Modal sosial dalam pemberdayaan masyarakat

  • 7,720 views
Uploaded on

 

  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
No Downloads

Views

Total Views
7,720
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0

Actions

Shares
Downloads
195
Comments
3
Likes
1

Embeds 0

No embeds

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
    No notes for slide

Transcript

  • 1. Modal SosialDalam Pemberdayaan Masyarakat Rokhani, SP.,M.Si
  • 2. • Modal sosial menunjuk pada nilai dan norma yang dipercayai dan dijalankan oleh sebagian besar anggota masyarakat dalam kehidupan sehari-hari, yang secara langsung maupun tidak langsung mempengaruhi kualitas hidup individu dan keberlangsungan komunitas masyarakat.
  • 3. Pengertian Modal Sosial• Robert Putnam (1993)• Pierre Bourdieu (1970)• James Coleman• Hasil konferensi yang dilakukan oleh Michigan State University Amerika Serikat• Bardhan (1995),• North (1990) dan Olson (1982)
  • 4. • Robert Putnam (1993) mendefinisikan modal sosial sebagai suatu nilai mutual trust (kepercayaan) antara anggota masyarakat dan masyarakat terhadap pemimpinnya. Modal sosial didefinisikan sebagai institusi sosial yang melibatkan jaringan atau network, norma-norma dan kepercayaan sosial yang mendorong sebuah kolaborasi sosial untuk kepentingan bersama.• Diperlukan adanya suatu sosial network ikatan (jaringan) sosial yang ada dalam masyarakat dan norma yang mendorong produktifitas, komunitas. Putnam melonggarkan pemaknaan asosiasi horizontal, tidak hanya memberikan desiriable out come (hasil pendapatan yang diharapkan) melainkan juga underdesirible
  • 5. • Pierre Bourdieu mendefinisikan modal sosial sebagai “Sumber daya aktual dan potensial yang dimiliki oleh seseorang berasal dari jaringan sosial yang terlembagakan serta berlangsung terus menerus dalam bentuk pengakuan dan perkenalan timbal balik, atau keanggotaan dalam kelompok sosial yang memberikan kepada anggotanya berbagai bentuk dukungan kolektif”.
  • 6. • Dalam pengertian ini modal sosial menekankan pentingnya transformasi dari hubungan sosial yang sesaat rapuh, seperti pertentangan, pertemanan atau kekeluargaan, menjadi hubungan yang bersifat jangka panjang yang diwarnai oleh perasaan kewajiban terhadap orang lain.
  • 7. • Bourdieu (1970) : modal sosial sebagai sesuatu yang beruhubungan satu dengan yang lain, baik ekonomi, budaya, maupun bentuk-bentuk sosial capital (modal sosial) berupa institusi lokal maupun kekayaan sumber daya alamnya.• Modal sosial mengacu pada keuntungan dan kesempatan yang didapatkan seseorang di dalam masyarakat melalui keanggotaannya dalam entitas sosial tertentu (paguyuban, kelompok arisan, asosiasi tertentu).
  • 8. • James Coleman : modal sosial sebagai “Sesuatu yang memiliki dua ciri, yaitu merupakan aspek dari struktur sosial serta memfasilitasi tindakan individu dalam struktur sosial tersebut”.• Bentuk-bentuk modal sosial berupa kewajiban dan harapan, potensi informasi, norma dan sanksi yang efektif, hubungan otoritas, serta organisasi sosial yang bisa digunakan secara tepat dan melahrikan kontraksosial.
  • 9. • Hasil konferensi yang dilakukan oleh Michigan State University, Amerika Serikat. Modal sosial adalah “simpati atau rasa kewajiban yang dimiliki seseorang atau kelompok terhadap orang lain atau kelompok lain yang mungkin bisa menghasilkan potensi keuntungan dan tindakan preferensial, dimana potensi dan preferensial itu tidak bisa muncul dalam hubungan sosial yang bersifat egois”.
  • 10. • Bardhan (1995), modal sosial dipahami pula sebagai serangkaian norma, jaringan & organisasi dimana masyarakat mendapat akses pada kekuasaan dan sumberdaya, serta dimana pembuatan keputusan dan kebijakan dilakukan.
  • 11. • North (1990) dan Olson (1982) menekankan pada lingkungan sosial politik sebagai modal sosial. Faktor lingkungan berpengaruh pada peluang bagi norma untuk mengembangkan dan membentuk struktur sosial. Jika pandangan Putnam dan Coleman hanya menekankan pada asosiasi horizontal dan vertikal, North dan Olson menambahkan peran struktur dan hubungan institusional yang lebih formal, seperti pemerintah, rejim politik, hukum, sistem peradilan, serta kebebasan sipil dan politik