Mata Kuliah Hukum dan Perundang-undangan Kebumian                     Gl 4104            Tanah Longsor: Pembahasan, Mitiga...
OutlinePendahuluanPembahasan ◦   Tanah Longsor ◦   Jenis Tanah Longsor ◦   Penyebab Terjadinya Tanah Longsor ◦   Wilayah...
PENDAHULUAN
Pendahuluan Indonesia terletak di pertemuan tiga lempeng  tektonik, yaitu Eurasia, Indo-Australia, dan  Pasifik yang berg...
Pendahuluan Jenis  tanah pelapukan yang ditemukan di  Indonesia adalah hasil letusan gunungapi yang  memiliki komposisi l...
PEMBAHASAN
Pembahasan: Tanah LongsorLongsor adalah suatu proses perpindahan massa tanah/batuan  dengan arah miring dari kedudukan sem...
Pembahasan: Tanah LongsorDiagram Alir Terjadinya Tanah Longsor akibat pengaruh Air
Pembahasan: Jenis Tanah Longsor                                          Longsoran Rotasi                                ...
Pembahasan: Jenis Tanah Longsor                                          Runtuhan batu                                   ...
Pembahasan: Jenis Tanah Longsor                                          Rayapan Tanah                                   ...
Pembahasan: Penyebab Terjadinya                           Tanah Longsor                                  1.  Hujan        ...
Pembahasan: Wilayah Rawan Tanah                Longsor                                                         Tabel dafta...
Pembahasan: Tahapan Mitigasi      Bencana Tanah LongsorDiagram Alir Tahapan Mitigasi Bencana Tanah Longsor
Pembahasan: Cara Menghindari            Bahaya Tanah Longsor(Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, 2007)
Pembahasan: Cara Menghindari            Bahaya Tanah Longsor(Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, 2007)
Pembahasan: Cara Menghindari           Bahaya Tanah Longsor(Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, 2007)
Pembahasan: Cara Menghindari             Bahaya Tanah Longsor          Model kerekayasaan teknik yang dapat digunakan untu...
CONTOH KASUS: LONGSOR    TULUNGAGUNG,   30 OKTOBER 2010
Contoh Kasus: Longsor Tulungagung,              30 Oktober 2010                                                  Hujan de...
Contoh Kasus: Longsor Tulungagung,              30 Oktober 2010                                                   Hujan t...
Contoh Kasus: Longsor Tulungagung,         30 Oktober 2010Apa yang terjadi?
Contoh Kasus: Longsor Tulungagung,         30 Oktober 2010Mengapa hal itu terjadi?
Contoh Kasus: Longsor Tulungagung,         30 Oktober 2010Bagaimana cara mengatasi hal itu?- Pencegahan
Contoh Kasus: Longsor Tulungagung,         30 Oktober 2010Bagaimana cara mengatasi hal itu?- Penanganan
TINJAUAN HUKUM: PERATURAN MENTERI PU NO.22/PRT/M/2007
Bagan kedudukanpedoman penataanruang kawasanrawanbencana longsordalam sistemperaturanperundang-undangan bidangpenataan rua...
Bagan Ruang lingkuppedoman penataanruang kawasan rawanbencana longsor(Peraturan MenteriPU No.22/PRT/M/2007).
Tinjauan Hukum: Peraturan Menteri      PU No.22/PRT/M/2007   Tipologi zona berpotensi longsor berdasarkan hasil kajianhidr...
Tinjauan Hukum: Peraturan Menteri       PU No.22/PRT/M/2007Klasifikasi tipe zona tipologi berpotensi longsor berdasarkanti...
Tinjauan Hukum: Peraturan Menteri         PU No.22/PRT/M/2007Peruntukan fungsi kawasan pada masing-masing tipe zonaberpote...
Tabel Peruntukan ruang zonaberpotensi longsor berdasarkantingkat kerawanan (kanan atas:tinggi, kanan bawah: sedang, kiriat...
Tinjauan Hukum: Peraturan Menteri       PU No.22/PRT/M/2007Berikut ini merupakan alternatif sanksi ataspelanggaran pemanfa...
Tinjauan Hukum: Peraturan Menteri       PU No.22/PRT/M/2007Acuan kemiringan lereng yang sesuai untuk berbagai peruntukandi...
