KACA (Materi: Bahan Bangunan)
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×
 

KACA (Materi: Bahan Bangunan)

on

  • 14,479 views

kaca menjadi material yang identik dengan arsitektur modern, dimana ragam dan pengaplikasiannya akan terus mengalami perkembangan. Maka, penting untuk melakukan kajian mengenai kaca agar pengetahuan ...

kaca menjadi material yang identik dengan arsitektur modern, dimana ragam dan pengaplikasiannya akan terus mengalami perkembangan. Maka, penting untuk melakukan kajian mengenai kaca agar pengetahuan yang kita miliki sejalan dengan perkembangan arsitektur terkini.

Statistics

Views

Total Views
14,479
Views on SlideShare
14,478
Embed Views
1

Actions

Likes
2
Downloads
317
Comments
0

1 Embed 1

https://twitter.com 1

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft Word

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

KACA (Materi: Bahan Bangunan) KACA (Materi: Bahan Bangunan) Document Transcript

  • Bahan Bangunan 1: Kaca #2012 Istana Kaca (1935) di Belanda oleh Frits Peutz, dibuat dengan konsentrasi kaca dan baja. Munculnya teknologi dalam bahan bangunan mendukung lahirnya arsitektur modern. Kaca misalnya, material yang dapat digunakan untuk mengekspresikan space atau ruang, karena memiliki karakteristik “ada tapi tak terlihat”. Perkembangan kaca mulai pesat pada tahun 1806, kaca diproduksi dengan dimensi 2,50 x 1,70 meter. Sehingga pemakaian kaca untuk jendela dan pintu yang sebelumnya di pandang langka kemudian menjadi gaya arsitektur yang yang umum. Kini, penggunaan kaca tidak hanya terbatas pada aplikasi dinding atau pintu saja, melainkan juga telah mampu diaplikasikan pada atap, pengganti dinding, bahkan lantai. Seperti yang telah dikemukakan sebelumnya, kaca menjadi material yang identik dengan arsitektur modern, dimana ragam dan pengaplikasiannya akan terus mengalami perkembangan. Maka, penting untuk melakukan kajian mengenai kaca agar pengetahuan yang kita miliki sejalan dengan perkembangan arsitektur terkini.
  • A. Pengertian Kaca Kaca adalah suatu bahan anorganik hasil peleburan beberapa bahan dasar yang kemudian didinginkan sampai fasa padat tanpa kristalisasi. Pasir silika merupakan salah satu dari bahan utamanya. Kaca adalah amorf (non kritalin) material padat yang bening dan transparan (tembus pandang), biasanya rapuh. Jenis yang paling banyak digunakan selama berabad abad adalah jendela dan gelas minum. Kaca dibuat dari campuran 75% silikon dioksida (SiO2) plus Na2O, CaO, dan beberapa zat tambahan. Suhu lelehnya adalah 2.000 derajat Celsius. B. Fungsi Kaca Penggunaan kaca dapat diaplikasikan di berbagai elemen bangunan, dapat digunakan untuk atap, dinding, lantai, jendela dan pintu, serta anak tangga. Kaca memiliki berbagai spesifikasi yang bervariasi sehingga memudahkan penggunaan untuk berbagai keperluan. Kaca memungkinkan pandangan lebih luas dan tidak terbatas. Ini bisa menimbulkan kesan terbuka dan bebas. Karena kaca merupakan material bangunan yang memungkinkan kita melihat ada apa dibaliknya, sehingga mata dapat melihat lebih jauh, meskipun secara ruang terbatasi oleh kaca tersebut. C. Penggunaan Kaca 1. Atap Atap kaca memiliki karakter transparan yang biasanya dibuat untuk menghalangi masuknya hujan, bukan sinar matahari. Penggunaan kaca sebagai atap biasanya pada atap carport, skylight, teras dan sebagainya. Atap kaca sebaiknya memiliki ketahanan tinggi. Kaca yang sebaiknya digunakan memiliki ketebalan minimal 12 mm, misalnya dengan menggunakan jenis kaca tempered atau laminated.
