Your SlideShare is downloading. ×
Namaku izrail
Namaku izrail
Namaku izrail
Namaku izrail
Namaku izrail
Namaku izrail
Namaku izrail
Namaku izrail
Namaku izrail
Namaku izrail
Namaku izrail
Namaku izrail
Namaku izrail
Namaku izrail
Namaku izrail
Namaku izrail
Namaku izrail
Namaku izrail
Namaku izrail
Namaku izrail
Namaku izrail
Namaku izrail
Namaku izrail
Namaku izrail
Namaku izrail
Namaku izrail
Namaku izrail
Namaku izrail
Namaku izrail
Namaku izrail
Namaku izrail
Namaku izrail
Namaku izrail
Namaku izrail
Namaku izrail
Namaku izrail
Namaku izrail
Namaku izrail
Namaku izrail
Namaku izrail
Namaku izrail
Namaku izrail
Namaku izrail
Namaku izrail
Namaku izrail
Namaku izrail
Namaku izrail
Namaku izrail
Namaku izrail
Namaku izrail
Namaku izrail
Namaku izrail
Namaku izrail
Namaku izrail
Namaku izrail
Namaku izrail
Namaku izrail
Namaku izrail
Namaku izrail
Namaku izrail
Namaku izrail
Namaku izrail
Namaku izrail
Namaku izrail
Namaku izrail
Namaku izrail
Namaku izrail
Namaku izrail
Namaku izrail
Namaku izrail
Namaku izrail
Namaku izrail
Namaku izrail
Namaku izrail
Namaku izrail
Namaku izrail
Namaku izrail
Namaku izrail
Namaku izrail
Namaku izrail
Namaku izrail
Namaku izrail
Namaku izrail
Namaku izrail
Namaku izrail
Namaku izrail
Namaku izrail
Namaku izrail
Namaku izrail
Namaku izrail
Namaku izrail
Namaku izrail
Namaku izrail
Namaku izrail
Namaku izrail
Namaku izrail
Namaku izrail
Namaku izrail
Namaku izrail
Namaku izrail
Namaku izrail
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×
Saving this for later? Get the SlideShare app to save on your phone or tablet. Read anywhere, anytime – even offline.
Text the download link to your phone
Standard text messaging rates apply

Namaku izrail

1,071

Published on

Published in: Spiritual
0 Comments
1 Like
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total Views
1,071
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
44
Comments
0
Likes
1
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  • 1. Atmonadi_______________________________________________Namaku Izrail!Namaku Izrail!______________________________________________________2
  • 2. Atmonadi_______________________________________________Namaku Izrail! Namaku Izrail ! Risalah Mawas Diri AtmonadiNamaku Izrail!______________________________________________________3
  • 3. Atmonadi_______________________________________________Namaku Izrail! Prakata BismillahirrahmaannirraahiimSegala puji dan syukur sepatutnya hanya ditujukan untuk Allah SWT, Sang MahaPencipta yang menebarkan kasih sayang untuk semua makhluk-Nya, yang maujuddalam bentuk materi fisik maupun yang diselimuti kegaiban-Nya dan yangmenggenggam kehidupan semua makhluk-Nya. Al-Iradah-Nya adalah kehendak dankeinginan-Nya yang tak terbantahkan, al-Qudrah-Nya adalah ArasyKemahakuasaan-Nya yang menopang semua alam yang ada beserta isinya, yangmenghendaki Keserbarahasian-Nya terungkap dari Perbendaharaan-Nya yangtersembunyi dalam maujud al-Haba (gelombang gravitasi) dan Nur Muhammad(gelombang elektromagnetik) dengan perintah “Kun Fa Yakuun”.Shalawat dan salam kusampaikan kepada Nabi Muhammad SAW sebagai maujudAf’al, Asma-asma dan Sifat-sifat-Nya yang paripurna, Adimanusia, Insan Kamil danGurujati semua manusia, keluarga dan kerabatnya, para sahabatnya, para aulia danpara pewaris serta penyampai ilmunya, yang meneruskan rahmatnya kepada seluruhalam dan penghuninya, yang merentang menembus batas-batas ruang-waktu : dulu,kini dan nanti.Kematian pastilah akan datang, kepada semua makhluk yang bernyawa, dimanapunia berada, dan dalam keadaan apapun. Maka dalam banyak kesempatan, NabiMuhammad SAW selalu mengingatkan kepada umatnya untuk mewaspadai setiapsaat gerak-geriknya. Bahkan, ia yang menjadi Habib Allah (Kekasih Allah) penutuppara Nabi dan Rasul pun tidak luput dari datangnya ajal, lengkap dengan segala rasatakut , kengerian, dan penderitaannya. Kematian yang dialami oleh Nabi SAW adalahsuatu hikmah dan pelajaran bagi kita semua, bahwa Allah SWT Maha Berkehendak,sehingga dahsyatnya sakratul maut dan datangnya Malaikat Maut tak akan dapatdielakkan oleh semua makhluk-Nya.Namaku Izrail!______________________________________________________4
  • 4. Atmonadi_______________________________________________Namaku Izrail!Dalam literatur Islam, malaikat maut dikenal dengan nama Izrail, dialah yangmerupakan salah satu malaikat utama Allah yang bertugas mencabut nyawa semuamakhluk yang bernyawa. Izrail yang akan datang setiap saat kepada manusia, adalahsuatu peringatan yang nyata, bahwa manusia semestinya lebih mawas diri atas segalaperilakunya sendiri selama ia hidup di dunia. Risalah tentang Izrail ini, yang saya berijudul “Akulah Izrail!”, kurang lebih dimaksudkan untuk mengingatkan saya dan kitasemua, bahwa Izrail pasti akan datang. Ia adalah pelaksana kiamat kecil yangnampaknya saat ini banyak tidak disadari oleh kita semua. Sehingga, seringkali kitaalpa dan lalai untuk mengingat mati. Risalah ini memang risalah mawas diri tentangkematian, tentang berakhirnya semua peluang kita untuk mengumpulkan bekal gunakembali kepada-Nya. Apakah kita kembali dengan meniti Shiraatal Mustaqim atauterpelanting dari jembatan itu, maka sudah menjadi kewajiban kita untuk mengingatkematian.Tak ada bekal yang dapat kita bawa saat kematian kita, kecuali amal shaleh sebagaiorang yang beriman kepada-Nya dan kain kafan, tidak harta benda, intan, emas,permata, tidak juga istri yang kita cinta, ataupun anak-anak kita, kecuali amal shalehyang diridhai oleh-Nya. Maka ingatlah kematian, dan bersiap-siaplah dengan bekalyang dapat Anda bawa.Akhir kata, semoga risalah tentang kematian ini dapat menjadi pelajaran bagi kitasemua.Wassalammu’alaikum Wr. WbLebak Bulus, 27 November 2004AtmonadiNamaku Izrail!______________________________________________________5
  • 5. Atmonadi_______________________________________________Namaku Izrail! “Wahai anakku! Jika ada sesuatu yang tak bisa kau pastikan bila dia datang,makapersiapkan dirimu untuk menghadapinya sebelum dia mendatangimu sedang engkau dalam keadaan lengah” (Nasihat Luqman kepada anaknya)Namaku Izrail!______________________________________________________6
  • 6. Atmonadi_______________________________________________Namaku Izrail!1. Prolog"Namaku Izrail".Tiba-tiba saja ia berdiri dihadapanku. Memperkenalkan diri entah dari mana. Terusterang, aku melongo ketika orang atau lebih tepatnya mahluk itu ada dihadapanku.Entah kenapa, aku tidak terlalu kaget. Hanya saja, memang muncul rasa heran dantakut. Tubuhku yang sedang berbaring setengah terangkat. Aku menatap bengongmelihatnya berdiri di hadapanku. Meski rasa takut menyergapku, aku seakan-akantidak merasa asing dengan sosok ini. Kayanya pernah kenal, tapi dimana gitu. Dalambeberapa saat aku seperti pikun. Lupa. Tepatnya nggak tau apakah pernah bertemudengannya atau tidak. Sepertinya aku mengalami dejavu, pikirku.Cukup lama ia memandangku dengan diam, setelah dia menyebutkan namanyabegitu saja. Padahal aku nggak minta diperkenalkan. Boro-boro perkenalan, dia begitusaja mengada, makanya siapa diapun aku nggak ngeh. Izrail katanya. Siapa ya?Rasanya nama itu pernah kudengar dengan baik. Tapi aku lagi-lagi tidak mampumenggali memori dari otakku yang tiba-tiba menjadi beku.Ia nampaknya termasuk mahluk yang tak mau tau. Tepatnya super cuek. Apakah akumau atau tidak, nampaknya ia memang tak peduli. Bilamana ia mau, ia akanmemperkenalkan diri. Bila tidak, ya sudah lewat begitu saja. Tak peduli orang yangdisapanya mau atau tidak. Apakah yang di datanginya jantungan atau tidak. Baginyaitu nampaknya tidak menjadi soal benar. Apalagi kemunculannya yang tiba-tiba begitu.Seperti menyergap dari ketiadaan, muncul begitu saja. Bagi yang penakut, mungkinkemunculannya bisa membuat semaput. Dia seperti hantu. Untungnya aku termasukbukan manusia yang kagetan. Sehingga kemunculannya yang tiba-tiba itu tidak terlalumembuatku semaput. Tapi yang jelas memang otakku jadi beku. Seperti sekarang ini.Memandang dengan bodoh kesosok yang luar biasa ganteng ini.Kupikir-pikir, memang aku belum pernah melihat wajah seperti dia ini. Wajahnya lebihmirip manekin yang dipajang ditoko-toko ketimbang manusia. Halus, berkulit bersih,bahkan seperti menimbulkan pendar sinar. Meskipun, kebersihan kulitnya agak sedikitNamaku Izrail!______________________________________________________7
  • 7. Atmonadi_______________________________________________Namaku Izrail!tidak lazim dengan warna bersih yang memerah dadu seperti pipi bayi itu. Diasenyam-senyum dikulum, seperti seorang teman lama yang sedang menggoda. Wah,pikirku, ni orang kalau ikut kontes Indonesian Idol atau AFI 1 barangkali langsungmenang, yang lainnya langsung bertumbangan."Sudah tau siapa aku?", lanjutnya memecahkan kebingunganku."Eh..emmmm yyyaa...siapa ya", dengan sedikit gemetaran dan tergagap-gagap akumenjadi grogi, tapi lagi-lagi aku masih belum ngeh siapa dia, padahal dia sudahmenyebutkan namanya. Nama itu memang terdengar tidak asing. Cuma, aku lagi-lagilupa dimana pernah mendengar nama itu.Dia tersenyum simpul. Swear, senyumnya termasuk kategori senyum manis bagimakhluk berjenis kelamin laki-laki (terus terang saja gender ini perlu saya buat denganfont italyc karena saya sendiri bingung ni orang laki-laki atau perempuan).Kemudian dengan perlahan ia berkata" Aku diminta menjemputmu..."."Siapa?", tanyaku masih setengah bingung."Dia...", katanya pendek."Dia siapa ya?", tanyaku lagi, otakku masih beku, tak bisa menduga dan tak tahudengan yang ia maksud."Kkkamu sendiri siapa?", tanyaku dengan sedikit gagap tetapi lebih mantap.Keberanianku muncul begitu saja. Nampaknya, ia tidak kaget dengan reaksiku yangnampaknya masih belum begitu jelas. Aku sendiri masih mencoba mengingat –ingat.Tapi, rasanya memang sel-sel kelabu otakku jadi tumpul tak bisa berpikir. Entahkenapa, kemampuan berpikirku jadi mandeg. Daya ingatku seperti berputar-putar takmenentu, tak bisa mengatur alur logis yang benar. Melompat-lompat danterputus-putus begitu saja seperti komputer yang perangkat lunaknya error karenakerusakan prosesornya . Kira-kira pernah kenal dimana dengan sosok aneh ini. Tanpa1 AFI = Akademi Fantasi IndonesiaNamaku Izrail!______________________________________________________8
  • 8. Atmonadi_______________________________________________Namaku Izrail!ba bi bu lagi nongol dan langsung memperkenalkan diri. Kucoba mengingat-ingatsekiranya aku pernah bertemu dengannya. Disuatu tempat, di suatu waktu.Disela-sela kepikunannku, aku mencoba mengingat-ingat. Apakah teman sekolahkudulu pikirku. Ah, kelihatannya bukan. Tapi tetap tak bisa kuingat, siapakah pemiliksosok ganjil dihadapanku ini. Lagi pula kami masih sering kumpul-kumpul satu samalain, meskipun sudah hampir 10 tahun angkatan kami habis alias pada lulus daribangku kuliah. Ah, nampaknya bukan. Pelan-pelan kuhimpun daya ingatku, sedikitdemi sedikit aku merasakan otakku melumer.Tak ada dari temanku yang penampilannya mirip dia ini. Meskipun dari lain jurusan,aku masih ingat satu persatu beberapa temanku semasa kuliah dulu. Frame demiframe aku mencoba memutar kembali wajah-wajah temanku. Si Bambang yangpernah dipenjara dulu karena aksi bakar ban di kampus. Atau si Nirwan yang jadibudayawan. Walaupun aku cuma satu dua kali ketemu dengan dia toh aku masihmengingat wajahnya. Bahkan beberapa teman satu kampus yang cuma kenal mukapun aku masih rada-rada ingat. Lha yang ada didepanku ini benar-benar asing banget.Walaupun samar-samar wajah itu seperti familiar dengan ku.Wajah sesosok wanita melintas sekilas, Ah tapi bukan dia, bukan dia, dia sudah lamapergi. Aku tepiskan bayangan yang melintas dari masa lalu itu. Entah kapanketemunya akupun tidak tau. Tapi memang ada satu wajah yang sempat melintasdikepalaku, tapi tidak mungkin dia, soalnya dia memang cewek. Tapi, yah yang berdiridi hadapanku ini memang susah kujelaskan apakah cewek atau cowok. Ahhh,mungkin kawan se SMA dulu pikirku. Mencoba tidak menyerah, untuk mengingat diayang tiba-tiba berdiri didepanku. Ingatanku pun melayang ke SMA dulu untukmencari-cari dan mencocokkan siapa gerakan teman SMA yang mirip-mirip dia ini.Lagi-lagi aku tidak menemukan sesorang pun yang mirip dia. Kemudian kujelajahikenangan SMP dan sekolah dasar.Blank...Namaku Izrail!______________________________________________________9
  • 9. Atmonadi_______________________________________________Namaku Izrail! Benar-benar blank nih pikirku, persis komputer yang tidak ada BIOS-nya. Siapa diaini ya. Aku membatin, sambil menatap sosoknya. Mereka-reka, mencoba mengingatdan menggali dari sel-sel kelabu diotakku. Uhh..., rasanya...nggak ada ingatan samasekali tentang sosok yang satu ini."Ngomong-ngomong sebenarnya kamu ini siapa...", kegugupan dan kebengongankusudah hampir lenyap. Ganti keingintahuanku muncul tentang dia sendiri.Sejenak ia menatapku lekat-lekat, kemudian "Ehm..aku sebenarnya pernah kamukenal duluuuuu sekali". Ia malah menjadi sedikit grogi. Ia mencoba memberipenekanan pada kata dulu. Jadinya terdengar sedikit aneh. Dan terus terang, senyumdikulumnya itu membuat beberapa bulu-bulu halus ditekukku mulai meremang."Dddulu kapan yyya?" lanjutku setengah gemetar menuntaskan keingintahuanku."Ya dulu, sewaktu kamu baru mau disinari oleh Dia".Ha....apa maksudnya "disinari". Disinari apaan ya.(Sepotong ayat tiba-tiba melintas, membuka suatu kenangan asosiatif masa yangtelah lama sekali berlalu, Alif Laam Mim Raa,(QS 13:1).Lagi pula, kok ucapannya sangat takzim sewaktu ia ucapkan "Dia". Bahkan setengahtakut-takut."Aku diminta segera menjemputmu", katanya sedikit lebih takzim kepadaku."Haaa".Aku melongo antara bingung, heran, takut, dan takjub menjadi satu .Namaku Izrail!______________________________________________________10
  • 10. Atmonadi_______________________________________________Namaku Izrail! 2. Post MortalitasEntah kenapa beberapa hari ini aku agak lemes. Ya bener lemes banget. Padahal akunggak merasa lelah lho. Santai-santai aja malah. Beberapa kawanku dikantor malahmelihatku sedikit lebih tenang."Kok tumben lu rada alim sekarang", ujar Andi yang biasanya memulai obrolan denganledekan dulu. Cengar-cengir aku menanggapinya dengan malas-malasan."Iya Nih. Gue juga nggak tau beberapa hari ini gue kayanya lebih tenang. Santai BGT.Ndak risau apapun. Walaupun proyek bejibun gini...". Kuhisap Djisamsoe-ku lalukuhembuskan asapnya kemukanya. Dia batuk-batuk.“Brengsek lu...!”, umpatnya. Aku nyengir jahil.Mulanya aku sendiri tidak terlalu menyadari kediamanku ini. Dirumah pun akucenderung berdiam diri atau melakukan aktivitas yang jarang-jarang kulakukandengan rutin. Beberes buku lah, merapikan lemari lah, menyapu kolong lah. Ataujalan-jalan seputar kampung sambil sesekali menyapa tetangga yang lama tak ketemu.Padahal biasanya aku rada cuek juga. Keluarpun kalau bukan untuk makan, ke kantor,ya kalau ada keperluan lain seperti ke warnet atau ke toserba. Selain itu, belakanganini kata si Bibi aku kok kaya orang dapet rejeki. Menghamburkan uang dengan murahhatinya.“Hehehe...tumben nih dapet rejeki nomplok ya”, kata bi Ida cengengesan sewaktu akumemberikan tip 50 ribu dengan tiba-tiba. Padahal aku nggak minta tolong apa-apakepadanya. Terus sewaktu ada pengamen atau tukang minta-minta, akupun merogohkocek dengan enteng. Bukan 500 atau 1000 perak seperti biasanya kalau memberi.Namun 10 ribu, 5 ribu. Bi Ida cuma bisa melongo saja melihat kemurah hatianku yangmendadak itu. Ngiri juga kali. 10 ribu buat dia akan berarti juga. Biasanya dia cumaakan berkata, "Lumayan, untuk jajan anak-anak", katanya setiap kali aku beri 10 ribuperak karena mau membelikan makanan untukku atau sekedar mengambilkan cucianjasku di binatu.Namaku Izrail!______________________________________________________11
  • 11. Atmonadi_______________________________________________Namaku Izrail! Aku sendiri sejauh ini merasa biasa-biasa saja, walaupun orang lain melihatnyasedikit bingung. Yang kupikir-pikir agak aneh malah aku melihat segala benda menjaditanpa makna, tanpa arti. Koleksi bukuku yang kubiarkan bertumpuk akhir-akhir ini, kokkelihatannya seperti onggokan sampah yang menggunung. Isinya kok kayanyasampah dan salah tulis semua. Demikian juga tumpukan baju dan jasku, akumelihatnya seperti gombal biasa saja. Padahal jangan salah lho, aku ini termasukorang yang cukup berselera juga kalau membeli buku atau pakaian. Bukan nyombong.Cuma memang aku ini termasuk selektif dalam memilih buku, baju, kaos atau celanapanjang. Pokoknya kalau nggak pas benar dengan seleraku, nggak bakal kubeli,walaupun murah banget. Begitu juga kalau pun itu berharga cukup mahal, tapi kalausudah pas seleraku pasti kubeli. Berapapun harganya. Meskipun aku harusmenggesekkan duit plastikku yang tagihannya masih lumayan banyak. Tapi begitulah,namanya juga selera. Apapun akan dilakukan walau nantinya aku mesti sedikitberhemat dengan uang gajiku.Selain itu, pulsa hp-ku pun belakangan ini cepat habis. Baru dua minggu sebenarnyaaku mengisi hp-ku dengan sejuta pulsa.Ya satu juta padahal biasanya cuma 100 ribu.Biasanya sih ini cukup untuk satu setengah bulan. Tapi seminggu ini aku getol bangetmenelpon kawan-kawan yang nomernya ada di hp. Bahkan yang tak pernah ku telponpun iseng-iseng kutelpon juga. Ber-haha-hihi-hehe atau cuma sekedar nanyakeluarganya.Apalagi ke Mimi2 di Cirebon, hampir tiap hari pagi, siang, sore atau malam kutelponmenanyakan kabarnya. Mimiku yang di Cirebon cuma terbengong-bengong sajamelihat ulahku yang seperti Miss Ring-ring3. SMS apalagi, entah berapa ratus SMSbelakangan ini dengan gencar kukirimkan ke semua orang. Ada saja yang kukirim.Kalau bukan SMS lucu, SMS cinta, SMS iseng ya SMS hikmah. O iya, SMS Hikmah,aku jadi ingat kok ini SMS yang paling sering kukirimkan ke teman-teman. Ke mantancewekku dan teman-teman cewekku pun begitu. Aku tiba-tiba saja rajin ber-SMS danbertelpon ria menanyakan kabarnya. Mantan cewekku baru saja dua bulankuputuskan jadi mantan. Kami berpisah dengan baik-baik sih sebenarnya. Soalnya diaragu dan aku jadi ragu setelah kali ketiga ia masih bimbang sewaktu kuajak menikah2 Mimi = Bahasa Cirebon untuk Ibu atau Mama3 Miss Ring-ring, julukan untuk orang yang hobbi menelpon via hpNamaku Izrail!______________________________________________________12
  • 12. Atmonadi_______________________________________________Namaku Izrail!tahun ini. Ahhh..., secara teknis belakangan ini memang aku lagi patah hati walaupuntidak terlalu menyakitkan. “Mungkin memang bukan jodoh”, ujar mamanya sewaktuaku informasikan bahwa kami memutuskan untuk berpisah. Akupun cuma bisamengiyakan. Pasrah.Juga baru sebulan yang lalu aku mengunjungi pernikahan orang yang pernah begitulekat di pikiranku. Mengucapkan selamat dan menyerahkan kado yang ia inginkan.Gelang emas 22 karat berukir "Dariku, Untukmu". Well, semuanya itu seperti mimpi,begitu saja berlalu. Tanpa sesal ataupun kehilangan yang terlalu mendalam. Mungkin,beda sekali kalau kejadian yang terlihat seeprti "menyedihkan" ini terjadi beberapabulan yang lalu. Barangkali aku akan kelimpungan layaknya lelaki kehilangan cinta.Tapi belakangan ini kok aku nampaknya cuek-cuek saja tuh.Swear, aku merasa tidak kehilangan apapun.Khususnya dua minggu terakhir ini.Namaku Izrail!______________________________________________________13
  • 13. Atmonadi_______________________________________________Namaku Izrail! 3. Namanya Izrail"Ya Allah", ujarku setengah tak percaya."Engkau...engkau...Izrail malaikat?", tanyaku.Ia mengangguk.Baru kusadari ia yang berdiri dihadapanku ini memang berkulit sangat bersih. Bahkanbisa kubilang bersinar. Persis seperti gambaran buku-buku tentang orang-orang yangahli ibadah. Halus, nyaris tanpa otot dan bulu. Ya mirip kulit bayilah.Ya bulu, samasekali tidak ada bulu dikulitnya. Wajahnya ganteng, bahkan nyaris cantik. Mungkinkenyal-kenyal dikit kalau dipegang-pegang seperti bunyi iklan sabun mandi “Dove”,pikirku. Aku yakin, ia bisa menjadi Casanova nomor wahid kalau ia mau. Atau kalaumau jadi iklan sabun mandi, mungkin cocok untuk sabun mandi apapun. Dalam artisabun mandi kecantikan atau kegantengan. Soalnya memang sampai saat ini, kalausaja ia tidak bersuara, sulit sekali membedakan antara laki-laki atau wanita.Rambutnya teratur rapi tidak panjang dan tidak terlalu pendek, lurus tergerai.Sedang-sedang saja, tidak seperti orang yang habis bercukur maupun tidak bercukurlama. Malah nampaknya tidak pernah ditumbuhi kumis. Alisnya nyaris bertemu diatashidungnya yang bangir. Dengan sorot mata yang lembut namun dingin. Bibirnyaseolah terus-menerus tersenyum simpul, setengah meledek melihat kebingungan dansekarang kekagetanku. Bahkan, sebenarnya lebih mirip bibir joker musuhbebuyutannya tokoh komik Batman dan Robin atau salah satu bintang film yangmenjadi ikon sabun mandi terkenal. Walah..., senyumnya memang mirip TamaraBlezinky.Tidak ada yang aneh sebenarnya kalau saja orang tidak berada dalam jarak dekatdengannya. Aku yang cuma beberapa puluh senti darinya bisa melihat keganjilansosok yang jangkung dan tampan ini. Bau harum yang tak pernah kucium dari bungaatau pewangi manapun dihirup hidungku. Rasanya bau harum, manis, danmenenangkan. Kok ya, si Izrail ini pake minyak wangi darimana pikirku. Bisa membuataroma terapi seperti itu. Mungkin efek wewangian ini juga yang menenangkan diriku,Entahlah, aku sendiri masing dipengaruhi kebengongan dan kebingungan.Namaku Izrail!______________________________________________________14
  • 14. Atmonadi_______________________________________________Namaku Izrail! Aku masih membanding-bandingkan sosoknya dengan beberapa public figure yangsering kulihat di bioskop dan televisi. Seingatku tidak ada peragawan ataupun bintangfilm yang mirip dengan dia ini. Leonardo Di Caprio yang tampan imut-imut pun tidakseperti dia, atau Pau Min Che yang aktor F4 pun jauh banget. Entah suku apa si Izrailini. Dari melongo, kaget, bingung sekarang ada yang merambat pelan-pelan disekujurtubuhku. Bulu-bulu kudukku berdiri serentak, meremang diantara keringatku yangmulai merembes dan terasa dingin disekujur tubuhku. Aku mendadak disergap rasatakut amat sangat.Namun itu tak berlangsung lama. Entah darimana datangnya, perasaanku yangcampur aduk itu menemukan titik keseimbangannya manakala mencermati sosokyang berdiri dihadapanku ini. Wah, memang efek wewangian ini yang membuatkutenang pikirku. Tubuhku sudah kembali ke posisi rebahan di pembaringan. Tanpadaya. Kuamati lagi sosok Izrail yang ada di hadapanku. Tepatnya bukan dihadapanku.Tapi diujung ranjangku.Ya, saat itu aku sebenarnya lagi terbaring lemes dipembaringanku. Bukan sakit ataupun meriang. Cuma seperti kurang gairah. Waktu itu sudah menjelang tengah malam.Jadi sebenarnya aku sudah bersiap-siap mau rebahan untuk tidur setelahmembolak-balik beberapa lembar surat dari Al Quran versi H.B. Jassin yang diberijudul “Bacaan Mulia”4. Namun kedatangannya yang tiba-tiba membuyarkan kantukku.Tak ada yang bisa kukatakan saat itu. Pelan-pelan, karena kulihat ia juga cuma berdiridisitu, aku mulai mencoba menenangkan diri. Menatapnya dengan tolol. Lalukuberanikan diri membuka dialog lagi setelah beberapa detik kebisuan melanda kamiberdua. Aku mulai menyadari datangnya sesuatu."Sudah waktunyakah aku", tanyaku pelan.Sangat pelan sekali. Kupikir ia tak mendengar ucapanku."Ya, sudah saatnya menghadap Dia", katanya.4 H.B. Jassin , “Bacaan Mulia”, Penerbit Halco JayaNamaku Izrail!______________________________________________________15
  • 15. Atmonadi_______________________________________________Namaku Izrail! Beberapa jenak aku pun cuma bisa menatapnya lagi. Tanpa komentar dan rasaapapun. Hambar. Lalu entah bagaimana tiba-tiba saja aku nyeletuk tenang. Lagi-lagi,kurasakan ketenanganku karena pengaruh wewangiannya." Boleh aku meminta sesuatu sebelum engkau mengambilku...", harapku.Ia tidak kelihatan bimbang, malah sepertinya sudah tau kalau aku akan sedikit rewel.Ia cuma mengangguk. Lalu, entah ide darimana, lidahku fasih bertanya."Ceritakan tentang kamu...".Namaku Izrail!______________________________________________________16
  • 16. Atmonadi_______________________________________________Namaku Izrail! 4. Hikayat IzrailBegitu saja.Ketika Ia Berkehendak melimpahkan rahmat dan kasih sayang-Nya,maka aku mengada seperti yang lainnya dari jenisku.Tercipta begitu saja dari al-Haba dan Nur Muhammad,berkas-berkas debu dan cahaya yang memanifestasikan Kun Fa Yakuun.Aku adalah satu diantara yang tak terhitung,yang Dia ciptakan untuk menjaga kelangsungan Kun Fa Yakuun.Aku adalah bagian dari Kehendak dan Kemahakuasaan-Nya.Ada milyaran proses yang menyertai Kuasa-Nya.Sejumlah itulah kami ada.Baik yang nyata maupun yang kasat mata.Baik yang terasa maupun tidak terasa.Baik di dalam maupun di tapal batas semesta.Masing-masing dari kami mempunyai tugas-tugas yang spesifik.Aku adalah salah satunya yang bertugas setiap saat,bersiap sedia bilamana semua makhluk sudah tiba untuk dikembalikan kepadaNya.Karena aku dari jenis makhluk yang mengikuti kepatuhan-Nya,maka aku sebenarnya tidak pernah terikat oleh ruang dan waktu,kendati aku selalu mengikuti arus Sang Waktu,seperti layaknya mahluk lain yang berada dalam kisaran tersebut.Jadi pendeknya aku tak pernah mati,sebelum yang lainnya kumatikan atas kehendak-Nya.Atau makhluk semacam itulah;Yang bertasbih tanpa kenal lelah, tak kenal waktuataupun pengertian-pengertian relativistik seperti yang dinisbahkan kepada kaummu.Tugasku ya seperti yang kamu rasakan ini, mengembalikan serpihan-serpihan cahayakembali ke asalnya, ke awal mula penyaksian-Nya, ketika kalian bersaksi “Ya, Kamibersaksi!”5.5 QS 7:172 “Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka danAllah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): "Bukankah Aku ini Tuhanmu?" MerekaNamaku Izrail!______________________________________________________17
