Your SlideShare is downloading. ×
Iklim komunikasi persaudaraan mendorong komunikasi terbuka
Iklim komunikasi persaudaraan mendorong komunikasi terbuka
Iklim komunikasi persaudaraan mendorong komunikasi terbuka
Iklim komunikasi persaudaraan mendorong komunikasi terbuka
Iklim komunikasi persaudaraan mendorong komunikasi terbuka
Iklim komunikasi persaudaraan mendorong komunikasi terbuka
Iklim komunikasi persaudaraan mendorong komunikasi terbuka
Iklim komunikasi persaudaraan mendorong komunikasi terbuka
Iklim komunikasi persaudaraan mendorong komunikasi terbuka
Iklim komunikasi persaudaraan mendorong komunikasi terbuka
Iklim komunikasi persaudaraan mendorong komunikasi terbuka
Iklim komunikasi persaudaraan mendorong komunikasi terbuka
Iklim komunikasi persaudaraan mendorong komunikasi terbuka
Iklim komunikasi persaudaraan mendorong komunikasi terbuka
Iklim komunikasi persaudaraan mendorong komunikasi terbuka
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×
Saving this for later? Get the SlideShare app to save on your phone or tablet. Read anywhere, anytime – even offline.
Text the download link to your phone
Standard text messaging rates apply

Iklim komunikasi persaudaraan mendorong komunikasi terbuka

1,708

Published on

Published in: Education
0 Comments
1 Like
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total Views
1,708
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
32
Comments
0
Likes
1
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  • 1. BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Semua manusia yang ada tidak bisa lepas dari kehidupan berkelompok atau berorganisasi karena manusia tidak dapat hidup sendirisendiri, Hal itu diciptakan oleh Tuhan agar manusia saling berinteraksi dan bekerjasama dalam sebuah organisasi yang notabene membutuhkan komunikasi, baik komunikasi verbal maupun non-verbal, lisan maupun tertulis. Persaudaraan dalam pengertian umum adalah terjalinnya suatu hubungan timbal-balik antara individu yang satu dengan lainnya yang terikat oleh rasa kebersamaan; saling sayang menyayangi, kasih mengasihi, saling memberi dan menerima (take dan give). Dalam komunikasi, jika ada rasa persaudaraan dalam iklim komunikasi maka rasa kebersamaan antar anggota organisasi semakin erat sehingga tujuan dalam organisasi dapat terwujud sesuai dengan harapan. 1.2 Rumusan Masalah Dari latar belakang masalah diatas dapat disimpulkan rumusan masalah sebagai berikut : 1. Bagaimana Konsep Iklim Komunikasi? 2. Apakah Tujuan organisasi itu? 3. Bagaimana menciptakan keterbukaan antar anggota organisasi? 4. Mengapa Iklim Komunikasi Persaudaraan mendorong anggota organisasi berkomunikasi secara terbuka? Iklim Komunikasi Persaudaraan mendorong Komunikasi Terbuka 1
  • 2. 1.3 Tujuan Tujuan dari disusunnya makalah ini adalah agar pembaca dapat mengetahui tentang: 1. Konsep Iklim Komunikasi 2. Tujuan organisasi 3. Cara menciptakan keterbukaan antar anggota organisasi 4. Iklim Komunikasi Persaudaraan mendorong keterbukaan berkomunikasi Iklim Komunikasi Persaudaraan mendorong Komunikasi Terbuka 2
  • 3. BAB II PEMBAHASAN 2.1 Konsep Iklim Komunikasi IKLIM adalah sebuah kiasan yang menggambarkan suasana dan apa yang dirasakan nyata dalam diri dari orang-orang yang berhubungan dengan organisasi sehingga memungkinkan orang bereaksi dengan bermacam-macam cara terhadap organisasi melalui proses komunikasi. Iklim komunikasi adalah bagaimana suatu proses penyampaian pesan yang melibatkan unsur – unsur komunikasi bisa berjalan dan menimbulkan suatu feed back dan adanya presepsi. Pengertian Iklim Komunikasi Organisasi menurut para ahli : 1. Dennis mengemukakan, “Iklim komunikasi organisasi sebagai kualitas pengalaman yang bersifat objektif mengenai lingkungan internal organisasi, yang mencakup persepsi anggota organisasi terhadap pesan dan hubungan pesan dengan kejadian yang terjadi di dalam organisasi.” 