• Share
  • Email
  • Embed
  • Like
  • Save
  • Private Content
Strategi pembelajaran  bahasa indonesia di sekolah dasar dengan media permainan
 

Strategi pembelajaran bahasa indonesia di sekolah dasar dengan media permainan

on

  • 20,926 views

free download. untuk memajukan pendidikan indonesia

free download. untuk memajukan pendidikan indonesia

Statistics

Views

Total Views
20,926
Views on SlideShare
20,913
Embed Views
13

Actions

Likes
3
Downloads
210
Comments
0

3 Embeds 13

http://arifwinahyu.wordpress.com 7
http://benipurnama.blogspot.com 3
http://dotkempong.blogspot.com 3

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft Word

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

    Strategi pembelajaran  bahasa indonesia di sekolah dasar dengan media permainan Strategi pembelajaran bahasa indonesia di sekolah dasar dengan media permainan Document Transcript

    • 1STRATEGI PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SEKOLAH DASAR DENGAN MENGUNAKAN MEDIA PERMAINAN MAKALAH Oleh: WinahyuArifWicaksono K7112269 / 1C PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR KAMPUS VI KEBUMEN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA
    • 2 KATA PENGANTAR Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, atas berkat dan rahmat-Nya yang telah dilimpahkan kepada kita semua. Sehingga saya dapatmenyelesaikan makalah yang berjudul “Strategi Pembelajaran Bahasa IndonesiaDi Sekolah Dasar Dengan Mengunakan Media Permainan”. Dalam menyusun makalah ini saya mendapat dukungan dan bantuan dariberbagai pihak, untuk itu saya ucapkan terima kasih kepada: 1. Tuhan Yang Maha Esa 2. Bapak dan Ibu yang telah member semangat dan mengingatkan saya untuk belajar, 3. Bapak Suhartono,M.Pd selaku Dosen Pembimbing bahasa Indonesia, 4. Pengurus Perpustakaan PGSD Kebumen, 5. Saudara Yoseph yang member pinjaman buku referensi 6. Teman teman semua yang telah member dukungan dalam penyelesaian makalah ini. Saya menyadari bahwa penulisan makalah ini masih jauh dariketidaksempurnaan, untuk itu saya mengharapkan adanya saran yang dapatmembangun dari semua pihak. Semoga makalah ini bermanfaat. Amin. Kebumen, 20 November 2012 Penulis
    • 3 BAB I PENDAHULUANA. Latar belakang Zaman sekarang, pendidikan merupakan batu pijakan untuk mencapai suatu negara dan bangsa yang berkualitas baik itu di lihat dari aspek psikomotorik, afektif serta kognitif yang dimiliki oleh individu dalam suatu kelompok atau masyarakat. Sehingga diperlukan suatu pendidikan yang mengairahkan dan menarik perhatian suatu individu agar dapat mengembangkan ketiga aspek tersebut sehingga tercapainya kualitas yang unggul dari suatu bangsa dan negara. Pengajaran yang konvensional saat ini membuat siswa merasa jenuh akan proses pembelajaran sehingga diperlukan suatu pembelajaran yang menarik perhatian siswa khususnya pada pendidikan Sekolah Dasar, karena siswa pada Sekolah Dasar masih dalam tahap oprasional kongkrit yang membutuhkan media pembelajaran yang kreatif dan sesuai dengan umur siswa.B. Rumusan Masalah 1. Apa yang dimasud media pembelajaran ? 2. Apa manfaat dan fungsi media pembelajaran ? 3. Bagaimana kriteria memilih media yang baik ? 4. Apa saja klasifikasi media menurut para ahli ? 5. Bagaimana strategi pembelajaran bahasa Indonesia di Sekolah Dasar menggunakan permainan sebagai media belajar?C. Tujuan 1. Menjelaskan apa yang dimasud media pembelajaran 2. Menjelaskan fungsi dan kriteria memilih media yang baik 3. Memberi gambaran pada pengajar (guru) strategi pembelajaran di sekolah dasar dengan mengunakan permainan sebagai media belajar.
