Menggali Mengembangkan Potensi Anak

8,271 views
7,899 views

Published on

File presentasi Seminar Parenting: bagaimana mengembangkan potensi anak sejak dini.

6 Comments
2 Likes
Statistics
Notes
  • Terima kasih banyak pak
       Reply 
    Are you sure you want to  Yes  No
    Your message goes here
  • Top
       Reply 
    Are you sure you want to  Yes  No
    Your message goes here
  • iya bagus banget, saya kebetulan kerja dibagian konsultasi tentang potensi anak jadibisa jadi masukan, terimakasih banyak... mungkin selanjutnya bisa sharing di blog saya
    http://www.tesbakatdmi.blogspot.com/

    sekali lagi terimakasih ini sangat berguna banget...
       Reply 
    Are you sure you want to  Yes  No
    Your message goes here
  • terima kasih
       Reply 
    Are you sure you want to  Yes  No
    Your message goes here
  • Presentation material is similar to Law of Learning which is better explained by Prof Muhammad al Mahdi within his scope of Khalifah Method. See

    1- http://www.islamic-world.net/personality.php
    2- http://www.islamic-world.net/other_books.php#ute03

    Good luck!
       Reply 
    Are you sure you want to  Yes  No
    Your message goes here
No Downloads
Views
Total views
8,271
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
78
Actions
Shares
0
Downloads
488
Comments
6
Likes
2
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Menggali Mengembangkan Potensi Anak

  1. 1. MENGGALI DAN MENGEMBANGKAN POTENSI ANAK DALAM PROGRAM PENDIDIKAN Disajikan Oleh : Fakultas Psikologi, Universitas Tarumanagara, Jakarta Fidelis Waruwu, MSc.Ed MENGGALI DAN MENGEMBANGKAN POTENSI ANAK DALAM PROGRAM PENDIDIKAN SEMINAR PENGEMBANGAN DIRI
  2. 2. LAPISAN KEPRIBADIAN Contextual Self Developed Self TRUE SELF Adapt and Grow Current Behavior
  3. 3. <ul><li>Setiap orang memiliki “NILAI” dasariah, yakni nilai kehidupan (living values). Inilah akar potensi. </li></ul><ul><li>Nilai kehidupan itulah yang membuat setiap orang (individu) mampu bertahan hidup dan bertumbuh menjadi dewasa. </li></ul><ul><li>Bahkan dalam diri hewan sekalipun, nilai kehidupan itu telah ditanam oleh PENCIPTA berupa “naluri kehidupan” </li></ul>
  4. 5. <ul><li>Dalam filem berikut ini, kita akan menyaksikan bagaimana setiap anak burung, didorong oleh naluri kehidupan yang ada di dalam dirinya, saling berbagi satu dengan yang lain. </li></ul><ul><li>Demikian mereka bisa bertumbuh, kuat dan menjadi dewasa… </li></ul>
  5. 6. Setiap Anak, lahir ke dunia ini… <ul><li>Dengan membawa potensi dasariah (yakni nilai-nilai kehidupan </li></ul><ul><li>Setiap anak, pada dasarnya sangat jujur … mempunyai rasa keadilan… penuh kasih sayang, … yang ditanam oleh PENCIPTA di dalam kodrat setiap orang. </li></ul><ul><li>Setiap orang dilengkapi oleh POTENSI bawaan (untuk berpikir, merasa & mampu berprilaku) baik … </li></ul>
  6. 7. Namun demikian, … <ul><li>Bagaimana seorang anak mengembangkan watak suka berbohong… perilaku-perilaku negatif (seperti suka marah, mengamuk, keras kepala, suka mengejek dan memukul temannya…?) </li></ul><ul><li>Apakah ini karakter bawaan? </li></ul>
  7. 8. MIKROSISTEM MESOSISTEM EKSOSISTEM MAKROSISTEM KRONOSISTEM LIMA SISTEM EKOLOGI MENURUT BRONFENBRENNER
  8. 9. PERILAKU Perilaku yang terus diulang-ulang, makin lama makin tertanam dalam, menjadi kebiasaan, kemudian menjadi sifat … dan menjadi bagian dari kepribadian…
  9. 10. Upaya penanaman nilai, yang terus-menerus tanpa henti-henti dalam kebersamaan … pelan-pelan akan berhasil tertanam makin lama makin dalam, membentuk sifat, kebiasaan dan kepribadian
  10. 11. <ul><li>Etika hanya dapat ditumbuhkan dari dalam diri anak, melalui pengalaman langsung (baik di rumah, pun di sekolah) </li></ul><ul><li>Hingga anak memiliki kepekaan (etika) misalnya cara minta sesuatu, “selalu dengan mengatakan minta tolong…” </li></ul><ul><li>Membuang sampah, selalu pada tempat sampah </li></ul>
  11. 13. Kemarahan Kekecewaan Omelan Kekerasan Tuduhan Hukuman Rasa bersalah * * * * * * * Rekaman bawah sadar yang negatif, menyebabkan seseorang gelisah, tidak bisa konsentrasi dan tidak bisa berpikir alternatif. Makanya anak yang sering ditegur, menjadi suka bingung dan pelupa. Orang yang lagi emosi tidak bisa berpikir jernih… dan menjadi tidak perduli lagi dengan dirinya sekalipun.
  12. 14. SUASANA PENUH Perhatian Penghargaan Positif Aman Mempermalukan Menakuti Mengancam Menghukum SUASANA YG SUASANA SEKOLAH POSITIF
  13. 15. KITA DAPAT MENGEMBANGKAN POTENSI ANAK DENGAN MENCIPTAKAN LINGKUNGAN SEKOLAH DI MANA SETIAP ORANG MERASA AMAN, BERNILAI, BERHARGA, DIPAHAMI DAN DICINTAI SEKIAN DAN… TERIMA KASIH
  14. 16. e-mail: [email_address] Pertanyaan yang sehubungan dengan program menciptakan budaya sekolah berbasis nilai dapat ditanyakan kepada Fidelis Waruwu

×