Iad

18,512 views

Published on

0 Comments
2 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
18,512
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
3
Actions
Shares
0
Downloads
275
Comments
0
Likes
2
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Iad

  1. 1. IAD, IBD, ISD <ul><li>BY </li></ul><ul><li>WAHDATUN NISA, M.A </li></ul>
  2. 2. ILMU ALAMIAH DASAR/ILMU BUDAYA DASAR/ ILMU SOSIAL DASAR <ul><li>Tujuan : Mahasiswa dapat memahami dasar-dasar konsep Ilmiah, Budaya dan Sosial sebagai pelengkap penalaran mahasiswa sebagai calon ilmuwan Muslim. </li></ul><ul><li>Topik Inti : </li></ul><ul><li>Proses perkembangan Pola Pikir Manusia (Antroposentris, Heliosentris, Galaksi Sentris, Asentris) </li></ul><ul><li>Proses terbentuknya Alam Semesta dan penghuninya Menurut Ilmu Pengetahuan Barat dan Al Qur’an </li></ul>
  3. 3. <ul><li>3. Perkembangan Ilmu Biologi, Fisika dan Kimia Menurut Ilmu Pengetahuan Alam Barat dan Al Qur’an </li></ul><ul><li>4. Teori Evolusi dan Rekayasa Reproduksi Menurut Ilmu Pengetahuan Alam Barat dan Al Qur’an </li></ul><ul><li>Teknologi Barat dan Masalah Lingkungan Hidup serta Upaya Penanggulangannya </li></ul><ul><li>Rahasia Kemajuan Barat dalam Bidang Sains dan Teknologi </li></ul><ul><li>Peranan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) dalam kehidupan manusia </li></ul><ul><li>Latar belakang dan ruang lingkup Ilmu Budaya Dasar </li></ul>
  4. 4. <ul><li>9. Konsep IBD dalam Kesusastraan, Seni Rupa dan Seni Musik </li></ul><ul><li>10. Konsepsi IBD dalam Agama, Filsafat dan Keindahan </li></ul><ul><li>11. Manusia dan Cinta Kasih, Penderitaan dan Keadilan </li></ul><ul><li>Pandangan Hidup, Tanggung Jawab dan Harapan Manusia </li></ul><ul><li>Budaya yang mendorong kemajuan dan yang menyebabkan kemiskinan </li></ul><ul><li>Kebudayaan primitif, agraris dan industrial </li></ul><ul><li>Latar belakang dan ruang lingkup pembahasan Ilmu Sosial Dasar </li></ul>
  5. 5. <ul><li>Individu, Keluarga, Masyarakat dan Interaksi Sosial </li></ul><ul><li>17. Remaja dan Pemuda dalam Permasalahan Generasi Nasional </li></ul><ul><li>18. Pemerintah, Negara dan Warga Negara dalam Permasalahan Demokratisasi </li></ul><ul><li>19. Pelapisan Sosial, Kesetaraan (Egaliter), Diskriminasi dan Pemerataan </li></ul><ul><li>20. Permasalahan Kependudukan : Masyarakat Perkotaan dan Pedesaan </li></ul><ul><li>21. Pembangunan dan Permasalahan Kemiskinan Struktural dan Kultural </li></ul>
  6. 6. <ul><li>Proses Perkembangan Pola Pikir Manusia </li></ul><ul><li>Sifat-sifat Unik Manusia </li></ul><ul><li>Manusia memiliki kelebihan dibanding semua makhluk, antara lain : </li></ul><ul><li>a. Manusia dapat berpikir, sehingga manusia merupakan makhluk yang cerdas ( homo sapiens ). Dengan daya pikirnya manusia dapat mempertimbangkan apa yang akan dilakukan masa sekarang, atau masa depan dengan pengalaman yang dialaminya. </li></ul><ul><li>b. Manusia dapat membuat alat-alat dan mempergunakannya, sehingga disebut sebagai manusia kerja ( homo faber ). Salah satu tindakan dan wujud budaya adalah barang buatan manusia ( artefact ). Alat-alat diciptakan manusia karena sadar kemampuan inderanya terbatas, sehingga alat-alat dibuat untuk mencapai tujuan, misal mikroskop, roda untuk kereta. </li></ul><ul><li>c. Manusia dapat berbicara ( homo longuens ), sehingga apa yang menjadi pemikiran dalam otaknya dapat disampaikan melalui bahasa kepada manusia lain. </li></ul><ul><li>d. Manusia dapat hidup bermasyarakat (homo socius ) tidak seperti binatang yang bergerombol yang hanya mengenal hukum rimba. Manusia bermasyarakat yang diatur dengan tata tertib demi kepentingan bersama. </li></ul>
  7. 7. <ul><li>e. Manusia dapat mengadakan usaha atas dasar perhitungan ekonomi ( homo aeconomicus ). Dalam hukum ekonomi, semua kegiatan harus atas dasar untung rugi. Pada awalnya manusia mencukupi kebutuhannya sendiri, kemudian atas dasar jasa maka dikembangkan sistem pasar (produksi dijual di pasaran) dan keuntungan semakin besar, sehingga meningkatkan produktivitas kerja. </li></ul><ul><li>f. Manusia menyadari adanya kekuatan gaib yang memiliki kemampuan lebih hebat dari manusia, sehingga manusia memiliki kepercayaan atau beragama ( homo religius ). </li></ul><ul><li>Di samping keenam hal di atas, manusia disebut juga manusia berbudaya ( homo humanus ) dan manusia yang tahu akan keindahan ( homo aesteticus ). Dari kelebihan-kelebihan ini, makin nyata bahwa manusia memang memiliki sifat-sifat yang unik yang membedakannya dari semua makhluk yang ada di bumi. </li></ul>
  8. 8. <ul><li>2. Manusia Berperasaan dan Rasional </li></ul><ul><li> Manusia mempunyai akal budi. Akal yang menjadi sumber sifat </li></ul><ul><li>rasional, sedangkan budi bersumber pada perasaan. Perasaan </li></ul><ul><li>adalah fungsi jiwa untuk mempertimbangkan dan mengukur </li></ul><ul><li>sesuatu menurut rasa senang dan tidak senang. Sedangkan </li></ul><ul><li> rasional adalah menerima sesuatu atas dasar kebenaran pikiran </li></ul><ul><li> atau rasio. Paham tersebut bersumber pada akal manusia yang </li></ul><ul><li> diolah dalam otak. Dengan berpikir yang rasional manusia dapat </li></ul><ul><li> meletakkan hubungan-hubungan dari apa yang telah diketahui </li></ul><ul><li> dan yang sedang dihadapi. Kemampuan manusia memperguna </li></ul><ul><li>kan daya akalnya disebutkan intelegensi. </li></ul><ul><li>Cara manusia memperoleh pengetahuan : </li></ul><ul><li>a. Cara lama dengan masih mengandalkan perasaan daripada kebenaran pikiran, yaitu dengan prasangka, intuisi dan coba-ralat. </li></ul><ul><li>b. Cara baru yaitu dengan mempergunakan logika, yaitu pengetahuan dan kecakapan untuk berpikir lurus, tepat dan sehat. Logika yang bersifat kodratiah dan ilmiah. </li></ul>
  9. 9. <ul><li>Tahapan perkembangan pola pikir manusia : </li></ul><ul><li>Antroposentris </li></ul><ul><li>Antroposentris ( anthropus = manusia, centrum = pusat ) adalah anggapan bahwa manusialah yang menjadi pusat segala-galanya </li></ul><ul><li>Pandangan ini masih dalam tahap awal perkembangan pikiran manusia. </li></ul><ul><li>2. Geosentris </li></ul><ul><li>Geosentris ( geo = bumi ) adalah anggapan bahwa bumi pusat alam semesta. Semua benda langit mengelilingi bumi merupakan anggapan yang berkembang sejak abad ke-6 SM. Tokohnya : </li></ul><ul><li>a. Thales (624-548 SM) yang dianggap orang pertama yang </li></ul><ul><li> mempertanyakan dasar alam dan isinya. Thales percaya </li></ul><ul><li> bintang-bintang bisa memancarkan cahaya sendiri, sedangkan </li></ul><ul><li>bulan hanya memantulkan sinar matahari ke bumi. Dikatakan </li></ul><ul><li> bahwa bumi merupakan cakram yang mengapung di atas air. </li></ul><ul><li>b. Anaximender (610 – 546 SM) ialah orang pertama yang </li></ul><ul><li>menyatakan bahwa langit berputar dengan poros bintang kutub </li></ul><ul><li> Kubah langit yang nampak adalah setengah bola dengan bumi </li></ul><ul><li> sebagai pusatnya. </li></ul><ul><li> </li></ul>
  10. 10. <ul><li> c. Pythagoras (580-500 SM) yang terkenal dengan dalil segitiga </li></ul><ul><li> siku-siku.Di samping pelopor matematika, ia juga berkeyakinan </li></ul><ul><li> bahwa bumi bulat dan berputar, sehingga menampakkan </li></ul><ul><li>gerakan perputaran semu dari langit. Ia juga mengajarkan </li></ul><ul><li>bahwa di bumi terdapat 4 unsur yaitu : tanah, air, udara dan api </li></ul><ul><li> d. Erasthothenes (276-195 SM) ialah orang yang pertama </li></ul><ul><li> menghitung ukuran bumi sebagai benda bulat. </li></ul><ul><li> e. Ptolomeus (127-151 SM) mengemukakan pendapatnya bahwa </li></ul><ul><li> bumi adalah pusat jagad raya, berbentuk bulat, diam setimbang </li></ul><ul><li> tanpa tiang penyangga. </li></ul><ul><li>3. Heliosentris </li></ul><ul><li> (Helios = matahari) adalah anggapan bahwa pusat alam </li></ul><ul><li> semesta adalah matahari. Hal ini merupakan pendapat baru </li></ul><ul><li> karena makin sempurnanya alat pengamat bintang berupa </li></ul><ul><li> teleskop dan semakin meningkatnya kemampuan berfikir </li></ul><ul><li> manusia yang terjadi pada tahun 1500 – 1600. </li></ul><ul><li> </li></ul>
  11. 11. <ul><li>Sebagai tonggak sejarah Nicolous Copernicus (1473-1543) </li></ul><ul><li>dengan pokok ajaran : </li></ul><ul><li>a. Matahari adalah pusat sistem solar sedangkan bumi adalah </li></ul><ul><li> salah satu planet di antara planet-planet lain yang beredar </li></ul><ul><li> mengelilingi matahari. </li></ul><ul><li>b. Bulan beredar mengelilingi bumi dan bersama bumi </li></ul><ul><li> mengelilingi matahari. </li></ul><ul><li>c. Bumi berputar pada porosnya dari barat ke timur yang </li></ul><ul><li> mengakibatkan adanya siang dan malam dan pandangan </li></ul><ul><li> gerakan bintang-bintang. </li></ul><ul><li>Pengikut Copernicus adalah Bruno (1548-1600). Ia memberikan </li></ul><ul><li>kesimpulan lebih jauh lagi : </li></ul><ul><li>a. Jagat raya tidak ada lagi. </li></ul><ul><li>b. Bintang-bintang tersebar di seluruh jagat raya. </li></ul>
  12. 12. <ul><li>Tokoh lain adalah Johannes Kepler (1571-1630), pendapatnya : </li></ul><ul><li>a. Planet-planet beredar mengelilingi matahari pada suatu </li></ul><ul><li> garis edar yang berbentuk elips dengan suatu fokus. </li></ul><ul><li>b. Bila ditarik garis imajinasi dari planet ke matahari dan ia </li></ul><ul><li> bergerak menurut garis edarnya, luas bidang yang ditempuh </li></ul><ul><li> pada jangka waktu yang sama adalah sama. </li></ul><ul><li>c. Pangkat dua dari waktu yang dibutuhkan sebuah planet utk </li></ul><ul><li> mengelilingi matahari secara penuh sebanding dengan </li></ul><ul><li> pangkat tiga dari jarak rata-rata palnet itu terhadap matahari. </li></ul><ul><li>Tokoh lain adalah Galileo (1564-1642) dengan penemuannya yaitu </li></ul><ul><li>teleskop yang mutakhir. Ia menemukan bahwa ada empat buah bulan yang mengelilingi Yupiter, adanya gunung-gunung di bulan dan satu bintik hitam di matahari yang sangat penting untuk menghitung kecepatan rotasi matahari, adanya Mikly Way atau Bima Sakti. Dan yang sangat menakjubkan adalah ditemukannya cincin Saturnus. </li></ul>
  13. 13. 4. Galaktosentris (Galaxy : kumpulan jutaan bintang) merupakan anggapan bahwa pusat alam semesta adalah galaksi. Paham tersebut berkembang sejak tahun 1920 setelah Amerika Serikat membuat teleskop raksasa, sehingga informasi tentang galaksi makin jelas diketahui orang. Di California terdapat 2 buah observatoria : Mount Wilson dengan pemantul 1,5 meter dan Mount Palomar dengan pemantul 2,5 meter dan tahun 1976 berdiri observatorium Zelenchukskaya di Rusia. Pengetahuan tentang galaksi Bima Sakti makin intensif, sementara itu perhatian ke galaksi yang lain mulai dikembangkan. 5. Asentris (a = tidak) merupakan anggapan bahwa tidak perlu lagi adanya pusat-pusatan dalam alam semesta ini, semuanya beredar dalam konstelasi ilmiah. Dengan paham ini manusia semakin kecil jika dihadapkan pada alam semesta yang tidak terbatas ukurannya, sehingga secara agama semuanya dikembalikan pada Tuhan sebagai Sang Pencipta.
