Tugas kimia dasar 2 pengertian ikatan kimia
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Like this? Share it with your network

Share

Tugas kimia dasar 2 pengertian ikatan kimia

  • 7,371 views
Uploaded on

 

More in: Education
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
No Downloads

Views

Total Views
7,371
On Slideshare
7,371
From Embeds
0
Number of Embeds
0

Actions

Shares
Downloads
92
Comments
2
Likes
1

Embeds 0

No embeds

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
    No notes for slide

Transcript

  • 1. TUGAS KIMIA DASAR IIPengertian Ikatan Kimia, Ion, Kovalen, dan contohnya. DOSEN : Dra. Rully Melliawaty, M.Pd DISUSUN OLEH : SYLVESTER SARAGIH DBD 111 0105 UNIVERSITAS PALANGKARAYA FAKULTAS TEKNIK JURUSAN PERTAMBANGAN PALANGKARAYA 2011
  • 2. KATA PENGANTAR Puji syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat rahmat danbimbingan-Nya saya dapat menyelesaikan penulisan, walaupun 80 % isi dari karya ilmiah inisaya kutip langsung dari sumber. Tapi saya berharap makalah ilmiah ini dapat membantu danmenambah wawasan saudara-saudari yang ingin lebih memahami atau mengetahui sekilastentang “Pengertian Ikatan Kimia, Ion, Kovalen dan contohnya”. Ada pun isi dari makalahilmiah saya ini hanyalah berupa pengetahuan mengenai pengertian ikatan kimia, dan beberapacontoh ikatan ion dan kovalen. Banyak rintangan dan hambatan yang penulis hadapi ketika menyusun makalah ini.Namun, dengan berkat rahmat dan bimbingan Tuhan Yang Maha Esa saya dapat menyelesaikanmakalah ini. Saya menyadari bahwa makalah ini masih banyak kekurangan, untuk itu sayamenerima kritik dan saran dari pembaca. Dan akhirnya semoga makalah ini bermanfaat bagi kita semua terutama bagi pembaca.Terima kasih,.,.,, Penulis
  • 3. BAB I PENGERTIAN IKATAN KIMIA, ION, dan KOVALEN1.1 PENDAHULUAN Materi terdiri atas atom. Oleh karena kimia mempelajari materi, teori atom merupakanfondasi logis kimia. Namun, kimia tidak berbasiskan atom saja. Kimia pertama akan munculketika atom bergabung membentuk molekul. Proses yang menjelaskan bagaimana karakterhubungan atom dengan atom, yakni pembentukan ikatan kimia sangat berperan dalamperkembangan kimia. Untuk memahami ikatan kimia dengan sebenarnya diperlukan dukunganmekanika kuantum. Kini mekanika kuantum merupakan bagian yang tak terpisahkan dari kimia.Jadi mekanika kuantum sangat diperlukan bagi yang ingin mempelajari betapa pentingnya ikatankimia. Ikatan kimia pada prinsipnya berasal dari interaksi antar elektron-elektron yang ada padaorbit luar, atau orbit yang terisi sebagian atau orbit bebas dalam atom lainya.1.2 TEORI IKATAN KIMIA SEBELUM ABAD 20 A. Afinitas kimiaTeori atom adalah premis untuk konsep ikatan kimia. Namun, teori afinitas lebih disukaikimiawan abad 18 mungkin dapat dianggap sebagai asal teori ikatan kimia modern, walaupunafinitas kimia merupakan teori reaksi kimia. Dasar teori afinitas adalah konsep „like attract like“,sesama manarik sesama. Kimiawan Perancis Йtienne Franзois Geoffroy (1672-1731) membuattabel dengan enambelas jenis zat didaftarkan dalam urutan afinitasnya pada zat lain. (Gambar3.1). Karya ini memiliki signifikansi historis karena orang dapat memprediksi hasil reaksidengan bantuan Gambar 3.1.
