• Like
Pendekatan konseling adlerian
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

Pendekatan konseling adlerian

  • 599 views
Published

 

  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Be the first to comment
No Downloads

Views

Total Views
599
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
2

Actions

Shares
Downloads
17
Comments
0
Likes
1

Embeds 0

No embeds

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
    No notes for slide

Transcript

  • 1. PENDEKATAN KONSELING ADLERIANBAB IPENDAHULUANA. Latar belakangPerkembangan jaman di era sekarang membuat masalah yang dihadapiindividu yang hidup dijaman sekarang menjadi semakin kompleks. Sehinggadibutuhkan metode penyelesaian masalah bahkan sampai metodepenyembuhan yang efektif.Konseling merupakan salah satu cara untuk membantu mengatasikonflik, hambatan, dan kesulitan dalam memenuhi kebutuhan kita, sekaligussebagai upaya untuk meningkatkan kesehatan mental. Dengan konselingdiharapkan permasalahan yang dialami individu dapat terselesaikan secaraefektif dan memberikan hasil yang optimal bagi individu itu sendiri.Dalam perkembangannya konseling memiliki berbagai pendekatan yangmemiliki teknik dan proses masing-masing. Salah satunya adalah pendekatankonseling Adlerian. Pendekatan Adler memberi para praktisi kebebasan yangbesar untuk menangani konseli. Konselor aliran Adler tidak harus mengikutiprosedur yang khas, melainkan menggunakan perkiraan klinik mereka dalamhal pengaplikasian beraneka ragam teknik yang mereka kira paling cocokuntuk konseli tertentu.B. Rumusan Masalah1. Bagaimana sejarah munculnya konseling adlerian?2. Bagaimana konsep pendekatan konseling adlerian?3. Apa hakikat manusia dalam pendekatan konseling adlerian?4. Bagaimana aplikasi pendekatan adlerian dalam konseling?C. Tujuan1. Untuk mengetahui sejarah munculnya konseling adlerian.2. Untuk mengatahui konsep pendekatan konseling adlerian.1
  • 2. 3. Untuk mengetahui hakikat manusia dalam pendekatan konseling adlerian.4. Untuk mengetahui aplikasi pendekatan adlerian dalam konseling.BIOGRAFiALFRED ADLER (1870-1937) adalah anak ketiga dari sebuah keluargayang terdiri dari lima anak laki-laki dan dua anak perempuan. Seorang saudaralaki-lakinya meninggal waktu masih kanak-kanak. Masa kanak-kanak Adlerbukanlah masa yang bahagia, oleh karena ia sakit-sakitan dan sangat sadar akandatangnya maut. Pada usia empat tahun ia hamper saja meninggal karena radangparu-paru, dan pada saat itu pula dia berkeputusan untuk menjadi dokter.Oleh karena pada tahun-tahun kehidupannya dia sering menderita sakit,Adler dimanjakan oleh ibunya. Di kemudian hari dia tidak dimanja lagi karenakehadiran adik laki-laki yang lebih diperhatikan oleh ibunya. Nampaknya diamengembangkan hubungan saling percaya dengan ayahnya dan tidak merasadekat dengan ibunya. Dia merasa iri terhadap adeknya, yang menyebabkanterjadinya pertentangan-pertentangan selama masa kanak-kanak dan masaadolsen. Masa kanak-kanaknya diwarnai dengan perjuangan untuk mengatasikelemahan-kelemahan masa kanak-kanak dan rasa rendah diri. Jelas bahwapengalaman dalam keluarga ini member dampak pada teori-teorinya. Meskipundemikian dia merupakan eladan dari orang yang meembentuk kehidupannyasendiri sebagai lawan dari orang yang ditentukan oleh jalan nasibnya.Adler adalah seorang pelajar yang tidak pandai dan gurunyamenyarankan kepada ayahnya bahwa profesi yang layak baginya adalah tidaklebih dari seotang tukang sepatu. Dengan niat yang membaja pada akhirnya Adlernaik ke jenjang juara kelas. Dia melanjutkan studinya ke Fakultas KedokteranUniversitas Vienna, buka praktek dokter swasta sebagai spesialis mata(opdthalmologist). Akhirnya mengambil spesialisasi syaraf (neurology) danpsikiatri dan minatnya sangat besar akan penyakit anak-anak yang tidak bisadisembuhkan.Adler sangat peduli terhadap orang kebanyakan. Minat sosialnyadiungkapkan melalui sikapnya yang vocal terhadap praktek membesarkan anak-anak, reformasi sekolah dan prasangka yang menyebabkan timbulnya konflik.2
  • 3. Gaya bahasa dalam berbicara serta menulis hang digunakannya adalah sederhanaserta non teknik sehingga orang mudah mencerna serta mengaplikasikan Psikologiindividualnya. Setelah berdinas dalam Perang Dunia I sebagai Perwira Kesehatandia ciptakan banyak klinik bimbingan anak-anak di sekolah-sekolah umum danmulai melatih guru-guru, pekerja sosial, dokter-dokter serta tenaga-tenagaprofesional yang lain. Dia merintis praktek mengajar para profesional melaluidemonstrasi hidup dengan orang tua dan anak-anak di hadapan hadirin yang besarjumlahnya. Jumlah klinik yang diciptakannya tumbuh pesat dan makin populerdan dia pun tiada jemu-jemunya mengajar serta mendemonstrasikan karyanya.Adler hidup dengan jadwal kerja yang kelewat padat, namun masihbisa menyempatkan diri untuk menyanyi, berrmain musik dan bergembiradiantara teman sejawatnya. Dia mengesampingkan nasihat sahabatnya untuksedikit mengurangi kegiatannya. Pada pertengahan tahun 1920 dia mulai mengajardi Amerika Serikat, serta di kemudian hari sering melakukan kunjungan sertaperjalanan keliling. Jadwalnya yang ketat terus-terus berlanjut, pada tanggal 28Mei 1937, waktu sedang berjalan-jalan sebelum memberikan kuliah yang sudahdijadwalkan di Aberdeen, dia roboh dan meninggal karena serangan jantung.3
