9 ramlan-kajian artropoda
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×
 

9 ramlan-kajian artropoda

on

  • 469 views

 

Statistics

Views

Total Views
469
Views on SlideShare
469
Embed Views
0

Actions

Likes
0
Downloads
6
Comments
0

0 Embeds 0

No embeds

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Adobe PDF

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

9 ramlan-kajian artropoda 9 ramlan-kajian artropoda Document Transcript

  • Ramlan : Kajian Kelimpahan Dan Keanekaragaman Artropoda Pada Pertanaman Kedelai KAJIAN KELIMPAHAN DAN KEANEKARAGAMAN ARTROPODA PADA PERTANAMAN KEDELAI Ramlan Satker Pengkajian Teknologi Pertanian Sulawesi Barat ABSTRAK Kabupaten Polewali Mandar termasuk salah satu sentra produksi kedelai di Sulawesi Barat. Luas panen dan produksi kedelai di Kabupaten Polewali Mandar adalah masing-masing 1.124 dan 1.825 atau produktivitas 1,62 t/ha. Dari data tersebut, tingkat produktivitas tanaman tersebut masih rendah bila dibandingkan dengan potensi hasilnya yang dapat mencapai 2,5 t/ha sampai 3,9 t/ha. Rendahnya produktivitas kedelai di Kabupaten tersebut, selain disebabkan oleh penggunaan varietas yang potensi hasilnya masih rendah, juga karena adanya serangan organisme pengganggu Tumbuhan (OPT). Tanaman kedelai merupakan salah satu tanaman yang mempunyai peluang besar terserang hama sejak mulai tumbuh hingga menjelang panen. Hama utama pada tanaman kedelai adalah Lalat Bibit (Ophiomya phaseoli), Ulat Grayak (Spodoptera litura), Ulat pemakan polong (Helicoverpa armigera), hama pengisap polong (Riptortus linearis), dan penggerek polong (Etiella zinckenella). Hama kedelai sebagian besar termasuk serangga. Namun sebaliknya tidak semua serangga berstatus sebagai hama. Pada agroekosistem kedelai terdapat berbagai jenis serangga baik sebagai herbivora, predator, parasitoid, maupun sebagai saprofag. Ada 266 jenis serangga yang berasosiasi dengan tanaman kedelai yang terdiri atas 111 jenis hama, 53 jenis serangga bukan sasaran, 61 jenis predator dan 41 jenis parasitoid. Kegiatan kajian ini bertujuan untuk pempelajari kelimpahan dan keanekaragaman spesies artropoda pada pertanaman kedelai. Pengkajian dilaksanakan di Desa Bumi Ayu, Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar. Dimulai Mei hingga September 2008. Pengambilan sampel artropoda dilakukan dengan menggunakan perangkap pitfal (pitfall trap) dan jaring ayun (Sweepnet). Pengambilan sampel artropoda dengan menggunakan pitfall trap dilakukan tiga kali yaitu pada saat tanaman kedelai berumur 28, 59 dan 90 HST. Sedangkan pengambilan sampel artropoda dengan menggunakan sweepnet hanya dilakukan satu kali yaitu pada saat tanaman berumur 90 HST. Hasil yang diperoleh yaitu terdapat 7.877 individu artropoda yang terdiri atas 16 ordo, 94 famili, dan 273 spesies ditemukan pada pertanaman kedelai. Ordo Hymenoptera dan Orthoptera merupakan kelimpahan individu terbesar yang ditemukan, yang didominasi oleh ordo Hymenoptera. Kekayaan spesies terbesar ditemukan pada ordo Hymenoptera dan Coleoptera. Kata Kunci: Kelimpahan, keanekaragaman, artropoda, tanaman kedelai ABSTRACT Polewali Mandar is one of soybean production centers in West Sulawesi. The total harvested area and production of soybean in Polewali Mandar is respectively 1,124 hectar and 1,825 tons or productivity of 1.62 t ha-1. The crop productivity is still low when compared to the potential yield that can be