Oleh:
Sri Wahyuni
Pascasarjana Unand
Latar Belakang adanya PEL
 Keragaman kondisi dan kemajuan daerah, bentang Indonesia

yang luas, serta pelaksanaan pembang...
Konsep pusat-pusat pertumbuhan (growth poles)

yang menutup peluang pengembangan potensi
ekonomi lokal, sehingga usaha-us...
Pengertian PEL
 PEL merupakan bagian dari pembangunan daerah,fokus

pada pembangunan daerah yang memperhatikan
kekhasan,k...


Menurut Blakely and Bradshaw = PEL adalah proses dimana
pemerintah lokal dan organsisasi masyarakat terlibat untuk
mend...
 Menurut Himawan Hariyoga = PEL adalah usaha

mengoptimalkan sumber daya lokal yang melibatkan
pemerintah, dunia usaha, m...
 PEL pada hakekatnya merupakan proses kemitraan

antara pemerintah daerah dengan para stakeholders
termasuk sektor swasta...
Definisi PEL fokuskan pada:
Peningkatan kandungan lokal
Pelibatan stakeholders secara substansial dalam suatu
kemitraan st...
Dimensi atau batasan PEL
(1) Pengertian lokal yang terdapat dalam definisi PEL tidak

merujuk pada batasan wilayah adminis...
Tujuan dan Sasaran PEL
1. Terlaksananya upaya percepatan pengembangan ekonomi lokal melalui

pelibatan pemerintah, dunia u...
HEKSAGONAL PEL
Proses
Manajemen

Tata
Kepemerintahan

Kelompok
Sasaran

Pengembangan
Ekonomi Wilayah
Berkelanjutan

Pemban...
Kelompok Sasaran:
Investor luar = Peraturan ttg kemudahan investasi, informasi
prospek bisnis, kapasitas berusaha dan huk...
Keterkaitan dan Fokus Kebijakan
Perluasan Ekonomi = Kebijakan: investasi, promosi, persaingan
usaha, peran Perusahaan Dae...
Tata Kepemerintahan
Kemitraan
Pemerintah
&
dunia
usaha=
Kemitraan:
infrastruktur,promosi & perdagangan, pembiayaan
Refor...
Pembangunan Ekonomi Lokal Partisipatif
(PELP)
PELP intinya berfokus pada lima kata kunci: Ekspor
-Pemasaran – klaster - Ke...
c. Klaster, yaitu kelompok dari kegiatan ekonomi sejenis, dari
hulu hingga hilir. Tujuannya adalah agar mata-rantai produk...
Adapun langkah-langkah atau tahapan dari PELP
sebagai berikut:
(1) Membentuk Iklim yangKondusif;
(2) Menentukan Klaster ya...
PEL adalah pembangunan daerah
yang mandiri
1. Tujuan pembangunan nasional adalah peningkatan
kesejahteraan melalui pembang...
Contoh Kasus PEL

Di Bromo= ada forum LED yang mendorong

pengembangan agribisnis dengan:
a. Menyelenggarakan event agro ...
SEKIAN
&
TERIMA KASIH
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Pembangunan Ekonomi Lokal

3,347

Published on

0 Comments
1 Like
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total Views
3,347
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
166
Comments
0
Likes
1
Embeds 0
No embeds