  • 17. Atmonadi_______________________________________________Namaku Izrail!Aku biasanya cuma sekedar menerima catatan dari Lauh Mahfuzh, siapa-siapa yangharus kujemput saat itu. Hanya saja, karena aku tak pernah mengenal waktu, aku bisaberada dimana saja, kapan saja, tapi bukan Coca Cola lho.O ya, ngomong-nomong soal debu & cahaya.Memang aku terbuat dari serpihan-serpihan debu & cahaya yang menjaga proses KunFa yakuun.Sebenarnya, aku dan yang lainnya ada karena Dia mempunyai Kehendak danKeinginan Yang Tak Terbantahkan;Dia ada karena Kekekalan diri-Nya,kemandirian-Nya,sehingga bagi selain-Nya,maka Dia adalah Perbendaharaan Tersembunyi.Aku ada, makhluk lainnya juga ada, semata-mata karena limpahan rahmat dan kasihsayang-Nya, sehingga ketika Dia mendeklarasikan Kekekalan-Nya danKemandirian-Nya yang Absolut maka Dia berkata: “Kuntu kanzan makhfiyyan fa ahbabtu an urafa fa khalaqtu al-khalqa fabi arafu-ni --Aku pada mulanya adalah harta yang tersembunyi, kemudian Aku ingin dikenal, Kuciptakanlah makhluk maka melalui Aku mereka kenal Aku.Dia ucapkan Basmalah sebagai Rahmat dan Kasih Sayang yang Dia limpahkan,sebagai bagian dari Perbendaharaan-Nya yang tak akan ternilai oleh semuamakhluk-Nya, tak akan terbalaskan kecuali oleh rahmat dan hidayah-Nya sendiri.Maka, dalam pemeliharaan Asma Ar-Rahmaan dan ar-Rahiim, Dia firmankankehendak-Nya “Jadilah!” dan muncullah cahaya kemegahan-Nya sebagai Nurmenjawab: "Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi". (Kami lakukan yang demikian itu) agar di harikiamat kamu tidak mengatakan: "Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini(keesaan Tuhan)"Namaku Izrail!______________________________________________________18
  • 18. Atmonadi_______________________________________________Namaku Izrail! Muhammad, sebagai citra awal mula-Nya yang sempurna; kemudian aku mengetahuibahwa melaluinya aku akan mengenal-Nya.Dalam pusaran wawu,yang berputar melawan detak Sang Waktu,Nur Muhammad adalah cahaya-Nya yang tidak tercitrakan di alam nyata;kecuali bagi mereka yang memiliki qolbu Mukminin dan mereka yang menempatkandirinya sebagai bagian darinya.Ketika Nur Muhammad menyinari zarah tanpa massa,yang kelak ditakdirkan menjadi al-Haba,maka dalam kuatnya pusaran wawu,Thaasin adala firman-Nya yang mamujudkan kekuasaan-Nya,terciptalah minyak zaitun yang diberkahi,yang kilau kemilaunya mampu menerangi, kendati tanpa disentuh api6;Simetri Kegaiban Mutlak-Nya pecah mandirikarena kehendak-Nya semata;Maka dari Kegaiban Mutlak-Nya,melimpah dengan Rahmat dan Kasih Sayang-Nya,al-Iradah-Nya goncangkan kegaiban sehinggagelombang al-Qudrah-Nya maujud mencapai batas-batasuntuk segera munculkan al-Haba sebagai debu awal mula dansemburat cahaya Nur Muhammad meneranginya,hingga “Jadilah!” lelehan minyak zaitun itu seperti minyak tak tembus cahaya,lantas kehendak-Nya terkonfirmasikan sebagai plasma awal mulayang meledak-ledak dengan sendirinya,ciptakan gelombang Dentuman Awal Mula (Big-Bang),yang lontarkan al-Haba sebagai debu-debu materi pemula,yang luaskan ruang awal-mula dalam ketakberhinggaan Sang Waktu yang mengada6 QS 24:35 Allah (Pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi. Perumpamaan cahaya Allah, adalah seperti sebuahlubang yang tak tembus, yang di dalamnya ada pelita besar. Pelita itu di dalam kaca (dan) kaca itu seakan-akanbintang (yang bercahaya) seperti mutiara, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang banyak berkahnya,(yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur (sesuatu) dan tidak pula di sebelah barat (nya), yangminyaknya (saja) hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api. Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis),Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang Dia kehendaki, dan Allah memperbuatperumpamaan-perumpamaan bagi manusia, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.Namaku Izrail!______________________________________________________19
  • 19. Atmonadi_______________________________________________Namaku Izrail! menjadi fondasi alam nyata;darinya muncul salah satu kaumku yang mampu menjangkau setiapsudut-sudut semesta; membangun superspace7 awal mula;Dari Nur Muhammad,maujud salah satu kaumku mengikat semua maujud al-Haba menjadi semua makhluk,baik sendiri-sendiri sebagai gelembung-gelembung kuantum,maupun sintesa dari banyak zarah menjadi citarasa-citarasa8,inti-inti, atom-atom,molekul-molekul, sel-sel, jaringan-jaringan,organ-organ, obyek-obyek,menjadi galaksi-galaksi,menjadi bintang-bintang,menjadi planet-planet, batuan, pegunungan, lautan, tumbuhan, binatang, manusia,dan menjadi dirimu.Kaum mu, tercipta dari proses setelah milyaran tahun Kun Fa Yakuun berjalan. Itulahtanah lempung dari seluruh penjuru bumi, yang pernah kuambil dulu. Lantas kemudianDia tiupkan Ruh dari cahaya-Nya. Dia berfirman ketika itu,Alif Laam Ra, (Qs 2:1)Alif Laam Mim Ra (Qs 13:1)Cahayamu Dia ciptakan dengan penuh rahmat, kasih sayang dan kemuliaan-Nya.Maka “Jadilah!” kaummu yang mengemban semua amanat kesempurnaan citra-Nya;Amanat yang tak sanggup diemban kaumku, amanat yang tak sanggup diemban olehsemua makhluk kecuali kaummu. Adam yang diciptakan sebagai manusia sempurnapertama, adalah moyangmu, yang memahami asmaa-a-kullahaa, yang menjadikhalifah pertama mengemban amanat itu.7 Superspace, struktur ruang-waktu alam semesta8 Quark, dikenal sebagai materi elementer terkecil dalam fisika teoritis yang hanya dapat dimengerti dengancitarasa-citarasa keatas, kebawah, menyenangkan, dan ungkapan metafisi lainnya.Namaku Izrail!______________________________________________________20
  • 20. Atmonadi_______________________________________________Namaku Izrail! Kamu mungkin heran, kalau aku sendiri sebenarnya mahluk yang sangat tak kasatmata. Serpihan al-Haba dan Nur Muhammad adalah bahan bakuku, yang terhalusciptakan diriku. Disaat tertentu kaumku jadi sangat nyata dan bisa berbentuk apa saja.Persis seperti cahaya yang memantul atau bayang-bayang yang timbul dari setiapmakhluk dibawah cahaya. Karena aku dekat dengan esensi dirimu, makapenampakkanku sebenarnya sangat tergantung pada apapun yang menggerakkantindakanmu, motivasimu, dan niat-niatmu. Bagi kaum sejenis ku, bentuk tak berartiapa-apa.Selama milyaran tahun, Dia telah menetapkan masing-masing dari kami denganurusan-urusan yang spesifik. Dia telah berfirman,Thaahaa (QS 20:1)Untuk menyingkapkan segala sesuatu, dari Asma-asma-Nya yang menjadiketentuannya. Yang kelak engkau kenal sebagai,Alif, Ba, Jim, Da (ABJAD)l1,2,3,4 (desimal)10101010....(biner)Kami adalah kaum spesialis, dengan perintah-perintah-Nya, yang tak bisa kamibantah. Kami menyertai setiap gerak-gerik segala makhluk selain kaum kami. Karenatugas kami memang begitu. Kami awasi segala perilaku dan tindak tanduk kaummu,kesesatanmu, kemuliaanmu.Kami bukan memata-matai, tetapi sekedar mencatat atau tugas-tugas khusus lainnya.Semuanya kami catat sesuai dengan yang kami ketahui. Tapi lebih tepatnya menjadisaksi atas proses kesempurnaanmu, dengan rahmat, anugerah, kasih sayang, hikmah,keadilan dan kebijaksaan-Nya. Dia telah berfirman dengan kelembutan sebelumsemuanya ditampilkan dengan Basmalah,Kaf ha ya Ain Shaad (Qs 19:1)Namaku Izrail!______________________________________________________21
  • 21. Atmonadi_______________________________________________Namaku Izrail!Kelembutan itu adalah “yatalaththaf” (Qs 18:19) yang memunculkan Rahmat danKasih Sayangnya ketika Kun fa Yakuun (Qs 36:82) dicetuskan sebagai perintahpenciptaan dengan ketentuan yang pasti terjadi (QS 69:1) .Tugas yang kuemban entah sampai kapan, aku sendiri tidak pernah diberi tahu.Seperti aku misalnya. Tugasku sangat spesifik untuk mengembalikan ruh segalamahluk kembali kepada-Nya. Setelah itu, ya sudah, petugas yang lain dari jeniskuakan meneruskan proses itu. Begitu saja setiap saat dari waktu ke waktu. Monotonmemang. Tapi entah kenapa aku senang-senang saja menjalankan titah-Nya itu.Bagiku menjalankan perintah-Nya bukan sekedar tugas atau perintah. Tapimenggairahkan unsur-unsur pembentukanku.Entah sudah berapa banyak aku mengembalikan ruh setiap mahluk di semesta ini.Dari kaum apa saja, dari ras apa saja. Yang baik-baik ataupun yang durhaka. Yangsedang sekarat ataupun yang sehat-sehat saja. Pokoknya, yang berdiam disetiapsudut semesta, yang mengikuti proses sejak Kun Fa yakuun difirmankan.Aku sendiri, tentu saja menjadi bagian dari proses itu. Tapi karena kuasa-Nya, tugaskami memang cuma menjaga agar proses itu berjalan seperti yang Ia Kehendaki.Kehendak-Nya adalah Kemutlakkan-Nya. Maka kaum kami seringkali merupakanbagian dari apa yang disebut sunnatullah. Aturan dan ketetapan-ketetapan yangmenyertai kun fa yakuun, baik yang pasti atau tidak pasti.Kenapa Aku?Kenapa aku yang ditugasi begitu?Ini ada sejarahnya.Kan tadi sudah kukatakan, bahwa aku dulu pernah mengambil debu dari bumi. KetikaDia hendak menciptakan Adam, moyangmu itu, Dia mengutus satu malaikat yangsebenarnya tugasnya memikul Arsy untuk membawa debu dari bumi.Ketika dia ngotot ingin mengambil debu dari bumi, Bumi berkata "Aku memintamudemi Zat Yang telah mengutusnya agar engkau tidak mengambil apa pun darikuNamaku Izrail!______________________________________________________22
  • 22. Atmonadi_______________________________________________Namaku Izrail! sekarang yang neraka memiliki bagian darinya". Malaikat pemikul Arsy terkejut, makadia pun batal mengambil debu bumi.Ketika ia melaporkan kepada-Nya, Dia berfirman "Apa yang mencegahmu untukmembawa apa yang telah aku perintahkan kepadamu?".Dia menjawab, "Bumi telah meminta kepadaku demi keagungan-Mu, sehingga akumerasa berat untuk menolak sesuatu yang meminta demi Keagungan-Mu". MakaAllah kemudian mengutus malaikat lainnya kepada bumi, tetapi bumi mengatakanalasan yang persis sama seperti sebelumnya.Demikian sampai entah berapa milyar tahun dalam ukuranmu sampai Allah mengutussemuanya.Akhirnya Allah mengutusku untuk mengambil debu. Bumi pun mengatakan sepertisebelumnya. Tapi, sudah menjadi kehendak-Nya kalau segala sesuatu yangberhubungan dengan debu dan tanah liat akan ditugaskan kepadaku.Aku berkata kepada bumi,"Sesungguhnya Dia yang mengutusku lebih berhak untukditaati daripada kamu".Bumipun bungkam seribu bahasa dan pasrah atas kehendak-Nya. Akupun mengambildari permukaan bumi seluruh tanah yang baik dan buruk, semua unsur yang ada diBumi yang mengandung Carbon, Hidrogen dan Oksigen, dan membawanyakepada-Nya. Lalu Dia mengucurkan air surga kekumpulan debu bumi itu sehinggamenjadi lumpur hitam yang diberi bentuk yaitu minthiin (Qs 23:12), dan darinya Ia 9menciptakan Adam." Itulah sebabnya kenapa aku ditugaskan untuk mengambil ruhmanusia dan mengembalikannya ke Yang Berhak Menentukan Nasib.Aku tak mengenal belas kasihan. Dulu, aku pernah berbelas kasih kepada manusiayang hendak kucabut nyawanya. Namun, kehendak Allah mengandungrahasia-rahasia yang tersembunyi, sehingga akupun malu melakukan penentangan9 Diriwayatkan oleh Said bin Manshur, Ibnul Munzir, dan Ibn Abi Hatim dari Abu Hurairah, ref 10, hal 50-51Namaku Izrail!______________________________________________________23
  • 23. Atmonadi_______________________________________________Namaku Izrail! Kehendak-Nya. Suatu hari, aku diperintahkan mencabut nyawa seorang perempuandi padang pasir yang panas. Ketika kudatangi, dia baru saja melahirkan anak laki-laki.Aku menaruh belas kasihan kepada perempuan itu karena keterpencilannya, dan jugakasihan terhadap anak laki-laki perempuan itu karena masih bayi namun tidak terawatdi tengah padang pasir yang buas. Namun fatal akibatnya, karena anak kecil dimanaaku menaruh belas kasih itu ternyata adalah penguasa lalim dan tiran yang tak adaduanya di bumi. Dari situ, aku memahami bahwa “Mahasuci Dia yang memperlihatkankebaikan kepada yang dikehendaki-Nya!”. Ketika aku berbelas kasihan, maka akutidak mencabut nyawa bayi itu, tapi aku kemudian menyesalinya karena apa yangkuanggap kebaikan ternyata benih kejahatan yang kubiarkan tumbuh karena akusalah menafsirkan kehendak Tuhan.Izrail terdiam sejenak. Agaknya ia masih mengenang apa yang dilakukannya dulu.Kemudian ia melanjutkan.Jangan tanya siapakah ibu bapakku, seperti layaknya makhluk lainnya yang beribubapak. Katakan saja, aku manifestasi Kehendak Yang Kuasa. Manifestasi al-Qudrahsetelah Ia memfirmankan “kun!”. Seperti saya bilang tadi, kaum sejenisku terciptabegitu saja karena Ia Berkehendak. Kalau kamu bertanya berapakah banyak tugasyang telah kulakukan? Aku sendiri tidak tahu. Benar-benar tidak tahu. Karenapengetahuan tentang itu tidak kami miliki.Ada yang lain dari jenisku yang melakukan hitung menghitung. Itu bukan tugasku. Akujadinya memang mahluk yang sangat spesifik. Sebenarnya kalau soal spesialisasibegini, kami tidak ada apa-apanya dibanding kalian manusia. Soalnya, hanya kaumkalianlah yang diberi kehendak bebas untuk berpikir, memilah dan memilih denganbertanggung jawab. Kaum kami tak sanggup memikulnya, karena kami telah melihatdampak-dampaknya yang mengerikan.Dia pun menghendaki kami bertasbih dan sujud dihadapan Nenek Moyangmu.Pernah kami protes begini-begitu sewaktu kami diberitahu bahwa Dia Berkehendakmenciptakan mahluk manusia. Namun, Dia Maha Mengetahui atas apapun yangterjadi sejak Awal dan Akhir.Namaku Izrail!______________________________________________________24
  • 24. Atmonadi_______________________________________________Namaku Izrail! Kami sebenarnya terikat Sang Waktu seperti kaummu. Sang Waktu adalah kaumsejenisku. Ialah yang memungkinkan perubahan. Kami sebenarnya pun tau kalaumanusia akan selalu begini begitu di semesta yang Dia ciptakan dengan rahmat dankasih Sayang-Nya yang tak terbalaskan. Yang tidak kami miliki ada pada makhlukyang satu ini. Keinginan, akal, dan atribut lain yang kami tau bakal jadi masalah nanti.Kami memang sedikit iri, sampai Dia menunjukkan kuasaNya atas semua makhlukmanusia. Kalian sebenarnya lebih tahu dari kami atas segala mahluk yang pernah Iaciptakan.Kami pun lalu sujud dihadapan nenek moyangmu, Adam. Cuma satu makhluk yangtak mau sujud. Ialah Iblis yang kemudian akan selalu mendampingi kalian dalamproses Kun Fa yakuun. Maka, iapun terkutuk. Allah berfirman :“Keluarlah engkau dari padanya, karena sesungguhnya engkau terkutuk, dansesungguhnya laknat atasmu sampai hari kemudian.”10Begitulah, Iblispun menjadi musuh abadimu dan musuhmu yang sejati. Ia menyusup dikumpulan-kumpulan debu al-Haba yang sekarang maujud menjadi semua bentuk,karena keinginan, karena hasrat, karena syahwat, karena ketamakan, kerakusan,kesombongan, dan penyakit-penyakit Sang Iblis lainnya. Aku tak kuasa mengusirnyadari sekitarmu, soalnya memang bukan tugasku. Kan tadi sudah kubilang kaumkuadalah kaum spesialis. Begitulah aku.Izrail mengakhiri kisahnya. Aku terdiam. Kemudian, karena tugas-tugasnya itu akubertanya tentang cara dia mengakhiri kehidupan seseorang, cara dia mengambil ruhmakhluk bernyawa.“Proses pengambilan ruh? “, dia mengangkat alisnya.Sebenarnya bagaimana caraku mengambil ruhmu itu tergantung dari banyak hal. Dansemuanya ada didiri kamu sendiri. Ada yang mungkin menurutmu kelihatan mudah,ada juga yang sulit. Ada yang berkesan ada juga yang tidak menyimpan kesan10 QS 15: 34-35Namaku Izrail!______________________________________________________25
  • 25. Atmonadi_______________________________________________Namaku Izrail! apa-apa. Aku sendiri tidak tau kenapa bisa tidak berkesan sama sekali. Ia maunyabegitu kok.Cara mengambilnya pun macam-macam. Kan sudah kubilang kalau bahan dasarkuadalah cahaya. Penampakanku sebenarnya tergantung dari kamu sendiri. Ada banyakhal yang mempengaruhi penampakan ku. Tapi, yang utama memang segala gerakgerik dan tingkah laku yang pernah kamu lakukan di semesta ini, akan mempengaruhiwujud penampakkanku. Demikian juga cara mengambil ruh kehidupan yangbersemayam di wujud fisikmu, tergantung pada kebandelan dan kepatuhanmu.Memang kaum mu ini termasuk makhluk yang diistimewakan-Nya. Sangat disayang,sangat sempurna dibanding makhluk lainnya. Hanya, seringkali kaum kamu itu ngeyel.Kalau tidak, malah bisa dibilang pin-pinbo alias pintar pintar bodoh.Dan yang paling menjengkelkan, kalau kaum kamu ini sudah dikuasai olehpenyakitnya Sang Iblis yang terusir. Walah, susahnya minta ampun. Padahalpengambilan ini sebenarnya proses yang biasa-biasa saja. Kamu sendiri kan tahu tiapsaat ada saja yang kuambil. Dengan baik-baik atau dengan paksa, dengansendiri-sendiri atau berkelompok, dengan senang atau dengan ketakutan.Memang sih aku sering datang tiba-tiba. Maklum namanya cuma makhluk yang cumamenjalankan perintah. Aku sendiri tidak tahu kapan harus segera menemuimu. Iturahasia Dia Yang Penuh Rahasia.Kaum kamipun, yang bisa dibilang 100 % patuh dan selalu beribadah kepada-Nya, taktau apa-apa kalau menyangkut urusan takdir makhluk. Sungguh, tugas kaum kamicuma memenuhi perintah Dia. Memang sih seringkali ada delay sewaktu kamimenjalankan tugas. Biasanya kalau ada delay, kehadiran kami akan didahului aurayang mempengaruhi kelakukan mahluk yang akan kami ambil. Mungkin kamu sendiritidak menyadari hal itu.Tapi begitulah. Kaum kamu sebenarnya ada di dalam genggaman-Nya dengan ketat.Ada yang digenggam erat-erat. Ada yang direnggangkan, sampai kesombonganmenyergapnya. Dan mengira, dirinya sangat hebat dan berkuasa, sampai-sampaidiapun menafikan peran Tuhannya. Padahal, semua malapetaka, semua kehinaan,Namaku Izrail!______________________________________________________26
  • 26. Atmonadi_______________________________________________Namaku Izrail! semua hal yang buruk-buruk dapat terhindar dari dia semata-mata karena Dia sangatmenyayanginya. Akhirnya, kesombongan itu menjerumuskan dirinya dalam banyakkesesatan dan kebodohan. Benar, sombong, bodoh dan sesat itu sebenarnya hampirberiringan, karena itulah karakter Azazil, sang Iblis yang mengira dirinya pantasdisujudi karena ilusi kesuciannya. Banyak kaummu yang terkena ilusi palsu itu. Makaberhati-hatilah, sebenarnya semua manusia mempunyai peluang untuk tergelincir kedalam perangkap tipu daya Sang Durjana yang dikutuk oleh-Nya.Kami yang mempunyai tugas mengambil sebenarnya cuma satu. Berhubung kamitidak terikat dalam proses yang kalian jalani, tidak oleh ruang maupun waktu, sepintaskami kelihatan ada banyak. Memang begitulah kejadiannya. Dalam satu waktu ukurankalian, kami bisa serentak mengambil banyak ruh dengan berbagai cara, dimana saja. Sudah tak terbilang, berapa milyar ruh yang kuputuskan dari semua harapan dan impiannya, dari semua angan-angan dan cita-citanya, dari semua keasyikannya, dari semua kesenangannya, hartanya, istrinya, anak-anaknya, saudara-saudaranya, rumah-rumahnya, mobil-mobilnya, perusahaan-perusahaannya, jabatan-jabatannya, pacar-pacar gelapnya, dan lain-lainnya. Tapi, itu tak cukup untuk mengingatkan manusia. Hingga iapun seperti keledai dipenggilingan masa, terperosok di lubang yang sama dari masa ke masa.Kelalaian manusia dari mengingat kedatanganku nampaknya sudah menjadi penyakitzaman. Dari waktu ke waktu melakukan tugasku, kelalaian mereka terhadapkedatanganku menimbulkan rasa sombong dan berpanjang angan-angan. Entahsudah berapa banyak aku menghanguskan “business plan” mereka. Kaummusemestinya mengingat syair yang dibuat oleh seorang arif ini,Namaku Izrail!______________________________________________________27
  • 27. Atmonadi_______________________________________________Namaku Izrail! Kita lalai dari mati di pagi dan sore hari Seperti penghuni dunia yang lalai Dari kematian di sore dan pagi hari Seseorang berjalan di suatu hari seperti tubuh tanpa ruh Didepan mataku, setiap yang hidup adalah isyarat kematian Merintihlah jiwamu wahai orang miskin, bila engkau merintih Sungguh, kau akan mati meski kau berumur seperti Nuh.[17]Aku rasanya sudah kebal dengan semua keadaan ruh yang kutarik dalam keadaanapapun. Pembantu-pembantuku sejumlah mahluk berruh yang ada di semesta ini.Jadi, setiap saat sebenarnya aku mengintip semua makhluk, mengincar semuamakhluk. Begitu sinyal terakhir diisyaratkan Allah SWT maka akupun akan beraksimemadamkan semua kepongahan dan harapan manusia.Ketahuilah, sesungguhnya ruh dalam keadaan telanjang dalam tubuh seorang hamba,ia akan diambil apabila dikehendaki dan dilepaskan apabila dikehendaki oleh-Nya.Maka [17], Bersiaplah untuk mati wahai jiwa dan berusahalah untuk selamat, orang bijak yang siap meyakini bahwa tak ada keabadian bagi kehidupan dan tak ada tempat pelarian dari kematian. Engkau hanya peminjam apa yang mesti dikembalikan. Kita bukanlah pemilik kehidupan ini, juga bukan pemilik tempat hidup ini. Kita tak berharta, tak berkeluarga, tidak juga anak-anak kita miliki. Semuanya orang-orang telanjang Jiwa kita menuju masa yang dekat, Yang Meminjamkan akan mengambil yang dipinjamkan.Sebenarnya aku juga ditugaskan untuk mematikan malaikat, setan, iblis, pohon,binatang, dan makhluk bernyawa lainnya. Maka ia yang bernyawa, pastilah akangemetar melihat kedatanganku.Namaku Izrail!______________________________________________________28
  • 28. Atmonadi_______________________________________________Namaku Izrail! Sebenarnya, ada banyak cara aku menarik ruh dari tubuh atau jasad mahlukbernyawa. Hal itu sebenarnya tergantung dari segala hal yang membentuk kamu,amal-amal kamu, dan kelakukan kamu. Mau tau bagaimana aku menarik ruh daritubuh manusia? Aku menariknya langsung dari jasad yang hidup melalui ubun-ubunkepala.Kamu seringkan menyedot minuman dari dalam botol? Persis! Seperti itulah akumenarik ruh manusia dari tubuhnya. Saat itu kulakukan, seluruh sel-sel genetistubuhmu mulai dari ujung kaki, sedikit demi sedikit akan mati. Maka, jemari kakilahyang akan mengalami kematian pertama kali, baru kemudian bergerak ke telapak kaki,tungkai, kemudian ke betis, lalu paha dan seterusnya. Pada keadaan ruh kutarik,ujung-ujung kaki akan mengejang, kaku. Dengan cara yang sama setiap bagian tubuhpelan-pelan akan kesakitan amat sangat dan kemudian mati rasa, bertanda ruh sudahmelalui bagian itu. Maka, berpisahnya tubuh dengan ruh akan terjadi setelah ruh dantubuh merasakan sakit yang sangat dahsyat.Bagaimana rasanya. Susah kugambarkan, karena aku cuma melihat saja, kan akuyang mencabut nyawa. Aku cuma melihat saja bagaimana manusia yang kucabutnyawanya berkelojotan dengan berbagai ekspresi rasa sakit yang dia rasakan saat itu.Jadi aku sendiri ndak tahu bagaimana rasanya ketika ruh kutarik dari jasad manusia.Tapi, baiklah, dari pengalamanku mungkin gambarannya bisa kusimpulkan demikian :Rasanya seperti disayat-sayat karena ruh kehidupanmu11, yang menempel disetiapatom tubuhmu, sel-sel genetismu yang menjadi jaringan syaraf, otot, pembuluh darah,persendian, rambut, kulit kepala, kulit yang membungkus tubuhmu, dan semua bagiantubuhmu kutarik-tarik, kubetot-betot dengan keras. Bayangkan saja jika ruhmuenggan meninggalkan dunia, maka semakin enggan, semakin sakitlah rasanya. Kalaundak percaya, coba saja kamu cubit kulitmu keras-keras. Sakit kan!Kamu pernah kan mengalami luka disayat. Perih! Begitulah teriakan sebagian darimereka yang kucabut ruhnya. Tapi luka tersayat yang sering dialami manusia tidakseberapa dibandingkan dengan tercabutnya ruh dari jasadmu dengan paksa. Kalau11 Dalam istilah Al-Ghazali, ruh kehidupan terdiri dari hayat atau ruh yang memberi energi kehidupan dan RuhIlahiah yang mengenal IlahiNamaku Izrail!______________________________________________________29
