Masuknya hindu budha ke indonesia
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×
 

Masuknya hindu budha ke indonesia

on

  • 39,877 views

Ada kesulitan mendownload? klik save di atas presentasi. Info lebih lanjut, tweet ke saya di @dulharis

Ada kesulitan mendownload? klik save di atas presentasi. Info lebih lanjut, tweet ke saya di @dulharis

Statistics

Views

Total Views
39,877
Views on SlideShare
39,876
Embed Views
1

Actions

Likes
4
Downloads
519
Comments
2

1 Embed 1

http://widzu.blogspot.com 1

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft PowerPoint

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
  • klik save yg diatas presentasinya
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
  • mau download gimana caranya?
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

Masuknya hindu budha ke indonesia Masuknya hindu budha ke indonesia Presentation Transcript

  • A. Proses Masuknya Agama Hindu-Buddha ke Indonesia.
    • Posisi Indonesia dalam Lalu Lintas Perdagangan Dunia.
    • Sebagai negara kepulauan, Indonesia terkenal dengan jalur pelayaran.
    • Perdagangan dilakukan melalui jalur pelayaran.
    • Lokasi selat Malaka yang strategis menjadikan bangsa-bangsa yang maju, seperti Cina, India dan Arab melakukan pelayaran melalui selat Malaka memeberikan pengaruh pada kemajuan Indonesia.
    • Hipotesis Tentang Masuk dan Berkembangnya Agama Hindu-Buddha di Indonesia.
    • Hipotesis Brahmana.
    • J.C Van Leur berpandangan bahwa masuknya agama Hindu karena golongan Brahmana dari India diundang oleh penguasa Indonesia, shg tradisi India berkembang di Indonesia.
    • F.D.K. Bosch berpandangan masuknya agama Hindu karena kaum Brahmana berkewajiban menyebarkan tradisi India dan menyangkal teori Ksatrya dan Waisya.
    • b) Hipotesis Ksatrya.
    • Dalam hal ini raja yang trmsk gol.Ksatrya menyebarkan agama Hindu karena peperangan di antara kerajaan-kerajaan India. Raja yang kalah melarikan diri atau mengungsi di Indonesia.
    • c) Hipotesis Waisya.
    • Penyebaran agama Hindu melalui proses perdagangan yang berlangsung intensif. Mereka yg berdagang kemudian menetap, bahkan menikah dgn penduduk setempat sehingga tjd penyerapan tradisi India di Indonesia.
    • d) Hipotesis Sudra.
    • Peperangan di India menjadikan gol.Sudra (budak) mjd buangan dan tawanan. Mereka meninggalakan India dengan mengikuti gol.Waisya (pedagang) yang kemudian menyebarkan agama Hindu.
    • B. Perkembangan Hindu-Buddha di Indonesia.
    • 1) Sistem Kepercayaan.
    • Berkembang konsep Dewaraja. Raja adalah pemimpin sekaligus dewa yang dipuja oleh rakyat.
    • 2) Sistem Pemerintahan.
    • Berubahnya sistem kepala suku menjadi seorang raja yang bersifat turun-temurun.
    • 3) Sistem Sosial.
    • Masyarakat mengenal sistem kasta dlm agama Hindu.
    • Kasta Brahmana : gol. Mulia yg berwenang mengatur upacara keagamaan.
    • Kasta Waiya : pedagang.
    • Kasta Ksatrya : kalangan raja dan bangsawan.
    • Kasta Sudra : budak.
    View slide
    • 4) Sistem Ekonomi.
    • Bidang perdagangan semakin berkembang karena masyarakat Indonesia memiliki tradisi pelayaran dan perdagangan yang kuat.
    • 5) Sistem Kesenian.
    • Seni Rupa/Lukis.
    • Relief pada candi Borobudur dan Prambanan.
    • b. Seni Sastra.
    • Dari prasati yang ditemukan, terdapat tulisan dengan bahasa Sansekerta dan huruf Pallawa.
    • Kalender.
    • Tahun saka adalah contoh penanggalan atau sistem kalender yang digunakan di Indonesia.
    • 6) Sistem Pendidikan.
    • Pasraman : tempat pendidikan yang berkaitan dengan budaya Hindu-Buddha yang dilakukan oleh kaum Brahmana.
    • 7) Teknologi.
    • Pad zaman Megalithikum dikenal bangunan punden berundak yang kemudian diterapkan pada Candi-candi di Indonesia seperti candi Borobudur.
    View slide
  • C. Perkembangan Kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia
    • Kerajaan Kutai.
