Bimbingan Manasik Haji

82,822 views

Published on

Published in: Spiritual, Technology
12 Comments
34 Likes
Statistics
Notes
No Downloads
Views
Total views
82,822
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
3,303
Actions
Shares
0
Downloads
3,038
Comments
12
Likes
34
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Bimbingan Manasik Haji

  1. 1. BIMBINGAN MANASIK HAJI Direktorat Pembinaan Haji Ditjen Penyelenggaraan Haji Dan Umrah
  2. 2. PRINSIP DASAR IBADAH HAJI DAN UMRAH <ul><li>IBADAH HAJI DAN UMRAH BERSIFAT PHYSICLY; </li></ul><ul><li>HAJI DAN UMRAH MASING-MASING BERDIRI SENDIRI; </li></ul><ul><li>HAJI DILAKUKAN PADA BULAN-BULAN HAJI, UMRAH DILAKUKAN KAPAN SAJA KECUALI PADA HARI ARAFAH DAN HARI-HARI TASRIQ; </li></ul><ul><li>HAJI DAN UMRAH DIWAJIBKAN BAGI YANG MAMPU, SEKALI SEUMUR HIDUP; </li></ul><ul><li>PENGGABUNGAN HAJI DAN UMRAH PADA BULAN HAJI, WAJIB MEMBAYAR DAM; </li></ul><ul><li>WANITA YANG HAID ATAU NIFAS BOLEH MELAKUKAN SEMUA AMALAN HAJI KECUALI THAWAF </li></ul>
  3. 3. PERSIAPAN SEBELUM BERANGKAT HAJI / UMRAH <ul><li>MEMBERSIHKAN DIRI/TAUBAT </li></ul><ul><li>MENYAMBUNG SILATURAHMI </li></ul><ul><li>MEMBAYAR HUTANG </li></ul><ul><li>BEKAL HARTA YANG HALAL </li></ul><ul><li>MEMPELAJARI ILMU AGAMA/ MANASIK HAJI </li></ul><ul><li>MEMANTAPKAN NIAT </li></ul>
  4. 4. KEUNTUNGAN IBADAH HAJI <ul><li>BERTAMBAH PENGALAMAN </li></ul><ul><li>NAFKAH DISAMAKAN INFAQ FISABILILLAH </li></ul><ul><li>PAHALA IBADAH DILIPAT GANDAKAN </li></ul><ul><li>MENDAPATKAN TEMPAT YANG MUSTAJAB UNTUK BERDO’A </li></ul><ul><li>DOSANYA DIAMPUNI </li></ul><ul><li>HATINYA BERTAMBAH SAKINAH </li></ul>
  5. 5. MIQAT JAMAAH HAJI INDONESIA GELOMBANG I DI BIR ALI/DZULHULAIFAH GELOMBANG II DI JEDDAH (AIRPORT KING ABDUL AZIZ) BERDASARKAN : <ul><li>KEPUTUSAN KOMISI FATWA MUI TAHUN 1980 YANG DIKUKUHKAN TAHUN 1981 </li></ul><ul><li>FATWA IBNU HAJAR AL HAITAMI BERDASARKAN JARAK JEDDAH/KING ABD. AZIZ INTERNATIONAL AIRPORT (KAIA) DENGAN MAKKAH MELEBIHI DUA MARHALAH </li></ul>
  6. 6. <ul><li>MAZHAB HANAFI DAN MALIKI BERPENDAPAT: </li></ul><ul><li>BAGI JEMAAH HAJI YANG MELEWATI DUA MIQAT DAPAT MEMULAI IHRAMNYA DARI MIQAT YANG KEDUA, KENYATAANNYA JEMAAH HAJI INDONESIA MELALUI DUA MIQAT / DUA GARIS MIQAT ( YALAMLAM DAN JEDDAH ) </li></ul><ul><li>PENDAPAT SYEIH NURUDDIN ATHAR MELETAKKAN JEDDAH PADA GARIS MIQAT YANG SUDAH DITEGASKAN PARA FUQOHA </li></ul><ul><li>FATWA MAHKAMAH SYAR’IYAH NEGARA QATAR TENTANG JEDDAH SEBAGAI MIQAT </li></ul><ul><li>6. KEPUTUSAN PBNU TAHUN 1994, JEDDAH SEBAGAI MIQAT DENGAN ALASAN BAHWA PESAWAT HAJI INDONESIA TIDAK MENUJU KE MAKKAH TETAPI MEMBELOK KE KIRI DAN KE KANAN MENUJU BANDARA KAIA JEDDAH. </li></ul><ul><li>7. KEMASLAHATAN JAMAAH INDONESIA UNTUK MENGHINDARI MASYAQQAH </li></ul>
  7. 7. <ul><li>BAGI PRIA DILARANG: </li></ul><ul><li>MEMAKAI PAKIAN BERJAHIT/ BERTANGKUP </li></ul><ul><li>MEMAKAI SEPATU YANG MENUTUPI MATA KAKI </li></ul><ul><li>MENUTUPI KEPALA DENGAN BARANG YANG MELEKAT </li></ul><ul><li>BAGI WANITA DILARANG: </li></ul><ul><li>BERKAOS TANGAN (MENUTUP TELAPAK TANGAN) </li></ul><ul><li>MENUTUP MUKA </li></ul>LARANGAN IHRAM
