Geografi - Perairan Darat

11,424 views
11,213 views

Published on

2 Comments
7 Likes
Statistics
Notes
No Downloads
Views
Total views
11,424
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
361
Comments
2
Likes
7
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Geografi - Perairan Darat

  1. 1. TUGAS GEOGRAFINama : Ramadhani SardimanKelas : X.2
  2. 2. Perairan daratPerairan darat adalah semua bentuk perairan yang terdapat didarat.Bentuk perairan yang terdapat di darat meliputi mata air, air yangmengalir di permukaan bergerak menuju ke daerah-daerah yanglebih rendah membentuk sungai, danau, rawa dan lain-lain yangmemiliki suatu pola aliran yang dinamakan Daerah Aliran Sungai(DAS).
  3. 3. Jenis - jenis perairan darat 1. Danau Danau adalah sebuah cekungan di muka bumi dimana jumlah air yang masuk lebih besar dari air yang keluar. Air yang menggenangi danau berasal dari mata air, air tanah, air sungai yang berpelepasan atau bermuara di danau tersebut atau bisa juga berasal dari air hujan. Berdasarkan proses kejadiannya, danau dibedakan menjadi 6 macam, yaitu : 1) Danau Tektonik, yaitu danau yang terjadi akibat adanya peristiwa tektonik seperti gempa. 2) Danau Vulkanik atau danau Kawah, yaitu danau yang terdapat pada kawah lubang bekas letusan gunung berapi.
  4. 4. 3) Danau Vulkanik atau danau Kawah, yaitu danau yang terdapat pada kawah lubang kepunden bekas letusan gunung berapi.4) Danau Karst. Danau jenis ini disebut juga Doline, yaitu danau yang terdapat di daerah berbatu kapur. Danau jenis ini terjadi akibat adanya erosi atau pelarutan batu kapur.5) Danau Glasial, danau yang terjadi karena adanya erosi gletser. Pencairan es akibat erosi mengisi cekungan-cekungan yang dilewati sehingga terbentuk danau.6) Waduk atau Bendungan, adalah danau yang sengaja dibuat oleh manusia. Pembuatan waduk biasanya berkaitan dengan kepentingan pengadaan listrik tenaga air, perikanan, pertanian dan rekreasi.
  5. 5. 2. Rawa
  6. 6. Rawa/paya-paya adalah daerah rendah yang selalu tergenang air.Air yang menggenangi rawa bisa berupa air hujan, air sungaiataupun dari mata air tanah.Ada 2 jenis rawa, yaitu :1) Rawa yang airnya tidak mengalami pergantian Rawa ini tidak memiliki pintu pelepasan air sehingga airnya selalu tergenang. Ciri-ciri : Airnya asam atau payau, berwarna merah, kurang bagus untuk mengairi tanaman dan tidak dapat dijadikan air minum. Kadar keasaman air (pH) mencapai 4,5. Karena airnya asam, maka tidak banyak organisme (hewan maupun tumbuh-tumbuhan) yang hidup. Pada bagian dasar rawa umumnya tertutup gambut yang tebal.
  7. 7. 2) Rawa yang airnya selalu mengalami pergantian Rawa jenis ini memiliki pintu pelepasan air sehingga airnya berganti. Ciri-ciri : Airnya tidak terlalu asam. Banyak organisme yang hidup seperti cacing tanah, ikan serta tumbuh-tumbuhan rawa seperti eceng gondok, pohon rumbia dan lain-lain. Dapat diolah menjadi lahan pertanian.
  8. 8. Keberadaan rawa banyak manfaatnya bagi kehidupan kita, manfaatrawa bagi kehidupan kita antara lain : Tumbuhan rawa seperti eceng gondok dapat dijadikan bahanbaku pembuatan biogas dan barang-barang kerajinan anyamanseperti tas, dompet, hiasan dinding dan lain-lain. Dapat dijadikan daerah pertanian pasang surut. Sebagai lahan untuk usaha perikanan darat. Dapat dikembangkan menjadi daerah wisata.