  • 4. BAB IIPEMBAHASANA. SEJARAH KONSELING ADLERIANBersama Freud dan Jung, Adler merupakan penyumbang utama daripengembangan pendekatan psikodinamika pada terapi. Setelah bekerja samaselama delapan sampai sepuluh tahun Freud dan Adler berpisah. Freudmenyatakan bahwa Adler adalah seorang yang murtad dan telahmweninggalkannya. Adler meletkkan sebagai ketua masyarakat psikoanalitikViena pada tahun 1911 dan pada tahun 1912. Mendirikan masyarakat psikologiindividual. Freud kemudian berketetapan bahwa ia mungkin menunjang konsepAdler dan tetap Berjaya sebagai psikoanalisisDikemudian hari, sejumlah psikoanalisis membelot dari posisi orthdoxFreud. Kelompok revisionis Freud ini, termasuk Karen Horney KeAdlermenekankan adanya kesatuan pada kepribadian, dengan penekanan bahwamanusia itu bisa dipahami sebagai makhluk yang terintegrasi dan lengkap.Pandangan ini menekankan sifat perilaku yang memiliki tujuan dengan keyakinanbahwa arah yang kita tujuh jauh lebih penting daripada dari mana kita berasal.Kita dilihat sebagai pelaku dan pencipta dari kehidupan kita dan kitamengembangkan gaya hidup yang unik sebagai suatu ungkapan dari sasaran hidupkita. Kita mencuptakan diri kita sendiri dan bukan diciptakan oleh pengalamankita di masa kanak-kanak.Sepeninggal Adler pada tahun 1937, Rudolf Dreikurs merupakan tokohyang paling signifikan yang membawa psikologi Adler ke Amerika Serikat,terutama oleh karena prinsipnya yang diterapkan pada pendididkan dan terapikelompok. Dreikurs dianggap berjasa sebagai pemberi semangat pada gagasandiadakannya pusat bimbingan anak-anak dan pemberian latihan pada kelompokprofessional untuk menangani beraneka ragam klien.4
  • 5. B. KONSEP KONSELING ADLERIAN1. PANDANGAN TENTANG SIFAT-SIFAT MANUSIAAdler meninggalkan teori dasar oleh Freud oleh karena ia percaya bahwapenekanan Freud pada ketentuan biologis dan insting sangatlah sempit. Adlerpercaya bahwa apa yang terjadi pada diri seorang individu di masa dewasa sangatdipengaruhi oleh enam tahun pertama kehidupan. Fokus Adler tidaklah sekedarpada menggalin peristiwa di masa lalu; melainkan ia tertarik pada persepsiseseorang pada masa lalu dan bagaimana interpretasinya pada masa lalu itumemiliki pengaruh yang berkelanjutan. Banyak dasar-dasar teori Adler yangbertolak belakang dengan Freud. Misalnya saja, manusia itu bermotivasi pertama-tama oleh dorongan social dan bukan oleh dorongan seksual. Bagi Adler, perilakuitu memiliki suatu maksud dan terarah pada suatu sasaran. Kesadaran dan bukanketidaksadaran yang merupakan pusat dari kepribadian. Tidak seperti Freud,Adler memberikan tekanan pada penetuan suatu pilihan dan pertanggungjawaban,makna hidup dan perjuangan untuk mencapai sukses atau kesempurnaan.Dari perspektif adler manusia tidaklah sekedar ditentukan oleh keturunandan lingkungan, melainkan oleh kemampuan mereka untuk menginterpretasi,mempengaruhi serta menciptakan peristiwa. Adler percaya bahwa isu sentralnyabukanlah apa yang kita bawa pada saat kita lahir. Yang krusial adalah apa yangkita perbuat dengan kemampuan yang kita miliki. Penganut aliran Adlermengakui bahwa kondisi biologis dan lingkungan membatasi kemampuan kitauntuk menentukan pilihan serta berkreasi. Meskipun mereka menolak sikapdeterministiknya Freud mereka tidak terus melangkah ke pendapat yang lebihekstrim yaitu dengan mengatakan bahwa manusia bisa menjadi apa saja yang diamau.2. PERSEPSI SUBYEKTIF TENTANG REALITASPenganut adler berusaha untuk melihat dunia dari kerangka referensisubyektif si klien, suatu orientasi yang dinyatakan seientasi yang dinyatakansebagai fenomenologis. Sebutan fenomenologis diberikan karena orientasi ini5
  • 6. menaruh perhatian pada cara individual dimana seseorang melihat dunianya.“realitas subyektif” ini mencakup persepsi keyakinan dan kesimpulan individumelihat dunianya. “realitas subyektif” ini mencakup persepsi keyakinan dankesimpulan individual. Perilaku dipahami daridual. Perilaku dipahami dari segisegi yang menguntungkan dari perspektif kognitif. Bagaimana hidup ini dalamrealitas itu kurang penting kalau dibandingkan dengan apa yang oleh seseorangindividu percaya tentang hidup ini.3. KESATUAN SERTA POLA KEPRIBADIAN MANUSIASuatu primis dasar dari pendekatan adler juga disebutpsikologi individual,adalah bahwa kepribadian bisa dipahami sebagai satu kesatuan yang tak bisadibagi-bagi. Tonggak pancang psikologi Adler adalah asumsinya bahwa manusiaadalah suatu makhluk sosial, kreatif, pengambil keputusan yang memiliki maksudterpadu (Sherman & Dinkmeyer, 1987). Pribadi manusia menjadi terpadu lewattujuan hidup. Pikiran, perasaan kepercayaan, keyakinan, sikap, watak, danperbuatan merupakan ungkapan dari keunikan dirinya, dan semuanyamencerminkan rencana hidup yang memberi peluang akan perjalanan menujutujuan kehidupan yang telah dipilihnya sendiri. Implikasi dari pandangan holistikdari kepribadian ini adalah bahwa seorang klien adalah suatu bagian integral darisistem sosial. Fokusnya lebih diarahkan pada hubungan interpersonal daripadapsikodinamika internal si individu.a. Perilaku sebagai yang meiliki tujuan dan berorientasi pada sasaran.Psikologi individual berasumsi bahwa semua perilaku manusia itumemiliki maksud. Adler menggantikan penjelasan yang deterministic menjaditeleological (bertujuan dan berorientasi pada sasaran). Asumsi dasar dariPsikologi Individual adalah bahwa kemana kita pergi dan apa yang kitaperjuangkan merupakan hal yang krusial. Maka, penganut aliran Adler tertarikpada masa depan, tanpa mengecilkan arti pentingnya pengaruh masa silam.Mereka berasumsi bahwa keputusan itu didasarkan pada pengalaman orang dimasa lampau, pada situasi masa kini dan pada arah kemana orang mau pergi.6
