesin - menyiapkan alat pengukur Drawing panjang sliver yang disebutPemeliharaan pada mesin Wrap BlockDrawing meliputi - menyiapkan alat pengukur1. Pembersihan mesin Drawing berat yang disebut Neraca secara rutin setiap 1 bulan. Analitik2. Pelumasan bearing top roll, - mengukur sliver sepanjang 6 bottom roll setiap 1 minggu. yard atau 6 meter sebanyak3. Pelumasan top roll setiap 1 4 kali atau bisa lebih bulan. - menimbang sliver yang telah4. Pelumasan sub gear box, diukur panjangnya gear box setiap 3 bulan. - menghitung nomor sliver5. Setting bottom roll setiap 4 dengan cara penomoran bulan. tertentu.6. Pencucian top roll setiap 1 minggu 5.14.4.2 Pengujian Kerataan7. Penggerindaan top roll Sliver Drawing setiap 2 bulan. - menyiapkan alat pengukur5.14.4 Pengujian Mutu Hasil kerataan sliver yang disebut Uster evenes tester, lengkapMutu sliver hasil mesin Drawing dengan condensatormerupakan kunci dari mutu pengukurbenang yang akan dihasilkan, - recorder, alat untukmengingat pada proses mencatat grafikselanjutnya tidak lagi proses ketidakrataan bahan (sliverperbaikan mutu bahan terutama carding)dalam perbaikan mutu kerataan - integrator, alat yangbahan. mencatat langsung harga ketidakrataan u% dan cv%
  • 185. 154- spectograph dan sliver. Karena putaran dari coiler recordernya, alat yang yang mengatur penampungan mencatat periodisity dari sliver pada can, maka pada bahan yang diuji (sliver sliver ini terdapat antihan yang Carding) tidak besar tapi dapat- menyiapkan sliver sebanyak memberikan kekuatan yang benang lebih ditengah can cukup pada sliver. Regangan- memasang sliver pada untuk membuka antihan ini Condensator dengan disebut Break Draft. melewatkan ujung sliver Dengan mengalikan nilai-nilai pada slot. regangan yang terdapat pada- melewatkan sliver pada alat tiap-tiap daerah regangan pemegang dan pengantar jumlah (total draft). bahan- menjalankan Condensator 5.14.5.1 Putaran Rol Penyuap selama waktu yang ditentukan Puli motor A memutarkan puli B- hasil ketidakrataan dapat dengan perantaraan belt. dibaca langsung pada Satu poros dengan B terdapat Integrator roda gigi R 15 yang berhubungan dengan roda gigi R 14 . Satu5.14.5 Perhitungan Regangan poros dengan R 14 terdapat rodaPerhitungan regangan gigi R 13 yang berhubunganberdasarkan susunan roda gigimesin Drawing dapat dilakukan dengan R 12 . Seporos dengandengan membandingkan R 12 tedapat roda gigi R 6 yangkecepatan permukaan dari rol berhubungan dengan roda gigipenggilas (Callender) dengan R 4 melalui roda gigi perantarakecepatan permukaan dari rolpenyuap. Hasil perhitungan ini R5.disebut regangan jumlah (total Seporos dengan R 4 terdapatdraft). Pada mesin Drawing roda gigi R 3 yang berhubunganbiasanya diperlukanperhitungan-perhitungan dari dengan roda gigi R 1 melaluitiap-tiap daerah regangan (draft roda gigi perantara R 2 . Padazone). Misalnya daerahregangan antara rol belakang poros roda gigi R 1 terdapat rol(rol I) dan rol II. Daerah ini penyuap.adalah daerah regangan yangdiperlukan untuk membukaantihan yang terdapat pada
  • 186. 155 Gambar 5.95Susunan Roda Gigi Mesin Drawing
  • 187. 156Keterangan : roda gigi R 5 ; roda gigi R 3 ; roda A = puli Ø 112 mm gigi R 2 ; roda gigi R 1 ; rol B = puli Ø 340 mmRoda gigi R 1 = 58 gigi penyuap.Roda gigi R 2 = 30 gigi 5.14.5.2 Putaran Rol-rolRoda gigi R 3 = 47 gigi PeregangRoda gigi R 4 = 20 gigi Puli motor A berhubunganRoda gigi R 5 = 43 gigi dengan puli B. Satu porosRoda gigi R 6 = 25 gigi dengan B terdapat roda gigi R 15 , R 16 dan rol peregang IVRoda gigi R 7 = 50 gigi yang merupakan rol depan dariRoda gigi R 8 = 20 gigi rol-rol peregang. Roda gigi R 15Roda gigi R 9 = 49 gigi berhubungan dengan roda gigiRoda gigi R 10 = 40 gigi R 14 . Seporos dengan roda gigiRoda gigi R 11 = 20 gigi R 14 terdapat roda gigi R 13 yangRoda gigi R 12 = 50 gigi berhubungan dengan roda gigiRoda gigi R 13 = 40-60 (RPR)gigi R 12 . Satu poros dengan R 12Roda gigi R 14 = 120 gigi terdapat R 9 , R 6 dan rol peregang I yang merupakan rolRoda gigi R 15 = 30 gigi peregang belakang dari rol-rolRoda gigi R 16 = 27 gigi peregang. Roda gigi R 6 ,Roda gigi R 17 = 70 gigi berhubungan dengan roda gigiRoda gigi R 18 = 53 gigi R 8 melalui roda gigi perantaraRoda gigi R 19 = 25 gigi R 7 . Pada poros R 8 terdapat rolRoda gigi R 20 = 25 gigi peregang II. Roda gigi R 9Roda gigi R 21 = 35 gigi berhubungan dengan roda gigi R 11 melalui roda gigi perantaraRoda gigi R 22 = 38 gigi R 10 . Pada poros R 11 terdapatRoda gigi R 23 = 24 gigi rol peregang III. Secara singkat, hubungan dariSecara singkat, gerakan dari sumber gerakan ke rol-rolsumber gerakan ke rol penyuap peregangan dapat diikutidapat diikuti sebagai berikut : sebagai berikut :Puli motor A puli B, roda gigi Puli A; Puli B; rol peregang IVR 14 ; roda gigi R 13 ; roda gigi (rol depan). Roda gigi R 15 ; rodaR 12 ; roda gigi R 6 ; roda gigi R 5 ;
  • 188. 157gigi R 14 ; roda gigi R 13 ; roda gigi penggilas II melalui roda gigiR 12 rol peregang I. Roda gigi R 19 dan R 20 . Secara singkat, hubunganR 6 ; roda gigi R 7 ; roda gigi R 8 ; sumber gerakan ke rolrol peregang II. Roda gigi R 9 ; penggilas dapat diikuti sebagairoda gigi R 10 ; roda gigi R 11 ; rol berikut :peregang III. Puli A; puli B; roda gigi R 17 ,5.14.5.3 Putaran Rol roda gigi R 18 ; rol penggilas. Penggilas (Calender) 5.14.5.4 Tetapan ReganganPuli motor A berhubungandengan puli B satu poros Seperti pada mesin-mesindengan B terdapat roda gigi R 16 sebelum mesin Drawing, makayang berhubungan dengan roda tetapan regangan dapat dihitunggigi R 18 terdapat rol penggilas I dari perhitungan regangan mekanik dengan memisalkanyang berhubungan dengan rol roda gigi Pengganti Regangan = 1. Kecepatan permukaan rol penggilas RM = Kecepatan permukaan rol penyuapDimisalkan rol penyuap berputar 1 kali, maka rol penggilas akanberputar. R1 R 2 R 4 R5 R12 R14 R16 R17 =1· · · · · · · · R 2 R3 R5 R 6 R13 R15 R 27 R18 58 30 20 43 50 120 27 70 =1· · · · · · · · putaran 30 47 43 25 RPR 30 70 53 1 · 58 · 30 · 20 · 43 · 50 · 120 · 27 · 70 · · 75RM = 30 · 47 · 43 · 25 · RPR · 30 · 70 · 53 · · 30 271,56 = Tetapan regangan = 271,56 RPR5.14.5.5 Regangan Mekanik permukaan rol penggilas dengan kecepatan permukaanRegangan mekanik dapat dari rol penyuap. Hasildihitung dengan perhitungan disini adalahmembandingkan kecepatan
  • 189. 158merupakan regangan jumlah c) Regangan antara rol II dandari mesin Drawing. rol IIIMenurut perhitungan di atas, Kec. permk rol IIIdidapat : RM = Kec. permk rol II 271,56 20 49 RM = 1 . . . 3,14 . 25 RPR = 25 20 1,63 1 . 3,14 . 30Bila RPR yang digunakan,mempunyai gigi sebanyak 45, d) Regangan antara rol III danmaka : rol IV 271,56 Kec. permk rol IV RM = = 6,034 RM = 45 Kec. permk rol III 20 50 120Regangan jumlah dapat pula 1. . . . 3,14. 30dihitung dari hasil perkalian dari = 49 45 30regangan masing-masing 1 . 3,14. 25bagian dari daerah Regangan. = 2,18a) Regangan antara rol e) Regangan antara rol IV dan penyuap dan rol I. rol penggilas Kec. permk rol I Kec. permk rol penggilasRM = RM = Kec. permk rol penyuap Kec. permk rol IV 58 20 27 1· · · · 30 1. . 3,14 . 75 = 47 25 53 = 1,27 1 · · 30 1 . 3,14 . 30 = 0,987 Regangan jumlah antara rolb) Regangan antara rol I dan penyuap dan rol penggilas rol II = 0,987 x 1,25 x 1,63 x 2,18 x Kec. permk rol II 1,27RM = = 5,57 Kec. permk rol I 25 1. . 3,14 . 30 = 20 1,25 1 . 3,14 . 30
  • 190. 1595.14.5.6 Regangan Nyata (100 2) RM = · RN 100Regangan nyata dapat dihitungdengan membandingkan berat 98 = · 6,16bahan masuk persatuan 100panjang tertentu dan berat = 6,037bahan keluar persatuan panjangtertentu. Atau dapat pula 5.14.6 Perhitungan Produksimembandingkan antara nomorbahan keluar dengan nomor Produksi mesin Drawing, padabahan masuk untuk sistem umumnya dinyatakan dalamnomor Ne 1 . satuan berat per satuan waktuMisalkan mesin Drawing tertentu.mengolah sliver Carding yang 5.14.6.1 Produksi Teoritismempunyai Ne 1 0,149 dandisuapkan dengan 6 rangkapan. Berdasarkan gambar susunanSedangkan hasilnya berupa roda gigi mesin Drawingsliver yang mempunyai nomor (gambar 5.95) kecepatanNe 1 0,145. Maka regangan permukaan dari rol penggilasnyata dapat dihitung sebagai terlebih dahulu.berikut : Kecepatan permukaan rol Rangkpn · No. keluar penggilasRN = A R R Nomor masuk RPM motor · · 16 · 17 · 6 x 0,149 B R17 R18 = = 6,16 22 0,145 · 75 mm/menit 7Bila limbah yang dihasilkan Bila mesin Drawingselama proses pada mesin menghasilkan sliver denganDrawing adalah sebesar 2%, nomor Ne 1 0,135 dan mesin inimaka : mempunyai 5 delivery, efisiensi mesin = 90%, maka produksi/jam/5 delivery : 112 27 22 = 0,9 · 990 · · · · 75 · 5 · 60 mm 340 53 7 0,9 · 990 · 112 · 27 · 22 · 75 · 5 · 60 = 340 · 53 · 7 · 1000Nm = 1,693 · 0,135 = 0,229
  • 191. 160Produksi/Jam/5 delivery 0,9 · 990 · 112 · 27 · 22 · 75 · 5 · 60 = kg 340 · 53 · 7 · 1000 · 0,229 · 1000 = 46,17 kg 46,17Produksi/Jam/del = = 9,23 kg 55.14.6.2 Produksi Nyata 5.14.6.3 EfisiensiProduksi nyata mesin Drawing Perhitungan efisiensi mesindapat dilihat dari hasil pencatat Drawing dapat dilakukanpanjang sliver (hank-meter) dengan membandingkanpada mesin tersebut. Hasil produksi teoritis dan produksipencatatan ini biasanya nyata yang dinyatakan dalamdikumpulkan untuk suatu proses.periode tertentu misalnya satu Menurut perhitungan di atasminggu. produksi teoritis/jam/deliveyMisalnya dalam satu minggu = 9,23 kg. Sedangkan produksitercatat dari hasil pengumpulan nyata rata-rata per jamdata-data, menunjukkan = 330,6 = 8,29 kg maka efesiensi mesinhank/delivery. DrawingMenurut jadwal produksi untuk 8,29minggu ini, mesin harus berjalan x 100% = 90% 9,23selama = 155,5 jam. Jumlahmesin berhenti = 21,75 jam.Jumlah jam mesin berjalan 5.14.7 Penggantian Roda Gigiefektif = 133,75 jam.Produksi yang dicapai selama Roda gigi yang terdapat padasatu minggu/delivery = 330,6 mesin Drawing, tidak semuanyahank. mengalami penggantian atau perubahan jumlah gigi. BilaNomor sliver = N m 0,229 akan dibuat perubahan macam- macam produksi dalamProduksi/minggu/delivery pembuatan benang, roda gigi 330,6 x 768 1 yang mengalami perubahan= x kg adalah : 0,229 1000= 1.108,74 kg 5.14.7.1 Roda Gigi Pengganti ReganganJadi produksi nyata rata-rata 1.108,74 Bila akan diadakan perubahan= per jam/del = 133,75 nilai regangan pada mesin= 8,29 kg
  • 192. 161Drawing, maka diadakan A R16 R17penggantian roda gigi. RPM motor = · ·Roda gigi ini adalah Roda gigi B R17 R18Pengganti Regangan (RPP).Pada perhitungan di muka, A R16 RPM motor = ·didapat : B R18 271,56 Dalam hal ini, RPM motor, Puli RM = RPR A, R 16 dan R 18 adalah tetap. Maka bila B diperkecil, akan 271,56 didapat RPM rol penggilas RPR = RM menjadi besar, yang berarti produksi akan menjadi besarMisalnya mesin Drawing pula. Sebaliknya bila puli Bdiperlukan untuk memproses diperbesar, maka RPM rolsliver yang memerlukan penggilas akan menjadi kecilregangan = 5,73. dan produksi akan kecil pula.Maka RPR yang diperlukanadalah yang mempunyai jumlah 5.15 Persiapan Combinggigi : Tujuan dari proses persiapan 271,56 combing adalah untuk = 47,2 meluruskan serat, memperbaiki 5,73 kerataan berat persatuan panjang dan dan mengubahKarena jumlah gigi tidak ada sliver carding menjadi lap kecilpecahan, maka dibulatkan yang sesuai untuk penyuapanmenjadi 48. mesin combing.5.14.7.2 Roda Gigi Pengganti Pada mesin-mesin persiapan Produksi (RPP) combing model lama, beberapa sliver carding disuapkan berjajarPada mesin Drawing, bila akan satu sama lain pada mesinmengubah jumlah Produksi, sliver lap dan hasilnya berupadiadakan penggantian diameter lap kecil yang digulung padapuli produksi. Puli ini disebut bobin.puli pengganti produksi (PPP), Beberapa lap kecil tersebutsedangkan untuk memperbesar kemudian disuapkan ke mesinproduksi, maka putaran rol ribbon lap dan hasilnya berupapenggilas harus diperbesar lap kecil yang lebih rata danpula. Menurut gambar 5.95 lebih lurus serat-seratnya.susunan gigi mesin Drawing, Karena penggulungan lap kecilRPM rol penggilas = pada bobin di mesin sliver lap
  • 193. 162tidak dapat memuat banyak, Secara singkat urutan prosesmaka bobin lekas penuh dan persiapan combing dapatsegera harus dilakukan doffing digambarkan sebagai berikut :sehingga efisiensi mesinmenjadi rendah. Model Lama Model BaruApabila lap kecil pada mesin Carding Cardingribbon lap, maka gulungan lapkecil pada bobin juga cepat Sliver lap pre Drawinghabis, penggantian lap kecilyang disuapkan harus sering Ribbon lap lap formerdilakukan, sehingga memer (super lap)lukan perhatian dan pelayananyang lebih banyak. Combing CombingUntuk meningkatkan efisiensi Gambar 5.96mesin-mesin persiapan combing Urutan Proses Persiapanmaka pada mesin model baru, Combingbeberapa sliver carding yangdisuapkan dan telah mengalami Kalau kita perhatikan perkemperegangan tidak digulung bangan proses persiapandalam bentuk lap kecil combing seperti terlihat padamelainkan dikumpulkan menjadi kedua urutan proses tersebutsatu melalui terompet dan diatas, pada hakekatnya tidakditampung dalam can besar. ada penyingkatan proses, kecuKarena mesin tersebut tidak ali peningkatan efisiensi. Hal inimenghasilkan lap kecil, maka disebabkan karena apabila satusesuai dengan tujuan mesin proses dihilangkan maka sebatersebut, lazim disebut mesin gian besar dari serat-serat yangpre drawing. Beberapa sliver mempunyai tekukan akanhasil mesin pre drawing disuapkan dalam arah yangkemudian disuapkan ke mesin salah sehingga hasil pelurusanlap former (super lap) dan serat selama penyisiran kuranghasilnya berupa lap kecil yang efektif.sesuai untuk penyuapan mesin Menurut teori Prof. Morton yangcombing. Karena sliver yang didasarkan atas beberapa hasildisuapkan tersedia cukup penyelidikannya, menunjukkanbanyak dalam can, maka bahwa serat-serat didalam sliverpenyuapan tidak cepat habis, hasil mesin carding sebagiansehingga tidak banyak besar mempunyai ujung yangmemerlukan perhatian dan tertekuk dibagian belakangnya.pelayanan. Dengan adanya tekukan serat, maka pelurusan dan penjajaran serat pada mesin drawing tidak
  • 194. 163akan sempurna. Untuk menghi tidak terluruskan pada waktulangkan / meluruskan tekukan- penyisiran.tekukan serat tersebut, selain Berdasarkan uraian tersebutmesin drawing juga mesin com diatas, maka pada urutanbing dapat melaksanakannya proses persiapan combing baikdengan jalan penyisiran. Penyi model lama maupun baru, harussiran ini juga dapat berfungsi disusun sedemikian rupameluruskan tekukan serat disam sehingga penyuapan serat padaping serat ini terjadi bilamana mesin combing, sebagian besarletak tekukan selama penyua tekukan serat berada dibagianpan ada dibagian depan serat, depan seperti yang terlihat padasedang bagian belakangnya gambar 5.97a. Dengandalam keadaan dijepit. demikian sebagian besarHal ini dapat terlihat jelas pada tekukan serat dengan mudahgambar berikut ini. dapat diluruskan oleh sisir-sisir mesin combing. Dengan cara model baru yaitu dengan urutan mesin-mesin pre drawing dan lap former, maka selain mesin pre drawing mengubah kedudukan tekukan serat dari bagian belakang (a) (travelling hook) ke bagian depat serat (leading hook), maka mesin pre drawing juga berfungsi sebagai mesin drawing. Gambar 5.98 menunjukkan susunan mesin pada proses persiapan combing dengan (b) keadaan tekukan serat- seratnya. Gambar 5.97 Dengan memasang 1 atau 3 Arah Penyuapan Serat pada mesin drawing sebagai proses Mesin Combing pre drawing, yang kemudian hasil slivernya disuapkan padaGambar 5.97a memperlihatkan lap former, maka serat-seratarah penyuapan tekukan serat dari lap hasil lap former yangyang betul sehigga tekukan akan disuapkan ke dalam mesinserat dapat diluruskan selama combing, akan mempunyaipenyisiran. Sedang gambar tekukan yang terletak dibagian5.97b memperlihatkan arah depan (leading hook). Denganpenyuapan tekukan serat yang demikian sisir pada mesinsalah sehingga tekukan serat combing dapat menyisir serat
  • 195. 164serta meluruskan tekukan, kare an yang kecil. Dengan demikianna bagian belakang serat dalam hasil proses berikutnya tidakkeadaan dijepit. akan lebih baik dari cara sepertiPemakaian mesin lap former pada gambar 5.98b, dimanadan mesin ribbon lap (gambar dengan cara ini lebih banyak5.98a), meskipun juga mengu dilakukan peregangan denganbah letak tekukan serat dari mesin drawing, sehingga serat-bagian belakang (lap hasil lap seratnya makin terarah danformer) ke bagian depan (lap sejajar.hasil ribbon lap) yang kemudian Karena adanya kekurangan padisuapkan ke mesin combing, da cara seperti gambar 5.98a,tetapi dengan cara ini perega maka cara yang konvensionalngan (drafting) dan pelurusan ini tidak lazim dipakai lagi, yangtekukan serat sebagai akibat berarti bahwa mesin sliver lapproses peregangan pada mesin juga sudah jarang sekalidrawing kurang sempurna, dijumpai dalam urutan proseskarena fungsi utama dari lap persiapan combing pada prosesformer yaitu membuat lap pemintalan model baru.dengan memberikan peregang SL Gambar 5.98 Tekukan Serat yang disuapkan ke Mesin CombingKeterangan : Cb. CombingC. mesin Carding SL. Sliver LapD. mesin Drawing RL. Ribbon LapLF. Lap Former
  • 196. 165Pada cara seperti gambar 5.98c adalah mesin Pre Drawingdimana urutan proses terdiri dari dan mesin lap Former.pre drawing dan lap former, Mesin Pre Drawing inimerupakan suatu cara proses bekerjanya adalah samapersiapan combing yang lebih dengan mesin drawing biasa.baik dalam pembuatan benang Sebagai bahan penyuapansisir. digunakan sliver hasil mesinDengan banyaknya peregangan Carding. Biasanya 6 – 8 buah(drafting) dalam urutan proses sliver dirangkap menjadi satu,tersebut, maka serat-serat juga kemudian setelah melaluiakan lebih sejajar, yang berarti proses peregangan akanmemudahkan dan menyempur dihasilkan sliver yang lebih rata,nakan penyisiran yang sesung letak serat-seratnya lebih sejajarguhnya pada mesin combing. jika dibandingkan dengan sliverDengan makin lurus dan hasil mesin Carding.sejajarnya serat, maka pada Penempatan can yang berisiwaktu penyisiran kemungkinan sliver hasil mesin Carding harusputusnya serat-serat sebagai diatur sedemikian rupaakibat dari penyisiran akan sehingga slivernya tidak bolehberkurang, sehingga dapat habis dalam waktu yangmemperkecil terjadinya limbah. bersamaan.5.15.1 Proses di Mesin Pre DrawingMesin persiapan combing modelbaru pada prinsipnya berfungsisama, yaitu membuat lap kecilyang lebih rata sebagai bahanpenyuap combing. Mesinpersiapan combing model barubanyak digunakan dewasa ini Gambar 5.99 Mesin Pre Drawing
  • 197. 166 Gambar 5.100 Alur Proses Mesin Pre DrawingKeterangan : Rol atas dibuat dari baja1. Pengatur sliver berbentuk silinder yang2. Pelat penampung dilapisi dengan bahan3. Pasangan rol peregang sintetis.4. Pembersih 2. Pembersih (4) yang dibuat5. Pelat pengantar dari kain wol atau flanel.6. Terompet7. Rol penggilas 5.15.1.3 Bagian8. Coiler Penampungan9. Penyangga can (can table) Bagian penampungan terdiri10. Can dari :5.15.1.1 Bagian Penyuapan 1. Pelat pengantar (5) yangBagian penyuapan pada mesin dibuat dari pelat bajaPre Drawing terdiri dari : dengan permukaan atas yang1. Pengantar sliver (1) licin untuk memperlancar berbentuk pelat yang diberi jalannya serat. lekukan atau berupa rol 2. Terompet (6) dibuat dari (lifting roll). logam atau bahan lain yang2. Pelat penampung (colecting berbentuk seperti corong bar) (2) berbentuk lekukan, dengan permukaan dalam berguna untuk meluruskan yang licin. sliver yang disuapkan, 3. Rol penggilas (7) (calender supaya tidak bertumpukan. roll) terdiri dari sepasang silinder besi dan berputar5.15.1.2 Bagian Peregangan aktif.Bagian peregangan terdiri dari : 4. Coiler (8) terdiri dari dua rol kecil berputar aktif untuk1. Rol peregang (3) yang terdiri menarik sliver dan dari 4 pasangan rol atas dan seterusnya sliver disalurkan bawah. melewati poros corong dan Rol bawah dibuat dari baja keluar pada bagian tepi. yang berbentuk silinder dan 5. Penyangga can (9) (can beralur. table) berbentuk pelat
  • 198. 167 bundar bergigi yang menghentikan mesin apabila berputar aktif. Pada terdapat sliver putus. penyangga ini diletakkan can. 5.15.5 Pemeliharaan mesin Pre Drawing5.15.1.4 Prinsip Bekerjanya Pemeliharaan pada mesin Pre Mesin Pre Drawing Drawing meliputi : 1. Pembersihan mesin PreCan berisi sliver carding Drawing secara rutin setiapdiletakkan secara teratur di 1 bulan.belakang mesin sebanyak 8 2. Pelumasan bearing top roll,sampai 10 buah can. Ujung bottom roll setiap 1 minggu.sliver satu per satu dilalukan 3. Pelumasan top roll setiap 1melalui pengantar sliver (1). bulan.Dari pengantar sliver diteruskan 4. Pelumasan sub gear box,ke pelat penampung (2) yang gear box setiap 3 bulan.biasanya terdapat sekat untuk 5. Setting bottom roll setiap 4memisahkan sliver satu dengan bulan.lainnya agar supaya penyuapan 6. Pencucian top roll setiap 1dapat merata pada rol peregang minggu(3). Oleh rol peregang belakang 7. Penggerindaan top rollsliver ditangkap dan diteruskan setiap 2 bulan.ke rol di depannya, dimanakecepatan permukaan rol 5.16 Proses di Mesin Lapperegang ini makin ke depan Former (Super Lap)semakin besar, sehingga sliverlebih sejajar dan lurus dan Seperti halnya pada mesinsekeluarnya dari rol depan terus persiapan combing lama, makameluncur di atas pelat pada akhir proses mesinpengantar (5) untuk diantarkan persiapan combing modelke coiler. barupun berakhir dengan hasilSelanjutnya kapas dilewatkan lap, yang dapat digunakanmelalui terompet (6) kemudian sebagai bahan penyuap mesindigilas oleh rol penggilas (7) dan combing.hasilnya berupa sliver terus Sliver yang dihasilkan olehmasuk ke dalam can tersusun mesin pre drawing, dikerjakanrapih karena perputaran coiler. lebih lanjut pada mesin lapDi atas rol peregang terdapat former. Jadi tujuan dari prosespembersih (4) yang gunanya lap former adalah :untuk membersihkan serat - Mengadakan perangkapankapas yang menempel pada rol beberapa sliver pre drawingperegang atas. Mesin ini untuk disuapkan bersama-biasanya diperlengkapi dengan sama ke mesin lap former.peralatan otomatis yang dapat
  • 199. 168- Mengadakan peregangan Gambar 5.101 lebih lanjut untuk Mesin Lap Former mendapatkan kesejajaran serat yang lebih baik dan lebih lurus.- Membuat lap dengan ukuran kecil sebagai penyuap mesin Combing.Karena sebagai penyuap mesinlap former berupa sliver hasil Gambar 5.102pre drawing yang letak serat- Alur Proses Mesin Lap Formerseratnya sudah lurus dansejajar, maka dihasilkan lap Keterangan :yang lebih rata dan letak serat- 1. Rol pengantarseratnya lebih sempurna. Di 2. Pelat pengantarsamping membantu 3. Pasangan rol peregangmempermudah proses 4. Pembersihpenyisiran, kerusakan serat juga 5a. Rol penekanberkurang. 5b. Rol penggilasKarena letak serat-seratnya 6. Rol penggulungn lapsudah teratur maka penyisiran 7. Penahan bobinpada mesin combing akanberlangsung lebih mudah, Nama-nama bagian yangsehingga kemungkinan dapat penting dari mesin lap formermempercepat proses penyisiranyang berarti kecepatan mesin 5.16.1 Bagian Penyuapanbertambah efisiensi mesin akan Bagian penyuapan pada mesinlebih baik. Apabila hal ini dapat Lap Former terdiri dari :terjadi maka biaya ongkos 1. Rol pengantar (1) yangproduksi dapat lebih kecil. dibuat dari besi atau baju. 2. Pelat pengantar (2) dibuat dari pelat baja tipis saling bertumpukan. 5.16.2 Bagian Peregangan Bagian peregangan terdiri dari : 1. Rol peregang (3) yang terdiri dari 3 pasangan rol atas dan bawah. Rol bawah tersebut terbuat dari baja dan beralur dan rol atas terbuat dari baja yang
  • 200. 169 dibalut dengan bahan Sliver yang melewati pengantar sintetis. (2) terkumpul berjajar selebar2. Pembersih (4) dibuat dari rol peregang. Di sini kapas akan kain flanel. mengalami proses peregangan3. Rol penekan (5a) dibuat dari dan peregangan ini terjadi besi. karena adanya perbedaan4. Sepasang rol penggilas (5b) kecepatan permukaan rol besar kecilnya tekanan pada peregang yang satu terhadap rol penggilas dapat diatur. rol peregang yang lainnya. Sekeluarnya dari rol peregang5.16.3 Bagian Penggulungan terus diadakan pereganganBagian penggulungan terdiri pada rol penggilas untukdari : memadatkannya.1. Rol penggulung lap (lap roll) Setelah kapas keluar dari rol (6) terdiri dari dua buah peregang kemudian digilas oleh silinder baja yang beralur rol penggilas (5b) dan hasilnya untuk menahan agar yang berupa lap yang cukup padat, digulung tidak slip. terus digulung pada bobin.2. Penahan bobin (7) yang Besarnya tekanan rol penggilas terletak di sebelah kanan kiri (5b) dapat diatur menurut bobin. tebalnya lap yang dihasilkan. Agar supaya penggulungan lap5.16.4 Prinsip Bekerjanya dapat berlangsung dengan baik, Mesin Lap Former maka bobin harus betul-betul (Super Lap) menempel pada rol penggulung. Setelah penggulungan lap padaBahan yang disuapkan berupa bobin telah mencapai ukuransliver hasil mesin pre drawing, yang diinginkan, kemudianyang kemudian dikerjakan lebih dilakukan doffing (pengambilanlanjut pada mesin lap former. lap). Dengan demikian maka lapSliver dalam can hasil mesin pre yang dihasilkan telah siap untukdrawing diletakkan secara disuapkan ke mesin Combing.teratur dibelakang mesin.Pengaturan dilakukansedemikian rupa, sehinggasliver dalam can tidak bolehhabis dalam waktu yang 5.16.5. Pemeliharaan mesinbersamaan. Lap Former (SuperSelanjutnya ujung sliver Lap).dilalukan pada pengatur (1) Pemeliharaan pada mesin Lappelat pengantar (2), rol penekan Former ( Super lap) meliputi :(5a) rol peregang (3), rol 1. Pembersihan mesin Lappenggilas (5b) terus digulung Former secara rutin setiap 1pada rol penggulung (6). bulan.
