Lat pel sel (pribadi)

1,432 views
1,309 views

Published on

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
1,432
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
81
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Lat pel sel (pribadi)

  1. 1. Pelajaran 1 EVANGELISASI OIKOSA. Evangelisasi 1. Pentingnyas Evangelisasi 2. Kebutuhan Evangelisasi Saat ini 3. Model Evangelisasi yang ideal dewasa iniB. Evangelisasi Oikos 1. Apakah “Evangelisasi Oikos” itu. 2. Evangelisasi Oikos dalam Kitab Suci 3. Keuntungan Evangelisasi Oikos 4. Proses Evangelisasi oikos 5. Momen Penting dalam Evangelisasi OikosC. 1. Refleksi 2. Bahan Diskusi 3. Bahan Studi 4. Survei Pribadi 5. Tugas 1
  2. 2. “Kami ingin menegaskan sekali lagi bahwa tugas evangelisasi semua orang menjadi bagian penting misi gereja” -Paus Paulus VI-Gereja masa depan ialah gereja yang dibangun dari bawah oleh komunitas dasar -Karl Rahner- 2
  3. 3. EVANGELISASI OIKOSA. Evangelisasi Evangelisasi atau Penginjilan berarti membawa Kabar Gembira kedalam seluruh lapisan hidup manusia dan memperbaharui manusia daridalam.1 Evangelisasi juga mempunyai maksud secara explisit yaitu secaraterang-terangan mewartakan Kabar Gembira dan mengajak orang-oranguntuk mengalami pertobatan yang dapat merubah hidupnya.A.1 Pentingnya Evangelisasi.• Evangelisasi merupakan tugas perutusan yang diamanatkan oleh Yesus sendiri sebelum kenaikanNya ke surga: “KepadaKu telah diberikan segala kuasa di surga dan di bumi. Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa muridKu dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.” Mat.28:18-20.• Kata-kata kunci: “Pergilah., Jadikanlah muridKu.., Baptislah.., Ajarlah.., Ketahuilah..!” Kita dipanggil untuk pergi ke dalam dunia yang penuh ketegangan, luka- luka dan dosa serta membawa kembali domba-domba yang sesat dan kelaparan.• Paulus sendiri sungguh-sungguh menyadari akan tugas ini. “Jika aku memberitakan Injil, aku tidak mempunyai alasan untuk memegahkan diri. Sebab itu adalah keharusan bagiku. Celakalah aku, jika aku tidak memberitakan Injil.” I Kor.9:16. Kata-kata Paulus ini dibuktikannya dengan gigih memberitakan Injil, walaupun harus menderita, dipenjara, bahkan dihukum mati pancung kepala. Bagi Paulus “hidup adalah Kristus mati adalah keuntungan“ Flp.1:21.• Di tengah dunia dewasa ini evangelisasi merupakan suatu kebutuhan yang sangat mendesak.• Pada jaman gereja awali, evangelisasi merupakan hal yang terpenting. Waktu itu orang kristen menganggap dirinya sebagai umat yang “diutus”, sebagai terang dan ragi. Mereka tahu bahwa gereja “ada” karena umat1 Evangelii Nuntiandi 18. 3
  4. 4. terlibat dalam evangelisasi, seperti api “ada” karena menyala. Demikian juga gereja ada karena umatnya menyala-nyala oleh Roh Kudus dalam penginjilan. Hasilnya meskipun ditengah-tengah kesulitan, dalam waktu singkat kekristenan dapat menaklukkan sebuah kekaisaran romawi.• Fakta historis yang sudah berlangsung selama 2000 thn membuktikan bahwa agama kristen mampu mengubah suatu masyarakat, mampu mengubah kehidupan suatu negara atau bahkan negara-negara. Perubahan itu tidak terjadi lewat deklarasi prinsip-prinsip yang disebarluaskan melalui media komunikasi, pernyataan-pernyataan ataupun dialog dengan para penguasa politik, melainkan melalui kuasa cinta kasih dan evangelisasi yang mengubah hati manusia. Pada awalnya manusia- manusia itu tersentuh oleh cinta kasih Tuhan dan kuasa Injil sehingga hidupnya berubah, sesudah itu masyarakat sipil mengikuti perubahan dengan mengubah hukum-hukumnya. Perubahan yang radikal dari hatilah yang akan mampu mengalahkan kondisi-kondisi penghambat yang ada dalam masyarakat yang bukan kristen atau yang sudah bukan kristen lagi. Hal itu dapat terwujud apabila ada semangat evangelisasi dalam gereja.• Pada tahun 1974 Paus Paulus VI telah mengungkapkan kebutuhan akan penginjilan dalam ensiklik “Evangelii Nuntiandi” yang berisi tentang evangelisasi dalam dunia modern. Kemudian dalam pelbagai kesempatan Paus Yohanes Paulus II telah berkali-kali menekankan akan perlunya suatu Evangelisasi Baru yang bersifat langsung. Evangelisasi Baru berbeda dengan Evangelisasi Indirek yang pada beberapa dekade yang lalu dimengerti dan ditekankan sebagai penginjilan tanpa pewartaan, tetapi penginjilan melalui karya-karya sosial dan karitatif.• “Evangelisasi Baru” berarti baru dalam cara, baru dalam semangat, baru dalam subjeknya dan baru dalam sasaran. Sasaran evangelisasi baru adalah orang kristen yang kehidupannya bukan kristen lagi, sehingga pada mereka perlu diadakan penginjilan kembali atau reevangelisasi. Akan tetapi tidak menutup kesempatan untuk evangelisasi bagi mereka yang belum mengenal Kristus. Fakta di Amerika hanya ada 12% dari orang-orang yang beragama yang sungguh-sungguh berdedikasi spiritual tinggi. Orang-orang lain pada umumnya tidak begitu berbeda dengan orang-orang yang tidak beragama atau kafir, namanya saja yang kristen tapi perbuatan, cara hidup dan cara berpikirnya kafir. Mereka yang disebut berdedikasi spiritual tinggi itu semangat evangelisasinya sangat kecil. Menurut statistik, kehidupan orang-orang yang berdedikasi spiritual tinggi tersebut adalah: 4
  5. 5. - mereka lebih puas dengan keadaan hidupnya - mereka jauh lebih bahagia daripada orang-orang lain - mereka lebih mengutamakan hidup keluarga - mereka lebih dapat menghargai suku dan agama lain - mereka juga sungguh memperhatikan perbaikan masyarakat. - Mereka melibatkan diri dalam kegiatan-kegiatan karitatif.A.2 Kebutuhan Evangelisasi saat ini.• Dewasa ini, sekurang-kurangnya sejak beberapa abad yang lalu, penginjilan dalam gereja Katolik diartikan sebagai misi. “Misi” berarti suatu kegiatan penginjilan di tanah orang non kristen atau di pelosok- pelosok negeri atau di bagian kota yang kotor. Misi ini dipandang sebagai pekerjaan orang-orang tertentu yaitu imam, biarawan-biarawati ataupun katekis, bukan oleh anggota gereja biasa.• Sesungguhnya Misi itu merupakan ciri khas gereja. Gereja tidak mungkin ada dan berkembang tanpa misi atau evangelisasi. Persoalannya adalah bagaimana kita dapat menyadari bahwa gereja adalah misi dan umatnya adalah misionaris. Padahal oleh pembaptisan setiap orang mengambil bagian dalam imamat Kristus, dalam perutusanNya sebagai nabi dan raja.2 Yang disebut misionaris bukan hanya orang-orang tertentu tetapi setiap anggota gereja.• Kebutuhan Gereja saat ini adalah: 1. Gereja membutuhkan anggota-anggota yang dapat memberikan kesaksian yang efektif tentang imannya dalam perkataan dan perbuatan, jika berhadapan dengan dunia yang tidak beriman ini. 2. Gereja membutuhkan umat kristen yang tahu bahwa mereka sedang berperang untuk keselamatan jiwa-jiwa manusia. 3. Gereja membutuhkan orang-orang yang tahu bahwa supaya mereka dipelengkapi mereka harus memasuki suatu komunitas, karena tidaklah mungkin mereka dapat mewartakan Kristus tanpa bantuan orang lain. 4. Yesus sangat mengharapkan supaya umatnya mencari kesempatan membawa Injil Kristus kepada orang-orang yang tidak percaya dan tidak berdaya. Yesus tidak menghendaki manusia hanya menjadi tokoh dan pendukung suatu lembaga agama dan mereka hanya seperti domba yang gemuk dan nyaman yang menerima makanan terus dari gembalanya, tetapi Dia menghendaki supaya mereka2 Katekismus Gereja Katolik 1268 5
  6. 6. pergi bersama Dia dalam misi untuk menebus dunia. Orang yang tidak mau mengambil bagian dengan segenap hati dalam misiNya akan ditinggalkanNya, meskipun mereka antusias terhadap ajaranNya dan mengagumi kepribadianNya. Yesus menyelamatkan manusia dengan rela menjadi manusia. Dosa manusia ditebus oleh manusia Yesus yang merupakan penjelmaan Allah itu sendiri. Dengan demikian kita dapat melihat bahwa Allah mau menyelamatkan manusia melalui manusia pula. Dengan kerelaan untuk menginjil maka kita dapat mengambil bagian dalam karya penyelamatan itu. Sesungguhnya hanya Yesus saja yang dapat menyelamatkan manusia tetapi Dia juga mau melibatkan manusia di dalam karya penyelamatan itu. Untuk itu Yesus mencari orang-orang yang rela memberikan diri dan hatinya untuk karya penyelamatan dan selanjutnya diberiNya kekuatan, kemampuan, karunia dan rahmat di dalam pelaksanaannya. Semuanya itu dikerjakan oleh Roh Kudus, Dialah penggerak utama karya evangelisasi.A.3 Model Evangelisasi yang ideal dewasa ini Tujuan penginjilan sesungguhnya adalah pertobatan. Tetapi inibukan berarti mempertobatkan orang secara dangkal, seperti yang seringterjadi bahwa orang bertobat hanya sampai pada tahap emosional atauhanya sampai pada kulit saja. Pertobatan yang hanya sampai tahap inimudah luntur sehingga semangat berimannya berangsur-angsur hilang danakhirnya orang tersebut meninggalkan Tuhan dan gerejaNya.• Yang menjadi tujuan penginjilan ialah Mempermudah proses pertobatan seseorang untuk sampai pada pertobatan sesungguhnya. Maksud dari “pertobatan sesungguhnya” adalah setelah penghayatan bertahap yang diawali pengalaman perjumpaan dengan Allah, pada gilirannya dia boleh mempertobatkan orang lain melalui kesaksian hidup, pengalaman iman dan juga pengetahuannya akan kebenaran. Akhirnya pertobatan itu bukan saja dalam relasinya dengan Tuhan tetapi harus juga bertobat dalam relasinya dengan sesama manusia, masyarakat dan dunia. Itulah sasaran evangelisasi dewasa ini. Pertobatan seperti ini akan mampu merubah dunia. Hal itu sudah dilaksanakan oleh umat gereja awali, yang dalam waktu relatif singkat mampu mempertobatkan satu kekaisaran romawi sehingga dalam jangka waktu dua abad lebih hampir semua Eropah menjadi Kristen. 6