No notes for slide
  • {}
  • Pembangunan Ekonomi Lokal

    1. 1. Oleh: Sri Wahyuni Pascasarjana Unand
    2. 2. Latar Belakang adanya PEL  Keragaman kondisi dan kemajuan daerah, bentang Indonesia yang luas, serta pelaksanaan pembangunan yg top down dan seragam/ sama= akibatnya tidak efektif.  Keterbatasan pemerintah pusat dalam kendali sumberdaya  Akibat desentralisasi dan otonomi daerah tahun 2001, wewenang antara pemerintah pusat dan daerah terbagi dalam: Pemerintah pusat = pertahanan, keamanan,politik luar negeri, moneter dan fiskal nasional, agama,yustisi Pemerintah daerah= pertanian perkebunan, perikanan,pertambangan.industri, pariwisata dan lainnya.
    3. 3. Konsep pusat-pusat pertumbuhan (growth poles) yang menutup peluang pengembangan potensi ekonomi lokal, sehingga usaha-usaha kecil di daerah pinggiran tidak diperhatikan Oleh karena itu diperlukan pembangunan yang tidak seragam dan memperhatikan kekhasan lokal, perlu PEL = strategi dalam rangka desentralisasi ekonomi.
    4. 4. Pengertian PEL  PEL merupakan bagian dari pembangunan daerah,fokus pada pembangunan daerah yang memperhatikan kekhasan,keberagaman, keunggulan dan potensi daerah  Menurut World Bank = PEL sebagai proses yang dilakukan secara bersama oleh pemerintah, usahawan, dan organisasi non pemerintah untuk menciptakan kondisi yang lebih baik untuk pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja di tingkat lokal.
    5. 5.  Menurut Blakely and Bradshaw = PEL adalah proses dimana pemerintah lokal dan organsisasi masyarakat terlibat untuk mendorong, merangsang, memelihara, aktivitas usaha untuk menciptakan lapangan pekerjaan  Menurut. A. H. J. Helming = PEL adalah suatu proses dimana kemitraan yang mapan antara pemerintah daerah, kelompok berbasis masyarakat, dan dunia usaha mengelola sumber daya yang ada untuk menciptakan lapangan pekerjaan dan merangsang (pertumbuhan) ekonomi pada suatu wilayah tertentu. Menekankan pada kontrol lokal, dan penggunaan potensi sumber daya manusia, kelembagaan dan sumber daya fisik.  International Labour Organization (ILO) = PEL adalah proses partisipatif yang mendorong kemitraan antara dunia usaha dan pemerintah dan masyarakat pada wilayah tertentu, yang memungkinkan kerjasama dalam perancangan dan pelaksanaan strategi pembangunan secara umum, dengan menggunakan sumber daya local dan keuntungan kompetitif dalam konteks global, dengan tujuan akhir menciptakan lapangan pekerjaan yang layak dan merangsang kegiatan ekonomi.
    6. 6.  Menurut Himawan Hariyoga = PEL adalah usaha mengoptimalkan sumber daya lokal yang melibatkan pemerintah, dunia usaha, masyarakat lokal dan organisasi masyarakat madani untuk mengembangkan ekonomi pada suatu wilayah.  “LED is the process by which actors within cities/districts (public, business and civil society partners) work collectively to enhance the quality of life by creating better conditions for economic growth, employment generation and assist local government to provide better services to its residents.” (LGSP-USAID) ("LED adalah proses dimana aktor/pelaku di kota / kabupaten (publik, mitra bisnis dan masyarakat sipil) bekerja secara kolektif/bersama untuk meningkatkan kualitas hidup dengan menciptakan kondisi yang lebih baik bagi pertumbuhan ekonomi, penciptaan lapangan kerja dan membantu pemerintah daerah untuk menyediakan layanan yang lebih baik bagi para penghuninya “)
    7. 7.  PEL pada hakekatnya merupakan proses kemitraan antara pemerintah daerah dengan para stakeholders termasuk sektor swasta dalam mengelola sumber daya alam dan sumber daya manusia maupun kelembagaan secara lebih baik melalui pola kemitraan dengan tujuan untuk mendorong pertumbuhan kegiatan ekonomi daerah dan menciptakan pekerjaan baru.  Ciri utama pengembangan ekonomi lokal adalah pada titik beratnya pada kebijakan “endogenous development" mendayagunakan potensi sumber daya manusia, institutional dan fisik setempat. Orientasi ini mengarahkan kepada fokus dalam proses pembangunan untuk menciptakan lapangan kerja baru dan merangsang pertumbuhan kegiatan ekonomi. (Blakely, 1989).
