Pengantar teknologi mineral

4,438 views
4,333 views

Published on

ini adalah bahan ajar dosen teknik pertambangan UNPAR Kalimantan Tengah
bahan ajar yg bagus buat to mahasiswa pertambangan di seluruh indonesia.
silahkan mendownload to bahan ajar anda sekalian.

Published in: Education, Technology, Business
3 Comments
2 Likes
Statistics
Notes
No Downloads
Views
Total views
4,438
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
182
Comments
3
Likes
2
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Pengantar teknologi mineral

  1. 1. PENGANTAR TEKNOLOGI MINERAL SELASA, 20 MARET 2012 JURUSAN TEKNIK PERTAMBANGAN FAKULTAS TEKNIK UNPAR 2012
  2. 2. KEGIATAN DI INDUSTRI PERTAMBANGAN
  3. 3. PENYELIDIKAN UMUM (PROSPEKSI) PENELUSURAN TEBING-TEBING DI TEPI SUNGAI DAN LERENG-LERENG BUKIT Kegiatan ini berusaha untuk menemukan singkapan (outcrop) yang bisa memberi petunjuk keberadaan suatu endapan bahan galian. Bila ditemukan singkapan yang menarik dan menunjukkan tanda-tanda adanya mineralisasi, maka letak dan kedudukan itu diukur dan dipetakan. Juga diambil contoh batuannya (rock samples) secara sistematis untuk diselidiki di laboratorium agar dapat diketahui data apa yang PENELUSURAN JEJAK SERPIHAN MINERAL “tersimpan”FLOAT) contoh batuan itu. (TRACING di dalam Yaitu metode untuk menemukan letak sumber serpihan mineral (mineral cuts = float) yang umumnya berupa urat bijih (vein) endapan primer di tempat-tempat yang elevasinya tinggi. Caranya adalah dengan mencari serpihan atau potongan mineral-mineral berharga (emas, intan, kasiterit, dll) yang keras, tidak mudah larut dalam asam maupun basa lemah dan memiliki berat jenis yang tinggi dimulai dari kelokan di hilir sungai .
  4. 4. Gambar 1. Gambar 2.Bentuk-bentuk dulang Serpihanmineralatau lenggang pada kelokansungai
  5. 5.  PENYELIDIKAN DENGAN SUMUR UJI (TEST PIT)Untuk memperoleh bukti mengenai keberadaan suatu endapanbahan galian di bawah tanah dan mengambil contoh batuan (rocksamples)-nya biasanya digali sumur uji (test pit) denganmempergunakan peralatan sederhana seperti cangkul, linggis,sekop, pengki, dsb. Bentuk penampang sumur uji bisa empatpersegi panjang, bujur sangkar, bulat atau bulat telur (ellip) yangkurang sempurna. Tetapi bentuk penampang yang paling seringdibuat adalah empat persegi panjang; ukurannya berkisar antara75 x 100 m sampai 150 x 200 m. Sedangkan kedalamannyatergantung dari kedalaman endapan bahan galiannya atau batuandasar (bedrock)nya dan kemantapan (kestabilan) dinding sumuruji. Bila tanpa penyangga kedalaman sumur uji itu berkisar antara 4- 5 m.
  6. 6. Gambar 3 Macam bentuk penampang sumur uji
  7. 7. • PENYELIDIKAN DENGAN PARIT UJI(TRENCH)Pada dasarnya maksud dan tujuannya samadengan penyelidikan yang mempergunakansumur uji. Demikian pula cara penggaliannya.Yang berbeda adalah bentuknya ; parit uji digalimemanjang di permukaan bumi dengan bentukpenampang trapesium. Kedalamannya 2-3 m,sedang panjangnya tergantung dari lebar atautebal singkapan endapan bahan galian yangsedang dicari dan jumlah (volume) contohbatuan (samples) yang ingin diperoleh.
  8. 8. Gambar 4 Bentuk parit uji
  9. 9. Parit Uji ( Pit Jalan Bukit PTIMK )
  10. 10. Singkapan KuarsaPenandaSingkapan/pembanding
  11. 11.  PENYELIDIKAN DENGAN METODE GEOFISIKA (GEOPHYSICAL PROSPECTING) Metode geofisika dipakai sebagai alat untuk menemukan adanya perbedaan (anomali) yang disebabkan oleh adanya endapan bahan galian yang tersembunyi di bawah permukaan bumi. Metode geofisika yang sering diterapkan di lapangan adalah : 1. Metode magnetik (magnetic method) yang mencari adanya anomali sifat magnet di suatu daerah karena adanya endapan galian yang memiliki sifat magnet (magentic susceptibility) yang lebih tinggi dari batuan sekelilingnya. 2. Metode gravitasi (gravitational method) yang mengukur besarnya gaya berat bumi di suatu daerah, lalu meneliti adanya anomali gaya berat (gravitasi) yang disebabkan oleh adanya endapan bahan galian yang mempunyai berat jenis yang lebih besar dari berat jenis batuan di sekitarnya. 3. Metode elektrik (electrical methods) terdiri dari : a. Self potential method mengukur perbedaan potensial listrik alamiah yang disebabkan oleh adanya endapan bahan galian, terutama bahan galian sulfida. b. Resistivity method (induced polarization) mengukur tahanan listrik di suatu daerah bila arus searah sengaja dialirkan ke dalam tanah. Berhubung tahanan listrik batuan berbeda dengan tahanan listrik endapan bahan galian yang umumnya bersifat konduktor (a.l. endapan bijih besi dan endapan bijih sulfida), maka akan diperoleh gambaran suatu anomali tahanan listrik. c. Electromagnetic method mencari adanya anomali elektromagnetik di suatu daerah bila di tempat itu dialirkan arus listrik bolak balik yang berfrekuensi rendah (500 cycles). 4. Metode seismik (seismic method) mengukur kecepatan gelombang getaran hasil suatu ledakan buatan baik yang dipantulkan maupun yang dibiaskan oleh suatu batas lapisan batuan yang berbeda kerapatannya. Kedua macam gelombang getaran (seismiik) tersebut dicatat oleh
  12. 12.  PENYELIDIKAN DENGAN METODE GEOKIMIA (GEOCHEMISTRY PROSPECTING) Metode geokimia dipergunakan untuk merekam perubahan- perubahan komposisi kimia yang sangat kecil, yaitu dalam ukuran part per million (ppm), pada contoh air permukaan (air sungai), air tanah, lumpur yang mengendap di dasar sungai, tanah dan bagian-bagian dari tanaman (pepohonan) seperti pucuk daun, kulit pohon dan akar yang disebabkan karena di dekatnya ada endapan bahan galian atau endapan bijih (ore body). PROSPEKSI DENGAN BOR TANGAN (HAND DRILL PROSPECTING) Metode prospeksi ini diterapkan bila endapan bahan galian diperkirakan letaknya tidak terlalu dalam (10-15 m) dan hanya tertutup oleh lapisan batuan yang relatif lunak (a.l. lapisan sedimenter atau batuan yang sudah sangat lapuk). Dengan bor tangan bisa langsung diperoleh bukti keberadaan suatu endapan bahan galian, karena bisa didapat contoh (samples) bahan galiannya. Gambar 7
  13. 13. Wacca Drill
  14. 14. Hasil Sampel Wacca Drill

×