Pel 2 metode ev.oikos

931
-1

Published on

1 Comment
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total Views
931
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
69
Comments
1
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Pel 2 metode ev.oikos

  1. 1. Latihan Pelayan Sel Pelajaran 2METODE EVANGELISASI O I K O S KADERISASI KTM 2003
  2. 2. Pelajaran 2 METODE EVANGELISASI OIKOSA. Mengubah StrategiB. Memperkenalkan Kristus 1. Memulai Percakapan 2. Memasukkan Kristus dalam Percakapan 3. Empat cara mensharingkan Kristus.C. Menanggulangi PenolakanD. Beberapa Pendekatan untuk menjawab keluhan- keluahan tentang GerejaE. 1. Refleksi 1. Bahan Diskusi 2. Bahan Studi 3. Survei Pribadi 4. Tugas
  3. 3. Teknik-teknik evangelisasi itu baik, Tetapi teknik yang paling canggih sekalipun Tidak dapat menggantikan karya Roh Kudus yang lembut.Persiapan yang paling sempurnapun dari seorang evangelis, Tidak ada efeknya sama sekali tanpa Roh Kudus. Tanpa Roh Kudus Skema yang mengandalkan sosiologi atau psikologi Yang paling canggih sekalipun, Akan segera tampak tidak ada nilainya. -Paus Paulus VI- Kalau komunitas-komunitas dasar menjadi sungguh-sungguh aktif dan mengarah keluar kelompok, maka mereka akan dapat menjadi pembawa kuasa misioner sejati bagi gereja masa depan -Karl Rahner-
  4. 4. METODE EVANGELISASI OIKOSA. Mengubah strategi Apa yang menjadi pusat perhatian gereja dewasa ini? Gerejamemberi perhatian besar pada pembangunan gedung-gedung yang efisienmisalnya gedung gereja, gedung pertemuan untuk dapat menampungjumlah umat yang besar,dll. Gereja memberikan perhatian pada karya-karya misioner karitatif berupa kesehatan dengan mendirikan rumah-rumahsakit, pendidikan dengan sekolah-sekolah yang bermutu, panti-panti asuhandan karya-karya sosial lainnya. Situasi Umat saat ini banyak yang kehausan dan kekeringan,seolah-olah berada di tengah padang gurun. Tetapi perhatian gereja belumterarah pada kenyataan ini. Seandainyapun gereja memberi perhatian padakebutuhan-kebutuhan rohani atau evangelisasi maka seringkali hal inimerupakan cara yang bertolak belakang dengan metode evangelisasi yangditerapkan Yesus yang telah terbukti dipakai oleh gereja awali danmenghasilkan pertobatan yang gemilang karena peranan Roh Kudus.Awam masih kurang dilibatkan dalam karya evangelisasi sehinggamerekapun tidak tertarik dan tidak mempunyai motivasi dengan karyaevangelisasi. Padahal tugas pewartaan ini merupakan tugas mereka juga.Sekaranglah saatnya merubah strategi, awam bukan hanya menerimamakanan rohani, bukan hanya sebagai objek tetapi juga menjadikan dirinyapelaksana dan sungguh-sungguh terlibat di dalam karya evangelisasi ini.Allah mau menyelamatkan manusia lewat manusia pula. Paus YohanesPaulus II dalam pesannya pada hari minggu misi sedunia pada tanggal 22oktober 2000 mengatakan: ”Setiap orang Kristen adalah misionaris.Mereka dapat menyumbangkan sesuatu: mulai dari doa, kurban, kesaksianhidup serta derma bahkan kemartiran. Api misi perlu lebih bernyala danberkobar.” Karena awam ditempatkan di tengah-tengah dunia dengantugas-tugas duniawi yang sangat beraneka macam, maka Paus Paulus VImengharapkan keterlibatan awam dalam evangelisasi yang sangat khususitu.1 Awam bersentuhan langsung dengan dunia maka awampun mendapattugas untuk menguduskan nilai-nilai duniawi karena awam dapatmenembus seluruh aspek kehidupan. Untuk itu perlu memotivasi paraawam dan sekaligus membekali mereka untuk dapat mewartakan Kristusdengan teknik-teknik sederhana yaitu dengan memakai strategi oikos.B. Memperkenalkan Kristus1 Evangelii Nuntiandi 70.
