Marketing Plan for Honda PCX

7,045 views

Published on

A marketing plan that created, when i and my friends following, the marketing competition sponsored by Honda. The plan designed for the new Honda motorcycle product, called Honda PCX. Hope it Useful for You. Enjoy Reading.

Published in: Business, Sports
10 Comments
13 Likes
Statistics
Notes
  • dear, apakah saya bisa juga tolong dikirim marketing plan honda berikut untuk referensi tugas kuliah terima kasih
    email : deen.froesson27@gmail.com
       Reply 
    Are you sure you want to  Yes  No
    Your message goes here
  • kak bisa minta kirim filenya ke email? untuk referensi tugas kuliah lucyariyanti@gmail.com trims :)
       Reply 
    Are you sure you want to  Yes  No
    Your message goes here
  • boleh dikirimkan gk marketing plannya ? soalnya mau buat marketing plan juga.. hanya untuk sekedar refrensi... kalau boleh tolong dikirimkan ke : mo2huke@yahoo.com

    thanks ya untuk bang vivaldi.. sukses selalu
       Reply 
    Are you sure you want to  Yes  No
    Your message goes here
  • bang minta file nya dong, tolong email ke bakhoiruddin@gmail.com
       Reply 
    Are you sure you want to  Yes  No
    Your message goes here
  • mas minta tolong kirim ke email saya ya
    apidanayordan@gmail.com
       Reply 
    Are you sure you want to  Yes  No
    Your message goes here
No Downloads
Views
Total views
7,045
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
7
Actions
Shares
0
Downloads
1
Comments
10
Likes
13
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Marketing Plan for Honda PCX

  1. 1. UNPAR Strategic Marketing Plan For Honda PCX
  2. 2. “Since I was a small child, one of my dreams has been to compete in motor vehicle races all over the world with a vehicle of my own making, and to win.” ! ! ! ! ! ! ! ! ! -Soichiro Honda-
  3. 3. Table of Contents Executive Summary 4 Market Situation 5 Customer Analysis 6 Competitor Analysis 7 SWOT Analysis 8 Product Life Cycle 12 Market Segmentation 13 Marketing Goals 14 Marketing Strategy 15 Product 15 Place 17 Price 19 Strategic Promotion Tools 20 Marketing Control 33
  4. 4. Executive Summary Honda PCX adalah sepeda motor dengan desain elegan yang memang diperuntukkan bagi mereka yang memiliki lifestyle eksklusif, khususnya kaum eksekutif muda. Selain desainnya yang menarik perhatian, PCX juga dilengkapi dengan fitur-fitur yang tentunya memberikan kesan prestige, nyaman dan aman bagi pengendaranya. PT. Astra Honda Motor sendiri berupaya untuk merebut pangsa pasar skuter matik di Indonesia lewat kehadiran Honda PCX ini. Mereka ingin melengkapi product mix dari sepeda skuter matik itu sendiri. Selain itu, kehadiran PCX dapat membentuk mindset masyarakat atas PT. Astra Honda Motor sebagai market leader sepeda motor skuter matik yang lengkap untuk berbagai segmen. Untuk itu, diperlukan marketing tools dan marketing strategies yang tepat agar Honda PCX dapat dikenal, dipilih dan dibeli dibandingkan dengan produk pesaing. Dalam memasarkan PCX, dibutuhkan kombinasi dari promotion tools yang dapat menjadi salah satu unsur pembeda atau bahkan, ”senjata” dalam memenangi persaingan. Seluruh promotion tool yang dipilih harus dapat menjadi strategies yang dapat memberikan value added bagi Honda PCX itu sendiri seperti yang sudah dijabarkan di dalam proposal ini. Semua promotion tools tersebut juga harus tetap sesuai dan menonjolkan value yang ditawarkan oleh Honda PCX. Konsumen harus tetap merasakan prestige yang tidak hanya muncul dari motor Honda PCX itu saja, tetapi juga dari pelayanan yang bisa diberikan oleh PT. Astra Honda Motor. Dengan mengimplementasikan marketing strategies yang ada, bukan tidak mungkin semua marketing goals atau target penjualan yang sudah ditetapkan dapat tercapai. Bahkan kami berharap dengan marketing strategies yang telah disusun penjualan PCX akan melebihi ekspektasi. The sky is the limit.