  • Pemasangan menggunakan penjepit yang berfungsi menggabungkan lembaran-lembaran kaca. Sebelum sistem ini dipasang, kerangka pergola sebagai tumpuan kaca harus di persiapkan terlebih dahulu, pilihlah kerangka dari besi hollow, ini karna untuk menyambung bagian dari sistem ini harus menggunakan sistem las. 2. Dinding Penggunaan kaca untuk dinding kaca dapat memberikan keleluasaan pandangan baik dari dalam ke luar maupun dari luar kedalam. Pada desain yang tepat guna, keleluasaan pandangan ini dinilai sangat bermanfaat, misalnya antara ruang keluarga dan taman, sehingga taman dapat dinikmati secara penuh dari dalam rumah. Kaca dapat digunakan sebagai pengganti dinding, dengan perlakuan khusus tentunya. Penggunaan pada dinding biasanya dibuat
  • pada area-area tertentu yang tidak membutuhkan privasi penghuni, seperti area tangga, bahkan kadang ruang tamu juga dibuat transparan. Dinding kaca memberikan efek serupa cermin. Fungsinya bukan untuk memantulkan bayangan ruang, namun lebih pada "meniadakan" batas antar ruang. Idealnya, dinding kaca ditempatkan pada area bangunan yang menghadap ke utara. 3. Pintu dan Jendela Penggunaan kaca pada pintu dan jendela, ini sudah tidak asing lagi, bahkan dimana-mana orang telah menggunakan kaca sebagai material jendela dan pintu. Penggunaannya juga sudah sangat bervariasi bentuk dan ukurannya. Fungsi utamanya adalah sebagai tempat masuknya cahaya dari luar maupun dari dalam. Besar kecilnya kaca tergantung pada kebutuhan dan desain jendela dan pintu. Usahakan agar jendela dan pintu tidak terlalu terekspos sinar matahari karena akan mempercepat naiknya suhu ruangan.
  • 4. Lantai dan Anak Tangga Lantai bisa juga dibuat dari kaca, bila ketebalannya sudah dipikirkan matang. Ketebalan kaca bisa mencapai 2 cm dan dalam potongan-potongan kecil yang diletakkan diatas frame atau dudukan dari rangka alumunium. Pemasangan Konstruksi pemasangan lantai kaca laminasi memerlukan rangka besi yang dapat disusun 2 sisi atau dengan menggunakan rangka 4 sisi. Rangka dengan 4 sisi ini dapat berupa grid. D. Jenis-Jenis Kaca 1. Kaca Murni Merupakan kaca murni, berupa kaca bening. Memiliki sifat kaca pada umumnya yaitu transparan. Keuntungan: Banyak ditemui di pasaran. Kekurangan: Mudah pecah. Penggunaan: Sebagai kaca jendela, sebagai pintu (frameless dan frame) dan pengisi kusen pintu Hasil Survey internet
  • Ukuran 3 mm 5 mm 8 mm 19 mm Harga Rp 60.000 Rp 75.000 Rp 150.000 Rp 1.250.000 Hasil Survey Kaca di Wilayah Semarang Harga : Rp 65.000,00 –Rp 2.310.000,00 Ukuran : 3 mm – 19 mm 2. Kaca Bevel Hasil Survey di Wilayah Semarang Harga : Rp 125.000,00 – Rp 250.000,00 Ukuran : 3 mm – 12 mm
  • 3. Kaca Berwarna Dibagi atas 3 macam: i. Rayben Hitam adalah kaca gelap namun masih tembus pandang. ii. Kaca Panasap iii. Rayben Warna (Blue, Green, dan Brown) Sifat: - sulit dilihat dari sisi luar - bisa menahan cahaya Aplikasi: jendela rumah. Ketebalan (mm) & Harga/m² Rayben Hitam, (blue,green,grey,bronze)* : 3 mm : Rp 47.500,00 5 mm : Rp 62.500,00; Rp 115.000,00* 12 mm : Rp 425.000,00; Rp 425.000,00* Hasil Survey Kaca di Wilayah Semarang Harga: Rp 65.000,00 – Rp 2.310.000,00 4. Kaca Reflektif Kaca Reflektif adalah kaca lembaran dengan satu permukaan dilapisi oksida logam pemantul (reflektor) cahaya atau energi.Reflektive glass berlaku seperti kaca cermin bila dilihat dari ruangan yang lebih terang