  7. 7. • Pertobatan yang sesungguhnya itu merupakan suatu proses. Pertama- tama orang dibawah pada pengalaman perjumpaan dengan Allah yang menyadarkan akan Cinta Tuhan sehingga memungkinkan dia terbuka terhadap Roh Kudus dan Roh Kudus itu dapat berkarya secara bebas. Pengalaman perjumpaan itu masih merupakan awal hidup baru di dalam Roh Kudus. Selanjutnya hidup baru itu masih perlu ditumbuhkan melalui latihan-latihan rohani dan kesetiaan dalam kasih persaudaraan dalam suatu komunitas. Untuk dapat tumbuh dalam hidup rohani maka lingkungan hidup itu sangat mempengaruhi. Lingkungan hidup rohani yang baik akan memberikan pengaruh hidup rohani yang baik pula pada orang di sekitarnya. Yang dimaksudkan dengan lingkungan hidup itu adalah komunitas. Komunitas adalah tempat pembelajaran, tempat pelaksanaan praktek iman sehingga iman bukan hanya sampai pada akal budi tapi dapat diwujutkan dalam perbuatan.• Sesungguhnya Yesus datang ke dunia pertama-tama mendirikan komunitas para rasul sebagai pondasi-pondasi gereja. Dalam komunitas ini Yesus memberikan perhatiannya secara khusus, mengajar murid- muridNya, memberikan waktu untuk mereka. Dalam komunitas kecil ini murid-murid Yesus dapat mempraktekkan iman dalam perbuatan serta mewujudkan kasih dalam tindakan. Itulah cara evangelisasi yang diajarkan oleh Yesus, dan cara ini pula yang dipakai oleh penerus- penerusNya yang walaupun tanpa rumah ibadat, mereka dapat terus bertumbuh dalam kualitas iman maupun dalam kuantitas.• Akhirnya dapat disimpulkan bahwa tujuan evangelisasi dewasa ini adalah membentuk komunitas-komunitas orang beriman, di mana orang dapat secara nyata mengalami kuasa cinta Allah, mengalami kehadiran Roh Kudus yang memperkuat persaudaraan kristiani di antara mereka, serta menghayati karya penyelamatan Allah dalam Ekaristi dan sakramen-sakramen. Setelah mengalami lebih dahulu pengalaman akan Allah, akhirnya mereka dapat membawa orang lain pada pengalaman yang sama. Komunitas-komunitas seperti itu akan mampu mempengaruhi secara mendalam kehidupan para anggotanya dan mengubah cara hidup mereka. Adanya komunitas-komunitas seperti itulah yang merupakan syarat untuk evangelisasi yang sejati dewasa ini. Rupanya sesuatu yang menggembirakan sementara terjadi di dalamgereja Katolik dewasa ini. Di mana-mana muncul komunitas-komunitasbaru, baik komunitas religius maupun komunitas awam di pelbagai tempatdan bagian dunia ini: di Afrika, Amerika Selatan, Amerika Utara, Asia dan 7
  8. 8. Eropah. Pada Pentakosta 1998 berkumpullah sekitar 500.000 orang anggotakomunitas-komunitas baru dari pelbagai dunia. Karena itu Sri PausYohanes Paulus II berkata, bahwa suatu musim semi baru sudah mulaidalam Gereja, tanda-tandanya yang pertama sudah kelihatan. Selanjutnyaberbicara tentang gerakan-gerakan dan komunitas-komunitas baru tersebutPaus Yohanes Paulus II melihat semua itu sebagai suatu karunia Allah bagiGereja dan dunia, khususnya untuk karya evangelisasi: “Gerakan-gerakanitu merupakan suatu karunia sejati dari Allah untuk evangelisasi baru danuntuk aktivitas misioner yang sesungguhnya. Jadi saya menganjurkan agarsupaya gerakan-gerakan baru itu diperkembangkan dan supaya orangminta bantuan mereka untuk memberikan kekuatan dan semangat,khususnya pada orang-orang muda untuk hidup kristiani dan karyaevangelisasi, dalam suatu pandangan yang lebih pluralistik dalam bentukpersekutuannya dan dalam ekspresinya.”3 Para uskup Italia telahmelakukan suatu terobosan baru dalam kesadaran mereka untuk karyaevangelisasi ini lewat pengakuan mereka akan rahmat dan karunia RohKudus yang diberikan kepada komunitas-komunitas awam dan meng-undang mereka untuk melibatkan diri secara lebih mendalam lagi:“Pesekutuan kaum awam merupakan suatu realitas wajib untukevangelisasi baru dan karenanya harus semakin membuka diri denganbesar hati untuk karya misi, lebih-lebih karena kita melihat usaha-usahayang semakin nyata untuk menyingkirkan iman dan nilai-nilai kristianidari kehidupan masyarakat, juga dalam negara kita (maksudnya Italia)”. 4 Komunitas Tritunggal Mahakudus khususnya para pelayan-nyasesuai dengan visi dan misi komunitas sangat diharapkan untuk mengambilbagian secara optimal di dalam evangelisasi ini dengan sungguh-sungguhberpegang pada Kitab Suci, Iman Katolik dan Statuta KTM. Hendaklahdengan berani dan semangat berkobar-kobar yang dinyalakan oleh RohKudus yang merupakan penggerak utama dari evangelisasi ini, setiap insanKTM mengambil langkah yang pasti untuk terjun dalam penginjilan inidimana petunjuk-petunjuk dan caranya dijelaskan dalam program pem-binaan ini.B. Evangelisasi Oikos3 Redemtoris Missio no.724 Le Aggregazioni Laicali nella Chiesa, dikutip dalam: Don Giuseppe, oc h 41 8
  9. 9. Umat dewasa ini sering berpendapat bahwa penginjilan adalah suatupekerjaan pelayanan yang hanya dikerjakan oleh orang-orang tertentu.Gereja dewasa ini sudah kehilangan semangat penginjilan yang digunakanoleh gereja awali, yang dalam penginjilannya memakai sarana yangsederhana yaitu cara alami. Strategi penginjilan cara alami ini disebutstrategi oikos. Kata Oikos berasal dari bahasa Yunani yang berarti rumahtangga atau keluarga atau sekelompok orang di dalam rumah.B.1 Apakah “Evangelisasi Oikos” Itu Evangelisasi oikos ialah penginjilan yang menggunakan strategihubungan pribadi dengan sesama, atau strategi keluarga. Arti kata keluargamenurut para misionaris kristen adalah siapa saja yang dapat ditemukandalam kehidupan sehari-hari, yaitu keluarga kita sendiri atau hubungandarah, bawahan atau karyawan, langganan atau rekan bisnis, teman sehobi,teman kerja dan tetangga. Kepada merekalah terang injil itu dapatdiwartakan khususnya mereka yang dalam kegelapan. Gereja Awali tidak melakukan evangelisasi dengan KRK yangmengumpulkan umat yang banyak. Mereka tidak mengantar jemput orangke gereja atau membawa anak-anak ke Sekolah Minggu dan memberi kuepada akhir acara. Tetapi sejarah gereja dan kitab suci mengatakan bahwagereja awali tumbuh melalui sarana alami yaitu evangelisasi oikos. Yesus memanggil para muridNya bukan di sinagoga tetapi ketikamereka sedang bekerja, di tempat kehidupan mereka sehari-hari.Yesusmemanggil Petrus dan Andreas ketika mereka sedang menebarkan jala didanau (Mrk 1:16). Demikian pula Yohanes dan Yakobus ketika merekasedang membereskan jala (Mrk 1:19-20). Matius dipanggil Yesus ketika iasedang bekerja di rumah cukai (Mat 9:9). Konsep evangelisasi oikosmengatakan bahwa tempat yang paling efektif untuk pelayanan ialahkehidupan sehari-hari. Sarana-sarana alami yang disediakan Allah untukevangelisasi ialah menggunakan hubungan dengan sesama.B.2 Evangelisasi Oikos dalam Kitab Suci • Kisah 10 dan 11 (tentang Kornelius). Dalam Kisah 10:2 dituliskan: “Ia serta seisi rumahnya (oikos) saleh dan takut akan Allah.” Seorang malaikat Allah berkata kepada Kornelius untuk mendatangkan Petrus dan “ia akan menyampaikan suatu berita kepada kamu, yang akan mendatangkan keselamatan bagimu dan bagi seluruh isi rumahmu (oikos)” (11:14). Ketika Petrus 9
  10. 10. sampai di rumah Kornelius (Kis 10:24), Kornelius “sedang menanti- kan sanak saudaranya dan sahabat-sahabatnya.” • Lukas 8:26-39, kisah orang yang kerasukan setan. Setelah Yesus menyembuhkan orang itu, ia meminta pada Yesus agar boleh menyertaiNya (ayat 38). Tetapi Yesus berkata kepadanya “pulanglah ke rumahmu dan ceritakanlah segala sesuatu yang telah diperbuat Allah atasmu” (ayat 39). Selanjutnya dikatakan bahwa orang itu pergi mengelilingi seluruh kota dan memberitahukan kepada anggota oikosnya tentang Yesus. • Lukas 5:27-32 Dalam perikop ini diceritakan bahwa Yesus bertemu dengan seorang pemungut cukai yang bernama Lewi dan memintanya untuk menjadi muridNya. Lewi segera mengikuti Yesus lalu ia mengadakan perjamuan makan yang besar dan mengundang anggota oikosnya yaitu sejumlah besar pemungut cukai dan orang-orang lain turut makan bersama-sama dengan Yesus (Lk.5:29). Karena Lewi adalah seorang pemungut pajak yang dibenci orang, maka teman-temannya ialah para pemungut pajak dan “orang-orang berdosa” lainnya. Dalam hal ini ia melayani oikosnya. • Lukas 19:9, Zakeus membawa Yesus ke rumahnya dan seluruh isi rumahnya (oikos) diselamatkan (Luk 19:9) ; • Yoh.1:35-42, Andreas bertemu dengan Yesus. Ia segera membawa salah seorang anggota oikosnya (Simon) kepada Yesus (Yoh.1:40-42) • Yoh.1:44-45, Filipus setelah bertemu dengan Yesus memanggil Natanael. • Yoh.4:50-53, anak seorang pegawai istana disembuhkan Yesus dan dikatakan di situ bahwa “seluruh isi rumahnya (oikos) menjadi percaya (ayat 53).”B.3 Keuntungan Evangelisasi Oikos 1. Merupakan cara alami untuk menjangkau orang lain. Orang-orang yang akan diinjili tidak perlu dicari lagi, karena hubungan dengan orang-orang yang akan diinjili sudah ada, tinggal memanfaatkan hubungan itu untuk mewartakan Injil. Sehingga 10
  11. 11. istilah yang dapat dipakai dalam evangelisasi oikos ini ialah bukan “pergi untuk menginjil” tetapi “menginjil ketika pergi”. 2. Merupakan cara yang paling banyak menghasilkan buah dalam pewartaan. Semakin kita dekat dengan seseorang, kita semakin mempunyai banyak kesempatan untuk membawa pengaruh dalam hidup mereka. Kesempatan paling baik untuk evangelisasi adalah jika teman-teman atau anggota keluarga kita yang mengatakan, “Kenapa anda begitu memperhatikan saya”; “Kenapa hidupmu berubah”. 3. Sumber kontak itu terus bertambah. Kalau ada 20 orang dalam oikos kita, maka kita akan mempunyai 400 kontak melalui orang-orang dalam oikos kita. 4. Memungkinkan orang mengalami kepuasan pribadi yang besar. Merupakan sesuatu yang menyenangkan apabila ada orang yang ingin mengenal Kristus. Tetapi akan ada kegembiraan khusus kalau kita melihat orang-orang yang sudah kita doakan dengan penuh kasih dalam waktu yang cukup lama mau menerima Kristus dan tumbuh secara rohani. Rasul Yohanes mengatakan, “Bagiku, tidak ada sukacita yang lebih besar daripada mendengar bahwa anak-anakku hidup dalam kebenaran” (III yoh 4). 5. Memberikan kesempatan pembinaan lanjut yang lebih efektif. Hubungan sudah terbina dengan baik, akan memudahkan komunikasi. Banyak orang non Kristen tetap non Kristen karena mereka tidak mengenal satu orang Kristen.B.4 Proses Evangelisasi oikos Karena evangelisasi oikos memanfaatkan hubungan yang sudah adamaka dibawa ini dijelaskan enam tahap evangelisasi dalam menjalinhubungan dengan orang lain:Tahap Pertama–Melayani (perhatian dan kesaksian hidup). Suatu kesadaran hakiki adalah “kalau kita melayani orang lain, maka yang kita layani ialah Yesus. Kalau kita memberi kesaksian hidup maka kita menyaksikan Yesus yang hidup dalam diri kita”. Dengan melayani orang-orang di sekitar kita, berarti kita membangun persahabatan yang nantinya akan dapat dipakai untuk mewartakan Injil kepada mereka. Yang perlu kita perhatikan adalah “Orang akan lebih dulu melihat siapa 11