  14. 14. <ul><li>PROSES TERBENTUKNYA ALAM SEMESTA DAN PENGHUNINYA </li></ul><ul><li>Alam semesta menurut pendapat orang dahulu merupakan suatu ruangan atau selungkup dengan bumi yang datar sebagai lantainya dan langit beserta bintang sebagai atapnya. Jadi alam semesta atau jagat raya adalah suatu ruangan yang maha besar yang di dalamnya terdapat kehidupan. </li></ul><ul><li>Teori mengenai terbentuknya alam semesta. </li></ul><ul><li>Alam semesta terjadi pada tahun yang lampau bersamaan dengan berbagai letusan besar. Teorinya adalah sbb : </li></ul><ul><li>1. Teori pemuaian yang dikemukakan oleh Hubble (1940) dan dikembangkan oleh para pakar astronomi dan muncullah Teori Dentuman Besar (Big Bang Teori) oleh George Gamow(Rusia) yang mengemukakan bahwa alam semesta ini pernah merupakan suatu bola raksasa padat yang terdiri dari neutron yang disebut Yelm. Yelm meledak dan terpencar ke alam luas dan menguraikan neutron menjadi proton dan elektron (diperkirakan terjadi 10 milyar tahun yang lalu). Setelah 30 tahun, suhu alam semesta menurun dan terbentuklah awal mula galaksi. </li></ul>
  15. 15. METODE ILMIYAH <ul><li>Syarat suatu pengetahuan disebut ilmu : </li></ul><ul><li>Objektif, didukung fakta empiris </li></ul><ul><li>Metodik, diperoleh dgn cara2 tertentu, terkontrol dan teratur. </li></ul><ul><li>Sistematik, tersusun sbg suatu sistem, saling berkaitan dan menjelskan shg menjadi satu kesatuan yang utuh. </li></ul><ul><li>Berlaku Umum, diperoleh dgn cara eksperimentasi shg akan diperoleh hasil yang sama & konsisten. </li></ul>
  16. 16. KRITERIA METODE ILMIYAH <ul><li>Berdasarkan Fakta </li></ul><ul><li>Bebas dari prasangka </li></ul><ul><li>Meggunakan prinsip-prinsip analisa </li></ul><ul><li>Menggunakan hipotesis </li></ul><ul><li>Menggunakan ukuran obyektif </li></ul><ul><li>Menggunakan teknik kuantitatif </li></ul>
  17. 17. LANGKAH-LANGKAH OPERASIONAL METODE ILMIYAH <ul><li>Perumusan Masalah </li></ul><ul><li>Penyusunan kerangka berfikir dlm pengajuan hipotesis </li></ul><ul><li>Perumusan hipotesis </li></ul><ul><li>Pengujian hipotesis </li></ul><ul><li>Penarikan kesimpulan </li></ul>
  18. 18. Keterbatasan & keunggulan Metode Ilmiyah <ul><li>Keterbatasan </li></ul><ul><li>Karena data yang digunakan untuk mengambil kesimpulan berasal dari pengamatan panca indera, yang memiliki keterbatasan kemampuan untuk menangkap suatu fakta. Kemungkinan keliru da penarikan kesimpulan ilmiyah juga ada.Sblm ada kebenaran ilmu yang menolak kesimpulan itu maka dianggap benar. </li></ul>
  19. 19. Keunggulan Metode Ilmiyah <ul><li>Mencintai kebenaran yang obyektif </li></ul><ul><li>Mencari kebenaran terus menerus krn kebenaran ilmu tidak absolut </li></ul><ul><li>Tdk percaya dgn takhayul/untung untungan </li></ul><ul><li>IP membimbng kita untuk tahu lebih banyk </li></ul><ul><li>IP membimbng kt lbh bersikap toleran dan tdk berprasangka, terbuka & objektif. </li></ul><ul><li>Metode ilmiyah membimbing kt utk tdk percaya bgt saja tanpa bukti yg nyata </li></ul><ul><li>Metode ilmiyah membimbing kt utk sll optimis, teliti & berani membuat suatu pernyataan yg mnrt keykinan ilmiyah benar. </li></ul>
  20. 20. <ul><li>2. Teori ekspansi dan kontraksi. Teori ini diambil berdasarkan adanya siklus dari alam semesta yaitu masa ekspansif dan masa kontraksi. Dalam jangka waktu 30.000 juta tahun dalam masa ekspansi terbentuklah galaksi beserta bintang-bintangnya. Ekspansi tersebut didukung oleh adanya tenaga yang bersumber dari reaksi inti hidrogen yang pada akhirnya membentuk berbagai unsur lain yang kompleks. Pada masa kontraksi, galaksi dan bintang-bintang yang terbentuk meredup, sehingga unsur-unsur yang terbentuk menyusut dengan menimbulkan tenaga berupa panas yang sangat tinggi. </li></ul><ul><li>Terjadinya Galaksi </li></ul><ul><li>Galaksi adalah calon bintang atau sekelompok bintang yang jumlahnya ribuan juta dan terdapat di alam semesta. </li></ul><ul><li>Menurut Fowler, kira-kira 12.000 juta tahun yang lalu, galaksi alam semesta yang jumlahnya ribuan tidaklah seperti galaksi yang ada pada saat ini. Pada saat itu galaksi masih merupakan kabut gas hidrogen yang sangat besar yang bergerak perlahan dan berputar pada porosnya sehingga seolah-olah berbentuk bulat karena gaya beratnya. Kemudian terbentuklah bintang-bintang dan membentuk seperti benda langit sekarang ini. </li></ul>
  21. 21. <ul><li>Sistem tata surya adalah suatu sistem organisasi yang teratur pada Matahari dimana matahari sebagai induk (pusat peredaran) dan dikelilingi oleh pengikut-pengikutnya yaitu planet, satelit, asteroid, komet dan meteor. Semua pengikut matahari tersebut bergerak mengelilingi matahari sebagai induknya dalam garis edar yang tertentu, di bawah pengaruh gaya gravitasi matahari. </li></ul><ul><li>Sebuah benda langit disebut bintang bila memiliki sumber cahaya sendiri. Planet adalah sebuah benda langit yang tidak memiliki sumber cahaya sendiri dan bergerak menjelajahi langit mengelilingi matahari dalam garis edar tertentu. </li></ul><ul><li>Satelit adalah sebuah benda langit yang tidak memiliki sumber cahaya sendiri dan bergerak mengelilingi planet tertentu, sambil mengikuti kemana planet tersebut beredar. </li></ul><ul><li>Asteroid adalah planet yang kecil (planet minor). </li></ul><ul><li>Komet adalah bintang berekor, bergerak mengelilingi matahari, garis lintasannya melonjong melewati lintasan setiap planet yang terdapat dalam keluarga matahari dan terus menjulur ke dalaman angkasa luar, seolah-olah melakukan penjagaan terhadap setiap anggota keluarga matahari. </li></ul><ul><li>Meteor adalah benda langit yang sangat kecil, bergerak mengelilingi matahari seperti planet. </li></ul>
  22. 22. <ul><li>Pendapat tentang tata surya yang paling mutakhir sebagai berikut : </li></ul><ul><li>Tata surya terbentuk dari awan gas hidrogen dan debu yang berputar lalu memadat dan menjadi bola dengan suhu yang panas dan bersinar lebih kurang 5 milyar tahun yang lalu. Dan juga karena gravitasi (gaya berat) awan tersebut menyusut. Akibatnya, tekanan dan suhunya bertambah tinggi. </li></ul><ul><li>Batuan yang tertua di bumi kira-kira berumur 3,8 milyar tahun, tetapi meteorit dan batuan dari bulan ada yang berumur sampai 4,6 milyar tahun. Dalam hal ini geologiawan berpendapat bahwa sesungguhnya bumi juga setua itu pula, tetapi tidak ada batuan yang setua meteroit tersebut ada, mungkin hancur akibat proses geologis. </li></ul><ul><li>Para astronom berpendapat bahwa planet-planet terbentuk dalam awan yang ringan (gas ringan) dan sedikit gas berat yang menjadi inti planet tersebut. </li></ul>
  23. 23. <ul><li>PERKEMBANGAN ILMU BIOLOGI, FISIKA DAN KIMIA </li></ul><ul><li>MENURUT ILMU PENGETAHUAN BARAT DAN AL QUR’AN </li></ul><ul><li>Biologi Ditinjau dari Ilmu Pengetahuan Barat </li></ul><ul><li>Anggapan kuno di dalam biologi dikemukakan oleh Aristoteles dengan teorinya abiogenesis atau generatio spontanea yang menerangkan bahwa makhluk hidup terjadi begitu saja dari benda mati. Teori ini banyak ditentang. Muncul teori baru Omne vivum ex ovo dan omne ovum ex vivo, artinya bahwa makhluk hidup itu berasal dari telur dan semua telur berasal dari makhluk hidup. Akan tetapi teori ini belum dapat menjawab pertanyaan asal mula kehidupan yang pertama di bumi ini karena hanya menerangkan perkembangan makhluk hidup selanjutnya. </li></ul><ul><li>Pada tahun 1893, Harold Uray dari Amerika mengadakan penelitian dan menemukan asam amino yang merupakan komponen penting dari protoplasma, sedangkan protoplasma merupakan substansi dasar sel makhluk hidup. Teori Uray dipandang sebagai dasar konsep tentang terjadinya makhluk hidup menurut biologi modern. </li></ul><ul><li>Menurut suatu teori, organisme sekarang yang beraneka ragam merupakan hasil dari proses evolusi kehidupan. Yang mula-mula ada adalah organisme bersel tunggal. </li></ul>
  24. 24. <ul><li>2. Biologi Ditinjau dari Segi Agama Islam </li></ul><ul><li>Tantangan biologi molekuker terhadap konsep kemanusiaan tradisional dan agama dari kehidupan manusia perlu dipikirkan secara serius. Jika organisme manusia berasal dari asam amino dan protein yang tidak dapat dibedakan dari organisme lain maka apa yang membedakan kehidupan manusia ? </li></ul><ul><li>Campur tangan genetik dalam permasalahan manusia semakin meningkat. Biologi yang membahas genetika memegang peranan penting.Biologi tidak kebal terhadap kecenderungan ilmiah yang lazim, sehingga mau tidak mau, ilmu ini mengekor pandangan dunia sains modern. Sekalipun demikian, biologi telah mendapatkan tempat istimewa di dunia sains. Lebih penting dari itu, biologi dapat diarahkan untuk menjadi aksioma bagi suatu definisi tentang hakikat manusia dan di sini biologi dapat menjadi suatu idiologi. </li></ul><ul><li>Satu hal dari biologi yang perlu diwaspadai adalah pandangan sosiobiologi bahwa moralitas kini telah jatuh ke dalam bidang biologi. Tanpa adanya moralitas seksual abiologis, apa jadinya dengan pandangan muslim ? Apakah aturan perilaku seksual muslim juga bergantung pada biologi atau dalam hal ini biologi selaput dara ? Tidak, Islam tidak mengakui ini dalam bentuk yang dangkal. Bahwa batasan moral tidak dimulai dan diakhiri dengan selembar kain yang ternoda darah dari selaput dara seorang perawan. </li></ul>
  25. 25. <ul><li>Islam menolak secara tegas paradigma biologi sebagai landasan bagi perilaku moral manusia. QS. Al Ahzab (33) : 35 menjelaskan. Jika semua ini merupakan sebagian dari kebaikan utama yg ditanamkan Islam pada manusia, jelaslah bahwa tak satupun dari semua ini digambarkan oleh Al Qur’an sebagai gender spesifik. Tak salah lagi, kesucian memang disebutkan sebagai salah satu kebaikan itu, tetapi bukan hanya untuk satu jenis kelamin saja. Namun berlaku untuk pria dan wanita. Dengan kata lain bahwa tidak hanya wanita yang harus menjaga kesucian tetapi pria juga. QS. An Nur (24) : 30-31 menyatakan bahwa memelihara kesucian merupakan kewajiban pria dan wanita. </li></ul><ul><li>Tidak ada ketentuan dalam al Qur’an bahwa pria punya hak yang istimewa untuk membuktikan kesucian seorang wanita dengan bukti anatomis dan memamerkan di muka umum. Al Qur’an menganjurkan agar pria dan wanita saling percaya yang diwujudkan dalam kesucian dan kerendahan hati. </li></ul><ul><li>Masalah bayi tabung juga berkaitan dengan perkembangan ilmu biologi, di mana dalam perkembangan ilmu biologi, mendapatkan anak melalui bayi tabung diperbolehkan, namun dalam Islam dengan persyaratan yang ketat yaitu sperma dan ovum harus berasal dari suami istri sendiri, dalam hal ini tidak boleh membeli sperma dari laki-laki lain dan rahim istri sendiri. </li></ul>
  26. 26. <ul><li>3. Fisika Ditinjau Dari Ilmu Pengetahuan Barat </li></ul><ul><li>Energi mulai dipikirkan manusia ketika manusia mulai mempelajari konsep gerakan. Benarkah alam semesta ini digerakkan karena adanya energi ? Dalam bentuk apa ? Ternyata energi dapat muncul dalam berbagai bentuk dan dapat berubah bentuk. Konsep ini muncul setelah melalui berbagai macam tahap perkembangan. </li></ul><ul><li>Konsep energi ternyata berkembang, setelah diketahui bahwa materi dapat berubah menjadi energi dan begitu pula sebaliknya. Konsep inilah yang membuahkan energi nuklir. </li></ul><ul><li>Menurut Newton, benda bermasa m mendapat gaya f akan memperoleh percepatan sebesar a = f Bila gaya f bekerja terus-menerus </li></ul><ul><li> m </li></ul><ul><li>pada benda tersebut, benda yang bergerak akan semakin besar. Seperti yang dialami oleh benda yang jatuh bebas,yang semakin mendekati bumi kecepatan semakin besar. Hukum Newton hanya berlaku pada mekanika klasik, yaitu mekanika yang bergerak dengan kecepatan rendah. Mekanika klasik harus disempurnakan bila ingin membahas benda atau materi yang bergerak dengan kecepatan mendekati kecepatan cahaya. </li></ul>