  • 29. Atmonadi_______________________________________________Namaku Izrail! sayatan luka kan cuma terjadi di sekitar luka saja, itupun sakitnya sudah luar biasadan terasa di bagian tubuh lainnya. Bisa dibayangkan bagaimana kalau seluruh seltubuh terasa disayat-sayat. Jangan heran kalau manusia akan berkeringat, menjerit,melolong-lolong, meraung-raung, dan menggeliat-geliat berkelojotan ketika ruh ditarikkeluar dari kepompong tubuhnya. Manusia akan terkuras tenaganya, akibatkelelahannya, ia bahkan tak lagi dapat bernafas, ia akan merasakan seperti tertimpabeban berat kesombongan, kedengkian, ketamakan, kemaksiatan, dan kejahilanlainnya. Namun demikian, apabila tubuh kuat, suara yang dikeluarkan ketika bernafasakan berbeda-beda. Ada yang dengan susah payah, ada yang mudah. Sesuai denganamal yang pernah dilakukan tubuhnya.Rasa sakit yang tak terkira muncul karena ruh yang lembut menjadi jinak dan menyatusetelah berhubungan dengan tubuh. Keduanya kemudian bercampur dan salingmerasuki satu sama lain, sehingga keduanya seperti menjadi sesuatu yang satu. Ruhdan jasad menjadi melekat. Keduanya tak akan terpisahkan, kecuali dengan suatuupaya penarikan yang kuat, sehingga manusia merasakannya sebagai suatukepayahan yang amat sangat dan sakit yang luar biasa.Ketahuilah, kesukaanmu akan syahwat, nafsu dan materi serta keduniawiancenderung akan semakin melekatkan ruhmu dalam jasadmu. Kenapa demikian, inikarena atom-atom tubuhmu semakin memiliki energi yang tinggi, sehinggaikatan-ikatan atomis dalam tubuhmu akan semakin kuat. Dikatakan bahwa tubuhmumenyimpan energi dalam yang berlebihan, sehingga seringkali energi berlebihan inimelonjak-lonjak dengan liar dan menumbuhkan berbagai syahwat dan nafsu.Kromosom-kromosommu akan terganggu, kode-kodenya yang asli akan jungkir balik,bahkan akibat langsungnya akan muncul menjadi berbagai penyakit yang payahseperti kanker, jantung, atau pikun. Itulah yang akan mencelakakanmu, akanmenyiksamu. Jadi semakin lekat ruh dalam jasad maka semakin sakitlah engkaurasakan ketika aku menarik-nariknya karena keengganan ruhmu meninggalkanjasadmu. Setelah rasa sakit tak terkira dan kekuatan jasad menurun, suara akanberangsur hilang, dan setiap bagian tubuh perlahan-lahan akan menjadi kaku.Sakitnya penarikan ruh memang menggentarkan siapapun juga. Jangankan manusiabiasa, para nabi dan rasul pun menggigil ketakutan manakala aku datang. KarenaNamaku Izrail!______________________________________________________30
  • 30. Atmonadi_______________________________________________Namaku Izrail! alasan itulah, seorang nabi yang paling dimuliakan diantara nabi-nabi dan rasul-rasul,Muhammad SAW, memohon kepada Allah SWT agar membebaskan beliau daripenderitaan dan kepedihan kematian. Beliaupun sudah mengingatkan, “Perbanyaklahmengingat sesuatu yang menghancurkan kelezatan, yakni kematian.”12 Banyak orangarif dan ulama yang membuat syair tentang hilangnya kelezatan ketika aku datang.Kata mereka, Ingatlah kematian yang menghancurkan kelezatan Dan bersiaplah untuk kematian yang akan datang Wahai yang hatinya lalai dari mengingat kematian Ingatlah tempatmu sebelum tiba saat perjumpaan Bertobatlah kepada Allah dari kelalaian dan segala yang lezat Sesungguhnya kematian sangatlah dekat Ingatlah musibah hari-hari dan saat-saat yang terlewat Jangan merasa tenang dengan dunia dan perhiasannya yang melekat [17].Dalam Al Qur’an, Allah menggambarkan kesakitan saat penarikan ruh dalam firmandengan gambaran berikut “Dan bertaut betis (kiri) dengan betis (kanan) (QS 75:29)”,yang banyak ditafsirkan oleh ulama sebagai berhimpunnya rasa sakit sakratul mautdengan kerugian karena melepaskan ridha Allah. Allah menyebut keadaan tersebutdengan “sakrah”, karena sakitnya kematian disertai dengan keburukan yang dihimpunakan membuat semaput pemiliknya, sehingga biasanya kesadarannya hilang. Allahberfirman, “Dan datanglah sakratul maut dengan sebenar-benarnya. Itulah yang kamuselalu lari daripadanya (QS 50:19)”[17].Bagaimana gambaran yang jelas mengenai rasa sakit dan penderitaan kematianmemang bermacam-macam. Sehingga terdapat gambaran yang tidak persis sama,namun intinya serupa yaitu suatu rasa sakit yang tak terkirakan. Kamu mungkin dapatmenyimak dari beberapa kisah tentang kematian berikut ini. Hasan bin Ali pernahmendengar sabda Nabimu yang mulia yang mengatakan padanya bahwa “pedihnyakematian setara dengan luka-luka tiga ratus tusukan pedang”. Ali Bin Abu Thalib kwj12 HR Tirmidzi no 2307, dikutip dari ref 17Namaku Izrail!______________________________________________________31
  • 31. Atmonadi_______________________________________________Namaku Izrail! bahkan menyebutkan setara dengan seribu pukulan pedang. Bisa kamu bayangkanbukan bagaimana sakitnya. Jangankan dipukul pedang, lha luka tergores silet sajabisa membuat manusia mengaduh-aduh nggak karuan, apalagi dipukul-pukul seribukali dengan pedang. Gambaran lain menyebutkan, kalau pedihnya kematian itu lebihtajam dari gigi gergaji, lebih tajam dari mata gunting, lebih menyakitkan daripadadipanggang diatas kawah panas gunung berapi. Makanya ada pepatah yangmengatakan bahwa “maut lebih menyakitkan daripada tusukan pedang, gergaji, atausayatan gunting”.Para nabi dan rasulpun mempunyai gambaran yang menakutkan betapa pedihnyaketika aku datang. Dikisahkan ketika Nabi Musa meninggal dunia dan ditanya Allahbagaimana rasa sakitnya kematian yang ia rasakan, ia menjawab bahwa kejadian ituseperti seekor burung yang dipanggang hidup-hidup, tapi nyawanya tidak juga lepasdan ia tidak menemukan cara untuk melepaskan diri. Musa juga menggambarkanperistiwa itu seperti kambing hidup yang sedang dikuliti.Bukankah Aisyah r.a pernah juga mengatakan bahwa ketika Nabi SAW akanmeninggalkan dunia fana ini, ada secangkir air penuh tergeletak didekat beliau. Beliaumencelupkan tangannya kedalam cangkir berulang-ulang dan membasahi danmembasuh wajahnya. Beliau berdoa kepada Allah supaya dibebaskan dari sakratulmaut.Demikian juga, khalifah kedua Umar bin Khatab r.a. meminta Kaab menggambarkankeadaan ketika seseorang dalam sakratul maut . Dia menjawab "Pencabutan nyawadari badan dapat dibandingkan dengan pencabutan duri-duri dari tubuh manusiasedemikian rupa sehingga seluruh tubuh merasakan cengkeraman rasa sakit yangamat sangat."Itulah sekelumit gambaran bagaimana kami melakukan tugas pencabutan ruh daritubuh manusia dan rasa sakit yang dirasakannya. Perlu kamu ketahui juga, kalaupengaruh pencabutan ruh, atau kematian itu tidak cuma sekedar ketika ruh dicabutdari jasadmu. Namun pengaruhnya akan terus-menerus dirasakan sampai kelianglahat.Namaku Izrail!______________________________________________________32
  • 32. Atmonadi_______________________________________________Namaku Izrail! Akan kuceritakan sebuah riwayat lama yang menginformasikan hal ini. Pernahsekelompok orang datang kekuburan dan berdoa kepada Allah untuk menghidupkanseseorang yang telah meninggal. Maksud mereka adalah ingin mengetahuibagaimana penderitaan yang dialami si mati pada saat aku beraksi. Atas idzin Allah , simati yang kebetulan seorang yang bertakwa pun hidup kembali. Ia berkata, "Akumeninggal 50 tahun yang lalu, namun hingga kini rasa pedihnya belum hilang darihatiku!”. Bayangkan! Rasa sakit yang dialami ruh si mati yang nampaknya tidak hilangbegitu saja, namun terasakan hingga puluhan tahun.Aura kedatanganku yang menguat biasanya kalian sebut sebagai Sakratul Maut.Dalam keadaan sakratul maut, setiap saat sekarat demi sekarat akan manusia lalui,penderitaan demi penderitaan akan dirasakan, sakit demi sakit akan mengingatkanmanusia pada semua perbuatannya, dan hal itu terus akan terjadi sampai ruhnyamencapai kerongkongannya.Pada titik kritis ini, berhentilah perhatian manusia kepada dunia dan semua yang adadi dalamnya. Berhentilah semua harapan-harapan dan angan-angan mereka. Saat itu,simetri kegaiban pun terkuak dihadapannya, pemandangan alam akhirat pun munculbegitu saja. Pintu tobatpun ditutup dan manusia pun diliputi oleh kesedihan danpenyesalan. Ia mungkin akan teringat sabda Rasulullah SAW “Tobat seorangmanusia tetap diterima selama dia belum sampai pada kondisi sakratul maut (yaitusampainya nyawa di kerongkongan) 13”. Maka semakin menyesallah ia. Tapi semua ituterlambat dan ketika aku menampakkan diriku semakin nyata, maka saat itu janganpernah bertanya tentang pahit getirnya kematian ketika sakratul maut tiba. Pendekkata karena kengerian tentang kedatanganku maka rasulullah SAW pernah bersabdatentang aku, dengan sabdanya beliau sebenarnya hanya ingin mengingatkan manusia,katanya: “Kalau kalian melihat ajal dan perjalanannya, pastilah kalian akan membenci angan-angan dan tipu dayanya. Tak seorangpun penghuni rumah kecuali ada Malaikat Maut13 QS 4:18Namaku Izrail!______________________________________________________33
  • 33. Atmonadi_______________________________________________Namaku Izrail! yang memperhatikan mereka dua kali sehari. Orang yang didapati ajalnya telah habis, maka dia cabut nyawanya. Bila keluarganya menangis sedih, dia bertanya ‘Mengapa kalian menangis?’ Dan mengapa kalian bersedih? Demi Allah, Aku tidak mengurangi umur kalian, tidak pula mengekang rezeki kalian, dan akupun tidak berdosa. Sesungguhnya aku benar-benar akan kembali kepada kalian (yang masih hidup saat itu), kemudian kembali, dan kemudian kembali, sehingga aku tidak menyisakan seorangpun dari kalian.’ ”14Demikianlah, aku akan datang tanpa diundang dan pergi tanpa diantar. Ia yangsaatnya sudah ditentukan, maka ia akan menghadapi aku sesuai dengan keadaannya,rasa sakitnya, dan kengeriannya.Banyak ungkapan yang menggambarkan bagaimana rasa sakit ketika aku mencabutnyawa manusia. Namun, percayalah itu semua tidaklah lengkap benar karenakeluarbiasaan sakratul maut tidak dapat diketahui dengan pasti, kecuali oleh orangyang merasakannya sendiri. Tahukah kamu, bahwa pencabutan nyawa termasukkondisi spiritual yang cuma bisa dirasakan oleh orang yang kucabut nyawanya. Jadi,orang lain mungkin menggambarkan dengan ungkapan yang berbeda-beda. Tapi,begitulah kematian, ia hanya bisa dirasakan oleh yang meregang nyawanya sendirian.Karena kematian termasuk keadaan ruhani, maka menjadi jelas bahwa keadaanruhanimu sangat mempengaruhi bagaimana rasanya mati. Orang lain cuma bisamengira-ngira saja dengan menganalogikannya dengan rasa sakit yang benar-benarpernah dialaminya, atau dengan cara mengamati orang lain yang sedang meregangnyawa. Lewat analogi pula akan diketahui bahwa setiap anggota badan yang tidakbernyawa, tidak bisa lagi merasakan rasa sakit.14 Diriwayatkan oleh ad-Dailami dari Zaid bin Tsabit, ref 10 hal 51Namaku Izrail!______________________________________________________34
  • 34. Atmonadi_______________________________________________Namaku Izrail! Akan kuperjelas lagi bagaimana rasa sakitnya kematian. Gambarkan saja satubagian dirimu terbakar api, maka rasa sakit yang dialami akan menjalar keseluruhtubuh dan jiwa. Dan sesuai dengan kadar yang menjalar ke jiwa, maka sebesar itupula kadar yang dialami oleh seseorang. Akan tetapi, rasa sakit yang dirasakanselama sakratul maut menghunjam jiwa dan menyebar keseluruh tubuh. Sehinggabagi yang sedang sekarat, maka ia merasakan dirinya ditarik-tarik, dibetot, dandicerabut dari setiap sel, urat nadi, syaraf, persendian, dari setiap akar rambut yangtumbuh dibadannya dan kulit kepala, hingga kaki. Jadi, jangan Anda tanyakan lagibagaimana derita dan rasa sakit yang tengah dialami oleh mereka yang dijemputolehku!Maka, perhatikanlah sekiranya kamu mengalami suatu peristiwa yang berhubungandengan kematian, apakah itu kematian salah satu keluargamu, tetanggamu, atauteman-temanmu. Perhatikan bagaimanakah keadaannya! Gunakan pengalamanmudalam mengiringi kematian sebagai pelajaran dan peringatan bagimu, bahwa tak adayang abadi, semua pasti akan mati!Namaku Izrail!______________________________________________________35
  • 35. Atmonadi_______________________________________________Namaku Izrail! 5. Portofolio Izrail“Pengalamanku? Wah kan sudah kukatakan banyakkk sekali. Aku tak bisamenghitungnya.”, Izrail masih tersenyum ditepi ranjangku ketika kutanyakanpengalamannya. Kemudian dia melanjutkan.“Memang banyak peristiwa yang bisa kuingat sewaktu aku menjalankan tugasku. Daribanyak ragam manusia. Mulai dari yang gila, sehat, sakit, yang soleh, yang bejat dandurjana, yang menjadi wali, nabi, dan rasul. Pokoknya sebanyak jenis manusia yangpernah ada di muka bumi ini, pernah aku alami. Nah apa pengalaman yangbagaimana yang ingin kau ketahui?” Dia balik bertanya kepadaku.Sejenak aku merenung, menghimpun daftar pengalaman Izrail yang ingin kuketahui.Seringkali, saat menuju kantor atau sekedar jalan-jalan, aku melihat banyak sekaliorang-orang yang gila baik secara fisik dan psikologis, ataupun yang nampak sebagaiorang gila beneran maupun secara tersamar, aku melihat aspek-aspek tekananpsikologis yang menuju kegilaan pada beberapa orang yang kutemui. Psst.., asal tahusaja, salah satu keahlianku memang membaca karakter seseorang baik dari perilaku,gaya bertutur, wajah, maupun berbagai aspek perilaku lainnya. Jadi, analisaku padaorang-orang yang sering kutemui seringkali tidak meleset jauh dari kesimpulan umumyang kuambil, kendati baru sekali bertemu.Salah satu yang menarik adalah kegilaan ini. Khususnya orang yang gila secara total :psikis dan fisiologis, sehingga ia sama sekali tidak sadar akan kemanusiaannya,kemudian menggelandang di jalanan dalam keadaan yang menyedihkan; maupunkegilaan jenis lain seperti gila wanita, gila harta, gila kehormatan, gila jabatan, gilauang, gila kekuasaan, gila karena syarafnya error, gila karena Allah, dan kegilaanlainnya.Gila dunia sudah jelas menjadi penyakit kronis dari sebagian orang yang gelagapanditerjang derasnya gelombang peradaban. Mereka belum siap menghadapi ganasnyadan kuatnya peradaban yang datang menggelombang berupa kemajuan, kekayaan,kebudayaan, pemikiran, dan lain sebagainya sehingga akal dan pikirannya menjadiNamaku Izrail!______________________________________________________36
  • 36. Atmonadi_______________________________________________Namaku Izrail! gelap gulita. Akhirnya dalam kegelapan akal pikirannya itu, maka kegilaan duniawilahyang muncul karena akal pikirannya tidak sanggup merespon gelombang yang datangdengan wajar.Gila karena Allah adalah yang nampak pada orang-orang tertentu sebagai kegilaanspiritual yaitu orang yang gila karena cintanya kepada Allah SWT. Gila yang demikianmemang sedikit tidak masuk akal bagi orang-orang yang ada di setiap zaman, kendatidari mulutnya meluncur kata-kata bijak penuh hikmah. Nah, ini saja kali yang akankutanyakan pertama kali. Akupun kemudian bertanya, ”Bagaimana sebenarnya kamumencabut nyawa orang yang gila beneran dan gila karena Allah?”Izrail sekilas mengernyitkan alisnya yang rapih kemudian bertutur dengan cueknya.Orang gila sebenarnya terbebas dari beban syariat Allah. Kalau kegilaannya itu karenakerusakan fisik seperti syaraf yang rusak, maka syariatnya hanya sebatas dia warassaja. Sedangkan orang yang gila karena dunia maka dia tetap menanggung semuaamal perbuatan karena kegilaan yang condong kepada keduniawian itu. Makahati-hatilah, karena kegilaan yang disebabkan hasrat keduniawian yang takterkendalikan sangat membahayakan. Inilah kegilaan si Iblis yang akhirnya terjebakdalam kebutaan hati, ia menjadi takabur, sombong, dan membangun ilusi dengankesucian diri, merasa paling patut untuk dihormati, sehingga iapun akhirnyamenentang perintah Allah untuk menghormati nenek moyangmu. Bagi dia yang gilakarena mencintai Allah, maka Allah akan menggenggam kehidupannya. Ia kekaldalam genggaman cinta-Nya. Maka iapun tidak pernah menoleh kembali kepadadunia.Kegilaan sebenarnya memang identik dengan mereka yang tertutup akal pikiran dankesehatan kejiwaannya. Gila secara fisis dan psikologis dapat disebabkan berbagaihal. Seperti kamu sebutkan tadi, ada gila harta, gila wanita, gila hormat, penyakitsyaraf, dan yang lainnya. Disini, kamu harus melihat bagaimana Allah sebenarnyamenciptakan semua makhluk dengan awal mula yang sempurna. Ketika makhlukditempatkan dalam ruang waktu, maka makhluk sebenarnya diharuskan untuk selarasdengan semua Kehendak Allah SWT, baik yang berupa perintah-perintah,larangan-larangan, hukum-hukum alam, maupun berbagai petunjuk yangdiungkapkan oleh para Nabi dan Rasul.Namaku Izrail!______________________________________________________37
  • 37. Atmonadi_______________________________________________Namaku Izrail!Tapi, gudang alpa adalah manusia, kendati semua itu sudah terhampar dalam dirinyadan di alam semesta, tetap saja manusia tergelincir. Ketika manusia mengabaikansemua petunjuk-petunjuk itu, maka berbagai ketentuan Allah pun terabaikan.Pengabaian inilah yang menyebabkan potensi manusia berubah tidak sesuai denganaslinya. Percayalah ini semua proses dalam ruang-waktu, semua makhluk bila tidakselaras dengan Kehendak Allah akan menerima konsekuensi, baik dirasakannya didunia maupun di akhirat; baik saat itu juga ataupun nanti.Ketika seseorang terlahir dengan wujud fisik yang tidak sempurna, katakanlah cacatmental, maka ruh yang ditiupkan Allah SWT yang memiliki kesempurnaan ditiupkan kedalam jasad. Ketika jasad terintegrasi dengan ruh, maka keseimbangan yang gaib danyang nyata terjadi. Ia yang terlahir cacat fisik, mungkin tidak akan memilikikeseimbangan yang optimum. Boleh jadi dalam pandangan manusia, ia disebut cacatmental atau bahkan tidak waras.Tapi, kenapa bisa tidak waras, bukankah Allah selalu menciptakan dengankesempurnaan?Itulah makna penting dari keselarasan dengan Kehendak Allah. Jasad biologis adalahproduk ikhtiar manusia. Dalam arti, kendati Allah melakukan intervensi langsungdalam proses penciptaan, maka manusia sebenarnya berperan dalam penciptaanketurunannya. Maka seringkali Allah menyebutkan diri-Nya sebagai “Kami” di dalam AlQur’an untuk menjelaskan adanya peran makhluk di dalam penciptaan itu. Ketikamanusia lalai atas kenyataan ini, dan kemudian ia tidak mematuhi perintah Allah,maka boleh jadi apa yang menjadi salah satu ciri alamiahnya di dunia, meneruskanketurunan akan mengikuti alur yang tidak menyenangkan.Ketika engkau diperintahkan untuk tidak berzinah, tapi engkau membangkang, makapotensi-potensi biologismu akan berubah. Boleh jadi dari dirimu akan lahirmakhluk-makhluk yang tidak sempurna, baik dari segi jasmani maupun ruhani.Ketahuilah, kendati manusia pada akhirnya memiliki berbagai bentuk fisik yangbiasanya kalian sebut sempurna dan tidak sempurna, Allah sebenarnyaNamaku Izrail!______________________________________________________38
  • 38. Atmonadi_______________________________________________Namaku Izrail! menginformasikan bahwa pembawaan fisik manusia tidak berpengaruh padajatidirimu yang halus dan lembut (lathifah15, yaitu qolbu). Allah berfirman bahwa ”Lalukami jadikan ia makhluk yang lain (QS 23:14)” berarti memanusiakan dirimu dari jasadyang hanya terdiri dari daging dan urat-urat syaraf dengan susunan unsur-unsur dantabiat, keadaan, dan kecenderungan tubuh yang paduannya menyebabkan pengaruh [22]pada kesehatan seseorang , baik lahir maupun batin . Maka ketika ruh ditiupkankedalam jasad difirmankan oleh Allah bahwa “Dia membentukmu, lalumenyeimbangkanmu (QS 82:7)”. Jadi, dalam firman ini Allah menginformasikanbahwa asal muasalmu yang diciptakan dari min thiin menjadi segumpal darah (QS23:12) dalam naik-turunnya tahapan-tahapan perkembangan manusia (QS 23:14);dan ketika ruh ditiupkan maka terjadilah sinkronisasi antara unsur material danimmaterial manusia sehingga dari integrasi dan sintesis kedua unsur pembentukmanusia tersebut muncullah apa yang disebut sebagai watak atau tabiat manusia,yang pada akhirnya mempengaruhi akhlak dan perilakunya. Apakah itu berakhirdengan sempurna atau tidak sempurna, maka faktor-faktor yang mempengaruhimanusia secara utuhlah yang lebih banyak mempengaruhinya. Sehingga dikatakanoleh sabda Nabi SAW bahwa manusia terlahir dengan fitrah yang suci, namunlingkunganlah (ibu bapaknya, pengasuhnya, teman-temannya, dll.) akhirnya yangakan membentuknya menjadi ini atau itu. Jadi, perhatikanlah bahwa aspek-aspekbiologis dan psikis manusia pada akhirnya tergantung dari keselarasannya dengansunnatullah, baik dalam pembentukannya maupun dalam pendidikannya setelahdilahirkan ke dunia, jadi akhlak manusia dipengaruhi aspek genetis danlingkungannya.Kebolehjadian adalah manifestasi dari Kehendak Allah yang nyata terekam dalamsel-sel genetis (gnome) manusia. Karena disitu tersimpan sejarah tentang nenkmoyangmu, kehidupanmu, takdirmu, dan qadā dan qadar anak cucumu. Ketikaanakmu cacat mental atau fisik, maka boleh jadi ada sesuatu yang salah dalam dirimu,ayahmu, kakekmu atau moyangmu. Ini bukan dosa turunan, karena fitrah asalmanusia sebagai ruh yang ditiupkan didalam jasad adalah tersucikan dari dosa. Bolehjadi ini karena aktivitas fisikmu di dunia, jasad biologismu yang mengendalikan dirimu,15 Lathifah dalam istilah sufi mengacu kepada suatu makna yang lebih mendalam, sedangkan lathifah manusiaadalah jiwa rasional yaitu qolbu. Qolbu pada hakikatnya berperan “menurunkan” derajat atau kualitas ruh padaNamaku Izrail!______________________________________________________39
  • 39. Atmonadi_______________________________________________Namaku Izrail! sehingga segala nafsu syahwat merajalela. Ketika keturunanmu cacat fisik, cacatmental, ada apakah ini? Kenapakah demikian? Apakah Allah tidak adil? Maka,sebelum melontarkan pertanyaaan ini, lihatlah ke dirimu sendiri? Apa yang salahdengan diriku, kehidupanku, apa yang aku makan dan minum, cara aku memperolehmakanan dan minuman, cara aku menyikapi kehidupan?Renungkanlah dengan pikiran yang terbuka, bukan dengan pikiran yang terbelengguoleh nafsu. Karena pikiran yang terbelenggu hawa nafsu adalah manifestasi Iblis yangbersemayam dalam jiwa dan ragamu. Ia akan membisikkan dirimu dengan buruksangka dan berkata “Tuhanmu tidak adil maka ikutlah aku (Iblis)”. Ketika engkau ikutibisikan Sang Durjana itu, maka engkau menjadi budaknya, yang menepiskan realitashakiki akan Tuhanmu yang menciptakan semua makhluk dengan limpahan rahmatdan kasih sayang-Nya.Ketika kegilaan fisis-biologis menimpa seseorang, tekanan mental yang dahsyatmuncul karena potensi jasad dan ruhanimu tidak terolah dengan benar, sehinggasemua fakta yang tercerap inderawi menjadi suatu beban yang tidak tertahankan.Ibarat cangkir, maka cangkirmu terlalu kecil sehingga tidak mampu menampungsemua limpahan rahmat dan kasih sayang Allah yang terus menerus, baik berupakemajuan-kemajuan zaman, peradaban, keduniawian, maupun limpahan-limpahanruhaniah. Maka pecahlah cangkir itu. Ia yang kemudian menjadi gila secara fisisbiologis, adalah ia yang terenggut dalam genggaman Allah dan mati sebelumdimatikan.Aku biasanya tidak terlalu dipusingkan dengan keadaan lahir seseorang ketikamencabut nyawanya. Hanya saja, dampak-dampak perilaku yang menyebabkankegilaannya seringkali membuatku terpaku, maka si gila yang meregang maut adalahia yang meregang dalam genggaman Allah. Hanya Dialah yang tahu bagaimana si gilaakan diperlakukan, kecuali kegilaannya itu jelas sebagai kegilaan si Iblis yangterhalusinasi akan kesucian diri dan kesombongannya.tingkat yang lebih mendekati dan sesuai dengan diri manusia di satu sisi , yaitu jasadnya, akan tetapi tetap sesuaidengan ruh di sisi lain, catatan kaki raf 22 hal 34Namaku Izrail!______________________________________________________40
  • 40. Atmonadi_______________________________________________Namaku Izrail! Si gila karena cintanya kepada Allah adalah si gila yang menjadi tenggelam dalamgenggaman Allah. Entah kenapa, Allah sepertinya membiarkan kegilaan kepada-Nyabagaikan memberikan contoh kepada manusia bagaimana kegilaan makhluk yangter-baqa-kan dalam diri-Nya. Ia yang majnun16 dalam genggaman Allah kurenggutdengan citarasa kegilaan karena cinta-Nya. Maka seringkali akan engkau temuisyair-syair penuh kerinduan kepada-Nya dan mayat-mayat yang menggeletak disembarang tempat dengan senyum keabadian Sang Pecinta yang terlampiaskankerinduannya.Sejenak aku masih menatap Izrail menyelesaikan kisah tentang si gila. Pikirankumasih mengambang tanpa memikirkan apa-apa kecuali cerapan rasa takut yangmakin meliputi diriku. Kemudian terlintas seorang teman yang telah mendahuluiku. Iameninggal dalam keadaan yang biasa-biasa saja. Tanpa tanda-tanda ataupunfirasat-firasat, baik kesehatan maupun yang sifatnya spiritual. Entah kalau ia sendirimengalaminya. Aku tidak tahu. Yang jelas, ia sedang berolah raga kegemarannyaketika Sang Maut menjemput dengan tiba-tiba di usianya yang masih muda. Lalu,tercetus pertanyaanku, ”Bagaimanakah untuk orang sehat walafiat yang mendadakmeninggal?”“Haa, kamu teringat temanmu ya, atau dirimu sendiri yang merasakan kedatangankuyang tiba-tiba”, ia melihat kepadaku dan tersenyum dikulum. Aku menganguk perlahan.“Oke, akan aku ceritakan bagaimana aku mencabut yang sehat”, ujarnya.Banyak orang yang masih mengira bahwa kesehatan yang baik akan membawa umurpanjang. Pendapat ini , kalau ditinjau dari sisi manusia, memang benar adanya.Setidaknya, ia yang menjaga kesehatannya berupaya untuk selaras dengansunnatullah. Tetapi, ketahuilah bahwa masalah “hidup dan mati” adalah kehendakAllah yang penuh ketidakpastian dan keserbamungkinan. Aku sendiri tidak tahu kapansi A, si B, atau si C mati. Akan tetapi, yang jelas aku pasti mendatangi setiap makhlukkalau sudah diinginkan-Nya, karena kematian adalah suatu kepastian. Namun, kapanaku akan datang, itu tergantung kehendak-Nya semata.16 Majnun adalah tokoh fiksi dalam sastra Arab Kuno yang tergila-gila kepada seorang gadis cantik bernama Laila,sehingga ia menjadi sedemikian gilanya. Maka muncul istilah Majnun ynag identik dengan gila karena cinta.Namaku Izrail!______________________________________________________41