2. Hillreiger dan Slocum mengatakan Iklim Komunikasi Organisasi adalah suatu set atribut organisasi, yang menyebabkan bagaimana berjalannya subsistem organisasi terhadap anggota dan lingkungannya. 3. Pace dan Faules, iklim komunikasi merupakan gabungan dari persepsipersepsi mengenai peristiwa komunikasi, perilaku manusia, respons pegawai terhadap pegawai lainnya, harapan-harapan, konflik-konflik antarpersona dan kesempatan bagi pertumbuhan dalam organisasi. 4. Payne dan Pugh (1976) mendifinisikan iklim organisasi sebagi suatu konsep yang merefleksikan isi dan kekuatan dari nilai-nilai umum, norma, sikap, tingkah laku dan prasaan anggota terhadap suatu sistem sosial. 5. Redding, iklim komunikasi organisasi sebagai fungsi kegiatan yang terdapat dalam organisasi untuk menunjukkan kepada anggota organisasi bahwa organisasi tersebut mempercayai mereka dan Iklim Komunikasi Persaudaraan mendorong Komunikasi Terbuka 3
  • 4. member mereka kebebasan dalam mengambil resiko, mendorong mereka dan memberikan mereka tanggung jawab dalam mengerjakan tugas-tugas mereka, menyediakan informasi yang terbuka dan cukup tentang organisasi, mendengarkan dengan penuh perhatian serta memperoleh informasi yang dapat dan terus terang dsri anggota organisasi serta aktif member penyuluhan kepada para anggota organisasi sehingga mereka dapat melihat bahwa keterlibatan mereka penting bagi keputusan-keputusan organisasi dan menaruh perhatian pada pekerjaan yang bermutu tinggi dan member tantangan. 6. Tagiuri, Iklim Komunikasi Organisasi adalah kualitas yang relatif abadi dari lingkungan internal organisasi yang dialami oleh anggotaanggotanya, mempengaruhi tingkah laku mereka serta dapat diuraikan dalam istilah nilai-nilai suatu set karakteristik tertentu dari lingkungan. 7. Zelko dan Dance (1975) juga memberikan definisi, “Ilmu komunikasi organisasi adalah yaitu sistem independen yang meliputi komunikasi internal dan komunikasi eksternal di dalam organisasi.” Iklim komunikasi penting karena mengaitkan konteks organisasi dengan konsep-konsep, perasaan-perasaan dan harapan-harapan anggota organisasi dan membantu menjelaskan perilaku anggota organisasi. Iklim komunikasi memberi pedoman bagi keputusan dan perilaku individu. Keputusan-keputusan yang diambil oleh anggota organisasi. Untuk melaksanakan pekerjaan mereka secara efektif, mengikatkan diri mereka dengan organisasi. Iklim komunikasi dapat menjadi salah satu pengaruh yang paling penting dalam produktivitas organisasi, karena iklim mempengaruhi usaha anggota organisasi. Iklim komunikasi mempengaruhi cara hidup kita : kepada siapa kita bicara,siapa yang kita sukai, bagaimana perkembangan kita, apa yang ingin kita capai. Iklim Komunikasi Persaudaraan mendorong Komunikasi Terbuka 4
  • 5. A. JARINGAN KOMUNIKASI 1) Opinion leader (pemimpin pendapat atau pemuka pendapat) Adalah pimpinan informal dalam organisasi mereka merupakan orang-orang yang mengikuti persoalan dan dipercaya orang-orang lainnya untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi. Mereka melakukan fungsi kunci komunikasi dengan mempengaruhi pembentukan pendapat dan perubahan sikap. 