  8. 8. <ul><li>BAGI PRIA </li></ul>DUA LEMBAR KAIN TIDAK BERJAHIT/TIDAK BERTANGKUP (SATU LEMBAR DISARUNGKAN DAN SATU LEMBAR DISELENDANGKAN DI BAHU) <ul><li>BAGI WANITA </li></ul>PAKIAN SHOLAT/BUSANA MUSLIMIMAH (MENUTUP SEMUA ANGGOTA BADAN, KECUALI MUKA DAN KEDUA TELAPAK TANGAN) PAKAIAN IHRAM
  9. 9. NIAT IHRAM HAJI/UMRAH <ul><li>PERSIAPAN SEBELUM IHRAM </li></ul><ul><li>MEMOTONG KUKU </li></ul><ul><li>MANDI </li></ul><ul><li>MEMAKAI KAIN IHRAM </li></ul><ul><li>MEMAKAI MINYAK WANGI </li></ul><ul><li>MENYISIR RAMBUT </li></ul><ul><li>SHALAT SUNNAT IHRAM DUA RAKAAT </li></ul>
  10. 10. <ul><li>NIAT IHRAM </li></ul><ul><li>BAGI YANG HAJI TAMATTU : </li></ul><ul><li>NIAT IHRAM UMRAH, UNTUK MELAKSANAKAN TAWAF, SA’I DAN MENGGUNTING / MENCUKUR RAMBUT / TAHALLUL UMRAH, SEDANGKAN NIAT IHRAM HAJINYA PADA TANGGAL 8 DZULHIJJAH. </li></ul><ul><li>BAGI YANG HAJI IFRAD : </li></ul><ul><li>NIAT IHROM HAJI SAJA, SETELAH SELESAI HAJI BARU UMRAH </li></ul><ul><li>BAGI YANG HAJI QIRAN : </li></ul><ul><li>NIAT IHRAM HAJI DAN UMRAH SEKALIGUS (DUA NIAT SATU PEKERJAAN) </li></ul>
  11. 11. IHRAM BERSYARAT <ul><li>ADALAH NIAT IHRAM YANG DISERTAI DENGAN PERSYARATAN KARENA DIKHAWATIRKAN HAJI ATAU UMRAHNYA AKAN TERHALANG OLEH SESUATU MASYAQOH/KESULITAN </li></ul><ul><li>(HR. MUSLIM DAN AISYAH) </li></ul>NIAT IHRAM BERSYARAT YAITU : NIAT IHRAM HAJI ATAU UMRAH DITAMBAH DENGAN KALIMAT “ JIKA AKU TERHALANG OLEH SESUATU KESULITAN MAKA TAHALLULKU DIMANA SAJA AKU MENEMUI KESULITAN”
  12. 12. CONTOH NIAT IHRAM BERSYARAT
  13. 13. WAKTU MEMBACA TALBIYAH BAGI YANG MELAKSANAKAN UMRAH, DIMULAI SEJAK NIAT SAMPAI AKAN MULAI THAWAF 1. BAGI YANG MELAKSANAKAN HAJI, DIMULAI SEJAK NIAT SAMPAI MELONTAR JUMRAH AQABAH 2. TALBIYAH
  14. 14. <ul><li>Bagi kedua-duanya dilarang: </li></ul><ul><li>MEMAKAI WANGI-WANGIAN KECUALI YANG DIPAKAI SEBELUM BERIHRAM </li></ul><ul><li>MEMOTONG KUKU DAN MENCUKUR ATAU MENCABUT BULU BADAN </li></ul><ul><li>BERBURU ATAU MENGGANGGU/MEMBUNUH BINATANG DENGAN CARA APAPUN </li></ul><ul><li>NIKAH, MENIKAHKAN, ATAU MEMINANG WANITA UNTUK DINIKAHI </li></ul><ul><li>BERCUMBU ATAU BERSETUBUH </li></ul><ul><li>MENGUCAPKAN KATA-KATA KOTOR, BERBUAT FASIK, BERTENGKAR (RAFAS, FUSUQ DAN JIDAL) </li></ul><ul><li>MEMOTONG PEPOHONAN DI TANAH HARAM </li></ul><ul><li>APABILA ADA ALASAN YANG DAPAT DITERIMA SYARA (SYAR’I) SEPERTI MEMAKAI MASKER DEMI KESEHATAN, MEMBALUT (PERBAN) KEPALA BAGI LELAKI YANG KEPALANYA ADA LUKA, WANITA MENUTUP MUKA DEMI KEHORMATANNYA DI DEPAN ORANG ASING(AJNABI), BOLEH. </li></ul>BAGI PRIA DAN WANITA DILARANG
  15. 15. THAWAF
  16. 16. HIJR ISMAIL KA’BAH
  17. 17. SYARAT SAHNYA THAWAF (MENURUT MAZHAB SYAFI’I) <ul><li>SUCI DARI HADAS DAN NAJIS </li></ul><ul><li>MENUTUP AURAT </li></ul><ul><li>BERADA DALAM MASJIDIL HARAM </li></ul><ul><li>MENYEMPURNAKAN 7 KALI PUTARAN </li></ul><ul><li>MEMULAI DARI HAJAR ASWAD/ARAH SEJAJAR </li></ul><ul><li>MENJADIKAN KA’BAH BERADA DI SEBELAH KIRI </li></ul><ul><li>SELURUH BADANNYA TIDAK MENYENTUH KA’BAH DAN SYADZARWAN </li></ul><ul><li>NIAT THAWAF (JIKA THAWAFNYA BUKAN THAWAF RUKUN ATAU THAWAF QUDUM) </li></ul><ul><li>( Al-Mughni Fi Fiqhil Hajj Wal Umrah hal 188 –189 ) </li></ul>