  • 4. Gambar 3.1 Tabel afinitas kimia dari Geoffroy. Simbol yang digunakan di tabel iniadalah simbol yang awalnya digunakan para alkemi. Di baris pertama, enambelas zatdidaftrakan. Di bawah tiap zat in, zat lain dengan urutan afinitasnya pada zat di baris pertamadidaftarkan. Sekitar pertengahan abad 19, kimiawan mencari cara untuk mengukur afinitas kimiadengan kuantititatif. Kimiawan Denmark Hans Peter Jargen Julius Thomsen (1826-1909) dankimiawan Pernacis Pierre Eugene Marcelin Berthelot (1827-1907) menggunakan kalor yangdihasilkan dalam reaksi sebagai ukuran afinitas kimia. Namun, ada beberapa reaksi yangendoterm, walaupun sebagian besar reaksi eksoterm. Kemudian menjadi jelas, tidak adahubungan yang sederhana antara kalor yang dihasilkan dalam reaksi dan afinitas kimia. B. Dualisme Elektrokimia Dualisme elektrokimia adalah teori ikatan kimia rasional yang pertama, dan teori inidiusulkan oleh Davy, Berzelius dkk di pertengahan pertama abad 19. Dasar teori Berzeliusadalah sebagai berikut: atom berbagai unsur bermuatan positif atau negatif dalam jumlah yangberbeda, dan muatan ini adalah gaya dorong pembentukan zat. Misalnya, tembaga bermuatanlistrik positif dan oksigen bermuatan negatif. Tembaga oksida terbentuk dengan kombinasi keduaunsur tersebut masih sedikit positif. Hal ini yang menyebabkan umumnya oksida logam yangagak positif dan air yang agak negatif bereaksi satu sama lain menghasilkan hidroksida.Penemuan bahwa elektrolisis oksida logam alkali menghasilkan logam dan oksigen dengan baikdijelaskan dengan dualism elektrokimia. Namun, ditemukan beberapa kasus yang tidak cocokdengan teori ini. Menurut aksioma Berzelius, atom hidrogen bermuatan positif dan atom khlorin
  • 5. bersifat negatif. Menurut teori Berzelius, walaupun asam asetat, CH3COOH, bersifat asam, asamtrikhloroasetat, CCl3COOH, seharusnya basa. Berzelius percaya b ahwa muatan listrik adalahasal usul keasaman dan kebasaan. Karena penukaran hidrogen dengan khlorin, yang muatannyaberlawanan, akan membentuk basa. Faktanya asam trikhloroasetat asam, bahkan lebih asam dariasam asetat Dualisme elektrokimia dengan demikian perlahan ditinggalkan. C. TEORI VALENSI Di paruh akhir abad 19, teori yang lebih praktis diusulkan dari bidang kimia organik.Banyak senyawa organik yang telah disintesis sebelum masa itu, dan strukturnya telahditentukan dengan analisis kimia. Karena dijumpai banyak senyawa yang secara kimia mirip(misalnya, dalam nomenklatur saat ini sifat-sifat deret asam karboksilat), kimiawanmengusulkan beberapa teori untuk mengklasifikasikan dan mengurutkan kemiripan sifat ini.Menurut salah satu teori, satu radikal (misalnya radikal benzoil, C7H5O–) yang terdiri daribeberapa atom dianggap ekuivalen dengan satu atom dalam senyawa anorganik (Tabel 3.1).Teori lain menjelaskan bahwa kemampuan ikatan (afinitas kimia) atom tertentu yang terikatsejumlah tertentu atom lain.1.3 TEORI IKATAN KIMIA BERDASARKAN TEORI BOHR. A. Ikatan Ionik Untuk mengetahui ikatan kimia dengan lebih dalam, atom harus dikenal dengan lebihdalam. Daro awal abad 20, pemahaman ilmuwan tentang struktur atom bertambah mendalam,dan hal ini mempercepat perkembangan teori ikatan kimia. Kimiawan Jerman Albrecht Kossel(1853-1927) menganggap kestabilan gas mulia disebabkan konfigurasi elektronnya yang penuh(yakni, konfigurasi elektron di kulit terluarnya, kulit valensi, terisi penuh). Ia berusahamemperluas interpretasinya ke atom lain. Atom selain gas mulia cenderung mendapatkan muatanlistrik (elektron) dari luar atau memberikan muatan listrik ke luar, bergantung apakah jumlahelektron di kulit terluarnya lebih sedikit atau lebihbanyak dari atom gas mulia yang terdekatdengannya. Bila suatu atom kehilangan elektron, atom tersebut akan menjadi kation yang
