Edisi 18 ok

1,529 views
1,348 views

Published on

Published in: News & Politics
0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
1,529
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
2
Actions
Shares
0
Downloads
55
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Edisi 18 ok

  1. 1. 1Edisi 18 / Th XIII / 16 - 30 September 2013 INFO HUKUM JAKARTA, (WN) Proyek pembangunan kantor Suku Dinas (Sudin) Perhubungan Jaktim yang beralamat di Terminal Rawamangun, Jakarta Timur dikerjakan asal jadi dan terindikasi hasil pemenang lelangnya pun direkayasa. Pasalnya, proyek tersebut pengerjaanya tidak men- cantumkan papan proyek sesuai peraturan perundang-undangan. Menurut Ketua LSM INFASI, Ir Ian FJM Sihombing mengata- kan dilapangan tidak terlihat papan proyek serta Izin Mendirikan Bagunan (IMB). “Mulai dari awal sejak pemasangan, pundasi tidak benar dan tiang penyangga coran sambunganya miring. “Apa ini yang dimaksud pemenang hasil lelang pekerja yang pro- pisional, “tegasnya. Ian FJM Sihombing menghimbau Gubernur Jokowi harus seg- era mencopot dan menggantikan Sudin Perhubungan Jakarta Timur, MirzaAryadi yang tidak becus menjalankan tugasnya kare- na memelihara rekanan tidak memenuhi syarat. Mirza Aryadi sebagai Kasudin Perhubungan Jakarta Timur saat di temuin Harian Warta Nasional di kantornya, salah satu penjaga menga- takan, bapak sedang rapat. (CH) Proyek Kantor Sudin Perhubungan Asal Jadi JELANG LENGSER Walikota Obrak Abrik Pejabat di Pemkot MALANG (WN) Mutasi sebanyak 188 pejabat Pemkot Malang, hari Jumat lalu mengundang kriti- kan. Terlebih, mutasi tersebut di luar kewa- jaran apalagi dilakukan diakhir masa jaba- tan wali kota dan menonjobkan pejabat es- elon II B. Sebanyak 160 diantaraya peja- bat eselon II B (setingkat kepala dinas), es- elon III dan eselon IV. 28 pejabat lainnya yakni kepala sekolah. Mutasi kali ini mengundang sorotan dan berbagai desas desus. Apalagi, dilakukan persis sepekan jelang pergantian wali kota. Selain itu baru kali ini ada pejabat eselon II B yang dinonjobkan dari jabatannya. Yakni Mardioko dibebastugaskan dari jabatan Kadis Pendapatan Daerah. Office: Komplek Ruko Pulomas Blok VI No. 15 Jl. Raya Perintis Kemerdekaan Jakarta Timur 13260 Phone: (02Phone: (02Phone: (02Phone: (02Phone: (021) 41) 41) 41) 41) 47868068. F7868068. F7868068. F7868068. F7868068. Fax: (02ax: (02ax: (02ax: (02ax: (021) 41) 41) 41) 41) 4720642720642720642720642720642 Email:Email:Email:Email:Email: lsminfasi@gmail.comlsminfasi@gmail.comlsminfasi@gmail.comlsminfasi@gmail.comlsminfasi@gmail.com FFFFFacebook: Lembaga Swacebook: Lembaga Swacebook: Lembaga Swacebook: Lembaga Swacebook: Lembaga Swadaadaadaadaadayyyyya Masya Masya Masya Masya Masyarakarakarakarakarakat Infasiat Infasiat Infasiat Infasiat Infasi KKKKKeeeeetua Umum:tua Umum:tua Umum:tua Umum:tua Umum: kkkkkeeeeetuaumum@lsminfasi.comtuaumum@lsminfasi.comtuaumum@lsminfasi.comtuaumum@lsminfasi.comtuaumum@lsminfasi.com Bendahara Umum:Bendahara Umum:Bendahara Umum:Bendahara Umum:Bendahara Umum: bendaharaumum@lsminfasi.combendaharaumum@lsminfasi.combendaharaumum@lsminfasi.combendaharaumum@lsminfasi.combendaharaumum@lsminfasi.com KKKKKeeeeetua Bidang Huktua Bidang Huktua Bidang Huktua Bidang Huktua Bidang Hukum dan HAM: kum dan HAM: kum dan HAM: kum dan HAM: kum dan HAM: keeeeetuabidanghuktuabidanghuktuabidanghuktuabidanghuktuabidanghukum@lsminfasi.comum@lsminfasi.comum@lsminfasi.comum@lsminfasi.comum@lsminfasi.com Edisi 18 / Th XIII / 16 - 30 September 2013 E-mail: wartanasional@rocketmail.com Harga Eceran : Rp 5.500Rp 5.500Rp 5.500Rp 5.500Rp 5.500,- ( Luar Jabotabek ditambah ongkos kirim) >>bersambung hal . 15 >>bersambung hal . 15 Robert Tantang KPK Ungkap Bailout Century Sebelumnya, Direktur Uta- ma PT Century Mega In- vestindo, Robert Tantular me- nantang KPK untuk men- gungkap dana bailout terkait pemberian Fasilitas Penda- naan Jangka Pendek (FPJP) dan penetapan Bank Centu- ry sebagai bank gagal ber- dampak sistemik. “Minggu lalu saya minta KPK untuk lebih mendalami uang yang Rp6,7 triliun dan ternyata KPK memanggil saya lagi,” kata Robert sebelum menjalani pemeriksaan di KPK, Jumat (13/9). Robert sudah divonis em- pat tahun penjara di Pengadi- lan Negeri Jakarta Pusat dalam kasus Century ini ber- harap KPK serius mendala- mi soal uang Rp6,7 triliun itu. “Mudah-mudahan KPK be- nar-benar mau menyelidiki lebih lanjut uang yang 6,7 tri- liun itu,” ungkap Robert. Kendati sudah lantang menyatakan adanya penyim- pangan dalam pemberian bailout tersebut, terpidana kasus penggelapan dana na- sabah ini enggan menyebut- kan nama-nama yang ber- tanggung jawab. “Jadi ini akan didalami terus, silakan tanya ke penyidik,” tukasnya. Robert menuturkan, per- kara ini bermula, pada 29 Oktober 2008. Saat itu, Direk- si Bank Century mengajukan permohonan FPJP senilai Rp1 triliun kepada BI. Namun, tidak pernah diberikan hing- ga waktu kliring pada 13 No- vember 2008. FPJP baru diberikan pada tanggal 14 November 2008 sampai tang- gal 18 November 2008 den- gan total Rp689 miliar. Lalu, tanggal 21 November 2008, LPS mengambil alih Bank Century dan mulai terjadi pengucuran dana bailout tanggal 24 November 2008 sampai tanggal 21 Juli 2009 yang totalnya sampai dengan Rp6,7 triliun. Penentuan bailout itu di- lakukan dalam rapat KSSK yang dilakukan di Departe- men Keuangan (Depkeu), di- mana rapat tersebut diant- aranya juga dihadiri oleh Bo- ediono, Sri Mulyani, Raden Pardede, dan Marsilam Si- manjuntak. Robert sendiri mengaku tidak dilibatkan dalam rapat tersebut walau dirinya juga diundang hadir dan hanya diminta untuk menunggu diruangan berbe- da. Seusai rapat, Bank Cen- tury kemudian dinyatakan se- bagai Bank gagal berdamp- ak sistemik dan dibailout Rp 6,7 triliun serta diambil alih oleh LPS. Selain memanggil Robert, KPK juga memanggil pegawai Bank Indonesia bernama En- dang Kurnia. Sama seperti Robert, Endang juga akan di- periksa sebagai saksi. Wakil KPK Busyro Muqod- das mengatakan, KPK terus mendalami dan mengem- bangkan kasus Century. Se- belumnya, Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuan- gan Ahmad Fuad Rahmany diperiksa penyidik KPK dalam konteks sebagai Ketua Badan Penanaman Modal. Dua hari lalu, usai diperik- sa penyidik, Fuad mengata- kan bahwa dia termasuk tak setuju Bank Century dikata- kan gagal. “Perusahaan yang tak sedang memperdagang- kan sahamnya kok dibilang sistemik,” ujar dia. rekson/ berbagai sumber JAKARTA, (WN) KomisiPemberantasanKorupsi(KPK) memastikanakanmendalamiketeranganbekas Direktur Utama PT Century Mega Investindo, RobertTantular,terkaitdugaanpenyelewengan danabailoutkeBankCenturysebesarRp6,7 triliun.KPKmenganggapRoberttelah memberikaninformasiberhargadalam pengungkapankasusCentury.“Iya,tentusajadi dalami(pengakuanRobert),”kataJuruBicara KPKJohanBudiSaptoPrabowodihubungi wartawan,Sabtu(14/9). Johan Budi Sapto Prabowo RACHEL AMANDA Ingin Perankan Karakter Orang Sakit Jiwa Jakarta WN Berperan sebagai tokoh anak-anak maupun remaja sudah biasa bagi aktris cilik Rachel Aman- da. Tapi menurutnya, hal itu tak cukup. “Aku ingin banget dapat film yang karakternya abu-abu kayak film pyscho gitu. Suka yang berkepribadian ganda yang tiba-tiba nusuk,” kat- anya saat ditemui di ka- wasan Cibubur Jakarta Ti- mur, Jumat malam (13/9). Menurutnya, peran orang sakit jiwa ini menarik dan be- lum pernah dila- kukannya. Bi- asanya Amanda selalu dapat per- an protagonis baik di sinetron maupun di film. >>bersambung hal . 15 DPR Akan Panggil Kapolri JAKARTA, (WN) Ketua Komisi Hukum Dewan Perwakilan Rakyat Gede Pasek Suardika menyatakan akan memanggil dan mengevaluasi pimpinan Kepolisian jika Brigadir Kepala Sukardi se- dang tugas resmi saat ditembak kelompok tidak dikenal di Kuningan, Jakarta Selatan. Pimpinan Polri dinilai melanggar kesepaka- tan bersama saat rapat di Komisi Hukum, tak ada lagi anggota polisi yang berdinas sendi- rian. “Prosedur tetapnya sudah disepakati di komisi, kalau itu kerja resmi berarti pimpinan- nya harus dievaluasi,” kata Pasek saat dis- kusi di Cikini, Sabtu, 14 September 2013. Ia juga menyatakan, seorang polisi ber- dasarkan Undang-undang nomor 2 tahun 2004 memang bekerja selama 24 jam sela- ma ada kepentingan dan kebutuhan masyarakat. >>bersambung hal . 15 Jokowi Sidak Minta Apartemen Dibenahi GUBERNUR DKI Jakarta, Joko Widodo meminta Dinas Pengawasan dan Penertiban Bangunan (P2B) DKI Jakarta menjatuhkan sangsi kepada pengelola Apartemen yang tidak memenuhi syarat. Saat meninjau langsung kondisi apartemen yang dihuni oleh sekitar 200 warga, milik Robinson di Jembatan Tiga saat sidak ke Jakarta Utara yang tidak memenuhi syarat.... >>Berita selengkapnya hal . 2 Gaji DPRD Banyuwangi Mengalir ke Lapas KASUS penyalahgunaan narkotika yang menyeret Totok Sugiarto ke meja hijau ternyata tidak menghentikan aliran dana berupa gaji bulanannya sebagai anggota DPRD Kabupaten Banyuwangi. Gaji sebesar Rp 13,965 juta tetap diterimanya walaupun telah positif memakai sabu-sabu seberat 0.33 gram. Rinciannya, gaji yang harus diterima Rp 3,197 juta perbulan... >>Berita selengkapnya hal . 7
  2. 2. 2 Edisi 18 / Th XIII / 16 - 30 September 2013 EDITORIAL KEPALA PERWAKILAN/ BIRO KEMENTERIAN AGAMA: Boy Budi Lubis. DKI JAKARTA : Chandra Pasaribu, POLDA METROJAYA : Wilson JAKARTA PUSAT: JAKARTA BARAT : Edward, JAKARTA UTARA: ali, JAKARTA TIMUR : P. Hutajulu, Effendi Limbong SH, Renaldo, Deka Pratama. JAWA BARAT: Martua Sirait, MS, Pantun, Anang Sujatko, Wawan Hermawan , T.Lumban Raja, Amus Permana Gurning, Karyaman Harahap, CIMAHI : CIANJUR : Nunuh Nugraha, Irman N.F SUKABUMI : Libra Rustiana, Asep Rohendi, Radi Priadi,, KOTA BANDUNG : P.Marbun SH, BSC , KABUPATEN BANDUNG : G.Rudi Arianto S, Jatigor Habeahan, Zulkifli Siregar, , KABUPATEN BANDUNG BARAT : Juliater Silaen, Parinton Rianto Sianipar, CIAMIS : Eri Supena, INDRAMAYU: BANJAR : GARUT : Adam Pribadie , Deden Solihin, Supriatna, Agus Lukman, KOTA TASIKMALAYA/ KABUPATEN TASIKMALAYA : Hendra Setia Permana, SUMEDANG : CIREBON : Susanti SUBANG : Imanudin, PURWAKARTA : Rekson Pasaribu, KARAWANG : Pariston Purba, Ajis L.Tobing, Ramlan Naibaho, Lambok Purba, KABIRO KOTA/KAB BEKASI : Rademan KOTA BEKASI : Anton, KABUPATEN BEKASI : Gomba Sianipar, M. Marbun, BOGOR/DEPOK : Djuni Dwi Yantoro David Malau, Hasan Hermansyah, BANTEN: LEBAK : TANGERANG: Pijar, Rosdiana, SEMARANG: Arief Setiawan, CILACAP : Habetieli Tafonao, Amd, BANYUMAS : Dismo, Sutarso, Bagus Hermono, Wiwit Usman, Sigit, PURBALINGGA: Edward PS PROBOLINGGO: Wisnu Bangun Saputra. LUMAJANG: Sudarsono, PASURUAN: Anton RA, SITUBONDO: Totok Hariyanto, BIRO MADURA : MISBAH, SITI FATIMAH. PEKANBARU: SIAK : PELALAWAN : Yanti, MEDAN: Sabam Silitonga, Marlan Pasaribu, Barimbing, LUMBANG HASUNDUTAN : Arysman Pasaribu, Lasro Nahampun, Jinitua Pandiangan, Lamro Meha, TAPANULI TENGAH : Ridwan Hamzah, P BENGKULU: Lidya M, LAMPUNG BARAT: Rokda Wita, JAMBI: Hipni, Abdul Fatah, PALEMBANG : Ahmad, LUBUKLINGGAU : Yoseph, BATURAJA : Usman Irawan, BAYUASIN : M.Riza Vahlevi, BANGKA BELITUNG : Edwuard M, KALBAR : Ajan, NTT : Xaverianus Suban, Y. Prumentius, D.Djong, KOTA MANADO : Jean Montolalu, Rustam Abdullah, NIAS : Delisama Ndruru Wartawan Surat Kabar Warta Nasional dalam tugas liputan dilengkapi dengan identitas dan nama tercantum di Box Redaksi DITERBITKAN OLEH CV. HARIAN WARTA NASIONAL NPWP : 31.769.303.4-407.000 BERDASARKAN UU PERS NO 40/1999 KONSULTAN HUKUM LBH-LSM “INFASI” KOMISARIS Sylvia Hutajulu, SE DIREKTUR UTAMA/ PEMIMPIN REDAKSI Rekson H. Pasaribu PEMIMPIN UMUM Ir. Jamangalap Simanullang WAKIL PEMIMPIN REDAKSI Chanda Pasaribu (HP. 081384512051) DEWAN REDAKSI Ir. Jamangalap Simanullang Rekson H. Pasaribu PIMPINAN PERUSAHAAN Martua Sirait WAKIL PIMPINAN PERUSAHAAN Martahan Parulian REDAKTUR EKSEKUTIF Posta Tamba REDAKTUR PELAKSANA Rademan REDAKTUR Janri Sitorus SEKRETARIS REDAKSI Sylviah LAYOUT/ARTISTIK Azi Rifangga PEMBINA Ir. Ian FJM Sihombing Hj. Zakariani Santoso Panther Roland PENASEHAT HUKUM Mart Lumumba Malau,SH STAF REDAKSI Robert Sahat Marbun, Endang Suhaedi, M.Wilson Pasaribu, Edward PS, Sri Umiyati, Budi Setiawan, Ferdinand, Sri Umiyati SH, Sulistiani, Dede Silvia, Atin AR, Rizki Desiyanti, Rafiqa Zubaida, Wuri Handayani, Abdullah, MM, Parlindungan ALAMAT REDAKSI Jl. Komplek Ruko Pulomas Blok VI No 15 Jalan Perintis Kemerdekaan, Jakarta Timur, 13260 Telp/Fax: (021) 47868058 – HP 082125582006, E-Mail: wartanasional@rocketmail.com, harianwartanasional@yahoo.co.id ALAMAT TATA USAHA/ BISNIS Perum Griya Ciwangi Blok H1 No 2, Kecamatan Bungursari, Purwakarta E-mail :wartanasional@rocketmail.com, NO