LeadershipGOLDENWAYSMARIO TEGUHMario TeguhPublishing House
Kata PengantarLEADERSHIP GOLDEN WAYSSemoga halaman- halaman buku Leadership Golden Ways ini menemuianda dalam keprimaan ke...
Meskipun kontra logis, kita lebih sering menemui kesulitan dalammemimpin keprimaan diri pribadi kita, daripada dalam mengh...
Puji syukur yang terindah bagi tuhan yang terkasih, yang mahamemungkinkan, yang maha memelihara, dan yang maha memuliakan,...
DAFTAR ISI1. Leadership Golden WaysKEPEMEMPINAN DENGAN JALAN-JALAN KEEMASAN2. Leadership ResilienceKETAHANAN KEPEMIMPINAN3...
10.Mastering Conflict ResolutionMENJADI AHLI DALAM MENYELESAIKAN KONFLIK11. Steering Off A CrisisMENGHINDARI MASUK KEDALAM...
22.Thinking In Before Thinking OutBERPIKIR KE DALAM SEBELUM BERPIKIR KE LUAR23.Leading A New SelfMEMIMPIN DIRI YANG BARU24...
1LEADERSHIPGOLDEN WAYSKEPEMIMPINANDENGAN JALAN-JALAN KEEMASANSeorang pemimpin mencapai kualitas keemasannya dengan menjadi...
Tidak ada jalan Kepemimpinan yangBukan jalan PelayananSehingga kualitas dan keefektifan kepemimpinannya hanya sebandingden...
Dengannya, dia naik melalui tangga-tangga pelayanan, dan jika dia dilayanioleh banyak orang – itu karena ia diharapkan unt...
Situasi adalah komponen pembentukSejarah.Seorang pemimpin dengan jalan keemasan mengetahui bahwa denganmempelajari perilak...
Jika bawahannya salah, sebetulnya sang pemimpin telah salah bawahanuntuk memutuskan atas namanya.Dia nmenyadari sekali bah...
Dia terlibat secara pribadiDia menyadari bahwa ia tidak mungkin berada – secara pribadi – dalamsemua kegiatan kerja bawann...
Karenanya, tujuan dari semua penyelesaian tugas kita hari ini adalah untukkebaikan yang bisa kita capai pada masa mendatan...
Tugasnya sebagai pemimpin jalanKeemasan adalah membangunKesungguhan pada setiap pribadi yangDipimpinnya untuk mencapai has...
Kesetiaan kepada yang benarAdalah jalan keemasan.
2LEADERSHIP RESILIENCEKETAHANAN KEPEMIMPINANKeberhasilan tanpa perencanaan lebihCocok disebut kebetulan.Dan sebuah kebetul...
1. Topping Up from Current SuccessMenambahkan diatas keberhasilan yang sudah dicapaiBanyak perusahaan yang dulunya sangat ...
Pemimpin jalan keemasan mengambil pelajaran dari mereka yang berhasildangan cara-cara yang benar, dan belajar dari kejatuh...
Anda,sebagai pemimpin jalan keemasan mengerti betul –bahwa,Kegagalan yang menjadikan anda lebihsiap mencegah terjadinya ke...