2) Gate keepers (penjaga gawang) adalah individu yang mengontrol arus informasi diantara anggota organisasi. Mereka berada diantara anggota organisasi. Gate keepers dapat menolong anggota penting dari organisasi seperti pimpinan, menghindarkan informasi yang terlampau banyak dengan jalan hanya memberikan informasi yang terlampau banyak dengan jalan memberikan informasi yang penting-penting saja bagi mereka 3) Cosmopolites (kosmopolit) adalah individu yang menghubungkan organisasi dengan lingkungannya. Mereka ini mengumpulkan informasi dari sumber-sumber yang ada dlm lingkungan dan memberikan informasi mengenai organisasi. 4) Bridge adalah anggota kelompok atau klik dalam suatu organisasi yang menghubungkan kelompok itu dengan anggota kelompok lainnya. Individu saling memberi informasi diantara kelompok dan mengkoordinasi kelompok. 5) Liaison (penghubung) adalah sama peranannya dengan bridge (jembatan) tetapi individu itu sendiri bukanlah anggota dari satu kelompok dengan kelompok lainnya. 6) Isolate (penyendiri ) adalah anggota organisasi yang mempunyai kontak minimal dengan orang lain dalam organisasi. Orang-orang ini menyembunyikan diri atau diasingkan oleh teman-temannya. Iklim Komunikasi Persaudaraan mendorong Komunikasi Terbuka 5
  • 6. B. POLA DAN PROSES KOMUNIKASI Organisasi jelas memerlukan informasi. Fase ekstensif: terjadi perkembangan cepat informasi secara kuantitatif. Fase intensif: perkembangan cepat secara kualitatif. Proses komunikasi: Pengirim Sarana Pengiriman Berita Penerima Berita. Dengan Komunikasi diharapkan agar orang lain melakukan kegiatan seperti apa yang dikehendaki. Dengan Komunikasi diharapkan pula segala ketidak pastian menjadi pasti. Macam-macam tujuan komunikasi: 1) Komunikasi untuk kegiatan yang tak diprogram. 2) Komunikasi memulai dan menciptakan program; usaha menyesuaikan dan mengkoordinasikan program. 3) Komunikasi yg memberikan data penerapan strategi. 4) Komunikasi untuk menimbulkan program dan komunikasi untuk memotivasi orang melaksanakan program. 5) Komunikasi yg memberikan info ttg hasil kegiatan dan informasi umpan balik utk pengawasan. C. SALURAN KOMUNIKASI FORMAL 1) Aliran Vertikal Aliran komunikasi vertikal mencakup seluruh transaksi yg meliputi aliran informasi ke bawah maupun ke atas yg terjadi antara Atasan dan bawahan dalam organisasi. a) Untuk memberikan pengarahan atau instruksi kerja (spesifik). b) Untuk memberikan informasi mengapa suatu pekerjaan harus dilaksanakan. Iklim Komunikasi Persaudaraan mendorong Komunikasi Terbuka 6
  • 7. c) Untuk memberikan informasi tentang prosedur dan praktek-praktek organisasional. d) Untuk menyajikan informasi mengenai aspek ideologi dalam membantu organisasi menanamkan pengertian tentang tujuantujuan yang ingin dicapai. Bentuk: Rantai perintah Plakat dan papan pengumuman Majalah perusahaan Surat pada karyawan Buku petunjuk karyawan Kotak informasi Sistem pengeras suara Secarik kertas tanda terima gaji Laporan tahunan Pertemuan kelompok Serikat pekerja Gerakan informasi ke atas (upward). Tingkatan-tingkatan hirarki organisasional paling sering berbentuk umpan balik pelaksanaan kerja dan dihubungkan dengan fungsi pengawasan. Bentuk: Kontak tatap muka Pertemuan kelompok Prosedur pengaduan Surat usulan Pemberian saran Wawancara Kebijaksanaan pintu terbuka Serikat sekerja Iklim Komunikasi Persaudaraan mendorong Komunikasi Terbuka 7
  • 8. 2) Aliran horizontal Mencakup seluruh penyampaian informasi yang mengalir secara lateral dalam suatu organisasi. Transmisi ini dapat dikelompokkan: Diantara para karyawan dalam kelompok kerja yang sama. Diantara kelompok-kelompok yang mempunyai kedudukan (status) sederajat atau antar departemen. 3) Aliran diagonal, Mencakup seluruh transmisi info yang memotong silang rantai perintah organisasi. D. HAMBATAN- HAMBATAN KOMUNIKASI Komunikasi tidak efektif disebabkan berbagai hambatan manusiawi dan teknis : 1) Faktor-faktor hambatan dalam diri pribadi. Persepsi selektif, akan menolak atau salah mengartikan informasi yang tidak sesuai dengan anggapan-anggapan atau harapanharapan yang secara emosional dibentuk sebelumnya. Perbedaan individu dalam ketrampilan komunikasi. 