    • Kutai Martadipura adalah kerajaan tertua bercorak H indu di Nus antara dan seluruh Asia Tenggar a . Kerajaan ini terletak di Muara Kaman, Kalimantan Timur, tepatnya di hulu sunga i Mahakam. Nama Kutai diambil dari nama tempat ditemukannya prasasti yang menggambarkan kerajaan tersebu t.
    • Aswawarman adalah raja pertama Kerajaan Kutai yang bercorak Hindu. Ia juga diketahui sebagai pendiri dinasti Kerajaan Kutai sehingga diberi gelar Wangsakerta, yang artinya pembentuk keluarga. Aswawarman memiliki 3 orang putera, dan salah satunya adalah Mulawarman.
    • Putra Aswawarman adalah Mulawarman. Dari yupa diketahui bahwa pada masa pemerintahan Mulawarman, Kerajaan Kutai mengalami masa keemasan. Wilayah kekuasaannya meliputi hampir seluruh wilayah Kalimantan Timur. Rakyat Kutai hidup sejahtera dan makmur.
  • Nama-nama raja yang berkuasa.
    • Maharaja Kudungga, gelar anumerta Dewawarman
    • Maharaja Asmawarman
    • Maharaja Sri Aswawarman
    • Maharaja Marawijaya Warman
    • Maharaja Gajayana Warman
    • Maharaja Tungga Warman
    • Maharaja Jayanaga Warman
    • Maharaja Nalasinga Warman
    • Maharaja Nala Parana Tungga
    • Maharaja Gadingga Warman Dewa
    • Maharaja Indra Warman Dewa
    • Maharaja Sangga Warman Dewa
    • Maharaja Candrawarman
    • Maharaja Sri Langka Dewa
    • Maharaja Guna Parana Dewa
    • Maharaja Wijaya Warman
    • Maharaja Sri Aji Dewa
    • Maharaja Mulia Putera
    • Maharaja Nala Pandita
    • Maharaja Indra Paruta Dewa
    • Maharaja Dharma Setia
    • Ada tujuh buah yupa yang menjadi sumber utama bagi para ahli dalam menginterpretasikan sejarah Kerajaan Kutai. Dari salah satu yupa tersebut diketahui bahwa raja yang memerintah kerajaan Kutai saat itu adalah Mulawarman. Namanya dicatat dalam yupa karena kedermawanannya menyedekahkan 20.000 ekor sapi kepada kaum brahmana.
    • Kerajaan Kutai berakhir saat Raja Kutai yang bernama Maharaja Dharma Setia tewas dalam peperangan di tangan Raja Kutai Kartanegara ke-13, Aji Pangeran Anum Panji Mendapa. Perlu diingat bahwa Kutai ini (Kutai Martadipura) berbeda dengan Kerajaan Kutai Kartanegara yang ibukotanya pertama kali berada di Kutai Lama (Tanjung Kute ) . Kutai Kartanegara inilah, di tahun 1365, yang disebutkan dalam sastra Jawa Negarakertagama. Kutai Kartanegara selanjutnya menjadi kerajaan Islam yang disebut Kesultanan Kutai Kartanegara .
    • B. Kerajaan Tarumanegara.
    • Kerajaan Tarumanegara terletak di Jawa Barat di sekitar Sungai Cisadane di sebelah barat dan Sungai Citarum di sebelah Timur. Berdasarkan prasasti yang ditemukan, wilayah kekuasaan kerajaan Tarumanegara yaitu Jawa Barat yang meliputi di tiga wilayah yaitu, Bogor, Jakarta dan Banten .
    • Raja yang pernah berkuasa dan sangat terkenal dalam catatan sejarah adalah Purnawarman. Pada tahun 417 ia memerintahkan penggalian Sungai Gomati dan Candrabaga (Kali Bekasi) sepanjang 6112 tombak (sekitar 11 km). Selesai penggalian, sang prabu mengadakan selamatan dengan menyedekahkan 1.000 ekor sapi kepada kaum brahmana.
    • Raja-raja Tarumanegara & masa pemerintahannya
    • 1 ) Jayasingawarman 358-382
    • 2 ) Dharmayawarman 382-395
    • 3 ) Purnawarman 395-434
    • 4 ) Wisnuwarman 434-455
    • 5 ) Indrawarman 455-515
    • 6 ) Candrawarman 515-535
    • 7 ) Suryawarman 535-561
    • 8 ) Kertawarman 561-628
    • 9 ) Sudhawarman 628-639
    • 10 ) Hariwangsawarman 639-640
    • 11 ) Nagajayawarman 640-666
    • 12 ) Linggawarman 666-669
    • Prasasti yang ditemukan
    • 1) Prasasti Kebon Kopi, dibuat sekitar 400 M (H Kern 1917), ditemukan di perkebunan kopi milik Jonathan Rig, Ciampea, Bogor .
    • Prasasti Tugu, ditemukan di Kampung Batutumbu, Desa Tugu, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi, sekarang disimpan di museum di Jakarta. Prasasti tersebut isinya menerangkan penggalian Sungai Candrabaga oleh Rajadirajaguru dan penggalian Sungai Gomati oleh Purnawarman pada tahun ke-22 masa pemerintahannya.Penggalian sungai tersebut merupakan gagasan untuk menghindari bencana alam berupa banjir yang sering terjadi pada masa pemerintahan Purnawarman, dan kekeringan yang terjadi pada musim kemarau.