  • ke arah ruangan yang lebih gelap, namun tetap berlaku sebagai kaca tembus pandang bila pengamat melihat dari ruangan yang lebih terang. Kelebihan 1. Hemat energi Reflektive glass memantulkan sekitar 30% energi matahari, sehingga panas yang masuk cukup berkuran, sehingga memperingan kerja AC pada ruangan. Selain itu, sifat dasar cahaya yang mampu meneruskan cahaya, menjadikan ruangan lebih terang, sehingga mengehemat penggunaan penerangan dengan energi listrik. 2. Penampilan yang menarik Dengan daya pantul yang cukup besar, maka reflective glass memberikan efek cermin. Namun hanya sebagian cahaya yang terpantul sedangkan sisanya diteruskan, maka warna gedung merupakan perpaduan antara warna langit atau pemandangan lain di sekitarnya. 3. Tingkat keawetan Interior Ruangan dalam terasa lebih sejuk karena energi tidak tersalurkan secara keseluruhan, menyebabkan sinar UV yang masuk pun berkurang sehingga memperpanjang umur interior yang pada umunya tidak tahan cahaya UV. Terdiri atas 2 macam, yaitu: 1 . Kaca Stopsol Sifat : seperti cermin (dilapisi lapisan transparan tipis.) Aplikasi : jendela rumah / jendela perkantoran. Hasil Survey Kaca di Wilayah Semarang Warna : Biru, hijau Ukuran : 5 mm – 12 mm Harga : Rp 225.000,00 – Rp 550.000,00
  • 2 . Kaca One Way Jenis kaca yang paling mahal di pasaran distribusi Jawa Tengah. Karena, bayangan benda hanya tampak dan tidak dapat dilihat dari dua sisi. Sifat : tembus pandang dari satu arah. Aplikasi : untuk jendela / bangunan lainnya. Ketebalan (mm) & Harga/m² : 5 mm : Rp 195.000,00 6 mm : Rp 250.000,00 12 mm : Rp 650.000,00 5. Kaca Berpola (Patterned Glass) Terdiri atas 3 macam, yaitu: i. Kaca Flora Kaca ini sama seperti halnya kaca raindown, memiliki pola khusus pada permukaan kacanya yaitu berbentuk bunga. Varian warna : putih, hijau, kuning, dan biru Aplikasi : pembuatan kaca hias ruangan / hiasan partisi. Harga : Rp 75.000,00 Hasil Survey Kaca di Wilayah Semarang Ukuran: 3 mm– 5 mm Harga : Rp 110.000,00 – Rp 130.000,00
  • ii. Kaca Es , seperti es (berupa titik-titik) Sifatnya : buram. Aplikasi : untuk jendela kamar mandi Harga : 3mm : Rp 47.500,00 5mm : Rp 65.000,00 Hasil Survey Kaca di Wilayah Semarang Warna : Cenderung ditemukan berwarna putih es di pasaran Harga : Rp 75.000,00 – Rp 130.000,00 Ukuran : 3mm – 5 mm (yang banyak dipasaran) iii. Kaca raindown Sebenarnya masih termasuk dalam jenis kaca es, karena bayangan yang ditimbulkan dari kaca bersifat maya dan blur.Perbedaan dengan kaca es adalah, kaca ini berpola seperti air hujan yang turun itu lah mengapa disebut kaca raindown. Aplikasi : untuk jendela kamar mandi. Harga : 5mm : Rp 75.000,00 Hasil Survey Kaca di Wilayah Semarang
  • Ukuran : 3mm – 5 mm Harga : Rp 110.000,00 – Rp 130.000,00 6. Kaca Hias Terdiri dari: i. Kaca Patri Bermotif sama seperti kaca flora. Aplikasi : Kaca ini biasa digunakan untuk dekoratif jendela dan pintu. Jarang ditemui di rumah tinggal Harga (berdasar kualitas kaca yang digunakan) kaca full import :Rp 1.500.000,00 /m² kaca campur :Rp 1.100.000,00 /m² kaca lokal :Rp 600.000,00 /m² Warna : (sesuai pesanan) Ukuran : 3 mm – 10mm
  • ii. Kaca Ukir Harganya tergantung dari material & ketebalan kaca yang digunakan. Kaca bening 8 mm :Rp 600.000,00 /m² Kaca bening 10 mm :Rp 700.000,00 /m² Kaca bening 12 mm :Rp 800.000,00 /m² Aplikasi : partisi dan jendela/pintu rumah iii. Kaca Painting Sama halnya dengan kaca bening, namun kaca bening sendiri hanya sebagai bahan dasarnya saja. Kaca gambar dapat digambar/dilukis sesuai dengan permintaan pelanggan. Kelemahan :cepat pudar jika terkena cahaya matahari, Kaca painting menggunakan kaca dengan ketebalan 5 mm. Harga standar :Rp 275.000,00 (tergantung tingkat kesulitan gambar yang akan dibuat. Warna: Bening (warna dasar kaca) Ukuran: 5mm – 10 mm.