  • 7. Mereka mencari kesinambungan dengan jalan memperhatikan tema-tema yangberlaku dalam diri kehidupan seseorang.Penganut aliran Adler menggunakan istilah finalisme fiksional yangberarti sasaran sentral yang ada dalam angan-angan yang membimbing perilakuseseorang. Adler dipengaruhi oleh pandangan filosof Hans Vaihinger bahwaorang itu hidup dari suatu fiksi (atau pandangan tentang bagaimana seharusnyadunia itu). Istilah finalisme berarti sifat akhir dari tujuan seseorang dan tendensiyang selalu ada untuk bergerak ke arah tertentu. Oleh karena adanya tujuan akhirini kita mempunyai kekuatan kreatif untuk memilih apa yang akan bisa kita terimasebagai hal yang benar, bagaimana kita akan berperilaku dan bagaimana kita akanmenginterpretasi suatu peristiwa.b. Perjuangan untuk menjadi penting dan superioritas.Adler menekankan bahwa perjuangan untuk mendpatkan kesempurnaandan menangani inferioritas dengan jelas mendapatkan penguasaan adalah sifatbawaan (1979:29). Untuk bisa memahami perilaku manusia haruslah bisamemahami arti inferioritas dan kompensasi. Menurut Adler, saat kita mengalamiinferioritas, kita didorong untuk berjuang mendapatkan superioritas. Diaberkeyakinan bahwa tujuan mendapatkan sukses mendorong orang kedepanmenuju ke penguasaan dan menyebabkan orang itu mamu mengatasi hambatan.Tujuan untuk mendapatkan superioritas memberikan sumbangannya padaperkembangan masyarakat manusia. Namun perlu dicatat bahwa superioritasseperti yang digunakan Adler, bukanlah berarti lebih tinggi dari potensi yangdimiliki sebelumnya. Superioritas adalah perjuanagna dari derajat yang rendah keyang lebih tinggi atau dari yang minus ke yang plus. Kita mengatasi perasaanketidakberdayaan ke perjuanagan untuk mendapatkan kompetensi, penguasaandan kesempurnaan.c. Gaya hidup.Istilah gaya hidup dipakai untuk menyatakan orientasi dasar seorangindividu tentang hidup atau kepribadian dan tema yang mewarnai eksistensi siindividu. Sinonimnya adalah perencanaan hidup, gerak hidup, strategi hidup dan7
  • 8. peta jalan kehidupan. Melalui gaya hidup itulah kita bergerak menuju hidup kita.Adler melihat diri kita ini sebagai pelaku, pencipta serta artis hidup kita. Dalamperjuangan mengejar sasaran yang bermakna bagi kita, kita kembangkan gayahidup yang unik (lain dari yang lain)(Anscabher,1974). Konsep ini membantumenjelaskan betapa semua perilaku kita cocok satu sama lain sehingga semuakegiatan kita menjadi konsisten. Memahami gaya hidup seseorang tidak bedanyaseperti memahami gaya seorang composer lagu : “kita bisa memulai dari manasaja yang kita pilih : setiap ungkapan akan membawa kita ke arah yang samamenuju ke motif yang satu, melodi yang satu, di sekitar mana kepribadian itudibentuk (Adler,1964a:232).Tidak ada satu oang pun yang mengembangkan gaya hidup yang samadengan yang lain. Untuk bisa mencapai tujuan superioritas ada yangmenegembangkan inteleknya; yang lain bakat artistiknya; yang lain lagi bakatatletiknya ; dan sebagainya. Gaya hidup ini terdiri dari pandangan orang tentangdirinya dan dunia dan perilaku mereka serta kebiasaan mereka yang distingtifpada saat mereka menge mengejar tujuan pribadi masing-masing.Apapun yangkita peruat diengaruhi oleh gaya hidup kita yang unik, yang diasumsikan sebagaiterbentuk oleh keuatan-kekuatan selama enam tahun pertama kehidupan.Pengalaman dalam lingkungan keluarga serta dan hubungan antar saudaramemiliki andil pada pembentukan gaya hidup (Sharman&Dinkmeyer, 1987).Tetapi bukanlah pengalaman masa kanak-kanak itu sendiri yang krusial;melainkan interpretasi kita sekarang ini terhadap peristiwa-peristiwa itu.C. INTERES SOSIALInteres Sosial atau Gemeinschaftsgefuhl, mungkin onsep Adler yangpaling signifikan dan istimewa (distinctive) (lain daripada yang lain). Iatilah ituberarti kesadaran individu akan kedudukannya sebagai bagian dari masyarakatmanusia dan akan sikap seseorang dalam menangani dunia social; di dalamnyamencakup perjuangan untuk masa depan manusia yang lebih baik. Prosessosialisasai, yang dimulai pada masa kanak-kanak, mencakup pencarian tempatdalam masyarakatnya dan pemilikan rasa memiliki dan wajib ikut membersumbangannya (Kefir,1981). Adler menyamakan interes social dengan rasa8
  • 9. identifikasi dan empati dengan orang lain : “melihat dari kaca mata orang lain,mendengar dengan telinga orang lain, merasakan dengan perasaan hati orang lain”(1972:42). Tingkat seberapa kita dengan sukses berbagi dengan orang lainmerupakan ukuran kesehatan mental (Sherman & Dinkmeyer, 1987:12). Dariperspektif Adler pada saat interes social bisa berkembang, rasa rendah diri sertaketerasingan individual hilang.Psikolog individual bertumpu pada kepercayaan sentral bahwakebahagiaan serta sukses kita itu sebagian besar ada hubungannyadenganketerkaitan social. Oleh karena itu bagian dari masyarakat, kita tidak bisadipahami sebagai yang terpisah dari konteks social. Manusia mencari tempatdalam kalangan keluarga dan lingkungan social. Ada kebutuhan dasar untukmerasa aman, diterima dan berguna. Orang perlu untuk menemukan cara merekayang unik untuk ikut menyumbang dan berbagi aktivitas serta tanggung jawab.Banyak dari problema yang kita alami ada hubungannya dengan rasa takut kalaukita tidak bisa diterima oleh kalangan ynag kita anggap bernilai. Kalau rasa ikuttermasuk dalam suatu golongan (sense of belonging) tidak bisa dipenuhi, hasilnyaadalah perasaan cemas. Hanya kalau kita memiliki sense of belonging itulah makakita akan mampu dengan berani berbuat untuk menghadapi dan menangainiproblema itu.D. URUTAN-URUTAN KELAHIRAN DAN HUBUNGAN ADIK KAKAK.Pendekatan Adler adalah unik dalam hal memberikan perhatian khususkepada hubungan adik kakak dan posisi seseorang dalam satu keluarga. Adlermengidentifikasi lima posisi seseorang dalam satu keluarga. Adlermengidentifikasi lima posisi psikologis; sulung, kedua dari orang anak, di tengah,bungsu, dan anak tunggal. Perlu dicatat bahwa urutan kelahiran itu sendiri kurangpenting jika dibandingkan dengan interpretasi individual tentang kedudukannyadalam keluarga Oleh karena penganut aliran Adler memandang sebagian besarproblem manusia itu bersifat social, maka mereka memberi tekanan padahubungan antar keluarga.Adler (1958) mengamati bahwa banyak orang yang tidak habis pikirmengapa anak-anak dalam satu keluarga demikian besar berbeda. Adalah hal yang9
