Prosiding seminar nasional nasional jptm uny th.2012

2,297 views
2,176 views

Published on

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
2,297
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
415
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Prosiding seminar nasional nasional jptm uny th.2012

  1. 1. ISSN : 2086-8987 Seminar Nasional “Optimalisasi Pendidikan Teknik dan Kejuruan menuju Kemandirian Teknologi dan Generasi Bermartabat” Volume II, Th 2012 PROSIDING NF AKULT A SEMINAR NASIONAL SI S E TE H IM A M K N IK Pendidikan Teknik Mesin “Optimalisasi Pendidikan Teknik dan Kejuruan Menuju Kemandirian Teknologi dan Generasi Bermartabat” Yogyakarta, 2 Juni 2012 ISSN : 2086-8987No. ISSN : 2086-8987 Jurusan Pendidikan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta
  2. 2. Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Teknik MesinFT UNY, Sabtu, 2 Juni 2012 SUSUNAN PANITIA SEMINAR NASIONAL Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT – UNY, Sabtu, 2 Juni 2012 “Optimalisasi Pendidikan Teknik dan Kejuruan Menuju Kemandirian Teknologi dan Generasi Bermartabat” Penanggung Jawab: Ketua Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNY Dr. Wagiran Ketua Panitia: Drs. Putut Hargiyarto, M.Pd. Ketua Dewan Penyunting: Dr. Mujiyono Dewan Penyunting: Drs. Riswan Dwi Jatmiko, M.Pd. Drs B Sentot Wijanarka, MT Arianto Leman S, MT Drs. Edy Purnomo, M.Pd. DITERBITKAN OLEH: JURUSAN PENDIDIKAN TEKNIK MESIN FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA ii
  3. 3. Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Teknik MesinFT UNY, Sabtu, 2 Juni 2012 PENGANTAR Alhamdulillahirabbil’alamin, puji syukur kita panjatkan ke hadirat AllahSWT, Tuhan yang Maha Kuasa yang telah memberikan rahmatnya sehinggapenyelenggaraan Seminar Nasional Pendidikan Teknik Mesin dapat dilaksanakandengan baik. Penguasaan teknologi merupakan faktor penting bagi kelangsungan hidupsuatu bangsa. Suatu bangsa mampu mendayagunakan kekayaan alam ciptaanTuhan yang Maha Esa untuk meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidupnya.Untuk mewujudkan hal tersebut diperlukan kerjasama antar elemen bangsa, salahsatunya berupa kemitraan antar institusi pendidikan maupun dengan industri.Tindakannya berupa berbagai upaya dan optimalisasi atas beraneka sumber dayademi penguasaan dan pemanfaatan teknologi secara mandiri dan mampumenanamkan nilai-nilai yang mengarahkan terciptanya generasi bangsa yangbermartabat terkait penerapan teknologi. Hal inilah yang akan dibahas dalamseminar yang bertema optimalisasi pendidikan teknik dan kejuruan menujukemandirian teknologi dan generasi bermartabat. Adapun tujuan seminar adalah: (1) menghimpun berbagai ide inovatif untukoptimalisasi pendidikan teknik dan kejuruan menuju kemandirian teknologi bangsa;(2) menghimpun berbagai ide inovatif untuk aplikasi teknologi dan kebijakannyamenuju generasi bangsa bermartabat; dan (3) membangkitkan semangatkebangsaan dalam membangun generasi bangsa bermartabat melalui pencerahanterhadap pemahaman pentingnya kemandirian teknologi bangsa. Pada kesempatan ini Panitia mengucapkan banyak terima kasih kepadaDekan Fakultas Teknik UNY yang telah memberikan motivasi, dorongan danfasilitasi sehingga seminar nasional ini dapat terlaksana. Panitia juga sangatberterima kasih kepada para nara sumber : Bapak Ir. Anang Tjahjana, MT DirekturPembinaan SMK Kemdikbud, Bapak Prof. Slamet PH, M.Ed., MA, MLHR, Ph.D,Bapak Ir. Tumiran, M. Eng., Ph.D dari Dewan Energi Nasional serta Bapak AgungPrabowo, ST dari Dharma group Jakarta, yang telah meluangkan waktu di selakesibukan untuk membagi ilmu dan memberikan pencerahan bagi para pesertaseminar nasonal. Selanjutnya diucapkan terima kasih pula kepada parapemakalah yang telah berbagi ilmu untuk mempertajam pembahasan temaseminar nasional ini. Kepada para peserta seminar dan semua pihak yang terlibatdan memberi kontribusi pada seminar nasional ini, kami juga menghaurkanbanyak terima kasih. Panitia menyadari bahwa pelaksanaan seminar nasional ini jauh darisempurna, terdapat berbagai kekurangan dan kelemahan, oleh karena itu denganrendah hati kami mohon maaf atas semua kekurangan itu. Pengalaman inisungguh menjadi catatan penting kami untuk perbaikan di masa yang akandatang. Akhirnya kami ucapkan selamat berseminar, semoga membawa kebaikandan bermanfaat bagi semua pihak. Yogyakarta, 2 Juni 2012 Ketua Panitia, Drs. Putut Hargiyarto, M.Pd. iii
  4. 4. Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Teknik MesinFT UNY, Sabtu, 2 Juni 2012 SAMBUTAN KETUA JURUSAN PENDIDIKAN TEKNIK MESIN FT UNYAssalamualaikum Wr., Wb. Pendidikan Teknik dan Kejuruan sebagai bagian dari Sistem PendidikanNasional memiliki peran strategis dalam upaya meningkatkan kualitas sumberdayamanusia, daya saing, daya tahan dan kejayaan bangsa. Oleh karenanyaeksistensi dan peran pendidikan teknik dan kejuruan perlu terus dimatapkan dandioptimalkan dengan berbagai upaya. Hal ini selaras dengan tantangan ke depanyanng makin berat dalam era economy based knowledge. Seminar Nasional Pendidikan Teknik Mesin Tahun 2012 ini mengambiltema “Optimalisasi Pendidikan Teknik dan Kejuruan menuju KemandirianTeknologi dan Generasi Bermartabat”. Tema ini dirasa urgen paling tidak dilandasidua alasan. Pertama, kemandirian teknologi merupakan gerakan yang perlu terusdikobarkan seiring dengan ancaman kedaulatan energi nasional. Dalam kerangkatersebut lembaga pendidikan teknik dan kejuruan sebagai garda terdepan dalampengembangan teknologi nasional dituntut mampu menyediakan berbagaialternatif solusi dalam mengatasi ancaman krisis dan kedaulatan energi tersebut.Kedua, esensi dasar pendidikan adalah proses memanusiakan manusia(humanisasi) sebagaimana tercermin dalam Undang-undang nomor 20 Tahun2003 tentang Sisitem Pendidikan Nasional. Menjadi tantangan bagi pendidikanteknik dan kejuruan untuk menghasilkan lulusan yang siap kerja dan memilikikompetensi komprehensif baik dari aspek pengetahuan, ketrampilan, maupunkepribadian. Seminar ini merupakan ajang komunikasi dan tukar gagasan darikalangan akademisi maupun praktisi sehingga dihasilkan rumusan konseptualmaupun aplikatif dalam upaya membangun kemandirian energi dan generasibermartabat. Ucapan terimakasih kami sampaikan kepada yang terhormat RektorUniversitas Negeri Yogyakarta berikut jajarannya serta Dekan Fakultas Teknikberikut jajarannya yang telah memberikan ijin dan fasilitasi sehingga seminar inidapat terselenggara. Penghargaan yang tinggi kami sampaikan kepada yangterhormat, Bapak Ir. Anang Tjahyono, MT (Direktur Pembinaan SMK); Prof. SlametPH, M.A., M.Ed., M.A., MLHR, Ph.D.(Guru Besar UNY); Ir. Tumiran, M.Eng, Ph.D.(Dewan Energi Nasional), dan Bapak Agung Prabowo, ST (PT. Dharma Group),yang telah berkenan menjadi narasumber dalam seminar ini. Terimakasih jugakami ucapkan kepada segenap tamu undangan, peserta maupun panitia yangtelah bekerja keras demi terselenggaranya seminar ini. Selamat berseminar, mudah-mudahan iktiar kita mendapatkan petunjuk,rahmat, dan hidayah serta pahala yang berlipat dari Allah, Swt. Amiin. Wassalamualaikum, Wr., Wb. Ketua Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNY iv
