Your SlideShare is downloading. ×
0
Menjadikan Bangsa Indonesia
“Bangsa Cerdas”
MDGs dan Pembangunan Berkelanjutan
MASA MENDATANG?

Nila F. Moeloek
Utusan Khu...
Tujuan Pembangunan Milenium
Millennium Development Goals
Kesehatan dan Pendidikan: 2 pintu Kesejahteraan Bangsa
1

5

Memb...
Tiga Pilar Pembangunan Berkelanjutan
Pembangunan berkelanjutan

Kemakmuran
Proteksi
Ekonomi
Lingkungan

Keadilan
Sosial

K...
Amanat Pembukaan UUD 1945
Amanat Pendiri
Bangsa Indonesia

MDGs

Nation

MDGs
Perkembangan Human Development Index
(HDI) Indonesia 1980 -- 2013
Series 1
0,700

0,620

0,624 0,629

0,600
0,561

0,500

...
Trend Indeks Pembangunan Manusia (IPM)
secara numerik meningkat dari 1996 - 2011
Nasional
0,8

0,776

0,7659
0,7703

0,78
...
Menjelang tenggat waktu
pencapaian MDGs
• Tenggat waktu pencapaian MDGs pada 2015
tidak lama lagi
• Di atas kertas, 2.3 ta...
Masalah Kesehatan
IPTEK

Ekologi &
Lingkungan

Epidemiologi
Penyakit

Kependudukan

Kerjasama
Global

Kemitraan &
Partisip...
Persentase jenis kelamin dan jenjang pendidikan
penduduk berumur 15 tahun ke atas menurut
daerah perkotaan & perdesaan
35
...
Status Pencapaian MDGs di Indonesia
Target yang telah tercapai

Target yang dapat dicapai
pada 2015

Target yang memerluka...
PAPUA BARAT

BENGKULU

KEPULAUAN BANGKA…

SULAWESI BARAT

GORONTALO

PAPUA

BALI

D I YOGYAKARTA

KEPULAUAN RIAU

SULAWESI...
700

500

0
KEPULAUAN BANGKA…
KEPULAUAN RIAU
SULAWESI BARAT
GORONTALO
NUSA TENGGARA BARAT
D I YOGYAKARTA
BALI
PAPUA BARAT
...
Distribusi Bidan Desa (PTT) Tahun 2012
Source: Directorate of Maternal Health 2012

Percentage

Pada 1997, lebih dari 54.0...
Grafik Rasio Dokter/100.000 Penduduk
8,8
Target 40 dokter/100.000 penduduk
10,0

SULAWESI BARAT
NUSA TENGGARA TIMUR
MALUKU...
Grafik Rasio Dokter Spesialis/100.000 Penduduk
1,4
1,7
2,1
2,3
2,4
2,6
2,7
2,7
2,8
3,1
3,2
3,4
3,7
3,8
4,0
4,2
5,0
5,5
6,3...
Grafik Rasio Perawat/100.000 Penduduk
47,4
49,5
50,2

BANTEN
JAWA BARAT
LAMPUNG
JAWA TENGAH
JAWA TIMUR
NUSA TENGGARA BARAT...
Layanan Kesehatan Indonesia
Medical Practice System
(‘Integrated System of Medical Service and Maintenance’)
Tertiary
‘Managed
Care’/social
insurance
...
Dependency Ratio Indonesia
2002 - 2011
52,44%

47,30%
Piramida Penduduk Indonesia
5,63%

67,64%

26,73%
BPS, 2010
Indonesia’s demographic
window of opportunity

‘Jangan salah
kelola masalah
kependudukan’

HDI Indonesia naik menjadi
peri...
Memahami Tren Epidemi HIV-AIDS
di Indonesia

dua pendorong
penularan HIV
di Indonesia

1 Pakai jarum
tak steril
bersama

2...
Persentase Kasus AIDS di Indonesia
Berdasarkan Kelompok Umur pada
triwulan 2 2011
Usia produktif
sepertiganya
adalah
perem...
Dependency Ratio - MDGs
47,8%

Usia
Anak

26,73%

KB
Gizi Sehat

Usia Muda
67,64%
Perilaku hidup sehat
Pencegahan HIV/AIDS...
Perspektif Gender
• 1. Akses&tenaga profesional

• 2. Peran Perempuan
• 3. Kemampuan kemitraan
perempuan dan laki-laki
• 4...
A Road Map to Die * :
Potret kebodohan, kemiskinan, gender (diskriminasi)
Rekonstruksi Kematian Ny. Anah
Poor SocioEconomi...
Kualitas Hidup Ibu
Kualitas Hidup Ibu
AKI: jumlah wanita meninggal terkait gangguan kehamilan
atau penanganannya selama kehamilan, melahirkan, masa
nifas (42 ha...
Penyebab Kematian Bayi Baru Lahir
di Indonesia

