Kaukus lingkungan dprd

602 views
501 views

Published on

Published in: Education, Business
0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
602
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
12
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Kaukus lingkungan dprd

  1. 1. Jurnal Bumi Lestari, Vol. 8 No. 2, Agustus 2008. hal. 211-215 KAUKUS LINGKUNGAN DPRD DALAM MEMPERJUANGKAN KEPENTINGAN LINGKUNGAN DAN MENCAPAI AGENDA POLITIK I Wayan Suarna Pusat Penelitian Lingkungan Hidup Universitas Udayana Abstract Efforts made to achieve clean and healty environment should not merely put on theresponsility of executive institutions only, but also all stakeholders who have concerned onenvironment including house of representatives. The Environmental Caucus of the houserepresentative are expected to improve survailance, budgetting, as well as release of pro-environment regulations which are predominantly related to environmental management. Oncarrying out sustainable development, providing main attention on environment on anydecisions and regulations made is a must. Therefore the existence of Environmental Caucusof the house representative is important because the institution can push any parties to makedecission which are pro to the environment on the parliament levels. If we look at thechallenge and chance faced by the Environmental Caucus of the house representative, strongcommitment needed by their members to fight for pro-environment supporters and takeenvironmental problems as priority on their political agenda.Key words: environmental caucus, regulation, environmental management, sustainabledevelopment1. Latar Belakang dunia. Keseriusan tersebut ditunjukkanPengelolaan lingkungan hidup merupakan dalam berbagai pertemuan internasionalurusan wajib daerah sesuai dengan amanat seperti Konferensi PBB di Rio de JaneiroUndang-undang No. 32 Tahun 2004 bahwa pembangunan lingkungan hidup,tentang Otonomi Daerah. Melalui pembangunan ekonomi, dan social-budayakebijakan tersebut pemerintah berharap merupakan dasar-dasar pembangunanpengelolaan lngkungan dapat dilaksanakan berkelanjutan. KTT Johannesburgdengan baik. Pemanfaatan sumberdaya (Anonymous, 2002), menegaskan kembalidapat dilakukan sesuai dengan potensi dan bahwa semua pihak harus menghargai,daya dukung daerah serta perlindungan menghormati, dan melaksanakan visidan konservasi sumberdaya dapat pembangunan berkelanjutan tersebut.dilaksanakan lebih efektif dalam upaya Pengelolaan lingkungan hidup dimewujudkan pembangunan berkelanjutan. Indonesia juga belum menunjukkan hasilKebijakan tersebut di atas juga yang menggembirakan. Penurunanmemberikan implikasi bahwa segenap kualitas lingkungan hidup terus terjadistakeholder dengan kelembagaannya yang dalam berbagai komponen lingkungan.ada di daerah harus ditingkatkan Meningkatnya tekanan karena aktivitaspartisipasinya dalam pengelolaan antropogenik terhadap lingkunganlingkungan hidup menimbulkan dampak yang semakin besarSejalan dengan amanat Undang-undang terhadap perubahan dan tatanan iklimNo. 32 Tahun 2004 maka daerah diberikan global. Perubahan iklim global yangkewenangan sendiri untuk mengelola diinisiasi oleh akumulasi gas rumah kacasumberdaya alam dan lingkungannya. akhirnya memberikan dampak besarTetapi disisi lain tampak bahwa terhadap budidaya pertanian, ketahananpermasalahan dan kerusakan lingkungan pangan, dan munculnya bencanaterjadi semakin luas dan kompleks, lingkungan di berbagai wilayah. Indonesiawalaupun sejak lebih dari tiga dasa warsa sebagai negara agraris dengan kekayaanyang lalu permasalahan dan kerusakan sumberdaya alam tidak luput darilingkungan tersebut telah mendapat permasalahan lingkungan. Di lain pihak,perhatian serius dari berbagai belahan lingkungan yang baik dan sehat adalah hak 211
