• Share
  • Email
  • Embed
  • Like
  • Save
  • Private Content
KAJIAN TEORI MODEL DUAL-SEKTOR DAN IMPLEMENTASINYA
 

KAJIAN TEORI MODEL DUAL-SEKTOR DAN IMPLEMENTASINYA

on

  • 789 views

makalah tentang Kajian Teori Model-Dual Sektor dan Implementasinya

makalah tentang Kajian Teori Model-Dual Sektor dan Implementasinya

Statistics

Views

Total Views
789
Views on SlideShare
789
Embed Views
0

Actions

Likes
0
Downloads
10
Comments
0

0 Embeds 0

No embeds

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft Word

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

    KAJIAN TEORI MODEL DUAL-SEKTOR DAN IMPLEMENTASINYA KAJIAN TEORI MODEL DUAL-SEKTOR DAN IMPLEMENTASINYA Document Transcript

    • Tugas MakalahKAJIAN TEORI MODEL DUAL-SEKTOR DAN IMPLEMENTASINYANama : Vindhya Tripta RandhawaJurusan : S1 Akuntansi Reguler BMatkul : Pengantar Ilmu Ekonomi II
    • Kata PengantarPuji dan syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas rahmat-Nyasaya dapat menyelesasikan makalah tentang Kajian Teori Model-Dual Sektor danImplementasinya .Pada kesempatan ini , saya ingin menyampaikan terima kasih kepada pihak-pihakyang terlibat dalam proses pembuatan makalah ini yaitu :1. Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan kesehatan kepada saya untukmenyelesaikan makalah ini.2. Almh. Mama saya yang selalu menjadi penyemangat dan motivasi saya dalammenyelesaikan makalah ini.3. Kepada Pak Dianta Sebayang selaku dosen pembimbing mata kuliah pegantar ilmuekonomi 2.Saya berharap makalah ini dapat memberikan pengetahuan yang lebih tentang . Sarandan kritik yang membangun sangat saya harapkan untuk menjadi lebih baik.Jakarta, April 2012Penulis
    • BAB ILatar BelakangEkonomi pembangunan adalah cabang dari ilmu ekonomi yang prioritasnyamembahas mengenai masalah-masalah pembangunaan di negara berkembang dan kebijakan-kebijakan yang perlu dilakukan untuk mewujudkan pembangunan ekonomi.Banyak pembelajaran tentang pembangunan di negara berkembang yang menyatakanbahwatingkat pengangguran sangat tinggi baikpengangguran terbuka maupun terselubung. Negara berkembang biasanya identikdengan negara agraris yang sebagian besar penduduknya bekerja dalam sektor pertanian.Pertanian yang tergantung pada musim banyak menciptakan pengangguran musiman yangjustru lebih serius keadaannya. Disamping itu sifat penting lain dari keadaan penduduk dinegara berkembang adalah tingkat pertambahan penduduk yang sangat cepat yangmenyebabkan masalah pengangguran di negara berkembang di negara tersebut.Pertambahan penduduk yang semakin cepat menimbulkan masalah pengangguran danproses pembangunan , hal ini mendorong beberapa ahli ekonomi untuk membuat teorimengenai modelpembangunan dan perubahan stuktur ekonomi pada yang sebagianpenduduknya bekerja di sektor pertanian yang masih tradisional dan sektor tersebutmempunyai kelebihan dalam jumlah tenaga kerja sehingga menghadapi masalahpengangguran terbuka dan terselubung yang serius. Model pembangunan pertama kali secaraimplisit memperhatikan proses perpindahan tenaga kerja dari desa ke kota dikembangkanoleh Prof. W Arthur Lewis dan kemudian diperbaharui oleh Gustav Ranis dan John C. H Fei.
    • MASALAHBentuk masalah-masalah pembangunan ekonomi di Negara berkembang antara lain :1.Pertanian TradisionalKekurangan modal, pengetahuan, infrastruktur pertanian, dan aplikasi teknologimodern dalam kegiatan pertanian menyebabkan sektor ini tingkat produktivitasnya sangatrendah dan seterusnya mengakibatkan tingkat pendapatan petani yang tidak banyakbedanya dengan pendapatan pada tingkat subsisten.2.Kekurangan Dana Modal dan Modal FisikalKekurangan modal adalah salah satu ciri penting dari setiap negara yang memulaipembangunannya dan kekurangan ini bukan saja mengurangi kepesatan pembangunanperekonomian yang dapat dilaksanakan tapi juga menyebabkan kesulitan untuk keluardari keadaan kemiskinan. Perkembangan dan modernisasi suatu perekonomianmemerlukan modal yang sangat besar. Infrastruktur harus dibangun, sistem pendidikanharus dikembangkan dan kegiatan pemerintahan harus diperluas. Dan yang lebih pentinglagi berbagai jenis kegiatan perusahaan dan industri modern harus dikembangkan. Iniberarti pihak pemerintah dan swasta memerlukan modal yang banyak untuk mewujudkanmodernisasi di berbagai kegiatan ekonomi.3.Peranan Tenaga Trampil dan BerpendidikanTersedianya modal saja tidak cukup untuk memodernkan suatu perekonomian.Pelaksana pemodernan tersebut harus ada. Dengan kata lain, diperlukan berbagaigolongan tenaga kerja, kerja yang terdidik seperti ahli-ahli teknik di berbagai bidang,akuntan dan manajer, untuk melaksanakan proyek-proyek pembangunan. Disamping itu,diperlukan tenaga trampil yang akan menjadi pengawas dan pelaksana dalam berbagaikegiatan industri.Tenaga kerja seperti ini memerlukan pendidikan. Dengan demikian, perkembangansistem pendidikan merupakan suatu langkah yang harus dilaksanakan pada waktu usahapembangunan mulai dilakukan.4.Perkembangan Penduduk PesatMengenai sifat penduduk Negara-negara berkembang, terdapat 2 ciri penting yangmenimbulkan efek buruk pada usaha pembangunan yaitu :1)Di beberapa Negara jumlah penduduknya relatif besar, contohnya adalah India danCina. Kedua Negara ini meliputi sebesar hamper 40% penduduk dunia. Negara-negara lain seperti Indonesia, Vietnam, Bangladesh dan Pakistan merupakancontoh lain Negara yang memiliki jumlah penduduk yang besar. Negara-negaratersebut menghadapi masalah pembangunan yang jauh lebih serius dari Negara-negara berkembang yang relative kecil penduduknya seperti Malaysia, Papua