Bayi biru
saat lahir
(asfiksia)

Infeksi
(sepsis)

Komplikasi
Bayi
Muda/Ke...
Tantangan kaum perempuan
• Masih rendahnya rendahnya posisi tawar
perempuan dalam menentukan kesehatan
reproduksinya sendi...
• Perempuan Berpengetahuan
• Manajemen Rumah Tangga
Ketahanan keluarga

Pendidikan perempuan

•Nutrisi

Pengetahuan
Keluar...
Kesehatan bukan hanya Keluarga
Berencana
Reproduksi
Penyakit di negara-negara berkembang dan
belum berkembang
Pertumbuha
n...
Maternal mortality rate

Umur
Jumlah anak
Jarak kehamilan
Family Planning*

Indonesia
USA

20
Mencegah
kehamilan

24-25
Re...
PENYEBAB KURANG GIZI
IBU HAMIL DAN ANAK

MAKANAN
SEHAT
Kurang gizi..

penyakitan
& kematian

PERHATIAN
ibu menyusui, bayi
...
KERANGKA KEMITRAAN GLOBAL
Scaling Up Nutrition (SUN)
Every Woman, Every Child
Persalinan
Pra persalinan

Pengetahuan
• Kel...
Sumber : Harjono Sujono
ADVOKASI - EDUKASI

PROGRAM YANG
TERINTEGRASI
Solar/
energi
Akses
Air
Bersih/
Sanitasi

MASYARAKAT
UMUM
Kondisi Kesehatan
...
MentawaiUtusan Khusus Presiden RI untuk MDGs
Kantor
Karawang Barat
Pasuruan Timur
Berau
Lindu
Ogotua
Pulau Ende
Double burden of diseases
 Non communicable diseases
 Communicable deseases

New threats to health
HEALTH
PROMOTION:
CHA...
Sumber Daya
Manusia (SDM)

Manusia
(Human Capital)
Bonus
Demografi
Sumber Daya
Manusia (SDM)

Pembangunan
Manusia
(Human Capital)
Ketahanan ekonomi

Faktor pengungkit
Kesehatan

Nutrisi/Giz...
Daftar Komoditi yang Memberi Pengaruh Besar pada
Kenaikan Garis Kemiskinan di Perkotaan, 2012
Prosentase
Perumahan
Pendidi...
Daftar Komoditi yang Memberi Pengaruh Besar pada
Kenaikan Garis Kemiskinan di Perdesaan, 2012
Prosentase
Perumahan
Pakaian...
Hubungan antara sekolah dan usia menikah
• Pernikahan terjadi pada usia
yang lebih muda diantara
mereka yang tidak pernah
...
MDG-1
KEMISKINAN
MALNUTRISI

• Ketahanan
pangan
• Pengetahuan
perempuan
Ketahanan
keluarga
• Family Planning

MDG-7
LINGKU...
Komnas
HLEP
Post 2015
1. Mengurangi Kemiskinan
2. Memberdayakan Anak
Perempuan, Kaum
Perempuan dan
Pencapaian Kesetaraan
Gender
3. Men...
Agenda Universal:
Lima Pergeseran Transformasi Dasar
(Dari Visi ke Aksi)
1. Tidak meninggalkan siapapun
2. Menempatkan pem...
Tiga Pilar Pembangunan Berkelanjutan
LINGKUNGAN

EKONOMI

Lapangan kerja
Aset
Investasi
Kemakmuran

Iklim
Air
Ekonomi berk...
Perilaku
Sosial
Negatif?

DAMPAK
EKONOMI
„kemiskinan‟
‘Cost of Value’
‘Intangible Cost’
Aspek-aspek penting MDGs yang bisa diadopsi
untuk Kerangka Pembangunan Pasca-MDGs
Pembangunan
yang fokus
Seruan
bersama
pe...
FAKTOR SALING
TERKAIT
Gender

Urban/rural

Pendidikan

AKB/
AKI

LINGKUNGAN

Kemiskinan/gizi

Penyakit
menular
PERUBAHAN
FUNGSI TATA
GUNA LAHAN

PENIPISAN
LAPISAN OZON

Pergeseran
Populasi
Penduduk

Produktivitas
Agroekosistem

Wabah...
Kemitraan Berbasis Gerakan Masyarakat

•
•
•

Kelompok
pemuda/mahasiswa
Komunikasi publik,
media sosial
Panutan
Pendidikan...
Dibutuhkan
sejumlah
terobosan
Cita-cita
inovatif
oleh berbagai
Pencapaian
pemangku
MDGs terwujud kepentingan
Kombinasi

TO...
Pemanfaatan Social Media
Riset KUKPRI
MDGs sebelum dan
sesudah
bergabung dengan
Pencerah
Nusantara:

3x lipat produksi
inf...
Status Gizi Anak
Konsumsi Makanan
memenuhi jumlah &
komposisi zat gizi
memenuhi syarat gizi
seimbang.

