Training for trainers module

6,669 views
6,458 views

Published on

Published in: Business, Technology
3 Comments
5 Likes
Statistics
Notes
No Downloads
Views
Total views
6,669
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
4
Actions
Shares
0
Downloads
872
Comments
3
Likes
5
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Training for trainers module

  1. 1. Belajar Anak = Dewasa ? • .Proses belajarnya tergantung pada orang lain. • .Berharap mendapat jawaban dari orang lain atas pertanyaan yang muncul dalam benaknya. • .Ingin diberi tahu apa yang perlu mereka lakukan • .Mampu mandiri dalam belajar dan tidak ingin dipaksa. • .Berharap mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan berdasarkan pengalaman sendiri. • .Melakukan sesuatu berdasarkan apa yang ingin mereka ketahui.
  2. 2. :
  3. 3. :
  4. 4. .
  5. 5. Un Freezing Menggoyahkan Keyakinan Lama Moving Menunjukkan Model Ideal Refreezing Menerapkan & penguatan
  6. 6. • UN-FREEZING  Asumsi, persepsi, keyakinan, dan perilaku lama digoyahkan  Harus “menyentuh afeksi”  Dengan structured experience dan student centered  mengiyakan, mengangguk, dahi berkerut, bertanya • MOVING  Perlihatkan perilaku yang diharapkan (model ideal)  Peserta diajak mencobakan beberapa ciri dari model ideal • RE-FREEZING  Mencocokkan pengetahuan, pemahaman, dan ketrampilan baru dengan situasi nyata  Memberikan reinfocement atas perilaku yang sesuai
  7. 7. Concrete Experience Reflective Observation Abstract ConceptualActive Experimentation
  8. 8. • Setelah pembahasan modul ini, diharapkan Anda mampu menjelaskan: – Tahapan kerja trainer – Aktivitas tugas trainer dalam melakukan analisa kebutuhan pelatihan – Aktivitas tugas trainer dalam mendesain program pelatihan – Aktivitas tugas trainer dalam menjalankan program pelatihan – Aktivitas tugas trainer dalam mengevaluasi program pelatihan
  9. 9. • Melakukan analisa kebutuhan • Mendesain program pelatihan • Meng-conduct program pelatihan • Mengevaluasi efektivitas program
  10. 10. • ‘Membaca’ adanya kebutuhan • Mengkonsultasikan dengan klien • Mendefinisikan simptom/masalah • Mendesain metode pengumpulan data • Mengumpulkan data • Menganalisa data
  11. 11. • Menentukan subyek pelatihan • Menentukan sasaran (objective) • Berdiskusi dengan ahli tentang subyek yang telah ditentukan • Dapatkan deskripsi calon peserta • Identifikasi pokok-pokok bahasan dalam pelatihan • Menstrukturkan bahan pelatihan • Menentukan strategi pelatihan
  12. 12. • Membuat bahan pegangan siswa dan fasilitator • Siapkan bahan atau alat bantu visual • Minta pendapat dengan para fasilitator • Uji bahan dalam pelatihan sesungguhnya • Revisi bahan • Kokohkan penggunaan bahan
  13. 13. • Memberikan pre-test kepada peserta • Conduct training session • Mengukur kemajuan belajar
  14. 14. • End-of course evaluation dan action plan • Debriefing Line Manager • Melakukan review atas evaluasi pelatihan • Melakukan evaluasi medium / long term
  15. 15. • Memahami perkembangan yang terjadi dalam organisasi / perusahaan • Peka terhadap pengembangan kompetensi karyawan / anggota organisasi • Mampu menggali informasi dengan akurat • Mampu berfikir logis- analitis dan menemukan sumber penyebab dari gejala yang muncul • Memahami prinsip-prinsip perubahan perilaku
  16. 16. • Mampu menciptakan situasi belajar yang memancing keterlibatan peserta • Peka terhadap orang lain, open-minded, dan tidak takut menerima kritik • Memahami kelebihan dan kekurangannya dalam menyampaikan materi pelatihan • Kesiapan diri untuk berusaha mengembangkan orang lain.