  27. 27. <ul><li>Cahaya merupakan masalah yang masih sulit dalam konversi energi. Walaupun energi penyinaran dari matahari yang tak terhingga jatuh di bumi setiap hari, energi ini belum dapt dimanfaatkan secara efesien oleh manusia. Hanya tumbuhan hijau yang mampu memanfaatkannya secara efisien. Inilah sebabnya cahaya memang sangat menarik perhatian. </li></ul><ul><li>Bila cahaya dikenakan pada keping katode dalam tabung hampa dan dihubungkan dengan tegangan searah, tampak adanya arus yang menaglir dalam rangkaian itu, Gejala ini disebut efek foto listrik. Efek foto listrik saat ini digunakan sebagai prinsip perbuatan aliran yaitu sebagai tanda tentang adanya suatu gejala. Misal, televisi tidak akan mungkin ada tanpa ditemukannya efek foto listrik. </li></ul><ul><li>Pada tahun 1923, Compton mempelajari gejala tumbukan antara foton dan elektron dengan cara menumbukkan bekan gelombang elektron magnet yang keluar dari bahan radioaktif pada keping berlium. Dari percobaan ini, Compton memperoleh kesimpulan bahwa paket energi gelombang elektro magnetik dapat berfungsi sebagai partikel. </li></ul>
  28. 28. <ul><li>4. Fisika Ditinjau dari Segi Agama Islam </li></ul><ul><li>Ada tiga bidang fisika yang sangat menarik perhatian muslim dan melahirkan tujuan besar. Yang pertama adalah optik. Kaum muslim mempunyai perhatian khusus dalam mempelajari optik dan fenomena cahaya. Tokohnya adalah Ibnu al-Haytsam (al Hazen). Ia adalah ilmuwan terbesar dalam bidang ini bersamaan dengan Euclid dan Kepler pada abad ketujuhbelas. Al Hazen menulis kitab Al Manazhir, salah satu karya paling terkemuka di bidang optik yang menerapkan metode eksperimental untuk mempelajari beberapa fenomena cahaya dan melakukan riset secara rinci tentang refraksi, refleksi dan berbagai jenis cermin termasuk cermin hiperbolik. Dua abad kemudian di Persia, Quthib al-Din Asy-Syurazi dan muridnya Kamal al-Din al-Farri yang menulis penafsiran terhadap kitab Manazhir. Untuk pertama kalinya dalam sejarah ilmu pengetahuan mereka menjelaskan alasan yang tepat tentang pembentukan pelangi yang disebabkan oleh fraksi dan refleksi. </li></ul><ul><li>Bidang kedua adalah gerak . Ibnu Sina mengemukakan gagasannya berdasarkan beberapa tulisan filosof Kristen sebelumnya, yaitu John Philoponos. Dalam kritik Ibnu Sina ditemukan perkembangan doktrin baru tentang inklinasi dan gagasan tentang pentingnya momentum. </li></ul>
  29. 29. <ul><li>Juga terdapat kecenderungan di antara fisikawan muslim, termasuk Ibnu Bajjah di Spanyol untuk mempelajari gerak proyeksi menurut aturan kuantitatif dan menerapkan rumus matematika untuk mempelajari gerak.Walaupun semua ini dinyatakan tidak tepat dalam pandangan mekanika Newtonis,dalam sejarah sains berikutnya, Ibnu Bajjah telah memberikan kritik yang penting tentang teori berat Prevalen Aristoteles.Kita tahu bahwa pada awal 1069 Pisan Dialogue, Galileo merujuk pada teori gerak proyeksi Ibnu Bajjah yang dikutip oleh Ibnu Rusyd. Studi fisika kaum muslim dalam aspek ini merupakan salah satu yang terpenting dalam sejarah sains secara umum. Hal ini karena tanpa kritik terhadap teori gerak Aristtoteles perkembangan fisika berikutnya di Barat yang bergantung pada Galileo dan Newton tidak dapat dibayangkan. </li></ul><ul><li>Yang ketiga adalah berat ukuran, serta tradisi Archimedes yang menyangkut penentuan berat spesifik pengukuran berat dan volume. Gagasannya kemudian dikembangkan oleh para fisikawan dan ahli matematika muslim sehingga muncul sejumlah besar karangan mengenai hal ini,dan yang paling terkenal adalah karangan Al Biruni serta Al Khazini. </li></ul>
  30. 30. <ul><li>5. Kimia Ditinjau dari Ilmu Pengetahuan Barat Dan Islam </li></ul><ul><li>Ilmu kimia berkembang pada akhir abad ke-17, setelah Antonie Lauzent Lavoisier melalui metode ilmiah menyelidiki secara kuantitatif pembakaran zat-zat seperti besi, timah dsd. Ternyata hasil pembakaran mempunyai massa lebih besar daripada zat semula, sedangkan tekanan udara dalam tabung tempat pembakaran itu dilaksanakan berkurang. Ini berarti ada sesuatu dari udara yang bersenyawa dengan zat yang dibakar. Lavoisier berkesimpulan bahwa pada pembakaran ada suatu zat diambil dari udara. Yoseph Pristly dalam eksprimennya, dengan memusatkan cahaya matahari pada serbuk berwarna merah mendapatkan zat cair abu-abu mengilat (air raksa) dan gas tak berwarna. </li></ul><ul><li>Berdasarkan penemuan ini, air raksa yang dibakar dengan udara dalam volume tertentu menghasilkan serbuk merah, sedangkan volume udara berkurang sebanyak apa yang didapatkan kembali bila serbuk merah dipanaskan. Dari pengamatan tersebut, Lavoisier mengenal suatu zat yang bersenyawa dengan air raksa, yaitu yang disebut Lavoisier dengan Oksigen. </li></ul><ul><li> </li></ul>
  31. 31. <ul><li>Materi adalah segala sesuatu yang menempati ruang dan mempunyai berat, mempunyai sifat yang dapat dirasai oleh pancaindera. Besar kecilnya materi dalam suatu benda menentukan besar kecilnya massa benda tersebut. </li></ul><ul><li>Salah satu sifat materi yang sering digunakan untuk membedakan dan mengenal berbagai macam materi adalah massa jenisnya, yakni massa materi dibagi volume. Massa jenis tiap materi adalah khas bagi materi itu. Pembakaran materi dapat mengubah suatu materi menjadi materi lain. Pembakaran kayu bakar selaku materi akan menghasilkan gas, asap dan abu. Massa kayu bakar dan oksigen yang menyertai pembakaran tersebut adalah sama dengan massa gas, asap dan abu hasil pembakaran tersebut. Inilah yang disebut hukum kekekalan materi untuk hukum kekekalan massa. </li></ul><ul><li>Pada dasarnya ilmu pengetahuan alam bersifat netral, tetapi pemanfaatannya yang tidak terarah dan tidak terkendali oleh nilai-nilai kemanusiaan sangat berbahaya. Di sinilah peranan dan perlunya nilai kemanusiaan yang luhur untuk menuntun perkembangan dan pemanfaatan ilmu pengetahuan alam ke arah yang lebih benar. </li></ul>
  32. 32. <ul><li>TEORI EVOLUSI DAN REKAYASA REPRODUKSI </li></ul><ul><li>MENURUT ILMU PENGETAHUAN BARAT DAN ISLAM </li></ul><ul><li>TEORI EVOLUSI DAN REKAYASA REPRODUKSI MENURUT ILMU PENGETAHUAN BARAT </li></ul><ul><li>A. Teori Evolusi </li></ul><ul><li>1) Teori Lamarck (Perancis, 1744-1829) </li></ul><ul><li>Menurut Lamarck evolusi terjadi karena adaptasi, sedangkan adaptasi timbul karena diinginkan yaitu perubahan struktur atau bentuk yang terjadi karena adanya keinginan yang timbul dari dalam untuk menghadapi perubahan lingkungan. Dengan kata lain binatang mempunyai karakter yang dapat sesuai dengan tuntutan alam. Penyesuaian demikian diperoleh semasa hidup dan dapat diturunkan misalnya pada jerapah yang harus memanjangkan lehernya demi memperoleh makanan di bagian atas pohon. </li></ul><ul><li>2) Teori Darwin (Inggris, 1809-1882) </li></ul><ul><li>Darwin mengemukakan Teori Evolusi yang sangat menghebohkan, karena dinilai bertentangan dengan ajaran agama. Ia mengemukakan tentang asal usul makhluk hidup dan yang menjadi dasar evolusi organiknya adalah adanya seleksi alam dan seksual. Alam semesta menyeleksi untuk cadangan variasi individu yang sudah sangat cocok dengan lingkungan. </li></ul>
  33. 33. <ul><li>Karena lingkungan selalu berubah, berubah pulalah organisme di dalamnya, dan individu yang paling cocok dengan lingkungan alam akan membuahkan keturunan yang tercocok.Dalam kehidupan terjadi seleksi alami dan seksual. Seleksi alami berupa “pertarungan” dalam kehidupan, yang kuat akan terus hidup. Misalnya rusa dengan tanduk yang besar dapat mengalahkan rusa yang bertanduk kecil dalam penguasaan daerah yang menjadi sumber makanan. Akibat kekurangan makanan, maka populasi kera bertanduk kecil menurun dan akhirnya habis. Seleksi seksual wujudnya adalah bahwa pernyataan yang kuat akan mengusir yang lemah, sehingga yang lemah tidak memperoleh kesempatan untuk melanjutkan keturunannya. Populasinya menurun dan akhirnya binasa. Dari kedua teori tersebut lahir pengertian berlakunya “ survival of fittist ” artinya yang kuatlah yang berjaya dan pengertian “ struggle for existence ” artinya perjuangan demi keberadaan. Teori seleksi tersebut di atas yang ditujukan pada dunia binatang berlaku juga pada manusia. Pada manusia seleksi seksual lebih berpengaruh daripada seleksi alam. Hal ini ditulisnya dalam “ The Descent of Man, and the selection in relation to sex ”. Teori Darwin ini didukung oleh Thomas H. Huxley dengan bukunya “ Man’s Place in Nature ” yang menguraikan perkembangan manusia secara ilmiah. </li></ul>
  34. 34. <ul><li>3) Teori Darwin – Wiesmann (Jerman, 1834-1914) </li></ul><ul><li> Wiesmann mendukung teori evolusi Darwin, tetapi menolak pendapat bahwa watak atau sifat yang diperoleh sesuatu makhluk diwariskan. Wiesmann mengemukakan teori genetika modern dengan menekankan bahwa ada kebebasan dari germ- plasm (istilah yang diberikan olehnya untuk faktor-faktor warisan dalam sel kelamin). Menurutnya germ-plasm terdapat dalam kromosom, jadi evolusinya adalah masalah genetika, soal keturunan yang menyangkut masalah bagaimana diwariskan gen-gen melalui sel kelamin. Evolusi yang dimaksud adalah gejala seleksi alam terhadap faktor genetika. Bukunya yang terkenal adalah “ The germ-plasm, a theori of heredity” (1892) dan “ The Evolusi Theory ” (1904). </li></ul><ul><li>4) Teori De Vries (Belanda, 1848-1935) </li></ul><ul><li>Mengemukakan bahwa evolusi hanya dapat terjadi karena perubahan yang tiba-tiba timbulnya (mutasi). Mutasi adalah perubahan sifat pada keturunannya. De Vries memadukan teori mutasi gen dengan teori Darwin sbb : organisasi dengan ciri pembawaan yang baru nampak dengan segera, ciri pembawaan yang baru ini merupakan hasil dari perubahan dalam gen. Mutasi dapat membuat organisme terpengaruh atau tidak oleh lingkungan. Sebagai hasil seleksi alam, organisme-organisme dengan mutasi yang baik kebanyakan dapat hidup lebih lama. </li></ul>
  35. 35. <ul><li>Sejak hasil mutasi dapat diturunkan, perubahan-perubahan dapat diharapkan akan berlangsung terus dan spesies dengan sifat baru akan terus terbentuk. Pemikiran De Vries tersebut terdapat dalam bukunya “ Die Mutations Theorie ” (1903) yang sampai sekarang paling dapat diterima umum, merupakan perpaduan antara teori Darwin yang dimodifikasi olehnya. </li></ul><ul><li>Perkembangan Aseksual </li></ul><ul><li>Perkembangan aseksual adalah pembentukan individu baru dari satu induk tanpa melalui hubungan antara dua sel kelamin. Yang termasuk perkembangbiakan aseksual adalah : </li></ul><ul><li>1) Pembelahan kembar, yaitu sel membelah menjadi dua sel anak, yang mempunyai jumlah sitoplasma yang sama. Terdapat pada hampir semua tumbuhan tingkat rendah dan hewan bersel satu seperti amuba dan bakteri. </li></ul><ul><li>2) Kuncup, cara ini terdapat baik pada tumbuhan maupun hewan. Inti membelah menjadi belahan yang sama, tetapi sitoplasmanya membelah tidak sama besar. Bagian yang kecil disebut kuncup, misal binatang bunga kerang. </li></ul>