Ketersediaan&
pola ...
Integrasi & Kolaborasi Lintas Sektor
GIZI Kesehatan Ibu
dalam Upaya Perbaikan
& Anak Sebagai Kunci Pembangunan
Bangsa

KAN...
Bangsa Cerdas
Smart Nation
• Suasana kehidupan berbangsa yang ditandai
oleh kecerdasan bangsa sebagai hasil proses
upaya p...
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Materi prof. nila moeloek

1,409

Published on

Published in: Health & Medicine
0 Comments
1 Like
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total Views
1,409
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
104
Comments
0
Likes
1
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Transcript of "Materi prof. nila moeloek"

  1. 1. Menjadikan Bangsa Indonesia “Bangsa Cerdas” MDGs dan Pembangunan Berkelanjutan MASA MENDATANG? Nila F. Moeloek Utusan Khusus Presiden Republik Indonesia untuk Millennium Development Goals
  2. 2. Tujuan Pembangunan Milenium Millennium Development Goals Kesehatan dan Pendidikan: 2 pintu Kesejahteraan Bangsa 1 5 Memberantas kemiskinan Meningkatkan kesehatan ibu hamil Mewujudkan 2 pendidikan dasar untuk semua 6 3 7 Mendorong kesetaraan gender & pemberdayaan perempuan 4 Menurunkan angka kematian anak 8 Memerangi penyakit HIV/Aids/ Malaria/ TBC Memastikan kelestarian lingkungan Mengembangkan kemitraan global untuk pembangunan
  3. 3. Tiga Pilar Pembangunan Berkelanjutan Pembangunan berkelanjutan Kemakmuran Proteksi Ekonomi Lingkungan Keadilan Sosial Kesehatan Pendidikan
  4. 4. Amanat Pembukaan UUD 1945 Amanat Pendiri Bangsa Indonesia MDGs Nation MDGs
  5. 5. Perkembangan Human Development Index (HDI) Indonesia 1980 -- 2013 Series 1 0,700 0,620 0,624 0,629 0,600 0,561 0,500 0,508 0,400 0,300 0,593 0,500 0,450 0,390 Komponen indikator: • Pendidikan • Kesehatan • GNP 0,200 0,100 Indonesia ranking 121 dari 187 negara 0,000 1980 1990 1995 2000 2005 2009 2010 2011 2012 hdr.undp.org diakses April 2013
  6. 6. Trend Indeks Pembangunan Manusia (IPM) secara numerik meningkat dari 1996 - 2011 Nasional 0,8 0,776 0,7659 0,7703 0,78 0,7797 0,7736 DKI Jakarta 0,76 Nasional 0,74 0,72 0,7277 0,7227 0,7 0,7053 0,7117 0,7176 0,68 0,6494 0,66 Papua 0,6536 0,6453 0,64 0,64 0,6311 0,62 2007 2008 2009 2010 2011 BPS, 2013
  7. 7. Menjelang tenggat waktu pencapaian MDGs • Tenggat waktu pencapaian MDGs pada 2015 tidak lama lagi • Di atas kertas, 2.3 tahun lagi, tapi secara riil waktu yang tersisa jauh lebih sedikit • Apa yang bisa dilakukan dalam rentang waktu tersisa? 1.Fokus pada pencapaian MDGs pada 2015 2. Fokus juga pada situasi pasca-MDGs, untuk mengantisipasi transisi ke kerangka pembangunan baru
  8. 8. Masalah Kesehatan IPTEK Ekologi & Lingkungan Epidemiologi Penyakit Kependudukan Kerjasama Global Kemitraan & Partisipasi Masyarakat
  9. 9. Persentase jenis kelamin dan jenjang pendidikan penduduk berumur 15 tahun ke atas menurut daerah perkotaan & perdesaan 35 29,72 29,63 29,82 Perempuan 30 Laki-laki 25 25,41 21,21 P+L 19,94 20,57 20 13,412,06 15 10,12 10 22,83 20,29 12,74 7,28 7,12 6,62 5 6,87 4,38 0 Tdk/Blm pernah Belum Tmt SD SD/Sederajat SMP/Sederajat SM/Sederajat Perguruan Tinggi BPS, Susenas 2010