  • 41. Atmonadi_______________________________________________Namaku Izrail! Tetapi, sadarilah!Aku selalu mengikuti setiap makhluk dalam setiap detik sang waktu berjalan.Percayalah, Sang Waktu dan aku sebenarnya selalu beriringan, sehingga dalamsetiap saat “hidup dan mati” sebenarnya sekedar anugerah Allah semata. Ketika Diaperintahkan aku untuk beraksi, maka saat itu juga aku beraksi. Maka manusiasebenarnya harus berhati-hati, karena setiap saat aku selalu mengincar dirinya. KetikaDia berkehendak padaku untuk mengambil si A atau si B saat itu, aku tinggalmengiyakan dan saat itu juga dia yang dikehendaki-Nya mati akan mati.Jadi, ingatlah selalu bahwa posisi semua makhluk sebenarnya sangat kritis sekali.Bagi yang bertasbih setiap saat maka tasbihnya adalah penghambaannya yangmutlak, seperti kaumku yang selalu bertasbih kepada-Nya. Bagi manusia makabertasbihlah setiap saat dengan selalu “mengingat-Nya”, lakukan dzikir. Tanpa itumaka boleh jadi engkau akan mati dalam keadaan “bermaksiat kepada-Nya”. “Na udzubillah min dzalik”. Sekiranya semua manusia menyadari hal ini, aku yakin bahwa bumiini akan sepi dari semua aktivitas karena rasa takut akan kedatanganku. Karena itudalam keadaan sehat, selalu ingatlah kepada-Nya, bertasbihlah selalu dengandzikir-dzikir qolbu yang ikhlas dan ridha bahwa kehidupan dan kesehatanmusebenarnya sekedar anugerah-Nya semata. Ia yang kucabut dalam keadaan sehatnya,akan mati sesuai dengan kondisinya saat itu. Aku sekedar melempangkan perintahdan kehendak-Nya, sehingga seringkali dia yang kucabut nyawanya tidak merasakankedatanganku.Seringkali, aku beraksi ketika ia sedang duduk minum kopi, membaca koran, di biskota, di jalanan, ketika manusia sedang giat-giatnya berolah raga, sedang bermaksiat,dan sebagainya. Makanya, seringkali kamu akan temui nasihat-nasihat dari si bijakuntuk berhati-hati dalam setiap tindak tandukmu. Namun, hal ini rupanya tidak disadarioleh banyak manusia bahwa “hidup dan matinya” tak lebih sekedar Kehendak-Nyasemata. Maka waspadalah dan ingatlah sabda Nabi berikut “Kematian yang tiba-tibaadalah rahmat bagi orang yang beriman, dan nestapa bagi pendosa (HR AbuDaud)[11]”.Namaku Izrail!______________________________________________________42
  • 42. Atmonadi_______________________________________________Namaku Izrail! “Dia yang selalu mengingat Allah SWT, menyadari dirinya adalah hamba-Nya semata,maka iapun menjalankan kesolehan seperti yang dijelaskan oleh para nabi, rasul, wali,dan para pewaris ilmu Nabi. Ikutilah kesolehannya, berkumpullah dengan mereka baikdalam keadaan senang maupun susah. Ia yang soleh sebenarnya dititipi cahayailahiah sehingga dalam setiap langkahnya adalah ibadahnya.” Ujar Izrail, kemudian diamenyitir salah satu firman Tuhan,”Dan sembahlah Tuhanmu sehingga datangkepadamu yang diyakini (ajal) (QS 15:99)”. Semua bulan, tahun, malam dan siang harimerupakan ketentuan ajal dan waktu untuk beramal. Semua akan berakhir dan berlaludengan cepat. Maka, dalam setiap detik waktu yang berjalan, sesungguhnya bagimereka yang beriman terdapat amal-amal ketaatan yang ditetapkan oleh Allah. Maka,jangan sia-siakan waktumu!Aku belum sempat bertanya lagi ketika Izrail bertutur meneruskan ceritanya tanpakuminta. Kemudian ia melanjutkan kisahnya tentang bagaimana ia seringkali merasamalu kalau mendatangi orang yang soleh, oleh karena kesolehannya.Dia yang mematuhi semua perintah Allah, dalam keadaan apapun, sebenarnya contohyang indah bagaimana aku dengan kelembutan mengantarkan dirinya memasukikeabadian. Kesolehannya akan menjadi penerang dirinya di alam barzakh yang luas.Disana, ia akan menanti keputusan, bahkan sebenarnya tidak menanti, sebabpenantiannya tidak memiliki makna temporal yang berarti baginya. Sehari serasaseribu tahun17. Dan ia merasakan kebahagiaan yang hakiki ketika berkumpul denganorang-orang yang soleh juga. Mereka bergerombol dalam kesolehannya. Sekali-sekali,iapun bisa berkomunikasi dengan karib kerabatnya yang masih ada di dunia, melaluimimpi, melalui getaran-getaran qolbu mukminin yang soleh, yang mampu menembusbatas-batas kegaiban alam barzakh. Semuanya terjadi atas kehendak-Nya semata,karena semua hasrat dan keinginan dirinya telah terbaqakan dengan Kehendak-Nyasemata.Aku mendatangi mereka yang soleh dengan kesantunan yang sebisa mungkin tidakmengagetkan dirinya. Bahkan aura kedatanganku sebenarnya sudah ia cium17 QS 32:5 Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian (urusan) itu naik kepada-Nya dalam satu hari yangkadarnya (lamanya) adalah seribu tahun menurut perhitunganmu.Namaku Izrail!______________________________________________________43
  • 43. Atmonadi_______________________________________________Namaku Izrail! jauh-jauh hari sebelum aku dikehendaki oleh-Nya untuk melakukan penarikan ruhnyayang tercerahkan.Ahhh, seringkali aku merasakan kerinduan-kerinduan mereka kepada-Nya. Biasanyaauraku yang mendatanginya akan menyebabkan dirinya tergerak denganKehendak-Nya semata. Ia berbuat sesuai dengan Kehendak Allah. Ia menjadi asingatas perbuatan dirinya, kalau ia sadari hal itu. Namun, biasanya mereka sendiri tidaksadar bahwa semua gerak-geriknya sudah bukan lagi gerak-gerik yang disebabkankeinginan dirinya. Bisa dikatakan, bahwa si soleh yang menjelang kematiannya sudahterfanakan dan terbaqakan dalam semua Kehendak-Nya.Bagi yang matahatinya awas, boleh jadi gerak geriknya akan terpahami sebagai bukangerak gerik dirinya. Bagi yang tidak memahami, keasingan dirinya baru akan tersadarisetelah kematiannya. Tidak disadari oleh semua orang kalau gerak-geriknya adalahkehendak Allah semata. Ketika aku datang, maka aku biasanya datang diam-diamsupaya tidak mengagetkannya. Maka kucabut ia dalam sujud shalat lima waktunya,dalam shalat malamnya, dalam tafakkurnya, dalam tidurnya, dalam sakitnya, dalamsehatnya, dan dalam keadaan apapun ia berada saat itu. Kewaspadaannya akankedatanganku, menyebabkan ia tidak lalai mengingat Allah, ia tidak alpa untukwaspada terhadap kedatanganku yang mendadak. Hal ini menyebabkan aku malumenemuinya langsung. Maka akupun datang diam-diam dalam setiap keadaan dirinya.Maka iapun akan kucabut dengan keselamatan akhirat yang selalu melingkupinya.Boleh jadi kematian bagi mereka yang soleh akan dirasakan sangat ringan dan jugasangat berat. Bagi yang berat maka boleh jadi ia masih mempunyai hajat untukmencapai derajat tertentu, yang belum berhasil dicapainya melalui amal perbuatannya,maka kematian baginya sangat menyakitkan karena lepasnya peluang untukmencapai derajatnya di surga.Bagi yang kurang iman, katakanlah si kafir, terjadi sebaliknya khususnya bagi si kafiryang mempunyai amal baik yang belum memperoleh balasan. Maka ia akandimudahkan dalam kematian sebagai balas jasa kebaikannya dan nanti ia akanlangsung mendapatkan tempatnya di neraka. Jadi, jangan merasa selamat kalau adaamal kebaikan yang belum terbalas. Karena boleh jadi balasan itu hanya akanNamaku Izrail!______________________________________________________44
  • 44. Atmonadi_______________________________________________Namaku Izrail! diterimanya sebatas saat kematiannya saja. Setelah itu, semua amal akan dihisabsesuai kadarnya masing-masing.“Tapi, kesolehan bukanlah mutlak keselamatan dariku. Maka engkau harus hati-hati.”Tiba-tiba ia berkata begitu. Kemudian ia terus menuturkan.Yang soleh sekalipun sebenarnya masih rentan terhadap dua jenis keadaanmenentukan yang berujung pada “akhir yang buruk”. Salah satunya yang berbahayaadalah “pada saat sekarat dan mengalami kengerian maut, hatinya mungkin diliputioleh keraguan atau pun kekufuran, hingga ketika ruhnya dicabut, dia masih beradadalam keadaan seperti itu”, Yang kedua adalah, “pada saat kematian, kecintaan padamateri atau kesenangan duniawi mungkin telah menguasai hatinya....maka diapunakan menghadapkan wajahnya ke dunia, dan sebanding dengan kecondonganseseorang kepada dunia, itu semua akan menyebabkan tabir, yang menyebabkanturunnya siksa”.Aku menggigil mengingat Izrail berkata seperti itu. Lha..., yang soleh saja belum tentuselamat dalam menghadapi kematian, bagaimana dengan yang setengah hatisolehnya, atau yang sama sekali keblinger?“O ya, aku akan perdengarkan untaian nasihat dari sufi generasi terdahulu”. Katanyatiba-tiba saja ia menjadi romantis. Judulnya “Delapan Nasihat Hatim”18. Izrail pun punbersenandung [21]. Cintailah amal saleh, ia dapat memutuskan rantai kepemilikanmu kepada dunia, ia akan menjadi penerang kuburmu, pendampingmu disana dan tidak meninggalkanmu sendirian. Taatilah perintah Allah dengan ridha,18 Abu Abdur Rahman Hatim bin Unwan Al Ashamm (“si Tuli”), seorang sufi generasi awal dari pribumi Balkh,adalah murid Syaqiq al-Bakhi. Hatim mengunjungi Baghdad dan meninggal dunia di Wasyjard di dekat Tirmizpada tahun 237 H/852 M, lihat ref. 23, hal 190Namaku Izrail!______________________________________________________45
  • 45. Atmonadi_______________________________________________Namaku Izrail!karena dengan keridhaan pada ketaatan-Nya maka keinginan hawa nafsumu akan terbelenggu (QS 79:40). Sedekahkanlah bagian duniamu kepada Allah Taala, karena apa yang ada disisimu semua akan lenyap, sedekah adalah tabunganmu disisi Allah, dan apa yang ada disisi-Nya adalah kekal (QS 16:96) Bertaqwalah kepada Allah SWT, karena disitu tersimpan Kemuliaan dan Keagunganmu (QS 49:13) sebagai suatu anugerah ketaqwaanmu kepada-Nya. Ridhalah kepada semua ketentuan Allah SWT, karena pembagian dari Allah sudah ditentukan sejak azali (Qs 43:32). Tanpa keridhaan pada semua ketentuan Ilahi, maka engkau akan dihinggapi hasud, penyakit Iblis yang timbulkan iri dan dengki karena harta, kedudukan, dan ilmu yang akan timbulkan saling cela dan gunjing diantaramu. Musuhilah syeitan, ia adalah musuh yang sangat nyata bagimu (QS 35:6). Ia mewujud dari semua hasrat , keinginan, penguasaan, dan kepemilikanmu; Ia muncul menjadi berbagai bentuk nafsu dan syahwat, yang akan mengikatkanmu kepada materi, duniawi, dan segala maksiat. Putuskan semua harapanmu dari selain Allah, jangan terpedaya dengan rasa takut akan rezekimu, Dia yang maha Pemberi telah menjamin dan menanggung semua rezeki makhluk-Nya (Qs 11:6), tanpa kecuali. Karena itu, perhatikan pencarian kehidupanmu dari syubhat, dari halal dan haram, dari yang menghinakan dirimu,Namaku Izrail!______________________________________________________46
  • 46. Atmonadi_______________________________________________Namaku Izrail! dari yang merendahkan kedudukanmu. Bertawakkalah kepada Allah SWT semata (QS 65:3). Dialah yang akan menjaminmu, mencukupkan keperluanmu, dimanapun kamu berada, dalam keadaan apapun. Jangan gantungkan dirimu pada tali gantungan syeitan yaitu uang, kekayaan, kekuasaan, kerajaan, pekerjaan, dan bergantung kepada makhluk lainnya. Gantungkan dirimu hanya pada Kehendak Allah SWT semata.Izrail tersenyum, alunan suara dan makna-makna yang terkandung dalam puisi“Delapan Nasihat Hatim” itu benar-benar semakin menggigilkan diriku, seolahmengingatkan bahwa aku masih jauh dari gambaran yang disampaikan Hatim.Aku masih tercenung di hadapan Izrail yang kulihat menatapku dengan lebih lembutseolah menenangkan diriku. Lantas, aku teringat Malin Kundang si anak durhaka.Bagaimanakah orang-orang seperti itu menghadapi sakratul maut sedangkan yangsoleh saja masih bisa dikatakan belum tentu bisa selamat melaluinya. Akuberatnya, ”Pernahkah engkau mendengar kisah Malin Kundang?” , kataku kepadaIzrail. Ia menjawab, “Ya, aku mengetahuinya. Bahkan di banyak belahan dunia, disetiap zaman, kisah-kisah si anak durhaka semacam itu cukup dikenal”.Izrail melanjutkan bagaimana ia menghadapi anak durhaka semacam itu, baik yangterhitung soleh maupun tidak.Banyak kisah yang mengerikan bagi manusia yang durjana. Namun, barangkali tidakada yang paling mengerikan bagi ia yang durhaka kepada orang tuanya sendiri.Silaturahim adalah kaitan fundamental yang membangun suatu masyarakat danperadaban yang sebenarnya aktualisasi dari Rahmaatan Lil Aalamin. Bila silaturahimini rusak maka bisa diprediksikan bahwa semua tatanan masyarakat cepat ataulambat akan mengalami kerusakan. Dan keluarga adalah tatanan masyarakat terkecilyang melibatkan lebih dari satu orang. Maka pemutusan silaturahim, apalagi kalau halitu melibatkan keluarga antara anak dan orang tua, maka bayang-bayang malapetakaNamaku Izrail!______________________________________________________47
  • 47. Atmonadi_______________________________________________Namaku Izrail! seperti menaungi kehidupan seseorang. Maka hati-hatilah dalam menjaga hubungandemikian. Tanpa alasan yang pasti, bahwa silaturahim itu mesti terputus karena Allahsemata, maka hati-hatilah karena pemutusan itu akan menyebabkan terputusnyabarokah Allah kepadamu.Bukankah dongeng klasik dari negerimu tentang si Malin Kundang yang membatuberhubungan dengan kedurhakaan karena menyia-nyiakan ibundanya. Ingat sajalahcerita-cerita kearifan bagaimana sakit hati orang tua akan mencegah si anakmemasuki kematian dengan wajar. Ada ancaman Allah disana, karena ridha ibundaadalah ridha Allah. Hati-hatilah dengan hal ini. Seburuk apapun hubunganmu denganibumu, Nabi SAW menyebutkannya sebanyak tiga kali berurutan ketika seseorangbertanya tentang keutamaan bakti anak terhadap orang tua, khususnya ibundanya.Dalam banyak kesempatan, hubungan keluarga memang sangat fundamental untukmembangun masyarakat dan peradaban. Namun, tanpa pijakan akan kebenaran,maka mempertahankan silaturahim yang membuta akan membahayakan karena yanglahir adalah fanatisme yang dungu maujud niat busuk Iblis yang menelusup kedalamdada manusia yang tidak waspada. Oleh karena itu, bila memang diperlukan,silaturahim dapat diputuskan karena Allah semata. Dalam era awal Islam, Nabi SAWmenyadari hal ini sehingga ketika keputusan untuk berperang ditetapkan, makasebagian dari pengikut Nabi SAW (bahkan Nabi sendiri) mengalami dilema ini, yaituterputusnya tali silaturahim. Namun, kehendak Allah sudah demikian jelas bahwa bilaputusnya silaturahim itu karena mempertahankan akidah yang benar, maka belalahAllah SWT. Allah memang patut dibela, oleh karena keberadaan dirimu di duniasebenarnya bagian dari proses yang memaujudkan Kehendak-Nya. Dan ketika satukeluarga berselisih mempertahankan akidah kebenaran dari Yang Maha Benar, makapilihlah jalan Allah.Ketahuilah bahwa kekafiran atau kesesatan seseorang adalah pilihannya sendiri,karena ia telah menutup dirinya dari Kebenaran Mutlak (al-Haqq). Namun, ingatlahjuga, keimanan dan kesolehan seseorang semata-mata adalah hidayah dananugerah-Nya. Manusia tidak mampu memberikan hidayah dan anugerah, sehinggaketika engkau sudah menyampaikan apa yang benar dari Allah, maka suatu kewajibanNamaku Izrail!______________________________________________________48
  • 48. Atmonadi_______________________________________________Namaku Izrail! untuk mempertahankannya meskipun hal itu akan memutuskan semua ikatan-ikatansilaturahim. Tetapi sekali lagi bila memang itu diperlukan dan tidak bisa dihindari.Ingat saja kisah Nabi Nuh yang tidak mampu menyelamatkan istri dan anaknya ketikabanjir tiba, kendati mereka istri dan anak seorang Nabi, namun tanpa hidayah Allahmaka tidaklah akan hadir keimanan meskipun sekecil zarah atom. Ingat juga kisahanak-anak Nabi Yaqub yang menipu orang tuanya sehingga nabi Yusuf, yang notabene adiknya saudara sekandungnya sendiri, mereka celakakan sampai Allahmenetapkan keputusan bahwa mereka akan dihadirkan kehadapan Yusuf dalamkehinaan karena kelaparan. Namun, Yusuf Yang Nabi maha pemaaf sehingga merekayang menghianati dirinya dimaafkannya. Ingat juga paman Nabi SAW, Abu Thalib,kendati ia begitu sayang dan mati-matian melindungi Nabi, namun tanpa hidayah AllahSWT, Nabi SAW pun tidak dapat berbuat banyak untuk mengislamkannya.Akan tetapi, sekali lagi, perlu kehati-hatian dalam menjaga hubungan silaturahim,kendati orang tuamu sesat dan sangat tersesat, maka nasihatilah dengan perkataanyang baik-baik. Setelah itu, berserah dirilah kepada Allah SWT, karena hanya Allah lahyang berhak memberikan hidayah dan anugerah kepada orang tuamu berupakeimanan yang benar kepada-Nya.Hindarilah kedurhakaan kepada orang tua yang berkepanjangan, apalagi kalau orangtuamu adalah orang tua yang solehah dan penuh kasih sayang kepadamu. Makacelakalah anak yang mendurhakai orang tua yang solehah. Tidak saja berdosa secaraharfiah sebagai orang yang mendurhakai orang tua, tetapi kutukan Tuhan akanmelingkupi dirinya dalam setiap kehidupannya. Tanpa ridha orang tua, maka semuaperbuatannya akan sia-sia, shalatnya tidak bermakna, puasanya tidak berguna,semua amaliahnya musnah tanpa guna. Sesoleh apapun kamu kelihatannya, ketikaengkau sakiti orang tuamu yang seiman, yang selalu berdoa dan memohon ampunandari Tuhan, maka semua ibadahmu sia-sia. Jadi, berupayalah dengan kesabaran dankerelaan ketika engkau berselisih dengan kedua orang tuamu. Jangan tanggapiperselisihan itu dengan percikan-percikan api syeitan sehingga ia akanmenjerumuskan dirimu dalam penyesalan yang tidak berkesudahan.Namaku Izrail!______________________________________________________49
  • 49. Atmonadi_______________________________________________Namaku Izrail! Akan kuceritakan sebuah kisah lama sebagai rujukan untuk manusia. Kisah inimemang bisa dibilang contoh umum bagaimana seseorang yang durhaka kepadaorang tuanya akan mengalami kesulitan ketika aku menjemputnya. Diceritakan bahwasuatu hari seseorang mendatangi Nabi SAW dan memberitahu seseorang bahwaseorang pemuda membutuhkan bantuan untuk dituntun mengucapkan kalimattayyibah19 menjelang kematiannya. Nabi mengatakan apakah anak muda tersebutsudah terbiasa mengucapkan kalimat tayyibah selama ia hidup sehat. Orang-orangkemudian menjawab bahwa si pemuda sudah terbiasa mengucapkan kalimattayyibah.Nabi keheranan karena orang tersebut terbiasa mengucapkan kalimat tayyibah, tetapimengalami kesulitan untuk mengucapkannya menjelang detik terakhir kehidupannya.Nabi kemudian mendatangi pemuda tersebut dan memandunya untuk mengucapkankalimat tayyibah, namun dia tetap tidak mampu mengucapkannya. Nabi kemudianberkata kenapa dia seperti itu. Anak muda itu memberitahukan bahwa hal itu terjadikarena dia tidak patuh kepada ibunya karena dipengaruhi istrinya. Nabi bertanyaapakah ibunya masih hidup. Dia membenarkan. Nabi kemudian meminta orang-oranguntuk memanggil ibu pemuda tersebut. Ketika perempuan itu datang, beliau bertanyakepadanya, apakah pemuda itu anaknya. Dia membenarkan. Kemudian bertanya apayang akan dia lakukan jika anaknya itu dibakar hidup-hidup di dalam api yangmenyala-nyala. Perempuan itu menangis. Ia memahami maksud Nabi SAW untukmemaafkan anaknya. Ia lalu menjawab bahwa ia akan memaafkan anaknya itu.Perempuan itu lalu melakukannya. Kemudian Nabi memerintahkan pemuda itumengucapkan kalimat tayyibah. Dengan mudah, pemuda itu melakukannya. Nabimerasa senang dan berkata bahwa Tuhan telah menyelamatkan pemuda itu darihukuman neraka20.Begitulah bagaimana hubungan anak dan orang tuanya sangat berperan untukmemperoleh ridha Allah dalam setiap keadaan. Bukan saja ketika masih hidup, namunmenjelang kematian pun, hubungan anak dan orang tua yang kurang harmonis akanberakibat fatal. Kesusahan yang muncul ketika nyawa di ujung kehidupan sebenarnyabukan keenggananku untuk mencabut nyawa pemuda itu. Tetapi semata-mata hanya19 Laa Ilaaha Ilallaah20 HR Baihaqi dan ThabraniNamaku Izrail!______________________________________________________50
  • 50. Atmonadi_______________________________________________Namaku Izrail! kasih sayang Allah SWT kepada pemuda tersebut, mengingat kesolehannya di dunia.Namun, ketika ia menyakiti orang tuanya, yaitu ibunya, maka semua amalnya seolahtanpa guna, sehingga Allah masih memberikan suatu peluang terakhir kepada dirinyaagar ibunya mau memaafkannya. Kalau tidak, maka sia-sialah semua upaya amalpemuda itu selama ia hidup di dunia. Sesoleh apapun pemuda itu, tanpa maaf orangtua maka akupun akan sejenak menunggu sampai ibunya memaafkannya. Apakah halini adzab atau kemurahan Allah? Maka jelaslah hal ini merupakan kemurahan Allahuntuk memberikan kesempatan bagi ibu pemuda tersebut untuk memberikan maafnya.Kendati si anak berdosa, sebagai orang tua, maka diapun memiliki tanggung jawabuntuk memaafkannya. Orang tua bagaimanapun juga memiliki tanggung jawabkenapa seorang anak bisa begini atau begitu. Karena, sebagai orang tua yangbertanggung jawab, ia sebenarnya menjadi bagian kenapa si anak menjadi tersesat,atau terhalang amalnya. Yang dibutuhkan sebenarnya adalah ridha orang tua sebagaiorang tua, dan menyadari bahwa orang tualah yang berperan dalam menentukanapakah seorang anak dikemudian hari menjadi majusi, nasrani, atau yang lainnya.Aku masih meresapi cerita Izrail tentang hubungan anak dan orangtua, sertaakibat-akibatnya di kemudian hari. Bayang-bayang keretakan dalam keluarga yangmakin hari makin sering kudengar atau kulihat sendiri menjadi jelas, bahwa dalamkeadaan apapun, silaturahim harus tetap dijaga. Dalam skala yang luas, retaknyasilaturahim adalah retaknya suatu jalinan sosial. Maka, bila silaturahim sudah terjadidalam skala yang luas, ancaman keretakan akan terlihat dipermukaan sebagaijatuhnya masyarakat ke dalam cengkeraman ketimpangan sosial dan ketidakadilan.Ketimpangan sosial dan ketidakadilan adalah sumber dari segala angkara murka,sumber dari iri dan dengki, sumber permusuhan yang memperlebar jurang antarayang kaya dan yang miskin, yang berpangkat dan yang tidak berpangkat, sehinggayang nampak hanyalah kesombongan-kesombongan yang dikenakan untuk menutupikekurangan-kekurangan; yang kaya akan mengenakan kekayaannya untuk menutupikekurangannya; yang miskin akan menutupi kemiskinannya dengan kesombongansebagai si miskin untuk menutupi kekurangannya. Banyak masalah sosial yang terjadidi negeri ini dan di zaman ini muncul karena ketidakadilan, ketika yang satumengabaikan yang lainnya, yang satu menelantarkan hak-hak hidup yang lainnya,maka jangan heran bila selalu akan terjadi pergesekan-pergesekan sosial yangmenghancurkan tali-tali silaturahim.Namaku Izrail!______________________________________________________51
  • 51. Atmonadi_______________________________________________Namaku Izrail!Ketidakadilan adalah juga ketidakseimbangan. Maka ketika hal itu terjadi juga kepadaalam lingkungan dimana manusia hidup, maka ketidakadilan itu akan menimbulkanketidakselarasan dengan hukum-hukum alam (sunnatullah) sebagai suatu kehendakAllah. Maka hati-hatilah, ketika ketidakadilan bersinggungan dengan alam lingkunganyang kadarnya tidak mungkin diubah manusia, maka bencana-bencana alam akanmengintai sebagai gempa bumi, kehancuran fisik, longsor, banjir, kebakaran, kabutasap, penyakit, dan bencana-bencana alam lainnya. Ketika bencana alam itumengharubirukan semua manusia di muka Bumi, maka jangan salahkan keadilanTuhan. Dia Maha Adil dan Bijaksana sesuai dengan apa yang sudah Dia firmankandalam kitab wahyu Al Qur’an. Tinjaulah alam semesta dan dirimu sendiri danselaraslah dengan kehendak Allah dengan ridha, sehingga sebuah bencana ataupunmalapetaka yang memutuskan semua harapan dan angan-angan-mu, yangmembangkitkan semua rasa takutmu akan adzab yang menimpa suatu kaum, tak lebihdari suatu peringatan atas kelalaian dan kebodohanmu karena mengabaikan keadilanyang sudah ditetapkan sebagai hukum-hukum alam yang mestinya dipahami olehmanusia.Tiba-tiba Izrail menyela lamunanku. Ia sepertinya memang bisa membaca apa yangkupikirkan.Ada kalanya aku mencabut nyawa orang yang disesatkan Allah SWT dalam keadaanyang mengerikan. Seolah adzab neraka disegerakan terhadap orang-orang yangsesat dan murtad. Mereka termasuk golongan yang disesatkan Iblis semata-matakarena kesombongan dirinya. Biasanya orang yang demikian, menurut tolok ukurankamu dianggap sukses dan pandai, padahal itulah manusia yang paling bodoh yangtermanifestasikan dari kebodohan dan kesombongan Iblis. Kebodohan danKesombongan adalah dua sisi mata uang yang sama, yaitu mata uang Iblis Sangpendurhaka. Orang yang demikian dikatakan sebagai orang yang benar-benar sakitjiwa dan terpenjara dalam rumah sakit jiwa yang disebut dunia. Ia sakit jiwa karenaterbelenggu oleh akalnya. Sementara, dirinya terbelenggu akalnya, nafsu nya punmembentengi dirinya sehingga iapun mengisolasi diri, jauh dari fitrah asal danmengira akalnya adalah tuhannya.Namaku Izrail!______________________________________________________52