  5. 5. Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Teknik MesinFT UNY, Sabtu, 2 Juni 2012 Dr. Wagiran DAFTAR ISI halamanHalaman Judul iSusunan Panitia iiPENGANTAR iiiSAMBUTAN KETUA JURUSAN PENDIDIKAN TEKNIKMESIN FT UNY ivDAFTAR ISI vi No Makalah 1 PENGEMBANGAN KURIKULUM PENDIDIKAN 1 KEJURUAN DENGAN MODEL SISTEMIK Oleh: Bayu Hikmat Purwana 2 INTERNALISASI VISI UNY TERHADAP 12 PEMBENTUKAN KARAKTER MAHASISWA FAKULTAS TEKNIK Oleh: Agus Partawibawa1), Syukri Fathudin AW2) 3 PENINGKATAN PENGUASAAN PENGETAHUAN 27 PROSEDURAL SISWA SMK MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN DIRECT INSTRUCTION. Asep Hadian Sasmita 4 VIRTUAL REALITY SEBAGAI MEDIA 38 PEMBELAJARAN DAN PELATIHAN PEMROGRAMAN CNC Oleh: Bambang Setiyo Hari Purwoko Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNY 5 PENERAPAN TOTAL QUALITY MANAGEMENT IN 49 EDUCATION (TQME) PADA SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN Suatu Upaya Untuk Memenuhi Kebutuhan Sistem Industri Moderen Oleh: Dwi Rahdiyanta Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNY 6 IMPLEMENTASI PROBLEM BASED LEARNING 57 (PBL) BERBANTUAN MODUL DALAM UPAYA MENINGKATKAN KUALITAS PERKULIAHAN METROLOGI Oleh : Drs. Edy Purnomo, M.Pd. Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNY 7 MODEL PENDIDIKAN BERBASIS KOMPETENSI 68 BIDANG KEJURUAN Oleh: Pardjono Pendidikan Teknik Mesin FT-UNY 8 PENERAPAN METODE TUTORIAL UNTUK 85 MENINGKATKAN KOMPETENSI TEORI PEMESINAN SEBAGAI PENUNJANG PELAKSANAAN PRAKTIK PEMESINAN v
  6. 6. Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Teknik MesinFT UNY, Sabtu, 2 Juni 2012 Paryanto Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNY 9 PENGEMBANGAN MODUL UNTUK 96 MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR MAHASISWA PADA MATA KULIAH TEORI PENGELASAN DI JURUSAN PENDIDIKAN TEKNIK MESIN FT UNY Riswan Dwi Djatmiko Jurusan Pendidikan Teknik Mesin 10 STUDENT CENTERED LEARNING PADA 101 PEMBELAJARAN TEKNIK PEMESINAN CNC Oleh: Bernardus Sentot Wijanarka Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta 11 PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS 115 DALAM BAHASA INGGRIS MELALUI PEMBELAJARAN DENGAN METODE PENILAIAN PORTOFOLIO Oleh: Sudiyatno Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNY 12 REKONSTRUKSI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN 129 AGAMA ISLAM (Kajian Evaluasi Pembelajaran di Fakultas Teknik UNY) Oleh: Syukri Fathudin Achmad Widodo Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNY 13 PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN 137 BAHAN TEKNIK BERBASIS PROGRAM FLASH Oleh : Tiwan Jurusan Pendidikan Teknik Mesin Fakultas Teknik UNY 14 REKONSTRUKSI PENDIDIKAN VOKASIONAL DI 160 INDONESIA: Sebuah Pemikiran Tentang SMK Oleh: Agus Budiman Pendidikan Teknik Otomotif FT UNY 15 ANALISIS IMPLEMENTASI MODEL 161 PEMBELAJARAN MULTIMEDIA BERBASIS WEB TEHADAP MOTIVASI BELAJAR Oleh: Erni Munastiwi Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) D.I. Yogyakarta 16 Revitalisasi Sertifikasi Guru Model Penilaian Kinerja 178 Guru Oleh: Badrun Kartowagiran JurusanPendidikanTeknikMesin 17 KERJASAMA KEMITRAAN SEBAGAI UPAYA 190 MENINGKATKAN RELEVANSI LULUSAN PENDIDIKAN KEJURUAN Oleh: Suhartanta Jurusan Pendidikan Teknik Otomotif FT UNY vi
  7. 7. Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Teknik MesinFT UNY, Sabtu, 2 Juni 2012 18 PENERAPAN TEACHING FACTORY UNTUK 197 PENGEMBANGAN DESAIN PRODUK KREATIF DI DIKNIK MESIN UNY Yatin Ngadiyono Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNY 19 PENGEMBANGAN POLA KEMITRAAN SMK – 203 DUNIA INDUSTRI DALAM MENINGKATKAN MUTU SMK Zainal Arifin FT Universitas Negeri Yogyakarta (turangga81@yahoo.com) 20 PENGEMBANGAN CETAKAN COR UNTUK 213 MENDUKUNG LABORATORIUM PENGECORAN MINI DI JURUSAN MESIN FT UNY Heri Wibowo, Arianto Leman S., dan Mujiyono Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNY 21 RANCANG BANGUN JEMURAN PAKAIAN 223 OTOMATIS BERBASIS MIKROKONTROLLER IC H BRIDE DENGAN PELINDUNG ANTI HUJAN Nurul Husnah Mustika Sari1), Awalia Nur Azizah2), Nidya Ferry Wulandari1), Krisna Dwi Nur Cahyo3), Ficky Fristiar4), 1) Jurusan Pendidikan Matematika, Universitas Negeri Yogyakarta 2) Jurusan Pendidikan Fisika, Universitas Negeri Yogyakarta 3) Jurusan Teknik Elektro, Universitas Negeri Yogyakarta 4) Jurusan Pendidikan Teknik Mesin, Universitas Negeri Yogyakarta TEKNOLOGI TEPAT GUNA UNTUK BUDIDAYA IKAN AIR TAWAR R Edy Purwanto, Eka Mandayatma, Maftuch Jurusan Teknik Mesin - Politeknik Negeri Malang 22 SHUTTLECOCK LAUNCHER WITH AUTOMATIC 234 MULTY MODE SHOOTER UNTUK MEDIA LATIHAN MANDIRI ATLET BULUTANGKIS Ficky Fristiar1), Hamid Abdilah2), Agus Irawan3), dan Rizam Yudinar 4) 1) Program Studi Pendidikan Teknik Mesin, Fakultas Teknik 2) Program Studi Pendidikan Teknik Mesin, Fakultas Teknik 2) Program Studi Pendidikan Teknik Mesin, Fakultas Teknik 3) Program Studi Pendidikan Teknik Elektronika, Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta vii
  8. 8. Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Teknik MesinFT UNY, Sabtu, 2 Juni 2012 23 OVEN PENGERING KAYU UNTUK PRODUK 241 MAINAN KAYU EKSPOR Slamet Karyono1), Darmono2), M. Lies Endarwati3) 1) Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNY 2) JurusanPendidikanTeknik Sipildan Perencanaan FT UNY 3) FakultasEkonomi UNY 24 PEMANFAATAN ALAT PENGERING UNTUK 248 MEMBANTU INDUSTRI PEMBUAT KERTAS SOUVENIR KULIT POHON PISANG Sugiyanto*, Suhartoyo** *Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Surakarta **Jurusan Teknik Mesin Akademi Teknologi Warga Surakarta 25 PORTABLE PROTOTYPE ALAT PEMOTONG 253 KENTANG OTOMATIS DENGAN MEKANISME CRANK-SLIDER DAN FLEXIBLE CUTTER Syafiq1), Hamid Abdilah1), dan Riza Stiyarini2) 1) Program Studi Pendidikan Teknik Mesin, Universitas Negeri Yogyakarta 2) Program Studi Manajemen Pendidikan, Universitas Negeri Yogyakarta. 26 REKAYASA MESIN PENCACAH LIMBAH BOTOL 260 PLASTIK UNTUK KALANGAN PENGEPUL SAMPAH DI SURAKARTA Wijoyo, Sugiyanto dan Achmad Nurhidayat Teknik Mesin Universitas Surakarta 27 EFEK TEKANAN AWAL DRIVER SECTION 266 CAMPURAN BAHAN BAKARLIQUIFIED PETROLEUM GAS DAN OKSIGEN TERHADAPKARAKTERISTIK GELOMBANG DETONASI PADA KONDISI INISIASI LANGSUNG Jayan Sentanuhady dan Eswanto Jurusan Teknik Mesin dan Industri, Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada 28 PENINGKATAN SIFAT MEKANIK DAN KETAHANAN 276 KOROSI MATERIAL AISI 316L PADA APLIKASI IMPLAN PLAT PENYAMBUNG TULANG DENGAN MENGGUNAKAN METODE HEAT TREATMENT DAN SMAT (SURFACE MECHANICAL ATRITION TREATMENT) MirzaPramudia FakultasTeknik, UniversitasTrunojoyo, Madura viii
  9. 9. Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Teknik MesinFT UNY, Sabtu, 2 Juni 2012 29 PERFORMA ELEKTRODA LAS BOHLER SSMO2 284 UNTUK PERBAIKAN PISAU POTONG PADA GUNTING PLAT Oleh: Soeprapto Rachmad Said Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNY 30 Pengaruh Preheat Dan Static – Transient Thermal 293 Tensioning Terhadap Laju Perambatan Retak Fatik Pada Sambungan Las TIG Al 6061-T6 Yunaidi*, Mochammad Noer Ilman** *Program Studi Teknik Mesin Politeknik LPP, Yogyakarta, Indonesia **Jurusan Teknik Mesin dan Industri FT UGM 31 BIOKOMPOSIT DARI MATRIKS ALAM SEKRESI 303 KUTU LAK YANG DIPERKUAT BAMBU APUS: KEKUATAN TARIK DAN KOMPATIBLITAS 1) 2) Mujiyono , Prof. Ir. Jamasri, Ph.D , 2) Ir. Heru Santoso B.R., M.Eng., Ph.D , Ir. Gentur Sutapa, 3) M.Sc, Ph.D 1) Jurusan Pendidikan Teknik Mesin Fakultas Teknik UNY 2) Jurusan Teknik Mesin da Industri, Fakultas Teknik UGM 3) Jurusan Teknologi Hasil Hutan, Fakultas Kehutanan UGM 32 APRESIASI DAN PERILAKU KERJA LULUSAN SMK 313 Oleh: Putu Sudira Dosen Pendidikan Teknik ELektronika FT UNY 33 STRATEGI MUATAN KARAKTER DALAM 322 PENYUSUNAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) PADA PENDIDIKAN KEJURUAN Oleh: Putut Hargiyarto, M.Pd. Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNY 34 MODEL INOVASI BLOG SEBAGAI MEDIA 328 PEMBELAJARAN Oleh: Wahidin Abbas Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNY 35 PENYIAPAN GURU DAN CALON GURU, 342 SERTIFIKASI DAN PENDIDIKAN PROFESI GURU Sukamto Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNY 36 PEMANFAATAN UMPAN BALIK UNTUK 350 PENINGKATAN HASIL BELAJAR DALAM PENDIDIKAN KEJURUAN Sri Wening Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta 37 PERAN BIMBINGAN KEJURUANDALAM 359 MEMBENTUK KARAKTER KERJA SISWA SMK JURUSAN MESIN Oleh: Th. Sukardi Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNY ix
