Guru Efektif
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×
 

Guru Efektif

on

  • 21,550 views

Memotivasi Guru supaya terus belajar dan bekerja dengan ikhlas

Memotivasi Guru supaya terus belajar dan bekerja dengan ikhlas

Statistics

Views

Total Views
21,550
Views on SlideShare
21,195
Embed Views
355

Actions

Likes
13
Downloads
2,081
Comments
2

8 Embeds 355

http://smamuarajawa.blogspot.com 125
http://guruhebat-guruhebat.blogspot.com 124
http://www.slideshare.net 38
http://mtsn-nguntoronadi.blogspot.com 30
http://mtsn-nguntoronadi.blogspot.com 30
http://mgmpmathsmp-bogor.com 4
http://sdit-insanmandiri.net 3
http://www.mgmpmathsmp-bogor.com 1
More...

Accessibility

Upload Details

Uploaded via as Microsoft PowerPoint

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

Guru Efektif Guru Efektif Presentation Transcript

  • Guru Yang Efektif Titian Foundation Kecerdasan Emosi, Motivasi, dan Komunikasi
  • Guru yang Efektif
    • Guru yang efektif adalah guru yang bisa memotivasi peserta didik untuk belajar dan meningkatkan semangat belajar yang tumbuh dari kesadaran diri peserta didik, bukan karena takut pada gurunya.
    • Guru yang punya komitmen dan termotivasi bisa menjadi guru efektif.
  • Ciri Guru yang Efektif (1)
    • Berfikir, bertutur, dan berbuat secara positif.
    • Berkomunikasi dengan minat dan antusias.
    • Perhatian terhadap peserta didik yang diajak bicara.
    • Mengungkapkan pertanyaan, arahan, dan pernyataan dengan jelas.
    • Memberikan perhatian pada peserta didik dengan penuh emfati.
    • Mengidentifikasi sumber masalah.
    View slide
    • Memahami kapasitas peserta didik dalam menerima informasi dengan memberikan informasi sesuai dengan kapasitas peserta didik.
    • Menjelaskan dan memberi ilustrasi sebuah konsep secara abstrak maupun dengan contoh nyata)
    • Mengajar secara urut dan runtut dan meliputi semua aspek yang harus diajarkan.
    • Mengundang pendapat peserta didik dengan pertanyaan yang kritis, tetapi bertanya dengan suasana rileks.
    Ciri Guru yang Efektif (2) View slide
    • Menggunakan berbagai metode pengajaran.
    • Mengantisipasi apa yang akan terjadi di kelas.
    • Mengenal perilaku peserta didik yang tidak sesuai dengan aktivitas yang sedang berlangsung di kelas.
    • Memanfaat humor agar suasana kelas menarik.
    • Memiliki kepekaan atas kebutuhan peserta didik, dan mampu menasehati dengan tepat.
    Ciri Guru yang Efektif (3)
    • Tahu bagaiman cara mencapai tujuan kelas.
    • Tenang dalam menghadapi masalah.
    • Menghindari perilaku marah yang berlebihan.
    • Memanfaatkan ruangan kelas secara optimal dalam mengajar tidak hanya berdiri di depan kelas saja.
    • Lebih menekankan apresiasi daripada hukuman dalam mendisiplinkan murid.
    Ciri Guru yang Efektif (4)
  • Tingkat Motivasi Belajar
    • Obedience . Anak mau belajar karena takut dihukum oleh gurunya. Orang patuh pada peraturan karena dia akan dihukum bila melanggar. Dia akan mendapat penghargaan bila mematuhi. Konsekuensinya anak harus selalu diawasi agar dia mau belajar.
    • Identification . Anak mau belajar karena senang dan hormat pada gurunya. Di saat anak didik tidak senang pada gurunya maka semangat belajarnya. Konsekuensinya, sekali anak tidak menyukai gurunya makan hilanglah semangat belajar.
    • Internalization : Anak mau belajar disebabkan karena anak menghayati manfaat belajar bagi dirinya sendiri dan masyarakat.
    • (Herbert Kelman)
  • OBEDIENCE IDENTIFICATION INTERNALIZATION Level Perkembangan Kemampuan Guru Dalam Memotivasi Peserta Didik
  • Perilaku Guru Pada Tiap Level
