Iman kepada allah

4,412 views
4,037 views

Published on

0 Comments
3 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
4,412
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
141
Comments
0
Likes
3
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Iman kepada allah

  1. 1. IMAN KEPADA ALLAH Tujuan Pembelajaran : Untuk Meningkatkan Keimanan Kepada AllahBy : Wahidin 1
  2. 2. • Mengenal ALLAH dapat kita lakukan dengan cara memahami sifat-sifat-Nya. Kita tidak dapat mengenal ALLAH melalui zat-Nya, karena membayangkan zat ALLAH itu adalah suatu perkara yang sudah di luar batas kesanggupan akal kita sebagai makhluk ALLAH.• Untuk memahami sifat-sifat ALLAH itu, kita memerlukan dalil aqli dan dalil naqli. Dalil aqli adalah dalil yang bersumber dari akal (aqli dalam bahasa Arab = akal). Dalil naqli adalah dalil yang bersumber dari Al- Quran dan As-Sunnah. By : Wahidin 2
  3. 3. No Sifat Wajib Sifat Mustahil1 Wujud Ada Adam Tidak ada23 Qidam Baqa Sifat-Sifat Allah Dahulu Kekal Huduus Fana Baru Rusak Mukhalafatuhu lil Berbeda dengan ciptaan- Mumatsalatuhu lil Sama dengan ciptaan-4 hawadits Nya hawadits Nya5 Qiyamuhu binafsihi Berdiri dengan sendirinya Ihtiyaju lighairihi Membutuhkan yang lain6 Wahdaniyyah Esa atau Tunggal Taaddud Berbilang7 Qudrah Berkuasa Ajzun Lemah8 Iradah Berkehendak Karahah Terpaksa9 Ilmu Mengetahui Jahlun Bodoh10 Hayat Hidup Mautun Mati11 Samun Mendengar Samamum Tuli12 Basar Melihat Umyun Buta13 Kalam Berkata Bukmun Bisu14 Qadirun Yang Berkuasa Ajizun Yang maha lemah15 Muridun Yang Berkehendak Mukrahun Yang maha terpaksa16 Alimun Yang Mengetahui Jahilun Yang maha bodoh17 Hayyun Yang Hidup Mayyitun Yang mati18 Samiun Yang Mendengar Ashamma Yang maha tuli19 Basirun Yang Melihat Amaa Yang maha buta20 Mutakallimun Yang Berbicara Abkama Yang maha bisu By : Wahidin 3
  4. 4. 1. WUJUD Vs ‘ADAM ADA• Kita tidak dapat melihat wujud ALLAH secara langsung, tetapi dengan menggunakan akal, kita dapat menyaksikan ciptaan-Nya. Alam semesta ini.• Sesungguhnya Rabb kamu ialah ALLAH yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas Arsy. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan (diciptakan-Nya pula) matahari, bulan dan bintang- bintang (masing-masing) tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah, menciptakan dan memerintahkan hanyalah hak ALLAH. Maha suci ALLAH, Rabb semesta alam. (QS. Al-Arâf: 54) By : Wahidin 4
  5. 5. By : Wahidin 5
  6. 6. 2. Qidam Vs HUDUUS DAHULU• ALLAH adalah yang paling awal sebelum adanya alam semesta ini. Adanya ALLAH berbeda dengan adanya alam semesta beserta isinya. Perbedaan tsb terdapat pada kejadian dan prosesnya. Kita ambil contoh: Adanya hujan didahului oleh terjadinya penguapan air laut. Berbeda dengan alam semesta ini, adanya ALLAH tidak didahului oleh sebab-sebab tertentu, karena ALLAH zat yang paling awal. ALLAH adalah pencipta alam semesta, tidak mungkin hasil ciptaan lebih dulu ada dari Sang Penciptanya.• Dialah yang Awal dan yang Akhir, yang Zhahir dan yang Bathin; dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu. (QS. Al-Hadîd: 3) By : Wahidin 6
  7. 7. By : Wahidin 7
  8. 8. 3. BAQO’ Vs FANA KEKAL• Semua makhluk yang ada di alam semesta ini, baik itu manusia, binatang, tumbuhan, planet, bintang, bulan, dll, suatu saat akan mengalami kerusakan dan akhirnya mengalami kehancuran. Hanya ALLAH SWT, Sang Pencipta, yang tidak akan rusak dan hancur, karena ALLAH bersifat kekal.• Semua yang ada di bumi itu akan binasa. Dan tetap kekal Wajah Rabb-mu yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan. (QS. Ar-Rahmân: 26-27) By : Wahidin 8
  9. 9. By : Wahidin 9