  • 6. memiliki jumlah elektron yang sama dengan gas mulia terdekat, sementara bila atommendapatkan elektron, atom tersebut akan menjadi anion yang memiliki jumlah elektron yangsama dengan atom gas mulia terdekatnya. Ia menyimpulkan bahwa gaya dorong pembentukanikatan kimia adalah gaya elektrostatik antara kation dan anion. Ikatan kimia yang dibentukdisebut dengan ikatan ionik. Kulit K dan L atom natrium terisi penuh elektron, tetapi hanya adasatu elektron di kulit terluar Jadi natrium dengan mudah kehilangan satu elektron terluar ini +menjadi ion natrium Na yang memiliki konfigurasi elektron yang sama dengan atom neon Ne 2 2 6(1s 2s 2p ). 2 2 6 2 5 Konfigurasi elektron atom khlor (1s 2s 2p 3s 3p ). Bila satu atom khlorin menangkapsatu elektron untuk melengkapi kulit M-nya agar menjadi terisi penuh, konfigurasi elektronnya 2 2 6 2 6menjadi (1s 2s 2p 3s 3p ) yang identik dengan konfigurasi elektron argon Ar. Pada waktu itu,sruktur kristal natrium khlorida telah dianalisis dengan analisis kristalografik sinar-X, dankeberadaan ion natrium dan khlorida telah diyakini. Jelas tidak ada pertentangan antara teoriKossel dan fakta sepanjang senyawa ion yang dijelaskan. Namun, teori ini belum lengkap,seperti dalam kasus dualisme elektrokimia, dalam hal teori ini gagal menjelaskan fakta 4+ekesperimen seperti pembentukan senyawa hidrogen atau tidak diamatinya kation C atau anionC4–.. B. Ikatan Kovalen Sekitar tahun 1916, dua kimiawan Amerika, Gilbert Newton Lewis (1875-1946) danIrving Langmuir (1881-1957), secara independen menjelaskan apa yang tidak terjelaskan olehteori teori Kossel dengan memperluasnya untuk molekul non polar. Titik krusial teori merekaadalah penggunaan bersama elektron oleh dua atom sebagai cara untuk mendapatkan kulit terluaryang diisi penuh elektron. Penggunaan bersama pasangan elektron oleh dua atom atau ikatankovalen adalah konsep baru waktu itu. Teori ini kemudian diperluas menjadi teori oktet. Teoriini menjelaskan, untuk gas mulia (selain He), delapan elektron dalam kulit valensinya disusunseolah mengisi kedelapan pojok kubus (gambar 3.3) sementara untuk atom lain, beberapasudutnya tidak diisi elektron. Pembentukan ikatan kimia dengan penggunaan bersama pasanganelektron dilakukan dengan penggunaan bersama rusuk atau bidang kubus. Dengan cara inidimungkinkan untuk memahami ikatan kimia yang membentuk molekul hidrogen. Namun,
  • 7. pertanyaan paling fundamental, mengapa dua atom hidrogen bergabung, masih belumterjelaskan. Sifat sebenarnya ikatan kimia masih belum terjawab. Gambar 3.3 Teori oktet Lewis/Langmuir. Model atom dan molekul sederhana. Ikatan tunggal diwakili oleh penggunaan bersama rusuk kubus, ikatan ganda dengan penggunaan bersama bidang kubus. Lewis mengembangkan simbol untuk ikatan elektronik untuk membentuk molekul(struktur Lewis atau rumus Lewis) dengan cara sebagai berikut. Aturan penulisan rumus Lewis :1) Semua elektron valensi ditunjukkan dengan titik di sekitar atomnya.2) Satu ikatan (dalam hal ini, ikatan tunggal) antara dua atom dibentuk dengan penggunaanbersama dua elektron (satu elektron dari masing-masing atom)3) Satu garis sebagai ganti pasangan titik sering digunakan untuk menunjukkan pasanganelectron ikatan.4) Elektron yang tidak digunakan untuk ikatan tetap sebagai elektron bebas. Titik-titik tetap