  17. 17. • Setelah pembahasan modul ini, diharapkan Anda mampu menjelaskan: – Tujuan melakukan analisa kebutuhan – Tingkatan analisa kebutuhan – Langkah-langkah melakukan analisa kebutuhan
  18. 18. • Sesuai dengan kebutuhan. • Bukan karena kebiasaan, tapi untuk memberi solusi dari masalah. • Untuk mengetahui kebutuhan, tidak cukup hanya berdasarkan asumsi, tapi perlu analisa yang mendalam.
  19. 19. • Mengidentifikasi pengetahuan, ketrampilan, dan perilaku kerja yang dibutuhkan individu, kelompok, dan organisasi untuk meningkatkan kinerja. • Terutama pengetahuan, ketrampilan, dan perilaku kerja yang dapat diintervensi oleh pelatihan
  20. 20. • Analisa organisasi • Analisa pekerjaan • Analisa individu
  21. 21. • Rencana strategis organisasi • Ada sistem/standar baru • Tingkat turn-over tinggi • Turunnya moral karyawan • Perubahan lingkungan eksternal
  22. 22. • Memperjelas pemahaman mengenai apa yang disepakati sebagai kinerja suatu pekerjaan • Memperjelas pemahaman mengenai lingkungan kerja yang dibutuhkan pelaku pekerjaan agar dapat berprestasi • Menganalisis pengetahuan, ketrampilan, dan perilaku kerja yang dibutuhkan pelaku pekerjaan agar berprestasi
  23. 23. • Perubahan kompetensi yang dibutuhkan untuk melaksanakan tugas • Adanya teknologi / alat kerja baru
  24. 24. Mengidentifikasi kesenjangan antara pengetahuan, ketrampilan, sikap, dan perilaku kerja yang dimiliki oleh pelaku pekerjaan, dengan yang dituntut.
  25. 25. • Karyawan baru atau transfer karyawan • Kenaikan jabatan • Skill yang dimiliki tidak memenuhi tugas yang ada • Kebutuhan karyawan untuk terus mengembangkan kemampuannya
  26. 26. SATU: Identifikasi Masalah • Tentukan konteks organisasi kegiatan IKP • Lakukan gap analysis • Tetapkan sararan IKP – Note: Because the purpose of training is to HELP solve organizational problems, we must have a clear understanding of what the organizational problems are.
  27. 27. TIGA: Kumpulkan Data • Lakukan survey • Sebarkan kuesioner • Lakukan interview • Pelajari dokumen-dokumen kerja • Observasi orang ketika bekerja DUA: Tentukan desain pengumpulan data – Pilih metode pengumpulan data dengan mempertimbangkan hambatan-hambatan yang ada.
  28. 28. • Attitude survey • Assessment center • Employee interview • Management interview • Observation of behavior • Performance appraisal • Performance document • Questionnaire
  29. 29. • Lakukan analisis kualitatif – Lakukan content-analysis; misalnya mengkategorikan setiap informasi pada kategori positif atau negatif • Lakukan analisis kuantitatif – Lakukan analisis statistik sederhana • Susun solusi / saran EMPAT: Analisis Data
  30. 30. • Pelatihan merupakan solusi yang tepat, hanya apabila: – Terjadi kesenjangan kinerja (lack of performance) yang penting – Kesenjangan tersebut disebabkan kesenjangan knowledge/skill – Individu memiliki potensi untuk menyerap / mempraktekkan pelatihan yang didapat – Individu belum pernah mendpatkan pelatihan yang sama sebelumnya
  31. 31. Ada kesenjangan kinerja ? Penting ? Unsignifikan Problem Recruitment Problem Lingkungan tidak mendukung Prestasi tidak mendapat reward positif Ada hambatan-hambatan Sikap tidak positif (butuh konseling) Belum pernah mendapat pelatihan tsb sebelumnya ? Perusahaan punya desain pekerjaan yang baik ? Ybs. punya potensi menyerap / praktek ? Ada kesenjangan knowledge / skill ? Siapkan Pelatihan ! Re-design Job Coaching Ya ! Ya ! Ya ! Ya ! Ya ! Ya ! No ! No ! No ! No ! No !
