2 bab i mineral dan sumber daya mineral dan klasifikasinya

15,145 views
14,942 views

Published on

slide geodas klas C

Published in: Education
0 Comments
2 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
15,145
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
335
Comments
0
Likes
2
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

2 bab i mineral dan sumber daya mineral dan klasifikasinya

  1. 1. BAB I MINERAL 1.1 Pengantar Mineral adalah suatu zat padat yang terbentuk di alam, berupa elemen, atau senyawa kimia, dan menjadi penyusun atau pembentuk bagian padat alam semesta. Batuan, yang menjadi penyusun ke-rakbumi, sesungguhnya tersusun oleh mineral-mine- ral.
  2. 2. <ul><li>Pada umumnya mineral berbentuk kristal, yang terka-dang terlihat dengan mata biasa, atau melalui loup, te-tapi ada juga yang mikrokristalin, yang hanya terlihat melalui mikroskop, bahkan ada yang amorf (tak-ber-kristal). </li></ul><ul><li>Ada 3.000 jenis mineral yang terdapat dalam ke-rakbumi, bahkan sekarang sudah lebih dari angka itu. Kira-kira 1/3-nya terdiri dari mineral silikat, sisanya adalah mineral-mineral golongan lain. </li></ul>
  3. 3. <ul><li>Mineral silikat adalah penyusun utama lapisan kerak-bumi, kira-kira 95% ; dari jumlah ini, feldspar = 60%, kuarsa = 12%, dan sisanya adalah mineral silikat yang lain. </li></ul><ul><li>Ada 7 mineral, atau kelompok mineral yang men-jadi penyusun utama batuan, yaitu : </li></ul><ul><li>1. Kuarsa, </li></ul><ul><li>2. Feldspar, </li></ul><ul><li>3. Feldspatoid (feldspathoid), </li></ul><ul><li>4. Piroksen (pyroxene), </li></ul>
  4. 4. <ul><li>5. Horenblende (hornblende), </li></ul><ul><li>6. Biotit, dan </li></ul><ul><li>7. Olivin. </li></ul><ul><li>Ke-7 mineral tsb dijumpai dalam jumlah yang banyak, dan disebut mineral-mineral penting (essen-tial minerals) ; sedangkan mineral lain yang jumlah-nya sedikit, disebut mineral tambahan/pelengkap (accessory minerals), seperti : magnetit, ilmenit, apatit, kalsit, dan lain-lain. </li></ul>
  5. 5. <ul><li>Mineral diidentifikasi melalui beberapa cara, yaitu dengan mempelajari sifat fisik, sifat kimia, dan sifat optiknya. Aspek sifat fisik yang dipelajari adalah : sifat optik (pemantulan dan pembiasan, kilap, warna dan goresan, dan luminesensi), kekerasan, belahan dan pecahan, Berat Jenis, sifat magnet, sifat listrik, sifat permukaan, dan radioaktivitas. </li></ul>
  6. 6. <ul><li>1.2 Lingkungan Pembentukan Mineral </li></ul><ul><li>Mineral terbentuk pada 3 macam lingkungan geologi, yaitu : </li></ul><ul><li>1. Lingkungan magmatik, </li></ul><ul><li>Berhubungan dengan aktivitas magma. Dalam ling- </li></ul><ul><li>kungan ini, mineral terbentuk pada 4 macam tipe </li></ul><ul><li>kejadian, yaitu yang berhubungan dengan pemben- </li></ul><ul><li>tukan : </li></ul><ul><li>a. Batuan beku, </li></ul><ul><li>b. Pegmatit, </li></ul>
  7. 7. <ul><li>c. Urat-urat hidrotermal, dan </li></ul><ul><li>d. Deposit mata air panas dan fumarol. </li></ul><ul><li>Contoh mineralnya : kuarsa, feldspar, beril, turma- </li></ul><ul><li>lin, pirit, khalkopirit, kalaverit, sulfur, dan mineral- </li></ul><ul><li>mineral khlorida (amonium khlorida, NH 3 Cl). </li></ul><ul><li>2. Lingkungan sedimen, </li></ul><ul><li>Berhubungan dengan aktivitas sedimentasi. Dapat </li></ul><ul><li>dibagi menjadi 6 jenis, yaitu : </li></ul><ul><li>a. Resistat, </li></ul><ul><li>b. Hidrolisat, </li></ul>
  8. 8. <ul><li>c. Oksidat, </li></ul><ul><li>d. Reduzat, </li></ul><ul><li>e. Presipitat, dan </li></ul><ul><li>f. Evaporit. </li></ul><ul><li>Contoh : kasiterit, ilmenit, kalsit, aragonit, kaolinit, </li></ul><ul><li>glaukonit, ilit, deposit bauksit, pirolusit, markasit, </li></ul><ul><li>siderit, borax, dan soda-niter. </li></ul><ul><li>3. Lingkungan metamorfik, </li></ul><ul><li>Berhubungan dengan proses metamorfisme. </li></ul>
