• Like
  • Save
Sex  hormone
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×
 

Sex hormone

on

  • 863 views

Hormone

Hormone

Statistics

Views

Total Views
863
Views on SlideShare
863
Embed Views
0

Actions

Likes
0
Downloads
41
Comments
0

0 Embeds 0

No embeds

Accessibility

Upload Details

Uploaded via as Microsoft PowerPoint

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

    Sex  hormone Sex hormone Presentation Transcript

    • SEX HORMONE RAMADHANI RB,dr,MKes
    • Obat2 untuk kelainan ENDOKRIN & METABOLISME
      • Diabetes Melitus
      • Thyroid disease
      • Corticosteroid
      • Reproductive steroid
      • Pituitary hormone y.l.
      • Metabolisme Ca dan Osteoporosis .
      • Diabetes Melitus: Paling sering terjadi. Komplikasi sgt parah ,dapat dikurangi dgn “Good Management and Good Controle”
      • Kelainan pd kel tiroid dapat over active (th/ dgn Radioiodine) dan underactive (th/ dgn Thyriod replacement therapy).
      • Corticosteroid: penggunaannya luas sbg Replacement therapy dan immuno suppressants . E.S sering dan cukup serius.
      • Sex Hormone Steroid: Digunakan utk kontrasepsi dan HRT pada wanita menopouse. Menghilangkan gejala2nya dan menceg OSTEOPOROSIS.( juga obat Vit D, garam Ca dan Bisphosponate)
    • Sex Hormone
      • Ovarium dan testis menghasilkan “gametes” ,namun selain itu juga mengha-silkan “ hormone ” Oestrogen dan Androgen
      • Oestrogen: terutama Estradiol
        • Ethynil estradiol
        • Mestranol
        • diethylstilbestrol
      • Androgen: terutama Testosterone
        • Propionate mesterolone
    • Progestogen :
        • Progesterone
        • Desogestrel
        • Levonorgestrel
        • Norethisterone
        • Estradiol cs dan Testosterone cs dalam bekerjanya membutuhkan GnRH gonado thropins (LH & FSH) di hipotalamus.
    •  
    • TESTIS:
      • Interstitial sel “ tubulus seminiferous ”nya menghasilkan testosterone (atas pengaruh LH&FSH) dan testosterone itu sendiri bersama FSH  peran produksi spermato-zoa di tub.seminiferous.
      • Testosterone menyebabkan bbrp perubah-an pd lelaki normal saat pubertas.
    • Testosterone l Dihidrotestosterone l v
      • *Androgenik * Anabolic prot.sintesis
      • Tanda2 sex sekunder - Growth
      • (maskulinisasi)
      • Suara membesar
      • psichological
    • Steroid anabolik :
      • Efek Androgen (androgen activity) nya sedikit.
      • E.S dari Androgen & anabolik steroid:
        • - Maskulinisasi pd wanita dan anak2 pre-pubertas.
      • Indikasi utk meningkatkan sint.protein pasca operasi.
    • Ovarium
      • Pada ovarium FSH & LH merangsang pertumbuhan folikel A  B ( lht gbr ).
      • Dari sel2 granulnya folikel terbentuk: ESTRADIOL
      • Phase folikel awal: Estradiol kdr dlm darah nya kecil  efek (-)ve feed back thdp FSH
      • Pertengahan fase: Estradiol>> (+)ve feed back pd sekresi LH  ovulasi
      • Folikel pecah mjd corpus luteum  hslkan estrogen dan progesteron sampai akhir siklus.
      • Selama “fase folikel” pada siklus ,Estrogen merangsang proliferasi endometrium .
      • Pada fase luteal: peningkatan release progesterone mrsg maturasi endometrium & berkembangnya glandular2  siap utk ditinggali ovum yg telah dibuahi atau bahkan rontok… menstruasi .
