Kom kep pp

572 views
404 views

Published on

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
572
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
29
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Kom kep pp

  1. 1. Martinus Catur Kurniawan Meliana Rahayu Nur Anggun Puspita Puji Utami Shinta Ana Wijaya
  2. 2.   Komunikasi nontherapeutic merupakan komunikasi yang dapat merintangi atau merusak profesionalisme hubungan. Komunikasi ini dapat menyebabkan klien enggan atau bahkan menghindari terjadinya interaksidengan perawat agar terhindar dari pengaruh komunikasi nonterapeutik ini.
  3. 3.            Menanyakan pertanyaan pribadi Memberikan pendapat pribadi Mengganti subyek Respon otomatis Penentraman hati yang keliru Simpati Meminta penjelasan Persetujuan atau penolakan Respon bertahan Respon agresif dan pasif Membantah
  4. 4. Komunikasi Non Terapeutik  Tingkah laku perawat  Punishment Pemberi hukuman  Satiasi Tindakan menyuruh seseorang melakukan perubahan berulang-ulang sehingga menjadi jera  Coercion Menakut-nakuti seseorang  Perawat berorientasi rumah sakit  Fokus penyakit, psikososial tidak diperhatikan  Bio: kebutuhan dasar manusia  Psiko: jiwa  Sosial: kebiasaan, adat istiadat  Perawat kurang tanggap terhadap kebutuhan, keluhan
  5. 5. Karateristik Diri Perawat Sebelum Melakukan Komunikasi Terapeutik       Berhadapan langsung dengan orang yang diajak komunikasi mempunyai arti bahwakomunikator siap untuk komunikasi. Mempertahankan kontak mata merupakan kegiatan menghargai klien danmengatakan keinginan untuk tetap berkomunikasi. Membungkuk kearah klien merupakan sikap/posisi yang menunjukkan keeeinginanuntuk mendengar sesuatu. Mempertahankan sikap terbuka merupakan sikap yang ditunjukkan dddengan posisikaki tidak melipat tangan,menunjukkan keterbukaan untuk berkomunikasi. Tetap rileks merupakan sikap yang menunjukkan adanya keseimbangan antaraketegangan dengan relaksasi dalam memberi respon pada klien. Menurut Tamsuri2005 sikap rileks menciptakan iklim yang kondusif bagi klien untuk tetap melakukankomunikasi dan memungkinkan pengembangan komunikasi.
  6. 6. DEFINISI KOMUNIKASI TERAPEUTIK  Komunikasi terapeutik adalah komunikasi yang direncanakan secara sadar, bertujuan dan kegiatannya dipusatkan untuk kesembuhan pasien (Purwanto,1994). Teknik komunikasi terapeutik merupakan cara untuk membina hubungan yang terapeutik dimana terjadi penyampaian informasi dan pertukaran perasaan dan pikiran dengan maksud untuk mempengaruhi orang lain (Stuart & sundeen,1995).
  7. 7.           Klien harus merupakan fokus utama dari interaksi. Tingkah laku professional mengatur hubungan terapeutik. Membuka diri dapat digunakan hanya pada saat membuka diri mempunyai tujuan terapeutik. Hubungan sosial dengan klien harus dihindari. Kerahasiaan klien harus dijaga. Kompetensi intelektual harus dikaji untuk menentukan pemahaman. Implementasi intervensi berdasarkan teori. Memelihara interaksi yang tidak menilai, dan hindari membuat penilaian tentang tingkah laku klien dan memberi nasihat. Beri petunjuk klien untuk menginterprestasikan kembali pengalamannya secara rasional. Telusuri interaksi verbal klien melalui statemen klarifikasi dan hindari perubahan subyek/topik jika perubahan isi topik tidak merupakan sesuatu yang sangat menarik klien.
  8. 8. Tahap-Tahap Komunikasi Terapeutik A.Fase pra-interaksi Fase pra-interaksi merupakan masa persiapan sebelum berhubungan dan berkomunikasi dengan klien Strategi yang dapat dilakukan perawat dalam tahapan ini adalah:  Membina rasa saling percaya  Merumuskan kontrak (waktu, tempat pertemuan, dan topik pembicaraan) bersama-sama dengan klien dan menjelaskan atau mengklarifikasi kembali kontrak yang telah disepakati bersama  Mengeksplorasi pikiran, perasaan dan perbuatan serta mengidentifikasi masalah klien yang umumnya dilakukan dengan menggunakan teknik komunikasi pertanyaan terbuka
  9. 9. B. Fase orientasi  Fase orientasi atau perkenalan merupakan fase yang dilakukan perawat pada saat pertama kali bertemu atau kontak dengan klien.  Tujuan dalam tahap ini adalah memvalidasi keakuratan data dan rencana yang telah dibuat sesuai dengan keadaan klien saat ini, serta mengevaluasi hasil tindakan yang telah lalu (Stuart.G.W, 1998).