  • 10. tidak benar untuk berasumsi bahwa anak-anak dari keluarga yang sama terbentukdalam lingkungan yang sama. Meskipun mereka sama-sama memiliki aspek yangsama dalam konstelasi keluarga, situasi psikologi dari masing-masing anak tidaksama oleh karena urutan-urutan kelahiran mereka. Deskripsi tentang pengaruhurutan-urutan kelahiran berikut ini didasarkan pada teori Ansbacher danAnsbacher (1964), Dreikurs(1953), dan Afler (1958) :1. Anak Sulung biasanya mendapatkan perhatian besar dan selama beberapasaat dia menjadi anak tunggal, dia sedikit dimanjakan sebagai pusatperhatian. Dia cenderung untuk bisa dipercaya dan pekerja kerasdanberusaha untuk bisa tetap di depan. Namun, apabila lahir adik laki-lakiatau perempuan dia merasa dirinya tercampak keluar dari pusat perhatian.Dia tidak lagi unik atau istimewa. Dia mungkin siap untuk berpikir bahwasi pendatang baru (pengganggu) akan merebut cinta kasih yang selama inidia sudah terbiasa mendapatkannya.2. Anak kedua ada pada posisi yang berbeda. Dari saat dilahirkan, perhatianyang diterima sama-psama dinikmati dengan anak lain . Biasanya anakkedua itu berlaku seperti ia selalu berlomba adu cepat dan selalu dalamkancah latihan untuk bisa lebih cepat dari kakaknya. Perjuangan yangkompetitif antara kedua anak ini member pengaruh pada kehidupannya dikemudian hari. Anak kedua ini mengembangkan sifat untuk mencarikelemahan kakaknya untuk selanjutnya maju dan mendapatkan pujian dariayah bunda dan guru dengan mendapatkan sukses yang tidak bisa dicapaioleh kakaknya. Kalau yang satu ada bakat pada satu bidang, dia beruasahauntuk mendapatkan pengakuan dengan jalan mengembangkan kemmapuandi bidang lain. Anak kedua biasanya berlawanan dengan anak pertama.3. Anak di tengah sering merasa tersingkirkan. Dia ada kemungkinan merasayakin tentang ketidak adilan hidup ini dan merasa dicurangi. Orang inibisa mengambil sikap kasihan pada diri sendiri dan b isa menjadi“problem child”.4. Anak bungsu selalu menjadi buah hati keluarga dan cenderung untukmenjadi anak yang paling dimanja. Ia memiliki peranan istimewa, karenasemua saudara-saudaranya telah mendahuluinya. Anak bungsu cenderung10
  • 11. untuk mengembangkan sikap yang membuatnya seperti yang lain akanmembangun hidupnya seperti dirinya. Anaka bungsu cenderung untukmengambil jalan sendiri. Mereka sering mengembangkan cara yang tidakterpikirkan oleh keluarganya.5. Anak tunggal memiliki problemanya sendiri. Dia memiliki beberapa sifatseperti anak sulung. Dia tidak belajar berbagi rasa atau bekerjasamadengan anak-anak lain tetapi ia belajar bergaul dengan baik dengan orangdewasa. Anak tunggal biasanyan dimanjakan oleh ibunya, dan mugkinbisa sangat tergantung pada ibunya. Dia selalu ingin ada pusat perhatiandan apaabila kedudukan itu mendapat tantangan maka ia mersakannyasebagai ketidak adilan. Pada usia dewasa nanti apabila dia tidak lagimenjadi pusat perhatian dia cenderung untuk menemui banyak kesulitan.Dalam terapi Adler menangani dinamika keluarga, terutama hubungankakak beradik, memiliki perananan kunci. Meskipun menghindari pandanganstereotype seorang individu ke dalam satu kategori itu penting, pandangan itu adajuga manfaatnya untuk mengetahui betapa gejala kepribadian-kepribadian tertentuyang diawali pada masa kanak-kanak sebagai akibat dari persaingan anata saudarabenar-benar menyediakan jalan yang bisa dilalui untuk mengikuti seseorangmelewati sisa jalan hidupnya.E. PROSES TERAPEUTIK1. SASARAN TERAPEUTIKKonseling aliran Adler berpijak pada suatu pengaturan kontrak dankolaborasi antara klien dan konselor. Umumnya, kontrak itu menuntuk adanyaidentifikasi dan eksplorasi sasaran yang keliru diambil dan asumsi-asumsi yangkeliru diikuti dengan reedukasi klien menuju kesasaran yang konstruktif. Tujuandasar dari terapi adalah mengembangkan interest sosial klien, yang bisadilaksanakan dengan jalan meningkatkan kesadaran pribadi, menantang sertamemodifikasi primis-premis fundamental, tujuan hidup dan konsep dasar(Dreikurs, 1967).11
  • 12. Penganut aliran Adler tidak melihat klien sebagai orang yang “sakit” danperlu “disembuhkan”. Melainkan, sasarannya adalah melakukan redukasi kepadaklien sehingga mereka bisa hidup ditengah masyarakat sebagai anggota yangsederajat, yang mau memberi dan menerima dari orang lain (Mosak, 1989). Olehkarena itu proses konseling berfokuskan pada penyediaan informasi, mengajar,membimbing dan menawarkan dorongan semangat kepada klien yang kehilangansemangat. Dorongan semangat merupakan metode yang paling kuat yang bisadisediakan untuk mengubah keyakinan seseorang. Dorongan itu menolong klienmembangun rasa percaya diri dan menstimulasi keberanian. Keberanian adalahkemauan untuk berbuat dengan cara-cara yang konsisten dengan kepentinganmasyarakat. Hilangnya keberanian, atau kehilangan semangat akan menyebabkanterjadinya perilaku yang keliru dan kurang berfungsi.Para konselor aliran Adler terlibat dalam penciptaan peta baru, oleh karenamereka sedang mendidik klien dalam hal cara baru untuk melihat diri merekasendiri, orang lain: Peranan terapis diarahkan pada perluasan interest sosialindividu, dengan menolongnya untuk mengatasi rasa rendah diri, denganmenolong individu memodifikasi sasarannya dan juga melatih klien dalam halperberian sumbangan yang lebih besar dalam hubungan antar personal. Prosesterapeutik, pada esensinya adalah bersifat mendidik seseorang yang berakibat siindividu bisa bergerak maju secara nyata (Kefir, 1983:403).Sebagai sasaran dari pandangan umum redukasi klien serta pemberianpertolongan pada klien mendapatkan nilai yang didasarkan pada interest sosial,Dreikurs (1967) mengindetifikasikan 4 sasaran proses terapeutik dan sejalandengan empat fase terapi.Keempat fase terapi itu adalah:1. Menciptakan dan tetap mempertahankan hubungan baik klien atau terapis.2. Mengindentifikasi dinamikan klien, termasuk gaya hidup dan tujuan hidupmereka dan betapa faktor-faktor ini mempengaruhinya.3. Memberikan interpretasi, yang menuju kewawasan diri4. Mencapai reorientasi dan reedukasi, atau menerjemahkan pemahamanmenjadi perbuatan.12