  • 201. 1702. Pelumasan gear box setiap Pada prinsipnya, mesin pre 1 tahun. Drawing tidak berbeda dengan3. Pelumasan bearing top roll mesin Drawing dalam hal cara- setiap 4 bulan. cara perhitungan regangan4. Pelumasan top roller cots maupun produksinya. setiap 3 tahun. Dengan demikian maka cara-5. Pencucian rantai motor cara perhitungan ini, dapat utama setiap 6 bulan. diikuti pada bab mengenai6. Penggerindaan top roller Drawing. cots setiap 3 tahun.7. Pemeriksaan break motor Mesin Lap Former dan magnetic cluth setiap 4 bulan. - Gearing Diagram Mesin Lap Former5.16.6 Perhitungan Produksi Sumber gerakan dari mesin Lap Mesin Lap Former Former didapat dari sebuah (Super Lap) motor yang mempunyai kekuatan ± 3 PK denganSebelum serat-serat diproses di putaran 900 – 1000 putaran permesin Combing, perlu adanya menit.persiapan-persiapan yang harusdilakukan agar tidak terjadi Gerakan-gerakan yang terdapathambatan-hambatan. Proses pada mesin Lap Former antarapersiapan ini antara lain adalah lain adalah :: membuat sliver agar serat- a. Pergeseran rol penyuap danseratnya lebih sejajar dan rata rol-rol peregangserta pembuatan lap dari b. Pergerakan rol lappenggabungan beberapa sliver.Untuk ini diperlukan mesin- Gerakan-gerakan ini didapatmesin yang mengolah serat- dari sumber gerakan melaluiserat tadi agar menghasilkan puli dan roda-roda.bahan (lap) sebagai penyuapmesin Combing.Mesin-mesin persiapanCombing ini adalah : Mesin Pre Drawing
  • 202. 171 Gambar 5.103 Susunan Roda Gigi Mesin Lap FormerKeterangan : Roda gigi R 13 = 35 – 65 gigi A = puli Ø 110 mm B = puli Ø 420 mm Roda gigi R 14 = 30 gigiRoda gigi R 1 = 22 gigi Roda gigi R 15 = 20 gigiRoda gigi R 2 = 44 gigi Roda gigi R 16 = 40 gigiRoda gigi R 3 = 26 gigi Roda gigi R 17 = 22 gigiRoda gigi R 4 = 98 gigi Roda gigi R 18 = 18 gigiRoda gigi R 5 = 32 gigi Roda gigi R 19 = 20 gigiRoda gigi R 6 = 98 gigiRoda gigi R 7 = 26 gigi - Pergerakan Rol Penyuapan dan Rol-rolRoda gigi R 8 = 59 gigi PeregangRoda gigi R 9 = 39 gigi Puli motor A berhubunganRoda gigi R 10 = 54 gigi dengan puli B denganRoda gigi R 11 = 25 gigi perantaraan belt. Satu porosRoda gigi R 12 = 25 gigi dengan B terdapat roda gigi R 1
  • 203. 172yang berhubungan dengan R 2 / Roda gigi R14; Roda gigi R15; Roda gigi R16; rol-rol penyuap.Seporos dengan R 2 terdapatroda gigi R 3 yang berhubungandengan roda gigi R 7 . Pada - Pergerakan Rol Lapporos R 7 terdapat rol penggilas Puli motor A berhubungandan pada bagian lain terdapat dengan puli B denganroda gigi R 8 yang berhubungan perantaraan belt. Seporos dengan B terhadap roda gigi R1dengan roda gigi R 9 . yang berhubungan dengan rodaSeporos dengan R 9 terdapat gigi R2.roda gigi R 10 yang berhubungan Satu poros dengan Roda gigi R2 terdapat roda gigi R3 yangdengan roda gigi R 11 . berhubungan dengan roda gigiPada poros R 11 terdapat rol R4. Pada poros R4 terdapat roldepan dari pasangan rol penggulung lap. Secara singkat hubungan dariperegang. Roda gigi R 11 sumber gerakan ke rolberhubungan dengan roda gigi penggulung lap dapat diikutiR 13 melalui roda gigi perantara sebagai berikut :R 12 . Puli A; Puli B; Roda gigi R1;Pada poros R 11 terdapat rol Roda gigi R2; Roda gigi R3;belakang dari pasangan rol Roda gigi R4; rol penggulung lapperegang dan roda gigi R 14yang berhubungan dengan roda - Perhitungan Produksigigi R 16 melalui roda gigi Produksi mesin Lap Formerperantara R 15 . Pada poros roda adalah berbentuk lap dangigi R 16 terdapat rol penyuap. dinyatakan dalam satuan beratSecara singkat, urutan dari per satuan waktu tertentu.sumber gerakan ke rol penyuapdan rol peregang dapat diikutisebagai berikut : - Produksi TeoritisPuli A; Puli B; Roda gigi R 1 ; Produksi teoritis mesin LapRoda gigi R2; Roda gigi R3; Former dapat dihitungRoda gigi R7; Roda gigi R8; berdasarkan susunan roda gigiRoda gigi R9; Roda gigi R10; (gambar 5.103). Putaran rol lapRoda gigi R11; (rol peregang yang didapat dari sumberdepan); Roda gigi R12; Roda gigi gerakan dalam satu waktu yangR13; (rol peregang belakang);
  • 204. 173tertentu menghasilkan panjang Panjang lap yang tergulung perlap yang digulung. menit :Pada gambar 5.103, putaranmotor = 900 RPM dan diameterrol penggulung lap = 450 mm. A R1 R 3= 900 . . . . 3 ,14 . 450 mm B R2 R4 110 22 26 450= 900 . . . . 3,14 . meter 420 44 98 1000Kalau efisiensi mesin = 90% dan nomor lap yang dihasilkan adalahNe1 0,0086. Maka produksi lap per jam : 95 110 22 26 450= . 60 . 900 . . . . 3,14 . meter 100 420 44 98 1000Ne1 = 0,0086 Nm = 1,693 . 0,0086 = 0,01456Produksi per jam : 95 110 22 26 450 1= . 60 . 900 . . . . 3,14 . . gram 100 420 44 98 1000 0 , 01456= 172960 gram= 172,96 kg- Produksi Nyata doffing adalah sebanyak 23,8 jam.Produksi nyata dapat diketahui Mesin Produksi mesin rata-ratadari hasil penimbangan selama per jam dapat dihitung sebagaisatu periode waktu tertentu, berikut :misalnya satu minggu. Jumlah jam mesin menurutSebagai contoh, satu mesin Lap jadwal = 143,6Former menurut pencatatan Jumlah jam berhenti = 23,8penimbangan menghasilkan lap Jumlah jam mesin jalanseberat 19477,08 kg dalam sebenarnya = 119,8waktu seminggu. Menurutjadwal kerja, mesin harus Jadi produksi rata-rata per jamberjalan dalam waktu 143,6 jam. 19.477,08Jumlah jam mesin berhenti = 162,58 kg 119,8untuk waktu perawatan,gangguan-gangguan dan - Efisiensi
  • 205. 174Menurut perhitungan di atas, di mesin Combing ini akan terjadidapat produksi teoritis mesin proses penyisiran.Lap Former per jam = 172,96 Proses penyisiran tersebut padakg. Sedangkan produksi rata- hakekatnya terdiri dari beberaparata per jam = 162,58. gerakan secara bergantian dengan urutan sebagai berikut :Jadi efisiensi - Lap yang disuapkan oleh 162,58 sepasang penjepit ke arah= 100% 94% lebar lap. 172,96 - Ujung-ujung serat yang keluar dari jepitan kemudian5.17 Proses di Mesin disisir oleh pasangan Combing beberapa sisir. - Ujung-ujung serat yangSetelah hasil mesin Carding di panjang kemudian dicabutproses dalam mesin-mesin oleh pasangan rol melaluipersiapan Combing, maka sisir atas.hasilnya berupa lap yangdigunakan sebagai bahanpenyuap mesin. Combing. Pada Gambar 5.104 Skema Mesin CombingKeterangan : 3. Pelat penyuap lap1. Lap hasil mesin super lap 4. Rol penyuap lap2. Rol pemutar lap 5. Sisir atas
  • 206. 1756. Landasan penjepit tersebut disebut benang sisir7. Pisau penjepit (Combed Yarn).8. Rol pencabut Disamping untuk pembuatan9. Sisir utama benang halus, benang-benang10. Sikat pembersih rajut dan benang jahit juga11. Silinder penyaring dibuat melalui proses Combing.12. Pelat penampung Selain itu dalam pembuatan benang campuran kapas rayon,Dengan cara demikian maka benang campuran kapasserat-serat pendek, kotoran- poliester misalnya, sebelumkotoran akan dipisahkan dan diblending serat kapasnya jugaserat-seratnya menjadi lurus harus diproses melalui mesindan sejajar. Serat-serat pendek Combing.tersebut harus dipisahkan kare Untuk kapas yang panjangna dapat mengurangi kerataan seratnya kurang dari 1 18 inchbenang yang dihasilkannya. biasanya tidak dikerjakanTujuan dari proses penyisiran melalui proses Combing danpada mesin Combing ialah biasanya digunakan untukuntuk : pembuatan benang nomor- memisahkan serat-serat pen sedang (Ne 1 20 kebawah). dek.- memisahkan / membuang Benang-benang yang terakhir kotoran-kotoran yang ada ini biasanya disebut benang pada kapas garu (Carded Yarn).- meluruskan serat-serat se Nama-nama bagian yang hingga letak serat-seratnya penting dari mesin Combing sejajar satu sama lain. ialah : 1. Bagian penyuapanPada umumnya kapas yang 2. Bagian penyisirandikerjakan melalui proses 3. Bagian penampungan seratCombing adalah kapas yang panjangserat-seratnya panjang dan 4. Bagian penampung limbah 5. Bagian perangkapan,biasanya lebih dari 1 116 inch. peregangan danMisalnya : penampungan sliver- kapas Sea Island panjang seratnya 1 - 2 inch Bagian Peyuapan- kapas Amerika Egypton pan jang seratnya 1 - 1 inchBiasanya kapas yang dikerjakanmelalui proses Combing untukpembuatan benang nomor halus(Ne 1 50 ke atas) dan benang
  • 207. 176 menjaga agar lap tidak bergerak ke kiri dan ke kanan maka disebelah kiri kanan lap dipasang pelat penahan. Gambar 5.105 Skema Bagian Penyuapan Mesin CombingKeterangan :1. Lap hasil mesin super lap2. Rol pemutar lap (lap roll)3. Pelat penyuap4. Rol penyuap lap Gambar 5.108 Pelat Penyuap5. Landasan penjepit (Coshion Pelate) Pelat penyuap (3) yang6. Pisau penjepit (Nipper knife) dibuat dari baja dengan permukaan yang licin untukBagian penyuapan terdiri dari : memperlancar jalannya lap. Gambar 5.106 Gulungan Lap Gambar 5.109 Rol Penyuap Lap hasil mesin lap former (1) atau hasil mesin super Rol penyuap lap (4) yang lap atau hasil mesin hi lap. dibuat dari baja yang beralur untuk memberikan penyuapan lap sesuai dengan kebutuhan setiap penyisiran. Gambar 5.107 Rol Pemutar Lap Rol pemutar lap (lap roll) (2) terdiri dari dua buah rol yang dibuat dari alumunium beralur besar. Kedua rol ini berputar secara aktif untuk membantu pembukaan lap pada waktu penyuapan sedang berlangsung untuk
  • 208. 177 Gambar 5.110 searah secara periodik. Rol (2) Landasan Penjepit berputar secara aktif dan panjang setiap penyuapan Landasan penjepit (Coshion diatur sesuai dengan keperluan. pelate) (5) yang dibuat dari Ujung lap dilakukan pada pelat pelat baja yang agak tebal, penyuap (3) untuk diteruskan bagian ujung depan kepada rol penyuap (4). Disini landasan ini dibuat sedikit lap dijepit oleh landasan menonjol ke atas penjepit (6) dan pisau penjepit memudahkan penjepitan (7) yang bentuknya demikian ujung lap. rupa sehingga dapat menjepit dengan baik. Rol penyuap (4) berputar secara periodik disesuaikan dengan putaran rol pemutar lap (2), yang kemudian diteruskan kepada penjepit yang terdiri dari landasan penjepit (6) dan pisau penjepit (7). Pada waktu Gambar 5.111 Pisau Penjepit penyuapan dilakukan, keadaan penjepit tersebut dalam posisi Pisau penjepit (Nipper knife) terbuka (lihat gambar 5.112) (6) yang dibuat dari pelat baja yang agak tebal dan bagian bawahnya dibuat lekukan sesuai dengan benjolan dari landasan penjepit. Dengan bentuk landasan penjepit yang demikian, dimaksudkna untuk memperoleh penjepitan yang baik terhadap lap yang disuapkan. Gambar 5.112 Awal Penyuapan LapPrinsip bekerja bagian dan setelah lap maju karenapenyuapan. putaran periodik dari rolSebagai bahan untuk penyuap (4) pisau penjepit (7)penyuapan mesin Combing bergerak turun untuk melakukanadalah berupa lap berukuran penjepitan bersama-samakecil yang dihasilkan oleh mesin dengan landasan penjepit (lihatsuper lap. Lap-lap (1) tersebut gambar 5.113)diletakkan pada setiap rolpemutar lap (2) yang berputar
  • 209. 178 . Gambar 5.113 Penjepitan Lap Gambar 5.115Karena bentuk ujung landasan Skema Bagian Penyisiran Mesinpenjepit (6) dan ujung pisau Combingpenjepit (7) dibuat lekukansedemikian rupa, maka ujung Keterangan :lap dapat menyerupai rumbai- 5. Sisir atas (top comb)rumbai. Pada saat ini sisir 8. Rol pencabut (detaching roll)utama (9) mengenai pada 9. Sisir utama (cylinder comb)bagian yang rata. (lihat gambar5.114) Nama-nama peralatan yang penting dari bagian penyisiran Sisir utama (9) yang berbentuk silinder dimana sebelah dari permukaannya dipasang deretan sisir yang jumlahnya berkisar antara 15 sampai 24 sisir. Ada dua jenis silinder utama yang ada yaitu Uni Comb dan Hi Gambar 5.114 Comb. Perbedaannya jenis Posisi Sisir Utama pada saat Uni Comb nomor sisir yang Penjepitan Lap dipakai dari depan ke belakang sama sedangKarena sisir utama berputar pada jenis Hi Comb makinsecara terus menerus, maka ke belakang nomor sisirnyapada suatu saat rumbai-rumbai semakin kecil (halus).lap akan terkena bagian sisirmulai dari bagian depan terussampai yang belakang.5.17.2 Bagian Penyisiran
  • 210. 179 Gambar 5.116 Sisir Utama Gambar 5.118 Sisir AtasSebelah permukaan lainnyaterdiri dari silinder besi yang Sisir atas (top comb) (5)halus, untuk permukaan sisir yang dibuat dari pelat bajaberjarak sama dari poros yang tebal dengan ujungsilinder dan sisir tersebut dari bawahnya dipasang sisirderetan depan ke belakang yang sedikit melengkung kekehalusannya berbeda dari belakang dan fungsinyayang kasar menjadi semakin untuk mengadakanhalus. Pada sisir yang terdepan penyisiran pada ujungkedudukannya agak condong belakang serat.dengan kehalusan 22 jarum perinchi dengan bentuk yang besar - Prinsip Bekerjanya Bagiandan kasar, sedang makin ke Penyisiranbelakang sisirnya 84 jarum perinchi dengan kedudukan yang Karena sisir utama (9) berputarlebih tegak. secara terus menerus maka pada suatu saat rumbai-rumbai lap akan terkena bagian sisir mulai dari bagian depan terus sampai yang belakang. Karena kehalusan sisir bertingkat, maka serat akan terkena penyisiran Gambar 5.117 Rol Pencabut juga secara bertingkat, dari sisir yang jarumnya besar dan jarang Rol pencabut (detaching roll) sampai sisir yang jarumnya (8) yang terdiri dari dua halus dan rapat. Jadi pada awal pasang rol. Rol bawah penyisiran yang tersangkut dibuat dari baja dengan alur pada sisir hanya kotoran yang yang halus sedang rol besar dan seterusnya sampai atasnya dibuat dari baja penyisiran terakhir kotoran yang yang dibalut dengan bahan kecil dan semua serat yang sentetis (acotex cots) untuk tidak terjepit oleh landasan memudahkan penjepitan penjepit akan tersangkut pada terhadap kapas. sisir selanjutnya. Untuk lebih jelasnya maka berikut ini diberikan gambaran mengenai tahap-tahap terjadinya proses penyisiran seperti gambar dibawah ini.
  • 211. 180 Penjepit bersam-sama lap bergerak kedepan perlahan- lahan. Gambar 5.119 Penyuapan LapGambar 5.119 menunjukkan Gambar 5.121bahwa penyuapan lap sedang Penyisiran Telah Selesaiberlangsung, pisau penjepit (7)mulai bergerak turun dan Gambar 5.121 menunjukkanlandasan penjepit (6) bergerak bahwa proses penyisiran telahmaju sedang sisir utama (9) selesai. Rol penyuap (4)belum mulai menyisir. memberikan penyuapan lap sedikit kedepan, sehingga lap yang sudah tersisir lebih maju kedepan. Pisau penjepit (7) sudah bergerak keatas dan sisir atas (5) masih bergerak turun. Kedua pasangan rol pencabut (8) berputar kearah ke belakang dan rol pencabut atas (8) yang sebelah belakang menggeser pada permukaan rol pencabut bawah, sehingga ujung lap Gambar 5.120 sebelah belakang yang sudahPenyisiran Sedang Berlangsung tersisir keluar ke belakang menempel pada permukaan rolGambar 5.120 menunjukkan pencabut bawah.bahwa proses penyisiransedang berlangsung, rol Penyambungan danpenyuap (4) dalam keadaan Pencabutan Seratberhenti, lap yang disuapkandalam keadaan terjepit oleh - Prinsip dan Cara Kerjanyapisau penjepit (7) dan landasanpenjepit (6), sedang sisir atas Setelah penyisiran oleh sisir(5) sedang bergerak turun. utama (9) selesai dilakukan,
  • 212. 181maka serat yang telah disisirdan masih terjepit akan dibawakedepan sampai mencapaiposisi paling depan. Pada waktupenyisiran berlangsung, penjepit(6 dan 7) juga bergerakkedepan secara perlahan-lahan.Pada waktu serat terbawa Gambar 5.122kedepan, maka rol-rol pencabut Pencabutan Serat(8) berputar ke belakang(gambar 5.120). Dengan Gambar 5.122 menunjukkandemikian maka ujung depan terjadinya proses pencabutan.serat yang masih terjepit Kedua pasangan rol pencabuttersebut akan bertemu dan (8) berputar kearah depan, rolberimpitan dengan ujung pencabut atas (8) bagianbelakang dari serat pada rol belakang menggeser kedepan,pencabut (gambar 5.121), kedua ujung lap yang sudahsehingga dapat terjepit oleh tersisir menempel tersambungpasangan rol pencabut menjadi satu dan bersama-belakang (8) pada waktu rol sama terjepit oleh pasangan rolpencabut ini berputar kedepan pencabut belakang (8). Karenalagi. perputaran dari rol pencabutBersamaan dengan berputarnya maka lap yang sudah tersisirkembali rol pencabut (8) akan tercabut dan terbawakedepan, maka penjepit atas (7) kedepan. Sisir atas (5) padabergerak keatas, serta melepas kedudukan terbawah, sehinggaserat dari jepitannya dan pada saat lap tercabut dansebaliknya sisir atas (5) akan terbawa kedepan, sisa-sisaturun kebawah dan menembus serat pendek yang tidak tersisirserat yang sedang dicabut oleh sisir utama (9) akan tersisir(gambar 5.122). oleh sisir atas (5).Akibat pencabutan serat-serat Landasan penjepit (6) bergerakmelalui sisir atas (5) tersebut, ke belakang, penyuapan lapmaka serat-serat akan tersisir berlangsung kembali.kembali dan menjadi lurus, serta Penampungan Limbahkotoran, nep dan serat-seratpendek yang mungkin masihtertinggal dapat ditahan olehsisir atas (5) dan terpisahkandari serat-serat yang panjang.
  • 213. 182 Gambar 5.123 Skema Bagian Penampungan Limbah Gambar 5.125 KipasKeterangan :9. Sisir utama Kipas (fan) (13) untuk10. Sikat pembersih memberikan hisapan pada11. Silinder penyaring silinder penyaring (1).13. Fan (penghisap)14. Rol penekan15. Gulungan limbahDisamping sisir utama (9)seperti yang telah diuraikan Gambar 5.126 Rol Penekandiatas dibagian penyisiran initerdapat pula beberapa bagian Rol penekan (14) yanglain yang fungsinya untuk terdiri rol besi untukmembersihkan serat-serat menekan serat-serat pendekpendek yang tersisir dan berada yang terserap oleh silinderdipermukaan sisir utama. penyaring (9).Bagian-bagian tersebut terdiridari : - Prinsip Kerja Penampungan Limbah Sebagaimana telah diterangkan diatas, akibat penyisiran terhadap serat yang disuapkan, maka serat-serat pendek yang tidak terjepit akan terbawa oleh sisir utama (9) dan memenuhi Gambar 5.124 permukaannya, sehingga Silinder Penyaring kemungkinan besar dapat mengganggu proses penyisiran Silinder penyaring (screen) berikutnya. (11) yang terdiri pelat Agar penyisiran berikutnya silinder yang pada dapat lebih efektif, maka serat- permukaannya terdapat serat pendek yang berada lubang-lubang kecil. dipermukaan sisir utama (9) perlu dibersihkan dahulu. Pembersihan serat-serat pendek pada permukaan sisir utama (9) dilakukan oleh sikat pembersih (10) pada waktu
  • 214. 183kedudukan sisir utama (9) ada secara periodik, maka bagiandibagian bawah dari silinder. permukaan yang tidak tertutupPada posisi ini, kecepatan oleh pelat penahan hisapankeliling jarum-jarum pada sisir akan menghisap serat-seratutama (9) relatif adalah lebih pendek oleh adanya hisapanlambat daripada kedudukan udara dari fan (13). Serat-seratsebelumnya, sehingga pendek tersebut akan tertahanpembersihan serat-serat pendek pada permukaan silinderdari permukaannya lebih efektif penyaring (11) dan karenadilakukan oleh sikat pembersih perputarannya maka serat-serat(10) yang berputar dengan pendek yang telah terkumpulkecepatan yang cepat dan pada permukaan silindertetap. Selanjutnya serat-serat penyaring (11) tersebutpendek yang telah dibersihkan kemudian dibawa berputar danoleh sikat pembersih tersebut bebas dari hisapan udaradikumpulkan melalui pipa karena terhalang oleh adanyapenghisap oleh adanya hisapan pelat penahan hisapan. Denganudara yang ditimbulkan oleh fan demikian serat-serat pendek(13). yang telah bebentuk seperti lapPada ujung pipa penghisap tersebut mudah untukterdapat suatu silinder dipindahkan dari permukaanpenyaring (11), yang berfungsi silinder penyaring (11).untuk menahan serat yang Dibagian atas dari silinderdihisap pada permukaannya. penyaring (11) terdapat suatuPada bagian dalam dari silinder rol penekan (14) yang berfungsisaringan (11) ini terdapat suatu untuk memadatkan lapisanpelat penahan hisapan yang serat-serat pendek yang adaletaknya konsentris terhadap dipermukaan silinder penyaringsilinder penyaring (11) tersebut. (11), sehingga lebih mudahPelat penahan hisapan ini untuk dipindahkan dan digulungbentuknya seperti silinder juga, pada penggulung limbah (15).tetapi permukaannya tidakberlubang-lubang, hanya 5.17.3 Bagian Penampungandiameternya sedikit lebih kecil Serat Panjang (web)serta tidak berputar.Pada bagian yang berhadapandengan pipa penghisap,permukaan silinder penyaring(11) yang berlubang-lubangtersebut tidak tertutup oleh pelatpenahan hisapan, sehinggaudara yang dihisap dapatmelaluinya. Karena silinderpenyaring (11) ini berputar
  • 215. 184 Pelat penampang web (12) Gambar 5.127 yang dibuat dari pelat baja Skema Bagian Penampungan yang permukaannya licin Web berbentuk melengkung tidak simetris.Keterangan :8. Rol pencabut12. Pelat penampung web13. Terompet14. Rol penggilas15. Pembelok sliver16. Pelat penyalur sliverSerat-serat panjang yang telah Gambar 5.129 Terompetdisisir dan dicabut oleh rolpencabut (8) tersebut masih Terompet (13) yang dibuatdalam bentuk web tipis yang dari baja atau yangmempunyai bekas-bekas berbentuk corong dengancabutan atau sambungan pada permukaan bagian dalamwaktu pencabutan sehingga yang licin, untuktidak rata. Untuk dapat diproses menyatukan web yanglebih lanjut dengan baik serat ditampung oleh pelatmempunyai kekuatan terhadap penampung.tarikan dan sebagainya, makaweb ini, seperti halnya padamesin drawing, perlu diubahbentuknya terlebih dahulumenjadi sliver yang lebih padat. Gambar 5.130 Rol PenggilasBagian penampung web terdiri Rol penggilas (14) yangdari : terdiri dari sepasang silinder yang dibuat dari baja dengan permukaan licin untuk memadatkan serat- serat hasil penyisiran sehingga menjadi sliver. Gambar 5.128 Pelat Penampung Web
  • 216. 185 kemudian ditarik oleh rol penggilas (14). Karena tarikan Gambar 5.131 rol penggilas dan penyuapan Pelat Pembelok web yang ditarik, maka sliver yang melalui terompet seolah- Pelat pembelok (15) yang olah akan menggerak-gerakan dibuat dari pelat besi tebal terompet yang berhubungan berbentuk setengah dengan stop motion. Apabila lingkaran. Permukaan sliver putus, misalnya karena luarnya dibuat licin dengan web yang terdapat pada pelat arah pembelokan 90º, untuk penampung web (12) berlebihan penyuapan rangkapan sliver hingga penyumbatan pada kepada rol peregang. terompet terjadi, maka akan mengakibatkan berhentinya gerakan terompet dan sebagai akibatnya stop motion akan mulai bekerja untuk menghentikan jalannya mesin Combing. Untuk dapat menjalankan mesin kembali maka sliver perlu disambung Gambar 5.132 dahulu dan banyaknya web Pelat Penyalur Silver dalam pelat penampung (12) perlu disesuaikan dengan Pelat penyalur sliver (16) ukuran semestinya agar tidak yang dibuat dari pelat baja menyumbat lubang terompet yang permukaannya licin atau mengganggu lancarnya untuk menyalurkan penarikan sliver. penyuapan rangkapan sliver Setelah sliver-sliver dari setiap kepada rol peregang. tempat proses penyisiran ditarik rol penggilas (14), maka masing-masing sliver akan- Prinsip dan Cara Kerjanya dibelokkan jalannya 90º oleh pembelok sliver (15) pada pelatSetelah proses penyisiran serat penyalur sliver (16). Setelahselesai dilakukan oleh sisir masing-masing sliverutama (9) dan sisir atas (5), mengalami pembelokan 90ºmaka dapat dicabut oleh rol-rol pada pelat penyalur sliver (16)pencabut (8) dan serat yang maka masing-masing sliverberupa web itu disalurkan akan bergerak sejajar danmelalui pelat penampung web berdampingan menuju ke(12). Kemudian serat dalam bagian peregangan dari mesinbentuk web ditampung melalui Combing.terompet (13) menjadi sliver dan
  • 217. 1865.17.4 Bagian Perangkapan, Peregangan dan Penampungan Sliver Gambar 5.133 Skema Bagian Perangkapan, Peregangan dan Penampungan SliverKeterangan : proses penyambungan web16. Pelat penyalur sliver oleh pasangan rol pencabut17. Rol peregang belakang, sehingga sliver yang18. Terompet keluar dari rol penggilas (14)19. Rol penggilas belum rata. Untuk mendapatkan20. Coiler hasil sliver Combing yang rata21. Can maka perlu dilakukan perangkapan sliver. BiasanyaSebagaimana telah diutarakan pada mesin Combing terdapatdiatas bahwa setiap selesai 6 – 8 unit penyisiran, sehinggapenyisiran kemudian terjadi disini terdapat 6 – 8 buah sliver
  • 218. 187yang keluar dari rol pengilas terdiri dari rol bawah dan rol(14). Sliver-sliver tersebut atas. Rol bawah dibuat darimasing-masing dibelokkan silinder baja beralur kecil,melalui pembelok (15) terus sedang rol atas terbuat daribertemu bersama-sama pada silinder baja yang dilapisimeja penyalur (16). Biasanya dengan bahan sintetis.6 – 8 buah sliver tersebut dibagimenjadi dua dan sekarangmasing-masing bagian terdiridari 3 – 4 sliver yang dirangkapmenjadi satu. Dari mejapenyalur (16) masing-masingrangkapan sliver manuju kepasangan rol peregang (17).Disini rangkapan sliver tersebutmengalami proses peregangansebesar kurang lebih 3 – 4 kaki. Gambar 5.135Dengan adanya proses Terompetperangkapan dan peregangantersebut diharapkan hasil Terompet (18) yang bentukslivernya menjadi lebih rata. dan bahannya seperti yangSliver yang keluar dari telah diterangkan diatas.pasangan rol peregang (17)kemudian melalui terompet (18),pasangan rol penggilas (19)terus melalui coiler (20) masukke dalam can (21).Bagian perangkapan,peregangan dan penampungan Gambar 5.136sliver terdapat peralatan- Rol Penggilasperalatan yang penting : Rol penggilas (callender roll) (19) yang terdiri dari sepasang rol silinder permukaannya licin. Besarannya tekanan rol penggilas sedemikian untuk Gambar 5.134 mendapatkan kepadatan Rol Peregang sliver Combing yang dihasilkan. Rol peregang (17) yang terdiri dari dua pasang rol silinder yang masing-masing
  • 219. 188 Gambar 5.137 Gambar 5.138 Can Coiler Can (21) yang dibuat dari Coiler (20) yang dibuat dari bahan semacam karton baja yang tebal dengan sintetis yang tahan terhadap lubang pemasukan berupa minyak lumas berbentuk pipa pada poros lingkaran silinder yang besar, dan pengelurannya pada dilengkapi dengan per dan bagian tapi lingkaran, untuk pelat pada bagian atas mengatur penempatan sliver sebagai tempat menampung pada can. sliver. - Prinsip dan Cara Kerjanya Mengenai prinsip bekerjanya dari masing-masing peralatan bagian perangkapan, peregangan dan penampungan mesin Combing tersebut adalah sama seperti halnya peralatan yang terdapat pada mesin Drawing, dengan pengecualian bahwa pada mesin Combing lazimnya menggunakan sistem bi-coiler, yaitu dengan memakai dua coiler yang masing-masing dilewati oleh sebuah sliver.