Tinjauan Hukum: Peraturan Menteri        PU No.22/PRT/M/2007Bebeberapa hal yang perlu dipertimbangkan dalam rekayasa tekni...
PENUTUP
PenutupBencana  tanah longsor merupakan salah satu bencana yang sering terjadi di Indonesia dikarenakan berbagai faktor p...
Daftar PustakaLaman Internet:http://1.bp.blogspot.com/_P4hht9_hm4U/TCSvmjOYfWI/AAAAA  AAAAHs/uVM6hswdu5k/s1600/hl.jpghttp:...
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Tanah Longsor: Pembahasan, Mitigasi, dan Hukum Perundang-ungdangannya

7,247 views
7,014 views

Published on

Published in: Education
0 Comments
13 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
7,247
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
0
Comments
0
Likes
13
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Tanah Longsor: Pembahasan, Mitigasi, dan Hukum Perundang-ungdangannya

  1. 1. Mata Kuliah Hukum dan Perundang-undangan Kebumian Gl 4104 Tanah Longsor: Pembahasan, Mitigasi, dan Hukum Perundang-undangannya Disusun oleh: Hansen Wijaya Program Studi Teknik Geologi Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian Institut Teknologi Bandung 2010
  2. 2. OutlinePendahuluanPembahasan ◦ Tanah Longsor ◦ Jenis Tanah Longsor ◦ Penyebab Terjadinya Tanah Longsor ◦ Wilayah Rawan Tanah Longsor ◦ Tahapan Mitigasi Bencana Tanah Longsor ◦ Cara Menghindari Bahaya Tanah LongsorContoh Kasus: Longsor Tulung Agung, 31 Oktober 2010Tinjauan Hukum: PM PU No.22/PRT/M/2007Penutup
  3. 3. PENDAHULUAN
  4. 4. Pendahuluan Indonesia terletak di pertemuan tiga lempeng tektonik, yaitu Eurasia, Indo-Australia, dan Pasifik yang bergerak saling menumbuk dan menghasilkan jalur subduksi dan menimbulkan aktivitas volkanisme di sepanjang daerah penunjaman subduksi tersebut. Ada 129 gunungapi yang terdapat di Indonesia, yang menyebabkan Indonesia rawan terhadap bencana letusan gunungapi.
  5. 5. Pendahuluan Jenis tanah pelapukan yang ditemukan di Indonesia adalah hasil letusan gunungapi yang memiliki komposisi lempung dengan sedikit pasir dan bersifat subur. Tanah pelapukan yang berada di atas batuan kedap air pada perbukitan/pegunungan dengan kemiringan lereng sedang sampai terjal berpotensi mengakibatkan tanah longsor pada musim hujan dengan curah hujan berkuantitas tingi. Apabila perbukitan tersebut tidak ditumbuhi oleh tanaman keras berakar kuat dan dalam, maka kawasan tersebut rawan bencana tanah longsor.
  6. 6. PEMBAHASAN
  7. 7. Pembahasan: Tanah LongsorLongsor adalah suatu proses perpindahan massa tanah/batuan dengan arah miring dari kedudukan semula, sehingga terpisah dari massa yang mantap, karena pengaruh gravitasi, dengan jenis gerakan berbentuk rotasi dan translasi (Peraturan Menteri PU No.22/PRT/M/2007)Tanah Longsor adalah perpindahan material pembentuk lereng berupa batuan, bahan rombakan, tanah, atau material campuran tersebut, bergerak ke bawah atau keluar lereng. (Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, 2007)
  8. 8. Pembahasan: Tanah LongsorDiagram Alir Terjadinya Tanah Longsor akibat pengaruh Air
  9. 9. Pembahasan: Jenis Tanah Longsor  Longsoran Rotasi Bergeraknya massa tanah dan batuan pada bidang gelincir yang berbentuk cekung.  Longsoran Translasi Bergeraknya massa tanah dan batuan pada bidang gelincir berbentuk rata atau menggelombang landai.(Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, 2007)
  10. 10. Pembahasan: Jenis Tanah Longsor  Runtuhan batu Pergerakan sejumlah besar batuan atau material lain ke bawah dengan cara jatuh bebas, umumnya pada lereng-lereng terjal.  Pergerakan Blok Perpindahan batuan yang bergerak pada bidang gelincir berbentuk rata.(Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, 2007)