  10. 10. Status Pencapaian MDGs di Indonesia Target yang telah tercapai Target yang dapat dicapai pada 2015 Target yang memerlukan kerja kerjas untuk dicapai pada 2015 MDG-1 Penanggulangan kemiskinan MDG-1 Penurunan prevalensi balita dengan berat badan rendah MDG-5 Angka Kematian Ibu yang tinggi MDG-3 Kesetaraan gender MDG-2 Angka partisipasi murni dalam semua jenis dan tingkat pendidikan untuk pendidikan dasar dan angka melek huruf penduduk MDG-6 Jumlah penduduk dengan HIV/AIDS yang meningkat MDG-6 Penurunan prevalensi TBC MDG-3 Rasio partisipasi murni MDG-7 Tingkat emisi gas perempuan terhadap pria pada rumah kaca yang tinggi & pendidikan menengah dan air bersih serta sanitasi tinggi MDG-4 Angka kematian balita yang menurun MDG-8 Kemitraan internasional
  11. 11. PAPUA BARAT BENGKULU KEPULAUAN BANGKA… SULAWESI BARAT GORONTALO PAPUA BALI D I YOGYAKARTA KEPULAUAN RIAU SULAWESI UTARA KALIMANTAN TENGAH MALUKU UTARA JAMBI DKI JAKARTA MALUKU KALIMANTAN TIMUR SULAWESI TENGGARA SULAWESI TENGAH KALIMANTAN BARAT SULAWESI SELATAN KALIMANTAN SELATAN SUMATERA BARAT SUMATERA SELATAN NUSA TENGGARA BARAT RIAU LAMPUNG ACEH SUMATERA UTARA NUSA TENGGARA TIMUR BANTEN JAWA TIMUR JAWA TENGAH JAWA BARAT 250 208 168 156 152 150 130 121 120 120 116 113 105 97 94 83 78 77 77 73 71 60 56 55 53 50 42 40 39 32 668 627 837 900 800 700 600 500 400 300 200 100 0 Propinsi Dengan Jumlah Kematian Ibu Terbanyak Tahun 2011 50% (2.590) kematian ibu 25% (1.233) kematian ibu 25% (1.295) kematian ibu
  12. 12. 700 500 0 KEPULAUAN BANGKA… KEPULAUAN RIAU SULAWESI BARAT GORONTALO NUSA TENGGARA BARAT D I YOGYAKARTA BALI PAPUA BARAT MALUKU UTARA KALIMANTAN TIMUR SULAWESI TENGAH SULAWESI UTARA JAMBI KALIMANTAN TENGAH MALUKU RIAU BENGKULU KALIMANTAN BARAT BANTEN SUMATERA BARAT SULAWESI TENGGARA KALIMANTAN SELATAN SULAWESI SELATAN LAMPUNG N.A.D NUSA TENGGARA TIMUR SUMATERA SELATAN PAPUA DKI JAKARTA SUMATERA UTARA JAWA TENGAH JAWA TIMUR JAWA BARAT Distribusi Puskesmas 900 800 Perawatan (3.365) 600 Non Perawatan (6.187) 400 300 200 100 Kemenkes. Puskesmas Online 2013
  13. 13. Distribusi Bidan Desa (PTT) Tahun 2012 Source: Directorate of Maternal Health 2012 Percentage Pada 1997, lebih dari 54.000 bidan ditempatkan di desa-desa dan lk 20.000 Poskesdes didirikan Saat ini 135.267 bidan yang teregistrasi (104.060 bidan di fasilitas kesehatan pemerintah dimana 40.058 adalah bidan desa). 13
  14. 14. Grafik Rasio Dokter/100.000 Penduduk 8,8 Target 40 dokter/100.000 penduduk 10,0 SULAWESI BARAT NUSA TENGGARA TIMUR MALUKU MALUKU UTARA NUSA TENGGARA BARAT SULAWESI TENGGARA SULAWESI TENGAH KALIMANTAN BARAT LAMPUNG PAPUA KALIMANTAN TENGAH PAPUA BARAT KEPULAUAN BANGKA BELITUNG GORONTALO JAMBI KALIMANTAN SELATAN SUMATERA SELATAN BENGKULU JAWA TENGAH JAWA TIMUR JAWA BARAT KEPULAUAN RIAU RIAU KALIMANTAN TIMUR INDONESIA BANTEN SULAWESI SELATAN ACEH SUMATRA BARAT SUMATRA UTARA BALI DI YOGYAKARTA SULAWESI UTARA DKI JAKARTA 12,5 12,6 13,6 14,5 14,9 15,2 17,5 17,8 20,4 21,7 21,9 23,0 23,3 24,9 25,6 26,3 26,4 30,1 31,1 31,8 33,8 35,0 36,0 36,8 41,2 43,8 45,5 47,5 67,3 75,9 79,8 149,7 - 20,0 40,0 60,0 Sumber : Badan PPSDM (data diolah dari KKI, Desember 2012) 80,0 100,0 120,0 140,0 160,0
  15. 15. Grafik Rasio Dokter Spesialis/100.000 Penduduk 1,4 1,7 2,1 2,3 2,4 2,6 2,7 2,7 2,8 3,1 3,2 3,4 3,7 3,8 4,0 4,2 5,0 5,5 6,3 6,7 7,0 7,3 7,3 7,6 8,6 8,7 9,1 9,2 9,5 Target 9 dokter spesiais/100.000 penduduk NUSA TENGGARA TIMUR SULAWESI BARAT MALUKU NUSA TENGGARA BARAT MALUKU UTARA PAPUA LAMPUNG BENGKULU SULAWESI TENGGARA KALIMANTAN TENGAH SULAWESI TENGAH KALIMANTAN BARAT KEPULAUAN BANGKA BELITUNG PAPUA BARAT GORONTALO JAMBI KALIMANTAN SELATAN RIAU ACEH SUMATERA SELATAN JAWA TENGAH JAWA BARAT BANTEN KEPULAUAN RIAU JAWA TIMUR KALIMANTAN TIMUR INDONESIA SUMATRA BARAT SUMATRA UTARA SULAWESI SELATAN SULAWESI UTARA BALI DI YOGYAKARTA DKI JAKARTA 11,1 13,2 20,0 24,9 50,0 - 5,0 10,0 15,0 Sumber : Badan PPSDM (data diolah dari KKI, Desember 2012) 20,0 25,0 30,0 35,0 40,0 45,0 50,0