  • 220. 189 Tabel 5.5 Penyetelan Jarak dan Pengaturan Waktu5.17.5 Penyetelan Jarak dan Pengaturan Waktu Bentuk peralatan yang Bagian yang disetel Cara penyetelan dipakai1. Jarak antara sisir utama dengan rol pencabut bawah.2. Jarak antara landasan pencabut dengan rol pencabut bawah, dengan menggunakan step gauge.
  • 221. 190 Bentuk peralatan yang Bagian yang disetel Cara penyetelan dipakai3. Kesejajaran dan jarak antara rol-rol pencabut dengan menggunakan trowel gauge4. Jarak antara ujung jarum sisir utama dengan ujung pisau penjepit, dengan menggunakan trowel gauge.
  • 222. 191 Bentuk peralatan yang Bagian yang disetel Cara penyetelan dipakai5. Jarak antara posisi terendah ujung jarum sisir atas terhadap rol-rol pencabut atas.6. Pengukuran besarnya sudut dari posisi sisir atas dengan menggunakan angle-setting.
  • 223. 192 Bentuk peralatan yang Bagian yang disetel Cara penyetelan dipakai7. Jarak antara poros sisir utama dengan poros sikat pembersih.8. Jarak antara ujung jarum Periksa no. 4 sisir atas dengan rol-rol pencabut bawah.
  • 224. 1935.17.6 Pemeliharaan Mesin Pada saat tersebut mesin harus Combing di doffing. Dengan demikianPemeliharaan pada mesin panjang sliver pada setiapCombing meliputi : doffing selalu tetap, sesuai1. Pembersihan mesin dengan rencana. Keseragaman Combing secara rutin setiap panjang sliver pada setiap 1 bulan. doffing ini sangat penting untuk2. Pelumasan gear box setiap can yang direncanakan atau 8 bulan. dipersiapkan pada proses3. Pembersihan dan pelumas berikutnya nanti yaitu pada an bearing star gear, rachet mesin Drawing. feed roll dan roller weight setiap 3 bulan. 5.17.8 Pengendalian Mutu4. Pembersihan dan pelumas an cam ball dan bearing Test yang dilakukan untuk roller setiap 4 bulan. mesin Combing meliputi :5. Pembersihan detaching roll setiap 1 bulan. Berat Sliver6. Pembersihan dan peluma Hal ini dilakukan dengan san bearing calender roll menimbang sliver tiap 4 yard dan nipper shaft setiap 6 dan kemudian bulan. membandingkan dengan7. Pembersihan dan nipper seti standarnya ap 1 bulan.8. Setting top comb setiap 1 Ketidakrataan Sliver bulan. Combing9. Pembersihan dan peluma Untuk ini digunakan alat san top detaching roll setiap “User Evernness Tester”, 1 bulan. dengan alat ini langsung dapat diketahui angka5.17.7 Menentukan Doffing ketidakrataannya.Mesin ini doffingnya tidak Combing Noilotomatis seperti pada lap Tes ini dimaksudkan untukformer, melainkan di doffing mengontrol terhadapdengan tenaga manusia. persentase noil yang terjadiUntuk menentukan kapan harus serta kerataannya. Untuk inidi doffing diukur dengan biasanya dilakukancounter. Bila counter yang penimbangan untuk waktuditentukan sudah dicapai, maka tertentu proses, misalnya 20lampu doffing (biasanya warna menit.putih) akan menyala dan mesinberhenti.
  • 225. 194 Tapi cara yang baik, 30 detik noilnya ditimbang, dilakukan dengan bagian- sehingga dapat diketahui bagian waktu. Misalnya tiap pula ketidakrataannya. Gambar 5.139 Susunan Roda Gigi Mesin CombingKeterangan : Roda gigi R12 : 25 gigiPuli A : Ø 100 mm Roda gigi R13 : 40 gigiPuli B : Ø 420 mm Roda gigi R14 : 68 gigiRoda gigi R1 : 24 gigi Roda gigi R15 : 62 gigiRoda gigi R2 : 92 gigi Roda gigi R16 : 20 gigiRoda gigi R3 : 35 gigi Roda gigi R17 : 20 gigiRoda gigi R4 : 35 gigi Roda gigi R18 : 20 gigiRoda gigi R5 : 35 gigi Roda gigi R19 : 20 gigiRoda gigi R6 : 35 gigi Roda gigi R20 : 74 gigiRoda gigi R7 : 37 gigi Roda gigi R21 : 42 gigiRoda gigi R8 : 37 gigi Roda gigi R22 : 75 gigiRoda gigi R9 : 37 gigi Roda gigi R23 : 32 gigiRoda gigi R10 : 37 gigi Roda gigi R24 : 44 gigiRoda gigi R11 : 25 gigi Roda gigi R25 : 44 gigi
  • 226. 1955.17.9 Perhitungan Bila roda gigi Rachet berputar 5 Penyisiran gigi setiap ayunan dan R 23 yang merupakan roda gigi gantiApabila motor berputar 1400 mempunyai jumlah gigi = 42RPM, maka putaran sisir utama gigi, maka jumlah penyuapandapat dihitung sebagai berikut : lap per penyisiran :Putaran sisir utama 5 42 32 22 A R1 = x x x x= RPM motor x x x 74 75 44 7 B R2 75 mm R3 R = 6,486 mm x 5R4 R6 100 24 35 35 5.17.11 Perhitungan= 1400 x x x x Produksi 420 92 35 35= 87 Produksi mesin Combing adalah berupa gulungan lap yangUntuk setiap putaran sisir dinyatakan dalam satuan beratutama, terjadi satu kali per satuan waktu tertentu (lihatpenyisiran. Dengan demikian gambar 5.139)maka jumlah penyisiran permenit = 87 kali. Produksi Teoritis5.17.10 Perhitungan Menurut perhitungan Penyuapan penyisiran dan penyuapan, untuk penyisiran 87 kali,Seperti telah diterangkan sedangkan putaran roda gigidimuka, bahwa roda gigi Rachet Rachet adalah 5 gigi dan(Rc) digerakkan oleh batang roda gigi ganti R23 = 42 gigi,berayun. Setiap ayunan dari maka besarnya produksibatang berayun roda gigi mesin Combing per menit :Rachet dapat diputarkan = 87 x 6,486 mmsebanyak 4, 5 atau 6 gigi = 564,28 mmtergantung dari keperluan.Kecepatan penyuapan lap Apabila berat lap yangadalah sama dengan kecepatan disuapkan mempunyai beratpermukaan dari rol penyuap. 44 gram per meter makaBanyaknya penyuapan lap per besarnya produksi mesinpenyisiran : Combing per menit :putaran roda gigi Rachet ( Rc) 564,28 x 44 x = gram R20 1000R21 22 = 24,83 gram x x 75 mmR22 7
  • 227. 196 Kalau satu mesin Combing Jadi produksi rata-rata per mempunyai 6 unit 722,99 penyisiran, efisiensi mesin = jam = = 5,931 kg 121,9 94 % dan pemisahan serat pendek = 14 %, maka produksi mesin Combing per Keterangan : jam : JJJMJ = Jumlah jam jalan menurut jadwal 86 = 24,83 x 60 x 6 x x JJB = Jumlah jam berhenti 100 JJJE = Jumlah jam jalan 94 efisien = 7226,13 gram 100 = 7,226 kg Efisiensi Produksi Nyata Menurut perhitungan dimuka, produksi teoritis per Produksi nyata mesin jam = 7,226 kg. Combing didapat dari hasil Produksi nyata rata-rata per penimbangan sliver per satu jam = 5,931 kg periode tertentu misalnya 5,931 Maka efisiensi = x seminggu. 7,226 Misalnya dalam satu 100 % = 82,08 % minggu, hasil pencatan penimbangan sliver adalah 5.18 Proses di Mesin Flyer seberat = 722,99 kg. Jumlah jam mesin jalan Seperti telah diketahui bahwa menurut jadwal yang ada hasil dari mesin drawing berupa adalah 145,6 jam. sliver yang lebih rata dan letak Sedangkan jumlah jam serat-seratnya sudah sejajar mesin berhenti untuk satu sama lain. Walaupun dari perawatan, gangguan- bentuk sliver dapat juga gangguan dan penggantian langsung dibuat menjadi shift adalah 23,7 jam. benang. Namun untuk Dengan demikian rata-rata memperoleh hasil benang yang per jam dari mesin Combing baik, maka sliver tersebut perlu dapat dihitung sebagai diperkecil tahap demi tahap berikut : melalui proses peregangan di JJJMJ = 145,6 jam mesin flyer. Akibat pengecilan, JJB = 23,7 jam sliver tersebut akan menjadi JJJE = 121,9 jam lelah dan untuk memperkuatnya perlu diberikan sedikit antihan (twist) sebelum digulung pada bobin.
  • 228. 197Karena roving tersebut nantinya empat pasangan rol peregang,masih akan dikerjakan lebih dimana kecepatan putaranlanjut pada mesin Ring permukaan dari masing-masingSpinning. Maka pemberian pasangan rol tersebut makinantihan hanya secukupnya saja kedepan semakin besar.sekedar untuk mendapatkan Dengan makin besarnyakekuatan saat digulung pada kecepatan permukaan rolbobin. Apabila antihannya peregang depan, maka kapasterlalu tinggi, dalam proses yang disuapkan makin kedepanselanjutnya akan mengalami menjadi semakin kecil karenabanyak kesulitan pada waktu terjadinya proses pereganganperegangan di mesin Ring setelah keluar dari rol depanSpinning. Sebaliknya apabila kemudian diberi antihan danpemberian antihan terlalu digulung pada bobin sudahrendah, hal tersebut akan berupa roving sesuai denganmenyebabkan roving tidak yang dibutuhkan.mempunyai kekuatan yangcukup sehingga roving mudahputus pada saat prosespenggulungan berlangsung.Kedua hal tersebut di atasmenyebabkan prosespembuatan benang menjadi Gambar 5.140kurang lancar, benang sering Proses Pereganganputus sehingga dapatmenyebabkan menurunnya Proses Pengantihanefisiensi mesin Ring Spinning. Setelah kapas mengalamiFungsi mesin flyer secara proses peregangan, bentuknyaumum seperti telah diuraikan di menjadi lebih kecil. Untukatas, ialah untuk membuat mendapatkan kekuatan, makaroving sebagai bahan penyuap roving perlu diberi antihan danmesin Ring Spining. Untuk antihan tidak boleh terlalu besarpembuatan roving tersebut pada maupun terlalu kecil tetapimesin flyer terdapat tiga proses hanya secukupnya saja untukutama yaitu proses peregangan, dapat digulung pada bobin.pengantihan (twist) dan Pemberian antihan dilakukanpergantihan penggulungan. oleh sayap (flyer) yang bentuknya sedemikian rupa Proses Peregangan seperti terlihat pada gambar 5.149.Proses peregangan pada mesin Kapas yang keluar dari rolflyer, dilakukan oleh tiga atau depan terus masuk pada flyer
  • 229. 198dari atas secara axial dan dan terjadilah roving yang telahseterusnya kapas keluar dari cukup mempunyai kekuatanarah samping secara radial. untuk digulung pada bobin.Karena sayap tersebut Karena putaran sayap sangatbertumpu pada spindel yang cepat maka pengantihan tidakberputar cepat, maka sayap hanya terjadi pada sayap saja,juga turut berputar sehingga tetapi diteruskan sampai rolterjadi pengantihan pada kapas depan pada saat kapas keluar. Gambar 5.141 Proses Pengantihan Proses PenggulunganSetelah kapas mengalamiproses peregangan dan anthankemudian digulung pada bobin.Proses penggulungan ini terjadikarena adanya perbedaanbanyaknya putara bobin denganputaran spindel per menit.Untuk pembentukan gulunganroving pada bobin dilakukanoleh suatu peralatan yangdisebut Trick Box. Gambar 5.142 Proses Penggulungan
  • 230. 199 Gambar 5.143 Skema Mesin FlyerKeterangan : - Prinsip Bekerjanya Mesin1. Rol pengantar Flyer1a. Can2. Terompet (pengantar sliver) Sliver drawing dari pengerjaan3. Tiga pasang rol peregang terakhir (passage akhir) sebagai4. Penampung (colektor) bahan untuk disuapkan ke5. Pembersih mesin flyer diletakkan secara6. Sayap (flyer) teratur di belakang mesin.7. Spindel Ujung-ujung dari sliver yang8. Bobin terdapat pada can (1a)9. Gulungan roving pada bobin dilakukan pada rol pengantar10. Penyekat (separator) (1), sliver-sliver terpisahkan oleh11. Cradle penyekatannya sehingga tidak bersilang satu sama lain. Dengan demikian sliver tersebut
  • 231. 200tidak saling bergesekan yang letaknya satu sama lain. Supayadapat merusak slver dan serat-serat tidak bertebaranpenyuapan dapat tepat pada maka diantara rol-rol tersebutdaerah peregangan. Rol dipasang penampung (4).pengantar ini berputar aktif Kapas yang melalui pasanganmaksudnya untuk membantu rol peregang tersebut akanpenyuapan sliver dan mendapatkan jepitan danmenghindarkan terjadinya penjepitnya tidak boleh terlalupenarikan (false draft) karena kuat dapat mengakibatkan seratberatnya sliver sendiri. Setelah banyak yang rusak dan kalaudisuapkan oleh pengantar rol terlalu lemah serat akan banyak(1), sliver melewati terompet slip pada waktu prosespengantar (2) yang dapat peregangan.bergerak ke kiri dan ke kananpada daerah peregangan Jarak titik jepit antara pasangansecara aktif. rol peregang yang satu terhadap pasangan rolTujuan gerakan tersebut ialah peregang yang lain harus diaturmenghindari keausan setempat demikian rupa, tidak bolehdari rol peregang. Dengan terlalu jauh dan tidak bolehadanya terompet pengantar ini, terlalu dekat disesuaikanpenyuapan sliver dapat dengan panjang serat yangterarahkan pada daerah diolah. Kalau jarak antar titikperegangan saja. Setelah sliver jepit terlalu jauh akan terjadimelewati terompet pengantar banyak serat yangsliver (2), sliver masuk daerah mengembang (flooting fibre)peregangan dan diterima oleh dan kalau jaraknya terlalu dekatsepasang rol belakang. Dengan akan timbul serat yang putusputaran yang lambat sliver atau bergelombang (crackingdiantarkan kepada rol tengah fibre).yang kecepatan permukaannyalebih cepat, sehingga terjadi Setelah kapas keluar dariperegangan. pasangan rol depan terus masuk lubang sayap bagianDari rol tengah serat-serat atas terus ke sayap (6a),diteruskan ke pasangan rol selanjutnya dibelitkan padadepan yang kecepatan lengan sayap (6b) lalu digulungpermukaannya lebih tinggi dari pada bobin (8). Karena putaranrol tengah, sehingga terjadi dari sayap berikut lenganperegangan yang berikutnya. sayapnya, maka terjadi antihan pada rovingnya.Akibat proses peregangan makaletak serat-seratnya menjadi Antihan yang terdapat padalebih lurus dan lebih sejajar roving tidak boleh terlalu besar
  • 232. 201dan tidak boleh terlalu kecil Nama-nama peralatan pentingtetapi secukupnya saja asal dari bagian penyuapan adalah :rovingnya sudah cukup kuatuntuk digulung pada bobin. 5.18.1.1 CanKalau antihan pada rovingterlalu tinggi, mungkin dapatmengakibatkan banyaknyabenang yang putus pada prosesdispinning dan sebaliknya kalauantihan terlalu rendah, rovingakan banyak putus pada waktupenggulungan.Proses penggulungan rovingpada bobin terjadi karenaadanya perbedaan kecepatanputaran bobin dan putaransayapnya. Gambar 5.145 CanNama-nama bagian yangpenting dari mesin flyer adalah : Can (12) yang dibuat dari bahan1. Bagian penyuapan semacam karton sintetis yang2. Bagian peregangan tahan terhadap minyak pelumas3. Bagian penampungan berbentuk silinder yang besar dilengkapi dengan per dan pelat5.18.1 Bagian Penyuapan pada bagian atas sebagai tempat menampung sliver hasil mesin drawing. 5.18.1.2 Rol Pengantar Gambar 5.146 Rol Pengantar Gambar 5.144 Skema Bagian Penyuapan Rol pengantar (1), biasanya Mesin Flyer terdiri dari dua buah silinder besi berbentuk pipa, panjang rol
  • 233. 202pengantar ini sepanjang mesin yang dapat bergerak ke kiri dandan diberi sekat yang dibuat ke kanan dibelakang roldari bahan alumunium atau peregang.ebonit sebagai pemisah sliveruntuk memudahkan pengaturan 5.18.1.4 Penyekat (Separator)penyuapan.5.18.1.3 Terompet Pengantar Sliver Gambar 5.148 Penyekat Penyekat (separator) (10) dibuat Gambar 5.147 dari ebonite, gunanya untuk Terompet Pengantar Sliver membatasi / memisahkan sliver yang disuapkan supaya tidakTerompet pengantar sliver saling terkena satu sama lain(traverse guide) (2) yang dibuat sehingga dapat mengakibatkandari bahan porselin atau ebonit, sliver rangkap dan putus.dipasang pada batang besi5.18.2 Bagian Peregangan Gambar 5.149 Skema Bagian Peregangan Mesin Flyer
  • 234. 203Nama-nama peralatan penting yang disuapkan, dipasangkandari bagian peregangan adalah : pada batang besi.5.18.2.1 Rol Peregang 5.18.2.3 Pembersih Gambar 5.150 Rol PeregangRol peregang yang terdiri dari 3 Gambar 5.152pasang rol besi baja (3). Pada Pembersihtempat-tempat terjadinyaregangan, rol bawah dibuat Pembersih rol atas (5) yangberalur memanjang, sedang rol dibuat dari bahan wool atauatas dibuat dari besi baja yang planel.bagian luarnya dilapisi karetsintetis. Rol atas diberi beban 5.18.2.4 Cradleuntuk mendapatkan tekananyang baik terhadap rol bawahguna menjepit serat kapas yangmelaluinya.5.18.2.2 Penampung (Colektor) (4) Gambar 5.153 Cradle Cradle (11) yaitu suatu batang yang konstruksinya sedemikian rupa untuk memegang rol atas Gambar 5.151 dan dilengkapi dengan beban Penampung penekan rol sistem per.Penampung (kolektor) (4) dibuatdari porselin atau ebonite yangberbentuk seperti corongterbuka, sebagai penyalur sliver
  • 235. 2045.18.2.5 Penyetelan Jarak 5.18.2.6 Pemeliharaan mesin antara Titik Jepit Rol Flyer. Pemeliharaan pada mesin FlyerSalah satu faktor yang meliputi :menentukan mutu hasil roving, 1. Pembersikan mesin Flyerterutama yang menimbulkan secara rutin setiap 1 bulan.ketidakrataan adalah 2. Pembersihan danpenyetelan jarak antara titik jepit pelumasan bearing bottom(setting) masing-masing roll, bobbin wheel, flyerpasangan rol peregang. wheel setiap 2 bulan. 3. Pembersihandan pelumas-Pedoman penyetelan jarak an bearing top roll, bearingantara titik jepit (setting) yang bobbin wheel, bearing flyerdisarankan oleh pabrik Suessen wheel setiap 8 bulan.WST untuk mesin flyer adalah : 4. Pembersihan dana. Penyetelan jarak antara titik pelumasan main gear,draft jepit (setting) daerah gear setiap 1 bulan. regangan utama pada mesin 5. Pembersihan top clearer roving sistem regangan 3 dan trick box setiap 1 bulan. diatas 3 untuk proses serat 6. Pencucian dan pengerinda- 28 – 51 mm, dengan alat an top roll setiap 2 bulan. setting gauge adalah 48 – 58 mm. 5.18.2.7 Pembebanan padab. Sedangkan penyetelan jarak Rol Atas antara titik jepit (setting) pada daerah regangan Maksud dan tujuan daripada belakang minimal 50 mm. pembebanan adalah untuk memperbesar tekanan rol atas pada rol bawah sepanjang garis jepit dan mengontrol serat-serat agar tidak slip pada saat peregangan berlangsung. Pembebanan dilakukan terhadap setiap pasangan rol karena berat rol sendiri dapat dikatakan belum cukup untuk Gambar 5.154 mendapatkan tenaga jepit serta Penyetelan Jarak antara Titik tekanan yang sempurna. Jepit Rol Peregang Dewasa ini pembebanan rol peregangan pada mesin flyer lebih banyak digunakan sistem per daripada sistem bandul.
  • 236. 205Berikut ini adalah gambar Keuntungan-keuntungankonstruksi peralatan daripada pembebanan sistempembebanan (pendulum per, diantaranya adalah :weighting arm) 1. Konstruksinya sederhana sehingga memudahkan permasangan, pembongkaran dan pemeliharaannya. 2. Penyetelan besarnya beban dapat disesuaikan dengan nomor sliver yang disuapkan. Gambar 5.155 3. Miringnya kedudukan rol Pembebanan pada Rol Atas tidak banyak pengaruhnya terhadap nilai beban.Peralatan ini pada ujungdepannya diperlengkapi denganperalatan penunjuk pengaturbeban. Pengatur beban tersebutmempunyai tanda warna untuk 5.18.3 Bagian Penggulungansetiap besarnya beban yangdigunakan. Dengan demikiansetiap saat dapat denganmudah dilihat berapa bebanyang diberikan. Penyetelanbesarnya beban dapat denganmudah dilaksanakan denganjalan memutar lubang sekrup kekiri dan ke kanan denganperalatan kunci yang khususdisediakan untuk keperluantersebut (gambar (5.156) Gambar 5.157 Skema Bagian Penampungan Mesin Flyer Nama-nama peralatan penting dari bagian penampungan Gambar 5.156 adalah : Penyetel dan Penunjuk Beban
  • 237. 2065.18.3.1 Flyer Bobin (8) yang dibuat dari karton, kayu atau dari plastik berbentuk silinder yang bagian atas dan bawahnya dibungkus besi. Ujung bawahnya diberi lekukan sebagai tempat mengaitkan bobin pada roda gigi pemutar bobin. 5.18.3.3 Penggulungan Roving pada Bobin Gambar 5.158 Flyer Pada waktu berlangsungnyaSayap (flyer) (6) dibuat dari baja penggulungan roving padayang berbentuk seperti jangkar bobin, maka bobin bergerakterbalik yang terdiri dari bagian naik turun secara teraturpuncak, sayap yang masif dan terbawa oleh gerakan kereta,sayap yang berlubang dengan sehingga roving diletakkan padalengannya lubang dari sayap ini bobin sejajar merapat satumerupakan rongga dari pipa sama lain.sebagai tempat jalannya roving.Selanjutnya roving dibelitkan Seperti kita ketahui bahwapada lengan sayap, kemudian spindel berikut lengan sayapdigulung pada bobin. dan pengantar roving tetap berada pada tinggi yang5.18.3.2 Bobin tertentu, maka tentunya harus ada yang menggerakkan bobin keatas dan kebawah untuk pembentukan gulungan roving pada bobin dan yang menggerakkan bobin ini ialah kereta. Kalau misalnya : Kecepatan kereta persatuan waktu = Kk Gambar 5.159 Bobin Diameter bobin pada suatuKapas yang keluar dari rol waktu = b”depan = L” Diameter roving = r “ Jumlah gulungan = g
  • 238. 207Maka Kk = g x r” R 1 - R 3 , cone drum atas, L cone drum bawah, R 22 , R 23 , = xr b R 24 , R 25 , poros VIII keKalau diameter bobin menjadi bawah, R 26 , R 28 , poros VI,besar, misalnya B, R 29 , R 30 , R 31 , R 32 , R 33 dan L setang-setang yang bergigimaka Kk = xr B pada balok kereta padaJadi kecepatan kereta akan gambar 5.160 kita jumpai R 27bertambah lambat seperti dan R 28 yang berganti-gantihalnya kecepatan bobin yangmakin lama makin lambat berhubungan dengan R 26sesuai dengan bertambah yang menyebabkanbesarnya diameter bobin. pembalikan gerakan keretaKereta digerakkan dari poros dari atas kebawah dan dariutama melalui roda-roda gigi bawah keatas
  • 239. 208 Gambar 5.160 Susunan Roda Gigi Mesin FlyerSetiap terjadinya lapisan - Memperpendek setiapgulungan roving yang baru, lapisan gulungan rovingmaka tinggi gulungan roving berikutnya dengan jalanpada bobin dikurangi dari atas menurunkan dan menaikkandan dari bawah dengan satu gulungan kurang lebihdiameter roving pada bobin setebal diameter roving.dibatasi oleh sebuah kerucut - Penggeseran belt padayang terpotong. kedua cone drum untuk mengurangi perputaran rodaUntuk pembentukan gulungan gigi pengatur putaran dariroving pada bobin ada 3 bobin serta pergerakangerakan yang diperlukan yaitu : kereta.- Pembalikan kereta setelah menyelesaikan satu lapisan Ketiga pergerakan tersebut gulungan roving, yaitu dari dijalankan oleh peralatan yang atas ke bawah atau disebut Trick Box. sebaliknya.
  • 240. 2095.18.3.4 Trick Box Gambar 5.161 Batang PenggeserPada gambar 5.161 terlihat ((2) sebelah kanan akanbahwa batang peluncur (2) terbawa bergerak naik turun.dipasang mati pada kereta Dengan terbawanya stang(bobin rail), sedang balok bergigi (2) naik turun, makapeluncur (2a) dapat meluncur batang bersayap (4) akandengan bebas ke kiri dan ke bergerak ke kanan dan ke kiri.kanan pada alur batang Karena pada batang bersayappeluncur. Balok peluncur (2a) tersebut dipasangkan bautdihubungkan dengan stang berulir (5a) dan (5b) maka bautbergeser (2) yang dipegang juga akan turut bergerak turunoleh batang bersayap (4). naik.Karena pergerakan kereta naik Sekarang perhatikan gambaratau turun maka stang bergigi 5.162.