  2. 2. Jurnal Bumi Lestari, Vol. 8 No. 2, Agustus 2008. hal. 211-215seluruh masyarakat, karenanya upaya komitmen anggota DPRD pedulipengelolaan lingkungan hidup untuk lingkungan untuk menghasilkan regulasimendapatkan lingkungan yang baik dan dan berbagai kebijakan yang pro-sehat hendaknya menjadi komitmen lingkungan. Akan lebih baik lagi apabilapemerintah, para pemangku kepentingan, keanggotaan kaukus terdiri atas berbagaidan masyarakat itu sendiri. Komitmen komisi dan fraksi yang ada di parlemen; 2)tersebut hendaknya terimplementasi membangun jaringan informasi dankedalam berbagai aktivitas dan tindakan komunikasi antar kaukus lingkungannyata sesuai dengan fungsi dan DPRD dan 3) semakin banyak anggotakewenangan kelembagaan yang ada. DPRD yang semakin peduli terhadapKaukus Lingkungan Hidup DPRD adalah lingkungan diharapkan pengarusutamaansebuah asosiasi yang terdiri atas anggota lingkungan dalam berbagai kebijakan atauDPRD lintas fraksi dan lintas komisi yang regulasi semakin cepat dapat diwujudkan.memiliki kepedulian terhadappermasalahan dan keberlanjutan fungsi Dalam upaya meningkatkan akselerasilingkungan hidup. DPRD memiliki kepentingan lingkungan ke dalam fungsipeluang dan tantangan yang sangat parlemen maka beberapa hal yangstrategis dan politis dalam upaya mungkin dapat dilakukan adalah:memperjuangkan kepentingan lingkunganuntuk mencapai agenda politik. Seminar 1. Mendorong dan meningkatkandan kelompok diskusi terfokus telah kepedulian anggota DPRD terhadapdilaksanakan dalam pertemuan Kaukus pelestarian lingkungan hidupLingkungan DPRD di Hotel Harris Kuta 2. Mendorong fungsi kontrol, legislasipada tanggal 27 Agustus 2008. dan budgeting yang pro lingkungan dalam kerangka terwujudnya good environmental governance (GEG)2. Kaukus Lingkungan DPRD 3. Meningkatkan penguatanKaukus Lingkungan DPRD dapat kelembagaan kaukus DPRD pedulididefinisikan sebagai wadah partisipasi lingkungananggota DPRD dalam upaya mewujudkan 4. Mendorong kebijakan pembangunanmasyarakat yang adil, sejahtera, yang berwawasan lingkungandemokratis dan egaliter berbasis 5. Memperkuat internalisasi ecologypembangunan berwawasan lingkungan. dalam diri para politisi (greenDewasa ini hampir setiap provinsi politician)memiliki lembaga kaukus lingkungan. Pengembangan kelembagaan kaukusPembentukan kaukus lingkungan lingkungan DPRD hendaknya didasarkandiharapkan dapat mempercepat proses atas prinsip-prinsip seperti; demokratis,pengarusutamaan lingkungan dalam partisipatif, menghargai lingkungan, salingberbagai regulasi, rencana, kebijakan, serta menghormati, bhineka tunggal ika,program, sehingga pelaksanaan solidaritas, non kekerasan, mandiri, danpembangunan yang berwawasan profesinalisme. Berdasarkan atas prinsip-lingkungan segera dapat diwujudkan. prinsip tersebut diharapkan anggota DPRDPemahaman prinsip-prinsip dasar tidak saja akan memiliki kemampuanpengelolaan lingkungan hidup sangat mengarusutamakan lingkungan dalampenting dimiliki oleh anggota parlemen, setiap menjalankan fungsikarena berdasarkan atas pemahaman keparlemenannya tetapi integritas dantersebut diharapkan kepentingan kenerja personal anggota DPRD akanlingkungan dapat diintegrasikan kedalam semakin