reached is about 2.5 t/ha to 3.9 t/ha. The low productivity of soybean in the District were caused by the use of varieties that have low potential yield,and pests infested since initial growth until late harvest. The main pest were fly Seeds (Ophiomya phaseoli), armyworm (Spodoptera litura), pod-eating caterpillars (Helicoverpa armigera), pod sucking (Riptortus linearis), and pod borer (Etiella zinckenella). The pests of soybean are insects mostly. But on the contrary, not all of insects are as pests. In soybean agroecosystem there are different kinds of insects groupped as herbivores, 35   
  • Superman : Suara Perlindungan Tanaman, Vol.1.,No.3.,2011 predators, parasitoids, and saprofag. There are 266 species of insects associated with soybean plant consisting of 111 species as pests, 53 species are non target insects, 61 species are predators and 41 species are parasitoids. The aims of study are to know the abundance and the diversity of arthropod species in soybean. Assessments were conducted in Bumi Ayu village, Wonomulyo district, Polewali Mandar regency, on May to September 2008. Arthropod sampling was collected by using pitfall traps and a Sweepnet. Arthropods sampling from pitfall traps carried out three times, namely when the soybean crop was 28, 59 and 90 DAT. Whereas the sampling arthropods using sweepnet was done once, namely when the soybean crops was 90 DAT. The result showed that there were 7.877 individual arthropods; consists of 16 orders, 94 families, and 273 species were found in soybean crops. Orders Hymenoptera and Orthoptera were found the greatest individuals abundance, which was dominated by the orde of Hymenoptera. The greatest species were found on the order Hymenoptera and Coleoptera. Keyword: Abundance, diversity, arthropoda, soybean plant PENDAHULUANLatar Belakang Kedelai merupakan komoditas tanaman pangan terpenting ketiga setelah padi dan jagung, jugamerupakan tanaman palawija yang kaya akan protein dan memiliki arti penting dalam industri pangan danpakan. Kedelai berperan sebagai sumber protein nabati yang sangat penting dalam rangka peningkatangizi masyarakat karena aman bagi kesehatan dan murah harganya. Kebutuhan kedelai terus meningkatseiring dengan pertumbuhan jumlah penduduk dan kebutuhan bahan industri olahan pangan seperti tahu,tempe, kecap, susu kedelai, tauco dan sebagainya. Konsumsi per kapita pada tahun 1998 sebesar 8,13 kgmeningkat menjadi 8,97 kg pada tahun 2004. Hal ini menunjukkan bahwa kebutuhan akan kedelaicenderung meningkat setiap tahun (Badan Litbang Pertanian, 2007). Kabupaten Polewali Mandar termasuk salah satu sentra produksi tanaman pangan di SulawesiBarat khususnya kedelai. Luas panen dan produksi kedelai di Kabupaten Polewali Mandar adalah masingmasing 1.124 ha dan 1.825 ha atau produktivitas 1,62 t/ha (BPS Kabupaten Polman, 2008). Dari datatersebut, tingkat produktivitas tanaman tersebut masih rendah bila dibandingkan dengan potensihasilnya yang dapat mencapai 2,5 t/ha sampai 3,9 t/ha (Puslitbangtan, 2007). Rendahnya produktivitaskedelai di Kabupaten tersebut, selain disebabkan oleh penggunaan benih yang potensi hasilnya masihrendah, juga karena adanya serangan organisme pengganggu Tumbuhan (OPT) khususnya hama. Kendala peningkatan produksi kedelai dewasa ini semakin beragam. Tanaman kedelai merupakansalah satu tanaman yang mempunyai peluang besar terserang hama sejak mulai tumbuh hingga menjelangpanen. Hama