  12. 12. kita ini sebelum mereka mendengarkan apa yang kita katakan.” Sikap kita seperti itu akan dapat menimbulkan kepercayaan kepada orang lain.Tahap Kedua – Sharing Kalau kita sudah dipercaya, maka perwartaan kita atau kata-kata kita lebih mudah diterima. Dalam keadaan hubungan yang biasa seperti itulah evangelisasi itu paling efektif. Kemudian barulah kita dengan penuh kasih dapat menceritakan kesaksian dan fakta-fakta Injil sejelas mungkin. Yang perlu kita perhatikan ialah “Kita harus mempunyai keinginan untuk membagikan iman kita kepada orang-orang di sekitar kita.”Tahap Ketiga – Menjelaskan Pada saat kita mulai mewartakan tentang kebenaran kepada seseorang, mungkin kita akan menerima banyak pertanyaan. Dalam hal ini kita harus siap untuk menjelaskannya. Ketakutan, kesalah-pahaman, terlalu teoritis dsb, sering menjadi halangan bagi seseorang untuk menerima Kristus. Hal-hal itu harus kita tangani dengan hati-hati, tetapi tepat. Tentu saja hal itu disertai dengan doa.Tahap Keempat – Terikat Pada tahap ini kita menggunakan trik-trik untuk membuat orang itu merasa terikat dan mau mengabdi kepada Yesus. Kadang-kadang tahap ini merupakan bagian yang paling sulit, tetapi paling penting. Keterikatan kepada Kristus merupakan saat yang tepat untuk memulai sesuatu yang baru. Seseorang akan menjadi terikat kepada Yesus kalau dia senang dengan Yesus. Untuk sampai pada proses ini tergantung dari kepandaian kita dalam mewartakan. Kalau dia tidak menyukai pasti dia tidak akan terikat.Tahap Kelima – Keterlibatan Setelah orang itu merasa yakin terhadap Kristus, orang itu dapat diajak untuk masuk menjadi anggota sel komunitas sebagai peninjau atau calon anggota. Setelah itu dia diarahkan untuk mengikuti retret awal hidup di dalam Roh atau seminar hidup baru dalam Roh supaya dapat menerima baptisan Roh (Doa Pencurahan Roh).Tahap Keenam – Masuk Gereja dan ambil bagian dalam evangelisasi Membawa orang tersebut menjadi anggota gereja dengan menerima baptisan, tentu saja hal ini dilaporkan kepada pastor paroki. Setelah karunia-karunianya diketahui, maka dia harus didorong untuk melayani, 12
  13. 13. terlibat dalam pelayanan sebagai suatu tugas yang diberikan secaraotomatis kepada setiap orang pada saat pembaptisan. BOM : PROSES EVANGELISASI OIKOS Liturgi Pelayanan PENCURAHAN ROH KUDUS Kelas Pertobatan Masuk dalam tubuh Diajak masuk ke sel setelah terikat lebih dalam Menggunakan jala dengan berhasil Dibimbing dengan lemah lembut Sampai menerima KETERIKATAN Menangani rasa takut, kesalah pahaman dan Yesus Sebagai Tuhan luka-luka batin Menjawab Pertanyaan MENJELASKAN Jawabannya Sh Sharing tentang selalu YESUS aring tentang Yesus dan fakta-fakta Injil kesaksian Anda S H A R I N G Membangun jembatan persahabatan dengan melayani M E L A Y A N I Mempunyai Rumah tangga Lingkungan hati seorang hamba 13
  14. 14. Pekerjaan Bepergian Aku berkata kepada mu, sesungguhnya se- Gereja Sehobi gala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudaraKu yang paling hina ini, Membangun di atas hu- Membuat daftar dan berdoa Evangelisasi kamu telah melakukan- bungan yang sudah ada syafaat bagi oikos anda Oikos nya untuk AkuB.5 Momen penting dalam evangelisasi Oikos.• Kehidupan setiap orang ditandai dengan peristiwa-peristiwa apakah itu peristiwa menyakitkan ataupun membahagiakan. Yang pasti adalah peristiwa-peristiwa itu sangat berpotensi mempengaruhi pola hidupnya. Dalam keadaan ini seseorang ataupun keluarga berada dalam keadaan tidak stabil sehingga sangat membutuhkan sesuatu yang lebih baik. Dalam kehidupan berkeluarga peristiwa-peristiwa tersebut misalnya: perkawinan, kelahiran anak, perselingkuhan, perceraian dll. Seorang karyawan mengalami peristiwa-peristiwa seperti: Penyesuaian dalam kerja, kesulitan dengan atasan, perubahan jam kerja, dipecat dll. Lain lagi yang dialami seorang murid sekolah ataupun mahasiswa.• Jangka waktu ketika pola kelakuan seseorang atau suatu keluarga mengalami gangguan oleh satu atau beberapa peristiwa yang membutuhkan tanggapan ekstra disebut Masa Transisi. Ketika seseorang atau keluarga berada dalam “Masa Transisi ini” adalah kesempatan yang paling baik untuk evangelisasi. Sebaliknya orang yang berada dalam keadaan stabil dimana dia hanya mengalami sedikit kesulitan atau gangguan dalam pola hidupnya, dia tidak akan begitu terbuka untuk mengubah gaya hidupnya secara radikal. Semakin lama tenggang waktu masa transisi seseorang akan semakin sulit penerimaannya untuk evangelisasi. Dengan kata lain kesempatan untuk meng-evangelisasi semakin kecil.• “Masa Transisi” dapat menjadi lebih besar kalau seseorang mengalami lebih dari satu peristiwa dalam waktu yang sama atau dalam jangka waktu yang berdekatan (peristiwa beruntun). Misalnya seseorang yang mau menikah dan juga sedang menghadapi kesulitan dengan atasannya di kantor. Orang yang mengalami saat-saat seperti ini akan lebih mudah menerima pendapat atau pelayanan daripada jika masing-masing peristiwa itu terjadi sendiri-sendiri. 14
  15. 15. “Berdasarkan pengalaman yang sudah teruji bahwa orang yang tidak ke gereja lebih mudah menerima perubahan pola hidup daripada orang yang setia ke gereja, meskipun peristiwa yang dialami sama.” Karena itu berusahalah untuk mengetahui secepat mungkin masa-masa transisi yang dialami seseorang ataupun keluarga yang anda kenal. Sangat perlu juga untuk mempelajari cara-cara pendekatan pada seseorang sesuai peristiwa yang dialami.• Gereja-gereja yang sedang mengalami pertumbuhan pesat sungguh- sungguh memberikan perhatian besar untuk penginjilan pada masa-masa transisi ini. Mereka melatih para awam supaya terampil dalam bidang ini. Mereka menetapkan suatu sistim untuk mengenali masa-masa transisi dalam kehidupan orang-orang di sekitar yang belum mengenal Kristus ataupun mereka yang sudah anggota gereja tetapi tidak menggereja lagi. “Menetapkan suatu sistim pelayanan untuk mengenali masa-masa transisi dan menginjili orang-orang pada masa transisi ini akan membuka kesempatan besar bagi pertumbuhan sel komunitas dan bagi gereja lokal.”Di bawah ini adalah peristiwa-peristiwa yang dapat menyebabkan masatransisi dalam hidup seseorang atau keluarga. Peristiwa-peristiwa inibelumlah semua peristiwa, tetapi sudah menyangkut peristiwa-peristiwayang penting. - Kematian suami atau istri - Perceraian - Pisah ranjang - Kematian seorang anggota keluarga dekat - Sakit atau luka badan - Perkawinan - Dipecat dari pekerjaan - Kehamilan - Kesulitan dalam hal seks - Pertambahan anggota keluarga - Penyesuaian dalam bisnis - Perubahan dalam keuangan - Kematian seorang sahabat dekat - Gadaian atau pinjaman dalam jumlah yang besar - Anak perempuan atau laki-laki yang meninggalkan rumah - Kesulitan dengan saudara ipar atau mertua 15
  16. 16. - Suami atau istri yang mulai bekerja - Kesulitan dengan atasan - Perubahan jam kerja atau keadaan - Pindah rumahR e f l e k s i Pemungutan suara yang dilakukan oleh George Gallup pada musim semi 1980 menunjukkan suatu fakta yang menarik tentang orang-orang yang sekarang tidak ke gereja lagi. “50% orang yang tidak masuk gereja melihat bahwa sebentar lagi mereka akan menjadi anggota gereja yang aktif.” Mereka sudah membuat keputusan dalam hati, bahwa mereka akan melangkah masuk ke dalam Tubuh Kristus. Mereka kira-kira tahu bahwa mereka harus dan sedang merencanakan akan kembali ke gereja. Yang harus kita kerjakan adalah memberi semangat dan mendorong mereka. Mereka menunggu undangan kita. “Empat dari lima keluarga yang tidak ke gereja menginginkan agar anak-anak mereka mendapat pendidikan dan bimbingan rohani.” Jika kita tidak mendapatkan orang tua-nya, mungkin mereka lebih dari sekadar mau untuk mengijinkan anak mereka dididik. Pada gilirannya anak-anak mereka yang akan menginjili orang tua-nya. “Duapertiga dari orang-orang yang tidak ke gereja masih berdoa kepada Tuhan, percaya bahwa Yesus Kristus itu Putera Allah dan 16 percaya akan kehidupan setelah kematian.” Orang-orang ini
  17. 17. Mereka dapat digerakkan dengan mudah supaya mereka bertindak dengan iman dan menjadi pengikut Kristus yang beriman. Gallup menyimpulkan, “Kita sedang menangani suatu bangsa yang mempunyai akar yang dalam pada agama. Jika akar itu disirami dengan kebaikan dan kasih, maka akar itu akan tumbuh.” Kita perlu menyirami supaya Tuhan dapat menumbuhkan.Berdasarkan apa yang sudah dibaca di atas, hal-hal apa yang dapat andalakukan supaya anda dapat melibatkan orang-orang yang tidak ke gerejadi sekitar anda?----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------B a h a n D i s k u s i Bacalah Injil Mat.9:35-38, kemudian jawaban atas beberapa pertanyaan-pertanyaan di bawah ini diskusikanlah dalam kelompokmu: 1. Ayat 36 mengatakan bahwa orang banyak yang mengikuti Yesus itu “lelah dan terlantar seperti domba yang tidak mempunyai gembala.” Apakah artinya? ----------------------------------------------------------------------------------------------------------- ----------------------------------------------------------------------------------------------------------- 2. Apakah ini merupakan gambaran yang tepat bagi keadaan orang sekarang ini? Menurut anda bagaimana? Jelaskan! ----------------------------------------------------------------------------------------------------------- ----------------------------------------------------------------------------------------------------------- 3. Ayat 37 mengatakan “Tuaian banyak.” Apakah ada banyak tuaian di sekitar anda? Jika jawaban anda “ya”, 17
  18. 18. tulislah beberapa hal yang perlu dilakukan supaya tuaian itu dapat dituai. Jika anda menjawab “tidak”, berikanlah alasannya mengapa anda berpendapat seperti itu? Apakah tuaian pada jaman Yesus lebih banyak daripada tuaian jaman ini? ----------------------------------------------------------------------------------------------------------- -----------------------------------------------------------------------------------------------------------B a h a n S t u d i 1. Mensharingkan Injil Apakah anda pernah bertanya pada diri sendiri, “Mengapa Tuhan menaruh saya di bumi ini?” Sebagai orang beriman, tidaklah diragukan lagi bahwa salah satu alasannya ialah untuk membawa orang lain kepada Kristus. Catatlah pikiran-pikiran pokok ayat-ayat Kitab Suci di bawah ini: 1. Lukas 19:10, Yesus berbicara setelah Zakheus bertobat ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------- ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------- 2. Yohanes 15:18, Yesus kepada murid-muridNya --------------------------------------------------------------------------------------------------------------- ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------- 18