  • 241. 210 Gambar 5.162 Peralatan Trick BoxKarena gerakan dari baut (5a) Dengan demikian maka bautdan (5b) maka hal ini akan (5a) akan bergerak ke bawah,mempengaruhi tuil (6a) atau yang pada suatu saat akan(6b) tertekan turun secara menekan tuil (6a) yang sedangbergantian. menahan batang pemikul (7) pada lekukan atas.Apabila sekarang keretabergerak ke atas, maka batang Karena adanya beban G yangpeluncur (1) juga terbawa ke dipasang pada kanan dan kiriatas, stang bergeser (2) pemikul, hal ini akan membantubergerak dan memutarkan melepaskan batang pemikul (7)batang bersayap (4) secara oleh tuil (6a) karena gaya putarperlahan-lahan arah ke kanan. ke kanan. Setelah baut (5a)
  • 242. 211menyentuh tuil (6a) dan gerakan Pada ujung atas dari poros (14)masih terus berlangsung, lama dipasang rantai (16) yangkelamaan penahan (6a) yang ujungnya diberi beban (18).menahan lekukan batang Karena berat beban (18), makapemikul (7) akan terlepas. akan menimbukan gaya tarik ke bawah, sehingga akan menarikBeban G yang kiri akan rantai ke arah kanan, karenaterangkat oleh batang yang pangkal rantai tersebutdipasang pada peluncur (1) dibelitkan pada poros (14) makapada gambar tidak tampak, akan menimbulkan gaya putarsedang beban G yang kanan terhadap poros (14) sesuaitidak terangkat dan akan dengan arah panah.menarik sayap pemikul (7a) kebawah. Dengan tergeraknya Selagi pal (8b) masih menahansayap (7a) maka poros pun roda gigi Rachet (11), makapada ujung bawah dari batang gaya tersebut tertahan danpemikul (7) berputar ke kanan pada saat pal (8b) lepas darimembawa batang (9) yang penahan terhadap roda gigisebelah atas juga ke kanan. Rachet (11). Kesempatan ituBatang (9) ini berhubungan digunakan oleh gaya putardengan pal penahan (8a) dan poros (14) untuk memutarkan(8b), sehingga pal 8b terlepas poros tersebut dengan melaluidari roda gigi Rachet (11). perantaraan roda gigi panjangUntuk seterusnya perhatikan (13) ke kanan (berlawanangambar 5.163. jarum jam), yang seterusnya memutarkan roda gigi panjang (12) juga ke arah kanan (searah jarum jam). Roda gigi panjang (12) ini seporos dengan roda gigi Rachet (11), yang juga berputar ke arah kanan sesuai dengan arah anak panah dan roda gigi Rachet (11) ini seporos dengan roda gigi (3) pada gambar 5.161. Dengan berputarnya roda gigi (15) karena terbawa oleh putaran poros (14) maka batang bergigi (17) akan bergerak ke kiri sesuai dengan arah anak panah. Karena kesempatan Gambar 5.163 berputar dari poros (14) sangat Gaya Putar pada Trick Box singkat disebabkan pal (8a)
  • 243. 212telah menahan roda gigi Rachet(11) kembali, maka gerakan Mengenai batang (9) selainbatang bergigi (17) juga sangat menggerakkan pal penahanterbatas. Gerakan batang (8b) dan (8a), jugabergigi (17) ini digunakan untuk menggerakkan batang (10) kemenggeser kedudukan ban arah kanan dimana batang (10)(belt) dari cone drum, sehingga ini dihubungkan dengan rodaputaran dari cone drum bawah gigi (19a) dan (19b) yangyang berputar pasif menjadi giginya berhadapan.lebih lambat setiap kali bandigeser kedudukannya. Gambar 5.164 Roda Gigi Bauble5.18.3.5 Kesalahan Bentuk Gulungan Roving - Kesalahan Bentuk Gulungan dan Cara Mengatasinya Memperlihatkan bentuk gulungan roving yang normal. Menunjukkan bentuk gulungan yang ujung Gambar 5.165 kerucut atas dan bawahnya Macam Bentuk Gulungan Roving pada Bobin
  • 244. 213 bersudut besar dan bawah dari bentuk kerucut gulungan yang curam. sering merosot yangBentuk ini sebenarnya bukan mengakibatkan roving seringmerupakan suatu kesalahan, putus pula pada creel (bobinhanya mempunyai beberapa houlder) sewaktu disuapkan kekekurangan antara lain : mesin ring spinning, sehingga- Penggulungan roving pada menambah besarnya limbah. bobin cepat penuh, Cara perbaikannya adalah sehingga sering melakukan kebalikan dari bentuk B. penggantian (doffing) dan hal ini menyebabkan mesin Bentuk gulungan bagian sering diberhentikan. atas datar dan bagian- Pemakian bentuk gulungan bawah terlalu curam, untuk yang demikian pada mesin mengatasi gulungan yang ring spinning akan lebih demikian dapat dilakukan cepat pula habisnya. dengan jalan :- Diperlukan persediaan bobin - Menyetel kembali kosong yang lebih banyak, kedudukan kereta, pada juga roving waste (reused waktu bobin kosong waste) menjadi bertambah diusahakan lengan sayap banyak. berada ditengah-tengah bobin dan kedudukanUntuk perbaikan bentuk batang bergigi (2) harusgulungan yang demikian, datar (horizontal).dilakukan dengan jalan Baut berulir (5a) dan (5b)menggeser lebih ke kiri disetel demikian rupakedudukan poros peluncur, sehingga pada waktu keretakalau dengan pengeseran ini dijalankan dari bagia tengahsudut gulungan terlalu kecil ke atas dan ke bawah(tumpul) maka dapat ditolong menempuh jarak yangdengan menurunkan baut sama.berulir (5) 5.18.3.6 Mendoffing Memperlihatkan bentuk gulungan roving yang Mendoffing adalah tugas bagian atas dan bawahnya memungut bobin yang sudah terlalu tumpul, ini adalah penuh dan menggantinya kebalikan dari bentuk B. dengan bobin kosong dan start Adapun kekurangan dari kembali. bentuk gulungan yang Cara mendoffing adalah demikian antara lain : sebagai berikut : - Siapkan bobin kosongKarena bentuk gulungan yang disebelah spindel.sangat tumpul, maka bagian Meletakkan ini hendaknya
  • 245. 214 dilakukan dengan cermat, Ada 4 macam pengetesan mutu agar tidak tersangkut oleh produksi mesin flyer yaitu : gulungan roving yang masih A. Test nomor roving berputar. B. Test kerataan roving- Berhentikan mesin dengan C. Test antihan pada roving mengendorkan belt, hingga terjadi roving yang sebagian 5.18.4.1 Pengujian Nomor tidak tergulung dan Roving kemudian tarik roving-roving tersebut agar tidak Pengujian ini dilakukan dengan menyumbat pada lubang menimbang roving tiap 20 yards flyer. atau 30 yards. Penimbangan ini- Pegang bobin kosong dilakukan dengan gram balance dengan tangan kiri, sambil dengan satuan berat gram. mengangkat bobin penuh dengan tangan kanan dan dan meletakkannya / menempatkannya pada 5.18.4.2 Pengujian Kerataan kereta bobin penuh. Roving- Masukan bobin kosong pada kedudukannya (bobin Untuk ini dilakukan dengan alat pinion). Uster Evernness Tester.- Demikian dilakukan dari Dengan alat ini kita akan spindel yang satu ke spindel mendapatkan angka persentase lainnya hingga selesai. ketidakrataan dari roving- Naikkan kereta sampai mata dengan satuan U%. flyer berada tepat ditengah- tengah bobin kosong. 5.18.4.3 Pengujian Kekuatan- Selanjutnya belitkan roving Roving pada bobin kosong.- Geser belt cone drum pada Pada perkembangannya kedudukan awal gulungan pengendalian mutu belakangan dan atur tegangannya. ini, roving juga dikontrol- Mesin siap untuk distart kekuatannya. Hal ini dilakukan kembali. dengan penarikan roving per helai dengan satuan gram.5.18.4 Pengendalian Mutu 5.18.4.4 Pengujian AntihanHasil dari mesin flyer adalah pada Rovingroving. Roving ini harus selaludikontrol mutunya agar tidak Untuk ini dilakukan dengan alatmenyimpang dari standar yang Twist Tester dan jumlahditetapkan. pengujiannya umumnya dilakukan 15 kali pengujian.
  • 246. 2155.18.5 Perhitungan Peregangan Gambar 5.166 Susunan Roda Gigi Mesin Flyer
  • 247. 216Keterangan : Roda gigi f = 12 – 36 gigi Puli A = 5 inci Roda gigi g = 44 gigi Puli B = 8 inci Roda gigi h = 22 gigiRoda gigi C = 40 gigi Roda gigi j = 22 gigiRoda gigi D = 44 gigi Roda gigi k = 18 gigiRoda gigi E = 45 – 104 gigi Roda gigi l = 70 gigiRoda gigi F = 34 gigi Roda gigi m = 70 gigiRoda gigi G = 36 gigi Roda gigi n = 14,16,20 gigiRoda gigi H = 40 gigi Roda gigi p = 80 gigiRoda gigi I = 22 gigi Roda gigi q = 13 gigiRoda gigi J = 20 – 70 gigi Roda gigi r = 57 gigiRoda gigi K = 96 gigi Roda gigi t = 18 gigiRoda gigi L = 32,40,48,56 gigi Batang bergigi u = 0,3491 pitchRoda gigi M = 30 gigi Seperti terlihat pada gambarRoda gigi N = 62 gigi gearing Diagram (gambarRoda gigi O = 40 gigi 5.166), rol peregang depanRoda gigi P = 80 gigi diputar dengan kecepatan yangRoda gigi Q = 14 – 36 gigi tetap (konstan) sebesar nRoda gigi R = 68 gigi putaran per menit (RPM).Roda gigi S = 44 gigi Putaran ini didapat dari putaranRoda gigi T = 50 gigi poros utama melalui roda gigi JRoda gigi U = 59 gigi (TJW), roda gigi K, roda gigi L,Roda gigi V = 19 gigi roda gigi M, roda gigi N, rodaRoda gigi W = 34 gigi gigi O dan akhirnya roda gigi PRoda gigi X = 32 gigi yang terpasang pada rol depan.Roda gigi Y = 40 gigiRoda gigi Z = 22 gigi Gambar 5.167 memperlihatkanRoda gigi a = 32 gigi susunan roda gigi pada rolRoda gigi b = 36/36 gigi peregang yang merupakanRoda gigi d = 36 gigi bagan dari gambar 5.155.Roda gigi e = 36 gigi Gambar 5.167 Susunan Roda Gigi dari 3 Pasangan Rol Peregang
  • 248. 217 Tetapan Regangan atau a · c · d Draft Constant (DC) = F · RPR · bSeperti telah diuraikan pada bab 80 52 d = · ·yang terdahulu, bahwa yang 20 RPR bdimaksud dengan draft constantialah draft yang didapat dengan Angka-angka pada persamaanjalan menghitung besarnya diatas adalah tetap (konstan)Mechanical Draft (MD) dari kecuali RPR (roda gigisuatu susunan roda gigi dengan pengganti regangan) yangmemasukkan besarnya roda sering diganti untuk membuatgigi pengganti regangan (RPR) perubahan regangan adalahdimisalkan = 1. roda gigi RPR.Sedangkan Mechanical Draftialah besarnya regangan yang Bila roda gigi penggantidihitung berdasarkan atas regangan RPR dimisalkan - 1,perbandingan antara kecepatan dan dimasukkan dalampermukaan dari rol pengeluaran persamaan diatas, makadan rol pemasukan. persamaan tersebut akan menjadi :Dengan demikian maka : 52 · 80 · d 1Mechanical Draft (MD) MD = KPR depan 1 · 20 · b1= KPR belakang 52 · 80 · d 1 = misalkan 20 · b1Keterangan : = x1KPR = Kecepatan permukaan rol Semua angka-angka diatasKalau : adalah tetap (konstan), maka x 1diameter rol depan = d 1 diatas disebut angka tetapandiameter rol belakang = b 1 regangan (Draft Constant = DC) 52 · 80 · d 1dan putaran rol depan = n Jadi DC =putaran per menit, maka : 20 · b1 n · . · d Regangan Mekanik (RM)MD = atau Mechanical Draft F RPR n· · · · b (MD) a c n · a · c · · d KPR depan = RM = n · F · RPR · · b KPR belakang
  • 249. 218Keterangan : Dari persamaan diatas didapat :KPR = Kecepatan permukaan DC = MD · RPR rol DCKalau rol depan berputar 1 kali, RPR = MDmaka rol belakang akanberputar : Pada umumnya diameter rol depan adalah sama dengan 20 RPR diameter rol belakang, 1· · putaran 80 c sehingga :Dengan demikian maka : c · 80 · d 1 DC = 20 · b1 1 · · d1RM = c · 80 20 RPR = 1· · · · b1 20 80 c 1 · 80 · c · · d1 Seperti telah diterangkan diatas,RM = 1 · 20 · RPR · · b1 bahwa roda gigi C jarang diganti, dan apabila jumlah gigiKalau besarnya regangan roda gigi C= 50, maka besarnyamekanik akan diubah, biasanya Draft Constant adalah :yang diubah adalah roda gigiRPR yaitu yang biasanya 50 · 80 DC =disebut Roda gigi pengganti 20Draft atau draft change wheel DC = 200(DCW). maka : Kalau RPR = 30, maka 1 · 80 · c · ·d 1 besarnyaRM = 1 · 20 · RPR · · b1 DC atau MD = RPR 1 80 · c · · d 1 = 200 RPR 1 · 20 · · b1 MD = 30 1 x1 MD = 6,67 = - RPR 1 Kalau RPR = 28, makax1 = Draft Constant besarnya DC DC DCRM = atau MD = MD = RPR RPR RPR
  • 250. 219 200 diperbesar, maka MechanicalMD = Draft akan menjadi kecil. 28 Selain sistem 3 – rol peregang,MD = 7,14 ada pula mesin Flyer yang menggunakan sistem 4 – rolBerdasarkan uraian diatas, peregang. Gambar 5.168maka kalau RPR diperkecil, menunjukkan susunan roda gigiMechanical Draft menjadi besar dari 4 pasang rol peregang.dan sebaliknya bila DCW Gambar 5.168 Susunan Roda Gigi dari 4 Pasangan Rol PeregangRegangan yang terjadi antara 21 C Hrol belakang dan rol ketiga 1· · · putaran 75 D Gadalah sama dengan kecepatanpermukaan rol ketiga dibagi Dengan demikian maka :dengan kecepatan permukaanrol belakang. 1 · · r3 RM S R = KPR ketiga ( R) 21 C HRMs – r = 1· · · · · r4 KPR belakang ( S ) 75 D G 1 · 75 · D · G · · r3 =Keterangan : 1 · 21 · C · H · · r4KPR = Kecepatan permukaan rol Regangan yang terjadi antara rol ketiga dan rol kedua samaKalau rol ketiga dimisalkan dengan kecepatan permukaanberputar 1 putaran maka rol rol kedua dibagi denganbelakang akan berputar kecepatan permukaan rolsebanyak : ketiga.
  • 251. 220 KPR kedua (Q)RM R = Q KPR ketiga ( R) 1· · r1 RM q p = 20 A E 1· · · · · r2Keterangan : 80 B FKPR = Kecepatan permukaan 1 · 80 · B · F · · r1 rol = 1 · 20 · A · E · · r2Kalau rol kedua dimisalkanberputar satu putaran, maka rol Regangan yang terjadi antaraketiga akan berputar sebanyak : rol belakang dengan rol depan F adalah sama dengan kecepatan1 · putaran permukaan rol depan dibagi E dengan kecepatan rol belakang.Dengan demikian maka : KPR depan ( p ) RM s p = 1 · · r2 KPR belakang ( s )RM R Q = F 1 · · · r3 Keterangan : E KPR = Kecepatan permukaan 1 · E · · r2 rol = 1 · F · · r3 Kalau rol depan dimisalkanRegangan yang terjadi antara berputar 1 putaran, maka rolrol kedua dan rol depan adalah belakang akan berputarsama dengan kecepatan sebanyak :permukaan rol depan dibagi 20 A 21 C H 1 · · · · ·kecepatan permukaaan rol 80 B 75 D Gkedua. putaran KPR depan ( P) Dengan demikian maka :RM q p = KPR kedua (Q) RM s p =Keterangan : 1· · r1KPR = Kecepatan permukaan 20 A 21 C H rol 1· · · · · · · r4 80 B 75 D GKalau rol depan dimisalkan 1· 80 · B · 75 · D · G · · r1 =berputar satu putaran, maka rol 1· 20 · A · 21 · C · H · · r4kedua akan berputar sebanyak : 80 · B · 75 · D · G · r1 20 A E atau1· · · putaran 20 · A · 21 · C · H · r4 80 B F
  • 252. 221 serat yang menjadi limbahRM s p = (Waste).RM S P · RM r q · RM z p Betapapun kecilnya, limbah 1 · 75 · D · G 1 1 · 80 · B pasti ada dan limbah tersebut= · · perlu diperhitungkan dalam 1 · 21 · C · H 1 1 · 20 · A mencari besarnya regangan dan 75 · D · G · 80 · B · r1 regangan ini disebut Regangan= 21 · C · H · 20 · A · r4 Nyata (RN) atau Actual Draft (AD).Pada susunan roda gigi Misalkan limbah yang terjadisebagaimana terlihat pada selama proses pembuatangambar 5.168, terdapat roda roving adalah sebesar 2%,gigi pengganti regangan A. maka :Untuk mencari besarnyatetapan regangan dapat dihitung Regangan Nyatadengan memisalkan roda gigi Asama dengan satu. 100 = · MDDengan demikian angka tetapan (100 2)regangan : Regangan Nyata dapat pula75 · D · G · 80 · B · r1 dihitung berdasarkan nomor21 · C · H · 20 · A · r4 bahan yang keluar dibagi dengan nomor bahan yang masuk. Regangan Nyata (RN) atau Actual Draft (AD) Pada sistem penomoran kapas, maka regangan nyata dapatDalam proses pembuatan dihitung sebagai berikut :benang Roving pada mesinFlyer, karena adanya prosesnya Regangan Nyataperegangan maka kemungkinan nomor Keluar ( NK )terdapat serat yang menempel =pada rol pembersih dan rol atas, nomor Masuk ( NM )atau mungkin juga ada yangjatuh atau beterbangan Kalau Roving yang dihasilkanwalaupun sedikit. mesin Flyer nomornya Ne 1 1,83 dan sliver yang disuapkan keDengan demikian, tidak semuasliver yang disuapkan pada mesin Flyer nomornya Ne 1mesin Flyer akan menjadi 0,15, maka :Roving, tetapi ada sebagian
  • 253. 222Regangan Nyata Untuk mengetahui besarnya nomor Keluar antihan, biasanya dinyatakan= per satuan panjang (inch). Jadi nomor Masuk besarnya antihan dinyatakan dalam antihan per inch atau 1,83 Twist per Inch (TPI).RN = 0,15RN = 12,2 atau AD = 12,2 KS / menit TPI = KPRPD / menitBila limbah yang terjadi selama Keterangan :proses pada mesin adalah KS = Kecepatan spindelsebesar 2% maka : KPRPD = Kecepatan permukaan rol (100 2) peregang depanRM = RM 100 98 Twist Per InchRM = · 12,2 100 Dari susunan roda gigi padaRM = 12 gambar 5.166 besarnya antihan per inch dapat dihitung sebagai5.18.6 Perhitungan Antihan berikut : (Twist) Apabila putaran poros utama berputar n putaran per menitBahan yang keluar dari rol maka :peregang depan masih - Spindel akan berputar :merupakan jajaran serat-seratyang belum mempunyai F H n · · putaran/ menitkekuatan. G IAgar bahan tadi mempunyai - Rol depan akan berputar :kekuatan, perlu diberi antihan L M(Twist). n · · putaran/ menit J PMakin besar antihan yang atau kecepatan permukaandiberikan pada bahan, makin rol depan =besar pula kekuatan yangdidapat. Tetapi biasanya L M n· · · · r 1 inch perantihan yang diberikan hanya J Psecukupnya agar bahan menitmempunyai cukup kekuatanuntuk digulung pada bobin. KS / menitDisini akan dibahas mengenai TPI = KPRPD / menitperhitungan antihanberdasarkan susunan roda gigimesin Flyer gambar 5.166. Keterangan : KS = Kecepatan spindel
  • 254. 223KPRPD = Kecepatan 67,7 permukaan rol Atau TPI = atau RPA peregang depan TC TPI =J = Roda gigi pengganti antihan RPA atau twist change wheel (TCW). Tetapan Antihan (TA) atau Twist Constant (TC) F H · Tetapan antihan ini perlu dicariTPI = G I dan gunanya untuk L M mempercepat perhitungan · · · r1 J P apabila pada suatu ketika 32 36 diperlukan untuk mengganti · roda gigi RPA.= 30 14 RPA 30 22 3 · · ·1 Roda gigi RPA perlu diganti 40 80 7 8 apabila diinginkan antihan per 32 · 36 · 40 · 80 · 7 · 8 inch pada Roving lebih besar= 30 · 14 · TCW · 30 · 22 · 11 atau lebih kecil. Sebagai contoh misalnya 67 · 7 apabila antihan per inch pada= RPA Roving = 1, maka besarnya gigi RPA dapat dihitung sebagaiAngka 67,7 adalah angka yan berikut :diperoleh darihasil perhitungansusunan dan gigi dan diameter TArol depan. Susunan roda gigi TPI = RPAtersebut tidak berubah-ubah,dan yang bisa diganti-ganti TA 67,7 RPA = = = 67,7hanya roda, gigi RPA yang TPI 1dalam perhitungan diatas RPAtidak digunakan. Begitu juga Jumlah gigi tidak ada yangdiameter rol peregang depan pecahan sehingga angka 67,7juga tidak akan berubah. harus dibulatkan menjadiKarena angka tersebut 68 · gigi.diperoleh dalam rangka mencaritwist, dan nilainya tetap (tidak Apabila diinginkan TPI = 1,2berubah) maka angka tersebut maka besarnya gigi RPA =merupakan angka tetapan 67,7antihan (TA) atau twist constant = 56,4 dan dibulatkan 1,2(TC). Jadi TA pada perhitungan menjadi 56 gigi.diatas = 67,7.
  • 255. 224Dari uraian diatas dapat pada roving. Dengan demikiandiperoleh rumus umum sebagai diperlukan adanya kekuatanberikut : antihan yang cukup pada roving, sehingga pada waktu- Twist per inch = terjadi proses penggulungan pada bobin, roving tidak Tetapan antihan mengalami regangan palsu (false draft), atau roving akanRoda gigi pengganti antihan putus. Bila terjadi regangan palsu dan roving tidak putus, TA maka roving akan menjadi kecil,(TPI = ) RPA roving menjadi kurang rata dan nomor yang dihasilkan akan TA tidak sesuai dengan nomor- RPA = yang direncanakan. TPI Disamping itu roving tersebut- RPA, TPI = TA harus mempunyai kekuatan yang cukup untuk memutarkanDari ketiga uraian diatas dapat bobin pada crell pda waktudisimpulkan bahwa : pengerjaan di mesin Ring- Twist per inch berbanding Spinning tanpa terjadi regangan terbalik dengan delivery dari palsu. front roller, jadi berbanding terbalik dengan produksi. Sebaliknya kalau antihan pada- Twist per inch berbanding roving terlalu besar, maka akan terbalik dengan roda gigi mengalami kesulitan paada pengganti antihan (RPA). proses peregangan di mesin- Twist Change Wheel Spinning. berbanding lurus dengan produksi. Oleh karena itu pemberian antihan pada roving tidak bolehBerdasarkan uraian-uraian terlalu besar dan tidak bolehdiatas, maka untuk terlalu kecil, tetapi secukupnyamendapatkan produksi yang saja kira-kira mampu untuksebesar-besarnya, diusahakan digulung digulung pada bobinpemakaian roda gigi pengganti sewaktu proses penggulunganantihan (RPA) yang sebesar- di mesin Flyer tanpa mengalamibesarnya sehingga didapat banyak putus.antihan yang sekecil-kecilnya.Tetapi bila antihan terlalu kecil, Koefisien Antihan atauharus diingat bahwa Twist Koefisienpenggulungan roving padabobin memerlukan penarikan
  • 256. 225Besar kecilnya antihan padaRoving tergantung kepada Dimana adalah merupakanpanjang serat kapas yang Koefisien antihan.diolah. Besarnya antihan per Harga dari Koefisien antihaninch dapat digunakan rumus : tergantung pada jenis serat danTPI = Ne1 panjang serat yang akan diolah.Tabel dibawah ini menggambarkan Koefisien antihan yang umumdigunakan pada mesin Flyer. Tabel 5.6 Koefisien Antihan pada Mesin Flyer KAPAS MESIN KOEFISIEN ANTIHAN Kapas Mesir Slubbing Frame 0,64 Kapas Mesir Intermediate Frame 0,76 Kapas Mesir Roving Frame 0,9 Kapas Amerika Slubbing Frame 0,95 Kapas Amerika Intermediate Frame 1,05 Kapas Amerika Roving Frame 1,15 Kapas India Slubbing Frame 1,3 Kapas India Intermediate Frame 1,4 Kapas India Roving Frame 1,5 Kapas pendek Slubbing Frame 1,5 Kapas pendek Intermediate Frame 1,8 Kapas pendek Roving Frame 2,0Dari tabel diatas dapat dilihat Koefesien antihan dan berartibahwa makin panjang serat makin kecil pula jumlahyang diolah, makin kecil antihannya.