  18. 18. <ul><li>THAWAF QUDUM : </li></ul><ul><li>BAGI ORANG YANG MELAKUKAN HAJI IFRAD ATAU QIRAN </li></ul><ul><li>2. TAHWAF IFADHAH : </li></ul><ul><li>THAWAF RUKUN YANG DIKERJAKAN SETELAH JAMAAH HAJI MELAKSANAKAN WUKUF DI ARAFAH </li></ul><ul><li>3. THAWAF WADA : </li></ul><ul><li>BAGI JAMAAH YANG AKAN MENINGGALKAN MAKKAH, DAN HUKUMNYA WAJIB </li></ul><ul><li>4. THAWAF SUNAT : </li></ul><ul><li>DILAKUKAN KAPAN SAJA DAN TIDAK ADA KAITANNYA DENGAN HAJI DAN UMRAH </li></ul>MACAM-MACAM THAWAF
  19. 19. DO'A TAWAF DALAM HADIS YANG DIRIWAYATKAN IBNU MAJAH DARI ABU HURAIRAH R.A. NABI MENGANJURKAN UNTUK MEMBACA DO'A DALAM TAWAF SEBAGAI BERIKUT : ARTINYA : &quot; MAHA SUCI ALLAH. SEGALA PUJI BAGI ALLAH. TIDAK ADA TUHAN YANG (BERHAK) DISEMBAH SELAIN ALLAH. ALLAH MAHA BESAR. TIADA DAYA (UNTUK MEMPEROLEH MANFAAT) DAN KEMAMPUAN (UNTUK MENOLAK KESULITAN) KECUALI BERSUMBER DARI ALLAH YANG MAHA TINGGI DAN MAHA AGUNG)&quot;.
  20. 20. DO'A YANG DIBACA DI ANTARA RUKUN YAMANI DAN HAJAR ASWAD; HADIS RIWAYAT AHMAD BIN ABI DAUD DARI ABDULLAH BIN AS SAID R.A. SEBAGAI BERIKUT : ARTINYA : &quot;WAHAI TUHAN KAMI, ANUGERAHKANLAH KAMI KEBAIKAN DI DUNIA DAN AKHIRAT DAN HINDARKANLAH KAMI DARI SIKSA NERAKA&quot;.
  21. 21. <ul><li>TUNGGU SAMPAI SUCI KARENA, </li></ul>HAID NIFAS MINIMAL MAKSIMAL 1 HARI 15 HARI MINIMAL MAKSIMAL SESAAT 60 HARI <ul><li>MEMAKAI OBAT UNTUK MENUNDA HAID </li></ul><ul><li>(HADIST DARI IBNU AMAR) </li></ul>THAWAF IFADHAH BAGI WANITA HAID/NIFAS
  22. 22. <ul><li>MAZHAB HANAFI MEMBOLEHKAN THAWAF, TAPI HARUS BAYAR DAM SEEKOR UNTA ATAU SAPI ATAU 7 EKOR KAMBING </li></ul><ul><li>SYEKHUL ISLAM IBNU TAIMIYAH DAN IMAM IBNU QOYIM DARI MAZHAB HAMBALI MEMBOLEHKAN BILA TERPAKSA/TAKUT DITINGGALKAN ROMBONGAN </li></ul>
  23. 23. SA’I
  24. 24. DENAH MAS’A KETERANGAN D: ROUTE SAI MULAI DARI SHAFA A: MAS’A BAGI JEMAAH SEHAT B: MAS’A BAGI JEMAAH SAKIT C: SA’I BERAKHIR DI MARWAH KA’BAH B: MAS’A BAGI JEMAAH SAKIT B: MAS’A BAGI JEMAAH SAKIT
  25. 25. <ul><li>1. DI DAHULUI DENGAN THAWAF </li></ul><ul><li>2. TERTIB DALAM SA’I (DIMULAI DARI BUKIT SHAFA DAN DI AKHIRI DI BUKIT MARWAH) </li></ul><ul><li>3. MENEMPUH JARAK PERJALANAN ANTARA SHAFA DAN MARWAH </li></ul><ul><li>4. MENYEMPURNAKAN TUJUH KALI PERJALANAN </li></ul><ul><li>5. DILAKSANAKAN DI TEMPAT SA’I </li></ul><ul><li>( Al-Mughni Fi Fiqhil Haji hal . 217 – 221) </li></ul>SYARAT SAHNYA SA’I:
  26. 26. DO'A SA'I HADIS YANG DIRIWAYATKAN IMAM MUSLIM, AHMAD DAN NASAI DARI JABIR R.A. DALAM KITAB NAILUL AUTHOR JILID 5 HALAMAN 126. DI KALA AKAN MEMULAI SA'I HENDAKLAH MENGHADAP KIBLAT LALU BERJALAN DARI SHAFA MENUJU MARWAH SAMBIL MEMBACA DO'A SEBANYAK 3X SEBAGAI BERIKUT :
  27. 27. ARTINYA : TIDAK ADA TUHAN YANG (BERHAK) DISEMBAH SELAIN ALLAH. ALLAH MAHA BESAR. TIDAK ADA TUHAN YANG (BERHAK) DISEMBAH SELAIN ALLAH YANG MAHA ESA TIDAK ADA SEKUTU BAGINYA. KERAJAAN DAN PUJIAN HANYA MILIKNYA. DIALAH YANG MENGHIDUPKAN DAN MEMATIKAN. DI TANGANNYA SEGALA KEBAJIKAN. DIALAH BERKUASA ATAS SEGALA SESUATU. TIDAK ADA TUHAN YANG (BERHAK) DISEMBAH SELAIN ALLAH YANG MAHA ESA, TIDAK ADA SEKUTU BAGINYA YANG TELAH MENEPATI JANJINYA, MENOLONG HAMBANYA DAN MENGALAHKAN SENDIRI KELOMPOK-KELOMPOK MUSUHNYA.