  • 8. digunakan untuk menyimbolkan pasangan elektron bebas.5) Kecuali untuk atom hidrogen (yang akan memiliki dua elektron bila berikatan), atomumumnya akan memiliki delapan elektron untuk memenuhi aturan oktet. Berikut adalah contoh-contoh bagaimana cara menuliskan struktur Lewis. C. Ikatan Koordinat Dengan menggabungkan teori valensi dengan teori ikatan ion dan kovalen, hampir semuaikatan kimia yang diketahui di awal abad 20 dapat dipahami. Namun, menjelasng akhir abad 19,beberapa senyawa yang telah dilaporkan tidak dapat dijelaskan dengan teori Kekulй dan Couper.Bila teori Kekulй dan Couper digunakan untuk mengintepretasikan struktur garam luteo,senyawa yang mengandung kation logam dan aminua dengan rumus rasional Co(NH3)6Cl3, makastruktur singular (gambar 3.4(a)) harus diberikan. Struktur semacam ini tidak dapat diterima bagikimiawan Swiss Alfred Werner (1866-1919). Ia mengusulkan bahwa beberapa unsur termasukkobal memiliki valensi tambahan, selain valensi yang didefinisikan oleh Kekulй dan Couper,yang oleh Werner disebut dengan valensi utama. Menuru Werner, atom kobalt dalam garamluteo berkombinasi dengan tiga anion khlorida dengan valensi utamanya (trivalen) dan enamamonia dengan valensi tambahannya (heksavalen) membentuk suatu oktahedron dengan atomkobaltnya di pusat (gambar 3.4(b)).
  • 9. Gambar 3.4 Dua struktur yang diusulkan untuk garam luteo. Setelah melalui debat panjang, kebenaran teori Werner diterima umum, dan diteumkanbahwa banyak senyawa lain yang memiliki valensi tambahan. Dalam senyawa-senyawa ini,atomnya (atau ionnya) yang memerankan peranan kobalt disebut dengan atom pusat, danmolekul yang memerankan seperti amonia disebut dengan ligan. Sifat sebenarnya dari valensitambahan ini diungkapkan oleh kimiawan Inggris Nevil Vincent Sidgewick (1873-1952). Iamengusulkan sejenis ikatan kovalen dengan pasangan elektron yang hanya disediakan oleh salahsatu atom, yakni ikatan koordinat.. Jadi atom yang menerima pasangan elektron harus memilikiorbital kosong yang dapat mengakomodasi pasangan elektron. Kekulй telah mengungkapkanamonium khlorida sebagai NH3・HCl. Menurut Sidgewick, asuatu iktan koordiant dibentukoleh atom nitrogen dari amonia dan proton menghasilkan ion amonium NH 4+, yang selanjutnyamembentuk ikatan ion dengan ion khlorida menghasilkan ammonium khlorida.
  • 10. Amonia adalah donor elektron karena mendonorkan pasangan elektron, sementara protonadalah akseptor elektron karena menerima pasangan elejtron di dalam orbital kosongnya. Dalamhal garam luteo, ion kobalt memiliki enam orbital kosong yang dapat membentuk ikatankoordinat dengan amonia.