  5. 5. B.1. Memulai percakapan. Pertama-tama carilah kesempatan, tentu saja ini diperlukankebijaksanaan dan terutama mohon campur tangan Allah melalui doa.Ingatlah selalu bahwa Tuhan-lah yang akan membuka pintu jika waktunyatiba. Kalau anda sungguh-sungguh memohon pada Tuhan supaya diberikankesempatan, maka anda akan heran menyaksikan betapa banyaknyakesempatan yang diberikan Tuhan untuk anda, Tuhan memberikan kejutan-kejutan yang anda tidak pernah duga lebih dahulu. Ramahlah terhadapsemua orang dan layanilah mereka. Kadangkala orang yang anda anggaptidak mungkin menerima Kristus justru dialah ladang yang subur. Carapandang anda terhadap orang tersebut mungkin sama dengan orang lainmemandang dia. Karena itu mungkin anda-lah satu-satunya orang yangbersikap hangat padanya sehingga dia dapat membuka pintu hatinyaterhadap pelayananmu.Ajaklah dia berbicara dan anda hanya mendengarkan. Setiap orangmempunyai kesenangan sendiri, punya topik-topik pembicaraan yangmenarik bagi-nya sekalipun dia orang yang pendiam. Karena itu orangyang pendiampun akan ikut berbicara jika yang dibicarakan itu adalah topikyang dia senangi apalagi kalau dia mengetahui bahwa dia sungguh-sungguhdidengarkan. Jika sudah yakin akan hal ini, anda dapat mengambil kesem-patan untuk mengajukan pertanyaan yang paling mengena. Saat itu pastidia akan menjawab pertanyaan anda.Bagaimana caranya?- Pertama-tama pandanglah mata orang itu dengan penuh kasih tanpa menimbulkan curiga baginya.- Kemudian tersenyumlah dengan lembut, wajah anda harus kelihatan ramah.- Sesudah itu ajukanlah pertanyaan yang dimulai dengan kata “bagaimana” atau “mengapa”.Pada saat dia berbicara tentang kejenuhan, hidup yang tidak berarti, rasabersalah, kesepian, dll, secara tidak langsung dia sudah bertanya tentangYesus itu sendiri. Jangan terburu-buru dulu, ciptakanlah suasana rilex.Sediakanlah waktu untuk berbicara, mungkin dengan sambil minum kopiatau ajaklah makan bersama. Terimalah orang itu sebagaimana adanya. Itutidak berarti bahwa anda membiarkan mereka dalam keadaan seperti ituterus. Tapi dengan menerima dia, sudah merupakan awal untuk memasukipembicaraan yang baik. Paus Paulus VI berkata: ”Hormatilah keadaanrohani orang yang dilayani. Bergeraklah sesuai waktu dan kecepatan
  6. 6. mereka. Tidak ada orang yang berhak untuk terlalu memaksa mereka”.Berikanlah pujian yang jujur dan dengan tulus. Pujian yang sesuai dapatmembantu banyak. Jangan kikir dengan pujian bagi orang lain, tapi janganjuga memberikan pujian yang berlebihan. Dari cara anda menanggapi, diadapat menilai siapa anda. Perhatikanlah apa yang menyebabkan orang itustress, dan kebutuhan apa yang diperlukan akhibat stress tersebut.Tunjukkanlah rasa belas kasihan (empati) anda dengan menceritakan halyang hampir sama menimpa hidup anda dulu dan bagaimana anda telahmenanggulanginya dengan kuasa Yesus.B.2. Memasukkan Kristus ke dalam percakapan. Untuk berbicara terang-terangan tentang Kristus biasanya kita tidakpunya keberanian. Ingatlah bahwa keberanian itu bukan berarti tidak adarasa takut. Keberanian berarti mengambil tindakan di tengah-tengah rasatakut. Di bawah ini diuraikan sembilan cara yang kreatif untuk memasuk-kan Kristus dalam pembicaraan anda:1. Apabila orang itu tahu bahwa hidupmu baik, tanyalah kepadanya, ”apakah saya pernah menceritakan kepada anda bagaimana saya tertarik kepada hal-hal rohani?”2. Apabila orang itu tahu bahwa keluargamu baik dan anda punya kasih serta aktif dalam pelayanan, Katakanlah kepadanya: ”Seandainya engkau mengenal saya sepuluh tahun yang lalu, mungkin engkau tidak akan berkata seperti itu”. Apabila saat itu bukan merupakan waktu dan tempat yang tepat untuk berbicara tentang Kristus, katakanlah: “Apabila nanti ada kesempatan biar 15 menit saja, saya akan menceritakan tentang apa yang membuat hidup saya berubah seperti ini”3. Jika anda berbicara dengan orang Katolik yang sudah murtad, mungkin anda dapat berkata, “Dulu saya juga merasa seperti anda…. Saya juga mempunyai banyak problem dengan gereja, tetapi sekarang tidak lagi. Saya akan ceritakan kepadamu apa yang telah saya alami.” Ingatlah bahwa mungkin alasan yang diungkapkan orang itu tentang kemurtatannya bukanlah alasan yang utama atau sebenarnya. Seringkali alasan itu hanya menutupi sesuatu yang lebih besar. Jadi janganlah terlalu memperhatikan alasan yang dikemukakan pertama. Dengarkan saja tetapi tidak perlu terlalu dihiraukan. Katakanlah bahwa hidup dengan Yesus itu sangat menyenangkan, karena anda sendiri mengetahuinya dan sudah mengalaminya sendiri.