  10. 10. 4. MUKHOLAFATU LILHAWADISI ’ Vs MUMUSTSALATU LIL HAWADITS BERBEDA DENGAN MAKHLUK-NYA• Analogi : pelukis dengan lukisannya, pembuat patung dengan patung karyanya, apakah ada kesamaan antara pencipta dengan hasil ciptaannya?• ... Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan Dia, dan Dia-lah yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat. (QS. Asy-Syûra: 11)• Dengan memahami sifat ALLAH ini, semoga kita tidak akan terjebak pada perbuatan takhyul dan syirik, yaitu menyembah selain ALLAH atau menyekutukan ALLAH. Tak ada suatu pun selain ALLAH yang pantas disembah. Menyembah selain ALLAH adalah perbuatan yang hina dan merendahkan martabat manusia sendiri. By : Wahidin 10
  11. 11. By : Wahidin 11
  12. 12. 5. QIYAMUHU BINAFSIHI ’ Vs IHTIYAJU LIGHOIRIHI BERDIRI SENDIRI• Keberadaan makhluk ALLAH, tidak lepas dari bantuan yang lain. Manusia lahir karena ada kedua orangtuanya, tumbuh dan berkembang karena dipelihara dan dirawat oleh orangtuanya. Bahkan setelah besar pun, manusia tetap tidak bisa hidup tanpa bantuan orang lain.• ALLAH, tidak ada Ilah (yang berhak disembah) melainkan Dia. Yang hidup kekal lagi terus menerus mengurus makhluk-Nya. (QS. Ali-Imran: 2)• Sadarlah kita, bahwa ternyata kita ini makhluk yang sangat lemah, karena tidak mampu hidup tanpa bantuan orang lain. By : Wahidin 12
  13. 13. By : Wahidin 13
  14. 14. 6. WAHDANIYAH Vs TA’ADUD ESA/ TUNGGAL• Keesaan ALLAH itu mutlak. Artinya keesaan ALLAH meliputi zat, sifat, maupun perbuatan-Nya. Meyakini keesaan ALLAH, merupakan hal yang sangat prinsipil, sehingga seseorang dianggap muslim atau tidak, tergantung pada pengakuan tentang keesaan ALLAH. Mustahil ALLAH lebih dari satu. Apabila itu terjadi, tentulah tidak akan tercipta alam semesta yang teratur ini. Keteraturan alam semesta telah membuktikan pada kita bahwa ALLAH itu Tunggal.• Sekiranya ada di langit dan di bumi ilah-ilah selain ALLAH, tentulah keduanya itu sudah rusak binasa. Maka Maha Suci ALLAH yang mempunyai Arsy daripada apa yang mereka sifatkan. (QS. Al-Anbiyâ: 22)• Dengan menghayati sifat wahdaniyyah ini, kita akan terhindar dari berbagai paham ketuhanan. Ada 2 macam paham ketuhanan, yaitu monoteisme dan politeisme. Monoteisme menyatakan bahwa Tuhan adalah satu, sedang politeisme menyatakan bahwa tuhan lebih dari satu. Agama-agama yang memiliki kepercayaan banyak dewa dan dewi yang mengatur alam semesta ini, adalah salah satu contoh paham politeisme. By : Wahidin 14
  15. 15. By : Wahidin 15
  16. 16. 7. QUDROH Vs ‘AJZUN KUASA• Kekuasaan ALLAH adalah kekuasaan yang sempurna, karena kekuasaan ALLAH tidak terbatas. Hal ini tentu berbeda dengan manusia yang mempunyai kelemahan dan keterbatasan. Bagi ALLAH, jika ALLAH telah berkehendak melakukan atau tidak melakukan sesuatu, maka tidak ada suatu pun yang dapat menghalangi-Nya.• ... Sesungguhnya ALLAH berkuasa atas segala sesuatu. (QS. Al-Baqarah: 20)• Sungguh tidak patut kita sebagai manusia bersifat sombong dengan kekuasaan yang kita miliki, karena sebesar apa pun kekuasaan kita, kekuasaan ALLAH pasti lebih besar, dan yang Terbesar. Jika ALLAH berkehendak, Dia dapat menghilangkan kekuasaan kita dalam sekejap, dan kita tak akan berdaya untuk mempertahankannya. By : Wahidin 16
  17. 17. By : Wahidin 17
  18. 18. 8. IRADAH Vs KAROHAH BERKEHENDAK• ALLAH memiliki sifat selalu berkehendak. Kehendak ALLAH sesuai kemauan ALLAH sendiri, tak ada rasa terpaksa atau dipaksa oleh pihak lain. Kehendak ALLAH juga tidak dipengaruhi oleh pihak lain. Kehendak ALLAH tidak terbatas, karena Ia dapat melakukan apa saja tanpa ada kuasa lain yang dapat mencegah-Nya. Manusia juga berkehendak, tapi kehendak manusia adalah terbatas pada kemampuannya sendiri. – Manusia boleh berkehendak, namun ALLAH jualah yang menentukan hasilnya. – Maksud hati ingin memeluk gunung, apa daya tangan tak sampai. – Sepandai-pandai tupai melompat, akhirnya akan jatuh juga. – By : Wahidin 18 Di atas langit masih ada langit