  19. 19. 3. Kisah 20:24, Paulus kepada para penatua Efesus --------------------------------------------------------------------------------------------------------------- ----------------------------------------------------------------------------------------------------------------4. Kisah 1:8, Yesus kepada para muridNya ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------- ----------------------------------------------------------------------------------------------------------------5. II Tim.4:2, Paulus kepada Timotius ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------- ------------------------------------------------------------------------------------------------------Apakah sekarang anda menyadari tentang pentingnyamensharingkan Kristus kepada orang lain?------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------ 2. MelayaniBacalah Yoh.13:1-17, kemudian garisbawahilah.1. Empat hal apakah yang diketahui Yesus pada ayat 1-3? a. --------------------------------------------------------------------------------------------------------- b. --------------------------------------------------------------------------------------------------------- c. --------------------------------------------------------------------------------------------------------- d. ---------------------------------------------------------------------------------------------------------2. Setelah mengetahui empat hal ini, apa yang dilakukan Yesus ? -------------------------------------------------------------------------------------------------------------- ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------3. Mengapa Simon Petrus menjawab seperti pada ayat 9? 19
  20. 20. --------------------------------------------------------------------------------------------------------------- --------------------------------------------------------------------------------------------------------------- 4. Mengapa Yesus yang membasuh kaki Yudas itu patut menjadi perhatian kita ? --------------------------------------------------------------------------------------------------------------- --------------------------------------------------------------------------------------------------------------- 5. Tulislah tiga orang yang perlu “anda basuh kakinya.” Apa yang dapat anda lakukan untuk “membasuh kaki mereka.”? --------------------------------------------------------------------------------------------------------------- --------------------------------------------------------------------------------------------------------------- 6. Apa janji Yesus pada ayat 17 ? --------------------------------------------------------------------------------------------------------------- ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------S u r v e i p r i b a d i Membuat Daftar Oikos Dalam “dunia” anda, ada 20 sampai 30 orang yang termasuk dalam oikos anda. Orang-orang ini adalah orang-orang yang sering berhubung- an dengan anda, mungkin karena hubungan keluarga, pekerjaan atau berdekatan dengan rumah anda atau mempunyai hobi yang sama. Beberapa orang dalam oikos anda itu anda temui setiap hari. Sebagian besar lainnya anda temui beberapa kali dalam seminggu. Isilah daftar 20 oikos di bawah ini dengan nama orang-orang dalam oikos anda itu. Renungkan-
  21. 21. lah kehidupan rohani mereka. Kelompokkanlah mereka menurut kriteria di bawah ini (no.1 s/d no.7). Jika anda tidak yakin akan keadaan rohani mereka, buatlah perkiraan setepat mungkin Daftar oikos andaN Nama-nama Kriteria Kriteria Nilai:o1 1. Tidak sadar akan kebenaran kristen2 dan tidak tertarik.3 2. Terbuka untuk mendengar kabar4 gembira Yesus Kristus.5 3. Mengerti Injil, tetapi ada halangan6 untuk dapat melibatkan dirinya7 4. Sudah siap membuat keputusan untuk menerima Kristus.8 5. Kristen tetapi belum tumbuh.9 6. Orang kristen yang sedang tumbuh.10 7. Orang kristen dewasa.1112dst . 21
  22. 22. T u g a s 1. Bacalah dan tandailah “Evangelii Nuntiandi no.6-39 2. Tulislah hasil refleksi pribadi. 3. Studi no.1 “Melayani” dan no.2 “Mensharingkan Injil” jawabannya ditulis dalam lembar tugas. 4. Kerjakan Survei “Membuat daftar oikos”. 5. Cantumkan nama anda pada lembaran-lembaran jawaban dan kumpulkan pada pengarahan berikutnya. 22
  23. 23. Pelajaran 2 METODE EVANGELISASI OIKOSA. Mengubah StrategiB. Memperkenalkan Kristus 1. Memulai Percakapan 2. Memasukkan Kristus dalam Percakapan 3. Empat cara mensharingkan Kristus.C. Menanggulangi PenolakanD. Beberapa Pendekatan untuk menjawab keluhan- keluahan tentang GerejaE. 1. Refleksi 2. Bahan Diskusi 3. Bahan Studi 4. Survei Pribadi 5. Tugas 23
  24. 24. Teknik-teknik evangelisasi itu baik, Tetapi teknik yang paling canggih sekalipun Tidak dapat menggantikan karya Roh Kudus yang lembut.Persiapan yang paling sempurnapun dari seorang evangelis, Tidak ada efeknya sama sekali tanpa Roh Kudus. Tanpa Roh Kudus Skema yang mengandalkan sosiologi atau psikologi Yang paling canggih sekalipun, Akan segera tampak tidak ada nilainya. -Paus Paulus VI- Kalau komunitas-komunitas dasar menjadi sungguh-sungguh aktif dan mengarah keluar kelompok, maka mereka akan dapat menjadi pembawa kuasa misioner sejati bagi gereja masa depan -Karl Rahner- 24
  25. 25. METODE EVANGELISASI OIKOSA. Mengubah strategi Apa yang menjadi pusat perhatian gereja dewasa ini? Gerejamemberi perhatian besar pada pembangunan gedung-gedung yang efisienmisalnya gedung gereja, gedung pertemuan untuk dapat menampungjumlah umat yang besar,dll. Gereja memberikan perhatian pada karya-karya misioner karitatif berupa kesehatan dengan mendirikan rumah-rumahsakit, pendidikan dengan sekolah-sekolah yang bermutu, panti-panti asuhandan karya-karya sosial lainnya. Situasi Umat saat ini banyak yang kehausan dan kekeringan,seolah-olah berada di tengah padang gurun. Tetapi perhatian gereja belumterarah pada kenyataan ini. Seandainyapun gereja memberi perhatian padakebutuhan-kebutuhan rohani atau evangelisasi maka seringkali hal inimerupakan cara yang bertolak belakang dengan metode evangelisasi yangditerapkan Yesus yang telah terbukti dipakai oleh gereja awali danmenghasilkan pertobatan yang gemilang karena peranan Roh Kudus.Awam masih kurang dilibatkan dalam karya evangelisasi sehinggamerekapun tidak tertarik dan tidak mempunyai motivasi dengan karyaevangelisasi. Padahal tugas pewartaan ini merupakan tugas mereka juga.Sekaranglah saatnya merubah strategi, awam bukan hanya menerimamakanan rohani, bukan hanya sebagai objek tetapi juga menjadikan dirinyapelaksana dan sungguh-sungguh terlibat di dalam karya evangelisasi ini.Allah mau menyelamatkan manusia lewat manusia pula. Paus YohanesPaulus II dalam pesannya pada hari minggu misi sedunia pada tanggal 22oktober 2000 mengatakan: ”Setiap orang Kristen adalah misionaris.Mereka dapat menyumbangkan sesuatu: mulai dari doa, kurban, kesaksianhidup serta derma bahkan kemartiran. Api misi perlu lebih bernyala danberkobar.” Karena awam ditempatkan di tengah-tengah dunia dengantugas-tugas duniawi yang sangat beraneka macam, maka Paus Paulus VImengharapkan keterlibatan awam dalam evangelisasi yang sangat khususitu.5 Awam bersentuhan langsung dengan dunia maka awampun mendapattugas untuk menguduskan nilai-nilai duniawi karena awam dapatmenembus seluruh aspek kehidupan. Untuk itu perlu memotivasi paraawam dan sekaligus membekali mereka untuk dapat mewartakan Kristusdengan teknik-teknik sederhana yaitu dengan memakai strategi oikos.5 Evangelii Nuntiandi 70. 25
  26. 26. B. Memperkenalkan KristusB.1. Memulai percakapan. Pertama-tama carilah kesempatan, tentu saja ini diperlukankebijaksanaan dan terutama mohon campur tangan Allah melalui doa.Ingatlah selalu bahwa Tuhan-lah yang akan membuka pintu jika waktunyatiba. Kalau anda sungguh-sungguh memohon pada Tuhan supaya diberikankesempatan, maka anda akan heran menyaksikan betapa banyaknyakesempatan yang diberikan Tuhan untuk anda, Tuhan memberikan kejutan-kejutan yang anda tidak pernah duga lebih dahulu. Ramahlah terhadapsemua orang dan layanilah mereka. Kadangkala orang yang anda anggaptidak mungkin menerima Kristus justru dialah ladang yang subur. Carapandang anda terhadap orang tersebut mungkin sama dengan orang lainmemandang dia. Karena itu mungkin anda-lah satu-satunya orang yangbersikap hangat padanya sehingga dia dapat membuka pintu hatinyaterhadap pelayananmu.Ajaklah dia berbicara dan anda hanya mendengarkan. Setiap orangmempunyai kesenangan sendiri, punya topik-topik pembicaraan yangmenarik bagi-nya sekalipun dia orang yang pendiam. Karena itu orangyang pendiampun akan ikut berbicara jika yang dibicarakan itu adalah topikyang dia senangi apalagi kalau dia mengetahui bahwa dia sungguh-sungguhdidengarkan. Jika sudah yakin akan hal ini, anda dapat mengambil kesem-patan untuk mengajukan pertanyaan yang paling mengena. Saat itu pastidia akan menjawab pertanyaan anda.Bagaimana caranya?- Pertama-tama pandanglah mata orang itu dengan penuh kasih tanpa menimbulkan curiga baginya.- Kemudian tersenyumlah dengan lembut, wajah anda harus kelihatan ramah.- Sesudah itu ajukanlah pertanyaan yang dimulai dengan kata “bagaimana” atau “mengapa”.Pada saat dia berbicara tentang kejenuhan, hidup yang tidak berarti, rasabersalah, kesepian, dll, secara tidak langsung dia sudah bertanya tentangYesus itu sendiri. Jangan terburu-buru dulu, ciptakanlah suasana rilex.Sediakanlah waktu untuk berbicara, mungkin dengan sambil minum kopiatau ajaklah makan bersama. Terimalah orang itu sebagaimana adanya. Itutidak berarti bahwa anda membiarkan mereka dalam keadaan seperti ituterus. Tapi dengan menerima dia, sudah merupakan awal untuk memasukipembicaraan yang baik. Paus Paulus VI berkata: ”Hormatilah keadaan 26
  27. 27. rohani orang yang dilayani. Bergeraklah sesuai waktu dan kecepatanmereka. Tidak ada orang yang berhak untuk terlalu memaksa mereka”.Berikanlah pujian yang jujur dan dengan tulus. Pujian yang sesuai dapatmembantu banyak. Jangan kikir dengan pujian bagi orang lain, tapi janganjuga memberikan pujian yang berlebihan. Dari cara anda menanggapi, diadapat menilai siapa anda. Perhatikanlah apa yang menyebabkan orang itustress, dan kebutuhan apa yang diperlukan akhibat stress tersebut.Tunjukkanlah rasa belas kasihan (empati) anda dengan menceritakan halyang hampir sama menimpa hidup anda dulu dan bagaimana anda telahmenanggulanginya dengan kuasa Yesus.B.2. Memasukkan Kristus ke dalam percakapan. Biasanya kita tidak punya keberanian untuk berbicara terang-terangan tentang Kristus. Ingatlah bahwa keberanian itu bukan berartitidak ada rasa takut. Keberanian berarti mengambil tindakan ditengah-tengah rasa takut.Sembilan cara kreatif untuk memasukkan Kristus dalam percakapan:1. Apabila orang itu tahu bahwa hidupmu baik, bertanyalah kepadanya, ”Sudah pernahkah saya menceritakan kepada anda mengapa saya tertarik kepada hal-hal rohani?”2. Apabila orang itu tahu bahwa keluargamu baik dan anda punya kasih serta aktif dalam pelayanan, katakanlah kepadanya: ”Mungkin engkau tidak akan mengira seperti itu, seandainya engkau tahu siapa saya sepuluh tahun lalu”. Apabila saat itu bukan merupakan waktu dan tempat yang tepat untuk berbicara tentang Kristus, katakanlah: “Nanti kalau ada kesempatan (biar 15 menit saja), saya akan menceritakan mengapa hidup saya berubah”3. Jika anda berbicara dengan orang Katolik yang murtad karena kecewa dengan gereja, anda dapat berkata, “Saya juga pernah merasa seperti anda…. Saya pernah mengalami banyak problem dengan gereja, tetapi sekarang tidak lagi. Maukah anda mendengarkannya?” Ingatlah bahwa mungkin alasan yang diungkapkan orang itu tentang kemurtatannya bukanlah alasan yang utama atau sebenarnya. Seringkali alasan itu hanya menutupi sesuatu yang lebih besar. Jadi janganlah terlalu memperhatikan alasan yang dikemukakan pertama. Dengarkan saja tetapi tidak perlu terlalu dihiraukan. Katakanlah bahwa hidup dengan Yesus itu sangat menyenangkan, karena anda sendiri mengetahuinya dan sudah mengalaminya sendiri. 27