2) Hambatan antar pribadi Kepercayaan:karakter pokok komunikasi adalah kepercayaan. Kredibilitas; kejujuran, keahlian, kemampuan, dinamisme, antuasiame Kesamaan pengirim-penerima 3) Hambatan organisasional Status: Pada umumnya orang-orang lebih senang mengarahkan komunikasinya mereka ke individu-individu yang statusnya lebih tinggi. Orang-orang dengan status tinggi pada umumnya lebih banyak berkomunikasi Satu dengan yang lain yang berstatus lebih rendah. Iklim Komunikasi Persaudaraan mendorong Komunikasi Terbuka 8
  • 9. Orang denga status lebih tinggi pada umumnya lebih mendominasi pembicaraan dibanding orang-orang yang berstatus lebih rendah. E. MEMBANGUN IKLIM KOMUNIKASI ORGANISASI YANG KONDUSIF 1. Openness, Keterbukaan komunikasi 2. Sistem dan prosedure yang jelas, terbuka dan aspiratif. 3. Personal excellent (hati yang bersih, jauh dari penyakit 4. Organizational governance 5. Keteladanan diri (pemimpin dan anggota) 2.2 Tujuan Organisasi Secara umum tujuan organisasi merupakan keadaan atau tujuan yang ingin dicapai oleh organisasi di waktu yang akan datang melalui kegiatan organisasi.Untuk mencapai tujuan dalam organisasi, pelaku (orang) dalam organisasi diharapkan untuk mendesain ataupun me-manage organisasinya dengan matang agar organisasi dapat berjalan dengan baik. Oleh karena itu, demi berjalan baiknya sebuah organisasi perlu diperhatikan beberapa prinsip organisasi (Jati:2000), seperti berikut: Perumusan tujuan yang jelas, sebab tujuan organisasi berfungsi untuk: pedoman ke arah mana organisasi akan di bawa, landasan bagi organisasi tersebut, menentukan macam aktifitas yang akan dilakukan, menentukan program, prosedur dan beberapa hal terkait dengan koordinasi, integrasi, simplikasi, sinkronisasi dan mekanisme. Pembagian tugas dan pekerjaan (Job Discription). Delegasi kekuasaan yang berarti pemimpin organisasi itu dipilih secara mufakat dan harus diikuti dengan adanya pertanggung jawaban. Kesatuan perintah (one of command) dan tanggung jawab. Prinsip Kepemimpinan. Dalam konteks kontemporal dari prinsip ini yang paling mengemuka ke permukaan adalah prinsip kepemimpinan yang berupa prinsip kolektif-kolegial, yaitu prinsip kebersamaan, mau Iklim Komunikasi Persaudaraan mendorong Komunikasi Terbuka 9
  • 10. mendengarkan dan menyelaraskan diri dengan nilai-nilai dari seluruh komponen organisasi, khususnya pada kepengurusan organisasi. Tingkat pengawasan, dengan diadakannya sebuah monitoring terhadap kinerja pelaku organisasi atau lebih familiar dengan sebutan oposisi. Setiap orang merasakan perlunya hidup berkelompok dan berorganisasi, karena Sifat manusia itu sebagai makhluk sosial Selalu membutuhkan orang lain Membutuhkan dan mendambakan kehidupan bersama (gregariousness). Tujuan kehidupan berorganisasi terwujud apa bila komunikasi organisasi efektif, karena melibatkan orang-orang lain yang beragam kepentingan. 2.3 Cara menciptakan keterbukaan antar anggota organisasi Organisasi dapat berkembang ketika setiap anggotanya memiliki sikap terbuka antar satu sama lain. Keterbukaan antar anggota organisasi dapat membantu dalam memecahkan masalah-masalah pada organisasi tersebut. Iklim komunikasi yang penuh persaudaraan mendorong para anggota organisasi berkomunikasi secara terbuka, rileks dan ramah-tamah dengan anggota yang lain. Sedangkan iklim yang negative menjadikan anggota tidak berani berkomunikasi secara terbuka. Iklim dapat ditandai dengan gabungangabungan yang berberda dari pengaruh komunikasi, seperti