Your SlideShare is downloading. ×
Isi makalah uji kuat tarik
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×
Saving this for later? Get the SlideShare app to save on your phone or tablet. Read anywhere, anytime – even offline.
Text the download link to your phone
Standard text messaging rates apply

Isi makalah uji kuat tarik

8,467

Published on

Published in: Education
0 Comments
3 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total Views
8,467
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
308
Comments
0
Likes
3
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  • 1. Uji Kuat Tarik Dalam pengujian tarik tentu terdapat kekuatan tarik.Definisi Kekuatan tarikadalah kemampuan bahan untuk menereima beban tarik tanpa mengalami kerusakan dandinyatakan sebagai tegangan maksimum sebelum putus. Kekuatan tarik pada baja akannaik seiring dengan naiknya kadar karbon dan paduan.Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Kekuatan Tarik :1. Kadar Karbon Penambahan kadar karbon akan meningkatkan kekerasan suatu bahan. Hal inimenyebabkan kekuatan bahan juga meningkatkan, namun pertambahan % C hanyasampai ± 1 %2. Heat Treatment Heat Treatment berpengaruh pada bentuk buturan.Bila bentuk butiran kecilmaka daya tarik antar atom semakin besar sehingga kekuatan tarik menjadi besar,sedangkan butiran besar maka daya tarik antar atom semakin kecil sehingga kekuatantarik menjadi kecil.3. Bidang Slip Logam dan paduannya berdeformasi dengan geseran plastis / slip dimana atombergeser terhadap bidang atom didekatnya. Deformasi geser ini akan terjadi apabila adagaya tekan atau tegangan, karena gaya – gaya tersebut dapat diuraikan menjaditegangan geser. Slip dapat terjadi dengan lebih mudah dalam arah kristal atau bidangtertentu. Dalam uji tarik biasa, gerakan kepala silang mesin penguji memaksa benda ujiberada di penjepit.Sebab penjepit harus tetap sebaris. Karena benda uji tidak dapatberubah bentuk secara bebas dengan luncuran merata di tiap –tiap bidang slip sepanjangukuran benda uji4. Homogenitas ( kesamaan partikel logam ) Homogenitas suatu bahan atau material akan terpengaruh terhadap gaya ikatanantar atomnya. Untuk material dengan tingkat homogenitas yang tinggi maka gaya ikatantar atom juga tinggi sehinggaa kekuatan tariknya juga tinggi.
  • 2. 5. Kecepatan Pendinginan Semakin cepat pendinginan yang dilakukan maka kekerasan akan meningkatbegitu pula dengan kekuatan tarikannya juga kecil.6. Konduktifitas Fermal Bahan Konduktifitas Fermal yang kecil akan memperlambat laju pendinginan sehinggakekerasan baja kecil begitu juga dengan kekuatan tariknya juga kecil7. Unsur Paduan Adanya unsur paduan yang pada umumnya dapat bersenyawa dengan baja ataubahan seperti, Nikel, Chronium dan Mangan dapat meningkatkan kekuatan tarik karenaunsur paduan tersebut memiliki sifat keras.8. Ukuran Butir Ukuran butiran yang besar bersifat ductive dibandingkan dengan butir yanghalus.Ukuran butir yang halus memiliki sifat yang keras sehingga kekuatan tarik besar.9. Dimensi Bahan Pada dimensi bahan yang kecil kecepatan pendinginannya lebih besar jadikekerasan besar dan kekuatan tarik besar, jadi kekesaran besar da n kekuatan tarik besarbegitu juga sebaliknya.Dalam uji kuat tarik ini didapatkan data tegangan dan regangan. Gambar 1 : Mesin Uji Tarik Sumber : Lab. Pengujian Bahan Teknik Mesin Univ. Brawijaya
  • 3. Hubungan tegangan dan regangan dapat diketahui dengan jelas pada diagramtegangan regangan yang didasarkan dari data yang diperoleh dalam pengujian tarik. Gambar 2 : Diagram Tegangan ReganganTegangan tarik didefinisikan sebagai distribusi gaya tarik persatuan luas penampangbahan yang dirumuskan dengan : dt = P/ARegangan dirumuskan ε = ∆ℓ / LoKet :dt = Tegangan tarik ( N/cm2 )P = Beban tarik ( W )A = Luas penampang ( cm2)∆ℓ = Pertambahan