  • 13. 2. FUNGSI DAN PERANAN TERAPISKonselor penganut aliran Adler memberikan fokus pada aspek kognitifdari terapi. Mereka mengetahui bahwa klien secara emosional patah semangat danfungsinya pada tingkat behavioral tidak efektif disebabkan oleh kognisi(keyakinan dan tujuan) yang salah. Mereka beropersi dengan asumsi bahwa klienakan merasa dan beperilaku lebih baek apabila mereka tahu apa yang salah dalampemikiran mereka selama ini. Terapi cenderung untuk mencari kekeliruan berfikirdan memberi penilaian pada hal-hal seperti sikap tidak mempercayai, egoisme,ambisi yang tidak masuk akal, dan tidak memiliki rasa percaya.Fungsi utama dari terapis adalah membuat penilaian dan komprehensifpada berfungsinya klien. Terapis mengumpulkan informasi tentang konstelasikeluarga klien yang mencakup orang tua, kakak adik dan orang lain yang adadidalam rumahnya. Ini dikerjakan lewat kuisioner (angket) yang apabiladirangkum dan diinterpretasikan informasi itu akan memberikan gambarantentang kehidupan sosial si klien pada masa-masa kini pada kehidupannya. Dariinformasi ini terapis bisa mendapatkan perspektif mengenai wilayah utama darisukses serta kegagalan klien dan juga pengaruh yang kritis yang telahmemberikan unsur penunjang pada peranan didunia ini yang oleh klien diputuskanuntuk diambil. Konselor juga menggunakan kenangan-kenangan pada masa dinisebagai alat diagnosis. Kenangan-kenangan ini adalah yang berupa peristiwatunggal dimasa kanak-kanak yang bisa kita awali kembali. Kenangan-kenanganitu merupakan pantulan dari apa yang terjadi di masa kini dan kita evaluasi sertapantulan dari sikap dan prasangka kita (Griffit & Powers, 1984). Kenangan-kenangan ini memberikan gambaran singkat tentang bagaimana kita melihat padadiri kita sendiri dan orang lain dan apa yang kita antisipatikan dimasa depan.Setelah kenangan-kenangan masa dini ini dirangkum dan diinterpretasikan makaterapispun mengidentifikasi beberapa dari suskes dan kekeliruan dalam hidup siklien. Tujuannnya adalah untuk menyediakan titik tolak dalam usaha-usahaterapeutik.13
  • 14. Dengan cara perangkuman, dalam hal pembuatan diagnostik, maka terapismelakukan hal-hal sebagai berikut: mereka mengambil sari pati pola utama yangnampak dalam kuisioner tentang konstelasi keluarga dan darinya diambilkesimpulan gambaran tentang kepribadian dasar si klien. Setelah itu dengan jalanmenginterpretasi kenangan-kenangan dini merekapun memperoleh artu tentangpandangan hidup si klien sekarang. Aspek-aspek yang keliru dalam tinjauan hidupklien ini diidentifikasikan dengan membandingkan apa yang diyakini sekarangdengan kerangka konsep interest sosial. Setelah proses itu selesai konselor danlainnya memiliki sasaran dan terapi (Guskurs, 1971).3. PENGALAMAN KLIEN DALAM KEGIATAN TERAPI.Klien dari konseling aliran Adler memfokuskan diri pada gaya hidup, yangmenyiapkan pola dari perbuatan mereka. Bagaimana cara klien tetapmempertahakan cara hidup mereka, dan mengapa mereka menentang untukmengubahnya? Umumnya, orang gagal untuk mengubah karena mereka tidakmengenal kesalahan dalam cara mereka berfikir dan berperilaku, tidak tahu yangapa yang harus mereka lakukan dan takut meninggalkan pola lama untuk digantidengan yang baru yang hasil akhirnya nanti tidak bisa mereka ramalkan. Jadi,biarpun cara mereka berfikir dan berprilaku bukan merupakan hal yang berhasil,mereka cenderung untuk tetap bertahan pada pola yang telah mereka kenal(Manaster & Korsine, 1982).Dalam kegiatan terapi klien menggali apa yang oleh aliran Adler disebutswa logika, konsep tentang self, tentang orang lain, dan hidup untuk membentukfalsafah yang mendasari gaya hidup individu. Problema klien munculkepermukaan oleh karena kesimpulan yang didarkan pada swa logika merekaseiiring tidak sejalan dengan realitas kehidupan sosial yang ada. Inti daripengalaman terapi terdiri dari kenyataan ditemukaannya oleh klien akankekeliruannya yang mendasar dan kemudian belajar cara membetulkan asumsi-asumsi serta kesimpulan yang tidak benar ini.Terapis aliran Adler memusatkan perhatiannya pada kepercayaan dankeyakinan yang mengakibatkan adanya ganguan emosional dan perilaku. Tidakbenar jika orang mengatakan bahwa mengurangi peranan perasaan, melainkan14
  • 15. perasaan dilihatnya sebagai akibat dari (dan bukan penyebab) jalan pemikiran dankemudian perbuatan. Oleh karena emosi itu melayani proses kognitif kita yangterjadi kemudian adalah klien akan menghabiskan banyak waktunya untukmembahas pendapat, kepercayaan dan apa yang sedang mereka pada saat itu yangdidasarkan pada kerangka konseptual mereka tentang hidup. Singkatnya, apabilaklien mulai merasa lebih baik dan berbuat lebih baik, mereka harus belajar caraberfikir yang lebih baik. Selanjutnya oleh karena klien tidak dilihat oleh terapissebagai “sakit”, tetapi hanyalah patah semangat, maka yang akan mereka terimaadalah dorongan semangat yang akan memungkinkan terjadinya perubahan.Melalui proses terapeutik, mereka akan menemukan bahwa mereka memilikisumber dan pilihan yang bisa dimanfaatkan dalam hal menangani isu-isu hidupdan tugas-tugas hidup.4. HUBUNGAN ANTARA TERAPIS DAN KLIENAliran Adler menganggap hubungan baik antara klien/terapis itu adalahyang keduanya berkedudukan sederajat yang didasari pada kerjasama, salingpercaya, saling menghormati, saling menjaga rahasia dan keselarasan sasaran.Mereka memberi nilai istimewa pada contoh berkomunikasi dan berbuat denganpenuh keyakinan yang diberikan oleh konselor. Dari permulaan kegiatan terapiterapi hubungannya sudah menampilkan sifat kerjasama, diwarnai oleh ulah duaorang yang bekerjasama dalam suasana kesamaan derajat menuju ke sasaranspesifik yang dikehendaki bersama. Dinkmeyer dan Sperry (1987) menyatakanbahwa sejak awal mula kegiatan konseling, seyogyanya klien mulaimemformulasikan rencana atau kontrak, dengan merinci apa yang dimaui, rencanaapa yang disusun untuk bisa sampai pada tempat yang di tuju, apa kendala yangmereka jumpai hingga tidak berhasil mencapai sasaran, bagaimana mereka bisamengubah perilaku tidak produktif menjadi perilaku yang konstruktif, danbagaimana mereka bisa memanfaatkan aset yang mereka miliki sebaik-baiknyauntuk bisa mendapatkan apa yang mereka kehendaki. Kontrak terapeutikmenyatakan sasaran proses konseling dan memilah-milah tanggung jawab baikklien maupun terapis. Meskipun demikian, mengembangkan kontrak bukanlahtuntutan terapi Adler.15
