ART Koperasi PLS jaya

3,407 views
3,126 views

Published on

Anggaran Dasar Koperasi Penggiat Luar Sekolah Jaya

Published in: Business
1 Comment
1 Like
Statistics
Notes
No Downloads
Views
Total views
3,407
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
0
Comments
1
Likes
1
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

ART Koperasi PLS jaya

  1. 1. ANGGARAN RUMAH TANGGA (ART) KOPERASI “PLS JAYA” BAB I NAMA DAN TEMPAT KEDUDUKAN Pasal 11) Koperasi ini bernama Koperasi Konsumen Penggiat Luar Sekolah Jaya, disingkat PLS Jaya.2) Koperasi PLS Jaya berkedudukan di Jalan Jayagiri 1, Nomor 8, RT 01/RW 15, Desa Jayagiri, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat. BAB II USAHA Pasal 1Koperasi melaksanakan kegiatan usaha konsumsi, yaitu: 1) Menyediakan produk-produk keperluan sehari-hari dalam rangka memenuhi kebutuhan anggota dan masyarakat; 2) Menyediakan sarana pelayanan berupa toko/outlet; 3) Menyediakan informasi tentang produk-produk yang disediakan oleh koperasi meliputi harga, kualitas, dan informasi lain yang diperlukan; 4) Mencari mitra kerjasama/suplayer yang dapat menyediakan produk-produk harga lebih kompetitif; 5) Penyewaan, pemeliharaan dan perbaikan gedung/kantor, alat-alat kantor, pertamanan dan jalan, percetakan, cleaning service, jasa boga dan catering, event organizer, ticketing dan travel, serta penginapan. BAB III MODAL KOPERASI Pasal 21) Modal Koperasi PLS Jaya terdiri atas Setoran Pokok dan Sertifikat Modal Koperasi.2) Dalam menjalankan usahanya Koperasi PLS Jaya menerbitkan Sertifikat Modal Koperasi.3) Sertifikat Modal Koperasi PLS Jaya diterbitkan dalam bentuk lembaran dengan nilai nominal Rp50.000,00 (lima puluh ribu rupiah).4) Sertifikat Modal Koperasi PLS Jaya diterbitkan dalam jumlah yang tidak terbatas.
  2. 2. Pasal 31) Kepemilikan Sertifikat Modal Koperasi PLS Jaya hanya berlaku untuk anggota.2) Jumlah kepemilikan Sertifikat Modal Koperasi PLS Jaya tiap anggota minimal 1 lembar.3) Menyimpang dari Anggaran Dasar untuk pertama kali kepemilikan Sertifikat Modal Koperasi PLS Jaya dikonversikan berdasarkan nilai simpanan dan SHU keanggotaan Koperasi Kekal Jaya.4) Kepemilikan Sertifikat Modal Koperasi PLS Jaya dapat dipindahtangankan kepada anggota lain.5) Pengalihan kepemilikan Sertifikat Modal Koperasi PLS Jaya harus dilaporkan kepada pengurus dalam waktu selambat-lambat 10 hari kerja sejak dipindahtangankan. Pasal 41) Dalam hal menjalankan pengembangan usaha, koperasi membuka peluang kepada anggota maupun nonanggota dalam bentuk penyertaan modal.2) Penyertaan modal dimaksud, berupa kontrak penyertaan modal dengan jangka waktu maksimum 3 tahun.3) Kesepakatan penyertaan modal dan jenis pengembangan usaha secara khusus diatur lebih lanjut dalam kontrak. BAB III KEANGGOTAAN Pasal 5Keanggotaan Koperasi PLS Jaya terdiri atas anggota biasa dan anggota luar biasa Pasal 6Persyaratan untuk menjadi anggota biasa Koperasi PLS Jaya sebagai berikut :a. WNI (Warga Negara Indonesia).b. Pegawai Negeri Sipil (PNS) aktif dan/atau Pegawai Honorer yang berada dalam lingkungan lembaga yang berkedudukan di Jalan Jayagiri 63 Lembang atau anggota Koperasi Kekal Jaya.c. Menyerahkan formulir kesediaan menjadi anggota yang telah diisi dan ditandatangani beserta kelengkapan administrasi lainnya.d. Membayar setoran pokok sebesar Rp100.000,00 (seratus ribu rupiah) sekali selama menjadi anggota dengan cara pembayaran tunai.e. Memiliki Sertifikat Modal Koperasi PLS Jaya minimal 1 lembar.