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Leadership golden ways

1,158

Published on

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total Views
1,158
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
137
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Leadership golden ways

  1. 1. LeadershipGOLDENWAYSMARIO TEGUHMario TeguhPublishing House
  2. 2. Kata PengantarLEADERSHIP GOLDEN WAYSSemoga halaman- halaman buku Leadership Golden Ways ini menemuianda dalam keprimaan kesehatan dan semangat untuk memastikan semuaketerlibatan pikiran, rasa, dan tindakan anda dalam kehidupan ini adalah untukmenejahterakan, membahagiakan, dan mencenerlangkan diri, keluarga, dan orang-orang yang dititipkan kedalamm kepemimpinan anda.Semua kepemimpinan adalah kepemimpinan pribadi, sehingga tidak adapribadi yang bisa mengharapkan dirinya menghasilkan kinerja organisasi yangbaik- tanpa menjadilkan diri pribadinya sebagai penyebab utama tergelorakannyasemangat dan tertatanya semua proses kerja.Kualitas pribadi kita hanya bisa berdampak jika mereka yang kita pimpinmelihat kita dengan penyerahan yang tulus, dengan harapan agar kita menyertakanmereka di dalam rencana-rencana keberhasilan kita. Mereka tidak memerlukanmuslihat dari para pemimpin untuk membuat mereka setia dan bekerja keras.Mereka hanya memerlukan kita mengatakan yang kita lakukan, dan melakukanyang kita katakan dalam cerita keberhasilan organisasi yang kita pimpin.Proses pemindahan kehidupan kearah dan tingkat yang lebih baik itubukanlah sebuah proses yang sederhana, karena kitalah- penmimpin dan yangdipimpin, adalah justru pelaku utama yang kepentingan-kepentingan pribadinyasering membatalkan keefektifan kebersamaan kita di Organisasi dan masyarakat.
  3. 3. Meskipun kontra logis, kita lebih sering menemui kesulitan dalammemimpin keprimaan diri pribadi kita, daripada dalam mengharuskan hal yangsama kepada orang lain.Mengatakannya danmenuntutnya kepada orang lain, telah sering terbuktilebih mudah, daripada melakukannya kepada diri sendiri yang lebih ahli untukmengakhirkan yang seharusnya kita pertamakan.Dalam skala Organisasional, kita dan mereka yang kita piimpin seringberlaku sebagia pihak yang lebih efektif dalam mengekang pertumbuhan organisasikita, dibandingkan dengan perilaku para pesaing kita.Mohon anda perhatkan, bahwa sebagiaan besar dari masalah kita bukanlahkarena kita tidak lebih piawai dibandingkan pesaing kita, tetapi karena kita telahmengijinkan mereka melakukan hal-hal sederhan yang disambut baik olehpelanggan dan publik, tetapi yang lambat kita hasilkan.Dalam inti sarinya, organisasi yang terlanjur besar belum tentumenghasilkan pribadi- pribadi pemimpin yang besar, tetapi tidak ada organisasiyang bisa tumbuh menjadi besar tanpa ada pribadi-pribadi yang besar seperti anda.Untuk itulah, buku Leadership Golden Ways ini disusun, agar ia menjadipendamping bagi keefektifan proses pencapaian kesejahteraan, kebahagiaan, dankecemerlangan kehidupan pribadi kita dan kehidupan mereka yang kita pimpin danyang kita layani.
  4. 4. Puji syukur yang terindah bagi tuhan yang terkasih, yang mahamemungkinkan, yang maha memelihara, dan yang maha memuliakan, atas ijinuntuk hidup dalam rentang waktu yang pengamatan dan perenungannya menjadisebuah pekerjaan melayani sesame yang sengat memuliakan danmembahagiakan.Buku yang sederhana ini tidak mungkin bisa hadir menemui para sahabatyang super, tanpa peran baik dari pribadi yang mulia hatinya, yang dengan tulusmenjadi pemeran-pemeran penting dalam kehidupan pribadi dan professional saya.Setelah semua jiwa yang menjadi guru kehidupan ini, yang petama adalahsinar keehidupan saya, Linna Mario Teguh dan dua buah hati kami – AudreyTeguh dan Marco Teguh, rekan-rekan Management Team