    • Prasasti Cidanghiyang atau Prasasti Munjul, ditemukan di aliran Sungai Cidanghiang yang mengalir di Desa Lebak, Kecamatan Munjul, Kabupaten Pandeglang, Banten, berisi pujian kepada Raja Purnawarman.
    • 4) Prasasti Ciaruteun, Ciampea, Bogor .
    • - ada gambar sepasang "pandatala" (jejak kaki), yang menunjukkan tanda kekuasaan & fungsinya seperti "tanda tangan"
    • 5) Prasasti Muara Cianten, Ciampea, Bogor .
    • 6) Prasasti Jambu, Nanggung, Bogor .
    • - Prasasti inipun berukiran sepasang telapak kaki dan diberi keterangan berbentuk puisi dua baris .
    • 7) Prasasti Pasir Awi, Citeureup, Bogo r.
  • Prasasti Tugu Prasati Ciaruteun
    • C. Kerajaan Holing.
    • Pada pertengahan abad ke-7 (sekitar tahun 650 M ) muncul Kerajaan Ho-ling . Kerajaan Ho-ling diperkirakan terletak di Jawa Tengah. Kerajaan ini dinamakan juga Kalingga. Keterangan tentang Kerajaan Ho-ling didapat dari prasasti dan catatan dari negeri Cina .
    • Catatan dari zaman Dinasti Tang
    • Cerita Cina pada zaman Dinasti Tang (618 M - 906 M) memberikan tentang keterangan Ho-ling sebagai berikut :
    • 1) Ho-ling atau disebut Jawa terletak di Lautan Selatan. Di sebelah timurnya terletak Pulau Bali dan di sebelah barat terletak Pulau Sumatera.
    • 2) Ibukota Ho-ling dikelilingi oleh tembok yang terbuat dari tonggak kayu .
    • 3) Raja tinggal di suatu bangunan besar bertingkat, beratap dau n palem, dan singgasananya terbuat dari gading.
    • 4) Penduduk Kerajaan Ho-ling sudah pandai membuat minuman keras dari bunga kelapa .
    • 5) Daerah Ho-ling menghasilkan kulit penyu, emas, perak, cula badak dan gading gajah.
    • - Catatan I-Tsing
    • Catatan I-Tsing (tahun 664/665 M) menyebutkan bahwa pada abad ke-7 tanah Jawa telah menjadi salah satu pusat pengetahuan agama Buddha Hinayana. Di Ho-ling ada pendeta Cina bernama Hwining , yang menerjemahkan salah satu kitab agama Buddha. Ia bekerjasama dengan pendeta Jawa bernama Janabadra .
    • - Prasasti
    • Prasasti peninggalan Kerajaan Ho-ling adalah Prasasti Tukmas. Prasasti ini ditemukan di Des Dakwu daerah Grobogan, Purwodadi di lereng Gunung Merbabu di Jawa Tengah. Prasasti bertuliskan huruf Pallawa dan berbahasa Sansekerta.
    • D. Kerajaan Melayu.
    • - Kerajaan M e layu adalah nama sebuah kerajaan yang pernah ada di Pulau Sumatra. Pada umumnya, kerajaan ini dibedakan atas dua periode, yaitu Kerajaan M e layu Tua pada abad ke-7 yang berpusat di Minanga Tamwa, dan Kerajaan M e layu Muda pada abad ke-13 yang berpusat di Dharmasraya.
    • - Sumber Berita Cina :
    • a) Berita tentang Kerajaan Malayu antara lain diketahui dari kroni k Cina berjudul T’ang-hui-yao karya Wang P’u. Disebutkan bahwa ada sebuah kerajaan bernama Mo-lo-yeu yang mengirim duta besar ke Cina pada tahun 644 atau 645 .
    • b) Pendeta I Tsing dalam perjalanannya pada tahun 671–685 menuju India juga sempat singgah di pelabuhan Mo-lo-yeu. Saat ia berangkat, Mo-lo-yeu masih berupa negeri merdeka, sedangkan ketika kembali ke Cina, Mo-lo-yeu telah menjadi jajahan Shih-li-fo-shih (ejaan Cina untuk Sriwijaya).
    • P enaklukan M e layu oleh Sriwijaya terjadi pada tahun 683. Pendapat ini sesuai dengan catatan I Tsing bahwa, pada saat berangkat menuju India tahun 671, Mo-lo-yeu masih menjadi kerajaan merdeka, sedangkan ketika kembali tahun 685, negeri itu telah dikuasai oleh Shih-li-fo-shih. Namun, pada abad ke-13 terdengar kembali dlm kitab Pararaton dan Negarakertagama.
    • Pada tahun 1268 M, Raja Singhasari memberi arca Amoghapassa beserta 14 pengiringnya ke Melayu. Tertulis dalam arca yg ditemukan dekat sungai Batanghari.
    • E. Kerajaan Sriwijaya.