    • 4 BAB II PEMBAHASANA. Pengertian Media Pembelajaran Kata media berasal dari bahasa latin medius yang berartitengah‟,‟perantara‟atau‟pengantar‟. Sedang menurut Kamus Besar BahasaIndonesia media pembelajaran adalah alat dan bahan yg digunakan dalam prosespengajaran atau pembelajaran. Menurut Gagne (dalam Sadimandkk,1986:6)menyatakan bahwa “media adalah berbagai jenis komponen dalamlingkungan siswa yang dapat merangsangnya untuk belajar.” Jadi dapatdisimpulkan bahwa “media adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untukmenyalurkan pesan dari pengirim ke penerima sehingga dapat merangsangpikiran, perasaan, perhatian dan minat sertaperhatian siswa sedemikian rupasehingga proses belajar terjadi.”(Sadiman dkk,1986:7). Sehingga mediapembelajaran adalah alat penunjang dalam proses belajar mengajar gunamempermudah pengirim pesan (guru) menyampaikan materi kepada penerima(siswa). Menurut definisi di atas media pembelajaran mengandung lima unsurpenting yaitu guru sebagai pengirim pesan, media penyampaian, materi yangdisampaikan, siswa sebagai penerima dan komunikasi. Santyasa(2007:3)menyatakan bahwa “Proses pembelajaran mengandung lima komponen komunikasi,guru (komunikator), bahan pembelajaran, media pembelajaran, siswa (komunikan),dan tujuan pembelajaran.”B. Fungsi dan Manfaat Media Pembelajaran Menurut Santyasa(2007:4)“Dalam proses pembelajaran, media memilikifungsi sebagai pembawa informasi dari sumber (guru) menuju penerima(siswa).Sedangkan metode adalah prosedur untuk membantu siswa dalammenerima dan mengolah informasi guna mencapai tujuan pembelajaran.”
    • 5 Gambar 1 Dalam bagan diatas dapat disimpulkan bahwa pengajar (guru) dalammenyampaikan pesan pada siswa dengan cara mengunakan media tertentumelalui sebuah prosedur tertentu (metode).Pengunaan media pembelajaran dapatmempermudah penyampaian materi sekaligus dapan meningkatkan pemahamansiswa akan materi yang disampaikan terutama untuk siswa kelas bawah sehinggadapat megoptimalkan hasil bejajar siswa. Sudjana dan Rivai (2007:2) menyatakanbahwa : “…Ada beberapa alasan mengapa media pengajaran dapat mempertinggi proses belajar siswa. Alasan pertama berkenaan dengan media pengajaran dalam proses belajar siswa antara lain a. Pengajaran akan lebih menarik perhatian siswa sehingga menumbuhkan motivasi belajar; b.Bahan pengjaran akan lebih jelas maknanya sehingga lebih mudah dipahami oleh para siswa, dan memungkinkan siswa mengusahai tujuan pengajaran lebih baik; c. Metode belajar akan lebih bervariasi sehingga siswa tidak bosan; d.Siswa lebih banyak melakukan kegiatan belajar sebab tidak hanya mendengarkan uraian guru, tetapi juga aktivitas lain seperti mengamati, melakukan, mendemonstrasikan, memerankan, dan lain lain…. …Alasan kedua mengapa penggunaan media pengajaran dapat mempertinggi proses dan hasil belajar adalah berkenaan dengan taraf berpikir siswa. Taraf berpikir manusia mengikuti tahap perkembangan dimulai dari berpikir sederhana menuju ke berpikir kompleks…”Menurut Edgar Dale,dkk (dalam Padmono,2011:12) menyatakan bahwaaa: fungsi dan manfaat media meliputi : a. Memberikan dasar-dasar yang konkrit untuk berpikir (tidak verbalistis) b. Menarik perhatian siswa terhadap pelajaran. c. Meletakan dasar-dasar yang penting untuk perkembangan belajar, sehingga memungkinkan hasil belajar lebih tahan lama.