  16. 16. Grafik Rasio Perawat/100.000 Penduduk 47,4 49,5 50,2 BANTEN JAWA BARAT LAMPUNG JAWA TENGAH JAWA TIMUR NUSA TENGGARA BARAT INDONESIA SUMATRA UTARA SUMATERA SELATAN NUSA TENGGARA TIMUR RIAU JAMBI BALI SUMATRA BARAT DI YOGYAKARTA SULAWESI SELATAN SULAWESI BARAT KALIMANTAN SELATAN GORONTALO PAPUA DKI JAKARTA KEPULAUAN BANGKA BELITUNG SULAWESI TENGGARA KALIMANTAN TIMUR KEPULAUAN RIAU ACEH KALIMANTAN BARAT BENGKULU KALIMANTAN TENGAH SULAWESI UTARA SULAWESI TENGAH MALUKU UTARA MALUKU PAPUA BARAT 71,0 74,7 78,7 Target 117 perawat/100.000 penduduk 93,6 94,0 95,3 103,7 108,4 111,9 112,4 118,6 121,5 125,7 127,3 128,3 135,9 137,6 138,5 144,3 150,4 156,4 162,9 169,2 174,0 181,7 183,1 197,2 216,4 218,5 267,3 276,8 - 50,0 100,0 150,0 200,0 250,0 Sumber : Badan PPSDMK (data diolah dari Ditjen BUK Januari 2013 dan Sekretariat BPPSDMK Januarai 2013) 300,0
  17. 17. Layanan Kesehatan Indonesia
  18. 18. Medical Practice System (‘Integrated System of Medical Service and Maintenance’) Tertiary ‘Managed Care’/social insurance Financing system Secondary Primary Care ‘Competency Based’ Education system Self Care ??? Principles: Fair, equal, affordable, quality FA MOELOEK
  19. 19. Dependency Ratio Indonesia 2002 - 2011 52,44% 47,30%
  20. 20. Piramida Penduduk Indonesia 5,63% 67,64% 26,73% BPS, 2010
  21. 21. Indonesia’s demographic window of opportunity ‘Jangan salah kelola masalah kependudukan’ HDI Indonesia naik menjadi peringkat 121 tahun 2013
  22. 22. Memahami Tren Epidemi HIV-AIDS di Indonesia dua pendorong penularan HIV di Indonesia 1 Pakai jarum tak steril bersama 2 Perilaku seks berisiko tidak pakai kondom
  23. 23. Persentase Kasus AIDS di Indonesia Berdasarkan Kelompok Umur pada triwulan 2 2011 Usia produktif sepertiganya adalah perempuan Kasus 40% 36,40% 35% 34,50% 30% 25% 20% 13,30% 15% 10% 5% 1,60% 2,40% 1,10% 2,60% 4,30% 1,10% 2,20% 0% Sumber : Laporan Surveilans AIDS Kemenkes RI tahun Apr - Jun 2011
  24. 24. Dependency Ratio - MDGs 47,8% Usia Anak 26,73% KB Gizi Sehat Usia Muda 67,64% Perilaku hidup sehat Pencegahan HIV/AIDS Lapangan kerja layak Usia Lansia 5,63% Penyakit tak menular Degeneratif Katarak / Kebutaan
  25. 25. Perspektif Gender • 1. Akses&tenaga profesional • 2. Peran Perempuan • 3. Kemampuan kemitraan perempuan dan laki-laki • 4. Kesadaran manfaat yang diperoleh
  26. 26. A Road Map to Die * : Potret kebodohan, kemiskinan, gender (diskriminasi) Rekonstruksi Kematian Ny. Anah Poor SocioEconomic Development isteri seorang petani, miskin, dan buta huruf Family Planning Services Excess Fertility High Risk Pregnancy *) FA Moeloek Accessibility to First Level Referral Services Raising Status of Women CommunityBase Maternity Services Die Life Threatening Complication
  27. 27. Kualitas Hidup Ibu
  28. 28. Kualitas Hidup Ibu
  29. 29. AKI: jumlah wanita meninggal terkait gangguan kehamilan atau penanganannya selama kehamilan, melahirkan, masa nifas (42 hari setelah melahirkan) tanpa memperhitungkan lama kehamilan-per 100 000 kelahiran hidup, termasuk jangka waktu 6 minggu-setahun pasca melahirkan.
