Bahasa melayu Riau

3,357 views
2,862 views

Published on

Memahami dan mempraktekkan bahasa melayu Riau.
Muatan Lokal Budaya Melayu Riau.
Kelas 10 SMAN12 PEKANBARU.
(2011-2012

Published in: Education
1 Comment
3 Likes
Statistics
Notes
No Downloads
Views
Total views
3,357
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
120
Actions
Shares
0
Downloads
0
Comments
1
Likes
3
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Bahasa melayu Riau

  1. 1. Berdasarkan Teori sarjana Eropah seperti Hendrik Kern (Belanda) dan Robert von Heine Geldern (Austria),  bangsa Melayu berasal daripada kelompok Austronesia, iaitu kelompok manusia yang berasal dari daerah Yunan diChina yang kemudiannya berhijrahdalam bentuk beberapa gelombang pergerakan manusia dan akhirnya menduduki wilayah Asia Tenggara.
  2. 2. Gelombang pertama  Melayu-Proto 2500 SM Gelombang kedua  Melayu-Deutro 1500 SM. Mereka mendiami daerah-daerah yang subur di pinggir pantai dantanah lembah Asia Tenggara. Kehadiran mereka ini menyebabkan orangorang Melayu-Proto seperti orang-orang Jakun, Mahmeri, Jahut, Temuan, Biduanda dan beberapa kelompok kecil yang lain berpindah ke kawasanpedalaman. Justeru itu, Melayu-Deutroini merupakan masyarakat Melayu yang ada pada masa kini.
  3. 3. Bahasa Melayu berasal daripada rumpun bahasaAustronesia bahasa Austris. Rumpun bahasa Austronesiaini pula terbahagi kepada empat kelompok yang lebih kecil: 1. Bahasa-bahasa Kepulauan Melayu atau Bahasa Nusantara. Contoh : bahasa Melayu, Aceh, Jawa, Sunda, Dayak, Tagalog, Solo, Roto, Sika dan lain-lain. 2. Bahasa-bahasa Polinesia Contoh : bahasa Hawaii, Tonga, Maori, Haiti 3. Bahasa-bahasa Melanesia Contoh : bahasa-bahasa di Kepulauan Fiji, Irian and Kepulaun Caledonia 4. Bahasa-bahasa Mikronesia Contoh : bahasa-bahasa di Kepulauan Marianna, Marshall, Carolina dan Gilbert.
  4. 4.  Bersifat sederhana dan mudah terpengaruh oleh luar (Bahasa Sanksekerta) Tidak terikat perbedaan susun lapis masyarakat Mempunyai sistem yang lebih mudah dibanding bahasa Jawa
  5. 5.  Bunyi b ialah w dalam Melayu Kuno (Contoh: bulan-wulan) Awalan ber-ialah mar- dalam Melayu Kuno (Contoh: berlapas- marlapas)
  6. 6. Kegemilangannya boleh dibahagikan kepada tiga zaman penting:
  7. 7. Kalangan peneliti sejarah bahasa Indonesia masa kinimenjulukinya "bahasa Melayu Balai Pustaka"atau "bahasaMelayu van Ophuijsen". Van Ophuijsen adalah orang yangpada tahun 1901 menyusun ejaan bahasa Melayu denganhuruf Latin untuk penggunaan di Hindia-Belanda. Ia juga menjadi penyunting berbagai buku sastra terbitan Balai Pustaka.Dalam masa 20 tahun berikutnya, "bahasa Melayu vanOphuijsen" ini kemudian dikenal luas di kalangan orang- orang pribumi dan mulai dianggap menjadi identitaskebangsaan Indonesia. Puncaknya adalah ketika dalam Kongres Pemuda II (28 Oktober 1928) dengan jelas dinyatakan, "menjunjung bahasa persatuan, bahasaIndonesia". Sejak saat itulah bahasa Melayu diangkat menjadi bahasa kebangsaan.
  8. 8. Dapat Dikelompokkan Menjadi : 1. Bahasa-bahasa Melayu Tempatan (Lokal) 2. Bahasa-bahasa Melayu Kerabat (Paramelayu, Paramalay = Melayu "tidak penuh") 3. Bahasa-bahasa kreol (bukan suku/penduduk melayu) berdasarkan bahasa Melayu1. Bahasa-bahasa Melayu Tempatan Dialek MelayuIndonesia• Dialek Tamiang : dituturkan di kabupaten AcehTamiang, Nanggroe Aceh Darussalam• Dialek Langkat : dituturkan di kawasan Langkat,Sumatera Utara• Dialek Deli : dituturkan di Medan, Deli Serdang danSerdang Bedagai• Dialek Asahan : dituturkan di sepanjang wilayah pesisirkabupaten Asahan• Dialek Kualuh : dituturkan di sepanjang wilayah aliranhulu sampai hilir sungai Kualuh kabupaten LabuhanbatuUtaraDialek Bilah : dituturkan di sepanjang wilayah hilir aliran