  5. 5. Market Situation 5
  6. 6. Customer Analysis Pasar motor skuter otomatik (skutik) pada tahun ini diprediksi menembus 3 juta unit atau 45% dari total pasar s e p e d a m o t o r n a s i o n a l y a n g diproyeksikan menyentuh angka 6,8 juta unit. Pasar motor skutik di Indonesia terus berkembang seiring dengan tren permintaan konsumen terhadap sepeda motor yang mengombinasikan aspek fungsi dan gaya hidup. Penguatan permintaan terhadap model skutik, langsung menggerus pasar sepeda motor bebek [underbow). Julius Asian, Direktur Pemasaran PT Astra Honda Motor (AHM), produsen dan pemasar motor Honda di Indonesia, mengatakan sepanjang Januari-Mei tahun ini, penjualan motor skutik meningkat 60% dibandingkan dengan periode yang sama 2009. Angka tersebut di atas rata- rata pertumbuhan pasar motor nasional. Honda yang memimpin pasar motor nasional berambisi memperkuat posisi di segmen skutik dengan mengantongi hingga 47% pasar pada tahun ini. Sepanjang Januari-Mei, pabrikan motor berlambang sayap mengepak ini mengantongi pertumbuhan penjualan 80% dengan pangsa pasar 43% di segmen skutik. Honda bersaing ketat dengan Yamaha, rival terberatnya di pasar motor nasional. Di segmen skutik, Yamaha masih memimpin pasar. Pabrikan motor berlambang garpu tala ini merupakan pemain pertama di segmen skutik. Seiring dengan permintaan domestik yang kuat, pasar motor nasional selama semester 1/2010 diprediksi melonjak 41% menjadi 3,6 juta unit, dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu 2.5 juta unit. Pasar kendaraan roda dua pada bulan Juni diproyeksi naik 5% dibandingkan dengan posisi Mei. AISI memproyeksikan pasar motor Indonesia menembus 10 juta unit pada 2012. 6
  7. 7. Competitor Analysis Dalam rangka menjadi top of mind untuk pasar motor skutik dan merambah seluruh kategori motor skutik di indonesia, maka Honda menambah satu lagi produknya dengan kategori baru yaitu skutik premium lewat kehadiran PCX. Dengan begitu PCX menjadi pioneer karena belum adanya pesaing di kategori skutik premium. Dengan menciptakan kategori baru ini, menurut kami, Honda menggunakan Blue Ocean Strategy, dimana Hondamenggarap niche market, yaitu para eksekutif metropolitan yang stylish nan elegan. Menurut kami, kompetitor yang dihadapi oleh Honda PCX dilihat dari segi mesin (CC) dan harga adalah Piaggio Fly 125, karena dari sisi cc mesin yang tergolong 125 cc dan juga segmen yang digarap juga sama, yaitu kalangan yang lebih mapan dan mengedepankan motor skutik sebagai sarana transportasi alternatif ataupun sarana pergaulan dan fashion ketimbang motor skutik sebagai sarana transportasi utama. Tetapi untuk kategori skutik high atau skutik premium, Honda PCX bermain sendirian dan belum ada pesaingnya. Terutama jika dilihat dari fitur-fitur yang super lengkap dan mewah yang ditawarkan PCX, belum ada yang dapat menyaingi di kelasnya walaupun menggunakan mesin yang sama yaitu 125cc. 7
  8. 8. SWOT Analysis Strength • Pelopor produk motor skutik premium di Indonesia yang pasarnya masih terbilang baru ( blue ocean strategy ), sehingga kondisi persaingan di pasar masih belum ramai. • Desain yang elegan dan sporty sehingga dapat memenuhi emotional b e n e fi t a t a u p r e s t i g e d a r i konsumennya. • Dengan harga yang bersaing sudah mendapatkan fitur-fitur yang lengkap. • Brand Honda yang sudah memiliki integritas tinggi dan kemudahan mencari dealer AHASS yang sudah tersebar secara luas. • Menawarkan kenyamanan dan keamanan dalam berkendara disertai d e g a n p r o d u k y a n g r a m a h lingkungan. 8