  28. 28. 4. Apabila orang itu adalah orang non Kristen tapi anda dekat dengannya dan mengenalnya secara pribadi, maka dia akan mempercayai anda dan dia akan mulai mensharingkan tentang segala beban, kerinduan, frustasi, kekosongan, kerinduan mereka dll. Jika pengalaman anda hampir sama dengan pengalamannya, katakanlah, ”Saya juga pernah mengalami seperti yang anda alami, tetapi satu saat saya mengalami sesuatu yang benar-benar mengubah pandangan saya tentang hidup ini. Maukah anda mendengar pengalaman saya?” Jika pengalaman anda tidak sama dengan yang dia alami, anda dapat berkata, “Kalau cara pandang saya masih seperti dulu, dan saya mengalami seperti yang anda alami sekarang ini, tentu perasaan saya seperti anda. Tetapi sekarang tidak begitu, karena ada suatu pengalaman yang benar-benar telah mengubah pandangan saya tentang hidup ini. Maukah anda ingin mendengarnya?” 5. Kepada orang yang telah lama anda kenal tetapi anda belum pernah berbicara tentang Kristus kepadanya, katakanlah, “Saya kira saya perlu minta maaf kepadamu. Saya sudah mengenalmu beberapa tahun tetapi saya belum pernah menceritakan apa yang paling berarti bagi hidup saya.” 6. Kepada orang yang mengeluh tentang dunia ini, katakanlah, “Pernahkah anda mempertimbangkan diagnosa Yesus dan perbaikan yang dilakukanNya bagi dunia?” 7. Jika anda sedang membicarakan pokok berita yang sedang terjadi atau krisis dunia yang paling akhir atau beberapa peristiwa yang paling mutakhir, mungkin anda dapat bertanya, ”Menurut anda, apakah yang tidak beres dalam dunia ini?” Setelah mendengar dari dia tentang berbagai penyebab eksternal yang menyebabkan problema pada manusia, kita dapat bertanya, “Pernahkah anda memikirkan apa yang dikatakan Yesus tentang hal ini?” Kemudian katakanlah apa yang dipikirkan Yesus tentang manusia dalam Mrk.7:21-23. Manusia sendirilah, karena sikap batinnya penyebab masalah pokok. 8. Untuk mengangkat pembicaraan tentang hal-hal rohani, bertanyalah: “Apakah anda tertarik pada hal-hal rohani?” Perhatikan apakah mereka menjawab ya atau tidak, selanjutnya tanyalah: “Menurut anda, yang disebut orang Kristen sejati itu bagaimana?” Biasanya jawaban mereka tentang orang kristen adalah mereka yang melakukan kegiatan kristiani seperti: pergi ke gereja, hidup dengan baik, berdoa, dll. Jika mereka menjawab seperti itu, berkatalah: 28
  29. 29. “Hal-hal itu memang benar. Itulah yang dilakukan orang Kristen sejati. Bolehkah saya ceritakan apa yang dikatakan Kitab Suci mengenai orang kristen sejati?” Pandangannya memang benar, tetapi yang paling benar adalah Orang Kristen sejati harus selalu mengalami sukacita karena mereka memiliki hidup yang kekal. Sukacita surgawi sudah bisa dialami di dunia ini. (Yoh.10.10b)9. Jika pembicaraan sudah mulai mengenai hal-hal rohani, tanyakanlah dua pertanyaan ini: a. “Sudah tahukah anda bahwa sekarang ini anda memiliki hidup yang kekal?” Jawaban selalu ya atau tidak. Tetapi kalau mereka menjawab “mungkin”, anggaplah jawaban itu “tidak”. b. “Seandainya saat ini anda berdiri di hadapan Allah, kemudian Dia bertanya: Mengapa Aku harus membawa engkau masuk surga? bagaimana anda menjawabnya?” Jawaban akan selalu didasarkan pada iman atau karya. (Jawaban atas pertanyaan ini akan membuat anda mengetahui sampai di mana kerohanian mereka).B.3. Empat cara mensharingkan Kristus Biasanya kita mempunyai anggapan bahwa mensharingkan Kristusadalah berbicara tentang Injil, hal itu merupakan salah satu cara.Sebenarnya ada empat cara untuk mensharing Kristus dalam kehidupansehari-hari. Setiap saat kita mempunyai kesempatan untuk mensyaringkanKristus dengan menggunakan salah satu dari empat cara ini:1. Kebenaran. Di sini kita hanya dapat berbicara tentang kebenaran Allah. Misalnya: “Allah telah memberikan hari yang indah ini”, “Anak-anak merupakan suatu karunia Allah yang berharga” atau “bintang-bintang yang indah itu menunjukkan kepada saya bahwa Allah di balik alam raya”. Kita dapat mengatakan perkataan kebenaran ini pada situasi yang paling santai sekalipun. Dalam Yohanes 1:29 Yohanes pembaptis mengatakan satu sabda kebenaran ketika ia mengakui Kristus sebagai “Anak domba Allah yang menghapus dosa-dosa dunia”.2. Kesaksian. Di sini kita hanya menceritakan kebaikan Allah dalam pengalaman hidup kita. Suatu kesaksian merupakan pengalaman pribadi karena itu 29
  30. 30. kesaksian tidak dapat dibantah. Suatu kesaksian tidak selalu mengenai mengapa menjadi kristen, tetapi juga tentang apa yang telah dilakukan Allah. Dalam Yoh.1:41 Andreas menceritakan kesaksiannya ketika ia berkata kepada Petrus: “Kami sudah menemukan Mesias”. Paus Paulus VI mengatakan “Manusia modern lebih mau mendengarkan kesaksian daripada mendengarkan guru. Dan jika ia mendengarkan guru, hal itu disebabkan karena mereka adalah saksi-saksi.” 63. Injil. Menceritakan siapa Yesus. Yesus adalah Allah yang menjadi manusia. Dia datang ke dunia dengan ajaran-ajaran-Nya, teladan-teladan-Nya dll. Dia rela menderita dan wafat bagi manusia untuk menebus dosa- dosa manusia. Kemudian Dia bangkit dari mati lalu naik ke surga. Semuanya Dia lakukan demi cintaNya pada manusia. Dalam hal ini seakan-akan kita berkotbah tentang Yesus.4. Mengajak (mengundang). Dengan cara mengajak mereka datang menghadiri pertemuan sel komunitas. Perlihatkanlah bahwa anda akan sangat senang jika mereka mau memenuhi undangan anda. Kalau perlu tawarkan untuk dijemput, kontaklah selalu dengan menelpon.C. Menanggulangi Penolakan Untuk memperkenalkan Kristus pada orang lain, kita perlu mengetahuimengapa orang menolak Kristus dan bagaimana menangani alasan-alasanpenolakan itu.Tingkat pertama: melayani.Dalam melayani anggota oikos mungkin anda menemukan orang-orangyang menolak Kristus dengan macam-macam alasan misalnya:1. Menolak karena tidak pernah mendengar tentang Kristus. Masalah ini dapat ditangani dengan mengatakan kebenaran-kebenaran tentang Kristus.2. Menolak karena keliru. Mereka hanya tahu dari dengar-dengar saja. Akhibatnya mereka salah dengar tentang Kristus dan agama Kristen. Cara menanggulanginya ialah menjelaskan yang sebenarnya.6 Pidato kepada Para Anggota Consilium de Laici, (2Okt 1974): AAS 66 (1974), hal 568 30
  31. 31. 3. Menolak karena menilai agama Kristen tidak baik. Biasanya karena mengenal orang-orang kristen yang salah. Cara menanggulanginya ialah melayani orang itu dengan kasih sehingga ia dapat mempunyai gambaran yang benar tentang seorang Kristen.Tingkat kedua: sharingPada tingkat ini orang mendengarkan sharing anda dan dia akan mengambilperbandingan dengan keadaan dirinya. Jika mereka menolak Kristus padatingkat-tingkat ini, hal itu disebabkan karena:1. Tidak mau tunduk kepada siapapun. Mungkin mereka tidak mau menerima siapa saja sebagai Tuhan dalam hidup mereka, karena merasa puas dengan gaya hidupnya. Ini merupakan salah satu alasan yang paling menakutkan dalam penolakan karena orang itu percaya kepada berita yang diwartakan tetapi tetap berkanjang pada gaya hidupnya. Beritahukanlah kepadanya bahwa dirinya dalam bahaya. Dan sampaikanlah kebenaran ini: “Jika percaya, engkau dapat menerima Kristus sebagai Tuhan.”2. Menolak Kristus karena takut kehilangan orang-orang dekat. Biasanya dia mendapat tekanan dari keluarga dan kerabatnya. Hal ini adalah hal yang biasa, karena itu kita harus mengerti dengan orang tersebut. Anda dapat menjelaskan Sabda Tuhan dalam Mat.10:34-35. Di lain pihak jelaskan juga bahwa menerima Kristus berarti membawa keluarga dan teman kepada Kristus. Kis.16:13-15.Tingkat ketiga: MenjelaskanPada tingkat ini orang perlu mendengarkan penjelasan yang logis tentangInjil supaya dia dapat mengambil suatu keputusan. Apabila pada tingkat inidia menolak hal itu disebabkan karena:1. Orang tersebut merasa tidak layak karena dosanya terlalu besar. Ia merasa tidak layak menerima pengampunan Kristus. Penolakan ini dapat diungkapkan dengan perkataan “dosaku terlalu berat” atau “Bagaimana mungkin Allah akan menerima saya?” Anda dapat menangani masalah ini dengan mengatakan bahwa Allah justru mau menyelamatkan orang-orang yang berdosa dan bahwa karena Dia adalah Allah, maka kuasaNya untuk mengampuni lebih besar daripada kemampuan kita untuk berbuat dosa. Dasar-dasar kitab suci untuk menunjang penjelasan anda adalah: Mat.9:12; Lk.15:11-32; Lk.19:1-10; Yoh.8:1-11; Lk.7:36-50, dll. 31
  32. 32. 2. Menolak karena tidak dapat berhenti melakukan kebiasaan dosa. Orang ini tidak mengerti bahwa Tuhan berkuasa memberikan kemam- puan padanya mengalahkan kebiasaan berdosa. Anda dapat memberi penjelasan seperti pada no.3.3. Menunda-nunda. Orang ini merasa bahwa nanti jika sudah ada waktu, ia dapat membenahi dirinya dan kemudian ia dapat berbuat seperti yang dikehendaki Kristus baginya. Pendekatan yang paling baik untuk menangani orang-orang seperti ini adalah katakanlah padanya: a. “Mungkin tidak ada lagi hari esok.” (Yoh.4:14; II Kor.6:2; Mzm.14:4) b. “Jika anda ingin menunggu sampai anda berbenah diri, anda tidak akan pernah dapat mewujudkannya.”D. Beberapa pendekatan untuk menjawab keluhan- keluhan tentang Gereja Banyak kali kita temukan orang-orang Katolik yang tidak lagimenjalankan kehidupan iman mereka karena berbagai macam alasan.Dibawah ini diuraikan mengenai alasan-alasan mereka dan carapendekatannya.1. “Semua yang mereka bicarakan di gereja ialah uang” Kerapkali pernyataan seperti ini hanyalah alasan permukaan untuk menyembunyikan alasan yang sesungguhnya. Untuk menanggapinya ada beberapa usul: • “Saya sudah menerima begitu banyak dari Allah melalui gereja, sehingga saya merasa tidak akan pernah dapat membayar semuanya”. • “Saya merasa bahwa Gereja seolah-olah rumah saya yang kedua sehingga saya juga bertanggung jawab atas kebutuhan keuangannya” Jelaskan juga pandangan anda tentang sumbangan itu sebagai suatu karya misioner, sebagai salah satu cara untuk pengungkapan syukur kepada Allah. Sebagaimana kita mengalami masalah keuangan rumah tangga sendiri, demikian juga gereja mengalaminya, bahkan kebutuhan itu jauh lebih besar. Sedangkan sumber pemasukan keuangan gereja adalah sumbangan umat.2. “Hidupku sudah terlalu buruk, sehingga Tuhan tidak mau dengan aku lagi.” Biasanya orang seperti ini telah menjadikan hal-hal lain sebagai allahnya dan terikat olehnya. Terikat oleh pekerjaan, keluarga, uang, 32