dari MTSC ( MarioTeguh Super Club ), rekan-rekan saya di media partner yang sangat professional –Metro TV dan O Channel, san semua super members MTSC dan super FansFacebook Mario Teguh, dan masih banyak lagi jiwa-jiwa mulia yang perannyabesar dalam memungkinkan yang tadinya tidak mungkin.Untuk itu semua , saya sangat berhutang dan menghaturkan rasa erimakasihyang terdalam.Marilah kita bersama berdoa agar Tuhan yang ha memuliakan berkananuntuk menerima kita dan tetap menugaskan kita sebagai pekerja-pekerja dalammenyejahterakan, pembahagiaan, dan pencmerlangan kehidupan sebanyakmungkin saudara kita.Terima Kasih dan salam super,Mario Teguh
  5. 5. DAFTAR ISI1. Leadership Golden WaysKEPEMEMPINAN DENGAN JALAN-JALAN KEEMASAN2. Leadership ResilienceKETAHANAN KEPEMIMPINAN3. The Dream MakerPEMBUAT MIMPI4. Walk The TalkMELAKUKAN YANG ANDA KATAKAN5. Trusted LeaderPEMIMPIN YANG DIPECAYA6. Riding The WavesMENARI-APUNG DI ATAS OMBAK7. Leadership Driving Actions: See, Switch, Turn, Gas, or BreakTindakan-tindakan Kepemimpinan: LIHAT, SESUAIKAN, BELOK, GAS, atau REM8. Leading What Is Possible To Achieve What Is ImpossibleMemeimpin dengan yang Mungkin untuk Mencapai yang Tadinya Tidak Mungkin9. 10 Key Question for Leaders of Creativity10 PETANYAAN KUNCI BAGI PARA PEMIMPIN KREATIFITAS
  6. 6. 10.Mastering Conflict ResolutionMENJADI AHLI DALAM MENYELESAIKAN KONFLIK11. Steering Off A CrisisMENGHINDARI MASUK KEDALAM KRISIS12.Service Is A Career CurrencyPELAYANAN ADALAH MATA UANG KARIR13.Do The Best You Can NowLAKUKAN YANG TERBAIK, SEKARANG14.Going Back To SuperbasicsKEMBALI KE DASAR-DASAR YANG SUPER15.Leadership ImaginationIMAJINASI KEPEMIMPINAN16.SFC: Simplicity, Fit, and ConnectivityKESEDERHANAAN, KESESUAIAN, DAN KETERHUBUNGAN17.Trust Is A Risk GameKEPERCAYAAN ADALAH PERMAINAN RESIKO18.Leadership InactionKEPEMIMPINAN TANPA TINDAKAN19.Survival ManagementMANAJEMEN PENYELAMATAN20.One Song SingerPENYANYI SATU LAGU21.Parocialism : Penyakit Keterbatasan PandanganPENYAKIT KETERBATASAN PANDANGAN
  7. 7. 22.Thinking In Before Thinking OutBERPIKIR KE DALAM SEBELUM BERPIKIR KE LUAR23.Leading A New SelfMEMIMPIN DIRI YANG BARU24.Becoming An OfficerMENJADI SEORANG PERWIRA
  8. 8. 1LEADERSHIPGOLDEN WAYSKEPEMIMPINANDENGAN JALAN-JALAN KEEMASANSeorang pemimpin mencapai kualitas keemasannya dengan menjadikandirinya pelayan bagi kebaikan hidup mereka yang dipimpinnya.Dia tidak mencadangkan kedudukan sebagai pembaik kehidupannya sendiri.Dia melihat kedudukan sebagai platform kewenangan yangmemampukannya untuk meneladankan kebaikan dan pembaikan kehidupan kepadasebanyak mungkin orang.Menganjurkan kesetiaan kepada sikap, pemikiran, dan perilaku yang benar,dan dengan kewenangannya, dia diijinkan untuk mengharuskan kesetiaan kepadayang benar, dan diikhlaskan sebagai pihak yang menghukum yang tidak taat.Dia menjadikan diri ahliDalam jalan-jalan pelayanan.
  9. 9. Tidak ada jalan Kepemimpinan yangBukan jalan PelayananSehingga kualitas dan keefektifan kepemimpinannya hanya sebandingdengan keramahannya kepada tugas-tugas pelayanan.Dia tidak menjadikan kedudukannya sebagai pengharus bagi orang lainuntuk melayaninya. Dia mengharuskan dirinya untuk selalu mengingat bahwakedudukan adalah tanggung-jawab. Semakin tinggi kedudukannya, semakin besartanggung-jawabnya.Seseorang yang beraspirasiUntuk menjadikan dirinya seorang pemimpinSelalu memulai karirnya dengan menjadiBawahan yang terbaik bagi atasan-atasannyaMungkin dia bukan bawahan yang paling mudah untuk dipimpin. Akantetapi, dia menjadi pelayan yang terbaik bagi tujuan atasannya dalammendatangkan perubahan yang berarti.Keberhasilan pada setiap jenjang karirnya dicapai dengan menyampaikanpelayanan yang prima kepada semua yang bersentuhan dengannya dari posisidimana dia berada.