  • 257. 2265.18.7 Perhitungan Produksi Kecepatan spindel per menitBiasanya produksi suatu mesin Ne1pemintalan pada umumnya N spdinyatakan dalam satuan berat =per satuan waktu yang tertentu. Ne1Begitu pula untuk mesin Flyer,produksinya dinyatakan dalam Bila mesin Flyer :satuan berat (kg) per satuan - mempunyai jumlah spindelwaktu tertentu (jam). = 132 buah - koefisien antihan ( ) = 0,9 Produksi Teoritis - nomor roving yang akan dibuat = Ne 1 · 1Produksi Teoritis adalah - putaran spindel per menitproduksi yang dihitung = 900berdasarkan susunan Roda Gigidengan memperhatikan nomor Maka produksi mesin Flyerroving yang akan dibuat pada dapat dihitung sebagai berikut :mesin Flyer serta jenis kapasyang diolah. Produksi per spindel per menit N spProduksi per spindel per menit = inchadalah : Ne1Kecepatan Spindel menit Produksi per spindel per jam Antihan Per Inch N sp x 60 = inch Ne1Sedangkan TPI = Ne1Produksi per spindel per menit :Kalau efisiensi mesin = 85%, maka produksi per mesin per jam 0,85 x 132 x N sp x 60= inch Ne1 N sp 1= 0,85 · 132 · · 60 · yards Ne1 36 N sp 1 1= 0,85 · 132 · · 60 · · hanks Ne1 36 840
  • 258. 227 N sp 1 1 1= 0,85 · 132 · · 60 · · · lbs Ne1 36 840 Ne1 N sp 1 1 1= 0,85 · 132 · · 60 · · · 453,6 gram Ne1 36 840 Ne1 N sp 1 1 1 453,6= ,85 · 132 · · 60 · · · · kg Ne1 36 840 Ne1 1000 0 ,85 · 132 · 900 · 60 · 453,6= kg = 101 kg 0 , 9 1 · 36 · 840 · 1 · 1000 656,06Bila mesin Flyer yang = 421,7 inchdigunakan mempunyai susunan 1,15 1,83roda gigi seperti terlihat padagambar 5.155, dimana : Produksi teoritis per spindel per- Rpm motor = 1200 menit = 421,7 inch- Nomor roving = Ne 1 · 1,83 Produksi teoritis per jam per mesin :- Kapas Amerika jenis sedang, = 1,15 656,06 1 = 60 · 132 · · ·Maka untuk menghitung 1,15 1,83 36produksi teoritis mesin Flyer 1 1 453,6dapat dilakukan sebagai · · kgberikut : 840 1,83 1000 = 27,4 kgMenurut susunan roda gigi Flyer A C F H Produksi teoritis per spindel perN sp = Rpm motor · · · · 27,4 B E G I jam = = 0,21 kg 5 40 34 40 132N sp = 1200 · · · · 8 80 36 22 = 656,06 Produksi Nyata Produksi nyata adalah hasilTPI = Ne1 = 1,15 1,83 roving dari Flyer, yang didapat = 1,56 dari hasil penimbangan Roving dalam satuan waktu tertentu.Produksi per spindel menit Biasanya untuk mengetahui N sp jumlah produksi nyata rata-rata= per jam dari mesin Flyer, Ne1 diambil data hasil produksi nyata selama periode waktu
  • 259. 228tertentu, misalnya satu minggu. peregang depan, rol peregangKemudian dihitung jumlah jam tengah dan rol peregangefektif dari mesin tersebut. belakang.Jumlah jam efektif didapat dari Untuk dapat digulung padajumlah jam kerja dalam bobin benang harus cukup kuatseminggu dikurangi jumlah jam dan diperlukan pengantihan.berhenti dari mesin itu. Jadi Kalau pemberian antihan padajumlah produksi nyata per jam mesin flyer hanya secukupnyaadalah : jumlah produksi nyata saja, maka pemberian antihanper minggu dibagi jumlah efektif pada mesin ring spinningper minggu. didasarkan atas pemakaianMisalkan dalam satu minggu benang tersebut dan harusmenurut jadwal waktu kerja = cukup kuat untuk diproses lebih147 jam. Jumlah mesin Flyer lanjut.yang jalan 5 buah @ 132 Pada mesin flyer sayapnyaspindel menurut pengamatan merupakan pengantar rovingselama satu minggu terdapat : 4 sewaktu dilakukanmesin yang diservis masing- penggulungan dan sayap inimasing memerlukan waktu 7 tidak bergerak naik turun,jam. Menurut laporan ternyata sedang pada mesin ringjumlah produksi hasil spinning traveller yang dipasangpenimbangan = 18.000 kg. pada Ring merupakan pengantar benang selama5.19 Proses Mesin Ring penggulungan benang pada Spinning bobin sambil bergerak naik turun. Pada mesin flyer yangMesin Ring Spinning adalah membuat antihan pada rovingkelanjutan daripada mesin adalah putaran sayap, sedangFlyer, dimana terjadi proses pada mesin ring spinning yangperubahan Roving menjadi membuat antihan pada benangbenang dengan jalan adalah putaran dari traveller.peregangan, pengantihan dan Jadi pada mesin Ring Spinningpenggulungan. Proses di mesin kapas yang keluar dari rolspinning merupakan proses depan masih sejajar, danterakhir dalam pembuatan dengan perantaraan pengantarbenang, sedang proses-proses ekor babi (lappet) terusselanjutnya hanya merupakan melewati traveller ring yangproses penyempurnaan. Pada terputarkan spindel. Karenawaktu roving dikerjakan di adanya putaran traveller padamesin spinning terjadi proses ring mengelilingi spindel,peregangan oleh pasangan rol terbentuklah antihan padaperegang. Peregangan terjadi benang dan dengan demikiankarena adanya perbedaan benang mendapat kekuatan.kecepatan permukaan antara rol
  • 260. 229Pada umumnya terjadinya Lapisan gulungan roving dipenggulungan di mesin flyer mesin flyer sejajar poros bobin,karena putaran sayap lebih sedang lapisan gulunganlambat dari putaran bobin. Pada benang di mesin Ring Spinningmesin spinning terjadinya arahnya miring terhadap bobin.penggulungan benang pada Jadi perbedaan mesin Ringbobin karena traveller berputar Spinning dengan mesin flyerlebih lambat dari putaran bobin. antara lain : Tabel 5.7 Perbedaan Mesin Ring Spinning dengan Mesin Flyer Mesin Ring Jenis Mesin Flyer Spinning Putaran Spindel Aktif Aktif Putaran bobin Aktif dan lebih Aktif dan berputar lambat dari putaran bersama dengan spindel putaran spindel Kecepatan putaran Makin lama makin Tetap bobin lambat Terjadinya gulungan g = N sp - N sy g = N sp - Ntr Lapisan Gulungan Tegak sejajar bobin Miring Hasil akhir Roving BenangKeterangan :g = gulunganN sp = putaran spindel per menitN sy = putaran sayap per menitNtr = putaran traveller per menit
  • 261. 230Prinsip bekerjanya mesin Ring Spinning : Gambar 5.169 Skema Mesin Ring Spinning
  • 262. 231Keterangan : peregangan (5) yang diterima1. Rak bobin oleh pasangan rol belakang.2. Penggantung (bobin holder) Dari peregangan rol belakang3. Pengantar roving diteruskan ke pegangan4. Terompet pengantar rol tengah dengan kecepatan (traverse guide) permukaan yang lebih besar,5. Rol peregang dan roving diregangkan pelan-6. Cradle pelan sehingga antihannya7. Penghisap (pneumafil) terbuka kembali, dan serat-8. Ekor babi seratnya menjadi sejajar.9. Pengontrol baloning Peregangan yang terjadi antara10. Penyekat (separator) pasangan rol peregang11. Traveller belakang dan rol peregang12. Ring tengah disebut break draft.13. Spindel Selanjutnya oleh pasangan rol14. Tin Roller tengah diteruskan ke pasangan rol depan yang mempunyaiSebagai bahan penyuap mesin kecepatan permukaan yangring spinning adalah roving hasil lebih besar daripada rol tengah,mesin flyer. Gulungan roving sehingga terjadi prosespada bobin satu persatu peregangan yang sebenarnya.dipasang pada tempat Peregangan yang terjadi dipenggantung (2) dan diatur daerah ini disebut mean draft.supaya isi bobin tidak sama Biasanya pada rol pasangan rolsehingga habisnya tidak tengah dipasang sepasangbersamaan. Ujung-ujung roving apron, dan fungsinya antara laindilakukan pengantar (3) supaya sebagai pengantar serat-seratmudah ditarik dan tidak putus. dan memperkecil jarak titik jepitPada saat penyuapan roving terhadap rol depan.sedang berlangsung. Gulungan Di atas dan di bawah rolroving pada bobin turut berputar peregang ini dipasanguntuk menghindarkan terjadinya pembersih (8), sehingga seratregangan palsu. dan debu yang menempel padaDari pengantar (3) roving rol dapat dicegah. Setelahdilalukan pada terompet kapas keluar dari rolpengantar (4) yang bergerak ke peregangan depan akankiri dan ke kanan. Gerakan ini terhisap oleh pengisap (7). Bilamasih terbatas pada daerah benang sudah disambung makaperegangan dengan maksud serat yang keluar dari rol depanuntuk mengarahkan penyuapan langsung dilalukan ekor babi (9)supaya tidak terjadi pengausan terus melalui traveller (10) yangsetempat pada rol peregang. berputar pada ring sehinggaDari terompet pengantar (4) terbentuk antihan pada benangroving disuapkan ke daerah dan benang telah cukup kuat
  • 263. 232untuk digulung pada bobin. suatu peralatan yang disebutKarena putaran spindel sangat Cam Screw. Setelahcepat, maka traveller juga pembentukan pangkal gulunganterbawa berputar dengan cepat selesai, kemudian disusulpada ring mengelilingi spindel penggulungan yang sebenarnyayang menimbulkan gaya sehingga gulungan benangcentrifugal yang besar. pada bobin menjadi penuh.Dibandingkan dengan berat Penggulungan benang padabenang antara rol depan sampai bobin ini berbeda denganbobin, maka gaya centrifugal penggulungan roving. Kalaudapat mengakibatkan timbulnya pada roving bobin penggulungbayangan benang berputar bergerak naik turun danseperti balon yang biasa disebut sayapnya berputar ditempat,baloning. sebagai pengantar roving padaUntuk menjaga kebersihan dari bobin dan gerakan naiktraveller, pada dekat ring turunnya bobin hampir setinggibiasanya dipasang baja pelat bobinnya dan benang padakecil disebut pisau, gunanya bobin, spindel berikutnyauntuk menahan serat-serat yang bobinnya berputar di tempat danterbawa dan menyangkut pada traveller pada ring berikut ringtraveller. Bilamana bobin yang rail bergerak naik turun.digunakan panjang (9”), maka Gerakan naik dari ring rail lebihbaloning yang terjadi sangat lambat daripada gerakan turun,besar. Untuk mencegah dan dan pada waktu ring rail naikmembatasi besarnya baloning terjadi penggulungan benangbiasa dibantu dengan antinode yang sebenarnya, sedang padaring. waktu ring rail turun terjadiDisamping antinode ring untuk gulungan bersilang sebagaimembersihkan pemisahan pembatas lapisan gulunganantara baloning pada spindel yang satu terhadap lapisansatu dengan spindel lainnya gulungan yang berikutnya.juga diberi penyekat (14), sebab Pada hakikatnya mesin Ringapabila baloning bergesekan Spinning dapat dibagi menjadidengan arah yang berlawanan tiga bagian :akan menimbulkan bulu benang 1. Bagian penyuapanatau mungkin akan saling 2. Bagian pereganganmenyangkut dan benang dapat 3. Bagian penggulunganputus.Setelah benang diberi antihan 5.19.1. Bagian Penyuapanbenang terus digulung padabobin. Pada awal penggulungan Bagian penyuapan terdiri daripada pangkal bobin, bentuk Rak (1) Penggantung (2) Topigulungan benangnya harus penutup (2a) Gulungan roving,khusus dan untuk ini digunakan
  • 264. 233Pengantar (3) dan Pengantar penguluran roving dari(traverse guide) (4). gulungannya dapat lancar. Besarnya masing-masingRak (1) berfungsi untuk gulungan roving yang disuapkanmenempatkan penggantung harus diatur sedemikian rupa(bobin holder) (2) yang sehingga gulungan roving tidakjumlahnya sama dengan jumlah habis dalam waktu yangspindel yang terdapat pada satu bersamaan. Fungsi topi penutupframe. Pada setiap roving (2a) ialah untukpenggantung (bobin holder) mencegah menempelnya serat-dipasang gulungan roving hasil serat yang beterbangan padamesin flyer, dan gulungan roving, agar tidak menambahroving tersebut dapat berputar ketidakrataan pada roving yangdengan mudah pada disuapkan. Sedang pengantarpenggantungnya pada saat (traverse guide) (4) yangroving ditarik oleh pasangan rol bergerak ke kanan dan ke kiriperegang. Setiap roving yang fungsinya untuk mengaturakan disuapkan ke pasangan rol penyuapan roving agar keausanperegang belakang harus rol peregang merata.melalui pengantar (4) agar Gambar 5.170 Skema Bagian Penyuapan Mesin Ring Spinning
  • 265. 234Nama-nama peralatan penting Pengantar (3), yang berbentukdari bagian penyuapan adalah : pipa bulat kecil memanjang gunanya untuk mempermudah5.19.1.1 Rak penarikan roving yang disuapkan. 5.19.1.4 Terompet Pengantar (Traverse Guide) Gambar 5.171 RakRak (1), dibuat dari pipa besisebagai tempat untkmenyimpan bobin rovingpersediaan penyuapan. Gambar 5.1745.19.1.2 Penggantung Bobin Terompet Pengantar Terompet pengantar (traverse guide) (4), bentuknya seperti corong kecil dari bahan semacam ebonite yang dipasang berangkai pada suatu batang besi dan dapat bergerak Gambar 5.172 ke kanan dan ke kiri untuk Penggantung Bobin menghindarkan terjadinya aus. (Bobin Holder) 5.19.2. Bagian PereganganPenggantung bobin (bobinholder) (2), dibuat dari silinder Bagian peregangan ini terdiribesi dengan konstruksi yang dari tiga pasangan rol peregangdapat diputar pada poros yang (5) yang diperlengkapi denganterpasang di rak untuk per penekan yang fungsinyamenggantungkan bobin roving. untuk dapat memberikan tekanan pada rol peregang atas5.19.1.3 Pengantar terhadap rol peregang bawah, sehingga dperoleh garis jepit yang diharapkan. Akibat adanya tarikan-tarikan pasangan rol peregang ada sebagian serat yang putus menjadi serat-serat pendek maka pada rol atas Gambar 5.173 Pengantar dipasang pembersih yang
  • 266. 235gunanya untuk membersihkan kecepatan permukaan rolserat-serat yang menempel tengah. Pada bagianpada rol atas. Pada rol peregangan dilengkapi pulaperegang tengah dipasang dengan penghisap (pneumafil)apron (6) yang fungsinya untuk (7) yang fungsinya untukmengantarkan serat-serat ke menghisap serat yang keluarpasangan rol depan. Dengan dari pasangan rol peregangperantaraan apron tersebut, depan apabila ada benang yangmaka kecepatan serat yang putus.pendek juga selalu mengikuti Gambar 5.175 Skema Bagian Peregangan Mesin Ring SpinningNama-nama peralatan penting Rol Peregang (5) terdiri dari tigadari bagian peregangan adalah : pasang rol atas dan rol bawah. Rol bawah belakang dan rol5.19.2.1 Rol peregang bawah depan mempunyai alur kecil dan halus, mesin model lama alurnya lurus ke arah panjang, sedang untuk model baru alurnya miring. Khusus rol tengah alurnya saling miring dan berpotongan untuk memutarkan apron. Rol atasnya dibuat dari besi yang Gambar 5.176 permukaannya dilapis bahan Rol Peregang sintetis. Rol bawah berputar aktip dan rol atas berputar
  • 267. 236secara pasip karena adanya penghisap ini ialah untukgesekan dengan rol bawah. menghisap kapas apabila ada benang yang keluar dari rol5.19.2.2 Cradle depan putus, dan juga untuk mempermudah penyambungan benang yang putus. 5.19.2.4 Penyetelan Jarak antara Rol Peregang Salah satu faktor yang menentukan mutu hasil benang, Gambar 5.177 terutama yang menimbulkan Cradle ketidakrataan adalah penyetelan jarak masing-masingCradle (6) yaitu suatu batang pasangan rol peregang.yang konstruksinya sedemikian Penyetelan jarak antara rolrupa untuk memegang rol atas, pada daerah utama inidan dilengkapi dengan beban ditentukan oleh ukuran cradlepenekan rol system per. apron atas dan jaraknya tetap. Sedangkan penyetelan jarak5.19.2.3 Penghisap pada daerah belakang (Pneumafil) bervariasi tergantung pada besarnya nilai regangan pendahuluan dan bahan baku yang diolah. Bila regangan pendahuluan rendah (low break draft) yaitu mencapai 1,4 maka tidak diperlukan untuk menyesuaikan Gambar 5.178 penyetelan terhadap panjang Penghisap (Pneumafil) staple. Sedangkan bila regangan pendahuluan tinggiPenghisap (pneumafil) (7), (high break draft) yaitu lebih daridibuat dari pipa aluminium atau 2, maka penyetelan daerahbesi yang tipis dan pada belakang harus disesuaikantempat-tempat tertentu dimana dengan panjang staple.benang dari rol depan keluar Berikut ini table penyetelanterdapat lubang penghisap kecil. yang disarankan oleh pabrikPenghisap ini dihubungkan Suessen WST.dengan fan melalui pipa, fungsi
  • 268. 237 Tabel 5.8 Penyetelan Staple Menurut Pabrik Suessen WST Regangan rendah Regangan tinggi (sampai 1,4) (lebih dari 2) Penyetelan Untuk panjang staple (mm) Cradle apron atas sampai 4,5 mm 60 mm 45 mm 60 mm H 44 67 44 67 H’ 49 73 49 73 V 54 70 L+2 L+2 V’ 52 67 L LKeterangan : pendahuluan (break draft)L = panjang stapel + 2 mm mesin ring spinning = 1,33. Tentukan besarnya jarak antara titik jepit pasangan rol peregang depan dan pasangan rol peregang belakang mesin Ring Spinning tersebut. Jawab : - panjang serat (L) = 28,5 mm + 2 mm = 30,2 mm - besar jarak antara titik jepit pasangan rol depan : h = panjang cradle apron +Gambar 5.179 Penyetelan Jarak 1 mm antar Rol Peregang = 51 mm + 1 mm = 52 mmContoh : - besar jarak antara titik jepit pasangan rol belakangDiketahui panjang serat yang v = panjang staple (L) +diproses pada mesinRing 22,2 mmSpinning = 28,5 mm panjang = 30,2 mm + 22,2 mmcradle apron = 51 mm dan = 52,4 mmbesarnya regangan
  • 269. 2385.19.2.5 Pembebanan pada dapat dengan mudah Rol Atas dilaksanakan dengan jalan memutar lubang sekrup ke kiriMaksud dan tujuan daripada dan ke kanan dengan peralatanpembebanan sebagaimana kunci yang khusus disediakandiketahui yaitu untuk untuk keperluan tersebutmendapatkan tekanan (gambar 5.179)sepanjang garis jepit danmengontrol serta mencegahterjadinya slip pada saatperegangan berlangsung.Dewasa ini pembebanan rolperegang pada mesin ringspinning lebih banyakdigunakan sistem per daripadasistem bandul. Berikut ini adalahgambar konstruksi peralatanpembebanan (pendulumweighting arm) Gambar 5.181 Kunci Penyetel Pembebanan pada Rol Atas Keuntungan-keuntungan daripada pembebanan system per, diantaranya adalah : Konstruksinya sederhana sehingga memudahkan pemasangan, Gambar 5.180 pembongkaran dan Pembebanan pada Rol Atas pemeliharaannya. Penyetelan besarnya bebanPeralatan ini pada ujung dapat disesuaikan dengandepannya diperlengkapi dengan nomor roving yangperalatan penunjuk pengatur disuapkan.beban. Pengatur beban tersebut miringnya kedudukan rolmempunyai tanda warna merah tidak banyak pengaruhnyauntuk setiap besarnya beban terhadap nilai beban.yang digunakan. Dengandemikian setiap saat dapatdengan mudah dilihat berapabeban yang diberikan.Penyetelan besarnya beban
  • 270. 2395.19.3. Bagian Penggulungan benang yang dipintal tidak saling berkaitan dipasangBagian penggulungan terdiri penyekat (separator) (10)bobin yang dipasang pada diantara spindel, di atas spindelspindel (13), spindel berikut dipasang ekor babi (8) yangbobin diputarkan oleh tin roller fungsinya agar bentuk balon(14) dan traveller (11) yang simetris terhadap spindel,dipasang pada ring dan sehingga benang tidakfungsinya sebagai pengantar bergesekan dengan ujungbenang, bergerak naik turun spindel.pada saat penggulunganbenang sedang berlangsung.Untuk mengurangi teganganbenang dipasang pengontrolbaloning (9) yang fungsinyauntuk membatasi kemungkinanmembesarnya baloning, agar
  • 271. 240 Gambar 5.182 Skema Bagian Penggulungan Mesin Ring SpinningNama-nama peralatan penting Ekor babi (lappet) (8) dibuat daridari bagian penggulungan kawat baja yang dibengkokkanadalah : menyerupai ekor babi dan dipasang tepat di atas spindel,5.19.3.1 Ekor Babi (Lappet) gunanya untuk menyalurkan benang supaya tepat pada poros spindel. 5.19.3.2 Traveller Gambar 5.183 Ekor Babi (Lappet) Gambar 5.184 Traveller
  • 272. 241 5.19.3.5 Pengontrol BaloningTraveller (11) dibuat dari baja (Antinode Ring)dan bentuknya seperti huruf C,fungsinya sebagai pengantarbenang.5.19.3.3 Ring Gambar 5.187 Pengontrol Baloning (Antinode Ring) Pengontrol baloning (antinode ring) (9) dibuat dari kawat baja yang melingkari spindel, Gambar 5.185 Ring gunanya untuk menjaga agar baloning tidak teralu besar.Ring (12) dibuat dari baja dandipasang pada Ring Rail, 5.19.3.6 Penyekat (separator)dimana traveller ditempatkan5.19.3.4 Spindel Gambar 5.186 Spindel Gambar 5.188 Penyekat (Separator)Spindel (13) dbuat dari bajadimana bobin ditempatkan / Penyikat (separator) (10) dibuatdipasang. dari besi pelat, atau aluminium yang tipis, dan dipasang diantara spindel yang satu terhadap spindel yang lain dan gunanya untuk membatasi baloning tidak saling terkena satu sama lain, sehingga dapat mengakibatkan benang putus.
  • 273. 2425.19.3.7 Tin Roll traveller sebagai pemutar ujung untaian serat yang keluar dari rol peregang depan, sedangkan ujung yang lainnya tetap dipegang atau dijepit oleh rol peregang depan. Banyaknya antihan yang diberikan pada benang tergantung kepada perbandingan banyaknya Gambar 5.189 Tin Roll putaran dari mata pintal dengan panjangnya benang yangTin rol (14) suatu silinder besi dikeluarkan dari rol depan untuksebagai poros utama mesin ring waktu yang sama.spinning, dan juga untuk Banyaknya antihan yangmemutarkan spindel dengan diberikan pada benangperantaraan pita (spindel tape) dirumuskan sebagai berikut :yang ditegangkan olehperegang jocky pulley. TPI = C x Ne15.19.3.8 Proses Pengantihan (Twisting) Dimana : TPI = Twist per inchYang dimaksud proses C = konstanta antihan ataupengantihan ialah penyusunan twist multiplierserat-serat yang akan dibuat Ne1 = nomor dari benangbenang agar menempati untuk sistem tidakkedudukan seperti spiral langsungsedemikian sehingga serat-serat tersebut saling mengikat Hubungan antihan dengandan menampung serat-serat nomor benang seperti yangyang masih terlepas satu sama dirumuskan di atas dapatlainnya yang dalam bentuk pita dijelaskan sebagai berikut :menjadi suatu massa yang Apabila suatu untaian dari serat-kompak sehingga memberikan serat diputar mengelilingi sumbukekuatan pada benang yang panjangnya, maka serat-seratdibentuknya. komponennya dapat dianggapPemberian antihan ini pada akan menempati kedudukanprinsipnya dilakukan dengan sebagai spiral sempurna ataumemutar satu ujung dari untaian tidak sempurna. Bentuk spiralserat, sedang ujung yang yang tidak sempurna tergantunglainnya tetap diam. Pada proses kepada kesamaan (uniformity)pemintalan pemberian antihan serta keteraturan (regularity)dilakukan oleh spindel dan dari susunan serat-serat pada
  • 274. 243untaian serat yang akan diberi yang sedemikian, serat-serattwist tersebut. mudah tergeser satu denganApabila untaian tersebut akan yang lainnya dan untaian serat-mengalami tegangan dan serat tersebut akan putus,perpanjangan (stretching), apabila tarikan yang dikenakanseperti halnya kalau suatu per cukup besar.ditarik, sepanjang tidak terjadi Sebaliknya apabila putaranpergeseran atau slip antara yang diberikan pada untaianserat. Apabila tegangan ini serat persatuan panjangnyamenyebabkan adanya diperbanyak, maka sudutperpanjangan atau mulur, maka putarannya (spiralnya) akanserat-serat yang menempati membesar, demikian pulakedudukan yang paling luar tekanan kedalam pada serat-akan mendesak kedalam, serat akan meningkat dansehingga mengakibatkan gesekan antara serat makinpenampang dari untaian serat kuat. Hal ini akan mengurangitersebut akan menciut/mengecil. atau menghentikan pergeseran-Hal yang demikian berarti pergeseran antara serat,bahwa akibat dari adanya reaksi sehingga kekuatan benangnyadari tarikan tersebut, maka dapat ditingkatkan sampaitimbul gaya menekan kearah mencapai titik kekuatantitik pusat untaian tersebut, yang maksimumnya (titik kritis).cenderung untuk mendorong Apabila banyaknya putaranserat-serat individu makin ditambah lagi melebihi titikberdekatan dan berkelompok kritisnya, maka serat-seratnyamenjadi satu dan bersamaan akan harus mulur lebih banyakdengan ini akan meningkatkan karena adanya tegangangesekan antar serat atau daya tersebut, dan kalau bataskohesinya (daya lekatnya). mulurnya dilampaui, maka seratDengan demikian maka akan putus dan mengakibatkansebenarnya timbul dua macam benangnya putus pula.gaya sebagai akibat adanya Andaikata serat-seratnya belumtarikan tersebut, masing-masing putus, tetapi serat-serat tersebutialah gaya yang cenderung sebenarnya telah mengalamiuntuk memisahkan serat-serat tegangan yang cukup berat,dan satunya lagi ialah gaya- sehingga sisa kekuatan yanggaya yang cenderung untuk masih ada pada serat akanmengikat serat-serat menjadi digunakan untuk mengatasisatu. Resultante dari gaya-gaya beban dari luar, dan sisaini tergantung dari besarnya kekuatan ini akan berkurang.sudut dari spiralnya. Hal ini dapat dilihat padaApabila jumlah putaran per gambar dibawah ini.satuan panjang sedikit, makasudut spiralnya kecil. Dalam hal
  • 275. 244 5.19.3.9 Proses Penggulungan Benang pada Bobin Proses penggulungan benang pada ring spinning akan jauh berbeda bila dibandingkan dengan proses penggulungan roving di mesin flyer. Perbedaan tersebut antara lain ialah : - Pada mesin ring spinning Gambar 5.190 pengantar benang naik Hubungan antara TPI dan turun, bobin berputar tetap Kekuatan Benang pada tempatnya, sedangkanJadi, banyaknya antihan yang pada mesin flyer pengantarharus diberikan pada benang benangnya tetap padamerupakan masalah yang harus tempatnya dan bobinnyakita pertimbangkan, baik ditinjau disamping berputar jugadari segi teknis (operasionil) bergerak naik turun.maupun ekonomi. - Pada mesin ring spinning penggulungan terjadi karena Arah Antihan adanya perbedaan kecepatan antara putaranArah antihan pada benang ada spindel (Nsp) dengandua macam tergantung dari putaran traveller (Ntr)arah putaran spindelnya. Kedua sehingga jumlah gulunganarah antihan tersebut disebut benang g = Nsp – Ntr.arah Z (kanan) atau S (kiri), Pada mesin flyerseperti terlihat pada gambar penggulungan terjadi karena5.191. adanya perbedaan kecepatan antara putaran bobin (Nb) dengan putaran spindel, sehingga jumlah gulungan roving g = Nb – Nsp - Sistem penggulungan benang mesin ring spinning adalah konis, dan penggulungan roving pada bobin di mesin flyer adalah paralel. - Bentuk gulungan benang Gambar 5.191 pada bobin di mesin ring Arah Antihan spinning dapat terlihat pada gambar 5.192a. sedang
  • 276. 245 bentuk gulungan roving seperti terlihat pada gambar pada bobin di mesin flyer 5.192b. Gambar 5.192 Bentuk Gulungan Benang dan Roving pada BobinTraveller merupakan pengantar yang bergerak naik turun adalahbenang pada mesin ring bobin bersama-sama denganspinning yang dipasang pada keretanya.ring rail, turut bergerak naik Gerakan naik turun dari ring rail.turun bersama-sama dengan Peralatan yang mengaturring railnya. Sedang pada mesin gerakan naik turunnya ringflyer, lengan flyer merupakan disebut builder motion, sepertipengantar roving yang tidak tampak pada gambar di bawahdapat bergerak naik turun, tetapi ini :tetap pada tempatnya, sedang Gambar 5.193 Peralatan Builder Motion
  • 277. 246Keterangan : menempel pada batang (2)1. Eksentrik berada pada kedudukan teratas.2. batang penyangga Naik turunnya batang (2) akan3. Roda gigi Racet (Rachet selalu mengikuti gerakan Wheel) berputarnya eksentrik (1).4. Pal5. Pen Gerakan Naik Turunnya /A. titik putar Ring RailB. RantaiC. Rol C Stang rail (11) dipasang pada suatu tabung yang mati pada Prinsip Bekerjanya Builder rangka mesin, sehingga Motion gerakan naik turunnya ring rail dapat stabil. Setiap putaranGambar di atas memperlihatkan eksentrik (1), rail akan bergerakperalatan builder motion dengan naik dan turun satu kali yangbatang penyangga (2) yang disebut satu gerakan penuhselalu menempel pada eksentrik atau satu traverse. Karena pada(1) yang berputar secara aktif. waktu menggulung benang diMenempelnya batang bobin dikehendaki suatu lapisanpenyangga (2) tersebut pemisah antara gulungan yangdisebabkan oleh rantai (B) yang satu dengan gulungandihubungkan dengan ring rail. berikutnya, maka gerakan ringKarena berat penyangga (2) rail waktu dan turunselalu menempel pada eksentrik kecepatannya dibuat tidak(1). Batang penyangga sebelah sama. Pada waktu naik ring railkiri mempunyai titik putar (A). bergerak lambat, sehinggaBila bagian yang tinggi dari terjadi penggulungan yangeksentrik menempel pada sejajar, sedang waktu turun ringbatang (2) maka batang rail bergerak cepat sehinggapenyangga (2) berada pada terjadi gulungan pemisah yangkedudukan yang terendah. tidak sejajar.Begitu juga bagian yang rendah
  • 278. 247 Gambar 5.194 Ring RailSebagaimana telah diuraikan 5.194 terlihat rol (c) adalahdimuka bahwa setiap putaran penggulung dari rantai (B) yangdari eksentrik satu kali terdapat pada ujung batang (2),menyebabkan ring rail bergerak sehingga pada waktu eksentriknaik dan turun satu kali, yang berputar batang (2) terbawadisebut satu traverse dan naik turun pula. Pen (5)gerakan ini disebut gerakan dipasangkan mati pada rangkaprinter. Setelah ring rail mesin, jadi tidak turun karenabergerak naik dan turun satu gerakan naik turun dari batangkali, maka kedudukan ring rail (2).akan naik satu diameter benang Pada waktu batang (2) bergerakdan gerakan ini disebut gerakan naik maka pal (4)sekunder. kedudukannya tergeser keKalau panjang rantai B tetap, kanan karena pen (5) diam dimaka setiap putaran eksentrik tempat, dan pada waktu batang(1) akan mengakibatkan (2) turun pal (4) akangerakan naik turun dari ring rail mendorong maju roda gigijuga tetap. Tetapi apabila rantai rachet (3).B diturunkan sedikit, maka hal Banyak sedkitnya gigi rachetini menyebabkan ring rail juga yang didorong akannaik sedikit. Turunnya rantai (B) mempengaruhi perputaransedikit tersebut disebabkan rahet, yang juga mempunyaikarena berputarnya rol (C) putaran rol (C) yangsesuai arah anak panah. Rol C mengggulung rantai (B).berputar karena diputar oleh Dengan tergulungnya rantai Broda gigi rachet (3) seperti pada sedikit dari sedikit setiapgambar 5.193. Pada gambar gerakan naik turun dari batang
  • 279. 248(2), maka rantai B akan menjadi pula yang akibatnya (10b)semakin pendek. Karena bertambah naik yang diikutikedudukannya tetap dalam dengan naiknya stang ring railbatang (2) maka rol (D) akan (11) beserta ring railnya (12).terputar ke kiri oleh rantai (B) Untuk membentuk gulunganyang semakin pendek. Dengan benang pada bobin di mesindemikian rantai (7) juga tertarik ring spnning terbagi dalamke kiri oleh rol (B) yang terputar tahap yaitu :oleh rol (D). Jadi kedudukan 1. Pembentukan gulunganrantai (7) makin lama makin benang pada pangkal bobinbergeser ke kiri, dan peralatan 2. Pembentukan gulungan(8) semakin condong ke kiri. Hal benang setelah gulunganini akan menarik batang (9) ke pangkal bobinkiri dan (10a) bergerak ke kiri Gambar 5.195 Cam Screw dan Gulungan Benang pada Pangkal Bobin Pembentukan Gulungan rantai (8) juga dipasang melalui Benang pada Pangkal cam screw terus ke rol C, maka Bobin pada waktu rol C turun sebesar a cm, maka rol D tidak akanKalau pada gambar 5.195 cam berputar sebesar busur yangscrew tidak dipasang pada rol lebih kecil dari a cm, tetapiD, maka waktu rol C turun mengulurnya rantai (8) sebesarsebentar a cm, rol D juga akan a cm, hal ini terjadi karenaberputar oleh rantai (8) sebesar rantai (8) dilalukan cam screw,busur yang sama dengan a cm. sehingga dengan demikianKalau sekarang pada rol D walaupun rol C turun sebesar adipasang cam screw (6) dan cm, rol D akan berputar sedikit
  • 280. 249dan hal ini akan menyebabkan Pembentukan Gulungannaiknya ring rail juga sedikit. Benang setelahKarena rol C selalu menggulung Penggulungan Benangrantai (8) untuk setiap gerakan pada Pangkal Bobinbatang (2) naik turun, makakedudukan cam screw makin Setelah pembentukan gulunganlama makin ke bawah, sehingga benang pada pangkal bobinakhirnya rantai (8) tidak melalui selesai, kemudian diteruskancam screw lagi, tetapi langsung dengan penggulungan benangrol D terus ke rol C. Pada saat berikutnya. Sebagaimana telahyang demikian ini cam screw diuraikan di muka pada waktutidak menyinggung rantai (8) ring rail turun terjadilagi, sehingga pada waktu rol C penggulungan benang yangturun sebesar a cm, rol D juga sejajar dan pada waktu ring raildiputar oleh rantai (8) sebesar turun dengan kecepatan yangbusur a cm dan rol E juga lebih besar daripada kecepatanberputar sebesar busur a cm, pada waktu naik, sehinggadan hal ini menyebabkan terjadi penggulungan benangnaiknya ring rail sebesar a cm yang tidak sejajar.juga. Gulungan benang yang tidakPada saat cam screw tidak sejajar tersebut merupakanmenyinggung rantai (8) lagi, lapisan pemisah antaramaka gerakan naik rai ring rail gulungan benang yang satusudah tidak dipengaruhi lagi terhadap lapisan gulunganoleh screw, dan dengan benang yang berikutnya.demikian pembentukan Demikian penggulungan benanggulungan benang pada pangkal berlangsung terus hinggabobin telah selesai. gulungan benang pada bobin penuh seperti terlihat pada gambar 5.195.