terlihat terlebih lagi bila dikaitkanproduk dan kebijakan yang dihasilkan oleh dengan masa-masa dilaksanakannyaanggota parlemen. Melalui kehadiran suksesi di tingkat kabupaten/kota dan ataukaukus lingkungan DPRD kabupaten atau provinsi.provinsi diharapkan dapat menjadikan Fungsi dan Peran Kaukus Lingkungansalah satu alternatif penguatan parlemen DPRD bila kita cermati adalah: fungsidalam upaya pengarusutamaan lingkungan koordinasi, fasilitasi anggota kaukus, danseperti misalnya; 1) membangun penyusunan perda lingkungan. 212
  3. 3. Jurnal Bumi Lestari, Vol. 8 No. 2, Agustus 2008. hal. 211-215Internalisasi kepentingan lingkungan ke kultural dan spiritual, dikalahkandalam perda adalah hal yang sangat orientasi pasar, ekonomi dan politik.mendasar dan juga sebagai suatu indicatorakan keterlibatan anggota DPRD yang pro Berkaitan dengan adanya tekananlingkungan dalam proses dihasilkannya terhadap kelembagaan masyarakat,peraturan daerah tersebut. Kemanfaatan nampaknya terdapat beberapa isu utamaperda tersebut menjadi sangat strategis akibat tekanan kelembagaan yakni:karena: sebagai landasan dasar hokum, konflik paradigma, pengabaian kearifansebagai arah menuju pembangunan tradisional, dominasi ekonomi danberwawasan lingkungan, dan sebagai orientasi pasar, serta penggusuran sistemjaminan mencapai pembangunan yang lembaga dan hukum masyarakat. Isu-isuberkelanjutan di atas saling terkait sehingga sangat memerlukan pendekatan holistik untuk3. Permasalahan Kelembagaan mengatasi isu tersebut (Suarna, 2007).Pengelolaan lingkungan hidup akan dapatdilakukan dengan baik apabila Terkait dengan permasalahankelembagaan lingkungan yang ada dapat kelembagaan yang ada saat ini, makaberperan maksimal dalam kehadiran lembaga Kaukus Lingkunganmemperjuangkan hak-hak lingkungan DPRD di kabupaten/kota dan provinsihidup. Secara formal saat ini diharapkan dapat mempercepat proseskelembagaan lingkungan dalam tataran internalisasi kepentingan lingkunganbirokrasi untuk di daerah diatur melalui dalam proses pengambilan keputusan.Surat Keputusan Bersama Menteri Dalam Dengan demikian secara perlahan-lahanNegeri dengan Menteri Lingkungan akan dapat meminimalisir permasalahanHidup. Surat Keputusan Bersama tersebut dan degradasi lingkungan yang telahmemberikan peluang yang sangat besar melanda berbagai kawasan dan dibagi daerah untuk melakukan pengelolaan berbagai komponen lingkungan danlingkungan dengan baik. Bentuk bahkan mengarah kepada bencanakelembagaan yang disediakan adalah lingkungan (Clapham, 1973). KehadiranBadan Lingkungan Hidup atau Kantor kaukus DPRD sebagai salah satu institusiLingkungan Hidup. Kelembagaan lingkungan yang memiliki nlai politis danlingkungan hidup lainnya di daerah ada strategis diharapkan menjadi salah satudalam bentuk LSM, Kelompok solusi didalam mengatasi permasalahanMasyarakat Peduli Lingkungan, dan kelembagaan lingkungan saat ini.Lembaga-lembaga tradisional. Peran,tanggung jawab dan kinerja kelembagaan 4. Tantangan dan Peluang Kaukusyang ada tentunya sangat terkait dengan Lingkungan DPRDtingkat kewenangan yang dimilikilembaga tersebut. Sebagai anggota kaukus lingkungan memiliki kewajiban untuk menjadikanBila dicermati, keberadaan kelembagaan permasalahan lingkungan sebagai isumasyarakat adat dan lokal mengalami strategis dalam konstelasi optimalisasidegradasi akibat tekanan dari peran dan fungsi parlemen. Untuk dapatkelembagaan negara. Pasar mengangkat isu lingkungan menjadi isumemperkenalkan dominasi ekonomi di strategis sangat diperlukan pengetahuanatas segala nilai lain. Sementara negara dan pemahaman yang baik tentangmemaksakan sistem monokultur atau prinsip-prinsip dasar pengelolaanpenyeragaman pada kelembagaan lingkungan hidup bagi anggota kaukus.masyarakat yang bersifat pluralistik Anggota kaukus baik secara perseorangan(Kartodiharjo dan Jhamtani. 