  10. 10. Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Teknik MesinFT UNY, Sabtu, 2 Juni 2012 39 STUDI COMPUTATIONAL FLUID DYNAMICS (CFD) 372 PENGARUH ALIRAN AKSIAL PADA ENERGI GESEKAN TORSI ALIRAN TAYLORCOUETTE Budi Nugraha*, Sutrisno,** dan Prajitno** *Mahasiswa S-2 Jurusan Teknik Mesin dan Industri Universitas Gadjah Mada **Staff Pengajar Jurusan Teknik Mesin dan Industri Universitas Gadjah Mada 40 THE INFLUENCE OF VISCOSITY TO LIQUID-GAS 375 TROUGHT VERTICAL PIPE FLUID FLOW Khairul Muhajir. Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknologi Industri Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta 41 KOMPETENSI PENGEMBANGAN KURIKULUM 389 UNTUK GURU SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN (SMK) Faham Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNY 42 PEMANFAATAN MEDIA SOSIAL “FACEBOOK” 397 SEBAGAI SARANA UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENGAJAR BAGI CALON GURU KEJURUAN Apri Nuryanto Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNY 43 GURU DALAM PENGEMBANGAN PENDIDIKAN 407 KARAKTER DI SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN Arif Marwanto Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNY 44 IMPLEMENTASI SIMULASI KECEPATAN 415 PENGELASAN PADA PEMBELAJARAN PRAKTEK OKSI-ASITILIN UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MAHASISWA Setya Hadi Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNY 44 UPAYA DOSEN DALAM OPTIMALISASI 424 PEMBELAJARAN DITINJAU DARI HETEROGENITAS KARAKTERISTIK MAHASISWA Wagiran Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNY 45 OPTIMALISASI PEMBELAJARAN DAN PENILAIAN 435 PADA PENDIDIKAN VOKASI UNTUK MENYIAPKAN TENAGA KERJA YANG BERKARAKTER Widarto Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNY x
  11. 11. Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Teknik MesinFT UNY, Sabtu, 2 Juni 2012 46 PENDEKATAN TEACHING FACTORY PADA 447 PEMBELAJARAN DI LEMBAGA PENDIDIKAN VOKASI Oleh: M. Bruri Triyono Fakultas Teknik dan Pascasarjana UNY xi
  12. 12. Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Teknik MesinFT UNY, Sabtu 2 Juni 2012 ISSN: 2086-8987 PENGEMBANGAN KURIKULUM PENDIDIKAN KEJURUAN DENGAN MODEL SISTEMIK Oleh: Bayu Hikmat Purwana Perencana Kurikulum Akademik Lembaga Administrasi Negara Pengelola Kelas Kerjasama STIA-LAN Jakarta Abstrak Makalah ini secara khusus mengkaji permasalahan pokok bagaimana menghasilkan kurikulum pendidikan kejuruan yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja. Pengembangan desain kurikulum menggunakan frame work sistemik,comprehensive, intercorrelation, observable dan measureable.Kurikulum Pendidikan Kejuruan di spesifikan padak urikulum SMK program produktif Kompetensi Keahlian Teknik Kendaraan Ringan dengan menerapkan model kurikulum sistemik dari Romiszowski melalui 14 langkah penyusunan kurikulum.Hasil kajian menggambarkan sosok desain kurikulum yang mengedepankan logika menstrukturkan peta kompetensi padastruktur pekerjaan.Struktur isi kurikulum dikelompokkan pada jenis pekerjaan melalui penawaran paket-paket pembelajaran, sehingga pada pengembangannya dapat melayani warga masyarakat yang berminat mempelajari materi Kompetensi Keahlian Teknik Kendaraan Ringan secara parsial (non-reguler). Keunggulan desain kurikulum yang dihasilkan terletak pada proses pengembangannya yang dilakukan secara logik dan komprehensif, kompetensi disusun berdasarkan jenis pekerjaan, sedangkan keterbatasannya disebabkan faktor adalah adanya kesulitan untuk melibatkan DU/DI karena jadwal kerja yang padat, tim pengembang kurikulum di sekolah yang kurang menguasai materi, bersifat pasif, dan membutuhkan waktu, tenaga, dan biaya yang besar. Kata Kunci :Kurikulum SMK Program Produktif, KurikulumSistemik Pendahuluan memiliki pengalaman industri, (4) Upaya untuk menghasilkan lemahnya sumber daya fisik seperti; lulusan pendidikan kejuruan dalam hal mesin, alat dan bahan, serta ini SMK yang sesuai dengan tuntutan kekurangan dana operasional buat dunia kerja, perlu didukung dengan penyelenggaraan praktik yang efektif, kurikulum yang dirancang dan dan (5) masih lemahnya hubungan dikembangkan dengan memperhatikan sinergis antara pendidikan kejuruan kebutuhan dunia kerja. Banyaknya dengan dunia kerja. Permasalahan ini kritikan terhadap mutu lulusan SMK juga ditemukan oleh Djohar A. (2003) menandakan strategisnya posisi bahwa “peta kompetensi SMK tidak kurikulum agar relevan dengan dunia luwes terhadap perubahan, memiliki kerja, disebabkan, kondisi tersebut keterampilan tunggal yang cepat dituliskan Soemardi (1991), Harjoko usang, dan tidak mampu (1994), dan Karl Frey (1992) dalam mengembangkan dirinya”. Dalam Bukit (1997:6-9), menyatakan bahwa rangka mengantisipasi masalah saat ini: (1). tamatan SMK kurang tersebut maka perlu dikembangkan menguasai pekerjaan praktik lapangan, program diklat yang cocok diterapkan di (2). sikap sebagai teknisi perlu SMK untuk meningkatkan pencapaian dikembangkan meliputi disiplin, ketuntasan kompetensi kejuruan yang ketekunan, kesungguhan, dan relevan dengan tuntutan kecermatan, (3) kurangnya guru yang pembangunan, masyarakat, dan DU/DI. 1
  13. 13. Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Teknik MesinFT UNY, Sabtu 2 Juni 2012 ISSN: 2086-8987 Kurikulum SMK memuat tiga tanpa analisis, oleh karena itu bagian kurikulum yaitu kurikulum kerjasama sinergis antara SMK dengan program normatif, adaptif, dan industri penting dilakukan untuk produktif. Hubungan ketiga bagian sinkronisasi kompetensi dan ruang tersebut, dapat digambarkan bahwa, lingkup materi yang perlu dimiliki oleh Inti (core) struktur kurikulum SMK lulusan yang akan memasuki dunia terletak pada program produktif, kerja. kemudian program adaptif dan normatif Berdasarkan fenomena di atas, mengitari di sekeliling core untuk penulis merumuskan permasalahan memberikan dukungan dan berkenaan dengan ”desain kurikulum penyesuaian. yang bagaimana yang cocok Isi kurikulum perlu dirancang diterapkan di SMK program produktif dengan tujuan memberikan yang sesuai dengan tuntutan dunia pengalaman belajar kepada siswa kerja?”, sehingga penyelenggaraan untuk dapat mengembangkan seluruh pendidikan program produktif memiliki potensinya secara tuntas melalui tingkat relevansi yang lebih tinggi proses pembelajaran yang efektif, dengan kebutuhan dunia kerja. Secara efisien, dan menarik. Hadiwaratama lebih rinci, pertanyaan yang dikaji (1981:9) menyatakan bahwa: “Tingkat adalah sebagai berikut: pendidikan formal siswa, akan 1. Desain kurikulum program memberikan dasar kemampuan produktif kompetensi keahlian teknik menguasai suatu bidang pekerjaan, kendaraan ringan seperti apakah yang maka jenjang pendidikan relevan dengan tuntutan dunia kerja?. mencerminkan batas kualifikasi 2. Apa faktor yang menjadi seseorang untuk menduduki suatu pendukung dan penghambat dari jenjang pekerjaan”. Jabatan sebagai desain kurikulum yang dikembangkan?. juruteknik/mekanik yang akan Pengembangan kurikulum disandang oleh lulusan perlu merupakan langkah dalam dipersiapkan oleh SMK. mengimbangi berkembangnya ilmu Fakta lain menggambarkan pengetahuan, teknologi, seni,psikologi, bahwa kurikulum disusun(KTSP) sosial politik, ekonomi, dan lain menggunakan acuan dari kurikulum sebagainya. Sehingga pada akhirnya SMK tahun-tahun sebelumnya., dan dapat memberikan gambaran ada juga yang menggunakan acuan mengenai arah dan tujuan dari produk dari kurikulum diklat lembaga training kurikulum yang ada dan akan industri di bawah bimbingan dinas diimplementasikan oleh implementator pendidikan melalui kerja pengawas kurikulum. Hal SMK. Belum optimalnya jalinan inisejalandenganpernyataanOliva kerjasama sinergis dengan DU/DI, (1992:12), bahwa “Curriculum is a terdapat kondisi dimana SI program product of its time, cure and respond to adaptif dan normatif telah distandarkan changed by social forces, philosophy oleh BSNP sedangkan SI kurikulum position, psychology principles, program produktif belum disusun dalam educational leadership at a moment in kebijakan BSNP, sehingga dampaknya history”. Daeng Sudirwo (2002;5), tidak menutup kemungkinan terjadinya bahwa “kurikulum SMK haruslah dapat sistem duplikasi dokumen kurikulum mengantisipasi kebutuhan tenaga kerja, 2