kedelai sebagian besar termasuk serangga. Namun sebaliknya tidak semua seranggaberstatus sebagai hama. Pada agroekosistem kedelai terdapat berbagai jenis serangga baik sebagaiherbivora, predator, parasitoid, maupun sebagai saprofag. Ada 266 jenis serangga yang berasosiasidengan tanaman kedelai yang terdiri atas 111 jenis hama, 53 jenis serangga bukan sasaran, 61 jenispredator dan 41 jenis parasitoid (Marwoto, 1992). Di Indonesia tercatat tidak kurang dari 17 organisme yang dapat menjadi hama pada tanamankedelai (Direktorat Bina Perlindungan Tanaman, 2004). Hama utama pada tanaman kedelai antara lainLalat Bibit (Ophiomya phaseoli), Ulat Grayak (Spodoptera litura), Ulat pemakan polong (Helicoverpaarmigera), hama pengisap polong (Riptortus linearis), dan penggerek polong (Etiella zinckenella)(Puslitbangtan, 2007). Helicoverpa armigera Hubner (Lepidoptera: Nuctuidae) memillki potensimenimbulkan kerugian besar bila menyerang tanaman kedelai pada fase pembungaan, awal pembentukanpolong atau fase perkembangan polong serta pengisian biji (Tengkano & Soehardjan, 1985). Kegiatan kajian ini bertujuan untuk pempelajari kelimpahan dan keanekaragaman spesiesartropoda pada pertanaman kedelai.  36
  • Ramlan : Kajian Kelimpahan Dan Keanekaragaman Artropoda Pada Pertanaman Kedelai BAHAN DAN METODE Pengkajian dilaksanakan di Desa Bumi Ayu, Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar.Dimulai Mei hingga Desember 2008. Pengambilan sampel artropoda dilakukan dengan menggunakan perangkap pitfal (pitfall trap) danjaring ayun (Sweepnet). Pengambilan sampel artropoda dengan menggunakan pitfall trap dilakukan tigakali yaitu pada saat tanaman kedelai berumur 28, 59 dan 90 HST. Sedangkan pengembilan sampelartropoda dengan menggunakan sweepnet hanya dilakukan satu kali yaitu pada saat tanaman berumur 90HST. Pitfall trap terbuat dari gelas plastik dipasang secara sistematis yaitu dalam petak pengkajiansebanyak 40 buah gelas perangkap. Setiap gelas berisi campuran formalin dan air sabut. Formalinberfungsi sebagai bahan pengawet sementara agar serangga tidak cepat membusuk, sedangkan airsabut berfungsi untuk menurunkan tegangan permukaan air sehingga artropoda yang terperangkaplangsung tenggelam. Perangkap pitfall dibenamkan ke dalam tanah dengan permukaannya sejajar dengan permukaantanah, sehingga artropoda yang merayap di permukaan tanah akan terperangkap jatuh ke dalam gelas.Artropoda yang diperoleh disaring dengan kain kasa, dibersihkan dari serasah atau kotoran lain dandimasukkan ke dalam botol film berisi alkohol 70% dan dilakukan identifikasi. Sweep net berbentuk kekrucut, mulut jaring terbuat dari kawat melingkar dan jaring terbuatdari kain kasa. Pengambilan sampel artropoda dilakukan dengan mengayunkan jaring ke kiri dan ke kanansecara bolak balik sebanyak 20 kali pada setiap petak. Artropoda yang diperoleh dibersihkan dandiawetkan dalam botol film yang berisi alkohol 70% untuk diidentifikasi. Semua artropoda yang diperoleh dipisahkan berdasarkan ordonya. Keragaman dan kelimpahanspesies artropoda dianalisis dengan menggunakan Indeks Keragaman Shannon-Wienner dan IndeksKeragaman Simpson (Magurran, 1988; Krebs, 1989). Indeks Keragaman Shannon-Wienner yaitu H’ = ∑ pi ln pi sedangkan sebaran evenness dihitungdengan menggunakan rumus E = H’/ln S. Indeks Keragaman Simpson yaitu D = ∑ pi2 sedangkan nilai evenness dihitung denganmenggunakan rumus E = (1/D)/S. HASIL