Struktur Kelembagaan Pemerintah dan Masyarakat (in the Context of Public Administration)

Loading...

Flash Player 9 (or above) is needed to view presentations.
We have detected that you do not have it on your computer. To install it, go here.

0 comments

Post a comment

    Post a comment
    Embed Video
    Edit your comment Cancel

    Favorites, Groups & Events

    Struktur Kelembagaan Pemerintah dan Masyarakat (in the Context of Public Administration) - Presentation Transcript

    1. Struktur Kelembagaan Pemerintah dan Masyarakat In the Context of Public Administration Randy R. Wrihatnolo Jakarta, 19 May 2009
    2. Introduction 2
    3. Pengertian •Kelembagaan institutional, ada ikatan institution = lembaga institutionalization = pelembagaan •Pemerintah government Pemerintah vs Negara negara = state Government (drive) vs Governance (facilitate) •Masyarakat community, sekelompok warganegara yang berdomisili di satu tempat Masyarakat vs society ada tujuan bersama, ada norma dan aturan. 3
    4. Pengertian Public administration (administrasi publik) public? negara, pemerintah, umum, masyarakat? Kebijakan? Ciri-ciri: (1) Tidak ada warga-negara yang dalam hidupnya tidak pernah bersentuhan dengan aktivitas negara. (2) Selalu diperlukan wasit dan pengaturan di tengah beraneka-ragamnya kepentingan warga masyarakat. (3) Selalu ada institusi + norma. (4) Selalu ada ruang komunikasi. (5) Selalu ada dokumen. (6) Selalu ada kerja bersama + tujuan. New Public Administration governance, value. 4
    5. Ingat, apakah struktur ini masih sama dengan masa kini. 5
    6. Chapter 1 Socio-political Environment of Public Administration in Indonesia 6
    7. • Terstruktur menurut UU. • Tidak lagi “mengimani” Pancasila sebagai landasan ideologis. • Tidak ada lagi GBHN, yang ada hanya “Janji Presiden”, RPJPN, dan RPJMN. 7
    8. Pada akhirnya nanti, amandemen UUD 1945 mengebiri status MPR. DPD Bikameral 8
    9. DPD 9
    10. RPJMN 10
    11. Chapter 2 Functions, Structures, and Processes 11
    12. Provinsi Kab/Kota 12
    13. Sistem Musrenbang 13
    14. Masihkah efektif? 14
    15. Apakah ini yang terbaik? 15
    16. RPJMN Janji Presiden RPJMN RPJMD RKP+APBN RKPD+APBD Renja KL Renja SKPD 16
    17. • Menjadi kambing hitam keterlambatan pencairan anggaran. • Apakah ada Musbangdes? 17
    18. 18
    19. Chapter 3 Public Administration at the Sub-National Level 19
    20. 20
    21. 21
    22. 22
    23. 23
    24. Chapter 4 Civil Services 24
    25. 25
    26. 26
    27. 27
    28. 28
    29. 29
    30. Chapter 5 Budget and Budgetary Procedures 30
    31. 31
    32. 32
    33. 33
    34. Chapter 6 Transformation, Reform, Better Utilization 34
    35. Transformation • Indonesia faces the new role and tasks in the changing environments. From centralized-role to decentralized-role. From state-oriented to private-oriented. Tasks are transferred from Central Government to Local Government. Decentralization (governmental) Devolution (political) Privatization (economic means) Demanding new concept of public administration: From Government to Governance 35
    36. Reform • Bureaucratic reform • Government reform • Civil servant reform • Re-numeration system • Personnel capacity building • New public administration must be conducted. 36