  9. 9. 3. Air TanahMacam – macam air tanah :1. Menurut letaknya 1) Air tanah permukaan (freatik), adalah air tanah yang terdapat di atas lapisan tanah/batuan yang tidak tembus air (impermeable). Air yang ada di sumur-sumur, sungai, danau dan rawa termasuk jenis ini. 2) Air tanah dalam, adalah air tanah yang terdapat di bawah lapisan tanah/batuan yang tidak tembus air (impermeable). Untuk memperoleh air tanah jenis ini harus dilakukan pengeboran. Sumur bor atau artesis merupakan salah satu contoh sumur yang airnya berasal dari air tanah dalam.
  10. 10. 2. Menurut asalnya 1) Air tanah yang berasal dari atmosfer disebut meteoric water, yaitu air tanah berasal dari hujan dan pencairan salju. 2) Air tanah yang berasal dari dalam bumi misalnya air tanah turbir (yaitu air tanah yang tersimpan di dalam batuan sedimen) dan air tanah juvenil yaitu air tanah yang naik dari magma bila gas-gasnya dibebaskan melalui mata air panas.
  11. 11. Ada 4 wilayah air tanah yaitu :1. Wilayah yang masih terpengaruh udara Pada bagian teratas dari permukaan bumi terdapat lapisan tanah yang mengandung air. Karena pengaruh gaya berat (gravitasi), air di wilayah ini akan bebas bergerak ke bawah. Tumbuh-tumbuhan memanfaatkan air pada lapisan ini untuk menopang kelangsungan hidupnya.2. Wilayah jenuh air Wilayah inilah yang disebut dengan wilayah kedalaman sumur. Kedalaman wilayah ini tergantung pada topografi, jenis tanah dan musim.3. Wilayah kapiler udara Wilayah ini merupakan peralihan antara wilayah terpengaruh udara dengan wilayah jenuh air. Air tanahnya diperoleh dari proses kapilerisasi (perembesan naik) dari wilayah jenuh air.4. Wilayah air dalam Wilayah ini berisikan air yang terdapat di bawah tanah/batuan yang tidak tembus air.
  12. 12. 4. SungaiSungai adalah air tawar yang mengalir dari sumbernya di daratanmenuju dan bermuara di laut, danau atau sungai yang lebih besar.Jenis sungai berdasarkan pola alirannya :1. Pola radial sentripetal, adalah pola aliran pada suatu kawah gunung berapi, yang pola alirannya ke pusat depresi.2. Pola radial sentrifugal, adalah pola aliran pada kerucut gunung berapi yang baru mencapai stadium muda dan pola alirannya menuruni lereng-lereng pegunungan.3. Pola aliran dendritik, yaitu pola aliran berbentuk seperti pohon. Pola aliran ini terdiri dari sebuah aliran sungai induk dengan anak-anak sungainya.
  13. 13. 4. Pola trelis, adalah pola aliran yang terbentuk seperti tralis. Disini sungai mengalir sepanjang lembah dari suatu bentukan antiklinal dan sinklinal yang paralel.5. Pola rectangular, adalah pola aliran yang terdapat pada daerah yang mempunyai struktur patahan, baiknya berupa patahan sesungguhnya atau retakan. Pola ini merupakan pola aliran siku-siku.6. Pola anular, adalah variasi dari radial. Terdapat pada suatu dome atau kaldera yang sudah mencapai stadium dewasa.7. Pola pinnate, adalah aliran sungai yang mana muara anak sungai membentuk sudut lancip dengan sungai induk. Sungai ini biasanya terdapat pada bukit yang lerengnya terjal.
  14. 14. DAS (daerah aliran sungai)Daerah Aliran Sungai (DAS) adalah daerah yang dibatasipunggung-punggung gunung dimana air hujan yang jatuhpada daerah tersebut akan ditampung oleh punggung gunungtersebut dan akan dialirkan melalui sungai-sungai kecil kesungai utama.
  15. 15. Penyebab Kerusakan Daerah DAS Pembabatan hutan pada daerah hulu sungai. Erosi tanah di sekitar wilayah DAS. Pembangunan pemukiman warga.
  16. 16. Upaya Pelestarian DAS Melakukan rehalibitasi lahan terlantar atau lahan yang masih produktif. Melakukan perlindungan terhadap lahan yang sensitif terhapa erosi atau longsor. Melakukan peningkatan atau pengembangan sumber daya air. Menggunakan lahan yang kosong untuk pertanian. Mengembangbiakan ikan-ikan yang ada pada muara sungai.
  17. 17. Terima kasih

×