DAN PEMBAHASAN Ada manfaat yang cukup banyak dengan mengetahui keanekaragaman artropoda pada suatudaerah. Menurut Altieri (1999), dengan mengetahui keanekaragaman penyusun suatu agroekosistemmaka dapat dilakukan suatu pengelolaan terhadap hama yaitu dengan peningkatan musuh alami. Hasil kajian dari tiga kali pemasangan perangkap pitfall dan satu kali sweepnet pada pertanamankedelai diperoleh 7.877 individu artropoda yang terdiri atas 16 ordo, 94 famili, dan 273 spesies (Tabel1). Pada Tabel 1 menunjukkan bahwa sebagian besar artropoda yang ditemukan adalah golonganserangga, dan di luar serangga yang ditemukan adalah ordo Arachnida dan Collembola. Pada Gambar 1 dapat dilihat kelimpahan individu (abundace) dan kekayaan spesies (speciesrichness) artropoda yang diperoleh. Kelimpahan individu terbesar adalah pada Ordo Hymenoptera danselanjutnya Orthoptera. Dari keseluruhan individu artropoda yang diperoleh 52,16% didominasi olehOrdo Hymenoptera. Ordo ini individu yang paling banyak ditemukan adalah dari Famili Formicidae(semut). Hal ini terjadi karena dengan menggunakan perangkasp pitfall banyak Formicidae yangterperangkap di dalamnya. Demikian pula dengan kekayaan spesies, tertinggi juga terlihat pada OrdoHymenoptera dengan jumlah spesies 30,4% dari keseluruhan spesies yang ditemukan. Perolehan artropoda tiap perangkap yang digunakan dapat dilihat pada Tabel 2. Jumlah individudan spesies terbanyak diperoleh dari perangkap pitfall. Hal ini terjadi karena pemasangan perangkappitfall dilakukan sebanyak 3 kali, sedangkan sweepnet hanya satu kali. Selain itu perangkap pitfall 37   
  • Superman : Suara Perlindungan Tanaman, Vol.1.,No.3.,2011merupakan perangkap artropoda tanah yang mampu memerangkap dalam jumlah besar. Denganmenggunakan perangkap pitfall artropoda tanah dan tanaman dapat tertangkap, sedangkan dengansweepnet hanya artropoda pada kanopi tanaman yang tertangkap. Keanekaragaman artropoda yang diperoleh pada kedua perangkap ini berdasarkan indeksShannon hampir sama, akan tetapi nilai evennes sweepnet lebih tinggi yaitu 0,7676 yang berarti darimasing-masing spesies yang ditemukan melalui sweepnet adalah 76% jumlah individunya seragam.Berdasarkan indeks Simpson, keanekaragaman artropoda tertinggi terlihat pada perangkap pitfall, halini karena indeks Simpson melihat keanekaragaman berdasarkan kelimpahan individu sedangkan indeksShannon berdasarkan kekayaan spesies. Pengambilan sampel artropoda dengan perangkap pitfallsebanyak tiga kali menyebabkan kelimpahan individu yang diperoleh cukup besar. Predator banyak ditemukan pada Ordo Arachnida, Coleoptera, dan Hymenoptera dengan jumlahindividu terbanyak ditemukan pada Ordo Hymenoptera dari Famili Formicidae. Menurut Marc et al.,(1999) bahwa predator dari Ordo Arachnida (Araneae) efektif untuk menekan perkembangan hamapada lahan pertanian akan tetapi juga mempunyai dampak negatif pada populasi musuh alami lain. Coppel& Mertins (1977) menyatakan bahwa predator yang folifag memiliki kemampuan yang tinggi dalamberadaptasi terhadap lingkungan, dan memiliki kemampuan memencar yang cepat serta mampu beralihmangsa apabila mangsa utama berkurang. Kelompok fitofag juga terlihat cukup banyak ditemukan, yaitu terlihat dari persentase spesiesdan individu yang ditemukan. Fitofag merupakan jenis artropoda yang umum ditemukan pada tanamanpertanian yang dibudidayakan. Pada pengkajian ini fitofag banyak ditemukan pada Ordo