    • 6 d. Memberi pengalaman-pengalaman nyata pada siswa sehingga usaha belajar sendiri dapat berkembang. e. Mengembangkan keteraturan dalam kontinyunitas berpikir. f. Ikut membantu pertumbuhan pengertian yang berakibat pula pertumbuhan kosa kata. g. Membuat kegiatan belajar menjadi mendalam efisien, dan beraneka ragam. Secara umum media pendidikan menurut Sadiman,dkk (1986:17)mempunyai kegunaan sebagai berikut : 1. Memperjelas penyajian pesan agartidak terlalu verbalitas (dalam bentuk kata-kata tertulis atau lisan belaka). 2. Mengatasi keterbatasan ruang, waktu dan daya indera, seperti misalnya a. Objek yang terlalu besar – untuk mengatasi pengunaan media asli yang terlalu besar dan tidak memungkinkan ditunjukan langsung ketika kegiatan belajar mengajar berlangsung contoh : sapi diganti dengan bonekah sapi atau gambar sapi, pesawat terbang bisa diganti dengan model mainan atau foto pesawat terbang; b. Objek yang kecil – pengunaan media difungsikan untuk menunjukan obyek obyek yang berukuran kecil dan mikroskopis contoh: bakteri dapat digantikan dengan video bakteri, semut dapat diperbesar melalui gambar atau menggunakan alat bantu seperti kaca pembesar untuk dapat melihat secara langsung. ; c. Gerak yang terlalu lamban atau terlalu cepat --, gerakan obyek yang diamati jika terlalu cepat kita dapat memanfaatkan media video untuk merekam dan memperlambatnya atau mengunakan timelapse dan high-speed photography; d. Kejadian atau peristiwa yang terjadi di masa lalu -- bisa untuk penyampaian mengenai peristiwa masa lalu dapat mengunakan film dan gambar sebagai medianya, ; e. Objek yang terlalu kompleks -- untuk model yang terlalu rumit dapat disajikan melalui model gambar, rancangan maupun diagram, dan
    • 7 f. Konsep yang terlalu luas -- jika media yang digunakan terlalu luas dan global maka pengajar dapat mengunakan media study tour maupun dapat juga divisualisasikan melalui gambar dan film. 3. Penggunaan media pendidikan secara tepat dan bervariasi dapat mengatasi sikap pasif anak didik. Dalam hal ini media pendidikan berguna untuk a. Menimbulkan kegairahan belajar; b. Memungkinkan interaksi yang lebih langsung antara anak didik dengan lingkungan dan kenyataan (siswa lebih aktif melaui kontak langsung dengan lingkungan, tidak hanya duduk di kelas); c. Memungkinkan anak didik belajar sendiri-sendiri menurut kemampuan dan minatnya (member kesempatan siswa untuk mengembangkan pendidikannya). 4. Dengan latar belakang siswa dan pengajar yang berbeda maka akan muncul angapan dan persepsi yang berbeda terhadap suatu masalah, padahal kurikulum yang ditentukan sama untuk seluruh siswa maka media berperan untuk: a. Memberikan perangsangan yang sama; b. Mempersamakan pengalaman c. Menimbullkan persepsi yang samaC. Kriteria Memilih Media Ada beberapa jenis media pembelajaran yang dapat digunakan oleh seorangpenjajar untuk menunjang kegiatan belajar mengajar. Namun tidak semua mediadapbat dipergunakan secara efektif dan efisien dalam kegiatan belajar mengajar.Seorang pengajar harus mampu memilih media yang sesuai untuk penyampaianmateri pengajaran supaya peserta didik lebih mudah memahami materi. Tidaksemua materi yang disampaikan perlu mengunakan media sehingga pengajar tidakperlu memaksakan diri untuk mengunakan media dalam setiap penyampaianmateri karena pada hakekatnya media digunakan untuk mempermudah prosesbelajar mengajar.
    • 8 Menurut sudjana dan Rivai (2007:4) dalam memilih media untukkepentingan pengajaran sebaiknya memperhatikan kriteria-kriteria sebagaiberikut: 1. Ketepatan dalam tujuan pengajaran artinya media pengajaran harus sesuai dengan tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan sebelumnya. 2. Dukungan terhadap isi bahan pelajaran artinya media pengajaran yang digunakan harus mendukung materi yang diajarkan. Sehingga media pengajaran dapat memperjelas dan mempermudah penyampaian serta penyerapan materi. 3. Kemudahan memperoleh media artinya media yang digunakan sebaiknya mudah diperoleh, sederhana dan jika memungkinkan dapat dibuat oleh guru. 4. Keterampilan guru dalam mengunakannya. Syarat utama dalam mengunakan media adalah keterampilan guru. Dalam penggunaan media seorang pengajar haruslah mampu menguasai dan mengoprasionalkan media yang digunakan. 