  14. 14. Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Teknik MesinFT UNY, Sabtu 2 Juni 2012 ISSN: 2086-8987 sehingga lulusannya memiliki disajikan diantaranya adalah model kemampuan sesuai dengan kebutuhan Desain Sistem Pelatihan Berbasis dunia kerja”. Kompetensi Blank, dan Model Berkaitandenganpernyataanterse Sistematik Romiszowski. but, mengandung makna bahwa Model pengembangan desain kurikulum itu akan dan harusberubah sistem pelatihan berbasis kompetensi (adanya pengembangan) sejalan dari Blank (1982:11), mengandung tiga dengan perubahan yang terjadi dalam unsur pokok, yaitu; pemilihan setiap bidang kehidupan. Dasar kompetensi yang sesuai, menentukan pengembangan kurikulumadalah untuk indikator-indikator evaluasi untuk mengikuti perubahan sistem sosial, menentukan keberhasilan pencapaian filosofi masyarakat, pandangan kompetensi, dan pengembangan terhadap psikologi, dan kebijakan- sistem pengajaran.Desain yang kebijakan yang terkait dengan dituliskan oleh Blank (1982:26), pendidikan, sertad alam rangka menawarkan 12 langkah menjalankan fungsinya kepada pengembangan kurikulum, yang terbagi masyarakat. kedalam dua tahapan yaitu tahap Secarakonseptualkurikulum SMK menganalisis kompetensi yang berada pada posisi model kurikulum diperlukan dalampekerjaan dan teknologis, Model Kurikulum teknologis tahapmengembangkan program atau sering juga disebut sebagai pelatihan untuk membantu pesertadidik kurikulum kompetensi, kurikulum dalam menguasai kompetensi kerja mengarahkan pada pemuatan isi sesuai dengan perangka tkompetensi sesuai dengan tuntutan kehidupan yang telah dideskripsikan. Ringkasnya (pekerjaan), isi kurikulum disesuaikan langkah yang dituliskanoleh Blank di dengan tututan pekerjaan hidup (life atasd apat disederhanakand engan: (1) skills), mata pelajaran disusun merinci secara tepat apa yang harus berdasarkan karakteristik kompetensi dipelajari siswa, (2) menyediakan yang perlu dikuasai, model pengajaran dengan kualitas yang paling pembelajaran tuntas lebih banyak baik, (3) menolong siswa untuk dapat digunakan pada model kurikulum ini, mempelajari setiap tugasnya sebelum evaluasi pembelajaran diarahkan pada melanjutkan ketugas berikutnya, dan keterampilan hidup, dan siswa kemudian (4) meminta kepada setiap dipandang sebagai calon orang peserta didik untuk mendemonstrasikan dewasa. kompetensi yang telah dicapainya. Model-model pengembangan Model sistematik Romiszowski kurikulum yang disajikan dalam tulisan menerapkan salah satu pendekatan ini, dipilih beberapa model-model yang sistem (system Approach). Pendekatan sesuai dengan topik kajian. Pemilihan sistematik dalam mengembangkan model-model pengembangan kurikulum suatu kurikulum adalah suatupen dikaitkan dengan pokok permasalahan dekatan yang menitikberatkan pada desain kurikulum program produktif di struktur dan keteraturan yang SMK khususnya pada Kompetensi direncanakan sejak awalu ntuk Keahlian Teknik Kendaraan Ringan menghasilkan hal-hal yang spesifik. yang bagaimana yang sesuai dengan MenurutHamalikOemar (2000:68-70), kebutuhan dunia kerja. Model yang “model sistematik ini dapatd igunakan 3
  15. 15. Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Teknik MesinFT UNY, Sabtu 2 Juni 2012 ISSN: 2086-8987 untuk mengembangkan program mencapai kompetensi-kompetensi pendidikan kurikulum, desain tersebut dengan menunjukkan pembelajaran, dan desain program performance, menentukan sumber pelatihan”.Pengembangan kurikulum belajar dan membuat instrumen dalam tulisan ini berdasarkan pada 14 evaluasi. Materi atau bahan belajar langkah pengembangan kurikulum J. yang dibutuhkan tidak ditafsirkan Romiszowski sebagaib erikut: deskripsi sebagai mata pelajaran, tetapi mata tugas, analisis tugas, menetapkan pelajaran merupakan label dari kemampuan, spesifikasi kemampuan, kumpulan materi atau bahan yang kebutuhan pendidikan dan latihan, dibutuhkan untuk membantu mencapai perumusan tujuan kompetensi/ kompetensi yang diharapkan. kemampuan, kriteria keberhasilan, Pengembangan desain kurikulum organisasi dan isi, pemilihan strategi SMK ditempuh dengan melakukan pengajaran, uji coba program, evaluasi, langkah mengidentifikasi SKL yang implementasi program, monitoring, dan telah ditetapkan oleh BSNP, kemudian perbaikan dan penyesuaian (feedback). mengidentifikasi standar kompetensi Kurikulum SMK berpusat pada dan kompetensi dasar dengan subject, yaitu berupa mata pelajaran mengacu pada standar isi yang telah yang terpisah pisah, yang secara logis ditetapkan oleh BSNP, kemudian guru materi yang diberikan adalah mata dan pihak-pihak terkait merumuskan pelajaran yang dianggap penting dapat indikator pancapaian standar mengembangkan kemampuan kompetensi dan kompetensi dasar, matematika, fisika, bahasa, kimia menetapkan alat evaluasi (uji (adaptif) yang diajarkan dan materi kompetensi), merumuskan yang berkenaan dengan emosi, seperti materi/bahan ajar, metode, media dan seni rupa, olah raga, agama (normatif), sumber-sumber belajar yang diberikan untuk mendukung dibutuhkan. pencapaian penguasaan kompetensi Senada dengan pengembangan kejuruan (produktif). Implikasinya guru kurikulum SMK di atas. Sukmadinata hendaknya merupakan orang yang (2004:93), merumuskan menguasai suatu cabang ilmu, ahli (a langkahpenyusunan desain kurikulum master teacher) yang bertugas SMK sebagai berikut; 1). merumuskan membimbing untuk memudahkan siswa tujuan, 2). merumuskan kompetensi, 3). menyimpulkan materi. merumuskan pembelajaran dan bahan Pada kurikulum SMK terdapat pembelajaran, 4). menghitung waktu label mata pelajaran yang terkesan pembelajaran, 5). menentukan struktur terpisah-pisah, meskipun pada dan sebaran mata pelajaran. kenyataannya tidak demikian. Langkah- Untuk kebutuhan makalah langkah dalam pengembangan ini,dalam proses pengembangan kurikulum SMK yaitu diawali orientasi desain kurikulum program produktif atau fokus pada pekerjaan, kemudian pada SMK Kompetensi Keahlian Teknik dirinci kompetensi-kompetensi yang Kendaraan Ringan, mengacu pada 1). dibutuhkan untuk mengerjakan kebijakan yang ditetapkan Departemen pekerjaan tersebut, langkah selanjutnya Pendidikan Nasional, 2). prosedur adalah menentukan materi atau bahan pengembangan kurikulum yang belajar yang dibutuhkan untuk ditawarkan oleh Sukmadinata 4