REKENING BANK MANDIRI : 132-00-1264034-9, A/N : Rekson Hermanto P KEPALA PERWAKILAN DKI JAKARTA Chanda Pasaribu KEPALA PERWAKILAN JAWA BARAT Martua Sirait ALAMAT Perum Marga Asih, Blok B-5, No 2, Bandung KEPALA PERWAKILAN SUMATERA UTARA Sabam Silitonga KOORDINATOR Marlan Pasaribu KEPALA PERWAKILAN JAWA TIMUR Heru Eko Susilo KEPALA PERWAKILAN SULAWESI UTARA Ibnu Kisman Ngau SIRKULASI: Komaludin, PERCETAKAN PT Temprina Printing (Isi Diluar Tanggungjawab Percetakan) Kepala Perwakilan/Kepala Biro dan Koresponden di Harian Warta Nasional di seluruh Indonesia dengan ketentuan dan syarat yang berlaku. Bagi yang berminat dapat menghubungi : Hp. 08212 558 2006 ttd Redaksi DIBUTUHKAN Mencatat Buku Sejarah Merawat Peradaban JANGAN sekali-kali melupakan sejarah, kata Bapak Prokla-ma-tor RI Soekarno. Dalam sejarah terkandung peradaban bang-sa. Ada beragam cara untuk merawat sejarah dan peradaban, bisa dengan mencatatkannya dalam buku-buku sejarah atau dengan mengoleksi peninggalan-peninggalan nenek moyang di dalam museum. Menjaga harta peninggalan nenek moyang akan menjadi ajang edukasi. Di satu sisi ia membangkitkan gairah anak bangsa untuk mengulang sukses di masa lalu. Di sisi lain, dengan mempelajari sejarah, bangsa ini bisa belajar untuk tidak terperosok seperti masa lalu. Namun, kasus pencurian empat artefak emas dari ruang Khasanah Emas Arkeologi Gedung A, Lantai 2, Museum Nasional. mempertontonkan sebuah ironi. Benda-benda purbakala yang hilang ialah lempeng naga mendekam berinskripsi, lempeng bulan sabit beraksara, wadah bertutup, dan lempeng Harihara, semuanya berasal dari abad ke-10 Masehi. Benda-benda itu diketahui hilang pada Rabu. Ironi karena bangsa ini lalai merawat peradabannya sendiri. Juga, ironi karena benda purbakala yang semestinya menjadi wahana edukasi mendadak berubah menjadi barang ekonomi yang dicuri untuk diperjualbelikan. Sesungguhnya, pencurian benda-benda bersejarah tidak sekali ini saja terjadi di Museum Nasional. Pada 1961, 11 permata koleksi raib. Ada pula barang keramik yang menghilang pada 1992 dan tidak kembali lagi hingga saat ini. Lukisan maestro lukis nasional Basuki Abdullah pun sempat hilang pada 1996, tapi dapat ditemukan kembali berkat bantuan jaringan museum internasional. Itu merupakan bukti betapa bangsa ini tidak piawai merawat sejarah dan peradaban. Di satu sisi, museum lalai menjaga benda-benda bersejarah dan purbakala bernilai hebat itu. Penyelidikan menunjukkan kamera closed-circuit television yang memantau empat artefak dari Mataram Kuno itu mati. Itu menunjukkan kontrol pihak museum terhadap perlengkapan pengamanan museum minimalis. CCTV baru diketahui mati ketika keempat benda purbakala tersebut diketahui lenyap. Di sisi lain, orang-orang egoistis mencuri benda- benda tersebut demi kepentingan ekonomi. Mereka mencuri dan menjual untuk koleksi pribadi atau koleksi museum internasional. Oleh karena itu, Polri harus serius menyelidiki kasus itu agar segera bisa menangkap pelakunya. Penegak hukum kelak harus menghukum berat pelaku karena ia tidak sekadar mencuri benda purbakala, tetapi juga mencuri peradaban bangsa. Pihak museum juga harus memanfaatkan jaringan museum internasional untuk mendeteksi keberadaan empat benda purbakala yang hilang itu. Kita berharap dengan menggunakan jaringan museum internasional, keempat benda purbakala bisa kita temukan sebagaimana lukisan Basuki Abdullah. Di masa mendatang, pemerintah, dalam hal ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, harus sungguh-sungguh menjaga museum dan segala isinya. Menjaga museum dan segala isinya secara sungguh- sungguh menjadi bukti bahwa bangsa ini menghargai peradabannya. (**) OLEH : REKSON H.POLEH : REKSON H.POLEH : REKSON H.POLEH : REKSON H.POLEH : REKSON H.PASASASASASARIBUARIBUARIBUARIBUARIBU PemimPemimPemimPemimPemimpin Rpin Rpin Rpin Rpin Redaksiedaksiedaksiedaksiedaksi Jokowi Sidak, Minta Apartemen Dibenahi BANGUNAN yang terdiri dari 400 unit itu dinilai tidak memenu- hi syarat, di mana bagian base- ment yang sejatinya untuk parkir kendaraan jutrsu dijadikan ru- mah kos oleh pengelola. Ham- pir semua fasilitas di apartemen tersebut tidak terpenuhi dengan baik. Bahkan, sejumlah kabel lis- trik terlihat tidak pada posisi stan- dar. “Saya memang mau melihat kondisi-kondisi di apartemen yang fasilitasnya tidak terpenuhi, contohnya Listrik, kabelnya tidak pada posisi standar. Kemudian yang kedua basement, harusn- ya fasilitas untuk parkir tapi dipa- kai untuk kos.” kata Jokowi Jokowi pun memerintahkan agar rumah kos tersebut segera dibongkar. “Saya perintahkan ini dibongkar. Ini akan menjadi pel- ajaran bagi yang lain. Kalau fungsi memang untuk parkir harus untuk parkir. Ini men- yangkut keselamatan penghuni,” tegasnya. CH JAKARTA, ( WN) GubernurDKIJakarta,JokoWidodomeminta DinasPengawasandanPenertibanBangunan(P2B) DKIJakartamenjatuhkansangsikepadapengelola Apartemenyangtidakmemenuhisyarat.Saat meninjaulangsungkondisiapartemenyangdihuni olehsekitar200warga,milikRobinsondiJembatan TigasaatsidakkeJakartaUtarayangtidak memenuhisyarat, Jakarta Kaji Aturan Jam Malam Bagi Pelajar JAKARTA, (WN) Badan Akuntabilitas Keuan- gan Negara (BAKN) DPR RI me- nemukan adanya keganjilan dalam proyek Pembangunan Pusat Pelatihan dan Sekolah Olahraga Nasional (P3SON) atau yang lebih dikenal dengan proyek Hambalang. “Kita sudah selesaikan telaah dan sudah mengambil kesimpu- lan. Kita menemukan beberapa keganjilan yang pada akhirnya, paling tidak 3 poin yang mestin- ya menjadi rekomendasi dari hasil telaah BAKN tersebut,” kata anggota BAKN DPR RI, Teguh Juwarno di Gedung MPR/DPR/ DPD RI, Jakarta, Jumat Rekomendasi pertama, BAKN DPR RI akan memin- ta Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) agar menelusuri aliran dana Hambalang tersebut. “BAKN DPR RI akan meminta rekomendasi dari PPATK untuk menelusuri seluruh aliran dana yang terkait dengan komitmen fee yang muncul dari situ,” kata Teguh. Rekomendasi kedua, kata politisi PAN itu, BAKN DPR RI melalui pimpinan DPR RI akan meminta agar majelis etik BPK RI untuk melakukan investigasi terkait bocornya kertas kerja BPK RI yang di dalamnya menyebut- kan 15 nama anggota Komisi X DPR RI terlibat dalam proyek tersebut. “Karena yang beredar di te- man-teman wartawan itu adalah kertas kerja BPK. Karena kertas kerja BPK itu sendiri sangat ber- sifat rahasia. Dan itu jelas san- gat-sangat melanggar UU. Maka harus dilakukan investigasi apa- bila ditemukan pembocornya, maka harus ditindak,” kata Teg- uh. Rekomendasi selanjutnya, BAKN DPR RI mendesak KPK untuk sesegera mungkin menuntaskan kasus ini. EDWARD BAKN DPR RI Temukan Keganjilan Proyek Hambalang JAKARTA, (WN) Pemerintah Provinsi (Pem- prov) DKI Jakarta akan seg- era memberlakukan jam malam khusus bagi pelajar di seluruh ibukota agar tidak ada lagi yang berkeliaran pada tengah malam. “Pelajar itu kan anak-anak di bawah umur, dan anak- anak yang masih di bawah umur itu seharusnya tidak boleh berkeliaran pada malam hari apalagi tengah malam atau dini hari. Makan- ya, kita akan coba terapkan jam malam,” kata Wakil Gu- bernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama di Balai Kota, Jakarta Pusat, Kamis. Menurut pria yang akrab disapa Ahok itu, pada malam hari ada banyak sekali kegia- tan yang bersifat negatif, ter- utama jika dilakukan oleh anak-anak di bawah umur. “Maka dari itu, harus ada peraturan yang melarang anak-anak di bawah umur berkeliaran pada malam hari. Sehingga, anak-anak juga bisa terhindar dari berbagai kegiatan negatif,” ujar Ahok. Saat ini, Wakil Gubernur menuturkan rencana pem- berlakuan jam malam bagi siswa-siswi masih dalam proses pengkajian dan pem- bahasan lebih lanjut oleh Di- nas Pendidikan DKI Jakarta. “Kita sudah minta Dinas Pendidikan DKI untuk mema- tangkan rencana tersebut. Selain itu, kita juga akan men- gajak pakar atau ahli untuk berdiskusi mengenai jam malam bagi pelajar,” tutur Ahok. Sembari menunggu kelanjutan dari rencana pen- erapan jam malam itu, dia meminta agar para orang tua turut mengawasi kegiatan anak-anaknya, terutama jika kegiatan tersebut dilakukan pada malam hari. “Peran orang tua jelas san- gat dibutuhkan, yakni untuk mengawasi kegiatan anak- anaknya, apalagi di malam hari. Jangan sampai anak- anak melakukan kegiatan yang negatif, seperti kebut-ke- butan, berkeliaran di hotel, pinggir jalan, dan sebagain- ya,” ujarnya. Ahok menerangkan bahwa rencana pemberlakuan jam malam tersebut tidak ada kaitannya dengan peristiwa kecelakaan yang melibatkan anak dari pasangan selebriti Ahmad Dhani dan Maia Es- tianty pada Minggu (9/9) lalu. “Bukan, peraturan ini tidak ada hubungannya dengan kasus itu. Peraturan ini justru dibuat supaya segala kegia- tan para siswa di ibukota bisa terawasi dengan baik,” tam- bah Ahok. wilson
  3. 3. 3Edisi 18 / Th XIII / 16 - 30 September 2013 METROPOLITAN P2B Kecamatan Makasar Tak Becus Jalankan TufoksinyaSementara itu Kasie P2B Kec makasar saat di temuin Harian Warta Nasional yang diterima salah satu stafnya Didin menga- takan, sesuai peraturan kita sudah jalankan dan saya tidak pernah macam-macam, kalau memang itu melanggar tetap kita tidak, ungkapnya. Namun dari hasil pantauan Wartawan Harian Nasional di lapangan untuk menutupi biang keladinya supaya jangan ket- ahuan pelanggaranya si pemil- ik menutupi Papan IMB dengan sarung. Ironisnya, kendati sejumlah aktivis LSM/Ormas, sudah me- layangkan surat pengaduan, ter- hadap Kadis P2B Jakarta, ten- tang bangunan yang tidak se- suai izin di Kec. Makasar, I Putu Ngurah Indiana, ikutan latah seperti Andor Siregar, tidak mampu berbuat banyak, guna menertibkan tidak sesuai izin tersebut. Ir Ian FJM Sihombing se- bagai Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat Investigasi Fakta Konsitusi (INFASI) saat di temuin di kantornya di komplek per- tokoan Pulomas Jakarta Timur mengatakan, meminta Guber- nur Jokowi untuk segera men- copot Kepala Dinas P2B I Putu Ngurah Indiana dari jabatanya karena dia mengijinkan ba- gunan tersebut berdiri dan tidak becus menjalankan tugasnya. Dari hasil Investigasi , Me- nurut Ian di Wilayah Kota Ad- ministrasi Jakarta Timur me- rupakan sarang bagunan yang kebanyakan melanggra perun- tukan baik untuk tempat tingal ,bikin usaha serta tidak memilik Izin Mendirikan Bagunan IMB.”Apa kinerja Walikota Jakarta Timur selama ini “.Tegasnya. CH JAKARTA, (WN ) PenertibandanPengawasanBangunan(P2B) KecamatanMakasarPemerintahanKota Administrasi Jakarta Timur (Jaktim) tutup mata dan terkesanmemeliharabangunanyangmelangar peraturansesuaiPerda7tahun2010. Pemkot Gelar Konvensi Gugus Kendali Mutu Nantinya juara Gugus Kendali Mutu tingkat Provinsi DKI Jakar- ta akan mewakili Provinsi DKI Jakarta pada Konvensi Gugus kendali Mutu Tingkat Nasional pada bulan November 2013 di Yogyakarta,” kata Hj. Sus Chris- tine, Asisten Perekonomian dan Administrasi Jakarta Timur, saat membuka acara. Kasudin Perindustrian dan Energi Jakarta Timur, Dra. Tuti Kurniati, M.Si, mengatakan, kegiatan Konvensi GKM ini merupakan rangkaian kegiatan pembentukan kelompok Gugus Kendali Mutu di tingkat Jakarta Timur. Menurutnya, saat ini te- lah terbentuk tiga kelompok GKM di Jakarta Timur yaitu, CV. Zio Nutri Prima (Kelurahan Ke- lapa Dua Wetan, Kecamatan Ciracas) dengan jenis industri sari buah, CV. Inaura Anugerah (Kelurahan Kayu Putih, Keca- matan Pulo Gadung) dengan jenis industri kosmetik dan Srikreasi Garmen Lestari (Kelu- rahan Pulogebang, Kecamatan Cakung) dengan industri paka- ian jadi. “Dalam kegiatan Konvensi Gugus Kendali Mutu Tingkat Jakarta Timur Tahun 2013, ter- pilih menjadi Juara I yaitu CV. Zio Nutri Prima, Juara II adalah Srikreasi Garmen Lestari dan Juara III yaitu CV. Inaura Anuger- ah,” kata Tuti. Menurut Tuti, CV. Zio Nutri Prima pun otomatis akan mewak- ili Jakarta Timur ke Konvensi GKM tingkat Provinsi DKI Jakar- ta Tahun 2013. Ch JAKARTA, (WN) Dalam rangka pembinaan terhadap industri kecil dan me- nengah, Sudin Perindustrian dan Energi Kota Administrasi Jakarta Timur, menggelar Konvensi Gu- gus Kendali Mutu (GKM) Tingkat Jakarta Timur, di Hotel Alia, Jl. Mataman Raya No. 224, Jatine- gara, Kamis. Konvensi ini sendi- ri bertujuan untuk memilih pe- serta terbaik yang akan mewak- ili Jakarta Timur untuk mengikuti kegiatan yang sama di tingkat Provinsi DKI Jakarta. “Wakil dari Jakarta Timur nantinya akan bersaing dengan perwakilan wilayah kota lainnya di tingkat Provinsi DKI Jakarta. JAKARTA, (WN) Walikota Jakarta Timur H.R. Krisdianto, mengajak ma- syarakat untuk memerangi pe- nyakit demam berdarah dengue (DBD). Walikota