  10. 10. Dengannya, dia naik melalui tangga-tangga pelayanan, dan jika dia dilayanioleh banyak orang – itu karena ia diharapkan untuk melayani public yang lebihbesar lagi.Dia membangun keberhasilannyaMelalui kberhasilan orang lain.Rencana besar bagi keberhasilan seseorang pemimpin jalan keemasanterbuat dari rencana-rencananya bagi keberhasilan setiap individu yang beradadalam kepemimpinannya.Banyak pribadi pada posisi kepemimpinan yang lupa bahwa merekadianggap berhasil hanya apabila mereka menyebabkan peningkatan kualitas padakehidupan anggota organisasi mereka, dan apabila mereka menyampaikankeuntungan bagi semua pemegang kepentingan mereka.Anda – sebagai pemimpin dengan jalan keemasan – berupaya mencapaiposisi kepemimpinan yang tertinggi bukan untuk menikmati kemudahan padaposisi itu, melainkan untuk menggapai kewenangan yang Anda butuhkan untukmengharuskan ketaatan kepada nilai-nilai pelayanan atas semua anggota organisasianda.Dia menjadiikan dirinya seorangMahasiswa yang cemerlang padaAkademi kapemimpinan yang bernamaSITUASI.
  11. 11. Situasi adalah komponen pembentukSejarah.Seorang pemimpin dengan jalan keemasan mengetahui bahwa denganmempelajari perilaku dari situasi, baik yang lalu maupun yang sedang dialaminya,dia akan mampu menghindari penalti dari terulangnya kesalahan, baik darikesalahannya sendiri maupun dari kesalahan orang lain.Dengannya, dia bisa mencurahkan semua perhatian dan tenaganya bagipelaksanaan terbaik dari praktik-praktik kepemimpinan yang telah terbktimembesarkan kehidupan, baik pibadi, oganisasi, masyarakat, atau bangsa.Baginya,Semua keputusan yang ada dalamOrganisasinya adalah keputusanPribadinya.Dari semua yang bisa didelegasikannya, dia tidak akan pernahmendelegasikan keputusan yang harus diambilnya dari posisi kepemimpinannya.Dia mungkin bisa mendelegasikan sebagian besar dari tugas-tugasnya. Diajuga mungkin bisa memberdayakan bawahannya nutuk membut keputusan padajajaran mereka, akan tetapi, dia mengetahui bahwa ia tidak dapat membebaskandirinya dari penilaian negatif atas keputusan buruk para bawahannya. Karena,keputusan buruk itu dibuat oleh mereka yang diputuskannya sebagai pengembandari sebagian kewenangannya.
  12. 12. Jika bawahannya salah, sebetulnya sang pemimpin telah salah bawahanuntuk memutuskan atas namanya.Dia nmenyadari sekali bahwa sebuah posisi kepemimpinan adalah posisibagi keputusan akhir, yang harus dibuatnya secara pribadi.Dia setia kepada yang benarDalam peliknya pertentangan sebagai prioritas dan kepentingan di organisasidan di public yang dilayaninya, seorang pemimpin dengan jalan keemasan selaluingat untuk kembali kepada yang benar.Dia menyadari bahwa semua yang sulit tu datang karena pengabaian darihal-hal yang baku. Dan yang sulit itu juga berperan sebagai pemaksa agar orangkembali kepada perilaku yang benar, bagi tecapainya perbaikan dankebaikanberikutnya.Itulah sebabnya dia berpay keras menjaga tindakannya sendiri untuk setiakepada yang dituntutnya dari orang lain, karena hal itu adalah penentu tingkathormat dari bawahannya.Dia mengharuskan drinya untuk melakukan yang dikatakannya, danmengatakan yang dilakukannya. Dia sangat berani dalam mendirikan yang benardan tidak sanggup membayangkan dirinya melakukan yang dilarangnya atasmereka yang dipimpinnya.
