Your SlideShare is downloading. ×
Mengenal tanaman bahan pestisida nabati
Mengenal tanaman bahan pestisida nabati
Mengenal tanaman bahan pestisida nabati
Mengenal tanaman bahan pestisida nabati
Mengenal tanaman bahan pestisida nabati
Mengenal tanaman bahan pestisida nabati
Mengenal tanaman bahan pestisida nabati
Mengenal tanaman bahan pestisida nabati
Mengenal tanaman bahan pestisida nabati
Mengenal tanaman bahan pestisida nabati
Mengenal tanaman bahan pestisida nabati
Mengenal tanaman bahan pestisida nabati
Mengenal tanaman bahan pestisida nabati
Mengenal tanaman bahan pestisida nabati
Mengenal tanaman bahan pestisida nabati
Mengenal tanaman bahan pestisida nabati
Mengenal tanaman bahan pestisida nabati
Mengenal tanaman bahan pestisida nabati
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×
Saving this for later? Get the SlideShare app to save on your phone or tablet. Read anywhere, anytime – even offline.
Text the download link to your phone
Standard text messaging rates apply

Mengenal tanaman bahan pestisida nabati

10,538

Published on

0 Comments
2 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total Views
10,538
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
4
Actions
Shares
0
Downloads
242
Comments
0
Likes
2
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  • 1. OlehIDA INDRAYANTI
  • 2.  suatu pestisida yang bahan dasarnya berasal dari alam misalnya tumbuhan mudah terurai (biodegradable) di alam, sehingga tidak mencemarkan lingkungan dan relatif aman bagi manusia dan ternak
  • 3.  merusak perkembangan telur, larva dan pupa. menghambat pergantian kulit. mengganggu komunikasi serangga. menyebabkan serangga menolak makan. menghambat reproduksi serangga betina. mengurangi nafsu makan. memblokir kemampuan makan serangga. mengusir serangga.
  • 4. keunggulan dan kelemahanPestisida nabati
  • 5.  murah dan mudah dibuat sendiri oleh petani. relatif aman terhadap lingkungan. tidak menyebabkan keracunan pada tanaman. sulit menimbulkan kekebalan terhadap hama. kompatibel digabung dengan cara pengendalian yang lain. menghasilkan produk pertanian yang sehat karena bebas residu pestisida kimia
  • 6.  daya kerjanya relatif lambat. tidak membunuh jasad sasaran secara langsung. tidak tahan terhadap sinar matahari. kurang praktis. tidak tahan disimpan. kadang-kadang harus diaplikasikan / disemprotkan berulang-ulang.
  • 7.  Tembakau (Nicotium tabacum) mengandung nikotin Tuba, Jenu (Derriseleptica) mengandung racun rotenona Mimba (Azadirachta indica I.) Lengkuas Gadung Cabai Merah (Capsium annum) Kemangi (Ocimum sanetu) Dringgo (Acarus calamus)
  • 8.  gadung ternyata mengandung dioskorin salah satu alkaloid yang bersifat racun bagi serangga, ulat, cacing (nematoda) bahkan juga tikus. Racun asam sianida (HCN), yang merupakan bahan aktif dalam pengendalian tikus. Kandungan racun dalam gadung juga bisa membuat tikus2 mandul.
  • 9.  Berdasarkan kandungan bahan aktifnya, biji dan daun mimba mengandung azadirachtin sebagai senyawa aktif utama, meliantriol, salanin, dan nimbin. Senyawa aktif tanaman mimba tidak membunuh hama secara cepat, tapi berpengaruh terhadap daya makan, pertumbuhan, daya reproduksi, proses ganti kulit, menghambat perkawinan dan komunikasi seksual, penurunan daya tetas telur, dan menghambat pembentukan kitin. Selain itu juga berperan sebagai pemandul.
  • 10.  Daun sirsak mengandung bahan aktif annonain dan resin. Pestisida nabati daun sirsak efektif mengendalikan hama trips. Jika ditambahkan daun tembakau dan sirsak akan efektif mengendalikan hama belalang dan ulat. Sedangkan jika ditambahkan jeringau dan bawang putih akan efektif mengendalikan hama wereng coklat.
  • 11.  Tembakau dikenal sebagai salah satu jenis tanaman penghasil pestisida nabati dengan bahan aktif nikotin. Bahan aktif yang berperan dalam mengendalikan serangga hama adalah senyawa nikotin dan turunannya antara lain alkaloid nikotin, nikotin sulfat dan senyawa nikotin lainnya Senyawa ini bekerja sebagai racun kontak, racun perut dan fumigan.
  • 12.  Kering anginkan biji mimba beserta kulit biji sampai kering agar tidak berjamur. Giling biji dan kulit biji mimba sampai halus, kemudian saring dengan ayakan (850 µm). Timbang 25-50 g serbuk biji mimba, 1 liter air, 1 ml alkohol aduk rata, kemudian rendam semalam (12 jam). Keesokan harinya rendaman bahan disaring dengan kain furing. Larutan hasil penyaringan kemudian ditambah dengan 1 g deterjen atau 0,5 ml perata , aduk rata dan larutan siap disemprotkan. Penyemprotan sebaiknya dilakukan pada sore hari, dengan volume semprot yang memadai 400-600 liter air, tergantung umur tanaman yang akan disemprot.
  • 13.  Tumbuk 100 lembar daun sirsak. Rendam dalam 5 liter air dan tambahkan 15 gram deterjen. Diamkan sehari semalam. Saring larutan tersebut dengan kain. Encerkan setiap liter larutan dalam 10 liter air. Larutan semprot siap digunakan.
  • 14.  Ambil 50 lembar daun sirsak dan segenggam daun tembakau ditumbuk sampai halus. Rendam bahan–bahan tersebut dalam 20 lt air yang telah diberi 20 gr deterjen selama semalam. Saring larutan tersebut dengan kain. Larutan siap digunakan dan disemprotkan ke tanaman.
  • 15.  Bahan: 1 kg gadung 1 ons tembakau Air secukupnya Cara membuat: Gadung dikupas, dicuci dan diparut. Hasil parutan ditamban dengan 3 gelas air dan dibiarkan selama 12 sampai 24 jam Tembakau direndam dalam 2 gelas air dan dibiarkan selama 12 sampai 24 jam Kedua bahan dicampur dan diaduk hingga tercampur merata Bahan disaring Ekstrak Gatem diencerkan dengan dosis 2 – 2.5 gelas untuk 1 tangki sprayer.
  • 16.  Bahan-bahan: Gadung 1 Kg *Dedak padi/ jagung 1 kg Tepung ikan 1 ons *Kemiri 5-10 butir Air secukupnya Alat-alat: Penumbuk/ parut/ blender *Ember *Pengaduk Cara membuat: Umbi gadung dikupas lalu dihaluskan dengan blender/ penumbuk/ parut bersama kemiri Campur dengan bahan-bahan lain kemudian campur air secukupnya Bentuk menjadi bola-bola kecil kurang lebih 10 gr, jika dibentuk bola pecah tambahkan sedikit air lagi Jemur sampai kering Umpankan bola-bola tadi pada tikus dengan cara meletakkan pada daerah sekitar lubang tikus Jika tikus betina makan umpan tersebut, dia tidak akan mati tapi akan mandul

×