mengakui, pe- nyakit DBD masih menjadi momok menakutkan bagi warga Jakarta Timur, sehingga perlu dicegah penyebarannya secara bersama-sama. Untuk mengantisipasi berjan- gkitnya penyakit DBD, Walikota mengajak masyarakat untuk menggalakkan aksi pemberan- tasan sarang nyamuk (PSN) 30 menit, setiap hari Jumat, di lingkungan tempat tinggalnya masing-masing. “Jangan ang- gap sepele penyakit demam ber- darah. Lakukan PSN secara ru- tin mulai dari rumah sendiri,” kata Walikota, saat membuka acara Diskusi Kesehatan Pencegahan Demam Berdarah dan Pelayan- an di Puskesmas Maupun Ru- mah Sakit, di Aula Kantor Kelu- rahan Jatinegara Kaum, Puloga- dung, Kamis. Terkait tingginya kasus DBD di Kecamatan Duren Sawit menurutnya, disebabkan di wilayah tersebut banyak terdap- at lahan kosong dan perumah- an elit. Hal ini menyebabkan, kader Jumantik sulit melaksan- akan tugasnya memeriksa jen- tik-jentik nyamuk penyebab DBD. “Duren Sawit paling bany- ak karena banyak daerah ko- song tak dan banyak rumah-ru- mah elit sehingga susah dilaku- kan PSN,” ujarnya. Walikota mengatakan, nya- muk penyebab DBD sangat senang berkembang biak di air yang bersih. Untuk itu dirinya meminta kesadaran masyarakat untuk bersama-sama member- sihkan rumahnya. “Pola Hidup Bersih dan Sehat harus menjadi budaya masyarakat. Tidak han- ya penyakit DBD, namun peny- akit-penyakit lainnya akan hilang dengan sendirinya bila lingkun- gan kita selalu bersih dan sehat,” katanya. CH Walikota Ajak Masyarakat Perangi Penyakit DBD Kasie Pengawasan Penert- iban (P2B), Kusmanto seolah- olah sudah berkoordinasi den- gan Pemilki bagunan. Seperti, bangunan di Jl Jengki Raya no 1 RT 04/RW 09, Kel Kebon Pala, Kec Makasar kegiatan pen- gunaan pembagunanya Rumah tinggal ,namun paktanya di lapangan pantawan Harian War- ta Nasional bagunan tersebut dibangun 3 lantai dan diperun- tukkan sebagai usaha pertoko- an. Kasus Poligami Penghulu “Dipetieskan” JAKARTA, (WN) Widodo, penghulu di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Grogol Petamburan, Jakarta Barat ramai disebut-sebut mempunyai istri dua. Namun, kasus ini terkesan dipetieskan oleh Humas Keme- nag Provinsi DKI Jakarta. Padahal, jika kasus ini dibuka, Widodo selaku PNS bisa terancam sangsi menodai Peraturan Pemerintah Nomor : 53 Tahun 2010 tentang disiplin PNS. Saat Harian Warta Nasional mengkonfirmasikan hal itu kepada Humas Kemenag Provinsi DKI Jakarta, H.Latiffudin. Anehnya Latif- fudin tidak mau menjawab. Sedangkan Kakanmemenag KotaAdmin- istrasi Jakarta Barat, H.Sholahi sudah mengaku sudah di BAP. “Sudah saya serahkan Kekanwil, kalau mau jelas lagi tanya saja di Kanwil, ujar H.Sholahi kepada wartawan. Berdasarakan informasi, penghulu KUA Grogol Petamburan Wido- do berpoligami dengan Staf KUA Makasar, (WT) masih tetap aman- aman saja hingga sekarang, intinya para pejabat yang berwenang terkesan mendukung PNS beristeri dua. Menurut Ketua LSM Kemilau Cahaya Bangsa Indonesia (KCBI) Maniur Sinaga dan Sekjen KCBI,Joel Barus Simbolon mengatakan, apabila sikap para pejabat seperti itu, lebih baik lengser saja, berarti belum kompeten, tegasnya. “Humas sebagai corong KementerianAgama tidak berfungsi dalam memberikan informasi terkait kasus dugaan poligame tersebut. Se- harusnya masyarakat dilayani dengan baik. BBL Kesulitan Tutup TPS Liar di Ciliwung JAKARTA (WN) Meski program Jakarta Bersih telah dicangkankan beberapa waktu lalu oleh Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo, namun hing- ga kini masih saja ditemukan tempat pembuangan sampah (TPS) liar di bantaran Kali Ciliwung, khususnya di wilayah Jakarta Sela- tan. Terlebih, Kali Ciliwung merupakan salah satu kali besar yang mengaliri wilayah ibu kota. Darihasilinvetarisasiyangdilakukan,diJakartaSelatansetidaknya masih terdapat 7 TPS yang hingga kini belum ditutup. Bahkan, Pemkot Jakarta Selatan sendiri mengaku kesulitan untuk menutup- nya. “Yang sudah ditutup ada 9 TPS. Tapi, yang 7 masih belum ditutup karena terkendala lokasinya yang terpencil sehingga sulit di- jangkau truk,” ujar Syamsuddin Noor, Walikota Jakarta Selatan, saat mengunjungi bantaran Kali Ciliwung di Kelurahan Pejaten Timur, Jumat (13/9). Kendala lain yang dihadap, kata Syasuddin, sulitnya mencari lokasi penggati. Terlebih, tidak mudah bagi warga sekitar lahan TPS untuk mau menerimanya. “Pertama masalah lahan itukan belum ada yang sesuai tempat dan harga. Dan juga sampah pasti ada baunya,” katanya. Pihaknya, kata Syamsuddin, juga akan mengerahkan tim khusus untuk berpatroli dan berjaga-jaga agar warga tidak mem- buang sampah di TPS yang telah ditutup. “Sudah disiapkan dua dermaga dari Tanjung Barat sampai Pejaten Timur. Itu untuk tim patroli yang isinya warga dan Pramuka, agar bisa mencegah war- ga buang sampah ke kali,” katanya. Kepala Suku Dinas Kebersihan Jakarta Selatan, Zaenal Syari- fudin menambahkan, akan memberikan pelayanan bagi masyarakat yang TPS-nya ditutup. “Sementara diberi pool ger- obak yang setiap pagi dan sore sampahnya kita angkut dengan truk-truk. Selain itu beberapa kontainer juga segera ditempatkan dan Saat ini di area yang sudah ditutup telah ditanami beberapa pohon mahoni. CH JAKARTA (WN) Kawanan pencuri berhasil meng- gondol empat buah artefak emas dari abad ke-10 dan 11 Masehi pada masa Mataram Kuno yang tersim- pan di Museum Nasional, Jl Medan Merdeka Barat, Rabu (11/9). Diduga, para pelaku berhasil mecuri barang bersejarah itu setelah sebelumnya mencongkel pintu lemari kaca arte- fak. Keempat artefak itu yakni, Lem- pengan Naga berinskripsi berukuran panjang 5,6 sentimeter dan lebar 5 sentimeter yang berbentuk serpihan. Lalu, Lempengan Bulat Sabit Berak- sara dengan panjang 8 sentiimeter dan lebar 5,5 sentimeter. Kemudian, Wadah Bentuk Cepuk dengan diam- eter 6,5 sentimeter dan tinggi den- gan tutup 6,5 sentimeter yang juga berbentuk serpihan, serta Lempen- gan Harihara dengan panjang 10,5 sentimeter dan lebar 3,5 sentimeter. Kesemua benda tersebut diketahui berasal dari Jatulanda, Jawa Timur. Dirjen Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Ka- cung Marijan mengatakan, pihakn- ya memperkirakan aksi pencurian itu terjadi sekitar pukul 09.10 ketika ter- jadi pergantian keamanan ruangan Museum Nasional. “Awalnya petugas berusaha untuk meneliti apakah sebetulnya barang- barang itu tersimpan ditempat lain atau tidak. Setelah dicek ada upaya untuk membuka paksa display barang-barang tadi. Kemudian kita berkesimpulan setelah dicari tidak ada, barang ini memang dicuri,” ujar Kacung di gedung Museum Nasio- nal, Kamis (12/9). Dikatakan Kacung, setelah disim- pulkan, pihaknya langsung melapor- kan kehilangan empat artefak itu ke- pada pihak kepolisian serta melaku- kan koordinasi dengan petugas keamanan dalam museum. Pihak kepolisian, sambungnya, juga telah melakukan penyelidikan dan olah tempat kejadian perkara. Namun, pi- haknya enggan menyebutkan nomi- nal kerugian keempat artefak terse- but. “Dilihat dari bentuk, ukurannya memang kecil. Tapi nilainya sangat besar karena ini bagian dari sejarah masa lalu kita. Nilai suatu benda itu semakin bersejarah semakin mahal, bukan dari besaran emasnya, tetapi nilai sejarahnya,” tuturnya. Saat artefak tersebut hilang, kata Kacung, closed circuit televi- sion (CCTV) ruangan sedang dalam keadaan mati dan pi- haknya mengakui bahwa mat- inya CCTV tersebut merupa- kan hal yang tidak boleh terja- di. “Kita tidak tahu persis apa- kah CCTV itu dimatikan atau pas mati. Tapi ada laporan memang itu lagi mati dan ka- lau memang mati ini bentuk kealpaan karena tidak boleh terjadi. Semua security ada 45 orang dan mereka duduk menjaga ruang dan menga- wasi ruangan. Ini yang sedang diselidiki,” katanya. Kepala Museum Nasional, Intan Mardiana menambah- kan, pihaknya menyerahkan sepenuhnya kasus ini kepada pihak kepolisian. “Kita ber- harap siapapun yang mencuri untuk mengembalikannya, karena ini barang bersejarah bagi Bangsa Indonesia,” ha- rapnya. Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Tatan Dirsan Atmaja mengatakan, pi- haknya telah memeriksa enam or- ang saksi yang kesemuanya meru- pakan anggota keamanan dan office boy museum yang bertugas Rabu (11/9) dan Kamis, (12/9). “Pelaku ter- latih atau tidak dan dugaan keterli- batan orang dalam belum bisa kita simpulkan. Sementara pencurian diduga menggunakan obeng. Dalam olah TKP memang ada display yang rusak,” ungkapnya. CH Artefak Emas di Museum Nasional Digondol Pencuri Relokasi 300 PKL ke Lahan Kosong JAKARTA (WN) Persoalan pedagang kaki lima (PKL) di pinggir jalan kawasan Sentra Primer Baru Barat (SPBB), Kembangan, coba diatasi Pemkot Administrasi Jakarta Barat dengan merelokasinya ke lahan kosong yang ada di kawasan SPBB. Dengan merelokasi 300 lebih PKL terse- but, kawasan yang semula semrawut diharap menjadi lebih tertib. Kabag Perekonomian Jakarta Barat, Suhiyar Nangcik, mengata- kan penataan PKL dilakukan demi memberikan rasa aman dan nya- man pada masyarakat dan pengendara yang melintas di kawasan SPBB.”Selama ini PKL tersebut berjualan di pinggir-pinggir jalan ka- wasan SPBB hingga membuat kumuh,” ujar Suhiyar, Sabtu (14/9). Berdarkan data pihaknya, PKL yang berjualan di kawasan terse- but sekitar 300 orang. Namun, jumlahnya akan bertambah lebih dari dua kali lipat pada hari Sabtu dan Minggu hingga sekitar 700 PKL.”Kamis (12/9) lalu, PKL tersebut sudah bersedia pindah ke lah- an kosong yang telah disiapkan. Mereka akan berjualan dari pukul 17.00-24.00,” jelasnya. Selain menata PKL, pihaknya juga menertibkan parkiran motor dan penyewaan becak kecil modifikasi agar tidak lagi berkeliaran di jalan kawasan tersebut. Tapi harus beroperasi di seputar lahan ko- song yang telah disediakan. Walikota Jakarta Barat, Fatahillah berharap, penataan PKL dan parkir motor di kawasan SPBB yang telah tertib dijaga kebersihan dan keamanannya. “Kami juga akan siapkan petugas Satpol PP un- tuk selalu memonitor kawasan tersebut dan petugas kebersihan yang setiap hari membersihkan kawasan itu dari sampah.**CH
  4. 4. 4 Edisi 18 / Th XIII / 16 - 30 September 2013 NUSANTARA MALANG, (WN) Proyek pembangunan block office atau perkantoran terpadu Pemkot Batu senilai Rp 31 mil- iar dipastikan gagal terealisasi tahun ini. Proyek yang dikerja- kan secara multiyears ini gagal pada tahap lelang. Dana yang tak terserap itu kemudian diali- hkan untuk program lain, yakni renovasi dan penambahan ru- ang kelas belajar untuk SD dan SMP. Ketua DPRD Kota Batu, Su- liadi, mengatakan, anggaran yang seharusnya diperuntukkan bagi penyelesaian block office itu dialihkan untuk kegiatan lain yang lebih prioritas dan bisa ce- pat menyerap anggaran. “Hasil pembahasan antara dewan dan pemkot, dana yang tak terpakai itu bisa digunakan untuk men- danai enam belas jenis kegia- tan lainnya dan memungkinkan habis pada tahun anggaran ini,” urai Suliadi. Pertimbangannya, jika sisa dana tak terpakai sampai tutup tahun anggaran 2013 malah menjadi sisa lebih pembiayaan anggaran (SILPA). Dari pada terjadi seperti itu yang justru merugikan pembangunan, ma- ka dialihkan untuk 16 jenis ke- giatan seperti pengadaan pe- rangkat computer hingga me- nambah ruang kelas belajar. “Sebagian besar diprioritaskan untuk sektor pendidikan, mulai dari pengembangan kurikulum pendidikan dan lainnya. Juga untuk sektor lain seperti pem- bangunan jalan dan jembatan pedesaan dan sarana lainnya,” papar Suliadi. Terpisah, Kepala Dinas Pen- didikan Kota Batu, Budi San- toso, menyatakan, saat ini pi- haknya masih melakukan pen- dataan untuk kebutuhan ruang kelas belajar. “Kita data dan menunggu sekolah yang men- gajukan usulan renovasi ruang kelasnya. Selain itu dana itu bisa kita pakai untuk memban- gun laboratorium bahasa, IPA, Kimia dan lainnya,” ucap Budi. Pemkot Batu sendiri mem- bangun block office dengan es- timasi anggaran mencapai Rp 164 miliar secara multiyears. Pembangunan tahap awal un- tuk gedung A mencapai 75% sudah selesai dikerjakan pada 2011 silam. Saat itu anggaran- nya mencapai Rp 31 miliar dari APBD 2011. Pembangunan di- kerjakan oleh rekanan PT Prambanan Dwipeka, Bangun Mitra Persada, Kali Intan Sari, JO. Pada 2012, kembali diang- garkan sebesar Rp 31,5 miliar melalui Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (DCKTR). Namun proyek itu gagal terlaksana dan dijadwalkan dirampungkan pada 2013. Pada tahun ini dia- lokasikan dana sebesar Rp 34 miliar. Lagi – lagi proyek ini gagal terealisasi dikarenakan dari 17 rekanan yang sudah mendaftarkan diri tak ada satu pun yang mengajukan penawa- ran layak melalui Layanan Pen- gadaan secara Elektronik (LPSE). Kepala DCKTR Kota Batu, Bambang