Draft Master Plan RTH P2KH Gresik 2012- agustus 2012_draft final

5,095 views
4,925 views

Published on

Mohon masukan

Published in: Education
0 Comments
1 Like
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
5,095
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
78
Actions
Shares
0
Downloads
308
Comments
0
Likes
1
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Draft Master Plan RTH P2KH Gresik 2012- agustus 2012_draft final

  1. 1. PROGRAM PENGEMBANGAN KOTA HIJAU KABUPATEN GRESIKMASTER PLAN KOTA HIJAU KABUPATEN GRESIK 2012 BAB I PENDAHULUAN1.1. LATAR BELAKANG Kabupaten Gresik sebagai wilayah hinterland kota Surabaya berpotensi menjadi wilayahyang berkembang. Ditinjau dari lokasinya, Kabupaten Gresik dan Kota Surabaya memilikiwilayah ini saling berbatasan. Hal ini berpeluang bagi Kabupaten Gresik sebagai jalur penunjangutama aktivitas ekonomi dan jasa, serta adanya daya tarik internal. Salah satu konsekuensiperkembangan suatu wilayah adalah semakin meningkatnya kebutuhan akan ruang terbangununtuk menampung berbagai jenis kegiatan. Semakin banyak kebutuhan ruang terbangun dapatberpotensi menimbulkan konflik alih fungsi lahan, kerusakan lingkungan, menurunkan dayadukung lingkungan, sehingga perlu dilakukan upaya untuk menjaga, menyeimbangkan danmeningkatkan kualitas lingkungan melalui penyediaan Ruang Terbuka Hijau yang memadai. Sesuai dengan amanat Undang-Undang no 26 tahun 2007 Tentang Penataan Ruang,setiap kabupaten/kota diwajibkan menyediakan sekurang-kurangnya 30% Ruang Terbuka Hijau(RTH), dimana 20% diantaranya merupakan RTH publik dan 10% RTH privat. RTH tersebutdimaksudkan sebagai salah satu instrumen untuk menjaga lingkungan perkotaan yangberkelanjutan secara ekologis dengan peningkatan nilai lahan. RTH sekaligus merupakan ruangpublik yang memiliki manfaat rekreatif dan rasa nyaman karena faktor estetikanya. Pemerintah Kabupaten Gresik telah memiliki landasan hukum dalam penanganan RTHmelalui Peraturan Daerah Nomor 10 Tahun 2010 tentang Penataan Ruang Terbuka Hijau. Dalammengimplementasikan Peraturan Daerah ini melalui kegiatan P2KH dilakukan upaya untukmenata RTH di Kabupaten Gresik pada tahun 2012 dengan produk acuan sebagai arahanpenataan berupa Master Plan Kota Hijau. Program Pengembangan Kota Hijau ini akanmengalokasikan ruang yang akan dilindungi dan dipertahankan untuk RTH sesuai dengankebutuhan yang didasarkan pada faktor kebutuhan RTH berdasarkan fungsi ekologi danestetika. Diharapkan pula selanjutnya masyarakat sebagai elemen penting pendukung,pelaksana serta pengawas pembangunan turut serta dalam kegiatan Rencana Aksi Kota Hijau(RAKH). 1
  2. 2. PROGRAM PENGEMBANGAN KOTA HIJAU KABUPATEN GRESIK1.2. MAKSUD, TUJUAN DAN MANFAAT1.2.1. MAKSUD Maksud penyusunan Master Plan Kota Hijau Kabupaten Gresik adalah menyusunpanduan penataan RTH yang dapat dijadikan salah satu panduan bagi perwujudan pemanfaatanruang yang serasi dan seimbang antara kawasan terbangun dan RTH, sehingga terjaminpemanfaatan ruang yang berwawasan lingkungan dan berkelanjutan serta lingkungan yangaman, nyaman, segar, indah, dan bersih.1.2.2. TUJUAN Tujuan Penyusunan Master Plan Kota Hijau Kabupaten Gresik adalah untuk menjamintersedianya RTH yang Cukup di Kabupaten Gresik khususnya di kawasan Perkotaan, sehinggaterjamin ruang – ruang yang berfungsi sebagai berikut : 1) Area pengembangan keanekaragaman hayati; 2) Area penciptaan iklim mikro dan pereduksi polutan; 3) Tempat rekreasi dan olahraga masyarakat; 4) Pembatas perkembangan perkotaan ke arah yang tidak diharapkan; 5) Pengamanan sumber daya baik alam, buatan maupun historis; 6) Penyediaan RTH yang bersifat privat, melalui pembatasan kepadatan serta kriteria pemanfaatannya.1.2.3. MANFAAT Kegiatan penyusunan dokumen Master Plan Kota Hijau Kabupaten Gresik memilikifungsi dan manfaat sebagai berikut: 1) Sebagai pedoman untuk penentuan lokasi RTH kota dan panduan perencanaan RTH sesuai dengan tujuan yang diinginkan. 2) Sebagai bahan untuk menetapkan kebijaksanaan pengembangan P2KH.1.3. LANDASAN HUKUM Penyusunan Master Plan Kota Hijau Kabupaten Gresik ini disusun dengan berdasarkanketentuan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku, meliputi: a) Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2012 tentang Pengadaan Tanah bagi Pembangunan untuk Kepentingan Umum; b) Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup; c) Undang-undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang; 2
  3. 3. PROGRAM PENGEMBANGAN KOTA HIJAU KABUPATEN GRESIK d) Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung; e) Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2008 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional; f) Peraturan Pemerintah Nomor 34 Tahun 2006 tentang Jalan; g) Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2005 Tentang Peraturan Pelaksanaan Undang- Undang Nomor 28 Tahun 2002 Tentang Bangunan Gedung; h) Peraturan Pemerintah Nomor 63 Tahun 2002 tentang Hutan Kota; i) Peraturan Presiden Nomor 65 Tahun 2006 tentang Pengadaan Tanah bagi Pelaksanaan Pembangunan untuk Kepentingan Umum; j) Peraturan Presiden Nomor 36 Tahun 2005 tentang Peraturan Pelaksanaan Pengadaan Tanah Bagi Pelaksanaan Pembangunan untuk Kepentingan Umum; k) Keputusan Presiden Nomor 32 Tahun1990 tentang Pengelolaan Kawasan Lindung; l) Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 05/PRT/M/2008 tentang Pedoman Penyediaan dan Pemanfaatan RTH di Kawasan Perkotaan; m) Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 12/PRT/M/2009 tentang Pedoman Penyediaan Dan Pemanfaatan Ruang Terbuka Non Hijau Perkotaan; n) SNI 03-1733-2004 tentang Tata Cara Perencanaan Lingkungan Perumahan di Perkotaan; o) Peraturan Daerah Kabupaten Gresik Nomor 10 Tahun 2010 tentang Penataan Ruang Terbuka Hijau.1.4. RUANG LINGKUP1.4.1. RUANG LINGKUP PERENCANAAN Lokasi Penyusunan Master Plan Kota Hijau di Kabupaten Gresik adalah KawasanPerkotaan Kabupaten Gresik, yang meliputi 2 Kecamatan terdiri dari: 1) Kecamatan Gresik, dan 2) Kecamatan Kebomas1.4.2. LINGKUP PERIODE PERENCANAAN Master Plan Kota Hijau disusun dalam lingkup periode perencanaan maksimal 20 tahunsesuai dengan RTRW Kabupaten Gresik, dan dilakukan evaluasi secara periodik dalam kurunwaktu setiap 5 tahun. Setelah selesainya kurun waktu 20 tahun, Master Plan ini perlu ditinjauulang secara menyeluruh untuk menyesuaikan perkembangan pembangunan yang berjalan.1.4.3. LINGKUP TARGET GROUP Penyusunan Master Plan Kota Hijau di Kabupaten Gresik ditujukan untuk PemerintahKabupaten, pihak swasta dan masyarakat, serta para pelaku pembangunan lainnya. Pemerintah 3
  4. 4. PROGRAM PENGEMBANGAN KOTA HIJAU KABUPATEN GRESIKKabupaten dapat memanfaatkan Master Plan Kota Hijau sebagai salah satu suplemen utamadalam penetapan kebijakan pembangunan yang berkelanjutan.1.5. KELUARAN1.5.1. DOKUMEN TEKNIS Dalam dokumen teknis Penyusunan Masterplan Kota Hijau ini akan memuat beberapalaporan, yaitu : a. Profil Kota/Kabupaten b. Identifikasi dan Evaluasi RTH Perkotaan (RTH Eksisting) c. Analisa Kebutuhan RTH Perkotaan d. Rencana Pembangunan RTH Kota e. Tabel Indikasi Program1.5.2. ALBUM PETA Dalam album peta Penyusunan Masterplan RTH Perkotaan disajikan dengan tingkatketelitian skala minimal 1:25.000 dalam format A1 yang dilengkapi dengan data peta digitalyang memenuhi ketentuan sistem informasi geografis (GIS) yang dikeluarkan oleh lembaga yangberwenang. Berikut adalah data album peta : a. Peta eksisting RTH Perkotaan (taman, jalur hijau jalan, sempadan sungai, jalur SUTET, dll). b. Peta RTH Perkotaan rencana periode 20 tahun. c. Peta lokasi prioritas pembangunan RTH Perkotaan skala 1:5.000. d. Peta tematik (topografi, geologi, hidrologi, resapan air, dll). 4