  • 281. 2505.19.3.10 Bentuk Gulungan Benang pada Bobin Gambar 5.196 Bentuk Gulungan Benang pada BobinDidalam praktik sering terjadi b. Bentuk gulungan benangbentuk gulungan yang tidak yang tidak normal karenanormal, hal ini mungkin terjadi dalam proses benang seringkesalahan dala melakukan putus danpenggulungan benang. penyambungannya seringKesalahan tersebut dapat terlambat.disebabkan oleh pengaruh c. Bentuk gulungan benangmesin atau kesalahan operator tidak normal, karena bagiandalam melayani mesin. bawahnya besar.Kesalahan yang disebabkan d. Bentuk gulungan benangpengaruh mesin mungkin tidak normal, karena bagiankarena penyetelan yang kurang atasnya besar.betul, sedangkan kesalahan e. Bentuk gulungan benangyang disebabkan oleh operator tidak normal, karena terlalukarena terlambat menyambung. kurus.Pada gambar 5.196 terlihat f. Bentuk gulungan benangmacam bentuk gulungan tidak normal, karena terlalubenang pada bobin. gemuk.a. Bentuk gulungan yang g. Bentuk gulungan benang normal. Isi gulungan tidak normal, karena bagian tergantung panjang bobin atas membesar. dan diameter ring. Gulungan h. Bentuk gulungan benang tidak mudah rusak dan tidak tidak normal, karena bagian sulit sewaktu dikelos di bawah membesar. mesin kelos (winder).
  • 282. 251i. Bentuk gulungan benang 5.19.4 Pengendalian Mutu normal, tetapi tidak penuh.j. Bentuk gulungan benang Karena hasil mesin ring tidak normal, karena bagian spinning ini sudah berupa bawahnya kosong. benang, maka control mutuk. Bentuk gulungan benang dilakukan pada semua factor tidak normal, karena bagian yang turut menentukan mutu tengah ada benang yang benang antara lain : tidak tergulung. 5.19.4.1 Nomor benang5.19.3.11 Proses Doffing Pengujian nomor benang inia. Tentukan mesin yang akan dapat dilakukan dengan dua di doffing, cara menentukan cara yaitu : doffing yang baik adalah a. Dengan menimbang benang berpedoman pada hank sepanjang 1 lea atau 120 meter yang ada pada mesin. yards. Alat yang dipakai Bila angka yang ditentukan adalah Grain Balance, sudah dicapai maka saatnya dengan bantuan tabel atau mesin harus didoffing. perhitungan dapatb. Siapkan alat-alat doffing ditentukan nomornya. yaitu kereta doffing lengkap b. Dengan menggunakan dengan bobin kosong dan Kwadrant Scale, dengan alat box benang. ini dapat dibaca langsungc. Pada mesin-mesin yang nomornya, sampel modern, saat doffing sudah benangnya juga berupa tertentu dan diatur dengan benangnya sepanjang 1 lea otomatis, yaitu ring rail akan atau 120 yards. turun bila saatnya doffing tiba. Bahkan pada mesin- 5.19.4.2 Kekuatan Benang mesin yang lebih modern doffingnyapun telah Untuk menguji kekuatan dilakukan secara otomatis benangpun biasa dilakukan pula. dengan dua cara yaitu :Untuk mesin-mesin yang a. Kekuatan benang perkonvensional doffingnya bundel, alat yang dipakaidilakukan sebagai berikut : Lea Tester yaitu dengan- matikan mesin dengan menarik benang sepanjang menekan tombol OFF, 1 lea, yang telah dibentuk sambil menurunkan ring rail. bundel yang terdiri dari 80 rangkap. Kekuatan benang ini lazim dipakai dengan satuan Lbs/Lea.
  • 283. 252b. Kekuatan benang per helai, dilengkapi juga dengan IP.1 alat yang dipakai ada yang dapat mengetahui jumlah bermacam-macam yang bagian-bagian yang mengecil, pada prinsipnya menarik menggembung dan neps. selembar benang dengan jarak/panjang tertentu. 5.19.4.5 Putus Benang Biasanya 50 cm, alat ini umumnya mempunyai Putus benang selama proses satuan dalam gram. Alat ini perlu pula diperiksa karena selain mencatat putus benang selain kekuatannya juga mencatat mempengaruhi mutu benang mulurnya dalam persen. juga berpengaruh besar terhadap effisiensi produksi.5.19.4.3 Twist per Inch (TPI) Putus benang biasanya diperiksa untuk tiap 100 spindelIni dimaksudkan untuk menguji dalam waktu 1 jam.jumlah puntiran benang setiapinchnya, alat yang dipakai 5.19.4.6 Grade Benangadalah Twist Tester. Padaprinsipnya alat ini dipakai untuk Hal ini dimaksudkan mengujimelepaskan puntiran benang mutu benang dari segidan atau memberikan puntiran kenampakannya. Untuk itukembali dengan arah benang disusun pada sebuahberlawanan. papan dan dibandingkanDengan menghitung jumlah dengan standarnya.putaran tersebut dapat pula Faktor-faktor yangditentukan berapa jumlah dipertimbangkan aalah :puntiran tersebut dapat pula a. warnaditentukan berapa jumlah b. kebersihanpuntiran untuk panjang 1 inch c. nepsatau twist per inch. Biasanya d. bulu-bulu benangpengujian ini dilakukan pada e. kerataannyapanjang benang 5 inch atau 10inch.5.19.4.4 Ketidakrataan BenangKetidakrataan benang diperiksadengan peralatan UsterEvenness Tester. Dengan alatini akan diketahui Persentaseketidakrataan dalam U % atauCV %. Alat ini kadang-kadang
  • 284. 2535.19.5 Susunan Roda Gigi Mesin Ring Spinning Gambar 5.197 Susunan Roda Gigi Mesin Ring Spinning
  • 285. 254Keterangan : L; roda gigi M; roda gigi N; rodaPuli A = 20 cm gigi O dan rol peregang tengah.Puli A = 32 cm Dari roda gigi M; roda gigi P,Roda gigi C = 61 gigi roda gigi Q, roda gigi R dan rolRoda gigi D = 160 gigi peregang belakang.Roda gigi E = 48 gigiRoda gigi F = 170 gigi Pergerakan Spindel /Roda gigi G = 84 gigi BobinRoda gigi H = 15 gigiRoda gigi I = 135 gigi Pergerakan spindel / bobinRoda gigi K = 30 – 40 gigi merupakan pergerakan yangRoda gigi L = 40 gigi terpendek dibandingkan denganRoda gigi M = 40 gigi pergerakan rol-rol pereganganRoda gigi N = 20 gigi an pergerakan kereta/ring rail.Roda gigi O = 22 gigi Gerakan dimulai dari puli motorRoda gigi P = 44 gigi A ke puli B, yang langsungRoda gigi Q = 56 gigi memutarkan Tin rol. GerakanRoda gigi R = 30 gigi spindel/bobin didapat dariRoda gigi S = 20 gigi putaran Tin-Rol, melalui spindelRoda gigi T = 71 gigi tape.Roda gigi U = 24 gigiRoda gigi V = 63 gigi Pergerakan Kereta / RingRoda gigi W = 38 gigi RailRoda gigi X = 20 gigiRoda gigi Y = 20 gigi Gerakan kereta/ring rail dimulaiRoda gigi Z = roda gigi cacing dari puli motor A ke puli B. satu poros dengan puli B terdapat rolSelain roda gigi M berhubungan an roda gigi C. Roda gigi Cdengan roda gigi P. satu poros berhubungan dengan roda gigidengan P terdapat roa gigi Q D.yang berhubungan dengan roda Seporos dengan D terdapatgigi R. Pada poros roda gigi R roda gigi E yang berhubunganterdapat rol peregang belakang. dengan roda gigi F. seporosSecara singkat, hubungan dari dengan roda gigi F terdapatsumber gerakan (motor) ke roda gigi S yang berhubunganpasangan rol-rol peregang pada dengan roda gigi U melalui roagambar susunan roda gigi gigi perantara T. Seporosmesin Ring Spinning dapat dengan U, terdapat roda gigi Vdiikuti sebagai berikut : yang berhubungan dengan rodaMotor (puli A); puli B; roda gigi gigi W. Satu poros dengan rodaC; roda gigi D; roda gigi E; roda gigi W terdapat roda gigi payunggigi F; roda gigi G dan rol X yang berhubungan denganperegang depan, roda gigi R, roda gigi payung Y. Rodaroda gigi I; roda gigi K; roda gigi payung Y pada bagian lainnya
  • 286. 255terdapat roda gigi cacing Rc 8. Pelumasan bearing gearyang berhubungan dengan roda end setia 4 tahun.gigi Z. Satu poros dengan roda 9. Kontrol jockey pulley setiapgigi Z terdapat cam yang 2 tahun.berbentuk eksentrik. Karena 10. Kontrol lifting shaft dan ranteperputaran dari eksentrik gear end setiap 4 tahun.tersebut maka dengan peralatan 11. Penggantian rubber cotsyang lain dapat menaikkan an setiap 4 tahun.menurunkan kereta/ring rail. 12. Pelumasan dan penggerinGerakan naik turun ini dilakukan daan top roll setiap 1 tahun.oleh peralatan yang dinamakan 13. Pembersihan apron bandBuilder Motion. Secara singkat dan pengobatan top rollpergerakan kereta/ring rail apat setiap 6 bulan.diikuti sebagai berikut :Motor (puli A); roda gigi C; roda 5.19.7 Perhitungan Regangangigi D; roda gigi E; roda gigi F;roda gigi S; roda gigi T; roda Pada dasarnya caragigi U; roda gigi V; roda gigi W; perhitungan regangan yangroda gigi X; roda gigi Y; roda terdapat pada mesin ringgigi Rc; roda gigi Z (terpasang spinning adalah sama denganCam untuk peralatan Builder mesin sebelumnya yaitu sepertimotion) pada mesin roving. Perbedaannya hanya terdapat5.19.6 Pemeliharaan mesin pada besarnya atau kecilnya Ring Spinning regangan. Pada susunan rol-rol peregang yang menggunakanPemeliharaan mesin Ring sistem 3 pasang rol peregang,Spinning meliputi : digunakan apron pada rol1. Pembersihan rutin mesin tengah. dan penggantian traveller Pada susunan roda gigi setiah hari. (gambar 5.197) menunjukkan2. Pelumasan gear end dan rol-rol peregang dengan out end setiap 2 minggu. susunan 3 pasang rol peregang.3. Pelumasan spindel setiap 6 bulan. Tetapan Regangan (TR)4. Pelumasan bearing tin roll atau Draft Constant (DC) setiap 6 bulan.5. Pelumasan bearing bottom Tetapan regangan didapat roll setiap 3 bulan. dengan jalan menghitung6. Centering lappet, antinode besarnya Regangan Mekanik ring dan spidelsetiap 1 (RM) atau Mechanical Draft tahun. (MD) dari susunan roda gigi7. Setting bottom roll dan top dengan memasukkan besarnya roll setiap 1 tahun. Roda gigi Pengganti Regangan
  • 287. 256(RPR) dimisalkan 1 (satu). Keterangan :Regangan mekanik ialah KPR = Kecepatan Permukaanbesarnya regangan yang Roldihitung berdasarkanperbandingan kecepatan Kecepatan permukaan rolpermukaan dari rol pengeluaran belakang Ban rol pemasukan. Bila :Kecepatan permukaan rol Diameter rol depan = 1 inchdepan D Diameter rol belakang = 1 inchRegangan Mekanik Regangan mekanik = RM KPR depan D Putaran rol depan= = n putaran per menit KPR belakang BMaka n 1RM = H K M Q n 1 I L P R n 1RM = 15 RPR 20 56 n 1 135 40 44 30 135 40 44 30RM = 15 RPR 20 56 424,29RM = RPRTR = 424,29 Regangan Mekanik (RM) n 1 atau Mechanical Draft = H K M Q (MD) n 1 I L P RDari perhitungan di atas RMdidapat : n 1 = 15 RPR 20 56RM n 1 135 40 44 30
  • 288. 257 424,29 n 1RM = = RPR H K M Q n 1 I L P RApabila dipasang Roda gigi n 1Pengganti Regangan (RPR) = 22 56dengan Roda gigi 35, maka n 1besarnya Regangan Mekanik 44 30adalah : 44 30 = 1, 07 22 56 424,29RM = = 12,12 35 Keterangan : KKR = Kecepatan Keliling RolBila RPR = 40, maka : Regangan Nyata (RN) atau 424,29 Actual Draft (AD)RM = = 10,61 40 Adanya peregangan pada proses pembuatan benang diDari uraian di atas, maka mesin ring spinning, akanapabila RPR diperbesar, maka mengakibatkan timbulnyaMD akan menjadi kecil dan limbah (waste) seperti padasebaliknya, bila RPR kecil, mesin roving. Dengan adanyamaka MD akan menjadi besar. limbah, maka tidak semuaUntuk membuka atau roving yang disuapkan padamenghilangkan antihan yang mesin ring spinning menjaditerdapat pada roving yang benang seluruhnya. Dengandisuapkan, maka antara rol demikian maka regangan yangtengah dan rol belakang diberikan pada bahan, bukanlahterdapat regangan yang tidak sebesar yang dinyatakan dalamboleh terlalu besar. Regangan perhitungan berdasarkanini disebut Break Draft. Regangan Mekanik (RM). BilaSedangkan regangan utamanya limbah yang terjadi pada prosesterjadi antara rol tengah dan rol di mesin Ring spinning misalnyadepan. = 1 % maka :Besarnya Break Draft menurut Regangan Nyata (RN)gambar susunan Roda gigiMesin Ring Spinning di atas 100 = RMadalah : 100 1 KKR tengah T Regangan Nyata dapat pulaBreak Draft = KKR belakang B dihitung dari nomor bahan masuk roving dan nomor bahan keluar (benang).
  • 289. 258Karena bahan yang diolah 5.19.8 Perhitungan Antihanadalah bahan kapas, maka (Twist)Regangan Nyata dapat dihitungsebagai berikut : Antihan diberikan terhadap benang yang baru keluar dari rolRegangan Nyata (RN) depan agar benang menjadi Nomor Keluar ( NK ) cukup kuat. Besar kecilnya= antihan sangat mempengaruhi Nomor Masuk ( NM ) kekuatan benang. Makin besar antihan makin kuat benangContoh : yang dihasilkan. TetapiMesin Ring Spinning digunakan pemberian antihan yang terlaluuntuk membuat benang kapas besar tidak menjamin kualitasnomr Ne120. mesin tersebut benang. Agar benang yangmempergunakan roving nomor dihasilkan memenuhi syarat-Ne1 1,78. syarat yang diinginkan, maka antihan diberikan secukupnyaContoh : hingga benang mempunyaiMesin Ring Spinning digunakan kekuatan yang optimum.untuk membuat benang kapas Jumlah antihan yang diberikannomor Ne1 20. Mesin tersebut pada benang biasanyamempergunakan roving nomor dinyatakan per satuan panjang.Ne1 1,78. Satuan panjang dapat diambil dalam inch atau meter.Regangan Nyata (RN) Bila diambil satuan panjang Nomor Keluar ( NK ) inch, maka antihannya adalah= Nomor Masuk ( NM ) Twist Per Inch (TPI). Bila satuannya diambil dalam meter, 20RN = maka antihannya adalah 1,78 Antihan Per Meter (APM).= 11,24Jadi regangan nyata = 11,24Bila limbah yang terjadi selamaproses pada mesin adalah Tetapan Antihan (TA) atausebesar 1%, maka : Twist Constant (TC) (100 1) N sp / menitRM = RN TPI = 100 L inch / menit (100 1)RM = 11,24 100 Keterangan :RM = 11,13 Nsp = Kec. Putaran spindel L = Panjang bahan yang dikeluarkan
  • 290. 259 RPA dimisalkan = 1, danApabila tin rol berputar n dimasukkan dalam persamaanputaran per menit, maka spindel di atas, maka akan didapatakan berputar : Tetapan Antihan (TA) atau Twist Contact (TC) diameter tin rolN sp n. Tetapan Antihan (TA) diameter spindle 701,04Kalau Diameter Tin-Rol TA = 701,04= 250 mm dan diameter spindel 1= 25 mm, maka : TA TC TPI = atau TPI RPA TCW 250 mmNsp = n· put / menit 25mm Antihan Per Inch (API) = n . 10 putaran per menit Pada persamaan dimuka :Benang yang keluar dari rol TA 701,04 TPIdepan apabila Tin rol berputar n RPA RPAppm adalah : dimana angka 701,04 adalah C E tetapan antihan.L= n . . . . rol depan D G Apabila pada mesin Ring Spinning ini digunakan roda gigi 61 RPA 22 pengganti antihan (RPA) = 40= n. . . . 1 inch gigi, maka akan didapat : 160 84 7 701,04 TPI Nsp 40Jadi Twist Per Inch (TPI) = TPI = 17,53 L n . 10 Seperti halnya pada mesinTPI = 61 RPA 22 Flyer, maka pada mesin Ring n. . . .1 Spinning terdapat pula 160 84 7 persamaan-persamaan sebagai berikut : n . 10 . 160 . 84 . 7 = n . 61 . RPA . 22 . 1 1. Antihan per Inch Tetapan Antihan = atau 701,4 RPATPI = RPA Twist Contact Twist per inch TCWSemua angka-angka di atasadalah tetap kecuali RPA. Bila
  • 291. 260 TA pula pada nomor benang yang2. RPA akan dibuat. TPI Twist Multiplier atau3. RPA x TPI TA Koefisien Antihan ( )dimuka telah dikemukakanbahwa : Dalam proses pembuatan benang, untuk mendapatkan Nsp TA kekuatan benang yang optimumTPI dan TPI L RPA dengan jumlah antihan per inch kecil, sangat bergantung dariDari persamaan di atas dapat panjang serat yang digunakan.dikemukakan pula bahwa : Panjang serat ini akan14. Twist Per Inch berbanding mempengaruhi besarnya terbalik dengan delivery dari TPI = Ne1 front roller, jadi berbanding terbalik dengan produksi. Keterangan :15. Twist Per Inch berbanding TPI = Twist Per Inch terbalik dengan besarnya = Koefisien antihan atau Roda gigi Pengganti Antihan Twist Multiplier (RPA). Ne1 = nomor benang yang16. Roda gigi Pengganti Antihan dibuat (RPA) berbanding lurus dengan produksi. Harga bergantung pada jenisBerdasarkan uraian di atas, dan panjang serat yang diolah.maka harus diingat bahwa Berikut ini diberikan suatupemakaian RPA harus contoh besarnya yangdisesuaikan dengan API untuk digunakan pada mesin Ringmendapatkan kekuatan benang Spinning Type M-1.yang optimum. API bergantung Tabel 5.9 Twist Multiplier Twist Multiplier *) Jenis Kapas Lusi Pakan Kapas Pendek 4,50 3,85 – 4,00 Kapas Amerika (pendek) 4,25 3,65 Kapas Amerika (baik) 4,00 3,50 Kapas Mesir dan Sea Island 3,60 3,20 Mengkeret Antihan (MA) atau Twist Contraction
  • 292. 261Mengkeretnya benang sebagai 5.19.9 Perhitungan Produksiakibat dari pemberian antihan,disebut mengkeret antihan atau Seperti halnya pada mesinTwist Contraction. Pengurangan roving, produksi mesin ringpanjang benang biasanya spinning juga dinyatakan alamterjadi antara rol depan dan berat per satuan waktu tertentu.bobin. Pengurangan panjang inibiasa dinyatakan dalam Produksi Teoritispersen (%).Dengan adanya pengurangan Produksi Teoritis didapat dariatau perubahan panjang perhitungan berdasarkanbenang yang dihasilkan, maka Susunan Roda Gigi mesin Ringakan ada perubahan nomor Spinning. Dalam perhitungan inibenang yang dihasilkan oleh harus diperhatikan nomormesin. benang yang akan dibuat, sertaMisalnya benang kapas jenis kapas yang diolahmempunyai nomor Ne1 20, ini terutama mengenai panjangnya.berarti bahwa benang tersbut Hal ini perlu karena adatiap berat 1 (Satu) pound hubungannya dengan jumlahmempunyai panjang 20 hank. antihan yang akan diberikanPada proses pembuatan pada benang dan jumlahbenang terjadi mengkeret antihan tersebut mempengaruhiantihan misalnya sebesar 6 %. jumlah produksi yangUntuk membuat benang Ne1 dihasilkan.20, dalam perhitungan Produksi per spindel per menitregangannya harus adalah :menggunakan nomor benangyang belum mendapatkan KPS per menitantihan, yaitu benang yang baru Twist per Inchkeluar dari rol depan.Jadi benang yangdiperhitungkan adalah : Keterangan :106 KPS = Kecepatan putaran x 20 21,20 spindel100 Seperti telah diterangkanAgar mendapatkan bahan yang dimuka bahwa :keluar dari rol depanmempunyai nomor Ne1 = 21,20 TPI = Ne1maka nilai regangan pada mesn Produksi per spindel per menittersebut harus dinaikkan, yang adalah :berarti bahwa regangan KPS per menitdibesarkan atau nomor roving Ne1dipertinggi.
  • 293. 262 Nsp 400 tiap frame, nomor benang . inch yang akan dibuat adalah Ne1 Ne1 dan efisiensi mesin = 80%, maka produksi mesin RingKeterangan : Spinning per menit adalah :KPS = Kecepatan putaran 80 Nsp spindel . 400 . . inch 100 Ne1Bila satu Mesin Ring Spinningmempunyai jumlah mata pintal =Produksi mesin per jam adalah : 80 N sp . 60 . 400 . . inch 100 Ne1 80 N sp 1 . 60 . 400 . . yards 100 Ne1 36 80 N sp 1 1= . 60 . 400 . . . hanks 100 Ne1 36 840 80 N sp 1 1 1 . 60 . 400 . . . . lbs 100 Ne1 36 840 Ne1 80 N sp 1 1 1 . 60 . 400 . . . . . 453 , 6 gr 100 Ne 1 36 840 Ne 1 80 N sp 1 1 1 453 , 6 . 60 . 400 . . . . . kg 100 Ne 1 36 840 Ne 1 1000Contoh perhitungan produksi Spinning dapat dilakukanbila mesin Ring Spinning sebagai berikut :mempunyai data sebagai Dari susunan roda gigi mesinberikut : Ring Spinning dapat dihitung- RPM Motor = 1400 putaran spindel per menit.- Nomor benang yang dibuat = Ne1 20 A D.Tin Rol- Kapas Amerika jenis pendek N sp RPM Motor . B D. Spindle = 4,25- Efisiensi mesin = 90 % 20 250 1400 . . 32 25Maka untuk menghitung = 8750 putaran/menitproduksi teoritis mesin Ring TPI = Ne1
  • 294. 263 = 4,25 . 20 N sp 8750 = . inch TPI 4,25 . 20Produksi per spindel per menitProduksi per jam per mesin Efisiensi x jumlah spindle / me sin x N sp . 60 453,6= . kg 1 1 1000 Ne1 . . . Ne1 36 840 90 8750 . 20 1 1 1 453,6= . 400 . . . . . kg 100 4,25 . 20 36 840 20 1000= 8,7 kgProduksi per jam per spindel 8,7= kg 400= 0,02 kg= 20 gram
  • 295. 264 Produksi Nyata pencatatan besarnya produksi untuk tiap-tiap shift dan dapatUntuk menghitung produksi dilihat pada catatan produksinyata dari mesin Ring Spinning dalam satu minggu untuk tiapdapat dilakukan dengan mesin.menghitung atau menimbang Sebagai misal, diambil datajumlah benang yang dihasilkan. realisasi produksi mesin RingPenghitungan dapat dilakukan Spinning untuk minggu ke-35pada setiap kali doffing atau untuk suatu tahun produksidalam satu periode waktu sebagai berikut :tertentu. Dalam pabrikpemintalan biasanya diadakan- Jumlah Produksi = 4.889,85 kg- ketentuan jumlah jam kerja = 982,50 jam- Jumlah jam mesin berhenti = 321,71 jam Jumlah jam mesin berproduksi = 660,79 jam Realiasasi produksi/jam/mesin = 4.889,85 kg 7,4 kg 660,79Kalau jumlah spindel per mesin keperluan doffing dan terjadi= 400, maka produksi/spl/jam gangguan-gangguan selama 7,4 x 100 produksi. Dengan berhentinya= gram mesin, maka produksi akan 400 berkurang dan ini akan 7400 mengurangi efisiensi produksi.= 18,50 gram 400 Untuk mendapatan efisiensi produksi mesin Ring Spinning, Efisiensi diambil data perhitungan produksi teoritis danSeperti halnya pada mesin- perhitungan produksi nyata.mesin sebelum Ring Spinningmaka untuk menghitung Produksi teoritis/jam/spindelefisiensi produksi mesin Ring = 20 gramSpinning dilakukan dengan Produksi teoritis/jam/spindelmembandingkan antara = 18,5 gramproduksi teoritis denganproduksi nyata. Mesin kadang- Jadi efisiensi produksi mesinkadang berhenti karena untuk Ring Spinning adalah :
  • 296. 265 annya maupun tegangannya,18,5 sehingga sering diperoleh hasil x 100 % 92,5% gintiran yang kurang rata. Untuk 20 mesin yang tidak dilengkapi dengan stop motion, pada5.20 Proses di Mesin Ring setiap pengantar benang single, Twister kemungkinan besar terjadi salah gintir, umpamanya karenaYang dimaksud dengan beberapa helai benang putuspenggintiran benang ialah yang masih terus digintir.proses merangkap beberapahelai benang, yang kemudian - Cara tidak langsungsekaligus diberi puntiran (twist)yang tertentu untuk untuk setiap Beberapa helai benang singlepanjang tertentu. Hasil dari dirangkap dulu pada mesinproses ini disebut benang gintir rangkap. Keuntungan dari cara(plied yarn). Ada dua cara ini yaitu antara lain :proses penangkapan, yaitu : - tegangan tiap-tiap benang- Perangkapan langsung terkontrol dilaku kan diatas mesin - tiap-tiap bobin telah terisi gintir benang rangkap, sehingga pada waktu diprosesPada cara ini setiap kelosan (ditarik) pada mesin gintir,benang single diletakkan pada kemungkinan benang putusrak bobin diatas mesin. kecil.Beberapa helai benang single - kemungkinan akanditarik bersama-sama melalui terjadinya salah gintirrol pengantar, ke delivery roll, (penggintiran tunggal) kecil.terus digintir dan digulung pada - efisiensi produksi dapatbobin spindel dari mesin gintir. ditingkatkan, begitu pulaKeuntungan cara ini ialah dengan mutu benang gintirbahwa prosesnya pendek, tidak yang dihasilkan.memerlukan mesin perangkap.Kekurangannya ialah : tiap helaibenang sukar dikontrol keada
  • 297. 266 Gambar 5.198 Skema dan Cara Penulisan Benang Gintir Macam-macam Mesin Penggintiran Turun (Down Ruang Twister Twister)Berdasarkan jalannya benang, Pada sistem ini, jalannyamesin gintir (ring twister) dapat benang yang dikerjakan dari rakdibagi menjadi : kelosan sampai digulung pada1. mesin gintir turun bobin dari atas kebawah (down2. mesin gintir naik proses). Skema penggintiran turun (down twist) ini dapat dilihat pada gambar 5.199.
  • 298. 267 Gambar 5.199 Skema Penggitiran Turun (Down Twist)Keterangan : spindel yang berada di bawah,1. Rak benang (creel) maka didapat benang gintir2. Pengantar yang tergulung pada spindel3. Rol penarik bobin.4. Lappet Jadi pada mesin ini jalannya5. Bobin benang adalah dari atas6. Spindel kebawah. Bagian-bagian dari7. Tin roll mesin gintir ini dapat dilihat8. Pita (tape) pada gambar 5.199 dan prinsip9. Ring kerjanya adalah sebagai10. Traveller berikut : Motor penggerak memutarkanPada mesin gintir ini benang- roda-roda gigi yang berada dibenang yang akan digintir dalam gear box. Roda-roda gigiditempatkan di atas. Dengan ini diantaranya ada yangmenarik beberapa benang berhubungan dengan roda gigitunggal, yang lalu digintir pada yang menggerakkan rol penarik
  • 299. 268(3). Karena perputaran rol Penggulungan pada bobin (5)penarik (3) maka benang- terjadi karena adanya selisihbenang dari kelosan akan perputaran antara spindel (6)tertarik rol penarik (3) ini (bobin) dengan traveller (10).berfungsi juga sebagai pengatur Putaran spindel (6) sangatjumlah produksi. Benang- cepat yaitu berkisar antara 7000benang yang keluar dari rol sampai 9000 putaran per menit.penarik (3) dilakukan ke lappet Karena spindel (6) ini banyak(4). Fungsi lappet (4) adalah jumlahnya dan memerlukansebagai pengatur tegangan putaran per menit yang tinggi,benang yang akan dihasilkan. maka sumber gerakan diperolehDari lappet (4) benang dari silinder panjang yangdilakukan ke traveler (10) yang disebut tin roll (7) yangberfungsi mengantarkan benang berdiameter jauh lebih besaryang akan digulung ke bobin. dari diameter spindel (6). Tin rollTraveler (10) berjalan di atas (10) dihubungkan ke spindelring. Ring (9) ini ditempatkan dengan pita (tape) (8). Pita-pitapada ring–bank yang (8) ini dapat diatur untukgerakannya naik turun. Gerakan mengubah arah putaran darinaik turun dari ring-bank spindel agar sesuai dengantersebut akan membentuk arah puntiran yang dikehendaki,traverse pada gulungan. Dari sedangkan arah putaran silindertraveller (10), benang digulung adalah tetap, yaitu sesuaipada spindel bobin (5). Bobin dengan arah putaran motor(5) ini diterapkan pada spindel penggerak.(6) sehingga bobin (5) berputarmenurut putaran spindel (6) Penggintiran Naikkarena perputaran bobin (5) (Uptwister)maka benang yang akandigulung menarik traveller (10) Berbeda dengan mesin gintiryang berputar mengelililngi ring dengan sistem down twisting,(9). Besarnya perputaran pada mesin gintir naik jalannyatraveller (10) ini akan benang dari bawah keatas.menentukan jumlah puntiran Skemanya tertera pada gambarpada benang yang akan digintir. 5.200.
