• Share
  • Email
  • Embed
  • Like
  • Save
  • Private Content
Upaya pemanfaatan limbah styrofoam oleh pseudomonas aeruginosa untuk menghasilkan biosurfaktan dengan penambahan saponin dari sapindus rarak
 

Upaya pemanfaatan limbah styrofoam oleh pseudomonas aeruginosa untuk menghasilkan biosurfaktan dengan penambahan saponin dari sapindus rarak

on

  • 1,031 views

 

Statistics

Views

Total Views
1,031
Views on SlideShare
1,031
Embed Views
0

Actions

Likes
1
Downloads
10
Comments
0

0 Embeds 0

No embeds

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft PowerPoint

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

    Upaya pemanfaatan limbah styrofoam oleh pseudomonas aeruginosa untuk menghasilkan biosurfaktan dengan penambahan saponin dari sapindus rarak Upaya pemanfaatan limbah styrofoam oleh pseudomonas aeruginosa untuk menghasilkan biosurfaktan dengan penambahan saponin dari sapindus rarak Presentation Transcript

    • Diusulkan Oleh : Erika Febriananto G84090026 2009 Dwi Ayu Setianingrum G84100013 2010 Rachmawati Nur Fitriana G84100041 2010 Institut Pertanian Bogor 2013 UPAYA PEMANFAATAN LIMBAH STYROFOAM UNTUK PRODUKSI BIOSURFAKTAN OLEH Pseudomonas aeruginosa DENGAN PENAMBAHAN SAPONIN DARI Sapindus rarak
    • salah satu material pengemasan yang banyak dimanfaatkan dalam industri
    • Latar belakang Sifat styrofoam: kaku, jernih (bersih), tidak mudah rapuh, tidak berasa, tidak berbau, isolator, resisten terhadap air, dan teknologi prosesnya yang mudah (Boundy & Boyer 1952)
    • Sifat styrofoam termasuk jenis bahan non- biodegradable (Chanda dan Roy 2006) Latar belakang Pemanfaatan styrofoam yang luas menjadi permasalahan bagi lingkungan berupa pencemaran
    • Latar belakang tahun 2000, di US terdapat produksi styrofoam hingga 3 juta per tahunnya. Limbah yang dihasilkan, hanya 1% yang mengalami recycle sementara 2,3 juta limbahnya ditimbun dalam tanah (Ward et al. 2006).
    • Solusi (Hendrik et al. 1996) Alat pirolisis
    • Solusi (Damayanthi dan Martini 2010) Pseudomonas sp.
    • Solusi Sumber nitrogen tambahanSumber karbon (Wina et al. 2006)Pseudomonas sp.
    • Rekomendasi Pelaksanaan Pirolisis styrofoam Pengujian saponin (kualitatif) Produksi biosurfaktan Isolasi saponin Sapindus rarak Analisis kadar biosurfaktan Analisis produksi biomassa Analisis tegangan permukaan Analisis pola produksi biosurfaktan
    • Simpulan • Pengolahan limbah styrofoam melalui tahapan pyrolysis merupakan cara yang paling aman yang menghasilkan minyak stirena. • Pseudomonas aeruginosa merupakan bakteri pendegradasi karbon dan hasil fermentasinya berupa biosurfaktan • Saponin dari Sapindus rarak dapat digunakan sebagai sumber nitrogen alternatif baru • Peningkatan produksi biosurfaktan dapat dilakukan dengan perbanyakan jumlah jumlah biomassa saat fase eksponensial.
    • Sekian Dan Terima Kasih
    • Isolasi saponin Sapindus rarak Lerak dicuci dan dipisahkan bijinya Dikeringkan 50ºC, 3-5 hari Digiling dan diayak ± 80 mesh Maserasi 75 g sampel dengan 300 ml metanol (1:4) Disaring dan maserat dikumpulkan Pelarut diuapkan menggunakan rotavapor Freeze dry agar menjadi serbuk
    • Pengujian saponin 2.5 g sampel + 50 ml aquades Didihkan selama 5 menit Disaring pada keadaan panas 5 ml larutan dipindahkan ke tabung reaksi 2.5 mL larutan KOH alkohol 0.5 mol/L Dikocok 10 detik busa setinggi 1-10 cm yang stabil sekitar 10 menit dan tidak hilang pada penambahan setetes HCl 2 N
    • Pirolisis Styrofoam Styrofoam kering dicacah Serbuk styrofoam pirolizer • 5 g Serbuk styrofoam • suhu 550ºC tekanan 1 atm selama 30-70 menit dengan kecepatan 70 g/menit • Penambahan katalis abuMinyak stirenaAnalisis GCMS
    • Produksi biosurfaktan 12 cawan Media PDA steril Konsentrasi stirena dan saponin 0.5 % (v/v) Variasi inokulum (106 sel/mL) 5%, 10%, dan 15% (v/v) Konsentrasi stirena dan saponin 1 % (v/v) Konsentrasi stirena dan saponin 2.5 % (v/v) Konsentrasi stirena dan saponin 5 % (v/v)
    • Analisis Produksi Biomassa 50 ml Cairan kultivasi Sentrifugasi 3000 rpm, 30 menit supernatan pellet Dilarutkan ke 25 ml aquades Sentrifugasi 3000 rpm, 30 menit Endapan dipindahkan ditimbang
    • Analisis Kadar Biosurfaktan Ohno et al. (1995) HPLC
    • Konsentrasi stirena dan saponin 0.5 % (v/v) Konsentrasi stirena dan saponin 1 % (v/v) Konsentrasi stirena dan saponin 2.5 % (v/v) Konsentrasi stirena dan saponin 5 % (v/v) Analisis Tegangan Permukaan Setelah disterilisasi, diukur tegangan permukaannya Tensiometer Du Nouy Konsentrasi terbaik diukur dari penurunan tegangan permukaan paling besar
    • Analisis Pola Produksi Biosurfaktan Tensiometer Du Nouy Dilakukan setiap 24 jam selama 7 hari