  16. 16. Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Teknik MesinFT UNY, Sabtu 2 Juni 2012 ISSN: 2086-8987 (2004:93), dan kemudian dikemas wawancara, kuisioner, instrument tes, dengan 3). penyusunan desain danpanduanstudidokumentasi. program kurikulum sistemik dari Data dianalisis secara deskriptif Romiszowski, yang disederhanakan kualitatif dan kuantitatif.Data yang oleh Hamalik (2000:71). bersifat kualitas dianalisis secara deskriptif kualitatif.Sementara itu data MetodePenelitian yang bersifat kuantitatif dianalisis Metode yang digunakan adalah secara deskripstif kuantitatif dengan Research & Development, Borg dan perhitungan rerata dan persentase uji Gall (1979:624), ”education research statistik. and development is a process used to 1. Pengembangan Kurikulum dengan Model develop and validate education Sistemik product”. Pada penelitian dan pengembangan ini, dilakukan Desain kurikulum program penyederhanaan langkah menjadi tiga produktif SMK pada Kompetensi tahap yaitu: ”tahap studi pendahuluan, Keahlian Teknik Kendaraan Ringan pengembangan dan pengujian dan yang dikembangkan, dihasilkan melalui validasi”. Sukmadinata (2006:184) (1) analisis potensi yang ada di SMK, Validasi desain kurikulum (2) menganilisis peluang dan tantangan program produktif yang dikembangkan, yang ada pada dunia kerja, dan (3) peneliti melakukan dua langkah yaitu; menganalisis standar kompetensi validasi ahli sebelum desain kurikulum lulusan dan SKKD. Isi kurikulum tersebut diimplementasikan artinya diorganisasikan menggunakan dilakukan pada saat desain kurikulum pendekatan berbasis kompetensi. program produktif selesai disusun Pendekatan berbasis kompetensi dengan mengacu kepada data hasil dimaksudkan bahwa kurikulum harus studi pendahuluanoleh Pembimbing memuat materi pembelajaran yang Disertasi, DU/DI, Pengawas SMK, benar-benar dibutuhkan untuk Ketua Kompetensi, dan guru mata mencapai kompetensi sebagaimana pelajaran program produktif dan yang tuntutan kompetensi pekerjaan keahlian berkaitan dengan struktur isi dipersyaratkan dunia kerja. Komponen kurikulum, dan kejelasan rumusan dan tujuan dalam desain kurikulum program uraian (keterbacaan). Kedua, validasi produktif dituliskan secara sistematis dilakukan setelah menempuh tahap mulai dari tujuan umum SMK dan ujicoba (terbatas dan luas). Pada tahap tujuan khusus SMK sebagai salah satu ini dilakukan uji produk dan sosialisasi dari satuan pendidikan tingkat hasil kegiatan uji produk yaitu menguji menengah, dan lebih spesifik dituliskan ”keampuhan” produk yang dihasilkan, tujuan yang harus dicapai oleh dengan melakukan pengujian learning Kompetensi Keahlian dalam hal ini package mengacu pada desain adalah Kompetensi Keahlian Teknik kurikulum produktif yang Kendaraan Ringan. dikembangkan.Teknik dan Alat Lingkup Kompetensi Keahlian Pengumpul data. Alat/ Instrumen Teknik Kendaraan Ringan ditekankan penelitian untuk pengumpulan data pada bidang penguasaan kompetensi yang digunakan dalam penelitian iniad pekerjaan jasa perawatan dan alah panduan observasi, panduan perbaikan lingkup pekerjaan bagi 5
  17. 17. Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Teknik MesinFT UNY, Sabtu 2 Juni 2012 ISSN: 2086-8987 lulusan yang relevan sebagai secara keseluruhan kemudian teknisi/mekanik, pelayanan suku mempelajari bagian-bagian. Sistem cadang, operator teknisi perakitan/ evaluasi dilakukan dengan memberikan teknisi produksi. Berdasarkan lingkup penilaian terhadap aspek penguasaan kompetensi keahlian di atas, pengetahuan, sikap, dan kemampuan dirumuskan standar kompetensi lulusan praktik kerja, penilaian ditekankan (SKL) mengacu pada BSNP yang untuk mendeskripsikan hasil belajar terbagi pada SKL kompetensi umum pada aspek sikap dan kemampuan dan SKL kompetensi kejuruan. Kedua kerja siswa. SKL tersebut dijabarkan ke dalam Penjabarankurikulumsecara standar kompetensi dan kompetensi operasionaldenganmenerapkandesaink dasar yang harus dikuasai oleh lulusan urikulumsistemikdari J. Romiszowski, Kompetensi Keahlian Teknik lihatGambar 1. Kendaraan Ringan dengan mengacu Perkembangan desain kurikulum pada dokumen Spektrum Keahlian yang dihasilkan, dimana faktor Pendidikan Menengah Kejuruan Tahun pembedanya terdapat aspek tujuan 2008 yang terdiri dari 26 standar yang ditambahkan adanya penulisan kompetensi dan 96 kompetensi dasar. rumusan tujuan SMK, tujuan Struktur kurikulum program kompetensi keahlian, dan penulisan produktif dan substansi kajian standar kompetensi lulusan. Penetepan diorganisasikan dengan sistem paket- SK/KD mengacu pada spektrum paket pembelajaran yang dipelajari kompetensi keahlian. Dituliskan secara mandiri dan tuntas, melalui rumusan analisis jenis pekerjaan pengorganisasian tersebut siswa dapat berdasarkan struktur jenis pekerjaan mengambil paket pembelajaran yang yang ada di industri dalam hal ini benar-benar diminatinya secara tuntas struktur pekerjaan seorang mekanik, untuk kemudian setelah melewati berikut dengan perincian tugas-tugas mekanisme uji kompetensi siswa dapat mengacu pada tugas-tugas tuntutan bekerja sesuai dengan kompetensi pekerjaan seorang mekanik. Jenis pekerjaan yang telah dikuasainya. kompetensi yang harus dikuasai Kemudian, melalui struktur kurikulum mencakup kemampuan pengetahuan program produktif yang dikembangkan kerja, sikap kerja, dan performansi dapat melayani warga masyarakat yang pekerjaan serta dirumuskan dalam berminat mempelajari secara parsial aspek pengetahuan, sikap, dan (non-reguler) berdasarkan paket keterampilan, jumlah kompetensi yang pembelajaran yang ditawarkan di digunakan mengacu pada spektrum sekolah. kompetensi keahlian. Kompetensi dikelompokkan Desain kurikulum program dalam paket-paket pembelajaran untuk produktif pada SMK Kompetensi memfasilitasi belajar sesuai dengan Keahlian Teknik Kendaraan Ringan minat siswa dan sebagai antisipasi dihasilkan melalui serangkaian kegiatan pelaksanaan multy entry- multy exit. diskusi mendalam pada Focus Beban belajar ditetapkan berdasarkan Discussion Group (FDG). FGD sebaran kompetensi per paket beranggotakan peneliti, guru produktif, pembelajaran. Metoda pembelajaran ketua kompetensi keahlian, dan Pihak yang digunakan diawali mengenalkan DU/DI. Tugas FGD tersebut pada tahap 6
  18. 18. Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Teknik MesinFT UNY, Sabtu 2 Juni 2012 ISSN: 2086-8987 awal adalah untuk penyiapan dan Perkembangan sosok desain penyusunan draft, reviu dan revisi, kurikulum program produktif yang serta finalisasi draft kurikulum program dikembangkan disarikan dalam Tabel 1. produktif. DeskripsiTugas AnalisisTugas SpesifikasiKemampuan KemampuanAk (Skills, Knowledge, dan Attitudes) hir AnalisiKebutuhanDiklat MenyusunKriteria RumusanTujuanDiklat Keberhasilan Organisasi Isi danSumberBelajar Perbaikandan PenetapanStrategiPembelajara Penyesuaian n StrategiBimbingan Ujicoba Evaluasi Program Implementasi Program Monitoring Gambar 1.Diagram AlurPengembanganKurikulum Program Produktif Model Sistemik(Model Sistemik Romiszowski 1981:20) 7