  10. 10. Tahap-Tahap Komunikasi Terapeutik C. Fase kerja Fase kerja merupakan inti dari hubungan perawat dan klien yang terkait erat dengan pelaksanaan rencana tindakan keperawatan yang akan dilaksanakan sesuai dengan tujuan yang dicapai. Strategi yang dapat dilakukan perawat dengan cara: • Berhadapan dengan lawan bicara.Dengan posisi ini perawat menyatakan kesiapannya (”saya siap untuk anda”). • Pertahankan kontak mata, sejajar, dan natural. Dengan posisi mata sejajar perawat menunjukkan kesediaannya untuk mempertahankan komunikasi. • Bersikap tenang. Akan lebih terlihat bila tidak terburu-buru saat berbicara dan menggunakan gerakan/bahasa tubuh yang natural.
  11. 11. Tahap-Tahap Komunikasi Terapeutik D. Fase terminasi  Terminasi merupakan akhir dari pertemuan perawat dan klien. Tahap terminasi dibagi dua yaitu terminasi sementara dan terminasi akhir (Stuart,G.W,1998).  Terminasi sementara adalah akhir dari tiap pertemuan perawat dan klien, setelah hal ini dilakukan perawat dan klien masih akan bertemu kembali pada waktu yang berbeda sesuai dengan kontrak waktu yang telah disepakati bersama.  Terminasi akhir dilakukan oleh perawat setelah menyelesaikan seluruh proses keperawatan. Tugas perawat dalam tahap ini adalah: a) Mengevaluasi pencapaian tujuan dari interaksi yang telah dilaksanakan (evaluasi objektif). b) Melakukan evaluasi subjektif dengan cara menanyakan perasaan klien setelah berinteraksi dengan perawat c) Menyepakati tindak lanjut terhadap interaksi yang telah dilakukan. erikutnya.
  12. 12. Sikap Perawat Dalam Komunikasi Terapeutik Kehadiran fisik, menurut Evans (1975, dikutip dalam Kozier dan E.B, 1993 : 372) mengidentifikasi 4 sikap dan cara utnuk menghadirkan diri secara fisik, yaitu : 1) Berhadapan : arti dari posisi ini yaitu "saya siap utnuk anda“ 2) Mempertahankan kontak mata : berarti mengahargai klien dan menyatakan keinginan untuk tetap berkomunikasi. 3) Membungkuk ke arah klien : posisi ini menunjukkan keinginan atau mendengar sesuatu 4) Tetap rileks : dapat mengontrol keseimbangan antara ketegangan dan relaksasi dalam merespon klien. 
  13. 13. Sikap Perawat Dalam Komunikasi Terapeutik  Kehadiran psikologis dapat dibagi dalam dua dimensi yaitu dimensi tindakan dan dimensi respon (Truax, Carkhfoff dan Benerson, dikutip dalam Stuart dan Sundeen, 1987 : 126) 1. Dimensi Respon. Dimensi respon terdiri dari respon perawat yang ikhlas, menghargai, simpati dan konkrit. Dimensi respon sangat penting pada awal hubungan klien untuk membina hubungan saling percaya dan komunikasi terbuka. Respon ini terus dipertahankan sampai pada akhir hubungan. 2. Dimensi Tindakan. Dimensi tindakan terdiri dari konfrontasi, kesegeraan, keterbukaan, emosional katarsis, dan bermain peran (Stuart da Sundeen, 1987 : 131)
  14. 14. Menurut Stuart dan Sundeen tahun 1995, tehnik komunikasi terdiri dari:  Mendengar aktif  Mendengar pasif  Penerimaan  Klarifikasi  Fokusing  Observasi  Menawarkan informasi  Diam (memelihara ketenangan)  Assertive  MenyimpulkanGiving recognition (memberiakn pengakkuan/penghargaan)  Offering Sel (menawarakan diri)  Offering general leads (memberikan petunjuk umum)  Giving broad opening (memberikan pertanyaan terbuka)  Placing the time in time/sequence (penempatan urutan/waktu)  Encourage deskripition of perception (mendukung deskripsi dari persepsi)
  15. 15.               Encourage Comparison (mendukung perbandingan) Restating (mengulang) Restating Reflekting (Refleksi) Eksploring (EksporasiVoucing) doubt (menunjukkan keraguan Seeking consensual Verbalizing the implied Encouraging evaluation (mendukung evaluasi) Attempting to translate into feeling (usaha menerjemahkan perasaan) Suggesting collaborating (menganjurkan kolaborasi) Encouragingformulation of plan of action (mendukng terbentuknya rencana tindakan) Estabilising guidelines (menyediakan petunjuk) Open- ended comments (komentar terbuka-tertutup) Reducing distant (penurunan jarak) Humor

×