    • Obedience :
      • Guru mengancam peserta didik dengan mengatakan “Ayo kerjakan soal-soal” dengan pandangan guru yang penuh tekanan dan ancaman.
    • Identification :
      • Guru menunjukkan perilaku yang menyenangkan dengan perhatian pada murid.
    • Internalization:
      • Guru menginspirasi peserta didik dengan cerita yang berisi kesuksesan karena rajin sekolah (misalnya murid yang berhasil menjadi orang terkenal jadi menteri, jadi presiden. Orang yang banyak berkeliling ke berbagai negara).
  • Hidup adalah Perlombaan
    • Ada dua jenis perlombaan yaitu :
      • perlombaan untuk menonjol (kaya, sukses, terkenal yang sangat bersifat hedonistik dan lahiriah)
      • Perlombaan untuk menjadi terbaik dalam menjadi rahmat bagi alam semesata (rahmatan lil-alamin )ini bersifat batiniah, (Greatness dalam eight habit).
    • Perlombaan bersifat hedonistik –lahiriah telah menimbulkan permasalahan psikologis,
      • Hasil studi menunjukkan bahwa kekayaan materi, kepopuleran, kesuksesan lahiriah berkorelasi negatif dengan kebahagiaan hidup.
      • Semakin sukses semakin banyak penderitaan batin (angka bunuh diri tinggi, kecanduan obat terlarang, kekerasan dalam rumah tangga, anak lari dari rumah, dan kehamilan remaja.
  • TEORI KEBUTUHAN MASLOW APA PERBEDAAN HEWAN DAN MANUSIA
  • HIRARKI KEBUTUHAN
    • pengembangan
    • & penggunaan
    • seluruh potensi
    • secara sangat kreatif
    • AKTUALISASI DIRI
    • harga diri, rasa memiliki
    • kompetensi dan keahlian
    • respek, prestise, pengakuan
    • PENGHARGAAN
    • kasih sayang, afeksi, sense of belonging
    • SOSIAL
    • rasa aman, perlindungan & stabilitas
    • (kehidupan sehari-hari, fisik, antarpribadi)
    • RASA AMAN
    • perawatan biologis, makanan, air, seks, dsb.
    • FISIOLOGIS
    LEBIH TINGGI (BERMAKNA, MULIA, UNGGUL) LEBIH RENDAH
  • Manusia sebagai Rahmat bagi Alam Semesta
      • Aku takut mati,
      • bukan karena mati itu sendiri,
      • tetapi takut bahwa sebelum sempat aku
      • memberi makna bagi hidup ini,
      • mati telah menjemputku,
      • sehingga hidupku sia-sia …
    • Pangkalpinang, 12 Mei 1992
    • Iwan Abdulrahman
  • Perlombaan Menjadi Rahmat bagi Alam Semesta
    • Berlomba-lomba untuk menjadi manusia berguna bagi banyak orang.
    • Dalam perlombaan seperti ini untuk menjadi juara setiap orang harus memiliki sifat seperti dalam Olimpiade :
          • Citius (lebih cepat)
          • Altius (lebih tinggi)
          • Fortius (lebih kuat)
  • Faktor Penentu apakah akan jadi juara
    • Tentukanlah nasib anda kalau tidak nasib anda akan ditentukan oleh orang lain.
    • (Jack Welch, mantan CEO General Electric)
    • Tuhan tidak me ng ubah nasib suatu kaum kecuali dia sendiri yang merubahnya.
      • (Dikutip Bung Karno dari Kitab Suci).
    • Kunci Sukses adalah pada kemauan diri sendiri
  • Bayangkan seorang tokoh yang sukses dalam kehidupan karir yang dia pilih. Faktor Apa Sajakah Yang Membuat Dia Sukses?
  • Hidup Dengan Komitmen
    • Komitmen hanya muncul apabila setiap guru memiliki 3 hal:
    • Kebermaknaan dalam hidup (meaning)
    • Kebersamaan sebagai anggota (membership)
    • Pengetahuan untuk menjadi guru yang unggul (mastery)
  • Kebermaknaan hidup (Meaning)
    • Kebermaknaan hidup hanya akan muncul apabila orang memiliki visi kehidupan yang berarti ( arti hidup yang sesungguhnya).
    • Visi kehidupan yang benar akan membuat setiap anggota Guru memiliki:
      • Optimisme
      • Antusiasme
      • Semangat hidup yang menggelora (“passion”)