  • 16. Klien tidak dipandang sebagai penerima yang pasif, melainkan klienadalah anggota dari kelompok yang aktif dalam hubungannya dengan kelompoklain yang sederajat dimana tidak ada pihak yang berkedudukan lebih tinggi danada yang berkedudukan lebih rendah. Melalui perserikatan yang sifatnya salingmengisi (kolaboratif) ini klien mengakui bahwa mereka bisamempertanggungjawabkan perilaku mereka. Meskipun aliran Adler memandagkualitas hubungan terapeutik sebagai hal yang relevan dengan hasil akhir dariterapi, mereka tidak berasumsi bahwa hubungan ini saja akan bisa menghasilkansuatu perubahan. Ini merupakan titik awal dari proses perubahan. Tanpa adapermulaan adanya rasa percaya serta hubungan yang saling mempercayai tugassulit untuk mengubah gaya nampaknya tidak akan terjadi.F. APLIKASI, TEKNIK DAN PROSEDUR TERAPEUTIKKonseling aliran Adler dibangun mengitari empat tujuan sentral, yangsesuai dengan empat fase proses terapeutik (Dreikurs,1967). Fase-fase ini tidaklahlinear dan tidak bergerak maju dengan langkah-langkah yang kaku, melainkanfase-fase itu akan bisa difahami sangat baiknya sebagai suatu jalinan benang yangnantinya akan membentuk selembar kain. Seperti yang telah dikemukakansebelumnya maka tahap-tahap ini adalah:1. Menciptakan hubungan terapeutik yang tepat2. Menggali dinamika psikologi yang ada dalam diri kilen (analisis danpenilaian)3. Membangunkan semangat pengembangan rasa memahami diri sendiri(wawasan diri)4. Menolong klien menentukan pilihan-pilihan baru (reorientasi danreedukasi)Fase 1 : Menciptakan HubunganKonselor aliran Adler bekerja dengan cara saling mengisi dengan klien,jadi menambah rasa pertanggungjawaban atas kehidupan mereka. Hubungan inididasari oleh rasa peduli, keterlibatan, dan persahabatan yang mendalam.16
  • 17. Salah satu cara untuk menciptakan hubungan terapeutik yang bisa berjalanadalah dengan diberinya klien pertolongan oleh konselor agar bisa menyadariakan aset dan kekuatan yang dimilikinya, dan bukan dengan menanganikekurangan-kekurangannya serta kewajiban yang harus dipikulnya. Oleh karenaitu konelor aliran Adler berfokus pada dimensi positif dan menggunakandorongan semangat serta dukungan. Selama fase permulaan ini hubungan inidilakukan dengan jalan mendengarkan, memberi tanggapan, menunjukkan sikap,menghormati kapasitas klien untuk bisa berubah, dan menunjukkan rasaantusiasme yang jujur.Penganut Adler lebih banyak menaruh perhatian pada pengalaman klienyang subyektif kemudian menggunakannya sebagai teknik. Mereka sesuaikanteknik mereka pada kebutuhan masing-masing klien. Selama fase permulaan darikonseling teknik utama adalah hadlir dan mendengarkan, mengidentifikasi danmencari kejelasan sasaran, serta memberikan empati. Hadlir mencakup jugamengaktifkan perilaku seperti bertatap mata dan secara psikologis selalu siapuntuk berhubungan dengan kilen. Mendengarkan mencakup menangkap pesanklien, baik yang verbal maupun non verbal.Fase 2 : Menggali Dinamika IndividualPada fase kedua penggalian klien ada tujuan ganda: memahami gaya hidupmereka dan melihat betapa itu semua mempengaruhi dia dalam menjalankan tugashidup yang dilakukan sekarang. Konselor memulai penilaian permulaannyadengan mencari perlakuan apa saja yang dikerjakan oleh klien dalam berbagaiaspek kehidupannya. Penganut aliran Adler menolong klien untukmenghubungkan perilaku masa lalu, masa kini, dan masa depan.Konselor mengadakan eksplorasi tentang bagaimana si klien berfungsidalam kaitannya dengan tugas hidup untuk bisa mencintai, bekerja, bersahabat,dan sebagai anggota masyarakat. Klien diharapkan untuk mengatakan kepadakonselor tentang hal-hal seperti ini dan juga memberitahukan apa yang inginmereka perbaiki atau ubah. Konselor aliran Adler terutama tertarik untuk inginmengetahui cara seseorag memenuhi kebutuhan pokok hidupnya. Seperti yangdiamati oleh Mozdzierz, dkk. (1984), penganut aliran Adler berfungsi sebagai17
  • 18. “pengeksplorasi psikologis”, oleh karena mereka mengundang klien untukbergabung dalam suatu perjalanan sepanjang masa yang telah terjadi, yang sedangterjadi, dan yang mungkin bisa terjadi. Mereka menolong klien untuk menggalipeluang terjadinya pertumbuhan dan jalan menuju ke masa depan yang lebihkonstruktif dan produktif. Konstelasi keluarga Kenangan masa kecil Mimpi Prioritas1. Pribadi superior2. Pribadi pengontrol3. Pribadi penghindar4. Pribadi penyenang Integrasi dan rangkuman Proses pemberian semangatFase 3: Pemberian Semangat Untuk Pemahaman.Meskipun para terapis aliran Adler pada dasarnya bersifat sukamendukung, mereka juga bersifat konfrontif , mereka tantang kliennya untukmengembangkan mawas diri tentang tujuan yang keliru dan perilaku mengalahkandiri sendiri, pemahaman tentang tujuan serta sasaran yang tersembunyi adakemungkinan untuk meuncul ke permukaan tidak hanya memlalui pembangkitansemangat serta tantangan tetaoi juga bisa lewat interrpretasi yang diberikan padawaktu yang tepat yang dinyatakan dengan hipotesis tentif, menskipun pemahamandianggap oleh penganut adler sebagai suatu pelengkap yang kuat demi terjadinyaperubahan perilaku, pemaman perilaku itu tidak dianggap sebagi prerekuisit,pemahaman dianggap sebagi langkah menuju perubahan.Interpretasi adalah suatu teknik yang memberikan fasilitas pada prosesdidapatkannya wawasan diri, fokusnya adalah pada perilaku disini dan sekarangdan pada ramalan-ramalan dan antisipasi-antisipasi yang timbul dari kehendakseseorang, interpretasi penganut Adler dilakukan dilakukan dalam hubunganyadengan gaya hidup, yang ingin bisa dilakukan adalah menciptakan kesadaran akan18