  • 52. Atmonadi_______________________________________________Namaku Izrail! “Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagaituhannya, dan Allah membiarkannya sesat berdasarkan ilmu-Nya dan Allah telahmengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan ataspenglihatannya? Maka siapakah yang akan memberinya petunjuk sesudah Allah(membiarkannya sesat). Maka mengapa kamu tidak mengambil pelajaran? (QS45:23)”Hati-hatilah dengan orang yang seperti itu, karena mereka biasanya menebar baubusuknya neraka dalam kehidupan kamu. Mereka tidak segan untuk bermanis muka,namun menikammu dari belakang, memfitnah, dan menebarkan kejahatan dalamkehidupan kamu. Kendati akalnya seperti berjalan, ia sebenarnya makhluk bodohseperti robot yang hanya digerakkan oleh nafsu syahwatnya, yang sudah menjadituhannya. Ia termasuk manusia yang menjadi syeitan karena menuhankan nafsu dansyahwatnya, merobohkan sendi-sendi agama, dan tidak segan untuk berdusta. Iadapat berada disekitar kehidupanmu sebagai kawan, sebagai boss-mu, temanmainmu, sebagai lawan, sebagai pejabat, sebagai guru, sebagai kiai, sebagai ustad,sebagai pengusaha, sebagai pengacara, sebagai dukun, sebagai artis, sebagaipenyiar, sebagai pedagang, sebagai petani, sebagai pengemis, sebagai maling,sebagai polisi, sebagai tentara, dan banyak lagi yang lainnya.Aku mencabut mereka sesuai dengan keadaanya. Maka ia yang kucabut dalamkesesatan dan kemurtadan adalah ia yang merasakan hawa panas dan busuknya apineraka. Akan sering kautemui bagaimana mereka akhirnya. Mata melotot, tubuhdisana-sini meregang kaku, bau yang busuk, kadang disertai keganjilan, mayat yangsangat berat karena jasadnya menyimpan beban perbuatannya, dankeadaan-keadaan lainnya yang mengerikan. Kalau saja engkau mampu mendengardan melihat sesuai dengan keadaan mereka, maka akan kau lihat kengerian palingmengerikan yang dihadapi mereka ketika aku temui dengan tanpa basa-basi. Lantas,kuhempaskan dia dalam kubur dengan kerelaan bumi ataupun tidak. Disana, ia akanmenghadapi siksa kubur yang tak pernah berhenti sampai kiamat tiba. Dalam barzakhyang sempit, maka penantiannya sampai kiamat tiba adalah kengerian abadi yangakan disesalinya.Namaku Izrail!______________________________________________________53
  • 53. Atmonadi_______________________________________________Namaku Izrail! Ketahuilah, ketika aku mencabut mereka yang sesat dan murtad, aku mewujudsesuai dengan perbuatan mereka yang bodoh. Manusia yang paling kuat danberanipun tak akan akan sanggup melihat wujudku ketika aku mencabut orang yangpenuh dosa. Dulu, Nabi Ibrahim a.s pernah juga ingin mengetahui rupa asliku ketikaaku mencabut nyawa si pendosa. Kendati aku memperingatkannya bahwa dia tidakakan sanggup melihat wujudku, namun ia memaksaku. Akhirnya akupunmenampakkan wujudku kepadanya dalam bentuk seorang yang berkulit hitam legam,dengan rambut berdiri, berbau busuk, dengan pakaian berwarna hitam. Dari mulut danlubang hidungku keluar jilatan api . Melihat wujudku yang mengerikan itu, Nabi Ibrahima.s. pun klenger 21 . Ketika sadar kembali, ia kemudian berkata, “Wahai Izrail,seandainya seorang pelaku kejahatan pada saat kematiannya tidak menghadapisesuatu yang lain kecuali wajahmu, niscaya cukuplah itu sebagai hukuman atasdirinya.”Itu baru melihat rupa asliku untuk si pendosa. Ketika aku mencabut ruh si pendosa,kamu tidak akan bisa membayangkan bagaimana siksaku ketika sakratul mautsebelum aku cabut nyawanya, siksa kubur yang akan diembannya, dan siksa nerakayang akan dialaminya.Tubuhku bergetar membayangkan kengerian dari mereka yang sesat dan murtadketika Izrail mendatanginya. Aku masih menggigil ketika kulihat wajah Izrail tampakseperti udang direbus, kemerahan menahan gejolak saat-saat ia mencabut manusiayang sesat dan murtad. Kemudian, dia menoleh kepadaku dan berkata “apalagikahyang ingin kau tanyakan”, katanya.Aku masih berfikir, kira-kira apalagikah yang ingin kuketahui. Selama ini, apa yangselalu kukhawatirkan di dunia adalah menyusupnya hal-hal yang diharamkan dalamkehidupanku. Salah satunya adalah melalui profesi yang kugeluti. Menurutku, profesiyang sebenarnya ideal untuk mendapatkan rezeki halal adalah berdagang. Karenadengan berdagang orang sebenarnya dapat menentukan sendiri tingkat kehalalanyang ia jual belikan. Tentunya dengan norma-norma yang sesuai dengan ajaran Islam.Namun, anehnya, banyak pedagang kulihat tidak mau tahu dengan hal ini, sehingga21 klenger=pingsanNamaku Izrail!______________________________________________________54
  • 54. Atmonadi_______________________________________________Namaku Izrail! dalam banyak aspek, apa yang semestinya halal menjadi haram karena praktekperdagangannya yang tidak jujur dan tidak wajar. Seolah hanya keuntunganlah yangdipikirkan sehingga tega-teganya ia menaikkan harga komoditas dan barang ketikabulan Ramadhan, lalu kemudian ia turunkan lagi setelah lebaran usai, kemudian ianaikkan lagi. Ah demikian bodohnya para pedagang itu sehingga tanpa sadar iameracuni dirinya dan keluarganya dengan hal-hal yang semestinya dijauhi dandihindari. Nah aku mau menanyakan hal ini sajalah. “Bagaimana dengan pedagangyang curang? “, lanjutku.Yang mati dengan mengerikan salah satunya adalah mereka yang curang dalamberdagang. Aku akan ceritakan sebuah kisah bagaimana aku mencabut nyawapedagang yang menggunakan dua timbangan, yaitu timbangan saat menjual dan saatmembeli. Ini juga berlaku untuk mereka yang berdagang dengan keuntungan yangsemena-mena yang sering terjadi di zamanmu. Contohnya ketika gaji pegawaipemerintah naik, pedagang dengan seenaknya menaikkan harga bahan pokok. Tanpapernah turun lagi. Ketika Ramadhan atau Lebaran tiba, harga-harga komoditas yangdibutuhkan masyarakat naik tanpa kompromi. Demikian juga, ini berlaku bagi merekayang menipu dalam berdagang, menimbun barang sehingga harga melonjak,menggoreng saham, calo-calo yang menaikkan harga seenaknya, menjual komoditasyang jelas-jelas haram, menimbun minyak, atau aktivitas perdagangan yang curanglainnya. Bagi pedagang yang demikian, maka segala perbuatannya itu akan tampaksebagai dua gunung api dari neraka yang sangat panas dan menyala-nyala, sehinggaakan membuat yang melihatnya menggigil ketakutan. Pedagang yang sekarat akandisuruh untuk mendaki kedua gunung itu. Setelah itu barulah aku mencabutnyawanya tanpa ampun.Membayangkan dua gunung api yang menyala-nyala memang mengerikan. Lha wongkita sering melihat tukang sulap berjalan di atas bara-bara api saja membuat kitameringis, maka membayangkan kondisi seperti berjalan di atas gunung api sebelumnyawa dicabut Izrail benar-benar tidak habis pikir bagaimana rasanya. Mungkin panasyang tidak berkesudahan, badan yang kelojotan menahan panas seperti ikandipanggang, lidah yang mengelu, hidung seperti tersumbat asap yang tidak bisa keluar,persis ketika kita flu burung dan hidung kita tersumbat, betapa tersiksanya. Entahberapa lama siksaan itu akan berlangsung. Mungkin dalam bentuk sakit yang tidakNamaku Izrail!______________________________________________________55
  • 55. Atmonadi_______________________________________________Namaku Izrail!berkesudahan, yang tidak tersembuhkan bahkan dengan dokter termahal maupundukun tersakti sekalipun. Aku tidak bisa membayangkan lebih jauh kondisi merekayang curang dalam berdagang ini ketika Izrail mulai mengincarnya.“Mungkin kamu pernah mendengar cerita bagaimana susahnya orang dalam sakratulmaut mengucapkan syahadat”, Izrail meneruskan ceritanya tanpa kuminta. Aku masihtetap mendengarkannya dengan takjub.Ya, mereka yang kelu lidah saat aku akan mencabut nyawanya umumnyadikarenakan sifat mereka selama ini yang suka bergunjing, memfitnah, iri danpemabuk. Berkali-kali sebenarnya kitab-kitab suci mengingatkan penyakit-penyakitiblis yang satu ini. Tapi, entahlah, barangkali kaummu memang susah dibilangin.Kegiatan yang merupakan warisan penyakit Iblis itu malah akhir-akhir ini menjadisemacam profesi saja. Wartawan, tukang gunjing di radio, televisi, di pasar dan dirumah, malah disukai. Padahal aktivitas itu sangat berpotensi untuk menggelincirkanmanusia kedalam dosa seperti di atas.Dulu pernah ada seorang murid alim ulama terkenal yaitu Imam Fudhail Bin Iyad yangsedang menghadapi sakaratul maut. Terdorong oleh rasa sayang dan tanggungjawabnya, Sang Guru mengunjungi muridnya yang nampak sedang kepayahantersebut. Iapun kemudian membacakan surah Yasin. Tapi bukannya bacaan itumenentramkannya malah bacaan surah Yasin itu membuat si murid menjadi gelisahdan susah meninggal dengan tenang. Fudhail pun kebingungan. Kemudian si gurupun membacakan syahadat. Namun, bacaan tauhid tersebut tetap tidak bisamenolongnya.Begitulah, telinga terasa budeg, lidah kelu dan mata membuta ketika aku mulaibertugas. Setelah dengan susah payah, akhirnya aku pun mencabut nyawanya danmenyerahkannya ke pada malaikat yang bertanggung jawab dalam penghisaban dikuburan. Sang Guru menangis tersedu-sedu karena muridnya ternyata telahkehilangan keimanannya karena suka memfitnah, bergunjing, iri dan minum arak.Aku masih menatapnya dalam diam sambil melayangkan imajinasi pada berbagaiinfotainment yang sepertinya sudah menjadi komoditas hiburan. Membuang waktuNamaku Izrail!______________________________________________________56
  • 56. Atmonadi_______________________________________________Namaku Izrail! dengan membicarakan aib orang lain. Wah, repot juga. Padahal, hampir sebagianbesar acara televisi yang disukai tidak lepas dari membicarakan orang lain. Apakah itusuatu kebenaran, atau cuma sekedar bumbu penyedap untuk mendongkrak ratingsebuah acara yang membuat orang lain naik pitam. Namun, dilain pihak mungkin akanmembuat orang lain meraih kekayaan, hidup makmur diatas penderitaan orang lainatau dengan mempermainkan hidup orang lain. Aku menggigil ngeri.Ah, betapa lalainya manusia kalau sudah menyinggung yang satu ini. Kekayaan.Sehingga iapun lupa bahwa kekayaan yang diraihnya dari membicarakan orang lainseperti orang yang memakan bangkai saudaranya sendiri. Hmm, aku masihmemikirkan mereka yang meraih kekayaan dengan cara-cara yang tidak etis sepertiitu. Di negeri ini, menjadi kaya memang jadi impian banyak orang. Sehingga seringkalitidak peduli lagi bagaimana kekayaannya itu ia kumpulkan, ia raih, dan kemudianmenjerumuskan dirinya sendiri.Aku menatap Izrail sekali lagi, seolah masih tidak percaya bahwa aku dapatbercengkerama dengannya seperti ini. Kemudian aku bertanya, “Wahai Izrailbagaimanakah engkau mencabut nyawa orang yang kaya raya?”“Orang kaya?”, Izrail sedikit mengernyitkan keningnya. Alisnya terangkat sedikit,amboi indahnya alis itu.Yah orang kaya tidak beda sebenarnya dengan makhluk Allah lainnya. Saat kematianmenjemput, maka kekayaannya tidak akan berarti apa-apa. Sebab, kekayaan yangakan dinilai oleh-Nya adalah amaliah yang muncul dari dasar hatinya. Kekayaanduniawi hanya berguna untuk anak cucu dan jandanya (dudanya) saja.“Yang paling menyebalkan adalah kalau aku mencabut nyawa orang yang kayakarena menggadaikan kemanusiaannya”, Izrail menegaskan. Kelihatan benar diageregetan dan gemas.Itulah kekayaan yang diraih dari jalan yang diharamkan Allah. Mereka yang korupsi,menipu, merampas harta anak yatim, membohongi publik, pura-pura membangunNamaku Izrail!______________________________________________________57
  • 57. Atmonadi_______________________________________________Namaku Izrail! yayasan, karena riba, dan cara-cara lain pengambilan kekayaan yang tidak sah.Mereka sebenarnya sebodoh-bodohnya manusia. Mereka bisa dikatakan terkelabui.Mungkin kaummu sering mengucapkan pepatah “Muda Foya-foya, Tua Kaya Raya,Mati masuk Surga”. Itulah peribahasa kaum hedonis yang mengira dengan tipumuslihatnya bisa menipu Allah SWT. Mereka lupa bahwa dari mulai bapak-ibunyabertemu sampai ajal menjemput, Allah menggenggam kehidupan mereka, baikdigenggam dalam Kebaikan-Nya maupun Kemurkaan-nya. Bodohlah manusia yangmengira kekayaaan yang diperoleh dengan jalan haram, bisa ditebus dengan aktivitasamal-amal lahir, apakah itu dengan berzakat , berumroh dan berhaji, mendirikanrumah yatim piatu, atau mendirikan masjid-masjid dengan tiang-tiang yang besar.Selama kesyirikan dan riya masih menempel dalam lubuk hati mereka yang terdalam,meskipun sebesar zarah atom sekalipun (QS 99:7-8), kesyirikannya dan kekurangajarannya dengan menyogok Allah akan berdampak mengerikan. Orang yang kayaseperti ini, seakan membawa kesombongannya selama di dunia dengan menganggapAllah pun bisa disogok. Padahal Kesombongan adalah Selendang-Nya.Karena itu, akupun tidak sungkan untuk menampakkan diri dalam bentuk yang palingmengerikan yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya. Aku akan cabut nyawamereka sesuai dengan tindakan-tindakan mereka. Aku akan menyeret roh mereka daridalam tubuhnya yang membusuk secara perlahan-lahan. Agar ia bisa mencium sendirikebusukannya itu sebelum sakratul maut tuntas menunaikan tugasnya. Rohnya akankuseret seperti diseretnya tubuh melalui dinding bergerigi, yang sakit dan sangatmenyakitkan. Banyak yang tidak kuat melalui fase ini, dan menangis meraung-raung,tidak saja dalam wujud jasadnya yang membusuk. Namun, juga ruhnya akan meraungdan bersedih, sekaligus juga tidak rela meninggalkan kekayaannya yang tersisa yangtidak sempat dinikmatinya.Keringat dingin meleleh didahiku, ketakutanku muncul. Lalu terbata-bata akuberkata, ”Tttapi kan tidak semua orang kaya diperoleh dari tipu menipu dan kejahatan,”protesku.Namaku Izrail!______________________________________________________58
  • 58. Atmonadi_______________________________________________Namaku Izrail! “O, ya jelas. Ada juga orang kaya yang tidak seperti itu. Tapi kebanyakan, kekayaantelah membutakan matahati seseorang sehingga alpa dari menelusuri danmenggunakan kekayaannya.” Ujar Izrail menjelaskan.Dia melanjutkan,” Hanya sedikit orang kaya yang menyadari apa arti kekayaannya itu.”.“Dari yang sedikit itu, lebih sedikit lagi yang lolos dengan mulus”, tegasnya.“Kekayaan cenderung menghalangi tugas-tugasku.” Ucap Izrail sedikit iba.Pernah suatu ketika aku mendatangi orang kaya raya. Karena ia tahu kedatanganku,maka ia pun gemetar dan memerintahkan semua harta bendanya untuk dikumpulkandihadapanku. Setelah semua hartanya berada didepan matanya, dia berkata mencacimaki harta bendanya ”Semoga Allah mengutukmu sebab engkau telah memalingkanaku dari beribadah kepada Tuhanku dan menghalang-halangi aku dari pengabdiankepada-Nya”.Allah kemudian membuat harta bendanya berbicara, ”Mengapa engkau menghinaku, sedangkan karena akulah engkau bisa diterima oleh presiden, para pejabat, pengusaha, selebritis, kalangan jet-set, dan golongan yang mengandalkan kekayaan dunia lainnya, padahal orang-orang yang bertakwa kepada Allah malah diusir dari pintu rumahmu? Karena akulah engkau bisa mengawini wanita-wanita lacur, duduk bersama raja-raja, pelesiran ke tempat-tempat yang hina, dan membelanjakan aku di jalan keburukan. Namun, aku tidak pernah membantah. Seandainya saja engkau membelanjakan aku di jalan kebajikan, niscaya aku akan memberi manfaat kepadamu. Engkau dan semua anak Adam diciptakan dari tanah, kemudian sebagian dari mereka memberikan sedekah, sedang yang lain berbuat keji seperti dirimu yang bodoh dan terkelabui oleh gemerlap diriku.”Aku pun tanpa basa-basi lagi mencabut orang kaya yang bodoh itu, maka robohlah iake tanah dengan penyesalan yang mendalam.Namaku Izrail!______________________________________________________59
  • 59. Atmonadi_______________________________________________Namaku Izrail!“Lalu bagaimana dengan orang yang miskin secara duniawi, secara materi?”, lanjutkumenanyakan.“Ketahuilah, dimata Rabb-mu, kekayaan dan kemiskinan tidak dapat dijadikan alasandari lalai terhadap-Nya”, Izrail berkata sebelum melanjutkan ceritanya.Orang miskin, sebenarnya memiliki peluang besar untuk merasakan nikmatnya kasihsayang Allah. Tapi, kemiskinan tidak jarang juga menyebabkan kekufuran. Dizamanmu ini, kemiskinan sudah seperti kekayaan, mereka yang merasa miskinkebanyakan jatuh ke dalam kekufuran karena kemiskinannya tidak identik dengankezuhudan dan kejujuran, tidak identik dengan ridha terhadap semua ketentuan AllahSWT.Bila kekufuran menimpa si miskin, maka ini tak ubahnya si orang kaya yang mencarikekayaan dengan cara-cara yang tidak halal. Disinilah pentingnya mereka yang miskinmengetahui. Jangan sampai sudah miskin di dunia, di akhirat jauh lebih miskin lagi.Nabi Muhammad Yang Ummi mengatakannya sebagai “orang yang bangkrut total”. Iniibarat merubuhkan rumah di dunia dan rumah diakhirat. Dunia tak dapat, akhirat takselamat. Sangat merugi, sangat merugi, benar-benar sangat merugi.Maka, jangan jadikan kemiskinan menjadi alasan dan tameng kekufuran dankemungkaran. Ia yang miskin dan terikat dengan kemiskinannya, akan cenderungtergelincir dalam jerat-jerat nafsu si bodoh Iblis. Jadi, gunakankah kemiskinamu padamateri untuk memupuk kekayaanmu disisi-Nya. Engkau boleh jadi si fakir dunia, tapidisisi-Nya semua itu tidak berarti apa-apa. Maka dekatilah Dia dengan kehambaanmu,jangan dekati Dia dengan kesombonganmu atau keluh kesahmu. Jangan jadikankemiskinan menjadikan dirimu lalai atas semua perintah Allah, larangan-larangan-Nya,sunnatullah-Nya, dan petunjuk dari Nabi Muhammad SAW.Jangan dikira bahwa kemiskinan manusia itu menjadi belenggu sehingga ia harusbertahan hidup dengan melupakan Allah. Jangan dikira bahwa kemiskinan menjadialasan yang bagus untuk menghadapi murka Allah. Percayalah, kalau maudibandingkan dengan kehidupan Nabi SAW dan sebagian sahabat yang berbaju buluNamaku Izrail!______________________________________________________60
  • 60. Atmonadi_______________________________________________Namaku Izrail! domba, yang hidup di emperan masjid Nabi dahulu (Asy Shufa), menggelandang dipadang pasir nan panas, maka kemiskinan yang dialami oleh masyarakat di zamanmusaat ini tidak seberapa. Galilah hikmah dari kehidupan Nabi SAW yang bersahaja. Iayang pernah mengganjal perutnya dengan batu selama tiga hari dua malam, tidakpernah mengeluh atas kelaparannya. Lha, manusia di zaman ini memang aneh.Kendati peradaban mampu memberikan kemudahan-kemudahan, namun seringkaliini malah menjadi godaan kesenangan. Maunya serba instan, sehingga ketika Allah ujidengan kepapaan, kemiskinan, kemelaratan, dan kekurangan lainnya, sebagian besarmanusia semakin jatuh ke dalam kemiskinan dan kekufuran. Sebagian lagi malahbenar-benar jadi seperti binatang, menghalalkan segala cara, demi isi perut belaka.Sungguh ini sangat bodoh, seolah hidup sekedar untuk makan saja. Padahal, kalimatbijak sering mampir di telinga bahwa makanlah secukupnya hanya untuk menegakkantubuh dan meneruskan kehidupan.Aku yang mencabut nyawa si miskin, kadangkala tidak habis mengerti. Kenapamanusia bisa begitu bodoh. Padahal, kemampuannya melebihi kemampuan kaumku(malaikat). Yah, akhirnya sering sekali aku mencabut nyawa si miskin dalamkebusukan dunia dan kebusukan akhirat. Benar-benar orang yang merugi.Izrail mengakhiri cerita bagaimana mengurus si kaya dan si miskin yang terkelabuioleh bedak-bedak duniawi. Ia sekarang sudah duduk disampingku, menatap dengankelembutan malaikatnya. Pertanyaan selanjutnya bergulir begitu saja menyambungdari kekayaan, kemiskinan, dan kekuasaan. Ketiganya dapat menjadi berkah bagimanusia, namun dapat juga dapat menjadi pembawa bencana. “Bagaimana penguasayang meninggal?”, lanjutku, meneruskan pertanyaan.Penguasa sebenarnya diberi mandat oleh Allah untuk membawa rakyatnya ke jalanyang diridhai-Nya. Ia yang mampu menjalankan kekuasaanya di bawah naunganCahaya Ilahi, maka ia sebenarnya khalifah Allah.Akan tetapi, kalau penguasa lupa diri, cenderung memperkaya diri, lebihmementingkan keluarganya, kelompoknya daripada kepentingan rakyat banyak, makaAllah sebenarnya menyiapkan adzab yang menyengsarakan sebelum aku mencabutrezekinya yang terakhir baginya dan seluruh rakyatnya. Itulah saat kematian.Namaku Izrail!______________________________________________________61
  • 61. Atmonadi_______________________________________________Namaku Izrail!Penguasa yang lalim, akan tersiksa oleh kelalimannya yang maujud dalam bentukrasa takut mati, kepikunan yang berlarut-larut, sakit yang menahun, sampai tubuhnyayang tak lebih dari bangkai membusuk yang menunggu tebasan pedang waktu. Saatitulah, akupun harus menutup hidung ketika ruhnya kucabut degan paksa. Dandikembalikan kepada-Nya, lantas dihempaskan-nya ke dalam adzab akhirat yangkekal.Ketahuilah, aku berjalan bersama Sang Waktu, melihat banyak kerusakan di mukabumi karena penguasa yang lupa diri. Dahulu, sepeninggal nabi yang Ummi,kepongahan jahiliyah muncul kembali dalam bentuk ketamakan atas kekuasaan,kesombongan atas kesukuan, dan kejahilan jahiliyah yang sebenarnya ingin dihapuskan oleh Nabi Muhammad SAW. Maka, kehancuran Umat Islam pun kemudiandimulai ketika sebagian mencela sebagian lainnya, sebagian merasa diri paling benar,sebagian sangat buta mata hati sehingga tidak mampu berfikir jernih tentangkebenaran yang sudah di ajarkan Nabi Muhammad SAW.Sudah banyak zaman kulalui, maka keruntuhan peradaban karena lemahnyapenguasa sering aku lihat. Dan selama itu pula berbagai jenis penguasa yang lalai danlupa diri sering kucabut nyawanya dalam penderitaan dirinya. Lucunya, banyak jugayang masih buta matahati, kendati kucabut nyawanya dalam kesesatannya, anakcucunya makin terjebak ilusi dengan membangun istana-istana kesia-siaan. Merekabangun kuburan-kuburan yang megah untuknya, mereka kira kemegahan kuburan itudapat menyelamatkan si mati. Tidak tahukah mereka bahwa hanya amal salehlahyang dapat menerangi ruh simati di alam kubur sana? Dungu, sungguh dunguperilaku penguasa yang lupa diri itu. Ia kira bisa menyogok Ilahi dengan membanguntiang-tiang besar di kuburannya.Izrail kemudian bercerita tentang tugasnya mencabut penguasa lalim Bani Israil.Ketika itu Sang Tiran sedang duduk-duduk seorang diri di istananya tanpa ditemanioleh salah seorang istrinya. Aku kemudian masuk melalui istananya dengan tiba-tiba.Penguasa Tiran itu marah dan berkata dengan pongah, ”Siapakah Engkau? Siapayang mengizinkanmu masuk kedalam istanaku?”Namaku Izrail!______________________________________________________62
  • 62. Atmonadi_______________________________________________Namaku Izrail! Aku menjawab, ”Yang mengizinkanku masuk kedalam rumah ini adalah pemilik istana ini. Sedangkan aku adalah yang tak bisa dihalangi oleh seorang pengawalpun dan tidak butuh izin apapun untuk masuk kesini. Bahkan terhadap raja-raja sekalipun, aku tak perlu izin apapun, tidak pernah takut pada kekuatan raja-raja yang perkasa, dan tidak pernah diusir oleh penguasa tiran yang keras kepala atau setan pembangkang sekalipun.”Mendengar seruanku, penguasa lalim itu menutup mukanya. Agaknya ia sadar siapayang dihadapinya. Dia pun jatuh tersungkur. Kemudian bangkit dengan memelas danmengiba-iba.”Jadi Engkau adalah Malaikat Maut?” , katanya.Aku menjawab “Ya”.Kemudian dia menawar dengan cengeng, ”Sudikah engkau memberiku kesempatanagar aku bisa memperbaiki kelakukanku?”.Aku menjawab, ”Alangkah bodohnya engkau ini; waktumu telah habis; nafas danmasa hidupmu telah berakhir; tidak ada jalan lagi untuk memperoleh penangguhan.”Penguasa tiran itu menangis tersedu-sedu, lalu ia bertanya,”kemana engkau akanmembawaku?”Aku menjawab, “Kepada amal-amalmu yang telah engkau kerjakan sebelumnya danjuga ke tempat tinggal yang telah engkau dirikan sebelumnya.”Sang tiran menjawab bingung, “Bagaimana mungkin? Aku belum pernahmempersiapkan amal baik dan rumah baik apapun juga.”Aku menjawab, ”Kalau begitu, ke neraka, yang menggigit hingga ke pinggir-pinggirtulang kamu akan ditempatkan.”Akupun kemudian mencabut nyawa penguasa tiran itu yang jatuh matiditengah-tengah keluarganya dengan mata melotot penuh penyesalan, ditengah-tengah mereka yang kemudian meratap-ratap dan menjerit-jerit. Andai sajaNamaku Izrail!______________________________________________________63
  • 63. Atmonadi_______________________________________________Namaku Izrail! mereka mengetahui bagaimana buruknya neraka bagi si lalim itu, mungkin merekaakan menangis lebih keras lagi.Keringat dingin tanpa terasa makin menderas, membasahi dahi dan leherku. Izrailkulihat masih berdiam diri seolah tahu aku masih mempunyai beberapa pertanyaanlain yang menggelayut di pikiranku.“Ketika engkau mencabut nyawa seseorang, baik dalam waktu yang berlainanmaupun bersamaan, engkau nampaknya tidak memiliki kesukaran apapun juga.Bagaimanakah dengan kematian di medan perang dimana terdapat puluhan bahkanmungkin puluhan ribu nyawa yang secara bersamaan melayang?”, pertanyaankumeluncur begitu saja. Izrailpun nampaknya masih tenang-tenang saja dan tidakterburu-buru. Ia merapikan rambutnya yang berkilauan, setelah melontarkansenyumnya, ia kembali bercerita.Peperangan adalah bagian dari sunnatullah Tuhan. Bagian dari keseimbanganalamiah karena kaummu seringkali overdosis dalam banyak hal. Itulah senyatanyakejelekan manusia yang utama karena dicengkeram ketidakadilan dankeangkaramurkaan.Peperangan, meskipun kamu seringkali tidak terima akan adanya peperangan, tapiTuhan punya timbangan sendiri, yang semestinya diperhatikan oleh umat manusia.Namun, sudah menjadi ketentuan sejak awal penciptaan bahwa manusia padaakhirnya terbelenggu dengan berbagai persoalan karena ketidakmampuannyamengenal dirinya sendiri. Belenggu kepemilikan, penguasaan, keserakahan, dannafsu ingin menguasai lainnya akhirnya akan menyeret umat manusia ke dalampeperangan demi peperangan.Peperangan jangan ditangisi. Kalau timbangan sunnatullah sudah bergeser ke titikyang tak dapat balik, maka setekun apapun doa-doamu, sunnatullah tetap terjadi.Ambil saja contoh di Afghanistan, Irak, Palestina, atau di belahan dunia lainnya.Kendati di situ banyak Umat Islam, namun sunnatullah tidak pernah bisa dikelabui, iaakan berjalan apa adanya, sesuai ketentuan-ketentuan yang sudah ditetapkannya.Ketika umat lalai akan arti pentingnya peradaban, ukhuwah, ilmu pengetahuan,Namaku Izrail!______________________________________________________64