5. Tersedia waktu untuk mengunakannya, untuk mengunakan media pengajar haruslah memperhatikan alokasi waktu, apakah media yang digunakan tersebut akan menyita banyak waktu dan menganggu penyampaian materi yang lain atau tidak. 6. Sesuai dengan taraf berpikir siswa, media yang digunakan haruslah sederhana (SD) sehingga siswa mudah memahami maksud dari media tersebut. Pengunaan media pembelajaran oleh guru/ pengajar memang menunjangpembelajaran, namun yang perlu diperhatikan bahwa media pembelajaranmerupakan jembatan menuju tujuan pengajaran bukan tujuan pengajaran sehinggapengajar dituntut untuk memahami karakteristik setiap media yang akandigunakan sehingga lebih efektif, efisien dan tepat sasaran. Sebagai contoh dalammemberi penjelasan mengenai macam-macam bentuk surat, pengajar lebihdianjurkan mengambar di papan tulis disbanding menunjukan macam macam
    • 9surat melalui video yang ditampilkan di kelas. Karena pengunaan papan tulis lebihefisien dan menghemat biaya selain itu siswa dapat melihat secara langsungproses pembuatan surat yang benar.D. Klasifikasi Media Pembelajaran Terdapat bermacam macam jenis media pembelajaran yang dapatdigunakan oleh pengajar dalam menunjang kegiatan belajar mengajar. Klasifikasimedia pembelajaran menurut para ahli (Santyasa,2007,10) adalah sebagai berikut : 1. Menurut Schramm, media digolongkan menjadi a. Media rumit: media yang dalam pembuatan maupun penyajiannya memerlukan keahlian kusus dan memiliki tingkat kesulitan yang cukup tinggi. Contoh: Mikroskop b. Media Mahal; media yang dalam penyediaan maupun pembuatannya membutuhkan biaya yang relatif besar. Contoh: alat peraga, teleskop, teropong. c. Media Sderhana: media yang dalam pembuatan dan penyajiannya relatif mudah dan tidak berbelit belit. Contoh: gambar, film. 2. Menurut Gagne, media diklasifikasi menjadi tujuh kelompok, yaitu a. benda untuk didemonstrasikan media yang berupa semacam benda yang kemudian oleh pengajar atau siswa menerangkan maksud dari benda tersebut. Contoh: bonekah sapi, guru menerangkan bahwa sapi memiliki empaat kaki, berdaun telinga dua dan berekor satu. b. komunikasi lisan merupakan media yang sering digunakan oleh pengajar dalam menyampaikan materi. Pengajar langsung menjelaskan secara lisan materi yang ada. c. media cetak media yang berupa tulisan hasil cetakan. Contoh: buku diktat, Koran, majalah. d. gambar diam, media yang berupa gambar benda (materi) yang ingin disampaikan. Contoh: gambar sapi untuk menjelaskan ciri- ciri Sapi.
    • 10 e. gambar bergerak: gambar yang terdiri dari berbagai rangkaian gambar jika di ganti satu persatu seolah olah gambar tersebut bergerak. Sering digunakan pada taman kanak kanak maupun SD kelas rendah. f. film bersuara contoh: film peristiwa 1998 untuk menjelaskan siswa peristiwa sejarah masa lalu. g. mesin belajar. Berupa serangkaian alat peraga proses belajar mengajar. Contoh: mesin belajar aliran listrik. 3. Menurut Allen, terdapat sembilan kelompok media, yaitu: visual diam, film, televisi, obyek tiga dimensi, rekaman, pelajaran terprogram, demonstrasi, buku tekscetak, dan sajian lisan…. 4. Menurut Gerlach dan Ely, media dikelompokkan berdasarkan ciri-ciri fisiknya atas delapan kelompok, yaitu benda sebenarnya (benda kongkrit), presentasi verbal (penyampaian materi dengan media lisan atau ceramah), presentasi grafis (melalui penjelasan dengan bantuan grafik maupun diagram),gambar diam (mengunakan gambar), gambar bergerak (mengunakan rangkaian gambar sehingga jika digerakan dengan cepat seolah olah bergerak, rekaman suara, pengajaran terprogram, dan simulasi (melalui praktik langsung). 