    • S riwijaya adalah salah satu kerajaan maritim terbesar di Indonesia bahkan di Asia Tenggara pada waktu itu (abad 7 - 15 M). Pusatnya berada di Palembang, Jambi, Sumatra. Kemudian dipindahkan ke Minangatamwan.
    • R aja pertama Sriwijaya adalah Dapunta Hyang Sri Jayanaga .
    • Kerajaan Sriwijaya memiliki letak yang strategis di jalur pelayaran dan perdagangan Internasional Asia Tenggara. Dengan letak yang strategis tersebut maka Sriwijaya berkembang menjadi pusat perdagangan dan menjadi pelabuhan Transito sehingga dapat menimbun barang dari dalam maupun luar.
    • kedudukan Sriwijaya dalam perdagangan internasional sangat baik. Hal ini juga didukung oleh pemerintahan raja yang cakap dan bijaksana seperti Balaputradewa
    • Faktor lain yang menjadikan Sriwijaya menjadi kerajaan besar adalah kehidupan sosial masyarakatnya meningkat dengan pesat terutama dalam bidang pendidikan dan hasilnya Sriwijaya terbukti menjadi pusat pendidikan dan penyebaran agama Budha di Asia Tenggara. Hal ini sesuai dengan berita I-Tshing pada abad ke 8 bahwa di Sriwijaya terdapat 1000 orang pendeta yang belajar agama Budha di bawah bimbingan pendeta Budha terkenal yaitu Sakyakirti.
    • K emajuan dalam bidang budaya sampai sekarang dapat diketahui melalui peninggalanpeninggalan suci seperti stupa, candi atau patung/arca Budha seperti ditemukan di Jambi, Muaratakus, dan Gunung Tua (Padang Lawas) serta di Bukit Siguntang (Palembang).
  • Peta daerah kekuasaan Sriwijaya
  • Sumber Berita
    • 1) Sumber Berita Asing
    • - Berita Cina, diperoleh dari I-Tshing seorang pendeta Cina yang sering datang ke Sriwijaya sejak tahun 672 M, yang menceritakan bahwa di Sriwijaya terdapat 1000 orang pendeta yang menguasai agama seperti di India dan di samping itu juga, berita dari dinasti Sung yang menceritakan tentang pengiriman utusan dari Sriwijaya tahun 971 - 992 M.
    • 2) PRASASTI-PRASASTI YANG DITEMUKAN
    • a . Prasasti Kedukan Bukit ditemukan di Kedukan Bukit, di tepi sungai Talang dekat Palembang, berangka tahun 605 Saka atau 683 M. Isi prasasti tersebut menceritakan perjalanan suci/Sidayatra yang dilakukan Dapunta Hyang, berangkat dari Minangatamwan dengan membawa tentara sebanyak 20.000 orang. Dari perjalanan tersebut berhasil menaklukkan beberapa daerah.
    • b.Prasasti Talang Tuo ditemukan di sebelah barat kota Palembang berangka tahun 606 Saka / 684 M. Prasasti ini menceritakan pembuatan Taman Sriksetra untuk kemakmuran semua makhluk dan terdapat doa-doa yang bersifat Budha Mahayana.
    • c .Prasasti Telaga Batu ditemukan di Telaga Batu dekat Palembang berangka tahun 683 M.
    • d.Prasasti Kota Kapur ditemukan di Kota Kapur pulau Bangka berangka tahun 608 Saka / 686 M.
    • e.Prasasti Karang Berahi ditemukan di Jambi tidak berangka tahun.
    • f. Prasasti Palas Pasemah ditemukan di Lampung Selatan tidak berangka tahun.
    • - Keempat Prasasti yang disebut terakhir yaitu Prasasti Telaga Batu, Kota Kapur, Karang bukit, dan Palas Pasemah menjelaskan isi yang sama yaitu berupa kutukan terhadap siapa saja yang tidak tunduk kepada raja Sriwijaya.
    • Kebesaran dan kejayaan Sriwijaya akhirnya mengalami kemunduran dan keruntuhan akibat serangan dari kerajaan lain.
    • Serangan pertama dari Raja Dharmawangsa dari Medang, Jatim tahun 990 M. pada waktu itu raja Sriwijaya adalah Sri Sudarmaniwarmadewa. Walaupun serangan tersebut gagal tetapi dapat melemahkan Sriwijaya.
    • Serangan berikutnya datang dari kerajaan Colamandala (India Selatan) yang terjadi pada masa pemerintahan Sri Sangramawijayatunggawarman pada tahun 1023 dan diulang lagi tahun 1030 dan raja Sriwijaya ditawan.
    • Tahun 1068 Raja Wirarajendra dari Colamandala kembali menyerang Sriwijaya tetapi Sriwijaya tidak runtuh bahkan pada abad 13 Sriwijaya diberitakan muncul kembali dan cukup kuat sesuai dengan berita Cina.
    • Keruntuhan Sriwijaya terjadi pada tahun 1477 ketika Majapahit mengirimkan tentaranya untuk menaklukan Sumatra termasuk Sriwijaya.
    • F. Kerajaan Mataram Kuno.
