Tugas mata kuliah perencanaan pendidkan makalah manajemen pengelolaan sekolah
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×
 

Tugas mata kuliah perencanaan pendidkan makalah manajemen pengelolaan sekolah

on

  • 18,953 views

 

Statistics

Views

Total Views
18,953
Views on SlideShare
18,953
Embed Views
0

Actions

Likes
3
Downloads
321
Comments
0

0 Embeds 0

No embeds

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft Word

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

Tugas mata kuliah perencanaan pendidkan makalah manajemen pengelolaan sekolah Tugas mata kuliah perencanaan pendidkan makalah manajemen pengelolaan sekolah Document Transcript

  • TUGAS MATA KULIAH PERENCANAAN PENDIDIKAN MAKALAH MANAJEMEN PENGELOLAAN SEKOLAH Disusun Oleh: Nama : 1. SYLVESTER SARAGIH ( AFC 110 041 ) 2. RINI ADELIKA ( AFC 110 002 ) UNIVERSITAS PALANGKA RAYA FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN PROGRAM STUDI ADMINISTRASI PENDIDIKAN 2011
  • KATA PENGANTAR Puji dan syukur penyusun panjatkan kehadirat Yang Maha Kuasa, atas limpahansegala rahmatNya sehingga penyusun dapat menyelesaikan makalah ManajemenPengelolaan Sekolah. Dalam penulisan makalah ini, penyusun bermaksud untuk membantu teman-temansekalian dalam mempermudah mengerti apa itu Manajemen Pengelolaan Sekolah di dalamproses pembelajaran. Penulisan makalah ini diambil dari berbagai sumber yang masih belum sempurna,karena keterbatasan dan kemampuan penyusun. Oleh sebab itu kritik dan saran yangbersifat membangun sangat diharapkan. Akhirnya tidak lupa penulis menyampaikan ucapan terima kasih dengan harapanmudah-mudahan bahan makalah ini dapat membantu dan bermanfaat bagi teman-temansekalian. Palangka Raya 05 April 2011 Penyusun
  • DAFTAR ISI HalamanKATA PENGANTAR ................................................................... iDAFTAR ISI .............................................................. iiBAB I. Pendahuluan ................................................................. 1a.Latar belakang ................................................................. 1b.Rumusan Masalah .................................................................. 1c.Tujuan Makalah .................................................................. 2BAB II. Pembahasan .................................................................. 3a. Manajemen Komponen-komponen Pendidikan dalam Pegelolaan Manajemen Sekolah .......................... 3 1. Manajemen Kesiswaan ................................................. 3 2. Manajemen Kurikulum ................................................. 3 3. Manajemen Ketenagaan Pendidikan ................................. 4 4. Manajemen Sarana Prasarana ............................................ 5 5. Manajemen Keuangan/Dana ............................................ 5 6. Manajemen Lingkungan (Hubungan Sekolah dengan Masyarakat) ....................... 6 7. Manajemen Layanan Khusus ........................................... 7b. Struktur Organisasi Sekolah ..................................................... 7c. Pembagian Tugas Kepemimpinan .......................................... 10
  • 1. Kepala Sekolah .............................................................. 10 2. Tata Usaha ........................................................................ 11 3. Wakil Kepala Sekolah ................................................... 11d. Pembinaan Sekolah Inklusi ................................................... 12e. Kesimpulan ....................................................................... 14