  19. 19. Tabel 1 PerkembanganSosokKonstruksDesainKurikulum Program Produktif SMK KompetensiKeahlianTeknikKendaraanRingan NO ASPEK DRAFT 1 DRAFT 2 DRAFT 3/ FINAL 1 Tujuan berdasarkan struktur pekerjaan Lebih spesifik pada rumusan tujuan pada sesuai komponen tugas pekerjaan mengacu FT UNY, Sabtu 2 Juni 2012 komponen tugas standar kompetensi lulusan 2 Isi (Penetepan Kurikulum SMK Tahun 2004 Kombinasi antara spektrum dan kurikulum Spektrum Kompetensi Keahlian SK/KD): SMK Tahun 2004 a Jenis Pekerjaan, Berdasarkan karakteristik mata pelajaran Berdasarkan karakteristik dan tuntutan disesuaikan struktur jenis pekerjaan yang ada program produktif kompetensi pada mata pelajaran di industri (struktur pekerjaan mekanik) b Tugas-Tugas, Mengacu pada tugas-tugas sesuai struktur Mengacu pada tugas-tugas sesuai dengan tugas-tugas dijabarkan sesuai dengan pekerjaan tuntutan struktur pekerjaan tuntutan struktur pekerjaan c Jenis Kompetensi, Mencakup kemampuan pengetahuan Mencakup kemampuan pengetahuan kerja, Mencakup kemampuan pengetahuan kerja, kerja, sikap kerja, dan performansi sikap kerja, dan performansi pekerjaan sikap kerja, dan performansi pekerjaan Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Teknik Mesin pekerjaan d Jumlah Kompetensi Mengacu pada spektrum kompetensi Mengacu pada spektrum kompetensi keahlian Mengacu pada spektrum kompetensi keahlian keahlian8 e Rumusan Dirumuskan dalam aspek pengetahuan, Dirumuskan dalam aspek pengetahuan, sikap, Dirumuskan dalam aspek pengetahuan, sikap, Kompetensi sikap, dan keterampilan dan keterampilan dan keterampilan f Pengelompokkan Kompetensi dikelompokkan pada rumpun Kompetensi dikelompokkan disesuaikan Pengelompokkan kompetensi di masukan 15 kompetensi dalam mata pelajaran dengan jenis pekerjaan yang dapat dilakukan dalam paket-paket pembelajaran untuk pada setiap rumpun mata pelajaran. memfasilitasi belajar sesuai dengan minat g Sebaran Mata pelajaran kompetensi dasar Pada tingkat I sudah mulai diperkenalkan Pada tingkat I sudah mulai diperkenalkan Kompetensi dipusatkan pada tingkat I dan Mata kompetensi kejuruan sebagai implementasi kompetensi kejuruan sebagai antisipasi pelajaran kompetensi kejuruan disebar harapan siswa tingkat I praktik di bengkel pelaksanaan multy entry multy exit mulai tingkat II kerja otomotif 3 Metoda mempelajari bagian-bagian untuk setiap Mulai dari mengenalkan secara keseluruhan Mulai dari mengenalkan secara keseluruhan kompetensi yang dipelajari kemudian mempelajari bagian-bagian untuk kemudian mempelajari bagian-bagian untuk setiap kompetensi setiap kompetensi 4 Evaluasi Pembobotan nilai ditekankan pada aspek Memberikan penilaian pada penguasaan Memberikan penilaian dengan bobot pada sikap dan kemampuan kerja aspek pengetahuan, sikap, dan kemampuan penguasaan aspek pengetahuan, sikap, dan praktik kerja. Pembobotan nilai ditekankan kemampuan praktik kerja. Pembobotan nilai pada kemampuan kerja ditekankan pada sikap dan kemampuan kerja ISSN: 2086-8987
  20. 20. Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Teknik MesinFT UNY, Sabtu 2 Juni 2012 ISSN: 2086-8987 5) Kejelasan materi apa yang akan 2. Faktor Pendukung dan Penghambat disampaikan dapat menuntun Berdasarkan hasil pembahasan siswa untuk lebih siap belajar mengenai sosok desain kurikulum yang dengan memberikan gambaran dihasilkan, terdapat beberapa faktor tentang apa dan bagaimana proses yang mendukung terhadap kurikulum pembelajaran yang akan dilalui. program produktif SMK Kompetensi Sedangkan faktor yang menjadi Keahlian Teknik Kendaraan Ringan penghambat dari kurikulum program yang telah dihasilkan dengan produktif yang dihasilkan, antara lain : menggunakan model sistemik, baik dari 1) Memerlukan cukup banyak waktu aspek proses penyusunannya maupun untuk menggali informasi dan dari desainnya itu sendiri, yaitu antara merumuskan kompetensi yang lain : diharapkan sesuai dengan 1) Dikembangkan berdasarkan kebutuhan para lulusan dan tuntutan analisis kebutuhan tuntutan kerja DU/DI. dan kesiapan sekolah. 2) Sulitnya membentuk tim yang solid 2) Pengembangan kurikulum dan menguasai materi secara teori ditempuh dengan tahapan: dan praktik yang berperan sebagai merumuskan tuntutan pekerjaan, pengembangan kurikulum tujuan ditetapkan berdasarkan SKL 3) Keterlibatan DU/DI dalam dan SKKD, penetapan nama mata penyusunan kurikulum sejak awal pelajaran berdasarkan karakteristik merupakan keharusan, sedangkan kompetensi, penetapan waktu dan DU/DI memiliki jadwal kerja yang jumlah jam pelajaran disesuaikan padat sehingga memerlukan tim dengan pembobotan pencapaian pengembang kurikulum yang aktif kompetensi, rumusan silabus dan dan kreatif. RPP disesuaikan dengan kebijakan 4) Penyusunan silabus yang berisi yang ada di sekolah, gambaran lebih menyeluruh tentang media/metode pembelajaran dapat paket pembelajaran (mata pelajaran) disesuaikan dengan perhitungan yang dikembangkan memerlukan rasio siswa dan ketersediaan sara waktu penyusunan dan pemikiran pembelajaran khususnya sarana yang lebih menguras tenaga. pembelajaran praktik; dan sistem 5) Penyusunan kurikulum memerlukan evaluasi mengintegrasikan waktu yang luang, tenaga yang pengukuran kognitif, afeksi dan banyak, dan biaya yang besar. psikomotorik untuk mengukur 6) Beragamnya ketersediaan sarana kemampuan kerja siswa. penunjang pembelajaran praktik 3) Memungkinkan adanya yang kurang sesuai baik dari segi pengembangan kelompok mata kuantitasnya dibandingkan dengan pelajaran baru yang nama mata jumlah rombongan belajar dan pelajarannya kurang dikenal dalam kualitasnya (spesifikasi) kurikulum-kurikulum sebelumnya. dibandingkan dengan 4) Silabus berisi informasi yang perkembangan teknologi saat ini. lengkap tentang mata pelajaran membawa dampak pada pembelajaran yang sistematik. 9
  21. 21. Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Teknik MesinFT UNY, Sabtu 2 Juni 2012 ISSN: 2086-8987 Simpulan sesama para pengembang kurikulum yaitu; Simpulan mengenai sosok desain a. Pengembangan kurikulum SMK kurikulum yang dikembangkan. Sosok program produktif akan efektif desain kurikulum memuat rasionalisasi apabila melibatkan pihak sekolah, penyusunan desain kurikulum program dan pihak industri secara sinergis. produktif, rumusan tujuan sesuai b. Pengembangan kurikulum program dengan cakupan kompetensi kerja produktif harus memahami dan Kompetensi Keahlian Teknik memiliki pengalaman kerja di industri Kendaraan Ringan mengacu pada sehingga dapat mengembangkan spektrum kompetensi keahlian Tahun kurikulum sesuai dengan kebutuhan 2008. Struktur kompetensi lebih spesifik pekerjaan di industri. diuraikan pada jenis-jenis pekerjaan c. Pengembang kurikulum harus yang ada di tempat kerja sesuai memahami prosedur pengembangan dengan payung kelompok mata kurikulum dan menggunakan acuan pelajarannya, melalui penawaran model/desain pengembangan paket-paket pembelajaran sesuai kurikulum yang teruji baik secara dengan jenis pekerjaan yang ingin teoritik maupun secara praktik. dikuasai. d. Implementasi kurikulum SMK Faktor-faktor pendukung desain program produktif akan efektif kurikulum yang dikembangkan, antara apabila didukung dengan lain : dikembangkan berdasarkan kemampuan guru dalam analisis kebutuhan kerja dan kesiapan merencanakan pembelajaran dan sekolah, prosedur pengembangan didukung sarana pembelajaran yang ditempuh mengacu pada dasar teori, sesuai rencana pembelajaran. kebijakan, dan kondisi empirik, e. Evaluasi pembelajaran tidak hanya memungkinkan adanya pengembangan menekankan pada hasil tetapi juga secara berkelanjutan, silabus berisi pada proses belajar, sehingga dapat informasi yang lengkap sistematik, dan meningkatkan motivasi belajar urutan materi yang jelas. Sedangkan siswa. faktor penghambatnya adalah f. Pengakuan hasil belajar siswa oleh memerlukan cukup banyak waktu dan pihak dunia kerja perlu menjadi biaya, sulitnya membentuk tim yang agenda dalam pengelolaan SMK solid dan menguasai materi secara melalui kegiatan UJK atau program teori dan praktik yang berperan sebagai sertifikasi kompetensi dari industri pengembangan kurikulum dan sulitnya atau asosiasi profesi. melibatkan DU/DI dalam penyusunan kurikulum sejak awal, dan beragamnya DaftarPustaka ketersediaan sarana penunjang Blank, E. (1982).Handbook for pembelajaran praktik yang ada di Developing Competency-Based sekolah. Training Programs: New Jersey. Berdasarkan hasil kajian Prentice-Hall Inc. berkenaan dengan pengembangan Bukit, M. (1997).Implementasi desain kurikulum yang telah Pendidikan Sistem Ganda dikembangkan, terdapat beberapa hal Sebagai Pembaruan Kurikulum: yang perlu menjadi perhatian bersama Disertasi Doktor pada PPs UPI Bandung: Tidak diterbitkan. 10