  33. 33. kenikmatan, dll. Cara pendekatan pada orang seperti ini adalah menekankan rasa bersalah dan rasa berdosa yang ada pada mereka. Bagaimana anda menolong orang seperti ini? • Ingatkan dia akan masa lalunya dan saat-saat ketika dia beribadat: “Bukankah anda ke gereja ketika masih muda?” Tetaplah membicarakan masa itu dan ceritakan juga pengalaman anda sendiri. Dengan demikian anda telah mengingatkan padanya sesuatu yang mungkin akan direnungkannya setelah anda pergi. • Berilah kesaksian tentang keluarga anda sendiri, tentang problem anda dan bagaimana anda dapat menanggungnya karena pertolongan Tuhan. “Syukurlah saya mempunyai banyak saudara seiman yang mau ikut menanggung beban saya. Sel komunitas kami benar-benar memberikan penghiburan dalam masalah ini. Ceritanya begini…..”3. “Beberapa tahun lalu saya dikecewakan oleh seorang pastor, karena itu saya meninggalkan gereja.” Terhadap orang seperti ini janganlah berbantahan dan berlagak menjadi pembela gereja. Dengarkanlah cerita orang itu, mungkin juga yang terjadi tidaklah seperti yang dipikirkan atau yang dirasakannya. Beberapa cara untuk menanggapinya: • “Itu belum seberapa, ada cerita yang lebih hebat lagi.” Dia tidak menyangka bahwa reaksi anda lain sekali. Hal ini akan memperlunak pengalaman yang dialaminya dengan pastor itu. • “Itu menunjukkan bahwa sebagai manusia, kadang-kadang kita semua juga, dapat berbuat buruk seperti itu.” Dalam Kitab Suci orang-orang memperlakukan Yesus dengan tidak baik. Mereka menyebut-Nya “orang Samaria”, “anak haram”, “dirasuk setan”. Meskipun begitu, Ia tidak menyerah. • Undanglah dia ke sel komunitasmu: “Lupakan semua itu, datanglah dan lihatlah sendiri bagaimana pertemuan sel komunitas kami. Setiap orang pernah terluka seperti anda juga. Ikutlah dengan sel kami, anda akan senang.”4. “Saya tidak setuju dengan banyak hal dalam gereja…. Karena itu saya tidak pergi ke gereja lagi.” Anda dapat menjelaskan beberapa hal tentang gereja sbb: • Kebijaksanaan Gereja Katolik sudah berlangsung dan teruji selama 2000 tahun. Gereja dengan sungguh-sungguh telah mengemban mandat Yesus untuk “mengajarkan segala hal yang telah Kuperintahkan kepadamu” (Mat.28:20). 33
  34. 34. • Yesus berkata kepada Gereja yang dilambangkan oleh Petrus: “Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaatKu dan alam maut tidak akan menguasainya…….” (Mat.16:18-19) • Gereja Katolik adalah satu-satunya Gereja yang teguh dalam memperjuangkan moral kemanusiaan dengan menentang hal-hal seperti pengguguran kandungan, perceraian, kontrasepsi, Eutanasia, homoseks, ketidakadilan, dll. • Undanglah dia ke sel komunitas anda: “Banyak hal menarik yang kami bicarakan dalam sel komunitas kami. Kami akan senang sekali mendengarkan pandangan-pandangan anda dan anda dapat belajar banyak di sana. Saya juga begitu.”5. “Gereja tidak mau menerima saya, saya sudah cerai.” Orang-orang yang sudah bercerai biasanya berpikir bahwa mereka dikucilkan oleh gereja. Ini pendapat keliru dan salah. Anda harus mengetahui aturan gereja tentang hal ini dan menjelaskan kepada mereka: • Jika orang yang sudah bercerai dan belum kawin lagi, ia bebas menerima sakramen. Sedangkan orang yang sudah bercerai dan kawin lagi, dia boleh menghadiri misa dan ikut kegiatan gereja tetapi tidak boleh menerima komuni. Tidak menerima komuni ini disebut “puasa ekaristi”. Bagi orang yang telah cerai dan kawin lagi “Puasa ekaristi” bukan berarti Tuhan telah diambil daripadanya. Sama sekali tidak! Penerimaan Ekaristi merupakan cara yang lazim bagi kita di dunia untuk berkomunikasi dengan cinta Yesus. Namun Allah tidak terbelenggu oleh sakramen-sakramen cintaNya. Menerima Sakramen Mahakudus tidak lain adalah menerima cinta Tuhan yang tersalib dan mengambil bagian dalam buah kehidupanNya. Orang yang sudah cerai dan kawin lagi diundang Yesus ke perjamuan kudusNya untuk turut ambil bagian di dalam perayaan kurban cintaNya itu, justru dengan tidak menerima Komuni Suci. Kepada kaum Kristiani yang mengalami kegagalan perkawinan, Yesus bersabda: “Engkau saudaraKu, engkau saudariKu, hendaklah kamu berkomunikasi dengan salib dan kebangkitanKu, justru dengan tidak menerima Komuni Suci. Terimalah sengsara ini demi cintamu kepadaKu dan demi hormatmu bagi perjanjian cintaKu. Dan Aku Tuhanmu dan Allahmu, pasti menemukan sarana-sarana untuk menghibur 34
  35. 35. dengan cara lain dan memenuhimu dengan karunia yang berlimpah-limpah. Percayalah padaKu dan pada GerejaKu.” • Anda tidak boleh meninggalkan Tuhan karena Ia tidak pernah meninggalkan anda. Lakukanlah yang terbaik dalam situasi yang anda hadapi. Jika anda bertekun dalam iman yang baik, anda akan menyaksikan bagaimana Tuhan akan membuka pintu-pintu yang dulu tertutup.6. “Saya tidak tahan terhadap semua perubahan yang terjadi dalam gereja, karena itu saya keluar.” Orang ini mempunyai type konserfatif, yang sulit menerima perubahan. Oleh karena itu kita perlu hati-hati dalam menjelaskan kepada mereka. • Sebagian besar perubahan yang terjadi dalam Gereja Katolik akhir- akhir ini merupakan hasil konsili Vatikan II, yang diprakarsai oleh Paus Yohanes XXIII. Hasilnya adalah gereja senantiasa selalu peka terhadap perkembangan zaman yang senantiasa selalu berubah. Misalnya dalam Misa, konstitusi hasil Konsili mengadakan perubahan dari bahasa Latin ke bahasa Indonesia, justru supaya kita dapat mengikuti liturgi dengan baik. Tidak ada perubahan pada inti misa. Pengantin tetap pengantin meskipun bajunya sudah diganti. • “Banyak perubahan yang dulu tidak saya senangi, sekarang dapat saya ikuti dengan lebih baik. Berdoa, bernyanyi dll, membuat saya lebih banyak mengalami kepuasan dalam mengikuti misa.” • Undanglah dia ke misa: “Datanglah dan saksikan sendiri. Misanya sama, hanya bajunya saja yang lain.”7. “Saya tidak membutuhkan gereja, saya beribadat kepada Tuhan dengan cara saya sendiri.” Anda harus mengatakan suatu kebenaran bahwa kita tidak boleh beribadat kepada Tuhan dengan cara kita sendiri tetapi harus menurut cara yang dikatakanNya kepada kita di dalam Kitab Suci. Ada dua dimensi ibadat yang harus kita lakukan: - Pribadi: Hubungan pribadi dengan Yesus yang dikembangkan terutama melalui doa pribadi dan bacaan Kitab Suci. - Umum: Yesus mendirikan Gereja yang diberiNya kuasa. (Mat.16:18). Yesus berkata dalam Lk.10:16: “Siapa yang men- dengarkan kamu mendengarkan Aku dan siapa yang menolak kamu menolak Aku.” Untuk dapat berkembang dalam hubungan pribadi dengan Tuhan, dibutuhkan pengajaran-pengajaran dari gereja. 35
  36. 36. 8. “Mengapa orang Katolik harus menghadiri misa pada hari minggu?” Orang seperti ini belum mengerti banyak tentang kehidupan beriman karena itu kita dapat memberi penjelasan: • Perintah ketiga berbunyi: “Peliharalah hari Sabat.” Dalam Doa Kesepuluh perintah Allah dalam perintah ketiga disebutkan “Kuduskanlah hari Tuhan”. Gereja mempunyai kewajiban untuk menganjurkan umatnya memenuhi perintah ketiga ini. Seperti seorang ibu yang baik, Gereja Katolik mengetahui apa yang baik bagi anak-anaknya. Untuk itu Gereja mengharuskan anak-anaknya untuk taat dengan mematuhi aturan-aturan gereja demi kebaikan anak-anaknya. Betapa seringnya orang tua mengatakan, ”Ayo, makanlah sayuran ini supaya kamu tumbuh sehat dan kuat.” • Supaya kita dapat tumbuh menjadi orang Kristen, misa pada hari minggu merupakan hal yang penting sekali. Inilah cara yang diinginkan Yesus. 36
  37. 37. R e f l e k s i Berperan Kita dapat mengenali sesuatu dengan baik kalau kita melihat suatu perbuatan dilakukan. Sebagai pihak ketiga kita dapat mengamati sesuatu yang terjadi dengan objektif. Amatilah dengan baik dan buatlah catatan pada waktu anda melihat situasi-situasi di bawah ini: Situasi I : “Keluarga Katolik yang murtad” Anda sedang berbicara tentang evangelisasi, pada saat yang sama anda berpapasan dengan tetangga anda yang mobilnya sedang mogok. Tetangga anda itu adalah seorang yang dulunya Katolik. Dia mengenal anda dan tahu bahwa anda adalah anggota KTM. Apa yang anda akan lakukan? Situassi II: “Anggota Paroki yang tidak aktif” Anda sedang berada di supermarket bersama dengan teman-teman anda. Akhirnya pembicaraan masuk ke dalam aktifitas paroki. Salah seorang yang bersama anda adalah seorang yang tidak aktif di paroki, tidak menyetujui aktifitas di paroki. Apa yang anda lakukan? 37
  38. 38. B a h a n D i s k u s i 1. Bacalah Yohanes 4:5-15. Berdasarkan bacaan itu susunlah secara sistimatis metode yang dipakai Yesus dalam mewartakan Injil. --------------------------------------------------------------------------------------------------------------- --------------------------------------------------------------------------------------------------------------- 2. Biasanya orang katolik kurang begitu berani melakukan evangelisasi pribadi. Mengapa demikian? ------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- ----------------------------------------------------------- 3. Untuk dapat merubah strategi evangelisasi, apa yang harus dilakukan oleh gereja dewasa ini? Berilah beberapa jawaban. --------------------------------------------------------------------------------------------------------------- --------------------------------------------------------------------------------------------------------------B a h a n S t u d i Penolakan Di dalam Kitab Suci kita dapat melihat orang-orang yang menolak pewartaan Injil. Di bawah ini ada beberapa contoh. Bacalah berulang-ulang kisahnya kemudian tulislah dalam lembaran jawaban alasan 38
  39. 39. penolakan dan tingkat kriteria penolakannya. Kriteria Penolakan Tingkat 1 Tingkat 2 Tingkat 3- Salah dengar karena - Halangan intelektual - Dosa dengar-dengar saja - Tidak mau tunduk - Rasa bersalah- Ketidak tahuan - Tekanan dari - Menunda-nunda- Keliru. keluarga dan teman 1. Pemimpin yang muda dan kaya: Markus 10:17-23 ------------------------------------------------------------------------------------------------------------- ------------------------------------------------------------------------------------------------------------ 2. Orang-orang Farisi : Yohanes 11:46-53 ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- -------------------------------------------------------- 3. Nikodemus : Yohanes 3:1-21 ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- --------------------------------------------------------- 4. Perampok yang tidak percaya : Lukas 23:39 ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- -------------------------------------------------------- 39