Kuntjoro, menyata- kan, meski dilakukan proses le- lang ulang proyek tersebut tak mungkin selesai pada tahun anggaran 2013. “Sehingga kami memutuskan untuk menggelar lelang ulang untuk penyelesa- ian akhir proyek block office pada tahun depan,” ujar Bam- bang. Dengan demikian, penyele- saian keseluruhan untuk blok A, B, C, D, dan E dikerjakan pada tahun anggaran 2014. Usulan dananya bakal diajukan lagi saat penyusunan RAPBD 2014. “Anggaran kita usulkan lagi pada tahun depan, secepatnya agar pengerjaannya bisa seg- era selesai,” pungkas Bam- bang. YD Calo PNS Magetan DicidukPolisi MAGETAN, (WN) PNS memang masih menjadi pekerjaan idaman bagi sebagian be- sar masyarakat Indonesia. Hal ini membuat beberapa oknum untuk me- manfaatkan keadaan menjadi calo PNS. Tidak terkecuali Sugeng Haria- di (38), seorang guru honorer di Magetan, diduga melakukan penipuan dengan kedok mampu membantu menjadikan calon pegawai negeri sipil (CPNS) dengan mudah. Mendengar iming-imingnya bisa menjadikan PNS, Mariati (61), war- ga Dusun Kebaran RT 01/RW 04 Kelurahan Tawanganom mendatangi rumah tersangka di Desa Ngunut, Kecamatan Kawedanan, Kabupaten Magetan dengan kedua anaknya Kandek Tri Hapsoro dan Kandek Dwi Widayati yang akan dimasukan CPNS. Tersangka meminta uang sebe- sar Rp. 190 juta sebagai pelicin jalan kedua anaknya jadi PNS. Namun korban baru menyerahkan Rp. 150 juta sisanya akan dibeikan setelah anaknya jadi PNS. Kejadian tersebut terjadi sekitar bulan September 2009. Setelah pen- gumuman sekitar bulan November 2009, ternyata kedua nama anak korban tidak tercantum dalam papan pengumuman rekruitmen CPNS. Tentu saja setelah kegagalan itu, korban datang kerumah tersangka dan meminta uangnya kembali. Ketika ditagih, tersangka selalu berkilah dan mengulur-ngulur waktu. Karena merasa tertipu korban melaporkan ter- sangka Bulan Agustus lalu ke Polres Magetan dan berbuntut pada pen- angkapan tersangka. Menurut Kapolres Magetan Ajun Komisaris Besar Riky Haznul mela- lui Kasubbag Humas Polres, Iptu Iin Pelangi beberapa waktu yang lalu memembenarkan adanya penangkapan tersangka Sugeng Hariadi atas laporan Mariati. Setelah dilakukan pemeriksaan terhadap tersangka dida- patkan keterangan bahwa tersangka tidak bekerja sendiri. “Hasil pemer- iksaan kepada tersangka, diakui tersangka dari uang Rp 150 juta itu, dia hanya menerima Rp 5 juta. Sedang yang Rp 145 juta diserahkan kepa- da orang yang benama Kuat, warga Desa Kedungguwo, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Magetan,” terang Iptu Iin Pelangi.n HR Eksotika Gunung Semeru (Bagian 1) LUMAJANG, (WN) Gunung Semeru atau Sumeru adalah gunung berapi tertinggi di Pulau Jawa, dengan puncaknya Mahameru, 3.676 meter dari permukaan laut (mdpl). Kawah di puncak Gunung Semeru dikenal dengan nama Jonggring Saloko. Semeru mempun- yai kawasan hutan Dipterokarp Bukit, hutan Dipterokarp Atas, hutan Montane, dan Hutan Ericaceous atau hutan gunung. Posisi gunung ini terletak diantara wilayah adminis- trasi Kabupaten Malang dan Lumajang, dengan posisi geografis antara 8°062 LS dan 120°552 BT. Pada tahun 1913 dan 1946 Kawah Jonggring Saloka memiliki kubah dengan ketinggian 3.744,8 M hingga akhir November 1973. Disebelah selatan, kubah ini mendobrak tepi kawah menyebabkan aliran lava mengarah ke sisi selatan meliputi daerah Pronojiwo dan Candipuro di Lumajang. Perjalanan Diperlukan waktu sekitar empat hari untuk mendaki puncak gunung Semeru pulang-pergi. Untuk mendaki gunung semeru dapat ditempuh lewat kota Malang atau Lumajang. Dari terminal kota Lumajang kita naik angkutan umum menuju Desa Senduro. Disambung lagi dengan Jip atau Truk Sayuran yang banyak terdapat di pasar Senduro dengan biaya per orang Rp.20.000,- hingga Pos Ranu Pani. Dengan menggunakan Truk sayuran atau Jip perjalanan dimulai dari Senduro menuju Ranu Pani, desa terakhir di kaki semeru. Di sini terdapat Pos pemeriksaan, terdapat juga warung dan pondok penginapan. Di pos ini pun kita dapat mencari porter (warga lokal untuk membantu menunjukkan arah pendakian, mengangkat barang dan memasak). Pendaki juga dapat bermalam di Pos penjagaan. Di Pos Ranu Pani juga terdapat dua buah danau yakni danau Ranu Pani (1 ha) dan danau Ranu Regulo (0,75 ha). Terletak pada ketinggian 2.200 mdpl. Setelah sampai di gapura “selamat datang”, perhatikan terus ke kiri ke arah bukit, jangan mengikuti jalanan yang lebar ke arah kebun penduduk. Selain jalur yang biasa dilewati para pendaki, juga ada jalur pintas yang biasa dipakai para pendaki lokal, jalur ini sangat curam. Jalur awal landai, menyusuri lereng bukit yang didominasi dengan tumbuhan alang-alang. Tidak ada tanda penunjuk arah jalan, tetapi terdapat tanda ukuran jarak pada setiap 100m. Banyak terdapat pohon tumbang, dan ranting- ranting diatas kepala. Setelah berjalan sekitar 5 Km menyusuri lereng bukit yang banyak ditumbuhi Edelweis, lalu akan sampai di Watu Rejeng. Disini terdapat batu terjal yang sangat indah. Pemandangan sangat indah ke arah lembah dan bukit- bukit, yang ditumbuhi hutan cemara dan pinus. Kadang kala dapat menyaksikan kepulan asap dari puncak semeru. Untuk menuju Ranu Kumbolo masih harus menempuh jarak sekitar 4,5 Km. Ranu Kumbolo Di Ranu Kumbolo dapat mendirikan tenda. Juga terdapat pondok pendaki (shelter). Terdapat danau dengan air yang bersih dan memiliki pemandangan indah terutama di pagi hari dapat menyaksikan matahari terbit disela-sela bukit. Banyak terdapat ikan, kadang burung belibis liar. Ranu Kumbolo berada pada ketinggian 2.400 m dengan luas 14 ha. Dari Ranu Kumbolo sebaiknya menyiap- kan air sebanyak mungkin. Meninggalkan Ranu Kumbolo kemudian mendaki bukit terjal, dengan pemandangan yang sangat indah di belakang ke arah danau. Di depan bukit terbentang padang rumput yang luas yang dinamakan oro-oro ombo. Oro-oro ombo dikelilingi bukit dan gunung dengan pemandangan yang sangat indah, padang rumput luas dengan lereng yang ditumbuhi pohon pinus seperti di Eropa. Dari balik Gunung Kepolo tampak puncak Gunung Semeru menyemburkan asap wedus gembel. Selanjutnya memasuki hutan Cemara dimana kadang dijumpai burung dan kijang. Daerah ini dinamakan Cemoro Kandang. Pos Kalimati berada pada ketinggian 2.700 m, disini dapat mendirikan tenda untuk beristirahat. Pos ini berupa padang rumput luas di tepi hutan cemara, sehingga banyak tersedia ranting untuk membuat api unggun. Terdapat mata air Sumber Mani, ke arah barat (kanan) menelusuri pinggiran hutan Kalimati dengan menempuh jarak 1 jam pulang pergi. Di Kalimati dan di Arcopodo banyak terdapat tikus gunung. Untuk menuju Arcopodo berbelok ke kiri (Timur) berjalan sekitar 500 meter, kemudian berbelok ke kanan (Selatan) sedikit menuruni padang rumput Kalimati. Arcopodo berjarak 1 jam dari Kalimati melewati hutan cemara yang sangat curam, dengan tanah yang mudah longsor dan berdebu. Dapat juga kita berkemah di Arcopodo, tetapi kondisi tanahnya kurang stabil dan sering longsor. Sebaiknya menggunakan kacamata dan penutup hidung karena banyak abu beterbangan. Arcopodo berada pada ketinggian 2.900m, Arcopodo adalah wilayah vegetasi terakhir di Gunung Semeru, selebihnya akan melewati bukit pasir. Dari Arcopodo menuju puncak Semeru diperlukan waktu 3- 4 jam, melewati bukit pasir yang sangat curam dan mudah merosot. Sebagai panduan perjalanan, di jalur ini juga terdapat beberapa bendera segitiga kecil berwarna merah. Semua barang bawaan sebaiknya tinggal di Arcopodo atau di Kalimati. Pendakian menuju puncak dilakukan pagi-pagi sekali sekitar pukul 02.00 pagi dari Arcopodo. Siang hari angin cendurung ke arah utara menuju puncak membawa gas beracun dari Kawah Jonggring Saloka. Pendakian sebaiknya dilakukan pada musim kemarau yaitu bulan Juni, Juli, Agustus, dan Septem- ber. Sebaiknya tidak mendaki pada musim hujan karena sering terjadi badai dan tanah longsor. Iklim Secara umum di wilayah gunung Semeru termasuk type iklim B (Schmidt dan Ferguson) dengan curah hujan 927 mm – 5.498 mm per tahun dengan jumlah hari hujan 136 hari/tahun dan musim hujan jatuh pada bulan Novem- ber – April. (**/AY) Bersambung. Pembangunan Block Office Kota Batu Gagal Penangkapan Warga Pasca Kerusuhan PROBOLINGGO, (WN) Sampai Jumat, kepolisian sudah menahan enam tersangka kerusuhan Pemilihan Wali Kota Probolinggo. Mereka berasal dari berbagai latar belakang profesi. Bahkan ada yang berprofesi se- bagai wartawan mingguan dan aktivis lembaga swadaya masyarakat. “Untuk lima tersangka di tahan di sini (Polda Jatim), sedang satu orang yang tertangkap terlebih dahulu pasca kerusu- han ditangani Polresta Probolinggo,” terang Kabid Humas Polda Jawa Timur, Kombes Pol Awi Setiyono, Kamis. Kelima tersangka itu, yakni SDO alias DAR bin Niman (34) seor- ang wartawan, Marzuki (26) tukang service motor, KCG (47), kuasa hukum tim pemenangan pasangan calon Zulkifli Chalik-Maksum Subani (ZamZam). Dan dua orang yang terakhir, PEK bin Sparmat (43) dan SAG (40) bekerja di LBH Probolinggo. PEK sendiri meru- pakan Wakil Ketua LBH Lacak Probolinggo. Awi mengatakan para tersangka yang ditangkap itu ditengarai pihak yang menggerakkan massa untuk melakukan pengerusakan saat penghitungan suara Pilkada Kota Probolinggo selesai digelar. Pilkada Kota Probolinggo ini, digelar bersamaan dengan Pilgub Jawa Timur 2013, pada tanggal 29 Agustus lalu, dimana yang bertarung ada empat kandidat, yaitu Hj Rukmini Buchori-H Suhadak (Harus Pas), Deras (Dewi Ratih-Asad Anshari), Zam-Zam (Zulkifli Chalik- Maksum Subani) dan Handalanku (Hadi Zainal Abidin-Kusnan). “Kemudian Polda Jawa Timur berhasil mengamankan lima or- ang lagi dan dari hasil penyelidikan, mereka diduga ikut mengger- akkan massa untuk melakukan pengerusakan, dengan bukti-bukti dari SMS (pesan elektronik) dari ponsel pelaku kepada beberapa massa pendukung salah satu pasangan calon,” ungkap Awi. Saatpenghitungansuarapadatanggal30Agustus,massapenduku- ng salah satu calon mencurigai ada kecurangan di Pilkada Kota Probo- linggo. Hal itu dibuktikan, karena ada kotak suara yang tidak tersegel. Massa-pun meminta KPUD Probolinggo untuk menggelar Pilkada ul- ang, Namun KPUD Probolinggo menegaskan bahwa tidak akan ada pemilihanulang,karenahaltersebutmassayangterkonsentrasidiKantor KelurahanMayanganituakhirnyamarahdanmelemparisertamerusak kantor. Massa juga merusak mobil dinas KPUD Probolinggo dan mem- bakar mobil polisi. Kerusuhan berhasil diredam oleh pihak aparat pada Sabtu dinihari sekitar pukul 01.30 WIB. WS Mereka yang berangkat ke Jakarta untuk mendaftarkan gugatan ke MK adalah dari pi- hak Zulkifli Chalik-Maksum Sub- ani (Zamzam), Habib Hadi Zainal Abidin-Kusnan (Handalanku), dan Dewi Ratih-Asad Anshari (Deras). Menurut tim Zam-zam, Mukhlas, pihak Zamzam menunjuk Fahmi Bachmid se- bagai kuasa hukumnya. Salah satu item yang dilaporkan adalah dugaan adanya pemilih ganda. Dia menuntut Pilwali ulang di sejumlah titik di Kelurahan May- angan, Kecamatan Mayangan. Hal yang sama juga diung- kapkan Rahadian, ketua tim Handalanku, terkait bahan yang dilaporkan. “Sebelumnya ada sembilan item yang akan dila- porkan, tapi bisa bertambah. Sa- lah satunya pemilih ganda dan siluman,” ujarnya. Adapun tim dari Deras, Bajong Basori, me- nilai, Pilwali yang digelar 29 Agustus lalu diwarnai kecuran- gan. Menanggapi gugatan itu, Ke- tua KPU Sukirman mengaku siap menghadapinya dan akan ber- tanggung jawab penuh terkait penyelenggaraan Pilwali. Tidak hanya itu, Sukirman menegas- kan, siap jika kinerja komisoner KPU dilaporkan ke DKPP. “Sila- kan saja dilaporkan ke DKPP, kami siap diberhentikan kalau memang salah,” tegasnya. Sedangkan Agus Irianto, tim pemenangan dari Harus Pas, akan mengamati gugatan tiga pasangan calon tersebut. Pi- haknya hanya bisa memantau karena yang dilaporkan adalah KPU. Tapi jika Harus Pas diser- et-seret, maka pihaknya juga akan merespons. “Kalau kami dituding melaku- kan pelanggaran, silakan dibuk- tikan. Tapi, kami juga mengan- tongi pelanggaran-pelanggaran seperti money politic, yang di- lakukan pasangan calon lain. Tidak Terima Tiga Calon Walikota Gugat KPU PROBOLINGGO, (WN) Tiga tim pasangan calon Wali Kota-Wakil Wali Kota Probolinggo, dikabarkan berangkat ke Jakarta, Rabu, melaporkan KPU setempat ke Mahkamah Konstitusi (MK) terkait Pilwali Kota Probolinggo, Jawa Timur. Padahal pada Selasa lalu, KPU menetapkan pasangan Rukmini-Suhadak (Harus Pas) sebagai pemenang Pilwali Probolinggo 2013. Kami punya bukti satu kontain- er,” ujar Agus, Kamis. Diketahui, akhir pekan lalu massa berbuat anarkistis meny- ikapi hasil pemungutan suara dalam Pilwalkot. Kantor Kelura- han dirusak, mobil polisi dibakar, dan mobil dinas ketua KPU ru- sak akibat digulingkan massa.nWS
