• Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Be the first to comment
    Be the first to like this
No Downloads

Views

Total Views
846
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0

Actions

Shares
Downloads
61
Comments
0
Likes
0

Embeds 0

No embeds

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
    No notes for slide

Transcript

  • 1. LEAN SIX SIGMA KELOMPOK VII : Fajry Akbar (122110043)Firman Januar Tua (122110046) Hendro Purwo (122110054) Subandriyo (122110130) Sugeng Riyadi (122110067) T. Lila Arfa (122110134)Washa S. Nasution (122110143)
  • 2. A. PENGERTIAN LEAN suatu upaya terus menerus untuk menghilangkan pemborosan (waste) dan meningkatkan nilai tambah (value added) produk agar memberikan nilai kepada pelanggan (customer value).
  • 3. Tujuan Lean meningkatkan secara terus menerus customer value melalui peningkatan terus menerus rasio antara nilai tambah terhadap waste (the value-t- waste ratio). Suatu perusahaan dapat dianggap Lean apabila the value-t- waste ratio telah mencapai minimum 30%. Apabila perusahaan belum Lean maka perusahaan tersebut dikategorikan sebagai perusahaan tradisional.
  • 4. Prinsip Dasar Lean : Mengidentifikasi nilai produk berdasarkan prespektif pelanggan yang mana pelanggan menginginkan produk yang berkualitas unggul, dengan harga yang kompetitif dan penyerahan tepat waktu. Mengidentifikasi value stream process mapping untuk setiap produk. Sebagai informasi tambahan, sebagian besar perusahaan di Indonesia hanya melakukan pemetaan bisnis proses bukan melakukan pemetaan proses produk. Hal ini tidak sesuai dengan konsep Lean.
  • 5. Prinsip Lean Manufacturingdan Lean ServiceNo. Manufacturing Non-Manufacturing1. Spesifikasi secara tepat nilai Spesifikasi secara tepat nilai produk yang diinginkan oleh produk yang diinginkan oleh pelanggan. pelanggan2. Identifikasi value stream Identifikasi value stream untuk setiap produk.. untuk setiap proses jasa.3. Eliminasi semua Eliminasi semua pemborosan yang terdapat pemborosan yang terdapat dalam aliran proses setiap dalam aliran proses jasa produk agar nilai mengalir (moment of truth) agar nilai tanpa hambatan. mengalir tanpa hambatan.
  • 6. Prinsip Lean Manufacturingdan Lean ServiceNo. Manufacturing Non-Manufacturing4 Menetapkan sistem tarik Menetapkan sistem anti- (pull system) menggunakan kesalahan (mistake-proof kanban yang memungkinkan system) setiap proses jasa pelanggan menarik nilai dari (moment of truth) untuk produsen menghindari pemborosan dan penundaan5 Mengejar keunggulan untuk Mengejar keunggulan untuk mencapai kesempurnaan mencapai kesempurnaan (zero waste) melalui (zero waste) melalui peningkatan tersu-menerus peningkatan terus-menerus secara radikal secararadikal.
  • 7. Kategori Utama Pemborosan“Type One Waste dan Type TwoWaste”. Type One Waste adalah aktivitas yang tidak menciptakan nilai tambah dalam transformasi input menjadi output sepanjang value strea, namun aktivitas ini tidak dapat dihindari karena berbagai pertimbangan. Type Two Waste adalah aktivitas yang tidak mempunyai nilai tambah dan dapat dihilangkan dengan segera.
