Your SlideShare is downloading. ×
0
EFEK OBAT
Oleh :
Danang Yulianto, S.Si., Apt.
Efek ialah perubahan fungsi struktur
atau proses sebagai akibat kerja obat.
KERJA → EFEK (RESPON)
Dikenal 2 macam efek :
1...
Efek normal
ialah efek yang timbul pada sebagian
besar (kebanyakan) individu
Efek abnormal
ialah efek yang timbul pada seb...
Efek Normal
Obat dalam dosis terapi dapat
menimbulkan lebih dari satu macam
efek yang dibedakan menjadi :
1. Efek utama (p...
1. Efek Primer

ialah efek yang sesuai dengan tujuan
pengobatan.
Misal :
Morfin untuk menghilangkan rasa
sakit
Eter untuk ...
2. Efek samping

ialah efek yang tidak menjadi tujuan
utama pengobatan.
Efek ini bisa menguntungkan atau
merugikan tergant...
Antihistamin → menimbulkan rasa
kantuk
Menguntungkan……?????
Ya…bagi pasien yang membutuhkan
istirahat
Merugikan….?????
Ya…...
Efek utama dapat menimbulkan efek
sekunder, yaitu efek yang tidak
diinginkan dan merupakan reaksi
organisme (tubuh) terhad...
Tetrasiklin → antibiotik spektrum luas
Tetrasiklin dalam saluran cerna
membunuh flora normal usus yang
membantu fungsi nor...
Efek Abnormal
Dapat berupa toleransi atau
intoleransi
1. Toleransi

ialah peristiwa yang terjadi jika
dibutuhkan dosis yan...
Toleransi Semu
Timbul akibat obat diberikan dengan
cara tertentu
Misal :
seorang individu toleran terhadap obat
(racun) ji...
Toleransi Sejati
Timbul jika obat diberikan secara oral
maupun parenteral
Dapat disebabkan perubahan disposisi
obat yang b...
Toleransi sejati meliputi toleransi
alami dan toleransi yang diperoleh
a. Toleransi alami

ialah toleransi yang terlihat p...
Toleransi spesies
Contoh :
kelinci toleran terhadap dosis tinggi
atropin karena mempunyai atropin
esterase → mampu menghid...
b. Toleransi yang diperoleh
ialah toleransi yang timbul setelah
individu menggunakan obat secara
berulang-ulang
Contoh : b...
2. Intoleransi

suatu penyimpangan respon terhadap
dosis tertentu obat.
Dibedakan menjadi intoleransi
kuantitatif dan kual...
A. Intoleransi Kuantitatif
Beberapa individu hiperresponsif
terhadap obat → dapat merespon dosis
obat yang lebih rendah da...
Idiosinkrasi
Merupakan efek abnormal dan terjadi
secara individu, familial atau rasial.
Contoh :
Primakuin → hemodialisis ...
Anafilaksis
Reaksi alergi yang terjadi dalam waktu
singkat setelah pemberian obat.
Dapat menimbulkan syok → syok
anafilaks...
Alergi
Beberapa individu → obat dapat
menimbulkan zat anti (antibody)
Pemeberian obat berikutnya → terjadi
reaksi antara o...
EFEK TOKSIK
Efek yang timbul jika obat digunakan
berulang-ulang dan dalam dosis tinggi.
Klasifikasi → berkaitan dengan org...
Toksisitas hemopetik
Efek seperti anemia sampai berbagai
diskrasias darah aeperti lekopenia,
granulositopenia, agranulosit...
Hepatotoksisitas
Obat → menimbulkan kerusakan hati →
merusak sel-sel hati
Contoh obat yang menimbulkan
kerusakan hati : …....
Nefrotoksisitas
Toksik pada ginjal
Antibiotik neomisin tidak pernah
diberikan secara parenteral →
toksisitasnya pada ginja...
Toksisitas perilaku
Obat reserpin → menimbulkan
kecenderungan bunuh diri
Amfetamin → menyebabkan
disorientasi, bingung, da...
Teratogenisitas
Obat sedatif thalidomide →
mengakibatkan anomali perkembangan
janin
Tragedi thalidomide → mengharuskan
dil...
Ketergantungan
Obat seperti opiat, alkohol, barbiturat →
dapat menyebabkan timbul
ketergantungan psikologik dan fisiologis...
Uji Toksisitas Obat
1. Uji Toksisitas Akut

Untuk menentukan efek toksik suatu
senyawa (misal zat tambahan
makanan) yang a...
Biasanya pengamatan dilakukan
selama 24 jam dan maksimum sampai
3-7 hari setelah pemejanan dengan
dosis tunggal
Pengamatan...
2. Uji Toksisitas Subkronik
Uji ketoksikan suatu senyawa yang
diberikan dengan dosis berulang pada
hewan uji tertentu kura...
3. Uji Toksisitas Kronik
Serupa dengan uji toksisitas subkronik
→ perbedaannya pada lama
pemejanan senyawa uji lebih dari ...
Karena :
1. Zat kimia mungkin menghasilkan
respon toksik berbeda bila diberikan
secara berulang selama waktu yang
panjang
...
Tujuan uji ketoksikan kronik :
1. Melihat perubahan secara kasar
misalnya perubahan berat badan,
rontoknya bulu, perubahan...
Matur Nuwun
Terima Kasih
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Efek obat