  13. 13. Dia terlibat secara pribadiDia menyadari bahwa ia tidak mungkin berada – secara pribadi – dalamsemua kegiatan kerja bawannya pada setip saat. Akan tetapi, dia selalumengupayakan kehadirannya dalam semangat atau secara sistemik.Seorang pemimpin yang merasa prihatin atas kelemahan kinerjaorganisasinya, harus juga tampil prihatin; yaitu membuat keputusan yang menujukepada perbaikan, menerapkan prinsip perbaikan yang sema kepada dirinyasendiri, menghadiahi mereka yang mendatangkan perbaikan, menjerakan merekayang tidak taat, dan melmbagakan sistem pemastian perilaku yang menghasilkan.Dia memastikan mereka yang dipimpinnya mengerti bahwa dia hadir sangatdekat dengan kesngguhan kerja para bawahannya.Mungkin dia tidak hadir secara fisik, tetapi tulisan dan suaranya hadirsedekat saat dia menepuk pundak mereka, sebagai pujian atas perilaku kesehatiandengan sang pemimpin.Dia berjalan menuju kecemerlanganMasa depan semua pemegangKepentingannya.Semua pekerjaan adalah pekerjaan menuju masa depan. Semakin baikpelaksanaannya dan penyelesaian sebuah pekerjaan, semakin baik masa depanyang akan disebabkannya.
  14. 14. Karenanya, tujuan dari semua penyelesaian tugas kita hari ini adalah untukkebaikan yang bisa kita capai pada masa mendatang.Jiak kita bersemboyan bahwa hari ini harus lebih baik dari kemarin, makayang kita lakukan hari ini haruslah lebih dahulu lebih baik daripada yang kitalakukan kemarin.Maka janganlah mengatakan hari ini harus lebih baik dari kemarin, drnganmengerjakan hal-hal yang hanya sama dengan yang selama ini kita lakukan dengancara-cara yang tidak diperbaharui.Dengannya, seorang pemimpin dengan jalan-jalan keemasan tidak akanpernah kehilangan bayangan masa depan yang ingin dicapainya dar setiap hal yangdilakukannya hari ini.Melihat yang besar nanti,Melalui yang kesil hari ini.Bagaimanapun kecilnya sebuah pekerjaan, baginya terjanjikan sebuahkecemerlangan masa depan, apabila dia setia kepada penyelesaian dari yang harusdiselesaikan hari ini.
  15. 15. Tugasnya sebagai pemimpin jalanKeemasan adalah membangunKesungguhan pada setiap pribadi yangDipimpinnya untuk mencapai hasil tebaikDai setiap tugas mereka.Keberhasilan organisasinya dicapai melalui tangga naik yang dibangun olehketertataan dari semua penyelesaian tugas anggota organisasi.Kejelasan pandanganMengenai masa depan.Yanh dimengertinya sebagai yang baik bagi masa depannya, adalah yangbaik bagi semua pihak yang bergantung kepada kejelasan pandangannya mengenaimasa depan.Seorang pemimpin dengan jalan-jalan keemasan telah lebih dahulu meliahatapa yang ingin dicapainya di masa depan. Lalu dia menghubungkan keadaanorganisasinya hari ini – dengan masa depan itu, melalui tahap-tahap penyelesaiantugas yang divisikannya, dengan tetap setia kepada yang benar.Kepentingan utama dari semua pemegang kepentingan dalam tugas-tugaspelayanan kepemimpinannya, adalah kehidupan yang lebih baik. Dan diamengetahui dengan pasti bahwa dia yang bekerja dengan tujuan kebaikan akandiuji kesetiaannya kepada yang benar.
  16. 16. Kesetiaan kepada yang benarAdalah jalan keemasan.