  • iv. Kaca Grafir Kaca grafir ada tiga jenis, yaitu: a. background disemprot dengan pasir b. objek disemprot dengan pasir c. kaca grafir warna Ketebalan (mm) & harga/m² : 5 mm : Rp 350.000,00 (putih), Rp 500.000,00 (warna) 6 mm : Rp 600.000,00 (putih), Rp 750.000,00 (warna) v. Kaca Inlay Aplikasi : Jendela dan pintu bangunan. Harga standar kaca inlay adalah Rp 2.500.000,00 , namun tingkat kesulitan gambar yang dibuat juga masih dipertimbangkan.
  • vi. Kaca Sandblasting / Sun glass + etsa kaca bening yang disemprot dengan pasir putih yang kasar. Atau menggunakan etsa. Kaca sandblasting digunakan untuk membuat kaca ukir. Harga jasa proses sandblasting per meter perseginya adalah Rp 25.000,00 Harga : 215 – 230ribu vii. Kaca Bening + Coating Sama seperti halnya kaca bening biasa, kaca bening ini menggunakan coating pada salah satu bagian sisinya Harga : Rp 65.000,00 – Rp. 2.310.000,00 (tergantung pesanan) 7. KACA PENGAMAN/KACA STRUKTUR Kaca Struktur dirancang untuk mendukung fasade kaca pada bangunan gedung. Fleksibilitas dari sistem ini memungkinkan untuk mendukung rangka batang vertical dan horizontal. Ketika kaca dijadikan dinding tirai, keuntungan besar adalah bahwa cahaya alami dapat menembus ke area bagian dalam gedung. Kaca Struktur dirancang untuk menahan infiltrasi udara dan air, angin dan gaya seismic yang bekerja pada bangunan. Kaca struktur dapat diaplikasikan untuk menguatkan struktur dinding, kanopi dan struktur atap.
  • 1. TEMPERED GLASS Kaca tempered merupakan kaca yang diperkeras dengan cara memanaskan kaca float biasa hingga mencapai temperatur sekitar 700*C dan kemudian didinginkan mendadak dengan menyemprotkan udara secara merata pada kedua permukaan kaca. Dari proses ini maka terjadi perubahan fisik kaca yaitu terjadi perubahan gaya tekan dan gaya tarik pada kaca, tapi secara visual tidak terjadi perubahan. Karakteristik umum. 1. Berkekuatan Tinggi. Kaca tempered mempunyai daya tahan lendutan dan benturan keras 3-5 kali lebih kuat dari dari kaca float dengan ketebalan yang sama. 2. Ketahanan Terhadap Perubahan Suhu. Kaca tempered mempunyai daya tahan terhadap perubahan suhu kira-kira 3-5 lebih tahan dari kaca float biasa. 3. Pecahan Kaca. Pecahan Kaca tempered berbentuk kecil-kecil dan tumpul tidak seperti kaca biasa yang pecahannya rangat runcing dan tajam, sehingga pecahan ini sangat aman. Penggunaan 1. Pintu pintu bebas rangka (frameless tempered glass doors). 2. Bukaan bukaan/dinding kaca pada bangunan yang menurut tingkat keamanan yang tinggi. 3. Skylight, Canopy, Lantai, Panggung. 4. Dinding kaca batas tangga, eskalator dan lift. 5. Furniture dan dekorasi, seperti meja, lemari kaca dll. 6. Kaca kaca jendela kendaraan bermotor. 7. Penggunaan penggunaan lain yang memerlukan kekuatan kaca khusus, seperti untuk dinding lapangan squash dan lain lain.