    • Nugini, Brunei, Kuwait dan Arab Saudi. Mewujudkan suatu konsensus politikdalam menentukan arah dan corak pembangunan yang harus dilakukan merupakanmasalah yang memerlukan waktu beberapa tahun untuk mengatasinya.2)Tingkat perkembangan penduduk sangat cepat, perkembangan penduduk sejak PDII menunjukkan pertambahan dalam tingkat pertumbuhannya. Sebelum PD II,tingkat pertambahan penduduk diberbagai Negara-negara maju dan Negaraberkembang mencapai tingkat sekitar 1%. Tapi semenjak PD II tingkatpertumbuhan penduduk Negara berkembang mencapai lebih dari 2%. Jumlahpenduduk yang semakin besar semenjak PD II menimbulkan masalah eksploitasiatau perledakan penduduk di Negara-negara berkembang.5.Masalah Institusi, Sosial, Kebudayaan dan Politik.Pembangunan ekonomi yang pesat memerlukan situasi politik yang stabil. DibeberapaNegara berkembang keadaan ini tidak berwujud. Pertentangan diantara golongan etnikdidalam negeri, seperti yang berlaku di Negara-negara Afrika, pertentangan denganNegara tetangga, seperti Israel dan Negara Arab, adalah hal yang menghambatpembangunan.Faktor-faktor sosial dan kebudayaan besar pengaruhnya pada pembangunan. Cara-cara hidup dan berpikir tradisional sering menyebabkan masyarakat tidak bertindak secararasional. Hal ini menimbulkan efek buruk pada pertumbuhan ekonomi. Sikap dan carabertindak seseorang yang masih sangat dipengaruhi pandangan sistem keluarga dankesukuan yang sangat kuat dan sistem sosial yang membatasi kebebasan seseorang untukmenjalankan berbagai kegiatan, dapat mempengaruhi pesatnya pembangunan ekonomi.Berbagai bentuk perubahan institusional adalah penting untuk mempercepat danmempertinggi efisiensi pembangunan ekonomi. Sistem bank dan institusi keuanganmodern perlu dikembangkan. Perkembangan institusi keuangan akan menjamin efisiensipengaliran tabungan dari sektor rumah tangga kepada investor. Institusi pendidikan harusdikembangkan untuk menyediakan tenaga terdidik yang diperlukan dalam pembangunanekonomi. Mempertinggi efisiensi administrasi pemerintah, mengembangkan institusiyang merencanakan dan melaksanakan pembangunan ekonomi dan mengadakanreformasi tanah (land form) adalah beberapa perubahan institusional lain uang perludilakukan untuk meningkatkan efisiensi dan mempercepat pembangunan.
    • BAB IILANDASAN TEORIPerkembangan Ekonomi Di Negara Sedang BerkembangSebenarnya masalah pembangunan yang dihadapi dan harus dipecahkan oleh Negarasedang berkembang sekarang ini sudah lama ada. Hanya masalah-masalah itu dipersoalkansesudah selesainya perang dunia II. Pada saat itu masalah tersebut merupakan faktor utamadalam dunia perekonomian dan politik, dan diakui oleh kalangan luas akan pentingnyamasalah-masalah tersebut. Untuk mengetahui masalah-masalah diatas haruslah diselidikiperspektif sejarahnya bagaimana itu dipersoalkan.1. Asal Mula Ekonomi Dualisme (Dual Economy)Pada akhir abad ke 19, Negara-negara industry meluaskan kekuasaanya hamperkeseluruh dunia terutama di Negara sedang berkembang. Kecuali jepang yang sekarang initelah menjadi Negara industry, seluruh asia afrika dan amerika latin merupakan daerah kolonidari Negara-negara barat dan amerika.Hal ini terdapat di koloni portugis (Afrika) dimana petani diharuskan menanam kopidi angola dan kapas di monzambique. Hasilnya harus dijual kepada penjajah dengan hargayang sudah ditentukan lebih dulu oleh pembeli. Hal ini akan menekan produksi pertanianbahan makanan pokok.Negara sedang berkembang pada akhir abad 19 dapat digambarkan sebagai berikut.Disemua Negara tersebut produksi serta ekspor terutama adalah produksi primer yaitu bahanmakanan dan bahan mentah. Semua kegiatan perekonomian dalam negeri terutama ditujukanuntuk ekspor, dan kepentingan penduduk setempat tidak diperhatikaan. Kian lama ekspormereka hanya mengenai beberapa bahan yang diperlukan bagi penjajah saja, sehingga tidakbanyak jenisnya dan kadang-kadang hanya satu macam saja. Keadaan ini akan mengganggukestabilan perekonomian karena sangat terpengaruh oleh fluktuasi harga pasar dunia.Pada masa itu perekonomian Negara sedang berkembang sangatlah terpadu denganperekonomian dunia yang dikuasai oleh Negara-negara barat. Investasi di Negara sedangberkembang oleh Negara-negara penjajah ditujukan untuk memenuhi kebutuhan merekasendiri yang berarti ekspor. Investasi di sektor perambangan misalnya emas di afrika selatan,tembaga dichili, phodesia dan congo belgia, timah di Bolivia dan karet di Malaya danIndonesia,. Juga investasi di bidang transport ditujukan untuk memperlancar pengangkutanbarang-barang tersebut dari pedalaman ke Negara mereka.Jadi sifat pokok dai perekonomian di Negara sedang berkembang adalah ―ekonomidualis‖. Yaitu industri ekspor yang terpadu dengan perekonomian dunia, yang sudahmenggunakan sistem modern, ada juga kegiatan yang masih mempunyai subsisten (pertaniantradisional dan kerajinan). Kedua sektor ini memproduksi barang-barang untuk pasar localdan terpisah dari perekonomian pasar modern.