  5. 5. 5Edisi 18 / Th XIII / 16 - 30 September 2013 NUSANTARA Pengusaha Miras Bohongi Publik MANADO, (WN) Di kantor Bea Cukai Manado, Sulawesi Utara terdaftar kurang lebih 13 perusahan minuman keras (Miras). Sekalipun pengelolaan Miras masih dengan cara manual namun kontribusi kepada pemerintah daerah dalam bentuk PAD cukup besar. Dari 13 perusahan tersebut dua diantarnya merek minuman keras yang menjadi favorit bagi penggemar miras, bahkan menjadi suguhan pelengkap di berbagai acara suka maupun duka oleh masyarakat Sulut. Namun sangat disayangkan miras dengan kode merek FO dan SO, diduga melakukan pembohongan public dengan mencantumkan pada label merek bahwa miras yang diproduksi mengandung alco- hol 14 %. Padahal setelah dikonsumsi efek yang ditimbul- kan terindikasi miras tersebut lebih dari yang tertera pada ke- masan, karena hanya dengan menghabiskan satu botol sese- orang bisa langsung pusing dan muntah-muntah dalam jan- gka waktu berjam-jam akibat mabuk. Bahkan dari hasil penelitian ilmu kedokteran bahwa ketika mengkonsumsi alkohol den- gan kadar yang lebih dapat merangsang serta menekan susunan saraf pusat sehingga berkhasiat Psikoaktif yang menyebabkan perubahan khas dan prilaku pada aktifitas men- tal. Maka tidak heran kalau set- elah mengkonsumsi miras tersebut di atas terjadi hal-hal yang tidak diinginkan antara lain lakalantas, kriminalitas. Diminta kepada Kementrian Kesehatan, Kementrian Perin- dustrian Perdagangan, dan In- stansi terkait lainnya untuk da- pat menindak setiap perusah- an miras yang produksinya tidak lagi sesuai dengan aturan yang berlaku. RA Pekerjaan Satker Wilayah II BPJN XI Diduga Fiktif ULUT, (WN) Satuan Kerja Wilyah II me- liputi Kabupaten Bolaang Mongondow, Bolmong-Timur, Bolmong-Utara, Bolmong-Se- latan, Kota-Kotamobagu set- iap tahunnya mendapat alokasi dana pemeliharaan rutin untuk di jalan-jalan yang berlubang, perbaikan dan pengecatan jembatan, tiang- tiang scampal serta pember- sihan rumput di daerah milik jalan sepanjang ruas yang dilewati baik jalan nasional maupun strategis nasional. Berdasarkan informasi masyarakat pengguna jalan, dari sekian kerusakan (lu- bang) hanya sebagian kecil yang diperbaiki. Demikian jembatan-jembatan-yang ada hanya beberapa langsung di- cat tanpa dilakukan perbaikan serta pembersihan sebelum- nya, sementara pemotongan rumput paling banyak dua kali satu tahun. Padahal peker- jaan pemeliharaan rutin tahun 2012 lalu untuk Satker wil. II dianggarkan Rp.24.597.- 609.000, jadi jika dihitung bi- aya pekerjaan dilapangan yang telah dilaksanakan tidak sesuai dengan angga- ran yang terpakai. Sementara informasi orang dalam yang tidak mau nama- nya dikorankan mengatakan bahwa rata-rata tiap tahun lap- oran dana pemeliharaan rutin habis terpakai. Itu artinya ter- indikasi adanya konspirasi antara Kasatker dengan PPK dalam proses pencairan dana pemeliharaan rutin jalan & jembatan yang harus disertai backup data karena diduga se- bagian fiktif. Ir.Sam.Londong sebagai Kasatker yang memberikan re- komendasi pencairan dana kurang lebih 24 M tersebut ke- tika dikonfirmasi melalui hp, tidak menanggapi. Sebab itu untuk menyatakan kebenaran- nya, diminta kepada BPK un- tuk mengaudit kembali hasil kerja Kasatker, dan PPK khu- susnya di Wilayah II-Bolmong- Raya. INTAM PNS di Doloksanggul Hoby Main Game DOLOKSANGGUL, (WN) Disiplin kerja PNS dilingkun- gan Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan perlu dit- ingkatakan dan Bupati Maddin Sihombing harus semakin giat melakukan monitoring di setiap SKPD. Pasalnya, belakangan ini masih banyak ditemui PNS pada jam kerja asik main permainan(Game) di komputer kantor. Pantuan Warta Nasional di Dinas Kependudukan dan Cata- tan Sipil (Dukcatpil) misalnya, banyak tamu yang datang men- gurus surat surat, oleh PNS dis- ana dicuek-cuekin, karena mereka keasikan main game, ada yang nongkrang-nangkring di kedai kopi, pokoknya PNS di- kantor itu bermacam-macam tingkah langku karena yang ada dibenak mereka hanya gaji bu- lanan. Mereka masuk pagi, tanda- tangan daftar hadir lalu non- gkrang-nangkring di kedai-ke- dai kopi, bahkan yang lebih parah ada yang pulang keru- mah untuk makan siang, namun hingga jam istirahat berlalu tak kunjung masuk lagi, tetapi pada saat jam apel mun- cul kembali untuk menanda tan- gani daftar hadir apel sore dan langsung pulang karena jam kerja/dinas telah berakhir. Menurut LS, Tokoh Masya- rakat mengatakan sudah se- harus semua jenis permainan game di Komputer PNS harus dihapus, ini menjadi salah satu bahan perhatian Bupati Maddin Sihombing untuk meningkatkan kinerja PNS dan juga untuk menghindari melakukan korup- si waktu maupun korupsi disip- lin kerja, ujarnya. Meha/Arys Galian Telan Korban Ditutup Bantuan Alber Kementrian Kelautan Perikanan Mubasir MANADO, (WN) Tahun 2010 yang lalu Kementrian Perikanaan Kelautan memberikan bantuan kepada DKP Propinsi Sulut dalam bentuk alat berat (Alber) merek Cater Pilar 320D guna keperluan pembudidayaan perikanan. Secara pemanfaatan diperuntukan bagi kelompok-kelompok budidaya khususnya perikanan air tawar yang mengacu pada meknisme yang telah diatur sebagaimana kesepakatan dalam perjanjian tertulis mengenai penggunaan alat tersebut. Namun sangat disayangkan bantuan tersebut tidak ada gunanya bahkan memasuki tahun kedua alat tersebut sudah mengalami beberapa kerusakan akibat pengelolaan dan pengawasan yang amburadul. Belum lagi mekanisme serah terima dari kementrian ke DKP Sulut yang, dari awal bantuan tersebut harusnya diterima oleh kepala dinas tapi ditunjuk ke kepala bidang budidaya waktu itu dijabat Ir.R.Sorongan Msi. Dan selanjutnya pengeloalan dan pemanfaatan eskavator tersebut mulai salah sasaran, karena terjadi penyalagunaan kewenangan dari beberapa pejabat yang ada dengan memanfaatkan alat tersebut untuk kepentingan pribadi mengatas namakan kelompok tertentu. Alat yang seharusnya digunakan untuk menggali kolam ikan tapi anehnya pernah tercebur ke laut di daerah Pinolosian kabupaten Bolaang Mongondow Selatan. Menurut informasi diduga alat tersebut digunakan di proyek penga- man pantai yang PPKnya notabene istri dari Ir.RS. Selang beberapa waktu kemudian terjadi pergantian kabid budidaya, pengawasannya berpindah. Namun kembali terjadi keanehan kerena alat tersebut di pakai oleh atas nama kelompok yang memiliki hubungan bisnis dengan Ir.RR tidak lain salah satu pejabat dalam lingkup dinas kelautan peri- kanan sampai kemudian kondisinya rusak berat di lokasi galian batu desa Warembungan, bahkan sudah sempat terjadi permasalahan hokum pada tahun 2012 tapi didiamkan Polda-Sulut. Sementara tahun ini kinerja SHS mendapat opini WTP (Wajar Tanpa Pengecualian) dari BPK tapi ternyata masih ada SKPD yang membiarkan aset Negara begitu saja dengan harga miliaran rupiah. Diminta kembali kepada aparat hukum untuk menseriusi permasalahan ini karena alat tersebut semakin rusak tanpa ada perhatian lagi, dan sudah pasti keuangan negara telah dirugikan. Dan bagi para pejabat terkait yang di dalamnya yang melakukan penyalah- gunaan kewenangan dalam peman- faatan alat tersebut untuk dapat di tindak tegas sesuai hukum yang berlaku sebagai bentuk pembelaja- ran.- INTAM BANYUASIN, (WN) Maraknya galian C (pasir) di Kecamatan Talang Kelapa tidak dapat di pungkiri lagi, tidakan-tin- dakan melanggar tetap saja ada, meski ketetapan telah dibuat mela- lui ditetapkannya Perbup larangan galian oleh Pemerintah Kabupat- en Banyuasin. Namun nyatanya hasil hasil te- muan media ini dilapangan mendapati penambang galian tanah di daerah Jadongan Kelura- han Tanah Mas, Kecamatan Ta- lang Kelapa Kabupaten Banyua- sin. Di daerah itu, dampak dari galian sangatlah berbahaya dalam lingkungannya dan belum lama ini lobang galian tersebut telah me- nelan korban hingga meninggal dunia. Karena penggalian dilaku- kan dengan menggunakan tiga alat berat. “Dampaknya dari galian itu kami sebagai warga merasa kha- watir apabila ada anak-anak ber- main sekitaran bekas galian, takut- nya nanti menjadi korban berikut- nya, sebab belum lama ini galian tersebut telah menelan korban jiwa bahkan sampai meninggal dunia,” ujar sejumlah warga. Lurah Tanah Mas, Abdul Aziz Thamrin, saat dihubungi media ini melalui ponselnya menyampai- kan, pihaknya telah melakukan pe- manggilan kepada pihak terkait agar dapat melakukan musyawa- rah guna menindak-lanjuti galian yang telah melanggar perbup tersebut. “Kita telah adakan pertemuan yang dihadiri oleh ketua RT/RW 06/07 juga pemilik tanah dari Jadongan , yang pada inti nya mereka menyanggupi, menyetujui juga tidak keberatan bah- wa tempat tersebut untuk di pasang pagar, serta mereka mengatakan akan memanfaatkan kolam hasil ga- lian tersebut, harapannya juga me- minta agar pihak pemilik lahan mem- berikan santunan kepada keluarga yang terkena musibah. Kita akan melakukan tindakan apabila masih ada tindakan yang melanggar hu- kum dilakukan oleh para pemilik la- han tersebut,” tegasnya. reza Penempatan CPNS Jadi Ajang KKN DOLOKSANGGUL, (WN) Kantor Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Humbang Hasundutan mendapat tudingan miring berbagai kalangan masyarakat menyusul banyaknya penempatan tenaga guru mau- pun teknis terkesan oleng dan kurang tepat pada sasaran yang se- harusnya membutuhkan. “Untuk kelancaran urusan pindah harus rela mengeluarkan ko- cek yang tidak sedikit, tapi demi keinginan yang bersangkutan rela- rela saja. Dan yang paling santer dibicarakan, jika ada keluarga yang dekat dengan penguasa maka segala urusan pindah akan gam- pang dan berjalan lancar, “ ujar L. Sihotang Tokoh Masyarakat. “Seperti contoh yang terjadi di SMAN 1 Parlilitan , SMKN 1 Par- lilitan, SMPN 5 Parlilitan, dimana dari tahun ke tahun sekolah itu selalu menerima guru baru, namun dalam sekejap mata selalu pin- dah ke unit lain, sehingga unit tersebut selalu kekurangan guru pada- hal setiap tahunnya selalu menerima tambahan Guru. Saya sangat sangat kecewa melihat situasi tersebut, mau kemana dibawa nasib anak-anak didik yang ada di Parlilitan ini, apakah mereka juga tak pantas mendapatkan pendidikan, ujarnya. Selain itu,A.T.Tinambunan mengaku prihatin melihat situasi pen- emptan PNS dijadikan ajang KKN. “Bagaimana mungkin Pilar pem- bangunan di Kabupaten Humbang Hasundutan yang menomor sat- ukan Pendidikan akan tercapai jika penempatan PNS jadi ajang ko- rupsi. Sedangkan, Kepala BKD Humbahas Laurensius Sibarani be- lum berhasil ditemui. Meha/Arys Camat Batang Hari Leko Harapkan Perbaikan Jalan MUBA, (WN) Salah satu penunjang kema- juan perekonomian adalah jalan sebagai sarana transportasi yang dapat di manfaatkan masyarakat untuk melakukan interaksi dalam berbagai kegia- tan. Hal itulah yang diharapkan oleh Camat Batang Hari Leko Siswadi DC. Sos Msi. Leko kepada Harian Warta Nasional , menyampaikan hara- pannya kepada pemerintah daerah agar dapat membantu dalam perbaikan jalan untuk lebih meningkatkan kemajuan roda perekonomian khususnya dalam wilayah yang di percayakan Pem- da Musi Banyuasin dalam pimpinannya. “Saya sangat mengahara- pakan adanya bantuan agar dapat membantu memperbaiki jalan kecamatan khususnya jalan tanah abang-pangkalan belian guna meningkatkan roda perkonomian serta membantu masyarakat um- umnya dalam setiap kegiatan,”ungkapnya. reza Oknum PNS Terlantarkan Anak BATURAJA, (WN) Sungguh biadab dan tidak punya hati nurani, kata itulah yang pantas untuk orang berinisial HSN, oknum PNS di Kecamatan Sos- oh Buay Rayap Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan. Menurut mantan istri Hasanudin (Hermawati) yang kesehariannya biasa dipanggil ibu Herma meyampaikan pada Warta Nasional Rabu. Betapa tidak setelah bercerai dengan istrinya Hasanudin tidak mau memberi nafkah kepada anaknya hasil dari pernikahannya dengan istri yang telah diceraikannya tersebut bahkan pada saat anak membuat akte kelahiran untuk anaknya karena mau masuk sekolah pun HSN tidak mau mengurusnya dan bahkan yang lebih gila lagi HSN tidak mau mencantumkan namanya sebagai bin atas anaknya tersebut. Bahkan oknum PNS juga mengingkari tanggung jawab yang te- lah disepakati dan tercantum dalam akta cerai bahwa HSN akan memberikan tunjangan dan biaya hidup kepada anaknya yaitu be- ras 10 kilogram dan uang sebesar Rp.25.000,- per bulan akan teta- pi dasar otak HSN ini mungkin memang sudah dirasuki iblis sehing- ga apa yang telah disepakatinya tidak pernah ditunaikan kata her- ma dengan nada sendu. Hermawati mengakui masalah tersebut sudah bergulir di Penga- dilan Agama setempat dengan didampingi oleh ibu beserta keluar- ga DN juga bermaksud mempidanakan oknum PNS yang tidak ber- tanggung jawab tersebut atas dasar penelantaran terhadap anak yang diatur dalam undang-undang Republik Indonesia nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak. Menurut Kepala Pengadilan Agama Kabupaten OKU melalui Pemitra Pemuda Hukum H.Hairudin membenarkan telah ada pihak penggugat maupun yang digugat bahkan sudah melakukan 2 kali sidangdandiajugamengatakankalaupermasalahaninimasihdalam proses pengadilan agama, mengenai kapan selesai permasalahan ini dia mengatakan tergantung kepada sipenggugat maupun yang tergugat. “Jelas kalau mereka setiap kali dipanggil selalu hadir maka per- masalahan ini akan cepat selesai dan sebaliknya kalau tiga kali bertu- rut-turuttidakhadirmakapermasalahniniakanmentahlagialiastidak punya masalah, kata Hairudin dengan jelas. Sementara itu Mantan suami Hermawati sampai saat ini tidak dapat dikonfermasi. UI