  11. 11. Pembahasan: Jenis Tanah Longsor  Rayapan Tanah Tanah Longsor yang bergerak lambat dan hampir tidak dapat dikenali.  Aliran Bahan Rombakan Pergerakan massa tanah yang didorong oleh air, terjadi di sepanjang lembah dan mampu mencapai ratusan sampai ribuam meter jauhnya.(Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, 2007)
  12. 12. Pembahasan: Penyebab Terjadinya Tanah Longsor 1. Hujan 2. Lereng terjal 3. Tanah yang kurang padat dan tebal 4. Batuan yang kurang kuat 5. Tata lahan yang salah 6. Getaran 7. Pembebanan lereng 8. Pengikisan/erosi 9. Material timbunan pada lereng 10. Bidang diskontinuitas 11. Penggundulan hutanGambar:http://bebenhutan.blogspot.com/ (Peraturan Menteri PU No.22/PRT/M/2007)
  13. 13. Pembahasan: Wilayah Rawan Tanah Longsor Tabel daftar kejadian dan korban bencana tanah longsor 2003- 2005. Terdapat sedikitnya 918 lokasi rawan bencana longsor di Indonesia, dengan kerugian pertahun akbibat bencana ini mencapai Rp 800 milyar dengan jiwa yang terancam sekitar 1 juta penduduk.(Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, 2007)
  14. 14. Pembahasan: Tahapan Mitigasi Bencana Tanah LongsorDiagram Alir Tahapan Mitigasi Bencana Tanah Longsor
  15. 15. Pembahasan: Cara Menghindari Bahaya Tanah Longsor(Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, 2007)
  16. 16. Pembahasan: Cara Menghindari Bahaya Tanah Longsor(Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, 2007)
  17. 17. Pembahasan: Cara Menghindari Bahaya Tanah Longsor(Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, 2007)
  18. 18. Pembahasan: Cara Menghindari Bahaya Tanah Longsor Model kerekayasaan teknik yang dapat digunakan untuk mengatasi bencana tanah longsor(http://1.bp.blogspot.com/_P4hht9_hm4U/TCSvmjOYfWI/AAAAAAAAAHs/uVM6hswdu5k/s1600/hl.jpg)
  19. 19. CONTOH KASUS: LONGSOR TULUNGAGUNG, 30 OKTOBER 2010
  20. 20. Contoh Kasus: Longsor Tulungagung, 30 Oktober 2010  Hujan deras yang mengguyur Desa Kradinan, Kecamatan Pagerwojo, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, Jumat malam, 30 Oktober 2010, menewaskan tiga warga. Ini terjadi setelah tebing setinggi 50 meter longsor dan menimbun empat rumah Penghuni rumah sebenarnya sudah diingatkan agar pergi. Namun mereka terlambat mengungsi karena penerangan jalan desa mati. Saat mereka sedang kebingungan, tebing yang ada dekat rumah mereka robohGambar: http://static.liputan6.com/201010/101030terk2-longsor.jpg
  21. 21. Contoh Kasus: Longsor Tulungagung, 30 Oktober 2010  Hujan tersebut mengguyur pegunungan di Tulungagung, membuat jalur alternatif menuju Trenggalek, terputus di tiga titik akibat tertimbun tanah longsor.  Badan jalan tertimbun longsoran tanah sepanjang 20 meter dengan ketebalan tanah hingga lima meter. Hujan juga membuat jalan penghubung antarkabupaten sepanjang 50 meter di kilometer 35 Desa Sidomulyo, ambles sedalam satu hingga dua meter.Gambar: http://static.liputan6.com/201010/101014bsiluet-longsor-jln.jpg
  22. 22. Contoh Kasus: Longsor Tulungagung, 30 Oktober 2010Apa yang terjadi?
  23. 23. Contoh Kasus: Longsor Tulungagung, 30 Oktober 2010Mengapa hal itu terjadi?
  24. 24. Contoh Kasus: Longsor Tulungagung, 30 Oktober 2010Bagaimana cara mengatasi hal itu?- Pencegahan
  25. 25. Contoh Kasus: Longsor Tulungagung, 30 Oktober 2010Bagaimana cara mengatasi hal itu?- Penanganan
  26. 26. TINJAUAN HUKUM: PERATURAN MENTERI PU NO.22/PRT/M/2007
  27. 27. Bagan kedudukanpedoman penataanruang kawasanrawanbencana longsordalam sistemperaturanperundang-undangan bidangpenataan ruang(Peraturan MenteriPU No.22/PRT/M/2007)
  28. 28. Bagan Ruang lingkuppedoman penataanruang kawasan rawanbencana longsor(Peraturan MenteriPU No.22/PRT/M/2007).