  • 4. ε = Regangan,Lo = Panjang awal Pengujian kuat tarik dilakukan untuk mengetahui kuat tarik (tensile strength)dari percontohan batu berbentuk silinder secara tidak langsung.Alat yang digunakanadalah mesin tekan seperti pada pengujian kuat tekan. Gambar 3 : Pengujian Kuat TarikDengan rumus kuat tarik : Sifat mekanik batuan yang diperoleh dari uji ini adalah kuat tarik batuan(σt).Ada dua metode yang dapat dipergunakan untuk mengetahui kuat tarik contohbatuan di laboratorium, yaitu metode kuat tarik langsung dan metode kuat tarik taklangsung.Metode kuat tarik tak langsung merupakan uji yang paling seringdigunakan.Hal ini disebabkan uji ini lebih mudah dan murah daripada uji kuat tariklangsung.Salah satu uji kuat tarik tak langsung adalah Brazilian test.Pada uji brazilian,kuat tarik batuan dapat ditentukan berdasarkan persamaan:σt= 2.F π.D.L
  • 5. Keterangan :σt = Kuat tarik batuan (MPa)F = Gaya maksimum yang dapat ditahan batuan (KN)D = Diameter contoh batuan (mm)L = Tebal batuan (mm) Uji kuat tarik ini menggunakan mesin tekan (compression machine) untukmenekancontoh batu yang berbentuk silinder, balok atau prisma dari satuarah (uniaxial).Penyebaran tegangan di dalam contoh batu secarateoritis adalah searah dengan gayayang dikenakan pada contohtersebut. Tetapi dalam kenyataannya arah tegangan tidaksearahdengan gaya yang dikenakan pada contoh tersebut karena adapengaruh dari platpenekan mesin tekan yang menghimpitcontoh. Sehingga bentuk pecahan tidakberbentuk bidang pecah yangsearah dengan gaya melainkan berbentuk kerucut (Gambar4). Gambar 4 : Proses Uji Kuat Tarik dalam menggunakan mesin tekan Dalam kehidupan sehari-hari pemakaian logam biasanya berdasarkan sifat yangdimiliki logam tersebut contoh pada pembuatan konstruksi untuk jembatan dibutuhkanlogam yang kuat dan tangguh berbeda dengan pemakaian logam untuk pagar rumah
  • 6. yang tidak terlalu memperhatikan sifat mekaniknya.Contoh-contoh sifat mekanik adalahkekuatan tarik, kekerasan, keuletan dan ketangguhan.Pengujian sifat-sifat mekanik inidapat dilakukan dengan pengujian mekanik.Salah satu pengujian yang digunakan untukmengetahui sifat mekanis logam adalah uji tarik (tensile test).Uji tarik adalah suatumetode yang digunakan untuk menguji kekuatan suatu bahan/material dengan caramemberikan beban gaya yang berlawanan arah. Hasil yang didapatkan dari pengujiantarik sangat penting untuk rekayasa teknik dan desain produk karena mengahsilkan datakekuatan material. Pengujian uji tarik digunakan untuk mengukur ketahanan suatumaterial terhadap gaya statis yang diberikan secara lambat.Sifat mekanis logam yangdapat diketahui setelah proses pengujian ini seperti kekuatan tarik, keuletan danketangguhan.Pengujian tarik sangat dibutuhkan untuk menentukan desain suatu produkkarena menghasilkan data kekuatan material.Pengujian tarik banyak dilakukan untukmelengkapi informasi rancangan dasar kekuatan suatu bahan dan sebagai datapendukung bagi spesifikasi bahan. Karena dengan pengujian tarik dapat diukurketahanan suatu material terhadap gaya statis yang diberikan secara perlahan. Pengujian tarik ini merupakan salah satu pengujian yang penting untukdilakukan, karena dengan pengujian ini dapat memberikan berbagai informasimengenai sifat-sifat logam. Dalam bidang industri juga diperlukan pengujian tarik iniuntuk mempertimbangkan faktor metalurgi dan faktor mekanis yang tercakup dalamproses perlakuan terhadap logam jadi, untuk memenuhi proses selanjutnya. Olehkarena pentingnya pengujian tarik ini, kita