PERAN TKPK DAERAH DALAM UPAYA MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS PERTANIAN UNTUK PENANGGULANGAN KEMISKINAN Jakarta, 15 November 20...
SIAPA YANG DISEBUT MISKIN? <ul><li>Definisi BPS </li></ul><ul><li>Seseorang yang tidak mampu memenuhi kebutuhan dasarnya (...
<ul><li>Persentase Penduduk Miskin Menurut Provinsi, Maret 2011 </li></ul>KEBIJAKAN PENGENTASAN KEMISKINAN HARUS MEMPERHAT...
KARAKTERISTIK 2: DISPARITAS TINGKAT KEMISKINAN ANTAR PERKOTAAN DAN PEDESAAN TINGGI <ul><li>SEBAGIAN BESAR RT MISKIN DI PED...
KEMISKINAN DAN PERTANIAN (1) Penduduk Miskin 2011:  30,02 juta (12,49 %) <ul><li>63,2% di pedesaan </li></ul><ul><li>57,8 ...
JUMLAH PETANI GUREM  (TANAH < 0,5 ha) Sensus Pertanian 2003 Catatan: Kepri tergabung di Riau, Sulbar tergabung di Sulsel, ...
KEMISKINAN DAN PERTANIAN (2) <ul><li>Sektor pertanian masih harus menampung sebagian besar tenaga kerja dengan produktivit...
PETA KETAHANAN DAN KERENTANAN PANGAN ( FOOD SECURITY AND VULNERABILITY ATLAS – FSVA ) TAHUN 2009
Scatter Plot  Share Pertanian dalam PDRB Dan Tingkat Kemiskinan menurut Kab/Kot Tahun 2010 Share Pertanian dalam PDRB (%) ...
PETA KEMISKINAN DAN PERTANIAN <ul><li>Share  Pertanian terhadap PDB tahun 2010 adalah 14,59 % </li></ul><ul><li>Persentase...
RTS pada Sektor Pertanian SUB SEKTOR PERTANIAN TINGKATAN KEMISKINAN TOTAL SANGAT MISKIN MISKIN HAMPIR MISKIN Tanaman Panga...
Program Anti Kemiskinan dan Proteksi Sosial KEBIJAKAN MAKRO EKONOMI <ul><li>KLASTER-1 </li></ul><ul><li>(perlindungan sosi...
PENANGGULANGAN KEMISKINAN MELALUI PEMBANGUNAN PERTANIAN DAN PERDESAAN Tidak sekedar sebagai penerima bantuan sosial (langs...
PENANGANAN MENDASAR UNTUK PENGUATAN PETANI MISKIN Memastikan tersedianya bibit unggul dan pupuk ketika dibutuhkan menjelan...
PEMBERDAYAAN DAN PENINGKATAN EKONOMI RUMAH TANGGA PERTANIAN (1) Pengembangan Usaha Agribisnis Perdesaan (PUAP) melalui pem...
PEMBERDAYAAN DAN PENINGKATAN EKONOMI RUMAH TANGGA PERTANIAN (2) Percepatan Penganekaragaman Konsumsi Pangan (P2KP) melalui...
MATRIK DUKUNGAN INSTANSI TERKAIT DALAM PENANGGULANGAN KEMISKINAN No. Kegiatan Dukungan Instansi/Lembaga Terkait 1. Pengemb...
Terima Kasih
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Wakil Menteri Pertanian: Peran TKPK Daerah dalam Upaya Meningkatkan Produktivitas Pertanian Untuk Penanggulangan Kemiskinan

2,279
-1

Published on

Published in: News & Politics
0 Comments
2 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total Views
2,279
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
0
Comments
0
Likes
2
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Wakil Menteri Pertanian: Peran TKPK Daerah dalam Upaya Meningkatkan Produktivitas Pertanian Untuk Penanggulangan Kemiskinan