  5. 5. PROGRAM PENGEMBANGAN KOTA HIJAU KABUPATEN GRESIK1.6. JADWAL PELAKSANAAN Jadwal pelaksanaan kegiatan Penyusunan Master Plan Kota Hijau Kabupaten Gresik dalam rangka kegiatan P2KH dilaksanakan selama 4(empat) bulan terhitung sejak awal Bulan Mei hingga akhir Bulan Agustus 2012. Tabel 1.1 Jadwal Penyusunan Master Plan Ruang Terbuka Hijau dan Raperbup Tentang RTH 5
  6. 6. PROGRAM PENGEMBANGAN KOTA HIJAU KABUPATEN GRESIK1.7. TENAGA AHLI PENDAMPING Setiap pengerjaan sebuah perencanaan memerlukan sebuah tim sebagai pekerja/pelaksana, begitu pula dalam penyusunan Masterplan RTH Perkotaan ini. Dalam sebuah tim didalamnya terdapat beberapa ahli yang lebih spesifik terhadap pekerjaan apa yang akan dilakukan, dalam hal ini yaitu perencanaan Masterplan RTH Perkotaan yang akan melibatkan lebih kurangnya 5 tenaga tim ahli, diantaranya yaitu : 1. Ahli Perencanaan atau perancangan Kota 2. Ahli Arsitektur Lansekap atau Arsitektur 3. Ahli pemberdayaan Masyarakat 4. Ahli Pemetaan/Geodesi/GIS 5. Ahli Ekonomi Pembangunan 6
  7. 7. PROGRAM PENGEMBANGAN KOTA HIJAU KABUPATEN GRESIKMASTER PLAN KOTA HIJAU KABUPATEN GRESIK 2012 BAB II MUATAN MASTER PLAN RTH KOTA2.1. PROFIL KOTA2.1.1. BIOGEOFISIK2.1.1.1. Letak geografis Ruang lingkup wilayah perencanaan untuk Master Plan RTH Perkotaan berada dikawasan Perkotaan Kecamatan Gresik dan Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik. Wilayah inidipilih berdasarkan kebutuhan perencanaan yang mengangkat tema RTH Perkotaan sebgaipemenuhan kebutuhan RTH dalam wilayah perkotaan. Luas wilayah perencanaan adalah 41,13km2, dengan luas wilayah Kecamatan Gresik 34,01 km2 dan wilayah Kec Kebomas 7,12 km2.2.1.1.2. Klimatologi Kondisi klimatologi di kawasan rencana tidak jauh berbeda dengan iklim wilayahpesisir Kabupaten Gresik pada umumnya. Salah satu komponen iklim yang sangat berpengaruhyaitu curah hujan. Berdasarkan data dari laporan Gresik Dalam Angka tahun 2009, diketahuijumlah curah hujan pada wilayah perencanaan seperti yang telihat dalam tabel dan grafik dibawah ini. Tabel 2.1. Kondisi curah hujan di Kabupaten Gresik 2009 Curah Hujan Hari Hujan Rata-Rata Per No Bulan (mm) (Hari) Hari (mm) 1 Januari 136 12 11,33 2 Februari 200 13 15,38 3 Maret 322 8 40,25 4 April 97 6 16,17 5 Mei 63 6 10,50 6 Juni 25 2 12,50 7 Juli 7 2 3,50 8 Agustus - - - 9 September 55 2 27,50 10 Oktober - - - 11 November 57 2 28,50 12 Desember 83 7 11,86 Jumlah 1.045 60 17,42 Sumber : Kab Gresik Dalam Angka 2010 7
  8. 8. PROGRAM PENGEMBANGAN KOTA HIJAU KABUPATEN GRESIK Gambar 2.1. Grafik Curah Hujan Kabupaten Gresik Sumber : Kab Gresik Dalam Angka 2010 Dari tabel dan grafik di atas terlihat bahwa curah hujan dan rata-rata per hari tertinggiterjadi pada Bulan Maret yaitu sebesar 322 dengan rata-rata perhari sebesar 40,25 mm.sedangkan hari hujan terbanyak terjadi pada Bulan Februari yaitu sebanyak 13 hari.2.1.1.3. Topografi Secara keseluruhan kondisi topografi wilayah perencanaan sama dengan kondisitopografi Kota Gresik pada umunya yaitu berada pada kemiringan 0 – 2%, dan sebagian kecilmempunyai kelerengan 3 – 15 %, dan 16 – 40 %. Hal ini menunjukkan bahwa wilayahperencanaan termasuk daratan yang relatif datar. Kondisi kelerengan ini memudahkanpemanfaatan wilayah perencanaan untuk berbagai jenis peruntukan ruang.2.1.1.4. Jenis tanah Hampir seluruh bagian wilayah perencanaan Kec. Gresik – Kec. Kebomas memiliki jenistanah Aluvial. Namun pada bagian daerah pegunungan Kapur, wilayah perencanaan memilikitanah relatif kurang subur. Adapun kedalaman efektif tanah lebih dari 90 cm. 8
  9. 9. PROGRAM PENGEMBANGAN KOTA HIJAU KABUPATEN GRESIK Gambar 2.2. Peta Kondisi TopografiSumber: RDTR dan ZR Kota Gresik 2008, diupdate Citra 2011 9
  10. 10. PROGRAM PENGEMBANGAN KOTA HIJAU KABUPATEN GRESIK Gambar 2.3. Peta Kondisi GeologiSumber: RDTR dan ZR Kota Gresik 2008, diupdate Citra 2011 10
  11. 11. PROGRAM PENGEMBANGAN KOTA HIJAU KABUPATEN GRESIK2.1.1.5. Geologi Berdasarkan Peta Geologi Kabupaten Gresik, susunan satuan batuan atauLithostratigrafi di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil Kabupaten Gresik, seperti terlihatseperti pada Tabel 2.2. Tabel 2.2. Kolom Susunan Satuan Batuan Kabupaten Gresik Umur Satuan Batuan Kolom Litho-Stratigrafi Deskripsi/KeteranganK HOLOSEN/ ENDAPAN ALUVIAL, Kerakal, kerikil, pasir, lumpur/U RESEN PANTAI DAN DELTA lempung mengandung cangkangA fossilR PLEISTOSEN FORMASI BATUAN Batupasir PerselinganT KABUH GUNUNG kerikilan, kasar, lava, breksiE API konglomeratan, dan tuff,R BALIBAK kemas terbuka, khusus di khusus di pesisir Pulau Bawean Gresik FORMASI Batupasir tufan berlapis baik PULANGAN bersisipan konglomeratan, terdapat di Pesisir GresikT MIOSEN FORMASI Batulempung BatupasirE AKHIR LIDAH biru sisipan batu kwarsa sisipanR FORMASI pasir lempungan batulempungS KEPONGAN terdapat di di PulauI wilayah pesisir BaweanE GresikR MIOSEN FORMASI FORMASI Batugamping Batugamping TENGAH MADURA GELAM terumbu di terumbu dan Pesisir Gresik klastik di Pulau BaweanSumber : RZWP Kab Gresik, 2010 Berdasarkan tabel satuan bantuan Kabupaten Gresik, dapat diketahui bahwa susunanbatuan di kawasan wilayah perencanaan, pesisir Kecamatan Ujung Pangkah termasuk jenissatuan Endapan Aluvial, Pantai Dan Delta yang tersusun dari kerikil, pasir dan lumpur. 11
  12. 12. PROGRAM PENGEMBANGAN KOTA HIJAU KABUPATEN GRESIK2.1.1.6. Hidrologi Kali Lamong merupakan bagian dari Daerah Aliran Sungai (DAS) Brantas yang mengalirdi wilayah Kabupaten Gresik mulai dari Kecamatan Balongpanggang dan bermuara diKecamatan Kebomas. Kali Lamong merupakan jenis kali banjir yang mempunyai fluktuasi debitsangat besar antara musim penghujan dan musim kemarau, sehingga pada musim penghujansering terjadi banjir di daerah sekitar sungai, sedangkan pada musim kemarau debit air sangatkecil bahkan didaerah tertentu kering, kualitas air sangat dipengaruhi oleh intrusi air laut. Selainkali Lamong Ada beberapa sungai yang terdapat di wilayah perencanaan antara lain Kali Indro,Kali Tutup Timur, Kali Tutup Barat, Kali Towo, Kali Roomo, dan Kali Tenger. Pada wilayah Utara Kota, berbatasan dengan Kecamatan Manyar terdapat Telaga Ngipikyang saat ini telah dimanfaatkan sebagai obyek wisata Giri Wana Tirta, letaknya di sekitarkompleks Kawasan Industri Gresik dan Petrokimia Gresik. Air di telaga ini dapat jugadimanfaatkan sebagai cadangan sumber air baku untuk kebutuhan air bagi Kota Gresik.2.1.1.7. Daerah resapan air Daerah peresapan air berupa ruang-ruang terbuka hijau di Kecamatan Gresik danKecamatan Kebomas. Penggunaan lahan untuk Ruang Terbuka Hijau di Kecamatan Gresik adalah89,39 Ha atau sebesar 16,14 % dari total penggunaan lahan dengan penjabaran 4,59 % berupamakam, 0,91 % kolam, 7,75 % lahan kosong, 2,88 % belukar. Sementara itu, di KecamatanKebomas penggunaan lahan untuk Ruang Terbuka Hijau adalah 562,17 Ha atau sebesar 18,7 %dari total penggunaan lahan dengan penjabaran 0,18 % berupa makam, 1,99 % kolam, 0,92 %lahan kosong, 14,21 % belukar, 0,22 % tanah urug dan 1,19 % tambang kapur. Jadi, total RuangTerbuka Hijau di wilayah perencanaan adalah 651,56 Ha atau sebesar 18,3 % dari totalpenggunaan lahan. 12
  13. 13. PROGRAM PENGEMBANGAN KOTA HIJAU KABUPATEN GRESIKGambar 2.4. Peta Kondisi Hidrologi Kecamatan Gresik dan Kecamatan Kebomas Sumber: RDTR dan ZR Kota Gresik 2008, diupdate Citra 2011 13