  36. 36. <ul><li>3) Pembentukan spora. Spora adalah sel kecil sekali dan diliputi dinding selulosa yang keras. Spora dibentuk dari inti makhluk idup bersel satu. Inti ini akan membelah menjadi banyak inti. Tiap inti yang memiliki sedikit sitoplasma dan dikelilingi dinding membentuk spora. Dengan menembus dinding sel induknya, spora dapat berkembang menjadi sel baru. Proses ini disebut sporulasi , misal pada jamur roti. </li></ul><ul><li>4) Perkembangbiakan vegetatif ialah perkembangan melalui salah satu organ dari tubuh makhluk hidup yang berfungsi untuk reproduksi. Organ itu antara lain akar, batang daun serta umbi, contoh dengan stek batang, stek daun, cangkok. </li></ul><ul><li>C. Perkembangbiakan seksual </li></ul><ul><li>Cara ini berlaku baik pada tumbuhan maupun hewan yang terjadi bila dua sel kelamin bersatu. Demikian pula sitoplasmanya. Dengan cara seksual dapat dihasilkan banyak variasi dari sifat pada individu baru. Dua sel kelamin yang menjadi satu dikenal sebagai proses pembuahan. Sel-sel ini disebut gamet dan hasil peleburan gamet disebut zygot. </li></ul>
  37. 37. <ul><li>1) Konjugasi. Apabila dua sel khusus yang mempunyai bentuk yang sama disebut isogamet . Proses peleburan dua isogamet disebut konjugasi . </li></ul><ul><li>2) Fertilisasi. Dua sel khusus yang mempunyai bentuk yang tidak sama disebut heterogamet. Proses peleburan dua heterogamet disebut fertilisasi dan terbentuklah zygot . Zygot kemudian membelah seperti induk bersel satu. Semua sel berdekatan satu dan lainnya dan merupakan awal pertumbuhan dan perkembangan individu. Setiap fase perkembangan mengikuti pola tertentu sampai menjadi organisme dewasa. </li></ul><ul><li>D. Asal Usul Manusia </li></ul><ul><li>Manusia merupakan makhluk hidup yang mempunyai derajat paling tinggi dan berakal budi. Namun demikian, manusia mempunyai ciri-ciri yang sama dengan hewan, misalnya adanya rambut, menyusui anaknya, mempunyai kelenjar keringat dsb. Untuk mempelajari asal usul manusia, kita harus mempelajari fosil-fosil yang terdapat di bumi. </li></ul><ul><li>Pada tahun 1871 Darwin menerbitkan buku The Descent of Man tentang asal usul manusia. </li></ul>
  38. 38. <ul><li>Pada masa Darwin, fosil masih merupakan bahan penelitian yang meyakinkan. Darwin mencari hubungan kekerabatan antara manusia dengan primata ( ordo dari klasifikasi manusia). Kaki manusia yang lebih panjang daripada lengannya merupakan suatu hal yang membedakan manusia dengan primata lainnya. Kaki manusia yang mempunyai lekukan besar dengan ibu jari yang sebidang letaknya dengan jari-jari lainnya sangat berbeda dengan kaki kera. Kaki manusia dapat digunakan untuk berjalan atau berlari, tetapi tidak dapat digunakan untuk berpegangan pada dahan-dahan pohon. Kepala manusia terletak pada tulang belakang sehingga memungkinkan manusia dapat melihat lurus ke depan jika berdiri tegak. Ciri-ciri manusia lainnya adalah muka yang tegak lurus, rahang yang tidak begitu menonjol, hidung yang jelas dan bibir yang mempunyai selaput lendir dan bagian luar. </li></ul><ul><li>Otak manusia relatif besar. Manusia sekarang mempunyai volume otak 1200 – 1500 cc, sedangkan simpanse hanya 350-450 cc. Tidak ada hubungan mutlak antara besarnya volume otak dengan kecerdasan. Penelitian lebih lanjut menunjukkan bahwa gorila dan simpanse mempunyai hubungan kekerabatan yang erat dengan manusia. Hanya terdapat sedikit perbedaan dalam susunan haemoglobin antara kedua jenis primata tersebut dengan manusia. </li></ul>
  39. 39. <ul><li>TEORI EVOLUSI DAN REKAYASA REPRODUKSI MENURUT ISLAM </li></ul><ul><li>Darwin dalam bukunya On The Origin of Species yang terbit di Inggris thn 1959 M, berusaha mengetengahkan sebuah teori mengenai asal usul spesies melalui seleksi alam. Darwin berusaha menemukan mekanisme, bahwa satu spesies dapat berubah menjadi spesies lain. Pengikut Darwin yang paling ekstrim menjadi Darwinisme itu, menganggap mekanisme Darwin sebagai acuan bahwa manusia adalah keturunan kera. Atas Darwinisme tsb, P.P. Grasse dalam bukunya L’homme Accusation (manusia sebagai tertuduh) berusaha mencari bukti kebenaran Darwinisme dan pengikutnya melalui penelitian secara teliti dan mengumpulkan pendapat para ahli tentang perbedaan antara monyet dan kera perbedaan antara kera dan siamang, perbedaan siamang dan gorila dan perbedaan gorila dan manusia, baik secara fisiologi anatomis maupun biologis. Akhirnya PP. Grasse menyimpulkan bahwa manusia dan kera berbeda. Dengan kata lain, pendapat Darwin bahwa manusia merupakan keturunan kera itu tidak terbukti. </li></ul>
  40. 40. RUANG LINGKUP IBD <ul><li>Berbagai aspek kehidupan yg mengungkapkan masalah kemanusiaan dan budaya yang dapat didekati dgn menggunakan peng. Budaya (the humanities), baik dari segi keahlian (disiplin) di dlm peng. Budaya, maupun gabungan berbagai disiplin dalam pengetahuan budaya </li></ul><ul><li>Hakekat manusia yang satu atau universal, tetapi beragam perwujudannya dlm kebudayaan setiap zaman dan tempat. Dalam menghadapi lingkungan alam, alam, sosial dan budaya, manusia tidak hanya mewujudkan kesamaan2, tetapi jg ketidakseragaman, sebagaimana ekspresinya dalam berbagai bentuk dan corak ungkapan, pikiran, perasaan, dan tingkahlaku. </li></ul>
  41. 41. <ul><li>Manusia Sbg. Subjek juga sbg objek pngkajian, bgm hubngan manusia dgn alam, sesama manusia, dirinya sendiri, nilai-nilai manusia dan bgm hub. Manusia dgn Tuhan menjadi tema sentral dari IBD </li></ul>
  42. 42. TUJUAN IBD <ul><li>Tujuan Umum : mengembangkan kepribadian mahasiswa dengan cara memperluas wawasan berfikirnya, baik yang menyangkut diri sendiri maupun yang menyangkut orang lain dan alam sekitarnya. </li></ul><ul><li>Pelengkap pembentukan sarjana paripurna yang mampu memecahkan permasalahan yang timbul dalam lingkungan masyarakat. </li></ul>
  43. 43. <ul><li>ILMU BUDAYA DASAR </li></ul><ul><li>Kebudayaan adalah suatu fenomena universal. Setiap masyarakat –bangsa di dunia memiliki kebudayaan, meskipun bentuk dan coraknya berbeda. Manusia sebagai cultural being , makhluk budaya merupakan suatu fakta historis yang tak terbantahkan oleh siapapun. Sebagai cultural being , manusia adalah pencipta kebudayaan. Manusia tak mungkin hidup terpisah dari kebudayaan, karena kebudayaan merupakan tuntutan hakiki bagi perealisasian diri manusia. </li></ul><ul><li>Sebagai ciptaan manusia, kebudayaan adalah dunia khas manusia . Kebudayaanlah yang membedakan manusia dengan hewan. Dalam ruang lingkup kebudayaan, manusia mengembangkan hidup individual dan sosialnya , dalam rangka pemenuhan martabat kemanusiaannya. </li></ul><ul><li>Pengertian Kebudayaan </li></ul><ul><li>Kebudayaan berasal dari bahasa Sansekerta buddhayah . Kata buddhayah adalah bentuk jamak dari buddhi yang berarti “budi” atau “akal”. Secara etimologis, kata kebudayaan berarti hal-hal yang berkaitan dengan akal. Namun ada pula anggapan bahwa kata budaya berasal dari majemuk budidaya yang berarti “daya dari budi” atau “daya dari akal” yang berupa cipta, karsa dan rasa. </li></ul>
  44. 44. KEINDAHAN <ul><li>Keindahan ialah segal hasil seni dan alam semesta ciptaan tuhan </li></ul><ul><li>Keindahan identik dengan kebenaran </li></ul><ul><li>Keindahan dibedakan atas tiga : Keindahan dalam arti luas, esetika murni, keindahan dlm arti yg terbatas (hanya panca indera). </li></ul><ul><li>Keindahan tersusun dari berbagai keselarasan dri garis, warna, bentuk, nad dan kata-kata </li></ul><ul><li>Keindahan adalah sekumpulan hubungan yang selaras dalam suatu benda dan diantara benda itu. </li></ul><ul><li>Keindahan, sejumlah kualitas pokok tertentu yang terdapat pada satu hal. </li></ul>
  45. 45. SIFAT-SIFAT KEINDAHAN <ul><li>Keindahan itu kebenaran </li></ul><ul><li>Keindahan itu abadi </li></ul><ul><li>Keindahan mempunyai daya tarik </li></ul><ul><li>Keindahan itu universal </li></ul><ul><li>Keindahan itu wajar </li></ul><ul><li>Keindahan itu kenikmatan </li></ul><ul><li>Keindahan itu kebiasaan </li></ul>
  46. 46. Perbedaan antara seni dan keindahan <ul><li>Seni tidak identik dengan keindahan </li></ul><ul><li>Pada hakekatnya seni itu indah tapi bukan berarti segala yang indah itu seni. </li></ul><ul><li>Keindahan sifatnya luas. Seni mempunyai gejala yg lebih konkrit daripada keindahan </li></ul><ul><li>Seni adalah suatu usaha untuk menciptakan bentuk-bentuk yang menyenangkan. </li></ul><ul><li>Seni modern tidak tertarik lagi dengan keindahan dan keharmonisan, melainkan sesuatu yang menggemprkan dan merisaukan hati. </li></ul>
  47. 47. filsafat <ul><li>Setiap kegiatan untuk merenung atau mengevaluasi segenap pengetahuan yng telah dimiliki disebut berfilsafat. </li></ul><ul><li>Menyeluruh </li></ul><ul><li>Mendasar </li></ul><ul><li>Spekulatif </li></ul>
  48. 48. <ul><li>Kata “kebudayaan” itu sepadan dengan kata culture dalam bahasa Inggris. Kata culture itu sendiri berasal dari bahasa Latin colere yang berarti merawat, memelihara, menjaga, mengolah, terutama mengolah tanah atau bertani. </li></ul><ul><li>Pendapat para ahli </li></ul><ul><li>E.B. Tylor, kebudayaan adalah keseluruhan kompleks dari ide dan segala sesuatu yang dihasilkan manusia dalam pengalaman historisnya. Termasuk di sini ialah pengetahuan, kepercayaan, seni, moral, hukum, kebiasaan dan kemampuan serta perilaku lainnya yang diperoleh manusia sebagai anggota masyarakat. </li></ul><ul><li>Clyde Kluckhohn, kebudayaan adalah total dari cara hidup suatu bangsa, warisan sosial yang diperoleh individu dari grupnya. </li></ul><ul><li>Koentjaraningrat, kebudayaan adalah keseluruhan sistem gagasan, tindakan, dan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan milik diri manusia dengan belajar. </li></ul><ul><li>STA mengatakan kebudayaan adalah manifestasi dari cara berpikir. </li></ul><ul><li>Sidi Gazalba, kebudayaan adalah cara berpikir dan merasa yang menyatakan diri dalam seluruh segi kehidupan dari segolongan manusia yang membentuk kesatuan sosial dengan suatu ruang dan suatu waktu. </li></ul>
  49. 49. <ul><li>Dari berbagai definisi di atas, pada intinya berprinsip sama yaitu mengakui adanya ciptaan manusia, meliputi perilaku dan hasil kelakuan manusia yang diatur oleh tatakelakuan yang diperoleh dengan belajar yang semuanya tersusun dalam kehidupan masyarakat. </li></ul><ul><li>Prof M.M. Djojodiguno mengatakan bahwa kebudayaan atau budaya adalah daya dari budi yang berupa cipta, karsa dan rasa. </li></ul><ul><li>Cipta : kerinduan manusia untuk mengetahui rahasia segala hal yang ada dalam pengalamannya, yang meliputi pengalaman lahir dan batin. Hasil cipta berupa berbagai ilmu pengetahuan. </li></ul><ul><li>Karsa : kerinduan manusia untuk menginsyafi tentang hal “sangkan paran”. Darimana manusia sebelum lahir (=sangkan), dan kemana manusia sesudah mati (=paran). Hasilnya berupa norma-norma keagamaan/kepercayaan. Timbullah bermacam-macam agama, karena kesimpulan manusiapun bermacam-macam pula. </li></ul><ul><li>Rasa : kerinduan manusia akan keindahan, sehingga menimbulkan dorongan untuk menikmati keindahan. Manusia merindukan keindahan dan menolak keburukan/kejelekan. Buah perkembangan rasa ini terjelma dalam bentuk berbagai norma keindahan yang kemudian menghasilkan macam kesenian. </li></ul>
  50. 50. <ul><li>Kebudayaan adalah keseluruhan sistem atau gagasan, tindakan dan hasil karya manusia untuk memenuhi kehidupannya dengan cara belajar, yang semuanya tersusun dalam kehidupan masyarakat. Untuk lebih jelas, dapat dirinci sebagai berikut : </li></ul><ul><li>Bahwa kebudayaan adalah segala sesuatu yang dilakukan dan dihasilkan manusia. Karena itu meliputi : </li></ul><ul><li>a. Kebudayaan material (bersifat jasmaniah), yang meliputi benda- </li></ul><ul><li>benda ciptaan manusia, misal : alat-alat perlengkapan hidup. </li></ul><ul><li>b. Kebudayaan non material (bersifat rohaniah), yaitu semua hal </li></ul><ul><li>yang tidak dapat dilihat dan diraba, misal : religi, bahasa, ilmu </li></ul><ul><li>pengetahuan. </li></ul><ul><li>Bahwa kebudayaan tidak diwariskan secara generatif (biologis) melainkan hanya mungkin diperoleh dengan cara belajar. </li></ul><ul><li>Bahwa kebudayaan itu diperoleh manusia seebagai anggota masyarakat. Tanpa masyarakat akan sukarlah bagi manusia untuk membentuk kebudayaan. Sebaliknya tanpa kebudayaan tidak mungkin manusia baik secara individual maupun masyarakat dapat mempertahankan hidupnya. </li></ul><ul><li>Jadi kebudayaan itu adalah kebudayaan manusia. Dan hampir semua tindakan manusia adalah kebudayaan. </li></ul>