  6. 6. 6 Edisi 18 / Th XIII / 16 - 30 September 2013 NUSANTARA LurahSukajadiBaturajaTimurDilengserkanBupati BATURAJA, (WN) JailaniHasan,LurahSukajadi,KecamatanBaturaja Timur,KabupatenOganKomeringUlu(OKU) dilengserkandarijabatannyaolehBupatisesuai KeputusanBupatiOganKomeringUluNomor:821/ 341/KPTS/XXXI/IV.2/2013,pertanggal20Agustus 2013. Jailani selanjutnya me- nempati posisi Kasubbag Anjab dan Kepegawaian pada Bagian Organisasi, sedangkan Jabatan Lurah Sukajadi dipercayakan kepada Ogan Amrin, SSTP yang sebelumnya menjabat Lurah Talang Jawa. Lengsernya Jail- ani akibat dua kali di demo war- ganya karena tidak amanah dengan membagikan beras raskin tidak tepat sasaran, ser- ta menyelewengkan dan bantu- an gubernur. Sementara itu Jailani yang ditemui seusai serah terima ja- batan mengaku pasrah dan ikhlas menerima apapun kepu- tusan dari Bupati. Menurut Jail- ani apapun keputusan yang di- terima itulah yang terbaik dan semua pasti ada hikmahnya, ujarnya. Bupati OKU, Yulius Nawawi mengatakan dengan pelantikan ini, semoga menjadi spirit, pemicu semangat untuk lebih banyak mencurahkan tenaga dan pikiran dalam keikutsertaan mengisi pembangunan di Bumi Sebimbing Sekundang. “Jaba- tan ini merupakan tantangan berat. Jadilah pejabat yang pro- fesional serta patut diteladani. Baik dari prilaku, kedisiplinan, maupun etos kerja,” pesan or- ang nomor satu di OKU ini. Dikesempatan itu Bupati OKU, Yulius Nawawi menghim- bau lurah dan pejabat yang baru saja dilantik agar mampu mem- benahi kekurangan yang sela- ma ini belum sempurna di lingkungan tugas yang baru. UI FIKTIFKAN DUA NAMA SUNGAI Kades Menatang Penegak Hukum MUBA, (WN) Berbagai upaya untuk memperkaya diri sendiri telah dilakukan oleh Andi Karnain selaku Kepala Desa Tanah Abang, Kecamatan Batang Hari Leko, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba). Pasalnya, dia terindiksi fiktifkan dua anak sungai pada pelaksanaan lelang Leb- ak LebungTahun 2011 hingga tahun 2012, yang mana sungai terse- but tidak terdaftar dalam lis lelang yang ada pada Badan Pember- dayaan Masyarakat (PMD) Musi Banyuasin. Ironisnya, saat hal itu dikonfimasikan Harian Warta Nasional,Andi Karnain dengan sesumbar menantang penegak hukum. “Kalau in- gin dilaporkan kepada pihak berwajib (Kepolisian dan Kejaksaan - red) silahkan saja, saya tidak takut, apalagi cuma sebatas pember- itaan itu biasa aja,” tantangnya. Menurut sumber, dua anak sungai yang dilelang oleh Kepala Desa tersebut dilakukan kepada PT. Musi Banyuasin Indah (MBI) sebesar Rp 9.000.000.000 yaitu sungai Rambutan dan sungai Se- labu, karena tidak tercantum dalam nama nama sungai yang dile- lang, sehingga uang hasil lelang tersebut masung kekantong priba- di Andi Karnain. Camat Batang, Hari Leko Siswandi saat dikonfirmasi wartawan membenarkan bahwa dua sungai yang dilelang oknum kepala desa tersebut, tidak terdaftar dalam lelang sungai lebak lebung. (tim) JAKARTA, (WN) Pemerintah seharusnya mampu memberi jaminan kepastian DPT, guna melahirkanpemerintahan yang baik melalui pemilu lima tahunan itu bisa terpenuhi. Sebab kalautidak, pemilu 2014 masih berpotensi terjadi kecurangan. Hal tersebut diungkapkan Ketua Komisi II DPR RI, Agun Gunandjar Sudarsa dalam diskusi Dialektika Demokrasi tentang Potensi Kecurangan pemilu 2014 bersama Ketua Bawaslu, Muhammad dan pengamat politik Boni Hargens di Gedung DPR RI Jakarta, Kamis (12/9). Dikatakan Agun, saat ini Komisi Pemilihan Umum (KPU) memang belum menetapkanDaftar Pemilih Tetap (DPT), namun akurasinya diragukan. Hal tersebut dikarenakanproses penyesuaian data berbeda antara KPU dengan Kemendagri, yang tidakberbasis pada DP4 (Daftar Penduduk Potensial Pemilih Pemilu), dan belum akuratnyapemutakhiran Daftar Pemilih Sementara Hasil Perbaikan (DPSHP). “ DPR pun meragukan akurasi DPT pemilu karena tidak bisa menyandingkan denganDPT KPUD setiap kabupaten/kota seluruh Indonesia. Sementara banyak KPUD yang masuk angin. Karena itu Komisi II DPR mengajak duduk bersama untuk menyamakanDPT setiap kabupaten itu,”ungkap Agun. Ditambahkannya, ia memastikan bahwa tak ada DPT yang tidak berdasarkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang lengkap dengan nama, tanggal lahir, dan tempat tinggalnya. Selain itu DPT juga akan disandingkan dengan lembaga sandi negara. “Kalau ada DPT tanpa NIK atau malah NIK ganda, maka itu namanya siluman. Untuk itu kalau masyarakat menemukan NIK, nama, dan alamat ganda, silakan laporkan,” tambah anggota Fraksi Partai Golkar ini. Sementara itu menurut Muhammad, mengingat DPT itu sebagai satu-satunya instrumen politik dalam pemilu, maka seluruh pihak yang terlibat khususnya partai politik harus mengawal akurasi DPT tersebut. “Kesadaraan parpol, kecil dalam mengontrol DPT. Koreksi masyarakat juga kurang dari satu persen yang memberi masukan pada Bawaslu. Karena itu perlu kesadaran kolektif untuk koreksi DPT tersebut,”ujar Muhammad. Pada kesempatan tersebut Pengamat Politik Boni Hargens mengungkapkan kekhawatiranya akan keruwetan DPT dalam sepuluh tahun terakhir ini, yang sengaja dipelihara karena menguntungkan kelompok tertentu, untuk melakukan kecurangan. Sebab, menurutnya kejahatan pemilu dilakukan melalui proses panjang. Meski demikian, Agun dan Muhammad optimis pemilu 2014 akan lebih baik dibanding pemilu sebelumnya, 2009. Selain rekapitulasi suara berdasarkan elektronik (NIK) atau E-Counting, juga akan ada satu orang pengawas di setiap TPS dari Bawaslu yang akan mengamankan berita acara jenis C1. Pengawas tersebut merupakan mahasiswa dengan nilai IPK 3,0. Ayu Proses Penyesuaian DPT KPU dan Kemendagri Berbeda HARGA KEDELAI MELAMBUNG PengusahaTahudanTempe Terancam Gulung Tikar TANJAB BARAT, (WN) Harga kedelai yang merupakan bahan baku tempe dan tahu saat ini mengalami lonjakan cukup signifikan. Akibatnya para produsen tahu dan tempe mengeluh, karena selain komoditinya langka usaha mereka juga terancam gulung tikar. Para pengusaha tempe dan tahu di Kuala Tungkal saat ini mengeluhkan harga bahan baku kedelai yang mengalami lonjakan harga yang cukup drastis. Jika biasanya harga kedelai hanya 7.750 perkilogramnya tapi saat ini sudah naik hingga ke angka 8.000 rupiah bahkan hingga 9 ribu rupiah perkilo- gramnya. Mahalnya harga kedelai ini jelas sangat di sesalkan warga, kare- na hal tersebut dapat berakibat fatal terhadap usaha mereka. sep- erti yang dialami sumini, pengusaha tempe yang berlokasi di Parit Satu Kuala Tungkal. Usaha yang ditekuninya selama puluhan tahun ini terancam gulung tikar akibat melambungnya harga bahan baku, industri rumahan tahu dan tempe, dampaknya baru -baru ini , dirin- ya terpaksa merumahkan 2 orang kayawannya. Selain mengistirahatkan 2 pekerja, Dia juga mengaku terpaksa menaikan harga jual dan juga mengurangi volume besaran tahun dan tempe. . Hal ini terpaksa dilakukan demi menutupi tingginya biaya produksi dan juga agar tetap bisa bertahan .’’Harga saya naik- kan Rp 200 perak perbungkus dan juga ukuran tempenya juga dikurangi,’’katanya. Kepada awak media, Sumini mengaku tidak merasa kesulitan untuk mendapatkan bahan baku tempe. Dirinya hanya mengeluh- kan naiknya harga kedelai yang mulai terjadi sejak dua pekan tera- khir. Dengan adanya kenaiakan harga kedelai tersebut,hasil produksi pun terpaksa dinaikkan jika biasanya dijual 380 rupiah perbatang saat ini dijual ke tingkat pedagang seharga 400 rupiah perbatang itupun diakuinya sudah sangat sulit untuk memasarkan tempe ke pedagang. Dirinya berharap harga kedelai kembali normal seperti biasanya sehingga usahanya kembali lancar dan beberapa pegawai yang di- istirahatkan bisa bekerja kembali. “Kasihanaya juga kita merumah- kan pekerja. Makaanya kita minta pemerintah segera melakukan sesuatu untuk menekan kemabli harga kedelai,” tuturnya. (A.F) BANYUASIN, (WN) Polsek Talang Kelapa men- gamankan mobil Mini Bus Daihatsu Luxio dengan nomor polisi diduga dipalsukan dengan BG 1832 RK. Mini bus tersebut memuat minyak mentah didalam jeligen. Keja- dian tersebut berawal saat mobil ditemukan warga di- parkirkan depan halaman pe- mukiman. Kapolsek Talang Kelapa Kompol Hadi Syaeffudin, melalui Kanit I Iptu Aidil Fitri didampingi Kanit II Ipda Rio. M. P Banjar Nohar mengatakan akan seg- era menindak-lanjuti temuan ini dengan harapan adanya kerja sama warga sekitar un- tuk saling memberikan infor- masi, agar sindikat jaringan pencuri minyak tersebut dap- at di ringkus. “Dari hasil laporan masya- rakat yang diterima, kami langsung menuju TKP untuk mengamankan kendaraan tersebut di Polsek Talang Ta- lang Kelapa. Sejauh ini kita belum mengetahui siapa dari kepemilikan kendaraan terse- but,” ujarnya.nReza Mobil Sindikat Pengangkut Minyak Mentah Diamankan Amunisi Kasus DPRD Tanab Barat TANJAB BARAT, (WN) Kepolisian Daerah Jambi tidak punya ruang untuk mengelak dari tuntutan publik yang menginginkan dituntaskannya kasus dugaan korupsi penyalahgunaan dana APBD pada pos Seketariat DPRD Kabupaten Tanjab Barat tahun anggaran 2002-2003. Dimana hasil audit BPKP tanggal 28 Febuari tahun 2005, Putu- san Pengadilan Negeri Kuala Tungkal Nomor:194/Pid.B/2005/PNK- TL tanggal 20 Desember 2005 dan Nomor:23/Pid.B/2006/PNKTL tanggal 28 Desember 2006 yang di perkuat putusan Pengadilan Tinggi Jambi Nomor:199/PEN.PID/2007/PT Jambi tanggal 11 sep- tember 2007dan putusan MahkamahAgung RI Nomor:1137/Pid.sus/ 2008 tanggal 14 oktober 2008. “Dengan modal audit investigasi BPKP, putusan pengadilan dan putusan Mahkamah Agung, itu sudah waktunya Polda Jambi berg- erak lebih lincah untuk mengusut kasus itu lebih cepat. Publik sudah bosan disuguhi drama pembiran sejak kasus korupsi anggota DPRD Kabupaten Tanjab Barat mulai diselidik Polda Jambi pada tanggal 3 september 2004, “ucap Arsad, tokoh masyarakat Tanjab Barat. Sebelumnya muncul tudingan Polda Jambi sengaja memperlam- bat penyidikan kasus DPRD Kabupaten Tanjab Barat, meskipun sudah beberapa kali pergantian Kapolda Jambi. Polda telah mene- tapkan H.Umar Ibrahim dan Luhut Silaban sebagai tersangka. Namun setelah berkas perkara mereka dikembalikan Jaksa Penuntut Umum kepada penyidik Polda Jambi untuk di lengkapi drama tersebut kembali berlangsung datar dan lambat tanpa pen- jelasan kapan klimaks dan endingnya kedua tersangka tersebut sampai saat ini belum di tahan. Ironisnya, H.Umar Ibrahim malah menjadi Wakil Ketua DPRD Kabupaten Tanjab Barat dan Luhut Si- laban menjadi anggota DPRD Provinsi Jambi, ucap Arsad. Gerak Polda Jambi dalam penuntasan kasus DPRD Tanjab Bar- at periode 1999-2004 sangat lamban, ibarat sprinter, seolah ada bandul besi melilit di kaki penyidikan kasus tersebut. Karena itu jangankan berlari untuk bisa berjalan pun sangat berat dan sulit. Kini publik berharap hasil audit investigasi BPKP, putusa penga- dilan dan mahkamah agung betul-betul bisa membuka borok DPRD Tanjab Barat periode 1999-2004 beserta aktor aktornya seterang terangnya. Tidak patut lagi Polda Jambi menutup nutupi atau mengulur penuntasan kasus DPRD Tanjab Barat yang memang sangat sensi- tip karena bersentuhan dengan orang -orang di partai politik, ucap Arsad. Babak yang lebih seru dan menegangkan lebih memberkan hara- pan dan babak yang akan menggiring kita menuju akhir cerita yang inilah dalam penanganan kasus dugaan korupsi besar di Kabupat- en Tanjab Barat,Provinsi Jambi.Jika Polda Jambi,masih juga belum mampu berlari cepat jangan salahkan publik bila mulai hilang ke- percayaan terhadap lembaga yang senetulnya masih bisa di andal- kan dalam perang melawan korupsi.”ucap Arsad. A.F BANYUASIN, (WN) Program pemerintah dalam pembangunan nampak sangatlah mendukung dalam meningkat- kan perekonomian di suatu daer- ah baik