2006). atau kelompok perlu melakukanAkibatnya terjadi pergeseran nilai dan komunikasi dan mendapatkan informasinorma dalam kehidupan sehari-hari sebanyak-banyaknya dari pakartermasuk dalam pengelolaan sumberdaya lingkungan serta menjalin komunikasialam. Mekanisme pengelolaan yang harmonis dengan berbagaisumberdaya alam yang berbasis sosial, 213
  4. 4. Jurnal Bumi Lestari, Vol. 8 No. 2, Agustus 2008. hal. 211-215stakeholder. Dengan demikian kaukus kesejahteraan rakyat lebih diutamakantidak saja mampu mengangkat isu daripada kepentingan lingkungan danlingkungan menjadi isu strategis tetapi social budaya. Dalam hal ini tampakjuga dapat memberikan solusi untuk bahwa para pengambil keputusan masihmengatasi permasalahan lingkungan yang banyak yang belum berminat secaradihadapi. sungguh-sungguh dan cinta terhadap lingkungan. Pemahaman terhadapKemampuan anggota kaukus untuk konsep-konsep pembangunanmengkritisi permasalahan lingkungan berkelanjutan perlu ditingkatkan kepadaserta mencarikan solusi pemecahan semua stakeholder sehingga keputusanmasalah akan memberikan informasi baru yang diambil memiliki keberpihakanakan adanya perubahan paradigma terhadap lingkungan.berprilaku dari yang awalnya diangapcuek dan arogan terhadap permasalahan Pengembangan Kaukus Lingkungan dilingkungan menjadi kaukus atau anggota Indonesia saat ini memiliki berbagaiparlemen yang peduli lingkungan. tantangan seperti antara lain: 1)Apabila anggota kaukus dapat meningkatnya degradasi lingkungan, 2)membangun “life style” ketokohan peduli komitmen melangkah bersama untuklingkungan maka pencitraan masyarakat menyelamatkan lingkungan perlu dijagaakan keberadaan anggota kaukus yang terus, 3) selain komitmen bersamajuga anggota parlemen akan berubah program pengelolaan lingkungan secaradan keberadaan kelembagaan kaukus bersama-sama harus dapat dilaksanakan,menjadi tumpuan dan harapan masyarakat 4) sesuai dengan keberadaan keanggotaandalam upaya pengarusutamaan kaukus lingkungan maka sikap salinglingkungan dalam setiap pengambilan menghormati dan saling menghargaikeputusan. sesama anggota kaukus diupayakan atas dasar memelihara interdependensi di atasKebijakan pengorganisasian staft yang keberagaman, dan 5) sebagaidiambil oleh pimpinan daerah disatu sisi implementasi program utama kaukusdapat meningkatkan kinerja institusi lingkungan adalah pengarusutamaankarena dihadapkan dengan permasalahan lingkungan dalam setiap pengambilanbaru sehingga memunculkan kreativitas keputusan dan dalam berbagaidan pembelajaran yang baik terhadap kesempatan.tugas baru. Tetapi di lain pihak staft yangtelah mendapatkan pelatihan serta Berbagai peluang yang ada dalammemiliki cukup pengalaman untuk pengembangan kaukus lingkungan DPRDmengatasi permasalahan lingkungan antar lain adalah 1) adanya berbagaidipindahkan ke institusi lainnya sehingga konferensi internasional terkait lingkunganterkesan banyak personalia eksekutif yang dilaksanakan di Indonesia seperti:(dinas-dinas) belum paham terhadap UNFCCC atau COP-13, B3, WORLDpermasalahan dan pentingnya lingkungan OCEAN CONF (2009 di Menado) danhidup. Kondisi tersebut perlu dicarikan lain sebagainya. Perhelatan