5. Menurut Ibrahim, media dikelompokkan berdasarkan ukuran serta kompleks tidaknya alat dan perlengkapannya atas lima kelompok, yaitu media tanpa proyeksi dua dimensi; media tanpa proyeksi tiga dimensi; media audio; media proyeksi; televisi, video, komputer.E. Strategi Pembelajaran Bahasa Indonesia di Sekolah Dasar MenggunakanMedia Permainan Bermain bagi seorang anak adalah sesuatu yang sanggat penting. Sepertihalnya orang dewasa bagi seorang anak bermain adalah suatu pekerjaan. Bermainadalah kebutuhan wajib bagi anak untuk mengembangkan diri dalam prosespendewasaan. Namun dalam kenyataannya banyak siswa yang kehilangan waktubermainnya dikarenakan setiap pagi mereka harus bersekolah, duduk diamberjam-jam mendengarkan penjelasan dari pengajar yang terkadang terasa
    • 11membosankan. Sesampainya dirumah kebanyakan orang tua memerintahkanputranya untuk tidur siang dengan alasan kesehatan, di sore hari siswa disibukandengan kegiatan belajar seperti Les, kursus, maupun mengaji di masjid. Di malamhari mereka harus mengerjakan pekerjaan rumah yang diberikan oleh gurumereka. Sehingga siswa kita (SD) banyak kehilangan waktu bermain mereka. Takjarang dikarenakan hal tersebut anak menjadi stress dan centderung bertindakagresif. Padahal menurut Hetheriongton dan Parke (dalam Djuanda,2006:86)menyatakan bahwa “bermain bagi anak berfungsi untuk mempermudahperkembangan kognitif anak. Dengan bermain akan memungkinkan anak menelitilingkungannya dan mempelajari segala sesuatu , serta memecahkan masalah yangdihadapinya.” Sehingga menurut peryataan tersebut dapat disimpulkan bahwabermain memiliki fungsi yang penting dalam pendewasaan anak.Seorang pendidikdapat memanfatkan media permainan sebagai media pembelajaran yang efektif. Sugianto (dalam Djuanda, 2006:87) mengemukakan “Froebel seorang pendidik dari jerman, ia percaya salah satu alat terbaik untuk mendidik anak- anak ialah melalui permainan. Menurut pendapatnya, anak-anak lebih siapdan berpotensi untuk brmain daripada cara lain. Sedang Lhon Locke meyakini bermain dapat membantu usaha mencapai tujuan pendidikan, Rousseau dan Emile menekankan pentingnya bermain yang dapat bermanfaat dalam perkembangan anak” Dengan demikian pengunaan media permainan dapat menambah waktubermain siswa dan meningkatkan kreatifitas dan minat siswa terhadap materi yangdisampaikan. Selain sebagai penyampaian materi, seorang pendidik mampumamanfaatkan permainan untuk mengkondusifkan suasana belajar, hal inidikategorikan sebagai permainan murni. Dalam permainan murni berfungsi untukmencairkan suasana yang tegang, mengembalikan konsentrasi siswa melalui teka-teki maupun permainan lain.Dalam kegiatan bermain maupun permainan seorangsiswa secara tidak sadar telah melakukan kegiatan berbahasa yang diwujudkanmelalui percakapan, argumen-argumen, perdebatan, penjelasan bahkan tidakjarang menemukan kosakata baru yang belum mereka pahami. Melalui bermainsiswa secara tidak sadar mengunakan bahasa secara nyata dankontekstual.Bagaimana intonasi ketika sedang menerangkan, bertanya, maupun
    • 12marah. Dengan dasar tersebutlah seorang pengajar dapat mengembangkanpermainan sebagai media belajar bahasa Indonesia di Sekolah Dasar.Permainan Bahasa Pada hakekatnya permainan bahasa adalah suatu aktifitas yang bertujuanmemperoleh keterampilan berbahasa dengan cara yang menyenangkan. Jadi dalampermainan bahasa tujuan utamanya adalah keterampilan berbahasa (fungsipendidikan) yang diajarkan melalui cara yang menyenangkan (fungsi bermain).Dalam pengunaan permainan sebagai media belajar haruslah mengandung unsuryang melatih keterampilan berbahasa dan menyenangkan, apabila kedua unsurtersebut tidak terpenui maka tidak dapat dikatakan sebagai permainan bahasa.adabeberapa factor yang menentukan keberhasilan permainan bahasa menurutsoeparno (dalam Djuanda,2006:95)menyatakan bahwa “….