  3. 3. Pasal 7Keanggotaan koperasi tidak dapat dipindahtangankan kepada siapapun dengan cara apapun. Pasal 81) Koperasi dapat menerima anggota lain sebagai anggota luar biasa.2) Persyaratan untuk dapat diterima menjadi anggota luar biasa sebagai berikut. a. Pensiunan/Pegawai purnabakti dari lembaga yang beralamat di Jalan Jayagiri 63 Lembang dan berasal dari anggota. b. Menyerahkan permohonan tertulis dan disetujui oleh Pengurus Koperasi dengan melanjutkan kewajiban lain sebagaimana anggota biasa. c. Menyetujui isi Anggaran Dasar, Anggaran Rumah Tangga dan ketentuan khusus lainnya yang berlaku di koperasi. d. Memberikan kontribusi dan dianggap berjasa pada koperasi yang ditetapkan oleh Pengurus.3) Keanggotaan koperasi berakhir apabila: a. Anggota berhalangan tetap atau meninggal dunia. b. Dalam jangka waktu 3 (tiga) tahun berturut-turut tidak melakukan transaksi membeli dan/atau menjual sertifikat modal koperasi. c. Mutasi ke lembaga lain yang tidak beralamat di Jalan Jayagiri 63 Lembang, kecuali yang bersangkutan menyatakan kesediaan tetap menjadi anggota. d. Pensiun/purnabakti dan yang bersangkutan tidak menjadi anggota luar biasa. e. Berhenti atas permintaan sendiri dengan mengajukan permohonan berhenti dari keanggotaan koperasi dan disetujui oleh Pengurus Koperasi.4) Hak-hak anggota yang telah berakhir masa keanggotaannya: a. Pengembalian nominal kepemilikan Sertifikat Modal Koperasi, dengan ketentuan jumlah tidak melebihi maksimum 20% dari surplus hasil usaha koperasi tahun buku terakhir. b. Manakala jumlah pengembalian melebihi nilai 20% surplus hasil usaha, maka sisa nominal sertifikat modal koperasi menjadi kewajiban anggota yang bersangkutan untuk menjual kepada anggota lain. Pasal 91) Setiap anggota mempunyai hak bicara dan hak suara untuk memilih dan dipilih menjadi Pengurus Koperasi dan Pengawas Koperasi, kecuali Anggota Luar Biasa hanya mempunyai hak bicara saja.
  4. 4. 2) Setiap anggota berhak atas Sisa Hasil Usaha (SHU) dengan perhitungan prosentase tertentu sesuai jumlah kepemilikan Sertifikat Modal Koperasi.3) Setiap anggota berhak untuk memperoleh pelayanan yang sama dari koperasi. BAB IV RAPAT ANGGOTA Pasal 101) Rapat Anggota terdiri atas: a. Rapat Anggota Tahunan; b. Rapat Anggota Rencana Kerja Koperasi dan Rapat Anggaran Pendapatan dan Belanjan Koperasi; c. Rapat Anggota Khusus; dan d. Rapat Anggota Luar Biasa2) Agenda Rapat Anggota Tahunan meliputi: Laporan pertanggungjawaban pengurus untuk 1 tahun masa kepengurusan, neraca dan perhitungan laba rugi tahun buku yang berakhir, penggunaan dan pembagian surplus hasil usaha, dan pertanggungjawaban pelaksanaan tugas pengawas dalam satu tahun buku.3) Rapat Anggota Rencana Kerja (RK) dan Rapat Anggaran Pendapatan dan Belajan Koperasi RAPBK) dilaksanakan 1 (satu) kali dalam masa4) dapat dilaksanakan di luar ketentuan ayat 1) di atas, sebagai Rapat Anggota Khusus dan/atau Rapat Luar Biasa apabila telah terjadi kegiatan yang bertentangan dengan kepentingan/tujuan koperasi dan menimbulkan kerugian terhadap koperasi.5) Rapat Anggota Khusus dan/atau Rapat Luar Biasa diadakan atas permintaan anggota melalui usulan diadakan Rapat Luar Biasa yang disampaikan kepada Pengurus Koperasi secara tertulis dan ditandatangani oleh minimum 20% dari jumlah anggota.6) Rapat Anggota, baik Tahunan, Khusus maupun Luar Biasa dapat dianggap sah apabila memenuhi quorum yaitu dihadiri minimal 2/3 anggota termasuk penasehat, pengurus, dan pengawas, kecuali untuk kepentingan tertentu yang telah diatur dalam Anggaran Dasar.7) Pengurus menyampaikan undangan untuk rapat Anggota paling lambat 1 (satu) minggu sebelum pelaksanaan rapat Pasal 111) Dalam RAT Koperasi tiap anggota mempunyai hak suara yang sama yaitu satu anggota satu suara.