  • 11. BAB II PENUTUP 2.1 Rangkuman Pengertian Ikatan Kimia, Ion, Kovalen dan contohnya. Ikatan kimia pada prinsipnya berasal dari interaksi antar elektron-elektron yang ada padaorbit luar, atau orbit yang terisi sebagian atau orbit bebas dalam atom lainya. 1. Interaksi atom-atom logam (ikatan metalik/ikatan logam). Dalam interaksi antar atom logam, ikatan kimia dibentuk oleh gaya tarik menarik-menarik elektron oleh inti (nucleus) yang berbeda. Asalnya elektron milik satu atom yang ditarikoleh inti atom tetangganya yang bermuatan +, dan elektron ini disharing dg gaya tarik yang samaoleh inti lain yang mengitarinya. Akibat jumlah elektron valensi yang rendah dan terdapat jumlahruang kososng yang besar, maka e- memiliki banyak tempat untuk berpindah. Keadaan demikianmenyebabkan e- dapat berpindah secara bebas antar kation-kation tersebut. Elektron ini disebut“delocalized electron” dan ikatannya juga disebut “delocalized bonding”.Elektron bebas dalam orbit ini bertindak sebagai perekat atau lem. Kation yang tinggalberdekatan satu sama lain saling tarik menarik dengan elektron sebagai semennya. 2. Ikatan kovalen 2.1.1 Ikatan dengan non logam Pada prinsipnya semua ikatan kimia berasal dari gaya tarik menarik inti (nucleus) yangbermuatan + terhadap e yang bermuatan negatif, Gaya tarik menarik ini ditentukan oleh HukumCoulomb.
  • 12. F= F : Gaya tarik menarik atau tolak menolak Q1 dan Q2 : Muatan partikel 1 dan 2 r : Jarak antara partikel 1 dan 2 k : Konstante dielektrikBila Q1 dan Q2 bermuatan sama, maka keduanya akan tolak-menolak, sebaliknya bila Q1 danQ2 bermuatan berlawanan akan terjadi tarik menarik. Ikatan kovalen terbentuk, karena hampir semua unsur memiliki ruang kosong dan orbitluar berenergi rendah. Makin rendah energi suatu orbit, nakin tinggi stabilitas elektron yang adadi dalamnya. Semua unsur non-logam memiliki paling tidak 4 dari 8elektron yang mungkinberada pada orbit luar, kecuali: H, He, dan B. Perbedaan unsur non-logam dengan logam adalah tidak memiliki kelebihan ruang kosongyang berenergi rendah untuk penyebaran elektron yang akan disharing. Elektron yang dapatdisharing dalam unsur non-logam tidak mengalami “delocalised” seperti pada ikatan metalik(ikatan logam). Jadi elektron ini tinggal terlokalisir dalam kedekatan antar 2 inti (ikatankovalen). Contoh: pembentukan H2 dari 2 atom H. Pada molekul H2 ada 3 gaya yang bekerja yaitu: a). Gaya tolak-menolak antara 2 inti b). Gaya tolak-menolak antara 2 elektron c). Gaya tarik-menarik antara inti dari satu atom dengan elektron dari atom yang lainnya. Besarnya gaya c ini lebih besar dari jumlah gaya a dan b.
  • 13. H H Ikatan kovalen pada H2, 2 elektron disharing oleh 2 atom dan orbit dari 2 elektron itujuga disharing oleh 2 atom. Ikatan kovalen: gaya tarik-menarik bersih (net) yang terjadi ketika setiap atom memasok1 elektron yang tidak berpasangan untuk dipasangkan dengan yang lain, dan ada satu ruangkosong untuk menerima elektron dari atom yang lain, sehingga 2 elektron ditarik oleh kedua intiatom tersebut. 2.1.2 Valensi atau kekuatan penggabungan Valensi suatu atom adalah jumlah ikatan kovalen yang dapat terbentuk. Contoh: valensiH = 1, He = 0, F = 1, O = 2, Li =1. 3. Ikatan non-logam dengan logam Pasangan elektron yang membentuk suatu ikatan antara atom logam dan non-logamterletak pada orbit yang overlap antara 2 atom tersebut. Karena atom non logam tidakmempunyai ruang kosong dengan energi rendah, maka elektron akan tersebar pada daerah orbityang overlap.