  40. 40. 5. Agripa : Kisah 26:27-29 ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- --------------------------------------------------------- 6. Orang-orang Efesus : Kisah 19:21-40 ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- -------------------------------------------------------- 7. Orang-orang Atena : Kisah 17:16-32S u r v e i p r i b a d i Tanyakan pertanyaan-pertanyaan ini kepada lima orang. Anda dapat bertanya kepada anggota oikos anda sendiri atau orang lain. Mulailah dengan berkata, “Saya mengikuti suatu kursus yang berusaha mengajar saya bagaimana orang berpikir, bolehkah saya mengajukan lima pertanyaan pendek ini? (Jika anda belum kenal dengan orang yang anda ajak bicara itu, perkenalkanlah diri anda terlebih dahulu.) 1. Menurut anda masalah paling besar yang dihadapi orang dewasa ini adalah …….. Orang 1 ------------------------------------------------------------------------------ Orang 2 ------------------------------------------------------------------------------ Orang 3 ------------------------------------------------------------------------------ Orang 4 ------------------------------------------------------------------------------ Orang 5 ------------------------------------------------------------------------------ 2. Apakah yang paling memuaskan anda dalam hidup anda? Orang 1 ----------------------------------------------------------------------------- Orang 2 ----------------------------------------------------------------------------- 40
  41. 41. Orang 3 ----------------------------------------------------------------------------- Orang 4 ----------------------------------------------------------------------------- Orang 5 ----------------------------------------------------------------------------- 4. Apakah yang membuat anda paling frustrasi? Orang 1 ----------------------------------------------------------------------------- Orang 2 ----------------------------------------------------------------------------- Orang 3 ----------------------------------------------------------------------------- Orang 4 ----------------------------------------------------------------------------- Orang 5 ----------------------------------------------------------------------------- 5. Apakah tujuan hidup anda? Orang 1 ----------------------------------------------------------------------------- Orang 2 ----------------------------------------------------------------------------- Orang 3 ----------------------------------------------------------------------------- Orang 4 ----------------------------------------------------------------------------- Orang 5 ----------------------------------------------------------------------------- 6. Menurut anda apakah agama yang terorganisasi (gereja) itu relevan bagi orang-orang dewasa ini? Jelaskan! Orang 1 ----------------------------------------------------------------------------- Orang 2 ----------------------------------------------------------------------------- Orang 3 ----------------------------------------------------------------------------- Orang 4 ----------------------------------------------------------------------------- Orang 5 -----------------------------------------------------------------------------T u g a s 1. Bacalah dan tandailah “Evangelii Nuntiandi no.40-82 2. Hasil refleksi pribadi 3. Hasil studi 4. Buatlah survei “pertanyaan untuk lima orang” 5. Cantumkan nama anda pada lembaran-lembaran jawaban dan kumpulkan pada pengarahan berikutnya. 41
  42. 42. Pelajaran 3 SEL KOMUNITASA. Alasan mengembangkan Sel KomunitasB. Sel Komunitas 1. Sel Komunitas ialah sebuah kelompok kecil 2. Tujuan Sel Komunitas 3. Prinsip-prinsip penting dalam sebuah Sel Komunitas 4. Keuntungan Sistim Sel KomunitasC. Pertemuan Sel 1. Waktu Pertemuan 2. Unsur-unsur Pertemuan SelD. Pertumbuhan Sel Komunitas 1. Cara anggota baru masuk ke dalam Sel Komunitas 2. Petunjuk praktis untuk mengundang anggota Oikos 3. Pembelahan Sel 1) Metode Pembelahan Sel 2) Mengapa Sel tidak membela 3) Hambatan Perkembangan SelE. Sed IntiF. 1. Bahan Diskusi 2. Bahan Studi 3. Survei Pridadi 4. Tugas 42
  43. 43. Jika pemimpin berapi-api dengan semangat evangelisasi, akan mempengaruhi seluruh anggota sel. Hasilnya ialah sebuah sel komunitas yang berkobar-kobar semangatnya dalam melakukan evangelisasi dan berusaha untuk menjangkau orang sebanyak-banyaknya. Jika pemimpin tidak berapi-api maka sel komunitas akan pasif dan mungkin matiPrinsip Pedoman Strategi Sel KomunitasMelihat adanya kebutuhan……. penuhilah Melihat adanya luka……. sembuhkanlah SEL KOMUNITAS 43
  44. 44. A. Alasan mengembangkan Sel Komunitas1. Allah menghendaki agar setiap orang menjadi murid Kristus. Sebagai anggota gereja, seringkali kita terlena dan berpuas diridengan keadaan gereja yang penuh tiap minggu, bangga dengan organisasigereja yang tersusun rapih dll. Apabila kita meninjau kembali sampai dimana kesuksesan tugas perutusan kita, dengan jujur dapat dikatakan bahwakesuksesan tugas perutusan itu masih jauh dari yang diharapkan. Yesusberkata: “Jadikanlah semua bangsa muridKu” Mat.28:19. Tapi kalau kitamelihat saudara-saudara di lingkungan hidup kita masing-masing, denganjujur kita akan mengatakan bahwa masih banyak orang yang belummenjadi muridNya, masih banyak yang belum hidup sesuai dengankehendakNya. Bahkan banyak saudara dan kenalan kita yang berada diambang kehancuran hidup rohani, mereka berada di tepi jurang neraka.Banyak orang yang menamakan Kristen tapi belum bisa disebut muridKristus. Karena itu dari kita sangat dibutuhkan semangat evangelisasiseperti yang dimiliki umat gereja awali yaitu melayani dengan memanfaat-kan hubungan antar pribadi. Dewasa ini dibutuhkan kesaksian hidupKristiani yang mengandalkan cinta persaudaraan seperti yang dimilikiumat gereja awali yang membuat mereka disukai banyak orang. Untukdapat mewujudkan semangat cinta persaudaraan kristiani ini membutuhkansuatu lingkungan hidup. Lingkungan hidup yang dimaksudkan adalahkelompok-kelompok kecil yang disebut kelompok sel.2. Pelayanan paling baik ialah melalui jalinan persahabatan. Orang Kristen harus selalu melayani di mana saja mereka berada,tetapi hal ini belum dilaksanakan. Mereka belum melayani oikos yaitumereka di sekitar pekerjaan, keluarga, orang-orang yang sehobi atau paratetangga. Allah telah memberikan mereka yang ada di sekitar andasupaya anda dapat melayani mereka dan berbicara tentang Kristus kepadamereka tetapi sering kali anda mengabaikan kesempatan ini. Denganmemanfaatkan hubungan yang sudah ada ini anda tidak perlu lagi mencaridomba di tempat lain karena mereka sudah diberikan Tuhan di sekitar anda.Tempat yang paling baik untuk melayani ialah di mana anda beradasekarang ini karena di situ sudah ada orang-orang yang diberikan Tuhanpadamu untuk dilayani yaitu sauhabat-sahabatmu, keluargamu,tetanggamu, karyawammu, dll. Tidak perlu anda harus berkotbah di dalamsuatu persekutuan doa atau menjadi misionaris di tempat-tempat pedalaman 44
  45. 45. di mana masih banyak orang kafir. Hal itu memang mungkin tetapi untukmewujudkannya masih diperlukan banyak persyaratan dll.3. Gereja harus melayani kebutuhan seluruh umat. Gereja tidak dapat menjangkau seluruh umat kalau tugas pelayanitu hanya menjadi beban para klerus, katekis atau biarawan-biarawati.Melalui jalinan persahabatan yang terbentuk lewat kelompok-kelompokkecil, orang-orang di dalamnya pasti akan saling memperhatikan kebutuhanrohani orang lain bahkan bukan hanya pada kebutuhan rohani tapi sampaipada kebutuhan emosional dan jasmani. Karena apabila seseorang sudahterlibat dalam kehidupan orang lain maka dia pasti akan merasa terbebanuntuk melayani orang itu.4. Evangelisasi merupakan prioritas gereja. Wartakanlah dan jadikanlah mereka muridKu! Kedua pekerjaan inimenjadi tugas setiap orang Kristen. Pemuridan selalu dimulai denganevangelisasi yang tujuan akhirnya adalah menjadikan murid itu seorangevangelis. Rasul Petrus sudah mengatakan dengan jelas dalam II Ptr.3:9,bahwa satu-satunya alasan mengapa Yesus menunda kedatanganNyakembali ialah supaya lebih banyak orang diselamatkan. Karena itu evange-lisasi (salah satu tujuan Sel Komunitas) harus diprioritaskan.B. Sel KomunitasB.1. Sel Komunitas ialah sebuah kelompok kecil. Ciri khas Sel Komunitas adalah: • Tempat orang mengenal dan mengalami kasih Allah dalam Kristus oleh Roh Kudus. • Bersemangat dalam evangelisasi, pemuridan dan penggembalaan anggota-anggotanya sehari-hari. • Tekanan utama pada hubungan antarpribadi, baik dengan Allah maupun dengan sesama. • Ada suasana persaudaraan yang nampak dari jalinan persahabatan yang erat di antara anggotanya. • selalu menghasilkan komunitas baru.B.2. Tujuan Sel Komunitas. 45
  46. 46. 1. Pemuridan. • Membentuk anggota menjadi murid-murid Kristus yang sejati dan menjadikan orang-orang Katolik yang dewasa serta • Membawa para anggota sel KTM agar “dalam kuasa Roh Kudus mengalami dan menghayati sendiri kehadiran Allah yang menye- lamatkan sampai pada persatuan cinta kasih.”2. Multiplikasi. Tanda bahwa sel itu hidup dan berkembang adalah terjadinya multiplikasi atau pembelahan sel. Multiplikasi hanya mungkin bila anggota sel itu bertambah sampai mencapai jumlah tertentu dan pada saatnya membelah atau melahirkan sel baru. Tentu saja supaya anggota sel bertambah mensyaratkan adanya semangat evangelisasi dan pelayanan dari setiap anggota khususnya Pelayan Selnya. Tujuan kedua ini bisa terlaksana bila tujuan pertama diupayakan. Tujuan kedua ini merealisasikan visi “membawa orang lain kepada pengalaman yang sama.”B.3. Prinsip-prinsip penting dalam sebuah sel Komunitas:1. Yang penting bukan kuantitas tetapi kualitas. Anggota-anggota sel yang mempunyai kualitas rohani yang baik dengan sendirinya akan menambah jumlah anggota sel itu secara alami. Kualitas rohani setiap anggota akan menjadi daya tarik bagi orang lain untuk mencari tahu apa yang menjadikan mereka demikian. Tentu saja anggota yang berkualitas dengan sendirinya akan bersemangat dalam evangelisasi.2. Sel komunitas bekerja pada oikos. Kebanyakan pelayanan sel komunitas dilakukan di luar pertemuan sel. Dan meskipun pertemuan sel itu merupakan tempat perkumpulan bagi kelompok dan tempat pemberhentian di mana anggota dapat menimba kembali semangat yang diperlukan dalam pelayanan, memberikan laporan dan saling meneguhkan, namun sebagian besar pelayanan terjadi ketika setiap anggota bersama-sama dengan orang lain dalam kehidupan sehari-hari (oikos). Mungkin orang-orang itu berasal dari tempat kerja yang sama, atau mempunyai kesenangan yang sama, dsb.3. Sel komunitas selalu berkembang menghasilkan sel komunitas baru. 46