  51. 51. <ul><li>Kebudayaan dan Peradaban </li></ul><ul><li>Istilah kebudayaan ( culture ) sering disinonimkan dengan istilah peradaban ( civilization ). Malinowsky, pakar kebudayaan memandang kata kebudayaan sebagai sinonim dengan kata peradaban dengan catatan bahwa kata peradaban lebih mengacu pada aspek khusus dari kebudayaan yang lebih maju. J. Maritain juga menganggap kedua istilah itu sebagai sinonim, dengan catatan bahwa kata kebudayaan lebih menekankan aspek rasional dan moral, sedangkan kata peradaban lebih mengacu pada aspek sosial, poliitik dan institusional. </li></ul><ul><li>Menurut Koentjaraningrat, istilah peradaban biasanya dipakai untuk menunjuk bagian-bagian dan unsur-unsur kebudayaan yang halus dan indah seperti kesenian, ilmu pengetahuan serta sopan santun dan sistem pergaulan yang kompleks dalam suatu masyarakat dengan struktur yang kompleks. Sering kali istilah peradaban pun dipakai untuk menyebut suatu kebudayaan yang mempunyai sistem teknologi, seni bangunan, sistem kenegaraan dan ilmu pengetahuan yang maju dan kompleks. </li></ul>
  52. 52. <ul><li>Pada dasarnya apa yang disebut peradaban itu merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kebudayaan. Jika kebudayaan mengacu pada keseluruhan upaya serta strategi manusia untuk menyempurnakan diri kemanusiaannya, peradaban mengacu pada terwujudnya bentuk-bentuk kehidupan yang lebih manusiawi. Jika kebudayaan mengacu pada proses belajar menjadi manusia sejati, peradaban mengacu pada hasil-hasil nyata dari proses belajar tersebut, berupa kepandaian, keunggulan dan keterampilan real untuk menjadikan hidup ini lebih manusiawi. </li></ul><ul><li>Unsur-unsur kebudayaan ada tujuh unsur dasar, yaitu : </li></ul><ul><li>Kepercayaan </li></ul><ul><li>Nilai </li></ul><ul><li>Norma dan sanksi </li></ul><ul><li>Simbol </li></ul><ul><li>Teknologi </li></ul><ul><li>Bahasa </li></ul><ul><li>Kesenian </li></ul>
  53. 53. BUDAYA YANG MENDORONG KEMAJUAN DAN MENYEBABKAN KEMISKINAN. <ul><li>Kemiskinan </li></ul><ul><li>- Terbatasnya sumber daya alam </li></ul><ul><li>- Terbatasnya sumber daya manusia </li></ul><ul><li>- Terbatasnya Barang modal </li></ul><ul><li>- Rendahnya produktifitas </li></ul><ul><li>- Rendahnya pendidikan </li></ul>
  54. 54. <ul><li>Perbanyak SDM </li></ul><ul><li>Pendidikan dan lapngan kerja </li></ul><ul><li>Pend. Dasar 9 tahun </li></ul><ul><li>Pelatihan untuk keterampilan </li></ul><ul><li>Pemberian Konsep pemikiran yg baik </li></ul><ul><li>Memberikan modal usaha </li></ul><ul><li>BLT </li></ul><ul><li>Kerjasama pemerintah dgn pihk yg memerlukan </li></ul><ul><li>Pemerataan </li></ul>
  55. 55. Apakah budaya itu bisa mendorong kemajuan? <ul><li>Kebudayaan ???? </li></ul>
  56. 56. Kebudayaan primitif, agraris, dan industrial <ul><li>Ciri2 msyarakat perkotaan, kehidupan beragama berkurang??? </li></ul><ul><li>Kehidupan dikota biasanya lebih materialistis. </li></ul><ul><li>Demokrasi, rakyat yang membuat undang-undang ? </li></ul><ul><li>Pasal 30 ?? </li></ul>
  57. 57. Ilmu Sosial Dasar <ul><li>ISD memberikan dasar-dasar pengetahuan sosial kepada para mahasiswa, yang diharapkn cepat tanggap serta mampu memberikan alternatif pemecahan masalah dalam masyarakat. </li></ul>
  58. 58. Ruang Lingkup ISD <ul><li>Ada berbagai aspek pada kenyataan yang merupakan suatu masalah sosial. Biasanya masalah sosial dapat ditanggapi dgn pendekatan yang berbeda-beda </li></ul><ul><li>Adanya berbagai golongan dan kesatuan sosial dalam masyrakat yang masing-masing mempunyai kepentingan kebutuhan serta pola-pola pemikiran dan pola-pola tingkah laku sendiri tetapi memiliki banyak persamaan kepentingan yg menyebabkan adanya pertentangan maupun adanya hubungan setia kawan dan kerjasma dalam masyarkat itu. </li></ul>
  59. 59. Latar Belakang ISD, <ul><li>Out Put PT diharapkan memiliki 3 jenis kemampuan : personal, akademik dn professional </li></ul><ul><li>Personal, kemampuan kepribadian. </li></ul><ul><li>Akademik, Kemampuan untuk berkomunikasi secara ilmiah, baik lisan maupun tertulis, mampu berfikir logis, kritis, sistematis, dan analitis, mampu mengidentifikasi dan menawarkan solusi pemecahan masalah. </li></ul><ul><li>Professional, kemampuan dalam bidang profesi tenaga ahli yang bersangkutan </li></ul>
  60. 60. <ul><li>Kepercayaan berkaitan dengan pandangan tentang bagaimana dunia ini beroperasi. Kepercayaan bisa berupa pandangan atau interpretasi, dll. Kepercayaan membentuk pengalaman, baik pengalaman pribadi maupun pengalaman sosial. </li></ul><ul><li>Nilai mengacu pada apa atau sesuatu yang oleh manusia dan masyarakat dipandang sebagai yang paling berharga. Dengan kata lain, nilai itu berasal dari pandangan hidup suatu masyarakat. Pada dasarnya manusia dan masyarakat memperjaungkan dan membela nilai-nalai dasar yang sama, seperti cinta, kebaikan, keindahan, keadilan, persaudaraan dsb. </li></ul><ul><li>Norma adalah suatu aturan khusus atau seperangkat peraturan tentang apa yang harus dan apa yang tidak harus dilakukan manusia. Norma mengungkapkan bagaimana manusia seharusnya berperilaku atau bertindak. Jika norma adalah garis pedoman, sanksi merupakan kekuatan penggeraknya. Sanksi adalah ganjaran hukum yang memungkinkan orang mematuhi norma. </li></ul><ul><li>Teknologi adalah cara kerja manusia. </li></ul><ul><li>Simbol adalah sesuatu yang dapat mengekspresikan atau memberikan makna, seperti bendera, jilbab, dll. </li></ul><ul><li>Bahasa adalah gudang kebudayaan. Bahasa merupakan sarana utama untuk menangkap, mengkomunikasikan, mendiskusikan, mengubah dan mewariskan arti-arti ini kepada generasi baru. </li></ul><ul><li>Setiap kebudayaan memiliki ekspresi artistik. Melalui kary seni, manusia mengekspresikan ide-ide, nilai-nilai, cita-cita serta perasaannya. </li></ul>
  61. 61. <ul><li>BUDAYA YANG MENDORONG KEMAJUAN DAN YANG </li></ul><ul><li>MENYEBABKAN KEMISKINAN </li></ul><ul><li>Sebagai makhluk yang memiliki akal, manusia mampu melahirkan budaya dan dengan berbudaya manusia dapat hidup dan mengelola alam. Manusia tidak dapat hidup tanpa budaya, namun tidak hanya memberikan keuntungan atau kemajuan bagi manusia, budaya juga memuat ancaman bagi manusia. Peradaban, pabrik berasap, udara yang penuh bunyi, kota yang kotor, hutan yang semakin gundul, kediktatoran akal dan budi yang tamak merupakan akibat dari budaya. </li></ul><ul><li>Bagaimanapun budaya merupakan bagian dari kehidupan manusia, baik sebagai hal berharga sehingga harus dikejar, maupun sebagai sesuatu yang tidak berharga sehingga harus dijauhi. Budaya harus kita dekati, tetapi jika kita gegabah memandangnya hal itu akan mengancam kelestarian kita sendiri. Budaya di samping membawa kemuliaan, juga membawa keburukan . Budaya manusia dapat menaklukan alam, tetapi juga dapat merusak alam. Karena hal inilah maka budaya membutuhkan etika. Mengembangkan budaya tanpa etika pasti akan membawa kehancuran. Oleh karena itu unsur etika harus menjadi dasar dalam pengembangan budaya. </li></ul>
  62. 62. <ul><li>PRODUKTIVITAS </li></ul><ul><li>Kemajuan teknologi merupakan salah satu sisi untuk meningkatkan produktivitas, sisi lain adalah penambahan modal dan tenaga kerja. Untuk memperoleh produktivitas yang optimal diperlukan penggunaan faktor-faktor produksi (modal, sdm dan alam) secara optmal pula, tanpa mengabaikan pertimbangan antara faktor produksi itu. </li></ul><ul><li>Produktivitas dapat dicapai apabila tiap faktor produksi dapat berproduksi sesuai dengan kapasitasnya. Untuk menaikkan produktivitas barang modal adalah dengan mempergunakan teknologi modern dan untuk meningkatkan produktivtas sdm adalah dengan pendidikan, latihan serta alih teknologi. Banyak sekali sdm yang tidak produktif hanya karena mereka tidak tahu apa yang harus dikerjakan. Untuk itu pendidikan dan latihan yang berorientasi pada perwujudan manusia mandiri sangat diperlukan. </li></ul><ul><li>KEMISKINAN </li></ul><ul><li>Kemiskinan sering diidentifikasikan dengan kekurangan, terutama kekurangan bahan pokok seperti pangan , kesehatan, sandang, papan dsb. Dengan kata lain kemiskinan merupakan ketidakmampuan memenuhi kebutuhan pokok sehingga ia mengalami keresahan, kesengsaraan dan kemelaratan dalam setiap langkah hidupnya. </li></ul>
  63. 63. <ul><li>Kemiskinan bagaikan penyakit yang harus diberantas, namun upaya memberantas tidak selalu berhasil karena permasalahan yang kompleks. Untuk mengatasi kemiskinan harus dilihat dari konteks masalah dan perlu penanganan khusus. </li></ul><ul><li>Terbatasnya SDA </li></ul><ul><li>Terbatasnya SDM </li></ul><ul><li>Terbatasnya Barang Modal </li></ul><ul><li>Rendahnya Produktivitas </li></ul><ul><li>Rendahnya Pendidikan </li></ul>
  64. 64. <ul><li>KEBUDAYAAN PRIMITIF, AGRARIS DAN INDUSTRIAL </li></ul><ul><li>KEBUDAYAAN PRIMITIF AGRARIS </li></ul><ul><li>Desa adalah suatu kesatuan hukum bertempat tinggalnya suatu masyarakat yang berkuasa dan mengadakan pemerintahan sendiri. </li></ul><ul><li>Unsur Desa meliputi : </li></ul><ul><li>Daerah </li></ul><ul><li>Penduduk : jumlah, pertambahan, kepadatan, mata pencaharian. </li></ul><ul><li>Tata kehidupan, dalam hal ini pergaulan dan ikatan pergaulan. </li></ul><ul><li>Ciri-ciri desa : </li></ul><ul><li>Mempunyai pergaulan hidup yang saling mengenal </li></ul><ul><li>Memiliki perhatian dan perasaan yang sama dan kuat tentang kesukaan terhadap adat kebiasaan </li></ul><ul><li>Ekonominya agraris </li></ul><ul><li>Masyarakat homogen dalam mata pencaharian, agama, adat istiadat dan sebagainya. </li></ul>
  65. 65. <ul><li>MASYARAKAT PERKOTAAN </li></ul><ul><li>Jumlah penduduk besar dan padat, terutama di pusat kota. </li></ul><ul><li>Penduduknya heterogen karena asal usul yang beragam. </li></ul><ul><li>Penduduknya lebih dinamis, banyak mengadakan perubahan kerja, mudah berpindah tempat tinggal. </li></ul><ul><li>Lebih cepat, lebih bebas dan mudah bergerak, lebih cepat menerima dan membuang sesuatu yang baru. </li></ul><ul><li>Sebab-sebab urbanisasi : </li></ul><ul><li>Perkotaan lebih berkembang dan modern </li></ul><ul><li>Kesempatan kerja yang lebih banyak </li></ul><ul><li>Kota menjadi pusat kebudayaan </li></ul><ul><li>Pengaruh urbanisasi terhadap masy kota : </li></ul><ul><li>Membuat penduduk kota lebih beragam : asal usul, tradisi, agama, nilai-nilai hidup </li></ul><ul><li>Sebagian besar usia produktif sehingga persaingan kerja besar </li></ul><ul><li>Terjadi perbedaan tajam antara yang kaya dan yang miskin. </li></ul>
  66. 66. <ul><li>Pengaruh urbanisasi terhadap masyarakat pedesaan : </li></ul><ul><li>Mempercepat peleburan pergaulan hidup yang beku dan tradisional di pedesaan. </li></ul><ul><li>Terlantarnya pedesaan dalam lapangan sosial karena penduduknya merantau ke kota besar. Hal ini menyebabkan desa miskin bertambah mundur, baik dalam sosial ekonomi maupun pembangunan. </li></ul><ul><li>Terjadinya ketidak sesuaian norma sosial antara desa dan kota seperti kemunduran akhlak, pelacuran, dsb. </li></ul><ul><li>Usaha pencegahan urbanisasi : </li></ul><ul><li>Perbaikan ekonomi pedesaan dengan cara meningkatkan efisiensi pertanian </li></ul><ul><li>Perbaikan mutu penduduk pedesaan dengan jalan meningkatkan jumlah dan mutu lembaga sosial, pendidikan dsb. </li></ul>