  22. 22. Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Teknik MesinFT UNY, Sabtu 2 Juni 2012 ISSN: 2086-8987 Deborah, B. (1998). Vocational McAshan.(1979). Competency-Based Education’s Image for the 21 st Education and Behavioral Century.[On-line].Tersedia: Objectives. USA: Educational http://www.ericdigest.org/1999- Technology Publication. 2/21st. Miller-Seller. (1985). Curriculum Djohar, A. (2003). Pengembangan Perspectives and Practice. Model Longman: New York&London. KurikulumBerbasisKompetensiSe Mukhidin. (2002). kolahMenengahKejuruan: “StrategiPengembanganPeningka Studipada SMK Program tanMutu SMK di Jawa Barat.” KeahlianTeknikMesinPerkakas: :JurnalMimbarPendidikan. 03 Ellibeee, M (1997). A Grounded Theory (XXI), 27-30. of Essential Attributes of Quality Naylor, M. (1989).Retaining At-Risk Education-for-work Curriculum, Students in Career and Journal of Vocational Education Vocational.Terdapat di [On- Volume 22, No.1 1997. line].http://www.ericdigests.org/pr Finch &Crunkilton (1999). “Curriculum e-9212/risk.htm development in Vocational and Oliva.F.P. (1992).Developing the Technical Curriculum. United States: Education”:Boston.Allyn and HarperCollins. Bacon. Ramlee and Ruhizan.2006.“A Hamalik.(2003). Perencanaan Comparative Study Of Technical Pengajaran Berdasarkan Vocational Education And Pendekatan Sistem. Jakarta: Training In The Asia Bumi Aksara. Pasific”:Journal of The Hasan, Said Hamid. (2004). Comparative Education Society of “Implementasi Kurikulum dan Asia (COMPARE). Guru”: Jurnal Inovasi Kurikulum. Romiszowski.(1981). Designing Hipkin. 01, (1), 1-9 Instructional System. New York: Imel, Susan. (1990). Vocational Nichols Publishing. Education Performance Sanjaya, W. (2006). Strategi Standards.[On-line].Tersedia: Pembelajaran Berorientasi http://www.ericdigests.org/pre- Standar Proses Pendidikan. 9215/vocational.htm Jakarta: Kencana Perdana Media (10 Januari 2008). Group. Kerka, Sandar. (1998). Competency Sukmadinata. (2004). Kurikulumdan Based Education and Training. Pembelajaran Kompetensi. [On-line].Tersedia: Bandung: Kesuma Karya. http://www.cete.org/acve/docgen. Supriadi, D. (Eds) (2002), Sejarah asp?tbl=mr&ID=65 Pendidikan Teknik dan Kejuruan Kerka, Sandra. (1992). Higher Order Di Indonesia, Jakarta: Thinking Skills in Vocational Departemen Pendidikan Education.[On- Nasional, Dikmenum dan line].http://www.ericae.net/edo/ed Dikmenjur. 350487.htm(5 Desember 2007). 11
  23. 23. Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Teknik MesinFT UNY, Sabtu 2 Juni 2012 ISSN: 2086-8987 INTERNALISASI VISI UNY TERHADAP PEMBENTUKAN KARAKTER MAHASISWA FAKULTAS TEKNIK Oleh: Agus Partawibawa1), Syukri Fathudin AW 2) 1) Jurusan Pendidikan Teknik Otomotif 2) Jurusan Pendidikan Teknik Mesin Abstrak Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui 1) pemahaman dan pengamalan Visi UNY pada pembentukan karakter mahasiswa Fakultas Teknik UNY.2)mengetahui faktor apa saja yang mempengaruhi internalisasi Visi UNY pada pembentukan karakter dikalangan mahasiswa Fakultas Teknik UNY Metode penelitian yang dipilih dalam rangka mengetahui internalisasi visi UNY pada pembentukan karakter mahasiswa Fakultas Teknik adalah metode penelitian expos facto. Untuk dimensi visi UNY ”bernurani”, jumlah butir pada variabel ini sebanyak 5 butir dan secara teoritis mempunyai rentang skor antara 5 sampai 20 dengan rerata ideal 12,5 dan simpangan baku ideal 2,5. Dari harga-harga tersebut maka dapat ditentukan kategori pemahaman dan pengamalan yang dilakukan oleh mahasiswa terhadap dimensi ”bernurani”, sebagaimana telah dicantumkan dalam hasil penelitian di atas. Apabila dilihat dari persentase jumlah mahasiswa, maka yang termasuk dalam kategori ”tinggi” sebesar 40%, sedangkan yang termasuk dalam kategori ”sedang” sebesar 60%. Sedangkan untuk perhitungan nilai rerata, didapatkan nilai rerata 16,17. Berdasarkan kedua metode tersebut dan disesuaikan dengan range kategori yang telah ditentukan, maka dapat disimpulkan bahwa pemahaman dan pengamalan yang dilakukan oleh mahasiswa terhadap visi UNY untuk dimensi ”bernurani” termasuk dalam kategori ”sedang”.Untuk dimensi visi UNY ”cendekia”, jumlah butir pada variabel ini sebanyak 5 butir dan secara teoritis mempunyai rentang skor antara 5 sampai 20 dengan rerata ideal 12,5 dan simpangan baku ideal 2,5. Dari harga-harga tersebut maka dapat ditentukan kategori pemahaman dan pengamalan yang dilakukan oleh mahasiswa terhadap dimensi ”cendekia”, sebagaimana telah dicantumkan dalam hasil penelitian di atas. Apabila dilihat dari persentase jumlah mahasiswa, maka yang termasuk dalam kategori ”tinggi” sebesar 31%, sedangkan yang termasuk dalam kategori ”sedang” sebesar 69%. Sedangkan untuk perhitungan nilai rerata, didapatkan nilai rerata 15,98. Berdasarkan kedua metode tersebut dan disesuaikan dengan range kategori yang telah ditentukan, maka dapat disimpulkan bahwa pemahaman dan pengamalan yang dilakukan oleh mahasiswa terhadap visi UNY untuk dimensi ”cendekia” termasuk dalam kategori ”sedang”.Untuk dimensi visi UNY ”mandiri”, jumlah butir pada variabel ini sebanyak 5 butir dan secara teoritis mempunyai rentang skor antara 5 sampai 20 dengan rerata ideal 12,5 dan simpangan baku ideal 2,5. Dari harga-harga tersebut maka dapat ditentukan kategori pemahaman dan pengamalan yang dilakukan oleh mahasiswa terhadap dimensi ”mandiri”, sebagaimana telah dicantumkan dalam hasil penelitian di atas. Apabila dilihat dari persentase jumlah mahasiswa, maka yang termasuk dalam kategori ”tinggi” sebesar 44%, sedangkan yang termasuk dalam kategori ”sedang” sebesar 56%. Sedangkan untuk perhitungan nilai rerata, didapatkan nilai rerata 16,07. Berdasarkan kedua metode tersebut dan disesuaikan dengan range kategori yang telah ditentukan, maka dapat disimpulkan bahwa pemahaman dan pengamalan yang dilakukan oleh mahasiswa terhadap visi UNY untuk dimensi ”mandiri” termasuk dalam kategori ”sedang”Berdasarkan hasil penelitian yang telah didapatkan, maka dapat diambil beberapa kesimpulan, sebagai berikut:1)Tingkat pemahaman dan pengamalan yang dilakukan oleh mahasiswa terhadap visi UNY dalam pembentukan karakter mahasiswa Fakultas Teknik termasuk dalam kategori ”sedang”.2)Faktor yang mempengaruhi internalisasi visi UNY dalam pembentukan karakter mahasiswa Fakultas Teknik adalah: a)Pemahaman mahasiswa; tingkat pemahaman dan kedewasaan bepikir, berperilaku sangat mempengaruhi pemahaman mahasiswa dalam menginternalisasikan visi UNY.b)Pembiasaan( sosialisasi) Visi UNY dikalangan mahasiswa; diperlukan sosialisasi dan pembiasaan yang terus menerus dalam rangka suksesnya pembentukan karakter mahasiswa. Kata kunci: Visi, Pendidikan, Karakter 12