  14. 14. PROGRAM PENGEMBANGAN KOTA HIJAU KABUPATEN GRESIK2.1.1.8. Kependudukan Adapun kondisi kependudukan yang diidentifikasi meliputi kondisi nyata atau faktualjumlah dan perkembangan penduduk, kepadatan penduduk, dan komposisi penduduk. Masing-masing kondisi kependudukan tersebut dijabarkan lebih lanjut pada sub bab dibawah ini.A. Jumlah penduduk Pertumbuhan penduduk di suatu wilayah sangat mempengaruhi kegiatan apa saja yangada di dalam wilayah tersebut. Pada wilayah studi terdaftar jumlah penduduk dan kepadatanpenduduk yang diperoleh dari Kabupaten Gresik Dalam Angka 2011 serta di dukung oleh RDTRKecamatan Gresik dan Kecamatan Kebomas Tahun 2008 yang diupdate. Berikut adalah tabelyang menyatakan jumlah penduduk di wilayah studi. Tabel 2.3. Jumlah Penduduk Wilayah Perencanaan Nama Kec. Laki-laki Perempuan Jumlah Kec. Gresik 45.880 45.266 91.146 Kec. Kebomas 48.410 47.018 95.428 Total 94.290 92.284 186.574 Sumber : Kecamatan Kabupaten Gresik Dalam Angka, 2011Dari tabel diatas menunjukkan bahwa jumlah penduduk pada kedua kecamatan perkotaan inihampir sebanding, dengan jumlah penduduk di Kecamatan Kebomas lebih besar.B. Sebaran penduduk Besarnya jumlah penduduk di suatu wilayah dibandingkan dengan luas wilayah yanginteraksinya menunjukkan besarnya tingkat kepadatan penduduknya, sedangkan seberapabesar jumlah penduduk yang dapat ditampung dalam suatu wilayah akan menunjukkanseberapa besar daya tampung wilayah terhadap jumlah penduduk. Penduduk di wilayahperencanaan saat ini cenderung untuk mengelompok pada daerah yang mempunyai tingkatketersediaan sarana dan prasarana yang lengkap. Tabel 2.4. Sebaran dan Kepadatan Penduduk Luas Kec. Jumlah Rumah Nama Kec. Jumlah Penduduk (Km2) Tangga Kec. Gresik 5,54 16.486 84.092 Kec. Kebomas 30,06 23.972 95.594 Total 35,60 40.458 179.686 Sumber : Kecamatan Kabupaten Gresik Dalam Angka, 2011 14
  15. 15. PROGRAM PENGEMBANGAN KOTA HIJAU KABUPATEN GRESIK C. Laju pertumbuhan penduduk Komposisi penduduk yang diidentifikasi meliputi struktur penduduk berdasarkan jenis kelamin dan mata pencaharian. 1) Jumlah Penduduk Menurut Jenis Kelamin Berikut adalah jumlah penduduk menurut jenis kelamin (laki-laki dan perempuan) yang terdapat pada Kec. Gresik – Kec Kebomas. Tabel 2.5. Jumlah Penduduk Menutut Jenis Kelamin Nama Kec. Laki-laki Perempuan Jumlah Kec. Gresik 42.459 41.633 84.092 Kec. Kebomas 48.538 47.056 95.594 Total 90.997 88.689 179.686 Sumber : Kecamatan Kabupaten Gresik Dalam Angka, 2011 2) Jumlah Penduduk Menurut Mata Pencaharian Berikut adalah jumalah penduduk menurut matan pencaharian (pertanian, industri, konstruksi, perdagangan, angkutan, jasa, dll) yang terdapat pada Kec. Gresik – Kec Kebomas. Tabel 2.6. Jumlah Penduduk Menurut Mata Pencaharian Nama Kec. Pertanian Industri Konstr. Perdag. Angkutan Jasa lainnya Kec. Gresik 1.792 5.092 241 3.985 232 17.720 9.261 Kec. Kebomas 1.271 19.282 108 2.768 480 1.242 2.108 Total 3.063 24.374 349 6.753 712 18.962 11.369 Sumber : Kecamatan Kabupaten Gresik Dalam Angka, 2011 2.1.2. EKONOMI 2.1.2.1. Perkembangan ekonomi makro Produk Domestik Regional Bruto Atas Dasar Berlaku pada Kabupaten Gresik dapat dilihat pada tabel berikut. Tabel 2.7. PDRB Kab Gresik Menurut lapangan Usaha Atas Dasar Harga Berlaku (Juta Rupiah) TahunNo Sektor 2006 2007 2008 2009 20101 Pertanian 2,551,959.76 2,779,817.89 3,190,366.47 3,498,945.33 3,892,798.01 Pertambangan/ 619,418.81 662,336.36 737,741.92 949,553.67 1,006,361.65 Penggalian2 (Sub sektor ) 619,418.81 662,336.36 737,741.92 758,397.32 762,759.72 Penggalian Industri3 12,444,323.56 14,391,968.14 16,954,065.65 18,858,856.90 20,557,722.58 Pengolahan Listrik, Gas & Air4 366,934.28 398,639.14 424,441.53 448,796.40 515,986.99 Bersih Bangunan/Kons5 331,928.30 367,109.02 425,258.87 506,292.68 653,764.51 truksi 15
  16. 16. PROGRAM PENGEMBANGAN KOTA HIJAU KABUPATEN GRESIK TahunNo Sektor 2006 2007 2008 2009 2010 Perdagangan,6 Hotel & 3,695,473.29 4,500,508.16 5,489,378.98 6,323,074.18 7,672,680.96 Restoran Angkutan &7 587,280.43 700,078.15 846,006.71 976,426.78 1,083,579.93 Komunikasi Keuangan,8 Persewaan & 812,959.93 914,546.41 1,048,005.69 1,154,807.12 1,325,390.74 Jasa Pers9 Jasa-jasa 1,117,004.38 1,296,268.81 1,595,023.51 1,828,325.37 2,050,596.35 Jumlah 22,487,282.74 26,031,272.08 30,710,289.32 34,545,078.43 38,758,881.71 Sumber : PDRB Kabupaten Gresik, BPS, 2012 2.1.2.2. Peranan ekonomi daerah terhadap ekonomi nasional Berdasarkan data PDRB Kabupaten Gresik, penambangan/galian memiliki jumlah yang bukan mendominasi pemasukan bagi KabupatenGresik karena daerah penghasil tambang galian hanya tersebar di beberapa desa. Sehingga tidak memberi sumbangan yang terlalu tinggi bagi wilayah Gresik. Bila dibandingkan dengan data PDRB Jawa Timur dapat dilihat pada tabel di berikut. Tabel 2.8. PDRB Jawa Timur Menurut lapangan Usaha Atas Dasar Harga Berlaku (Juta Rupiah) TahunNo Sektor 2006 2007 2008 2009 2010 1 Pertanian 80,910,218.45 89,627,587.45 102,815,940.42 112,233,859.16 122,623,967.68 Pertambangan 10,036,669.96 11,651,721.50 13,811,999.33 15,275,669.63 17,030,742.77 /Penggalian 2 (Sub sektor) 7,939,824.22 9,014,660.93 10,649,045.16 11,442,223.03 12,083,968.52 Penggalian Industri 3 137,966,414.65 154,363,456.10 176,922,161.82 193,256,482.06 214,024,729.77 Pengolahan Listrik, Gas & 4 7,030,764.09 8,546,731.79 9,789,252.59 10,625,414.01 11,768,641.20 Air Bersih Bangunan/Kon 5 19,105,282.57 21,100,431.35 24,142,668.27 27,552,354.80 34,993,979.71 struksi Perdagangan, 6 Hotel & 128,690,339.40 150,733,654.30 177,014,046.59 195,184,787.50 229,404,871.55 Restoran Angkutan & 7 25,290,593.23 28,576,726.61 32,649,780.82 37,785,346.57 42,947,758.98 Komunikasi Keuangan, 8 Persewaan & 21,771,304.34 25,255,804.60 29,734,777.58 33,145,827.89 38,055,173.52 Jasa Pers 9 Jasa-jasa 41,485,367.02 47,125,768.21 54,511,047.19 61,787,816.10 67,605,907.67 Jumlah 472,286,953.70 536,981,881.91 621,391,674.61 686,847,557.72 Sumber : PDRB Jawa Timur, BPS, 2012 16
  17. 17. PROGRAM PENGEMBANGAN KOTA HIJAU KABUPATEN GRESIK2.1.3. SARANA DAN PRASARANA2.1.3.1. Sarana pendidikan Sarana pendidikan di kawasan perencanaan tersebar di titik permukiman. Pesebaranfasilitas pendidikan di wilayah perencanaan dapat dilihat dalam tabel berikut. Tabel 2.9. Jumlah Fasilitas Pendidikan Negeri Swasta Nama Kec. TK SD SMP SMA/ PT TK SD/ SMP/ SMA/ PT SMK MI MTs SMK/ MA Kec. Gresik - 16 4 1 5 13 24 9 10 7 Kec. Kebomas - 20 2 1 - 29 12 6 5 1 Total - 36 6 2 5 42 36 15 15 8 Sumber : Kecamatan Kabupaten Gresik Dalam Angka, 20112.1.3.2. Sarana kesehatan Sarana kesehatan yang di wilayah perencanaan umumnya berada di pusat pelayanan.Beberapa sarana kesehatan ditunjang dengan ketersediaan apotik. Tabel 2.10. Jumlah Fasilitas Kesehatan Rumah Puskesmas Prak. Nama Kec. RSU Sakit Poliklinik Puskesmas Apotek Pembantu Dokter Bersalin Kec. Gresik 1 3 3 2 1 24 13 Kec. Kebomas 1 1 7 2 7 22 8 Total 2 4 10 4 8 46 21Sumber : Kecamatan Kabupaten Gresik Dalam Angka, 20112.1.3.3. Sarana Peribadatan Sarana peribadatan yang di wilayah perencanaan umumnya berada tersebar di kawasanpermukiman. Jumlah dan jenis sarana peribadatan dapat dilihat pada tabel dibawah ini.Mayoritas tempat ibadah adalah surau/langgar pada skala administrasi pemerintahan terkecil ditingkat RW/RT. Tabel 2.11. Jumlah Fasilitas Peribadatan Surau/ Nama Kec. Masjid Gereja Pura Vihara Langgar Kec. Gresik 34 185 5 1 1 Kec. Kebomas 55 260 1 - - Total 89 445 6 1 1 Sumber : Kecamatan Kabupaten Gresik Dalam Angka, 2011 17
  18. 18. PROGRAM PENGEMBANGAN KOTA HIJAU KABUPATEN GRESIK2.1.3.4. Sarana Prasarana Transportasi Prasarana dan sarana transportasi di Kecamatan Gresik dan Kecamatan Kebomas padaumumnya cukup baik. Kondisi dan panjang jalan serta jumlah dan jenis kendaraan bermotorpada kedua wilayah tersebut dapat dilihat pada tabel dibawah ini. Tabel 2.12. Panjang Jalan menurut Jenis Permukaannya (Km) Jalan Cor/ Jalan Jalan Nama Kec. Jalan Aspal Jumlah Paving Diperkeras Tanah Kec. Gresik 28,40 7,80 - - 36,20 Kec. Kebomas 40,50 68,00 - - 108,50 Total 68,90 75,80 - - 144,70 Sumber : Kecamatan Kabupaten Gresik Dalam Angka, 2011 Tabel 2.13. Jumlah Kendaraan Bermotor Roda Empat (Unit) Nama Kec. Bus Truk Pick up Sedan Minibus Kec. Gresik 36 150 165 84 Kec. Kebomas 81 364 216 174 378 Total 81 400 366 339 462 Sumber : Kecamatan Kabupaten Gresik Dalam Angka, 20112.1.3.5. Prasarana Telekomunikasi Prasarana komunikasi yang ada di wilayah perencanaan yaitu wartel dan warnet, untukmelayani wilayah permukiman. Jumlah kedua jenis sarana tersebut pada wilayah masing-masingkecamatan dapat dilihat pada tabel dibawah ini. Tabel 2.14. Jumlah Warnet dan Wartel (Unit) Nama Kec. Warnet Wartel Kec. Gresik 41 14 Kec. Kebomas (NA) (NA) Total 41 14 Sumber : Kecamatan Kabupaten Gresik Dalam Angka, 2011 18