  • BAB I PENDAHULUAN A. Latar belakang Istilah pengelolaan sering diidentikan dengan istilah manajemen. Manajemenpengelolaan adalah suatu kemampuan dan keterampilan khusus untuk melakukan suatukegiatan baik bersama orang lain dalam mencapai tujuan dan organisasi. Pengelolaan diartikan sebagai rangkaian pekerjaan atau usaha yang dilakukan olehsekelompok orang untuk melakukan serangkain kerja dalam mencapai tujuan tertentu.Manajemen Pengelolaan Sekolah sangatlah penting dalam organizing sekolah, sebab jikadalam sekolah itu tersebut tidak ada manajemennya maka sekolah tersebut tidak bisamengelola sekolah tersebut dengan baik. Oleh sebab itu, dalam sekolah harus memiliki suatu manajemen pengelolaan sekolahyang baik. Agar sekolah tersebut dapat berjalan dengan baik dalam membuat rencana (planing ), organizing, coordinating/koordinasi, controling/pengawasan, dan staffing. B. Rumusan masalah Untuk memudahkan dalam penulisan dan pemahaman makalah ini, maka penulismerumuskan beberapa hal yang bersangkutan dengan Manajemen Pengelolaan Sekolah,yaitu: 1. Apa fungsi Manajemen Pengelolaan Sekolah dalam lingkungan sekolah ? 2. Kenapa Manajemen Pengelolaan Sekolah sangatlah perlu dalam suatu organisasi sekolah ?
  • 3. Apa saja kegiatan dari Manajemen Pengelolaan Sekolah ?4. Apa saja komponen-komponen Manajemen Pengelolaan Sekolah ?5. Apakah dalam Manajemen Pengelolaan Sekolah mempunyai bagan organisasinya ? C. Tujuan Makalah Adapun tujuan dari makalah ini yaitu : a. Agar pembaca dapat mengerti apa itu Manajemen Pengelolaan Sekolah dan fungsinya. b. Agar pembaca dapat mengetahui cara kerja Manajemen Pengelolaan Sekolah. c. Agar pembaca dapat menelaah sistem kerja Manajemen Pengelolaan Sekolah. d. Agar pembaca dapat mengetahui komponen-komponena apa saja yang ada dalam Manajemen Pengelolaan Sekolah. e. Agar pembaca dapat mengetahui bagan-bagan dari Manajemen Pengelolaan Sekolah.
  • BAB II PEMBAHASAN A. Manajemen Komponen-Komponen Pendidikan dalam pengelolaan Manajemen Sekolah 1. Manajemen Kesiswaan Penerimaan siswa baru pada sekolah inklusi hendaknya memberi kesempatan danpeluang kepada anak luar biasa untuk dapat diterima dan mengikuti pendidikan di sekolahinklusi terdekat. Untuk tahap awal, agar memudahkan pengelolaan kelas, seyogianya setiapkelas inklusi dibatasi tidak lebih dari 2 (dua) jenis anak luar biasa, dan jumlah keduanya tidaklebih dari 5 (lima) anak. Manajemen Kesiswaan bertujuan untuk mengatur berbagai kegiatan kesiswaan agarkegiatan belajar-mengajar di sekolah dapat berjalan lencar, tertib, dan teratur, serta mencapaitujuan yang diinginkan. Manajemen Kesiswaan meliputi antara lain: (1) Penerimaan Siswa Baru, (2) Program Bimbingan dan Penyuluhan, (3) Pengelompokan Belajar Siswa, (4) Kehadiran Siswa, (5) Mutasi Siswa, (6) Papan Statistik Siswa, (7) Buku Induk Siswa.2. Manajemen Kurikulum Kurikulum mencakup kurikulum nasional dan kurikulum muatan local. Kurikulumnasional merupakan standar nasional yang dikembangkan oleh Departemen PendidikanNasional. Sedangkan kurikulum muatan local merupakan kurikulum yang disesuaikan dengankeadaan dan kebutuhan lingkungan, yang disusun oleh Dinas Pendidikan Propinsi dan/atauKabupaten/Kota.
  • Kurikulum yang digunakan di kelas inklusi adalah kurikulum anak normal (reguler)yang disesuaikan (dimodifikasi sesuai) dengan kemampuan awal dan karakteristik siswa.Modifikasi dapat dilakukan dengan cara: (1) Modifikasi alokasi waktu, (2) Modifikasi isi/materi, (3) Modifikasi proses belajar-mengajar, (4) Modifikasi sarana-prasarana, (5) Modifikasi lingkungan belajar, dan (6) Modifikasi pengelolaan kelas. Manajemen Kurikulum (program pengajaran) Sekolah Inklusi antara lain meliputi: (1) Modifikasi kurikulum nasional sesuai dengan kemampuan awal dan karakteristik siswa (anak luar biasa); (2) Menjabarkan kalender pendidikan; (3) Menyusun jadwal pelajaran dan pembagian tugas mengajar; (4) Mengatur pelaksanaan penyusunan program pengajaran persemester dan persiapan pelajaran; (5) Mengatur