  17. 17. 2LEADERSHIP RESILIENCEKETAHANAN KEPEMIMPINANKeberhasilan tanpa perencanaan lebihCocok disebut kebetulan.Dan sebuah kebetulan sulit untukDiulangi, apalagi untuk jangka waktuYang lebih panjang.Perencanaan memang tidak menjamin keberhasilan dalam mengelolakompleksitas kehidupan usaha. Akan tetapi, bagi sebuah keberhasilan – untukdapat disebut keberhasilan, diharuskan adanya perencanaan.Mohon anda ingat bahwa orang yang bekerja tanpa rencana untuk berasil,akan berlaku seperti orang yang berencana untuk gagal.Karena kompleksitas kehidupan usaha bisa membuat kikta terlupakan darikeharusan-keharusan baku dalam berbisnis, seyogianya kita menemukan cara-carauntuk mengelola kompleksitas usaha dengan lebih sederhana.Berikut adalah beberapa contoh dari anjuran itu.
  18. 18. 1. Topping Up from Current SuccessMenambahkan diatas keberhasilan yang sudah dicapaiBanyak perusahaan yang dulunya sangat laku dan sangat untung, tetapisekarang menjadi perusahaan yang besar fisiknya, besar jumlah karyawannya, danbesar juga jumlah masalah dan ancaman atas keberadaannya. Mereka biasanyatermasuk yang terlena oleh kebesaran mereka pada masa lalu.Mereka benar-benar hanya menikmati kekayaan, Dan tidak mengupayakanperilaku usaha yang baik diatas keberhasilan yang telah mereka capai. Alih-alih,mereka memerah keberhasilan yang ada, dan membiarkannya menua dan melemahdalam fatamorgana kemapanan.Tetapi tidak sedikit raja-raja masa lalu seperti itu yang tetap berbicaradengan sombong dari keadaan yang kecil dan lemah, seolah-olah kejayaan dimasalalu itu akan kembali lagi hanya karena mereka berbicara seperti masih kaya dancemerlang.Sebaliknya,Para pemimpin usaha dengan jalan keemasan memperlakukan semuakeberhasilan perusahaannya sebagai bukti bahwa hasil yang lebih baik masihmungkin dicapai.
  19. 19. Pemimpin jalan keemasan mengambil pelajaran dari mereka yang berhasildangan cara-cara yang benar, dan belajar dari kejatuhan orang-orang yang dulunyabesar – tetapi yang tidak setia kepada yang benar.Kemudian, dia menggunakan pelajaran dari cara-cara yang memberhasilkandan cara menjatuhkan itu, untuk membangun cara-cara baru yang lebih efektif,yang lebih berdampak.2. Pre-Empting from FailureMelakukan pencegahan melalui pelajaran dari kegagalan.Tidak seperti orang kebanyakan, pemimpin yang waspada tidak menjadipribadi yang berkurang ketenangannya apabila usahanya menemui kesulitan ataukegagalan .Dia mengotopsi kegagalan itu sampai kerincian yang kecil ,untuk kemudianmenggunakannya sebagai pelajaran dalam meningkatkan ketepatan kerjaselanjutnya dan mencejah terulangnya hasil yang akan menjadikannya disebutgagal.Jika dia harus merasa gelisah,dia tidak gelisah karena pembayangan daripenderitaan yang akan datang karena masalah yang sedang dihadapinya.dia gelisahuntuk segera melakukan perbaikan pada cara-cara kerjanya,dan tak sabar untukmemperbaiiki hubumgan dengan semua pihak yang berpengaruh bagi keefektifanstrategi dan taktiknya.
  20. 20. Anda,sebagai pemimpin jalan keemasan mengerti betul –bahwa,Kegagalan yang menjadikan anda lebihsiap mencegah terjadinya kegagalan,dan memaksimalkan kemungkinankeberhasilan,adalah bukan kegagalanjika kita memiliki sudut pandang yang sehat dalam memerah manfaat darikegagalan.3. Learning from Frontline Experience

×