Sastra dalam Pembelajaran Sejarah                Pertemuan 2
Contoh Penggunaan Sastra dalamperjuangan Bangsa  Dr. Abdul Karim mengkritik para ulama yang   mengharamkan berpakaian ber...
Pantun Para Ibu di MinangAnakku lekaslah gadang, untuk gadang di rantau orangKeratau madang dihulu,Berbuah berbunga belumM...
Jawaban Hamka tentang Dunia PolitikLapangan siasat bukan medankuAku dikenal seorang pujanggaYang bersayap terbanglah lajuA...
Puisi Hamka untuk NatsirMeskipun bersilang keris di leherBerkilat pedang di depan matamuNamun yang benar kau sebut jugaCit...
Ejek mengejek Agus Salim dan Muso DALAM sebuah rapat Sarekat Islam (SI), Haji Agus Salim saling ejek dengan Muso, tokoh SI...
Sastra dan Sejarah   Dalam struktur ilmu, sejarah dahulunya termasuk kelompok    sastra karena memang sejak dahulu sejara...
Penulisan Sejarah lama mengandung    perbuatan-perbuatan yang  menurut ukuran sekarang tidak masuk akal  (luar biasa), m...
Pengaruh Aliran Positivisme   berkembangnya rasionalisme Descartes dan aliran positivisme    Comte, maka metode ilmiah ya...
Pengaruh Aliran Positivisme   Maka terjadi pergeseran, sejarah masuk kedalam    ilmu-ilmu sosial. Dengan peralihan ini, s...
Struktur Ilmu  Struktur KeilmuanNaturwissenscahften                            Geistewissenschaften (Natural Philosophy)...
Sejarah Sebagai Pendidikan Nilai   Sebagai disiplin ilmu yang sarat degan nilai, yang    hanya dipahami dengan melalui ve...
Penggunaan Sastra dalamPembelajaran Sejarah   Berikut ini contoh bagaimana menggunakan karya sastra di    dalam memberika...
Penggunaan Sastra dalamPembelajaran Sejarah Novel yang berjudul “The Name of The  Rose” (2008) yang ditulis oleh Umberto ...
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

2. sastra dalam pembelajaran sejarah

745

Published on

Published in: Education
0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total Views
745
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
19
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