Coleoptera,Diptera, Hemiptera, Homoptera, Lepidoptera, Orthoptera, dan Thysanoptera (Tabel 1). Hal ini sesuaidengan hasil penelitian Sembel (1990) bahwa dengan menggunakan sweepnet, fitofag yang umumditemukan pada pertanaman kedelai adalah dari Ordo Lepidopera (Noctuidae dan Pyralidae), Hemiptera(Pentatomidae dan Coreidae) dan Dipera (Agromyzidae). Data mengenai musuh alami yang terdiri atas predator dan parasitoid terlihat sangat menarik.Persentase musuh alami yang terkoleksi cukup tinggi baik dari persentase spesies dan individunya,seperti pada Ordo Hymenoptera sebagian besar spesies yang ditemukan merupakan parasitoid (Tabel 1).Pada pertanaman kedelai walaupun hama menjadi faktor utama dalam penurunan hasil, dari kajian initerlihat bahwa serangga parasitoid dan predator banyak ditemukan. Hal ini diduga disebabkan adanyafaktor tertentu yang menekan perkembangan musuh alami tersebut di lapangan yang menyebabkanperannya tidak dapat maksimal dalam hal penurunan populasi hama.  38
  • Ramlan : Kajian Kelimpahan Dan Keanekaragaman Artropoda Pada Pertanaman Kedelai Tabel 1. Jumlah spesies (S), individu (N) dan jenis Artropoda yang diperoleh di pertanaman kedelai *) *)No. Ordo S N Jenis No. Ordo S N Jenis 1. Acarina 4. Coleoptera - Acaridae 3 50 Fitopag - Anthicidae 1 13 Saprofag 2. Arachnida - Leiodidae 1 1 Saprofag - Amaurobiidae 4 13 Predator - Nitidulidae 1 74 Saprofag - Dysderidae 2 4 Predator - Ptilidae 1 1 Saprofag - Lycosidae 6 360 Predator - Scarabaeidae 11 28 Saprofag - Oxyiopidae 3 42 Predator - Scydmaenidae 1 15 Predator - Pholcidae 1 1 Predator 5. Collembola - Saltisidae 1 2 Predator - Sminthuridae 2 13 Fitofag 3. Blattaria - Entomobrydae 4 72 Saprofag - Blattidae 3 4 Saprofag - Isotomidae 3 5 Saprofag - Blattellidae 3 6 Saprofag - Onychioridae 2 8 Saprofag 4. Coleoptera 6. Dermatera - Anthribidae 1 5 Fitofag - Chelisochidae 1 1 Saprofag - Chrysomelidae 8 314 Fitofag 7. Diptera - Curculionidae 2 3 Fitofag - Agromyzidae 4 24 Fitofag - Elateridae 1 6 Fitofag - Cecidomyidae 1 2 Fitofag - Hydropilidae 1 1 Fitofag - Chironomidae 3 17 Fitofag - Pedilidae 1 7 Fitofag - Cloropidae 2 7 Fitofag - Tenebrionidae 2 7 Fitofag - Muscidae 4 33 Fitofag - Carabidae 5 142 Predator - Rhinophoridae 1 3 Fitofag - Cicindellidae 1 25 Predator - Dolichopodidae 2 5 Predator - Coccinellidae 2 3 Fitofag - Syrphidae 1 2 Predator - Pselaphidae 2 2 Predator - Tephritidae 4 15 Fitofag - Scolitidae 2 2 Fitofag - Tipulidae 1 1 Saprofag - Staphylinidae 11 148 Predator - Asilidae 2 3 Predator 39   
  • Superman : Suara Perlindungan Tanaman, Vol.1.,No.3.,2011 *) *)No. Ordo S N Jenis No. Ordo S N Jenis7. Diptera 11. Hymenoptera - Pipunculidae 1 1 Parasitoid - Ceraphronidae 1 1 Parasitoid - Tachinidae 2 3 Parasitoid - Chalcididae 1 1 Parasitoid - Phoridae 2 4 Saprofag - Diapriidae 5 17 Parasitoid - Sciaridae 6 30 Saprofag - Encyrtidae 1 5 Parasitoid 8. Ephemeroptera - Eucoliidae 1 1 Parasitoid - Ephemeridae 1 1 Saprofag - Eulophidae 1 1 Parasitoid 9. Hemiptera - Evaniidae 2 2 Parasitoid - Alydidae 3 107 Fitofag - Ichneumonidae 1 1 Parasitoid - Cydnidae 1 4 Fitofag - Megalyridae 1 2 Parasitoid - Miridae 2 32 Fitofag - Megaspilidae 1 1 Parasitoid - Pentatomidae 7 104 Fitofag - Mutilidae 1 4 Parasitoid - Reduviidae 2 2 Predator - Mymaridae 1 1 Parasitoid - Scutelleridae 1 1 Fitofag - Mymaromatidae 1 3 Parasitoid 10. Homoptera - Platygasteridae 1 12 Parasitoid - Aphididae 6 250 Fitofag - Scelionidae 