pelaksanaan penyusunan program kurikuler dan ekstrakurikuler; (6) Mengatur pelaksanaan penilaian; (7) Mengatur pelaksanaan kenaikan kelas; (8) Membuat laporan kemajuan belajar siswa; (9) Mengatur usaha perbaikan dan pengayaan pengajaran.3. Manajemen Tenaga Kependidikan Tenaga kependidikan bertugas menyelenggarakan kegiatan mengajar, melatih,meneliti, mengembangkan, mengelola, dan/atau memberikan pelayanan teknis dalam bidangpendidikan. Tenaga kependidikan di sekolah meliputi Tenaga Pendidik (Guru), Pengelola SatuanPendidikan, Pustakawan, Laboran, dan Teknisi sumber belajar.
  • Guru yang terlibat di sekolah inklusi yaitu Guru Kelas, Guru Mata Pelajaran(Pendidikan Agama serta Pendidikan Jasmani dan Kesehatan), dan Guru PembimbingKhusus. Manajemen tenaga kependidikan antara lain meliputi: (1) Inventarisasi pegawai (2) Pengusulan formasi pegawai (3) Pengusulan pengangkatan, kenaikan tingkat, kenaikan berkala, dan mutasi (4) Mengatur usaha kesejahteraan (5) Mengatur pembagian tugas.4. Manajemen Sarana-Prasarana Di samping menggunakan sarana-prasarana seperti halnya anak normal, anak luarbiasa perlu pula menggunakan sarana-prasarana khusus sesuai dengan jenis kelainan dankebutuhan anak. Manajemen sarana-prasarana sekolah bertugas merencanakan, mengorganisasikan,mengarahkan, mengkoordinasikan, mengawasi, dan mengevaluasi kebutuhan danpenggunaan sarana-prasarana agar dapat memberikan sumbangan secara optimal padakegiatan belajar-mengajar.5. Manajemen Keuangan/Dana Komponen keuangan sekolah merupakan komponen produksi yang menentukanterlaksananya kegiatan belajar-mengajar bersama komponen-komponen lain. Dengan katalain, setiap kegiatan yang dilakukan sekolah memerlukan biaya.Dalam rangka penyelenggaraan pendidikan inklusi, perlu dialokasikan dana khusus, yangantara lain untuk keperluan:(1) Kegiatan identifikasi input siswa,(2) Modifikasi kurikulum,(3) Insentif bagi tenaga kependidikan yang terlibat,(4) Pengadaan sarana-prasarana,(5) Pemberdayaan peranserta masyarakat, dan
  • (6) Pelaksanaan kegiatan belajar-mengajar. Pada tahap perintisan sekolah inklusi, diperlukan dana bantuan sebagai stimulasi, baikdari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. Namun untuk penyelenggaraan programselanjutnya, diusahakan agar sekolah bersama-sama orang tua siswa dan masyarakat (DewanPendidikan dan Komite Sekolah), serta pemerintah daerah dapat menanggulanginya.Dalam pelaksanaannya, manajemen keuangan menganut asas pemisahan tugas antara fungsi :(1) Otorisator(2) Ordonator, dan(3) Bendaharawan. Otorisator adalah pejabat yang diberi wewenang untuk mengambil tindakan yangmengakibatkan penerimaan dan pengeluaran anggaran. Ordonator adalah pejabat yangberwenang melakukan pengujian dan memerintahkan pembayaran atas segala tindakan yangdilakukan berdasarkan otorisasi yang telah ditetapkan. Bendaharawan adalah pejabat yangberwenang melakukan penerimaan, penyimpanan, dan pengeluaran uang serta diwajibkanmembuat perhitungan dan pertanggungjawaban. Kepala Sekolah, sebagai manajer, berfungsi sebagai Otorisator dan dilimpahi fungsiOrdonator untuk memerintahkan pembayaran. Namun, tidak dibenarkan melaksanakan fungsiBendaharawan karena berkewajiban melakukan pengawasan ke dalam. Sedangkan Bendaharawan, di samping mempunyai fungsi-fungsi Bendaharawan,juga dilimpahi fungsi Ordonator untuk menguji hak atas pembayaran.6. Manajemen Lingkungan (Hubungan Sekolah dengan Masyarakat) Sekolah sebagai suatu system social merupakan bagian integral dari system socialyang lebih besar, yaitu masyarakat. Maju mundurnya sumber daya manusia (SDM) padasuatu daerah, tidak hanya bergantung pada upaya-upaya yang dilakukan sekolah, namunsangat bergantung kepada tingkat partisipasi masyarakat terhadap pendidikan. Semakin tinggitingkat partisipasi masyarakat