  28. 28. <ul><li>TAHALLUL IALAH : KEADAAN SESEORANG YANG TELAH DIHALALKAN (DIBOLEHKAN) MELAKUKAN PERBUATAN YANG SEBELUMNYA DILARANG SELAMA IHRAM </li></ul><ul><li>TAHALLUL UMRAH, DITANDAI DENGAN MENGGUNTING /MENCUKUR RAMBUT SETELAH SELESAI SA’I </li></ul><ul><li>TAHALLUL HAJI ADA 2 MACAM : </li></ul><ul><li>TAHALLUL AWAL, YAITU MELAKUKAN 2 (DUA) DARI TIGA PEKERJAAN ; YAKNI MELONTAR JAMRAH AQOBAH, MENGGUNTING/MENCUKUR RAMBUT, THAWAF IFADH & SA’I </li></ul><ul><li>TAHALLUL TSANI, YAITU MELAKUKAN KETIGA AMALAN/ PEKERJAAN; YAITU MELONTAR JUMARAH AQOBAH, MENGGUNTING/MENCUKUR RAMBUT DAN THAWAF IFADAH & SA’I </li></ul>TAHALLUL
  29. 29. WUKUF DI ARAFAH <ul><li>WUKUF ADALAH BERHENTI ATAU BERADA DI ARAFAH DALAM KEADAAN IHRAM PADA WAKTU TERTENTU DALAM RANGKA MEMENUHI KETENTUAN MANASIK HAJI (FIQIH HAJI, DEP. AGAMA; HAL 56) </li></ul><ul><li>WUKUF DI ARAFAH TERMASUK SALAH SATU RUKUN HAJI, KARENA TANPA WUKUF HAJI SESEORANG TIDAK SAH </li></ul>
  30. 30. WAKTU WUKUF DI ARAFAH <ul><li>IMAM MALIK ABU HANAFIAH DAN IMAM SYAFI’E; DIMULAI DARI TERGELINCIRNYA MATAHARI TANGGAL 9 DZULHIJJAH SAMPAI DENGAN TERBIT FAJAR TANGGAL 10 DZULHIJJAH </li></ul><ul><li>IMAM AHMAD IBNU HAMBAL ; WAKTU WUKUF DIMULAI SEJAK TERBITNYA FAJAR HARI ARAFAH (TANGGAL 9 DZULHIJJAH) SAMPAI DENGAN TERBIT FAJAR TANGGAL 10 DZULHIJJAH </li></ul><ul><li>SALAH SATU QOUL (PENDAPAT) IMAM MALIK MENYATAKAN BAHWA WAKTU WUKUF DIMULAI SEJAK TERBENAM MATAHARI PADA MALAM HARI NAHAR TANGGAL 10 DZULHIJJAH SAMPAI TERBIT FAJAR </li></ul>MENURUT PENDAPAT :
  31. 31. DO'A WUKUF DO'A WUKUF DALAM HADIS YANG DIRIWAYATKAN IMAM TURMUZI DAN AHMAD DARI AMRIN BIN SYUEB : ARTINYA : TIDAKADA TUHAN YANG (BERHAK) DISEMBAH SELAIN ALLAH YANG MAHA ESA. TIDAK ADA SEKUTU BAGINYA. KERAJAAN DAN PUJIAN HANYA MILIKNYA, DIALAH YANG MENGHIDUPKAN DAN MEMATIKAN. DI TANGANNYA SEGALA KEBAIKAN DAN DIALAH YANG MAHA KUASA ATAS SEGALA SESUATU. DO'A TERSEBUT ADALAH DO'A YANG PALING BANYAK DIBACA RASULULLAH SAW DAN PARA NABI SEBELUMNYA.