  • 300. 269 Gambar 5.200 Skema Penggintiran Naik (Up Twister)Keterangan : penggintiran turun, malahan1. Tin roll pada mesin-mesin uptwister2. Spindel tape modern tidak lagi menggunakan3. Spindel tin roll untuk memutar spindel,4. Benang tetapi cukup dengan sepasang5. Lapet roda yang dipasang pada6. Pengantar masing-masing di ujung rangka7. Bobin mesin dan pada roda tersebut dipasang ban kulit yang takBenang disuapkan dari bobin berujung dan menggeser(4) yang dipasang dan diputar pangkal-pangkal spindel yangoleh spindel (3) yang digerakan ada di kedua sisi rangka mesin.oleh tin roll (1), dengan Keistimewaan daripada mesinperantaraan spindel tape (2). ini adalah bahwa benang yangBenang dari bobin (4) dilalukan digulung pada bobin (penyuap)melalui lappet (5) terus ke garpu harus sudah dirangkap, karenapengantar/pengatur jalannya tiap-tiap spindel khususbenang untuk digulung pada melayani satu bobinbobin (7) yang diputar oleh penggulungan. Secara teoritisdrum friksi. Dilihat sepintas lalu besarnya twist (gintiran) adalahproses penggintiran ini lebih sama dengan banyaknyasederhana daripada putaran spindel (3) dibagi oleh
  • 301. 270kecepatan penggulungan bobin berbeda yaitu lebih kecil, hal ini(7) untuk waktu yang sama. disebabkan adanya slip.Contoh : Perubahan TPI dapatPutaran spindel (rpm) = 10.000 dilaksanakan dengan jalanDiameter drum penggulung (D) mengubah rangkaian roda-roda= 2 inci gigi yang menghubungkan drumPutaran drum (rpm) = 100 friksi (7). Berlainan denganMenurut rumus : mesin gintir biasa, mesin iniTwist per Inci (TPI) tidak menggunakan ring dan rpm spindle traveler, karena fungsi bobin (4)= tidak menggulung benang, kecepatan keliling bobin bahkan melepasnya; jadi juga tidak membutuhkan lifterMaka : Twist per Inci (TPI) (builder motion). 10.000 Perlu diperhatikan bahwa= .D.n putaran spindel (3) (=arah twist) yang dikehendaki harus searah 10.000 dengan arah gulungan benang= 3,14 x 2 x 100 pada bobin penggulung. 10.000 Mengingat konstruksinya, mesin= = 16 ini sangat cocok untuk 628 mengerjakan benang-benangTwist per inch tersebut adalah filament dan benang yang tidakperhitungan secara teori, tetapi tahan gesekan (berbulu)dalam kenyataannya tentu5.20.1 Bagian Penyuapan Gambar 5.201 Skema Bagian Penyuapan
  • 302. 271Nama-nama peralatan yang Pengantar benang (2), yangpenting dari bagian penyuapan berebentuk pipa bulat kecilmesin gintir (mesin ring twister ) memanjang gunanya untukadalah : mempermudah penarikan benang yang akan digintir.5.20.1.1 Rak Kelos (Creel) 5.20.1.3 Rol Penarik Gambar 5.202 Rak KelosRak kelos (creel) (1) yangberbentuk pipa besi bulat kecil Gambar 5.204 Rol Penarikpanjang tertentu tertentu,gunanya untuk tempat Rol penarik (3), rol atasnyakedudukan bobin-bobin dibuat dari besi yanggulungan benang tunggal atau permukaannya dilapisi bahanbenang rangkap. sintetis, rol bawahnya berputar aktif dan rol atasnya berputar5.20.1.2 Pengantar Benang secara pasif karena adanya gesekan dengan rol bawah, gunanya untuk menarik benang dari rak kelos, dan seterusnya diberikan kepada spindel untuk diberi antihan (twist). Gambar 5.203 Pengantar Benang
  • 303. 2725.20.2 Bagian Penggulungan Gambar 5.205 Skema Bagian PenggulunganNama-nama peralatan yangpenting dari bagian 5.20.2.2 Pengontrol Baloningpenggulungan mesin gintir (Antinode Ring)(mesin ring twister) adalah :5.20.2.1 Ekor Babi (Lappet) Gambar 5.207 Pengontrol Baloning (Antinode Ring) Gambar 5.206 Ekor Babi (Lappet) Pengontrol baloning (antinode ring) (9) dibuat dari kawat bajaEkor babi (lappet) (8) dibuat dari yang melingkari spindel,kawat baja yang dibengkokkan gunanya untuk menjaga agarmenyerupai ekor babi dan baloning tidak teralu besar.dipasang tepat di atas spindel,gunanya untuk menyalurkanbenang supaya tepat padaporos spindel.
  • 304. 2735.20.2.3 Penyekat (Separator) 5.20.2.5 Ring Gambar 5.210 Ring Ring (12) dibuat dari baja dan Gambar 5.208 dipasang pada Ring Rail, Penyekat (Separator) dimana traveller ditempatkan.Penyikat (separator) (10) dibuat 5.20.2.6 Travellerdari besi pelat, atau aluminiumyang tipis, dan dipasangdiantara spindel yang satuterhadap spindel yang lain dangunanya untuk membatasibaloning tidak saling terkenasatu sama lain, sehingga dapatmengakibatkan benang putus. Gambar 5.211 Traveller5.20.2.4 Spindel Traveller (11) dibuat dari baja dan bentuknya seperti huruf C, fungsinya sebagai pengantar benang. 5.20.2.7 Tin Roll Gambar 5.209 SpindelSpindel (13) dbuat dari bajadimana bobin ditempatkan /dipasang. Gambar 5.212 Tin Roll
  • 305. 274 panjangnya benang yangTin rol (14) suatu silinder besi dikeluarkan dari rol depan untuksebagai poros utama mesin ring waktu yang sama.spinning, dan juga untuk Banyaknya antihan yangmemutarkan spindel dengan diberikan pada benangperantaraan pita (spindel tape) dirumuskan sebagai berikut :yang ditegangkan olehperegang jocky pulley. TPI = C x Ne15.20.2.8 Proses Pengantihan (Twisting) Dimana : TPI = Twist per inchYang dimaksud proses C = konstanta antihan ataupengantihan ialah penyusunan twist multiplierserat-serat yang akan dibuat Ne1 = nomor dari benangbenang agar menempati untuk sistem tidakkedudukan seperti spiral langsungsedemikian sehingga serat-serat tersebut saling mengikat Hubungan antihan dengandan menampung serat-serat nomor benang seperti yangyang masih terlepas satu sama dirumuskan di atas dapatlainnya yang dalam bentuk pita dijelaskan sebagai berikut :menjadi suatu massa yang Apabila suatu untaian dari serat-kompak sehingga memberikan serat diputar mengelilingi sumbukekuatan pada benang yang panjangnya, maka serat-seratdibentuknya. komponennya dapat dianggapPemberian antihan ini pada akan menempati kedudukanprinsipnya dilakukan dengan sebagai spiral sempurna ataumemutar satu ujung dari untaian tidak sempurna. Bentuk spiralserat, sedang ujung yang yang tidak sempurna tergantunglainnya tetap diam. Pada proses kepada kesamaan (uniformity)pemintalan pemberian antihan serta keteraturan (regularity)dilakukan oleh spindel dan dari susunan serat-serat padatraveller sebagai pemutar ujung untaian serat yang akan diberiuntaian serat yang keluar dari twist tersebut.rol peregang depan, sedangkan Apabila untaian tersebut akanujung yang lainnya tetap mengalami tegangan dandipegang atau dijepit oleh rol perpanjangan (stretching),peregang depan. seperti halnya kalau suatu perBanyaknya antihan yang ditarik, sepanjang tidak terjadidiberikan pada benang pergeseran atau slip antaratergantung kepada serat. Apabila tegangan iniperbandingan banyaknya menyebabkan adanyaputaran dari mata pintal dengan perpanjangan atau mulur, maka
  • 306. 275serat-serat yang menempati membesar, demikian pulakedudukan yang paling luar tekanan kedalam pada serat-akan mendesak kedalam, serat akan meningkat dansehingga mengakibatkan gesekan antara serat makinpenampang dari untaian serat kuat. Hal ini akan mengurangitersebut akan menciut/mengecil. atau menghentikan pergeseran-Hal yang demikian berarti pergeseran antara serat,bahwa akibat dari adanya reaksi sehingga kekuatan benangnyadari tarikan tersebut, maka dapat ditingkatkan sampaitimbul gaya menekan kearah mencapai titik kekuatantitik pusat untaian tersebut, yang maksimumnya (titik kritis).cenderung untuk mendorong Apabila banyaknya putaranserat-serat individu makin ditambah lagi melebihi titikberdekatan dan berkelompok kritisnya, maka serat-seratnyamenjadi satu dan bersamaan akan harus mulur lebih banyakdengan ini akan meningkatkan karena adanya tegangangesekan antar serat atau daya tersebut, dan kalau bataskohesinya (daya lekatnya). mulurnya dilampaui, maka seratDengan demikian maka akan putus dan mengakibatkansebenarnya timbul dua macam benangnya putus pula.gaya sebagai akibat adanya Andaikata serat-seratnya belumtarikan tersebut, masing-masing putus, tetapi serat-serat tersebutialah gaya yang cenderung sebenarnya telah mengalamiuntuk memisahkan serat-serat tegangan yang cukup berat,dan satunya lagi ialah gaya- sehingga sisa kekuatan yanggaya yang cenderung untuk masih ada pada serat akanmengikat serat-serat menjadi digunakan untuk mengatasisatu. Resultante dari gaya-gaya beban dari luar, dan sisaini tergantung dari besarnya kekuatan ini akan berkurang.sudut dari spiralnya. Hal ini dapat dilihat padaApabila jumlah putaran per gambar dibawah ini.satuan panjang sedikit, makasudut spiralnya kecil. Dalam halyang sedemikian, serat-seratmudah tergeser satu denganyang lainnya dan untaian serat-serat tersebut akan putus,apabila tarikan yang dikenakancukup besar.Sebaliknya apabila putaranyang diberikan pada untaianserat persatuan panjangnyadiperbanyak, maka sudut Gambar 5.213putarannya (spiralnya) akan
  • 307. 276 Hubungan antara TPI dan roving di mesin flyer. Perbedaan Kekuatan Benang tersebut antara lain ialah :Jadi, banyaknya antihan yang - Pada mesin ring spinningharus diberikan pada benang pengantar benang naikmerupakan masalah yang harus turun, bobin berputar tetapkita pertimbangkan, baik ditinjau pada tempatnya, sedangkandari segi teknis (operasionil) pada mesin flyer pengantarmaupun ekonomi. benangnya tetap pada tempatnya dan bobinnya Arah Antihan disamping berputar juga bergerak naik turun.Arah antihan pada benang ada - Pada mesin ring spinningdua macam tergantung dari penggulungan terjadi karenaarah putaran spindelnya. Kedua adanya perbedaanarah antihan tersebut disebut kecepatan antara putaranarah Z (kanan) atau S (kiri), spindel (Nsp) dengan putaranseperti terlihat pada gambar traveller (Ntr) sehingga5.203. jumlah gulungan benang g = Nsp – Ntr. Pada mesin flyer penggulungan terjadi karena adanya perbedaan kecepatan antara putaran bobin (Nb) dengan putaran spindel, sehingga jumlah gulungan roving g = Nb – Nsp - Sistem penggulungan benang mesin ring spinning adalah konis, dan Gambar 5.214 penggulungan roving pada Arah Antihan bobin di mesin flyer adalah paralel.5.20.2.9 Proses - Bentuk gulungan benang Penggulungan pada bobin di mesin ring Benang pada Bobin spinning dapat terlihat pada gambar 5.215a. sedangProses penggulungan benang bentuk gulungan rovingpada ring spinning akan jauh pada bobin di mesin flyerberbeda bila dibandingkan seperti terlihat pada gambardengan proses penggulungan 5.215b.
  • 308. 277 Gambar 5.215 Bentuk Gulungan Benang dan Roving pada BobinTraveller merupakan pengantar yang bergerak naik turun adalahbenang pada mesin ring bobin bersama-sama denganspinning yang dipasang pada keretanya.ring rail, turut bergerak naik Gerakan naik turun dari ring rail.turun bersama-sama dengan Peralatan yang mengaturring railnya. Sedang pada mesin gerakan naik turunnya ringflyer, lengan flyer merupakan disebut builder motion, sepertipengantar roving yang tidak tampak pada gambar di bawahdapat bergerak naik turun, tetapi ini :tetap pada tempatnya, sedang Gambar 5.216 Peralatan Builder Motion
  • 309. 278Keterangan : menempel pada batang (2)6. Eksentrik berada pada kedudukan teratas.7. batang penyangga Naik turunnya batang (2) akan8. Roda gigi Racet (Rachet selalu mengikuti gerakan Wheel) berputarnya eksentrik (1).9. Pal10. Pen Gerakan Naik Turunnya /A = titik putar Ring RailB = RantaiC = Rol C Stang rail (11) dipasang pada suatu tabung yang mati pada Prinsip Bekerjanya Builder rangka mesin, sehingga Motion gerakan naik turunnya ring rail dapat stabil. Setiap putaranGambar di atas memperlihatkan eksentrik (1), rail akan bergerakperalatan builder motion dengan naik dan turun satu kali yangbatang penyangga (2) yang disebut satu gerakan penuhselalu menempel pada eksentrik atau satu traverse. Karena pada(1) yang berputar secara aktip. waktu menggulung benang diMenempelnya batang bobin dikehendaki suatu lapisanpenyangga (2) tersebut pemisah antara gulungan yangdisebabkan oleh rantai (B) yang satu dengan gulungandihubungkan dengan ring rail. berikutnya, maka gerakan ringKarena berat penyangga (2) rail waktu dan turunselalu menempel pada eksentrik kecepatannya dibuat tidak(1). Batang penyangga sebelah sama. Pada waktu naik ring railkiri mempunyai titik putar (A). bergerak lambat, sehinggaBila bagian yang tinggi dari terjadi penggulungan yangeksentrik menempel pada sejajar, sedang waktu turun ringbatang (2) maka batang rail bergerak cepat sehinggapenyangga (2) berada pada terjadi gulungan pemisah yangkedudukan yang terendah. tidak sejajar.Begitu juga bagian yang rendah
  • 310. 279 Gambar 5.217 Ring RailSebagaimana telah diuraikan terdapat pada ujung batang (2),dimuka bahwa setiap putaran sehingga pada waktu eksentrikdari eksentrik satu kali berputar batang (2) terbawamenyebabkan ring rail bergerak naik turun pula. Pen (5)naik dan turun satu kali, yang dipasangkan mati pada rangkadisebut satu traverse dan mesin, jadi tidak turun karenagerakan ini disebut gerakan gerakan naik turun dari batangprinter. Setelah ring rail (2).bergerak naik dan turun satu Pada waktu batang (2) bergerakkali, maka kedudukan ring rail naik maka pal (4)akan naik satu diameter benang kedudukannya tergeser kedan gerakan ini disebut gerakan kanan karena pen (5) diam disekunder. tempat, dan pada waktu batangKalau panjang rantai B tetap, (2) turun pal (4) akanmaka setiap putaran eksentrik mendorong maju roda gigi(1) akan mengakibatkan rachet (3).gerakan naik turun dari ring rail Banyak sedkitnya gigi rachetjuga tetap. Tetapi apabila rantai yang didorong akanB diturunkan sedikit, maka hal mempengaruhi perputaranini menyebabkan ring rail juga rahet, yang juga mempunyainaik sedikit. Turunnya rantai (B) putaran rol (C) yangsedikit tersebut disebabkan mengggulung rantai (B).karena berputarnya rol (C) Dengan tergulungnya rantai Bsesuai arah anak panah. Rol C sedikit dari sedikit setiapberputar karena diputar oleh gerakan naik turun dari batangroda gigi rachet (3) seperti pada (2), maka rantai B akan menjadigambar 5.216. Pada gambar semakin pendek. Karena5.217 terlihat rol (c) adalah kedudukannya tetap dalampenggulung dari rantai (B) yang batang (2) maka rol (D) akan
  • 311. 280terputar ke kiri oleh rantai (B) dengan naiknya stang ring railyang semakin pendek. Dengan (11) beserta ring railnya (12).demikian rantai (7) juga tertarik Untuk membentuk gulunganke kiri oleh rol (B) yang terputar benang pada bobin di mesinoleh rol (D). Jadi kedudukan ring spnning terbagi dalamrantai (7) makin lama makin tahap yaitu :bergeser ke kiri, dan peralatan 1. Pembentukan gulungan(8) semakin condong ke kiri. Hal benang pada pangkal bobinini akan menarik batang (9) ke 2. Pembentukan gulungankiri dan (10a) bergerak ke kiri benang setelah gulunganpula yang akibatnya (10b) pangkal bobinbertambah naik yang diikuti Gambar 5.218 Cam Screw dan Gulungan Benang pada Pangkal Bobin Pembentukan Gulungan pada waktu rol C turun sebesar Benang pada Pangkal a cm, maka rol D tidak akan Bobin berputar sebesar busur yang lebih kecil dari a cm, tetapiKalau pada gambar 5.218 cam mengulurnya rantai (8) sebesarscrew tidak dipasang pada rol a cm, hal ini terjadi karenaD, maka waktu rol C turun rantai (8) dilalukan cam screw,sebentar a cm, rol D juga akan sehingga dengan demikianberputar oleh rantai (8) sebesar walaupun rol C turun sebesar abusur yang sama dengan a cm. cm, rol D akan berputar sedikitKalau sekarang pada rol D dan hal ini akan menyebabkandipasang cam screw (6) dan naiknya ring rail juga sedikit.rantai (8) juga dipasang melalui Karena rol C selalu menggulungcam screw terus ke rol C, maka rantai (8) untuk setiap gerakan
  • 312. 281batang (2) naik turun, maka Gulungan benang yang tidakkedudukan cam screw makin sejajar tersebut merupakanlama makin ke bawah, sehingga lapisan pemisah antaraakhirnya rantai (8) tidak melalui gulungan benang yang satucam screw lagi, tetapi langsung terhadap lapisan gulunganrol D terus ke rol C. Pada saat benang yang berikutnya.yang demikian ini cam screw Demikian penggulungan benangtidak menyinggung rantai (8) berlangsung terus hinggalagi, sehingga pada waktu rol C gulungan benang pada bobinturun sebesar a cm, rol D juga penuh seperti terlihat padadiputar oleh rantai (8) sebesar gambar 5.218.busur a cm dan rol E jugaberputar sebesar busur a cm, 5.20.2.10 Proses Doffingdan hal ini menyebabkannaiknya ring rail sebesar a cm Untuk mesin gintir (ringjuga. twister turun.Pada saat cam screw tidak - Turunkan kereta (ring rail)menyinggung rantai (8) lagi, apabila angka counter (hankmaka gerakan naik rai ring rail meter) sudah mencapaisudah tidak dipengaruhi lagi angka yang telah ditentukanoleh screw, dan dengan dengan melepas tuil pad gigidemikian pembentukan Rachet.gulungan benang pada pangkal - Matikan mesin denganbobin telah selesai. menekan tombol STOP. - Ganti bobin penuh dengan Pembentukan Gulungan bobin kosong dan masukan Benang setelah bobin penuh ke box benang Penggulungan Benang pad kereta. pada Pangkal Bobin - Naikkan kedudukan ring rail dengan mengetek kembaliSetelah pembentukan gulungan kedudukan Rachet untukbenang pada pangkal bobin menentukan awal gulunganselesai, kemudian diteruskan benang pada bobin.dengan penggulungan benang - Jalankan mesin denganberikutnya. Sebagaimana telah menekan tombol START.diuraikan di muka pada waktu - Periksa benang danring rail turun terjadi sambung benang-benangpenggulungan benang yang yang putus.sejajar dan pada waktu ring railturun dengan kecepatan yang Untuk mesin gintir (ringlebih besar daripada kecepatan twister) naik.pada waktu naik, sehingga - Matikan mesin denganterjadi penggulungan benang menekan tombol STOPyang tidak sejajar. apabila angka counter (hank
  • 313. 282 meter) sudah mencapai angka yang telah ditentukan. 5.20.2.12 Pemeliharaan mesin- Lepaskan gulungan benang Ring Twister dengan hati-hati dan cermat Pemeliharaan mesin Ring agar tidak merusak Twister meliputi : gulungan benang. 1. Pembersihan rutin mesin- Pasang cones kosong pada dan penggantian traveller dudukannya kemudian setiah hari. gulung benang pada coner 2. Pelumasan gear end dan untuk awal gulungan. out end setiap 2 minggu.- Jalankan mesin dengan 3. Pelumasan spindel setiap 6 menekan tombol START. bulan.- Periksa benang dan 4. Pelumasan bearing tin roll sambung benang-benang setiap 6 bulan. yang putus. 5. Pelumasan bearing bottom roll setiap 3 bulan. 6. Centering lappet, antinode ring dan spidelsetiap 15.20.2.11 Proses Steaming. tahun. 7. Pelumasan bearing gearSteaming adalah proses end setia 4 tahun.penguapan terhadap benang 8. Kontrol jockey pulley setiapgintir yang memiliki twist sangat 2 tahun.tinggi. Proses ini bertujuan 9. Kontrol lifting shaft dan ranteuntuk mematikan twist yang gear end setiap 4 tahun.terjadi pada benang sehingga 10. Penggantian rubber cotstidak terjadi snarling. setiap 4 tahun.Proses steaming dilakukan de 11.Pelumasan dangan cara memasukkan benang penggerindaan top rollyang memiliki twist tinggi setiap 1 tahun.kedalam tabung, kemudiankedalam tabung dialirkan uapdengan suhu 950C selamakurang lebih 20 menit.
  • 314. 2835.20.2.13 Bentuk Gulungan Benang pada Bobin Gambar 5.219 Bentuk Gulungan Benang pada BobinDidalam praktik sering terjadi sulit sewaktu dikelos dibentuk gulungan yang tidak mesin kelos (winder).normal, hal ini mungkin terjadi b. Bentuk gulungan benangkesalahan dala melakukan yang tidak normal karenapenggulungan benang. dalam proses benang seringKesalahan tersebut dapat putus dandisebabkan oleh pengaruh penyambungannya seringmesin atau kesalahan operator terlambat.dalam melayani mesin. c. Bentuk gulungan benangKesalahan yang disebabkan tidak normal, karena bagianpengaruh mesin mungkin bawahnya besar.karena penyetelan yang kurang d. Bentuk gulungan benangbetul, sedangkan kesalahan tidak normal, karena bagianyang disebabkan oleh operator atasnya besar.karena terlambat menyambung. e. Bentuk gulungan benangPada gambar 5.219 terlihat tidak normal, karena terlalumacam bentuk gulungan kurus.benang pada bobin. f. Bentuk gulungan benanga. Bentuk gulungan yang tidak normal, karena terlalu normal. Isi gulungan gemuk. tergantung panjang bobin g. Bentuk gulungan benang dan diameter ring. Gulungan tidak normal, karena bagian tidak mudah rusak dan tidak atas membesar.