    • 2. Periode Antara Perang Dunia I dan II ―Turunnya Kekuasaan Barat‖Adanya PD I dan II tersebut telah membawa dua akibat penting bagi Negara sedangberkembang :a) Menaikan permintaan akan bahan mentah industry dan bahan makanan dari nagara-negaraberkembangb) Pengurangan ekspor barang-barang konsumsi ke Negara sedang berkembang.Kejadian tersebut mendorong Negara sedang berkembang untuk melaksanakanindustrialisasi, seperti di chili, uni afrika, selatan india dan china.3. Periode sesudah Perang Dunia II ―Perkembangan Nasional‖Sesudah PD II terjadi perubahan pandangan terhadap perkembangan ekonomi.Negara-negara maju menyadari bahwa perkembangan ekonomi merupakan tujuan penting.hal ini besar pengaruhnya terhadap pemimpin Negara-negara besar. Mereka berpendapatbahwa kemiskinan menyebabkan ketidakstabila perekonomian. Oleh karena itu merekabanyak menaruh perhatian terhadap Negara sedang berkembang.Negara sedang berkembang selama perang telah mensuplai Negara induk berupabahan-bahan mentah dan makanan dengan harga stabil. Mereka membeli dengan kredit.Impor barang-barang konsumsi dan barang capital ke Negara sedang berkembang terbatassekali, karena sebagian besar untuk keperluan perang.Sesudah PD II berakhir, keadaan di Negara sedang berkembang tidak banyakmengalami kemajuan, karena devisa yang mereka punyai selama perang itu tidak lagi banyakmanfaatnya. Hal ini karena harga-harga barang-barang impor dari amerika naik setinggi 40-50% , sehingga pembangunan ekonomi mereka menggalami kelambatan, bahkan kadang-kadang devisa digunakan untuk hal-hal yang tidak produktif.Keadaan ekspor produksi primer tampaknya ada kecenderunan menurun karenaadanya penurunan dari bahan-bahan sintetis. Disamping itu, adanya proteksi di Negara-negara maju. Dasar tukar Negara sedang berkembang makin lemah terutama untuk hasilpertanian primer, karena penawaran produk primer bersifat tidak elastis (inelastic).Lain halnya dengan harga barang-barang industri Negara-negara maju, tampak terusnaik karena adanya kecenderungan inflasi di amerika utara dan eropa barat. Jadi harga produkprimer turun, sedangkan harga barang-barang produksi naik. Akibarnya dasar tukar Negara-negara pengahasil produk primer makin tidak menguntungkan.Bantuan dari Amerika untuk Negara sedang berkembang memang ada, tetapi terbatasdengan harapan-harapan yang hendak dicapai oleh Negara tersebut. Bantuan berupa capitalsaja tidaklah cukup bila tidak tisertai dengan tersedianya faktor-faktor lain sepertiketerampilan, tenaga manusia dan kemampuan memimpin sesuai dengan rencanapembangunan. Faktor-faktor terakhir inilah yang sangat kurang di Negara sedangberkembang.
    • Karakteristik Umum Negara – Negara BerkembangSecara singkat dan sederhana, ciri – ciri umum dari setiap negara berkembang dapatdiklasifikasikan menjadi enam kategori utama sebagai berikut :1.Standar hidup yang relative rendah, ditujukan oleh tingkat pendapatan yang rendah,ketimpangan pendapatan yang parah, kondisi kesehatan yang buruk dan kurangmemadainya system pendidikan.2.Tingkat produktifitas yang rendah.3.Tingkat pertumbuhan penduduk serta beban ketergantungan yang tinggi.4.Ketergantungan pendapatan yang sangat besar kepada produksi sektor pertanian sertaekspor produk produk primer (bahan bahan mentah)5.Pasar yang tidak sempurna dan keterbatasan informasi yang tersedia6.Dominan ketergantungan dan kerapuhan yang parah pada semua aspek hubunganinternasional
    • TEORI LEWISModel dual-sektor yang diberikan oleh Sir William Arthur Lewis pemenang NobelMemorial Prize dalam bidang Ekonomi pada tahun 1979 umumnya dikenal sebagai modelLewis, itu adalah model ekonomi pembangunan yang menjelaskan pertumbuhan ekonomiyang berkembang dalam hal tenaga kerjatransisi antara dua sektor, sektor kapitalis dan sektorsubsisten.Asumsi dari Model Lewis :1. Model ini mengasumsikan bahwa ekonomi berkembang memiliki kelebihan tenaga kerjaproduktif di sektor pertanian.2. Para pekerja ini tertarik pada sektor manufaktur tumbuh di mana upah yang lebih tinggiyang ditawarkan.3. Ini juga mengasumsikan bahwa upah di sektor manufaktur kurang lebih tetap.4. Pengusaha di sektor manufaktur membuat keuntungan karena mereka menetapkan harga diatas tingkat upah tetap.5. Model ini mengasumsikan bahwa keuntungan akan diinvestasikan kembali dalam bisnisdalam bentuk modal tetap.6. Sektor manufaktur maju berarti perekonomian telah bergerak dari tradisional ke yangindustri.WA Lewis dibagi perekonomian sebuah negara terbelakang menjadi 2 sektor:1. Sektor kapitalisLewis sektor ini didefinisikan sebagai "bagian dari ekonomi yang menggunakan modaldireproduksi dan membayar kapitalis daripadanya". Penggunaan modal dikendalikan olehkaum kapitalis, yang menyewa jasa tenaga kerja. Ini mencakup manufaktur, perkebunan,tambang dll Sektor kapitalis mungkin swasta atau publik.2. Sektor subsistenSektor ini didefinisikan olehnya sebagai "bagian dari ekonomi yang tidak menggunakanmodal direproduksi Hal ini juga bisa disesuaikan dengan sektor tradisional atau adat." Sektorbekerja sendiri ". Output per kepala relatif lebih rendah di sektor ini dan ini adalah karenatidak fructified dengan modal. "Model Sektor Ganda" adalah teori perkembangan yangsurplus tenaga kerja dari sektor pertanian tradisional dialihkan ke sektor industri modern yangpertumbuhannya dari waktu ke waktu menyerap surplus tenaga kerja, mempromosikanindustrialisasi dan merangsang pembangunan berkelanjutan Dalam model ini,. sektorpertanian subsisten biasanya ditandai dengan upah rendah, kelimpahan tenaga kerja, danrendahnya produktivitas melalui proses produksi yang padat karya. Sebaliknya, sektormanufaktur kapitalis didefinisikan oleh tingkat upah lebih tinggi dibandingkan dengan sektorsubsisten , produktivitas marjinal lebih tinggi, dan permintaan untuk lebih banyak pekerja.Juga, sektor kapitalis diasumsikan menggunakan proses produksi yang modal intensif,sehingga investasi dan pembentukan modal di sektor manufaktur yang mungkin dari waktu