  32. 32. KADAR LAMANYA WUKUF <ul><li>MADZHAB HANAFI DAN HAMBALI; WAJIB MENDAPATKAN SEBAGIAN MALAM DAN SEBAGIAN SIANG </li></ul><ul><li>MADZHAB MALIKI; MENDAPATKAN SEBAGIAN MALAM ADALAH RUKUN DAN SEBAIAN SIANG ADALAH WAJIB </li></ul><ul><li>MADZHAB SYAFI’I ; SUNAT MENDAPATKAN SEBAGIAN MALAM DAN SEBAGIAN SIANG </li></ul><ul><li>( AL-MUGHNI FI FIQHIL HAJJ, HAL 235 – 237) </li></ul>
  33. 33. <ul><li>BAGI YANG KENA PENYAKIT GILA, PINGSAN, MABUK DAN TAK SADARKAN DIRI SEDANG MEREKA BERADA DI ARAFAH DALAM KEADAAN IHRAM, MAKA TERDAPAT 2 (DUA) PENDAPAT YAITU : </li></ul><ul><li>WUKUFNYA SAH, APABILA KEADAAN TERSEBUT DIALAMI SETELAH BERADA DI ARAFAH </li></ul><ul><li>APABILA KEADAAN TERSEBUT DIALAMI SEBELUM MEMASUKI ARAFAH: </li></ul>MENURUT IMAM ABU HANIFAH SAH WUKUFNYA MENURUT IBNU MUNDZIR, IMAM SYAFI’I , IMAM AHMAD IBNU HAMBAL DAN ABU TSUR, TIDAK SAH WUKUFNYA (AL-FIQH ALAL MAZAHIBIL ARBA’AH HAL 612 DAN AL-MAJMU SYARAH MUHADZAB JILID 8 HAL 117)
  34. 34. SAFARI WUKUF <ul><li>DILAKUKAN BAGI JAMAAH HAJI YANG KARENA UDZUR/SAKIT, DENGAN ANGKUTAN KHUSUS DIPANDU OLEH PPIH ARAB SAUDI. BERANGKAT DARI MAKKAH TANGGAL 9 DZULHIJJAH + PUKUL 17.00 WAS MENUJU ARAFAH UNTUK MELAKSANAKAN WUKUF BEBERAPA SAAT KEMUDIAN SETELAH MAGHRIB MEREKA DIBAWA KEMBALI KE MAKKAH TANPA HARUS MABIT DI MUZDALIFAH DAN MINA KARENA UDZUR SYAR’I </li></ul>
  35. 35. AMALAN DALAM PELAKSANAAN WUKUF <ul><li>WUKUF TIDAK DISYARATKAN DALAM KEADAAN SUCI DARI HADAS KECIL MAUPUN HADAS BESAR; </li></ul><ul><li>MENDENGARKAN KHUTBAH WUKUF SEBELUM SHALAT DHUHUR DAN ASHAR JAMA’ QASHAR TAQDIM; </li></ul><ul><li>MELAKSANAKAN SHALAT DHUHUR DAN ASHAR JAMA’ QASHAR TAQDIM BERJAMAAH; </li></ul><ul><li>MEMPERBANYAK SALAWAT KEPADA NABI, DZIKIR, TAHLIL, TAFAKUR, TADABUR DAN MEMBACA AL-QUR’AN; </li></ul><ul><li>BERDO’A SAMBIL MENGANGKAT TANGAN, MOHON AMPUNAN UNTUK DIRI SENDIRI, KEDUA ORAG TUA DAN ORANG2 MUKMIN . </li></ul>
  36. 36. MABIT DI MUZDALIFAH <ul><li>HUKUM MABIT DI MUZDALIFAH </li></ul>MENURUT IMAM MALIK, IMAM SYAFI’I DAN IMAM HAMBALI, MABIT DI MUZDALIFAH HUKUMNYA WAJIB; MENURUT IMAM HANAFI DAN QOUL JADID IMAM SYAFI’I, MABIT DI MUZDALIFAH HUKUMNYA SUNAT <ul><li>MABIT DI MUZDALIFAH DILAKSANAKAN SETELAH SELESAI WUKUF DI ARAFAH </li></ul>
  37. 37. <ul><li>WAKTU MABIT DI MUZDALIFAH DIMULAI SETELAH MAGHRIB SAMPAI TERIT FAJAR TANGGAL 10 DZULHIJJAH. PELAKSANAANNYA DAPAT DILAKUKAN SESAAT SAMPAI LEWAT TENGAH MALAM. </li></ul><ul><li>MENURUT IMAM NAWAWI SESEORANG YANG KARENA UDZUR SYAR’I SEHINGGA TIDAK MABIT DI MUZDALIFAH MAKA TIDAK DIKENAKAN DAM . UZUR ITU TERBAGI 3 (TIGA) MACAM : </li></ul>1. TUGAS MENGURUS / MELAYANI JAMAAH HAJI MENJAGA HARTANYA KARENA TAKUT HILANG, MERAWAT JAMAAH SAKIT ATAU DIRINYA SAKIT JIKA MELAKUKAN MABIT 3. MENGGEMBALA UNTA 2 .
  38. 38. DO'A DI MASY'ARIL HARAM (MUZDALIFAH) DALAM HADIS RIWAYAT MUSLIM DARI JABIR R.A. : DO'A DI MUZDALIFAH YAITU MEMBACA TAHMID; TAHLIL DAN TAKBIR SEBAGAI BERIKUT : ARTINYA : &quot;SEGALA PUJI BAGI ALLAH, TIDAK ADA TUHAN YANG (BERHAK) DISEMBAH SELAIN ALLAH. ALLAH MAHA BESAR, BAGI ALLAH SEGALA PUJI.