2,920

Published on

Published in: Education
0 Comments
1 Like
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total Views
2,920
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
97
Comments
0
Likes
1
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Transcript of "Efek obat"

  1. 1. EFEK OBAT Oleh : Danang Yulianto, S.Si., Apt.
  2. 2. Efek ialah perubahan fungsi struktur atau proses sebagai akibat kerja obat. KERJA → EFEK (RESPON) Dikenal 2 macam efek : 1. Efek normal 2. Efek abnormal
  3. 3. Efek normal ialah efek yang timbul pada sebagian besar (kebanyakan) individu Efek abnormal ialah efek yang timbul pada sebagian kecil individu atau kelompok individu tertentu. Kedua macam efek tersebut dapat terjadi pada dosis lazim yang dipergunakan dalam terapi
  4. 4. Efek Normal Obat dalam dosis terapi dapat menimbulkan lebih dari satu macam efek yang dibedakan menjadi : 1. Efek utama (primer) 2. Efek samping
  5. 5. 1. Efek Primer ialah efek yang sesuai dengan tujuan pengobatan. Misal : Morfin untuk menghilangkan rasa sakit Eter untuk menginduksi anastesi
  6. 6. 2. Efek samping ialah efek yang tidak menjadi tujuan utama pengobatan. Efek ini bisa menguntungkan atau merugikan tergantung pada kondisi dan situasi pasien Misal : Antihistamin (difenhidramin). Tujuan untuk melawan kerja histamin.
  7. 7. Antihistamin → menimbulkan rasa kantuk Menguntungkan……????? Ya…bagi pasien yang membutuhkan istirahat Merugikan….????? Ya…pada pekerjaan yang butuh kewaspadaan seperti pengemudi kendaraan bermotor.
  8. 8. Efek utama dapat menimbulkan efek sekunder, yaitu efek yang tidak diinginkan dan merupakan reaksi organisme (tubuh) terhadap efek primer obat. Misal : Tetrasiklin peroral → dapat menimbulkan diare Mengapa …..????
  9. 9. Tetrasiklin → antibiotik spektrum luas Tetrasiklin dalam saluran cerna membunuh flora normal usus yang membantu fungsi normal pencernaan Flora normal usus terbunuh → fungsi normal saluran cerna terganggu → diare
  10. 10. Efek Abnormal Dapat berupa toleransi atau intoleransi 1. Toleransi ialah peristiwa yang terjadi jika dibutuhkan dosis yang lebih tinggi untuk menimbulkan efek yang sama dengan yang dihasilkan oleh dosis terapi normal. Dibedakan menjadi toleransi semu dan toleransi sejati.
  11. 11. Toleransi Semu Timbul akibat obat diberikan dengan cara tertentu Misal : seorang individu toleran terhadap obat (racun) jika diberikan secara peroral, tetapi tidak toleran jika racun diberikan dengan cara lain misal disuntikkan.
  12. 12. Toleransi Sejati Timbul jika obat diberikan secara oral maupun parenteral Dapat disebabkan perubahan disposisi obat yang berakibat berkurangnya intensitas dan lamanya kontak kontak antara obat-jaringan sasaran (reseptor) atau perubahan sifat dan fungsi sasaran sedemikian sehingga jaringan kurang peka terhadap obat.
  13. 13. Toleransi sejati meliputi toleransi alami dan toleransi yang diperoleh a. Toleransi alami ialah toleransi yang terlihat pada berbagai spesies hewan dan juga pada berbagai suku bangsa Meliputi : toleransi spesies dan toleransi rasial
  14. 14. Toleransi spesies Contoh : kelinci toleran terhadap dosis tinggi atropin karena mempunyai atropin esterase → mampu menghidrolisis atropin Toleransi rasial Efedrin → kantong konjungtiva orang Kaukasia →dilatasi pupil Pada orang negro → tidak berefek
  15. 15. b. Toleransi yang diperoleh ialah toleransi yang timbul setelah individu menggunakan obat secara berulang-ulang Contoh : barbiturat, xantin Toleransi yang timbul beberapa saat setelah pemberian obat → takhifilaksis (toleransi akut) contoh : efedrin, amfetamin
  16. 16. 2. Intoleransi suatu penyimpangan respon terhadap dosis tertentu obat. Dibedakan menjadi intoleransi kuantitatif dan kualitatif
  17. 17. A. Intoleransi Kuantitatif Beberapa individu hiperresponsif terhadap obat → dapat merespon dosis obat yang lebih rendah dari dosis terapi B. Intoleransi Kualitatif Gejala dan tanda yang tampak sama sekali berbeda dari gejala yang timbul setelah pemberian obat dosis toksik Meliputi : idiosinkrasi, anafilaksis, alergi
