Materi 5
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×
 

Materi 5

on

  • 787 views

 

Statistics

Views

Total Views
787
Views on SlideShare
784
Embed Views
3

Actions

Likes
0
Downloads
10
Comments
0

1 Embed 3

http://ahmadkoerniawan.blogspot.com 3

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft PowerPoint

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

Materi 5 Materi 5 Presentation Transcript

  • Oleh : Ahmad Kurniawan
  • File ServiceFile Sistem Terdistribusi ( Distributed File System/DFS) adalah file sistem yang mendukung sharing files dan resources dalam bentuk penyimpanan persistent di sebuah network. File server pertama kali didevelop pada tahun 1970 dan Sun NFS (Network File System) menjadi DFS pertama yang banyak digunakan setelah awal pemunculannya di tahun 1985. DFS yang terkenal selain NFS adalah AFS (Andrew File System) dan CIFS (Common Internet File System).
  • Sebuah file server menyediakan file service ke client. Dari sisi client terdapat interface untuk file service dalam hal operasi primitif file, seperti membuat file (create), menghapus (delete) dan read / write file. Komponen perangkat keras utama yang mana file server mengontrolnya adalah sebuah local storage (umumnya disk drive / HDD). Ditempat itulah file-file tersimpan dan dari tempat tersebut request client meretrive file. Pada DFS client, server dan juga perangkat penyimpanan merupakan mesin terpisah dalam sebuah lingkungan terdistribusi (Intranet). Jadi, aktifitas layanan (service) dibawa melewati jaringan (network), jadi selain sistem memiliki satu data terpusat, sistem memiliki beberapa perangkat penyimpanan independent.
  • Karakteristik dari File SystemFile Sistem adalah bertanggung jawab untuk pengorganisasian, penyimpanan, pencarian keterangan, penamaan, sharing atau pembagian dan protection atau perlindungan dari file-file. File berisi dari dua bagian penting yaitu data dan atribut. File sistem didesain untuk menyimpan dan mengatur banyak dan besar file dengan fasilitas untuk membuat, memberi nama dan menghapus file. File system juga bertanggung jawab untuk pengontrolan dari akses file, akses terbatas ke file oleh user yang berhak dan tipe-tipe dari akses yang diminta.
  • - Operasi pada file (=data + atribut) Create / delete Query / Modifikasi Atribut Open / Close Read / Write Akses Kontrol-Organisasi penyimpanan Struktur direktori (hirarki, pathname) Metadata (pengaturan informasi file) : atribut file, informasi struktur direktori, dll
  • NFS (Network File System)Network File System (NFS) merupakan sebuah protokol yang dikembangkan oleh Sun Microsystem pada tahun 1984 dan NFS didefinisikan dalam RFC 1094, 1813 dan 3530 sebagai DFS yang mengijikan sebuah komputer untuk mengakses file melalui network serasa akses file di disk local. NFS merupakan protokol yang sangat mendukung dalam pengaplikasian suatu file system yang terdistribusi.
  • Name ServiceName Service dalam Sistem Terdistribusi merupakan layanan penamaan yang berfungsi untuk menyimpan naming context, yakni kumpulan binding nama dengan objek, tugasnya untuk me-resolve nama.Pengaksesan resource pada sistem terdistribusi memerlukan: Nama resource (untuk pemanggilan), Alamat (lokasi resource tsb), Rute (bagaimana mencapai lokasi tsb).
  • Name Service memiliki konsentrasi pada aspek penamaan dan pemetaan antara nama & alamat, bukan pada masalah rute, yang dibahas di Jaringan Komputer. Resource yang dipakai dalam Name Service adalah: komputer, layanan, remote object, berkas, pemakai.Contoh penamaan pada aplikasi sistem terdistribusi:– URL untuk mengakses suatu halaman web.– Alamat e-mail utk komunikasi antar pemakai.
  • Name Resolution, Binding, AttributesName resolution: Nama ditranslasikan ke data ttg resource/object tsb.Binding: Asosiasi antara nama & obyek. Biasanya nama diikat (bound) ke attributes dr suatu obyek.Address: atribut kunci dari sebuah entitas dalam sistem terdistribusiAttribute: nilai suatu object property.
  • Penguraian Naming Domains untukmengakses resource dari URL
  • Tujuan Penamaan Identifikasi  Seorang pemakai menginginkan obyek/layanan A, bukan obyek/layanan B. Memungkinkan terjadinya sharing  Lebih dari satu pemakai dapat mengindentifikasikan resource dengan nama yang sesuai (tidak harus nama yang sama). Memungkinkan location independence:  Perubahan lokasi tidak menuntut perubahan nama, asalkan lokasi tidak menjadi bagian dari nama resource tsb. Memberikan kemampuan keamanan (security)  Jika sebuah nama dipilih secara acak dari himpunan besar interger, maka nama tsb hanya bisa diketahui dari legitimate source, bukan dari menebak. Jadi jika seseorang mengetahui nama obyek tsb, maka dia memang diberitahu, karena sulit sekali menebak nama tsb.
  • Domain Name SystemDomain Name System merupakan sebuah name service sebagai standart penamaan pada Internet. Hal itu ditemukan oleh Mockapertis (1987) untuk menggantikan skema penamaan original, dimana semua hal dilakukan oleh satu central master file dan di download oleh FTP untuk semua computer yang membutuhkannya.Database DNS diterapkan dengan sistem partitioning yang terbagi-bagi dalam suatu zone berdasar domainnya dan letak geografis. Top level organizational domain (biasa disebut generic domains) yang digunakan saat ini antara lain :
  • Com - organisasi komersialEdu - institusi pendidikanGov- institusi pemerintahanMil - organisasi militerNet - Network support centerOrg - Organisasi tertentu yang tidak disebutkan disiniInt - organisasi internasionalUs - United statesUk - United kingdomId - Indonesian
  • THANK YOU