  19. 19. PROGRAM PENGEMBANGAN KOTA HIJAU KABUPATEN GRESIK2.2. IDENTIFIKASI DAN EVALUASI RTH KOTA2.2.1. RUANG TERBUKA HIJAU KOTA2.2.1.1. Penggunaan Lahan Kota Secara makro, penggunaan lahan di Kecamatan Gresik dan Kebomas cukup berbeda.Kecamatan Gresik yang merupakan kota lama didominasi oleh permukiman, perdagangan danjasa, sedangkan Kecamatan Kebomas umumnya didominasi oleh industri dan banyaknya lahanyang belum terbangun. Beberapa penggunaan lahan yang dapat diidentifikasi di wilayahperencanaan antara lain : 1. Perumahan/Permukiman Saat ini, kejenuhan yang terdapat di Kecamatan Gresik adalah karena padatnya permukiman yang ada di sana, sehingga banyak tumbuh permukiman baru di Kecamatan Kebomas yang memanfaatkan lahan-lahan kosong dan lahan-lahan bekas galian industri. Kawasan perumahan ini umumnya berkembang secara linier mengikuti pola jaringan jalan yang ada. Perumahan kepadatan tinggi terdapat di pusat Kota Gresik yaitu di sepanjang jl. Usman Badar, Jl. G. Suryo, Jl. Sindujoyo, Jl. Kh. Kholil, Jl. Wahid Hasyim, Jl. Fikih Usman, Jl. Pasar Baru, Jl. Kyai Arem-arem, Jl. Abd. Karim, Jl. Santri, Jl. Hakim Kayat, Jl. Thamrin, Jl. Malik Ibrahim, Jl. AK. S Tubun, Jl. Pahlawan dan Jl. Harun Tohir. Jenis perumahan di wilayah perencanaan berupa perumahan permanen (bangunan- bangunan perumahan lama dan baru). Perumahan baru banyak berkembang di luar pusat perkotaan menempati lahan kering maupun bekas galian industri Semen Gresik, antara lain berkembang di Kelurahan Kembangan Perumahan Griya Kembangan (bekas galian), Perumahan Graha Kembangan Asri, Perumahan Gresik Kota Baru, Bakti Pertiwi, Sidorukun Indah, Kelurahan Suci Perumahan Suci Permai, Kelurahan Sidomukti, dan Kelurahan Kedanyang, Perumahan Griya Kedanyang Giri. Penggunaan lahan untuk perumahan/permukiman di Kecamatan Gresik adalah sebesar 292,37 Ha atau sekitar 52,77 % dari total penggunaan lahan, sedangkan di Kecamatan Kebomas adalah 509,27 Ha atau sebesar 16,94 % dari total penggunaan lahan. 2. Perdagangan dan Jasa Kegiatan perdagangan dan jasa banyak dijumpai di pusat Kota Gresik, yaitu di sepanjang Jl. Usman Badar, Jl. G. Suryo, Jl. Sindujoyo, Jl. Kh. Kholil, Jl. Santri, Jl. Malik Ibrahim, Jl. Pahlawan dan Jl. Jagung Suprapto (sepanjang jalan Kolektor Primer). Bentuk kegiatan perdagangan dan jasa ini di antaranya adalah pertokoan, toko, warung, bengkel (bengkel truk, bengkel sepeda motor dan mobil), pasar, plasa pedakang kaki lima, perdagangan barang bekas, dan wartel. Saat ini kegiatan tersebut juga mulai berkembang di sepanjang 19
  20. 20. PROGRAM PENGEMBANGAN KOTA HIJAU KABUPATEN GRESIK Jalan Arteri di wilayah Kecamatan Kebomas, yaitu Jalan Dr. Wahidin Sudiro Husodo, Jalan R.A. Kartini dan Jalan Pahlawan. Penggunaan lahan untuk kegiatan perdagangan dan jasa di Kecamatan Gresik adalah 4.11 Ha atau sebesar 0,74 % dari total penggunaan lahan, sedangkan di Kecamatan Kebomas adalah 5.03 Ha atau sebesar 0,17 % dari total penggunaan lahan.3. Perkantoran Saat ini pusat perkantoran pemerintahan Kota Gresik berada di Bunder yang terletak Kecamatan Kebomas. Beberapa kantor pemerintahan yang ada di kawasan Bunder ini sebelumnya berada di sekitar alun-alun kota, namun pembangunan di Gresik yang semakin dinamis menyebabkan beberapa perkantoran yang mengitari alun-alun tersebut semakin sumpek dan perlu di pindahkan ke lokasi yang baru yang lebih luas. Berkembangnya Bunder juga merupakan dampak dari perkembangan infrastruktur kota yang semakin cepat, sehingga Kawasan Kebomas yang dulu merupakan RTH telah menjadi kawasan yang ramai hingga ke Bunder. Penyebaran perkantoran pemerintahan ini terdapat di sepanjang Jalan Dr. Wahidin Sudiro Husodo salah satunya kantor pemda yang berdampingan dengan Rumah Sakit Umum Gresik yang lebih dulu pindah. Gambar 2.5. Kompleks Pemerintahan Kabupaten Gresik Penggunaan lahan untuk kegiatan perkantoran di Kecamatan Gresik adalah 2.25 Ha atau sebesar 0,41 % dari total penggunaan lahan, sedangkan di Kecamatan Kebomas adalah 12,56 Ha atau sebesar 0,42 % dari total penggunaan lahan.4. Industri dan Pergudangan Kegiatan industri dan pergudangan banyak tersebar di Kecamatan Kebomas dan masing- masing industri membentuk kawasan tersendiri. Kegiatan industri dan pergudangan yang terdapat di Kecamatan Kebomas ini umumnya berada di daerah pesisir karena dekat dengan pelabuhan serta berada di sepanjang Jl. Kapten Dharmo sugondo dan Jl. Mayor Sungkono. Selain itu, beberapa industri besar juga terdapat di tengah kota, yaitu PT. Semen Gresik, PT. Petrokimia dan Kawasan Industri Gresik. Pada umumnya industri- 20
  21. 21. PROGRAM PENGEMBANGAN KOTA HIJAU KABUPATEN GRESIK industri besar tersebut telah memiliki fasilitas yang cukup lengkap di lingkungannya untuk menunjang kinerja karyawannya. Namun saat ini kegiatan operasional PT. Semen Gresik sudah dipindahkan ke wilayah Tuban sehingga kawasan industri tersebut sudah tidak berfungsi sepenuhnya. Penggunaan lahan untuk kegiatan industri dan pergudangan di Kecamatan Gresik adalah 138,57 Ha atau sebesar 25 % dari total penggunaan lahan, sedangkan di Kecamatan Kebomas adalah 661,08 Ha atau sebesar 22 % dari total penggunaan lahan.5. Ruang Terbuka Hijau (RTH) Dari keseluruhan wilayah perencanaan, ketersediaan RTH di Kecamatan Gresik sangat minim jika dibandingan dengan Kecamatan Kebomas. Beberapa bentuk RTH yang terdapat di wilayah perencanaan adalah makam, kolam, belukar, lahan-lahan kosong, tanah urug dan tambang kapur. Selain itu, beberapa bentuk RTH di Kecamatan Gresik yang dapat diidentifikasi karena sudah memiliki fungsi antara lain adalah RTH di lingkungan PT. Petrokimia dan PT. Semen Gresik, seperti lapangan sepakbola dan golf, taman-taman kota, RTH di sepanjang jalur pipa gas, dan alun-alun, sedangkan di Kecamatan Kebomas adalah taman-taman kota dan taman-taman lingkungan. Penggunaan lahan untuk RTH di Kecamatan Gresik adalah 89,39 Ha atau sebesar 16,14 % dari total penggunaan lahan dengan penjabaran 4,59 % berupa makam, 0,91 % kolam, 7,75 % lahan kosong, 2,88 % belukar. Sementara itu, di Kecamatan Kebomas penggunaan lahan untuk RTH adalah 562,17 Ha atau sebesar 18,7 % dari total penggunaan lahan dengan penjabaran 0,18 % berupa makam, 1,99 % kolam, 0,92 % lahan kosong, 14,21 % belukar, 0,22 % tanah urug dan 1,19 % tambang kapur. Jadi, total Ruang Terbuka Hijau di wilayah perencanaan adalah 651,56 Ha atau sebesar 18,3 % dari total penggunaan lahan. Gambar 2.6. Beberapa Ruang Terbuka Hijau di Kecamatan Gresik 21
  22. 22. PROGRAM PENGEMBANGAN KOTA HIJAU KABUPATEN GRESIK Gambar 2.7. Beberapa Bentuk Ruang Terbuka Hijau di Kecamatan Kebomas6. Fasilitas Umum dan Sosial Fasilitas umum dan sosial yang tersebar di wilayah perencanaan antara lain adalah fasilitas pendidikan, kesehatan, peribadatan, olahraga, serta fasilitas pelayanan umum lainnya seperti jaringan listrik, air dan telepon. Penggunaan lahan untuk fasilitas umum dan sosial di Kecamatan Gresik adalah 15,26 Ha atau sebesar 2,75 % dari total penggunaan lahan, sedangkan di Kecamatan Kebomas adalah 7,62 Ha atau sebesar 0,25 % dari total penggunaan lahan.7. Pertanian/Tanah Sawah Perubahan penggunaan lahan dalam kurun waktu dekade terakhir dari lahan persawahan menjadi kawasan terbangun perkotaan mengakibatkan makin sempitnya lahan persawahan perkotaan. Penggunaan lahan untuk pertanian/tanah sawah hanya terdapat di Kecamatan Kebomas, yaitu sebesar 215,37 Ha atau sebesar 7,16 % dari total penggunaan lahan.8. Ladang Hal yang sama pada lahan pertanian terjadi pula pada perladangan perkotaan. Penggunaan lahan untuk ladang hanya terdapat di Kecamatan Kebomas, yaitu sebesar 303,85 Ha atau sebesar 10,11 % dari total penggunaan lahan.9. Perkebunan/Tegalan Penggunaan lahan untuk kebun hanya terdapat di Kecamatan Kebomas, yaitu sebesar 132,26 Ha atau sebesar 4,40 % dari total penggunaan lahan. 22