(1)faktor situasi dankondisi, (2) faktor peraturan permainan, (3) faktor pemain dan (4) faktorpemimpin permainan.” Dalam permainan bahasa sebenarnya dapat dilakukan saat situasi apa saja.Akan tetepi untuk mengefektifkan penyampaian materi maka seorang pengajarperlu mengamati situasi dan kondisi baik lingkungan kelas maupun situasi siswa.Karena tidak semua materi dapat disampaikan secara efektif mengunakan mediapermainan dan seorang pendidik harus mempertimbangkan apakah suara gaduhyang ditimbulkan dari aktifitas siswa akan mengangu kelas lain atau tidak. Factorperaturan permainan berfungsi sebagai pengendali jalannya permainan, sehinggaperaturan perlu dibentuk dan dipahami oleh semua siswa agar permainan berjalansesuai yang diinginkan. Dalam permainan agar tercipta permainan yang adil harusmemperhatikan factor pemain, apabila dalam permainan dituntut untuk membagisiswa dalam sejumlah kelompok, seorang pengajar harus mampu membagikelompok siswa secara adil dan memiliki tingkat kekuatan maupun kecerdasanyang merata. Yang paling penting adalah pengajar sebagai pemimpin jalannyapermainan harus mampu mengarahkan dan mengkondisikan permainan agar tidak
    • 13berjalan di luar kontrol maupun tujuan awal permainan, selain itu di akhirpermainan seorang pemimpin permainan harus mampu memberi kesimpulan danmakna dari permainan yang dilaksanakan tersebut. Dalam pelaksanaannyapermainan bahasa memiliki beberapa kelebihan maupun kekurangannya. MenurutSoeparno (dalam Djuanda,2006:95) kelebihan maupun kelemahan permainanbahasa sebagai berikut: “Kelebihan permainan bahasa ialah : (a) permainan bahasa sebagai metode pembelajaran dapat meningkatkan keaktifan siswa dalam proses belajar mengajar, (b) aktivitas yang dilakukan siswa bukan saja fisik tetapi juga mental, (c) dapat membangkitkan motivasi siswa dalam belajar, (d) dapat memupuk rasa solidaritas dan kerjasama, (e) dengan permaian materi lebih menegesankan sehingga sukar dilupakan. kekurangan permainan bahasa ialah: (a) bila jumlah siswa SD terlalu banyak akan sulit utnuk melibatkan seluruh siswa dalam permainan, (b) tidak semua materi dapat dilaksanakan melalui permainan, (c) permainan panyak mengandung unsur spekulasi sehingga sulit dijadikan ukuran yang terpercaya.”Contoh Permainan Bahasa Untuk MediaPembelajaran Bangsa Indonesia diSD Dalam pengunaan permainan sebagai media pembelajaran bahasaIndonesia seorang pengajar dituntut memiliki ketrampilan dan kreatifitas gunamengembangkan media tersebut. Ada beberapa macam permainan yang dapatdigunakan dalam pembelajaran bahasa Indonesia.(Djuanda,2006:96) menyatakancontoh permainan bahasa di antaranya sebagai berikut : 1. Bisik berantai. Permainan ini dilakukan dengan cara setiap siswa harus membisikan kata (untuk kelas rendah) atau kalimat atau cerita(untuk kelas tinggi) kepada pemain berikutnya pemain terakhir harus mengatakan isi kata atau kalimat atau cerita yang disampaikan. Permainan ini dapat dilombakan dengan cara berkelompok. Permainan ini melatih keterampilan menyimak/ mendengarkan. 2. Kim Lihat (lihat katakana).seorang siswa angota kelompok harus melihat satu benda yang ada di dalam kotak. Setelah dilihat jelas, siswa tersebut harus menjelaskan sejelas jelasnya kepada kelompoknya baik ciri rasa warna atau apapun yang dilihatnya. Angota lain harus mengambil benda sesuai ciri-ciri yang disebutkan.permainan ini untuk melatih keterampilan berbicara dan menyimak. 3. Aku seorang detektif. Permainan ini dilakukan berpasangan. Seorang siswa berperan sebagai detektif, seorang lagi sebagai penjahat, kemudian yang lain