    37. Better Utilization • Welfare state • Welfare society Need to be focused • Welfare community • Welfare family 37
    38. Chapter 6.1 Struktur dan Peran Lembaga Negara 38
    39. Sistem Kenegaraan Negara kesejahteraan dipilih sebagai dasar kenegaraan alasan: warga negara berhak memperoleh kesejahteraan, pencerdasan, dan perlindungan dari negara. Fungsi NKRI: Memberikan kesejahteraan, pencerdasan, dan perlindungan kepada warga negaranya. Peran NKRI: Mewujudkan kepentingan warga negara itu. Ini adalah tujuan bernegara bagi bangsa Indonesia. Perwujudan tujuan bernegara ini diselenggarakan oleh proses pembangunan. Peran pemerintahan negara dalam menyelenggarakan proses pembangunan di Indonesia sejalan dengan fungsi dan peran di atas. Konsep trias politika dipandang sesuai untuk menjalankan yang membagi fungsi dan peran di atas pemerintahan negara menjadi 3 lembaga, yaitu lembaga exekutif, lembaga legislative, dan lembaga yudikatif. Tiga bentuk lembaga ini menjadi landasan penyelenggaraan sistem kenegaraan Republik Indonesia. 39
    40. Sistem Kenegaraan Republik Indonesia Sistem kenegaraan Republik Indonesia merupakan suatu entitas (masing-masing sub-etintas saling terkait): (1) sistem administrasi negara; (2) sistem administrasi pemerintahan; (3) sistem pemerintahan daerah; (4) sistem peradilan; (5) sistem pengawasan dan pemeriksaan pembangunan; (6) sistem politik; (7) sistem pembangunan, (8) sistem perencanaan dan keuangan negara. 40
    41. Sistem Kenegaraan Republik Indonesia SA NK RI 41
    42. Sistem Administrasi Negara Republik Indonesia Baru 42
    43. Sistem Administrasi Pemerintahan (Nasional) Baru 43
    44. Sistem Administrasi Pemerintahan Daerah Baru 44
    45. Sistem Peradilan Baru 45
    46. Sistem Pengawasan Pembangunan (nasional) 46
    47. Sistem Pengawasan Pembangunan • Idealnya BPKP dan seluruh Irjen, Irtama, Irbangda, dan Bawasda dikoordikasikan oleh pejabat negara setingkat Menteri yang membidangi khusus koordinasi pengendalian dan pemantauan pembangunan. • Belum ada regulasi yang mengatur skema kerja urusan pengawasan pembangunan. 47
    48. Sistem Pengawasan Pembangunan (khusus) 48
    49. Sistem Politik (nasional) 49
    50. Sistem Politik (daerah) 50
    51. Sistem Pembangunan (dasar) 51
    52. Sistem Pembangunan (aplikasi 5 tahunan) 52
    53. Sistem Pembangunan (aplikasi 1 tahunan) 53
    54. Sinergi Sistem Politik dan Pembangunan 54
    55. Chapter 6.2 Kelembagaan Masyarakat dan Perencanaan Pembangunan Note: Kaidah Normatif Pembangunan dan Perencanaan di Indonesia 55
    56. Alasan Perlunya Pembangunan dan Perencanaan di Indonesia Pertama: Menyediakan Barang dan Layanan Publik. Kedua: Prakarsa Strategis. Prakarsa strategis adalah kegiatan inovatif dan berisiko tinggi tapi sekaligus berdampak luas. Ketiga: Memberdayakan yang tak berdaya (empowering the powerless) atau keberpihakan. Keempat: Menjaga Kedaulatan Negara. Kedaulatan adalah kondisi perlu dari suatu negara. Tanpa terjaganya kedaulatan maka batasan ruang pembangunan masyarakat tidak terdefenisi dengan jelas. 56