sebagai mahasiswa metalurgi hendaknyamengetahui mengenai pengujian ini.Dengan adanya kurva tegangan regangan kitadapat mengetahui kekuatan tarik, kekuatan luluh, keuletan, modulus elastisitas,ketangguhan, dan lain-lain.Pada pegujian tarik ini kita juga harus mengetahui dampakpengujian terhadap sifat mekanis dan fisik suatu logam.Dengan mengetahuiparameter-parameter tersebut maka kita dapat data dasar mengenai kekuatan suatubahan atau logam.1 Uji Tarik Uji tarik adalah suatu metode yang digunakan untuk menguji kekuatan suatubahan/material dengan cara memberikan beban gaya yang berlawanan arah dalamsatu garis lurus..Hasil yang didapatkan dari pengujian tarik sangat penting untukrekayasa teknik dan desain produk karena mengahasilkan data kekuatan material.Pengujian uji tarik digunakan untuk mengukur ketahanan suatu material terhadap gayastatis yang diberikan secara lambat.Pemberian beban pada kedua arah sumbunyadiberi beban yang sama besarnya. Beban yang diberikan pada bahan yang di ujiditransmisikan pada pegangan bahan yang di uji. Dimensi dan ukuran pada benda ujidisesuaikan dengan standar baku pengujian.
  • 7. 2. Sifat-Sifat Logam Pada Uji Tarik (Tensile Properties) Pengujian dilakukan untuk mengetahui sifat-sifat mekanis suatu material,khususnya logam diantara sifat-sifat mekanis yang dapat diketahui dari hasil pengujiantarik adalah sebagai berikut: a. Kekuatan tarik b. Kuat luluh dari material c. Keuletan dari material d. Modulus elastic dari material e. Kelentingan dari suatu material f. Ketangguhan. a. Kekuatan Tarik Kekuatan tarik atau kekuatan tarik maksimum (Ultimate Tensile Strength) (UTS) adalah beban maksimum dibagi luas penampang lintang awal benda uji.di mana Su = Kuat tarikPmaks = Beban maksimumA0 = Luas penampang awal Untuk logam-logam yang liat kekuatan tariknya harus dikaitkan dengan beban maksimum dimana logam dapat menahan sesumbu untuk keadaan yang sangat terbatas. Tegangan tarik adalah nilai yang paling sering dituliskan sebagai hasil suatu uji tarik, tetapi pada kenyataannya nilai tersebut kurang bersifat mendasar dalam kaitannya dengan kekuatan bahan.Untuk logam-logam yang liat kekuatan tariknya harus dikaitkan dengan beban maksimum, di mana logam dapat menahan beban sesumbu untuk keadaan yang sangat terbatas.Akan ditunjukkan bahwa nilai tersebut kaitannya dengan kekuatan logam kecil sekali kegunaannya untuk tegangan yang lebih kompleks, yakni yang biasanya ditemui.Untuk berapa lama, telah menjadi kebiasaan mendasarkan kekuatan struktur pada kekuatan tarik, dikurangi dengan faktor keamanan yang sesuai.Kecenderungan yang banyak ditemui adalah menggunakan pendekatan yang lebih rasional yakni mendasarkan rancangan statis logam yang liat pada kekuatan luluhnya.Akan tetapi, karena jauh lebih praktis menggunakan kekuatan tarik untuk menentukan kekuatan bahan, maka metode ini lebih banyak dikenal, dan merupakan metode identifikasi bahan yang sangat berguna, mirip dengan kegunaan komposisi kimia untuk mengenali logam atau bahan.Selanjutnya, karena kekuatan tarik mudah ditentukan dan merupakan sifat yang mudah dihasilkan kembali (reproducible).Kekuatan tersebut berguna untuk keperluan spesifikasi dan kontrol kualitas bahan.Korelasi empiris yang diperluas antara kekuatan tarik dan sifat-sifat bahan misalnya kekerasan dan kekuatan lelah, sering