  • Tebal (mm) Harga / m2 Bening Pansap Stopsol 5 105.000 135.000 235.000 6 145.000 170.000 320.000 8 210.000 250.000 450.000 10 270.000 380.000 700.000 12 320.000 455.000 800.000 15 1.000.000 - - 18 1.400.000 - - Hasil Survey Kaca di Wilayah Semarang Harga:  Tempered polos 5 mm – 19 mm : Rp 225.000,00 – Rp 4.430.000,00  Tempered warna 5 mm – 12 mm : Rp 360.000,00 – Rp 1.480.000,00  Tempered stopsol 5 mm – 12 mm : Rp 540.000,00 – Rp 2.000.000,00 2. LAMINATED GLASS Kaca laminated dihasilkan melalui proses laminasi dengan melekatkan dua lembar kaca biasa dan menggunakan polyvinil butiral film. Bilamana kaca tersebut pecah, pecahannya akan tetap melekat pada film tersebut. Polyvinil film yang digunakan untuk kaca laminated merupakan lembaran film yang transparan dan bebas dari perubahan warna, tidak memuai dan retak sehingga tidak mengurangi keindahan dan kejernihan dari kaca itu sendiri.
  • Karakteristik umum. 1. Aman, Apabila sebuah benturan memecahkan kaca laminated pecahannya tidak akan melukai penggunanya. 2. Melindungi, Kaca laminasi menawarkan perlindungan lebih besar bagi orang dan properti dibandingkan produk kaca lainnya. Standar dua- konstruksi /lapis memberikan ketahanan terhadap penetrasi ketika mengalami serangan. Multi-lapis kaca dan film polyvinil desain dapat memberikan resistensi terhadap peluru, bom dan serangan yang kuat. 3. Pengontrol Suara, Kinerja kaca film membuat kaca laminated sangat efektif digunakan untuk mengontrol transmisi suara. 4. Kontrol solar energi, Polyvinil fim yang berwarna dapat mengurangi transmisi solar energi sehingga memberikan kesejukan. Kaca laminated juga mengurangi pantulan sinar matahari tanpa distorsi warna pandang, dan dengan warna warna film pilihan, kaca laminated memberikan „nilai tambah untuk desain. 5. Membatasi sinar ultra violet. Kemampuan daya tahan kaca laminated menyaring ultra violet, sangat membantu melindungi barang barang rumah tangga dari efek perubahan warna yang diakibatkan pengaruh radiasi ultra violet. 6. Penampilan struktur, Kaca laminated pada dasarnya memiliki penampilan struktur yang sama dengan kaca tunggal, yaitu memiliki kejernihan yang sempurna dan bebas dari perubahan warna. 7. Daya tahan terhadap pengaruh sinar, kelembaban dan panas, Kaca Laminated mempunyai daya tahan terhadap sinar ultra violet, kelembaban dan suhu panas sehingga tidak akan ada perubahan warna, luntur dan tidak ada gelembung hawa pada polyvinil film. 8. Warna, Warna Kaca laminated yang dibuat dari polyvinil film yang merupakan pigmen solid, tersedia dengan pilihan warna-warna menarik, dan bervariasi.
  • Penggunaan 1. Untuk pintu partisi digedung ataupun dirumah pribadi dimana kekuatan dan kebeningan kaca serta keamanan dibutuhkan. 2. Untuk Kaca atap (skylight, kanopi), kaca lantai, dll 3. Untuk kaca depan dan kaca jendela dari berbagai jenis kendaraan. 4. Untuk kaca anti peluru. 5. Untuk loket dan tempat menyimpan dan memamerkan barang-barang berharga. 6. Dengan polyvinil film yang berwarna akan menjadikan kaca laminated sebagai hiasan yang indah untuk jendela dan partisi. 7. Arsitektural, karena kelebihan yang dimiliki kaca laminated, maka semakin banyak arsitek menggunakannya pada gedung gedung yang ramai dikunjungi orang atau dirumah rumah dimana banyak anak anak bermain. Loket penjualan karcis di bioskop bioskop, loket di bank dan tempat penyimpanan barang barang berharga. 8. Kaca laminated juga digunakan pada jendela-jendela yang harus menahan kerasnya tiupan angin atau derasnya tekanan air. 9. Karena daya tahan yang.tinggi terhadap benturan dan tekanan angin, maka kaca laminated merupakan kaca pengaman yang baik untuk kaca depan dan jendela kendaraan bermotor (mobil, kereta api, kapal laut, pesawat udara). Tebal (mm) Harga / m2 bening panasap Stopsol 3+3m 230.000 - - 3+5m 275.000 300.000 430.000 5+5m 310.000 345.500 495.000 6+6m 350.000 380.000 675.000