  23. 23. PROGRAM PENGEMBANGAN KOTA HIJAU KABUPATEN GRESIK10. Perikanan/Tambak Tambak merupakan areal penggenangan permanen yang telah mendapat campur tangan manusia, baik berupa kolam air tawar maupun air laut. Penggunaan lahan perikanan/tambak ini banyak terdapat di Kecamatan Kebomas, yaitu seluas 596,80 Ha atau sebesar 19,85 % dari total penggunaan lahan, sedangkan di Kecamatan Gresik hanya seluas 12,07 Ha atau sebesar 2,18 % dari total penggunaan lahan.11. Lahan Bekas Tambang PT Semen Gresik Peruntukan lahan-lahan bekas hak pakai PT. Semen Gresik ada yang diperpanjang, sudah berakhir haknya dan atau yang sudah beralih haknya. Lahan-lahan bekas Hak Pakai PT. Semen Gresik ini, di wilayah perencanaan berada di wilayah kecamatan Kebomas. Berikut ini akan disajikan data, lahan-lahan bekas penambangan, status kepemilikan dan status penggunaannya. 23
  24. 24. PROGRAM PENGEMBANGAN KOTA HIJAU KABUPATEN GRESIK Tabel 2.15. Daftar Inventarisasi Hak Pakai PT. Semen Gresik (Persero) yang Sudah Berakhir, Belum Berakhir dan Beralih Hak Atas Tanahnya Luas yang Luas yang Luas yang Letak Tanah sudah berakhir Diperpanjang sudah beralihNo. Keterangan Desa/Kel (Kecamatan) haknya Haknya haknya (Ha) (Ha) (Ha)1 Gulomantung (Kebomas) 0,5000 TN bekas Yasan, berakhir 10-5-2004 belum diperpanjang2 Gulomantung (Kebomas) 0,0200 TN bekas Yasan, berakhir 10-5-2004 diperpanjang 20 tahun berakhir 30-1-2024 SK Kakan Gresik tgl. 15-12-2004 No. 02-530.2.35.20043 Giri (Kebomas) 8,6900 TN bekas Yasan, berakhir 21-12-2004, diperpanjang 20 tahun berakhir 30-1-2024 SK Kakanwil tgl. 7-1-2004 No. 02-530.2.35.20044 Sidomukti (Kebomas) 1,6800 TN bekas Yasan, berakhir 10-5-2004, diperpanjang 20 tahun berakhir 30-1-2024 SK Kakanwil tgl. 7-1-2004 No. 03-530.2.35.20045 Sidomukti (Kebomas) 3,5400 TN bekas Yasan, berakhir 30-1-2004, diperpanjang 20 tahun berakhir 30-1-2024 SK Kakanwil tgl. 7-1-2004 No. 03-530.2.35.20046 Ngargosari (Kebomas) 1,6205 TN bekas Yasan, diperpanjang 20 tahun s/d 30-1-2024 SK Kakanwil BPN tgl. 7-1-2004 No. 01-530.2.35.20047 Ngargosari (Kebomas) 2,1205 TN bekas Yasan, diperpanjang 20 tahun s/d 30-1-2024 SK Kakanwil BPN tgl. 7-1-2004 No. 01-530.2.35.20048 Ngargosari (Kebomas) 1,1595 TN bekas Yasan, diperpanjang 20 tahun s/d 30-1-2024 SK Kakanwil BPN tgl. 7-1-2004 No. 01-530.2.35.20049 Ngargosari (Kebomas) 0,6930 TN bekas HM No. 17, diperpanjang 20 tahun s/d 30-1-2024 SK Kakanwil BPN tgl. 7-1-2004 No. 01-530.2.35.200410 Ngargosari (Kebomas) 7,2335 TN bekas HM No. 10,11,12,13,15 dan sebagian 16 diperpanjang 20 tahun s/d 30-1-2024 SK Kakanwil BPN tgl. 7-1-2004 No. 01- 530.2.35.200411 Ngargosari (Kebomas) 11,3200 TN bekas Yasan, diperpanjang 20 tahun s/d 30-1-2024 SK Kakanwil BPN tgl. 7-1-2004 No. 01-530.2.35.200412 Kembangan (Kebomas) 23,5800 Sudah dipecah menjadi P6 dan P7/Kembangan 24
  25. 25. PROGRAM PENGEMBANGAN KOTA HIJAU KABUPATEN GRESIK Luas yang Luas yang Luas yang Letak Tanah sudah berakhir Diperpanjang sudah beralih No. Keterangan Desa/Kel (Kecamatan) haknya Haknya haknya (Ha) (Ha) (Ha) 13 Kembangan (Kebomas) 16,6300 Jangka waktu 10 tahun s/d 30-8-2004 (belum diperpanjang) SK Kakan Pertanahan Kab. Gresik menjadi 5 bidang (P24 Luas 18,825 m² untuk RTH dan Mushola, P25 Luas 52,239 m² untuk RTH dan makam, P26 Luas 37,963 m² untuk RTG, P27 Luas 11,418 m² untuk jalan tambang dan rencana jalan kabupaten, P28 Luas 46,288 m² untuk resapan air. 14 Kembangan (Kebomas) 6,9550 P7 sudah dipecah menjadi B2 s/d No... atas nama PT. Swadaya Graha yang kemudian dipecah menjadi 328 bidang. 15 Kembangan (Kebomas) 23,6000 Berakhir tanggal 8-5-2004, kemudian diperpanjang dengan Kep. Ka. BPN No. 16/HP/BPN RI/2006 tanggal 29-09-2006 16 Sidomoro (Kebomas) 0,9200 TN DI 301 : 1784/II/i/97 17 Klangonan (Kebomas) 18,1200 TN bekas Yasan, diperpanjang dengan SK Ka BPN No. 12/HP/BPN/04 tgl 3-3-2004 (20 Tahun) berakhir 03-11-2023Sumber : PT Semen Gresik, Tahun 2008. 25
  26. 26. PROGRAM PENGEMBANGAN KOTA HIJAU KABUPATEN GRESIK Tabel 2.16. Penggunaan Lahan di Kecamatan Gresik (Ha) Penggunaan Lahan (Ha) Kelurahan/No Fasilitas Desa Fasilitas Fas. Fas. Fas. Jaringan Pedagangan Lahan Perumahan Olah Pergudangan Perkantoran Industri Tambak Kolam Makam Belukar Total Pendidikan Kesehatan Peribadatan Umum Listrik & Jasa Kosong raga1 Ngipik 21.05 0.00 0.00 0.37 4.65 1.06 0.00 0.00 0.60 0.00 24.85 0.00 3.55 0.00 0.55 8.32 65.002 Tlogopatut 26.36 0.00 0.37 0.02 0.00 0.09 0.00 0.00 0.00 0.00 2.05 0.00 0.00 0.00 3.08 1.03 33.003 Sidokumpul 35.24 0.87 0.00 0.05 0.67 0.00 2.84 0.39 0.00 0.20 25.94 0.00 0.00 2.01 3.80 0.00 72.004 Kramatinggil 17.48 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 1.56 1.95 21.005 Sidorukun 4.80 0.04 0.00 0.00 0.00 0.00 0.23 1.03 0.00 0.00 41.25 0.00 1.48 1.17 0.00 0.00 50.006 Pulopancikan 9.51 0.03 0.00 0.04 0.00 0.70 0.00 0.77 0.07 1.76 9.56 0.00 0.00 0.03 0.53 0.00 23.007 Gapurosukolilo 3.34 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0.02 0.64 0.00 0.00 8.00 0.00 0.00 12.008 Tlogobendung 5.93 0.00 0.00 0.00 0.07 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 6.009 Pekauman 3.80 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0.20 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 4.0010 Sukorame 16.54 0.21 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0.44 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 4.81 0.00 22.0011 Karangturi 41.62 0.00 0.00 0.00 1.01 0.44 0.00 0.00 0.79 0.00 0.00 0.00 0.00 4.14 15.72 0.28 64.0012 Trate 7.99 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0.01 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 8.0013 Karangpoh 8.48 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0.52 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 9.0014 Bedilan 7.46 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0.09 8.45 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 16.0015 Kebungson 7.20 0.19 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 2.61 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 10.0016 Pekelingan 4.21 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0.08 0.00 3.28 0.00 0.00 0.00 0.00 0.42 8.0017 Kemuteran 13.37 0.39 0.16 0.00 0.00 0.00 0.00 0.08 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 14.0018 Sukodono 2.89 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0.11 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 3.0019 Kroman 4.39 0.03 0.02 0.00 0.00 0.27 0.00 0.00 0.00 0.00 0.29 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 5.0020 Lumpur 10.76 0.03 0.00 0.00 0.00 0.07 0.00 0.00 0.77 0.00 7.31 12.07 0.00 0.00 0.00 0.00 31.0021 Tlogopojok 39.94 0.00 0.00 0.00 0.36 0.00 0.00 0.00 0.51 0.19 10.07 0.00 0.00 10.07 12.88 3.98 78.00TOTAL 292.37 1.79 0.55 0.48 6.76 2.62 3.06 2.27 4.11 2.25 136.30 12.07 5.03 25.43 42.95 15.98 554.00 Sumber : Interpretasi Peta Citra Ikonos Tahun 2006 dan Ground Cek Lapangan tahun 2008. 26
  27. 27. PROGRAM PENGEMBANGAN KOTA HIJAU KABUPATEN GRESIKGambar 2.8. Peta Penggunaan Lahan Eksisting Kecamatan Gresik dan Kecamatan Kebomas Sumber: RDTR dan ZR Kota Gresik 2008, diupdate Citra 2011 27
  28. 28. PROGRAM PENGEMBANGAN KOTA HIJAU KABUPATEN GRESIK2.2.1.2. Identifikasi jenis RTH Perkotaan Pola sebaran RTH yang terdapat di kawasan Kota Gresik yaitu berpola scattered(tersebar). Sebaran RTH tersebut dapat dilihat pada gambar berikut. Berdasarkan distribusinyamaka dapat diketahui bahwa tanah kering masih mendominasi sebagian besar pemanfaatanlahan wilayah Kota Gresik, sawah sebagian di Kecamatan Manyar dan Kebomas, sedangkanlapangan olahraga banyak terdapat di Kecamatan Gresik antara lain lapangan sepak bola,lapangan golf, lapangan tenis. Gambar 2.9. Eksisting Persebaran RTH di Kecamatan Gresik dan Kecamatan Kebomas Sumber: NSPM RTH Kabupaten Gresik, 2008 Dari persebarannya di Kecamatan Gresik dan Kecamatan Kebomas, lokasi-lokasi RTHadalah sebagai berikut:A. Ruang Terbuka Hijau Publik Identifikasi jumlah Ruang Terbuka Hijau (RTH) Publik yang terdapat di Kota Gresik berdasarkan kondisi eksisting, dikelompokkan berdasarkan jenisnya. Jenis-jenis RTH tersebut diantaranya yaitu taman kota; taman rekreasi; bukit/pegunungan; jalur hijau: jalur hijau sempadan sungai, jalur hijau sempadan rel kereta api, jalur hijau tegangan tinggi; RTH pemakaman; parkir terbuka, dan lapangan olahraga. 28