internasionalsolusi agar pengelolaan lingkungan hidup tentang lingkungan yang dilaksanakan didapat dilaksanakan secara konsisten dan Indonesia diharapkan mampuberkelanjutan. meningkatkan peran dan kompetensi anggota kaukus lingkungan, 2) berbagaiSikap ambifalen dalam melihat dan stakeholder dan masyarakat saat inimencermati permasalahan lingkungan banyak yang memiliki kepedulianhidup masih tampak kental dengan selalu terhadap lingkungan, karenanya terdapatdikalahkannya kepentingan lingkungan peluang besar untuk melibatkan perandalam setiap pembahasan perkara yang serta masyarakat dalam pemeliharaan danmenyangkut kasus lingkungan hidup. pengelolaan lingkungan seperti ekosistemSering terdengar bahwa kepentingan mangrove, hutan lindung, dan tamanekonomi dengan alasan untuk nasional, 3) Ditetapkan dan diberlakukannya Undang-Undang Baru 214
  5. 5. Jurnal Bumi Lestari, Vol. 8 No. 2, Agustus 2008. hal. 211-215atau regulasi lainnya di tingkat nasional dan pengambilan keputusan di tingkatmemberi peluang bagi kaukus lingkungan parlemen. Mencermati berbaqai tantanganuntuk menginisiasi peraturan-peraturan dan peluang yang dihadapi Kaukusdaerah yang baru dengan memberikan Lingkungan DPRD diperlukan komitmenmuatan keberpihakan terhadap lingkungan anggota kaukus yang kuat untukpada peraturan daerah yang akan dibentuk, memperjuangkan kepentingan lingkungan4) berbagai program dan kegiatan untuk dan mencapai agenda politik.konservasi sumber daya alam, hutan, danbiota laut saat ini sedang mendapat Daftar Pustakaperhatian dunia internasional, keadaan ini Anonymous. 2002. Deklarasitentunya menjadi peluang yang baik bagi Johannesburg Mengenaikaukus untuk berperan dan mengkritisi Pembangunan Berkelanjutan danprogram dan kegiatan yang akan Rencana Pelaksanaan KTTdilaksanakan, Pembangunan Berkelanjutan. Direktorat Jenderal MultilateralSelain tantangan dan berbagai peluang Ekonomi, Keuangan danyang ada di dalam pengelolaan lingkungan Pembangunan, Departemen Luarhidup, Kaukus Lingkungan memiliki peran Negeri. Jakarta.yang besar untuk ikut mengatasipermasalahan lingkungan yang ada di Clapham W.B, Jr. 1973. Naturalberbagai kawasan. Interaksi Kaukus Ecosystems. Macmillan PublishingLingkungan dengan berbagai stakeholder Co, Inc, New York.dan melibatkan fakar lingkungandiharapkan mampu memberikan solusi Kartodiharjo, H. dan H. Jhamtani. 2006.yang tepat di dalam mengatasi Politik Lingkungan dan Kekuasaanpermasalahan lingkungan hidup. di Indonesia. PT Equinok Pub.Permasalahan pengelolaan lingkungan Jakarta.hidup yang ada saat ini terutama untukwilayah regional Bali-NTB-NTT, yaitu : Suarna, I W. 2007. Etika Lingkungan dalam Raka Dalem, A.A.G., I.N.1) Kurangnya bukti dan saksi; Wardi, I W. Suarna, dan I W.S.2) Lemahnya pengawasan; Adnyana (ed) Kearifan Lokal3) Lemahnya penegakkan hukum; dalam Pengelolaan Lingkungan4) Belum adanya persamaan persepsi Hidup. UPT Penerbit Universitas dan pola kemitraan antara Udayana. Denpasar. stakeholder;5) Rendahnya kapasitas dan partisipasi masyarakat dalam mengkritisi permasalahan lingkungan;6) Masih adanya kendala teknis yakni masalah pendanaan lingkungan yang masih kecil5. Simpulan Berdasarkan uraian di atas dapatdisimpulkan bahwa di dalammelaksanakan pembangunan berkelanjutanpengarusutamaan lingkungan dalamberbagai kebijakan dan regulasimerupakan keharusan, untuk itukeberadaan Kaukus LIngkungan DPRDmenjadi sangat strategis karena kebijakanpro lingkungan dapat diperjuangkanlangsung di dalam mekanisme persidangan 215

×