  • 315. 284h. Bentuk gulungan benang pengujian ini dilakukan pada tidak normal, karena bagian panjang benang 10 inch. bawah membesar.i. Bentuk gulungan benang 5.20.4 Perhitungan Antihan normal, tetapi tidak penuh. (Twist)j. Bentuk gulungan benang tidak normal, karena bagian Antihan diberikan terhadap bawahnya kosong. benang yang baru keluar dari rolk. Bentuk gulungan benang penarik agar benang gintir tidak normal, karena bagian menjadi cukup kuat. tengah ada benang yang Besar kecilnya antihan sangat tidak tergulung. mempengaruhi kekuatan benang gintir. Makin besar5.20.3 Pengendalian Mutu antihan, makin kuat benang gintir yang dihasilkan.Hasil mesin gintir (ring twister) Agar benang gintir yangadalah benang gintir, maka test dihasilkan memenuhi syarat-yang dilakukan adalah syarat yang diinginkan, makapengujian Twist per Inch (TPI). antihan diberikan secukupnyaPengujian ini dimaksudkan hingga benang mempunyaiuntuk menguji jumlah pintiran kekuatan yang optimum.benang setiap inchnya. Alat Jumlah antihan yang diberikanyang dipakai adalah “Twist pada benang gintir biasanyatester”. Pada prinsipnya alat ini dinyatakan per satuan panjang.dipakai untuk melepaskan Satuan panjang dapat diambilpuntiran benang dan atau dalam inch atau meter.memberikan puntiran kembali Bila diambil satuan panjangdengan arah berlawanan. inch, maka antihannya adalahDengan menghitung jumlah Twist per Inch (TPI).putaran tersebut dapat pula Bila satuannya diambil dalamditentukan berapa jumlah meter, maka antihannya adalahpuntiran untuk panjang 1 inch antihan per meter (APM).atau twist per inch. Biasanya
  • 316. 285 Gambar 5.220 Susunan Roda Gigi Mesin Ring TwisterAntihan per Inch (API) atau Twist per Inch (TPI) Kecepatan putaran spindel ( N sp ) / menitTPI = Panj. benang yg dikeluarkan dari rol penarik ( L) inch / menit N sp per menitTPI = L inch per menit
  • 317. 286Lihat gambar 5.220 Susunan antihan tersebut mempengaruhiroda gigi mesin ring twister. jumlah produksi yang 180 200 dihasilkan.Nsp = 1430 x x 230 25 Produksi per spindel per menit = 8953 putaran per menit adalah : 180 27 40L = 1430 x x x x KPS per menit 230 54 40 = inch Twist per Inch (TPI ) 40 25 40 50 x x x x 3,14 8953 60 50 60 25,4 = = 768,6 inch 11,6 = 768,6 inch N spJadi TPI = Keterangan : L KPS = Kecepatan Permukaan 8953 Spindel = 11,6 768,6 Bila satu mesin ring twister mempunyai jumlah mata pintal =5.20.5 Perhitungan Produksi 400 tiap frame, nomor benangSeperti halnya pada mesin ring yang akan digintir adalah Ne1spinning, produksi mesin ring 40/2 (Ne1 20), dan efisiensitwister, juga dinyatakan dalam mesin = 95%, maka produksiberat per satuan waktu tertentu. mesin ring twister per menit adalah : = efisiensi mesin x jml spindel x Produksi Teoritis N spProduksi teoritis didapat dari TPIperhitungan berdasarkan 80 8953susunan roda gigi mesin ring = x 400 xtwister (lihat gambar 5.220). 100 11 , 6Dalam perhitungan ini harus = 246979,31 inchdiperhatikan nomor benangtunggal yang akan digintir, dan Produksi mesin per jam adalah :jumlah rangkapannya. 80 N sp 1Hal ini perlu karena ada = x 400 x 60 x x x 100 TPI 36hubungannya dengan nomor 1 1 453,6benang yang dihasilkan, dan x x kgjumlah antihan yang akan 840 Ne1 1000diberikan pada benang gintir, 80 8953 1karena nomor benang gintir = x 400 x 60 x x x 100 11,6 36yang dihasilkan dan jumlah
  • 318. 287 1 1 453,6 Efisiensi x x kg 840 20 1000= 11,14 kg Seperti halnya pada mesin- mesin sebelum ring twister, maka untuk menghitung Produksi Nyata efisiensi produksi mesin ring twister dilakukan denganUntuk menghitung produksi membandingkan antaranyata dari mesin ring twister produksi teoritis dengandapat dilakukan dengan produksi nyata.menghitung atau menimbang Untuk menentukan efisiensijumlah benang gintir yang produksi mesin ring twister,dihasilkan. diambil data perhitunganPenghitungan atau produksi teoritis danpenimbangan dapat dilakukan perhitungan produksi nyata.pada setiap kali doffing atau Produksi teoritis/mesin/jamdalam satu periode waktu = 11,114 kgtertentu. Produksi nyata/mesin/jamSebagai misal, diambil data = 9,5 kgrealisasi produksi mesin ring Jadi efisiensi produksi mesintwister untuk satu kali doffing = ring twister adalah :38 kg.Waktu doffing yang diperlukanuntuk memproduksi benang Prod. nyata/ mesin/ jam = x100%gintir Ne1 40/2 (Ne1 20) = 4 jam, Prod.teoritis/ mesin/ jammaka : 9,5 = x 100%Realisasi produksi / jam / mesin 11,14 38 = 85,47 %= 9,5 kg 4
  • 319. PENUTUPBuku ini diharapkan dapat membantu guru dan siswa dalammengadakan observasi pada mesin-mesin Pembuatan Benang danmesin-mesin Pembuatan Kain Tenun di dunia usaha dan duniaindustri.Selain itu masih diperlukan juga pengembangan bahan ajaranuntuk ilmu pengetahuan dan teknologi Pembuatan Benang danPembuatan Kain yang sudah ada di industri namun landasanteorinya belum tercakup pada buku ini.Masih diperlukan pengkajian tentang isi buku ini yang meliputikedalamanan dan keluasannya serta materi cara penyajiannya agarlebih dapat dipahami oleh siswa maupun guru. A1
  • 320. DAFTAR PUSTAKA1. Baba Sangyo Kikai Co LTD. Baba High Performance Sizing Machine. Osaka,Japan2. Baba Sangyo Kikai Co LTD. Universal Sectional Warp Sizing Machine. Osaka,Japan3. Baba Sangyo Kikai Co LTD. Baba High Speed Warping Machine. Osaka,Japan4. Elang, S.Teks dkk. 1982. Pedoman Praktikum Persiapan Pertenunan. Bandung. Institut Teknologi Tekstil.5. Hamamatsu.1967.Haw To Handle Sakamoto’s SO Type Cop- Change Automatic Loom. Japan.6. John Wiley & Sons,Inc.1976. Modern Textiles.Toronto.7. Liek Soeparlie,S.Teks dkk.1973.Teknologi Pertenunan. Bandung. Institut Teknologi Tekstil.8. Liek Soeparlie,S.Teks dkk.1974.Teknologi Persiapan Pertenunan. Bandung. Institut Teknologi Tekstil.9. Nagoya International Training Center. 1976. Weaving Machine. Japan. International Cooperation Agency.10. Oldrich Talavasek / and Vladimir Svaty.1981.Shuttleless Weaving Machines. New York. Elsever Scientific Publishing Company.11. Pawitro,S.Teks.dkk.1973. Teknologi Pemintalan Bagian Pertama. Bandung. Institut Teknologi Tekstil.12. Pawitro,S.Teks.dkk.1975. Teknologi Pemintalan Bagian Kedua. Bandung. Institut Teknologi Tekstil.13. R.E Dachlan,S.Teks dkk.1998.Teknologi Pertenunan Tanpa Teropong. Bandung. Sekolah Tinggi Teknologi Tekstil. B1
  • 321. 14. Soji Muramatsu. Jacquard Weaving .Kyoto Japan. Murata Textile Machine. CO.LTD.15. Toyoda Automatic Loom Works LTD. 1990. Intruction Manual For Ring Spinning Frame Model RY 5 4th Edition. Tokyo Japan.16. Toyoda Automatic Loom Works LTD. 1990. Intruction Manual For Roving FL 16. 9th Edition. Tokyo Japan.17. To Do Seikusho. Information and Direction For Using Reaching Machine.Osaka Japan.18. Wibowo Moerdoko,S.Teks.dkk.1973.Evaluasi Tekstil Bagian Fisika. Bandung. Institut Teknologi Tekstil. B2
  • 322. DAFTAR GAMBARGanbar 2.1 Klasifikasi Serat Berdasarkan Asal Bahan. 5Gambar 2.2 Hand Stapling............................................. 7Gambar 2.3 Baer Sorter ................................................ 7Gambar 2.4 Pinset Pencabut Serat ................................ 7Gambar 2.5 Garpu Penekan Serat ................................ 7Gambar 2.6 Fraksi Serat Kapas diatas Beludru ............ 7Gambar 2.7 Skema Single Fibre Strength Tester.......... 8Gambar 2.8 Skema Pressley Cotton Fibre Strength Tester ........................................................ 9Gambar 2.9 Vice (tempat mengencangkan klem) ......... 9Gambar 2.10 Klem Serat dan Kunci Pas......................... 9Gambar 2.11 Skema Micronaire...................................... 10Gambar 3.1. Pemintalan secara Mekanik...................... 12Gambar 3.2. Pemintalan secara Kimia ........................... 12Gambar 3.3. Benang Stapel ........................................... 13Gambar 3.4. Benang Monofilamen................................. 14Gambar 3.5. Benang Multifilamen .................................. 14Gambar 3.6. Filamen Low .............................................. 14Gambar 3.7. Benang Logam .......................................... 15Gambar 3.8. Benang Tunggal ........................................ 15Gambar 3.9. Benang Rangkap ....................................... 15Gambar 3.10 Benang Gintir............................................. 15Gambar 3.11 Benang Tali ............................................... 15Gambar 3.12 Benang Hias .............................................. .. 16Gambar 3.13 Benang Jahit.............................................. .. 17Gambar 4.1. Landasan Bal Kapas ................................. 27Gambar 4.2. Bal Kapas dengan jumlah Pelat Besi 6...... 27Gambar 4.3 Besi Pelepas Pelat Pembalut Kapas ......... 27Gambar 4.4 Gunting Pemotong Pelat Pembalut Bal Kapas ........................................................ 27Gambar 5.1 Sistem Pintal dengan Flyer........................ 33Gambar 5.2 Sistem Pintal dengan Cap ......................... 34Gambar 5.3 Sistem Pintal Ring ..................................... 35Gambar 5.4 Sistem Pintal Open End............................. 36Gambar 5.5 Urutan Proses Ordinary Draft System....... 37Gambar 5.6 Urutan Proses High Draft System ............ 38Gambar 5.7 Urutan Proses Super High Draft System 38Gambar 5.8 Urutan Proses Hock System ..................... 39Gambar 5.9 Urutan Proses Gombed Yarn.................... 40 C1
  • 323. Gambar 5.10 Urutan Proses Pembuatan Benang Tunggal dan Benang Gintir....................... 41Gambar 5.11 Urutan Proses Pemintalan Benang Wol Garu .................................................. 42Gambar 5.12 Pengelompokan Serat Wol Berdasarkan 3 Kelas....................................................... 45Gambar 5.13 Pengelompokan Serat Wol Berdasarkan 4 Kelas....................................................... 45Gambar 5.14 Skema Proses Pemintalan Rami .............. 52Gambar 5.15 Skema Reeling Sutera............................... 55Gambar 5.16 Filamen Keriting......................................... 59Gambar 5.17 Filamen Helix ............................................. 59Gambar 5.18 Unit Mesin Blowing .................................... 62Gambar 5.19 Skema Mesin Loftex Charger .................... 63Gambar 5.20 Skema Mesin Hopper Feeder.................... 64Gambar 5.21 Skema Mesin Hopperv Feeder Cleaner .... 64Gambar 5.22 Alur Gerakan antara Permukaan Berpaku. 65Gambar 5.23 Skema Mesin Pre Opener Cleaner............ 67Gambar 5.24 Skema rol pemukul dan batang saringan .. 68Gambar 5.25 Skema rol pemukul mesin Pre Opener Cleaner ...................................................... 68Gambar 5.26 Skema Mesin Condensor at Cleaner......... 69Gambar 5.27 Skema pemisah kotoran mesin Condensor at Cleanser ................................................ 69Gambar 5.28 Skema Mesin Opener Cleaner .................. 70Gambar 5.29 Skema Rol Pemukul dan Batang saringan 71Gambar 5.30 Skema mesin Condensor at Picker ........... 71Gambar 5.31 Skema Pemisah kotoran Mesin Condensor at Cleaner ............................... 71Gambar 5.32 Skema Mesin Micro Even Feeder.............. 72Gambar 5.33 Skema Mesin Scutcher.............................. 73Gambar 5.34 Pengatur Penyuapan ................................. 74Gambar 5.35 Pengatur Penyuapan (Feed Regulator)..... 75Gambar 5.36 Pergerakan Pedal dan Perpindahan Belt .. 76Gambar 5.37 Bagian penyuapan mesin Scutcher ........... 80Gambar 5.38 Terpisahnya kotoran dari serat .................. 80Gambar 5.39 Tekanan Rol Penggilas pada Kapas ......... 83Gambar 5.40 Tekanan Batang Penggulung Lap ............. 84Gambar 5.41 Tekanan Batang Penggulung pada Rol Penggulung Lop ........................................ 86Gambar 5.42 Susunan Roda Gigi Mesin Scutcher dengan satu sumber gerakan .................... 89Gambar 5.43 Mesin Carding ........................................... 99Gambar 5.44 Gulungan Lap ............................................ 101 C2
  • 324. Gambar 5.45 Lap Roll ..................................................... 101Gambar 5.46 Lap Stand .................................................. . 101Gambar 5.47 Lap Cadangan ........................................... 102Gambar 5.48 Pelat Penyuap ........................................... 102Gambar 5.49 Bentuk dari Gigi-gigi pada Taker-in ........... 103Gambar 5.50 Rol Pengambil dan Silinder ....................... 104Gambar 5.51 Rol Pengambil, Pisau Pembersih dan Saringan .................................................... 106Gambar 5.52 Sistem Pembebanan dengan Bandul pada Rol Penyuap ..................................... 106Gambar 5.53 Bagian dari Rol Pengambil ........................ 108Gambar 5.54 Gaya-gaya yang bekerja pada kotoran dan kapas .................................................. 109Gambar 5.55 Penampang Melintang dan memanjang dari Flat Carding ........................................ 111Gambar 5.56 Saringan Silinder (Cylinder Screen) .......... 112Gambar 5.57 Stripping Action ......................................... 113Gambar 5.58 Carding Action ........................................... 113Gambar 5.59 Doffer Comb .............................................. 119Gambar 5.60 Rol Penggilas (Calender Roll) ................... 120Gambar 5.61. Letak Sliver didalam Can........................... 121Gambar 5.62. Penampungan Sliver dalam Can ............... 122Gambar 5.63. Warp Block ................................................ 123Gambar 5.64. Neraca Analitik .......................................... 123Gambar 5.65. Daerah Setting Mesin Carding................... 125Gambar 5.66. Leaf Gauge ................................................ 126Gambar 5.67. Leaf Gauge khusus Top Flat ..................... 126Gambar 5.68. Susunan Roda Gigi Mesin Carding ........... 128Gambar 5.69. Skema Mesin Drawing............................... 137Gambar 5.70. Can ............................................................ 138Gambar 5.71 Pengantar Sliver ........................................ 138Gambar 5.72 Traverse Guide .......................................... 138Gambar 5.73 Pasangan Rol-rol Penarik.......................... 139Gambar 5.74 Rol Atas ..................................................... 140Gambar 5.75 Alur pada penampang Rol Atas dan Rol Bawah dari Logam .............................. 141Gambar 5.76 Pembebanan Sendiri ................................ 141Gambar 5.77 Pembebanan Mati/Bandul ......................... 142Gambar 5.78 Pembebanan Pelana ................................. 142Gambar 5.79 Pembebanan dengan Tuas ....................... 142Gambar 5.80 Pembebanan dengan Per.......................... 142Gambar 5.81 Peralatan Pembersih Rol Bawah............... 143Gambar 5.82 Peralatan Pembersih Rol Atas................... 143 C3
  • 325. Gambar 5.83 Pasangan-pasangan Rol pada Proses Peregangan ............................................... 144Gambar 5.84 Dua Pasang Rol pada proses Peregangan 145Gambar 5.85 Empat Daerah Peregangan ....................... 146Gambar 5.86 Tiga Daerah Peregangan .......................... 146Gambar 5.87 Pengaruh jarak antar Rol dengan ketidakrataan dari sliver yang dihasilkan ... 147Gambar 5.88 Roller Gauge ............................................. 148Gambar 5.89 Kedudukan Serat antara dua pasangan rol penarik .................................................. 149Gambar 5.90 Sliver yang melalui rol dengan ukuran yang berbeda............................................. 150Gambar 5.91 Pelat penampung Sliver ............................ 151Gambar 5.92 Penampang Terompet ............................... 151Gambar 5.93 Coiler ......................................................... 152Gambar 5.94 Letak Sliver dalam Can ............................. 153Gambar 5.95 Susunan pada gigi mesin Drawing ............ 155Gambar 5.96 Urutan Proses Persiapan Combing........... 162Gambar 5.97 Arah Penyuapan pada Mesin Combing ..... 163Gambar 5.98 Tekukan serat yang diserapkan ke Mesin Combing .................................................... 164Gambar 5.99 Mesin Pre Drawing .................................... 165Gambar 5.100 Alur Proses Mesin Pre Drawing................. 166Gambar 5.101 Skema Mesin Lap Former ........................ 168Gambar 5.102 Alur Proses Mesin Lap Former .................. 168Gambar 5.103 Susunan Roda Gigi Mesin Lap Former ..... 171Gambar 5.104 Skema Mesin Combing ............................. 174Gambar 5.105 Skema Bagian Penyuapan mesin Combing .................................................... 176Gambar 5.106 Gulungan Lap ............................................ 176Gambar 5.107 Rol Pemutar Lap........................................ 176Gambar 5.108 Pelat Penyuap ........................................... 176Gambar 5.109 Rol Penyuap .............................................. 176Gambar 5.110 Landasan Penjepit..................................... 177Gambar 5.111 Pisau Penjepit............................................ 177Gambar 5.112 Awal Penyuapan Lap................................. 177Gambar 5.113 Penjepitan Lap........................................... 178Gambar 5.114 Posisi Sisir Utama pada saat penjepitan lap.............................................................. 178Gambar 5.115 Skema Bagian Penyisisran Mesin Combing .................................................... 178Gambar 5.116 Sisir Utama ................................................ 179Gambar 5.117 Rol Pencabut ............................................. 179Gambar 5.118 Sisir Atas ................................................... 179 C4
  • 326. Gambar 5.119 Penyuapan Lap ......................................... 180Gambar 5.120 Penyisiran sedang berlangsung ................ 180Gambar 5.121 Penyisiran telah selesai ............................. 180Gambar 5.122 Pencabutan Serat ...................................... 181Gambar 5.123 Skema Bagian Penampungan Limbah ...... 182Gambar 5.124 Silinder Pengering ..................................... 182Gambar 5.125 Kipas.......................................................... 182Gambar 5.126 Rol Penekan .............................................. 182Gambar 5.127 Skema Bagian Penampungan Web........... 184Gambar 5.128 Pelat Penampung Web.............................. 184Gambar 5.129 Terompet .................................................. 184Gambar 5.130 Rol Penggilas ............................................ 184Gambar 5.131 Pelat Pembelok ......................................... 185Gambar 5.132 Pelat Penyalur Sliver ................................. 185Gambar 5.133 Skema Bagian Perangkapan Peregangan dan penampungan Sliver........................... 186Gambar 5.134 Rol Peregang............................................. 187Gambar 5.135 Terompet ................................................... 187Gambar 5.136 Rol Penggilas ............................................ 187Gambar 5.137 Coiler ......................................................... 188Gambar 5.138 Can ............................................................ 188Gambar 5.139 Susunan Roda gigi mesin Combing .......... 194Gambar 5.140 Proses Peregangan ................................... 197Gambar 5.141 Proses Pengantihan .................................. 198Gambar 5.142 Proses Penggulungan ............................... 198Gambar 5.143 Skema Mesin Flyer .................................... 199Gambar 5.144 Skema Bagian Penyuapan Mesin Flyer..... 201Gambar 5.145 Can ............................................................ 201Gambar 5.146 Rol Pengantar............................................ 201Gambar 5.147 Terompet Pengantar Sliver........................ 202Gambar 5.148 Penyekat.................................................... 202Gambar 5.149 Skema Bagian Peregangan mesin Flyer ... 202Gambar 5.150 Rol Peregang............................................. 203Gambar 5.151 Penampung ............................................... 203Gambar 5.152 Pembersih ................................................. 203Gambar 5.153 Cradle ........................................................ 203Gambar 5.154 Penyetelan Jarak antara titik jepit rol peregang .............................................. 204Gambar 5.155 Pembebanan pada Rol Atas...................... 205Gambar 5.156 Penyetelan dan Penunjuk beban............... 205Gambar 5.157 Skema Bagian penampungan mesin flyer… 205Gambar 5.158 Flyer........................................................... 207Gambar 5.159 Bobin ......................................................... 207Gambar 5.160 Susunan Roda Gigi mesin Flyer ................ 209 C5
  • 327. Gambar 5.161 Batang Penggeser ..................................... 210Gambar 5.162 Peralatan Trick Box ................................... 211Gambar 5.163 Gaya Putar pada Trick Box........................ 212Gambar 5.164 Roda Gigi Bauble ...................................... 213Gambar 5.165 Macam Bentuk gulungan Roving pada Bobin ......................................................... 213Gambar 5.166 Susunan Roda Gigi Mesin Flyer ................ 216Gambar 5.167 Susunan Roda Gigi 3 pasang rol peregang ................................................... 217Gambar 5.168 Susunan Roda Gigi dari 4 pasang rol peregang ................................................... 220Gambar 5.169 Skema Mesin Ring Spinning ..................... 231Gambar 5.170 Skema Bagian Penyuapan Mesin Ring Spinning..................................................... 234Gambar 5.171 Rak ............................................................ 235Gambar 5.172 Penggantung Bobin (Bobin Holder) ........... 235Gambar 5.173 Pengantar .................................................. 235Gambar 5.174 Terompet Pengantar.................................. 235Gambar 5.175 Skema Bagian Peregangan Mesin Ring Spinning..................................................... 237Gambar 5.176 Rol Peregang............................................. 237Gambar 5.177 Cradle ........................................................ 238Gambar 5.178 Penghisap (Pneumafil) .............................. 238Gambar 5.179 Penyetelan Jarak Antar Rol Peregang ...... 239Gambar 5.180 Pembebanan pada Rol Atas...................... 240Gambar 5.181 Kunci Penyetel Pembebanan pada Rol Atas ........................................................... 241Gambar 5.182 Skema Bagian Penggulungan Mesin Ring Spinning..................................................... 242Gambar 5.183 Ekor Babi (Lappet)..................................... 242Gambar 5.184 Traveller..................................................... 242Gambar 5.185 Ring .......................................................... 243Gambar 5.186 Spindel....................................................... 243Gambar 5.187 Pengontrol Baloning (Antinode Ring) ........ 243Gambar 5.188 Penyekat (Separator) ................................ 243Gambar 5.189 Tin Roll ...................................................... 244Gambar 5.190 Hubungan Antara TPI dan Kekuata42 Benang ...................................................... 246Gambar 5.191 Arah Antihan .............................................. 246Gambar 5.192 Bentuk Gulungan Benang dan Roving pada Bobin ................................................ 247Gambar 5.193 Peralatan Builder Motion ........................... 247Gambar 5.194 Ring Rail .................................................... 249 C6
  • 328. Gambar 5.195 Cam Screw dan Gulungan Benang pada Pangkal Bobin .................................. 250Gambar 5.196 Bentuk Gulungan Benang Pada Bobin ...... 252Gambar 5.197 Susunan Roda Gigi mesin Ring Spinning.. 255Gambar 5.198 Skema dan cara penulisan Benang Gintir . 268Gambar 5.199 Skema Penggintiran Turun (Down Twist) .. 269Gambar 5.200 Skema Penggintiran Naik (Up Twister)...... 271Gambar 5.201 Skema Bagian Penyuapan ........................ 272Gambar 5.202 Rak Kelos .................................................. 273Gambar 5.203 Pengantar Benang..................................... 273Gambar 5.204 Rol Penarik ................................................ 273Gambar 5.205 Skema Bagian Penggulungan ................... 274Gambar 5.206 Ekor Babi (Lappet)..................................... 274Gambar 5.207 Pengontrol Baloning (Antinode Ring) ....... 274Gambar 5.208 Penyekat (Separator) ................................ 275Gambar 5.209 Spindel....................................................... 275Gambar 5.210 Ring ........................................................... 275Gambar 5.211 Traveller..................................................... 275Gambar 5.212 Tin Roll ...................................................... 275Gambar 5.213 Hubungan antara TPI dan kekuatan Benang ...................................................... 277Gambar 5.214 Arah Antihan .............................................. 278Gambar 5.215 Bentuk Gulungan Benang dan Roving pada Bobin ................................................ 279Gambar 5.216 Peralatan Builder Motion ........................... 279Gambar 5.217 Ring Rail .................................................... 281Gambar 5.218 Cam Screw dan Gulungan Benang pada Pangkal Bobin ........................................... 282Gambar 5.219 Bentuk Gulungan Benang pada Bobin ...... 285Gambar 5.220 Susunan Roda Gigi Mesin Ring Twister .... 287Gambar 6.1 Benang Lusi............................................... 291Gambar 6.2 Benang Pakan ........................................... 291Gambar 6.3 Lusi di atas Pakan ..................................... 291Gambar 6.4 Lusi di bawah Pakan ................................. 292Gambar 6.5 Efek Lusi dan Efek Pakan ......................... 292Gambar 6.6 Contoh Rencana Tenun untuk Rol Kerek dan Dobi .................................................... 293Gambar 6.7 Desain Strip Horisontal .............................. 294Gambar 6.8 Desain Strip Vertikal .................................. 294Gambar 6.9 Desain Strip Miring .................................... 294Gambar 6.10 Desain Kotak Teratur ................................ 295Gambar 6.11 Desain Kotak Tidak Teratur ...................... 295Gambar 6.12 Plaid Desain .............................................. 295Gambar 6.13 Desain Zigzag dan Desain Bayangan ....... 295 C7
  • 329. Gambar 6.14 Anyaman Polos ......................................... 296Gambar 6.15 Anyaman Keper ......................................... 297Gambar 6.16 Anyaman Satin 5 gun ................................ 297Gambar 6.17 Anyaman Rib Lusi ..................................... 297Gambar 6.18 Anyaman Rib Pakan .................................. 297Gambar 6.19 Anyaman Panama ..................................... 298Gambar 6.20 Anyaman Huck back.................................. 298Gambar 6.21 Anyaman Berlobang (Perforated Fabries) . 298Gambar 6.22 Anyaman Keper Rangkap ......................... 299Gambar 6.23 Anyaman Keper diperkuat ......................... 299Gambar 6.24 Anyaman Keper diperkuat ......................... 299Gambar 6.25 Rencana Tenun Anyaman keper Tulang .. 300 51Gambar 6.26 Keper / 2 (63°) … .................................. 300 22 53Gambar 6.27 / 3 (70°) …............................................. 301 22 612Gambar 6.28 / 4 (75°) …........................................... 301 322Gambar 6.29 Anyaman Gabardine Keper ....................... 3 / 2 (63°) ................................................. 301 2Gambar 6.30 Basis Satin Pakan Teratur 8V3.................. 302Gambar 6.31 Basis Satin Pakan Tidak Teratur 8 Gun ... 302Gambar 6.32 Anyaman Crepe dengan Metoda Pembalikan Anyaman................................ 302Gambar 6.33 Anyaman Zand Crepe................................ 302Gambar 6.34 Anyaman Armures ..................................... 303Gambar 6.35 Satin 5 V 8 Venetian .................................. 303Gambar 6.36 Satin 8 V 3 Bucksin ................................... 303Gambar 6.37 Anyaman Satin 5 V 3 Penambahan Efek Lusi ............................................................ 303Gambar 6.38 Satin 7 V 3 ................................................ 304Gambar 6.39 Satin 8 V 3 ................................................ 304Gambar 6.40 Turunan Satin Ganjil > 7 Gun .................... 304Gambar 6.41 Anyaman Atas ........................................... 305Gambar 6.42 Anyaman Bawah ....................................... 305Gambar 6.43 Ikatan Lusi ................................................. 305Gambar 6.44 Anyaman Rangkap .................................... 306Gambar 6.45 Silangan Anyaman Leno ........................... 307Gambar 7.1 Skema Proses Persiapan Pertenunan (Shuttless Loom) ....................................... 310 C8
  • 330. Gambar 7.2 Skema Proses Pertenunan (Shuttleless Loom) ........................................................ 311Gambar 7.3 Bobin Kerucut ............................................ 312Gambar 7.4 Bobin Cakra ............................................... 312Gambar 7.5 Bobin Silinder ............................................ 313Gambar 7.6 Penggulung Pasif ...................................... 313Gambar 7.7 Penggulung Aktif ....................................... 314Gambar 7.8 Pengantar Bersayap .................................. 315Gambar 7.9 Pengantar Silinder Beralur Exentrik........... 316Gambar 7.10 Pengantar Silinder Beralur Spiral .............. 316Gambar 7.11 Pengatur Tegangan dengan Per ............... 317Gambar 7.12 Pengatur Tegangan dengan Cincin ........... 317Gambar 7.13 Glub Catcher Type Blade .......................... 319Gambar 7.14 Catcher Type Comb (Sisir) ........................ 319Gambar 7.15 Leaf Gauge ................................................ 320Gambar 7.16 Haspel ....................................................... 322Gambar 7.17 Spindel (Pasak) ......................................... 322Gambar 7.18 Spindel Bobin (Pemegang Bobin).............. 323Gambar 7.19 Otomatis Penjaga Benang Putus ............. 324Gambar 7.20 Pengatur Gulungan Penuh dengan Cincin Penggantung ............................................. 325Gambar 7.21 Pengatur Gulungan Penuh dengan Alat Ukur ........................................................... 325Gambar 7.22 Peralatan Penjaga Benang Kusut ............. 326Gambar 7.23 Peralatan Pembakar Bulu Benang ............ 327Gambar 7.24 Pengatur Bentuk Gulungan Benang .......... 327Gambar 7.25 Diagram Poros Friksi ................................. 328Gambar 7.26 Bentuk Gulungan Benang Pakan .............. 330Gambar 7.27 Bobin Palet Biasa ...................................... 331Gambar 7.28 Bobin Palet Peraba Elektrik ....................... 331Gambar 7.29 Bobin Palet Peraba Mekanik ..................... 331Gambar 7.30 Bobin Palet Shuttle Change Peraba Mekanik ..................................................... 332Gambar 7.31 Bobin Palet Peraba Foto Elektrik............... 332Gambar 7.32 Full Automatic Weft Pirn Winder Type 110’S Murata ............................................. 334Gambar 7.33 Mekanisme Penggerak Mesin Pallet Otomatis Murata Type 100’S .................... 335Gambar 7.34 Starting and Stopping ................................ 336Gambar 7.35 Diagram Mekanisme Gerakan ................... 337Gambar 7.36 Otomatis Gulungan Penuh ........................ 339Gambar 7.37 Gerakan Pergantian Palet ......................... 340Gambar 7.38 Pengatur Tebal Gulungan ......................... 341Gambar 7.39 Gulungan Benang Cadangan Bunch ......... 342 C9
  • 331. Gambar 7.40 A, B, C, D, E Peralatan Gerakan Gulungan Benang Cadangan (Bunch)....... 344Gambar 7.41A. Pengatur Tegangan Tension Washer........ 345Gambar 7.41B. Pengatur Tegangan ................................... 346Gambar 7.41C. Pengatur Tegangan Pegas (Per Spiral)..... 346Gambar 7.41D. Pengatur Tegangan (Per Spiral) ............... 347Gambar 7.41E. Arah Jalan Benang pada Pengukur Tegangan .................................................. 347Gambar 7.42 Cylinder Sectional Warping Machine......... 352Gambar 7.43 Skema Mesin Hani Seksi Kerucut ............. 353Gambar 7.44 Creel tanpa Spindel Cadangan ................. 354Gambar 7.45 Creel dengan Spindel CadanganGambar 7.46 Creel dengan Kereta Dorong..................... 355Gambar 7.47 Creel Bentuk V .......................................... 356Gambar 7.48 Cara Penempatan Spindel dan Pengantar Benang (Pengatur Tegangan) ................... 357Gambar 7.49 Pengatur Tegangan Type Universal .......... 358Gambar 7.50 Pengatur Tegangan Type Kapas............... 358Gambar 7.51 Sisir Silang dengan 2 silangan .................. 359Gambar 7.52 Sisir Silang Ganda ..................................... 360Gambar 7.53 Peralatan Sisir Silang ................................ 360Gambar 7.54 Jalan Benang pada Sisir Silang................. 361Gambar 7.55 Penarikan Datar ........................................ 362Gambar 7.56 Penarikan Tegak ....................................... 362Gambar 7.57 Sisir Hani ................................................... 363Gambar 7.58 Mesin Hani Seksi Kerucut Type K-50 III .... 365Gambar 7.69 Elevation Wing Angle ................................ 368Gambar 7.60 Stang Penyetel Pergeseran Sisir Hani ...... 369Gambar 7.61 Drum Revolution Counter .......................... 370Gambar 7.62 Traveling Fron Reed dan Counter Length . 370Gambar 7.63 Posisi Band Lusi dan Drum ....................... 371Gambar 7.64 Pengatur Kecepatan Putaran Drum........... 371Gambar 7.65 Mesin Penggulung ..................................... 373Gambar 7.66 High Speed Warping Machine ................... 385Gambar 7.67 Skema Penggulung Benang ...................... 385Gambar 7.68 Sisir Ekspansi Model Zig-zag .................... 387Gambar 7.69 Alat Penjaga Benang Putus Sistem Elektrik ....................................................... 388Gambar 7.70 Penampang Benang Terkanji .................... 394Gambar 7.71 Pembangkit Uap dan Tempat Penguapan. 398Gambar 7.72 Mesin Kanji Hank....................................... 400Gambar 7.73 Unit Proses Penganjian ............................. 401Gambar 7.74 Penganjian dengan Mesin Hani Seksi Kerucut ...................................................... 402 C10
  • 332. Gambar 7.75 Penganjian dengan Mesin Hani Lebar....... 403Gambar 7.76 Alat Pemasak Kanji Terbuka ..................... 404Gambar 7.77 High Pressure Cooker ............................... 405Gambar 7.78 Grafik Viscositas dan Waktu...................... 406Gambar 7.79 Visko Cup .................................................. 406Gambar 7.80 Grafik Kecepatan habisnya Larutan terhadap Cps, untuk Viskocup ∅ 6 mm..... 407Gambar 7.81 Skema Proses Mesin Kanji Slasher........... 410Gambar 7.82 Penempatan Bum dan Arah Penarikan Benang ...................................................... 411Gambar 7.83 Penguluran Pasif dengan Pemberat (Bandul) ..................................................... 411Gambar 7.84 Pengereman Sistem Servomotor............... 412Gambar 7.85 Pengereman Sistem Elektromagnet .......... 412Gambar 7.86 Bagian Penganjian (Sizing Section) .......... 412Gambar 7.87a Pemeras Tunggal ...................................... 413Gambar 7.87b Pemeras Ganda dan Perendam tunggal ... 413Gambar 7.87c Pemeras Ganda dan Dua perendam......... 414Gambar 7.87d Pemeras Ganda, Perendam Tunggal, dan dua Bak Kanji ............................................ 414Gambar 7.88 Posisi peralatan Rol Pemisah Basah......... 415Gambar 7.89 Pengering dengan 5 Silinder ..................... 416Gambar 7.90 Pengering Ruang Pengering dan Silinder . 417Gambar 7.91 Pengering dengan Udara Panas ............... 418Gambar 7.92 Rol Pemisah Benang Lusi Kering .............. 419Gambar 7.93 Peralatan Penggulung Benang.................. 420Gambar 7.94 Skema Urutan Proses Pencucukan........... 422Gambar 7.95 Peralatan Pencucukan .............................. 423Gambar 7.96 Carriage ..................................................... 424Gambar 7.97 Kawat Cucuk Tunggal................................ 425Gambar 7.98 Kawat Cucuk Ganda.................................. 425Gambar 7.99 Pisau Cucuk .............................................. 425Gambar 7.100 Sisir Mesin Tenun Konvensional ............... 426Gambar 7.101 Sisir Mesin Tenun Air Jet Loom................. 427Gambar 7.102 Sisir Mesin Tenun Rapier, Water Jet, Projectile.................................................... 427Gambar 7.103 Gun (Wire Head) ....................................... 428Gambar 7.104 Droper........................................................ 428Gambar 7.105 Gulungan Benang Lusi Bum Tenun........... 429Gambar 7.106 Pemasangan Benang Lusi......................... 430Gambar 7.107 Bagian-bagian Peralatan Kerangka Mesin Cucuk ........................................................ 431Gambar 7.108 Lebar Cucuk pada Sisir Tenun .................. 432Gambar 8.1 Pembentukan Kain Tenun ......................... 439 C11
  • 333. Gambar 8.2 Bagian-bagian Utama Mesin Tenun .......... 441Gambar 8.3 Diagram Engkol Anyaman Polos ............... 442Gambar 8.4 Diagram Lintasan Pembawa Pakan ..........