  18. 18. Idiosinkrasi Merupakan efek abnormal dan terjadi secara individu, familial atau rasial. Contoh : Primakuin → hemodialisis pada sekelompok orang kulit berwarna, sekelompok orang Yunani dan Mediterania → kekurangan glukosa-6fosfat dehidrogenase
  19. 19. Anafilaksis Reaksi alergi yang terjadi dalam waktu singkat setelah pemberian obat. Dapat menimbulkan syok → syok anafilaksis → berakibat fatal
  20. 20. Alergi Beberapa individu → obat dapat menimbulkan zat anti (antibody) Pemeberian obat berikutnya → terjadi reaksi antara obat (antigen) dengan zat antibody → melepaskan histamin → timbul gangguan pada kulit (gatal-gatal) dan asma bronkhial Reaksi berlangsung lambat Contoh obat : Penisillin
  21. 21. EFEK TOKSIK Efek yang timbul jika obat digunakan berulang-ulang dan dalam dosis tinggi. Klasifikasi → berkaitan dengan organ / sistem yang menjadi sasaran obat yang bersangkutan.
  22. 22. Toksisitas hemopetik Efek seperti anemia sampai berbagai diskrasias darah aeperti lekopenia, granulositopenia, agranulositosis, trombositopenia. Contoh obat : …..??? kloramfenikol
  23. 23. Hepatotoksisitas Obat → menimbulkan kerusakan hati → merusak sel-sel hati Contoh obat yang menimbulkan kerusakan hati : …..??? Parasetamol, klorpromazin, karbon tetraklorida
  24. 24. Nefrotoksisitas Toksik pada ginjal Antibiotik neomisin tidak pernah diberikan secara parenteral → toksisitasnya pada ginjal Benttuk terasetilasi sulfonamida dapat mengendap pada saluran air kemih → jika air kemih bereaksi asam → timbul batu ginjal
  25. 25. Toksisitas perilaku Obat reserpin → menimbulkan kecenderungan bunuh diri Amfetamin → menyebabkan disorientasi, bingung, dan kesukaran berkonsentrasi
  26. 26. Teratogenisitas Obat sedatif thalidomide → mengakibatkan anomali perkembangan janin Tragedi thalidomide → mengharuskan dilakukannnya uji teratogenisitas terhadap setiap obat baru
  27. 27. Ketergantungan Obat seperti opiat, alkohol, barbiturat → dapat menyebabkan timbul ketergantungan psikologik dan fisiologis jika diberikan secara berulang-ulang
  28. 28. Uji Toksisitas Obat 1. Uji Toksisitas Akut Untuk menentukan efek toksik suatu senyawa (misal zat tambahan makanan) yang akan terjadi pada waktu singkat setelah pemejanan pada berbagai tingkatan dosis Sekurang-kerungnya menggunakan 2 jenis hewan uji rodent dan nirrodent, jantan maupun betina
  29. 29. Biasanya pengamatan dilakukan selama 24 jam dan maksimum sampai 3-7 hari setelah pemejanan dengan dosis tunggal Pengamatan seperti gejala klinis, jumlah hewan yang mati, histopatologi organ Diperoleh data kuantitatif LD50 dan data kualitatif seperti penampakan klinis dan morfologi efek toksik senyawa uji
  30. 30. 2. Uji Toksisitas Subkronik Uji ketoksikan suatu senyawa yang diberikan dengan dosis berulang pada hewan uji tertentu kurang dari 3 bulan Tujuan → untuk mengungkapkan spektrum efek toksik senyawa uji dan kaitannya dengan takaran dosis Pemeriksaan perubahan berat badan, hemaologi, gejala klinis, histopatologi organ
  31. 31. 3. Uji Toksisitas Kronik Serupa dengan uji toksisitas subkronik → perbedaannya pada lama pemejanan senyawa uji lebih dari 3 bulan (selama sebagian besar masa hidup hewan uji) Akan menutupi hasil uji ketoksikan akut dan subkronik → kedua uji ini memiliki keterbatasan nilai prediktif Mengapa……???
  32. 32. Karena : 1. Zat kimia mungkin menghasilkan respon toksik berbeda bila diberikan secara berulang selama waktu yang panjang 2. Selama proses menua → faktor kepekaan jaringan, perubahan kapasitas metabolik, penyakit → mungkin mempengaruhi derajat dan sifat efek toksik
  33. 33. Tujuan uji ketoksikan kronik : 1. Melihat perubahan secara kasar misalnya perubahan berat badan, rontoknya bulu, perubahan tingkah laku hewan 2. Efek senyawa uji terhadap organ hati, ginjal, jantung
  34. 34. Matur Nuwun Terima Kasih
  1. A particular slide catching your eye?

    Clipping is a handy way to collect important slides you want to go back to later.

×