  30. 30. Penyebab Kematian Bayi Baru Lahir di Indonesia Bayi biru saat lahir (asfiksia) Infeksi (sepsis) Komplikasi Bayi Muda/Kecil
  31. 31. Tantangan kaum perempuan • Masih rendahnya rendahnya posisi tawar perempuan dalam menentukan kesehatan reproduksinya sendiri • Penyebab utama AKI di Indonesia adalah perdarahan, eklampsia dan infeksi • Ditaksir 2,3 juta abortus tidak aman terjadi setiap tahun di Indonesia – 1 juta keguguran spontan – 700.000 tidak menggunakan kontrasepsi – kehamilan tidak diinginkan – 600.000 karena kegagalan KB
  32. 32. • Perempuan Berpengetahuan • Manajemen Rumah Tangga Ketahanan keluarga Pendidikan perempuan •Nutrisi Pengetahuan Keluarga Berencana ‘kontrasepsi’ Pemberdayaan Perempuan Human Right
  33. 33. Kesehatan bukan hanya Keluarga Berencana Reproduksi Penyakit di negara-negara berkembang dan belum berkembang Pertumbuha n bayi yang buruk Perempuan dewasa Pendek (stunted) < 151 cm Kurang gizi yang lebih besar. Potensi intelektual yang menurun. Gizi buruk dalam kehamilan (anemia) Merokok Sering terinfeksi, misalnya malaria 10% of berat lahir di bawah 2,5 kg Lebih banyak infeksi dan kematian perinatal. Dampak berat lahir rendah hingga tahun keempat.
  34. 34. Maternal mortality rate Umur Jumlah anak Jarak kehamilan Family Planning* Indonesia USA 20 Mencegah kehamilan 24-25 Rencana kehamilan kontrasepsi *) FA Moeloek Africa 30 35 Mengakhiri kehamilan
  35. 35. PENYEBAB KURANG GIZI IBU HAMIL DAN ANAK MAKANAN SEHAT Kurang gizi.. penyakitan & kematian PERHATIAN ibu menyusui, bayi dan anak Akses layanan kesehatan dan lingkungan sehat, air,dan sanitasi Perempuan AKAR MASALAH KESEHATAN berpengetahuan, tentan g gizi dan pendidikan anak serta KB. Anak kurang cerdas berkurang 50%
  36. 36. KERANGKA KEMITRAAN GLOBAL Scaling Up Nutrition (SUN) Every Woman, Every Child Persalinan Pra persalinan Pengetahuan • Keluarga Berencana • Faktor penyulit persalinan • Sarana akses kesehatan • Gizi anak dalam kandungan • Jaminan Kesehatan 1000 hari pertama kehidupan anak • Pengetahuan •Keluarga Berencana • Pengetahuan ASI • Kesehatan Anak • Pengetahuan imunisasi •Psikomotorik anak • Lingkungan bersih & sehat
  37. 37. Sumber : Harjono Sujono
  38. 38. ADVOKASI - EDUKASI PROGRAM YANG TERINTEGRASI Solar/ energi Akses Air Bersih/ Sanitasi MASYARAKAT UMUM Kondisi Kesehatan Komunitas Induksi Advokat Kesehatan Yang Muda Dukungan Dana Stabil & Berkala DAMPAK INPUT TOGA KB PUSAT PELAYANAN KESEHATAN PRIMER Dokter umum Dokter gigi Bidan Perawat 2.Dana Abadi Sektor Swasta 1. Kontribusi Komunitas KANTOR UTUSAN KHUSUS PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA UNTUK MDGs KIA Pemerhati kesehatan
  39. 39. MentawaiUtusan Khusus Presiden RI untuk MDGs Kantor Karawang Barat Pasuruan Timur Berau Lindu Ogotua Pulau Ende
  40. 40. Double burden of diseases  Non communicable diseases  Communicable deseases New threats to health HEALTH PROMOTION: CHALLENGES  Avian influenza & possible threat of influenza pandemic, earthquakes Re-emerging diseases  TB, malaria, HIV/AIDS, dengue, kala-azar, yaws Unfinished Agenda  Maternal and Child Health
  41. 41. Sumber Daya Manusia (SDM) Manusia (Human Capital) Bonus Demografi
  42. 42. Sumber Daya Manusia (SDM) Pembangunan Manusia (Human Capital) Ketahanan ekonomi Faktor pengungkit Kesehatan Nutrisi/Gizi Pendidikan