  7. 7. 3. Apabila orang itu adalah orang non kristen tapi anda dekat dengannya dan mengenalnya secara pribadi, maka dia akan percaya pada anda dan dia mulai mensharingkan tentang segala beban, kerinduan, frustasi, kekosongan, kerinduan mereka dll. Jika itu yang terjadi dan pengalaman anda hampir sama dengannya, katakanlah, ”Saya juga dulu merasa begitu sampai saya mengalami sesuatu yang benar- benar mengubah pandangan saya tentang hidup ini. Apakah engkau mau mendengar pengalaman saya?” Jika pengalaman anda tidak sama dengan yang dia alami, anda dapat berkata, “Kalau cara pandang saya masih seperti dulu, dan saya mengalami seperti yang anda alami sekarang ini, tentu perasaan saya seperti anda. Tetapi sekarang tidak begitu, karena ada suatu pengalaman yang benar-benar telah mengubah pandangan saya tentang hidup ini. Apakah anda ingin mendengarnya?” 5. Kepada orang yang telah lama anda kenal tetapi anda belum pernah berbicara tentang Kristus kepadanya, katakanlah, “Saya kira saya perlu minta maaf kepadamu. Saya sudah mengenalmu beberapa tahun tetapi saya belum pernah menceritakan apa yang paling berarti bagi hidup saya.” 6. Kepada orang yang mengeluh tentang dunia ini, katakanlah, “Pernahkah anda mempertimbangkan diagnosa Yesus dan perbaikan yang dilakukanNya bagi dunia?” 7. Jika anda sedang membicarakan pokok berita yang sedang terjadi atau krisis dunia yang paling akhir atau beberapa peristiwa yang paling mutakhir, mungkin anda dapat bertanya, ”Menurut anda, apakah yang tidak beres dalam dunia ini?” Setelah mendengar dari dia tentang berbagai penyebab eksternal yang menyebabkan problema pada manusia, kita dapat bertanya, “Apakah anda pernah memikirkan apa yang dikatakan Yesus tentang hal ini?” Kemudian katakanlah apa yang dipikirkan Yesus tentang manusia dalam Mrk.7:21-23. Manusia sendirilah, karena sikap batinnya penyebab masalah pokok. 8. Untuk mengangkat pembicaraan tentang hal-hal rohani, bertanyalah: “Apakah anda tertarik pada hal-hal rohani?” Perhatikan apakah mereka menjawab ya atau tidak, selanjutnya tanyalah: “Menurut anda, yang disebut orang kristen sejati itu yang bagaimana?”
  8. 8. Biasanya jawaban mereka tentang orang kristen adalah mereka yang melakukan kegiatan kristiani seperti: pergi ke gereja, hidup dengan baik, berdoa,dll. Jika mereka menjawab seperti itu, berkatalah: “Hal-hal itu memang benar. Itulah yang dilakukan orang kristen sejati. Bolehkah saya ceritakan apa yang dikatakan Kitab Suci mengenai orang kristen sejati?”9. Jika pembicaraan sudah mulai mengenai hal-hal rohani, tanyakanlah dua pertanyaan ini: a. “Sudah tahukah anda bahwa sekarang ini anda memiliki hidup yang kekal?” Jawaban selalu ya atau tidak. Tetapi kalau mereka menjawab “mungkin”, anggaplah jawaban itu “tidak”. b. “Seandainya saat ini anda berdiri di hadapan Allah, kemudian Dia bertanya: Mengapa Aku harus membawa engkau masuk surga? bagaimana anda menjawabnya?” Jawaban akan selalu didasarkan pada iman atau karya. (Jawaban atas pertanyaan ini akan membuat anda mengetahui sampai di mana kerohanian mereka).B.3. Empat cara mensharingkan Kristus Biasanya kita mempunyai anggapan bahwa mensharingkan Kristusadalah berbicara tentang Injil, hal itu merupakan salah satu cara.Sebenarnya ada empat cara untuk mensharing Kristus dalam kehidupansehari-hari. Setiap saat kita mempunyai kesempatan untuk mensyaringkanKristus dengan menggunakan salah satu dari empat cara ini:1. Kebenaran. Di sini kita hanya dapat berbicara tentang kebenaran Allah. Misalnya kita dapat berkata: “Allah telah memberikan hari yang indah ini”, “Anak-anak merupakan suatu karunia Allah yang berharga” atau “bintang-bintang yang indah itu menunjukkan kepada saya bahwa Allah di balik alam raya”. Kita dapat mengatakan perkataan kebenaran ini kita pada situasi yang paling santai sekalipun. Dalam Yohanes 1:29 Yohanes pembaptis mengatakan satu sabda kebenaran ketika ia mengakui Kristus sebagai “Anak domba Allah yang menghapus dosa-dosa dunia”.2. Kesaksian. Di sini kita hanya menceritakan kebaikan Allah dalam pengalaman hidup kita. Suatu kesaksian merupakan pengalaman pribadi karena itu