  39. 39. AMALAN DALAM PELAKSANAAN MABIT DI MUZDALIFAH <ul><li>SHALAT JAMA’ TAKHIR QASHAR MAGHRIB DAN ISYA’ BAGI YANG BELUM MELAKSANAKAN DI ARAFAH </li></ul><ul><li>BERDZIKIR, BERDO’A DAN TAQARRUB KEPADA ALLAH </li></ul><ul><li>MENCARI BATU KERIKIL UNTUK MELONTAR JAMRAH DI MINA </li></ul>
  40. 40. MABIT DI MINA HUKUM MABIT DI MINA <ul><li>WAJIB, MENURUT IMAM MALIK, IMAM SYAFI’I, DAN IMAM AHMAD IBNU HAMBAL </li></ul><ul><li>SUNAT, MENURUT IMAM ABU HANIFAH DAN SALAH SATU QOUL JADID IMAM SYAFI’I </li></ul><ul><li>BAGI YANG KARENA UDZUR SYAR’I DIPERBOLEHKAN TIDAK MABIT </li></ul>
  41. 41. WAKTU MABIT DI MINA <ul><li>SEPANJANG MALAM HARI TANGGAL 11, 12, 13 DZULHIJJAH, DIMULAI DARI WAKTU MAGHRIB (TERBENAM MATAHARI) SAMPAI DENGAN TERBIT FAJAR, AKAN TETAPI KADAR LAMANYA MABIT WAJIB MENDAPATKAN SEBAGIAN BESAR WAKTU MALAM (MU’DHOMILLAIL) </li></ul><ul><li>(AL FIQIH’ALAL MADZAHILIL ‘ARBA’AH, HAL 665 DAN AL MUGHNI FIQHIL HAJJ HAL 288) </li></ul>
  42. 42. MABIT DI LUAR KAWASAN MINA MABIT DIPERLUASAN KEMAH DIKAWASAN LUAR MINA HUKUMNYA SAH SEPERTI MINA, SEBAGAIMANA PENDAPAT PARA ULAMA MAKKAH SAAT INI DAN PARA ULAMA LAIN DAN JUGA MENURUT IJTIHAD, KARENA DI MINA SUDAH SESAK DAN KEMAHNYA BERSAMBUNG SERTA KARENA DARURAT KEPUTUSAN HASIL MUDZAKARAH ULAMA TENTANG MABIT DI LUAR KAWASAN MINA, TANGGAL 10-1-2001 DAN FATWA AL-HAJJ WAL UMRAH WAZZIARAH, HAL 102
  43. 43. AMALAN DALAM PELAKSANAAN MABIT DI MINA <ul><li>MELAKSANAKAN MABIT </li></ul><ul><li>SHALAT BERJAMAAH DI PERKEMAHAN </li></ul><ul><li>MEMPERBANYAK ZIKIR, ISTIGFAR, MEMBACA AL-QUR’AN </li></ul><ul><li>MENJAGA KONDISI KESEHATAN DAN CUKUP ISTIRAHAT </li></ul><ul><li>MEMPERSIAPKAN DIRI DENGAN MEMILIH WAKTU YANG AMAN UNTUK MELONTAR JAMRAH </li></ul>
  44. 44. SYARAT MELONTAR JAMRAH <ul><li>ADA TUJUAN MELONTAR MARMA ( LINGKARAN JAMRAH) </li></ul><ul><li>ADA GERAKAN MELONTAR </li></ul><ul><li>HARUS DENGAN BATU KERIKIL </li></ul><ul><li>BATU KERIKIL HARUS JATUH DI DALAM MARMA (LINGKARAN JAMRAH) </li></ul><ul><li>MELONTAR DENGAN TANGAN </li></ul><ul><li>DENGAN 7 BATU KERIKIL, SATU PERSATU </li></ul><ul><li>HARUS TERTIB, DIMULAI ARI JUMRAH ULA, WUSTHA DAN AQOBAH </li></ul><ul><li>BUKAN DENGAN BATU KERIKIL YANG TELAH DIPERGUKAN UNTUK MELONTAR </li></ul><ul><li>SUDAH MASUK WAKTU MELONTAR </li></ul><ul><li>(AL-MUGHNI FI FIQH HAJJ , HAL: 272-273 ) </li></ul>MELONTAR JAMRAH
  45. 45. WAKTU MELONTAR JAMRAH <ul><li>MELONTAR JAMRAH AQOBAH PADA TANGGAL 10 DZULHIJJAH, MENURUT IMAM SYAFI’I DAN AHAMD BIN HAMBAL, DIMULAI SETELAH LEWAT TENGAH MALAM PADA MALAM HARI NAHR SAMPAI DENGAN TERBENAM MATAHARI PAA HARI TASYRIQ TANGGAL 13 DZULHIJJAH (FIQH HAJJ;DEPARTEMEN AGAMA HAL. 76) </li></ul><ul><li>MELONTAR JAMRAH ULA, WUSTHO, AQOBAH, PADA HARI TASYRIQ (TGL 11, 12, 13 DZULHIJJAH) </li></ul>JUMHUR ULAMA (MALIK, ABU HANIFAH, SYAFI’I DAN AHMAD BIN HAMBAL) MENYATAKAN MELONTAR JAMRAH HARI-HARI TASYRIQ WAKTUNYA SETELAH TERGELINCIR MATAHARI
  46. 46. <ul><li>PENGEERTIAN SEBELUM ZAWAL : </li></ul><ul><li>SEBAGIAN ULAMA MENGATAKAN SEBELUM TERGELINCIRNYA MATAHARI; </li></ul><ul><li>SEBAGIAN ULAMA LAIN (IMAM ROFI’I DALAM MADZHAB SYAFI’I) MENGATAKAN SETELAH TERBIT FAJAR. </li></ul>MENURUT PENDAPAT ATHO DAN THOWUS (DUA TOKOH FUQAHA) DARI GOLONGAN TABI’IN , MENYATAKAN BOLEH MELONTAR JAMARAH PADA HARI-HARI TASYRIQ SEBELUM ZAWAL. (AL QIRA LIQOSIDI UMMILQURA, HAL 215)
  47. 47. DO'A KETIKA MELONTAR JAMRAH DALAM HADIS YANG DIRIWAYATKAN IMAM MUSLIM DAN ABDULLAH BIN MAS'UD R.A., NABI SAW SETIAP MELONTAR JAMRAH BERTAKBIR DAN BERDO'A SEBAGAI BERIKUT : ARTINYA : ALLAH MAHA BESAR, YA ALLAH JADIKANLAH IBADAH HAJIKU INI HAJI MABRUR DAN DOSA YANG DIAMPUNI .