  9. 9. • Dialek Kotapinang : dituturkan di sepanjang wilayah aliran sungai Barumun kabupaten Labuhanbatu Selatan• Dialek Melayu Riau : dituturkan di kawasan Kepulauan Riau• Dialek Melayu Riau Daratan : terbagi atas beberapa dialek lainnya tergantung wilayah (Siak, Rokan, Inderagiri, Kuantan)• Dialek Anak Dalam : kemungkinan termasuk kelompok Kubu, Talang Mamak dikawasan Riau dan Jambi• Dialek Melayu Jambi : dituturkan di provinsi Jambi• Dialek Melayu Bengkulu : dituturkan di kota Bengkulu• Dialek Melayu Palembang : dituturkan di kota Palembang dan Kota Muara Enim dan sekitarnya• Dialek Bangka-Belitung : dituturkan di provinsi Bangka- Belitung sedikit perbedaan antara pengucapan kata sebagai contoh kata "APA-Ind" bangka menggunakan "APE" seperti mengucapkan kata "PEPES" dan Belitung "APE" seperti mengucapkan kata "Remang".• Dialek Landak : kabupaten Landak dan sekitarnya, Kalimantan Barat• Dialek Sambas : dituturkan di kabupaten Sambas dan sekitarnya.
  10. 10. • Dialek Ketapang : dituturkan di kabupaten Ketapang dan sekitarnya, Kalimantan Barat terdiri 2 dialek kota Ketapang dan Balai Berkuak.• Dialek Berau : dituturkan di kabupaten Berau dan sekitarnya, Kalimantan Timur• Dialek Kutai : dipakai di kabupaten Kutai Kertanegara, Kalimantan Timur• Dialek Loloan : dituturkan di kota Negara, Jembrana, Bali. Dialek Riau Kepulauan dan beberapa kawasan di Riau Daratan dituturkan sama seperti Dialek Johor• Dialek Bahasa Melayu Pontianak : dituturkan di kabupaten Pontianak, Kabupaten Kubu Raya dan kota Pontianak, Kalimantan Barat• Dialek Landak : kabupaten Landak dan sekitarnya, Kalimantan Barat• Dialek Bangka-Belitung : dituturkan di provinsi Bangka- Belitung sedikit perbedaan antara pengucapan kata sebagai contoh kata "APA-Ind" bangka menggunakan "APE" seperti mengucapkan kata "PEPES" dan Belitung "APE" seperti mengucapkan kata "Remang"..
  11. 11. 2. Bahasa-bahasa melayu Kerabat1. Bahasa Minangkabau (min) di Sumatera Barat2. Bahasa Banjar (bjn) di Kalimantan Selatan3. Bahasa Kedayan (kxd) (Suku Kedayan) di Brunei, Sarawak4. Dialek Melayu Kedah (meo) (Melayu Satun)5. Dialek Melayu Pulau Kokos (coa)6. Dialek Melayu Pattani (mfa)7. Dialek Melayu Sabah (msi)8. Dialek Melayu Bukit (Bahasa Bukit) (bvu) (Suku Dayak Bukit)di Kalimantan Selatan9. Bahasa Serawai (srj) di Bengkulu10. Bahasa Rejang (rej) di Rejang Lebong, Bengkulu
  12. 12. 11. Bahasa Lebong di Lebong, Bengkulu12. Bahasa Rawas (rws) di Musi Rawas, Sumatera Selatan13. Bahasa Penesak (pen) di Prabumulih, Sumatera Selatan14. Bahasa Komering di Ogan Komering Ulu dan Ogan Komering Ilir,Sumatera Selatan15. Bahasa Enim (eni)16. Bahasa Musi (mui)17. Bahasa Kaur (vkk)18. Bahasa Kerinci/(Kerinci-Sakai-Talang Mamak)(vkr)19. Bahasa Kubu (kvb)20. Bahasa Lematang (lmt)21. Bahasa Lembak (liw)22. Bahasa Lintang (lnt)23. Bahasa Lubu (lcf)24. Bahasa Loncong/Orang Laut (lce)25. Bahasa Sindang Kelingi (sdi)26. Bahasa Semendo (sdd)27. Bahasa Rawas (rws)28. Bahasa Ogan (ogn)di Ogan Ilir, Ogan Komering Ulu dan Ogan KomeringIlir, Sumatera Selatan29. Bahasa Pasemah ( pse) di Sumatera Selatan30. Bahasa Suku Batin [sbv] di Jambi31. Bahasa Kutai di Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur
  13. 13. 3. Bahasa-bahasa Kreol• Dialek Melayu Jakara bahasa Betawi : dituturkan di Jakartadan sekitarnya• Dialek Melayu Indonesia Peranakan: banyak dituturkan olehkalangan orang Tionghoa di pesisir Jawa Timur dan JawaTengah.• Dialek Melayu Manado (bahasa Manado): dipakai sebagai linguafranca di Sulawesi Utara• Dialek Melayu Maluku Utara (max): dipakai di hampir seluruhMaluku Utara• Dialek Melayu Bacan (btj): dipakai di kawasan pulau Bacan,Maluku Utara• Dialek Melayu Ambon : dipakai sebagai bahasa ibu bagi wargakota Ambon, dan bahasa kedua bagi warga sekitarnya• Dialek Melayu Banda : berbeda dengan Melayu Ambon, dandigunakan di kawasan Kepulauan Banda, Maluku• Dialek Melayu Larantuka : dipakai di kabupaten Flores Timur,Nusa Tenggara Timur• Dialek Melayu Kupang : menjadi lingua franca di wilayahKupang dan sebagian Pulau Timor• Dialek Melayu Papua : Papua, Papua Barat• Dialek Melayu Makassar (mfp) : Sulawesi Selatan
  14. 14. 1. Pekanbaru
  15. 15. 2. Kampar Hampir 90 persen orang-orang kabupaten Kampar menggunakan bahasa ocu.3. Rohul Daerah ini memiliki bahasa yang tak jauh beda dengan bahasa ocu dan minang. Bahasa umum digunakan kabupaten ini disebut juga bahasa Pasir (Pasir Pengaraian).4. Rohil Inilah daerah yang kuat bahasa melayunya karena betul-betul berada di pantai timur Sumatera. Namun etnis Batak dan Tiong Hoa juga tidak sedikit di-daerah-ini.
  16. 16. 5. KuansingBahasa disini apa yang banyak orang bilang bahasaTaluk atau bahasa Taluk Kuantan. Bahasa Taluknyaris sama dengan bahasa Ocu hanya berbeda dibeberapa suku kata. Namun bahasa taluk jugadekat dengan bahasa minang karena memangdaerah ini dekat dengan wialayah minangkabau,Sumatra Barat. Lihat persamaan mitologi antaraketiga bahasa dibandingkan bahasa Melayu (Johor-Riau/Riau-Lingga): Melayu: Parit Ocu: Bondau Taluk: Bondar Minangkabau: Banda
  17. 17. 5. Siak, Meranti, Bengkalis, Pelalawan, Indragiri Hulu dan Hilir Jelas sekali daerah-daerah diatas didominasi oleh bahasa melayu. Ada empat kerajaanyang pernah berdiri disini: Siak, Indragiri, dan Pelalawan tentu semuanya itu tidak lepas dari pengaruh Riau-Lingga.
  18. 18. Berdasarkan keadaan alamnya, provinsi kita dibagi menjadi dua bagian: meliputi Kabupaten Kampar,Kabupaten Bengkalis, Kabupaten Indragiri Hulu,Kabupaten Indragiri Hilir, dan KotamadyaPekanbaru meliputi gugusan pulau-pulauyang menyebar sampai ke perbatasan perairanMalaysia di Laut Cina Selatan dan perbatasanKalimantan Barat.
  19. 19. kedua subdialek ini ditandai dengan kata-kata yangdalam bahasa Indonesia merupakan kata-kata yangberakhir dengan vokal /a/; pada subdialek Daratandiucapkan dengan vokal /o/, sedang pada subdialek Kepulauan diucapkan /e’/ Contohnya : Bahasa Indonesia Riau Daratan Riau Kepulauan Bila Bilo Bile Tiga Tigo Tige Kata Kato Kate
  20. 20. Seperti umumnya yang terjadi pada bahasa lisan, dalam dialek kepulauan ini banyak kata yang muncul dalambentuk singkat seperti lah untuk sudah atau telah, naa’untuk hendak, taa’ untuk tidak. Bahkan, kata taa’ yang dalam bahasa Indonesia hanya muncul dalam bentuk terikat, dalam dialek ini dapat berdiri sendiri sebagai kalimat minim. + Naa’ makan ta? / Mau makan tidak? - Ta/Tidak
  21. 21. Dalam bidang morfologi, awalan per- dan akhiran -i jarang sekali muncul. Untuk melalui misalnya dipakai lalu dekat (masjid) dan untuk mempertinggi dipakai membuat tinggi atau meninggikan,sedangkan dalam bidang sintaksis, jarangmuncul kata-kata tugas seperti terhadap atau akan, dengan, dan oleh. Dalam bidang kosakata, tidak terlihat adanya perbedaan yang mencolok, namun juga dapat dicatat beberapa kata khas yang tidak biasa dipergunakan dalam bahasa Indonesia modern. Untuk mempersilakan tamu-tamu minum atau makan dipergunakan kata jemput, “silakan ambilâ” dan untuk panggilan guru dipakai cek gu.
  22. 22. Dalam bertutur dan berkata,banyak dijumpai nasihat, karena kata sangat berpengaruh dalam pergaulan, “Bahasamenunjukkan Bangsa.” Kata Bangsa disini berarti orang berderajat atau orang baik-baik. Orang-orang yang menggunakan kata yang tidak senonoh, dia tentu orang yang tidak berbangsa dan derajatnya rendah.

×