  9. 9. Weakness • Segmen pasar skutik premium yang terbatas atau tidak terlalu luas ( niche market segment ). • Brand motor Honda itu sendiri yang memilki image motor irit di mindset konsumen Indonesia, sehingga cukup sulit untuk memasarkan produk premium yang notabene pasarnya menengah ke atas. • Kesulitan yang dihadapi konsumen ketika menjual kembali motor dengan s e g m e n p r e m i u m d a n kecenderungan harga jatuh lebih jauh dibandingkan dengan motor biasa atau motor bebek. • Pasar skutik premium di Indonesia masih tergolong baru sehingga menimbulkan kesan harga yang mahal pada konsumen. 9
  10. 10. Opportunity • Pasar Indonesia yang luas, jumlah penduduk Indonesia yang mencapai 217 juta jiwa. • Perilaku konsumen Indonesia yang konsumtif dan impulsif. • Harga BBM yang semakin tinggi sehingga orang beralih pada kendaraan roda dua. • Tingkat kemacetan yang tinggi sehingga masyarakat beralih pada transportasi yang lebih hemat waktu yaitu motor. • Masyarakat Indonesia yang memiliki gengsi tinggi dan senang show-off membuat permintaan akan motor premuim meningkat. • Kemudahan pembayaran lewat fasilitas cicilan atau kredit. • Belum tersedianya transportasi umum yang layak dan nyaman. • Perkembangan pesat dari media- m e d i a o t o m o t i f s e h i n g g a memudahkan perusahaan dalam hal publisitas. 10
  11. 11. Threat • Polusi, udara panas dan hujan yang membuat berkendara motor tidak s e n y a m a n d i b a n d i n g k a n mengendarai mobil. • Pajak barang mewah yang cukup tinggi. • Infrastruktur jalan di Indonesia yang belum memadai dan seringkali merugikan pengguna kendaraan. • Lahan parkir motor yang semakin terbatas karena tingginya populasi motor, yang menyebabkan motor seringkali menjadi baret atau tergores karena berdempetan. • Tingginya angka kehilangan dan pencurian motor di Indonesia. • Rawannya kecelakan motor, karena pengguna jalan tidak tertib dan infrastuktur yang buruk. • Competitor seperti Piaggio sudah lebih dahulu dikenal dibanding Honda yang tergolong baru untuk pasar skutik premium. 11
  12. 12. Product Life Cycle Setelah menganalisis SWOT, selanjutnya kami menganalisis posisi PCX di dalam diagram Product Life Cycle. Di tahap ini, kami berusaha untuk mengetahui sudah sampai pada tahap manakah PCX sekarang. Kegunaan dari analisis ini adalah untuk mempermudah kami dalam mengambil strategi yang digunakan untuk melakukan tahap-tahap selanjutnya dalam marketing process model. PCX masuk ke dalam tahap Introduction karena baru memasuki pasar, yang biasanya memiliki ciri-ciri penjualan yang masih rendah. Biaya per-konsumen yang dikeluarkan tergolong tinggi, karena harus mengeluarkan banyak biaya promosi untuk menarik perhatian konsumen, sehingga memiliki keputusan untuk membeli produk PCX. Profit masih negatif dan konsumen diketagorikan sebagai Innovator karena mereka adalah pembeli pertama bagi produk PCX, dan diharapkan setelah membeli, mereka akan meyukai PCX dan merekomendasikan kepada orang lain. Pesaing masih sedikit dikarenakan selama ini pasar yang menjual produk skutik premium di Indonesia tergolong baru. Strategi yang cocok digunakan untuk tahap Introduction ini akan dijabarkan secara mendetail di dalam tahap berikutnya, yakni penyusunan marketing mix. 12
  13. 13. Market Segmentation Segmentasi yang dilakukan oleh Honda PCX dibagi berdasarkan beberapa kriteria utama. PCX membuat motor skutik ekskulif yang ditujukan untuk gender pria karena pengendara motor di Indonesia mayoritas adalah para lelaki. Segmentasi yang kedua adalah segmentasi pasar berdasarkan letak geografisnya. Karena produk PCX adalah produk Honda dengan kelas premium, maka wilayah pemasaran difokuskan pada kota-kota yang tergolong besar dan dikategorikan urban. Untuk di Indonesia sebut saja seperti Jakarta, Surabaya, Bandung, Yogyakarta, Medan, Denpasar dan