    • Efek Oestrogen ( Estrogen )
      • Development of vagina,uterus, tuba.
      • Pertumbuhan (pubertas)
      • Tanda2 sex sekunder:
        • B.dada
        • Lemak tubuh
        • Berkemb.endometrium
        • Resorbsi tulang menurun.
    • Estrogen digunakan untuk:
      • HRT (Hormone Replacement Therapy) pada:
        • I Hipogonadism primer
        • II Post menopausal women
          • Hot flushes
          • Atropic vaginitis
          • Osteoporosis
        • III Menstrual disorder
          • Spasmodic dysmenorrhoea
        • IV Kontrasepsi (kombinasi dg Progesterone)
    • KONTRASEPSI (Oral C.S, Depo & IUD)
      • Oral contraseptives : Pil kombinasi berisi Oestrogen ( Ethinylestradiol & Progestogen ) Obat2 diberikan dlm 20-21 hari, stop selama 6-7 hari agar tjd menstruasi. Dihari pertama mens kembali minum pil.
      • Contoh:
        • Triquilar ED (Schering AD)
        • Mycrogynon (Schering AD)
        • Nordette (Wyeth)
        • Mercilon-28 (Organon)
    • TRIQUILAR ED:
      • 6 tablet Levonorgestrel 50 mcg+ ethinylestradiol 30 mcg
      • 5 tablet Levonorgestrel 75 mcg + ethinylestradiol 40 mcg
      • 10 tablet Levonorgestrel 125 mcg + ethinylestradiol 30 mcg
      • (1 tablet sehari dimulai dari hari I menstruasi )
      • Pil PROGESTERON (only): berisi progestrone dosis rendah (mis: Norethisterone) dan diberikan kontinyu. Obat2 yg menginduksi enzim (:Phenobarbital, Carbamazepin, Phenytoin dan Rifampicin) dpt menyebabkan kegagalan kontrasepsi ini !!!
    • Mekanisme kerja pil KS :
      • Pil kombinasi  Feedback inhibition hipotalamus  menekan GnH  BLOCKING OVULASI.
      • Memproduksi unreceptive endometrium (tdk dpt menerima implantasi ovum yg sdh dibuahi).
      • Merubah motilitas tuba fallopii.
      • Merubah komposisi mukus serviks.
      • Pil progesterone: pd awalnya menstr. berhenti, namun pd penggunan kontinyu mens kembali lagi dgn panjang & lama perdarahan yang bervariasi.
      • Efek Samping:
      • (o.k pil kombinasi / progesterone only)
        • Perdarahan
        • BB meningkat
        • Perub.libido
        • Breast soreness
        • Sakit kepala & mual
      • E.S Pil Kombinasi:
        • Hirsutism
        • Depresi
        • Infeksi jamur pd vagina
        • ( 20% - 30% mengalami E.S dan 10% - 15% stop menggunakan pil)
        • E.S yang berat a.l:
        • Cholestatic jaundice
        • Peny Thromboembolik. Resiko ini meningkat bila ada riwayat: merokok, DM dan HTensi.
      • Mycrogynon (Schering AD):
      • 21 tab Levonorgestrel 150 mcg + Ethinylestradiol 30 mcg, 7 tab lactose.
      • Nordette (Wyeth):
      • 21 tab Levonorgestrel 150 mcg + Ethinylestradiol 30 mcg, 7 tab inert.
      • Mercilon-28 (Organon)
      • 21 tab Levonorgestrel 150 mcg + Ethinylestradiol 20 mcg, 7 tab placebo.
    • Emergency Contraceptive:
      • Dapat dilakukan sampai dengan 3 hari setelah intercouse dg memberi tab oral dosis besar Levonorgestrel , diulangi 12 jam kemudian.
      • Progesterone antagonist “Mifepristone”: Sgt efektif u/ mengakhiri kehamilan muda (<63 hari) bila diberi bersamaan dg “cervical ripening agent” mis: Gemeprost.
      • E.S: nyeri dan perdarahan.