  • 19. tujuan hidup seseorang, sasaran serta maksud seseorang, logika yang ia miliki danbagaimana logika itu dilakukan dan perilaku orang tersebut pada saat ini.Umumnya interpretasi di fokusksan pada prilaku dan kosekuensi yangditimbulkan dan bukan pada penyebab diterapkannya perilaku itu.Fase 4: Menolong Agar Bisa Berorientasi UlangTahap akhir dari proses teraputik adalah tahap berorientasi oada tindakanyang disebut riorentasi dan reduksi atau mengetrapkan wawasan dala praktek.Tahap ini memfokuskan pada menolonga orang melihat alternative yanga barudan lebih fungsional Tindakan langsungTeknik yang dikenal dengan nama tindakan langsung ini merupakantindakan penanganan terhadap apa yang terjadi pada saat sesi konselingberlangsung. Teknik ini bisa menolong konseli melihat bagaimana kejadian yangsedang berjalan di sesi konseling. Niat yang paradoksalAdler telah merintis strategi paradoksal sebagai cara untuk mengubahperilaku. Teknik ini juga disebut “penuntun gejala” dan “antisugesti”. Teknik inimelibatkan klien yang secara sadar menaruh perhatian serta membesar-besarkanpikiran serta perilaku yang merapuh. Strategi paradoksal terdiri dari intervensiterapeutik yang nampaknya kontradiktif, bahkan tidak masuk akal. Esensinyaadalah bahwa teknik itu menggabungkan diri dengan menentang konseli danbukan melawannya. Teknik ini berisi sifat-sifat empati, pembangkit semangat, danhumor serta menjurus ke minat social yang semakin meningkat (Mozdzierz,Macchitelli, & Lisiecki, 1976). Adler menggunakan strategi paradoksal untukmenangani insomnia dan ketegangan. Berandai-andaiTerapis dapat menciptakan situasi bermain peran di mana klienmembayangkan dan melakukan sesuatu yang ingin mereka lakukan. Mereka bisadidorong semangatnya untuk memerankan apa yang ada di angan-angannya palingtidak selama seminggu, hanya untuk mengetahui apa yang akan terjadi.19
  • 20.  Menuang tuba di mangkuk susu klienKonselor menentukan usaha itu dan imbalan dari suatu perilaku untukkemudian memorak-porandakan dengan jalan mengurangi kemanfaatan perilakuitu di depan mata konseli. Menangkap diri sendiriDalam proses menangkap diri sendiri, konseli menjadi sadar bahwa iaberperilaku menghancurkan diri sendiri atau memiliki gagasan yang irasionaltetapi tidak melakukan usaha menyalahkan dirinya sendiri. Mula-mula, konselimungkin terlambat menangkap dirinya sendiri, yaitu setelah terbelit oleh polalama. Melalui latihan, mereka bisa belajar mengantisipasi peristiwa sebelumperistiwa itu terjadi. Menekan tombolTeknik tekan tombol mencakup menyuruh konseli membayangkanpengalaman yang menyenangkan dan yang tidak menyenangkan secarabergantian, kemudian menaruh perhatian pada perasaan yang menyertaipengalaman itu. Konseli diminta untuk memutar kembali peristiwa yang terakhirdan menambahkannya dengan perasaan yang diciptakan sebagai hasil akhir darisuatu pemikiran. Konselor menyuruh konseli untuk kembali pulang dengan bekaldua buah “tombol” (tombol depresi dan tombol bahagia) dan konseli bisa memilihmana yang akan ditekan kalau nanti menemui suatu peristiwa. Tujuan teknik iniadalah mengajar konseli bahwa sesungguhnya ia bisa menciptakan perasaanapapun yang diinginkan dengan jalan menetapkannya dalam pikirannya (Mosak,1989). Tidak ingin menjadi manusia cengengKonseli pergi ke kegiatan konseling dengan berbekalkan polamenaklukkan diri sendiri yang dilakukannya sehari-hari. Mereka mungkin terikatpada suatu asumsi yang keliru karena prasangka seperti itu memang adaakibatnya. Mereka akan beranggapan bahwa hanya konselor yang peduli20
  • 21. dengannya dan bisa menolongnya. Asumsi seperti itu harus dihilangkan, karenaperan seorang konselor adalah memandirikan konseli. Pemberian tugas serta komitmenDalam pengambilan langkah konkrit untuk menyelesaikan problema,konseli perlu menyediakan tugas dan berkomitmen dengan tugas-tugas itu.Rencanapun harus disusun untuk suatu jangka waktu yang tak terbatas. Denganjalan ini, konseli bisa berhasil dalam melakukan beberapa tugas yang spesifik dankemudian mereka bisa mengembangkan rencana baru dengan penuh percaya diri. Mengakhiri dan merangkum sesiKonselor tidak boleh mengambil materi baru pada suatu sesi menjelangberakhir. Melainkan, konselor menolong konseli untuk mengkaji ulang apa yangtelah dipelajari. Kaji ulang in merupakan waktu yang tepat untuk mendiskusikan“pekerjaan rumah” yang berorientasi pada perbuatan yang bisa dilakukan konselidalm seminggu.G. KAWASAN APLIKASI1. Aplikasi pada pendidikanAdler mempunyai minat yang mendalam dalam menerapkan gagasannyapada pendidikan, terutama dalam hal mencari jalan untuk mengobati gaya hidupyang salah dari pelajar. Dia memulai suatu proses untuk bekerja dengan siswadalam kelompok dan untuk mendidik orang tua dan guru. Dengan membekaliguru dengan cara-cara untuk mencegah dan membetulkan kesalahan dari anak-anak, ia mencari untuk mempromosikan minat social dan kesahatan mental padaanak-anak.2. Aplikasi pada pendidikan orang tuaKawasan pendidikan orang tua merupakan satu dari sumbangan besaryang telah diberikan oleh penganut Adler. Sasarannya adalah untuk memperbaikihubungan antara orang tua dengan anak dengan jalan menciptakan pengertian danpenerimaan dengan baik. Topic permulaan mencakup pemahaman tujuan darikenakalan anak-anak, belajar mendengarkan, menolong anak-anak agar bisa21