Makasar. Dari segi demografis PCX membidik pasar dengan rentang usia 25-45 tahun dengan penghasilan menegah keatas. Sedangkan dari segi lifestyle, PCX memfokuskan diri pada orang-orang urban dengan gaya hidup praktis tetapi tetap mementingkan prestige dan kenyamanan. Setelah melakukan segmentasi maka yang PCX lakukan adalah menentukan siapa target market-nya. Hal ini penting karena jika kita mengenal target market kita, maka kita dapat mengetahui profil, perilaku, kebutuhan dan keinginan dari konsumen kita. Untuk memenuhi keiinginan dan kebutuhan tersebut, maka diperlukan ketepatan marketing strategy dan pemahaman akan consumer behaviour. Targeting dilakukan dengan memfokuskan diri pada segmen yang akan digarap secara optimal. Dari segmentasi yang telah dilakukan di atas, maka PCX mengkonsetrasikan pada segmen pasar pria metropolitan menengah ke atas dengan usia 25-45 tahun. Positioning penting dilakukan agar suatu produk dapat membedakan dirinya dengan produk yang lain dan memiliki suatu karakter di benak konsumennya. Selain itu juga positioning dapat memberikan value added bagi konsumenya, misalnya saja ketika mengendarai Honda PCX seseorang menjadi lebih percaya diri karena image motor tersebut yang eksklusif. Dari segi market postioningnya, PCX ingin menanamkan mindset motor skutik premium yang mengutamakan prestige, kenyamanan dan keamanan berkendara di benak konsumen. Hal ini bisa digambarkan dari tagline kampanye advertising dari PCX yaitu “ Ride With Prestige “, dan juga dapat dilakukan dari marketing mix tools yang akan dipaparkan di bagian selanjutnya. 13
  14. 14. Marketing Goals PT. AHM tentunya memiliki marketing g o a l s y a n g u m u m n y a d i m i l i k i perusahaan manapun yang bersifat p r o fi t - o r i e n t e d , y a i t u u n t u k meningkatkan penjualan dari PT. AHM itu sendiri. PT. AHM menetapkan sales target yang didasarkan pada situation analysis, baik dari segi internal perusahaan, pesaing dan konsumen yang sudah dilakukan oleh perusahaan sebelumnya. Namun ada marketing goal lain yang ingin dicapai PT. AHM, yaitu ingin merubah mindset masyarakat Indonesia mengenai produsen motor skuter matik. Selain itu, PT. AHM juga bermaksud melengkapi varian skuter matik yang sudah dimiliki dan berada di bawah brand Honda, sehingga PT. AHM dapat melayani berbagai jenis segmen masyarakat yang ingin membeli skuter matik. Dengan begitu, market share PT. AHM dapat diperluas. Tidak dilupakan juga bahwa semua upaya marketing yang dilakukan untuk meningkatkan brand image dari Honda sendiri, sehingga dapat semakin mengukuhkan Honda sebagai leading company dalam dunia otomotif. 14
  15. 15. Marketing Strategy Product Honda PCX dilengkapi dengan teknologi tinggi yang belum pernah ada di skutik lain di Indonesia yaitu Idling Stop System. Teknologi ini akan mematikan mesin secara sementara setelah skutik berhenti dalam hitungan 3 detik dan pengendara hanya perlu menarik tuas gas untuk menghidupkannya lagi. Te k n o l o g i i n i d i d u k u n g o l e h pengaplikasian  alternator/starter  yang canggih dan pertama pada sebuah skutik. Honda PCX merupakan skutik berteknologi injeksi pertama di Indonesia. Mesin 125 cc PGM-FI membuat motor ini semakin hemat bahan bakar, ramah lingkungan, dan bahkan sudah memenuhi standar emisi gas buang Euro 3. Teknologi mesin V- matic Honda yang dikombinasikan dengan built-in liquid cooled akan menstabilkan temperatur mesin sehingga membuat Honda PCX memiliki tenaga besar,  berakselerasi secara maksimal namun tetap efisien saat digunakan menempuh perjalanan jauh. 15 4P