perasaan acuh tak acuh, keikutsertaan, bermusuhan, bertahan, pemikiran positif dan negative beberapa hal tersebut memberikan pengaruh terhadap iklim komunikasi. Iklim komunikasi yang positive tentunya membantu para anggota untuk terbuka satu sama lainnya dalam menyampaikan segala masalah baik itu menyangkut masalah organsisai, atau pribadi. Sebaliknya iklim negative akan membuat ketidaknyamanan para anggota organisasi untuk saling terbuka dalam menyampaikan masalah organisasi atau masalah pribadi. Iklim Komunikasi Persaudaraan mendorong Komunikasi Terbuka 10
  • 11. Watak anggota organisasi yang berbeda-beda tentunya mempengaruhi komunikasi dalam organiasi tersebut. Orang yang cenderung verbal dia akan mengutarakan segala masalahnya terhadap rekan kerja atau anggota organisasi, sebaliknya orang yang nonverbal, dia tidak mudah untuk menyampaikan masalahnya baik masalah organisasi atau masalah pribadinya, maka sikap saling pengertian antar anggota sangat diperlukan, dimana anggota yang condong berkomunikasi verbal lebih aktif dalam mengkomunikasikan masalahnya dan melakukan pendekatan secara pribadi kepada anggota yang berkomunikasi secara nonverbal tanpa harus menunggu orang tersebut mengutarakan masalahnya. 2.4 Iklim Komunikasi Persaudaraan mendorong Komunikasi yang Terbuka Iklim Komunikasi persaudaraan adalah suatu proses penyampaian pesan yang melibatkan unsur – unsur komunikasi yang berjalan dan menimbulkan suatu feed back dan adanya presepsi karena dalam proses penyampaian pesan tersebut terdapat suasana persaudaraan yang menyenangkan. Iklim komunikasi yang penuh rasa persaudaraan mendorong para anggota organisasi untuk berkomunikasi sercara terbuka, rileks, ramah dengan anggota yang lain. Sedangkan iklim komunikasi yang negatif menjadikan anggota tidak berani berkomunikasi secara terbuka dan penuh rasa persaudaraan. (Arni, 2004: p.84). Jadi, iklim komunikasi memainkan peranan sentral dalam mendorong anggota organisasi untuk mencurahkan usaha kepada pekerjaan mereka dalam organisasi. (Pace dan Faules, 2002: p. 155) Iklim Komunikasi yang penuh persaudaraan dapat mendorong para anggota untuk berkomunikasi secara terbuka karena para anggota organisasi merasa nyaman dengan suasana yang ada. Hal itu disebabkan karena adanya rasa kepercayaan dan saling merasa nyaman antar anggota organisasi. Perilaku anggota organisasi yang memiliki komitmen kuat Iklim Komunikasi Persaudaraan mendorong Komunikasi Terbuka 11
  • 12. terhadap organisasi, hubungan yang harmonis diantara setiap anggota organisasi, motivasi dan etos kerja yang tinggi. Sehingga dengan iklim organisasi yang penuh rasa persaudaraan maka pencapaian tujuan organisasi akan berjalan dengan baik. Dengan adanya komunikasi yang terbuka antar anggota organisasi, tujuan organisasi yang telah ditetapkan dapat terwujud secara efektif. Iklim komunikasi organisasi yang penuh persaudaraan tidak langsung terbentuk begitu saja, tapi memerlukan suatu bentukan. Faktor bentukan sebagai berikut : a. Melalui pengalaman budaya. Iklim fisik ( suatu daerah ) mempengaruhi cara hidup kita. Budaya adalah faktor penghantar dalam iklim komunikasi organisasi. Contohnya seseorang yang hidup di pedesaan dengan kultur budaya gotong royong dan rasa persaudaraan yang tinggi adalah faktor bentukan yang akan membentuk pola hidup kita. b. Melalui praktik organisasi yang secara nyata tampak pada aktifitas dan pengelolaan organisasi. Dalam pengelolaan organisasi yang pada dasarnya memiliki rasa persaudaraan yang kental maka akan mempengaruhi semua aktifitas dan pengelolaan sebuah organisasi. c. Hasil interaksi antara sifat – sifat organisasi dan presepsi individu begitu