  43. 43. Daftar Komoditi yang Memberi Pengaruh Besar pada Kenaikan Garis Kemiskinan di Perkotaan, 2012 Prosentase Perumahan Pendidikan Pakaian jadi anak-anak Bensin Angkutan 8,7 2,71 1,79 1,91 1,86 Beras Rokok kretek filter Telur ayam ras Daging ayam ras Gula pasir Tempe Tahu Mie instan Bawang merah Cabe Merah Bukan Makanan 26,92 8,67 3,51 3,12 2,77 2,44 2,15 1,59 1,32 1,26 0 5 Makanan 10 15 20 25 30 Badan Pusat Statistik, 2013
  44. 44. Daftar Komoditi yang Memberi Pengaruh Besar pada Kenaikan Garis Kemiskinan di Perdesaan, 2012 Prosentase Perumahan Pakaian jadi anak-… Listrik Pakaian jadi… Bensin 5,78 1,76 1,55 1,46 1,43 Bukan Makanan 33,38 Beras Rokok kretek filter Gula pasir Telur ayam ras Mie instan Tempe Tahu Bawang merah Kopi Ikan tongkol 8,23 3,86 2,61 2,3 1,96 1,6 1,51 1,5 1,35 0 Makanan 10 20 30 40 Badan Pusat Statistik, 2013
  45. 45. Hubungan antara sekolah dan usia menikah • Pernikahan terjadi pada usia yang lebih muda diantara mereka yang tidak pernah sekolah • Di antara mereka yang sekolah, terdapat jeda yang cukup lama antara waktu berhenti sekolah dan pernikahan Sekolah menunda usia pernikahan dan akan menurunkan angka pernikahan dini Lloyd CB. Schooling and adolescent reproductive behavior in developing countries. UN Millennium
  46. 46. MDG-1 KEMISKINAN MALNUTRISI • Ketahanan pangan • Pengetahuan perempuan Ketahanan keluarga • Family Planning MDG-7 LINGKUNGAN Bisniss/Industry Catastrophic Enviroment Ecosystem Climate Change&dampak Lama dan Kualitas Sekolah Kesehatan reproduksi Pemberdayaan MDG- 4 ANGKA KEMATIAN ANAK MDG- 2 PENDIDIKAN • Perempuan Berpengetahuan MDG-8 MDGs Goal 3 Kolaborasi • Perencanaan Keluarga GENDER • Manajemen Rumah Pendidikan Tangga perempuan Pemberdayaan Perempuan Human Right MDG-5 ANGKA KEMATIAN IBU MDG-6 PENYAKIT MENULAR Pengetahuan&Pendidikan Perilaku Hidup Sehat Jaminan sosial nasional Pengetahuan •Family Planning •Perencanaan Keluarga •Nutrisi •Hygiene-clean water •sanitation
  47. 47. Komnas HLEP
  48. 48. Post 2015 1. Mengurangi Kemiskinan 2. Memberdayakan Anak Perempuan, Kaum Perempuan dan Pencapaian Kesetaraan Gender 3. Meningkatkan Mutu Pendidikan dan Penerapan Belajar Seumur Hidup 4. Menjamin Hidup Sehat 7. Membangun Ketahanan Energi Berkelanjutan 8. Menciptakan Lapangan Kerja, Penghidupan Berkelanjutan, dan Pertumbuhan Berkeadilan 9. Mengelola Aset Sumber Daya Alam secara Berkelanjutan 10. Meningkatkan Penyelenggaraan Pemerintahan yang baik dan efektif 5. Menjamin Ketahanan Pangan dan Gizi Baik 11. Menjamin Kehidupan Bermasyarakat yang Aman dan Damai 6. Menjamin Tersedianya Akses Air Bersih dan Sanitasi 12. Menciptakan Lingkungan Global yang Kondusif sebagai Katalisator Pembiayaan Jangka Panjang
  49. 49. Agenda Universal: Lima Pergeseran Transformasi Dasar (Dari Visi ke Aksi) 1. Tidak meninggalkan siapapun 2. Menempatkan pembangunan berkelanjutan sebagai inti 3. Mentransformasikan ekonomi untuk lapangan kerja dan pertumbuhan inklusif 4. Membangun perdamaian dan kelembagaan yang efektif, terbuka dan akuntabel 5. Membangun sebuah kemitraan global yang baru
  50. 50. Tiga Pilar Pembangunan Berkelanjutan LINGKUNGAN EKONOMI Lapangan kerja Aset Investasi Kemakmuran Iklim Air Ekonomi berkelanjutan Sumber daya alam Biodiversitas Keadilan sosial Pembangunan Berkelanjutan Lingkungan sehat Kesehatan & keamanan Tenaga kerja terampil Komunitas pendukung MASYARAKAT
  51. 51. Perilaku Sosial Negatif? DAMPAK EKONOMI „kemiskinan‟ ‘Cost of Value’ ‘Intangible Cost’