  16. 16. Sistem alarm anti maling Honda PCX memiliki kecerdasan dalam mendeteksi getaran dan gerakan untuk mengaktifkan sistem, dikendalikan oleh remote control. Sebuah persembahan istimewa dan pertama yang hanya ada di skutik premium Honda.Tidak hanya itu, Honda PCX juga masih dilengkapi dengan kecanggihan sistem combi brake hidrolis dengan 3 caliper membuat jarak pengereman lebih pendek dan stabil saat pengereman. Honda PCX juga menawarkan sensasi kenyamanan berkendaran melalui desain sit-in riding position, ban tubeless berprofile besar yang stabil, dan suspensi belakang ganda. Selain itu, Honda PCX juga dilengkapi dengan intelligent key shutter yang berfungsi sebagai pengaman kunci kontak bermagnet, tuas pembuka bagasi bervolume 32 liter yang dapat menyimpan helm fullface, serta membuka tutup tanki bensin berkepasitas 6,2 liter. PT AHM akan memasarkan Honda PCX yang memiliki varian warna Silverstone Metallic, Goldbullion Metallic, dan Black Nighthawk seharga Rp 32 juta (on the road) DKI Jakarta). 16
  17. 17. 4P Place Sebagaimana yang sudah dikemukakan di atas, kami menetapkan wilayah pemasaran dari produk PCX adalah kota-kota besar yang ada di Indonesia seperti Jakarta, Surabaya, Bandung, dan Yogyakarta. Karena produk kami menginginkan image yang eksklusif maka m o t o r s k u t i k P C X d i d i s t r i b u s i k a n menggunakan 1 level distribution channel. Di dalam saluran distribusi, kami memakai saluran distribusi 1 kanal / channel. Tidak seperti kebanyakan produk motor lainnya yang menggunakan saluran distribusi multi-channel, kami memilih menggunakan saluran distribusi 1 channel ini dikarenakan oleh alasan-alasan sebagai berikut: • Kami menginginkan image yang elegan dan eksklusif di mata masyarakat. Image yang ingin kami tanamkan di dalam benak masyarakat adalah produk yang berkelas dan bermutu tinggi. Kami tidak menginginkan image produk kami turun. Oleh karena itu, kami memutuskan untuk secara langsung mengirimkan produk kami ke dealer. Jika kami menggunakan intermediaries, kami tidak akan dapat mengontrol kemana saja mereka akan menjual produk kami selanjutnya. • Kami tidak menginginkan adanya permasalahan-permasalahan yang muncul pada intermediaries yang dapat mengganggu citra produk kami di mata masyarakat. Maksudnya adalah jika kami menggunakan distribusi multi-channel, akan selalu ada kemungkinan timbulnya permasalahan antar channel. Seperti misalnya terjadi perselisihan antara intermediaries dengan dealer yang bersangkutan. Hal tersebut akan berakibat pada turunnya citra di mata konsumen. Konsumen akan menganggap perusahaan tidak mampu dalam mengatur saluran distribusi produknya dengan baik. Tentu saja hal ini akan berujung pada consumer dissatisfaction. 17
  18. 18. Hal-hal semacam itulah yang ingin dihindari oleh kami ketika memutuskan untuk menggunakan saluran distribusi 1 channel ini. Selain itu, agar tujuan kami tercapai, kami tidak boleh dengan seenaknya memasukan motor skutik PCX ke semua dealer AHM. Untuk itu, kami menjelaskannya di dalam poin berikut, yakni Selective Distribution. Di dalam selective distribution, perusahaan memilih dealer-dealer khusus yang berada di kota-kota tertentu. Kota- kota besar yang kami pilih dan tergolong memiliki lifestyle yang urban adalah Jakarta, Bandung, Medan, Yogyakarta, Surabaya, Makassar, dan Denpasar. Dari pelabuhan, motor-motor akan dikirimkan langsung ke dealer-dealer utama yang berada di kota-kota di atas. Total semua dealer yang akan memasarkan PCX berjumlah 86 dealer. Kami tidak berharap mendapatkan market coverage yang terlalu luas karena kami hanya berfokus pada kota-kota besar dengan gaya hidup urban terlebih dahulu pada awalnya. 18