  • Hasil Survey Kaca di Wilayah Semarang Ukuran : 6 mm- 19mm Harga : Rp 470.000,00 – Rp 1.185.000,00 3. KACA INSULATED Insulating glass adalah suatu unit penghemat energi yang baik sekali, dibentuk dari dua lembar kaca atau lebih yang terpisah oleh suatu rongga metal yang diisi campuran udara dan zat pengering lalu disekat dengan rapat oleh penyekat organik yang kedap udara. Insulating glass diproduksi dengan teknik vertikal press yang otomatis. Proses manufaktur yang canggih ini menjamin setiap unit tetap rata bentuknya dan berisikan udara kering. Karakteristik umum. 1. Peredam hawa panas. Udara kering diantara insulating glass akan mengurangi perambatan hawa panas dan aliran udara diingin. Jikka digunakan kaca berlapis sebagai kombinasi bahan insulating glass maka akan membuat kehidupan kita lebih nyaman, efektif dan ekonomis. 2. Peredam akustik. Udara kering diantara insulating glass dapat melemahkan gelombang suara sehingga berfungsi pula sebagai peredam suara yang efektif. 3. Pencegah embun. Bahkan pada saat temperatur antara di dalam dan luar ruangan berbeda, insulating glass tetap bebas dari embun karena adanya zat pengering. Penggunaan Dinding dan jendela kaca pada gedung gedung perkantoran, kaca yang dirancang untuk bahan panas atau menyimpan udara sejuk seperti mobil, ruang kontrol pabrik, rumah sakit, sekolah, toko toko mesin presisi, ruang kontrol mercusuar dan ruang penyiar, ataupun tempat tempat yang memerlukan temperatur dan kelembaban udara yang stabil/lemari pendingin.
  • E. Perawatan, Pemotongan dan Pembutakan Kaca 1. Perawatan Kaca Pada umumnya hanya dilap menggunakan air hingga kering. Namun jika kondisinya sudah sangat kotor menggunakan pembersih kaca yang umum dijual di pasaran. Namun kaca cukup sensitif terhadap larutan asam basa sehingga sebisa mungkin harus dihindari. Iklim & cuaca juga sangat mempengaruhi kualitas kaca. Kondisi udara yang terlalu lembab bisa membuat kaca menjadi cepat kusam. 2. Cara pemotongan kaca 1. Pemotongan biasa Pemotongan kaca pada umumnya dilakukan dengan alat yang memiliki mata berupa intan. Alat ini bentuknya seperti pen yang didalamnya berisi cairan berupa minyak tanah. Minyak tanah ini digunakan agar bisa memudahkan proses
  • pemotongan (agar licin). Setelah dipotong bagian bawah kaca diketuk / diberi satu penahan & kemudian ditekan dengan kedua tangan hingga patah. 2. Pemotongan dengan bentuk lingkaran Pemotongan dilakukan dengan menggunakan jangka khusus yang matanya terbuat dari campuran intan & baja. Pertama-tama kaca dibentuk menjadi lingkaran. Setelah itu diketuk / ditang memutar (pada saat ini kondisi kaca mulai lepas sedikit demi sedikit). Kemudian keempat sisi (atas, bawah, samping kanan dan kiri) dipotong tapi tidak boleh melebihi daerah kaca jadi. Setelah itu potongan dibuka dan sekelilingnya di-slap agar halus. 3. Pemotongan kaca bevel (sudut) Pemotongan kaca bevel berbeda sesuai bentuknya. Bisa langsung menggunakan mesin / menggunakan grinda tangan biasa. Namun proses grinda tangan memerlukan tiga tahap: Digrinda dengan amplas paling kasar dengan amplas halus diamplas dengan gabus. 3. Pembentukan kaca lembaran 1. Float process Cairan kaca dituangkan ke atas bak yang berisi cairan logam. Cairan kaca yang lebih ringan akan mengapung dan menyebar rata di atas cairan logam. Pada ujung bak, kaca lembaran ditarik keluar dengan roll, masuk ke ruangan khusus. Lalu dicuci, dikeringkan, dipotong, & dikemas. 2. Roll-Out process Cairan kaca dialirkan melalui dua roll yang berputar. Salah satu roll mempunyai pola, sehingga akan mencetak cairan kaca yang melaluinya. Kaca lembaran yang masih lunak, didinginkan secara bertahap, kemudian dipotong & dikemas.