  1. 1. PERAN TKPK DAERAH DALAM UPAYA MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS PERTANIAN UNTUK PENANGGULANGAN KEMISKINAN Jakarta, 15 November 2011 Kementerian Pertanian Oleh : Dr. Rusman Heriawan Wakil Menteri Pertanian
  2. 2. SIAPA YANG DISEBUT MISKIN? <ul><li>Definisi BPS </li></ul><ul><li>Seseorang yang tidak mampu memenuhi kebutuhan dasarnya ( basic need approach ), baik terhadap makanan (2100 kcal/hari) maupun non-makanan, yang diukur dari garis kemiskinan ( poverty line dalam rupiah) </li></ul><ul><li>Dari Perspektif Pertanian </li></ul><ul><li>Terbatasnya kecukupan pangan, akses terhadap kesehatan dan pendidikan, kesempatan kerja dan berusaha, serta kepemilikan dan penguasaan lahan pertanian yang sangat sempit. </li></ul>
  3. 3. <ul><li>Persentase Penduduk Miskin Menurut Provinsi, Maret 2011 </li></ul>KEBIJAKAN PENGENTASAN KEMISKINAN HARUS MEMPERHATIKAN KARAKTERISTIK KEMISKINAN DI INDONESIA ….. KARAKTERISTIK 1: Disparitas Tingkat Kemiskinan Antar Provinsi Sangat Tinggi (Jakarta = 3,75%, Papua = 31,98%, Indonesia = 12.49%)
  4. 4. KARAKTERISTIK 2: DISPARITAS TINGKAT KEMISKINAN ANTAR PERKOTAAN DAN PEDESAAN TINGGI <ul><li>SEBAGIAN BESAR RT MISKIN DI PEDESAAN BEKERJA DI PERTANIAN.. </li></ul>Persentase Penduduk Miskin Menurut Daerah 2004-2011 Persentase RT Miskin di PEDESAAN Menurut Sumber Penghasilan Utama, Maret 2010
  5. 5. KEMISKINAN DAN PERTANIAN (1) Penduduk Miskin 2011: 30,02 juta (12,49 %) <ul><li>63,2% di pedesaan </li></ul><ul><li>57,8 % bekerja di pertanian (K+D) </li></ul><ul><li>Rata2 ART: 4.82 orang </li></ul><ul><li>Umur KRT: 49.4 tahun </li></ul><ul><li>Tamat SD/ buta huruf </li></ul><ul><li>Rata-rata jam kerja pendek </li></ul><ul><li>Lahan sempit </li></ul>Kondisi Perumahan: Tak ada listrik Tak ada toilet Dinding rumah bambu Tak ada air bersih Luas lantai per kap sempit Produktivitas Rendah
  6. 6. JUMLAH PETANI GUREM (TANAH < 0,5 ha) Sensus Pertanian 2003 Catatan: Kepri tergabung di Riau, Sulbar tergabung di Sulsel, Papua Barat tergabung di Papua; karena alasan keamanan tidak dilakukan Sensus Pertanian 2003 di Aceh Total petani gurem = 26,8 Juta < 0,25 Ha = 22,2 Juta petani [82,8%] 0,25 – 0,5 Ha = 4,6 Juta petani [17,2%]
  7. 7. KEMISKINAN DAN PERTANIAN (2) <ul><li>Sektor pertanian masih harus menampung sebagian besar tenaga kerja dengan produktivitas tenaga kerja rendah (tahun 2011 : 42 juta orang, atau 38%) . </li></ul><ul><li>Kemiskinan terbesar berada di rumah tangga pertanian dengan kualitas SDM rendah. (Maret 2010: 72% penduduk miskin di perdesaan (19,9 Juta) mengandalkan pertanian.) </li></ul><ul><li>Kepemilikan lahan petani rata-rata kurang dari 0,5 Ha. </li></ul><ul><li>Terbatasnya peluang petani dapat bekerja di off-farm </li></ul>
  8. 8. PETA KETAHANAN DAN KERENTANAN PANGAN ( FOOD SECURITY AND VULNERABILITY ATLAS – FSVA ) TAHUN 2009
  9. 9. Scatter Plot Share Pertanian dalam PDRB Dan Tingkat Kemiskinan menurut Kab/Kot Tahun 2010 Share Pertanian dalam PDRB (%) Persentase Kemiskinan I II III IV Share Pertanian thd PDB: 14,59 Persentase Kemiskinan Nasional: 13,33
  10. 10. PETA KEMISKINAN DAN PERTANIAN <ul><li>Share Pertanian terhadap PDB tahun 2010 adalah 14,59 % </li></ul><ul><li>Persentase penduduk miskin nasional tahun 2010 adalah 13,33 % </li></ul>KUADRAN PENJELASAN Jumlah Kab/Kota I Share Pertanian terhadap PDRB tinggi dan persentase penduduk miskin tinggi 215 II Share Pertanian terhadap PDRB rendah dan persentase penduduk miskin tinggi 29 III Share Pertanian terhadap PDRB rendah dan persentase penduduk miskin rendah 93 IV Share Pertanian terhadap PDRB tinggi dan persentase penduduk miskin rendah 160 JUMLAH 497
