Your SlideShare is downloading. ×
  • Like
Asiyah Istri Fir'aun
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×

Now you can save presentations on your phone or tablet

Available for both IPhone and Android

Text the download link to your phone

Standard text messaging rates apply

Asiyah Istri Fir'aun

  • 609 views
Published

 

  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Be the first to comment
    Be the first to like this
No Downloads

Views

Total Views
609
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0

Actions

Shares
Downloads
5
Comments
0
Likes
0

Embeds 0

No embeds

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
    No notes for slide

Transcript

  • 1. Asiyah Istri Fir’aunAsiyah binti Muzahim merupakan salah satu diantara wanita-wanita pilihan yang pernah terukir dalam bingkaisejarah. Dia istri Fir’aun, seorang raja Mesir di zaman Nabi Musa. Saat bersama Fir’aun, Asiyah tidak dikaruniaiseorang anak-pun. Fir’aun sangat mencintainya karena kecantikan dan kematangan akhlaknya.Telah berapa banyak cobaan dan tantangan yang harus dihadapinya dengan penuh kesabaran. Bahkan,berbagai kesulitan mampu dirubah menjadi kemudahan, sehingga Asiyah dikenal sebagai rahmat bagimasyarakat di zaman Fir’aun yang penuh dengan kelicikan dan zalim.Pada masa yang seperti itulah muncul peristiwa yang akan menentukan sejarah hidup Nabi Musa selanjutnya.Disebutkan dalam sejarah kenabian, ketika Asiyah duduk-duduk di taman yang indah nan luas, dihiasi denganaliran sungai mempesona. Dia melihat sebuah peti mengambang. Perlahan-lahan peti itu semakin mendekatsehingga Asiyah menyuruh para pembantunya untuk mengambil dan mengeluarkan isi peti tersebut.Ketika dibuka, ternyata di dalamnya terdapat seorang bayi mungil, elok dan rupawan. Maka, muncullahperasaan kasih sayang dalam diri Asiyah. Allah mengaruniakan cinta dan kasih sayang terhadap bayi tersebutmelalui Asiyah. Tak pelak lagi, Asiyah memerintahkan agar bayi itu dibawa ke istana dengan bertekadmemelihara dan mangasuhnya.Ketika mendengar berita tersebut, Fir’aun hendak membunuhnya, karena dia melihat mimpi yang selama inimenghantuinya tentang seorang anak yang kelak menghancurkannya. Para dukun dan ahli nujum dihadirkandari seluruh pelosok negara. Mimpinya-pun diceritakan kepada mereka, sehingga ia diperingatkan agar hati-hati dengan kelahiran seorang bayi yang akan menjadi penyebab kehancuran kerajaannya.Akhirnya, semua bayi laki-laki Bani Israel yang lahir diperintahkan agar dibunuh, kecuali bayi yang diasuhAsiyah. Fir’aun-pun luluh dengan bujukan Asiyah ketika ia berkata : “Kita tidak mempunyai keturunan anaklaki-laki, maka jangan bunuh anak ini. Semoga ada manfaatnya untuk kita atau kita jadikan dia sebagai anakkandung kita”. Fir’aun menyetujui dan menyarankan agar anak itu dididik sedemikian rupa. Asiyah memberinama Musa terhadap anak tersebut dan mendidiknya hingga dewasa dalam istana Fir’aun. Dan kisah tentangini tidak asing lagi bagi kita.Kelak, Asiyah merupakan salah seorang yang mempercayai Musa. Ketika Fir’aun mengetahui hal tersebut, tiba-tiba rasa cintanya berubah menjadi kemarahan dan permusuhan. Asiyah tidak mengindahkannya karenadirinya tahu bahwa kebenaran bersamanya. Dan dia-pun tahu bahwa Musa adalah utusan Allah yangkebenarannya tidak dapat dihalangi oleh tantangan dan ancaman yang datangnnya dari siapa saja. Hinggameninggal dunia, hari-hari akhirnya Asiyah hanya dipenuhi dengan zikir kepada Allah seraya mengucapkan :“Ya Tuhanku, bangunlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam surga dan selamatkanlah aku dari Fir`aundan perbuatannya”.
  • 2. Allah telah mengabulkan do’anya, bahkan dalam sebuah hadis Nabi Muhammad SAW disebutkan bahwaAsiyah termasuk diantara wanita-wanita yang mulia, diriwayatkan : “Sebaik-baik wanita penghuni surga adalahKhadijah, Fatimah, Maryam putri Imron dan Asiyah istri Fir’aun”.