    • ke waktu sebagai keuntungan kapitalis yang diinvestasikan kembali dalam modal saham.Peningkatan produktivitas marjinal tenaga kerja di sektor pertanian dianggap prioritas yangrendah sebagai investasi bangsa mengembangkan hipotesis yang akan menuju modal fisik disektor manufaktur.Hubungan antara dua sektorHubungan utama antara dua sektor adalah bahwa ketika sektor kapitalis mengembang,itu ekstrak atau menarik tenaga kerja dari sektor subsisten. Hal ini menyebabkan output perkepala buruh yang bergerak dari sektor subsistensi ke sektor kapitalis meningkat. SejakLewis dalam modelnya menganggap ekonomi kerja surplus kelebihan penduduk iamengasumsikan bahwa penawaran tenaga kerja tidak terampil ke sektor kapitalis tidakterbatas. Hal ini menimbulkan kemungkinan untuk menciptakan industri baru danmemperluas yang sudah ada pada tingkat upah yang ada. Sebagian besar pasokan tenagakerja tidak terbatas terdiri dari mereka yang pengangguran terselubung di bidang pertaniandan lainnya selama-berawak pekerjaan seperti pekerjaan jasa domestik kasual, perdaganganeceran kecil. Lewis juga menyumbang dua faktor lain yang menyebabkan peningkatanpenawaran tenaga kerja tidak terampil, mereka adalah perempuan dalam rumah tangga danpertumbuhan penduduk.Sektor pertanian memiliki jumlah terbatas lahan untuk membudidayakan, produkmarjinal dari seorang petani tambahan diasumsikan nol sebagai hukum yang semakinberkurang marjinal telah ajalnya karena tanah, input tetap. Akibatnya, sektor pertanianmemiliki jumlah pekerja pertanian yang tidak memberikan kontribusi bagi hasil pertaniansejak produktivitas marjinalnya adalah nol. Kelompok petani yang tidak menghasilkan outputapapun disebut kerja surplus sejak kelompok ini bisa dipindahkan ke sektor lain dengan tidakberpengaruh pada hasil pertanian. (The kerja surplus jangka sini tidak sedang digunakandalam Marxis konteks dan hanya mengacu pada pekerja yang tidak produktif di sektorpertanian.) Oleh karena itu, karena perbedaan upah antara kapitalis dan sektor subsisten,pekerja akan cenderung transisi dari pertanian ke sektor manufaktur dari waktu ke waktuuntuk menuai imbalan upah yang lebih tinggi. Namun meskipun produk marjinal tenaga kerjaadalah nol, masih berbagi bagian dalam produk total dan menerima kira-kira produk rata-rata.Jika kuantitas bergerak pekerja dari subsisten ke sektor kapitalis sama dengankuantitas kerja surplus di sektor subsisten, terlepas dari siapa sebenarnya transfer,kesejahteraan umum dan produktivitas akan meningkat. Jumlah total produk pertanian akantetap tidak berubah sementara produk industri total meningkat karena penambahan tenagakerja, tetapi tenaga kerja tambahan juga dijalankan menurunkan produktivitas marjinal danupah di sektor manufaktur. Seiring waktu saat transisi ini terus berlangsung dan hasilinvestasi dalam peningkatan modal, produktivitas marjinal pekerja di manufaktur akandidorong oleh pembentukan modal dan didorong ke bawah oleh pekerja tambahan memasukisektor manufaktur. Akhirnya, tingkat upah dari sektor pertanian dan manufaktur akanmenyamakan sebagai pekerja meninggalkan sektor pertanian untuk sektor manufaktur,meningkatkan produktivitas marjinal dan upah di sektor pertanian sementara mengemudimenurunkan produktivitas dan upah di bidang manufaktur.Hasil akhir dari proses transisi ini adalah bahwa upah pertanian sama dengan upahmanufaktur, produk marjinal tenaga kerja sama pertanian produk manufaktur marjinal tenagakerja, dan tidak ada pembesaran manufaktur lebih lanjut sektor terjadi sebagai pekerja tidaklagi memiliki insentif moneter untuk transisi.
    • Surplus tenaga kerja dan pertumbuhan ekonomiKerja surplus dapat digunakan sebagai pengganti modal dalam penciptaan baruproyek investasi industri, atau dapat disalurkan ke industri-industri yang baru lahir, yangpadat karya pada tahap awal mereka. Pertumbuhan tersebut tidak menaikkan nilai upahsubsisten, karena penawaran tenaga kerja melebihi permintaan pada upah itu, dan produksimeningkat melalui teknik tenaga kerja baik memiliki efek menurunkan koefisienmodal. Meskipun tenaga kerja dianggap surplus, hal ini terutama tidak terampil. Inimenghambat pertumbuhan karena kemajuan teknis yang diperlukan untuk pertumbuhanmembutuhkan tenaga kerja terampil. Tapi harus ada surplus tenaga kerja dan modal yangsederhana, kemacetan ini dapat dipecah melalui penyediaan fasilitas pelatihan danpendidikan.Pemanfaatan tenaga kerja tidak terbatas untuk tujuan pertumbuhan tergantungpada jumlah modal yang tersedia pada saat yang sama. Harus ada kerja surplus, pertanianakan memperoleh ada gunanya produktif dari itu, sehingga transfer ke sektor non pertanianakan saling menguntungkan. Ini menyediakan pekerjaan bagi penduduk agraria danmengurangi beban penduduk dari tanah. Industri sekarang memperoleh tenagakerjanya. Buruh harus didorong untuk bergerak untuk meningkatkan produktivitas di bidangpertanian. Untuk memulai gerakan itu, sektor kapitalis akan harus membayar uangkompensasi ditentukan oleh tingkat upah yang orang bisa mendapatkan di luar sektor yangsekarang, ditambah satu set lainnya yang meliputi biaya hidup di sektor baru dan perubahandi tingkat keuntungan di sektor yang ada. Kaum kapitalis marjin