    • 14sebagai informan. Informan bertugas memberi ciri-ciri penjahat kepada detektifsecara tertulis, kemudian detektif akan mencari penjahat diantara informanyang ada. Permainan ini untuk melatih kemampuan membaca danmenulis.4. Bertanya dan menerka. Para siswa dibagi dua kelompok. Kelompok satusebagai penjawab dan kelompok satunya sebagai penanya. Kelompokpenjawab menyembunyikan satu benda yang akan diterka kelompokpenanya.setiap kelompok penjawab hanya boleh menjaab “ya” dan “tidak” dansetiap kelompok penanya diberi kesempatan bertanya. Setelah semua bertanyamaka kelompok harus berunding dari hasil jawaban kelompok penjawab bendaapa yang disembunyikan.permainan ini untuk melatih berbicara danberpikir analitis5. Baca lakukan. Permainan ini untuk siswa yang dapat membaca. Dilakukanberpasangan. Seorang siswa harus membaca tulisan yang ditulis oleh guru danpasangannya harus melakukan apa yang dibaca siswa tersebut. Permainandilakukan secara bergantian. Permainan ini untuk melatih membaca danmenyimak.6. Bermain telepon. Siswa secara berpasangan mempersiapkan alat untukmenelpon. Siswa diminta menelpon temannya menanyakan pekerjaan rumahatau buku pelajaran yang harus dibawa besuk. Biarkan siswa mengembangkanpercakapannya sendiri. Bila terhenti guru bisa membantu dengan memberipancingan pada siswa. Guru memperhatikan cara siswa mengungkapkangagasan dankalau perlu cara pelafalan yang benar. Permainan ini untukmelatih berbicara.7. Meloncat bulatan kata. Pengajar membuat bulatan dari ketas karton. Tulisnama susunan keluarga. Lalu dipasang di lantai lalu membentuk siswa menjadibeberapa kelompok. Selanjutnya siswa diminta meloncat ke bulatan kata yangsesuai dengan yang diucapkan guru. Missal loncat ke paman maka siswa harusmeloncat pada bulatan yang bertuliskan paman. Permainan ini untukmembaca permulaan.8. Perjalan dengan denah. Mengamati denah kota atau daerah tempattinggal.siswa menyalin dan mbegambar denah bagian tertentu dari kota padakertas manila. Lalu menuliskan nama tempat jalan serta arah lalulintas dalamdenah pada potongan kertas manila. Tempelkan denah pada papan tulis.Tentukan tempat tertentu sebagai awal berangkat serta tempattujuan(dirahasiakan). Ceritakan arus perjalanan di jalan tertentu yang telah dituliskan. Kemudian satu anak bertindak sebagai pemain kunci dan kelompoklain sebagai penanya. Missal apakah kamu akan melewati jalan Sudirman?Apakah belok kekiri ke jalan Abdurahman? Dan seterusnya. Pemain kuncihanya boleh menjawab ya atau tidak atau bisa kemdian kelompok penanya tadi
    • 15harus menebak tujuan pemain kunci. Permainan ini untuk melatih menulis,membaca denah, dan menyimak. Cocok untuk kelas tinggi ( VI,V,VI)9. Mengarang gotongroyong. Tempatkan beberapa benda ke dalam tas ataukotak. Buatlah kelompok. Mintalah salah satu perwakilan sari kelompokmengambil satu benda, dan dia harus membuat kalimat berkaitan dengan bendatersebut. Misalnya benda itu bola, anjurkan dia mengantakan „ pada suatu harisaya menemukan bola‟ lalu guru bertanya pada kelompoknya “ dimana bola ituditemukan ?”dan seterusnya. Kelompok yang dapat menyusun karangan runtutdan gagasannya sesuai dengan yang pertama itulah yang menang. Permainanini melatih keterampilan menulis (menyusun gagasan) dan membuatkalimat.10. Stabile kalimat. Siswa dibagi menjadi beberapa kelopok. Tujuannya agarsiswa dapat menentukan kalimat yang salah dan yang benar dalam suatu waanayang dibacanya. Wacana yang harus disediakan berupa kliping wacana yangkalimat-kalimatnya ada yang benar dan yang salah. Caranya guru menjelaskanbahwa setiap kelompok harus mencari kalimat yang salah dan yang benar dariwacana yang dibacanya dengan cra memberi tanda dengan stabilo bedasarkanwaktu yang telah ditentukan. Permainan ini melatih membaca cepat dancermat serta memahami kalimat. Untuk kelas tinggi kelas