terhadap pendidikan di suatu daerah, akan semakin maju pulasumber daya manusia pada daerah tersebut. Sebaliknya, semakin rendah tingkat partisipasimasyarakat terhadap pendidikan di suatu daerah, akan semakin mundur pula sumber dayamanusia pada daerah tersebut. Oleh karena itu, masyarakat hendaknya selalu dilibatkan dalam pembangunanpendidikan di daerah. Masyarakat hendaknya ditumbuhkan “rasa ikut memiliki” sekolah didaerah sekitarnya. Maju-mundurnya sekolah di lingkungannya juga merupakan tanggungjawab bersama masyarakat setempat. Sehingga bukan hanya Kepala Sekolah dan Dewan
  • Guru yang memikirkan maju mundurnya sekolah, tetapi masyarakat setempat terlibat pulamemikirkannya. Untuk menarik simpati masyarakat agar mereka bersedia berpartisipasi memajukansekolah, perlu dilakukan berbagai hal, antara lain dengan cara memberitahu masyarakatmengenai program-program sekolah, baik program yang telah dilaksanakan, yang sedangdilaksanakan, maupun yang akan dilaksanakan sehingga masyarakat mendapat gambaranyang jelas tentang sekolah yang bersangkutan.7. Manajemen Layanan Khusus Oleh karena para siswa sekolah inklusi terdiri atas anak-anak normal dan anak-anakluar biasa, agar anak-anak luar biasa tidak sampai terabaikan, dapat dilakukan manajemenlayanan khusus. Manajemen layanan khusus ini mencakup manajemen kesiswaan, kurikulum, tenagakependidikan, sarana-prasarana, pendanaan, dan lingkungan. Kepala sekolah dapat menunjuk stafnya, terutama yang memahami ke-PLB-an, untukmelaksanakan manajemen layanan khusus ini.Agar semua komponen di atas dapat dilaksanakan sebaik mungkin, struktur organisasiSekolah Inklusi dapat dibuat seperti alternatif di bawah ini.B. Struktur Organisasi SekolahAlternatif 1: Terutama untuk Sekolah besar, yang memiliki lebih dari 12 rombongan belajar
  • Alternatif 2: Terutama untuk Sekolah cukup besar, yang memiliki lebih dari 6 rombonganbelajarCatatan:Kes-Ling = Kesiswaan dan LingkunganAkademik = Kurikulum, Sarana-Prasarana, dan Kegiatan belajar Mengajar
  • Alternatif 3: Terutama untuk Sekolah kecil, yang memiliki tidak lebih dari 6 rombonganbelajar.C. Pembagian Tugas Pimpinan Sekolah1. Kepala SekolahKepala Sekolah berfungsi dan bertugas sebagai manajer, administrator, educator, dansupervisor. Kepala Sekolah adalah penanggung jawab pelaksanaan pendidikan sekolah, termasuk di dalamnya adalah penanggung jawab pelaksanaan administrasi sekolah. Kepala Sekolah mempunyai tugas merencanakan, mengorganisasikan, mengawasi, dan mengevaluasi seluruh proses pendidikan di sekolah, meliputi aspek edukatif dan administratif, yaitu pengaturan: a. Administrasi Kesiswaan b. Administrasi Kurikulum c. Administrasi ketenagaan d. Administrasi Sarana dan prasarana
  • e. Administrasi Keuangan f. Administrasi hubungan dengan masyarakat g. Administrasi Kegiatan belajar-mengajar Agar tugas dan fungsi Kepala Sekolah berjalan baik dan dapat mencapai sasaran perlu adanya jadwal kerja Kepala Sekolah yang mencakup: a. Kegiatan harian b. Kegiatan mingguan c. Kegiatan bulanan d. Kegiatan semesteran e. Kegiatan akhir tahun pelajaran dan, f. Kegiatan awal tahun pelajaran 2. Tata Usaha Kepala Tata Usaha adalah penanggung jawab pelayanan pendidikan di sekolah.Ruang lingkup tugasnya adalah membantu Kepala Sekolah dalam menangani pengaturan: Administrasi kesiswaan Administrasi kurikulum Administrasi ketenagaan Administrasi sarana-prasarana Administrasi keuangan Administrasi hubungan dengan masyarakat Administrasi kegiatan belajar-mengajar. 3. Wakil Kepala Sekolah Tugas Wakil Kepala Sekolah adalah membantu tugas Kepala Sekolah dan dalam haltertentu mewakili Kepala Sekolah baik ke dalam maupun keluar, bila Kepala Sekolahberhalangan. Sesuai dengan banyaknya cakupan tugas, 7 (tujuh) urusan yang perlupenanganan terarah di sekolah, yaitu:a. Urusan Kesiswaan, Ruang lingkupnya mencakup: Pengarahan dan pengendalian siswa dalam rangka menegakkan disiplin dan tata tertib sekolah; Pembinaan dan pelaksanaan koordinasi keamanan, kebersihan, ketertiban, keindahan, kekeluargaan, dan kerindangan (6K); Pengabdian masyarakat.