  9. 9. kesaksian tidak dapat dibantah. Suatu kesaksian tidak selalu mengenai mengapa menjadi kristen, tetapi juga tentang apa yang telah dilakukan Allah. Dalam Yoh.1:41 Andreas menceritakan kesaksiannya ketika ia berkata kepada Petrus: “Kami sudah menemukan Mesias”. Paus Paulus VI mengatakan “Manusia modern lebih mau mendengarkan kesaksian daripada mendengarkan guru. Dan jika ia mendengarkan guru, hal itu disebabkan karena mereka adalah saksi- saksi.”23. Injil. Menceritakan siapa Yesus itu. Yesus adalah Allah yang menjadi manusia. Dia datang ke dunia dengan ajaran-ajaran-Nya, teladan- teladan-Nya dll. Dia rela menderita dan wafat bagi manusia untuk menebus dosa-dosa manusia. Kemudian Dia bangkit dari mati lalu naik ke surga. Semuanya Dia lakukan demi cintaNya pada manusia. Dalam hal ini seakan-akan kita berkotbah tentang Yesus.4. Mengajak (mengundang). Dengan cara mengajak mereka datang menghadiri pertemuan sel komunitas. Perlihatkanlah bahwa anda akan sangat senang jika mereka mau memenuhi undangan anda. Kalau perlu tawarkan untuk dijemput, kontaklah selalu dengan menelpon.C. Menanggulangi Penolakan Dalam memenangkan orang bagi Kristus, kita perlu mengetahuimengapa orang menolak Kristus dan bagaimana menangani alasan-alasanpenolakan itu.Tingkat pertama: melayani.Dalam melayani anggota oikos mungkin anda menemukan orang-orangyang menolak Kristus dengan macam-macam alasan misalnya:1. Menolak karena tidak pernah mendengar tentang Kristus. Masalah ini dapat ditangani dengan mengatakan kebenaran-kebenaran tentang Kristus.2. Yang lain menolak karena keliru, mereka hanya tahu dari dengar- dengar saja, akhibatnya. mereka salah dengar tentang Kristus dan2 Pidato kepada Para Anggota Consilium de Laici, (2Okt 1974): AAS 66 (1974), hal 568
  10. 10. agama kristen. Cara menanggulanginya ialah melayani orang tersebut dengan mengatakan yang sebenarnya.3. Ada yang menilai agama kristen tidak baik karena mengenal orang- orang kristen yang salah. Cara menanggulanginya ialah dengan melayani dan mengasihi orang itu sehingga ia dapat mempunyai gambaran yang benar tentang seorang kristen.Tingkat kedua: sharingPada tingkat ini orang mendengarkan sharing anda dan dia akan mengambilperbandingan dengan keadaan dirinya. Jika mereka menolak Kristus padatingkat-tingkat ini, hal itu disebabkan karena:1. Tidak mau tunduk kepada siapapun. Mungkin mereka tidak mau menerima siapa saja sebagai Tuhan dalam hidup mereka, karena merasa puas dengan gaya hidupnya. Ini merupakan salah satu alasan yang paling menakutkan dalam penolakan karena orang itu percaya kepada berita yang diwartakan tetapi tetap berkanjang pada gaya hidupnya. Beritahukanlah kepadanya bahwa dirinya dalam bahaya. Dan sampaikanlah kebenaran ini: “Jika percaya, maka engkau dapat menerima Kristus sebagai Tuhan.”2. Menolak menerima Kristus karena takut kehilangan orang-orang dekat. Biasanya dia mendapat tekanan dari keluarga dan kerabatnya. Hal ini adalah hal yang biasa, karena itu kita harus mengerti dengan orang tersebut. Anda dapat menjelaskan Sabda Tuhan dalam Mat.10:34-35. Di lain pihak jelaskan juga bahwa menerima Kristus berarti membawa keluarga dan teman kepada Kristus. Kis.16:13-15.Tingkat ketiga: MenjelaskanPada tingkat ini orang perlu mendengarkan