    • Kerajaan Mataram Kuno (abad ke-8) adalah kerajaan Hindu di Jawa (Jawa Tengah dan Jawa Timur). Berdasarkan catatan yang terdapat pada prasasti yang ditemukan, Kerajaan Mataram Kuno bermula sejak pemerintahan Raja Sanjaya yang bergelar Rakai Mataram Sang Ratu Sanjaya. Ia memerintah Kerajaan Mataram Kuno hingga 732M.
    • Pada awal berdirinya, kerjaan ini berpusat di Jawa Tengah. Akan tetapi, pada abad ke-10 pusat Kerajaan Mataram Kuno pindah ke Jawa Timur. Kerajaan Mataram Kuno mempunyai dua latar belakang keagamaan yang berbedaa, yakni agama Hindu dan Buddha.
    • 1) Kerajaan Mataram di Jawa Tengah
    • Kerajaan Mataram Kuno yang berpusat di Jawa Tengah terdiri dari dua wangsa (keluarga), yaitu wangsa Sanjaya dan Sailendraa. Pendiri wangsa Sanjaya adalah Raja Sanjaya. Ia menggantikan raja sebelumnya, yakni Raja Sanna. Konon, Raja Sanjaya telah menyelamatkan Kerajaan Mataram Kuno dari kehancuran setelah Raja Sanna wafat.
    • Setelah Raha Sanjaya wafat, kekuasaan Kerajaan Mataram Kuno dipegang oleh Dapunta Sailendra, pendiri wangsa Sailendra. Para raja keturunan wangsa Sanjaya seperti Sri Maharaja Rakai Panangkaran, Sri Maharaja Rakai Panunggalan, Sri Maharaja Rakai Warak, dan Sri Maharaja Rakai Garung merupakan raja bawahan dari wangsa Sailendra. Oleh Karena adanya perlawanan yang dilakukan oleh keturunan Raja Sanjaya, Samaratungga (raja wangsa Sailendra) menyerahkan anak perempuannya, Pramodawarddhani, untuk dikawinkan dengan anak Rakai Patapan, yaitu Rakai Pikatan ( wangsa Sanjaya).
    • - Rakai Pikatan kemudian menduduki takhta Kerajaan Mataram Kuno. Melihat keadaan ini, adik Pramodawarddhani, yaitu Balaputeradewa, mengadakan perlawanan namun kalah dalam peperangan. Balaputeradewa kemudian melarikan diri ke P. SUmatra dan menjadi raja Sriwijaya.
    • - Pada masa Sri Maharaja Rakai Watukura Dyah Balitung Dharmodaya Mahasambu berkuasa, terjadi perebutan kekuasaan di antara para pangeran Kerajaan Mataram Kuno. Ketika Sri Maharaja Rakai Sumba Dyah Wawa berkuasa, kerajaan ini berakhir dengan tiba-tiba. Diduga kehancuran kerajaan ini akibat bencana alam karena letusan G. Merapi, Magelang, Jawa Tengah.
  • Candi Dieng di Wonosobo, Jawa Tengah, merupakan peninggalan candi Hindu pada masa Kerajaan Mataram Kuno. Candi Plaosan di Klaten, Jawa Tengah, salah satu peninggalan Kerajaan Mataram Kuno yang berlatar agama Buddha.
    • 2) Kerajaan Mataram di Jawa Timur.
    • Setelah terjadinya bencana alam yang dianggap sebagai peristiwa pralaya , maka sesuai dengan landasan kosmologis harus dibangun kerajaan baru dengan wangsa yang baru pula.
    Candi Gedong Songo di Ungaran, Jawa Tengah, merupakan candi peninggalan Kerjaan Mataram Kuno. TAHUKAH KAMU Bencana alam karena letusan G. Merapi yang mengakibatkan berakhirnya Kerajaan Mataram Kuno dianggap sebagai paralaya atau kehancuran dunia.
    • Pada abad ke-10, cucu Sri Maharaja Daksa, Mpu Sindok, membangun kembali kerajaan ini di Watugaluh (wilayah antara G. Semeru dan G. Wilis), Jawa Timur. Mpu Sindok naik takhta kerajaan pada 929 dan berkuasa hingga 948.
    • Kerajaan yang didirikan Mpu S i ndok ini tetap bernama Mataram. Dengan demikian Mpu Sindok dianggap sebagai cikal bakal wangsa baru, yaitu wangsa Isana. Perpindahan kerajaan ke Jawa Timur tidak disertai dengan penaklukan karena sejak masa Dyah Balitung, kekuasaan Kerajaan Mataram Kuno telah meluas hingga ke Jawa Timur.
    • Setelah masa pemerintahan Mpu Sindok terdapat masa gelap sampai masa pemerintahan Dharmawangsa Airlangga (1020). Sampai pada masa ini Kerajaan Mataram Kuno masih menjadi saatu kerajaan yang utuh. Akan tetapi, untuk menghindari perang saudara, Airlangga membagi kerajaan menjadi dua, yaitu Kerajaan Pangjalu dan Janggala.
  • Arca Raja Airlangga, raja terakhir Kerajaan Mataram Kuno Jawa Timur, di Candi Belahan. Arca ini kini disimpan di Museum Trowulan.
  • G. KERAJAAN MEDANG KAMULAN
    • Tahun 929 pusat kerajaan Mataram dipindahkan ke Watugaluh, Jawa Timur.
