• Share
  • Email
  • Embed
  • Like
  • Save
  • Private Content
Tugas hmi
 

Tugas hmi

on

  • 88 views

 

Statistics

Views

Total Views
88
Views on SlideShare
88
Embed Views
0

Actions

Likes
1
Downloads
0
Comments
0

0 Embeds 0

No embeds

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft Word

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

    Tugas hmi Tugas hmi Document Transcript

    • TUGAS HAK MILIK INDUSTRI “RAHASIA DAGANG” OLEH : NAMA : VANYA NIM : 205082007 FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS TARUMANAGARA
    • I. Latar Belakang Setiap manusia diciptakan dengan memiliki akal pikiran. Akal pikiran itu di gunakan untuk menciptakan suatu karya, yang disebut karya intelektual. Karena cara dan kemampuan berpikir setiap manusia berbeda, maka dari itu hasil karya intelektual yang dihasilkan pun berbeda pula. Namun tidak jarang, manusia yang tidak memiliki kreativitas dalam berpikir atau terkadang manusia tidak mau repot-repot untuk menghasilkan suatu karya intelektual hasil berpikirnya sendiri, dan cenderung ingin mengambil jalan mudahnya saja, yaitu misalnya dengan jalan meniru hasil karya orang lain. Untuk mencegah pelanggaran seperti meniru hasil karya intelektual orang lain ini, maka pemerintah menyediakan semacam perlindungan bagi hasil karya-hasil karya intelektual tersebut. Perlindungan tersebut muncul dalam bentuk Hak Kekayaan Intelektual. II. Isi Yang dimaksud dengan hak kekayaan intelektual adalah suatu hak kebendaan atau hak atas suatu benda yang bersumber dari hasil kerja otak atau hasil kerja rasio, dan dari hasil kerja rasio manusia yang menalar. Hasil kerja otak kemudian dirumuskan menjadi suatu intelektualitas. Hasil kerja otak atau intelektualitas manusia dalam
    • bentuk penelitan atau penemuan dalam intelektual atau teknologi dirumuskan sebagai hak kekayaan intelektual. Menurut H. OK. Saidin, Hak Kekayaan Intelektual adalah hak kebendaan, hak atas sesuatu benda yang bersumber dari hasil kerja otak atau hasil kerja rasio, hasil pekerjaan rasio yang menalar. Hasil kerjanya itu berupa benda imateril.1 Hak Kekayaan Intelektual pada hakikatnya merupakan suatu sistem hukum yang mengalami pertumbuhan dan perkembangan sejalan dengan tuntutan masyarakat dan juga dalam bidang Intellectual Property Right dan didasarkan juga pada tuntutan perkembangan perdagangan dunia. Oleh karena itu negara-negara yang turut serta dalam kesepakatan internasional harus menyesuaikan peraturan dalam negerinya dengan ketentuan internasional, dalam rangka GATT/WTO Tahun 1994 yang merupakan kesepakatan TRIPs, sebagai salah satu dari Final Act Embodying The Uruguay Round Of Multilateral Trade Negotiation di tandatangani di Marakesh pada bulan April 1994 oleh 124 Negara dan 1 wakil dari Masyarakat Ekonomi Eropa. Indonesia termasuk salah satu Negara yang turut mendatangani kesepakatan tersebut dan ratifikasinya melalui UU No. 7 Tahun 1994 tentang Ratifikasi Perjanjian Pembentukan Organisasi Perdangangan Dunia (WTO). Selain itu Indonesia juga harus menyesuaikan kembali semua peraturan-peraturan yang berkaitan dengan perlindungan Hak Kekayaan 1 H. OK. Saidin, Aspek Hukum Hak Kekayaan Intelektual. (Rajawali Press, 2007), hal 9.
    • Intelektual dan menambah peraturan-peraturan yang belum tercakup dalam peraturan yang sudah ada. Disamping itu untuk perlindungan secara internasional, TRIPs telah mengisyaratkan agar negara-negara menyesuaikan aturannya dengan : 1. Paris Convention Tahun 1967 2. Bern Convention Tahun 1971 3. Rome Convention Tahun 1961 4. Treaty On Intellectual Property In Respect Of Intergrated Circuit Tahun 1989 yang tercantum dalam Article II dan Article III TRIPs Agreement Tahun 1994. Adapun fungsi dari Hak Kekayaan intelektual adalah sebagai berikut : 1. Melindungi kreativitas serta memberikan imbalan bagi siapa saja yang dapat memberikan kreativitas atau inovasi atas suatu penemuan, desain, dan merek. 2. Memberikan hak eksklusif dalam jangka waktu tertentu. Dengan kata lain bahwa hak eksklusif terhadap kebendaan tidak berwujud di miliki oleh pemilik hak kekayaan intelektual atau penerima hak kekayaan intelektual adalah terbatas. Rahasia Dagang termasuk dalam salah satu dari 7 cabang hukum yang merupakan bagian dari Penggolongan Hak Kekayaan Intelektual