  19. 19. Price Posisi kami di pasar adalah new entry, oleh karena itu untuk mengejar maximum market share maka kami menggunakan strategi Market Penetration. Namun kami menyadari, kekurangan di dalam strategi market penetration ini membuat produk kami rentan terhadap masalah sensitivitas harga. Untuk mengantisipasi kekurangan ini, kami tidak mau terlalu bergantung pada penetapan harga yang murah untuk menjangkau perhatian konsumen. Kami lebih memilih untuk memberikan value yang lebih kepada konsumen daripada sekadar harga yang murah, karena produk kami lebih mengedepankan citra eksklusivitas. Bagi target pasar kami, masalah harga bukanlah pertimbangan utama dalam pembelian sebuah produk. Dengan demikian Honda PCX ditawarkan seharga Rp. 32.000.000. Untuk meningkatkan penjualan motor Honda PCX, diberikan fasiltas kemudahan dalam pembayaran. Hal ini dilakukan dengan kerjasama dengan perusahaan financing dalam memberikan cicilan berbunga rendah. 19 4P
  20. 20. Strategic Promotion Tools 20
  21. 21. Strategic promotion tools adalah kumpulan variabel marketing communication mix yang digunakan oleh motor PCX untuk mewujudkan marketing goals yang sudah ditetapkan sebelumnya. Variabel ini terdiri dari 7 aktivitas promosi yang disesuaikan dengan image prestige yang diusung Honda PCX. 7 aktivitas itu adalah advertising, sales promotion, public relations, event & experience, personal selling, direct marketing dan buzz marketing. Di bawah ini kami memberikan alternatif promotion tools yang dapat digunakan dan dikombinasikan oleh Honda PCX untuk dapat mencapai tujuannya. Alternatif promotion tools dibawah ini dibuat memakai gambar untuk memberikan kejelasan konsep yang akan digunakan. 21
  22. 22. Free Stuffs Dengan membeli PCX, konsumen juga akan mendapatkan exclusive helmet, leather jacket, Timberland raincoat, dan safety gloves khusus, sehingga akan menambahkan kenyamanan berkendara bagi semua pemilik PCX. 22
  23. 23. Community Involvement Setiap pembelian PCX, pemilik akan ditawarkan untuk menjadi anggota “PCX Motor Club”. Dengan menjadi member, pemilik akan mendapatkan benefit-benefit seperti: • Privilege berupa diskon untuk service di bengkel PT. AHM • Event rutin yang didukung oleh PT. AHM, seperti gathering dan touring • Member mendapatkan apparel khusus anggota 23
  24. 24. Privilege Card Dengan membeli PCX akan mendapatkan Privilege Card PCX. Selain mendapatkan diskon di beberapa salon motor, restoran dan beberapa SPBU, Privilege Card ini juga berisi record mengenai data pribadi pemilik motor dan service apa saja yang pernah dilakukan oleh pemilik. 24
  25. 25. Celebrity Fitness Fitness termasuk salah satu aktivitas yang identik dengan kaum eksekutif muda. Kami mengadakan partnership dengan Celebrity Fitness lewat pemberian voucher gratis dan bebas iuran menjadi member selama 6 bulan, untuk setiap pembelian Honda PCX. 25
  26. 26. Golf Tournament Golf merupakan olahraga yang memiliki prestige dan olahraga ini tidak jauh dengan kegemaran orang-orang yang menjadi target market dari Motor PCX. Maka Honda motor akan mengadakan turnamen golf yang dibuka untuk umum. Disini PCX akan dijadikan sebagai sponsor utama dalam berlangsungnya acara tersebut. 26
  27. 27. Service Call Karena target market kami sebagian besar eksekutif yang tidak memiliki banyak waktu luang, maka kami memberikan kemudahan bagi pemilik motor yang ingin melakukan service pada PCX-nya. Kami akan membuka nomor hotline khusus yang melayani service dan pemilik dapat menghubungi nomor tersebut untuk memanggil montir khusus yang melayani on-the-spot service. Selain itu, kami juga menyediakan layanan antar-jemput jika PCX yang ingin direparasi membutuhkan perawatan khusus. 27
  28. 28. GPS Dengan Honda PCX, konsumen tidak perlu takut tersesat dalam bepergian. Kami akan menyertakan GPS setiap pembelian motor PCX. 28