penjelasan yang logis tentangInjil supaya dia dapat mengambil suatu keputusan. Apabila pada tingkat inidia menolak hal itu disebabkan karena:1. Orang tersebut merasa tidak layak karena dosanya terlalu besar. Ia merasa tidak layak menerima pengampunan Kristus. Penolakan ini dapat diungkapkan dengan perkataan “dosaku terlalu berat” atau “Bagaimana mungkin Allah akan menerima saya?” Anda dapat menangani masalah ini dengan mengatakan bahwa Allah justru mau menyelamatkan orang-orang yang berdosa dan bahwa karena Dia adalah Allah, maka kuasaNya untuk mengampuni lebih besar daripada kemampuan kita untuk berbuat dosa. Dasar-dasar kitab
  11. 11. suci untuk menunjang penjelasan anda adalah: Mat.9:12; Lk.15:11-32; Lk.19:1-10; Yoh.8:1-11; Lk.7:36-50, dll.2. Menolak karena tidak dapat berhenti melakukan kebiasaan berdosa. Orang ini tidak mengerti bahwa Tuhan berkuasa untuk memberikan kemampuan kepadanya mengalahkan kebiasaan berdosa. Anda dapat memberi penjelasan seperti pada no.3.3. Menunda-nunda. Orang ini merasa bahwa nanti jika sudah ada waktu, ia dapat membenahi dirinya dan kemudian ia dapat berbuat seperti yang dikehendaki Kristus baginya. Pendekatan yang paling baik untuk menangani orang-orang seperti ini adalah katakanlah padanya: a. “Mungkin tidak ada lagi hari esok.” (Yoh.4:14; II Kor.6:2; Mzm.14:4) b. “Jika anda ingin menunggu sampai anda berbenah diri, anda tidak akan pernah dapat mewujudkannya.”D. Beberapa pendekatan untuk menjawab keluhan- keluhan tentang Gereja Banyak kali kita temukan orang-orang Katolik yang tidak lagimenjalankan kehidupan iman mereka karena berbagai macam alasan.Dibawah ini diuraikan mengenai alasan-alasan mereka dan carapendekatannya.1. “Semua yang mereka bicarakan di gereja ialah uang” Kerapkali pernyataan seperti ini hanyalah alasan permukaan untuk menyembunyikan alasan yang sesungguhnya. Untuk menanggapinya ada beberapa usul: • “Saya sudah menerima begitu banyak dari Allah melalui gereja (komunitas), sehingga saya merasa tidak akan pernah dapat membayar semuanya”. • “Saya merasa bahwa Gereja seolah-olah rumah saya yang kedua sehingga saya juga bertanggung jawab atas kebutuhannya dalam hal keuangan” Jelaskan juga pandangan anda tentang sumbangan itu sebagai suatu karya misioner, sebagai salahsatu cara untuk pengungkapan syukur kepada Allah. Sebagaimana kita mengalami masalah keuangan rumah tangga sendiri, demikian juga gereja mengalaminya, bahkan kebutuhan
  12. 12. itu jauh lebih besar. Sumber pemasukan keuangan gereja adalah sumbangan umat.2. “Hidupku sudah terlalu buruk, sehingga Tuhan tidak mau dengan aku lagi.” Biasanya orang seperti ini telah menjadikan hal-hal lain sebagai allahnya dan terikat olehnya. Terikat oleh pekerjaan, keluarga, uang, kenikmatan, dll. Cara pendekatan pada orang seperti ini adalah menekankan rasa bersalah dan rasa berdosa yang ada pada mereka. Untuk dapat menolong orang seperti ini anda dapat melakukan sebagai berikut: • Ingatkan dia akan masa lalunya dan saat-saat ketika dia beribadat: “Bukankah anda ke gereja ketika masih muda?” Tetaplah membicarakan masa itu dan ceritakan juga pengalaman anda sendiri. Dengan demikian anda telah mengingatkan padanya sesuatu yang mungkin akan direnungkannya setelah anda pergi. • Berikanlah kesaksian tentang keluarga anda sendiri, tentang problem anda dan bagaimana anda dapat menanggungnya berkat pertolongan Tuhan. “Syukurlah saya mempunyai banyak saudara seiman di dalam gereja yang mau ikut menanggung beban saya. Sel komunitas kami benar- benar memberikan penghiburan dalam masalah ini. Ceritanya begini…..”3. “Beberapa tahun yang lalu saya dikecewakan oleh seorang pastor, karena itu saya meninggalkan gereja.” Terhadap