  67. 67. Ciri yang membedakan desa dan kota <ul><li>Jumlah dan kepadatan penduduk </li></ul><ul><li>Lingkungan hidup </li></ul><ul><li>Mata pencaharian </li></ul><ul><li>Corak kehidupan sosial </li></ul><ul><li>Stratifikasi sosial </li></ul><ul><li>Mobilitas sosial </li></ul><ul><li>Pola interaksi sosial </li></ul><ul><li>Solidaritas sosial </li></ul><ul><li>Kedudukan dalam hyrarki system administrasi nasional </li></ul>
  68. 68. <ul><li>PELAPISAN SOSIAL, PERSAMAAN DERAJAT, </li></ul><ul><li>DISKRIMINASI DAN PEMERATAAN </li></ul><ul><li>PELAPISAN SOSIAL/STRATIFIKASI SOSIAL </li></ul><ul><li>Masyarakat terbentuk dari individu-individu yang memiliki berbagai latar belakang sehingga membentuk suatu masyarakat heterogen yang terdiri atas kelompok-kelompok sosial. Dengan terjadinya kelompok sosial ini, terbentuklah suatu pelapisan masyarakat ( stratifikasi sosial ). Sejumlah individu yang mempunyai kedudukan (status) yang sama menurut ukuran masyarakatnya berada dalam suatu lapisan. </li></ul><ul><li>Pelapisan masyarakat didefinisikan sebagai perbedaan penduduk atau masyarakat dalam kelas-kelas yang tersusun secara bertingkat ( hierarkis ). Lebih lengkap lagi Pelapisan masyarakat berarti berarti jenjang status dan peranan yang relatif permanen yang terdapat di dalam sistem sosial (dari kelompok kecil sampai masyarakat) di dalam hal perbedaan hak, pengaruh dan kekuasaan. </li></ul>
  69. 69. FUNGSI NILAI DAN NORMA SOSIAL <ul><li>Sbg petunjuk arah perilaku </li></ul><ul><li>Sbg benteng perlindungan </li></ul><ul><li>Sbg Pendorong (motivasi) </li></ul>
  70. 70. <ul><li>Terjadinya pelapisan sosial </li></ul><ul><li>Terjadi dengan sendirinya : Proses ini berjalan sesuai dengan pertumbuhan masyarakat itu sendiri. Adapun orang yang menduduki lapisan tertentu dibentuk bukan berdasarkan atas kesengajaan yang disusun sebelumnya oleh masyarakat itu, tetapi berjalan alamiah. Pengakuan terhadap kekuasaan dan wewenang tumbuh dengan sendirinya. Karena tidak sengaja, maka bentuk dan dasar pelapisan itu bervariasi menurut tempat, waktu dan kebudayaan masyarakat tempat sistem itu berlaku, misal karena usia tua, kepandaian, sakti, dll. </li></ul><ul><li>Terjadi dengan disengaja : sistem pelapisan ini disusun dengan sengaja ditujukan untuk mengejar tujuan bersama. Di dalam sistem pelapisan ini ditentukan secara tegas dan jelas mengenai adanya wewenang dan kekuasaan yang diberikan kepada seseorang. Sistem pelapisan ini misal dapat kita lihat dalam organisasi pemerintahan, organisasi parpol, perusahaan besar, dll. </li></ul><ul><li>Pembagian sistem pelapisan menurut sifat, yaitu ; </li></ul><ul><li>1. Sistem pelapisan masyarakat tertutup, di dalam sistem ini perpindahan anggota masyarakat ke lapisan yang lain baik ke atas maupun ke bawah tidak mungkin terjadi kecuali ada hal yang istimewa. Satu-satunya jalan untuk menjadi anggota suatu lapisan dalam masyarakat adalah akibat kelahiran. </li></ul>
  71. 71. <ul><li>2. Sistem pelapisan masyarakat yang terbuka, di dalam sistem ini setiap anggota masyarakat memiliki kesempatan untuk jatuh ke lapisan yang ada di bawahnya atau naik ke lapisan atasnya. Sistem ini banyak kita temukan di Indonesia, misal setiap orang diberi kesempatan untuk menduduki jabatan bila ada kesempatan dan kemampuan untuk itu, sebaliknya orang juga dapat turun dari jabatannya jika dia tidak bisa mempertahankannya. </li></ul><ul><li>KESAMAAN DERAJAT </li></ul><ul><li>Hubungan manusia dengan lingkungan adalah hubungan timbal balik artinya setiap orang sebagai anggota masyarakat mempunyai hak dan kewajiban, baik terhadap masyarakat, maupun pemerintah dan negara. Beberapa hak dan kewajiban ditetapkan dalam undang-undang sebagai hak dan kewajiban asasi. Untuk dapat melaksanakan hak dan kewajiban itu perlu ada jaminan dari pemerintah. </li></ul><ul><li>Di Indonesia persamaan derajat ini diatur dalam Undang-undang Dasar 1945 yang termuat dalam pasal-pasalnya, yaitu pasal 27, 28, 29 dan 31. </li></ul>
  72. 72. <ul><li>DISKRIMINASI (PERBEDAAN PEMBERIAN PERLAKUAN) DAN PEMERATAAN </li></ul><ul><li>Dalam kehidupan masyarakat , ada sesuatu yang dihargai, yaitu kekuasaan, kekayaan, ilmu pengetahuan, dsb. Hal ini merupakan awal terbentuknya pelapisan sosial. Mereka yang banyak memiliki sesuatu yang dihargai, dianggap masyarakat sebagai orang yang menduduki lapisan atas dan begitu pula sebaliknya. </li></ul><ul><li>Kriteria yang biasanya digunakan untuk menggolongkan anggota masyarakat dalam lapisan masyarakat, diantaranya : </li></ul><ul><li>Ukuran kekuasaan </li></ul><ul><li>Ukuran kekayaan </li></ul><ul><li>Ukuran kehormatan </li></ul><ul><li>Ukuran Ilmu pengetahuan atau pendidikan. </li></ul>
  73. 73. <ul><li>Bgm pend.pemklh ttg budaya negatif kota yg masuk ke desa </li></ul><ul><li>Apa dampak positif & negatif tinggl di desa dan dikota </li></ul><ul><li>Cara menanggulangi sampah </li></ul><ul><li>Apa konsekuensi stratifikasi sosial </li></ul><ul><li>Proses terjadinya pelapisan sosial </li></ul>
  74. 74. Selamat datang di Mata Kuliah <ul><li>SEJARAH PENDIDIKAN ISLAM </li></ul><ul><li>BY </li></ul><ul><li>WAHDATUN NISA, M.A </li></ul>
  75. 75. Biodata <ul><li>Nama : Wahdatun Nisa, M.A </li></ul><ul><li>Alamat : Pondok Sambutan Permai Blok AD no. 4 Samarinda, (0541) 240420- 085652147839 </li></ul><ul><li>TTL : Samarinda, 20 Maret 1972 </li></ul><ul><li>Pend. Terakhir : Pasca Sarjana Universitas Islam Negeri Malang Konsentrasi Manaj. Pendidikan Islam </li></ul>
  76. 76. Pengertian <ul><li>Menurut Bahasa Arab, Tarih berarti Ketentuan masa </li></ul><ul><li>Menurut Istilah keterangan yang telah terjadi di kalangannya pada masa yang telah lampau atau pada masa yang masih ada”. </li></ul><ul><li>Kata tarih juga dipakai dalam arti, perhitungan tahun, seperti: sebutan sebelum atau sesudah tarih Masehi </li></ul>
  77. 77. <ul><li>Ilmu Tarih ialah : suatu pengetahuan yang gunanya untuk mengetahui keadaan-keadaan atau kejadian-kejadian yang telah lampau maupun yang sedang terjadi dikalangan umat </li></ul><ul><li>Menurut Bahasa Inggeris, History yang berarti “pengalaman masa lampau daripada umat manusia ”the past experience of mankind. Pengertian selanjutnya memberikan makna sejarah sebagai catatan yang berhubungan dengan kejadian-kejadian masa silam yang diabadikan dalam laporan-laporan tertulis dan dalam ruang lingkup yang luas. </li></ul>
  78. 78. <ul><li>Kemudian sebagai cabang ilmu pengetahuan sejarah mengungkap peristiwa-peristiwa masa silam, baik peristiwa sosial, politik, ekonomi, maupun agama dan budaya dari suatu bangsa, negara atau dunia. </li></ul>
  79. 79. <ul><li>menurut Sayid Quthub “Sejarah bukanlah peristiwa-peristiwa, melainkan tafsiran peristiwa-peristiwa itu, dan pengertian mengenai hubungan-hubungan nyata dan tidak nyata, yang menjalin seluruh bagian serta memberikannya dinamisme dalam waktu dan tempat”. </li></ul>
  80. 80. pengertian “Sejarah Pendidikan Islam “Tariihut Tarbiyyah Islamiyyah <ul><li>Keterangan mengenai pertumbuhan dan perkembangan pendidikan Islam dari waktu ke waktu yang lain, sejak zaman lahirnya Islam sampai dengan masa sekarang; </li></ul><ul><li>Cabang ilmu pengetahuan yang berhubungan dengan pertumbuhan dan perkembangan pendidikan Islam, baik dari segi ide dan konsepsi maupun segi institusi dan operasionalisasi sejak zaman Nabi Muhammad SAW sampai sekarang. </li></ul>
  81. 81. Metode penggalian sejarah pendidikan Islam yaitu ; <ul><li>Metode lisan ; dengan metode ini pelacakan sejarah dengan menggunakan atau melakukan wawancara. </li></ul><ul><li>Metode observasi ; dengan metode ini melakukan observasi atau pengamatan langsung di lapangan. </li></ul><ul><li>Metode dokumenter ; dengan metode ini berusaha mempelajari secara mendalam tentang dokumen atau catatan penting dalam dokumen tertulis </li></ul>
  82. 82. Metode Penulisan SPI <ul><li>Metode deskriptif ; metode ini ditunjukan untuk menggambarkan adanya pendidikan Islam tersebut, maksudnya ajaran Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW baik al Qur`an dan hadis terutama yang berkaitan dengan pendidikan dan diuraikan dalam sejarahnya. </li></ul>
  83. 83. <ul><li>Metode komparatif ; metode ini berusaha membandingkan sebuah perkembangan pendidikan Islam dengan lembaga-lembaga Islam lainnya. Metode ini dimaksudkan bahwa ajaran Islam termasuk persoalan pendidikan di komparasikan dengan fakta-fakta dan realita yang berkembang saat ini . dengan mengetahui hal itu maka dapat melihat bahwa ada hubungan antara pendidikan dengan yang lainnya. </li></ul>
  84. 84. <ul><li>Metode analisis sintesis ; metode ini lebih mengarah pada analisis kritis guna dapat memperoleh kesimpulan yang spesifik. Dengan demikian akan tampak adanya kelebihan dan kekhasan pendidikan Islam </li></ul>
  85. 85. OBYEK SPI <ul><li>mencakup fakta-fakta yang berhubungan dengan pertumbuhan dan perkembangan pendidikan Islam, baik formal, in formal maupun non formal dan hal ini sejalan dengan peranan agama dakwah yang menyeruh kepada kebaikan dan mencegah segala bentuk kemungkaran, dalam rangka menuju kepada kehidupan yang sejahtera lahir dn batin. </li></ul>
  86. 86. Kegunaan SPI <ul><li>Yang bersifat umum, sejarah pendidikan Islam mempunyai kegunaan sebagai faktor keteladanan. Hal ini sesuai dengan makna yang tersurat dan tersirat dalam firman Allah. </li></ul><ul><li>Menurut H.Munawar Cholil, bahwa “sesungguhnya pengetahuan tarih itu banyak gunanya, baik bagi urusan keduniaan maupun bagi uruan keakhiratan. Barang siapa hafal (mengerti benar) tentang tarih, bertambahlah akal pikirannya </li></ul>
  87. 87. <ul><li>Yang bersifat akademis, kegunaan sejarah pendidikan Islam selain memberikan perbendaharaan perkembangan ilmu pengetahuan (teori dan praktek), juga untuk menumbuhkan perspektif baru dalam rangka mencari relevansi pendidikan Islam terhadap segala bentuk perubahan dan perkembangan ilmu teknologi. </li></ul>
  88. 88. <ul><li>Dalam Syllabus Fakultas Tarbiyah IAIN, kegunaan studi sejarah pendidikan Islam diharapkan dapat : </li></ul><ul><ul><li>Mengetahui dan memahami pertumbuhan dan perkembangan pendidikan Islam, sejak zaman lahirnya sampai masa sekarang. </li></ul></ul><ul><ul><li>Mengambil manfaat dari proses pendidikan Islam, guna memecahkan problematika pendidikan Islam pada masa kini. </li></ul></ul><ul><li>Memiliki sikap positif terhadap perubahan-perubahan dan pembaharuan-pembaharuan sistem pendidikan Islam </li></ul>
  89. 89. Periodisasi SPI <ul><li>Dr. Harun Nasution membagi sejarah Islam ke dalam tiga periode, yaitu: </li></ul><ul><li>periode klasik, diperhitungkan sejak wafatnya Rasulullah, sampai akhir tahun 1250 M, </li></ul><ul><li>periode pertengahan yaitu antara tahun 1250-1800 M </li></ul><ul><li>periode modern diperhitungkan sejak tahun 1800 M dan selanjutnya sampai sekarang. </li></ul>
  90. 90. perinciannya dapat dibagi menjadi 5 masa, yaitu: <ul><li>Masa Nabi Muhammad SAW (571-632 M) </li></ul><ul><li>Masa khalifah yang empat (Khulafaur Rasyidin : Abu Bakar,Umar, Utsman dan Ali di Madinah/632-661 M) </li></ul><ul><li>Masa kekuasaan Umawiyah di Damsyik (661-750 M) </li></ul><ul><li>Masa kekuasan Abbasiyah di Bagdad (750-1250 M) </li></ul><ul><li>Masa dari jatuhnya kekuasaan khalifah di Bagdad tahun 1250 M sampai sekarang. </li></ul>