  19. 19. By : Wahidin 19
  20. 20. 9. ILMU Vs JAHLUN MENGETAHUI• Segala yang ada di alam raya ini, baik yang besar maupun yang kecil, yang terlihat maupun yang tersembunyi, tidak ada yang luput dari pengetahuan ALLAH. ALLAH Maha Luas ilmunya, begitu luasnya ilmu ALLAH sehingga jika seluruh air di lautan ini dijadikan tinta dan seluruh pohon dijadikan alat tulisnya, tak akan mampu menuliskan ilmu ALLAH.• Katakanlah (kepada mereka): Apakah kamu akan memberitahukan kepada ALLAH tentang agamamu (keyakinanmu), padahal ALLAH mengetahui apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi, dan ALLAH Maha Mengetahui segala sesuatu. (QS. Al-Hujurât: 16) By : Wahidin 20
  21. 21. By : Wahidin 21
  22. 22. 10. HAYAT Vs MAUTUN HIDUP• Hidupnya ALLAH berbeda dengan hidupnya manusia. ALLAH hidup tidak bergantung dengan yang lain, sedang manusia hidupnya sangat bergantung dengan yang lain. ALLAH hidup selama-lamanya, tidak mengalami kematian, bahkan mengantuk pun tidak.• ALLAH tidak ada Ilah (yang berhak disembah) melainkan Dia yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur... Al-Baqarah: 255• ALLAH Maha Hidup, tidak mengantuk, tidak tidur, apalagi mati. Dan selama itu pula ALLAH selalu mengurus dan mengawasi seluruh makhluk ciptaan-Nya. Oleh sebab itu hendaknya kita selalu berhati-hati dalam segala tindakan, karena gerak-gerik kita selalu diawasi dan dicatat oleh ALLAH, tak ada yang terlewatkan. By : Wahidin 22
  23. 23. By : Wahidin 23
  24. 24. 11. SAMA’ Vs SAMAMUN MENDENGAR• ALLAH Maha Mendengar. Pendengaran ALLAH tidak terbatas dan tidak terhalang oleh jarak, ruang, dan waktu. Selemah apa pun suara, ALLAH mendengarnya. Berbeda dengan manusia, pendengarannya sangat terbatas.• ...Dan ALLAH-lah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (QS. Al-Mâidah: 76)• Dengan menyadari sifat samun ALLAH ini, semestinyalah kita senantiasa bertingkah laku, bersikap, berbicara, dan berpikir dengan bahasa yang santun dan mengeluarkan ucapan-ucapan yang baik lagi bermanfaat. Karena ALLAH selalu mendengar segala perkataan manusia, baik yang terucap maupun hanya sekedar bisikan di dalam hati. By : Wahidin 24
  25. 25. 12. BASHOR Vs ‘AMA MELIHAT• Mustahil ALLAH buta, karena ALLAH Maha sempurna. Penglihatan ALLAH bersifat mutlak, tidak terhalang oleh apa pun. ALLAH melihat segala sesuatu, baik yang besar dan kecil, yang nampak dan tersembunyi. Penglihatan ALLAH bersifat terus-menerus, ALLAH tidak pernah lalai walau sedetik pun dari melihat segala perbuatan kita.• Sesungguhnya ALLAH mengetahui apa yang ghaib di langit dan di bumi. Dan Maha Melihat apa yang kamu kerjakan. (QS. Al-Hujurât: 18)• Dengan memahami sifat basar ALLAH ini, hendaknya kita selalu berhati-hati dalam berbuat. Kita sadar bahwa kita tidak bisa membohongi atau menyembunyikan kebohongan apa pun di hadapan ALLAH. By : Wahidin 25
  26. 26. By : Wahidin 26
  27. 27. 13. KALAM Vs BUKMUN BERFIRMAN• Bukti ALLAH bersifat kalam dapat kita lihat dari kitab-kitab- Nya yang diturunkan kepada para nabi dan rasul-Nya. Al-Quran yang sering kita baca dan kita lafadzkan setiap hari, adalah firman ALLAH yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad SAW.• ...Dan ALLAH telah berbicara kepada Musa dengan langsung. (QS. An-Nisâ: 164)• Adanya firman ALLAH menjadi bukti bagi kita bahwa ALLAH memperhatikan kita sebagai hamba-Nya. Dengan perantara nabi dan rasul, ALLAH membimbing manusia untuk melakukan amal saleh sesuai yang diajarkan dalam kitab ALLAH. By : Wahidin 27
  28. 28. By : Wahidin 28
  29. 29. SIFAT MAKNAWIYAH14. Qadirun = Yang Berkuasa15. Muridun = Yang Berkehendak16. Alimun = Yang Mengetahui17. Hayyun = Yang Hidup18. Samiun = Yang Mendengar19. Basirun = Yang Melihat20. Mutakallimun = Yang Berbicara By : Wahidin 29
  30. 30. Terima KasihBy : Wahidin 30

×