  • 64. Atmonadi_______________________________________________Namaku Izrail! keadilan, lupa arti pentingnya kesatuan, maka peperangan dapat menjadi guru untukmengingatkan manusia, bahwa itulah akibat kalau umat menjadi bodoh dan berceraiberai. Mereka seperti buih-buih yang akan mudah menjadi bulan-bulanan gelombangzaman yang tidak menentu. Apakah engkau lupa kalau dulupun adzab peperanganmenimpa Umat Islam ketika Jenghis Khan dan tentara Mongolnya mengamuk dikawasan Jazirah Arab, menghancurleburkan negeri-negeri Islam dari India sampaiBaghdad karena kelemahan umat? Manusia mungkin berkewajiban meminimalisirdampak-dampak perang, itu perbuatan mulia. Tapi apakah perang lantas berhenti,serahkan saja kepada-Nya. Karena justru dengan peperangan manusia semestinyaakan mengerti bagaimana dampak-dampak perbuatannya, kebodohannya,keangkaramurkaan, dan kesombongannya. Namun, manusia itu seringkali miripkeledai. Meskipun, perang demi perang dilalui. Toh tetap saja terjadi dan celakanyadianggap sebagai solusi.Dalam peperangan, manusia itu seperti onggokan kacang yang dimasukkan ke dalamkuali. Aku lebih mudah melakukan tugas saat itu, karena sekali sentil dengan keduajariku maka ribuan orang akan mati. Persis kacang dalam kuali, dengan sekali pukulpuluhan kacang dalam kuali remuk redam. Wujud pukulanku bermacam-macam.Seringkali peluru, meriam, roket, rudal, bahkan pernah juga bom Atom.Tapi, peperangan zaman sekarang lebih kejam dari dahulu. Dahulu, sekali tebasbadan terbelah atau leher terputus mempercepat kematian. Memang bagi manusiaterlihat kejam. Tapi manusia sudah mengembangkan kekejaman dalam beberapaformat yang terlihat halus, berbudi, namun sebenarnya lebih kejam dan mengerikan.Lha sekarang, peperangan di satu tempat memberikan dampak di tempat lain dimanaorang tidak tahu menahu masalah yang terjadi. Belum lagi penderitaan rakyat takberdosa. Apalagi kalau para spekulan ekonomi mulai bermain mata, sepertimenggoreng saham, melambungkan harga bahan pangan, minyak, menjual senjata,dan lain sebagainya. Maka penderitaan peperanganpun akan menjalar ke seluruhdunia.Nyawa yang kucabut saat perang di masa kamu tidak seberapa dibandingkanpeperangan jaman dulu. Tapi nyawa yang meregang-regang di telan penderitaanakibat dampak perang dan pasca perang seperti keracunan, kelaparan, kemiskinan,Namaku Izrail!______________________________________________________65
  • 65. Atmonadi_______________________________________________Namaku Izrail! penyakit, cacat, sakit mental, dan lain-lainnya malah tumbuh subur, memperpanjangusia penderitaan banyak orang.Perang sekarang sudah menjadi komoditas. Alasan perang pun kebanyakan tak lagiberhubungan dengan kebenaran di Jalan Allah. Tapi sekedar memenuhi kebutuhanekonomi semata. Jadi sebenarnya tidak jauh-jauh dari urusan perut. Bahkan tidakjarang perang muncul karena kedunguan manusia, hingga perangpun berkecamukkarena adu domba dan fitnah. Urusan perut yang sederhana bisa menjadi bencanaperang yang membuat merana.Maka, sudah jarang sebenarnya prajurit-prajurit yang berperang dijalan Tuhan.Padahal, ada kemuliaan bagi mereka yang murni berjihad di jalan Tuhan. Meskimereka disebut mati, tetapi mereka sebenarnya hidup dan sudah memilih kehidupanyang lain.Aku pun seringkali trenyuh, penderitaan manusia semakin memanjang dari satu nasibke nasib lainnya. Dari takdir buruk yang satu ke takdir buruk lainnya. Seolah keledai dipenggilingan masa. Tapi, semua itu adalah takdir dan sunnatullah.Dan semua itu bukan lagi menjadi tugasku, karena sebenarnya itu adalah karenakebodohan kaummu sendiri. Tuhan cuma sekedar menetapkan hukum-hukumNya.Manusia menjalaninya, kalau mereka berbuat kebaikan, selaras dengan ruang danwaktunya, dalam arti selaras dengan kehendak Allah, maka hasilnya pun baik dansemata-mata karena anugerah-Nya. Tapi ketika kalian berbuat tanpa keselarasan,menolak harmoni dalam kedinamisan alam semesta, dirinya dan dengan Tuhannya,maka itulah akibat ulah kalian sendiri. Sama halnya dengan mereka yang tidakmempercayai akhirat setelah aku datang. Mereka memang pastas dijuluki “penjudiyang bodoh”, yang berspekulasi dapat menciptakan kesejahteraan denganpeperangan demi isi perut sendiri.Aku setengah terpana mendengar uraiannya tentang peperangan. Sebagai pencabutnyawa, aku sendiri tidak pernah mengira bahwa Izrail dapat menangkap banyakmakna-makna tersembunyi di balik peperangan, mulai dari keseimbangan alam,sebagai suatu contoh buat manusia, maupun sebagai suatu pengajaran bagi manusiaNamaku Izrail!______________________________________________________66
  • 66. Atmonadi_______________________________________________Namaku Izrail! untuk menarik hikmah tentang kehidupan. Yah, peperangan memang sepertinyasudah menjadi bagian dari peradaban manusia sejak dahulu kala, apapun alasannya,peperangan sepertinya sudah menjadi bagian solusi manusia. Aku membatin.Seberapa berharga sebenarnya manusia menghargai kehidupannya, memang suatumisteri. Di satu sisi ada yang mati-matian tidak menyerah dengan kehidupannya,bahkan dengan jalan peperangan sekalipun, namun ada juga sebenarnya yang malahmenyia-nyiakan kehidupannya. Seolah dirinya sudah menjadi Tuhan untukmenentukan nasib sendiri. Sehingga dalam titik yang ekstrim, maka bunuh dirikadangkala menjadi suatu solusi. “Bagaimanakah engkau mencabut nyawa orangyang bunuh diri?”, setengah nyeletuk aku kembali bertanya kepada Izrail.Bunuh diri sangat dicela oleh Tuhan. Karena tidak saja mengabaikan tugas danamanat, tetapi selemah-lemahnya manusia. Bahkan binatang yang tak berakal punjauh lebih mulia dari mereka yang mengambil jalan pintas untuk bunuh diri. Tidak adaampun untuk mereka yang bunuh diri dengan semena-mena. Kenapa begitu? KarenaTuhan tidak menginginkan ruh manusia yang bunuh diri. Senyatanya, bunuh diriadalah perbuatan Setan dan Iblis. Oleh karena itu, sebenarnya aku tidak segan-seganmengambilnya, dan mencampakkannya kedalam jahanam yang kekal. Tetapi karenakebodohan manusia saja maka ia melakukan bunuh diri. Aku cuma instrumen yangdigerakkan oleh kehendak Allah. Ruh yang bunuh diri tidak akan pernah menjadi ruhpenasaran, tapi ia akan ditempatkan di alam barzakh yang sempit dan gelap. Itulahalam kegaiban tempatnya semua arwah yang melupakan Tuhan. Orang yang bunuhdiri adalah mereka yang tidak saja menyalahi amanat Ilahi. Tetapi, menjadi sangatdimurkai Allah SWT. Bunuh diri ibarat kebodohan dan pembangkangan Iblis yangmenolak perintah-Nya untuk bersujud kepada Adam. Dalam konteks demikiankemurkaan Allah SWT begitu besar sehingga Ia tidak lagi menerima arwah atau rohditempat semestinya. Ketahuilah, Allah telah berfirman tentang mereka yang bunuhdiri, “Dan janganlah kamu membunuh dirimu; sesungguhnya Allah adalah MahaPenyayang kepadamu (QS 4:29)”.“Aku tidak dapat bercerita banyak tentang orang bunuh diri”, Ujar Izrail setengahbersedih. Ia kemudian melanjutkan.Namaku Izrail!______________________________________________________67
  • 67. Atmonadi_______________________________________________Namaku Izrail! Karena sudah bukan lagi menjadi tanggung jawabku sejak ia memutuskan untukmematikan diri sendiri. Yang patut kamu ketahui adalah, bunuh diri adalah buah darikesesatan manusia yang sesesatnya. Amal ibadah dan kebaikannya akan musnahseperti debu-debu beterbangan. Persis seperti musnahnya amal dan ibadah Iblis yangsudah mengabdi kepada-Nya selama ribuan tahun.Bagi yang bunuh diri, maka di akhirat ia akan mengalami siklus bunuh diri yang terusmenerus tanpa henti sebagai wujud siksaannya di akhirat. Ia yang minum racun akanterus menerus minum racun, ia yang bunuh diri dengan belati akan disiksa sesuaidengan cara bagaimana ia bunuh diri. Akibatnya, siklus penyiksaan dengan carabunuh dirinya akan terus menerus dialami sebagai siksa yang tidak pernah berhenti.Ia yang bunuh diri, akan abadi dengan siklus bunuh dirinya di akhirat, namun dengansiksa yang lebih berat.Izrail mengakhiri penjelasan tentang orang yang bunuh diri dengan sedikit masgul,kemudian ia mengatakan, ”Aku akan meneruskan bagaimana aku mencabut nyawamereka yang dibunuh, baik dalam kesesatannya, mempertahankan kehormatannya,maupun dalam keadaan yang tidak diinginkannya.”Pembunuhan tanpa alasan yang jelas merupakan tindakan manusia yang dimurkaioleh Allah. Dimurkai dalam arti bukan saja menghilangkan nyawa manusia tetapidalam arti merusak makhluk ciptaan-Nya yang merupakan citra diri-Nya yangsempurna. Pembunuhan di luar arena peperangan sangat diharamkan, bahkan Allahmengatakan harus menebusnya dengan taubatan nasuha.Bila si pembunuh sadar. Ia harus menebusnya dengan penghambaan kepada-Nyasepanjang hidupnya. Bila ia semakin tersesat, menganggap nyawa manusia sepertimiliknya sendiri, maka ia akan dihempaskan kedalam kenestapaan neraka dunia. Iaakan semakin diselimuti nafsu ammarah yang sudah menjelma menjadi Iblis sangDurjana. Yang menafikan semua perintah-Nya, yang membangkang karenakesombongan dirinya. Ia pun sudah menjadi budak si Iblis.Mereka yang dibunuh akan mati dalam banyak keadaan. Ada yang dibunuh karenakesesatannya, dan ini merupakan hukuman Allah yang disegerakan. Ada yangNamaku Izrail!______________________________________________________68
  • 68. Atmonadi_______________________________________________Namaku Izrail! dibunuh karena kesewenang-wenangan, ada yang dibunuh karena membelakehormatan, ada pula yang dibunuh karena membela keluarganya, atau agamanyabukan dalam peperangan. Mereka yang dibunuh dalam rangka membela agama,keluarga, kehormatannya, tanah air, dan dibunuh karena memegang keyakinan dijalan Allah akan menjadi syahid. Dia akan hidup disisi Allah.Demikian juga, hati-hatilah dalam bersikap. Sebenarnya makhluk lain tidak berhakuntuk menentukan hidup makhluk lainnya. Temasuk disini meminta kematian atasmakhluk lainnya. Di zamanmu, keinginan untuk meminta kematian22 terlihat sepertisesuatu yang wajar, lumrah dan manusiawi. Tapi hati-hatilah, kematian yangdipaksakan tanpa alasan tidaklah dibenarkan oleh Islam. Semenderita apapun engkaurasakan suatu penderitaan, tanpa kesadaran diri bahwa itu semua adalah ujiandari-Nya, maka celakalah bagi mereka yang meminta kematian baik untuk dirinyamaupun orang lain. Ketahuilah bahwa Allah tidak akan melewati batas dalam mengujisemua manusia (QS 2:286). Dia sudah menentukan suatu keadaan yang optimumbahwa penderitaan yang ditanggung oleh seseorang adalah ujian yang masih dalambatas-batas kemampuannya. Ketika kamu menyerah, dengan alasan tidak sangguplagi, maka ketahuilah bahwa apa yang muncul di pikiranmu senyatanyabisikan-bisikian syeitan yang akan membawamu kepada penyangkalan ataskebijaksanaan Tuhan Yang Maha Bijaksana. Ketika engkau menyerah dengan alasantidak sanggup menanggung derita yang engkau alami, maka waspadailah ataskeputusan yang akan membawa penyesalan di kemudian hari. Sesungguhnya apayang engkau sebut penderitaan adalah suatu ujian. Ketika engkau menyadari hal ini,dan lolos dari ujian yang berupa penderitaan, maka engkau sebenarnya telahmelewati suatu fase kritis dalam kehidupanmu, yaitu fase bertambahnya keimananandirimu akan Keadilan dan Kebijaksaaan Tuhan, Rahmat, dan Kasih Sayang-Nya.Ingatlah penderitaan seorang anak manusia bernama “Ahad”23, seorang anak berkulithitam yang hidup di Amerika sana, yang kehilangan setengah dari otaknya karenaletusan Magnum kaliber 3,2. Setengah dari batok kepala sebelah kanannya hancurkarena letusan peluru. Namun, semangatnya untuk hidup tak pernah padam. Bahkan22 Eutanasia23 Kisah tentang Ahad, seorang kulit hitam dari keluarga muslim Amerika, pernah ditayangkan stasiun TV Indosiardalam acara Guinness Book Of Records pada tanggal 28 November 2004, pagi hari seusai subuh.Namaku Izrail!______________________________________________________69
  • 69. Atmonadi_______________________________________________Namaku Izrail! semangat hidupnya tidak pernah padam kendati para dokter ahli yang merawatnyamemperkirakan harapan hidupnya sangat kecil. Pernahkah engkau bayangkanseorang manusia dapat hidup tanpa otak kanannya dengan sebelah batok kepalanyamenganga lebar-lebar. Namun, itulah buah dari mentalitas tahan ujian seorang anakmanusia. Kendati tanpa tanpa otak kanan, yang menyebabkan tubuh sebelah kirinyalumpuh, ia berhasil melalui suatu fase krisis dalam kehidupannya. Ia mampu menjalanisemua itu dengan ketabahan seorang manusia yang berakal, yang mampumenyelaraskan diri dengan sunnatullah, mampu memahami pengetahuan, dengandukungan tim-medis pemerintahnya yang menghargai kehidupan, dengan bantuankasih sayang orang tua dan kerabatnya yang tak pernah padam. Maka Ahad yangmalang pun menjalani kehidupan kembali dengan normal, dengan kepala yangsetengah darinya telah digantikan dengan batok kepala buatan. Ia, keluarganya, danmereka yang bertangguh jawab terhadap kesehatan masyarakatnya, menghargaikehidupan yang telah dianugerahkan Allah kepadanya, sehingga dengan ikhtiar dankeyakinan dirinya akan kasih sayang Tuhan yang melimpah tanpa batas, Ahad dapatmenjalani kehidupan seperti manusia normal umumnya. Aku saat itu, terus terang saja,bersiap-siap untuk menjemputnya. Tetapi, Allah berkehendak lain, maka Ahad puntetap menjalani kehidupannya dengan hikmah yang lebih mendalam tentang artirahmat dan kasih sayang Tuhan.Ingat juga penderitaan seseorang yang berada dalam keadaan antara hidup dan mati,yang koma selama berbulan-bulan. Namun, dengan ketabahan seseorang yangmenyadari arti upaya manusia dan kasih sayang Tuhan. Hanya keridhaanlah yangakhirnya mengakhiri kehidupan seorang anak manusia dalam rengkuhan kasihsayang Tuhan. Jadi, jangan cengeng menyikapi semua penderitaanmu. Engkau dankaummu yang sudah dianugerahi akal dan pikiran, semestinya dapat memahamihikmah-hikmah kehidupan. Bukannya menyerah dan meminta kematian, sedangkanDia yang memberikan dan memiliki kehidupan belum menetapkan kematian padamereka yang mengalami penderitaan seberat apapun menurut ukuran kamu. Janganpernah merasa bahwa keinginan untuk mematikan adalah suatu jalan terbaik. SelamaDia belum menetapkan, maka keinginanmu tidak lebih dari putusnya harapanmu atasrahmat dan anugerah-Nya. Ketika engkau menginginkan kematian untuk dirimu ataupun orang lain, maka ketahuilah bahwa engkau tak lebih dari pengecut yang lari danlalai bahwa rahmat dan anugerah-Nya melimpah tanpa batas.Namaku Izrail!______________________________________________________70
  • 70. Atmonadi_______________________________________________Namaku Izrail!Ada banyak hikmah ketika seseorang mesti mati dalam peristiwa-peristiwa yangdisebut manusia sebagai tragedi. Banyak hikmah yang tersembunyi disana. Aku tidakmengetahui apakah hikmah yang dirahasiakan Allah dariku. Itu adalah hakprerogatif-Nya yang cuma Dialah yang mengetahuinya. Ada kematian tragis di usiamuda, di usia remaja, di usia paruh baya, dalam sakit yang tak terkira, sampai di usiatua, atau kematian masal karena bencana-bencana alam atau keteledoran manusia.Aku sekedar menjalankan perintah-Nya sehingga aku pun tak tahu kenapa si A matimuda, mati remaja, kenapa seseorang harus koma, atau kematian lainnya. Bagikusemuanya sama saja, karena tugasku sekedar mencabut nyawa.“Pernahkah engkau dapati mereka yang ingin kau habisi berusaha bersembunyi”,tanyaku. Izrail, mengernyitkan alisnya yang rapih. Lucu juga melihat wajahnya dalamposisi itu. Persis tokoh-tokoh game animasi Jepang “Final Fantasy”.“Hmm, ya rasanya pernah juga tuh. Dulu sekali sewaktu aku mengunjungi NabiSulaiman setiap hari”, ujarnya kalem. Dia sekarang sudah duduk disamping ranjangku,seperti seorang Bapak mendongeng disamping tempat tidur anaknya.Ya dulu aku setiap hari diperintahkan oleh Allah untuk mengunjungi Sulaiman. Setiaphari, aku tanyakan kepadanya apakah ada yang bisa kubantu sekedar ini atau itu.Kalau dia bilang “ya”, maka aku menyelesaikan perintahnya dengan tuntas. Kalau“tidak”, ya aku cuma celingukan saja jalan-jalan di istananya yang indah. Terus balikkembali ketempatku. Begitu saja setiap hari.Suatu hari, seperti biasanya aku mengunjungi dia. Di balairung, ia sedangbercengkerama dengan rakyatnya. Tiba-tiba pandanganku tertuju kepada seseorangyang hadir di balairung itu. Lama sekali kuperhatikan orang itu. Orang itu pun menolehkepadaku, dan terlihat makin lama dia semakin tegang dan ketakutan. Akupunkemudian mengalihkan perhatian darinya, supaya dia tidak terlalu tegang. Setelahseharian di istana Sulaiman, aku kemudian berpamitan.Namaku Izrail!______________________________________________________71
  • 71. Atmonadi_______________________________________________Namaku Izrail! Esoknya, aku pun kembali ke kerajaan Sulaiman, dan melihat pada keramaian dibalairung seperti kemarin. Aku mencari-cari orang yang kemarin kutatap itu, namuntidak ketemu juga. Setelah pertemuan usai, kutemui Nabi Sulaiman a.s.“Wahai Nabi Allah, siapakah orang yang kemarin kulihat ada di balairung”.“Ohh si Polan yang kamu pelototin itu...”, ujar Nabi Sulaiman.“Ya benar, si Polan kemanakah dia perginya?”.“Lho memang kenapa kamu tanyakan orang itu.”, ujar Nabi Sulaiman tidak menjawabpertanyaanku.“Lusa kemarin, aku diperintahkan oleh Allah untuk mengambilnya hari ini, tapi kokaneh dia kemarin masih disini.”, aku bertanya sedikit bingung.“Ya, memang dia ketakutan melihatmu dan menanyakan kamu.” Nabi menjawab.“Lalu, ketika kuberitahu bahwa kamu adalah malaikat pencabut nyawa, dia memohonkepadaku untuk dikirimkan ke India.”“Maka dengan ilmuku, kukirimlah dia ke suatu tempat di India sesuai denganpermintaannya.” Nabi Sulaiman menjelaskan.“O, ya benar India, aku memang heran kemarin itu. Karena Allah memerintahkan akuuntuk mencabut nyawa si Polan itu di India hari ini”, kemudian akupun segeraberpamitan kepada Nabi Sulaiman a.s. Dalam sekejap aku berada di India. Kulihat siPolan sedang sekarat menggelepar-gelepar di suatu dataran tinggi di India. Lantasakupun mencabut nyawanya. Begitulah, kalau ajal sudah mendekat, tak ada tempatuntuk sembunyi.“Bagaimana dengan wali Allah?” Aku kembali bertanya padanya. Ia melihat kepadaku.Tersenyum.“Seorang wali mempunyai kedudukan yang istimewa di mata Allah”, ia mengawaliceritanya.Setelah Nabi Muhammad SAW menutup era para Nabi dan rasul. Tidak ada laginabi-nabi dan rasul-rasul lainnya, maka akupun sudah tidak pernah lagi mencabutnyawa dengan kebahagiaan seperti saat mengantarkan ruh para nabi kepada-Nya.Kecuali para kekasih Allah yang gugur dan berjihad di jalan-Nya dan yang menjadiguru manusia dengan keikhlasan tanpa batas. Itulah para Wali Allah yang jumlahnyadalam setiap zaman beribu-ribu. Kadang ada yang kaya, yang miskin, yang jadiNamaku Izrail!______________________________________________________72
  • 72. Atmonadi_______________________________________________Namaku Izrail! penguasa, yang jadi karyawan, yang jadi tukang sapu, yang jadi gembel, yang jadiprajurit, yang jadi tukang sol sepatu, yang jadi pemelihara makhluk-Nya yangdisia-siakan manusia, yang diperkenalkan kepada umum, yang tersembunyi, dan lainsebagainya.Merekalah yang menegakkan warisan Nabi terakhir Muhammad SAW. Meneruskanrahmatnya kepada semua makhluk. Biasanya aku dititipin sesuatu oleh yang MahaKuasa kalau aku menerima daftar wali-wali-Nya yang harus kucabut nyawanya. Allahbiasanya menitipkan salam seperti ini, ”Salam kesejahteraan bagimu, wahai wali Allah. Berdiri dan keluarlah dari rumahmu yang engkau robohkan menuju rumahmu yang engkau makmurkan!”Biasanya para wali itu bergegas-gegas kalau aku sudah berteriak-teriak di halamanrumahnya seperti itu. Dan begitulah, akupun kemudian masuk dengan senyumsumringah Wali Allah. Seringkali, aku mencabut nyawa Sang Wali dalam berbagaikeadaan. Ada kalanya aku mencabut dalam kegilaannya kepada Allah. Seringkali jugaada yang kucabut dalam kefakirannya terhadap dunia, menggelandang diemper-emper toko atau masjid. Ada pula yang telanjang bulat dan tanpa pakaian,kecuali cintanya kepada Allah yang membuatnya menjadi majnun. Ada juga yangsedang enak-enaknya membaca ayat-ayat suci kucabut. Juga ada yang sedangistirahat dengan tenang sambil duduk-duduk minum kopi seusai subuh. Ada juga yangmelalui sakit menahun yang dinikmatinya karena semata-mata ridhanya atas semuaketentuan Allah SWT.Demikian juga dalam peperangan. Wali yang langsung kuraih dengan lemparan peluruatau dentuman meriam sang maut. Badannya hancur lebur, tapi ruhnya terbangbersamaku dengan kegembiraan tak terkira.Yang sadispun ada. Seperti terpotong-potong tubuhnya di tiang gantungan karenasudah tidak merasakan lagi segala macam kesakitan yang menimpanya. Itulah siMansyur al-Hallaj yang gelagapan di telan kebaqaan-Nya. Darah yang muncratNamaku Izrail!______________________________________________________73
  • 73. Atmonadi_______________________________________________Namaku Izrail! berceceran dari tubuh Wali Allah kadangkala, dengan kehendak-Nya, seperti menjadisaksi dan menuliskan lafaz Allah ..Allah..Allah...Mencekam memang, tapi begitulah keadaan wali-wali yang sering kutemui saat Allahsudah menghendakinya kembali kepada-Nya. Bagiku, mencabut nyawa Sang Waliseperti mendapat kehormatan dan barokah Allah, karena dari situ aku bisa merasakangairah cintanya pada Allah SWT.Hamba Allah yang diridhai Allah mengalami kondisi yang menakjubkan. Sepertipernah disabdakan oleh Nabi SAW ketika menceritakan bagaimana hamba Allahyang diridahi Allah menjelang kematiannya. “Jika Allah SWT ridha terhadaphamba-Nya, maka Dia kan berfirman, ’Wahai Malaikat Maut, pergilah kepada si Anudan bawalah kepadaku ruhnya untuk kuanugerahi kebahagiaan. Amalnya kupandangsudah mencukupi: Aku telah mengujinya dan mendapatinya seperti yang kuinginkan.’”Kalau Allah sudah menghendaki begitu, maka akupun turun dengan limaribu malaikatlain. Semuanya membawa tongkat yang terbuat dari kayu manis dan akar-akartanaman safron, setiap malaikat itu menyampaikan pesan dari Tuhannya. Kemudian,para malaikat itu membentuk dua barisan untuk mempersiapkan keberangkatanruhnya. Ketika setan melihat mereka, dia meletakkan tangannya di atas kepalamereka dan menjerit keras-keras. Para bala tentaranya bertanya, “Ada apa Tuanku?”Setan menjawab, “Tidakkah kamu melihat kehormatan yang telah diberikan manusiaini?”. Mereka menjawab, ”Kami telah berusaha sekeras-kerasnya terhadapnya, tapidia tak bisa dipengaruhi.”Ketahuilah, ketika aku hendak mengambil nyawa orang arif, maka Allah Ta’alamenampakkan pada telapak tanganku “Bismillahirrrahmaanirrahiim”, dengan tulisandari cahaya yang berpendar dan bersinar, lalu Dia memerintahkan aku untukmembentangkan tanganku kepada orang arif itu, sehingga iapun melihat tulisan itu.Bila ruh orang arif itu melihatnya, tulisan itu terbang kepadanya lebih cepat darikejapan mata. Itulah tanda Rahmat dan Kasih Sayang Allah kepadanya. Al Hasanberkata, Tidak ada yang kebahagiaan bagi mereka yang beriman kecuali perjumpaan dengan Allah,Namaku Izrail!______________________________________________________74
  • 74. Atmonadi_______________________________________________Namaku Izrail! dan barangsiapa dianugerahi perjumpaan tersebut, maka hari kematiannya adalah hari kegembiraannya, kebahagiaannya, keterpesonaannya, keagungannya, dan kehormatannyaItulah sekelumit kemuliaan yang diperoleh para Wali Allah yang bisa kuceritakan. Adabanyak kemuliaan disana, baik yang dapat kamu tangkap dengan tanda-tanda lahiriah,maupun batiniah, gaib maupun nyata.Sedangkan bagi yang bukan wali, atau mengaku-ngaku wali, akupun akan berteriakkepadanya, ”Berdiri! Keluarlah dari rumahmu yang engkau makmurkan menuju rumahmu yang engkau robohkan!”Kalau sudah kuteriakkan begitu, maka mereka yang mengaku wali, atau ulama yanglupa diri, akan menggigil, gemetaran dan pucat pasi di ranjangnya. Tapi aku tak pedulidan aku akan menampakkan diri sesuai dengan apa yang telah dilakukannya, yaitumenipu manusia atas nama Tuhan.Kendati para wali dan kaum arifin merasakan kengerian juga menjelang ajal tiba,namun bagi mereka saat kematian merupakan undangan yang ditunggu-tunggu,sehingga banyak diantara mereka malah membuat syair-syair yang syahdu tentangaku.Izrail nampak terlihat sumringah. Senyum di wajahnya yang halus dan luar biasaterlihat mengembang. Sesekali ia mengerlingkan matanya keatas, kemudian iamenatapku dan bersyair dengan untaian syair kaum arifin : Kerinduan hati para arifin adalah kepada zikir, dan zikir mereka ada dalam kesunyian munajat.Namaku Izrail!______________________________________________________75