  91. 91. PENDIDIKAN ISLAM PADA MASA RASULULLAH <ul><li>Pendidikan Islam Pada Fase Mekkah, dimulai sekitar tahun 610 M pada tgl 17 Ramadhan sejak wahyu pertama turun (Al Alaq 1-5) </li></ul><ul><li>Pendidikan Islam Pada Fase Madinah dimulai sejak Rasulullah Hijrah ke Madinah sekitar tahun ke 13 kenabian </li></ul>
  92. 92. Tahapan Pend. Pada Fase Mekkah <ul><li>Tahapan Secara rahasia/perorangan untuk keluarga dan sahabat dekat disebut Assabiqunal Awwalun (orang2 yang pertama masuk Islam) selama 3 tahun </li></ul><ul><li>Tahapan secara terang-terangan, mengundang keluarga dekatnya untuk berkumpul dibukit Shafa, menyerukan agar berhati-hati terhadap azab yang keras di kemudian hari (hari kiamat) bagi orang-orang yang tidak mengakui Allah sebagai Tuhan Yang Esa dan Muhammad sebagai utusan-Nya. Seruan tersebut dijawab Abu Lahab, Celakalah kamu Muhammad! Untuk inikah kamu mengumpulkan kami? Saat itu turun wahyu menjelaskan perihal Abu Lahab dan Istrinya. </li></ul>
  93. 93. <ul><li>Tahapan untuk umum, sejak turun ayat S. Al Hijr ayat 94-95, pada awalnya banyak yg menolak kecuali jama’ah haji dari Yastrib, kabilah Khazraz yg menerima dgn antusias. Dari sinilah Islam mulai memancar dari luar Mekkah </li></ul>
  94. 94. Materi Pend. Islam di Mekkah <ul><li>Materi Pendidikan Tauhid , materi ini lebih difokuskan untuk memurnikan ajaran agama tauhid yang dibawa nabi Ibrahim, yang telah diselewengkan oleh masyarakat jahiliah. Secara teori inti sari ajaran agama tauhid terdapat dalam kandungan surah al-Fatihah Ayat 1-7 dan surat al-Ikhlas Ayat 1-5. </li></ul>
  95. 95. <ul><li>Materi Pengajaran Al Qur’an Materi ini dapat dirincikan kepada: </li></ul><ul><li>materi baca tulis al-Qur’an, untuk sekarang disebut dengan materi imla’ dan iqra’ . Dengan materi ini diarapkan agar kebiasaan orang Arab yang sering membaca syair-syair indah, diganti dengan membaca al-Qur’an sebagai bacaan yang lebih tinggi nilai sastranya. </li></ul><ul><li>Materi menghafal ayat-ayat al-Qur’an, yang kemudian hari disebut dengan menghafal ayat-ayat suci al-Qur’an. </li></ul><ul><li>Materi pemahaman al-Qur’an, saat ini disebut dengan meluruskan pola pikir umat Islam yang dipengaruhi pola pikir jahiliah. Disinilah letak fungsi hadist sebagai bacaan al-Qur’an. </li></ul>
  96. 96. Menurut Mahmud Yunus pembinaan pendidikan Islam masa Mekkah ini meliputi: <ul><ul><li>Pendidikan keagamaan yaitu ; hendaklah membaca dengan nama Allah semata-mata jangan dipersekutukan dengan nama berhala, karena tuhan itu Maha Besar dan Maha Pemurah sebab itu hendaklah berhala itu di buang sejauh- jauhnya. </li></ul></ul><ul><ul><li>Pendidikan akliyah dan ilmiah, yaitu mempelajari kejadiam manusia dari segumpal darah dan kejadian alam semesta. Allah akan mengajarkan yang demikian itu kepada orang-orang yang mau menyelidiki dan membahasnya sedangkan mereka dahulu belum mengetahuinya, Untuk mempelajari hal-hal itu haruslah dengan banyak membaca dan menyelidiki. </li></ul></ul>
  97. 97. <ul><ul><li>Pendidikan akhlak dan budi pekerti, Nabi Muhammad SAW mengajar sahabatnya agar berakhlak sesuai degnan ajaran tauhid </li></ul></ul><ul><ul><li>Pendidikan jasmani (kesehatan) yaitu mementingkan kesehatan, kebersihan pakaian, badan dan tempat tinggal </li></ul></ul>
  98. 98. Metode Pendidikan Islam <ul><li>Metode ceramah, menyampaikan wahyu yang baru diterimanya dan memberikan penjelasan-penjelasan serta keterangan-keterangannya; </li></ul><ul><li>Dialog, misalnya dialog antara Rasul dengan Mu’az ibn Jabal ketika Mu’az akan diutus sebagai kadi ke negeri Yaman, dialog antara Rasulullah dengan para sahabat untuk mengatur strategi perang. </li></ul>
  99. 99. <ul><li>Diskusi atau tanya jawab; sering sahabat bertanya kepada Rasulullah tentang suatu hukum, kemudian rasul menjawab; </li></ul><ul><li>Metode perumpamaan, misalnya orang mukmin itu laksana satu tubuh, bila sakit salah-satu anggota tubuh maka anggota tubuh yang lain akan merasakannya.; </li></ul>
  100. 100. <ul><li>Metode kisah, misalnya kisah beliau dalam perjalanan Isra Mi’raj dan kisah tentang pertemuan antara nabi Musa dengan nabi Khaidir; </li></ul><ul><li>Metode pembiasaan: membiasakan kaum muslimin sholat berjamaah; </li></ul><ul><li>Metode hafalan misalnya para sahabat dianjurkan untuk menjaga al-Qur’an dengan menghafalnya. </li></ul>
  101. 101. Dalam buku Tarbiyah Islamiyah yang ditulis oleh Najib Khalid <ul><li>oleh Najib Khalid al-Amar mengatakan bahwa, metode pendidikan Islam yang dilakukan nabi Muhammad SAW pada periode Makkah dan Madinah, adalah: </li></ul><ul><li>melalui teguran langsung misalnya Hadist Rasulullah SAW; Umar ibn Salman r.a “ berkata dahulu aku menjadi pembantu i rumah Rasulullah Saw, ketika makan misalnya aku mengulurkan tangan keberbagai penjuru. Melihat itu beliau berkata, Hai ghulam bacalah bismillah, makanlah dengan kananmu dan makanlah apa yang ada didekatmu; ” </li></ul>
  102. 102. <ul><li>melalui sindiran Rasulullah bersabda : “apa keinginan kaum yang mengatakan begitu ? Sesungguhnya kau sholat dan tidur, aku berpuasa dan berbuka dan aku menikahi wanita, maka barangsiapa dengan sunnahku berarti dia bukan golonganku” (lihat Shahirul Jami Ash Shaghir,juz 5 hadis no. 5448. </li></ul><ul><li>pemutusan dari jamaah. Pernah Ka’ab ibn Malik tidak ikut beserta Rasulullah dalam perang Tabuk. Dia berkata,Nabi melarang sahabat lainnya bicara dengan aku, </li></ul>
  103. 103. <ul><li>melalui perbandingan kisah orang-orang terdahulu; menggunakan kata isyarat misalnya merapatkan kedua jarinya sebagai isyarat perlunya menggalang persatuan; keteladanan setiap apa yang disampaikan Rasulullah SAW maka yang menjadi uswahnya adalah Rasulullah sendiri. </li></ul>
  104. 104. Kurikulum Pend. Islam <ul><li>Kurikulum pendidikan Islam pada periode Rasulullah baik di Makkah maupun Madinah adalah al-Qur’an yang Allah wahyukan sesuai dengan kondisi dan situasi,kejadian dan peristiwa yang dialami umat Islam pada saat itu, karena itu dalam prakteknya tidak saja logis dan rasional, tetapi juga fitrah dan pragmatis. Hasil cara demikian dapat dilihat dari sikap rohani dan mental para pengikutnya. </li></ul>
  105. 105. Lembaga Pend. Islam <ul><li>Rumah Arqam ibn Arqam (Darul Arqam) merupakan tempat pertama berkumpulnya kaum muslimin beserta Rasulullah untuk belajar hukum-hukum dan dasar-dasar ajaran Islam. Rumah ini meruakan lembaga pendidikan pertama atau madrasah yang pertama sekali dalam Islam adapun yang mengajar dalam lembaga tersebut adalah Rasulullah sendiri. </li></ul>
  106. 106. <ul><li>Kuttab. pendidikan di Kuttab pada awalnya lebih terfokus pada materi baca tulis sastra, syair arab, dan pelajaran berhitung namun setelah datang Islam materinya ditambah materi baca tulis al-Qur’an dan memahami hukum-hukum Islam. Adapun guru yang mengajar di Kuttab adalah orang-orang non-Islam. </li></ul>
  107. 107. <ul><li>Dalam sejarah pendidikan Islam istilah Kuttab telah dikenal dikalangan bangsa arab pra-Islam, secara etimologi Kuttab berasal dari bahasa Arab, yakni kataba, yaktubu, kitaaban yang artinya telah menulis, sedang menulis, dan tulisan, sedangkan maktab artinya meja atau tempat menulis. </li></ul>
  108. 108. Pend. Islam pada Fase Madinah <ul><li>Kedatangan Nabi Muhammad SAW bersama kaum muslimin Makkah, disambut oleh penduduk Madinah dengan gembira dan penuh rasa persaudaraan. Maka, Islam mendapat lingkungan baru yang bebas dari ancaman para penguasa Quraisy Makkah, lingkungan yang dakwahnya, menyampaikan ajaran Islam dan menjabarkannya dalam kehidupan sehari-hari. Kedatangan Nabi Muhammad SAW bersama kaum muslimin Makkah, disambut oleh penduduk Madinah dengan gembira dan penuh rasa persaudaraan. Maka, Islam mendapat lingkungan baru yang bebas dari ancaman para penguasa Quraisy Makkah, lingkungan yang dakwahnya, menyampaikan ajaran Islam dan menjabarkannya dalam kehidupan sehari-hari. </li></ul>
  109. 109. Lembaga Pend. Islam di Madinah <ul><li>Ketika Rasulullah dan para sahabat hijrah ke Madinah salah-satu program pertama yang beliau lakukan adalah pembangunan sebuah masjid. Setelah selesai pembangunan masjid, maka Nabi Muhammad Saw pindah menempati sebagian ruangannya yang memang khusus disediakan untuknya. </li></ul><ul><li>Masjid itulah yang menjadi pusat kegiatan Nabi Muhammad Saw bersama kaum muslimin, untuk secara bersama membina masyarakat baru, masyarakat yang disinari oleh tauhid, dan mencerminkan persatuan dan kesatuan umat. Di masjid itulah beliau bermusyawarah mengenai berbagai urusan, mendirikan shalat berjamaah, membacakan al-Qur’an maupun membaca ayat-ayat yang baru diturunkan. Dengan demikian, masjid itu merupakan pusat pendidikan dan pengajaran. </li></ul>
  110. 110. Materi Pend. Islam di Madinah <ul><li>Pendidikan ukhuwah (persaudaraan) antara kaum muslimin. Dalam melaksanakan pendidikan ukhuwah ini, Nabi Muhammad bertitik tolak dari struktur kekeluargaan yang ada pada masa itu. Untuk mempersatukan keluarga itu Nabi Muhammad SAW berusaha mengikatnya menjadi satu kesauan yang terpadu. Mereka diersaudarakan karena Allha bukan karena yang lan-lain. </li></ul>
  111. 111. <ul><li>Pendidikan kesejahteraan sosial. setiap orang harus bekerja mencari nafkah. Untuk mengatasi masalah pekerjaan tersebut, nabi Muhammad Saw memerintahkan kepada kaum Muhajirin yang telah dipersaudarakan dengan kaum Anshor, agar mereka bekerja sama dengan saudara-saudaranya tersebut. </li></ul>
  112. 112. <ul><li>Pendidikan kesejahteraan kaum kerabat. Yang dimaksud dengan keluarga adalah suami, istri, dan anak-anaknya. Nabi Muhammad Saw berusaha untuk memperbaiki keadaan itu dengan memperkenalkan dan sekaligus menerapakan sistem kekerabatan kekeluargaan baru yang bedasarkan takwa kepada Allah. Diperkenankannya sistem kekeluargaan dan kekerabatan yang didasarkan pada pengakuan hak-hak indvidu, hak-hak keluarga dan kemurnian keturunannya dalam kehidupan kekerabatan dan kemasyarakatan yang adil dan seimbang, seperti yang terliat dalam surah A-Hujarat Ayat 13 : </li></ul>
  113. 113. <ul><li>Pendidikan hankam (pertahanan dan keamanan) dakwah Islam. Masyarakat kaum muslimin merupakan satu state (negara) di bawah bimbingan nabi Muhammad Saw yang mempunyai kedaulatan. Ini merupakan dasar bagi usaha dakwahnya untuk menyampaikan ajaran Islam kepada seluruh umat manusia secara bertahap. Oleh karena itu, usaha nabi Muhammad Saw berikutnya adalah memperluas pengakuan kedaulatan tersebut dengan jalan mengajak kabilah-kabilah sekitar Madinah untuk mengakui konstitusi Madinah. Ajakan tersebut disampaikan dengan baik-baik dan bijaksana </li></ul>
  114. 114. <ul><li>Untuk mereka yang tidak mau mengikat perjanjian damai ada dua kemungkinan tindakan Nabi Muhammad Saw, yaitu </li></ul><ul><li>kalau mereka tidak menytakan permusuhan atau tidak menyerang kaum muslimin atau kaum kabilah telah mengikat perjanjian dengan kaum muslimin, maka mereka dibiarkan saja; </li></ul><ul><li>tetapi kalau mereka menyatakan permusuhan dan menyerang kaum muslimin atau menyerang mereka yang telah mengikat perjanjian damai dengan kaum muslimin, maka harus ditundukkan/ diperangi, sehingga mereka menyatakan tunduk dan mengakui kedaulatan kaum muslimin. </li></ul>
  115. 115. Pendidikan Islam Pada masa Khulafaur Rasyidin <ul><li>Khalifah Abu Bakar Ash shiddiq (632-634) </li></ul><ul><li>Perhatian terhadap pend. Yang dilakukan </li></ul><ul><li>- Mengajar hadis guna perbendaharaan dan kepentingan dasar penafsiran Al Qur`an dan untuk ketetapan hukum. </li></ul><ul><li>- Dibangun lembaga pend. Kuttab. Mrpk tempat mengajarkan Al Qur`an, membaca dan menulis serta bljr Agama </li></ul>