    • yang disepakati di TRIPS, dan penggolongan Hak Kekayaan Intelektual di Indonesia itu mengikuti atau mengacu dari TRIPS. Penggolongan Hak Kekayaan Intelektual menurut Hak Kekayaan Intelektual Indonesia dibagi menjadi 2, yaitu : 1. Hak Cipta - Hak Cipta - Hak terkait dengan Hak Cipta 2. Hak Milik Perindustrian - Hak Perlindungan Varietas Tanaman - Hak Rahasia Dagang - Hak Desain Industri - Hak Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu Rahasia Dagang sendiri berarti informasi yang tidak diketahui oleh umum di bidang teknologi dan/atau bisnis, mempunyai nilai ekonomi karena berguna dalam kegiatan usaha, dan dijaga kerahasiaannya oleh pemilik rahasia dagang.2 Hukum Rahasia Dagang melindungi hampir semua jenis informasi yang bernilai komersial jika informasi tersebut dikembangkan, dan 2 Indonesia, Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2000 tentang Rahasia Dagang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 242, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4044), Pasal 1 Butir 1.
    • dijaga, dalam sebuah cara yang bersifat rahasia. Tidak ada batasan berapa lama informasi tersebut akan dilindungi.3 Rahasia Dagang termasuk dalam Hak Kekayaan Intelektual yang tidak wajib didaftarkan. Karena Rahasia Dagang mempunyai sifat rahasia. Namun jika Rahasia Dagang didaftarkan itu juga bisa, karena sifatnya yang rahasia, maka Rahasia Dagang pun diberi perlindungan hukum, agar pelanggaran-pelanggaran terhadap Rahasia Dagang dapat dituntut maupun diberi sanksi. Secara prinsip, informasi akan dianggap rahasia jika informasi itu merupakan sebuah konsep, ide atau informasi yang hanya diketahui oleh pemilik, serta tidak dapat diperoleh pihak lain dan belum diketahui secara umum.4 Tentu saja pemilik Rahasia Dagang ini memiliki sebuah hak yang berkaitan dengan Rahasia Dagang yang di milikinya, dan juga hak tersebut dapat dialihkan kepada orang lain jika pemilik Rahasia Dagang tersebut menginginkannya. Menurut Pasal 4 Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2000, Pemilik Rahasia Dagang memiliki hak : - Menggunakan sendiri Rahasia Dagang yang dimilikinya - Memberikan lisensi kepada atau melarang pihak lain untuk menggunakan Rahasia Dagang atau mengungkapkan Rahasia 3 Asian Law Grup Pty Ltd, Hak Kekayaan Intelektual Suatu Pengantar, Cetakan Ke-3. (Bandung:PT.Alumni, 2004), hal 9. 4 Ibid, hal. 240.
    • Dagang itu kepada pihak ketiga untuk kepentingan yang bersifat komersial Yang dimaksud dengan Lisensi berdasarkan Pasal 1 Butir 5 Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2000 adalah izin yang diberikan oleh pemegang hak Rahasia Dagang kepada pihak lain melalui suatu perjanjian berdasarkan pemberian hak (bukan pengalihan hak) untuk menikmati manfaat ekonomi dari suatu Rahasia Dagang yang diberi perlindungan dalam jangka waktu tertentu dan syarat tertentu. Pengalihan Rahasia Dagang disertai dengan dokumen tentang pengalihan hak. Segala bentuk pengalihan Rahasia Dagang wajib dicatatkan pada Direktorat Jenderal dengan membayar biaya sebagaimana diatur dalam Pasal Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2000 tentang Rahasia Dagang. Pelanggaran Rahasia Dagang seringkali terjadi, seperti contohnya seorang yang memiliki Lisensi membocorkan formula pembuatan Coca Cola kepada pihak saingan atau pihak lain. Padahal kesepakatan yang dibuat antara pemilik Rahasia Dagang dengan pemegang Lisensi sudah jelas tertulis dalam perjanjian, untuk menjaga kerahasiaan dari Rahasia Dagang tersebut. Namun bisa juga terjadi ada orang lain yang mengetahui Rahasia Dagang tersebut padahal pemilik Rahasia Dagang maupun pemegang Lisensi tidak ada memberitahukan Rahasia Dagang tersebut kepada