13 309 Parasitoid - Cicadellidae 4 33 Fitofag - Scoliidae 1 3 Parasitoid - Delpacidae 2 13 Fitofag - Specidae 1 3 Parasitoid - Lygaenidae 1 2 Fitofag - Tiphiidae 1 6 Parasitoid - Membracidae 1 2 Fitofag - Trichogrammatidae 1 1 Parasitoid - Psyliidae 1 23 Fitofag 12. Isoptera 11. Hymenoptera - Rhinotermitidae 2 4 Fitofag - Formicidae 39 3.714 Predator 13. Lepidopera - Nyssonidae 1 1 Predator - Noctuidae 2 8 Fitofag - Pamphilidae 1 2 Saprofag - Pyralidae 2 3 Fitofag - Aphelinidae 1 4 Parasitoid 14. Odonata - Braconidae 5 14 Parasitoid - Libellulidae 1 1 Predator *)No. Ordo S N Jenis Keterangan :15. Orthoptera - Acrididae 8 172 Fitofag Total Ordo = 16 - Gryllidae 8 1.457 Fitofag Total Famili = 94 - Tetrigidae 2 4 Fitofag Total Spesies (S) = 273 - Tettigonidae 2 5 Fitofag Total Individu (N) = 7.877 16. Thysanoptera - Thripidae 2 12 Fitofag*) Merupakan peranan artropoda dominan ditemukan  40
  • Ramlan : Kajian Kelimpahan Dan Keanekaragaman Artropoda Pada Pertanaman Kedelai Gambar 1. Persentase kelimpahan individu dan kekayaan spesies setiap Ordo artropoda yang diperoleh pada pertanaman kedelai Tabel 2. Jumlah ordo, famili, spesies, individu, indeks Shannon, indeks Simpson dan evenness pada setiap perangkap Perangkap Uraian Total Pitfall Sweepnet Orodo (O) 14 12 16 Famili (F) 81 40 94 Spesies (S) 243 80 273 Individu (N) 7.264 613 7.877 Indeks Shannon (H’) 3,2587 3,3638 3,4490 Nilai Evenness (E) 0,0532 0,7676 0,6149 Indeks Simpson (I/D) 0,1192 0,0012 0,1053 Nilai Evenness (E) 0,0005 0,0001 0,0004 KESIMPULAN• Terdapat 7.877 individu artropoda yang terdiri atas 16 ordo, 94 famili, dan 273 spesies ditemukan pada pertanaman kedelai.• Ordo Hymenoptera dan Orthoptera merupakan kelimpahan individu terbesar yang ditemukan, yang didominasi oleh ordo Hymenoptera.• Kekayaan spesies terbesar ditemukan pada ordo Hymenoptera dan Coleoptera. DAFTAR PUSTAKAAltieri MA. 199. The ecological role of biodiversity in agroecosystems. J Agric Ecos & Env. 74: 19-31.Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. 2007. Prospek dan arah pengembangan agribisnis kedelai. Badan Litbang Pertanian, Departemen Pertanian. 77 hal. 41   
  • Superman : Suara Perlindungan Tanaman, Vol.1.,No.3.,2011Balai Penelitian Tanaman Kacang-kacangan dan umbi-umbian. 2007. Puslitbangtan, Badan Litbang Pertanian. 54 hal.Badan Pusat Statistik Kabupaten Maros. 2008. Sulawesi Barat dalam angka. BPS Sulawesi Barat.Coppel HC., Mertins JW. 1977. Biological insect pest suppression. Springer Verlag. Berlin, Heidelberg. New York. 314p.Direktorat Bina Perlindungan Tanaman. 2004. Paket teknologi pengendalian hama kedelai. Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan: 12-28.Marc P., Canard A., Ysnel F. 1999. Spiders (Araneae) useful for pest limitation and bioindication. J Agric Ecos & Env. 74: 229-273.Marwoto. 1992. Masalah pengendalian hama kedelai di tingkat petani. In: Marwoto, Saleh N., Sumamrdi, Wiranto A., penyunting. Risalah Lokakarya Pengendalian Hama Terpadu Tanaman Kedelai, di Balittan Malang, 8-10 Agustus 1991.Sembel DT. 1990. Insect and agricultural systems in the Dumoga Valley. J Rain Forest Insec of Wallacea, 29: 313-318.Tengkano W., Soehardjan M. 1985. Jenis hama pada berbagai fase pertumbuhan tanaman kedelai. In: Somaatmadja S., Ismunadji M., Sumarno, Syam M., Manurung SO., Yuswadi, penyunting. Kedelai. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Puslitbangtan, Bogor: 295-318.  42