  • 8. Jenis Pemborosan (waste) Overproduction Memproduksi produk jauh lebih besar dari permintaan konsumen. Sedangkan dalam lean production system, produksi didasarkan atas pull system yaitu memproduksi produk sesuai dengan keinginan atau permintaan konsumen. Excessive Inventory Berhubungan dengan produksi berlebihan. Persediaan yang melebihi kebutuhan atau permintaan dari konsumen dapat berdampak negatif bagi perusahaan yang dapat terlihat dari cash flow yang terlambat karena stock yang berlebih, terpakainya ruang kerja yang lebih bernilai apabila digunakan untuk sesuatu yang lain daripada sebagai ruang stock perusahaan.
  • 9. Jenis Pemborosan (waste) Rework Pengerjaan ulang karena gagal/cacat tidak perlu diulang apabila telah dilakukan proses yang benar. Excesssive Motion Gerakan-gerakan yang tidak efektif seringkali ditimbulkan oleh beberapa faktor yang sangat jelas yakni proses kerja yang tidak teratur, layout pabrik yang tidak efektif, masalah perawatan mesin maupun pabrik yang kurang diperhatikan sehingga menimbulkan pemborosan bagi orang disekitarnya serta metode kerja yang tidak konsisten dan tidak adanya standar kerja yang terdokumentasi dengan baik dan benar.
  • 10. Jenis pemborosan (waste) Processing Kadang-kadang teknologi yang kurang tepat atau rancangan produk yang kurang baik berakibat pada pemborosan yang terjadi pada pemrosesan. Pada setiap langkah dimana benda kerja dikerjakan terjadi penambahan nilai terhadap benda kerja tersebut dan proses berikutnya. Waiting Time Menunggu kedatangan material,menunggu informasi, menunggu peralatan, perlengkapan, dan semua hal yang membuat organisasi berhenti beraktivitas sehingga menimbulkan pemborosan.
  • 11. Jenis pemborosan (waste) Transportation Dalam lean adalah suatu barang seharusnya dilaksanakan atau didatangkan langsung menuju tempat barang tersebut dapat langsung digunakan sehingga tidak menimbulkan pemborosan lainnya yaitu transportasi yang tidak perlu.
  • 12. Pemborosan pada industri manufakturdan pendekatan untuk mereduksi Kategori Jenis Pendekatan Contoh Fokus Pemborosan Pemborosan Reduksi Metode Lean Peningkatan Six SigmaOrang (People) Processing, Manajemen Penetapan Tata letak, Motion, tempat kerja standar- pemasangan Waiting standar kerja, label, tools/parts pengorganisas arrangement ian tempat work kerja instructions, efisiensi, takt time, skills training, shift meetings, cell/area teams, visiual display.
  • 13. Pemborosan pada industri manufakturdan pendekatan untuk mereduksi Kategori Jenis Pendekatan Contoh Fokus Pemborosan Pemborosan Reduksi Metode Lean Peningkatan Six SigmaKuantitas Inventory, Just In Time Leveling, Work balance,(Quantity) Moving (JIT) Kanban, Quick work in process Things, Setup, (WIP) Making Too Preventive location/amount, Much Maintenance kanban location,kanban types, lot sizes, changeover analysis, preventive maintenance analysis
  • 14. Pemborosan pada industri manufakturdan pendekatan untuk mereduksi Kategori Jenis Pendekatan Contoh Fokus Pemborosan Pemborosan Reduksi Metode Lean Peningkatan Six SigmaKualitas Fixing Defects Error Detection, Fixture(Quality) (Mistake) Warning, modifications, Proofing, Prediction, successive Autonomation Prevention, checks, limit Jidoka switches, check sheets, appropriate automated assistance, templates
  • 15. Pemborosan pada industri manufakturdan pendekatan untuk mereduksi Kategori Jenis Pendekatan Contoh Fokus Pemborosan Pemborosan Reduksi Metode Lean Peningkatan Six SigmaInformasi Planning, Teknologi Plan, Queue analysis,(Information) scheduling, informasi schedule,track dynamic execution berfokus pada , anticipate, scheduling or proses. optimize order/job status by process element, timing