  • 75. Atmonadi_______________________________________________Namaku Izrail!Cangkir takdir diedarkan diantara mereka, dan mereka berpaling dari dunia bagai orang mabuk. Rasa rindu mereka berkeliling di perkemahan, Jika ada pecinta Tuhan yang bersinar bagai bintang gemilang. Jasad mereka terbujur karena cinta-Nya, dan ruh ruh mereka yang tertabir, pergi di malam hari menuju keagungan. Perhentian mereka hanyalah disisi Sang Kekasih; Dan mereka tak lagi disimpangkan kesengsaraan atau bahaya (Abu Said al-Kharraz) Demi kebenaranMu, tak akan kupandang selain Engkau dengan mata cinta Hingga aku bertemu denganMu Aku melihat-Mu sebagai Penyiksaku, Yang melemahkan penglihatanku, Dan membuat pipiku merah karena rasa malu pada-Mu. (Abu Ali Al-Rudzbari) Rumah yang kau tempati, tak lagi perlu lentera. Wajah-Mu yang kami harap jadi bukti Di hari ketika manusia memerlukan bukti. Semoga Tuhan tidk memberikan kebahagiaan kepadaku Jika baru hari ini aku bersimpuh memohon. (Al-Syibli) Ketika hatiku mengeras dan jalanku menyempit, Kujadikan harapan-harapanku sebagai titian menuju ampunan-Mu Dosaku begitu besar, namun, kubandingkan dengan ampunan-Mu, Ternyata ampunan-Mu lebih besar. Engkau selalu mengampuni dosa, Dan Engkau selalu bermurah hati dan pemaaf karena sifat-Mu yang Pemurah. Tetapi, seandainya bukan karena Engkau,Namaku Izrail!______________________________________________________76
  • 76. Atmonadi_______________________________________________Namaku Izrail! Tak seorangpun yang akan digoda Iblis; Maka bagaimana, sedangkan dia telah menggoda insan pilihan-Mu, Adam? (Al-Syafii)Lucu juga melihat malaikat bersyair, ia terbang mengelilingi kamarku, meliuk-liuk danmenari-nari dengan gemulai seolah alunan nada syair itu mengombak danmenggelombang seirama dengan gerakan tubuhnya. Pakaiannya yang putih kemilaudibawah sinar lampu kamarku semakin cemerlang dengan diikuti percikanbintang-bintang.Aku tersenyum-senyum bahagia terbawa arus syair yang ia lantunkan. Beberapajenak kemudian, ia sudah kembali disampingku, sambil memegang tanganku yanglemas seperti tanpa tenaga.“Kalau para Nabi bagaimana?”, tanyaku sedikit merajuk seperti masa kanak-kanakdulu aku merajuk minta dongengan pada ibundaku dulu.“Para Nabi mempunyai kisah yang berbeda-beda”, tuturnya melanjutkan seolah inginmemuaskan rasa ingin tahuku yang tak pernah berhenti.Nabi Musa misalnya, galaknya minta ampun. Dulu aku mendatangi manusiaterang-terangan. Aku mendatangi Musa waktu itu. Aku kira Allah sudahmenginformasikan Musa akan kudatangi. Tidak tahunya, dia menempeleng danmencungkil mataku.Akupun lalu kembali dan mengadu kepada-Nya, ”Wahai Tuhanku, Musa telahmencungkil mataku. Kalau bukan kemuliaan atas-Mu, pastilah aku akanmenyusahkannya.”Allah kemudian berfirman, ”Pergilah kepada hamba-Ku (Musa) dan katakan padanyaagar meletakkan tangannya di atas kulit sapi, maka setiap rambut yang disentuhtangannya umurnya akan bertambah selama setahun”.Namaku Izrail!______________________________________________________77
  • 77. Atmonadi_______________________________________________Namaku Izrail! Akupun kemudian kembali dan menyampaikan firman Allah itu kepada Musa.Lalu Musa bertanya,”Lalu apakah setelah itu?”.Aku menjawab , “Kematian”.Musa kemudian tergesa-gesa berkata, ”Kalau begitu, sekarang saja.”Lalu aku menciumnya dan mencabut nyawanya. Allah pun kemudian mengembalikanmataku. Setelah kejadian itu, aku pun kemudian mendatangi manusia secaradiam-diam. Maka akupun menyamar jadi bermacam-macam hal. Ada wabah penyakit,kecelakaan, peperangan, kegembiraan, kesedihan, dan lain sebagainya. Disetiapkesempatan, di setiap waktu, aku bisa saja membuka penyamaranku, dan mencabutnyawa setiap makhluk.Nabi Ibrahim a.s juga mempunyai jalinan kisah yang menarik ketika akumendatanginya. Aku datang kepada Ibrahim a.s. dengan mengatakan kepadanyabahwa Tuhan sudah memerintahkan diriku untuk mencabut nyawanya dengan carayang paling ringan, seperti ketika aku mencabut nyawa seorang Mukmin.Ibrahim kemudian menjawab,”Sesungguhnya aku memintamu dengan hak YangMengutusmu untuk memohon pertimbangan kepada-Nya tentang penundaankematianku”.Mendengar ia berkata begitu, akupun kembali menghadap Allah SWT dan berkatapada-Nya, “Sesungguhnya kekasih-Mu meminta agar aku meminta pertimbangankepada-Mu tentang menunda kematiannya.”Allah kemudian berfirman, “Datangilah dia dan katakan padanya, ‘SesungguhnyaSang Kekasih sangat ingin bertemu dengan kekasih-Nya’.”Aku kemudian kembali kepada Ibrahim a.s. dan menyampaikan firman Allah tersebut.Ibrahim a.s kemudian berkata, ”Laksanakanlah apa yang diperintahkan-Nya!”.Aku juga kemudian bertanya padanya, ”Wahai Ibrahim, pernahkah engkau minumminuman keras?”Dia menjawab, ”Belum pernah sama sekali”.Namaku Izrail!______________________________________________________78
  • 78. Atmonadi_______________________________________________Namaku Izrail! Aku kemudian menciumkan bau wanginya arak dari surga dan mencabut nyawaIbrahim Khalil Allah dalam keadaan seperti itu. Mabuk oleh harumnya bau wangi araksurgawi. 24“Adakah saat-saat yang mengesankan ketika engkau menunaikan perintah-Nya?”,aku masih melanjutkan pertanyaan tentang caranya mengambil ruh para nabi.Yang paling berkesan? Wah apa ya yang paling berkesan. Barangkali kalau kuingat -ingat ada tiga peristiwa pengambilan yang paling berkesan sepanjang karirku. Yangpertama mungkin sewaktu aku mengambil nenek moyangmu, Adam.Ya, aku ingat saat itu.Itulah tugas resmiku yang pertama kali dilakukan saat mencabut manusia sempurnayang pertama. Adam yang malang, kelalaianya menyebabkan Dia mengusirnya dariAlam Surgawi yang tak terkira indahnya. Padahal, dulu kami pernah bersama-samadisana. Aku pernah melihatnya ketika awal mula, sejenak setelah materipembentuknya selesai dibuat oleh-Nya.Ia diajar langsung oleh-Nya, dari perbendaharaan-Nya yang tersembunyi. Tentangnama-nama, hukum-hukum alam, dan tentang manusia itu sendiri. Itulahasmaa-a-kulahaa yang ia pelajari dari Dia Yang Memiliki PerbendaharaanTersembunyi. Dan dengan pengetahuan-Nya itu, Adam mengalahkan semuapengetahuan kami.Ketika kami protes pada-Nya, dan kamipun harus tahu diri dengan keluasanpengetahuannya, kami pun mengerti, Dia lebih tahu segalanya. Karena kamisesungguhnya tidak tahu apa-apa atas keluasan Ilmu-Nya. Itupun lebih banyakdisebabkan karena kadar yang sudah kami terima sebagai penyampai pengetahuanbelaka atau sebagai spesialis untuk tugas-tugas tertentu. Kami tidak memiliki memoriyang mampu dikembangkan lebih jauh. Menthok! Cuma sebatas kadar saya sebagaimalaikat semata – sebagai pencabut nyawa. Lebih dari itu, cuma Adamlah yang24 Diriwayatkan oleh Abu Asy Syaikh dari ref 10, hal. 62Namaku Izrail!______________________________________________________79
  • 79. Atmonadi_______________________________________________Namaku Izrail! memilikinya, namun karena itu pula Adam dan anak cucunya memerlukanruang-waktu. Tanpa ruang waktu, Adam tak bedanya dengan kami. Sebab itulahAdam yang merupakan tajali-Nya yang sempurna, harus menanggung beban karenailmu dan kelemahannya. Dan lalai, rupanya bakal menjadi sifat anak cucunya di dunia.Itulah tugasku yang terberat, sekaligus menjadi kewajibanku.Oh terkutuklah si Iblis yang membangkang. Ia jerumuskan Adam dan Hawa untukmenanggung beban di dunia. Ketika ilusi kesombongannya mencuat, Iblis berkata:"Aku lebih baik daripadanya, karena Engkau ciptakan aku dari api, sedangkan diaEngkau ciptakan dari tanah"(QS 38:76). Allah pun mengusirnya dari surga, Allahberfirman: "Maka keluarlah kamu dari surga; sesungguhnya kamu adalah orang yangterkutuk, sesungguhnya kutukan-Ku tetap atasmu sampai hari pembalasan" (QS38:77-78). Iblis yang ngeyel putus asa, karena ia tahu kutukan-Nya adalah takterbantahkan, maka Iblis kembali berkata: "Ya Tuhanku, beri tangguhlah aku sampaihari mereka dibangkitkan" (QS 38:79). Allah yang Maha Bijaksana kemudianberfirman: "Sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang diberi tangguh, sampaikepada hari yang telah ditentukan waktunya (hari kiamat)" (QS 38:80-81). Iblismenjawab: "Demi kekuasaan Engkau aku akan menyesatkan mereka semuanya,kecuali hamba-hamba-Mu yang mukhlis di antara mereka. (QS 38:82-83). Allah YangMaha Benar berfirman: "Maka yang benar (adalah sumpah-Ku) dan hanya kebenaranitulah yang Ku-katakan". (QS 38:84). Sesungguhnya Aku pasti akan memenuhi nerakaJahanam dengan jenis kamu dan dengan orang-orang yang mengikuti kamu di antaramereka kesemuanya (QS 38:85). Begitulah, Iblis pun terusir dari surga denganmengancam anak cucu Adam sampai kiamat, katanya "Karena Engkau telahmenghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka darijalan Engkau yang lurus, kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan daribelakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapatikebanyakan mereka bersyukur (taat)” (QS 7:16-17)Tapi, Allah yang Maha Pengasih dan Penyayang, pemberi rahmat bagi semua 25makhluknya, kemudian membukakan pintu-pintu ampunan-Nya setiap saat ,walaupun kemudian banyak manusia-manusia bodoh yang mengabaikannya. Padahal25 QS 2:37 Kemudian Adam menerima beberapa kalimat dari Tuhannya, maka Allah menerima tobatnya.Sesungguhnya Allah Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang.Namaku Izrail!______________________________________________________80
  • 80. Atmonadi_______________________________________________Namaku Izrail! pintu itu selalu Dia buka, dan terus terbuka, sampai aku diperintahkan-Nya untukmenutupnya. Itu terjadi kalau ruh manusia sudah berada dalam genggamanku,dikerongkongannya, dimana ia meregang nyawa, mempertahankan nafas terakhirnya.Maka pintu tobat itupun akan menutup, menghapus semua harapan.Manusia paling bodoh sajalah yang menyia-nyiakan hidayah Dia Yang Maha Memberi.Hingga senjata pamungkas untuk melawan tipu daya Iblis pun di sia-siakannya.Malang benar nasib anak cucu Adam, dan Adam pun seringkali menangis manakala iamenengok kesebelah kirinya. Ia melihat milyaran manusia menjadi arang baraJahanam. Tapi itulah jalan ceritanya, yang akupun tak sanggup mencernaKebijaksaan-Nya. Hanya mereka yang ingat jalan kembalilah yang akan mengetahuirahasia-rahasia penciptaan makhluk-Nya.Diusianya yang keseribu, aku kemudian diperintahkan-Nya untuk mencabut nyawamanusia sempurna yang pertama. Itulah Adam. Moyang semua manusia.Ia yang kudatangi saat itu, sudah tua renta. Guratan nasib menghiasi wajahnya. Disituaku melihat guratan kesedihan seorang makhluk, yang karena kelalainya terpaksamenjalani kehidupan di ruang terbatas yang ilutif. Disitu aku lihat jejak kesedihantragedi Qabil dan Habil, yang menjadi drama pembunuhan pertama, yang terekamdalam ingatan sejarah manusia yang pelupa, yang menghitamkan bulu-bulu si gagak,manakala ia menjadi saksi muncratnya darah anak Adam yang pertama, olehsudaranya sendiri. Si gagak adalah Utusan Allah yang menjadi saksi melihatkengerian pertama kalinya, dari makhluk yang membuas bernama manusia. Ia punseperti memperoleh kutukan, untuk mengikuti setiap langkahku, ketika nyawa harusdicabutkan dari tubuh anak cucu Adam.Di wajah Adam, aku melihat guratan-guratan nasib anak cucunya dimasa depan,seolah Dia telah mewaskitakan kepadanya, bahwa milenium demi milenium akanterlewati dengan simbahan darah. Persis seperti apa yang pernah kami lihat dan kamikhawatirkan sebelumnya. Kami melihat ke masa depan dan kemasa lalu tak adabedanya, makanya bagi kami apa yang akan terjadi pada manusia cuma sekedarsekelebatan saja. Kami telah melihat simbahan darah manusia di muka bumi sebelumbumi itu sendiri terbentuk menjadi planet kehidupan. Abad demi abad, anak cucunyaNamaku Izrail!______________________________________________________81
  • 81. Atmonadi_______________________________________________Namaku Izrail! mandi darah dengan peperangan, dengan penyakit, dengan khayal dan angan-anganakal, dengan kesombongan Iblis dan kebodohan-kebodohannya sendiri. Iblis yangtelah bersumpah menyesatkan anak cucunya dari depan, belakang, kiri, dankanannya berpesta pora. Ketika kesuksesan demi kesuksesan diraihnya.Menjerumuskan anak cucu Adam dan Hawa. Virus kesombongan yang ia buatpertama kali, akhirnya menyebar menjadi benih-benih penyakit hati, yang mengendapke banyak dada manusia; yang menumbuhkan rantai kepemilikan, kesombongan,kedengkian, keserakahan, kemaksiatan, diseluruh penjuru dada anak cucunya.Tapi, diantara anak cucunya pula muncul pahlawan-pahlawan kemanusiaan, yangmenjadi petunjuk jalan, menjadi guru manusia, untuk kembali mengingatkan bahwaasal dari manusia adalah dari Kehendak-Nya dan akan kembali kepada-Nya. Hanya iayang berpikir dan berakal sesuai fitrahnya saja yang kemudian akan tersadar akandirinya; ia yang membukakan matahatinya dihening malam, memikirkan penciptaandirinya, memikirkan penciptaan alam semesta, memikirkan Tuhannya, akanmenemukan jalan kembali kepada-Nya, dengan ridha dan ridha-Nya.Adam masih tercenung ketika aku hadir dihadapannya. Sekilas, aku melihat air matakesedihan meleleh di pipinya. Nenek moyang manusia itu menangis. Rupanya iasudah mendapat waskita, kalau kemanusiaanya dibatasi oleh sangkar ruang-waktu.Ia tak lagi bisa abadi di dunia. Ia harus kembali.Takdir-Nya akan berjalan sesuai dengan ketetapan-Nya. Ketika aku memperkenalkandiri kepadanya, ia pelan-pelan menganggukkan kepalanya, kemudian ia berkata“innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun (Sesungguhnya kami milik Allah dansesungguhnya kepada-Nya kami kembali) (QS 2:156 )”Akupun mengiringi ruhnya untuk kembali kepada-Nya. Di surga sana, Adam tinggal dilangit pertama, sebagai pintu gerbang menuju keabadian al-malakut.Setelah Adam, tinggalah Hawa yang dicekam kesedihan. Ia yang selama ini dibimbingoleh Adam menjadi pemurung. Hari demi hari ia lalui dengan merenungkan perjalanankehidupannya. Adam yang ia cinta, yang ia jadikan pendampingnya, yangNamaku Izrail!______________________________________________________82
  • 82. Atmonadi_______________________________________________Namaku Izrail! membimbingnya, yang memperkenalkannya tentang ini dan itu, telah kembalikepada-Nya. Air matanya perlahan jatuh meleleh. Sunyi dan sepi alam ini tanpanya.Ia yang sudah menjadi Ibu dari puluhan anak-anak zaman, mengingat kembalimasa-masa awalnya dulu. Disana, di suatu taman yang tertutup, yang keindahannyatidaklah ia bisa lupakan begitu saja.Kesedihan Hawa berimbas kelingkungannya, angin seolah enggan berhembusmengiringi kesendiriannya, pohon enggan berbisik, daun-daunnya diam, kuda, lembu,rusa, kodok, kadal, ular, kalajengking enggan beringsut seolah ingin meresapikesedihan alam atas kembalinya Bapak Para Manusia Adam. Ia terawangkan kembalikebodohannya dulu, kemanjaannya dan bujuk rayunya dulu yang memaksa Adamuntuk melahap buah yang terlarang, karena bujuk rayu, khayal dan angan-angankekekalan, tapi itulah yang ciptakan kesengsaraan.Ohhh, menyesalnya dia. Ular yang terkutuk desisnya. Iblis dajal pendengki, yang telahmenjerumuskan aku. Ia membujuk dengan kemalaikatan dan kekekalan. Ia punmengaku-ngaku sebagai penasehat buat kami. “Sesungguhnya aku ini adalahpenasehat bagi kamu bedua (QS 2:21)”, begitu bujuknya. Dan akupun termakan tipudayanya. Sang penipu itu telah lari begitu dahan buah terlarang ia sentuh. Seolahtakut diciprati getah dahan pohon terlarang, yang sudah terlanjur ia petik. Begitulahperilakunya di setiap zaman, menjadi ciri dari setiap tipu daya yang ia ciptakan. Bagaikutukan, Iblis dan sekutunya selalu akan berkata : "Ya Tuhan kami, mereka inilah orang-orang yang kami sesatkan itu; kami telah menyesatkan mereka sebagaimana kami (sendiri) sesat, kami menyatakan berlepas diri (dari mereka) kepada Engkau, mereka sekali-kali tidak menyembah kami". (QS 28:63) (Bujukan orang-orang munafik itu adalah) seperti (bujukan) setan ketika dia berkata kepada manusia: "Kafirlah kamu", maka tatkala manusia itu telah kafir ia berkata: "Sesungguhnya aku berlepas diri dari kamu karena sesungguhnya aku takut kepada Allah Tuhan semesta alam". (QS 56:19)Namaku Izrail!______________________________________________________83
  • 83. Atmonadi_______________________________________________Namaku Izrail! ...setan itu balik ke belakang seraya berkata: “Sesungguhnya saya berlepas diri daripada kamu; sesungguhnya saya dapat melihat apa yang kamu sekalian tidak dapat melihat; sesungguhnya saya takut kepada Allah.” Dan Allah sangat keras siksa-Nya. (QS 8:48)Itulah yang mereka katakan setelah berhasil menyesatkan manusia. Maka hati-hatilahmanusia terhadap siapa dan kepada siapa kamu bertaklid dengan membuta.Waspadalah!Ohh, benih kesombongan dan kedengkian itu, merasuk begitu dalam, begitu dahsyat,menggoncangkan keseimbangan jagat. Disetiap waktu, di setiap tempat. Manusiayang tidak waspada akan masuk ke dalam perangkap Iblis dan sekutunya.Hawa yang malang, kesedihannya adalah kesedihan dari keindahan. Keindahan yangseringkali begitu gampang memurukkan dan melupakan. Hawa yang malang, iamengingat kembali serbuk-serbuk buah terlarang yang kadangkala diam-diam masihia gunakan. Menjadi bedak, menjadi permata, menjadi perhiasan dunia lainnya. Iaterawangkan matanya menembus ke masa depan. Disana, ia melihat anak cucu darikaum sejenisnya masih menyukai pahitnya buah terlarang.Ia melihat pemandangan yang membuatnya makin bersedih. Ia lihat melihat Cleopatra,Matahari, Marylin Monroe, Madonna, Britney Spear, dan lain-lainnya yang masihmelekatkan serbuk-serbuk buah terlarang ketubuhnya. Ia melihat kaumnya mengikuti,mencintai, menyukai, bahkan sampai-sampai menggadaikan kemanusiaannya,akidahnya, berlomba-lomba mengecap pahitnya sisa-sisa racun buah terlarang. Ilusitentang keabadian.“Ohhh, kaumku yang malang”, Hawa mengeluh iba. Iblis yang terusir, telah membuattipu daya dengan memulas pahitnya buah terlarang itu dengan ilusi kemewahan. Yangberubah wujud menjadi kesenangan, kemaksiatan, keangkuhan, kesombongan,bahkan dengan kecantikan. Ia melihat anak cucunya semakin tertutup bedak-bedakpohon terlarang, ia melihat pantat bergoyang, ia melihat aurat tergelar dimana-mana,di televisi, di jalanan, di bioskop, di mall-mall, diwarung-warung, diremang-remangNamaku Izrail!______________________________________________________84
  • 84. Atmonadi_______________________________________________Namaku Izrail! malam; bahkan ia melihat di rumah-rumah, bahkan di rumah-rumah Tuhanpun,kaumnya masih suka berbedak pohon terlarang.Hawa menangis. Disela tangisnya ia kadang tersenyum dan tertawa ketika melihatSiti Khadijah, Aisyah, Fatimah Az Zahra, Rabiah, Joan D’Arc, Kartini, Bunda Teresa,dan yang lainnya. Lalu ia kembali hanyut dalam kesedihannya.Sedih, siapa lagikah yang akan membimbingku? Kepergianmu bagaikan lenyapnyaseparoh dari hatiku. Hawa menangis kembali dan terus menangis.Aku masih berdiri dihadapan Hawa. Melihatnya menangis, melihatnya bersedih,melihatnya ketakutan, dicekam kengerian, akan kesendiriannya di dunia ini. Setelahtangis dan kesedihan itu kulihat mereda, kuhampiri Ibu semua manusia itu.“Wahai Hawa, Aku akan membawamu juga”, sapaku dengan lembut.Hawa menoleh, matanya yang menua masih memperlihatkan pesonanya yangmenundukkan Adam sehingga ia pun petik buah terlarang untuknya.“Engkaukah Izrail?”, tanyanya.“Ya.”, aku menjawab pendek.Senyumnya mengembang. Seketika itu, ia meraih tanganku.“Bawalah aku pergi.”, mohonnya.Akupun mengangguk. Lalu kubawalah Hawa pergi.Kembali ke Sang Kekasih, kepada Adam di alam tinggi sana.Bumi serasa berhenti berputar kala itu. Anak-anak dan cucu-cucunya meraung,getarkan semua dahan dan ranting tumbuhan di muka bumi, sebagian menangis sedih,sebagian lagi marah, sebagian lagi bergembira, karena lepas sudah kekang terakhiratas tingkah lakunya, Ibunda Semua Manusia.Aku termenung, melihat kepada Izrail yang juga termenung mengenangpengalamannya membawa Adam dan Hawa kepada sang Khaliq. Kemudian, iamemecahkan keheningan :“Sekali waktu, aku ditugaskan untuk mengambil ruh paling mulia, yang sebenarnyamenyebabkan aku dan alam semesta ada. Dialah benih kun yang sebenarnya,Namaku Izrail!______________________________________________________85
  • 85. Atmonadi_______________________________________________Namaku Izrail! Muhammad SAW – Utusan Allah, yang cahayanya sudah ditakdirkanmengguncangkan kelahiran semesta sejak awal mula”. Izrail meneruskan seolah-olahmencabut pertanyaan yang masih menggantung di kepalaku.Pemimpin orang-orang yang baik itu diperintahkan untuk mengakhiri usianya dengankebaikan. Kulihat ia dikelilingi sahabat dan keluarganya. Makhluk yang sempurnaitupun terbujur menanti diriku. Di pembaringan, sekilas ia masih terlihat ragu danmelihat kesekelilingnya. Seakan, ia khawatir akan umat yang ditinggalkannya.“Umatku...umatku..umatku..”, sesekali ia seperti ngeri melihat umatnya di masadepan.Ketahuilah, bahkan Nabi Muhammad pun menghadapi kematian sebagai manusiabiasa, dengan kegelisahan, rasa takut, dan kengerian. Allah seperti hendakmenunjukkan kepada manusia bahwa bahkan seorang Nabi Yang Paling Sempurnadiantara semua Nabi pun kematian menjadi suatu hal yang memang sepantasnyaditakuti. Apalagi bagi manusia biasa. Maka sungguh lalai bila manusia mengabaikanhal ini. Ketahuilah bahwa dalam kematian Nabi Muhammad SAW terdapat suritauladan tentang kehidupan dan kematian, tentang perkataan dan perbuatan. Tidakada manusiapun yang lebih mulia dibandingkan dengan Nabi Muhammad SAW yangmenjadi Habib Allah (Kekasih Allah), sehingga pada kematiannya tidak adakeistimewaan tertentu kecuali dari keagungannya yang ditangisi oleh seluruh alamdan seisinya.Allah menugaskan malaikat-malaikat yang mulia untuk menjemput ruh beliau yangsuci dan membawanya keridhaan-Nya, puncak kebaikan, kesempurnaan, kepadaSinghasana Kebenaran di Hadirat Yang Pengasih. Namun, bersamaan dengan itupenderitaan yang dirasakan beliau saat sakratul maut sangatlah berat. Apa yang diarasakan saat itu, penderitaan yang dia alami sangat terdengar jelas bagi semua yangmelihatnya. Kegelisahannya memuncak dan suaranya mengeras ketika mengerang.Menahan rasa takut dan sakit, yang tak seorangpun boleh menanggungnya kecualidirinya sendiri, sebagai suatu pelajaran bahwa kematian dan sakratul maut tak bolehdiabaikan. Warna kulitnya berubah, dahinya basah oleh keringat dan tarikan maupunhembusan nafasnya mengguncangkan tulang-tulang rusuk kiri dan kanannya,Namaku Izrail!______________________________________________________86
  • 86. Atmonadi_______________________________________________Namaku Izrail! sehingga siapapun yang hadir ketika itu menangis menyaksikan beliau berjuangmenahan rasa sakit [11].Perhatikanlah, bahwa jabatan kenabian tidak mengecualikan beliau dari ketentuanIlahi, dari dahsyatnya sakratul maut menjelang kematian. Semua yang dirasakannya,tidak mendorongnya untuk memohon kekecualian dari Allah SWT karena beliauadalah penolong Kebenaran dan pembawa kabar gembira dan peringatan kepadaumat manusia. Beliau melaksanakan yang telah diperintahkan dan mengikuti yangtertulis pada Lauh Mahfuzh. Demikianlah keadaan Nabi SAW ketika menjelangkematiannya, meskipun beliau memiliki tempat terpuji – Al-Maqam al-Mahmūd (QS17:79) - di sisi Allah, dan telaga kemuliaan yang tak pernah surut - Al-Haudh al-Maurūd.Maka ketahuilah bahwa apa yang dialami Nabi SAW saat-saat menjelangmeninggalkan kefanaan dunia adalah suatu pelajaran bagi semua manusia, bahwasemua amaliah kita tidak menjamin keistimewaan tertentu saat-saat maut mendekat.Jadi cermatilah, mawas dirilah atas apa yang telah dilakukan di dunia, sadarilahbahwa betapa sulitnya perjalanan menuju Surga Abadi.Tapi Sang Kekasih sudah lama menunggu. Akupun turun kebumi saat itu. Langit yangcerah mendadak sepi dan hening, awan berhenti berarak, semesta seakan berhentibernafas, dengusnya yang biasanya kudengar menderu-deru, saat itu terlihat diamterhenyak. Hari ini aku ditugaskan mencabut nyawa makhluk pembawa rahmat bagiseluruh alam. Bahkan dari semua jenis makhluk yang hidup di semua alam,rahmatnya itu tak akan pernah berhenti sepanjang waktu, sepanjang zaman.Muhammad Utusan Allah, hamba Allah yang Insan Kamil, Maujud sempurna darisemua penampakkan Af’al, Asma-asma dan Sifat-sifatNya, Harus kembali jugakepada-Nya. Tak ada yang perlu ditangisi, apalagi keagungannya disalahgunakandengan mengkultuskannya. Ia tetaplah manusia. Hanya dalam format kesempurnaan,menjadi Insan Kamil, menjadi Adimanusia, menjadi Logos, menjadi Gurujati.Ia menjadi hamba Allah sejati, menjadi guru semua manusia, menjadi khalifah semuamakhluk; Ia adalah maujud tentang segala sesuatu yang terjadi di semesta. Yangmengikutinya akan selamat sampai akhirat. Karena ia sebenarnya menjadi petunjukdalam membangun titian kehidupan yang setipis rambut dibelah tujuh. Titian ShiraatNamaku Izrail!______________________________________________________87