  29. 29. Mail Catalog Kami akan membuat catalog PCX dengan desain khusus yang akan dikirimkan kepada konsumen yang tergolong sebagai potential customer. Catalog berisi advertising PCX dan akan dilengkapi dengan detail keterangan yang dibutuhkan, seperti spesifikasi, harga, dan contact person. 29
  30. 30. Product Placement Penempatan produk dalam suatu film layar lebar dapat memunculkan niat beli masyarakat akan produk tersebut. Konsumen akan tertarik membeli jika produk yang ditawarkan dipakai salah satu idolanya, atau digunakan dalam suatu film tertentu. Untuk memperkuat image prestige, maka PCX akan bekerja sama dan menempatkan produknya untuk digunakan di film action yang disutradai oleh sutradara ternama. 30
  31. 31. Experential Marketing Dalam perilaku pembelian kendaraan bermotor biasanya konsumen memilih dengan hati-hati dan melakukan test drive sebelum memutuskan untuk membeli. Maka dari itu kami memberikan kesempatan untuk test drive di dealer-dealer Honda yang menjual PCX. Selain itu juga kami mengadakan pameran otomotif di mall-mall besar agar konsumen dapat berkonsultasi dan melihat secara langsung motor Honda PCX. 31
  32. 32. Other Strategic Promotion Memiliki mekanik yang ahli menangani service motor PCX dengan berseragam khusus “ PCX mechanic man “. Memberikan garansi perbaikan CVT jika motor mengalami kerusakan akibat banjir. Berkerja sama dengan pihak asuransi, dan memberikan asuransi jaminan kehilangan motor selama 1 tahun, selama pembelian PCX di periode tertentu. Menyerdiakan kelengkapan aksesoris tambahan motor seperti windshield, wide bodykit, knalpot, ban, dan cover yang didesain khusus untuk Honda PCX. Membuat program sales promotion, dimana setiap pembeli Honda PCX mendapat kesempatan undian tur ke Jepang. Bekerja sama dengan pihak financing dalam memberikan kemudahan cicilan motor. Memberikan pelayanan khusus berupa free drink dan fasilitas internet gratis untuk setiap service Honda PCX. Melakukan publicity yaitu bekerja sama dengan pihak ketiga semisal wartawan, jurnalis majalah otomotif untuk me-review motor Honda PCX. Melakukan advertising campaign dengan membuat iklan di majalah- majalah seperti Esquire, Men’s Health, Auto Bild, memasang bilboard di lokasi-lokasi strategis, dan membuat tv commercial. 32
  33. 33. Marketing Control Agar seluruh program-program yang telah dirancang dalam marketing plan ini berjalan dengan optimal. Maka dibutuhkan sebuah proses kontrol, untuk mengevaluasi program-program tersebut dapat berjalan sesuai dengan yang diharapkan. Dalam mengevaluasi kinerja pemasaran PCX my signature, perlu dilakukan internal control yang terbagi menjadi empat fokus utama. Berikut penjelasan secara rincinya. 33
  34. 34. 1. Annual-plan control. Tipe kontrol ini dilaksanakan setiap tahun untuk memastikan bahwa hasil yang dicapai sesuai dengan apa yang sudah direncanakan. Dalam hal ini faktor yang paling diperhatikan adalah tingkat penjualan, market share, dan rasio penjualan terhadap biaya. Tiga faktor tersebut akan dijelaskan secara rinci, sebagai berikut : Tingkat Penjualan Setiap akhir tahun fiskal atau periode akuntansi, laporan penjualan produk selama waktu berjalan akan diperiksa apakah sesuai dengan sales target yang telah ditentukan. Dari hal tersebut bisa di analisa apakah program-program yang telah kami jalankan sudah efektif atau tidak dalam rangka mendongkrak penjualan produk perusahaan. Data penjualan ini juga berguna untuk menetapkan target penjualan di tahun yang akan datang. Kegunaan lain dari data penjualan ini adalah untuk memberikan bonus dan insentif jika sales person atau sales representative kita mencapai target atau melibihi target penjualan yang ditetapkan. Market Share Setiap tahunnya kami juga akan melakukan penelitian kepada konsumen untuk melihat market share produk kami. Hal ini digunakan untuk menilai apakah produk kami berada sesuai dengan yang kami harapkan yaitu posisi market leader di pasar skutik premium, atau tidak sesuai dengan yang kami harapkan. Selanjutnya kami akan memutuskan strategi-strategi marketing apa yang cocok dipergunakan di tahun berikutnya dalam rangka mempertahankan atau memperluas market share kami. 34