    • Raja pertama adalah Mpu Sindok yang dikenal sebagai pendiri Dinasti Ishana (Isyana)
  • SUMBER SEJARAH
    • Prasasti Mpu Sindok dari Desa Tangeran, Jombang. Menyebutkan bahwa Mpu Sindok memerintah bersama istrinya, Sri Wardhani Mpu Kbin. Berangka tahun 933 M.
    • Prasasti dari daerah Bangil menyebutkan, Mpu Sindok memerintahkan pembuatan candi sbg tempat pemakaman ayah dari permaisurinya yg bernama Rakryan Bawang.
    • Prasati Mpu Sindok dari Lor (Nganjuk). Mpu Sindok memerintahkan membuat candi yg bernama Jayamrata dan Jayastambho (tugu kemenangan) di desa Anyok Lodang.
    • 4. Prasasti Calcuta, prasasti Airlangga, berisi silsilah keturunan Raja Mpu Sindok.
    • Berita India
    • Ada hubungan persahabatan Kerajaan Sriwijaya dgn Kerajaan Cola untuk membendung kemajuan kerajaan Medang Kamulan pada masa pemerintahan Raja Dharmawangsa.
    • Berita Cina (Dinasti Sung)
    • Ada peperangan antara Kerajaan Jawa dgn Kerajaan Sriwijaya.
  • Raja-raja yg Memerintah
    • Secara berurutan, raja-raja yang memerintah tidak diketahui.
    • 1. Teguh Dharmawangsa (991-1061)
    • Sangat gigih melawan Sriwijaya, tapi selalu gagal.
    • Bersama keluarganya, dia mengalami pralaya (kehancuran) karena serangan Sriwijaya yg bekerja sama dgn Kerajaan Wurawari.
    • Airlangga
    • Seorang keturunan Dharmawangsa yg selamat dan mendirikan kerajaan di Kahuripan.
    • Berhasil mengantarkan rakyatnya pada kemakmuran.
    • Seni sastra berkembang pesat diantaranya Arjuna Wiwaha yg dikarang Mpu Kanwa. Mrpkn epos kepahlawanan hindu yang dipadukan dengan budaya setempat.
    • 3. Sanggarama Wijaya Tungga Dewi
    • Putri Airlangga tertua.
    • Menolak dan lebih memilih bertapa.
    • Tahta kerajaan diserahkan kepada kedua putranya yaitu:
    • Jayawarsa
    • Kerajaan Kediri atau Panjalu, ibukota Daha, terletak disebelah selatan sungai Brantas.
    • b) Jayengrana
    • - Kerajaan Jenggala atau Singhasari, ibukota Kahuripan, terletak disebelah utara sungai Brantas.
  • H. Kerajaan Kediri
    • Kerajaan Kadiri atau Kerajaan Panjalu , adalah sebuah kerajaan yang terdapat di Jawa Timur antara tahun 1042-1222. Kerajaan ini berpusat di kota Daha , yang terletak di sekitar Kota Kediri sekarang.
    • Pada akhir November 1042, Airlangga terpaksa membelah wilayah kerajaannya karena kedua putranya bersaing memperebutkan takhta. Putra yang bernama Sri Samarawijaya mendapatkan kerajaan barat bernama Panjalu yang berpusat di kota baru, yaitu Daha. Sedangkan putra yang bernama Mapanji Garasakan mendapatkan kerajaan timur bernama Janggala yang berpusat di kota lama, yaitu Kahuripan .
    • Pada mulanya, nama Panjalu atau Pangjalu memang lebih sering dipakai dari pada nama Kadiri. Hal ini dapat dijumpai dalam prasasti-prasasti yang diterbitkan oleh raja-raja Kadiri. Bahkan, nama Panjalu juga dikenal sebagai Pu-chia-lung dalam kronik Cina berjudul Ling wai tai ta (1178).
    • - Masa-masa awal Kerajaan Panjalu atau Kadiri tidak banyak diketahui. Prasasti Turun Hyang II (1044) yang diterbitkan Kerajaan Janggala hanya memberitakan adanya perang saudara antara kedua kerajaan sepeninggal Airlangga.
    • - Sejarah Kerajaan Panjalu mulai diketahui dengan adanya prasasti Sirah Keting tahun 1104 atas nama Sri Jayawarsa. Raja-raja sebelum Sri Jayawarsa hanya Sri Samarawijaya yang sudah diketahui, sedangkan urutan raja-raja sesudah Sri Jayawarsa sudah dapat diketahui dengan jelas berdasarkan prasasti-prasasti yang ditemukan.
    • - Kerajaan Panjalu di bawah pemerintahan Sri Jayabhaya berhasil menaklukkan Kerajaan Janggala dengan semboyannya yang terkenal dalam prasasti Ngantang (1135), yaitu Panjalu Jayati , atau Panjalu Menang .
    • Kerajaan Panjalu di bawah pemerintahan Sri Jayabhaya berhasil menaklukkan Kerajaan Janggala dengan semboyannya yang terkenal dalam prasasti Ngantang (1135), yaitu Panjalu Jayati , atau Panjalu Menang .
    Arca Buddha Vajrasattva zaman Kadiri, abad X/XI