mungkin harus membayarsebanyak 30 persen di atas upah subsisten rata-rata, WW1 pada gambar yang mewakili sektorkapitalis ditunjukkan oleh N; OW adalah upah industri. Mengingat asumsi maksimisasikeuntungan, pekerjaan tenaga kerja dalam sektor industri diberikan oleh titik di mana produkmarjinal adalah sama dengan tingkat upah, yaitu OM.Karena upah di sektor kapitalis tergantung pada pendapatan dari sektor subsisten,kapitalis ingin untuk menekan produktivitas / upah di sektor subsisten, sehingga sektorkapitalis dapat memperluas dengan upah tetap. Dalam kerja sektor kapitalis digunakansampai ke titik di mana produk marjinal sama dengan upah, karena majikan kapitalis akanmengurangi kelebihan jika ia dibayar lebih banyak tenaga kerja daripada yang ia terima untukapa yang diproduksi.Tapi ini tidak perlu benar dalam pertanian subsisten sebagai upah bisasama dengan produk rata-rata atau tingkat subsisten. Para ONPM produk total tenaga kerja
    • dibagi antara pembayaran kepada buruh dalam bentuk upah,OWPM, dan surplus kapitalis,NPW. Pertumbuhan sektor kapitalis dan tingkat penyerapan tenaga kerja dari sektor subsistentergantung pada penggunaan dibuat surplus kapitalis. Bila kelebihan itu diinvestasikankembali, produk total tenaga kerja akan meningkat. Lini produk marjinal bergeser ke atas tothak, yaitu N1. Dengan asumsi upah adalah konstan, sektor industri sekarang menyediakanlapangan kerja. Oleh karena itu kerja naik sebesar MM1.Jumlah surplus kapitalis naikdari WNP untuk WN1P . Jumlah ini sekarang dapat diinvestasikan kembali dan proses akandiulang dan semua kerja surplus akhirnya akan habis. Ketika semua kerja surplus di sektorsubsisten telah tertarik ke sektor kapitalis, upah di sektor subsisten akan mulai naik,menggeser hal perdagangan yang mendukung pertanian, dan menyebabkan upah di sektorkapitalis meningkat. Akumulasi modal telah terperangkap dengan penduduk dan tidak adaruang lingkup yang lebih panjang untuk pembangunan dari sumber awal, yaitu tenaga kerjatidak terbatas. Ketika semua kerja surplus habis, pasokan tenaga kerja untuk sektor industrimenjadi kurang dari elastis sempurna. Sekarang untuk kepentingan produsen di sektorsubsisten untuk bersaing untuk tenaga kerja seperti sektor pertanian telah menjadisepenuhnya dikomersialisasikan. Ini adalah peningkatan bagian laba di sektor kapitalis yangmenjamin bahwa surplus tenaga kerja terus dimanfaatkan dan akhirnya habis. Upah riil akancenderung meningkat seiring dengan peningkatan produktivitas dan ekonomi akan masuk ketahap mandiri pertumbuhan dengan sifat yang konsisten.Model AkumulasiProses pertumbuhan ekonomi terkait erat dengan pertumbuhan surplus kapitalis, yangselama kenaikan surplus yang kapitalis, pendapatan nasional juga meningkatkanmeningkatkan pertumbuhan ekonomi. Peningkatan surplus kapitalis ini terkait denganpenggunaan tenaga kerja lebih banyak dan lebih yang dianggap surplus dalam kasus darimodel ini. Proses akumulasi modal tidak berakhir di beberapa titik. Titik ini adalah tempatakumulasi modal menangkap dengan penduduk sehingga tidak ada lagi kerja surpluskiri. Lewis mengatakan bahwa titik di mana akumulasi modal datang untuk berhenti sebelumbisa datang juga yaitu jika upah riil naik begitu tinggi sehingga mengurangi keuntungankapitalis ke tingkat di mana semua keuntungan dikonsumsi dan tidak ada investasi bersih. Halini dapat terjadi dengan cara berikut:1. Jika akumulasi modal adalah melanjutkan lebih cepat dari pertumbuhan pertumbuhanpenduduk yang menyebabkan penurunan jumlah orang di sektor pertanian atau subsisten.2. Peningkatan ukuran sektor kapitalis atau industri dibandingkan dengan sektor subsistendapat mengubah hal perdagangan terhadap sektor kapitalis dan karena itu memaksa kaumkapitalis untuk membayar pekerja / buruh persentase yang lebih tinggi dari produk merekauntuk menjaga mereka yang sebenarnya pendapatan konstan.3. Sektor subsisten dapat mengadopsi metode baru dan lebih baik dan teknik produksi, iniakan meningkatkan tingkat upah subsisten pada gilirannya memaksa kenaikan upahkapitalis. Jadi baik surplus kaum kapitalis dan tingkat akumulasi modal akan menurun.4. Meskipun produktivitas sektor kapitalis tetap tidak berubah, para pekerja di sektor kapitalismungkin mulai meniru gaya kapitalis dan cara hidup dan karena itu mungkin perlu lebihuntuk hidup, ini akan menaikkan upah subsisten dan juga upah kapitalis dan pada gilirannyasurplus kapitalis dan tingkat akumulasi modal akan menurun.
    • Lewis mengatakan bahwa ciri utama dalam proses pembangunan ekonomi adalahberlakukanya kenaikan tabungan dan investasi disektor kapitalis. Pada awal prosespembangunan perekonomian akan menabung dan menambahkan modal sebesar 4-5% daripendapatan nasionalnya. Proses pembangunan merombak kegiatan ekonomi masyarakatmenjadi suatu perekonomian dimana tabungan sukarela mencapai kira-kira 12-15% daripendapatan nasional atau lebih. Dari gambaran mengenai proses pembangunan yangdikemukakan, sumber dari berlakunya kenaikan tabungan dan penanaman modal adalahsurplus yang bertambah besar.Faktor yang menimbulkan perubahan dalam proses pembangunan adalah:1. Apabila pembentukan modal berlangsung lebih cepat dari pertambahan penduduk.2. Bertambah besarnya sektor kapitalis, perbandingan perdagangan antara sektor tersebutdengan sektor subsisten menjadi bertambah buruk.3. Kemajuan teknik mugkin timbul disektor subsisten dan menyebabkan kenaikanproduktivitas serta kenaikan upah.