  5. 5. 2) Keputusan dalam RAT diambil berdasarkan musyawarah untuk mendapatkan mufakat, dalam hal tidak tercapai kata mufakat maka keputusan diambil berdasarkan suara terbanyak dari jumlah anggota yang hadir.3) Semua keputusan RAT harus dibuat dalam Berita Acara Keputusan Rapat Anggota yang ditandatangani oleh pimpinan rapat dan disahkan oleh rapat anggota. BAB V PENGAWAS Pasal 121) Pemilihan Pengawas dilakukan dalam Rapat Anggota berdasarkan musyawarah mufakat.2) Susunan Pengawas Koperasi sesuai dengan kebutuhan organisasi dan usaha Koperasi.3) Susunan Pengawas Koperasi berjumlah 3 (tiga) orang yang terdiri atas: a. Ketua b. Anggota c. Anggota4) Masa jabatan Pengawas Koperasi selama 3 (tiga) tahun, dan dapat dipilih kembali.5) Pengawas mendapatkan imbalan jasa sesuai dengan tugas pengawasannya pada tiap-tiap periode yang ditetapkan, besarnya berdasarkan Rencana Kerja (RK) dan Rencana Anggaran Pendapatan dan Biaya Koperasi (RAPBK).6) Dalam pelaksanaan tugasnya Pengawas Koperasi menyampaikan laporan hasil pengawasannya atas kegiatan dan asset/keuangan koperasi secara tertulis setiap triwulan.7) Bilamana periode jabatan Pengawas telah habis, maka untuk pemilihan pengawas periode berikutnya mengacu pada ayat (2).8) Apabila Pengawas berhalangan tetap dan tidak bisa melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya sebagai Pengawas maka Pengawas lain bersama-sama Pengurus menetapkan dan memutuskan Pejabat sementara sebagai pelaksana tugas sampai ditetapkan pengawas pengganti. BAB VI PENGURUS Pasal 131) Pemilihan pengurus dilaksanakan melalui rapat anggota berdasarkan musyawarah mufakat.2) Pengurus dipilih dari anggota biasa dengan masa keanggotaan minimum 2 (dua) tahun, .3) Masa jabatan pengurus selama 3 (tiga) tahun, dan bisa dipilih kembali.4) Maksimal jabatan pengurus dapat 2 (dua) periode berturut-turut.
  6. 6. 5) Sesama Pengurus ataupun dengan Pengawas tidak mempunyai hubungan keluarga.6) Pengurus mendapatkan imbalan jasa (honor) serta imbalan lainnya yang telah ditetapkan berdasarkan Rencana Kerja (RK) dan Rencana Anggaran Pendapatan dan Biaya Koperasi (RAPBK) yang disusun setiap tahun dan mendapatkan persetujuan dan pengesahan pada Rapat Anggota.7) Apabila Pengurus berhalangan tetap dan tidak bisa melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya sebagai Pengurus maka Pengurus lain bersama-sama Pengawas menetapkan dan memutuskan Pejabat sementara sebagai pelaksana tugas sampai ditetapkan pengurus pengganti.8) Pada pelaksanaan Rapat Anggota Tahunan, Rapat Anggota Khusus atau Rapat Luar Biasa berikutnya Pengurus dan Pengawas menyampaikan dan melaporkan tentang penetapan/keputusan pengisian jabatan sementara dimaksud sampai jabatan definitif diputuskan oleh Rapat Anggota. Pasal 141) Menyimpang dari ketentuan Anggaran Dasar, Pengurus Koperasi PLS Jaya tidak dipilih dari nonanggota, kecuali Manajer dan/atau Karyawan pengelola usaha.2) Syarat-syarat Pengurus adalah antara lain: a. Sehat jasmani dan rohani. b. Tidak menjadi/ menjabat sebagai Pengurus Koperasi lain. c. Cakap dan memiliki kemampuan serta pengetahuan tentang perkoperasian. d. Jujur, amanah, dan memiliki jiwa kepemimpinan serta berkepribadian menarik. e. Mampu bekerjasama dengan sesama pengurus lainnya, dengan pengawas, pengelola dan/atau pihak lainnya. f. Terpilih dalam forum Rapat Anggota dan mendapat persetujuan/ disyahkan oleh pimpinan Rapat Anggota. g. Mempunyai komitmen yang kuat untuk kemajuan koperasi dalam rangka meningkatkan kesejahteraan dan pelayanan kepada anggotanya. h. Untuk kesinambungan kegiatan dan pengelolaan usaha koperasi, disaat pergantian kepengurusan, minimal 1 (satu) orang pengurus lama harus dipilih kembali. Pasal 15Tata cara pemilihan Pengurus Koperasi diatur berdasarkan keputusan Rapat Anggota denganmenggunakan salah satu sistem berikut.