    • - Kerajaan Panjalu-Kadiri runtuh pada masa pemerintahan Kertajaya, dan dikisahkan dalam Pararaton dan Nagarakretagama .
    • - Pada tahun 1222 Kertajaya sedang berselisih melawan kaum brahmana yang kemudian meminta perlindungan Ken Arok akuwu Tumapel. Kebetulan Ken Arok juga bercita-cita memerdekakan Tumapel yang merupakan daerah bawahan Kadiri.
    • - Perang antara Kadiri dan Tumapel terjadi dekat desa Ganter. Pasukan Ken Arok berhasil menghancurkan pasukan Kertajaya. Dengan demikian berakhirlah masa Kerajaan Kadiri, yang sejak saat itu kemudian menjadi bawahan Tumapel atau Singhasari.
  • I. Kerajaan Singhasari
    • - Kerajaan Singhasari atau Singasari , adalah sebuah kerajaan di Jawa Timur yang didirikan oleh Ke n Arok pada tahun 1222. Lokasi kerajaan ini diperkirakan berada di daerah Singosar i , Malang.
    • Berdasarkan prasasti Kudadu, nama resmi Kerajaan Singhasari yang sesungguhnya ialah Kerajaan Tumapel. Menurut Nagarakretagama , ketika pertama kali didirikan tahun 1222, ibu kota Kerajaan Tumapel bernama Kutaraja.
    • Pada tahun 1254, Raja Wisnuwardhana mengangkat putranya yang bernama Kertanagara sebagai yuwaraja dan mengganti nama ibu kota menjadi Singhasari.
    • - Menurut Pararaton , Tumapel semula hanya sebuah daerah bawahan Kerajaan Kadiri. Yang menjabat sebagai akuwu (setara camat) Tumapel saat itu adalah Tunggul Ametung. Ia mati dibunuh secara licik oleh pengawalnya sendiri yang bernama Ken Arok, yang kemudian menjadi akuwu baru. Tidak hanya itu, Ken Arok bahkan berniat melepaskan Tumapel dari kekuasaan Kadiri.
    • - Pada tahun 1222 terjadi perseteruan antara Kertajaya raja Kadiri melawan kaum brahmana. Para brahmana lalu menggabungkan diri dengan Ken Arok yang mengangkat dirinya menjadi raja pertama Tumapel bergelar Sri Rajasa Sang Amurwabhumi. Perang melawan Kadiri meletus di desa Ganter yang dimenangkan oleh pihak Tumapel.
    • Kertanagara adalah raja terakhir dan raja terbesar dalam sejarah Singhasari (1268 - 1292). Ia adalah raja pertama yang mengalihkan wawasannya ke luar Jawa. Pada tahun 1275 ia mengirim pasukan Ekspedisi Pamalayu untuk menjadikan pulau Sumatra sebagai benteng pertahanan dalam menghadapi ekspansi bangsa Mongo l.
    • Kerajaan Singhasari yang sibuk mengirimkan angkatan perangnya ke luar Jawa akhirnya mengalami keropos di bagian dalam. Pada tahun 1292 terjadi pemberontakan Jayakatwang bupati Gelang-Gelang, yang merupakan sepupu, sekaligus ipar, sekaligus besan dari Kertanagara sendiri. Dalam serangan itu Kertanagara mati terbunuh.
  • Mandala Amoghapāśa
  • J. Kerajaan Majapahit
    • - Majapahit adalah sebuah kerajaan kuno di Indonesia yang pernah berdiri dari sekitar tahun 1293 hingga 1500 M. Kerajaan ini mencapai puncak kejayaannya pada masa kekuasaan Hayam Wuruk, yang berkuasa dari tahun 1350 hingga 1389. Majapahit menguasai kerajaan-kerajaan lainnya di semenanjung Malaya, Borneo, Sumatra, Bali, dan Filipina.
    • - Kerajaan Majapahit adalah kerajaan Hindu-Buddha terakhir yang menguasai Semenanjung Malaya dan dianggap sebagai salah satu dari negara terbesar dalam sejarah Indonesia .
    • Tanggal pasti yang digunakan sebagai tanggal kelahiran kerajaan Majapahit adalah hari penobatan Raden Wijaya sebagai raja, yaitu pada tanggal 10 November 1293. Ia dinobatkan dengan nama resmi Kertarajasa Jayawardhana. Kerajaan ini menghadapi masalah.
    • Beberapa orang terpercaya Kertarajasa, termasuk Ranggalawe, Sora, dan Nambi memberontak melawannya, meskipun pemberontakan tersebut tidak berhasil.
    • Hayam Wuruk, juga disebut Rajasanagara, memerintah Majapahit dari tahun 1350 hingga 1389. Pada masanya, Majapahit mencapai puncak kejayaannya dengan bantuan mahapatihnya, Gajah Mada. Di bawah perintah Gajah Mada (1313-1364), Majapahit menguasai lebih banyak wilayah.