dalam pembenahan in- frastruktur maupun dalam pena- taan tata ruang dalam setiap ke- camatan. Seperti halnya proyek infr- struktur serta pembangunan baik jalan serta bangunan fisik juga harus transparan di muka publik salah satu nya papan nama proyek yang merupakan simbol atau pun sebagai identitas suatu pekerjaan, nampaknya hal se- peleh namun berpengaruh cuk- up penting. Kepala dinas PU. Bina Marga Kabupaten Banyuasin melalui Sekretaris Dinasnya Umar Us- man menyampaikan peranan papan nama selain sebagai iden- titas juga dalam suatu pekerjaan sangatlah berpengaruh dalam proses pencairan dana. “Papan nama merupakan salah satu bukti untuk pencairan sebagaimana telah jelas tertera dalam perjanjian kontrak MOU, kita akan memanggil pihak koor- dinator dan di wajibkan bagi pihak kontraktor untuk melampirkan bukti dalam bentuk foto,”jelasnya. Reza Papan Nama Salah Satu Syarat Mutlak Pencairan MEDAN,(WN) Lima sekolah di Kota Med- an menerima penghargaan Adiwiyata, penghargaan ini diberikan langsung oleh Rek- tor Unimed diwakili Prof DR Suharta MSi selaku ketua Pus- dip KLH Unimed beserta Ke- pala Badan Lingkungan Hidup Provinsi Sumatera Utara di- wakili Dr Ir Indra Utama di Au- ditorium Unimed Jalan Panc- ing Medan baru-baru ini. Penghargaan ini diberikan pada acara Olimpiade Pendid- ikan Lingkungan Hidup 2013 yang diselenggarakan oleh Pusat Pendidikan Kependudu- kan dan Lingkungan Hidup (PUSDIP KLH) Unimed beker- ja sama dengan Badan Lingkungan Hidup Provinsi Sumatera Utara. Hal ini disampaikan oleh Kepala Badan Lingkungan Hidup kota Medan Ir Arief S Trinugroho melalui Kabag Hu- mas Budi Hariono SSTP MAP, Rabu pekan lalu dibalai Kota Medan kepada wartawan. Dijelaskannya, dengan pemberian penghargaan ini sekaligus menetapkan lima sekolah sebagai sekolah Adi- wiyata, lima sekolah yang me- nerima penghargaan Adiwiya- ta adalah, SMAN-13 Jalan Brigjen Katamso, SMAN-2 Jalan Karang Sari, SMPN-18 Jalan Kemuning Raya Perum- nas Helvetria, SMPN-1 Jalan Bunga Asoka dan SD Swasta Nahdatul Ulama Jalan Pukat I. Arif menjelaskan, dengan ditetapkannya lima sekolah ini sebagai sekolah Adiwiyata tingkat Provinsi Sumatera Ut- ara maka lima sekolah terse- but berhak mengilkuti calon sekolah Adiwiyata tingkat na- sional mewakili Kota Medan, dimana saat ini sedang dalam proses penilaian yang dilaku- kan oleh tim Kementerian Negara Lingkungan Hidup. “Jadi ada empat aspek ko- mponen yang dinilai meliputi kebijakan berwawasan lingku- ngan hidup, pelaksanaan ku- rikulum berbasis lingkungan hidup, kegiatan lingkungan hi- dup berbasis partisipatif dan pengelolaan sarana pendud- kung ramah lingkungan, “ ujar Arief. Arief juga menambahkan, Kota Medan sebelumnya juga telah menerima penghargaan Adiwiyata Mandiri, penghar- gaan ini diatas setingat Adiwiya- ta tingkast nasional diterima pada Juni 2013, penghargaan ini diterima setelah ditetapkan- nya SD Pertiwi Jalan Budi Pem- bangunan sebagai sekolah Adi- wiyata Mandiri dari kementeri- an Lingkungan Hidup. Ditambahkannya, untuk 2014 pemerintah Kota Medan melalui Badan Lingkungan Hidup secara berkelanjutan ter- us melakukan pembinaan ter- hadap sekolah-sekolah di Kota Medan guna memenuhi kretar- ia sebagai sekolah Adiwiyata, dan tujuan program sekolah Adiwiyata adalah mewujudkan warga sekolah yang bertang- gung jawab dalam upaya per- lindungan dan pengelolaan lingkungan hidup melalui tata kelola sekolah yang baik untuk mendukung pembangunan berkelanjutan di Kota Medan. “Selain mewujudkan warga sekolah bertanggung jawab dalam upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup melalui tata kelola sekolah yang baik, juga program sekolah Adiwiyata sekaligus sebagai pembinaan usia dini sebagai kegiatan pembelaja- ran di sekolah, kemudia den- gan ditetapkannya sebagai sekolah Adiwiyata kita harap- kan sekolah di Kota Medan menjadi sekolah yang berkua- litas dan sekolah yang ramah lingkungan, “ ujarnya. marlan LIMA SEKOLAH BERPRESTASI Pemko Medan Mendapat Penghargaan Adiwiyata
  7. 7. 7Edisi 18 / Th XIII / 16 - 30 September 2013 NUSANTARA Gaji DPRD Banyuwangi Mengalir ke Lapas Gaji sebesar Rp 13,965 juta tetap diterimanya walaupun te- lah positif memakai sabu-sabu seberat 0.33 gram. Rinciannya, gaji yang harus diterima Rp 3,197 juta perbulan, tunjangan berupa rumah seharga Rp 4,468 juta dan tunjangan komu- nikasi intensif Rp 6,3 juta per bulan. Totok sebenarnya sudah di- nonaktifkan oleh partainya dari keanggotaan partai Gerindra saat di parlemen sejak bulan Juli 2013 yang lalu. Akan tetapi pimpinan DPRD tidak dapat memproses pemecatan, kare- na hal ini yang bisa mela- kukannya adalah wakil Ketua Badan Kehormatan dengan syarat sudah adanya keputusan peradilan yang memiliki kekua- tan hukum tetap. Saat dikonfirmasi kepada Sudirman selaku Sekretaris DPRD Banyuwangi, menyam- paikan bahwa persoalan ten- tang gaji dan tunjangan masih berikan bahkan diantar lang- sung oleh staf DPRD setiap bu- lan. “Kami mengantarnya ke La- pas karena yang bersangkutan masih menjadi anggota DPRD. Surat keputusan dari atasan ten- tang pemberhentian masih be- lum ada, “ungkap Sudirman. Terkuaknya kasus yang men- jeratnya bermula saat Totok ten- gah menikmati sabu-sabu di gudang beras di Desa Glogol Kecamatan Giri. Aparat keama- nan Satuan Narkoba Polres Ba- nyuwangi yang sudah menga- wasinya segera menggerebek dan langsung menggelandang ke kantor Polisi dan dijerat de- ngan pasal berlapis 112 dan pasal 127 UU Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika. Sidang perdananya dilaku- kan, Senin (2/9) di Pengadilan Negeri Banyuwangi. Saat per- sidangan Totok mengakui acap kali menggunakan gudang be- ras tersebut saat menghisap sabu. Namun Totok beralasan bahwa dia menghisap sabu karena untuk mengobati peny- akit lambung yang lama sekali di deritanya. “Saya mengkon- sumsi sabu ini cuma 5 kali saja kok, itupun karena saya men- derita penyakit yang tak kunjung s e m b u h - s e m b u h . “kilahnya. HR BANYUWANGI, (WN) Kasus penyalahgunaan narkotika yang menyeret Totok Sugiarto ke meja hijau tern- yata tidak menghentikan aliran dana berupa gaji bulanannya sebagai anggota DPRD Kabupaten Banyuwangi. Kontraktor Dipecat, Proyek Jembatan Kedungkandang Mangkrak MALANG (WN) Proyek Prestisus jembatan Kedungkan- dang yang berlokasi di Kecamatan Ke- dungkandang Kota Malang macet. Renca- na jembatan yang senilai Rp 54.183.811.000 tidak lagi ada pengerjaan karena pihak pemerintah Kota Malang memecat kontraktor jembatan, PT Nugraha Adi Taruna dari Jakarta. Alasan pemecat- an terhadap kontraktor ini karena dianggap wan prestasi dengan tidak melakukan pengerjakan pembangunan jembatan. Padahal, dana yang sudah dikeluarkan sebesar Rp 7 miliar. Pemecatan kontrakan tersebut tertanggal 22 Juli 2013. Jembatan Kedungkandang sendiri merupakan sebuah proyek dari pemkot Malang sebagai salah satu solusi kemacet- an yang terjadi di wilayah timur kota. Karena setiap harinya warga yang berasal dari Kabupaten Malang masuk melalui jembatan Kedungkandang tersebut sangat padat bahkan pada jam jam tertentu mengalami kemacetan. Menurut warga sekitar jembatan, aktifitas pembangunan sudah tidak terlihat dalam sebulan terakhir ini. “Padahal pemkot Malang berjanji kalau jembatan akan selesai pada bulan Septem- ber ini. Namun, sampai sekarang pancang besipun belum terpasang, tidak ada pekerja, bahkan besi besinya dibiarkan tergeletak begitu saja.’’ ujar seorang warga. Selain tidak ada pengerjaan, papan proyek sebagai tanda pengerjaan jembatan juga sudah tidak ada. Ketika hal itu dikonfirmasikan kepada Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumah- an dan Pengawasan Bangunan (DPU PPB), Jarot Edi Sulistyono, pihaknya membenar- kan jika kontraktor sudah dipecat. Terhitung mulai 22 Juli lalu, DPU PPB selaku operator proyek resmi mengakhiri jalinan kerjasama secara sepihak dengan pihak kontraktor. “Mau tak mau, Kita harus menegakkan peraturan dan aturan karena rekanan kami wanprestasi. Maka ada pemutusan kontrak karena hukum, “ papar Jarot Edi Sulisty- ono. Sebagai dasar acuan, DPU PPB menyorot Peraturan Mendagri Nomor 21 Tahun 2011 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah hingga Perpres Nomor 70 Tahun 2012 Mengenai Pengadaan Barang dan Jasa. “Ada landasan hukum yang kuat. Karena sampai sekarang belum ada progress signifikan seperti dijanjikan, maka kontrak berakhir sesuai kesepakatan yakni per 22 Juli 2013,” kata Jarot. Setelah memutus kontrak dengan rekanan, kini pihak DPU PPB bakal menunggu hasil audit soal uang muka senilai Rp 7 miliar yang sudah diambil kontraktor. Proses auditing sendiri sedianya dilakukan auditor independen. ‘’Apakah Rp 7 miliar itu terpakai sudah sesuai dengan kondisi di lapangan. Kalau tidak sesuai ya harus dikembalikan ke kas negara,’’ seru seperti itu, tak ada pembangunan, masih perataan tanah yang dibebaskan dan belum ada satu tiang cor pun masih berupa kawat besi, untuk apa dana itu?,” Kata Ketua komisi A DPRD H Arief Wahyudi berang. Kata politisi asal FPKB itu meminta DPU transparan terhadap apa yang terjadi atas jembatan tersebut,”Kami minta BPK untuk memeriksanya biar jelas apa yang terjadi dengan pembangunan jembatan tersebut, sekalian perlu adanya audit indipenden agar hasilnya transparan dan keruwetan dijalan lingkar timur tersebut segera teratasi,”tandasnya berharap. Hal senada juga dilontarkan wakil ketua komisi C DPRD H Khoirul Amri, kalau tak ada indikasi penyimpangan terhadap peruntukan dana yang sudah cair tersebut kenapa hingga kini masih seperti itu, “Kita setuju sekali kalau BPK lakukan pemerik- saan atas pembangunan jembatan tersebut, baik dinas terkait maupun rekanan pe- menang tender, makin cepat makin jelas kapan urai kemacetan,” kata Khoirul. Sementara itu walikota malang Peni Suparto saat dikonfirmasi mengatakan memepersilakan kalau dewan inginkan BPK turun untuk kejelasan pemakaian dana Rp 7 miliar dalam pembangunan jembatan kedungkandang,”kami terbuka saja wong semuanya sesuai fungsinya atas peng- gunaan anggaran Rp 7 miliar tersebut tak ada yang dialihkan, kenapa berhenti karena menunggu anggaran 2013-2014,”tutur walikota yang bakal lengser pada tangga 13 September ini. YD Jarot. Karena lowongnya posisi pengembang, sedangkan proyek harus terus dilanjutkan, mau tak mau dalam waktu dekat akan dilakukan re-tender alias tender ulang. Namun, re-tender baru bisa dilakukan setelah proses auditing beres. Sehingga, sudah bisa diketahui kekurangan apa saja yang perlu dilanjutkan beserta alokasi anggaran yang dibutuhkan untuk menerus- kan jembatan di kawasan Buring itu. Hal ini diistilahkan review design. Melihat gonjang-ganjing proyek jembatan Kedungkandang tersebut, komisi A DPRD menuding ada dugaan penyimpangan ,”Masak sudah cair Rp 7 miliar masih MALANG, (WN) Memperingati ulang tahun kenteng Eng An Kiong ke 188, sebanyak 32 rupang atau pa- tung dewa dari berbagai Klen- teng di Jawa diarak keliling Kota Malang, Minggu (8/9). Selain itu, juga digelar ritual budaya dan kesenian khas etnis Thion- ghoa. Yakni barongsai dan li- ang liong untuk menghibur war- ga Malang. Dalam arak-ara- kan tersebut akan diikuti seki- tar 2000 peserta yang berasal dari berbagai kota dan propin- si. Menurut Bratayana ongko- wijaya, ketua panitia ulang tahun klenteng Eng Ang Kiong ini, peserta diikuti dari semua klenteng seluruh Jawa dan pe- serta lintas agama. Perayaan kali ini untuk memperlihatkan bagaimana kerukunan umat beragama yang ada di Kota Malang dan Indonesia pada umumnya. “Patung dewa akan diarak sejauh empat kilometer,” kata Bratayana Ongkowijaya. Kirab ritual akbar ini, katan- ya, biasanya dilakukan setiap lima tahun sekali. Sejumlah je- maat akan mengusung joli (tandu) berisi parasuci (shen ming). Juga diarak patung dewa (Kiem Siem) untuk ritual meruwat bumi. Upacara ini, katanya, dilakukan sebelum menyucian patung atau rupang dewa. Ritual menyucikan ru- pang atau patung dewa. Ritual ini merupakan tradisi etnis Tionghoa. Selain kesenian tradisi etnis Thionghoa, juga diiringi kese- nian khas Jawa seperti kuda lumping, tari blaganjur, saker- ahan dan sedekah bumi. Ke- lenteng Eng An Kiong sendiri dibangun pada tahun 1825. Ru- mah peribadatan untuk umat Tri Darma (Konghucu, Tao dan Budha Mahayana) ini merupa- kan peninggalan dari turunan ketujuh Jendral Dinasti Ming. Menurut sejarah, kurang lebih sekitar 400 tahun laman- ya setelah Laksamana Cheng Ho menapakkan kaki di tanah Jawa, Kelenteng EngAng Kiong didirikan. Hal itu berdasarkan inisiatif dari Kwee Sam Hway. Ia adalah keturunan ketujuh dari seorang Jendral di jaman Dinasti Ming yang berkuasa di Tiongkok. Saat