  116. 116. <ul><li>Materi Pend. Islam </li></ul><ul><li>Pend. Keimanan, menanamkan ketauhidan </li></ul><ul><li>Pend. Akhlak, sopan santun dan adab bergaul dlm masyarakat dll </li></ul><ul><li>Pend. Ibadah, Sprt, pelaks. Sholat, puasa dan Haji </li></ul><ul><li>Kesehatan, Sprt ttg kebersihan dll. </li></ul>
  117. 117. 2.Umar Bin Khattab (634-644) <ul><li>Pada masa khalifah Umar bin Khatab, mata pelajaran yang diberikan adalah membaca dan menulis al-Qur’an dan menghafalnya serta belajar pokok-pokok agama Islam.Pendidikan pada masa Umar bin Khatab ini lebih maju dibandingkan sebelumnya. Pada masa ini tuntutan untuk belajar bahasa Arab juga sudah mulai tampak, orang yang baru masuk Islam dari daerah yang ditaklukkan harus belajar bahasa Arab, jika ingin belajar dan memahami pengetahuan Islam. Oleh karena itu, pada masa ini sudah terdapat pengajaran bahasa Arab. </li></ul>
  118. 118. <ul><li>pelaksanaan pendidikan pada masa khalifah Umar bin khattab lebih maju, sebab selama Umar memerintah negara berada dalam keadaan stabil dan aman, ini disebabkan selain masjid telah ditetapkan sebagai pusat pendidikan, juga telah terbentuknya pusat-pusat pendidikan Islam diberbagai kota dengan materi yang telah dikembangkan, baik dari segi ilmu bahasa, menulis, dan ilmu pokok lainnya. Pendidikan dikelola dibawah pengaturan Gubernur yang berkuasa saat itu, serta diiringi kemajuan di berbagai bidang, seperti jawatan pos, kepolisian, baitulmal, dan sebagainya. Adapun sumber gaji para pendidik pada waktu itu diambilkan dari daerah yang ditaklukkan dan dari baitulmal. </li></ul>
  119. 119. 3. Ustman bin Affan (644-656) <ul><li>Adapun obyek pendidikan pada masa Usman bin Affan antara lain ; </li></ul><ul><li>a. Orang dewasa atau orang tua yang baru masuk Islam </li></ul><ul><li>b. Anak-anak, baik orang tuanya sudah lama masuk Islam maupun yang baru memeluk agama Islam </li></ul><ul><li>c. Orang dewasa atau orang tua yang sudah lama memeluk Islam </li></ul><ul><li>d. Orang yang mengkhususkan dirinya untuk menuntut ilmu agama secara luas dan mendalam. </li></ul>
  120. 120. <ul><li>khalifahan Usman bin Affan dan perhatiannya terhadap pendidikan maka dapat dipahami bahwa pendidikan dan lembaga – lembaga pendidikan masih melanjutkan apa yang sudah ada, dan bahkan pemerintah memberikan hak penuh kepada umat untuk memajukan pendidikan sesuai dengan semangat para sahabat masing-masing, dimana pemerintah tidak menyediakan anggaran biaya untuk menggaji para tenaga guru yang ada. Dengan demikian masa pemerintahan Usman yang cukup lama tapi tidak muncul dan tidak kelihatan perkembangan pendidikan secara signifikan. Hanya ada satu capaian yang monumental yaitu pembukuan al Qur`an. </li></ul>
  121. 121. Ali bin Abi Thalib <ul><li>pada masa Ali telah terjadi kekacauan dan pemberontakan, sehingga di masa ia berkuasa pemerintahannya tidak stabil. Dengan kericuhan pada masa Ali berkuasa, kegiatan pendidikan Islam mendapat hambatan dan gangguan. Pada masa itu Ali tidak sempat lagi memikirkan masalah pendidikan sebab keseluruhan perhatiannya ditumpahkan pada masalah keamanan dan kedamaian bagi masyarakat Islam. Dengan demikian, pola pendidikan pada masa khulafaurrasyidin tidak jauh berbeda dengan masa Nabi yang menekankan pada pengajaran baca tulis dan ajaran-ajaran Islam yang bersumber pada al-Qur’an dan Hadist Nabi. </li></ul>
  122. 122. Pusat-pusat pendidikan pada masa khulafaurrasyidin antara lain <ul><li>Mekkah. Guru pertama di Makkah adalah Muaz bin Jabal yang m engajarkan Al-Qur’an dan fikih. </li></ul><ul><li>Madinah. Sahabat yang terkenal antara lain : Abu Bakar, Usman bin Affan, Ali bin Abi Thalib dan sahabat-sahabat lainnya. </li></ul><ul><li>Basrah. Sahabat yang termasyur antara lain : Abu Musa al-Asy’ary, dia ádalah seorang ahli fikih dan al-Qur’an. </li></ul>
  123. 123. <ul><li>Kuffah. Sahabat-sahabat yang termasyur di sini adalah Ali bin Abi Thalib dan Abdullah bin Mas’ud mengajarkan Al-Qur’an, ia adalah ahli tafsir, hadis dan fikih. </li></ul><ul><li>Damsyik (syam). Setelah Syam (Syiria) menjadi bagian negara Islam dan penduduknya banyak beragama Islam. Maka khalifah Umar mengirim tiga orang guru ke negara itu. Yang dikirim itu adalah Mu’az bin Jabal di Palestina, dan Ubaidah di Hims. </li></ul><ul><li>Mesir. Sahabat yang mula-mula mendirikan madrasah dan menjadi guru di Mesir adalah Abdullah bin Amru bin Ash, is adalah seorang ahli hadis. </li></ul>
  124. 124. <ul><li>Sistem Pend. Islam pada masa Khulafaur Rasyidin dilakukan secara mandiri, bukan pemerintah. Kecuali pada masa Umar yang turut campur dalam menambahkan materi kurikulum pada lembaga Kuttab. Para sahabat yang memiliki pengetahuan keagamaan membuka majlis pendidikan masing-masing. </li></ul>
  125. 125. Materi Pend. Islam pada masa Khulafaur Rasyidin <ul><li>Membaca dan menulis </li></ul><ul><li>Membaca dan menghafal Al Qur`an </li></ul><ul><li>Pokok-pokok agama Islam seperti cara wudhu, sholat, puasa dan sebagainya </li></ul>
  126. 126. Materi ketika Umar menjadi Khalifah <ul><li>Berenang, mengendarai unta, memanah, membaca dan menghafal syair-syair yg mudah dan peribahasa </li></ul><ul><li>Pada tingkat menengah dan tinggi, al: Al Qur`an dan Tafsirnya, Hadis dan pengumpulannya dan fiqh. Filsafat dan Ilmu-ilmu yang dianggap duniawi belum dikenal pada masa itu. </li></ul>
  127. 127. Pend. Islam pada masa Dinasty Umayyah <ul><li>Muawiyah adalah pendiri Dinasti Umayyah, ia merupakan putra dari Abu Sopyan Ibn Harb ibn Umayyah ibn abdu Syam ibn Abdu Manaf. Ibunya adalah Hindun binti utbah ibn Rabiah ibn abdi Syam ibn Abd Manaf. Sebagai keturunan Abd Manaf, Muawiyah mempunyai hubungan kekerabatan dengan Nabi Muhammad. Ia masuk Islam pada hari penaklukan kota Mekah (Fathul Mekkah) bersama penduduk kota mekah lainnya. Ketika itu Muawiyah berusia 23 tahun. </li></ul>
  128. 128. Kemajuan yang dicapai <ul><li>Pemisahan kekuasaan. Terjadi dikotomi antara kekuasaan agama dan kekuasaan politik. </li></ul><ul><li>Pembagian wilayah. Wilayah kekuasaan terbagi dalam 10 (sepuluh) provinsi, yaitu : Syiria dan Palestina, Kufah dan Irak, Basrah, Persia, Sijistan, Khurasan, Bahrain , Oman, Najd dan Yamamah, Arenia, Hijaz, Karman dan India, Egift (Mesir), Ifriqiyah (Afrika Utara), Yaman dan Arab Selatan, serta Andalusia. </li></ul>
  129. 129. <ul><li>Bidang Administrasi Pemerintahan. Organisasi tata usaha negara terpecah ke dalam dewan. Departemen pajak dinamakan dengan Dewan al Kharaj , departemen pos dinamakan Dewan Rasail , departemen yang menangani berbagai kepentingan umum dinamakan dengan Dewan Musghilat , departemen dokumen negara dinamakan dengan Dewan al Khatim . </li></ul>
  130. 130. <ul><li>Ilmu agama, seperti : Al-Qur’an, hadis, dan fikih. proses pembukuan hadis terjadi pada masa Khalifah Umar ibn Abdul Aziz (99-10 H) Sejak saat itulah hadis mengalami perkembangan pesat. </li></ul><ul><li>Ilmu sejarah dan geografi, yaitu segala ilmu yang membahas tentang perjalanan hidup, kisah, dan riwayat. Ubaid ibn Syariyah Al Jurhumi berhasil menulis berbagai peristiwa sejarah. </li></ul>
  131. 131. <ul><li>Ilmu pengetahuan bidang bahasa, yaitu segala ilmu yang mempelajari bahasa, nahwu, saraf, dan lain-lain. </li></ul><ul><li>Bidang filsafat, yaitu segala ilmu pada umumnya berasal dari bangsa asing, seperti ilmu mantiq, kimia, astronomi, ilmu hitung dan ilmu yang berhubungan dengan itu, serta ilmu kedokteran. </li></ul>
  132. 132. Masa Umar bin Abdul Aziz <ul><li>Kemajuannya ad. Sangat memperhatikan hadis dan Ilmu hadis. Beliau pernah mengirim surat kepada Abu bakar ibn Muhammad dan kpd ulama2 lain untuk menuliskan dan mengumpulkan Hadis. Bahkan melahirkan metode “Rihlah” yaitu, Para ulama mencari Hadis kepada orang-orang yang dianggap mengetahuinya diberbagai tempat. </li></ul>
  133. 133. Hukum Fiqh scr garis besar dapat dibedakan menjadi 2 kelompok: <ul><li>Ahl Ar-Ra`yu : Mengemb. Hkm Islam dengan melalui analogi/Qiyas. </li></ul><ul><li>Ahl al-Hadis : Berpegang kpd. Dalil-dalil secara literal, mementingkan materi pelajaran dalil-dalil ayat Al Qur`an dan dalil Hadis Nabi </li></ul>
  134. 134. <ul><li>Menurut Hasan Lenggulung, diantara jasa Dinasty Umayyah Dlm Bid. Pend.menjadikan masjid sebagai pusat perkembangan Ilmu. Di Masjid diajarkan beberapa macam ilmu, diantaranya syair, sastra, kisah-kisah umat terdahulu, dan teologi dengan menggunakan metode debat. </li></ul>
  135. 135. Ilmu Pengetahuan yg berkembang <ul><li>Ilmu agama, seperti : Al-Qur’an, hadis, dan fikih. proses pembukuan hadis terjadi pada masa Khalifah Umar ibn Abdul Aziz (99-10 H) Sejak saat itulah hadis mengalami perkembangan pesat. </li></ul><ul><li>Ilmu sejarah dan geografi, yaitu segala ilmu yang membahas tentang perjalanan hidup, kisah, dan riwayat. Ubaid ibn Syariyah Al Jurhumi berhasil menulis berbagai peristiwa sejarah. </li></ul>
  136. 136. <ul><li>Ilmu pengetahuan bidang bahasa, yaitu segala ilmu yang mempelajari bahasa, nahwu, saraf, dan lain-lain. </li></ul><ul><li>Bidang filsafat, yaitu segala ilmu pada umumnya berasal dari bangsa asing, seperti ilmu mantiq, kimia, astronomi, ilmu hitung dan ilmu yang berhubungan dengan itu, serta ilmu kedokteran. </li></ul>
  137. 137. DINASTI BANI ABBASIYAH <ul><li>Berdirinya Daulah Abbasiyah diawali dengan dua strategi, yaitu: satu dengan sistem mencari pendukung dan penyebaran ide secara rahasia, hal ini sudah berlangsung sejak lahir abad pertama hijriah dengan bergabungnya Abu muslim al-Khurasani pada jum’iyah yang yang sepakat atas terbentuknya Daulah Abbasiyah. Sedangkan strategi kedua dilanjutkan dengan terang-terangan dan himbauan-himbauan di forum-forum resmi untuk mendirikan Daulah Abbasiyah berlanjut dengan peperangan melawan Daulah Umawiyah. </li></ul>
  138. 138. Faktor-faktor pendorong berdirinya Daulah Abbasiyah <ul><ul><ul><ul><ul><li>Banyak terjadi perselisihan antara intern bani Umawiyah pada dekade terakhir pemerintahannya hal ini diantara penyebabnya: memperebutkan kursi kekhalifahan dan harta </li></ul></ul></ul></ul></ul><ul><ul><ul><ul><ul><li>Pendeknya masa jabatan khalifah di akhir-akhir pemerintahan bani Umawiyah, seperti khalifah Yazid bin al-Walid lebih kurang memerintah sekitar 6 bulan </li></ul></ul></ul></ul></ul><ul><ul><ul><ul><ul><li>Dijadikannya putra mahkota lebih dari jumlah satu orang seperti yang dilakukan oleh Marwan bin Muhammad yang menjadikan anaknya Abdulah dan Ubaidilah sebagai putra mahkota </li></ul></ul></ul></ul></ul><ul><ul><ul><ul><ul><li>Bergabungnya sebagian afrad keluarga Umawi kepada mazhab-mahzab agama yang tidak benar menurut syariah, seperti Al-Qadariyah. </li></ul></ul></ul></ul></ul><ul><ul><ul><ul><ul><li>Kesombongan pembesar-pembesar bani Umawiyah pada akhir pemerintahannya [1] </li></ul></ul></ul></ul></ul><ul><ul><ul><ul><ul><li>Timbulnya dukungan dari Al-Mawali (non Arab) </li></ul></ul></ul></ul></ul><ul><li>[1] </li></ul>
  139. 139. <ul><ul><ul><ul><ul><li>Bergabungnya sebagian afrad keluarga Umawi kepada mazhab-mahzab agama yang tidak benar menurut syariah, seperti Al-Qadariyah. </li></ul></ul></ul></ul></ul><ul><ul><ul><ul><ul><li>Kesombongan pembesar-pembesar bani Umawiyah pada akhir pemerintahannya [1] </li></ul></ul></ul></ul></ul><ul><ul><ul><ul><ul><li>Timbulnya dukungan dari Al-Mawali (non Arab) </li></ul></ul></ul></ul></ul>
  140. 140. PERKEMBANGAN PENDIDIKAN ISLAM DI INDONESIA

×