2. sastra dalam pembelajaran sejarah

  1. 1. Sastra dalam Pembelajaran Sejarah Pertemuan 2
  2. 2. Contoh Penggunaan Sastra dalamperjuangan Bangsa Dr. Abdul Karim mengkritik para ulama yang mengharamkan berpakaian berdasi dan memakai benda khas Cina (Seplau) dengan sebuah syair:Heranlah saya di kaum kunaMemakai seplau dikatakan CinaDituduh kafir orang yang hinaPenangkis panas itulah Guna.Hassan: 1978: 70)
  3. 3. Pantun Para Ibu di MinangAnakku lekaslah gadang, untuk gadang di rantau orangKeratau madang dihulu,Berbuah berbunga belumMerantau bujang dahulu;Di rumah berguna BelumKalau pandai berkain panjangLebih dari berkain sarungKalau pandai berinduk semangLebih dari berbunda kandung
  4. 4. Jawaban Hamka tentang Dunia PolitikLapangan siasat bukan medankuAku dikenal seorang pujanggaYang bersayap terbanglah lajuAku kan tetap pahlawan pena
  5. 5. Puisi Hamka untuk NatsirMeskipun bersilang keris di leherBerkilat pedang di depan matamuNamun yang benar kau sebut jugaCitra Muhammad biarlah lahirBongkar apinya sampai bertemuHidangkan di atas persadaJibril berdiri di sebelah kananmuMikail berdiri di sebelah kirimuLindungi Illahi memberi tenagaSuka dan duka kita hadapiSuaramu, Hai Natsir!! Suara kaummuKemana lagi Natsir, kemana kita lagiIni berjuta kawan sepahamHidup dan mati bersama-samaUntuk menuntut Ridho illahiDan aku pun masukanDalam Daftarmu(Natsir, 1978: 6)
  6. 6. Ejek mengejek Agus Salim dan Muso DALAM sebuah rapat Sarekat Islam (SI), Haji Agus Salim saling ejek dengan Muso, tokoh SI yang pada beberapa waktu kemudian menjadi orang penting dalam Partai Komunis Indonesia. Pada awalnya Muso memulai ejekan itu ketika berada di podium. "Saudara saudara, orang yang berjanggut itu seperti apa?" "Kambing!" jawab hadirin. "Lalu, orang yang berkumis itu seperti apa?" "Kucing!" Agus Salim tahu dialah sasaran ejekan Muso. Agus Salim memang memelihara jenggot dan kumis. Begitu gilirannya berpidato tiba, dia tak mau kalah. "Saudara-saudara, orang yang tidak berkumis dan tidak berjanggut itu seperti apa?" Hadirin berteriak riuh, "Anjing!"
  7. 7. Sastra dan Sejarah Dalam struktur ilmu, sejarah dahulunya termasuk kelompok sastra karena memang sejak dahulu sejarah dituliskan dalam ungkapan yang tergolong sastra. Pada zaman Yunani kuno, kisah tentang Perang Troya atau perjalanan pulang Odyseus lebih merupakan dongeng atau mitos yang tergolong sastra daripada penulisan sejarah. Dalam sejarah Indonesia, Negarakertagama atau syair kepalawanan I La Galigo, Pararaton atau Hikayat Raja-Raja Pasai ditulis dalam bentuk dongeng
  8. 8. Penulisan Sejarah lama mengandung perbuatan-perbuatan yang menurut ukuran sekarang tidak masuk akal (luar biasa), mengikuti tradisi pola kesusastraan (Frederick dan Soeroto, 1982). lebih mementingkan pengungkapan yang harus mematuhi kaidah-kaidah sastra, daripada deskripsi peristiwa sejarahnya, apalagi analisis atau kausalitasnya.
  9. 9. Pengaruh Aliran Positivisme berkembangnya rasionalisme Descartes dan aliran positivisme Comte, maka metode ilmiah yang dianggap sahih mengandung kebenaran universal Terpengaruh oleh keberhasilan metode ilmiah ini, maka disipin ilmu-ilmu social seperti sosiologi dan antropologi mengikuti jejaknya Sejarah yang tadinya termasuk sastra, jadi memakai metode heurmeneutika atau kajian dokumen/filologi, kemudian juga mengembangkan metode historis, diawali dengan konsep Ranke: “Wie es eigentlich gewesen”, yang mengikuti kaidah- kaidah metode berpikir deduktif.
  10. 10. Pengaruh Aliran Positivisme Maka terjadi pergeseran, sejarah masuk kedalam ilmu-ilmu sosial. Dengan peralihan ini, sejarah dan penelitiannya, serta penulisan hasil penelitiannya harus mengikuti kaidah-kaidah penelitian demikian yang menggunakan metode ilmiah memakai proposisi-proposisi seperti premis, asumsi dasar, hipoteis, pembuktian dengan data empiris, penulisan hasil penelitian secara lugas dan kredibel. Validasi dan verifikasi penelitian
  11. 11. Struktur Ilmu Struktur KeilmuanNaturwissenscahften Geistewissenschaften (Natural Philosophy) (Moral philosophy) Ilmu Kealaman Ilmu Sosial Humaniora (Natrual Sciensce) Physical Scince Biological science Astronomi Botani Antropologi Filsafat Fisika zoology sejarah Agama Kimia Biofisika hukum Bahasa Matematika Biokimia ekonomi Sastra (Sejarah) Mikrobiologi Sosiolog Seni Geografi Politik Psikologi Sosial
  12. 12. Sejarah Sebagai Pendidikan Nilai Sebagai disiplin ilmu yang sarat degan nilai, yang hanya dipahami dengan melalui versteheni (Max Weber) ditambah dengan peran utama sejarah yaitu edukatif (Marwick,1976), maka deskripsi peristiwa sejarah yang disajikan dalam bentuk laporan penelitian yang lugas, kredibel, objektif, seperti halnya penelitian fisika, matematika, dirasakan ada yang hilang dibandingkan dengan cara penulisan yang lama. Diluar negeri, seperti di AS, perkuliahan yang berjudul Sejarah dan Sastra (History and Literature) sudah lama dikembangkan
  13. 13. Penggunaan Sastra dalamPembelajaran Sejarah Berikut ini contoh bagaimana menggunakan karya sastra di dalam memberikan pengayaan, penghalusan, pendalaman pengalaman terhadap peristiwa sejarah Perhatikan dan baca misalnya sajak pertama yang berjudul “Aku”. Cobalah Anda simak! Bukankah Anda merasakan jiwanya yang memberontak? Bahwa “aku” adalah binatang jalang? Apa kiranya maksud penulis? Bahwa “aku” di sini sedang berjuang, Di medan pertempuran tampak dalam kalimat: “Biar peluru menembus kulitku” dan “Luka dan bisa kubawa berlari”. Cobalah Anda ungkapkan dengan kalimat sendiri! Dapatkah Anda merasakan jiwa dan semangat perjuangan dalam sajak ini?
  14. 14. Penggunaan Sastra dalamPembelajaran Sejarah Novel yang berjudul “The Name of The Rose” (2008) yang ditulis oleh Umberto Eco Dll
  1. A particular slide catching your eye?

    Clipping is a handy way to collect important slides you want to go back to later.

×