  • 16. SIX SIGMASix sigma adalah suatu besaran(metric) yang dapat kita terjemahkansebagai suatu proses pengukurandengan menggunakan tool-toolstatistic dan teknik untukmengurangi cacat hingga tidaklebih dari 3,4 DPMO (defect permillion opportunities) difokuskanuntuk mencapai kepuasanpelanggan.
  • 17.  Pendekatan six sigma yang digunakan dalam sebuah proyek peningkatan kualitas terdiri dari 5 fase yang disebut DMAIC (define, measure, analyze, improve dan control). DMAIC merupakan sebuah tahapan proses yang sangat sistematis dan mengacu pada fakta yang terjadi untuk melakukan perbaikan secara terus menerus. DMAIC digambarkan sebagai sebuah loop tertutup yang berusaha mengeliminasi tahapan yang tidak produktif.
  • 18. Siklus DMAIC
  • 19. 5 Tahapan Design for Six Sigmadengan DMAIC Define Mendifinisikan secara formal sasaran peningkatan proses yang konsisten dengan permintaan atau kebutuhan perusahaan dan strategi perusahaan. Measure Mengukur kinerja pada saat sekarang agar dapat diperbandingkan dengan target yang ditetapkan. Lakukan pemetaan proses dan mengumpulkan data yang berkaitan dengan Indikator Kinerja Utama.
  • 20. 5 Tahapan Design for SixSigma dengan DMAIC Analyze Menganalisa hubungan sebab akibat berbagai faktor yang dipelajari untuk mengetahui faktor-faktor dominan yang perlu dikendalikan. Improve Mengoptimalkan proses menggunakan analisis-analisis seperti Design of Experiments (DOE), dan lain-lain untuk mengetahui dan mengendalikan kondisi optimum proses.
  • 21. 5 Tahapan Design for SixSigma dengan DMAIC Control Melakukan pengendalian terhadap proses secara terus menerus untuk meningkatkan kapabilitas proses menuju target Six Sigma.
  • 22. LEAN SIX SIGMA Lean Six Sigma merupakan kombinasi antara Lean dan Six Sigma yang mana merupakan filosofi bisnis dengan pendekatan sistematik dan sistemik untuk mengidentifikasi dan menghilangkan waste atau aktivitas-aktivitas yang tidak mempunyai nilai tambah melalui radical continuous improvement untuk mencapai tingkat tingkat kinerja 6 Sigma dengan cara mengalirkan produk (material, work in process, output) dan informasi menggunakan pull system dari pelanggan eksternal dan internal guna mengejar keunngulan dan kesempurnaan berupa 3,4 cacat untuk setiap 1 juta kesempatan (3,4 Defects Per Million Opportunities).
  • 23. Road Map Membangun LeanSix Sigma Lean Six Sigma System dibangun berdasarkan visi,misi, prinsip-prinsip dan tujuan perusahaan yang diterpkan secara SMART (Spesific, Measurable, Achieevable, Relevant to business goals, Time Bound) untuk mencapai visi perusahaan. Pendekatan Lean Six Sigma berlandaskan pada prinsip 5 P (Profits, Products, Processes, Project by project, and people) yang terintegrasi
  • 24. 4 Prinsip Pendekatan LeanSix Sigma Profits (keuntungan perusahaan) akan meningkat apabila kinerja produk meningkat sesuai atau melebihi ekspetasi pelanggan. Products akan meningkat apabila proses yang menghasilkan produk tersebut meningkat. Processes akan meningkat apabila terjadi peningkatan proses value stream melalui Lean Six Sigma Continuous Improvement Projects (project by project). Projects akan meningkat apabila orang meningkatkan pembelajaran dan pertumbuhan (Learning and Growth)
  • 25. Road Map Membangun LeanSix Sigma