    • TEORI RANIS-FEIJohn Fei dan Gustav Ranis dalam "A Theory of Economic Development" menelaahproses peralihan yang diharapkan akan dilewati suatu negara terbelakang untuk beranjak darikeadaan stagnasi ke arah pertumbuhan swadaya. Teori merupakan penyempurnaan dari teoriLewis mengenai persediaan buruh yang tidak terbatas. Walaupun jaraknya sama tetapi keduateori tersebut menekankan analisis masing-masing kepada aspek yang berbeda. Lewismenekankan pada corak pertumbuhan disektor modern atau kapitalis, dan mengabaikananalisis mengenai perubahan-perubahan yang akan terjadi disektor pertanian. Analisis Ranis-Fei agak lebihg seimbang dan bahkan dapat dikatakan penekanan lebih banyak diberikankepada perubahan-perubahan yang terjadi disektor pertanian. Secara keseluruhan dapatdikatakan bahwa analis Ranis-Fei lebih mendalam daripada analisis Lewis.Analisis Ranis-Fei juga menunjukkan pengaruh dari pertambahan penduduk terhadapproses pembangunan, pengaruh system pasar terhadap interaksi diantara sektor pertanian danindustri, dan jangka masa (life cycle) dari berlakunya proses pembangunan untuk mencapaitaraf negara industri.Teori Ranis-Fei menyatakan bahwa‖ Suatu negara yang kelebihan buruh danperekonomiannya miskin sumberdaya, sebagian besar penduduk bergerak disektor pertaniandi tengah pengangguran yang hebat dan tingkat pertumbuhan penduduk yang tinggi.‖ Dalamkondisi tersebut, sektor ekonomi pertanian berhenti. Di sana terdapat sektor industri yang aktifdan dinamis. Pembangunan terdiri dari pengalokasian kembali surplus tenaga kerja pertanianyang sumbangannya terhadap output nol, ke industri dimana mereka menjadi produktif denganupah yang sama.Asumsi yang digunakan:Ekonomi dua-muka yang terbagi dalam sektor pertanian tradisional yang tidakberjalan dan sektor industri yang aktif.Output sektor pertanian adalah fungsi dari tanah dan buruh saja.Di sektor pertanian tidak ada akumulasi modal, kecuali reklamasi.penawaran tanah bersifat tetap.kegiatan pertanian ditandai dengan hasil (return to scale) yang tetap dengan buruhsebagai faktor variable.produktivitas marginal buruh nol.output sektor industri merupakan fungsi dari modal dan buruh saja.pertumbuhan penduduk sebagai fenomena eksogen.upah nyata di sektor pertanian dianggap tetap dan sama dengan tingkatpendapatannyata sektor pertanian.pekerja di masing-masing sektor hanya mengkonsumsikan produk-produkpertanian.
    • Berdasar asumsi tersebut, telaah pembangunan ekonomi surplus-buruh menjadi 3 tahap:Para penganggur tersamar, dialihkan dari pertanian ke industri dengan upahinstitusional yang sama.Pekerja pertanian menambah keluaran pertanian tetapi memproduksi lebih kecildaripada upah institusional yang mereka peroleh.buruh pertanian menghasilkan lebih besar daripada perolehan upah institusion.Apabila jumlah tenaga kerja disektor pertanian masih berlebih—yang diartiikan olehRanis-Fei sebagai suatu keadaan dimana produk marjinal penganggur terselubung adalahnol – tingkat upah disektor industri besarnya tidak berubah. Jika kelebihan tenaga kerja sudahtidak terdapat lagipengambilan tenaga kerja baru oleh sektor industri hanya dapat diperolehdengan menaikkan tingkat upah pekerja disektor tersebut. Sebab dari berlakunya kenaikanupah ini, yaitu pada waktu kelebihan tenaga kerja sudah tidak terdapat lagi, hanya dapatdijelaskan setelah dilakukan analisis tentang perubahan yang berlaku disektor pertaniansebagai akibat dari pengaliran tenaga kerja dari sektor pertanian ke sektor industri.Seperti teori Lewis, dalam teori Ranis-Fei tingkat upah disektor pertanian lebih tinggidari nol, walaupun sudah terdapat kelebihan tenaga kerja. Hal ini menyebabkan sebagaiantenaga kerja tidak akan menciptakan produksi tambahan. Produk marjinal pekerja-pekerja iniadalah nol. Besarnya tingkat upah yang melebihi besarnya produk marjinal ini bertentangandengna teori ahli-ahli ekonomi klasik mengenai penentuan tingkat upah. Dalam teori Ranis-Fei, walaupun jumlah tenaga kerja berlebih sehingga sebagaian produk marjinal pekerjaadalah nol tingkat upah disektor pertanian mempunyai nilai yang positif. Tingkat upah inidinamakan tingkat upah institutional.Ranis-Fei membedakan proses pembangunan ekonomi dalam tiga tahap. Tahappertama merupakan tahap dimana tenaga kerja jumlahnya masih berlebih dan keadaan inimengakibatkan produk marjinal disektor pertanian adalah sebesar nol. Tahap keduamerupakan tahap dimana kelebihan tenaga kerja tidak terdapat lagi akan tetapi masih terdapatpengangguran terselubung. Tahap ketiga merupakan tahap dimana produk marjinal disektorpertanian besarnya telah melebihi tingkat upah institutional dan mengakibatkan tenaga kerjayang berada disektor pertanian akan menerima upah yang lebih tinggi dari tahap-tahapsebelumnya. Pada tahap pertama dan tahap kedua para pekerja disektor pertanian menerimaupah sebesar upah institutional, akan tetapi pada tahap ketiga tidak lagi demikian. Tingkatupah yang baru adalah sama dengan tambahan produksi yang diciptakan oleh seorang pekerjatambahan yang terakhir disektor pertanian, berarti sama dengan produk marjinal tenaga kerjadisektor itu.Apabila sebagian tenga kerja disektor pertanian digunakan oleh sektor industri, makadengan sendirinya tenaga kerja disektor pertanian akan berkurang. Akan tetapi padapermulaannya, hal demikian tidak akan mengurangi produksi sektor pertanian. Oleh sebab itu,apabila pembanguan ekonomi terjadi, akan terdapat kelebihan produksi pertanian jikadibandingkan dengan konsumsi atas hasil pertanian yang dilakukan oleh penduduk disektorpertanian. Namun pada akhirnya produksi sektor pertanian akan mulai berkurang, penurunanini disebabkan karena produk marjinal telah melebihi besarnya upah institutional. Oleh karena