  29. 29. Tinjauan Hukum: Peraturan Menteri PU No.22/PRT/M/2007 Tipologi zona berpotensi longsor berdasarkan hasil kajianhidrogeomorfologi (Peraturan Menteri PU No.22/PRT/M/ 2007).
  30. 30. Tinjauan Hukum: Peraturan Menteri PU No.22/PRT/M/2007Klasifikasi tipe zona tipologi berpotensi longsor berdasarkantingkat kerawanan (Peraturan Menteri PU No.22/PRT/M/ 2007).
  31. 31. Tinjauan Hukum: Peraturan Menteri PU No.22/PRT/M/2007Peruntukan fungsi kawasan pada masing-masing tipe zonaberpotensi longsor berdasarkan tingkat kerawanan (Peraturan Menteri PU No.22/PRT/M/ 2007)
  32. 32. Tabel Peruntukan ruang zonaberpotensi longsor berdasarkantingkat kerawanan (kanan atas:tinggi, kanan bawah: sedang, kiriatas: rendah) (Peraturan Menteri PUNo.22/PRT/M/ 2007)
  33. 33. Tinjauan Hukum: Peraturan Menteri PU No.22/PRT/M/2007Berikut ini merupakan alternatif sanksi ataspelanggaran pemanfaatan ruang kawasan rawanbencana longsor (Pasal 63 UU No.26/2007)a. Peringatan tertulis;b. Penghentian sementara kegiatan;c. Penghentian sementara pelayanan umum;d. Penutupan lokasi;e. Pembongkaran bangunan;f. Pemulihan fungsi ruang; dan/ataug. denda administratif(Peraturan Menteri PU No.22/PRT/M/ 2007)
  34. 34. Tinjauan Hukum: Peraturan Menteri PU No.22/PRT/M/2007Acuan kemiringan lereng yang sesuai untuk berbagai peruntukandi kawasan budi daya(Peraturan Menteri PU No.22/PRT/M/2007).
  35. 35. Tinjauan Hukum: Peraturan Menteri PU No.22/PRT/M/2007Bebeberapa hal yang perlu dipertimbangkan dalam rekayasa teknikpenanggulangan longsor di kawasan rawan bencana longsor (PeraturanMenteri PU No.22/PRT/M/ 2007):◦ Penyelidikan geologi teknik, analisis kestabilan lereng, dan daya dukung tanah;◦ Sistem drainase yang tepat pada lereng;◦ Sistem perkuatan lereng untuk menambah gaya penahan gerakan tanah pada lereng;◦ Meminimalkan pembebanan pada lereng;◦ Memperkecil kemiringan lereng;◦ Mengupas material gembur (yang tidak stabil) pada lereng;◦ Mengosongkan lereng dari kegiatan manusia;◦ Penanaman vegetasi dengan jenis dan pola tanam yang tepat; dan◦ Penerapan sistem terasering dan drainase yang tepat pada lereng.
  36. 36. PENUTUP
  37. 37. PenutupBencana tanah longsor merupakan salah satu bencana yang sering terjadi di Indonesia dikarenakan berbagai faktor penyebabnya;Berbagai upaya dapat dilakukan untuk mencegah dan mengatasi tanah longsor;Penggunaan kerekayasaan teknik dapat dilakukan untuk mengatasi bencana tanah longsor.
  38. 38. Daftar PustakaLaman Internet:http://1.bp.blogspot.com/_P4hht9_hm4U/TCSvmjOYfWI/AAAAA AAAAHs/uVM6hswdu5k/s1600/hl.jpghttp://bebenhutan.blogspot.com/http://berita.liputan6.com/daerah/201010/304217/Jalur.Alternati f.Trenggalek.Tulungagung.Terputushttp://berita.liputan6.com/daerah/201010/304073/Tebing.Longso r.Tiga.TewasBooklet:Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, 2007. Gerakan Tanah. Bandung: Badan Geologi, Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral.Tinjauan hukum:Peraturan Menteri PU No.22/PRT/M/2007 tentang: Pedoman Penataan Ruang Kawasan Rawan Bencana Longsor.

×