  9. 9. <ul><li>Mineral-mineralnya dapat terbentuk pada 3 macam </li></ul><ul><li>derajat metamorfisme, yaitu : </li></ul><ul><li>a. Metamorfisme derajat rendah, </li></ul><ul><li>b. Metamorfisme derajat menengah, dan </li></ul><ul><li>c. Metamorfisme derajat tingg i . </li></ul><ul><li>Contoh : talk, epidot, tremolit-aktinolit, kianit, gar- </li></ul><ul><li>net, grafit, silimanit, dan ko r dierit. </li></ul><ul><li>1.3 Klasifikasi Mineral </li></ul><ul><li>Berdasarkan komposisi kimia dan struktur kris- </li></ul>
  10. 10. <ul><li>talnya, mineral-mineral dapat dibagi menjadi 8 kelas, yaitu : </li></ul><ul><li>1. Elemen nativ. Contoh : grafit (C), intan (C), dan </li></ul><ul><li>emas (Au). </li></ul><ul><li>2. Sulfida (termasuk garamsulfo). Contoh : pirit (FeS 2 ), </li></ul><ul><li>argentit (Ag 2 S), khalkopirit (CuFeS 2 ), dan galena </li></ul><ul><li>(PbS). </li></ul><ul><li>3. Oksida dan hidroksida. Contoh : kasiterit (SnO 2 ), </li></ul><ul><li>magnetit (Fe 3 O 4 ), ilmenit (FeTiO 3 ), brusit </li></ul><ul><li>[Mg(OH 2 )], dan buhmit (AlO(OH). </li></ul>
  11. 11. <ul><li>4. Halida. Contoh : halit (NaCl), silvit (KCl), dan fluorit </li></ul><ul><li>(CaF 2 ). </li></ul><ul><li>5. Karbonat, nitrat, borat, dan iodat. Contoh : kalsit </li></ul><ul><li>(CaCO 3 ), aragonit (CaCO 3 ), dolomit [CaMg(CO 3 ) 2 ], </li></ul><ul><li>niter (KNO 3 ), dan borax [Na 2 B 4 O 5 (OH) 4 .8H 2 O]. </li></ul><ul><li>6. Sulfat, khromat, molibdat, dan tungstat. Contoh : </li></ul><ul><li>barit (BaSO 4 ), gipsum (CaSO 4 .2H 2 O), krokoit </li></ul><ul><li>(PbCrO 4 ), wolframit [(Fe,Mn)WO 4 ], dan skhelit </li></ul><ul><li>(CaWO 4 ). </li></ul><ul><li>7. Fosfat, arsenat, dan vanadat. Contoh : monasit </li></ul>
  12. 12. <ul><li>[(Ce,La,Y,Th)PO 4 ], apatit [Ca 5 (PO 4 ) 3 (F,Cl,OH0], </li></ul><ul><li>turqois [CuAl 6 (PO 4 )4(OH) 8 .4H 2 O], dan tyuyamu- </li></ul><ul><li>nit [Ca(UO 2 ) 2 (VO 4 ) 2 .5-8,5H 2 O]. </li></ul><ul><li>8. Silikat. Contoh : kuarsa (SiO 2 ), ortoklas (KAlSi 3 O 8 ), </li></ul><ul><li>talk [Mg 3 ,Si 4 O 10 (OH) 2 ], beril (Be 3 Al 2 Si 6 O 18 ), dan </li></ul><ul><li>turmalin [Na(Mg,Fe) 3 Al 6 (BO 3 ) 3 (Si 6 O 18 )(OH) 4 ]. </li></ul><ul><li>1.4 Manfaat Mineral </li></ul><ul><li>Telah diketahui sejak lama bahwa mineral sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia dan bergantung </li></ul>
  13. 13. <ul><li>padanya. Contoh : masyarakat Mesir Kuno telah meng-gunakan batugamping untuk membangun piramida-piramida. Masyarakat Mesopotamiam memanfaatkan lempung untuk membuat batubata dan barang-barang tembikar ; sebagai batupermata, perhiasan (emas), dll. Bahkan manusia purba pun telah menggunakan flint, chert, kuarsa, untuk alat potong, senjata, alat-alat dapur, dll. </li></ul><ul><li>Mineral dapat juga menjadi penyebab timbulnya peperangan. Jepang memperluas wilayahnya, hanya </li></ul>
  14. 14. <ul><li>karena ingin memiliki sumber daya minyak dan gas bumi. </li></ul><ul><li>Selain itu, “mineral” (baca “minyak bumi”) digu-nakan pula sebagai senjata. Ingat bagaimana negara-negara OPEC pada th 1973 memboikot pemasokan mi-nyaknya ke Amerika, yang mengakibatkan negara itu mengalami krisis bahan bakar. </li></ul><ul><li>Pemanfaatan mineral bagi kehidupan manusia, ada yang dapat langsung dirasakan, seperti emas (Au) dan intan (C) ; ada yang harus diolah terlebih dahulu </li></ul>
  15. 15. <ul><li>Untuk diambil logamnya, khusus bagi mineral-mineral logam, atau mineral-mineral bijih (ores minerals), se-perti kasiterit (SnO 2 ) – menghasilkan logam timah putih (Sn), hematit (Fe 2 O 3 ) – menghasilkan logam besi (Fe), galena (PbS) – menghasilkan logam timah hitam (Pb), dll. </li></ul><ul><li>Ada juga mineral-mineral yang menghasilkan material-material non-logam, seperti kapur (CaO) – berasal dari kalsit yang menjadi penyusun utama batu-gamping ; kaolin dari kaolinit, dll. </li></ul>
  16. 16. <ul><li>Dengan demikian, mineral adalah salah satu sumber daya geologi, yaitu sumber daya mineral. Sumber daya geologi yang lain adalah sumber daya air, sumber daya energi, dan sumber daya lahan. </li></ul>

×