orang seperti ini janganlah berbantahan dan berlagak menjadi pembela gereja. Dengarkanlah cerita orang itu, mungkin juga yang terjadi tidaklah seperti yang dipikirkan atau yang dirasakannya. Beberapa cara untuk menanggapinya: • “Itu belum seberapa, ada cerita yang lebih hebat lagi.” Dia tidak menyangka bahwa reaksi anda lain sekali. Hal ini akan memperlunak pengalaman yang dialaminya dengan pastor itu. • “Itu menunjukkan bahwa sebagai manusia, kadang-kadang kita semua juga, dapat berbuat buruk seperti itu.” Dalam Kitab Suci orang-orang memperlakukan Yesus dengan tidak baik. Mereka menyebut-Nya “orang Samaria”, “anak haram”, “dirasuk setan”. Meskipun begitu, Ia tidak menyerah. • Undanglah dia ke sel komunitasmu:
  13. 13. “Lupakan semua itu, datanglah dan lihatlah sendiri bagaimana pertemuan sel komunitas kami. Setiap orang pernah terluka seperti anda juga. Ikutlah dengan sel kami, anda akan senang.”4. “Saya tidak setuju dengan banyak hal dalam gereja…. Karena itu saya tidak pergi ke gereja lagi.” Anda dapat menjelaskan beberapa hal tentang gereja sbb: • Kebijaksanaan Gereja Katolik sudah berlangsung dan teruji selama 2000 tahun. Gereja dengan sungguh-sungguh telah mengemban mandat Yesus untuk “mengajarkan segala hal yang telah Kuperintahkan kepadamu” (Mat.28:20). • Yesus berkata kepada Gereja yang dilambangkan oleh Petrus: “Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaatKu dan alam maut tidak akan menguasainya…….” (Mat.16:18-19) • Gereja Katolik adalah satu-satunya Gereja yang teguh dalam memperjuangkan moral kemanusiaan dengan menentang hal-hal seperti pengguguran kandungan, perceraian, kontrasepsi, Eutanasia, homoseks, ketidakadilan, dll. • Undanglah dia ke sel komunitas anda: “Banyak hal menarik yang kami bicarakan dalam sel komunitas kami. Kami akan senang sekali mendengarkan pandangan-pandangan anda dan anda dapat belajar banyak di sana. Saya juga begitu.”5. “Gereja tidak mau menerima saya, saya sudah cerai.” Orang-orang yang sudah bercerai biasanya berpikir bahwa mereka dikucilkan oleh gereja. Ini pendapat keliru dan salah. Anda harus mengetahui aturan gereja tentang hal ini dan menjelaskan kepada mereka: • Jika orang yang sudah bercerai dan belum kawin lagi, ia bebas menerima sakramen. Sedangkan orang yang sudah bercerai dan kawin lagi, dia boleh menghadiri misa dan ikut kegiatan gereja tetapi tidak boleh menerima komuni. Tidak menerima komuni ini disebut “puasa ekaristi”. Bagi orang yang telah cerai dan kawin lagi “Puasa ekaristi” bukan berarti Tuhan telah diambil daripadanya. Sama sekali tidak! Penerimaan Ekaristi merupakan cara yang lazim bagi kita di dunia untuk berkomunikasi dengan cinta Yesus. Namun Allah tidak terbelenggu oleh sakramen-sakramen cintaNya. Menerima Sakramen Mahakudus tidak lain adalah menerima cinta Tuhan yang tersalib dan mengambil bagian dalam buah kehidupanNya. Orang yang sudah cerai dan kawin lagi diundang
  14. 14. Yesus ke perjamuan kudusNya untuk turut ambil bagian di dalam perayaan kurban cintaNya itu, justru dengan tidak menerima Komuni Suci. Kepada kaum Kristiani yang mengalami kegagalan perkawinan, Yesus bersabda: “Engkau saudaraKu, engkau saudariKu, hendaklah kamu berkomunikasi dengan salib dan kebangkitanKu, justru dengan tidak menerima Komuni Suci. Terimalah sengsara ini demi cintamu kepadaKu dan demi hormatmu bagi perjanjian cintaKu. Dan Aku Tuhanmu dan Allahmu, pasti menemukan sarana-sarana untuk menghibur dengan cara lain dan memenuhimu dengan karunia yang berlimpah-limpah. Percayalah padaKu dan pada GerejaKu.” • Anda tidak boleh meninggalkan Tuhan karena Ia tidak pernah meninggalkan anda. Lakukanlah yang terbaik dalam situasi yang anda hadapi. Jika anda