  29. 29. PROGRAM PENGEMBANGAN KOTA HIJAU KABUPATEN GRESIK A.1. RTH Kawasan Taman Kota dan Lingkungan RTH taman kota adalah taman yang ditujukan untuk melayani penduduk satu kota atau bagian wilayah kota. Taman kota memiliki fungsi ekologis, rekreatif, estetis, dan olahraga (terbatas).Gambar 2.10. RTH Taman Kota dan Taman Bermain di Kecamatan Gresik dan Kecamatan Kebomas Sumber: NSPM RTH Kabupaten Gresik, 2008 Tabel 2.17. RTH Taman Kota di Kota Gresik Luas No Nama Taman Kota Lokasi/Alamat Penanggung Jawab (Ha) Taman Kota 1 Alun-alun Jl. Wachid Hasyim 0,80 Dinas PU 2 Segoromadu Jl. Veteran 1,50 Dinas PU 3 Taman GNI Jl. Pangsud – Jl. Pahlawan 0,25 Dinas PU 4 Sidomoro Perempatan sentolan 0,25 Dinas PU 5 Bunderan GKB Jl. Sumatra 1,20 Dinas PU Taman Lingkungan Perumahan dan Pemukiman 6 Taman Randuagung Perum. BP. Randuagung Jl. 2,40 Dinas PU Wahidin Sudiro Husodo 7 Taman Segunting Perum. Semen Gresik Segunting 12,30 PT. Semen Gresik 8 Taman Tubanan Perum. Semen Gresik Tubanan 5,70 PT. Semen Gresik 9 Taman Sidokumpul Perum. BP Kulon 2,60 Warga BP.Kulon Taman Lingkungan Perkantoran dan Gedung Komersial 10 Taman Tri Darma Jl. Tri Darma 7,50 PT. Petrokimia Gresik dan PT. AJG 29
  30. 30. PROGRAM PENGEMBANGAN KOTA HIJAU KABUPATEN GRESIK Luas No Nama Taman Kota Lokasi/Alamat Penanggung Jawab (Ha) 11 Taman Petrokimia Perum. Petrokimia Gresik 5,80 PT. Petrokimia Gresik Gresik dan PT. AJG12 Taman pemda Jl. Wahidin Sudiro Husodo 3,75 Dinas PUTOTAL 44,05Sumber: Data non-fisik program adipura 2007-2008 A.2. RTH Kawasan Hutan Kota Hutan Kota memiliki fungsi sebagai berikut pelestarian, perlindungan, dan pemanfaatan plasma nutfah, keanekaragamn hayati, pendidikan, dan penelitian. Hutan kota yang terdapat di Kota Gresik adalah sebagai berikut: Gambar 2.11. RTH Hutan Kota di Kecamatan Gresik dan Kecamatan Kebomas Sumber: NSPM RTH Kabupaten Gresik, 2008 Tabel 2.18. RTH Hutan Kota di Kota Gresik Luas KerapatanNo Nama Hutan Kota Lokasi/Alamat Jenis Pohon (Ha) (batang/Ha)1 Hutan Petrokimia Jl. A.Yani (Perum. 6,25 Keben, Sono, 60 Petrokimia Gresik) Mahoni, Cemara2 Hutan Semen Jl. Veteran (Perum. 8,00 Sono, Mahoni, 40 Sunan Giri) Sengon, Lamtoro 30
  31. 31. PROGRAM PENGEMBANGAN KOTA HIJAU KABUPATEN GRESIK Luas Kerapatan No Nama Hutan Kota Lokasi/Alamat Jenis Pohon (Ha) (batang/Ha) 3 Hutan Giri Desa Klangonan, 105,00 Beringin, Kelapa 50 Sekarkurung, dan Kembangan 4 Hutan Ngargosari Desa Ngargosari 18,50 Jati, Sono, 60 Sengon 5 Hutan Tenggulunan Desa Tenggulanan 75,45 Mangrove, Jati 150 6 Hutan Prambangan Desa Prambangan 13,50 Mangga, Pisang, 60 Sengon 7 Hutan Perkebunan Desa Suci, Pongangan, 115,24 Tanaman, Rakyat dan Kembangan Budidaya, Holtikultura Tahunan dan Semusim Jumlah 341,94 Sumber: Data non-fisik program adipura 2007-2008 A.3. RTH Kawasan Pemakaman Pemakaman merupakan salah satu RTH Publik yang memiliki fungsi pelayanan publik (umum) dan keindahan. RTH pemakaman yang terdapat di Kota Gresik adalah sebagai berikut: Tabel 2.19. RTH Pemakaman di Kota Gresik Nama Kelurahan/ Luas Wilayah No. Status Tanah Letak Wilayah Desa (m2) 1 Kel. Tlogopojok 20.000 Tanah Negara/Makam Sebelah Selatan Kantor umum Kelurahan 2 Ds. Pulopancikan 3.877 Hak Milik (sertifikat), Kel. Sidokumpul (Gumuk) Makam Islam Pulopancikan 3 Kel. Sukorame 227 Tanah Negara/Makam Sebelah Timur Kantor Desa Kelurahan 4 Kel. Tlogopatut 1.000 Makam Desa Sebelah Barat Jl. Dr. Sotema 1.500 Makam Desa Sebelah Barat Makam Semen Gresik 5 Kel. Ngipik 15.000 Makam Desa Sebelah Diklat PT. Petrokimia Gresik 5.200 Makam Desa Sebelah Selatan Kantor Kelurahan 6 Kel. Sidokumpul 10.406 Makam Arab Jl. Panglima Sudirman Gg. VI 20.640 Makam Umum Sumur Jl. Panglima Sudirman Gg. VI Songa 4.710 Makam Doro Payung Jl. Panglima Sudirman Gg. VI 6.490 Makam Umum Kristen Jl. JA Suprapto 7 Kel. Karangturi 44.800 Makam Desa Sebelah Selatan Makam Tlagapojok 8 TMP 675 - Jl. Pahlawan 750 - Jl. Wahidin Sudirohusodo Jumlah (13,53 Ha) 135.275Sumber: Data non-fisik program adipura 2007-2008 31
  32. 32. PROGRAM PENGEMBANGAN KOTA HIJAU KABUPATEN GRESIK Gambar 2.12. RTH Makam di Kecamatan Gresik dan Kecamatan Kebomas Sumber: NSPM RTH Kabupaten Gresik, 2008 A.4. Jalur Hijau Sempadan Jalan Ruang Terbuka Hijau (RTH) sempadan jalan dapat berupa taman pulau jalan dan median yang memiliki fungsi seperti sebagai peneduh, penyerap polusi udara, penyerap kebisingan, pemecah angin, pembatas pandang, penahan silau lampu kendaraan, dan sebagainya. Tabel 2.20. RTH Median dan Pulau Jalan di Kota Gresik LuasNo Median/Pulau Jalan Lokasi Keterangan (Ha)1 Median Gub. Suryo Jl. Gubernur Suryo 0,12 Penghijauan Glodokan PJU2 Median Veteran Jl. Veteran 0,27 PJU3 Median Kartini Jl. Kartini 0,16 PJU4 Median Akses Tol Entrance Jalan Tol Bunder 1,50 PJU5 Median Dr. Wahidin SH Jl. Dr. Wahidin SH 0,48 Taman dan PJU6 Pulau Jalan Sidomoro Perempatan Jl. Kartini – Jl. Veteran 0,001 PJU, Penghijauan dalam Pot – Jl. Pangsud – Jl. Kapt. Dulasim7 Pulau Jalan Kebomas Perempatan Jl. Sunan Giri– Jl. 0,001 Taman Kota dan Lampu Kartini-Jl. Dr.Wahidin-Jl. Dr.Sutomo Taman8 Pulau Jalan GNI Perempatan Jl.Pang.Sudirman- 0,001 Taman Kota dan PJU Jl.Jagung Suprapto-Jl.Pahlawan- Jl.Malik Ibrahim 32
  33. 33. PROGRAM PENGEMBANGAN KOTA HIJAU KABUPATEN GRESIK Luas No Median/Pulau Jalan Lokasi Keterangan (Ha)9 Pulau Jalan Perlimaan Pojok Jl. Dr.Sutomo – Jl. Proklamasi 0,001 Taman Kota dan Papan Petro Himbauan Jumlah 2,354Sumber: Data non-fisik program adipura 2007-2008 Gambar 2.13. RTH Sempadan Jalan di Kecamatan Gresik dan Kecamatan Kebomas Sumber: NSPM RTH Kabupaten Gresik, 2008 A.5. Jalur Hijau Sempadan Sungai Terdapat delapan sugai yang melintasi kawasan Kota Gresik, tidak semua kondisi bantaran/sempadan sungai tersebut memiliki jalur hijau. Kegiatan penggunaan lahan pada bagian bantaran/sempadan sungai yang tidak memiliki jalur hijau didominasi oleh penggunaan lahan berupa pemukiman. Berikut sungai-sungai yang melewati kawasan Kota Gresik. 33
  34. 34. PROGRAM PENGEMBANGAN KOTA HIJAU KABUPATEN GRESIK Tabel 2.21. RTH Sempadan Sungai di Kota Gresik Panjang Luas BantaranNo Nama Sungai Lokasi/Alamat Sungai (Km) (Km2)1 Kali Lamong Ds. Segoromadu 6,1 73,22 Kali Tutup Timur Kel. Pekelingan 1,15 2,33 Kali Tutup Barat Kel. Kroman 1,27 2,544 Kali Roomo Ds. Roomo 2,7 7,625 Kali Tengger Ds. Tengger 1,1 6,66 Kalo Towo dan Pelabuhan Petrokimia Kel. Tlogopojok 1,78 7,127 Kali Pelabuhan Gresik Kel. Bedilan 0,53 1,068 Kali Pelabuhan Semen Kel. Pulopancikan 0,92 1,8 Jumlah 102,24Sumber: Data non-fisik program adipura 2007-2008 Gambar 2.14. RTH Sempadan Sungai di Kecamatan Gresik dan Kecamatan Kebomas Sumber: NSPM RTH Kabupaten Gresik, 2008 A.6. Jalur Hijau Sempadan Pantai Kota Gresik memiliki garis pantai sepanjang 7.621,4 m. Penggunaan lahan yang terdapat di sempadan pantai didominasi oleh kegiatan industri dan pemukiman. Penggunaan lahan lain yang terdapat pada kawasan sempadan pantai berupa tambak dan hutan mangrove. Berikut luasan hutan mangrove yang terdapat pada beberapa bagian garis pantai Kota Gresik. 34