    8. 8. Definisi PEL fokuskan pada: Peningkatan kandungan lokal Pelibatan stakeholders secara substansial dalam suatu kemitraan strategis 3. Peningkatan ketahanan dan kemandirian ekonomi 4. Pembangunan berkeberlanjutan 5. Pemanfaatan hasil pembangunan oleh sebagian besar masyarakat lokal 6. Pengembangan usaha kecil dan menengah 7. Pertumbuhan ekonomi yang dicapai secara inklusif 8. Penguatan kapasitas dan peningkatan kualitas sumber daya manusia 9. Pengurangan kesenjangan antar golongan masyarakat, antar sektor dan antar daerah 10. Pengurangan dampak negatif dari kegiatan ekonomi terhadap lingkungan. 1. 2.
    9. 9. Dimensi atau batasan PEL (1) Pengertian lokal yang terdapat dalam definisi PEL tidak merujuk pada batasan wilayah administratif tetapi lebih pada peningkatan kandungan komponen lokal maupun optimalisasi pemanfaatan sumberdaya lokal. (2) PEL sebagai inisiatif daerah yang dilakukan secara partisipatif. (3) PEL menekankan pada pendekatan pengembangan bisnis, bukan pada pendekatan bantuan sosial yang bersifat karikatif. (4) PEL bukan merupakan upaya penanggulangan kemiskinan secara langsung. (5) PEL diarahkan untuk mengisi dan mengoptimalkan kegiatan ekonomi yang dilakukan berdasarkan pengembangan wilayah, pewilayahan komoditas, tata ruang, atau regionalisasi ekonomi.
    10. 10. Tujuan dan Sasaran PEL 1. Terlaksananya upaya percepatan pengembangan ekonomi lokal melalui pelibatan pemerintah, dunia usaha, masyarakat lokal, dan organisasi masyarakat madani dalam suatu proses yang partisipatif. 2. Terbangun dan berkembangnya kemitraan dan aliansi strategis dalam upaya percepatan pengembangan ekonomi lokal diantara stakeholder secara sinergis. 3. Terbangunnya sarana dan prasarana ekonomi yang mendukung upaya percepatan pengembangan ekonomi lokal. 4. Terwujudnya pengembangan dan pertumbuhan UKM secara ekonomis dan berkelanjutan. 5. Terwujudnya peningkatan PAD dan PDRB. 6. Terwujudnya peningkatan pendapatan masyarakat, berkurangnya pengangguran, menurunnya tingkat kemiskinan. 7. Terwujudnya peningkatan pemerataan antar kelompok masyarakat, antar sektor dan antar wilayah. 8. Terciptanya ketahanan dan kemandirian ekonomi masyarakat lokal.
    11. 11. HEKSAGONAL PEL Proses Manajemen Tata Kepemerintahan Kelompok Sasaran Pengembangan Ekonomi Wilayah Berkelanjutan Pembangunan Berkelanjutan Fakto r Lokasi Kesinergian dan Fokus Kebijakan
    12. 12. Kelompok Sasaran: Investor luar = Peraturan ttg kemudahan investasi, informasi prospek bisnis, kapasitas berusaha dan hukum, keamanan, kampanye, pusat pelayanan investasi Pelaku Usaha Lokal= Modal, promosi, peningkatan teknologi, manajemen & kelembagaan Pelaku Usaha Baru = Pelatihan kewirausahaan, pendampingan & monitoring, insentif, kecepatan ijin Faktor Lokasi: Faktor lokasi terukur = Akses ke dan dari lokasi, akses ke pelabuhan laut dan udara, sarana transportasi, infrastruktur komunikasi, infrastruktur energi, ketersediaan air bersih, tenaga kerja trampil,Jml Lembaga Keuangan lokal, Faktor lokasi tdk terukur untuk dunia usaha = peluang kerjasama, Lembaga Penelitian Faktor lokasi tidak terukur individual = Kualitas: pemukiman, lingkungan, fasilitas pendidikan dan pelatihan, pelayanan kesehatan, fasos & fasum, etos kerja SDM
    13. 13. Keterkaitan dan Fokus Kebijakan Perluasan Ekonomi = Kebijakan: investasi, promosi, persaingan usaha, peran Perusahaan Daerah, jaringan usaha, informasi tenaga kerja, pengembangan keahlian Pemberdayaan Masy. & Pengembangan Komunitas = Kebijakan: Pemberdayaan Masyarakat berbasis kemitraan swasta, pengurangan kemiskinan Pembangunan Wilayah = Kebijakan: kwsn ind, pusat pertumbuhan, pengemb. Komunitas, kerjasama antar daerah, tata ruang PEL, jaringan usaha antar sentra, sistem industri berkelanjutan Pembangunan Berkelanjutan Ekonomi=Pengembangan Industri pendukung, perusahaan dgn Business Plan, perusahaan dgn inovasi Sosial= Kontribusi thd kesejahteraan, PEL & adat/kelembagaan lokal Lingkungan = Penerapan amdal, daur ulang, kebijakan Konservasi Sumber Daya Alam