  • F. Tambahan 1. Stiker Kaca Sumber: Sarindo Kreasi Indonesia Pemasangan Stiker Alat dan bahan yang dibutuhan adalah: - stiker khusus untuk sand blast - tisu - sampo - air - pembersih kaca - botol penyemprot - stepper (sejenis kape) - cutter Rp 65.000 / m2 Rp 85.000 / m2 Rp 85.000 / m2 Rp 85.000 / m2 Rp 95.000 / m2 Rp 35.000 / cm2 Rp 70.000 / m2
  • 1. Langkah pertama adalah membersihkan permukaan kaca dari kotoran-kotoran yang menempel. Semprotkan cairan sampo ke seluruh permukaan kaca. Kemudian gunakanlah silet untuk membersihkan permukaan kaca. Gosok permukaan kaca menggunakan silet (dengan posisi silet miring), sampai kotoran yang menempel hilang. 2. Gunakan pembersih kaca untuk membersihkan sisa-sisa sampo dan kotoran yang masih melekat. Bersihkan sampai semua sampo hilang, tapi jangan lap dengan apa pun sesudahnya. Setelah kaca selesai dibersihkan, basahi lagi permukaan kaca dengan cairan sampo tadi sampai seluruh permukaan kaca benar-benar basah. Lakukanlah hal yang sama pada permukaan stiker yang berperekat. Langkah ini bertujuan untuk melicinkan permukaan stiker agar tidak langsung menempel. Dengan demikian bila terjadi kesalahan penempelan, Anda masih bisa memperbaikinya dengan menggeser- geser stiker tersebut. 3. Pasang stiker pada permukaan kaca. Bila posisi stiker dirasa sudah tepat, bersihkan cairan sampo tadi menggunakan pembersih kaca. Hal ini sekalian untuk mengeluarkan udara yang terdapat di antara stiker dan kaca.Agar udara dan cairan sampo benar-benar hilang, gosok permukaan stiker dengan stepper. Namun sebelum menggosok permukaan stiker dengan stepper, bungkus stepper dengan tisu yang agak tebal. Ini perlu dilakukan untuk mencegah tergoresnya permukaan stiker akibat gesekan dengan stepper. 4. Apabila Anda ingin membuat motif pada stiker, gambarlah telebih dahulu motif yang diinginkan pada permukaan stiker. Lalu potonglah stiker menurut motif tersebut menggunakan bantuan cutter. Setelah motif yang diinginkan selesai dibuat, gosok sekali lagi permukaan stiker dengan pembersih kaca agar stiker tertempel dengan baik dan sisa sampo yang masih ada bisa benar-benar hilang. Sumber : Athala Interior
  • Referensi http://www.direktorimaterial.com/2012/04/lantai-kaca_29.html http://pekanbaru.tribunnews.com/2012/03/18/tips-desain-dinding-kaca http://nasional.kompas.com/read/2009/01/14/14284272/Aplikasi.Kaca.pada.Dindi ng.Rumah http://pekanbaru.tribunnews.com/2012/03/18/manfaatkan-kaca-untuk-dinding- rumah http://atapcanopy.wordpress.com/tag/atap-kaca/ http://kacaatapdankacalantai.blogspot.com/p/skylight.html http://topdesign72.com/modern-glass-roof-design-ideas-pictures-images/ http://kacaatapdankacalantai.blogspot.com/p/glass-floor.html http://kacaatapdankacalantai.blogspot.com/p/canopy-glass.html http://kacaatapdankacalantai.blogspot.com/p/structural-glass.html http://konstruksi-dan-taman.tokobagus.com/bahan-bangunan/kaca-lantai-kaca- atap-kaca-panggung-1316157.html http://kacaatapdankacalantai.blogspot.com/ http://titian.blog.stisitelkom.ac.id/2012/05/01/arsitektur-modern-2/ http://sigitkusumawijaya.blogspot.com/2008/12/sejarah-lahirnya-arsitektur- modern.html http://www.oocities.org/sta5_ar530/tugas_kelompok/kelompok5/BAB_I.htm