  24. 24. Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Teknik MesinFT UNY, Sabtu 2 Juni 2012 ISSN: 2086-8987 Pendahuluan Banyak hal kita saksikan Visi Universitas Negeri Yogyakarta mahasiswa UNY yang berprestasi baik (UNY) sampai tahun 2015 adalah dilevel regional, Nasional, maupun mampu menghasilkan insan cendekia, Internasional. Baik dibidang penalaran, mandiri dan bernurani. Dalam olahraga, seni, keagamaan, pramuka mewujudkan visi tersebut dibutuhkan dll. Namun ada juga mahasiswa yang semangat persaudaraan , tolong- kurang beruntung dan bahkan dapat menolong . Menurut Sarbiran (2008: 1) dikatakan memprihatinkan. Karena supaya visi UNY tersebut dapat mudah tidak mampu menyelesaikan studinya ( diimplementasikan seluruh elemen droup out). UNY, dibutuhkan KKT ( Kemauan, Setelah hampir empat tahun Kepedulian dan Tangggung jawab) . diimplementasikan Visi UNY, banyak Fakultas Teknik Universitas hal telah dilakukan oleh segenap Negeri Yogyakarta( FT UNY) pada civitas akademika. Almarhum Prof tahun 2007 berhasil memperoleh Sugeng Mardiyono ( Rektor UNY) telah sertifikat ISO 9001 : 2000 dari mencanangkan strategi pelaksanaan Sucofindo, yaitu salahsatu BUMN yang visi dan misi UNY dengan sebutan menangani dibidang jasa layanan. SAPTAGUNA UNY yang terdiri dari 1) Sertifikat ini diperoleh FT UNY atas kebersamaan, 2) pemberdayan, 3) dasar penilaian bahwa FT mampu pembudayaan, 4) profesionalitas, 5) menerapkan sistem manajemen mutu pengendalian, 6) keberlanjutan dan 7) khususnya yang berhubungan dengan kewirausahan ( Sugeng Mardiyono, standar proses pada implementasi 2008) program pendidikan dan pengajaran. Tantangan besar yang harus Tujuan utama penerapan sistem dihadapi mahasiswa dan civitas manajemen mutu ini pada dasarnya akademika UNY adalah bagaimana visi adalah pencapaian kepuasan dan cita-cita luhur tersebut dapat pelanggan, yaitu mahasiswa dan berkesan, bermakna, dihayati dan pengguna lulusan yang lainnya. diimplementasikan. Sebuah pekerjaan Mahasiswa merupakan aset suatu yang bernilai ibadah tentunya apabila bangsa yang sangat berharga. Mereka kita mampu menjawabnya dengan merupakan calon pemimpin dan penuh kesadaran dan keikhlasan penerus perjuangan bangsa. Manakala dalam bentuk belajar kerja, layanan mahasiswa yang sekarang masih yang optimal.Dari latar belakang belajar di perguruan tinggi dapat permasalahan di atas, maka rumusan terdidik secara utuh dan terarah, maka permasalahan yang ingin dijawab masa depan bangsa dan negara ini melalui penelitian ini adalah: akan baik. Tetapi manakala mereka 1. Bagaimanakah tingkat pemahaman dan mendapatkan pendidikan yang parsial, pengamalan yang dilakukan oleh mahasiswa hanya mementingkan sisi kecerdasan terhadap visi UNY dalam pembentukan karakter intelektual dan kekuatan fisik dan mahasiswa Fakultas Teknik ? mengesampingkan pembinaan 2. Faktor apa saja yang mempengaruhi kecerdasan intelektual dan spiritual, internalisasi visi UNY dalam pembentukan maka bangsa yang majemuk ini akan karakter mahasiswa Fakultas Teknik ? terancam keberlangsungannya. 13
  25. 25. Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Teknik MesinFT UNY, Sabtu 2 Juni 2012 ISSN: 2086-8987 untuk mewujudkan masyarakat belajar 1. Visi dan Misi UNY dalam rangka pembangunan nasional Sampai tahun 2015 Universitas d. mengembangkan sistem kelembagaan , Negeri Yogykarta menetapkan visinya organisasi , manajemen dan administrasi, yakni mampu menghasilkan insan yang budaya kerja sinergis, dan sumber bernurani cendekia dan mandiri. daya manusia yang menghargai Cendekia menggambarkan belajar, tanggung- jawab, kreatif, nilai- kecerdasan intelektual yang disertai nilai keadilan, dan kewirausahaan dengan suara hati sehingga ada suatu dalam rangka melaksanakan tri dharma kearifan. Mandiri menunjuk pada suatu perguruan tinggi otonomi kampus kemampuan personal dalam Untuk mewujudkan visi, misi dan meneguhkan eksistensi dirinya, pencpaian program pengembangan , sehingga mampu melakukan sesuatu UNY memilih strategi yang dinamakan tanpa harus bergantung pada orang SAPTAGUNA UNY, yaitu : 1) lain. Bernurani berarti memiliki kebersamaan, 2) pemberdayaan, 3) kelurusan hati, perilaku yang dibimbing pembudayaan,4) profesionalitas,5) dari hati-nurani dan nilai-nilai yang pengendalian, 6) keberlanjutan , dan 7) bersumber dari Ke-Tuhanan. kewirausahaan. Berkaitan dengan VISI UNY Menurut Herminarto Sofyan tersebut, Universitas Negeri (2008) , kecerdasan intelektual, Yogyakarta merupakan perguruan kecerdasan emosional dan kecerdasan tinggi LPTK dengan misi utamanya spiritual dapat tumbuh dan menyiapkan tenaga kependidikan berkembang secara simultan melalui kemudian juga diberi mandat untuk kegiatan kurikuler dan extrakulrikuler, mengembangkan program-program sehingga dihasilkan insan-insan yang non-kependidikan, maka misi yang cerdas, santun, berkepribadian, dan diemban adalah : menjunjung tinggi nilai-nilai a. mengembangkan pendidikan spriritualitas. Ada limawilayah akademik dan atau profesional dalam kecerdasan pribadi dalam bentuk bidang kependidikan dan non- kecerdasan emosional yang dapat kependidikan yang diarahkan untuk dibentuk dalam diri mahasiswa. Lima menghasilkan manusia yang memiliki wilayah tersebut adalah : kecerdsan dan keterampilan yang bermanfaat bang pembangunan a. kemampuan mengenali emosi diri , bangsa negara yaitu kemampuan mahasiswa dalam b. mengembangan kegiatan penelitian mengenali perasaannya sendiri untuk mengkaji dn mengembangkan sewaktu perasaan atau emosi tersebut ilmu pengetahuan dan teknologi dan muncul kesenian yang mensejahterakan b. kemampuan mengelola emosi individu dan msyarakat yang adalah kemampuan mahasiswa untuk mendukung pembangunan nasional mengendalikan perasaannya sendiri, c. mengembangkan kegiatan sehingga tidak meledak dan akhirnya pengabdian pada masyarakat yang dapat mempengaruhi perilakunya yang mendorong pengembangan segala salah potensi alam dan manusia, baik secara individu maupun kelompok 14
  26. 26. Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Teknik MesinFT UNY, Sabtu 2 Juni 2012 ISSN: 2086-8987 c. kemampuan memotivasi diri sendiri senang merasa senang dan mengerti adalah kemampuan memberikan perasaannya, kemampuan ini sering semangat pada diri sendiri untuk dinamakan Empati. melakukan sesuatu yang baik dan e. Kemampuan membina hubungan bermanfaat adalah kemampuan untuk mengelola d. kemampuan mengenali emosi emosi orang lain, sehingga tercipta orang lain, adalah kemampuan untuk ketrampilan sosial yang tinggi dan mengerti perasaan dan kebutuhan membuat pergaulan mahasiswa orang lain, sehingga orang lain mersa menjadi lebih luas membutuhkan pencerahan dan 2. Menyamakan Persepsi dikalangan penyadaran menuju realisasi kultur Civitas Akademika Fakultas Teknik visioner tersebut secara dinamis dan Universitas Negeri Yogyakarta berkelanjutan. Dalam membangun kebersamaan untuk Makna Cendekia, mengandung mewujudkan cita-cita luhur dan mulia sesuai Visi makna Mandiri dan Bernurani, dan Misi UNY maka dibutuhkan kesamaan demikian pula makna Mandiri persepsi dikalangan civitas akademika UNY , mengandung makna Cendekia dan baik itu dosen , karyawan, mahasiswa, Bernurani, dan makna Bernurani perlu didukung makna Cendekia dan pimpinan lembaga tentang kultur yang Mandiri. akan dibangun. Kultur tersebut Bangunan tiga pilar visi UNY mestinya menunjukkan ciri, watak dan membutuhkan pemahaman yang serius nilai-nilai (value) kecendekiaan, dan teliti. Menurut Sarbiran ( 2008) : kemandirian dan kebernuranian. Baik a. Pilar pertam = BERNURANI dalam ativitas pembelajaran, pekerjaan Hal ini memiliki ciri –ciri sebagai , layanan maupun kebijakan . Hal berikut : tersebut diapresiasi dan disikapi - taat azas/ibadah pada Tuhan Yang sebagai sebuah kesatuan yang Maha Esa terintegrasi (integrated). - tanggung jawab - terbuka ( inklsif) Sebagai visi Universitas, - peduli implementasinya akan memerlukan - disiplin dukungan semua komponen struktur - demokratis dan fungsi universitas, konsekuensinya b. Pilar kedua = MANDIRI tidak akan dapat dilakukan oleh - Membudayakan salahsatu komponen saja secara - Produktif terpisah. ( Wuryadi : 2008, 2). Namun - Antusias demikian dapat dipahami bahwa - Memberdayakan pengembangan konseptual dapat - Menempatkan diri / kordinatif - Pembelajar dilakukan oleh satu lembaga pengkajian yang melakukan kerja c. Pilar ketiga= CENDEKIA sinergi, kolaborasi dan konvergensi - Menginspirasi fungsi dengan berbagai element yang - Kritis - Inovatif lain. - Antipatif Dimensi fungsi akademis, - Aspiratif administrasi dan kemahasiswaan - Kreatif 15

×