    • Ada tiga orang tukang batu yang bekerja dengan gaji Rp 40.000.- sehari. Tapi ketiga tukang batu itu ditanya bagaimana mereka melihat makna pekerjaannya, jawabannya sangat berbeda:
      • Tukang batu A mengatakan pekerjaan saya “menyusun bata menjadi tembok”
      • Tukang batu B mengatakan pekerjaan saya “membuat rumah kecil tempat berteduh”
      • Tukang batu C mengatakan pekerjaan saya membuat rumah ibadah yang sangat indah dan semua orang kagum melihatnya”
    • Tukang Batu manakah yang paling bersemangat dalam melaksanakan pekerjaannya?
    Kebermaknaan hidup (Meaning)
  • Makna Pekerjaan Guru
    • Apakah sekadar mencari “makan” atau mencari “makna”, kalau menjadi guru hanya untuk mencari makan maka hidup sangat tidak bermakna.
    • Waktu tiga orang guru ditanya apa makna pekerjaan sebagai guru? Jawaban mereka:
      • Guru-A: Hanya buat cari nafkah, karena tidak ada pekerjaan lainnya.
      • Guru-B: Karena senang bekerja dengan anak-anak .
      • Guru-C: Ingin mempersiapkan anak didik dengan pendidikan yang baik sehingga mereka punya peluang menjadi orang yang penting bagi negara, dan terhindar dari hidup sebagai preman karena tidak punya pendidikan yang memadai.
  • Kebersamaan sebagai anggota ( Membership)
    • Suasana di sekolah yang berazaskan Kekitaan:
      • Rumah Kita dan Milik Kita ( Bukan Rumah Saya, atau Rumah Kamu, Milik Saya atau Milik Kamu)
    • Setiap orang merasa menjadi anggota yang berarti bila warga suatu sekolah:
      • Saling menghormati (respect)
      • Berlaku adil sesama anggota Guru (fairness).
      • Menghargai prestasi dan kontribusi rekannya (Apreciation)
      • Saling peduli (caring)
  • Pengetahuan dan Kompetensi untuk Menjadi Guru yang unggul (Mastery)
    • Seorang guru sejati adalah guru yang senantiasa menambah pengetahuan dan kompetensinya dalam mengajar.
    • Sekolah yang memupuk pembelajaran akan terwujud bila masing-masing guru berbagi pengalaman, dan berbagi pengetahuan.
    • Sekolah adalah tempat belajar guna memperluas wawasan tentang arti hidup yang bermakna. Secara bersama-sama guru perlu mengembangkan media pembelajaran (Berbagi bacaan, dan soft-file bahan presentasi yang diterima dari penataran atau sumber lainnya).
  • Dari Seven Habits ke Eighth Habit
    • Guru yang Efektif (Effective Teacher) bermula dari Tujuh Kebiasaan yang diterapkan dalam kehidupan ( 7 Habits of Highly Effective Family)
    • Guru yang Hebat (Great Teacher) adalah guru yang memunculkan kebiasaan yang dibangun dalam kehidupan agar membuat hidup menjadi bermakna dan menjadi inspirasi buat orang lain ( 8 th Habit for the Greatness of Teacher)
  • Seven Habits
    • Proaktif
    • Membangun visi (cita-cita)
    • Menyusun prioritas kehidupan
    • Berusaha memahami orang lain lebih dulu baru mengharapkan orang lain memahami kita
    • Saling menyenangkan dalam hubungan dengan orang lain
    • Bersinergi dengan orang lain
    • Memperbaharui kehidupan
  • Eight Habit (Kebebasan Memilih)
    • Pemberian Tuhan pada kita:
      • Kebebasan memilih (hanya manusia yang punya pilihan mesin dan binatang tidak punya
        • Marah-Sabar, Sedih Gembira adalah pilihan sendiri. Kebiasan berfikir positif (proaktif) akan menentukan kita akan mendapat apa.
        • Sukses dan gagal adalah cara memandang kehidupan, dan cara memandang potensi diri sendiri.
    • Ciri orang yang mengembangkan kebiasan “Kebebasan Memilih”
      • tidak pernah menyalahkan orang lain
      • tidak berprasangka negatif pada orang lain
      • tidak menghadapi kebuntuan pikiran
      • melihat peluang yang tersedia
      • Tidak bersifat menilai (judgmental)
    Eight Habit (Ciri Manusia yang Bebas Memilih)