  32. 32. • Tulis laporan – Executive Overview – Descriptive of Precess – Summary of Findings – Preliminary Conclusions – Recommendations – Potential Barrier • Sajikan pada pihak berwenang • Tentukan langkah selanjutnya LIMA: Sampaikan Umpan-Balik
  33. 33. • Setelah pembahasan modul ini, diharapkan Anda mampu menjelaskan: – Variabel-variabel yang perlu diperhatikan dalam merancang program pelatihan – Cara membuat sasaran pelatihan – Hal-hal yang perlu dipertimbangkan dalam menentukan peserta pelatihan – Cara menentukan metode pelatihan – Hal-hal yang dipertimbangkan dalam menentukan instruktur
  34. 34. Sasaran Bahan Peserta Instruktur Metode Lingkungan
  35. 35. • Sasaran = Objective – Penjelasan taktis dari goals. – Sasaran berbentuk kalimat yang jelas, spesifik, dan terukur. – Pelatihan harus mempunyai sasaran yang jelas, tidak sekedar goals. • Tujuan = Goals – Pernyataan umum yang didorong oleh kebutuhan yang telah diketahui – Contoh : “memperbaiki komunikasi antar anggota organisasi”
  36. 36. • APA (yang dilakukan) – Peserta mampu mengetik sepucuk surat. • KONDISI (dalam kondisi bagaimana) – Peserta mampu mengetik sepucuk surat dengan menggunakan PC dan Perangkat Microsoft Words Windows ‘97 • STANDAR (dengan tolok ukur seberapa) – Peserta mampu……….Windows ’97 dengan kecepatan 100 kata per menit tanpa membuat kesalahan pengetikan lebih dari tiga huruf Sasaran pelatihan yang baik dirumuskan dalam kalimat yang mencakup 3 hal:
  37. 37. • Area: PENGETAHUAN – Mendefinisikan, menuliskan, mengingat • Area: PEMAHAMAN – Mengidentifikasi, menjelaskan, mengklasifikasikan, menilai, • Area: ANALISA – Menganalisa. menyimpulkan, membedakan, membandingkan, • Area: PENERAPAN – Menemukan, menunjukkan, menghitung, mengukur, menggunakan, mendemonstrasikan • Area: SIKAP – Memilih, menerima, termotivasi untuk.
  38. 38. • Dapatkan informasi tentang peserta, seperti: – Latar belakang pendidikan – Latar belakang dan pengalaman kerja – Pengalaman mengikuti pelatihan – Tingkat pengetahuan/ketrampilan tentang subyek yang akan disampaikan – Penilai orang lain di tempat kerja terhadap individu peserta – Pandangan peserta tentang pelatihan
  39. 39. • Tuliskan pokok bahasan dengan memanfaatkan informasi sebelumnya: – Sasaran pelatihan memberikan informasi mengenai tingkat pengetahuan dan ketrampilan yang harus dimiliki peserta setalah mengikuti pelatihan – Deskripsi peserta memberikan informasi mengenaik tingkat pengetahuan dan ketrampilan yang dimiliki peserta saat ini. – JADI: pokok bahasan pelatihan merupakan jembatan untuk menutup kesenjangan antara pengetahuan yang harus dimiliki dengan yang telah dikuasai.
  40. 40. • Brainstorming – Diskusi yang dilakukan dengan mengemukakan ide secara bebas untuk menemukan jawaban/solusi. • Buzz Groups – Diskusi kelompok yang terdiri atas 2-6 orang tentang sebuah masalah dalam waktu singkat tanpa meninggalkan ruang training. • Studi Kasus – Menganalisa masalah nyata secara detail untuk menemukan solusi.
  41. 41. • Demonstrasi – Praktek skill yang dilakukan trainer, dan peserta mengamatinya • Kuliah – Ceramah yang diberika trainer tanpa interupsi peserta, biasanya untuk audiens dalam jumlah besar • Tanya jawab – Serangkaian pertanyaan yang diajukan trainer kepada sekelompok peserta • Aktivitas – Latihan yang dilakukan peserta di mana peserta menyelesaikan tugas atau proses tertentu.