  11. 11. RTS pada Sektor Pertanian SUB SEKTOR PERTANIAN TINGKATAN KEMISKINAN TOTAL SANGAT MISKIN MISKIN HAMPIR MISKIN Tanaman Pangan dan hortikultura 1.416.227 3.280.525 3.308.228 8.005.400 Perkebunan 225.485 509.278 488.386 1.223.149 Peternakan 14.374 38.567 49.899 102.840 Sektor Pertanian % terhadap total RTS 1.656.086 (55,4%) 3.828.370 (56,1%) 3.846.573 (50,2%) 9.331.029 (53,4%) Total RTS 2.990.770 6.821.174 7.668.063 17.488.007 Sumber: PPLS 2008 …… .. 53% rumah tangga sasaran, yaitu rumah tangga yang menjadi kelompok sasaran program klaster 1 bantuan dan perlindungan sosial merupakan rumah tangga mencari nafkah di sektor pertanian …..
  12. 12. Program Anti Kemiskinan dan Proteksi Sosial KEBIJAKAN MAKRO EKONOMI <ul><li>KLASTER-1 </li></ul><ul><li>(perlindungan sosial berbasis keluarga) </li></ul><ul><li>PKH </li></ul><ul><li>JAMKESMAS </li></ul><ul><li>RASKIN </li></ul><ul><li>BANTUAN SISWA MISKIN </li></ul>KLASTER-2 (pemberdayaan komunitas) PNPM KLASTER-3 (pemberdayaan usaha kecil mikro) Kredit Mikro ( KUR ) <ul><li>KLASTER – 4: PROGRAM PERBAIKAN </li></ul><ul><li>PERUMAHAN </li></ul><ul><li>TRANSPORTASI </li></ul><ul><li>AIR BERSIH </li></ul><ul><li>LISTRIK UNTUK RAKYAT MISKIN </li></ul><ul><li>NELAYAN MISKIN </li></ul><ul><li>KELOMPOK RENTAN PERKOTAAN </li></ul>PENINGKATAN KESEJAHTERAAN & PERLUASAN KERJA PERCEPATAN PENGURANGAN KEMISKINAN
  13. 13. PENANGGULANGAN KEMISKINAN MELALUI PEMBANGUNAN PERTANIAN DAN PERDESAAN Tidak sekedar sebagai penerima bantuan sosial (langsung) dalam program klaster 1: PKH, Jamkesmas, Raskin, dan Bantuan Siswa Miskin. Seharusnya lebih diperluas kepada program yang lebih fundamental dan berkesinambungan: Pemberdayaan Komunitas (Klaster 2) dan pemberdayaan Usaha Kecil-Mikro (Klaster 3) Memutus mata rantai kemiskinan dengan memberikan kesempatan pada pemberdayaan dan peningkatan ekonomi rumah tangga pertanian ( pro-poor perdesaan)
  14. 14. PENANGANAN MENDASAR UNTUK PENGUATAN PETANI MISKIN Memastikan tersedianya bibit unggul dan pupuk ketika dibutuhkan menjelang musim tanam dan masa pemeliharaan tanaman Memberikan reaksi cepat dalam penanganan Organisme Penyerang Tanaman (OPT) Perlindungan Resiko pasca panen (sistem asuransi pertanian) Percepatan revitalisasi saluran irigasi pertanian Menjaga stabilisasi harga pangan Memperkuat kemitraan petani dengan BUMN/Swasta (GP3K -> rice farming -> rice estate )
  15. 15. PEMBERDAYAAN DAN PENINGKATAN EKONOMI RUMAH TANGGA PERTANIAN (1) Pengembangan Usaha Agribisnis Perdesaan (PUAP) melalui pemberdayaan Gapoktan dengan pemberian modal usaha Rp100 juta/Gapoktan (target 30.000 desa per tahun sejak 2008) Pengembangan Desa Mandiri Pangan (DMP) melalui pemberdayaan masyarakat untuk mampu memproduksi, mengakses pasar dan meningkatkan daya belinya, target 30% rumah tangga perdesaan tergolong sangat miskin.
  16. 16. PEMBERDAYAAN DAN PENINGKATAN EKONOMI RUMAH TANGGA PERTANIAN (2) Percepatan Penganekaragaman Konsumsi Pangan (P2KP) melalui optimalisasi pemanfaatan pekarangan untuk bisnis pangan lokal, 4020 desa untuk tahun 2011. Pengembangan Lembaga Distribusi Pangan Masyarakat (LDPM) melalui pendirian Lumbung Pangan Desa, 454 Gapoktan pada tahun 2011.
  17. 17. MATRIK DUKUNGAN INSTANSI TERKAIT DALAM PENANGGULANGAN KEMISKINAN No. Kegiatan Dukungan Instansi/Lembaga Terkait 1. Pengembagan Usaha Agribisnis di Pedesaan Kemendag, Kemenko Kesra, Kemenko Perekonomian, Kemkop dan UKM, Kadin. 2. Desa Mandiri Pangan Kemenkokesra, BPPT, Kemkop dan UKM. 3. Percepatan Penganekaragaman Konsumsi Pangan (P2KP) Kemenkes, Kemendiknas, BPPT, PKK 4. Pengembangan Lembaga Distribusi Pangan Masyarakat (LDPM) Bulog 5. Penanganan Daerah Rawan Pangan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)
  18. 18. Terima Kasih

×