    • itu upah pekerja disektor pertanian telah mencapai tingkat yang lebih tinggi daripada upahinstitutional. Ini berarti lebih banyak lagi proporsi dari hasil pertanian yang akan digunakandalam sektor pertanian itu sendiri dan mengurangi kelebihan disektor industri. Sebagaiakibatnya apabila seorang pekerja dari sektor pertanian pindah kesektor industri makaproduksi petanian akan menjadi lebih kecil.Setelah menunjukan keadaan yang terjadi disektor pertanian Ranis-Fei kembalimenjelaskan tentang perubahan yang berlaku disektor industri. Sebagai akibat darimenurunnya produksi sektor pertanian surplus hasil pertanian yang dapat digunakan olehsektor industri, jumlah pertambahannya akan menurun dibandingkan sebelumnnya. Keadaanini menunjukan bahwa sektor industri tidak lagi dengan mudah memperoleh bahan makanandan berarti harga hasil sektor pertanian relative lebih mahal dibandingkan harga hasil sektorindustri. Bila proses pembangunan ini telah tercapai sektor industri akan memperoleh tenagakerja tambahan hanya bila mereka dibayar lebih tinggi dari sebelumnya.
    • BAB IIIPEMBAHASANSejak tahun 1950-an muncul segolongan ahli ekonomi yang meragukanpendapat Lewis dan Ranis-Fei. Mereka pada hakikatnya berpendapat bahwa tidak benar dibeberapa negara berkembang yang padat penduduknya terdapat tenaga kerja yang memilikiproduktivitas sebesar nol dalam jumlah yang besar, sehingga memungkinkan pemindahanmereka ke sektor industri dan sektor modern lainnya tana mengalami kemunduran produksi disektor pertanian.Pepelasis dan Yotopoulos alam penelitian mereka mengenai kesemaptan kerja dalamsektor pertanian di Yunani antara tahun 1953 sampai 1960 mengambil kesimpulan bahwakelebihan tenaga kerja di sektor pertanian tidak ada sama sekali. Hanya pada tahun 1953 dantahun 1954 pengangguran dalam sektor pertanian dialami oleh negara itu. Pada tahun-tahunlainnya kekurangan tenaga kerja musiman selalu ada. Hasil penyelidikan Yong Sam Chomengenai pengagguran dan sektor pertanian di Korea Selatan merupakan satu contoh lain darikritik terhadap pendapat bahwa di negara berkembang adakalanya terdapat kelebihan tenagakerja yang cukup besar. Berdasarkan pada pengamatan atas keadaan kesempatan kerja dalamsektor pertanian di Korea, Cho berkesimpulan bahwa masalah pengangguran terselubung yangserius tidak terdapat dalam sektor pertanian di negara itu, yang ada hanyalah pengangguranmusiman.Solow-Swan, memberikan kritik terhadap teori Lewis yaitu percepatan pertumbuhanbisa terjadi karena meningkatnya tabungan/investasi, Teori Lewis hanya berlaku untuk jangkapendek, Pertumbuhan jangkapanjang akan kembali ke tingkat yang sebelumnya.Kritik umum terhadap teori Lewis:Teori Lewis bersifat pro-kapital; anti terhadap distribusi pendapatan bagi buruh;mengakibatkan meningkatnya ketimpangan karena mementingkan pertumbuhan.Tidak mengakui pengaruh faktor-faktor kelembagaan dalam penentuan upah,misalnya kebijakan upah minimum, serikat pekerja, dan praktik tawar-menawarkolektif.Asumsi mengenai sebuah Strata Kapitalis sebagai sumber investasi dan pertumbuhantidak memiliki dasar kuat.Teori Lewis dan Ranis-Fei dikritik pula karena kurang mencerminkan gambaran yangsebenarnya mengenai corak urbanisasi di negara berkembang pada masa ini. Kedua teoritersebut pada hakikatnya menunjukkan bahwa perpindahan penduduk dari sektor pertanian kesektor modern baru terjadi apabila terbuka kesempatan kerja di sektor modern, terutama sektorindustri. Apabila hal tersebut tidak terjadi tenaga kerja akan tetap berada di sektor pertanian.
    • Proses perpindahan tenaga kerja yang berlangsung semenjak PD II keadaannya sangatberlainan. Arus perpindahan tenaga kerja dari sektor pertanian ke kota adalah sangat cepat,sehingga menimbulkan pengangguran yang bertambah besar di daerah urban. Dalampersoalan perpindahan penduduk dari sektor pertanian ke sektor-sektor lain, pada waktu initeori Todaro dipandang lebih mencerminkan keadaan yang sebenarnya.Menurut Todaro, lajunya urbanisasi dalam suatu waktu tertentu ditentukan oleh duafaktor: perbedaan tingkat upah riil antara daerah urban dengan daerah pertanian, dankemungkinan memperoleh pekerjaan lain di daerah urban. Menurut Todaro salah satu factorpenting yang menyebabkan arus urbanisasi begitu tinggi di negara berkembang akhir-akhir ini,walaupun pengangguran di daerah urban telah cukup besar, adalah jurang besar antara upahriil di daerah pertanian dengan upah riil di daerah urban. Maka dari sudut ini teori Todarodapat dipandang sebagai mengkritik satu aspek lain dari teori Lewis dan Ranis-Fei, yaituterhadap anggapan dalam teori mereka bahwa tingkat upah riil di sektor pertanian dan sektorindustri, dan jurang tingkat upah diantara kedua sektor itu akan tetap sama besarnya selamamasih terdapat kelebihan tenaga kerja di sektor pertanian.Model Lewis telah menarik perhatian negara-negara terbelakang karena membawabeberapa hubungan dasar dalam pembangunan dualistik. Namun itu telah dikritik denganalasan berikut:1. Pembangunan ekonomi terjadi melalui penyerapan tenaga kerja dari sektor subsistendi mana kesempatan biaya tenaga kerja sangat rendah. Namun, jika