  42. 42. • Programmed Learning – Program (interaktif atau bacaan) dengan serangkaian pertanyaan atau tugas yang harus diselesaikan sebelum melanjutkan ke tahap berikutnya. • Project – Latihan berupa pengumpulan informasi, penyelesaian tugas, atau pembuatan sesuatu hal. • Reading – Membaca buku, artikel, hand-out baik dalam ruang kelas atau tidak. • Role play – Peranan yang dilakonkan oleh peserta (baik peranan nyata atau buatan) secara realistis atau dramatis
  43. 43. • Seminar – Membahas topik yang berhubungan atau berseri • Simulasi – Duplikasi dari situasi nyata sebagai masalah atau games yang kompleks dan peserta mengambil peranan di dalamnya. • Tugas kelompok – Peserta dibagi dalam kelompok kecil dan diberikan tugas sama/berbeda, dilihat hasilnya, dan dipresentasikan sebagai jawaban kelompok. • Video – Menonton video, dilanjutkan diskusi dan review.
  44. 44. • Instruktur yang dipilih harus memenuhi persyaratan antara lain: – Ahli di bidang yang akan disampaikan (enterprise knowledge, job knowledge, dan job skill) – Mempunyai pengetahuan dan ketrampilan andragogi – Memiliki ketrampilan komunikasi – Memiliki kualitas pribadi yang baik
  45. 45. Modul 5 Teknik Menyampaikan Materi
  46. 46. • Setelah pembahasan modul ini, diharapkan Anda mampu menjelaskan: – Akibat kegagalan mengelola kelas – Teknik membina rapport – Teknik menyampaikan materio – Teknik bertanya kepada peserta – Teknik menjawab pertanyaan
  47. 47.  Hilangnya kepercayaan trainee akan kemampuan trainer  Turunnya motivasi trainee untuk mengikuti training  Hilangnya kepercayaan diri trainer
  48. 48. • Rapport dengan peserta penting dalam training • Jalin rapport dengan peserta sebelum memulai training • Ciptakan suasana nyaman dan hangat dalam kelas
  49. 49. • Tertarik pada peserta • Ingin tahu pikiran, perasaan, kehawatiran peserta • Enerjik, bersemangat • Merasa ingin tersenyum senang • Humor muncul spontan
  50. 50. • Tegang, perut tidak enak • Lelah membayangkan usaha memperbaiki keadaan • Kadang kurang sabar pada peserta • Usaha komunikasi sulit, “sering nggak nyambung”
  51. 51. • Berbagi identitas • Mengingatkan bahwa trainer juga sedang belajar • Membagi pengalaman positif • Pacing, leading, cross- matching harapan, keyakinan, dan nilai kelompok
  52. 52.  Yakinkah peserta bahwa materi Anda bermanfaat  Di akhir sesi, tanyakan pada peserta apa yang mereka dapatkan selama sesi berlangsung  Gunakan intonasi dan pilihan kata yang baik.  Gunakan bahasa non-verbal dengan tepat  Usahakan keterlibatan peserta dalam proses training  Sesuaikan bahasa dengan peserta  Selingi dengan humor, cerita, puisi, dan peribahasa  Bertanyalah untuk memancing respon peserta
  53. 53.  Ajukan satu pertanyaan dalam satu waktu  Hindari pertanyaan tertutup dan direktif  Pertanyaan harus terfokus, tidak kabur  Ajukan pertanyaan yang memungkinkan peserta menunjukkan kepandaiannya  Ajukan pertanyaan yang merangsang interaksi peserta  Perhatikan peserta yang diam  Tunggu jawaban beberapa saat
  54. 54. • Perhatikan jawaban verbal dan reaksi non-verbal • Variasikan respon untuk jawaban-jawaban yang berbeda • Puji jawaban yang benar • Perbaiki jawaban yang salah dengan cara yang tidak mengkritik
  55. 55.  Tampil tidak siap dan tidak terorganisir  Terlambat memulai dan mengakhiri pelatihan  Terkesan tidak sesuai jadwal  Kurang waktu istirahat  Menanggapi pertanyaan secara tidak tepat  Menggunakan alat bantu dengan tidak profesional  Tidak melibatkan peserta  Tidak membina rapport  Menampilkan kebiasaan-kebiasaan buruk  Humor yang tidak tepat  Sok tahu dan tidak mengakui kesalahan  Menggunakan bahasa dan pengucapan yang tidak tepat  Tidak memperbaharui materi dan kurang info terbaru
  56. 56. Bangunlah Jiwa dan Badan Untuk INDONESIA RAYA

×