  • 26. Faktor-Faktor Kunci LeanSix Sigma Delight your customer with speed and quality Tujuan akhir adalah customers memperoleh barang dengan cepat dan berkualitas dengan mereduksi defects. Custemers disini terdiri dari 2 yaitu eksternal (pengguna akhir) dan internal (personel perusahaan yang menggunakan output proses dalam perusahaan). Improve your focus Lean Six Sigma memberikan fokus kepada dokumentasi bagaimana pekerjaan diselesaikan, mengkaji aliran pekerjaan antar orang dan antar unit kerja, dan memberikan kepada pekerja pengetahuan dan metode yang diperlukan untuk memperbaiki pekerjaan.
  • 27. Faktor-Faktor Kunci LeanSix Sigma Work Together for Maximum Gain Hal-hal yang harus diperhatikan dalam berkolaborasi adalah kemampuanmendengarkan, Brainstroming dan teknik diskusi, mengelola ide, dan teknik pengambilan keputusan (mendesain solusi dan mengmbangkan criteria untuk memilih solusi yang ditawarkan). Base Decisions on Data and Fact Dari ketiga kunci Lean Six Sigma, dalam pengambilan keputusan harus didukung oleh data-data dan fakta yang ada
  • 28. Kunci Lean Six Sigma Lean Six Sigma Delight Consumer Improve Process Team Work Variation Process & Defects FlowQuality Speed Data & Facts
  • 29. Implementasi Lean Six SigmaDalam Industri Manufacturing Identifikasi nilai produk manufaktur yang ditawarkan kepada pelanggan berdasarkan perspektif dari pelanggan. Pada umumnya nilai produk manufaktur yang ditawakan kepada pelanggan berkaitan dengan: (1) kualitas produk sesuai dengan spesifikasi yang telah ditetapkan dan disepakati bersama, (2) harga produk yang kompetitif dibandingkan terhadap kompetitor pada tingkat kualitas produk yang sama, (3) penyerahan tepat waktu (on time delivery) sesuai kesepakatan kontrak pembelian, (4) pelayanan yang berkaitan dengan produk, penyerahan produk, dan pelayanan purna jual (after sales services), (5) hal-hal spesifik lain yang ditentukan oleh pelanggan atau regulator apabila berkaitan dengan produk yang diatur.
  • 30. Implementasi Lean Six SigmaDalam Industri Manufacturing Transformasi nilai-nilai persyaratan yang telah disepakati bersama ke dalam CTQ (critical to quality), CTC (critical to cost), CTD (critical to delivery), CTS (critical to Service) agar dapat diukur, dipantau, dan dikendalikan oleh manajemen perusahaan. Lakukan pemetaan produk individual, kelompok produk (product family), atau lini produk sepanjang value stream process untuk mengidentifiksi aktivitas-aktivitas yang mempunyai nilai tambah (value added activities) dan tidak mempunyai nilai tambah (non value added activities) yang merupakan pemborosan.
  • 31. Implementasi Lean Six SigmaDalam Industri Manufacturing Tentukan beberapa ukuran kinerja kunci value stream process sekarang, yaitu: Proces cycle efficience ( PCE ) = Value add time/Total lead time Desain value stream process map untuk masa mendatang beserta target untuk meningkatkan PCE (Process Cycle Eficiency) melalui rasionalisasi atau simplifikasi proses dan eliminasi E- DOWNTIME (Environmental, Helath and Safety; Defects; Overproduction; Waiting;
  • 32. Implementasi Lean Six SigmaDalam Industri Manufacturing Not utilizing employees knowledge, skills and abilities; Transportation; Inventories; Motion; Excess processing) waste, meningkatkan OEE (overall equipment effectiveness) melalui reduksi down time, reduksi cacat, implementasi TPM (Total Productive Maintenance), menurunakan Lead Time melalui penurunan Work In Process Inventory melelui penyeimbangan proses mengikuti Takt Time (waktu normal untuk menyelesaikan suatu produk) dan meningkatkan kinerja QCSDM (Quality, Cost, Service, Delivery, Morale)