    • Sesudah mencapai puncaknya pada abad ke-14 , kekuasaan Majapahit berangsur-angsur melemah. Tampaknya terjadi perang saudara ( Perang Paregreg ) pada tahun 1405-1406, antara Wirabhumi melawan Wikramawardhana. Demikian pula telah terjadi pergantian raja yang dipertengkarkan pada tahun 1450-an, dan pemberontakan besar yang dilancarkan oleh seorang bangsawan pada tahun 1468 .
    Gapura Bajangratu, diduga kuat menjadi gerbang masuk keraton Majapahit. Bangunan ini masih tegak berdiri di kompleks Trowulan.
    • Raja-raja yang berkuasa
    • Raden Wijaya, bergelar Kertarajasa Jayawardhana (1293 - 1309)
    • Kalagamet, bergelar Sri Jayanagara (1309 - 1328)
    • 3. Sri Gitarja, bergelar Tribhuwana Wijayatunggadewi (1328 - 1350)
    • 4. Hayam Wuruk, bergelar Sri Rajasanagara (1350 - 1389)
    • 5. Wikramawardhana (1389 - 1429)
    • 6. Suhita (1429 - 1447)
    • 7. Kertawijaya, bergelar Brawijaya I (1447 - 1451)
    • 8. Rajasawardhana, bergelar Brawijaya II (1451 - 1453)
    • 9. Purwawisesa atau Girishawardhana, bergelar Brawijaya III (1456 - 1466)
    • 10. Pandanalas, atau Suraprabhawa, bergelar Brawijaya IV (1466 - 1468)
    • 11. Kertabumi, bergelar Brawijaya V (1468 - 1478)
    • 12. Girindrawardhana, bergelar Brawijaya VI (1478 - 1498)
    • 13. Hudhara, bergelar Brawijaya VII (1498-1518 )
  • Kerajaan Melayu (juga digelar Malayu , Kerajaan Dharmasraya atau Kerajaan Jambi ) adalah sebuah kerajaan Asia Tenggara yang telah berdiri antara abad ke-4 dan ke-13 Masehi di Jambi , Sumatra . Lokasinya adalah lebih kurang 200km utara Palembang . Sekitar 688 M, maharaja Jayanasa mengintegrasikan Jambi ke dalam empayar Srivijaya . Pada abad ke-7, Kerajaan Melayu jatuh ketangan kerajaan Sriwijaya. Sampai abad ke-13 nama kerajaan Melayu tidak terdengar dan baru terdengar lagi setelah abad ke-13 dalam kitab Pararaton dan Nagara Kertagama. Disebutkan bahwa Raja Pamalayu untuk menghadang ekspesidi Kerajanan Mongol yang berambisi menguasai Asia Tenggara. Pada tahun 1.268 M, Raja Singhasari memberi hadiah arca Amoghapassha beserta 14 pengiringnya ke Melayu. Hal ini tertulis dalam arca tersebut yang ditemukan di daerah Sijunjung dekat sungai Batanghari. KERAJAAN MELAYU
    • LETAK
    • KERAJAAN MELAYU
    • Kerajaan Pajajaran terletak di Bogor, Jawa Barat. Kerajaan ini berdiri pada tahun 923 oleh Sri Jayabhupati seperti yang disebutkan dalam prasasti Sanghyang Tapak. Kerajaan Pajajaran adalah kerajaan Hindu. Kerajaan Pajajaran runtuh akibat serangan kesultanan Banten pada tahun 1579.
    • Berikut adalah peninggalan Kerajaan Pajajaran:
    • Prasasti Batutulis
    • Prasasti ini ditemukan di Jalan Batutulis, Kelurahan Batutulis, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor. Prasasti Batutulis memiliki luas 17 x 15 meter. Pada batu ini berukir kalimat – kalimat dengan hurufSunda Kawi.
    KERAJAAN PAJAJARAN
    • Gambar Prasasti Batutulis. . . .
    • Prasasti Rakryan Juru Pangambat.
    • Prasasti ini menggunakan bahasa Jawa kuno bercampur dengan bahasa Melayu dan ditemukan di Bogor. Prasasti ini menceritakan pengembalian Kerajaan Pajajaran (kemungkinan Pajajarn pernah dikuasai oleh kerajaan di Jawa Timur atau Kerajaan Sriwijaya).
    • Prasasti Sanghyang Tapak, di Sukabumi.
    • 4. Prasasti Kawali (Prasasti Astana Gede).
    • ditemukan di Ciamis, isinya menceritakan perpindahan ibukota / pusat pemerintahan dari Pakuan (Pakwan) Pajajaran ke Kawali. Ini adalah gambar Prasasti Kawali.
    • Tugu Perjanjian Portugis, di Jakarta.
    • Prasasti Horen.
    • bersal dari kerajaan Majapahit, isinya menceritakan penduduk Horen yang sering diganggu oleh musuh – musuh dari barat.
    • Sumber lain yang berkaitan dengan Kerajaan Pajajaran berupa kitab – kitab:
      • Kitab Carita Parahyangan.
    • Menceritakan bahwa pengganti Sri Baduga Maharaja setelah gugur dalam Perang Bubat adalah Hyang Wuni Sora.
    • Kitab Carita Kidung Sundayana.
    • menceritakan peristiwa kekalahan pasukan Pajajaran dari Kerajaan Majapahit disertai gugurnya Prabu Sri Baduga Maharaja.
    • 3. Kitab Sanghyang Siskananda.