  • 14. Atom dari unsur yang berbeda memiliki kemampuan yg berbeda dalam menarik pasanganelektron dalam suatu ikatan kovalen.F, O, Cl : kemampuan menariknya kuatNa, K : kemampuan menariknya lemah.Elektro-negativitas: kemampuan relatif suatu unsur untuk memenuhi muatan listrik yang negatif. 2.2.1 Ikatan ionic (elektro-valent, hetero-polar) Ikatan ini berasal dari gaya tarik elektrostatik antara ion yang bermuatan berlawnan[Kation (+) dan anion (-)]. (Hukum Coulomb) Untuk sebagian besar unsur, proses pelepasan atau penambatan elektron adalah prosesendotermik (membutuhkan energi). Ini berarti bahwa bentuk ion adalah kurang stabildibandingkan atom yang tak bermuatan. Na Na+ + (-) - energi ½O2 + 2 (-) O-2 - energi Senyawa yang memiliki derajat paling tinggi dalam ikatan ionik adalah yang terbentukoleh reaksi antara unsur alkali dengan halogen. Contoh: Na + Cl NaCl. Keduanya memiliki perbedaan elektronegativitas yang besar, sehingga pasangan elektronyang membentuk ikatan lebih banyak tertarik oleh atom Cl. Makin besar perbedaan elektro-negativitasnya makin besar pula karakter ioniknya.Namun ada kekecualian untuk F dan Cs, F memiliki elektro-negativitas paling kuat, sedang Csmemiliki elektro-negativitas paling lemah, sehingga ikatannya tidak sepenuhnya ionik.Bagaimanapun juga ikatan kovalen murni ada dalam molekul yang tersusun oleh molekul yang
  • 15. sama (H2, Cl2, C-C) atau molekul yang tersusun dari atom yg memiliki elektro-negativitas yanghampir sama, contoh: C-H. Dari bermacam-macam ikatan dapat disimpulkan sebagai berikut:a). Senyawa dengan ikatan kovalen yang dominan, elektron dari ikatan berada pada atom yang membuat ikatan. Diantara molekul yang berbeda ada ikatan yang lemah yang disebut “gaya van der Waals”. Hal yang sama terjadi untuk senyawa dengan “ikatan kovalen koordinat”. Molekul yang berbeda membentuk satuan-satuan yang terpisah. Dalam molekul ini jarak antar atom dalam molekul lebih kecil dari jarak antara atom dan molekul didekatnya.b). Senyawa dengan ikatan metalik dan ionik yang dominan, ikatan itu dibuat oleh elektron- elektron yang disharing. Dalam logam gaya tarik berasal dari “delocalised electron”, sedang dalam senyawa ionik berasal dari gaya tarik menarik antara ion positif dan negatif. Dalam senyawa ini, partikel-partikel bermuatan diposisikan pada jarak yg sama satu dengan yang lainnya, sehingga tidak ada kemungkinan untuk membedakan atau memisahkan molekul yang utuh (discrete). Dalam logam, setiap atom biasanya diposisikan pada jarak yang sama dari 6, 8 atau 12 atom yang lainnya yang menunjukkan bahwa ikatan dengan seluruh atom-atom yang berbeda ini memiliki kekuatan yang sama. Dalam bentuk padat, struktur ionik seperti NaCl, setiap Na+ dikelilingi oleh 6 Cl pada jarak yang sama, setiap Cl- dikelilingi oleh 6 Na+ juga pada jarak yang sama, yang menunjukkan bahwa setiap Na+ ditarik oleh 6 Cl- dg kekuatan yang sama, setiap Cl- juga ditarik oleh 6 Na+ dengen kekuatan yang sama. Bentuk pada ini hanya larut dalam pelarut polar (air) yang dapat memutus ikatan ionik dengan sifat polaritasnya dan membentuk ion hidrat (ion yang diseliputi dengan mantel air).
  • 16. DAFTAR PUSTAKAbenito.staff.ugm.ac.id/IKATAN%20KIMIA%20BENITO.htmlischer.wordpress.com/2009/08/21/jenis-jenis-ikatan-kimia/old.inorg-phys.chem.itb.ac.id/wp-content/uploads/.../bab-3-4.pdfelearning.gunadarma.ac.id/docmodul/pengantar_kimia/Bab_5.pdfsahri.ohlog.com/ikatan-kimia.cat3087.htmlwww.squidoo.com › Education › Science › Chemistry