  48. 48. NAFAR <ul><li>1. NAFAR IALAH KEBERANGKATAN JAMAAH HAJI MENINGGALKAN MINA PADA HARI TASYRIQ TANGGAL 12 ATAU 13 DZULHIJJAH MENUJU MAKKAH </li></ul><ul><li>2. NAFAR TERBAGI MENJADI 2 (DUA) : </li></ul>A. NAFAR AWAL, YAITU KELUAR MENINGGALKAN MINA SETELAH MELONTAR JAMRAH ULA, WUSTHA DAN AQOBAH PADA TANGGAL 12 DZULHIJJAH, SEBELUM TERBENAM MATAHARI (MENURUT JUMHUR ULAMA) B. NAFAR TSANI YAITU KELUAR MENINGGALKAN MINA SETELAH MELONTAR JAMRAH ULA, WUSTHA, AQOBAH PADA TANGGAL, 13 DZULHIJJAH
  49. 49. <ul><li>SYAIKH ISMAIL UTSMAN ZAIN </li></ul><ul><li>MUFTI MAZHAB SYAFI’I MENGATAKAN; </li></ul><ul><li>“ BOLEH KELUAR DARI MINA QOBLA ZAWAL, BAIK NAFAR AWAL MAUPUN NAFAR TSANI JIKA BERPEDOMAN PADA PENDAPAT ULAMA YANG MEMBOLEHKAN MELONTAR QOBLA ZAWAL, KARENA ANTARA HUKUM MELONTAR DAN NAFAR SALING BERKAITAN”. </li></ul><ul><li>(TAUDHIHUL MAQAL HAL: 4 – 5) </li></ul>
  50. 50. (QS. AL BAQARAH 203) <ul><li>NAFAR AWAL DAN NAFAR TSANI KEDUDUKANNYA SAMA </li></ul><ul><li>DALAM HUKUM, </li></ul><ul><li>YANG MEMBEDAKAN KEUTAMAAN DARI KEDUANYA ADALAH </li></ul><ul><li>NILAI KETAQWAANNYA </li></ul>
  51. 51. TAWAF WADA’ <ul><li>HUKUM THAWAF WADA’ MENURUT MADZHAB SYAFI’I, HAMBALI DAN HANAFI ADALAH WAJIB BAGI ORANG YANG AKAN MENINGGALKAN TANAH HARAM MAKKAH KARENA TERKAIT DENGAN IBADAH HAJI; </li></ul><ul><li>SEDANGKAN MENURUT MADZHAB MALIKI HUKUM THAWAF WADA’ ADALAH SUNAT DAN TIDAK ADA KAITANNYA DENGAN IBADAH HAJI; </li></ul><ul><li>JAMAAH HAJI YANG TELAH MELAKSANAKAN THAWAF WADA’ SECARA HUKUM TIDAK DAPAT MENGINAP LAGI DI MAKKAH, KECUALI MENURUT MADZHAB MALIKI. </li></ul>
  52. 52. RINGKASAN PELAKSANAAN HAJI TAMATTU' HAJI TAMATTU’ ADALAH MENGERJAKAN UHRAH DAHULU DALAM BULAN HAJI, KEMUDIAN MENGERJAKAN HAJI RUKUN MENGGUNTING/MENCUKUR (TAHALLUL UMRAH) 9. RUKUN SA'l 8. RUKUN TAWAF 7. WAJIB MENJAGA LARANGAN 6. SUNAT BERTALBIAH 5. WAJIB NIAT Dl MIQAT 4. SUNAT SHALAT SUNAT IHRAM 3. WAJIB MEMAKAI PAKAIAN IHRAM 2. SUNAT MANDI SUNAT IHRAM 1. HUKUM KEGIATAN UMRAH NO
  53. 53. RUKUN MELAKSANAKAN SA’I (TAHALLUL TSANI) 15. RUKUN TAWAF HAJI / TAWAF IFADAH 14. NAFAR (NAFAR AWAL/NAFAR TSANI) 13. WAJIB MELONTAR TIGA JUMRAH 12. WAJIB BERMALAM Dl MINA 11. RUKUN MENGGUNTING/BERCUKUR (TAHALLUL AWAL) 10. WAJIB MELONTAR JUMRAH AQABAH 9. WAJIB BERMALAM Dl MUZDHALIFAH 8. RUKUN WUKUF DI ARAFAH 7. WAJIB MENJAGA LARANGAN IHRAM 6. SUNAT MEMBACA TALBIAH 5. RUKUN NIAT HAJI Dl MAKKAH 4. SUNAT SHALAT SUNAT IHRAM 3. WAJIB MEMAKAI PAKAIAN IHRAM 2. SUNAT MANDI SUNAT IHRAM 1. HUKUM KEGIATAN HAJI NO.