  52. 52. Aspek-aspek penting MDGs yang bisa diadopsi untuk Kerangka Pembangunan Pasca-MDGs Pembangunan yang fokus Seruan bersama pembangunan dunia Komitmen dan tanggung jawab moral • Mendorong pembangunan lebih terfokus. • Dijabarkan dalam tujuan, target dan indikator dicapai dalam tenggat waktu tertentu. Sebagai seruan bersama (rallying cry) pembangunan dunia. • Review berkala untuk memantau kemajuan. • • Menjadi komitmen dan janji yang dipenuhi. • Memberikan tanggung jawab moral kepada pelaku pembangunan.
  53. 53. FAKTOR SALING TERKAIT Gender Urban/rural Pendidikan AKB/ AKI LINGKUNGAN Kemiskinan/gizi Penyakit menular
  54. 54. PERUBAHAN FUNGSI TATA GUNA LAHAN PENIPISAN LAPISAN OZON Pergeseran Populasi Penduduk Produktivitas Agroekosistem Wabah Penyakit Perubahan Iklim Paparan UV Paparan UV Perubahan Presipitasi Lahan POPULASI POPULASI PENDUDUK PENDUDUK Kuantitas & Keamanan Air Ekonomi menurunpendidikan-kesehatankesejahteraan sosial-? AIR BERSIH 
  55. 55. Kemitraan Berbasis Gerakan Masyarakat • • • Kelompok pemuda/mahasiswa Komunikasi publik, media sosial Panutan Pendidikan sebaya Berorientasi sosial • Aksi kolaboratif, integratif, inklusif Pemerintah • • Advokasi pada tingkat pemerintah pusat dan daerah Menciptakan lingkungan yang mendukung. Sektor Swasta: mengembangkan, meningkatkan, menyempurnakan kemitraan yang berkesinambungan Replikasi nilai korporat Masyarakat madani Membangun kapasitas komunitas Evaluasi, umpan balik Pelaporan dan diseminasi informasi Akademia: mencari dan menemukan solusi.
  56. 56. Dibutuhkan sejumlah terobosan Cita-cita inovatif oleh berbagai Pencapaian pemangku MDGs terwujud kepentingan Kombinasi TOP DOWN Pemerintah Memimpin Mengkoordinasi Memfasilitasi Melakukan Mendukung Menyambut Masyarakat BOTTOM UP KANTOR UTUSAN KHUSUS PRESIDEN RI UNTUK MDGs
  57. 57. Pemanfaatan Social Media Riset KUKPRI MDGs sebelum dan sesudah bergabung dengan Pencerah Nusantara: 3x lipat produksi informasi kesehatan setelah mengikuti program Pencerah Nusantara
  58. 58. Status Gizi Anak Konsumsi Makanan memenuhi jumlah & komposisi zat gizi memenuhi syarat gizi seimbang. Ketersediaan& pola konsumsi pangan dalam rumah tangga Outcome Penyakit Infeksi Pola pengasuhan anak Pemberian ASI, MPASI Penyediaan MPASI Kebersihan & sanitasi Penyebab Langsung Jangkauan & mutu pelayanan masyarakat Penyebab Integrasi & Kolaborasi Lintas Sektor Tidak dalam Upaya Perbaikan KesehatanLangsung Ibu & Anak Sebagai Kunci Pembangunan Daya beli, Akses Bangsa informasi, pangan, Akses Akses Pelayanan Gizi Kemiskinan, ketahanan pangan & gizi, akses pendidikan & pelayanan kesehatan Akar Masalah Pembangunan Ekonomi, Politik, Sosial UNICEF 1990, disesuaikan keadaan Indonesia
  59. 59. Integrasi & Kolaborasi Lintas Sektor GIZI Kesehatan Ibu dalam Upaya Perbaikan & Anak Sebagai Kunci Pembangunan Bangsa KANTOR UTUSAN KHUSUS PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA UNTUK MDGs
  60. 60. Bangsa Cerdas Smart Nation • Suasana kehidupan berbangsa yang ditandai oleh kecerdasan bangsa sebagai hasil proses upaya peningkatan derajat perekonomian, lingkungan, pendidikan dan kesehatan bangsa berbantuan perangkat tekno-sains terkini guna pencapaian kesejahteraan sosial di seluruh tanah tumpah darah Indonesia Terima kasih
  1. A particular slide catching your eye?

    Clipping is a handy way to collect important slides you want to go back to later.

×