    57. Alasan Perlunya Pembangunan dan Perencanaan di Indonesia PERENCANAAN INTERVENSI LANGSUNG TUJUAN BANGSA INDONESIA PEMERINTAH 1. BARANG DAN JASA PUBLIK (UUD 1945): 2. PRAKARSA STRATEGIS 1. MASAYARAKAT YANG CERDAS. 3. KEBERPIHAKAN 2. MASYARAKAT YANG TERLINDUNGI. 4. PENEGAKAN KEDAULATAN 3. MASYARAKAT YANG SEJAHTERA. 4. MASYARAKAT YANG ADIL. TUJUAN PEMBANGUNAN: 1. EKONOMI. 2. SOSIAL. PENGATURAN MASYARAKAT 3. BUDAYA. 1. KEBIJAKAN 4. POLITIK 2. REGULASI 5. KEAMANAN 6. PERTAHANAN 57
    58. Prinsip Perencanaan di Indonesia AGENDA MASYARAKAT PROSES POLITIK PEMILIH POLITIK PARTAI (VOTERS) BERKUASA DIALAMI OLEH MASYARAKAT NON- DISERASIKAN, EXCLUDABLE DAN AGENDA VISI JANGKA KEBUTUHAN KEGAGALAN PANJANG DITERJEMAHKAN PEMBANGUNAN MASYARAKAT PASAR PEMBANGUNAN KE KEGIATAN- NASIONAL LIMA NON- KEGIATAN TAHUNAN NASIONAL RIVALRY PEMBANGUNAN DIAMATI OLEH PARA PROFESIONAL PERSPEKTIF PENGAMAT PROSES JANGKA PROFESIONAL TEKNOKRATIK MENENGAH RKP LEMBAGA DAN PELAKSANA RAPBN Diagram Proses Politik dan Proses Teknokratik. 58
    59. Prinsip Perencanaan di Indonesia Diagram Sinkronisasi Proses Perencanaan Top Down dan Bottom-up (saat ini) Rancangan Rancangan Rancangan Renbang Renbang Renbang Renbang Pusat Nasional Propinsi Kabupaten/ Final Kota Korenbang Musrenbang Pusat Musrenbang Musrenbang Propinsi Kabupaten / Pusat Kota Rencana Kerja Departemen/ Lembaga 59
    60. Proses Perencanaan di Indonesia Masa Jabatan Presiden Berikutnya 3. Jabatan Presiden Pelantikan Pidato I Pidato II Berakhir Presiden Terpilih Pengantar Pengantar 4. Pelantikan Presiden APBN di DPR APBN di DPR Terpilih 0 1 5 6 Agenda Rencana Presiden Pembangunan Perioda Agenda Rencana Terpilih 5 Tahun Nasional Pembangunan 5Tahun Berikutnya Lembaga Perencana Mengelola Penyusunan Rencana Pembangunan Lima Tahun Diagram Proses Penyusunan Rencana Jangka Menengah (saat ini) 60
    61. Proses Perencanaan di Indonesia Medio Mei Agustus Oktober Kebijakan APBN DPR Umum Prioritas Kerangka Pokok- Pembiayaan RKP Menteri pokok PPN RKP Pokok-Pokok Menkeu Kebijakan RAPBN Fiskal Departemen/ RKAKL Lembaga/ Daerah Diagram Proses Penyusunanan RKP dan RAPBN (saat ini) 61
    62. Sinergi Sistem Politik dan Sistem Pembangunan 62
    63. Chapter 7 Diskusi 63
    64. Apa Yang Hilang? • UUD 1945 hanya bersifat asesoris. Tidak ada yang peduli bagaimana menghidupkan tujuan bernegara sebagaimana tertuang dalam Pembukaan UUD 1945. • Dokumen perencanaan lebih bersifat politis ketimbang teknokratis. • Dokumen penganggaran lebih bersifat legitimatif ketimbang optimalitas. 64
    65. 65
    66. Contact Mobilephone +62.811 112266 Email-1 wrihatnolo@yahoo.com Email-2 wrihatnolo@bappenas.go.id Website www.wrihatnolo.blogspot.com 66

    + Randy WrihatnoloRandy Wrihatnolo, 6 months ago

    custom

    1977 views, 0 favs, 0 embeds more stats

    Struktur Kelembagaan Pemerintah dan Masyarakat, In more

    More info about this document

    © All Rights Reserved

    Go to text version

    • Total Views 1977
      • 1977 on SlideShare
      • 0 from embeds
    • Comments 0
    • Favorites 0
    • Downloads 0
    Most viewed embeds

    more

    All embeds

    less

    Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
    Flag as inappropriate

    Select your reason for flagging this presentation as inappropriate. If needed, use the feedback form to let us know more details.

    Cancel
    File a copyright complaint
    Having problems? Go to our helpdesk?

    Categories