  35. 35. PROGRAM PENGEMBANGAN KOTA HIJAU KABUPATEN GRESIK Tabel 2.22. Hutan Mangrove Pantai di Kota Gresik No. Kawasan Hutan Mangrove Lokasi Luasan 1 Hutan Mangrove Desa Telaga Pojok Kecamatan Gresik 0,20 Ha 2 Hutan Mangrove Desa Lumpur Kecamatan Gresik 0,20 Ha 3 Hutan Mangrove Desa Gulomantung Kecamatan Kebomas 0,30 Ha 4 Hutan Mangrove Desa Tenggulunan Kecamatan Kebomas 0,20 Ha 5 Hutan Mangrove Desa Kedanyang Kecamatan Kebomas 0,90 Ha 6 Hutan Mangrove Desa Terambangan Kecamatan Kebomas 0,75 Ha 7 Hutan Mangrove Desa Segoro Madu Kecamatan Kebomas 0,75 Ha 8 Hutan Mangrove Desa Karang Kiring Kecamatan Kebomas 0,30 Ha 9 Hutan Mangrove Desa Sukorejo Kecamatan Kebomas 0,14 Ha Jumlah 3,74 Ha Sumber: Data non-fisik program adipura 2007-2008Gambar 2.15. RTH Sempadan Pantai di Kecamatan Gresik dan Kecamatan Kebomas Sumber: NSPM RTH Kabupaten Gresik, 2008 A.7. Jalur Hijau Sempadan Telaga Kawasan Kota Gresik memiliki empat telaga yaitu Telaga Ngipik, Telaga Pegat, Telaga Sidomoro dan Waduk Banjar Urip. Telaga Ngipik merupakan telaga yang dikembangkan potensi wisatanya. Pada sempadan Telaga Ngipik dibangun taman bermain sebagai pelengkap fasilitas pariwisata alam ini. 35
  36. 36. PROGRAM PENGEMBANGAN KOTA HIJAU KABUPATEN GRESIK Tabel 2.23. Jumlah Luas Jalur Hijau Sempadan Telaga No. Nama Waduk/Danau/Telaga/Bozem Luasan Waduk (m2) 1. Telaga Ngipik 2.250 2. Waduk Banjar Urip 7.500 3. Telaga Pegat 320 3. Telaga Sidomoro 475 Sumber: Data non-fisik program adipura 2007-2008Gambar 2.16. RTH Sempadan Telaga di Kecamatan Gresik dan Kecamatan Kebomas Sumber: NSPM RTH Kabupaten Gresik, 2008 A.8. Jalur Hijau Sempadan Rel KA Terdapat dua jalur rel kereta api yang membentang dari wilayah Timur ke Barat dari Utara ke Selatan pada kawasan Kota Gresik. Rel kereta api yang membentang dari wilayah bagian Utara ke Selatan melewati kawasan industri di seoanjang tepi pantai Kota Gresik. Rel kereta api tersebut melayani kebutuhan pengangkutan barang pada kawasan industri Gresik. Berikut data panjang rel kereta api yang melintasi kawasan Kota Gresik. 36
  37. 37. PROGRAM PENGEMBANGAN KOTA HIJAU KABUPATEN GRESIK Tabel 2.24. RTH Sempadan Rel KA di Kota Gresik No Desa yang Dilalui Rel KA Panjang Rel KA (m) 1 Desa Tenggulan –Kemuteran 3.693,7 m 2 Desa Sidorukun – Manyar 2.649,7 m Sumber: Peta Penggunaan lahan RTRW Kota Gresik, 2011Gambar 2.17. RTH Sempadan Rel KA di Kecamatan Gresik dan Kecamatan Kebomas Sumber: NSPM RTH Kabupaten Gresik, 2008 A.9. Jalur Hijau di Bawah SUTT Kebutuhan listrik penduduk Kota Gresik dilayani oleh Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) dengan kapasitas 150 Kv. Saluran listrik ini memiliki empat jalur lintasan sebagaii jalur distribusi untuk melayani kebutuhan listrik warga Kota Gresik. Empat jalur lintasan SUTT tersebut melewati Desa Sidorukun-Tenggulunan, Desa Kramatinggil-Segoromadu, Desa Kramatinggil-Kembangan, dan Desa Segoromadu- Ngipik. 37
  38. 38. PROGRAM PENGEMBANGAN KOTA HIJAU KABUPATEN GRESIK Tabel 2.25. RTH Sempadan SUTT di Kota Gresik No Desa yang Dilalui SUTT Panjang SUTT (m) 1 SUTT Sidorukun-Tenggulunan 2.093,97 m 2 SUTT Kramatinggil-Segoromadu 2.083,40 m 3 SUTT Kramatinggil-Kembangan 5.152,54 m 4 SUTT Segoromadu-Ngipik 2.093,933 m Sumber: Peta Penggunaan lahan RTRW Kota Gresik, 2001 Gambar 2.18. RTH Sempadan SUTT di Kecamatan Gresik dan Kecamatan Kebomas Sumber: NSPM RTH Kabupaten Gresik, 2008B. Ruang Terbuka Hijau Privat Identifikasi jumlah Ruang Terbuka Hijau (RTH) Privat yang terdapat di Kota Gresik berdasarkan kondisi eksisting, dikelompokkan berdasarkan jenisnya. Jenis-jenis RTH tersebut diantaranya yaitu RTH pekarangan rumah tinggal, perkantoran, tempat ibadah, sekolah atau kampus, hotel, rumah sakit, dan lain-lain; RTH Kawasan Industri, dan RTH Pertanian Perkotaan. 38
  39. 39. PROGRAM PENGEMBANGAN KOTA HIJAU KABUPATEN GRESIK B.1. RTH Kawasan Industri Terdapat dua jenis kegiatan industri dan pergudangan di Kota Gresik yaitu yang membentuk kawasan dan yang tersebar (scattered). Kegiatan industri dan pergudangan di wilayah perencanaan yang membentuk kawasan/kelompok tersendiri yaitu Komplek Industri Semen Gresik, Petrokimia Gresik, dan Maspion. Ruang Terbuka Hijau pada kawasan industri tersebut meliputi RTH pekarangan pemukiman, fasilitas sosial, fasilitas pendidikan, dan kawasan penyangga/buffer zone. Tabel 2.26. Ruang Terbuka Hijau Kawasan Industri di Kota Gresik KDB Luas RTH No. Kawasan Industri Luas Wilayah (%) (Ha) 1 Semen Gresik 201,25 60 80,5 2 Petrokimia Gresik 123,125 55 55,41 Jumlah 201,25 135,41 Sumber: Data non-fisik program adipura 2007-2008 Sedangkan industri yang relatif besar tersebar di daerah Selatan dan Barat, seperti PT. Nusantara Plywood, Perusahaan Nippon Paint, Pabrik Baja Barata, Pabrik Sepatu New Era, Pabrik spare part kendaraan, SumberMas Plywood dan beberapa lainnya. Untuk industri dan pergudangan luas seluruhnya adalah 786,685 Ha. B.2. RTH Kawasan Pemukiman RTH pekarangan perumahan merupakan RTH yang terdapat pada lingkungan perumahan baik pemukiman formal maupun informal. RTH yang terdapat pada pemukiman formal selain RTH perkarangan terdapat juga RTH yang berupa taman lingkungan, jalur hijau dan pulau jalan. Perumahan yang terdapat di kawasan Kota Gresik yaitu Perumahan Bhakti Pertiwi Randu Agung (BP), Perumahan Kota Gresik Baru (GKB), Perumahan Graha Kembangan Asri (GKA), Perumahan Alam Bukit Raya, Perumahan BP Randu Agung Indah, dan Perumahan BP Kulon. Tabel 2.27. Ruang Terbuka Hijau Pekarangan Kawasan Perumahan Kota Gresik Luas Luas RTHNo. Nama Perumahan Batasan Lokasi Perumahan KDB (Ha) (Ha)1 BP Randu Agung Utara : Jl. Wahidin Sudirohusodo 18,890 75-90 3,30575 Timur : Jl. Lokal Selatan : Perum. Bukit Randu Agung Indah Barat : Jl. Wahidin Sudirohusodo2 Perum. Kota Gresik Utara : Ds. Yosowilangun 36,637 60-80 10,991 Baru (GKB) Timur : Ds. Suci Selatan : Jl.Wahidin Sudirohusodo Barat : Ds. Suci3 Graha Kembangan Utara : Jl. Galian 12,923 60-80 3,8769 Asri Timur : Kota Gresik Baru (GKB) 39
  40. 40. PROGRAM PENGEMBANGAN KOTA HIJAU KABUPATEN GRESIK Luas Luas RTHNo. Nama Perumahan Batasan Lokasi Perumahan KDB (Ha) (Ha) Selatan : Jl.Wahidin Sudirohusodo Barat : Jl. Galian4 Alam Bukit Raya Utara : Ds. Suci 8,197 60-80 2,4591 Timur : Jl. Lokal Selatan : Jl.Wahidin Sudirohusodo Barat : Jl. Tol5 Bukit Randu Agung Utara : Perum. BP Randu Agung 4,226 75-90 0,739 Indah Timur : Jl. Lokal Selatan : Jl. Galian Barat : Perum.BP Randu Agung6 BP Kulon Utara : Jl. JA Suprapto 38,242 60-80 11,4726 Timur : Jl. P. Sudirman Selatan : Jl. R.Hakim Barat : Jl. ProklamasiSumber: Data non-fisik program adipura 2007-2008 Selain pemukiman formal terdapat juga pemukiman informal, yaitu pemukiman yang berkembang secara alami di kawasan tertentu. Kawasan perumahan informal berkembang secara linier mengikuti pola jaringan jalan yang ada. Perumahan kepadatan tinggi terdapat di pusat Kota Gresik yaitu di sepanjang jl. Usman Badar, Jl. G. Suryo, Jl. Sindujoyo, Jl. Kh. Kholil, Jl. Wahid Hasyim, Jl. Fikih Usman, Jl. Pasar Baru, Jl. Kyai Arem-arem, Jl. Abd. Karim, Jl. Santri, Jl. Hakim Kayat, Jl. Thamrin, Jl. Malik Ibrahim, Jl. AK. S Tubun, Jl. Pahlawan dan Jl. Harun Tohir. Luas penggunaan tanah untuk perumahan adalah 1.049,988 Ha (sumber : RTRW Revisi Kawasan Kabupaten Gresik, 2011). Rata-rata proporsi KDB pada tiap persil rumah pada kawasan pemukiman informal yaitu 75-90%. B.3. RTH Perdagangan dan Jasa, dan Perkantoran Aktivitas pada kawasan perdagangan dan jasa merupakan aktivitas yang mampu menyedot kunjungan terbanyak masyarakat, baik menggunakan kendaraan umum maupun kendaraan pribadi. Oleh karena itu, keberadaan RTH sangat dibutuhkan pada masing-masing persil pekarangan fasilitas perdagangan dan jasa. Kegiatan perdagangan dan jasa banyak dijumpai pusat Kota Gresik di sepanjang jalan Jl. Usman Badar, Jl. G. Suryo, Jl. Sindujoyo, Jl. Kh. Kholil, Jl. Santri, Jl. Malik Ibrahim, serta perdagangan dan jasa yang mulai berkembang di sepanjang Jl. Pahlawan dan Jl. Jagung Suprapto (sepanjang jalan Kolektor primer) jalan Veteran, jalan Kartini dan Jalan Dr. Wahidin Sudirohusodo. Fasilitas perdagangan yang ada diantaranya yaitu pertokoan, toko, warung, bengkel (bengkel truk, bengkel sepeda motor dan mobil), pasar, plasa PK-5, perdagangan barang bekas, wartel. Luas penggunaan tanah untuk perdagangan dan jasa adalah 17,864 ha dari luas wilayah perencanaan (sumber : 40