  7. 7. 1) Menggunakan Sistem Pemilihan Langsung, proses pemilihannya dilaksanakan sebagai berikut : a. Rapat Anggota memilih beberapa orang sebagai Tim Formatur. b. Tim Formatur didampingi Pembina bersidang untuk memilih dan menetapkan Susunan Pengurus. c. Susunan Pengurus selanjutnya disahkan dalam Rapat Anggota.2) Sistem Pemilihan Tidak Langsung, proses pemilihannya dilaksanakan sebagai berikut: a. Rapat Anggota memilih dan menetapkan beberapa orang sebagai tim formatur. b. Tim formatur dipilih dan ditetapkan dari: unsur anggota, unsur Pengawas dan unsur Pengurus lama. c. Tim formatur menetapkan beberapa nama calon Ketua Pengurus Koperasi yang diserahkan ke forum Rapat Anggota untuk dilakukan pemilihan langsung. d. Forum Rapat Anggota memilih secara langsung untuk mendapatkan 1 orang Ketua Pengurus Koperasi Terpilih. e. Ketua Pengurus Koperasi Terpilih selanjutnya berperan sebagai Ketua Formatur bersama-sama Tim Formatur lainnya paling lama 7 (tujuh) hari sudah dapat memilih, menetapkan dan memutuskan susunan kepengurusan Koperasi periode berikutnya secara lengkap sesuai dengan peraturan/ ketentuan yang berlaku.3) Untuk selanjutnya pelaksanaan serah terima jabatan dari Pengurus lama kepada Pengurus baru Koperasi dilaksanakan selambat-lambatnya 7 (tujuh) hari setelah terpilihnya Pengurus baru dengan membuat Berita Acara Serah Terima, dilampiri laporan kepengurusan dan asset/keuangan.4) Pengurus Koperasi terpilih melakukan Sumpah Pengurus di hadapan Pengawas, sesuai agama dan keyakinannya, dilakukan setelah serah terima jabatan. Pasal 161) Tata kerja dan pembagian tugas pengurus diatur dalam suatu keputusan melalui Rapat Pengurus.2) Pengurus membuat dan menyusun Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ), membuat, menyusun/mengajukan Rencana Kerja (RK) dan Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Koperasi (RAPBK) pada setiap akhir tahun buku dan disampaikan pada Rapat Anggota Tahunan. BAB VII PENGELOLA USAHA Pasal 17
  8. 8. 1) Koperasi dapat mengangkat manajer/pengelola usaha dan karyawan sesuai dengan kebutuhan organisasi dan usaha koperasi.2) Manajer/Pengelola usaha dan karyawan diangkat melalui Surat Keputusan Pengurus Koperasi dan dilaporkan pada Rapat Anggota.3) Dalam pelaksanaan tugas manajer/pengelola usaha dan karyawan secara priodik baik diminta ataupun tidak diminta melaporkan tugas dan tanggung jawab penuh kepada pengurus Koperasi.4) Manajer/ Pengelola usaha dan karyawan berhak mendapatkan gaji, tunjangan atau imbalan lainnya sesuai dengan peraturan dan ketentuan yang berlaku di Koperasi.5) Untuk masa kerja, hak dan kewajiban jabatan manajer/pengelola usaha, dibuatkan kontrak kerjanya dengan mengacu peraturan/ ketentuan yang berlaku serta kebutuhan dan kemampuan Koperasi.6) Kontrak kerja untuk jabatan manajer/pengelola usaha dibuat secara tertulis di atas kertas bermeterai dan ditandatangani oleh pengurus atas nama Koperasi, dan pejabat yang bersangkutan.7) Dalam kontrak kerja diatur hal-hal yang berkenaan dengan antara lain : a. Gaji, dan/atau imbalan jasa lainnya. b. Jangka waktu berlakunya kontrak kerja. c. Hak dan kewajibannya. d. Konsekwensi pelanggaran isi kontrak. e. Dalam hal perpanjangan kontrak kerja, minimal 3 (tiga) bulan sebelum berakhirnya masa kontrak telah dibuat kesepakatan baru.8) Mekanisme pengangkatan Manajer dan/atau karyawan koperasi ditempuh melalui proses sebagai berikut. a. Pengurus mengumumkan adanya peluang calon manajer dan/atau karyawan koperasi. b. Pengurus membentuk tim seleksi dengan jumlah ganjil sebanyak-banyaknya 7 (tujuh) orang, terdiri atas Pembina, Pengurus, Pengawas, dan perwakilan anggota. c. Masa pendaftaran dan seleksi administrasi calon manajer dan/atau karyawan. d. Uji kecakapan dan kelayakan manajer dan/atau karyawan oleh Tim Seleksi. e. Pemilihan dan penetapan manajer dan/atau karyawan f. Pengumunan hasil pemilihan kepada anggota g. Penetapan manajer dan/atau karyawan. h. Penandatangan kontrak kerja antara manajer dan/atau karyawan dengan Pengurus koperasi.