pula sifat / karakter dan interaksi individu organisasi secara keseluruhan. Tergantung pimpinan, berkembang atau tidaknya suatu organisai dimulai dari diri sendiri dan faktor pemimpin yang sangat dominan. Pimpinan yang cenderung otoriter dan tidak melaksanakan asas demokrasi dalam organisasinya akan membentuk budaya atau iklim organisasi yang kaku, begitu pula sebaliknya. Pemimpin yang dalam kepemimpinannya sangat demokratis dan dekat dengan anggota organisasi yang lain akan menciptakan iklim organisasi yang penuh rasa persaudaraan. Contohnya memberikan faktor penunjang sebagai referensi untuk pemimpin. Iklim Komunikasi Persaudaraan mendorong Komunikasi Terbuka 12
  • 13. Dengan demikian membangun iklim komunikasi organisasi pada hakikatnya adalah: Sekumpulan karakteristik yang menjelaskan tentang organisasi. Karakteristik setiap organisasi akan berbeda karena kadar dari setiap karakteristik yang dimiliki organisasi berbeda satu dengan lainnya. Suasana internal dalam organisasi yang dirasakan oleh setiap individu yang bekerja dalam organisasi tersebut. Bila iklim organisasi kondusif, maka kinerja karyawan akan meningkat. Konsep yang dinamis karena iklim organisasi akan berlangsung untuk jangka waktu tertentu. Iklim Komunikasi Persaudaraan mendorong Komunikasi Terbuka 13
  • 14. BAB III PENUTUP 3.1 Kesimpulan Manusia membutuhkan Komunikasi organisasi untuk menghasilkan suatu pemahaman, kesatuan pengalaman, dan satu pengertian dalam mencapai tujuan. Kesatuan pengalaman tersebut membentuk suatu iklim komunikasi yang merupakan persepsi-persepsi mengenai pesan dan peristiwa yang terjadi dengan pesan yang terjadi dalam organisasi. Pentingnya iklim komunikasi dalam organisasi adalah menjembatani praktek pengelolaan sumber daya manusia dengan produktivitas. Iklim komunikasi yang penuh rasa persaudaraan mendorong para anggota organisasi untuk berkomunikasi sercara terbuka, rileks, ramah dengan anggota yang lain. Sedangkan iklim komunikasi yang negatif menjadikan anggota tidak berani berkomunikasi secara terbuka dan penuh rasa persaudaraan. Jadi, iklim komunikasi memainkan peranan sentral dalam mendorong anggota organisasi untuk mencurahkan usaha kepada pekerjaan mereka dalam organisasi. 3.2 Saran Rasa persaudaraan antara anggota organisasi harus ditingkatkan karena dalam satu organisasi ibarat satu keluarga, jika antar anggotanya saling terbuka dan saling percaya maka tujuan organisasi dapat dicapai secara efisien. Iklim Komunikasi Persaudaraan mendorong Komunikasi Terbuka 14
  • 15. DAFTAR PUSTAKA , 2009, Iklim Komunikasi dalam Organisasi, http://jurnalsdm.blogspot.com/2009/07/iklim-komunikasi-dalam-organisasi.html. Diakses pada tanggal 27 September 2013. , 2013, Efektivitas Komunikasi, http://ibugurusejati.blogspot.com/2013/01/efektivitas-komunikasi.html Diakses pada tanggal 27 September 2013. Apriyanto, 2013, Iklim Komunikasi Organisasi, http://epthealwayz.blogspot.com/2013/01/iklim-komunikasi-organisasi_14.html. Diakses pada tanggal 27 September 2013. Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat IPB, 2011, Komunikasi Organisasi, dalam slide Pembelajaran. Kriyantono. Rachmat. 2006. Riset Komunikasi. Jakarta: Kencana Prenada Media Group Mita Febriningtyas, 2011, Membangun Iklim Komunikasi Organisasi, http://mfebriningtyas.blogspot.com/2011/10/membangun-iklim-komunikasiorganisasi.html . Diakses pada tanggal 27 Setpember 2013. Mulyana. Dedi. 2009. Ilmu Komunikasi. Bandung: Remaja Rosdakarya Permatasari, 2012, Tujuan Organisasi, http://permatasar.blogspot.com/2012/10/tujuan-organisasi.html Diakses pada tanggal 27 September 2013. Iklim Komunikasi Persaudaraan mendorong Komunikasi Terbuka 15

×