    14. 14. Tata Kepemerintahan Kemitraan Pemerintah & dunia usaha= Kemitraan: infrastruktur,promosi & perdagangan, pembiayaan Reformasi Sektor Publik= Reformasi: sistem insentif, restrukturisasi organisasi pemerintahan, prosedur pelayanan publik Pengembangan Organisasi= Asosiasi industri: status, peran, manfaat Proses Manajemen Diagnosa secara partisipatif = Analisis & Pemetaan: potensi ekonomi, daya saing, kondisi politis lokal, serta identifikasi stakeholder Perencanaan dan Implementasi secara partisipatif = Diagnosis vs perencanaan, jumlah stakeholder, sinkronisasi (sektoral&spasial), implementasi vs perencanaan Monev secara partisipatif = Keterlibatan stakeholder: indikator & monev, frekuensi: monev & diskusi pemecahan masalah, hasil monev vs perencanaan yg akan datang
    15. 15. Pembangunan Ekonomi Lokal Partisipatif (PELP) PELP intinya berfokus pada lima kata kunci: Ekspor -Pemasaran – klaster - Kemitraan – Pemberdayaan. a. Ekspor (ke luar daerah). PELP memprioritaskan untuk pengembangan kegiatan yang berorientasi ekspor ke luar daerah, karena kegiatan ini memberikan: permintaan lebih besar, pasar lebih luas, memberikan tambahan pendapatan (devisa) bagi daerah. b. Pemasaran. Usaha Kecil dan Menengah sering mengeluh kekurangan permintaan, sementara Usaha Menengah-Besar mengeluh sering permintaan besar, tapi sulit untuk menyediakan produk dalam kuantitas, kualitas dan waktu yang diminta. Maka pendekatan PELP adalah menghubungkan produsen skala kecil dengan yang lebih besar.
    16. 16. c. Klaster, yaitu kelompok dari kegiatan ekonomi sejenis, dari hulu hingga hilir. Tujuannya adalah agar mata-rantai produksipasar (supply chain) terbina. Pengembangan cluster diprioritaskan dengan menilai: potensinya untuk diekspor ke luar daerah; luasnya efek-ganda (multipliers) dan nilai tambah, serta jumlah usaha kecil yang terlibat dalam cluster. d. Kemitraan stakeholders. Forum kemitraan stakeholders yang terkait dengan cluster yang dipilih dibentuk, dengan keanggotaan antara lain: Produser (petani, nelayan, pengolah sekunder); pedagang, pengumpul dan grosir, dinas dan lembaga yang terkait dengan cluster di Pemda, BUMD (kalau ada), lembaga keuangan, pusat pelatihan dan penelitian, KADIN, LSMs, termasuk pembeli besar dari luar daerah. e. Pemberdayaan forum. Dalam pemberdayaan forum kemitraan, diarahkan agar: kelompok relatif kecil, yang fokus kepada berbagi kepentingan bersama.
    17. 17. Adapun langkah-langkah atau tahapan dari PELP sebagai berikut: (1) Membentuk Iklim yangKondusif; (2) Menentukan Klaster yang Berdaya Saing; (3) Membentuk Kemitraan Stakeholders; (4) Memperkuat Kemitraan; (5) Mempromosikan Klaster; (6) Mengembangkan/mereplikasi Klaster yang lain.
    18. 18. PEL adalah pembangunan daerah yang mandiri 1. Tujuan pembangunan nasional adalah peningkatan kesejahteraan melalui pembangunan daerah yang mandiri. 2. Masyarakat dan swasta yang pegang peranan utama, pemerintah memfasilitasi dan mendukung. 3. Terlaksananya kemitraan, jejaring antara masyarakat, swasta (pengusaha, bankir) dalam
    19. 19. Contoh Kasus PEL Di Bromo= ada forum LED yang mendorong pengembangan agribisnis dengan: a. Menyelenggarakan event agro festival melibatkan desa-desa sekitar dan menarik turisme yang biasanya hanya lewat, langsung ke Bromo b. Dengan dukungan pemerintah lokal mempromosikan Agro Fest – menjadi percontohan bagi desa-desa sekitar c. Penciptaan Pasar Induk Agribisnis Kerjasama dgn perusahaan Jepang yg membantu expor komoditi sayuran bersama petani lokal; pembentukan koperasi / kemitraan dengan swasta Luar Negeri d. Pemda mendukung rencana utama (masterplan) yang komprehensif
    20. 20. SEKIAN & TERIMA KASIH
    1. A particular slide catching your eye?

      Clipping is a handy way to collect important slides you want to go back to later.

    ×