  • 8. dipergunakan.Untuk bahan-bahan yang getas, kekuatan tarik merupakan kriteria yang tepat untuk keperluan perancangan.b. Pengukuran Batas Luluh (Yielding) Batas luluh adalah titik yang menunjukkan perubahan dari deformasi elastis ke deformasi plastis.Tegangan dimana deformasi atau batas luluh mulai teramati tergantung pada kepekaan pengukuran regangan.Telah digunakan berbagai kriteria permulaan batas luluh tergantung pada ketelitian pengukuran tegangan dan data-data yang digunakan. 1. Batas elastik sejati berdasarkan pada pengukuran regangan mikro pada skala regangan 2 X 10-6 inci/inci. Batas elastik nilainya sangat rendah dan dikaitkan dengan gerakan beberapa ratus dislokasi. 2. Batas proporsional adalah tegangan tertinggi untuk daerah hubungan proporsional antara tegangan-regangan. Harga ini diperoleh dengan cara mengamati penyimpangan dari bagian garis lurus kurva tegangan-regangan. 3. Batas elastik adalah tegangan terbesar yang masih dapat ditahan oleh bahan tanpa terjadi regangan sisa permanen yang terukur pada saat beban telah ditiadakan. Dengan bertambahnya ketelitian pengukuran regangan, nilai batas elastiknya menurun hingga suatu batas yang sama dengan batas elastik sejati yang diperoleh dengan cara pengukuran regangan mikro. Dengan ketelitian regangan yang sering digunakan pada kuliah rekayasa (10-4 inci/inci), batas elastik lebih besar daripada batas proporsional.Penentuan batas elastik memerlukan prosedur pengujian yang diberi beban-tak diberi beban (loading- unloading) yang membosankan. 4. Kekuatan luluh adalah tegangan yang dibutuhkan untuk menghasilkan sejumlah kecil deformasi plastis yang ditetapkan. Definisi yang sering digunakan untuk sifat ini adalah kekuatan luluh ofset ditentukan oleh tegangan yang berkaitan dengan perpotongan antara kurva tegangan-regangan dengan garis yang sejajar dengan elastis ofset kurva oleh regangan tertentu. Di Amerika Serikat ofset biasanya ditentukan sebagai regangan 0,2 atau 0,1 persen (e = 0,002 atau 0,001).so = F (ofset regangan = 0,002) .............................(2) AoCara yang baik untuk mengamati kekuatan luluh ofset adalah setelah benda uji diberi pembebanan hingga 0,2% kekuatan luluh ofset dan kemudian pada saat beban ditiadakan maka benda ujinya akan bertambah panjang 0,1 sampai dengan 0,2%, lebih panjang daripada saat dalam keadaan diam. Tegangan ofset di Britania Raya sering dinyatakan sebagai tegangan uji (proff stress), di mana harga ofsetnya 0,1% atau 0,5%. Kekuatan luluh yang diperoleh dengan metode ofset biasanya dipergunakan untuk perancangan dan keperluan spesifikasi, karena metode tersebut terhindar dari kesukaran dalam
  • 9. pengukuran batas elastik atau batas proporsional. Beberapa bahan pada dasarnya tidak mempunyai bagian linier pada kurva tegangan-regangannya, misal tembaga lunak atau besi cor kelabu. Untuk bahan-bahan demikian, metode ofset tidak dapat digunakan dan untuk pemakaian praktis, kekuatan luluh didefinisikan sebagai tegangan yang diperlukan untuk menghasilkan regangan total tertentu, misalnya ε = 0,005.c. Pengukuran Keuletan. Keuleten adalah kemampuan suatu bahan untuk menahan beban pada daerah plastis tanpa terjadi perpatahan. Secara umum pengukuran keliatan dilakukan untuk memenuhi kepentingan tiga buah hal: 1. Untuk menunjukan perpanjangan di mana suatu logam dapat berdeformasi tanpa terjadi patah dalam suatu proses suatu pembentukan logam, misalnya pengerolan dan ekstrusi. 2. Untuk memberi petunjuk secara umum kepada perancang mengenai kemampuan logam untuk mengalir secara pelastis sebelum patah. 3. Sebagai petunjuk adanya perubahan permukaan kemurnian atau kondisi pengolahan.d. Modulus Elastisitas Modulus Elastisitas adalah ukuran kekuatan suatu bahan akan keelastisitasannya. Makin besar modulus, makin kecil regangan elastik yang dihasilkan akibat pemberian tegangan.Modulus elastisitas ditentukan oleh gaya ikat antar atom, karena gaya-gaya ini tidak dapat dirubah tanpa terjadi perubahan mendasar pada sifat bahannya. Maka modulus elastisitas salah satu sifat-sifat mekanik yang tidak dapat diubah. Sifat ini hanya sedikit berubah oleh adanya penambahan paduan, perlakuan panas, atau pengerjaan dingin.Secara matematis persamaan modulus elastic dapat ditulis sebagai berikut.