  • 22. menerima konsekuensi dari perilakunya, mengadakan pertemuan keluarga, danmenggunakan dorongan semangat.3. Aplikasinya pada konseling perkawinanTerapi perkawinan aliran Adler dirancang untuk menilai apa yangdipercayai oleh pasangan suami istri dan perilakunya bersamaan dengan mendidikmereka dengan cara yang efektif untuk bisa mencapai sasaran mereka. Dalamteknik ini, pasangan diajarkan teknik yang spesifik yang dapat memacukomunikasi dan kerja sama.4. Aplikasi pada konseling keluargaPenganut Adler yang menangani keluarga, memfokuskan suasana dalamkeluarga, konstelasi keluarga dan gaya hidup setiap anggota keluarga itu. Suasanadalam keluarga adalah iklim yang mewarnai antara orang tua dan sikap merekaterhadap hidup peran seks, pembuatan keputusan, kerja sama, menangani konflik,tanggung jawab, dan lain-lain.5. Aplikasi pada tugas kelompokKelompok memberikan konteks sosial di mana para anggotannya dapatmengembangkan rasa menjadi bagian dari kelompok dan rasa komunitas.Dinkmeyer (1975) menulis bahwa anggota kelompok akan mengetahui banyakproblema yang bersifat antar pribadi, bahwa perilaku mereka memiliki maknasosial, dan bahwa sasaran yang ingin mereka capai dapat dipahami dengan sangatbaik hanya dalam kerangka tujuan sosial.H. TUJUAN KONSELING• Mendorong adanya interes sosial• Menolong klien mengatasi perasaan patah semangat dan rendah diri• Memodifikasi pandangan klien pada sasaran – yaitu, dengan merubahgaya hidup mereka• Mengubah motivasi yang keliru• Membantu klien merasakan kesamaan derajat dengan orang lain22
  • 23. • Membantu orang menjadi anggota masyarakat yang ikut memberikansumbangannyaI. KELEBIHAN PENDEKATAN ALIRAN ADLERPendekatan Adler memberi para praktisi kebebasan yang besar untukmenangani klien.Konselor aliran Adler tidak harus mengikuti prosedur yang khas,melainkan menggunakan perkiraan linik mereka dalam hal pengapikasianberaneka ragam teknik yang mereka kira paling cocok untuk klien tertentu.Konsep aliran Adler yang paling sering diambil dala hal menangani klienadalah (1) pentingnya memperhatikan sasaran hidup seseorang, termasuk didalamnya memfokuskan pada arah mana sasaran itu akan membawanya; (2)memfokuskan pada pengalaman masa kanak-kanak seseorang dalam keluarga,dengan penekanan pada dampaknya di masa kini; (3) penggunaan secara klinisdari kenangan jauh di masa lalu; (4) perlunya memahami dan berkonfrontasidengan kesaahan mendasar; (5) penekanan kognitif, yang berisi bahwa emosi danperilaku seseorang sebagian besar terpengaruh oleh keyakinan seseorang dalamproses berpikirnya; (6) gagasan untuk menyelasaikan rencana tindakan yangdidesain untuk menolong klien membuat perubahan; (7) hubungan salingmembantu, di mana klien dan terapis bekerja menuju ke arah sasaran yang sudahsaling disetujui; dan (8) penekanan yang diberikan pada dorongan semangatsepanjang seluruh kegiatan proses konseling.J. KETERBATASAN DAN KRITIK TERHADAP PENDEKATAN ALIRANADLERAdler sadar akan keterbatasan waktu yang dimilikinya, dan ia pun harusmemilih antara mengabdikan dirinya dalam usaha memformalkan teorinya danmengajar orang lain tentang konsep dasar dari Psikologi Individual. Yangdiprioritaskan adalah berpraktek dan mengajar, dan bukan mengorganisir sertamenyajikan teori terdefinisi baik serta sistematik. Oleh kerna itu, gaya23
  • 24. penulisannya sering kali susah diikuti. Banyak gagasannya yang sedikit longgardan terlalu disederhanakan.Meskipun Psikologi Individual telah mengalami perkembangan lanjutanserta pembenahan, banyak formulasi asli dari Adler dipaparkan sedemikian rupahingga hipotesis dasarnya susah untuk divalidkan secara empirik. Beberapa darikonsep dasarnya bersifat global dan susah untuk didefinisikan, seperti misalnyapernyataan tentang pergulatan untuk mecapai superioritas, kekuatan kreatif daripribadi, dan kompleks inferioritas. Adler dikritik karena mendasar sebagian besardari pendekatannya dengan psikologi secara umum dan karena terlalumenyederhanakan konsep yang komplek24
  • 25. BAB IIIPENUTUPAdler telah jauh melampaui jamannya, dan sebagian besar dari terapiskontemporer telah mengambil paling tidak beberapa dari gagasan-gagasannya.Psikologi individualnya berasumsi bahwa orang dimotivasi oleh faktor sosialnya;bertanggung jawab atas perasaan, gagasan, dan perbuatna mereka sendiri;pencipta hidup mereka sendiri, sebagai lawan dari korban yang tidak berdaya; dandipaksa oleh tujuan dan sasaran, lebih banyak memandang ke masadepan danbukan menengok ke masa lalu.Sasaran dasar dari pendekatan Adler adalah menolong klien untuk bisamengidentifikasi dan mengubah keyakinan yang keliru tentang hidup dan olehkarenanya lebih berpartisipasi secara penuh di dalam kehidupa sosial.Klie idakdipandang sebagai orang yang sakit mental tetapi orang yang patah semangat.Proses terapeutiknya adalah menolong mereka hingga menjadi sadar akan polamereka dan membuat beberapa perubahan yang mendasar pada keyakinan danpikiran, yang akan menuju ke perubahan terhadap cara mereka mengendalikanperasaan da berperilaku. Peranan keluarga dalam pengembangan individumendapat tekanan di sini.Tetapi adalah usaha bersama, dibangun berdasarkankontrak dan didorong ke arah tantangan terhadap klien untuk menerjemahkanwawasan mereka menjadi perbuatan di dunia nyata.Terapis aliran Adler sangat kaya akan ide dalam hal pengguanaan berbagaimetode. Pandangan penganut Adler bisa diterapka pada beraneka ragam hubunganantara hubungan antar manusia, termasuk, tetapi tidak terbatas pada, konselingindividual dan kelompok, terapi keluarga dan terapi perkawinan, dan peningkatandaya tahan terhadap goncangan problema.25
  • 26. DAFTAR RUJUKANCorey, Gerald. 1995. Teori dan Praktek Dari Konseling dan Psikoterapi.Semarang : IKIP Semarang Press.http://www.scribd.com/doc/27712554/Alfred-Adler26