  54. 54. RINGKASAN PELAKSANAAN HAJI QIRAN HAJI QIRAN ADALAH MENGERJAKAN HAJI DAN UMRAH SEKALIGUS (DUA NIAT SATU PEKERJAAN) WAJIB BERMALAM Dl MUZDHALIFAH 9. RUKUN WUKUF DI ARAFAH 8. SUNAT TAWAF QUDUM 7. WAJIB MENJAGA LARANGAN IHRAM 6. SUNAT MEMBACA TALBIAH 5. WAJIB NIAT HAJI DAN UMRAH Dl MIQAT 4. SUNAT SHALAT SUNAT IHRAM 3. WAJIB MEMAKAI PAKAIAN IHRAM 2. SUNAT MANDI SUNAT IHRAM 1. HUKUM KEGIATAN HAJI DAN UMRAH NO
  55. 55. RUKUN MELAKSANAKAN SA’I (TAHALLUL TSANI) 16. RUKUN TAWAF HAJI / TAWAF IFADAH 15. NAFAR (NAFAR AWAL/NAFAR TSANI) 14. WAJIB MELONTAR TIGA JUMRAH 13. WAJIB BERMALAM Dl MINA 12. RUKUN MENCUKUR/MENGGUNTING (TAHALLUL AWAL) 11. WAJIB MELONTAR JUMRAH AQABAH 10.
  56. 56. RINGKASAN PELAKSANAAN HAJI IFRAD HAJI IFRAD ADALAH MENGERJAKAN HAJI DAHULU DALAM BULAN HAJI, KEMUDIAN MENGERJAKAN UMRAH WAJIB BERMALAM Dl MUZDHALIFAH 10. RUKUN WUKUF IARAFAH 9. RUKUN MELAKSANAKAN SA’I 8. SUNAT TAWAF QUDUM 7. WAJIB MENJAGA LARANGAN IHRAM 6. SUNAT MEMBACA TALBIAH 5. WAJIB NIAT HAJI Dl MIQAT 4. SUNAT SHALAT SUNAT IHRAM 3. WAJIB MEMAKAI PAKAIAN IHRAM 2. SUNAT MANDI SUNAT IHRAM 1. HUKUM KEGIATAN HAJI NO
  57. 57. RUKUN MELAKSANAKAN SA’I (TAHALLUL TSANI) 17. RUKUN TAWAF HAJI /TAWAF IFADAH 16. NAFAR (NAFAR AWAL/NAFAR TSANI) 15. WAJIB MELONTAR TIGA JUMRAH 14. WAJIB BERMALAM Dl MINA 13. RUKUN MENGGUNTING/MENCUKUR (TAHALLUL AWAL) 12. WAJIB MELONTAR JUMRAH AQABAH 11.
  58. 58. RUKUN MENGGUNTING/MENCUKUR 9. RUKUN MELAKSANAKAN SA’I 8. SUNAT TAWAF QUDUM 7. WAJIB MENJAGA LARANGAN IHRAM 6. SUNAT MEMBACA TALBIAH 5. WAJIB NIAT HAJI Dl MIQAT (TANIM/JA’RANAH) 4. SUNAT SHALAT SUNAT IHRAM 3. WAJIB MEMAKAI PAKAIAN IHRAM 2. SUNAT MANDI SUNAT IHRAM 1. HUKUM KEGIATAN UMRAH NO
  59. 59. HAJI MABRUR <ul><li>HADIST NABI TENTANG BALASAN HAJI MABRUR : </li></ul>TANDA-TANDA HAJI MABRUR DILAKSANAKAN DENGAN IHKLAS, SEMATA-MATA HANYA KARENA ALLOH DAN SESUAI DENGAN TUNTUNAN RASULULLOH SAW 1. PERILAKU DAN AMALIAH SETELAH IBADAH HAJI LEBIH BAIK DARI PADA SEBELUM HAJI 2.
  60. 61. ZIARAH MADINAH <ul><li>KEGIATAN JAMAAH HAJI DI MADINAH : </li></ul>SHALAT ARBA’IN (SHALAT 40 WAKTU) DI MASJID NABAWI 1. ZIARAH DI TEMPAT BERSEJARAH : MAQOM RASULULLOH SAW, BAQI’ (PEMAKAMAN UMUM) MASJID QUBA, MASJID QIBLATTAIN, UHUD DAN HONDAK. 2.
  61. 63. S E L E S A I ….. WASSALAMUALAIKUM WR.WB.

×