  41. 41. PROGRAM PENGEMBANGAN KOTA HIJAU KABUPATEN GRESIK RTRW Revisi Kawasan Kabupaten Gresik, 2011). Rata-rata proporsi KDB pada tiap persil rumah pada kawasan pemukiman informal yaitu 80-90%. Fasilitas perkantoran di Kota Gresik banyak tersebar di Jl. Wahidin Sudiro Husodo dan Jl. Veteran. Rata-rata proporsi KDB pada tiap persil fasilitas perkantoran adalah 60-70%.2.2.2. EVALUASI RTH KOTA Dari data eksisting jenis-jenis RTH Kota di wilayah perencanaan di atas dapat diketahuitotal luasan RTH yang dimiliki dan berpotensi di wilayah perkotaan Kota Gresik, sebagaimanadirangkum pada tabel di bawah ini. Tabel 2.28. Jenis dan Luasan RTH di Kawasan Perkotaan Kabupaten Gresik LUASAN NO JENIS RTH NAMA RTH (Ha) I RTH Publik 1 RTH Kawasan Taman Kota • Alun-alun, Segoromadu, Taman GNI, 44,05 dan Lingkungan Sidomoro, Bunderan GKB (Taman Kota); • Taman Randuagung, Taman Segunting, Taman Tubanan, Taman Sidokumpul (Taman Lingkungan Perumahan); • Taman Tri Darma, Taman Petrokimia Gresik, Taman Pemda (Taman Lingkungan Perkantoran & Gedung Komersial) 2 RTH Hutan Kota Hutan Petrokimia, Hutan Semen, Hutan 341,94 Ngargosari, Hutan Tenggulunan Hutan Prambanan, Hutan Perkebunan Rakyat dan Hortikultura 3 RTH Pemakaman Kel. Tlogopojok, Ds. Pulopancikan, Kel. 13,53 Sukorame, Kel. Tlogopatut, Kel. Ngipik, Kel. Sidokumpul, Kel. Karangturi, TMP 4 Jalur Hijau Sempadan Jalan Median Gub. Suryo, Median Veteran, Median 2,35 Kartini, Median Akses Tol, Median Dr. Wahidin SH, Pulau Jalan Sidomoro, Pulau Jalan Kebomas, Pulau Jalan GNI, Pulau Jalan Perlimaan Petro 5 Jalur Hijau Sempadan Kali Lamong, Kali Tutup Timur, Kali Tutup 102,24 Sungai Barat, Kali Roomo, Kali Tengger, Kali Towo dan Pelabuhan Petrokimia, Kali Pelabuhan Gresik, Kali Pelabuhan Semen 6 Jalur Hijau Sempadan Hutan Mangrove Desa-desa: Telaga Pojok, 3,74 Pantai Lumpur, Gulomantung, Tenggulunan, Kedanyang, Terambangan, Segoro Madu, Karang Kiring, Sukorejo 7 Jalur Hijau Sempadan Telaga Ngipik, Waduk Banjar Urip, Telaga 2,88 Telaga (lebar sempadan 50 Pegat, Telaga Sidomoro m) 8 Jalur Hijau Sempadan Rel Desa Tenggulan –Kemuteran, Desa Sidorukun – 25,37 KA (lebar sempadan 20 m) Manyar 9 RTH Sempadan SUTT Sidorukun-Tenggulunan, Kramatinggil- 57,12 (lebar sempadan 50 m) Segoromadu, Kramatinggil-Kembangan, Segoromadu-Ngipik JUMLAH (I) 593,22 41
  42. 42. PROGRAM PENGEMBANGAN KOTA HIJAU KABUPATEN GRESIK LUASAN NO JENIS RTH NAMA RTH (Ha) II RTH Privat 1 RTH Kawasan Industri Semen Gresik, Petrokimia Gresik 135,41 2 RTH Kawasan BP Randu Agung, Perum. Kota Gresik Baru 32,85 permukiman (GKB), Graha Kembangan Asri, Alam Bukit Raya, Bukit Randu Agung Indah, BP Kulon 3 RTH Perdagangan, Jasa, 4,47 Perkantoran JUMLAH (II) 172,73 TOTAL 765,95 Sumber : NSPM RTH Kota Gresik 2008, Hasil Analisa 20122.2.3. EVALUASI RTH KOTA BERDASARKAN CITRA SATELIT Kondisi RTH eksisting berdasarkan data scanning citra satelit dapat diketahui totalluasan RTH yang dimiliki dan berpotensi di wilayah perkotaan Kota Gresik lebih kecil daripadaperhitungan lapangan, adalah sebagai berikut. Gambar 2.19. Peta Citra Satelit Kota Gresik (Kecamatan Gresik dan Kecamatan Kebomas) Sumber: Citra Satelit 2010, Kuartal IV 42
  43. 43. PROGRAM PENGEMBANGAN KOTA HIJAU KABUPATEN GRESIK Tabel 2.29. Hasil Perhitungan Jenis dan Luasan RTH di Kawasan Perkotaan Kabupaten Gresik berdasarkan Peta Citra LUASANNO JENIS RTH NAMA RTH (Ha) I RTH Publik 1 RTH Kawasan Taman • Alun-alun, Segoromadu, Taman GNI, Sidomoro, 44,05 Kota dan Lingkungan Bunderan GKB (Taman Kota); • Taman Randuagung, Taman Segunting, Taman Tubanan, Taman Sidokumpul (Taman Lingkungan Perumahan); • Taman Tri Darma, Taman Petrokimia Gresik, Taman Pemda (Taman Lingkungan Perkantoran & Gedung Komersial) 2 RTH Hutan Kota Hutan Petrokimia, Hutan Semen, Hutan Ngargosari, 226.70 Hutan Tenggulunan Hutan Prambanan, Hutan Perkebunan Rakyat dan Hortikultura 3 RTH Pemakaman Kel. Tlogopojok, Ds. Pulopancikan, Kel. Sukorame, Kel. 13,53 Tlogopatut, Kel. Ngipik, Kel. Sidokumpul, Kel. Karangturi, TMP 4 Jalur Hijau Sempadan Median Gub. Suryo, Median Veteran, Median Kartini, 2,23 Jalan Median Akses Tol, Median Dr. Wahidin SH, Pulau Jalan Sidomoro, Pulau Jalan Kebomas, Pulau Jalan GNI, Pulau Jalan Perlimaan Petro 5 Jalur Hijau Sempadan Kali Lamong, Kali Tutup Timur, Kali Tutup Barat, Kali 87,50 Sungai Roomo, Kali Tengger, Kali Towo dan Pelabuhan Petrokimia, Kali Pelabuhan Gresik, Kali Pelabuhan Semen 6 Jalur Hijau Sempadan Hutan Mangrove Desa-desa: Telaga Pojok, Lumpur, 3,74 Pantai Gulomantung, Tenggulunan, Kedanyang, Terambangan, Segoro Madu, Karang Kiring, Sukorejo 7 Jalur Hijau Sempadan Telaga Ngipik, Waduk Banjar Urip, Telaga Pegat, Telaga 2,77 Telaga (lebar sempadan Sidomoro 50 m) 8 Jalur Hijau Sempadan Desa Tenggulan –Kemuteran, Desa Sidorukun – Manyar 25,37 Rel KA (lebar sempadan 20 m) 9 RTH Sempadan SUTT Sidorukun-Tenggulunan, Kramatinggil-Segoromadu, 57,12 (lebar sempadan 50 m) Kramatinggil-Kembangan, Segoromadu-Ngipik JUMLAH (I) 463.01 II RTH Privat 1 RTH Kawasan Industri Semen Gresik, Petrokimia Gresik 100,91 2 RTH Kawasan BP Randu Agung, Perum. Kota Gresik Baru (GKB), Graha 32,85 permukiman Kembangan Asri, Alam Bukit Raya, Bukit Randu Agung Indah, BP Kulon 3 RTH Perdagangan, Jasa, 4,47 Perkantoran JUMLAH (II) 138,23 TOTAL 601,24 Dari total luas wilayah perkotaan Kota Gresik seluas 35,60 Km2 atau 3.560 Ha, luastotal RTH (Publik dan Privat) yang dimiliki seluas 601,24 Ha, atau hanya 16,89 % denganrincian RTH Publik seluas 13,01 % dan RTH Privat seluas 3,88 %. Jadi kedua kelompok RTHtersebut masih jauh dibawah target standar minimal pemenuhan RTH Perkotaan menurutPermen PU Nomor 05/PRT/M/2008. 43
  44. 44. PROGRAM PENGEMBANGAN KOTA HIJAU KABUPATEN GRESIK Dengan demikian dapat disimpulkan berdasarkan Standar Minimal pemenuhan RTHPerkotaan, untuk RTH Publik 20% dan RTH Privat 10%, maka untuk dapat memenuhinyadibutuhkan target penambahan luasan RTH Publik sebesar 6,99 % (lebih kurang 248,99 Ha) danluasan RTH Privat 6,12 % (lebih kurang 271,77 Ha). Melihat komposisi kedua kelompok RTHtersebut, yang cukup berat adalah untuk mengejar target Standar Minimal RTH Privat. Hal inimemerlukan partisipasi yang serius dari masyarakat perkotaan dan sektor swasta agar tidaklagi menambah luasan kawasan terbangun, atau melalui upaya-upaya peremajaan kawasandengan cara membangun kawasan secara vertikal.2.3. ANALISA KEBUTUHAN RTH KOTA2.3.1. KEBUTUHAN RTH BERDASARKAN PRESENTASI WILAYAH Memperhatikan hasil evaluasi diatas, sebagai tindak lanjut upaya-upaya peningkatankebutuhan pemenuhan Standar Minimal luasan RTH sesuai dengan ketentuan perundang-undangan, maka dibutuhkan analisis mendalam melalui pengaturan-pengaturan setiap jenisRTH yang teridentifikasi di wilayah perkotaan Kota Gresik. Pengaturan-pengaturan yangdilakukan dijelaskan sebagai berikut. Memperhatikan hasil evaluasi diatas, sebagai tindak lanjut upaya-upaya peningkatankebutuhan pemenuhan Standar Minimal luasan RTH sesuai dengan ketentuan perundang-undangan, maka dibutuhkan analisis mendalam melalui pengaturan-pengaturan setiap jenisRTH yang teridentifikasi di wilayah perkotaan Kota Gresik. Kebutuhan RTH diproyeksikanhingga pada jangka waktu ditetapkannya program P2KH ini selesai pada Tahap I, yaitu hinggaTahun 2014. Basis perhitungan pertumbuhan penduduk berdasarkan data jumlah pendudukmasing-masing Kecamatan Gresik dan Kebomas dari tahun 2001 hingga tahun 2010, yangditunjukkan pada Tabel berikut ini. Tabel 2.30. Proyeksi Jumlah Penduduk Kecamatan Gresik dan Kecamatan Kebomas hingga Tahun 2014 Jumlah Penduduk (Jiwa) Tahun Kec. GRESIK Kec. KEBOMAS Jumlah 2001 76.968 71.567 2002 77.465 74.146 2003 80.741 75.833 2004 80.975 77.506 2005 81.804 79.365 2006 82.353 81.375 2007 86.970 87.404 2008 82.540 91.411 2009 83.458 93.365 2010 84.092 95.594 44

×