itu, keturunan sang Jen- dral ditekan oleh Dinasti Jing sehingga terpaksa melarikan diri ke Indonesia. Menurut ke- pala Klenteng Eng Ang Kiong, Bonsu Hanom Pramana, Eng An Kiong berarti istana kesela- matan dalam keabadian Tuhan. YD Peringati Ulang Tahun 188 Kelenteng Eng Ang Kiong Kirap Patung Dewa Isu Bom Gegerkan Warga Balong Ponorogo PONOROGO, (WN) Warga desa Bajang , Balong, Ponorogo, geger akibat adanya isu tentang 2 buah bom di se- buah rumah di wilayah tersebut. Bahkan isu ini sempat menda- tangkan tim jihandak dari Brimob bersihkan puing –puing rumah- nya kemarin, Kamis (5/9), yang terbakar Selasa lalu. Saat itu tiba–tiba Marni, suami Wiwik Wahyuni mengirimkan SMS ke tetangga depan rumah , yang intinya melarang rumah yang terbakar itu dibersihkan. Pasaln- ya, menurut SMS pria asal desa Ngasinan Jetis itu, pihaknya sen- gaja sudah menanam bom di dua tempat di rumah Wiwik. Bah- kan Marni juga mengakui , bah- wa dialah yang sengaja mem- bakarnya. Tindakan konyol dan ngawur itu dilakukan karena ajakan ru- juk Marni ditolak Wiwiek Wahyu- ni, isterinya yang kini kerja di Surabaya . Akhirnya timbullah Madiun. Namun alih-alih bom, polisi akhirnya menetapkan ter- sangka pengedar isu sebagai tersangka. Kejadian itu berawal dari Wi- wik Wahyuni, warga Bajang Ba- long, yang berniat berniat mem- niatnya untuk membuat isyu yang menggegerkan warga dan mambuat repot pihak kepolisian. Bahkan tim penjinak bom dari brimob Madiun sempat didatang- kan ke TKP. Hasilnya ternyata nihil. Polisi menetapkan pria konyol itu sebagai tersangka karena di- anggap menyebarkan suasana teror di tengah masyarakat. “Tern- yata hanya isyu yang diciptakan oleh Marni. Maka dialah yang kami tetapkan sebagai tersang- ka”, kata Kapolres Ponorogo, AKBP Iwan Kurniawan. Sementa- ra dari warga yang sempat ra- mai-ramai mendatangi TKP ada yang nyeletuk,”Ini namanya rujuk ditolak bom bertindak”. DN PONOROGO (WN), Pelan tapi pasti kasus pe- nyimpangan pembangunan RSUD Dr.Hardjono Sudig- tomarto terus dikejar oleh pe- nyidik. Satu demi satu saksi diperiksa, termasuk tenaga ahli dari BPKP dan Unit Pen- gadaan Barang dan Jasa De- partemen PU, untuk menge- tahui jumlah kerugian nega- ra. Tidak hanya 2 tersangka yang dibidik, bahkan polisi berani menarget bahwa ter- sangka bisa lebih dari 2 or- ang, seperti yang disebut-se- but selama ini ( YS dan DEP ). Kapolres Ponorogo, AKBP. Iwan Kurniawan mengatakan, begitu pemeriksaan saksi ahli dari BPKP selesai, maka seg- era ditetapkan siapa tersang- ka dalam kasus RSUD Pono- rogo. Tenaga ahli dari BPKP dan dari Unit Pengadaan Barang dan jasa Departemen PU Pusat, saat ini terus dim- intai keterangan terkait kasus itu oleh penyidik Polres Pono- rogo. “ Ini masih proses (pe- nyidikan). Tenaga ahli hanya berikan tentang ketentuan dan aturan yang berlaku. Nah, penyidik yang menganalisa bahwa ini begi- ni. Dugaan penyimpangan unsur melawan hukum sudah ada tinggal (menghitung) kerugian negara. Kita evalu- asi lebih supaya terpenuhi unsur ( penyimpangan ). Jumlah kerugian ( negara ) belum tahu, tapi dalam waktu dekat , begitu BPKP selesai langsung kita tetapkan tersan- agka,” kata Kapolres, kemar- in (2/9). Menurut Kapolres, dari saksi-saksi yang diperiksa perlu pendalaman dan anal- isa, sehingga akan diketahui jumlah kerugian negara mau pun tersangka dari kasus tersebut. Polres menargetkan bulan ini kasus itu sudah se- lesai dan segera dilimpahkan ke penuntut umum. Bukan hanya 2 tersangka yang di- bidik bahkan lebih. Namun untuk sementara difokuskan kepada 2 tersangka dulu, lalu kemudian ditetapkan. “ Untuk kasus RSUD sudah ada pemeriksaan saksi dari pengadaan barang dan jasa dari Departemen PU, BPKP sudah . Sepertinya tinggal tentukan tersangkanya saja. Secepatnya saja, bulan depan (September ) peneta- pan. Siapa bilang 2 ( ter- sangka) ? Bisa lebih dari 2, bisa berkembanglah, tinggal pemeriksaan saksi dan barang bukti. Kita putuskan yang ini dulu tersangkanya, yang ditarget dulu,” imbuh Kapolres. Seperti diketahui kasus dugaan pembangunan RSUD Dr.Hardjono Sudigtomarto, tidak hanya dibidik dalam pe- nyimpangan pembangunan fisiknya saja, melainkan juga ada dugaan tindak pidana pencucian uang ( TPPU) yang langsung ditangani oleh KPK. Sebab untuk TPPU ini, melibatkan bos PT. DGI ( Duta Graha Indah) Nazaruddin, mantan bendahara DPP Demokrat, sebagai pelaksana mega proyek di RSUD terse- but. Yang sangat mencolok dari pembangunan gedung itu adalah rencana dibangun 6 lantai untuk ruangan IRNA dan GAKIN, ternyata baru dibangun 4 lantai dan pem- bangunannyapun sudah mandeg. Untuk tahap pertama yang dilakukan polisi adalah me- nelisik aliran dana Rp 40 M dari APBN itu. Sedangkan dana lainnya dari APBD II dan APBN seperti dilaporkan aliansi LSM sejumlah RP 118 M akan ditindaklanjuti beri- kutnya. DN KASUS RSUD: Siapa Bilang Hanya 2 Tersangka
  8. 8. 8 Edisi 18 / Th XIII / 16 - 30 September 2013 ADVETORIAL KAMI SIAP MEMBANTU ANDA I.I.I.I.I. Penyusunan dan Pelaporan PajakPenyusunan dan Pelaporan PajakPenyusunan dan Pelaporan PajakPenyusunan dan Pelaporan PajakPenyusunan dan Pelaporan Pajak • SPT PPh Pasal 29/25 Badan Usaha • SPT PPh Pasal 29 Karyawan Swasta • SPT PPh Pasal 29 Non Karyawan Swasta (Wiraswasta, Pekerja tidak tetap, Profesional, Direksi / Komisaris Perusahaan) • PPh Pasal 25, Pasal 21, Pasal 23 & Pasal 22 • PPh Pasal 4 Ayat (2) • PPN Masa II.II.II.II.II. Pembukuan / Laporan KeuanganPembukuan / Laporan KeuanganPembukuan / Laporan KeuanganPembukuan / Laporan KeuanganPembukuan / Laporan Keuangan • Laporan Keuangan Interen & Fiskal / Pajak III.III.III.III.III. Pengurusan Perijinan UsahaPengurusan Perijinan UsahaPengurusan Perijinan UsahaPengurusan Perijinan UsahaPengurusan Perijinan Usaha • NPWP Badan Usaha & NPWP Orang Pribadi • Domisili Usaha, SIUP, TDP, PKP, dll Hubungi:Hubungi:Hubungi:Hubungi:Hubungi: Tlp.02Tlp.02Tlp.02Tlp.02Tlp.021- 4452 851- 4452 851- 4452 851- 4452 851- 4452 851111122222 BupaBupaBupaBupaBupati Purwti Purwti Purwti Purwti Purwakarakarakarakarakartatatatata Hadiri Hari Bhakti PJT II KHadiri Hari Bhakti PJT II KHadiri Hari Bhakti PJT II KHadiri Hari Bhakti PJT II KHadiri Hari Bhakti PJT II Ke 46e 46e 46e 46e 46 Menurut Oyok, Ketua panitia dalam laporannya menuturkan bahwa keg- iatan hari bhakti PJT II ke 46 diseleng- garakan dalam rangka memperingati berdirinya PJT, dan tema yang diam- bil dalam kegiatan tersebut adalah “ Kita Tingkatkan Rasa Kebersamaan Dan Displin Untuk Mencapai Produk- tivitas Yang Optimal”. “Hari bhakti ke 46 ini diselenggar- akan dalam rangka memperingati hari jadi PJT II ke 46 yang diisi oleh berbagai kegiatan diantaranya per- lombaan antar pegawai PJT II, serta pemberian bantuan berupa bantuan air bersih kepada 4 desa disekitar Waduk Jatiluhur, bantuan renovasi rumah beribadah serta pemberian beasiswa kepada siswa yang kurang mampu dan berprestasi”. Tuturnya. Sedangkan menurut Direksi PJT II Herman Idrus, CES . dalam sambu- tan singkatnya menuturkan sejak diresmikan 46 tahun yang lalu, ada sebuah tulisan di pusat pembangkit yang menginspirasi dirinya yaitu air mengayun mewahyu bumi, hal itu di- artikan menurutnya bahwa PJT harus bisa mengelola sumber daya alam dengan baik untuk kepentingan masyarakat. “kita mengetahui bahwa sungai yang mengalir dan dimanfaatkan menjadi sebuah waduk penghasil air minum dan energy listrik adalah sun- gai citarum yang dimana 25 juta jiwa bisa memanfaatkannya dari Kara- wang, Jakarta hingga Indramayu dan dari situ PJTsebagai pengelola oper- si termasuk pemeliharaan dan pe- ngembang harus bisa memberikan manfaat seperti yang tertulis di pusat pembangkit karena selain mengelola kita juga mempunyai dua hal yang harus dperhatikan yaitu hak air dan hak pengelolaan dimana dua hal tersebut harus bisa jadi manfaat bagi kepentingan masyrakat”. Tuturnya Sedangkan menurut Bupati Pur- wakarta, dalam sambutannya menu- turkan bahwa peringatan hari bhakti PJT ke 46 merupakan peringatan yang harus dimaknai sebagai ke- bangkitan pembangunan, karena menurutnya dibangunnya waduk Ir. H. Djuanda merupakan pembangunan monumental yang bersejarah bagi masyarakat Purwakarta, Jawa Barat serta bangsa Indonesia. “ peringatan hari bhakti PJT ke 46 merupakan peringatan yang berse- jarah, terutama dalam pembangunan, karena berdirinya waduk Ir. H. Djuan- da merupakan hari bersejarah yang sangat monumental terutama untuk masyarakat Purwakarta, Jawa Barat dan bangsa Indonesia karena telah berdiri sebuah danau yang sangat bermanfaat bagi kehidupan”. tuturnya. Selain itu Bupati pun mengingatkan bahwa ada dua nilai strategis yang harus dimaknai yaitu nilai alam dan nilai sosial. “ ada dua nilai strategi yang harus dimaknai ketika berdirinya danau ja- tiluhur yaitu yang pertama adalah nilai alam, pada dasarnya masyarakat sunda sangat memperhatikan alam karena dari alam yang terjaga seperti hutan dan gunungnya, karena dari dua unsure tersebut bisa menjaga un- sure kehidupan dan terbangunnya ekosistem yang baik, karena apabila tidak dijaga akan terjadi banyak konf- lik misalnya apabila air tidak tersedia maka akan terjadi perebutan sumber air dan itu harus kita jauhkan yaitu dengan menjauhkan dari unsure ko- mersialisasi dan perbaikan pada pen- gelolaan distribusi dengan baik, dita- mbah dengan kearifan, serta komit- men dan tanggung jawab bersama dalam menjaga danau jatiluhur”. ujarnya. Selain mengingatkan Bupati juga meminta kepada PJT II untuk terus berkomitmen, terutama terhadap ke- beradaan jarring terapung (Japung) karena menurutnya, semakin ba- nyaknya Japung yang tidak terkontrol mengakibatkan kualitas air akan se- makin rendah. “ satu hal lagi yang saya minta ke- pada PJT II adalah dalam menertib- kan Jaring Terapung karena menurut ahli peruntukan japung di danau jatil- uhut hanya sekitar empat ribu, seh- ingga apabila melebihi yang telah ditentukan harap ditertibkan dan Pemkab Purwakarta pun akan senang hati membantu PJT, karena ini semua demi meningkatkan kualitas air, kare- na citarum dan danau jatiluhur meru- pakan kekayaan yang dimiliki oleh masyarakat Purwakarta, Jawa Barat dan Indonesia yang harus kita jaga”. ungkapnya.Selain pemberian bantu- an, PJT II pun memberikan penghar- gaan Satya Karya kepada pegawai yang berprestasi. Humas PURWAKARTA, (WN) Bupati Purwakarta, H.Dedi Mulyadi, SH., menghadiri peringatan Hari Bhakti Perum Jasa Tirta (PJT) II di lapangan parkir water world Jatiluhur, Senin (26/6). Kegiatan tersebut diselenggarakan dalam rangka memperingati hari jadi PJT II ke 46. Selain dihadiri oleh Bupati, hadir pula Muspida Purwakarta, Direksi PJT II serta seluruh serta jajaran pegawai PJT II Jatiluhur. BANYUASIN, (WN) Pasangan Yan Anton Ferdian, SH - Ir. Suman Asra Supriono, MM terpilih sebagai Bupati dan Wakil Bupati Banyuasin Periode 2013-2018. Senin kemarin, resmi dilantik sebagai Bupati dan Wabup Banyuasin. Acara yang di helat di gedung DPRD ini turut dihadiri juga Gebernur Sumatra Selatan H. Alex Noerdin, Kepala Kepolisan Daerah (Kapolda) Sumatera Selatan, Inspektur Jenderal (Pol) Saud Usman Nasution, Bupati Musi Banyuasin H. Pahri Azhari, ST, Bupati Ogan Komering Ilir (OKI) H. Ishak Mekki, MM, Bupati Muara Enim, Ir. Muzakir Sai Sohar, Wakil Wakikota Prabumulih, Ardiansyah Fikri SH. Gubernur Sumatera Selatan (SUMSEL) H. Alex Noerdin di ruang rapat paripurna DPRD Banyuasin, disaksikan langsung oleh Ketua DPRD Banyuasin H. Agus Salam beserta jajaran DPRD Banyuasin, Sekda Banyuasin Ir. Firmansyah, M.Sc, Kepala SKPD, FKPD, camat, lurah, kades, tokoh masyarakat, tokoh agama serta ratusan masyarakat di Kabupaten Banyuasin, melakukan pelantikan kepada pasangan bupati dan wakil bupati terpilih periode 2013- 2018. Gubernur Sumatera Selatan, H. Alex Noerdin dalam kesempatan itu menyampai- kan sambutannya serta menyampaikan ucapan selamat kepada Yan Anton Ferdian, SH dan Ir. Suman Asra Supriono, MM sebagai Bupati dan Wakil Bupati Banyuasin periode 2013 – 2018. H. Alex Noerdin mengatakan, perjuangan untuk mencapai karir ini adalah usaha yang diperoleh dengan susah payah dan membutuhkan kerja keras. H. Alex Noerdin berpesan kepada pasangan Bupati dan Wakil Bupati Banyuasin terpulih agar kiranya dapat melaksanakan dan mengerjakan tugas sebagai Bupati dan Wabup Banyuasin dengan penuh amanah demi mewujudkan kesejahteraan masyarakat Banyuasin. “Banyak-banyak berkonsultasi dengan tokoh- tokoh masyarakat serta rangkul semua masyarakat dan golongan. Ingatlah selalu melihat ke depan dengan visi dan misi yang baru,” ujar beliau. Reza Pelantikan Bupati Dan Wakil Bupati Banyuasin Kami Menjamin Kenyamanan dan Kerahasiaan Usaha Anda

×