  35. 35. Rasio penjualan terhadap biaya Analisis rasio ini penting dilakukan setiap tahunnya untuk memeriksa seberapa besar keuntungan yang diperoleh dari setiap penjualan produk PCX. Hal ini harus senantiasa dievaluasi setiap tahunnya untuk membuat perusahaan tetap mengetahui margin keuntungannya. Selain itu juga dapat dipergunakan dalam melihat apakah harga penjualan dan total biaya pemasaran yang dikeluarkan perusahaan masih kompetitif untuk bersaing atau tidak. 2. Profitability Control Tipe kontrol ini bertujuan untuk memeriksa apakah produk PCX mendapatkan keuntungan atau justru mengalami kerugian. Kontrol profitabilitas perlu dilakukan oleh departemen pemasaran agar dapat mengetahui seberapa besar margin keuntungan yang diperoleh dari usaha pemasarannya. Tingkat profitabilitas dapat dilihat dari sisi produk, teritori, segmen pasar, konsumen, channel, dan lain sebagainya. Sedangkan tingkat profitabiltas yang dicari dari PCX adalah yang berfokus pada produk, karena marketing plan yang disusun untuk PCX berorientasi pada produk PCX itu sendiri. 3. Efficiency Control Tingkat kontrol dari efisiensi bertujuan untuk mengevaluasi tingkat efisiensi dan meningkatkan produktifitas dari usaha-usaha pemasaran yang dilakukan. Tingkat efisiensi dalam pemasaran terdiri dari tiga aspek utama yaitu sales force, advertising, dan distribution channel. Kinerja sales force harus senantiasa dievaluasi agar menjaga performanya tidak menurun. Demikian pula halnya dengan advertising yang telah dibuat. Advertising tersebut harus dikontrol untuk melihat apakah berhasil atau tidak. Kontrol ini berguna dalam pembuatan keputusan 5M dari advertising yang akan dilakukan mendatang, dan mengetahui apakah advertising yang dibuat memiliki dampak yang signifikan dengan tujuan dari pembuatannya. Selanjutnya hal yang perlu diperhatikan adalah sistem distribution channel yang digunakan sudah efisien dan memberikan value added pada konsumen atau tidak. 35
  36. 36. 4. Strategic Control Alat pengukur kinerja pemasaran terakhir yang digunakan PCX adalah strategic control, fungsi dari tools ini adalah memeriksa apakah program-program pemasaran yang dibuat sesuai dengan strategi awal yang ditetapkan. Di dalam melakukan proses kontrol stratejik, kami berpatokan kepada tujuan awal dan strategi generik yang perusahaan tetapkan, sehingga jika ada kesalahan dapat segera dikoreksi. Tetapi tidak menutup kemungkinan perusahaan mengubah strategi jangka pendek yang digunakan karena dinilai strategi sebelumnya tidak berhasil atau sudah usang. Tetapi secara umum strategi generik yang dilakukan PCX yaitu diferensiasi, menanamkan image skutik premium di benak konsumen harus tetap konsisten dijaga dan setiap program-program yang dibuat tidak boleh bertentangan dengan strategi awal yang telah disepakati. 36
  37. 37. Arian Vivaldi aldi_tigabelas@yahoo.com Universitas Katolik Parahyangan Marketing Management [ 081809999137 ] Adithia Arfanto adithia.arfanto@windowslive.com Universitas Katolik Parahyangan Marketing Management Joshua Lumangkun josh.lumangkun@yahoo.fr Universitas Katolk Parahyangan Marketing Management 37 Universitas Katolik Parahyangan

×