  • 33. Implementasi Lean Six SigmaDalam Industri Manufacturing Beberapa indikator kinerja utama dalam Lean Six Sigma adalah: Quality : Scrap, First Pass Yield, Defects Per Million Opportunities, Process Capability. Cost : Labor/Unit, COPQ, Inventory Turns, WIP (Work in Process) Value. Delivery : OEE, On Time Delivery, MTBF, MTRR Safety : OSHA RIR, Near Misses, 5S Complience, Employee Training Compliance.
  • 34. Implementasi Lean Six SigmaDalam Industri Manufacturing Untuk meningkatkan proses kinerja, kita dapat menerapkan berbagai alat dan teknik Lean Six Sigma seperti 6 S (Short, Stabilize, Shine, Standarize,Safety, Sustain) atau teknik lanjutan seperti DOE (Design of Experiments)
  • 35. Implementasi Lean Six SigmaDalam Industri Manufacturing Untuk meningkatkan proses kinerja, kita dapat menerapkan berbagai alat dan teknik Lean Six Sigma seperti 6 S (Short, Stabilize, Shine, Standarize,Safety, Sustain) atau teknik lanjutan seperti DOE (Design of Experiments)
  • 36. Implementasi Lean Six Sigmadi Xerox CorporationManajemen mengidentifikasi Lean Six Sigma Xerox berdasarkan: peluang memperbaiki pengalaman pelanggan terhadap produk; arah perencanaan strategis; kemampuan menutup celah bisnis; dan area penting untuk perbaikan proses
  • 37. Xerox membagi proses Lean SixSigma dalam 2 (dua) tahap yangberbeda: 1. Tahap pertama fokus pada pemilihan proyek dan penetapan prioritas. Proyek- proyek potensial dipilih berdasarkan potensi dampak bisnis dan besarnya upaya yang dapat diperkirakan. Manajer yang bertugas mengatur unit usaha bekerjasama dengan tim kepemimpinan (leadership team) untuk menentukan peluang terbaik berikutnya berdasarkan berbagai faktor bisnis. Untuk memastikan keselarasan dengan tujuan Xerox, maka pimpinan operasi bertanggung jawab terhadap proyek yang dipilih.
  • 38.  2. Sesudah proyek dipilih dan sponsor yang memadai ditetapkan maka proyek tersebut menunggu penugasan Black Belt yang tersedia. Black Belt menggunakan proses perbaikan dengan mendefinisi, mengukur, menganalisis, memperbaiki dan mengendalikan (DMAIC) atau salah satu desain proses Lean Six Sigma untuk menemukan dan menempatkan solusi yang terbaik pada masalah usaha yang telah ditetapkan.
  • 39. Proses Lean Six Sigma diXerox
  • 40. Diagram Value Lever TreeXerox
  • 41. Bingkai Kerja Lean Six SigmaXerox
  • 42. Penerapan Xerox Lean SixSigma memiliki 3 dimensi : Proyek dan hasil-hasilnya Perubahan budaya Pembangunan kepemimpinan
  • 43. Kunci Pembeda yangdilakukan Xerox Kemampuan berintegrasi secara penuh ke dalam bisnis dan bagaimana para karyawan bekerja Pemilihan proyek terhubung dengan strategi bisnis dan nilai pelanggan Kemampuan mengubah budaya dan tingkah laku kepemimpinan Mengikat seluruh rantai nilai di seluruh bagian secara geografis dan seluruh operasi.
  • 44.  Kemampuan melacak hasil dengan menggunakan sistem tracking proyek yang handal.
  • 45.  Kepemimpinan Xerox meyakini unsur dasar dalam formulasi penerapan Lean Six Sigma cukup kuat dan aktif di seluruh organisasi. Namun demikian, masih harus sepenuhnya meng-integrasikan konsep ke dalamnya dan menerapkan Xerox Lean Six Sigma sebagai. Ketika keberhasilan“cara kami menjalan bisnis” proyek berlanjut dan meraih visibilitas yang lebih tinggi, maka momentum penerapan akan terus terbangun. Xerox Lean Six Sigma akan menjadi bagian penting yang berperan mengubah Xerox dari suatu perusahaan yang baik menjadi perusahaan yang hebat.