    • pihak lain melalui perjanjian, yang artinya Rahasia Dagang tersebut bocor dengan sendirinya, baik dicuri maupun dengan cara lainnya. Dalam Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2000 tentang Rahasia Dagang diatur bahwa, Pemegang Hak Rahasia Dagang atau penerima Lisensi dapat menggugat siapapun yang dengan sengaja dan tanpa hak melakukan perbuatan sebagaimana di maksud dalam Pasal 4 (Hak Pemilik Rahasia Dagang), berupa : a. Gugatan ganti rugi b. Penghentian semua perbuatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4. Selain gugatan ganti rugi maupun penghentian perbuatan seperti terdapat pada Pasal 4 Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2000 tentang Rahasia Dagang, penyelesaian sengketa mengenai Rahasia Dagang ini juga dapat menggunakan arbitrase atau alternatif penyelesaian sengketa. Cara penyelesaian sengketa menggunakan arbitrase ini biasa di gunakan oleh negara-negara yang menganut sistem hukum Anglo-Saxon. Sedangkan negara-negara yang menganut sistem hukum Eropa Continental akan cenderung menggunakan cara seperti Good Oppices, Concillation, dan Mediation.
    • Keuntungan yang diperoleh apabila menggunakan arbitrase dalam sengketa Rahasia Dagang adalah5 : - Para pihak dapat memilih sendiri hakim arbitrase (arbitrer) yang menurut keyakinannya mempunyai ilmu pengetahuan dan latar belakang yang memadai untuk menyelesaikan sengketa - Putusan yang dihasilkan arbitrase adalah final dan mengikat. - Proses arbitrase dari awal hingga putusan dilakukan secara rahasia, sehingga pihak lain tidak mengetahui sengketa yang terjadi. III. Penutup A. Kesimpulan Hak Kekayaan Intelektual merupakan hak eksklusif, karena pemilik Hak Kekayaan Intelektual merupakan satu-satunya orang yang berhak menggunakan hak tersebut dan juga merupakan orang yang berhak memberi ijin kepada pihak lain untuk menggunakannya. Rahasia Dagang merupakan bagian dari Hak Milik Industri yang juga merupakan bagian dari Hak Kekayaan Intelektual dan merupakan salah satu dari Hak Kekayaan Intelektual yang tidak wajib di daftarkan selain Hak Cipta. Karena Rahasia Dagang bersifat Rahasia. 5 Yusran Isnaini, Buku Pintar Hak Kekayaan Intelektual Tanya Jawab Seputar Hak Kekayaan Intelektual. (Ghalia Indonesia, 2010), hal 102.
    • Perbedaan Rahasia Dagang dengan bentuk HKI lainnya seperti Hak Cipta, Paten dan Merk, yaitu6 : a. Bentuk HKI lain (Hak Cipta, Paten dan Merk) tidak bersifat rahasia. Bentuk HKI lain mendapat perlindungan karena merupakan jenis kekayaan yang dimiliki orang lain b. Rahasia Dagang mendapat perlindungan karena meskipun tidak mengandung nilai kreativitas atau pemikiran baru, yang terpenting Rahasia Dagang tersebut tidak diketahui secara umum. c. Bentuk HKI lain selalu berupa bentuk tertentu yang dapat ditulis, digambar atau dicatat secara persis sesuai dengan syarat pendaftaran yang telah diterapkan oleh pemerintah. Rahasia Dagang tidak harus tertulis. Yang penting bukan tulisan atau pencatatan informasinya, tetapi penggunaan konsep, ide atau informasinya sendiri dapat diberikan kepada pihak lain secara lisan. Hal ini berbeda dari Paten dan Merk. B. Daftar Pustaka Saidin, H. OK. Aspek Hukum Hak Kekayaan Intelektual. (Rajawali Press, 2007.) Indonesia, Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2000 tentang Rahasia Dagang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 6 Asian Law Grup Pty Ltd, Op.Cit., hal 238.
    • Nomor 242, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4044.) Asian Law Grup Pty Ltd, Hak Kekayaan Intelektual Suatu Pengantar, Cetakan Ke-3. (Bandung:PT.Alumni, 2004.) Isnaini, Yusran. Buku Pintar Hak Kekayaan Intelektual Tanya Jawab Seputar Hak Kekayaan Intelektual. (Ghalia Indonesia, 2010).