………………………………………. (3)dimana = tegangan ε = regangane. Kelentingan (Resilience) Kelentingan adalah kemampuan suatu bahan untuk menyerap energi pada waktu berdeformasi secara elastis dan kembali ke bentuk awal apabila bebannya dihilangkan.Kelentingan biasanya dinyatakan sebagai modulus kelentingan, yakni energi regangan tiap satuan volume yang dibutuhkan untuk menekan bahan dari tegangan nol hingga tegangan luluh σ0.Untuk
  • 10. menentukan nilai modulus kelentingan dapat dapat digunakan persamaan sebagai berikut. U0 = ½ σx ex ................................................. ....... (4) Dari definisi diatas , modulus kelentingan adalah : UR = ½ soeo = ½ so so = so2 ................... (5) E 2E Persamaan ini menunjukan bahwa bahan ideal untuk menahan beban ebergi pada pemakaian di mana bahan tidak mengalami deformasi permanen, misal pegas mekanik, adalah data bahan yang memiliki tegangan luluh tinggi dan modulus elastisitas rendah.Tabel 2 memberikan beberapa modulus kelentingan untuk berbagai bahan.f. Ketangguhan (Toughness) Ketangguhan (Toughness) adalah kemampuan menyerap energi pada daerah plastik.Kemampuan untuk menahan beban yang kadang-kadang diatas tegangan luluh tanpa terjadi patah, dan khususnya diperlukan pada bagian– bagian rantai, roda gigi, kopling mobil barang, dan cangkuk kran.Pada umumnya ketangguhan menggunakan konsep yang sukar dibuktikan atau didefinisikan.Salah satu menyatakan ketangguhan adalah meninjau luas keseluruhan daerah di bawah kurva tegangan-regangan.Luas ini menunjukan jumlah energi tiap satuan volume yang dapat dikenakan kepada bahan tanpa mengakibatkan pecah.Baja pegas karbon tinggi mempunyai kekuatan luluh dan kekuatan tarik lebih tinggi dibandingkan baja struktur karbon menengah. Akan tetapi baja struktur lebih liat dan memiliki perpanjangan total lebih besar. Luas keseluruhan daerah dibawah kurva tegangan-regangan lebih besar untuk baja struktur, oleh karena itu baja struktur merupakan bahan yang lebih tangguh.Hal ini menunjukan bahwa ketangguhan adalah parameter yang terdiri dari dua hal yakni tegangan dan keliatan. Terdapat beberapa cara pendekatan matematik untuk menentukan luas daerah di bawah kurva tegangan- regangan. Luas dibawah kurva dapat didekati dengan persamaan- persamaan berikut : UT ≈ su ef ...................................... (6) UT ≈ so + su ef .......................................... (7)
  • 11. Untuk logam- logam getas, kadang-kadang tegangan-regangan dianggapsebagai parabola, dan luas daerah di bawah kurva diberikan oleh persamaanUT = 2/3 su ef ........................................... (8) Semua hubungan diatas hanya cara pendekatan untuk mengetahui luasdaerah di bawah kurva regangan–tegangan. Kurva-kurva tersebut tidakmenggambarkan perilaku yang sejati pada daerah plastis, karena pembuatankurva didasarkan pada luas semula benda uji.
  • 12. Kesimpulan Dalam pengujian tarik tentu terdapat kekuatan tarik.Definisi Kekuatan tarikadalah kemampuan bahan untuk menereima beban tarik tanpa mengalami kerusakan dandinyatakan sebagai tegangan maksimum sebelum putus. Kekuatan tarik pada baja akannaik seiring dengan naiknya kadar karbon dan paduan.Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Kekuatan Tarik : 1. Kadar karbon 2. Heat treatmen 3. Bidang slip 4. Homogenesis 5. Kecepatan pendinginan 6. Konduktifitas fermal bahan 7. Unsur paduan 8. Ukuran butir 9. Dimensi bahan

×