  9. 9. BAB VIII KESEJAHTERAAN Pasal 181) Koperasi mengupayakan bantuan/tunjangan atau imbalan jasa kepada anggota, Pengurus, Pengawas dan Manager/ karyawan antara lain seperti: a. Jasa anggota koperasi. b. Bingkisan/paket. c. Bantuan pengobatan kesehatan dan atau santunan kepada anggota yang meninggal dunia, dan yang mengalami musibah.2) Besarnya jasa, bingkisan dan santunan pada tersebut di atas akan ditetapkan dalam rapat pengurus dan disampaikan ke dalam Rapat Anggota untuk mendapatkan pengesahan. BAB IX SANKSI Pasal 19Anggota Koperasi yang melanggar ketentuan Anggaran Dasar, Anggaran Rumah Tanggamaupun peraturan lain yang berlaku di Koperasi dikenakan sanksi sesuai dengan peraturanyang berlaku. Pasal 201) Anggota maupun anggota luar biasa yang mencemarkan nama baik dan merugikan Koperasi serta tidak mengindahkan kewajibannya sebagai anggota/melalaikan kewajibannya sesuai dengan keputusan Rapat Anggota, maka kepada anggota yang bersangkutan diberikan peringatan/teguran secara lisan maksimum 3 (tiga) kali.2) Bilamana pada kurun waktu selanjutnya peringatan/ teguran tersebut tidak diindahkan maka yang bersangkutan dapat diberikan peringatan secara tertulis oleh pengurus dan selanjutnya peringatan dimaksud akan dibahas pada forum Rapat Anggota berikutnya.3) Jika hasil pembahasan menyatakan bersalah maka kepada yang bersangkutan dapat diberhentikan keanggotaannya dari koperasi.4) Terhitung sejak diberhentikan sebagai anggota koperasi, maka sertifikat modal koperasi dan penyertaan modal lainnya dibekukan sampai dengan yang bersangkutan menyelesaikan kewajibannya terhadap koperasi. Pasal 21Pengurus, pengawas maupun pengelola usaha dan karyawan koperasi yang melakukanpelanggaran atau penyalahgunaan wewenang atas tugas dan tanggung jawab yang dibebankan
  10. 10. kepadanya dikenakan sanksi sesuai dengan peraturan yang berlaku dan untuk selanjutnyadapat dipecat dari jabatannya berdasarkan hasil keputusan Rapat Anggota. Pasal 221) Pengurus, pengawas maupun pengelola/karyawan koperasi yang dengan sengaja dan/atau karena kelalaiannya melakukan perbuatan yang menimbulkan kerugian koperasi dikenakan sanksi ganti rugi sebesar kerugian yang disebabkan oleh masing-masing pengurus, pengawas maupun pengelola/karyawan yang bersangkutan.2) Apabila tersebut pada ayat 1 di atas tidak mendapat tanggapan untuk membayar ganti rugi maka kepada yang bersangkutan berdasarkan hasil keputusan rapat anggota dapat diajukan ke pengadilan baik perkara pidana maupun perdata. BAB X KETENTUAN LAIN-LAIN Pasal 23Ketentuan yang belum diatur dalam Anggaran Rumah Tangga ini akan diatur denganperaturan khusus atau peraturan lainnya atas persetujuan Rapat Anggota. BAB XI KETENTUAN PENUTUP Pasal 241) Anggaran Rumah Tangga Koperasi ini disetujui/ disahkan oleh Rapat Anggota/ Rapat Anggota Tahunan Koperasi.2) Anggaran Rumah Tangga ini berlaku sejak tanggal disahkan/ ditetapkan untuk dapat dijadikan pedoman kerja dalam menjalankan kegiatan Koperasi. Ditetapkan di: Jayagiri Pada tanggal: Pengurus Koperasi PLS Jaya Ketua, Sekretatis, Karlan H., S.H., M.Si. Edy Hardiyanto, S.Pd., M.T.

×