  • 87. Atmonadi_______________________________________________Namaku Izrail! al Mustaqiim. Jalan yang lurus, jalan Ilahiah, jalan para Nabi dan Rasul yangberserah diri, jalan yang diridhai oleh-Nya. Siapa yang mengabaikan fakta-fakta ini,maka ia akan menyia-nyiakan suatu peluang untuk menemukan jalan kehidupan yangsebenarnya.Izrail terdiam sejenak seperti mengenang apa yang sudah ia laksanakan. Kemudian iamelanjutkan.Ketika aku akan menjemputnya, di hari-hari akhirnya di dunia, aku mendatanginya.Cukup lama aku bercakap-cakap dengannya. Akupun mengatakan kepadanya bahwaAllah telah mengutusku dan kukatakan bahwa aku diperintahkan oleh-Nya agar tidakmasuk ke rumahnya tanpa seizinnya. Jika beliau tidak mengizinkan maka aku akankembali, tetapi jika dia mengizinkan maka aku akan masuk. Allah jugamemerintahkanku untuk tidak mencabut nyawanya bila beliau tidak berkenan. Jadiaku tanyakan saja apa yang dia inginkan sekarang. Kemudian Nabi SAW berkatauntuk menunggu kedatangan Jibril, karena di waktu itulah dia biasanya datangmengunjunginya.Saat itu, tak seorangpun sanak saudara Rasulullah SAW yang berbicara karenapeliknya persoalan itu dan rasa takut yang hinggap dihati mereka. Kemudian Jibrildatang dan menyampaikan salam Allah kepada-Nya serta menanyakan keadaannya.Apa yang dirasakan Rasulullah saat itu kemudian dijelaskan Jibril bahwa keadaannyaitu adalah suatu kehormatan baginya karena derajatnya berada jauh di atas semuamakhluk lainnya, agar beliau menjadi suri tauladan bagi umatnya. Nabi merasakankesakitan. Lantas, dijelaskan oleh Jibril bahwa beliau harus bergembira karena Allahtelah berkehendak untuk membawanya kepada yang telah dipersiapkan-Nya.Beliau kemudian menceritakan kedatanganku kepada Jibril. Kemudian Jibrilberkata, ”Wahai Muhammad! Tuhanmu merindukanmu! Apakah dia tidakmemberitahukan maksud-Nya kepadamu? Sesungguhnya Izrail (Malaikat Maut) samasekali belum pernah meminta izin dari siapapun kalau hendak melaksanakantugasnya. Hal itu semata-mata karena Tuhanmu berkehendak menyempurnakankehormatanmu dan ia merindukanmu”.Namaku Izrail!______________________________________________________88
  • 88. Atmonadi_______________________________________________Namaku Izrail! Lalu Nabi SAW berkata supaya Jibril jangan meninggalkannya sampai aku datangkembali kepadanya. Setelah Nabi SAW memberikan izin kepada sanak saudaranyamasuk dan bercakap-cakap beberapa waktu lamanya, akupun datang kepadanyadengan mengucapkan salam dan meminta izin untuk masuk. Beliau mengizinkannya,dan akupun masuk kemudian bertanya kepadanya sekiranya beliau menginginkansesuatu. “Bawalah aku sekarang kepada Tuhanku”, katanya kepadaku. “Ya”, jawabkusingkat.Kemudian aku berkata kepadanya, ”Hari ini, sungguh Tuhan Anda rindu kepadamu.Belum pernah Dia memperhatikan seorang manusia seperti ia memperhatikan Anda.Belum pernah pula Dia melarang saya masuk tanpa izin untuk menemui siapapunyang lain. Tapi sekarang, saat kematian Anda berada di depan Anda.” Kemudian akukeluar lagi dari kamarnya. Lalu Jibril kembali masuk, dia berkata, ”Assalamualaikum,wahai Rasulullah! Ini adalah kali yang terakhir saya turun ke dunia. Wahyu telahditutup, dunia telah dilipat, dan saya tidak punya urusan lagi selain dengan Anda. Sayatidak punya tujuan apa-apa kecuali hadir di dekat Anda. Setelah itu saya akan tetapberada di tempat saya. Tidak! Demi Dia yang telah mengutus Muhammad dengankebenaran, tak seorangpun di dalam rumah ini yang dapat mengubah satu katapundari yang telah saya sampaikan. Dia tidak akan pernah diutus kembali kepadaumatnya betapapun pentingnya berita yang akan disampaikannya dan meskipundengan adanya kasih sayang maupun simpati kami.”Saat itu aku dapat melihat bagaimana manusia yang disempurnakan oleh-Nya ituakhirnya pingsan di dada Aisyah. Dari keningnya keringat mengucur dengan deras.Bau harum keringatnya semerbak memenuhi kamarnya. Ketika beliau sadar kembali,dia berkata kepada Aisyah, ”Wahai Aisyah, ruh orang beriman keluar bersamakeringatnya, sedangkan ruh orang kafir keluar melalui kedua rahangnya seperti nyawakeledai”.Mendengar itu Aisyah takut dan memanggil keluarganya. Namun sebelum semuanyaberdatangan, aku melakukan tugasku. Ketahuilah, Rasulullah wafat sebelumkedatangan siapapun kecuali Aisyah karena Tuhan telah menahan mereka dari beliaudan telah menyerahkan beliau ke tangan Jibril dan Mikail. Sebelum pingsan, masihkuingat beliau selalu mengatakan,”Bahkan, sahabat tertinggi!”, seolah-olah pilihanNamaku Izrail!______________________________________________________89
  • 89. Atmonadi_______________________________________________Namaku Izrail! telah dijatuhkan kepada-Nya. Dan ketika beliau mampu berbicara kembali, beliaumengatakan “Shalat!shalat!Kalian semua akan bersatu jika kalian senantiasa shalatbersama-sama”. “Shalat! Shalat! ”, beliau terus berpesan mengenai hal itu hinggaruhnya kucabut dalam keadaan mengatakan “Shalat!Shalat!”[11].Maka menjelang tengah hari, pada hari Senin, tanggal 12 Rabi’ul Awwal 1 H, denganusia enam puluh tiga tahun lebih empat hari, kubawalah Muhammad SAW pergikembali kepada Sang Kekasih Yang Maha Tinggi. Kulihat, ia sekilas melihatkedatanganku. Kemudian ia tersenyum.Kematian Nabi Yang Ummi, yang membawa rahmat bagi seluruh alam memangmenggoncangkan Umat Islam saat itu. Sehingga umat saat itupun kebingungan danmeratap kehilangan. Sampai kedatangan Al-Khidhr a.s dan Alyasa (Elias) a.s yangkemudian berkata [11]: “Assalammualaikum, wahai Ahli Bait!26. Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barang siapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.(QS 3:185). Sesungguhnya Allah menyediakan pengganti bagi setiap orang, pencapaian setiap keinginan, dan keterbebasan dari setiap rasa takut. Oleh karena itu, pautkanlah harapanmu dan sikap tawakalmu kepada Allah.” “Wahai Ahli Bait! Ingatlah kepada Allah dan pujilah Dia dalam setiap keadaan. Sesungguhnya, disisi Allah terdapat pelipur lara dan penggant ibagi kekasih yang hilang.26 Ahli Bait, sebutan untuk sanak keluarga Nabi Muhammad SAWNamaku Izrail!______________________________________________________90
  • 90. Atmonadi_______________________________________________Namaku Izrail! Oleh karena itu, taatilah Allah. Bekerjalah atas dasar perintah-Nya.”“Demikilanlah ceritaku ketika aku menjemput Nabi Muhammad SAW”, Izrailmengakhiri ceritanya.Namaku Izrail!______________________________________________________91
  • 91. Atmonadi_______________________________________________Namaku Izrail! 6. Kematian IzrailAku masih termangu-mangu mendengar semua kisahnya. Kematian, betapapun jugapada akhirnya memang akan menghampiri semua makhluk. Secara tabiat, manusiamemang membenci bahkan takut dengan kematian. Saking takutnya makamanusiapun kemudian berangan-angan bahwa akhirat itu tidak ada. Merekapunkemudian menjadi ateis. Mereka berangan-angan kosong dan mengira Tuhan tidakada. Sungguh bodoh sekali manusia seperti itu. Bahkan, saking bodohnya manusiayang menafikan akhirat dan ateis, Sayyidina Ali bin Abu Thalib pernah berkata bahwa“Jika apa yang Anda katakan tentang tidak adanya akhirat itu benar, maka Anda akanselamat begitu pula kami. Tetapi jika yang kami katakan bahwa akhirat itu benaradanya, maka kami akan selamat, sedangkan Anda akan binasa.” Mereka memangseperti penjudi yang bodoh. Disebut demikian karena mereka berani bertaruh “untuktidak mendapatkan apa-apa” atau “doing for nothing” atau untuk kesia-siaan. Padahal,keimanan sekecil apapun akan tetap diakui sebagai tanda pengakuan ataskeberadaan Realitas Absolut yaitu Tuhan Yang Maha Esa[21].Kematian memang sudah ketentuan Allah. Seperti pernah diriwayatkan oleh NabiSAW melalui Abu Hurairah bahwa Allah berfirman : “Aku tidak pernah ragu dalamsesuatu yang Kukerjakan, seperti halnya ketika mencabut jiwa hamba-hamba-Kuyang beriman yang membenci kematian dan Aku benci untuk menyakitinya. Tetapi halitu meskti kulakukan.” Sehingga kematian adalah suatu realitas sebenarnya bagisemua orang, baik dia nabi, rasul, wali, dan manusia lainnya. Kematian adalah kiamatsebenarnya bagi manusia yang sadar akan hal ini. Kiamat yang pasti datang dalamwaktu yang sangat dekat. Berapa lamakah usia manusia? 1,5,10, 20, 63, 75, 80,ataupun seribu tahun, Izrail pastilah akan datang. Maka risaukanlah kedatangan Izrail.Ucapku membatin, mengenang peran dan tugas malaikat Izrail yang seringkalidilupakan banyak orang.Aneh, pikirku, seringkali kulihat manusia ketakutan pada datangnya kiamat besar yangjuga pasti datang. Namun entah kapan. Namun, manusia seringkali lupa pada kiamatkecil yang nyata sekali pasti datang setiap saat kalau memang sudah diinginkan Allah.Namaku Izrail!______________________________________________________92
  • 92. Atmonadi_______________________________________________Namaku Izrail! Kematian. Jadi sungguh aneh bila manusia makin lama kok makin tidak takut mati,lupa diri, seolah dirinya akan hidup selamanya. Padahal, sudah jelas bahwa semuaorang diperingatkan tentang dekatnya ajalnya oleh uban dan keriputnya kulit disekujurtubuhnya, itulah tanda-tanda perubahan masa karena akan datangnya kematian. Cukuplah, ajal yang mendekat ditunjukkan dengan hilangnya masa muda dan bertambahnya uban di kepala, juga berubahnya masa Dan apakah setelahnya, orang-orang yang berakal menghendaki kekekalan Ketika kebeliaan terus berubah dan keadaan hidup terus berputar [17].Makin anehlah aku kalau melihat manusia yang dengan kesombongan dankepongahan Iblis berbuat semena-mena dengan mengabaikan apa yang sudah begitujelas menjadi petunjuk kepada jalan keselamatan : mengabaikan perintah Allah,melanggar larangan-larangan-Nya, melanggar sunnatullah, mengabaikan apa yangsudah dicontohkan oleh Rasulullah berupa akhlak yang mulia. Manusia tidaksegan-segan melakukan berbagai kemaksiatan dan tidak malu-malu pulamempertontonkannya tanpa takut mati, seolah dirinya akan selamat dari sergapan dansiksa sakratul maut dan sergapan Izrail Sang Maut. Aku menghela nafasku yangkurasakan semakin berat. Keringat dinginku sudah membasahi bajuku. Semilirhembusan angin malam yang masuk ke kamarku menyebabkan tubuhku semakinmendingin.Lantas aku memberanikan diri untuk bertanya “Bagaimanakan kamu mati?”“Semua makhluk pastilah akan binasa, karena hanya Allah lah yang kekal. Akupundemikian pula, akan binasa ketika waktunya tiba. Aku termasuk makhluk paling akhiryang akan dibinasakan oleh-Nya”, ujar Izrail mengawali cerita bagaimana iapun akanbinasa.Aku (Izrail), Jibril, Mikail, dan Israfil adalah makhluk-makhluk Allah yang pertama kalidiciptakan-Nya, terakhir kali dimatikan-Nya, dan pertama kali dihidupkan-Nya kembali.Karena kamilah yang membagi-bagi segala urusan. Kami termasuk kelompokmalaikat yang dimuliakan Allah. Jibril adalah pengurus peperangan dan para rasul,Namaku Izrail!______________________________________________________93
  • 93. Atmonadi_______________________________________________Namaku Izrail! Mikail adalah pengurus setiap tetesan hujan dan daun yang tumbuh dan jatuh, yangmembawa rezeki kepada semua makhluk-Nya di dunia. Israfil adalah malaikatkepercayaan Allah antara-Nya dan para malaikat lainnya, sedangkan aku ditugasimencabut nyawa setiap hamba, di manapun ia berada27.Sesuai dengan tugas yang kuemban, maka aku akan ada di setiap saat Sang Waktulewat, mengintip setiap rumah kalau-kalau ada seseorang yang harus kucabutnyawanya. Tugasku memang berat, kadang-kadang akupun merasa menzalimisemua yang bernyawa. Namun apa daya, aku hanya makhluk yang tidak menzalimi ,tidak bisa menangguhkan ajal, tidak mempercepat takdir, dan kamipun tidak berdosadalam mencabut nyawa semua yang mesti kucabut ketika saatnya tiba. Bahkan untukmencabut nyawa seekor nyamukpun aku sebenarnya tidak kuasa sebelum Allahmemberi izin mencabutnya. Ketahuilah, aku sendiri sebenarnya tidak mengetahuisiapa-siapa yang akan kucabut. Aku hanya diberi sebuah buku catatan yang didalamnya ada beberapa nama.Izrail kemudian mengeluarkan sebuah lembaran dimana disitu kulihat daftarnama-nama yang akan dihampirinya. Kemudian ia melanjutkan.Aku biasanya menerima lembaran kematian pada pertengahan bulan Sya’ban, Allahmewahyukan kepadaku untuk mencabut setiap nyawa manusia yang diinginkan-Nyapada tahun itu 28 . Maka jangan heran kalau Nabi Muhammad SAW seringkaliberpuasa di bulan itu.Setelah semua makhluk mati, termasuk semua malaikat pun dimusnahkan, makaakulah yang akan terakhir dimatikan langsung oleh Allah SWT. Dalam arti yang harfiah,maka semua yang mewujud di alam semesta, yang masih memerlukan intervensikaumku akan dimusnahkan. Setelah itu, adalah hal yang menentukan bagaimanasemua makhluk akan kembali dalam penghisaban. Ketika saat kematianku tiba, maka27 Diriwayatkan oleh Abu asy-Syaikh dari Ikrimah bin Khalid bahwa ada seseorang yang bertanya kepada Rasul,kemudian ia menjelaskannya seperti itu. Dikutip dari Ref 10 hal 2928 Diriwayatkan oleh ad-Dainuri di dalam al-Mujasalah dari Rasyid bin Said, ref 10 hal. 60Namaku Izrail!______________________________________________________94
  • 94. Atmonadi_______________________________________________Namaku Izrail! Dia berkata “Wahai Malaikat Maut, matilah engkau!” Akupun berteriak keras, yangbila penghuni langit penghuni langit dan bumi mendengarnya, pastilah mereka akanmati ketakutan. Akupun kemudian matilah. Kematian yang menimpa diriku bisadikatakan sebagai kematian terdahsyat dari kematian semua makhluk29.29 Diriwayatkan oleh Ibnu Amid Dunya, ref. 10 hal. 63Namaku Izrail!______________________________________________________95
  • 95. Atmonadi_______________________________________________Namaku Izrail! 7. EpilogKami berdua terdiam. Mungkin cuma sejenak, tapi keheningan yang mencekamseperti keheningan berhentinya detik sang waktu. Khususnya bagi diriku yang tergolektanpa daya dihadapannya. Akhirnya nuansa keheningan itu seperti tanpa makna,kekosongan yang maha luas dan hamparan tak bertepi seperti menyelimuti diriku.Kehampaanku terhadap dunia makin terasa. Tanpa sadar aku bergumanpelan, ”Bawalah aku..”, lalu syahadat meluncur begitu saja “La iIlaaha Illaa Allaah,Muhammadurrasulullah”.Sesaat aku cuma merasakan betotan dahsyat yang diceritakannya tentang kematian,lalu tidak kurasakan lagi aksi dan reaksi dari ujung kakiku. Aku seperti buntung tanpakaki, kemudian tanpa paha, kemudian tanpa tubuh, kemudian tanpa tangan, kemudiantanpa leher, dan akhirnya semua kesadaran tentang ruang-waktu lenyap sama sekali.Kulihat berkas-berkas cahaya melesat dan meluas dalam sekejap, kemudian padamdan memasuki zona tanpa batas-batas yang jelas, apakah aku berada dalam suaturuang, aku tidak tahu. Sejenak kesadaran yang kurasakan kembali tanpa nuansaduniawi menggugah diriku, aku masih celingukan mencari Izrail. Kudengar lagisuaranya tanpa rupa “Aku cuma mengantarmu sampai disini, selamat jalan, temuilahRabb-Mu yang mengasihimu”. Sayup-sayup masih kudengar suaranya bersenandung Akulah Izrail Sang Elmaut, datang tanpa diundang, pulang tanpa diantar. Aku jemput siapa pun yang harus kujemput. Aku antar siapa pun yang harus kuantar. Dengan kelembutan-Nya. ataupun dengan Kemurkaan-nya. Hanya ia yang berjalan di jalan-Nya saja akan selamat dari kedahsyatanku, rasa takutnya akan hadir menjadi rindunyaNamaku Izrail!______________________________________________________96
  • 96. Atmonadi_______________________________________________Namaku Izrail! karena hanya si perindu saja yang akan menganggap diriku berkah keabadian dalam rengkuhan keabadian cinta-Nya. Dia yang menyia-nyiakan waktunya didunia, terlena dalam ilusi dan kesombongan Sang Durjana, akan merana dalam keabadian Murka-Nya.Sebelum ia lenyap dari kesadaranku, aku sempat meneriakkan pertanyaan terakhirkepadanya, “kamu mau kemana setelah aku?”. Suaraku langsung lenyap dalamgaung yang menjauh senyap. Sayup-sayup masih kudengar suara Izrail menjawab,“Menemui salah satu pembaca risalahmu ini”.“innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun (QS 2:156)” Cintailah siapa saja yang ingin engkau cintai, namun ingatlah bahwa pasti engkau akan berpisah dengannya; hiduplah dengan gaya kehidupan yang engkau inginkan, namun ingatlah bahwa engkau akan mati; dan berbuatlah apa saja yang engkau kehendaki, namun ingatlah bahwa engkau pasti dibalas [Sabda rasullullah SAW; HR Hakim, Thabrani] Atmonadi, atmoon.geo@yahoo.com Lebak Bulus, 27 November 2004Namaku Izrail!______________________________________________________97
  • 97. Atmonadi_______________________________________________Namaku Izrail!Referensi : 1. Al Qur’an Terjemahan Departemen Agama, 1984 2. Al Qur’an Terjemah Indonesia, PT Sari Agung, Cetakan ke-13, 1999 3. HB Yassin, “Al Qur’an Bacaan Mulia”, Yalco Jaya, Cetakan ke-4, 2002 4. Choiruddin Hadhiri SP, “Klasifikasi Kandungan Al Qur’an”, Gema Insani Press, 1999 5. Syaikh Hamami Zadah, “Menyelami Lubuk Al Qur’an: Tafsir Surah Yasiin”, Penerbit IIMAN & Penerbit Hikmah, Februari 2003. 6. M. Quraish Shihab, “Tafsir Al Mishbah”, Jilid 1 & 11, Lentera Hati, 2003 7. Imam Az-Zabidi, “Ringkasan Shahih Al-Bukhari”, Mizan, Cetakan ke-4, 2000 8. Rachmat Taufik Hidayat et al, ”Almanak Alam Islami”, Pustaka Jaya, 2000 9. Faruq Sherif, “Al Quran Menurut Al; Quran”, Serambi, November, 2001 10. Imam Jalaludin as-Suyuthi, “Menjelajah Alam Malaikat”, Pustaka Hidayah, Januari 2003 11. Al Ghazali, “Metode Menjemput Maut”, Mizan, 2001 12. Ahmad Barizi, “Malaikat Diantara Kita”, Hikmah, Januari 2004 13. Khawaja Muhammad Islam, “Mati Itu Spektakuler”, Serambi, April, 2001 14. Al-Harits bin Assad al-Muhasibi, “Menuju Hadirat Ilahi”, Al bayan-Mizan, 2003 15. Al-Harits bin Assad al-Muhasibi, “Menjelajah Alam Akhirat”, Arasy-Mizan, Mei, 2003 16. Ibnu Qayyim Al jauziyah,”Roh”, Pustaka Al Kautsar, 1999 17. Ibnu Rajab Al Hanbali, “Setahun Bersama Nabi”, Pustaka Hidayah, 2002 18. Yunasril Ali, “Ruh dan Jenjang-jenjang Ruhani”, Serambi, 2003 19. Salim Said Bawazier, “Memahami Hakikat Takdir”, Iqra Insan Press, 2003 20. M. Quraish Shihab, “Yang Tersembunyi : Jin, Iblis, Setan dan Malaikat”, Lentera Hati, 1999 21. Atmonadi, “Kun fa Yakuun: Mengenal Diri, Mengenal Ilahi”, Kunfayakuun Publishing, e-Book Release 3, Oktober, 2004 22. Ibnu Arabi, “Menghampiri Sang Mahakudus”, Mizan, Maret 2002 23. Fariduddin Al-Attar, “Warisan Para Awliya”, Penerbit Pustaka, Cetakan ke III, 2000 MNamaku Izrail!______________________________________________________98
  • 98. Atmonadi_______________________________________________Namaku Izrail! Riwayat Hidup PenulisAtmonadi, sehari-hari biasa dipanggil “Atmo” atau nickname di Internet “Atmoon”, disitus myquran memperkenalkan diri sebagai "myQadmin" karena memang yangmembuat dan menggagasnya pada pertengahan 1999. Dilahirkan kurang lebih 4dasawarsa yang lalu di sebuah kota yang dulu dikenal sebagai Kota Udang, padatanggal sebelas bulan lima di tahun yang kemudian menjadi tahun duka cita bagiBangsa Indonesia, tahun dimana disebut oleh seorang sineas asing menjadi “TheYears Living Dangerously”, 1965. Saat ini, berprofesi sebagai konsultan TeknologiInformasi dan Internet independen.Dalam segmen-segmen kehidupan yang dilalui, menulis memang bukan sesuatu yangasing. Pengalaman menulis yang intensif sebenarnya terjadi selama periode menjadimahasiswa pada sekitar tahun 1988 sampai 1992, sebagai penulis lepas untuk bidangteknologi penerbangan dan militer. Selama periode tersebut, tulisan yang dibuatumumnya berhubungan dengan desain pesawat udara penumpang, pesawat tempursiluman, pesawat mata-mata tanpa awak, sistem radar, telekomunikasi, dan sistempersenjataan yang dimuat di rubrik iptek pada beberapa harian nasional sepertiKompas, Bisnis Indonesia, Pikiran Rakyat, majalah Teknologi, dan majalah Teknologi& Strategi Militer (TSM). Dalam urusan tulis menulis, pernah mendapatkanpenghargaan karya tulis dari PT Telkom Indonesia dengan judul “Menuju PerusahaanAdaptif Menjadi Urat Nadi Globalisasi” (1990). Kemudian, bersama salah satu rekankuliahnya, menulis artikel iptek populer dan tulisannya meraih penghargaan karya tulispopuler Ristek (1991) yang membahas masalah pesawat N-250. Setelah bosanmenjadi mahasiswa, ia menyelesaikan kuliahnya dan meraih gelar kesarjanaan darijurusan Teknik Aeronautika ITB (1992); setengah tahun kemudian (1993) bekerja diSempati Air sebagai Engineer; tiga tahun kemudian (1995) ia memutuskan beralihprofesi menjadi software development supervisor di perusahaan yang sama.Tahun 1996 internet mulai marak di Tanah Air. Terpesona dengan kemampuanhyperlink jejaring global tersebut, iapun memutuskan mengundurkan diri dari SempatiAir dan bekerja sebagai web developer di sebuah perusahaan yang dibangun olehkenalannya di Internet yaitu Bubu Internet. Akhir dasawarsa sembilan puluhan,Namaku Izrail!______________________________________________________99
  • 99. Atmonadi_______________________________________________Namaku Izrail! Internet semakin populer dan bisnis dot.com booming, komunitas gaul di internetbermunculan, namun sayangnya belum ada komunitas gaul yang khusus untukremaja Islam, maka ia pun nekat membangun Komunitas Islam Online myQuran.com(1999, http://www.myquran.com) dan kemudian setidaknya mampu menggugahbanyak orang bahwa Umat Islam perlu memanfaatkan Internet baik untuk tujuanpergaulan maupun dakwah. Setelah beberapa tahun mengelola situs independenmyQuran, dibantu dengan pengunjung yang rajin menulis artikel, puisi ataupunsekedar numpang nulis, iapun kemudian menjadi tidak terlalu aktif mengelola myqurankarena kesibukkannya. Sebagai gantinya, pengelolaan myQuran diserahkan ke salahsatu anggota dan fans beratnya Hasanudin.Pada tahun 2000 ia mengundurkan diri dari Bubu Internet dan bekerja di beberapaproyek perusahaan sebagai Technology Advisor, menjadi nara sumber tetap di radioMSTRI FM Jakarta (2000-2002), radio Ramako Jakarta, dan Metro TV untuk acarayang berhubungan dengan teknologi informasi dan internet. Akhir tahun 2001 kembalibekerja di Bubu untuk menangani Production & Development, kemudianmengundurkan diri pada akhir tahun 2003 dan awal 2004 mendirikan Getwo Advancedsebuah biro konsultan teknologi informasi, internet dan multimedia.Sejak akhir tahun 2002 sampai sekarang ikut aktif dalam majelis pengajian tasawufAl-Hikam tarekat Syadziliyah Jakarta dengan ustad Bapak M. Luqman Hakiem danGuru mursyid almarhum Syeik KH Abdul Djalil Mustaqiim dan Syeikh HadlirShalahuddin Al Ayyubi Pengasuh Pondok Pesatren Thariqot Agung (Peta)Tulungagung Jawa Timur. Dalam perjalanannya kemudian menulis risalah "Kun FaYakuun" sebagai sebuah perenungan panjang tentang diri, perjalanan kehidupan,alam semesta, dan Penciptanya. Risalah “Kun!” kemudian menjadi sebuah RisalahMawas Diri bagi seorang hamba dan juga sebuah risalah yang dimaksudkan untuksemua Umat Islam (tentunya bagi yang mau membacanya), khususnya yang menjadibagian dari Bangsa Indonesia yang memang masih perlu banyak belajar danistiqamah (konsisten dan teguh) di jalan yang lurus, atau Shiraat al-Mustaqiim, agartidak mudah “Digoda” oleh goyangan ke kiri dan ke kanan yang memabukkan, yangdapat menyelewengkannya dari jalan lurus yang di ridhai Ilahi. Setelah itutulisan-tulisan lainnya meluncur begitu saja yang baru berani didistribusikan kepadateman-temannya saja karena berbagai masalah yang dibahas terhitung sangat pelik.Namaku Izrail!______________________________________________________100
  • 100. Atmonadi_______________________________________________Namaku Izrail! Risalah yang beredar di kalangan terbatas antara lain “Prima Kausa: Al Qur’ansebagai Kosmos Islam”, “Superunifikasi (Kajian tentang huruf-huruf hijaiah dan maknasimbolis geometrisnya)”, “Komposisi Dan Kodefikasi Al Qur’an”, dan beberapa risalahlainnya yang umumnya bercorak tasawuf dengan perpektif perkembangan ilmupengetahuan manusia saat ini, khususnya berkaitan dengan perkembangan AbadDijital yang dianggapnya sebagai Abad Pemurnian Tauhid karena basis dijitalsejatinya basis dari Pengetahuan Tauhid yaitu kaidah Biner atau huruf Ba alias 1001(seribu satu malam).“Namaku Izrail” adalah tulisan singkat yang bercorak populer yang menggambarkanpertemuan imajiner dengan Malaikat Elmaut yang ditakuti yaitu Izrail, berdialogdengannya dengan merujuk pada gambaran tentang malaikat Izrail dari berbagaibacaan yang menjadi sumber-sumber inspirasinya. “Namaku Izrail” bukandimaksudkan untuk menakut-nakuti pembacanya, namun lebih tepat dikatakansebagai suatu mawas diri akan keterbatasan manusia terhadap takdirnya yang pastiterjadi yaitu “kematian”, sebagai kehidupan yang sebenarnya. Dengan mengulasgambaran malaikat Izrail yang mengambil debu bumi untuk kemudian dengan tanahlempung Allah menciptakan makhluk yang hidup di sistem tatasurya, gambaran yangditampilkan bukan sekedar kisah tentang Izrail Sang Malaikat sebagai PencabutNyawa yang menyeramkan, namun gambaran yang lebih utuh tentang akibat darisemua akhlak dan perilaku manusia ketika ia hidup sampai akhirnya kematian dapatdatang menjemput tanpa diduga, dimana saja, dan kapan saja. Kemudian kondisidemikian diproyeksikan kepada diri sendiri, sudah siapkah kita menghadapinya untukkemudian mempertanggungjawabkan semua perbutan kita di dunia?Namaku Izrail!______________________________________________________101

×