tinggi V dan VI.11. Kata dari wacana. Permainan ini dimainkan secara berkelompok. Setiapkelompok mendapat fotokopi wacana yang harus dibaca. Setiap kelompokharus mengajukan satu kata(hasil diskusi) yang hrus dikatakan kepadakelompok lain. Maka kelompok lain harus mencri kata yang berkaitan. Missalmusim hujan => dingin => basah. Permainan ini melatih keterampilanmembaca dan kosa kata.12. Cerita berantai. Setiap kelompok (satu kelompok dua orang) harusmelanjutkan cerita yang diucpkan kelompok lain. Dimulai dari guru. Kemudiancerita dilanjutkan oleh kelompok siswa secara bergantian. Permainan iniuntuk melatih menyimak dan menyusun cerita yang runtut. Cocok untukkelas IV, V dan VI.13. Siap laksanakan perintah. Permainan ini dilakukan dengan memanfaatkanlagu. Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok. Setiap kelompok harusmenganti lirik lagu “suka hati”.dengan perintah yang harus dilakukan olehkelompok lain. Permainan ini melatih kemampuan menyimak. Contoh permainan di atas merupakan sebagian kecil dari penerapanpermainan sebagai media belajr bahasa Indonesia di Sekolah Dasar. Pengajardapat mengembangkan contoh contoh diatas agar lebih inovatif danmenyenangkan. Hal yang terpenting dalam permainan tersebut bukan menangatau kalah, akan tetapi untuk menciptakan situasi belajar yang menyenangkanbagi siswa dan mempermudah penyampaian materi pelajaran.
    • 16Contoh kerangka pembelajaran bahasa Indonesia mengunakan metodepermainanTema : MembacaAlokasi Waktu : 2x60 menit (2 jam)Kelas : I semester IIJenis Permainan : Bulatan KataStandar Kopetensi Siswa mampu membaca dan memahami kata dan teks pendek dengan lancerKopetensi Dasar Membaca PermulaanIndikator Mengenal huruf dan membaca kata dan teks pendek secara lancer.Kegiatan Pembelajaran Guru membuat bulatan kertas yang berisi kata-kata atau kalimat pendek Membagi siswa menjadi beberapa kelompok Guru menjelaskan aturan permainan Guru meletakan bulatan kata tersebut di lantai secara tersebar Perwakilan setiap kelompok harus mencari kata atau kalimat pendek yangtersebar di lantai sesuai dengan apa yang di ucapkan oleh guru Perwakilan kelompok dilakukan secara bergantian oleh masing-masingangota kelompok sampai semua mendapat giliran Guru menghitung jumlah kata atau kalimat pendek yang dikumpulkan olehsetiap kelompok Kelompok yang mendapat jumlah kata terbanyak ialah kelompok pemenangEvaluasi Posttest
    • 17 BAB III PENUTUPA. Simpulan Jadi kesimpulannya adalah dalam penyampaian materi pembeljaran kususnyabahasa Indonesia di sekolah dasar seorang pengajar dapat mengunakan mediapembelajaran yang bertujuan untuk mempermudah penyampaian materi belajar.Salah satu media belajar yang dapat digunakan ialah melalui permainan. Melaluipermainan dapat menciptakan situasi belajar yang menyenangkan karena siswakita ( SD) masih pada masa gemar bermain. Pengunaan media belajar tersebutharus diimbangi dengan kemampuan, ketrampilan serta kreatifitas guru sebagaipengajar.B. Saran Sebaiknya dalam pengunaan permainan sebagai media pembelajaran bahasaIndonesia di Sekolah Dasar seorang pengajar harus memperhatikan tujuan, alokasiwaktu, keefektifan media dan lain sebagainya sehingga tidak mengangukurikulum yang telah di tetapkan sebelumnya.
    • 18 DAFTAR PUSTAKADjuanda, Dadan. 2006. Pembelajaran Bahasa Indonesia yang Komunikatif dan Menyenangkan. Jakarta: DepdiknasPadmono, H.Y. 2011. Media Pembelajaran. Surakarta: FKIP UNSSadiman,Arief S dkk. Media Pendidikan. Jakarta: Pustekkom dikbud dan PT RajaGrafindo PersadaSantyasa, I Wayan. 2007. Makala hlandasan konseptua lmedia pembelajaran: Universitas Pendidikan Ganesha.Sudjana,Nana dan Ahmad Rivai. Media Pengajaran. Cetakan ke delapan 2009. Bandung: Sinar Baru Algensindo