bertekun dalam iman yang baik, anda akan menyaksikan bagaimana Tuhan akan membuka pintu-pintu yang dulu tertutup.6. “Saya tidak tahan terhadap semua perubahan yang terjadi dalam gereja, karena itu saya keluar.” Orang ini mempunyai type konserfatif, yang sulit menerima perubahan. Oleh karena itu kita perlu hati-hati dalam menjelaskan kepada mereka. • Sebagian besar perubahan yang terjadi dalam Gereja Katolik akhir- akhir ini merupakan hasil konsili Vatikan II, yang diprakrsai oleh Paus Yohanes XXIII. Hasilnya adalah gereja senantiasa selalu peka terhadap perkembangan zaman yang senantiasa selalu berubah. Misalnya dalam Misa, konstitusi hasil Konsili mengadakan perubahan dari bahasa Latin ke bahasa Indonesia, justru supaya kita dapat mengikuti liturgi dengan baik. Tidak ada perubahan pada inti misa. Pengantin tetap pengantin meskipun bajunya sudah diganti. • “Banyak perubahan yang dulu tidak saya senangi, sekarang dapat saya ikuti dengan lebih baik. Berdoa, bernyanyi dll, membuat saya lebih banyak mengalami kepuasan dalam mengikuti misa.” • Undanglah dia ke misa: “Datanglah dan saksikan sendiri. Misanya sama, hanya bajunya saja yang lain.”7. “Saya tidak membutuhkan gereja, saya beribadat kepada Tuhan dengan cara saya sendiri.” Anda harus mengatakan suatu kebenaran bahwa kita tidak boleh beribadat kepada Tuhan dengan cara kita sendiri tetapi harus menurut cara yang dikatakanNya kepada kita di dalam Kitab Suci.
  15. 15. Ada dua dimensi ibadat yang harus kita lakukan: - Pribadi: Hubungan pribadi dengan Yesus yang dikembangkan terutama melalui doa pribadi dan bacaan Kitab Suci. - Umum: Yesus mendirikan Gereja yang diberiNya kuasa. (Mat.16:18). Yesus berkata dalam Lk.10:16: “Siapa yang mendengarkan kamu mendengarkan Aku dan siapa yang menolak kamu menolak Aku.” Untuk dapat berkembang dalam hubungan pribadi dengan Tuhan, dibutuhkan pengajaran-pengajaran dari gereja.8. “Mengapa orang Katolik harus menghadiri misa pada hari minggu?” Orang seperti ini belum mengerti banyak tentang kehidupan beriman karena itu kita dapat memberi penjelasan: • Perintah ketiga berbunyi: “Peliharalah hari Sabat.” Dalam Doa Kesepuluh perintah Allah dalam perintah ketiga disebutkan “Kuduskanlah hari Tuhan”. Gereja mempunyai kewajiban untuk menganjurkan umatnya memenuhi perintah ketiga ini. Seperti seorang ibu yang baik, Gereja katolik mengetahui apa yang baik bagi anak-anaknya. Untuk itu gereja mengharuskan anak-anaknya untuk taat dengan mematuhi aturan-aturan gereja demi kebaikan anak-anaknya. Betapa seringnya orang tua mengatakan, ”Ayo, makanlah sayuran ini supaya kamu tumbuh sehat dan kuat.” • Supaya kita dapat tumbuh menjadi orang kristen, misa pada hari minggu merupakan hal yang penting sekali. Inilah cara yang diinginkan Yesus.
  16. 16. R e f l e k s i Berperan Kita dapat mengenali sesuatu dengan baik kalau kita melihat suatu perbuatan dilakukan. Sebagai pihak ketiga kita dapat mengamati sesuatu yang terjadi dengan objektif. Amatilah dengan baik dan buatlah catatan pada waktu anda melihat situasi-situasi di bawah ini: Situasi I : “Keluarga Katolik yang murtad” Anda sedang berbicara tentang tentang evangelisasi, pada saat yang sama anda berpapasan dengan tetangga anda yang mobilnya sedang mogok. Tetangga anda itu adalah seorang yang dulunya Katolik. Dia mengenal anda dan tahu bahwa anda adalah anggota KTM. Apa yang anda akan lakukan? Situassi II: “Anggota Paroki yang tidak aktif” Anda sedang berada di supermarket bersama dengan teman- teman anda. Akhirnya pembicaraan masuk ke dalam aktifitas paroki. Salah seorang yang bersama anda adalah seorang yang tidak aktif di paroki, tidak menyetujui aktifitas di paroki. Apa yang anda lakukan?