  • b. Urusan Kurikulum, Ruang lingkupnya meliputi pengurusan kegiatan belajar-mengajar,baik kurikuler, ekstra kurikuler, maupun kegiatan pengembangan kemampuan guru melaluiKelompok Kerja Guru (KKG) atau pendidikan dan pelatihan (diklat), serta pelaksanaanpenilaian kegiatan sekolah.c. Urusan Ketenagaan, Ruang lingkupnya mencakup merencanakan (planning),mengorganisasikan (organizing), mengarahkan (directing), mengkoordinasikan(coordinating), mengawasi (controlling), dan mengevaluasi (evaluation), hal-hal yangberkaitan dengan ketenagaan.d. Urusan sarana-prasarana, Ruang lingkupnya mencakup merencanakan (planning),mengorganisasikan (organizing), mengarahkan (directing), mengkoordinasikan(coordinating), mengawasi (controlling), dan mengevaluasi (evaluation), hal-hal yangberkaitan sarana-prasarana sekolah.e. Urusan Keuangan, Ruang lingkupnya mencakup merencanakan (planning),mengorganisasikan (organizing), mengarahkan (directing), mengkoordinasikan(coordinating), mengawasi (controlling), dan mengevaluasi (evaluation), hal-hal yangberkaitan dengan keuangan/pendanaan sekolahf. Urusan Hubungan dengan Masyarakat (Humas), ruang lingkupnya mencakup: Memberikan penjelasan tentang kebijaksanaan sekolah, situasi, dan perkembangan sekolah sesuai dengan pendelegasian Kepala Sekolah; Menampung saran-saran dan pendapat masyarakat untuk memajukan sekolah; Membantu mewujudkan kerjasama dengan lembaga-lembaga yang berhubungan dengan usaha dan kegiatan pengabdian masyarakat.g. Urusan Kegiatan Belajar Mengajar, Ruang lingkupnya mencakup mengorganisasikan(organizing), mengarahkan (directing), mengkoordinasikan (coordinating), mengawasi(controlling), dan mengevaluasi (evaluation), hal-hal yang berkaitan dengan kegiatan belajar-mengajar yang dilaksanakan oleh guru.D. Pembinaan Sekolah Inklusi1. Alternatif 1 Sekolah reguler (SD) yang ditunjuk sebagai sekolah inklusi bila belum memiliki GuruPembimbing Khusus (Guru Tetap), berlokasi tidak lebih dari 5 km dari SDLB/SLB Basis.Dengan demikian, Guru SDLB/SLB yang diberi tugas sebagai Guru Pembimbing Khusus diSekolah Inklusi (mungkin beberapa sekolah) merasa tidak terlalu jauh, sehingga dapatmelaksanakan tugasnya lebih efektif.
  • Secara organisatoris, pola pembinaan sekolah inklusi ini sama dengan sekolah reguler (SD),yang secara diagramatis seperti di bawah ini:2. Alternatif 2 Sekolah reguler (SD) yang ditunjuk sebagai sekolah inklusi memiliki GuruPembimbing Khusus (Guru Tetap) yang berlatar belakang pendidikan luar biasa atauberlatar belakang pendidikan umum tetapi sudah mendapatkan pelatihan yang memadaitentang ke-PLB-an, sehingga factor jarak dengan lokasi SDLB/SLB tidak menjadipertimbangan, karena Sekolah ini sudah dapat mandiri. Sekolah Dasar ini disebut SD InklusiBasis (memiliki Guru Pembimbing Khusus Tetap). Secara organisatoris, pola pembinaan sekolah inklusi ini sama dengan sekolahreguler (SD), yang secara diagramatis seperti di bawah ini:
  • E. Kesimpulan Manajemen Pengelolaan Sekolah adalah program kerja yang sangat diperlukan dalamsuatu organisasi sekolah, karena didalam Manajemen Pengelolaan tersebut sekolah bisamengatur segala urusan masalah sekolah, dimana nantinya dalam mengurus dalam masalahsekolah tersebut, itu akan dibagi-bagi kepada setiap anggota dalam organisasi sekolahtersebut. Oleh sebab itu Manajemen Pengelolaan Sekolah sangat diperlukan dalam setiapkegiatan sekolah, karena tanpa adanya Manajemen Penelolaan Sekolah, sekolah tersebuttidak dapat berjalan dengan baik sebagaimana mestinya.