  47. 47. Setelah orang dibawa masuk ke dalam sel dia dijadikan murid, dibimbing, diberi pelajaran, dikonseling, disembuhkan dll. Sehingga pada akhirnya dia menjadi orang yang sungguh-sungguh beriman kepada Yesus dan menjadikan Yesus pusat hidupnya. Pada gilirannya dengan sendirinya dia akan termotivasi untuk membawa pengalaman yang sama kepada orang lain. Hal itu tentu saja akan menambah jumlah anggota sel tersebut. Setelah anggota sel mencapai jumlah tertentu maka sel itu sudah harus membelah, hal mana berarti terbentuk lagi sel komunitas baru.4. Sel komunitas ialah kumpulan dari orang-orang yang sungguh- sungguh mau melayani. Dapat dikatakan bahwa sel komunitas berfungsi sebagai gereja mini yang mempunyai tujuan menjangkau orang-orang non Kristen atau Kristen atau Katolik KTP dan menjadikan mereka murid Kristus, kemudian pada gilirannya mereka juga dapat melayani Tuhan.5. Sel komunitas menekankan hubungan antar pribadi. Sel menekankan persaudaraan kristiani karena itu kebersamaan di dalam sel merupakan satu keharusan. Para anggota dibina untuk saling mengasihi dan saling terbuka satu sama lain supaya yang satu dapat menopang dan menguatkan yang lainnya. Tetapi lebih dari itu yang diutamakan adalah hubungan pribadi mereka dengan Tuhan. Itu yang menjadi utama dan terutama barulah menyusul yang lain.B.4. Keuntungan Sistim Sel Komunitas1. Fleksibel. - Karena kelompoknya kecil, maka prosedur atau fungsi dapat diubah dengan mudah untuk menghadapi perubahan situasi atau mencapai tujuan berbeda. - Karena sel sebagai kelompok kecil adalah tidak formal, maka pola pelaksanaannya tidak perlu kaku. - Tempat, waktu dan lamanya pertemuan dapat diatur. - Kelompok yang kecil dapat dengan mudah dibelah kalau sudah mencapai tujuannya.2. Inklusif. Orang lebih dapat berintegrasi dengan sebuah kelompok kecil daripada kelompok besar karena dalam kelompok kecil tidak terlalu banyak perbedaan pendapat.3. Pribadi 47
  48. 48. Komunikasi Kristiani seringkali tidak bersifat pribadi. Tetapi di dalam kelompok kecil, komunikasi terjadi pada tingkat pribadi, pribadi bertemu dengan pribadi. Itulah sebabnya sebuah kelompok kecil dapat mencapai lebih banyak orang daripada komunikasi media massa. Komunikasi pribadi jangkauannya dapat lebih mendalam. Hal ini memang kontradiksi kedengarannya. Media massa menjangkau jutaan orang tetapi hanya sedikit sekali yang dijangkau secara mendalam. Gereja harus menggunakan berbagai bentuk komunikasi yang ada, tetapi dalam mewartakan Kristus yang pribadi, tidak ada yang dapat menggantikan komunikasi pribadi.4. Kelompok kecil dapat tumbuh dengan dibelah. Sebuah kelompok itu akan efektif hanya jika kelompok itu kecil, tetapi dapat berkembang dengan mudah. Kelompok kecil dapat berkembang biak seperti sebuah sel yang hidup, menjadi 2, 4, 8 atau lebih, tergantung pada vitalitas (kemampuan hidup) setiap kelompok.5. Kelompok kecil dapat menjadi sarana efektif untuk evangelisasi. Evangelisasi yang paling efektif adalah dengan menggunakan kelompok-kelompok kecil sebagai metodologi yang mendasar.6. Hanya membutuhkan kepemimpinan profesional yang minim. Memimpin suatu kelompok yang kecil tidak serumit memimpin kelompok yang besar.7. Dapat beradaptasi dengan Gereja Institusional. Kelompok kecil tidak harus membuang Gereja. Kelompok-kelompok kecil dapat terus ada tanpa melewati atau meremehkan Gereja. Kelompok kecil merupakan komponen hakiki dari struktur Gereja dan pelayanannya, bukan untuk menggantikannya.C. Pertemuan Sel Komunitas. Pertemuan sel adalah acara yang sangat penting. Inti dari sel adalahpertemuan sel. Pertemuan sel adalah tempat pemberhentian di manaanggota dapat menimba kembali semangat yang diperlukan dalampelayanan, memberikan laporan dan saling meneguhkan.C.1. Waktu Pertemuan Sel• Sel komunitas dapat bertemu kapan saja sepanjang minggu, sesuai dengan keadaan setempat. 48
  49. 49. • Pada umumnya waktu pertemuan yang paling baik ialah 1,5 jam. Jangan pernah memperpanjang waktu lebih dari dua jam. Orang yang mau tinggal lama boleh, tetapi yang punya bayi atau kebutuhan lain yang mendesak dapat pulang pada waktu yang telah ditentukan. Tentukan waktu tertentu kapan orang dapat pulang. Pertemuan sel itu harus selalu berakhir sedemikian rupa, sehingga orang-orang yang hadir merasa, bahwa waktunya kurang.• Pertemuan sel itu dilakukan secara periodik dan teratur, misalnya seminggu sekali atau dua minggu sekali. Periode pertemuan sel KTM idealnya seminggu sekali, paling sedikit dua minggu sekali.C.2. Unsur-unsur pertemuan sel Yang pertama-tama bertanggung jawab dalam pertemuan sel ituialah Pelayan Sel. Dia dapat menentukan siapa yang dapat memimpinpujian, pengajaran atau kotbah dll. Tetapi yang sesungguhnya memimpinpertemuan sel itu ialah Roh Kudus sendiri. Karena itu para petugas harusmempersiapkan pertemuan itu sebaik-baiknya dan berdoa untuk itu.Pelayan sel dapat menyusun jadwal petugas. Unsur-unsur pertemuan selakan dibicarakan secara terperinci dalam pertemuan berikutnya.D. Pertumbuhan Sel Komunitas Pertumbuhan sebuah sel komunitas kadang-kadang lambat sekali,tetapi kadang-kadang amat cepat. Jika pelayan dan anggota setia dan taat,Allah akan menumbuhkan. Tuhan selalu menghendaki agar setiap anggotasel dapat menjangkau orang-orang baru.D.1. Cara anggota baru masuk ke dalam sel komunitas :1. Bila orang datang pada salah satu kegiatan komunitas (PD.KTM, Adorasi bersama, Pendalaman iman, retret, dll), nama mereka diberikan kepada pelayan sel komunitas kemudian pelayan sel tersebut akan mengunjungi orang itu dan mengadakan evangelisasi.2. Kalau orang sudah mulai tertarik, mereka akan dimasukkan ke dalam sel komunitas sesuai dengan tempat tinggal mereka.3. Anggota-anggota sel komunitas dapat mengundang anggota oikosnya untuk menghadiri sel komunitas setelah mereka melayani anggota 49
  50. 50. oikosnya lebih dahulu. Tetapi untuk mengundang mereka ke pertemuan sel sebaiknya memberitahukan kepada pelayan sel lebih dahulu.D.2. Petunjuk untuk mengundang anggota oikos :1. Undanglah anggota-anggota oikos siapa saja yang jauh dari Kristus dan mereka yang membutuhkan Kristus (orang-orang bermasalah, sakit, dll) bahkan meskipun mereka tidak tinggal berdekatan dengan sel komunitas anda. Menjangkau seseorang merupakan prioritas yang lebih besar daripada mempertahankan prinsip dekatnya tempat tinggal.2. Jika ada seorang anggota oikos yang sudah mengenal Kristus, tetapi tinggal jauh dari sel komunitas anda, bertanyalah dulu kepada pelayan wilayah sebelum mengundang mereka ke dalam pertemuan sel anda. Lebih baik kiranya jika orang menghadiri pertemuan sel yang terdekat dengan tempat tinggalnya, kecuali jika ada alasan tertentu yang mengharuskannya menghadiri pertemuan sel lain.3. Jangan mengundang orang yang sudah banyak aktivitasnya dalam organisasi atau kelompok lain. Lebih baik mereka berfungsi dalam pelayanan di kelompoknya sendiri. Namun kalau mereka minta untuk bergabung, jangan pula ditolak, asal mereka dapat memenuhi persyaratannya.D.3. Pembelahan Sel (Multiplikasi) Ketika tiba saatnya, maka kelompok sel harus membela. Banyakkelompok sel yang tidak pernah melahirkan sel baru atau bahkan anggotaselnya berkurang dan akhirnya kelompok sel itu mati. Dalam Statuta KTMpasal 7 no.38 menyebutkan jumlah anggota yang ideal untuk satu sel adalahminimal 4 orang dan maksimal 16 orang. Jadi apabila satu sel sudahmencapai jumlah 14 sampai 16 orang dan ada kira-kira setengahnya sudahkomit dalam kehadiran pertemuan sel serta sudah ada calon pelayan selmaka sel itu harus membelah. Calon Pelayan Sel yang baru biasanya ialahwakil pelayan sel dan sudah harus mengikuti Program Latihan Pelayan Sel.Sel yang sehat biasanya dalam jangka waktu 6 sampai 12 bulan sudahbermultiplikasi.D.3.1. Metode Pembelahan Sel. Ada dua metode pembelahan sel yaitu metode 5x5 dan G-12. Yangdipakai dalam KTM adalah metode 5x5. Karena itu yang akan dibicarakandi sini adalah Metode Pembelahan 5x5. Dalam prinsip ini pelayan sel 50
  51. 51. berusaha untuk melipat gandakan kelompok sel menjadi dua. Salah satukewajiban pelayan sel adalah mempersiapkan seorang calon pelayansel dan dua orang calon wakil pelayan sel. Yang dipersiapkan sebagaicalon pelayan sel adalah wakilnya sedangkan yang dipersiapkan sebagaicalon wakil pelayan sel adalah orang yang dianggap cakap dan mempunyaikemampuan memimpin. Pelayan Sel wajib mendorong mereka untukmengikuti Program Latihan Pelayan Sel. Metode 5x5 seringkali dikenalsebagai prinsip tradisional atau metode induk-anak. Ada dua variasi dalamprinsip ini:Variasi pertama: Biasanya sel induk akan membentuk nukleus baru yang terdiri dari pelayan baru, wakil pelayan baru dan beberapa anggota dari sel induk. Pelayan baru dari tim ini adalah wakil pelayan dari sel induk. Nukleus baru ini memulai sel anak.Variasi kedua: Pelayan dengan beberapa anggota dari sel induk keluar memulai sel anak. Dalam skenario ini, si wakil pelayan akan mengam- bil alih kemudi di sel induk.Proses multiplikasi metode 5x5:Multiplikasi yang terjadi dalam metode 5x5 ini mirip dengan perkembang-an sebuah sel biologi. Pada sebuah sel biologi, pelipat gandaan dimulaiketika kromoson-kromoson mulai saling mencari pasangannya. Tahapkedua, pasangan kromoson itu membentuk poros di tengah. Tahapberikutnya masing-masing kromosom saling mengikat, sebelum akhirnyamembentuk kutub-kutub untuk melepaskan diri. Pada tahap kelimaakhirnya sel itu membelah diri. Dalam sel rohani kelima tahap ini disebut:pertama tahap mengenal, kedua tahap mengasihi, ketiga tahap mengikat,keempat tahap melepaskan diri dan kelima tahap meninggalkan.Tahap pertama: Tahap mengenal. Pada tahap ini setiap anggota mulai belajar untuk saling mengenal dan memperhatikan anggota sel lainnya. Mereka saling menceritakan latar belakang dirinya, keluarganya dan memberi kesaksian-kesaksian pribadi mereka. Proses pengenalan ini penting untuk menciptakan suasana persaudaraan dan keakraban di dalam sel. Yang banyak berperan pada tahap ini adalah pelayan sel dan wakilnya. Proses ini memerlukan waktu kira-kira dua bulan atau empat sampai lima kali pertemuan sel. 51

×