  • Eight Habit Berpegang Pada Hukum dan Prinsip Alam
    • Berpegang pada prinsip kehidupan alam
      • Guru hebat sama halnya dengan tanaman yang subur dan banyak buahnya. Ia harus dipelihara, dipupuk, dan dibersihkan hamanya.
        • Pupuk adalah semangat kasih sayang yang membuat pohon Guru akarnya kuat mampu menahan terpaan badai.
        • Pemeliharan adalah menjaga jangan sampai terserang hama dan penyakit
      • Kalau ingin hidup bahagia, bahagiakan orang lain J angan merusak lingkungan alam (membabat hutan), Alam akan membalas dengan banjir dan tanah longsor. Jangan melukai perasaan orang lain kalau perasaan diri sendiri tidak mau dilukai.
    • Hukum dan Prinsip Alam ( Natural Laws and Principles) yang menjadi pemelihara kehidupan dan bersifat abadi adalah:
      • Menghargai orang lain
      • Jujur
      • Baik hati
      • integritas (sesuai kata dan perbuatan)
      • Melayani orang lain
      • Adil pada orang lain
    Eight Habit (Sifat manusia Universal)
    • No.1 Kecerdasan Mental
      • Kemampuan nalar dan obyektif dalam melihat suatu persoalan (tidak harus berpendidikan tinggi untuk bisa memiliki kecerdasan mental). Perintah agama untuk selalu berfikir obyektif di dalam melihat isi alam semesta (termasuk kehidupan Guru).
    Eight Habit (Empat Tipe Kecerdasan)
  • Kecerdasan Mental (Vision)
    • Harapan tentang masa depan
    • Mengantisipasi masa depan
    • Pandangan jangka panjang
    • Idealisme
    • Berfikir strategik
    • No.2 Kecerdasan Fisik (Physical Intelligence)
      • Badan yang sehat akan membuat pikiran sehat. Guru yang sehat fisik lebih besar kemungkinan untuk bisa mengajar dengan kualitas prima.
    Eight Habit (Empat Tipe Kecerdasan)
  • Kecerdasan Fisik (disiplin)
    • Fokus
    • Realistis
    • Mengambil tindakan
    • Komitmen
    • otonomi
    • mengambil inisiatif
    • Rela berkorban
    • Kompeten
    • Disiplin diri
    • Konsisten
    • No. 3 Kecerdasan Emosional
      • Pemahaman terhadap diri, sensitivitas sosial, emfati pada orang lain, dan kemampuan berkomunikasi yang sambung rasa.
    Eight Habit (Empat Tipe Kecerdasan)
  • Kecerdasan Emosional Antusiasme dan Semangat
    • Optimis
    • Punya harapan posiitif
    • Pemberani
    • Empati
    • Peka
    • Gembira
    • Motivasi tinggi
    • Suka Humor
  • Kecerdasan Emosi
    • Kecerdasan emosi adalah kemampuan seseorang dalam mengelola emosi di dalam menghadapi persoalan kehidupan:
      • Kompetensi Diri:
        • Kesadaran pada diri
        • Pengelolaan diri
        • Motivasi
      • Kompetensi Sosial
        • Empati
        • Ketrampilan sosial (social Skill)
  • Kecerdasan Emosi(1) Sifat kepribadian yang mendukung Guru Efektif.
      • Kesadaran Pada Diri
      • Kemampuan untuk mengenal diri sendiri, keunggulan dan kelemahan pada berbagai aspek diri
        • Kesadaran emosi: Memahami emosi sendiri (emosi sehat dan tidak sehat)
        • Kemampuan menilai diri ( Mengenal kekuatan diri serta manfaatnya pada diri)
        • Rasa percaya diri (Merasa diri berharga dan memiliki kemampuan).
  • Kecerdasan Emosional (2) Sifat kepribadian yang mendukung Efektivitas Guru
    • Kemampuan mengontrol diri
      • Kemampuan mengontrol emosi yang merusak dan impuls yang negatif.
      • Kejujuran pada diri sendiri dan orang lain
      • Bertanggungjawab atas tindakan sendiri
    • Kemampuan mengelola diri
      • Tidak kaku di dalam menghadapi perubahan
      • Tidak mempermasalahkan hal-kecil, dan mudah beradaptasi dengan perubahan
  • Kecerdasan Emosional (3) Sifat kepribadian yang mendukung Efektivitas Guru
    • Motivasi:
    • Berusaha agar mencapai sesuatu standar prima dalam hidup .
      • Komitmen :
    • Menyesuaikan diri dengan
    • komitmen bersama
      • Inisiatif
    • Kemampuan untuk membuat
    • gagasan dan
    • melaksanakannya
      • Optimisme
      • Tabah dalam mencapai tujuan
      • walaupun banyak hambatan
  • Kecerdasan Emosional (4) Sifat kepribadian yang mendukung Efektivitas Guru
    • Empati
      • Kemampuan merasakan apa yang dirasakan oleh orang lain .
      • Memahami orang lain
        • Pemahaman terhadap perasaan dan cara pandang orang lain
      • Mengembangkan orang lain:
        • Memiliki sensitifitas terhadap kebutuhan orang lain untuk berkembang dan menjadi dirinya sendiri.
      • Melayani orang lain
        • Kemampuan untuk mengantisipasi dan mengenali serta memenuhikebutuhan orang lain
      • Kemampuan menerima keanekaragaman
        • Menyadari bahwa di dunia ini banyak keanekaragaman yang harus diterima
  • Kecerdasan Emosional (5) Sifat kepribadian yang mendukung Efektivitas Guru
    • Ketrampilan sosial
      • Kemampuan untuk berinteraksi dengan orang lain dan membuat orang lain mau mengikuti keinginannya dengan suka rela.
      • Kemampuan mempengaruhi orang lain (persuasi, apresiasi)
      • Kemampuan komunikasi dengan bahasa enak dan jelas
      • Manajemen konflik yang membuat semua orang merasa menang.
      • Kepemimpinan yang transformasional ( egaliter, mengajakorang membangun cita-cita bersama, membangun saling percaya, dll)
  • Eighth Habit Empat Kecerdasan
    • No 4 Kecerdasan Spiritual
      • Pendorong kehidupan, agar hidup kita di dunia menjadi bermakna.
      • Keinginan untuk menjadikan diri sendiri dan agar menjadi sinar (keteladanan) bagi orang lain.
      • Keinginan untuk menjadikan diri sendiri sebagai berkah bagi orang lain.
  • Kecerdasan Spiritual (Hati Nurani)
    • Antusias
    • Tanggung jawab
    • Moralitas
    • Arif
    • Melayani
    • Rendah Hati
    • Adil
    • Murah hati
    • Menghargai orang lain
  • Kecerdasan Emosional dan Kecerdasan Spiritual
    • Pesan Kearifan
    • Hati-hatilah anda dengan pikiran anda karena pikiran anda akan menentukan ucapan anda.
    • Hati-hatilah anda dengan ucapan anda karena ucapan anda akan menentukan perilaku anda.
    • Hati-hatilah anda dengan perilaku anda karena perilaku anda akan menjadi watak anda
    • Hati-hatilah dengan watak anda karena waktu anda akan menentukan nasib anda
    • (Thomas Lickona, 2005)
  • HASRAT UNTUK MENGUBAH DIRI   Ketika aku masih muda serta bebas berfikir dengan khayalanku, Aku bermimpi untuk mengubah dunia Seiring dengan bertambahnya usia dan kearifanku, Kudapati bahwa dunia tidak kunjung berubah, Maka cita-cita itupun kupersempit Dan kuputuskan untuk hanya mengubah negeriku. Namun tampaknya itupun tiada hasilnya. Ketika usia senja mulai kujelang, Lewat upaya terakhir yang penuh keputusasaan, Kuputuskan untuk mengubah hanya Guruku, orang-orang yang paling dekat denganku, namun alangkah terkejutnya aku, merekapun tak kunjung berubah!!!
  • Dan kini, sementara berbaring di tempat tidur Menjelang kematianku, baru kusadari: “ Andaikan yang pertama-tama ku ubah adalah diriku sendiri, maka lewat memberi contoh sebagai panutan, mungkin Guruku bisa kuubah, dan berkat inspirasi dan dorongan mereka, kemudian aku menjadi mampu memperbaiki negeriku dan siapa tahu, bahkan aku juga bisa mengubah dunia”   An Anglican Bishop (1100 A.D), as writen in the crypts of Westminter Abby (Quoted & published by House of Ideas, 1997 )
  • Berubah mulai dari Diri Sendiri 4 S Perubahan, mulai dari : SAYA, SEKARANG, SEKECIL APAPUN SAMPAI KAPANPUN
  • Terima Kasih