  17. 17. B a h a n D i s k u s i 1. Bacalah Yohanes 4:5-15. Berdasarkan bacaan itu susunlah secara sistimatis metode yang dipakai Yesus dalam mewartakan Injil. --------------------------------------------------------------------------------------------------------------- --------------------------------------------------------------------------------------------------------------- 2. Biasanya orang katolik kurang begitu berani melakukan evangelisasi pribadi. Mengapa demikian? ------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- ----------------------------------------------------------- 3. Untuk dapat merubah strategi evangelisasi, apa yang harus dilakukan oleh gereja dewasa ini? Berilah beberapa jawaban. --------------------------------------------------------------------------------------------------------------- --------------------------------------------------------------------------------------------------------------B a h a n S t u d i Penolakan
  18. 18. Di dalam Kitab Suci kita dapat melihat orang-orang yang menolak pewartaan Injil. Di bawah ini ada beberapa contoh. Bacalah berulang-ulang kisahnya kemudian tulislah dalam lembaran jawaban alasan penolakan dan tingkat kriteria penolakannya. Kriteria Penolakan Tingkat 1 Tingkat 2 Tingkat 3- Salah dengar karena - Halangan intelektual - Dosa dengar-dengar saja - Tidak mau tunduk - Rasa bersalah- Ketidak tahuan - Tekanan dari - Menunda-nunda- Keliru. keluarga dan teman 1. Pemimpin yang muda dan kaya: Markus 10:17-23 ------------------------------------------------------------------------------------------------------------- ------------------------------------------------------------------------------------------------------------ 2. Orang-orang Farisi : Yohanes 11:46-53 ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- --------------------------------------------------------
  19. 19. 3. Nikodemus : Yohanes 3:1-21 ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- --------------------------------------------------------- 4. Perampok yang tidak percaya : Lukas 23:39 ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- -------------------------------------------------------- 5. Agripa : Kisah 26:27-29 ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- --------------------------------------------------------- 6. Orang-orang Efesus : Kisah 19:21-40 ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- -------------------------------------------------------- 7. Orang-orang Atena : Kisah 17:16-32S u r v e i p r i b a d i Tanyakan pertanyaan-pertanyaan ini kepada lima orang. Anda dapat bertanya kepada anggota oikos anda sendiri atau orang lain. Mulailah dengan berkata, “Saya mengikuti suatu kursus yang berusaha mengajar saya bagaimana orang berpikir, bolehkah saya mengajukan lima pertanyaan pendek ini? (Jika anda belum kenal dengan orang yang anda ajak bicara itu, perkenalkanlah diri anda terlebih dahulu.) 1. Menurut anda masalah paling besar yang dihadapi orang
  20. 20. dewasa ini adalah …….. Orang 1 ------------------------------------------------------------------------------ Orang 2 ------------------------------------------------------------------------------ Orang 3 ------------------------------------------------------------------------------ Orang 4 ------------------------------------------------------------------------------ Orang 5 ------------------------------------------------------------------------------ 2. Apakah yang paling memuaskan anda dalam hidup anda? Orang 1 ----------------------------------------------------------------------------- Orang 2 ----------------------------------------------------------------------------- Orang 3 ----------------------------------------------------------------------------- Orang 4 ----------------------------------------------------------------------------- Orang 5 ----------------------------------------------------------------------------- 4. Apakah yang membuat anda paling frustrasi? Orang 1 ----------------------------------------------------------------------------- Orang 2 ----------------------------------------------------------------------------- Orang 3 ----------------------------------------------------------------------------- Orang 4 ----------------------------------------------------------------------------- Orang 5 ----------------------------------------------------------------------------- 5. Apakah tujuan hidup anda? Orang 1 ----------------------------------------------------------------------------- Orang 2 ----------------------------------------------------------------------------- Orang 3 ----------------------------------------------------------------------------- Orang 4 ----------------------------------------------------------------------------- Orang 5 ----------------------------------------------------------------------------- 6. Menurut anda apakah agama yang terorganisasi (gereja) itu relevan bagi orang-orang dewasa ini? Jelaskan! Orang 1 ----------------------------------------------------------------------------- Orang 2 ----------------------------------------------------------------------------- Orang 3 ----------------------------------------------------------------------------- Orang 4 ----------------------------------------------------------------------------- Orang 5 -----------------------------------------------------------------------------T u g a s
  21. 21. 1. Bacalah dan tandailah “Evangelii Nuntiandi no.40-822. Hasil refleksi pribadi3. Hasil studi4. Buatlah survei “pertanyaan untuk lima orang”5. Cantumkan nama anda pada lembaran-lembaran jawaban dan kumpulkan pada pengarahan berikutnya.

×