ada biayakesempatan positif, misalnya hilangnya tanaman pada saat musim panen puncak,transfer tenaga kerja akan mengurangi produksi pertanian.2. Penyerapan kerja surplus itu sendiri mungkin berakhir sebelum waktunya karenapesaing dapat meningkatkan tingkat upah dan menurunkan bagian laba. Telahterbukti bahwa migrasi desa-kota dalam ekonomi Mesir didampingi oleh peningkatantingkat upah sebesar 15 persen dan penurunan keuntungan 12 persen. Upah di sektorindustri dipaksa up langsung oleh serikat pekerja dan tidak langsung melalui tuntutanpeningkatan upah karena kenaikan di sektor subsisten, sebagai pembayaran untukpeningkatan produktivitas. Bahkan, mengingat diferensial kota-desa upah di negaramiskin yang paling, skala pengangguran besar sekarang terlihat baik di sektorperkotaan dan pedesaan.3. Model Lewis meremehkan dampak penuh terhadap ekonomi miskin dari populasiyang berkembang pesat, yaitu dampaknya pada Surplus pertanian, pembagiankeuntungan kapitalis, tingkat upah dan kesempatan kerja secarakeseluruhan. Demikian pula, Lewis mengasumsikan bahwa tingkat pertumbuhanmanufaktur akan sama dengan yang di pertanian, tetapi jika pembangunan industrimelibatkan lebih banyak menggunakan modal intensif dari tenaga kerja, maka arustenaga kerja dari pertanian ke industri hanya akan menciptakan lebih banyakpengangguran.4. Lewis tampaknya telah mengabaikan pertumbuhan yang seimbang antara pertaniandan industri. Mengingat hubungan antara pertumbuhan pertanian dan ekspansiindustri di negara-negara miskin, jika bagian dari laba yang dibuat oleh para kapitalistidak ditujukan untuk pengembangan pertanian, proses industrialisasi akan terancam.
    • 5. Kemungkinan kebocoran dari ekonomi tampaknya telah diabaikan oleh Lewis. Diamengasumsikan dengan berani bahwa kecenderungan marginal kapitalis untukmenyelamatkan adalah dekat dengan satu, tetapi peningkatan tertentu dalamkonsumsi selalu dibarengi dengan peningkatan laba, sehingga kenaikan totalpenghematan akan sedikit kurang dari peningkatan laba. Apakah atau tidak kelebihankapitalis akan digunakan secara konstruktif akan tergantung pada konsumsi hematpola 10 persen teratas penduduk. Tapi kapitalis bukanlah satu agen produktif hanyamasyarakat. Petani kecil yang memproduksi tanaman di Mesir telah menunjukkandiri mereka cukup mampu menyimpan modal yang dibutuhkan. Terbesar didunia kakao industri di Ghana sepenuhnya penciptaan pembentukan modal usahakecil.6. Pengalihan pekerja tidak terampil dari pertanian ke industri dianggap sebagai hampirhalus dan tanpa biaya, tapi ini tidak terjadi dalam praktek karena industri memerlukanberbagai jenis tenaga kerja. Masalah dapat diselesaikan dengan investasi dalampendidikan dan pembentukan keterampilan, namun proses ini tidak mulus ataumurah..Implementasi model Lewis juga mengalami kegagalan di negara berikut :1. Bukti empiris tidak selalu memberikan banyak dukungan untuk modelLewis. Theodore Schultz dalam sebuah studi empiris dari sebuah desa di India selamawabah influenza dari 1918-1919 menunjukkan bahwa hasil pertanian menurun,meskipun studi tidak membuktikan apakah output akan menurun punya proporsi yangsebanding dari populasi pertanian berangkat ke pekerjaan lain dalam menanggapiinsentif ekonomi. Pengangguran lagi menyamar mungkin ada dalam satu sektorekonomi tetapi tidak pada orang lain. Selanjutnya, secara empiris penting untukmengetahui tidak hanya apakah produktivitas marjinal adalah sama dengan nol, tetapijuga jumlah kerja surplus dan pengaruh penarikannya pada output.2. Model Lewis diaplikasikan pada perekonomian Mesir oleh Mabro pada tahun 1967dan meskipun dia kedekatan asumsi Lewis dengan realitas jika situasi Mesir selamamasa studi, model gagal pertama karena Lewis serius meremehkan laju pertumbuhanpenduduk dan kedua karena pilihan intensitas modal industri di Mesir tidakmenunjukkan banyak tenaga kerja menggunakan bias dan dengan demikian, tingkatpengangguran tidak menunjukkan kecenderungan untuk mendaftar penurunansignifikan.3. Validitas model Lewis kembali dipertanyakan ketika diaplikasikan ke Taiwan. Telahdiamati bahwa, meskipun tingkat yang mengesankan pertumbuhan ekonomi Taiwan,pengangguran tidak jatuh lumayan dan ini dijelaskan lagi dalam referensi untukpilihan intensitas modal industri di Taiwan. Hal ini mengangkat isu penting apakahsurplus tenaga kerja adalah kondisi yang diperlukan untuk pertumbuhan.
    • BAB IVKESIMPULANModel ini mengasumsikan rasionalitas, informasi yang sempurna dan pembentukanmodal tak terbatas dalam industri. Ini tidak ada dalam situasi praktis dan sepenuhnya modeljarang direalisasikan.Tetapi, model ini tidak memberikan teori umum yang baik tentangpekerja transisi di negara berkembang .Namun disamping keterbatasan-keterbatasannya teori Lewis memiliki keunggulandidalam menjelasakan proses pembangunan dengan cara yang gamblang. Teori 2 sektor inimempunyai analitis yang tinggi. Ia menjelaskan bagaimana pembentukan modal yang rendahberlangsung di negara terbelakang yang mempunya tenaga kerja yang berlebihan dan kurangmodal. Sedangkan terori Ranis-Fei merupakan penyempurnaan dari teori Lewis. Jika teoriLewis lebih menekankan pada corak pertumbuhan disektor modern dan mengabaikan analisismengenai perubahan-perubahan yang terjadi disektor pertanian, teori Ranis-Fei agak lebihseimbang dan bahkan dapat dikatakan penekanan lebih banyak diberikan kepada perubahan-perubahan yang terjadi disektor pertanian.